Anda di halaman 1dari 54

Rancangan Petak Terbagi

Pendahuluan

Percobaan Split-plot merupakan superimpose dari dua jenis satuan percobaan dimana rancangan lingkungan untuk keduanya bisa sama ataupun berbeda. Satuan percobaan untuk petak utama bisa dirancang dengan rancangan dasar RAL, RAKL, dan RBSL. Demikian juga, satuan percobaan anak petak bisa dirancang dengan ketiga rancangan dasar tersebut. Kombinasi rancangan yang sering digunakan di bidang pertanian adalah RAKL baik untuk petak utama maupun anak petaknya.

Pendahuluan
3

Alasan pemilihan rancangan RPT


Derajat Ketepatan Ukuran Nisbi Mengenai Pengaruh Utama Praktek Pengelolaan Percobaan yang diulang pada beberapa Lokasi (Split in Space) atau Waktu (Split in Time)

Pendahuluan
4

Alasan pemilihan rancangan RPT

Derajat Ketepatan
Petak

Utama: Ketepatanlebihrendah Ketepatanlebihtinggi

AnakPetak:

Ukuran Nisbi Mengenai Pengaruh Utama

Dari informasi sebelumnya, diketahui adanya perbedaan respon yang lebih besar dari salah satu faktor. (Steel dan Torrie, 1991). Petak Utama: Faktor yg memberikan perbedaan respons lebih besar

Pendahuluan
5

Alasan pemilihan rancangan RPT

Praktek Pengelolaan
Penempatan
misalnya

perlakuan sebagai petak utama dilakukan berdasarkan pertimbangan praktis di lapangan


satu faktor memerlukan petak yang luas dan sukar sekali dilakukan pada petak yang kecil
Pembajakan lahan

Dalamsuatu

percobaan untukmenilaipenampilanbeberapa varietas padi dengan berbagai taraf pemupukan


si peneliti mungkin menempatkan petak utama untuk pemupukan guna memperkecil keperluan pemisahan petakan yang memerlukan taraf pemupukan yang berbeda dan rembesan.

Pendahuluan
6

Alasan pemilihan rancangan RPT

Percobaan yang diulang pada beberapa:


Lokasi

(Spli nSpace)PetakUtama (Split in Time): musim, tahun Petak Utama


Anak Petak

Perlakuan: Anak Petak

Waktu atau

Perlakuan:

pengamatan pada satuan percobaan yang sama yang dilakukan secara periodik (hari, minggu, bulan, dst) Anak Petak
Perlakuan:

PetakUtama

Pendahuluan
7

Kerugian:

Pengaruh utama dari petak utama diduga dengan tingkat ketelitian yang lebih rendah dibandingkan pengaruh interaksi dan pengaruh utama dari anak petak-nya. Analisis lebih komplek dibandingkan rancangan faktorial serta interpretasi hasil analisisnya tidak mudah.

Pengacakan dan Tata Letak

Pengacakan dan Tata Letak


9

RAL

Pada percobaan ini, RAL ditujukan pada tata letak dari faktor utamanya, artinya petak faktor utama dirancang secara acak lengkap, kemudian petak utama ini dibagi (di-split) menjadi plot-plot faktor tambahan yang letaknya diacak dalam petak faktor utama. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh suatu percobaan faktorial untuk menyelidiki pengaruh pemupukan (A) sebagai faktor yang kurang dipentingkan (Petak Utama) yang terdiri dari tiga taraf, yaitu a1, a2 dan a3. Faktor kedua adalah B yang merupakan faktor yang lebih dipentingkan (anak petak) berupa varietas yang terdiri dari dua varietas (2 taraf), yaitu b1, dan b2. Percobaan diulang sebanyak tiga kali. Dengan demikian, rancangan perlakuannya:

Pemupukan (A) Varietas (B) diulang 3 kali.

: 3 taraf (a = 3) : 2 taraf (b = 2) (r = 3)

Pengacakan dan Tata Letak RAL


10

Pengacakan Pada Petak Utama

Langkah ke-1:

Bagi area percobaan menjadi rxa satuan percobaan, sesuai dengan taraf Faktor A dan banyaknya ulangan. Pada kasus ini dibagi menjadi 3x3=9 petak.

Langkah ke-2.

Lakukan Pengacakan Petak Utama secara serempak.

Prosedur pengacakan bisa dilihat kembali pada pembahasan pengacakan pada RAL.

No Petak 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Pengacakan Petak Utama a2 a3 a2 a1 a2 a3 a1 a1 a3

Pengacakan dan Tata Letak


11

Pengacakan Pada Anak Petak

Langkah ke-3.

Bagilah setiap petak utama di atas menjadi b petak, sesuai dengan taraf Faktor B.

Pada kasus ini, setiap petak utama dibagi menjadi 2 petak.

Selanjutnya, lakukan Pengacakan Anak Petak pada setiap petak utama secara terpisah dan bebas. Dengan demikian terdapat 9 kali proses pengacakan secara terpisah dan bebas.
a2 a2 a3 a3 a2 a2 a1 a1 a2 a2 a3 a3 a1 a1 a1 a1 a3 a3
Di Split (bagi) menjadi dua (2 taraf B) lakukan Pengacakan Anak Petak pada setiap petak utama

Misalnya hasil pengacakan adalah sebagai berikut: a2b2 a2b1 a3b1 a3b2 a2b2 a2b1 a1b2 a1b1 a2b1 a2b2 a3b1 a3b2 a1b2 a1b1 a1b2 a1b1 a3b2 a3b1

Pengacakan dan Tata Letak


12

RAK

Untuk memudahkan pemahaman proses pengacakan dan tata letak RPT dengan rancangan dasar RAK pada petak utamanya, disini diambil kembali contoh kasus yang sama seperti pada kasus RAL. Misalkan Faktor A terdiri dari 3 taraf dan Faktor B 2 taraf diulang 3 kali. Rancangan perlakuannya:
(A) : 3 taraf :2taraf Varietas(B) Kelompok(R) :3kali.
Pemupukan

(a=3) (b = 2) (r = 3)

Pengacakan pada RAK


13

Pengacakan Pada Petak Utama

Langkah ke-1: Bagi area percobaan sesuai dengan banyaknya ulangan. Pada kasus ini dibagi menjadi 3 kelompok (blok). Pembagian kelompok didasarkan pada pertimbangan bahwa keragaman pada setiap kelompok yang sama relatif homogen (lihat kembali pembahasan pada RAKL) Langkah ke-2: Setiap kelompok dibagi lagi menjadi a petak, sesuai dengan taraf Faktor A. Pada contoh kasus ini, setiap kelompok dibagi menjadi 3 petak, sehingga keseluruhannya terdapat 9 petak.

Pengacakan pada RAK


14

Pengacakan Pada Petak Utama


Langkah ke-3. Lakukan Pengacakan Petak Utama pada setiap kelompok secara terpisah. Lakukan pengacakan pada kelompok 1 untuk menempatkan taraf Faktor A, selanjutnya lakukan pengacakan kembali untuk kelompok ke-2 dan kelompok ke-3. Dengan demikian terdapat 3 kali proses pengacakan secara terpisah dan bebas. Misalnya hasil pengacakan adalah sebagai berikut:
I II III

a2

a1

a3

a1

a3

a2

a3

a1

a2

Pengacakan pada RAK


15

Pengacakan Pada Anak Petak

Langkah ke-4. Bagilah setiap petak utama di atas menjadi b petak, sesuai dengan taraf Faktor B. Pada kasus ini, setiap petak utama dibagi menjadi 2 petak. Selanjutnya, lakukan Pengacakan Anak Petak pada setiap petak utama secara terpisah. Dengan demikian terdapat 9 kali proses pengacakan secara terpisah dan bebas. Misalnya hasil pengacakan adalah sebagai berikut:
a2

I a1

a3

a1

II a3

a2

a3

III a1

a2

a2b2 a1b1 a3b2 a2b1 a1b2 a3b1

a1b2 a3b1 a2b1 a1b1 a3b2 a2b2

a3b2 a1b2 a2b2 a3b1 a1b1 a2b1

Pengacakan dan Tata Letak


16

RBSL

Prosedur pengacakan petak utama pada rancangan RPT dengan rancangan dasar RBSL sama dengan prosedur pengacakan RSBL. Hanya saja, pada RPT dilanjutkan dengan pengacakan untuk penempatan anak petak pada setiap petak utamanya. Pada contoh kasus ini, digunakan kembali contoh rancangan perlakuan pada RAL dan RAK di atas, yaitu Faktor A terdiri dari 3 taraf dan Faktor B 2 taraf diulang 3 kali. Perhatikan, apabila Petak Utama dirancang dengan menggunakan rancangan dasar RBSL, maka taraf faktor A (petak utama) harus sama dengan banyaknya ulangan, sedangkan taraf faktor B bisa berbeda. Pada contoh kasus diatas, taraf faktor A = taraf ulangannya. Rancangan perlakuannya:

Pemupukan (A) Varietas (B) Kelompok (R)

: 3 taraf (a = 3) : 2 taraf (b = 2) : 3 kali. (r = 3)

Pengacakan Pada RBSL


17

Pengacakan pada petak utama


Langkah ke-1: Pilih rancangan dasar RBSL untuk ukuran 3x3. Langkah ke-2: Lakukan pengacakan pada arah baris kemudian arah kolom. Misalkan hasilnya sebagai berikut:
B
2. Pengacakan arah baris

C A 2 B

A B C

C A

3. Pengacakan arah kolom k1 k2 k2 k1 k3 k3

A B C

B C A

C A B

b1 b3 b2 b1 b3 b2

C A B

B C A

A B C

1. Rancangan Dasar RBSL

Pengacakan dan Tata Letak RBSL


18

Pengacakan pada petak utama

Langkah ke-3:
Ganti

kodediatasdengankodeperlakuan faktorA.Pada contohkasusini:A=a1;B=a2;C=a3.Hasilnyasebagai berikut,yangtidaklainadalahtataletakuntukpetakutama yangdisusundenganpolaRBSL:


A = a1 B = a2 C = a3

C A B

B C A

A B C

a3 a1 a2

a2 a3 a1

a1 a2 a3

19

Pengacakan Pada Anak Petak:


Pengacakan dan Tata Letak RBSL

Langkah ke-4: Bagi setiap satuan percobaan pada petak utama tersebut sesuai dengan taraf dari Faktor B Pada kasus ini setiap petak utama dibagi menjadi 2, karena taraf faktor B = 2, sehingga totalnya menjadi 9x2 = 18 satuan percobaan. Lakukan pengacakan secara terpisah pada masing-masing petak utama (pada kasus di atas, terdapat 9 kali pengacakan). Ingat, setiap taraf B harus terdapat pada setiap petak utama. Misalnya hasilnya sebagai berikut (perhatikan, ke-2 taraf B, b1 dan b2, terdapat pada setiap taraf Faktor A):

a3b2 a3b1 a1b2 a1b1 a2b2 a2b1

a2b1 a2b2 a3b1 a3b2 a1b2 a1b1

a1b2 a1b1 a2b1 a2b2 a3b2 a3b1

20

Model Linier & Analisis Ragam

Model Linier
21

RAL

Yijk = + i + j + ik + ()ij + ijk

dengan i =1,2,a; j = 1,2,,b; k = 1,2,,r

= pengamatan pada satuan percobaan ke-k yang memperoleh kombinasi perlakuan taraf ke-i dari faktor A dan taraf ke-j dari faktor B = nilai rata-rata yang sesungguhnya (rata-rata populasi) i = pengaruh aditif taraf ke-i dari faktor A j = pengaruh aditif taraf ke-j dari faktor B ()ij = pengaruh aditif taraf ke-i dari faktor A dan taraf ke-j dari faktor B ik = pengaruh acak dari petak utama, yang muncul pada taraf ke-I dari faktor A dalam ulangan ke-k. ik ~ N(0,2). ijk = pengaruh acak dari satuan percobaan ke-k yang memperoleh kombinasi perlakuan ij. ijk ~ N(0,2).

Yijk

Model Linier
22

RAK

Yijk = + k + i + j + ik + ()ij + ijk

dengan i =1,2,a; j = 1,2,,b; k = 1,2,,r

= pengamatan pada satuan percobaan ke-k yang memperoleh kombinasi perlakuan taraf ke-i dari faktor A dan taraf ke-j dari faktor B = nilai rata-rata yang sesungguhnya (rata-rata populasi) k = pengaruh aditif dari kelompok ke-k i = pengaruh aditif taraf ke-i dari faktor A j = pengaruh aditif taraf ke-j dari faktor B ()ij = pengaruh aditif taraf ke-i dari faktor A dan taraf ke-j dari faktor B ik = pengaruh acak dari petak utama, yang muncul pada taraf ke-I dari faktor A dalam kelompok ke-k. Sering disebut galat petak utama. ik ~ N(0,2). = pengaruh acak dari satuan percobaan ke-k yang memperoleh kombinasi ijk perlakuan ij. Sering disebut galat anak petak. ijk ~ N(0,2). Yijk

Analisis Ragam
23

RAL
Derajat Bebas a-1 a(r-1) b-1 (a-1) (b-1) a(r-1)(b-1) abr-1 Jumlah Kuadrat JK(A) JK(Galat a) JK(B) JK(AB) JK(Galat b) JKT Kuadrat Tengah KT(A) KT(Galat a) KT(B) KT(AB) KT(Galat b) F-hitung KT(A)/KTGa F-tabel F(, db-A, db-G)

Sumber keragaman Petak Utama A Galat a Anak Petak B AB Galat b Total

KT(B)/KTGb KT(AB)/KTGb

F(, db-B, db-G) F(, db-AB, db-G)

Analisis Ragam
24

RAL vs RAK vs RBSL


Sumber Petak Utama A Galat A Total Anak Petak B AB Galat B Total RAL DB Sumber Kelompok A Galat A Total B AB Galat B Total RAKL DB Sumber Baris Kolom A Galat A Total B AB Galat B Total RBSL DB r-1 r-1 r-1 (r-1)(r-2) r2-1 b-1 (r-1) (b-1) r(r-1)(b-1) r2b-1

a-1 a(r-1) ra-1 b-1 (a-1) (b-1) a(r-1)(b-1) abr-1

r-1 a-1 (a-1) (r-1) ra-1 b-1 (a-1) (b-1) a(r-1)(b-1) abr-1

kk(a)

KT(Galat a) Y ...

100 %

kk(b)

KT(Galat b) Y ...

100 %

Analisis Ragam
25

Formula Analisis Ragam RAL


Yijk Y ... (Y i.. Y ... ) (Y i.k Y i.. ) (Y . j. Y ... ) (Y ij. Y i.. Y . j. Y ... ) (Yijk Y ij. Y i.k Y i.. )

Definisi FK JKT
i ,j ,k

Pengerjaan

Y...2 abr
(Yijk b
i ,k i ,k

Y ...)2
i, j,k

Yijk 2 FK
Yi.k 2 b

JK(ST)

(Yi.k

Y ...)2

(ai rk )2
FK
i,k

FK

Analisis Ragam
26

Formula Analisis Ragam RAL


Definisi JK(A) Pengerjaan

rb
i

(Yi..

Y ...)2
i

Yi.. 2 br

(ai )2
FK
i

rb

FK

JK(Galat a)

b
i ,k

(Y i.k

Y i.. )2

JK(ST) JK(A) atau

i ,k

Yi.k 2 b

(ai rk )2 FK JKA
i,k

FK

JKA

Analisis Ragam
27

Formula Analisis Ragam RAL


Definisi JK(B) Pengerjaan

ra
j

(Y. j. Y ...)2
j

Y. j. 2 ar Yij.2
i,j

(bj )2

FK

ra

FK

JK(AB)

r
i,j

(Yij.

Yi.. Y. j.

Y ...)2

r
i,j

FK

JKA JKB

(ai bj )2 r
JKG

FK

JKA JKB

(Yijk
i , j ,k

Y ij. Y i.k

JKK JKA JKB -JKAB Y i.. )JKT 2

Analisis Ragam
28

Formula Analisis Ragam RAK


Yijk Y ... (Y . j. (Y..k Y... ) (Y i.. Y ... ) (Y ij. Y ... ) (Yi.k Yi.. Y..k Y... ) Y ij. Y i.k Y i.. ) Y i.. Y . j. Y ... ) (Yijk

Definisi FK JKT
i,j,k

Pengerjaan

Y...2 abr
(Yijk b
i ,k i ,k

Y ...)2
i, j,k

Yijk 2 FK
Yi.k 2 b

JK(ST)

(Yi.k

Y ...)2

(ai rk )2
FK
i,k

FK

Analisis Ragam
29

Formula Analisis Ragam RAK


Definisi JK(R) Pengerjaan

ab
k

(Y..k

Y ...)2
k

Y..k 2 ab Yi.. 2 br
Yi.k 2 b

(rk )2
FK
k

ab (ai )2
i

FK

JK(A)

rb
i

(Yi..

Y ...)2
i

FK

rb
JKR

FK
(ai rk )2

JK(Galat a)

b
i ,k

(Yi.k

Yi.. Y..k

Y... )2
i ,k

FK

JKA

i ,k

FK

JKR

JKA

atau : JK(ST) JK(K) JK(A)

Analisis Ragam
30

Formula Analisis Ragam RAK


Definisi JK(B) Pengerjaan

ra
j

(Y. j.

Y ...)2
j

Y. j.2 ar Yij.2
i,j

(bj )2

FK

ra

FK

JK(AB)

r
i,j

(Yij.

Yi.. Y. j. Y ...)2

r
i,j

FK

JKA JKB

(ai bj )2 r
JKG

FK

JKA JKB

(Yijk
i , j ,k

Y ij. Y i.k

Y i.. )2 JKT JKK JKA JKGa - JKB JKAB


= JKT JK(ST) JKB -JKAB

Analisis Ragam
31

Formula Analisis Ragam RBSL


Yijk Y ... (Y . j. (Y..k Y... ) (Y...l Y ... ) (Y ij.
Definisi FK JKT
i,j,k,l

Y... ) (Y i..

Y ... ) (Yi.kl Y ij.

Y .k. Y ...l Y i.k Y i.. )

Y i... 2Y ... )

Y i.. Y . j.

Y ... ) (Yijk

Pengerjaan

Y ...2 r 2b
(Yijkl Y ...)2
i, j , k

Yijk 2 FK
Y..k rb
2

JK(Baris)

rb
k

(Y..k.

Y ...)2
k

(Barisk )2
FK
k

rb

FK

Analisis Ragam
32

Formula Analisis Ragam RBSL


Definisi JK(Kolom) Pengerjaan

rb
l

(Y...l

Y ...)2
k

Y...l rb

(Koloml )2
FK
l

rb (ai )2
i

FK

JK(A)

rb
i

(Yi...

Y ...)2
i

Yi..2 FK rb
Yi.kl2 b

rb

FK

JK(Galat a)

b
i,.,k,l

(Yi.kl

Y .k. Y ...l

Y i... 2Y ... )2
i,.,k,l

FK JK(Baris ) JK(Kolom) JKA

(ai Baris k Koloml )2


i ,., k ,l

b JK(Baris) JK(Kolom) JKA

FK

Analisis Ragam
33

Formula Analisis Ragam RBSL


Definisi JK(B) Pengerjaan

r2
j

(Y. j.. Y ...)2


j

Y. j.2 r
2

(bj )2

FK

r2

FK

JK(AB)

r
i,j

(Yij.

Yi.. Y. j.

Y ...)2
i,j

Yij..2 r
i,j

FK JKA JKB

(ai bj )2 r
JKG

FK JKA JKB

(Yijk
i , j ,k

Y ij. Y i.k

Y i.. )2

JKT JKK JKA JKGa - JKB JKAB = JKT JK(ST) JKB -JKAB

34

Galat Baku
Jenis Pembandingan berpasangan Dua rataan petak utama (ratarata dari seluruh perlakuan anak petak) Dua rataan anak petak (ratarata dari seluruh perlakuan petak utama) Dua rataan anak petak pada perlakuan petak utama yang sama Dua nilai rata-rata petak utama pada perlakuan anak petak yang sama atau berbeda Contoh
a1 a2

Galat Baku (SED)


2KT (Galat a) rb 2KT (Galat b) ra 2KT (Galat b) r 2[(b 1)KT(Galat b) KT(Galat a)] rb

b1 b2

a1b1 a1b2

a1b1 a2b1 (anak petak sama) a1b1 a2b2 (anak petak beda)

Galat Baku & t-tabel


35

Dari tabel galat baku di atas, terlihat bahwa untuk membandingkan dua nilai rata-rata petak utama pada perlakuan anak petak yang sama atau berbeda digunakan dua jenis KT(Galat), yaitu KT(Galat a) dan KT(Galat b). Implikasinya, rasio selisih perlakuan terhadap galat baku tidak mengikuti sebaran tstudent sehingga perlu dihitung t gabungan/terboboti. Jika ta dan tb berturut-turut adalah nilai t yang diperoleh dari tabel student dengan taraf nyata tertentu pada derajat bebas galat a dan derajat bebas galat b, maka nilai t terboboti adalah:
t (b 1)(KT Galat b)(tb ) (KT Galat a)(ta ) (b 1)(KT Galat b) (KT Galat a)

36

Contoh terapan

37

Contoh Terapan

Percobaan: Pengaruh kombinasi pemupukan NPK dan genotipe padi terhadap hasil padi (kg/petak). Pengaruh kombinasi pemupukan NPK (A) terdiri 6 taraf ditempatkan sebagai petak utama (main plot) dan genotipe padi (B) terdiri dari 2 taraf yang ditempatkan sebagai anak petak (subplot). Petak utama disusun dengan menggunakan rancangan dasar RAK. Percobaan di ulang 3 kali.

Contoh Terapan
38

Data hasil percobaan


Pupuk (A) Kontrol PK N NP NK NPK Genotipe (B) IR-64 S-969 IR-64 S-969 IR-64 S-969 IR-64 S-969 IR-64 S-969 IR-64 S-969 1 20.7 27.7 30.0 36.6 39.9 37.4 40.8 42.2 42.4 39.8 48.6 42.9 449 Kelompok (K) 2 3 32.1 29.5 33.0 26.3 30.7 25.5 33.8 27.0 41.5 46.4 41.2 45.4 43.5 43.3 46.0 45.9 45.6 44.8 39.5 40.9 49.8 42.6 45.9 43.9 482.6 461.5 4 37.7 37.7 36.9 39.0 44.5 44.6 43.4 46.2 47.0 44.0 46.6 45.6 513.2 120.0 124.7 123.1 136.4 172.3 168.6 171.0 180.3 179.8 164.2 187.6 178.3 1906.3

Contoh Terapan
39

Perhitungan Analisis Ragam


Langkah 1: Hitung Faktor Koreksi

FK

Y...2 abr

(1906.3)2 75707.9102 6 2 4

Langkah 2: Hitung Jumlah Kuadrat Total

JKT

Yijk 2 FK
i , j ,k

(20.7)2 (32.1)2 ... (45.6)2 2273.93979

75707.9102

40

Perhitungan Analisis Ragam


(rk )2
k

Contoh Terapan
Total Pupuk (ai) 4 75.4 244.7 75.9 259.5 89.1 340.9 89.6 351.3 91.0 344.0 92.2 365.9 513.2 1906.3

Langkah 3: Hitung Jumlah Kuadrat Kelompok

Pupuk (A)

Kelompok (K) 1 48.4 66.6 77.3 83.0 82.2 91.5 449.0 2 65.1 64.5 82.7 89.5 85.1 95.7 482.6 3 55.8 52.5 91.8 89.2 85.7 86.5 461.5

Kontrol JKR FK PK ab N (449)2 (482 .6)2 (461 .5)2 (513 .2)2 75707 .9102 NP NK 6 2 NPK 197.110625 Total Langkah 4: Hitung Jumlah Kuadrat Faktor A Kelompok (rk)

(ai )2

JKA

FK rb (244 .7)2 (259 .5)2 4 2 1674.79604

... (365 .9)2

75707.9102

Contoh Terapan
41

Perhitungan Analisis Ragam


Langkah 5: Hitung Jumlah Kuadrat Galat Petak Utama (Galat a)
(a i rk )2 JK(Galat a)
i ,k

(65.1)2 ... (86.5)2 2 267.728125

b (48.4)2

FK

JKR

JKA (92.2)2 75707.9102 197.110625 1674.79604

Contoh Terapan
42

Perhitungan Analisis Ragam


Langkah 6: Hitung Jumlah Kuadrat Faktor B
(b j )2 JKB FK ra (953 .8)2 (952 .5)2 75707.9102 4 6 0.03520833
j

Buat Tabel Untuk Total Perlakuan: Genotipe (B) IR-64 S-969 Kontrol 120.0 124.7 PK 123.1 136.4 N 172.3 168.6 NP 171.0 180.3 NK 179.8 164.2 NPK 187.6 178.3 Total B (bj) 953.8 952.5 Pupuk (A) Total A (ai) 244.7 259.5 340.9 351.3 344.0 365.9 1906.3

Langkah 7: Hitung Jumlah Kuadrat Interaksi AB


(ai bj )2 JK(AB)
i,j

r (120 .0)2 (124 .7)2 ... (187 .6)2 (178 .3)2 75707.9102 1674.79604 0.03520833 4 78.5910417

FK

JKA JKB

Contoh Terapan
43

Perhitungan Analisis Ragam


Langkah 8: Hitung Jumlah Kuadrat Galat Anak Petak (Galat b)

JK(Galat b) JKT - JK(Lainnya) JKT - JKK- JKA - JKGa JKB -JK(AB) 2273.93979-197.110625-1674.79604-267.728125-0.03520833-78.5910417 55.67875
KT(Galat a) Y ... 10.64% KT(Galat b) Y ... 4.43% 17.8485 39.715

kk(a)

kk(b)

3.09326 39.715

Contoh Terapan
44

Perhitungan Analisis Ragam


Langkah 9: Buat Tabel Analisis Ragam beserta Nilai F-tabelnya Sumber Ragam DB JK Petak Utama Kelompok (K) 3 197.110625 Pupuk (A) 5 1674.79604 Galat(a) 15 267.728125 Anak Petak Genotipe (B) 1 0.03520833 AxB 5 78.5910417 Galat(b) 18 55.67875 Total 47 2273.93979 kk (a) = 10.64 %; kk (b) = 4.43 %; RJK 65.7035417 334.959208 17.8485417 0.03520833 15.7182083 3.09326389 F-hit 3.68 * 18.77 ** 0.01 tn 5.08 ** F .05 3.287 2.901 4.414 2.773
pengaruh interaksi nyata Langkah selanjutnya adalah memeriksa pengaruh sederhana

Fhit (0.05, 3, 15) = 3.287 Fhit (0.05, 5, 15) = 2.901 Fhit (0.05, 1, 47) = 4.414 Fhit (0.05, 5, 47) = 2.773

Contoh Terapan
45

Kesimpulan

Langkah 10: Buat Kesimpulan

Terlebih dahulu, kita periksa apakah Pengaruh Interaksi nyata atau tidak? Apabila nyata, selanjutnya periksalah pengaruh sederhana dari interaksi tersebut, dan abaikan pengaruh utamanya (mandirinya), meskipun pengaruh utama tersebut signifikan! Mengapa? Coba lihat kembali bahasan mengenai pengaruh interaksi dan pengaruh utama! Pengujian pengaruh utama (apabila signifikan) hanya dilakukan apabila pengaruh interaksi tidak nyata. Karena Fhitung (5.08) > 2.773 maka kita tolak H0: 1 = 2 = pada taraf kepercayaan 95% (biasanya diberi satu buah tanda asterisk (*), yang menunjukkan berbeda nyata) Karena pengaruh interaksi signifikan, maka pengaruh utamanya tidak perlu dibahas lebih lanjut.

Pengaruh Interaksi AB

Pengaruh Utama

Contoh Terapan (Uji-Lanjut)


46

Pemeriksaan Pengaruh Sederhana

Hitung Nilai Pembanding (LSD) yang sesuai:


Untuk

membandingkanduarataan anakpetak

(antaragenotipe

padi)padaperlakuanpetakutamayangsama (kombinasi pemupukan tertentu):


,dbg(a)

LSD t(

sY

LSD

t0.05/ 2;18 t0.05/ 2;18

sY 2KT(Galat b) r

sy

2KT(Galat b) r

2(3.0933) 2.101 4 2.6129 kg

Pemeriksaan Pengaruh Sederhana


47

Perbandingan Dua Rataan Petak Utama

Untuk membandingkan dua rataan petak utama:

(pasangan rata-rata kombinasi pemupukan) pada perlakuan anak petak yang sama atau berbeda
ta = t(0.05/2,15) = 2.131 tb = t(0.05/2,18) = 2.101 b = 2 (taraf anak petak/genotif) KT(Galat a) = 17.8485 KT(Galat b) = 3.0933

LSD t' sY
t (b 1)(KT Galat b)(tb ) (KT Galat a)(ta ) (b 1)(KT Galat b) (KT Galat a) 1)(3.0933 )(2.101) (17.8485 )(2.131) (2 1)(3.0933 ) (17.8485 ) 2.1266 (2

sY

2[(b 1)KT(Galat b) KT(Galat a)] rb 2[(18 1)(3.0933) 17.8485] 4 2 2.288111

LSD t' sY 2.1266 2.2881 4.8667 kg

Pemeriksaan Pengaruh Sederhana


48

Perbandingan Dua Rataan Petak Utama


1. Perbandingan antara petak utama pada anak petak Genotipe IR-64 No Urut 1 2 4 3 5 6 Pupuk Ratarata Kontrol 30.00 PK 30.78 NP 42.75 N 43.08 NK 44.95 NPK 46.90 Kontrol PK 30.00 0.00 0.77 tn 12.75* 13.08* 14.95* 16.90* 30.78 NP 42.75 N 43.08 NK 44.95 NPK 46.90 a a b b b 0.00 b

0.00 11.98* 0.00 12.30* 0.33 tn 0.00 14.18* 2.20 tn 1.88 tn 0.00 16.13* 4.15 tn 3.83 tn 1.95 tn

LSD = 4.87 kg

Pemeriksaan Pengaruh Sederhana


49

Perbandingan Dua Rataan Petak Utama


2. Perbandingan antara petak utama pada anak petak Genotipe S-969 No Urut 1 2 5 3 6 4 Pupuk Kontrol PK NK N NPK NP 31.18 34.10 41.05 42.15 44.58 45.08 Kontrol PK 31.18 34.10 0.00 2.93 tn 0.00 9.88 * 6.95* 10.98 * 8.05* 13.40 * 10.48* 13.90 * 10.98* NK 41.05 N 42.15 NPK 44.58 NP 45.08

0.00 1.10 tn 0.00 3.53 tn 2.43 tn 0.00 4.03 tn 2.93 tn 0.50 tn

a a b b b 0.00 b

LSD = 4.87 kg

Pemeriksaan Pengaruh Sederhana


50

Perbandingan Dua Rataan Anak Petak

Untuk membandingkan dua rataan anak petak


(antara

genotipepadi)padaperlakuan petakutamayang sama(kombinasipemupukantertentu):


LSD t( sY

LSD

t0.05/ 2;18 t0.05/ 2;18

sY 2KT(Galat b) r

,dbg(a)

sy

2KT(Galat b) r

2(3.0933) 2.101 4 2.6129 kg

Pemeriksaan Pengaruh Sederhana


51

Perbandingan Dua Rataan Anak Petak


Bandingkan selisih rata-rata perlakuan dengan nilai LSD = 2.6129. Karena taraf genotipe padi hanya dua, pemeriksaan pengaruh sederhana pada perbandingan dua rataan anak petak bisa disederhanakan.

Berikan huruf yang sama (a) pada dua genotipe apabila selisih rata-rata LSD dan huruf yang berbeda apabila selisih rata-rata > LSD
Pupuk Kontrol PK N NP NK NPK 30.00 a 30.78 a 43.08 a 42.75 a 44.95 b 46.90 a 31.18 a 34.10 b 42.15 a 45.08 a 41.05 a 44.58 a 1.18 3.33 * 0.93 2.33 3.90 * 2.33

IR-64 S-969 Selisih

LSD = 2.6129

Pemeriksaan Pengaruh Sederhana


52

Tabel Interaksi Pupuk x Genotipe


Pupuk (P) Kontrol PK N NK NP NPK Genotipe (G) 1 2 30.00 a 31.18 a (a) (a) 30.78 a 34.10 a (a) (b) 43.08 b 42.15 b (a) (a) 42.75 b 45.08 b (a) (a) 44.95 b 41.05 b (b) (a) 46.90 b 44.58 b (a) (a) Perbandingan: 2-rataan P 2-rataan G Sy 2.2881 1.2436 BNT 5% 4.8667 2.6128

Keterangan: Huruf dalam kurung dibaca arah horizontal, membandingkan antara 2 G pada P yang sama Huruf kecil tanpa kurung dibaca arah vertikal, membandingkan antara 2 P pada G yang sama