Anda di halaman 1dari 15

TERM OF POLITICAL ECONOMY (GILPIN:1987) ADAM SMITH & CLASSICAL ECONOMIST - THE SCIENCE OF ECONOMIC

THE NEW POLITICAL ECONOMY RATIONAL CHOICE PUBLIC CHOICE


BERBASIS PADA AKTOR INDIVIDUAL YANG MENENTUKAN KEPENTINGAN

PUBLIC CHOICE (PILIHAN PUBLIK)

GARY BECKER, ANTHONY DOWNS & BRUNO FREY; EKONOMI POLITIK ADALAH APLIKASI METODOLOGI EKONOMI FORMAL DALAM MODEL AKTOR RASIONAL DALAM SEGALA TIPE PRILAKU MANUSIA LAINNYA ----- PEMAKAIAN TEORI EKONOMI SPESIFIK UNTUK MENJELASKAN PRILAKU SOSIAL (SOCIAL BEHAVIOR),

GAME, TINDAKAN KOLEKTIF (COLLECTIVE ACTION)

PENDEKATAN PUBLIC CHOICE DALAM EKONOMI POLITIK ADALAH PENGGUNAAN METODOLOGI DAN TEORI EKONOMI UNTUK MENJELASKAN PRILAKU: )! "#$% & $ &'()&"#* (+'(()+"#,) +"#'$), -)! + . 1.)*).)$0#!
PC MELIHAT KECENDERUNGAN UMUM PRILAKU INDIVIDU, BERSIFAT DEDUKTIF.

/.)/ 0#

PC MEMASUKKAN SUBSTANSI BIDANG POLITIK KE DALAM WILAYAH KAJIAN EKONOMI, ATAU SEBALIKNYA. KRITIK KEOHANE TERHADAP PC: BAHWA PENDEKATAN PUBLIC CHOICE (PC) MENGABSTRAKSIKAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN INDIVIDU DARINPENGARUH SOSIAL YANG IRRASIONAL DAN MENGANGGAP MASYARAKAT DAN BUDAYA BERSIFAT GIVEN, MAKA PENDEKATAN INI TIDAK MAMPU MELIHAT KREASI SELERA DAN PERUBAHAN PREFERENSI, DIMANA PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN INDIVIDU SEBERANRNYA JUGA BERSIFAT SANGAT IRASIONAL BAHKAN INTUITIF.

PILIHAN RASIONAL JAMES COLEMAN (GARY S. BECKER DALAM THE ECONOMIC APPROACH TO HUMAN BEHAVIOUR), KEBIJAKAN POLITIK DIMULAI DARI BEBERAPA UNIT PRILAKU ATAU AKTOR YANG DIASUMSIKAN BERPRILAKU RASIONAL. PRILAKU RASIONAL : MEMAKSIMALKAN KEAJEGAN PRILAKU YANG GILIRAN BERIKUTNYA MENDATANGKAN IMBALAN ATAU HASIL YANG MENGUNTUNGKAN DI KEMUDIAN HARI. ASUMSI TEORI PILIHAN RASIONAL: TINDAKAN MANUSIA MEMPUNYAI MAKSUD DAN TUJUAN YANG DIBIMBING OLEH HIREARKI YANG TERTATA RAPI DARI PREFERENSI.

RASIONAL BERARTI : 1. AKTOR MELAKUKAN PERHITUNGAN DARI PEMANFAATAN ATAU PREFERENSI DALAM PEMILIHAN SUATU BENTUK TINDAKAN . AKTOR MENGHITUNG BIAYA!BIAYA BAGI SETIAP JALUR PRILAKU ". AKTOR BERUSAHA MEMAKSIMALKAN PEMANFAATAN UNTUK MENCAPAI PILIHAN TERTENTU. ! I#$%&%'$& ()*&%&+ %&,-+ .-#/- 012$-#,-2 (, -$'3$& ,-$-2 %1#%-#4 (123-&#-# +1+'-$--#, %1%-(& 312'(-+-# (125'6',-# &#%12-+$& 2-$&)#-* ,-2& (1*-+'!(1*-+' /-#4 %12*&0-% ,& ,-*-3#/-. ! P12$(1+%&7 (&*&.-# ('0*&+, 3-$/-2-+-% -,-*-. 0-4&-# ,-2& &#%12-+$& +1+'-$--#, /-#4 31$%& ,&(12.&%'#4+-# $10-4-& 0-4&-# ,-2& +1$1&30-#4-# $&$%13 ,-# &#$%&%'$& ()*&%&+. ! P1#,1+-%-# P&*&.-# P'0*&+ 31#61*-$+-# 71#)31#- +1+'-$--# ,-*-3 7)23-% (12%'+-2-#, 0'+-# +)#%1+$ (13-#7--%#- +1+'-$--# '#%'+ +1+'-$--# &%' $1#,&2&. ! K1+'-$--# 31$%& 012%'+-2 ,4# +)#$%&%'1# ,-# 3-$/-2-+-%#/- ,*3 &#$%&%'$& +)#$%&%'$&)#-*, (13&*', 7)2'3 *)0&, ,**. ! D1#4-# 8-2- (-#,-#4 ,&-%-$, (1312&#%-. ,-# 2-+/-%#/- 012.'0'#4-# ,-*-3 $&7-% 2-$&)#-*.
"

K1,'-#/- $-*&#4 31312*'+-# ,-# 012%'+-2 $-%' $-3- *-&#, 0'+-# .'0'#4-# 912%&+-* ,*3 $&7-% +1+'-$--# /4 313-+$-. S&7-% 2-$&)#-* ,&5'6',+-# ,-*-3 -%'2-# +)#$%&%'$&)#-* /-#4 31#6-4- +1$1&30-#4-# ,-# .-23)#& (&.-+!(&.-+ %12+-&%. ! M-$/-2-+-% 313('#/-& +1+'-%-# $'-2- ,*3 $'-%' (2)$1$ 1*1+%)2-* ()*&%&+, $1(12%& ,*3 (13&*'. P 0 . P'(#"#& % $ public choice ! P2)$1$ (1#4-30&*-# +1('%'$-# ()*&%&+ ,-(-% ,&$1%-2-+-# ,1#4-# (1#4-30&*-# +1('%'$-# ,& (-$-2, #-3'# 0124-#%'#4 (-,- $&$%13 (-$-2 ()*&%&+ (political market), /-#4 %128&(%- ,& ,-*-3 3-$/-2-+-%. ! K)#$1( (-$-2 ()*&%&+ ,-(-% ,&(-+-& '#%'+ 313-.-3& 0-4-&3-#- #14-2- 012(12-# ,-*-3 1+)#)3& ,-# (1312&#%-. 31#4-30&* +1('%'$-#. ! D-*-3 (-$-2 ()*&%&+ %12,-(-% $&$%13 -%-' &#$%&%'$& #)#(-$-2 /-#4 ,&$10'% $&$%13 +)#$%&%'$& ,-# $&$%13 (13&*&.-# '3'3. A,- ,'- (&.-+ /-#4 31*-+'+-# %2-#$-+$& ()*&%&+ /-+#& 3-$/-2-+-% $10-4-& (&.-+ (12%-3- (voters) ,-# ()*&%&$& -%-' (-2*131# %12(&*&. $10-4-& (&.-+ +1,'-. K1,'-#/31*-+'+-# %2-#$-+$& ,-*-3 (123-&#-# ()*&%&+ ,&0-5-. (-/'#4 $16'3*-. -%'2-# /-#4 6'6'2 ,-# -,&*. ! P2),'+ (-$-2 ()*&%&+ 5-+&* 2-+/-% /-#4 %12(&*&. (elected position), 0&2)+2-$& ,-# ()$&$&!()$&$&,
#

(1312&#%-., (-2%-& ()*&%&+ /-#4 3131#-#4+-# (13&*' (appointed position) ! P)*&%&$& ,-# 0&2)+2-$& ,&0-5-. 214&3 %12(&*&. 313-&+-# (12-#-# 0-4-&+-# (12'$-.--#! (12'$-.--#, /-#4 31#4.-$&*+-# 0-2-#4!0-2-#4 ('0*&+, (2)42-3 1+)#)3&, +10&6-+-# ,-# +1$16-.%12--# +)*1+%&7. P)*&%&$& -,-*-h enterpreneur /-#4 .-2'$ 61*& 31#4&#%12(21%-$&+-# (123&#%--# 0-2-#4 ,-# 6-$- +)*1+%&7, /-#4 ,&(12*'+-# voters!#/-. ! I#$%&%'$& #14-2- ,&,-*-3 $&$%13 ()*&%&+ 01201,,1#4-# &#$%&%'$& $5-$%- ,& ,-*-3 $&$%13 (-$-2 +-21#- (2)$1$#/- 31*-*'& $'-%' (2)$1$ ()*&%&+, $1.&#44- #14-2- 313&*&+& $&7-% ,-$-2 5-6&0 (compulsary) ,-*-3 %2-#$-+$&#/- ,1#4-# &#,&9&,' -%-' &#$%&%'$& *-&#. ! A(- /-#4 313)%&9-$& ()*&%&$& ,-*-3 31*-+'+-# +15-6&0-##/-: D-*-3 +1#/-%--# ()*&%&+ -,-*-. +)30&#-$& (24-3-%&$31 ,-# &,1)*)4&. A+-# %1%-(& $10-4-&3-#- (12'$-.--# 313-+$&3'3+-# +1'#%'#4-# ((2)7&% 3-;&3&<12$), 3-+- +)#%1+$ %1)2& ('0*&8 8.)&81$ (-2- ()*&%&$& 012%&#,-+ $10-4-& 9)%1 3-;&3&<12$, ,1#4-# +-2-+%12 '#%'+ 313-+$&3'3+-# +1$13(-%-# ,-# +131#-#4-# ,-*-3 (13&*' ! T1)2& PC 313012& +12-#4+- -%-' (1#61*-$-# 0-4-&3-# (1312&#%-. 3130'-% +1('%'$-#
$

! ! !

! !

%1#%-#4 (12(-6-+-#, (1#41*'-2-#, (12-%'2-#! (12-%'2-# 1+)#)3&, ,-# +10&6-+-# *-&##/-. P-$-2 ()*&%&+ 31#$/-2-%+-# 9)%12$ /-#4 313('#/-& (123&#%--# -%-$ 0-2-#4 ('0*&+ ,-# +)*1+%&7. P1*-+' (-$-2 ()*&%&+ 3131#-#4+-# (13&*&.-#, (1*-+' ,& (-$-2 1+)#)3& -,-*-. '#%'+ 31#8-2& +1'#%'#4-# T1)2& PC -,-*-. (2)$1$ ,&3-#- (217121#$& &#,&9&,' ,&+)30&#-$&+-# +1 ,-*-3 +1('%'$-# +)*1+%&7 /-#4 ,&-4214-$&+-# 31*-*'& (2)$1$ ()*&%&+ ,& (-2*131# ,-# +10&6-+-# (1312&#%-. /-#4 3131#-#4& (13&*'. P-$-2 ()*&%&+ ,-*-3 %1)2& PC -,-*-. &#$%&%'$& '#%'+ 31#4-4214-$&+-# (&*&.-# &#,&9&,' 31#6-,& (&*&.-# +)*1+%&7. P12$1(1+%&7 PC -,-*-. +12-#4+- %1)2& '#%'+ 31#61*-$+-# 0-4-&3-#- (21712#$& &#,&9&,' ,&+)30&#-$&+-# 31#6-,& (&*&.-# +)*1+%&7 31*-*'& +1*130-4--#, (2)$1$, ,-# $&$%13 ()*&%&+ /-#4 ,13)+2-%&$.

P)$// / 0 T2) N)3 P'(#"#+ ( E+'$'45!


1. SAMUEL POPKINS (1979): RATIONAL PEASANT: THE POLITI AL E ONOM! O" RURAL SO IET! IN #IETNAM

. JAMES SCOTT (THE MORAL ECONOMY OF THE PEASANT: REBELLION AND SUBSISTENCE IN SOUTHEST ASIA). ". MORAL EKONOMI PETANI= PENGERTIAN PETANI TENTANG KEADILAN EKONOMI DAN DEFINISI KERJA. PETANI AKAN MEMPERHATIKAN ETIKA SUBSISTENSI DAN NORMA RESIPROSITAS YANG BERLAKU DALAM MASYARAKAT. >. ROBERT BATES (1?@1): MARKET AND STATES IN TROPICAL AFRICA: THE POLITICAL BASIS OF AGRICULTURAL POLICIES A. DONALD ROTHCHILD B ROBERT L CURRY (1?C@): SCARCITY, CHOICE, AND PUBLIC POLICY IN MIDDLE AFRIKA

&

BARANG PUBLIK BARANG PUBLIK ADALAH SUATU BARANG (TERMASUK JASA) YANG BISA DIBAGIKAN KEPADA SETIAP ORANG, SEBAGAIMANA JUGA DIBAGIKAN KEPADA INDIVIDU' INDIVIDU SECARA PERSEORANGAN. CONTOH: KEAMANAN NASIONAL, PERAIRAN, LAPANGAN, RUANG PUBLIK. BARANG PUBLIK MEMILIKI DUA CIRI POKOK, : A). KOMSUMSINYA TIDAK DAPAT DIPEROLEH DENGAN CARA BERSAING (NON'RIVALRY), DAN B). EKSISTENSINYA TIDAK DAPAT DIPISAHKAN DARI YANG LAINNYA (NON'E(CLUDIBILITY). BARANG PRIVAT DAPAT DIPEROLEH SECARA BERSAING DAN BISA DIKECUALIKAN UNTUK KONSUMSINYA. MISALNYA PERAIRAN TIDAK DAPAT DIPAKAI SENDIRI SATU ATAU KELOMPOK NELAYAN TERTENTU. PEMANFAATANNYA DAPAT DILAKUKAN DENGAN REGULASI'REGULASI OLEH PEMERINTAH, YANG MENGATUR TINDAKAN KOLEKTIF.

BARANG PUBLIK MURNI ADALAH BARANG YANG EKSIS: INDIVISIBILITY OF PRODUCTION AND CONSUMPTION NON'E(CLUDABILITY (TIDAK ADA PENGECUALIAN) NON RIVALRY (TIDAK ADA PERSAINGAN) BENTUK DAN JENIS BARANG PUBLIK YANG TERSEDIA (I-&# M8 L1-#, Whats Public Choice, 1?? ) TERGAMBAR DALAM: 1. ALTRUISME (FAMINE RELIEF) . ANARKHI ( !E!IN" C#N$EN%I#N ), THE RULES IS ENFORCED AS A SOCIAL CONVENTION ". MARKET (INN#$A%I#N&) >. PEMERINTAH (NA%I#NAL 'EFEN&E)

Bagaimana Ketersediaan Barang Publik


U!BER"A#A (BARANG PUBLIK) $ERBA$A % "IPERLUKAN POLA PENGA$URAN ALOKA IN#A EKONO!I POLI$IK !ELAKUKANN#A "ENGAN CARA& !EKANI !E PA AR' AL$RUI !E' PE!ERIN$AHAN' "AN ANARKHI(

1*

ALTRUISME: POLA ALOKASI SUMBER EKONOMI ATAS DASAR SISTEM DAN HUBUNGAN PEMBERIAN (GIFT RELATIONSHIPS), ANTARA DUA PIHAK ATAU LEBIH TANPA MELIBATKAN PASAR, UANG, KEUNTUNGAN, DAN KEPUASAN EKONOMI. MISALNYA BANTUAN KELUARGA YANG SAKIT SECARA SUKARELA, DONOR GINJAL, DARAH, DAN LAINNYA SUKARELA TANPA TRANSAKSI JUAL BELI PERTUKARAN ALTRUSITIK CONTOH: DARAH ADALAH BARANG INDIVIDU (PRIVATE GOODS), EKSKLUSIF DAN PRIBADI. NAMUN PELAYANAN TR+NSFUSI DARAH ADALAH PUBLIC GOODS KETIKA SUDAH DIKELOLA OLEH PMI, DIMANA PENGALOKASIANNYA DIKELOLA OLEH LEMBAGA YANG BERNORMA ALTRUISTIK, DIMANA UNTUK MENDAPATKAN DARAH YANG DIKELOLA OLEH PMI TIDAK BISA DILAKUKAN DENGAN CARA PERSAINGAN BAGAIKAN TRANSAKSI PASAR. ALTRUISME DAPAT MENGALOKASIKAN BARANG PUBLIK, MISALNYA BANTUAN BENCANA ALAM, DIMANA DALAM KONTEKS INI BARANG INDIVIDU BERGESER MENJADI KOMODIRI PUBLIK BILA DALAM DISTRIBUSINYA BERNUANSA ALTRUISME DALAM WUJUD TIMBAL BALIK DAN RESIPROKAL. ANARKHI: BILA TERDAPAT BARANG PUBLIK YANG TERBATAS DIMANFAATKAN SEKELOMPOK ORANG TANPA BATASAN DAN ATURAN JELAS, MAKA KECENDERUNGAN PEMANFAATANNYA BERSIFAT ANARKHI YANG BIASANYA AKAN MENIMBULKAN

11

KEKACAUAN, KERUSAKAN LINGKUNGAN, BAHKAN DAPAT MELENYAPKAN MANFAAT KOMODITI PUBLIK. ANARKHI YANG DIARTIKAN SEBAGAI SUATU SISTEM TANPA HUKUM DAN ATURAN (LAWLESSNESS ATAU AN ABSENCE OF RULING) PERAN PEMERINTAH DALAM PENYEDIAAN BARANG PUBLIK: 1. ALOKASI (KEGAGALAN PASAR!MARKET FAILURE) . DISTRIBUSI (KEMISKINAN ! PEMBERIAN SUBSIDI) ". STABILISASI (KEBIJAKSANAAN FISKAL!MONETER, HARGA, RULE)

12

TEORI BARANG PUBLIK: A. TEORI PIGOU, BARANG PUBLIK DISEDIAKAN DENGAN BIAYA PAJAK DAN JASA PUBLIK. TINGKAT KEPUASAN MARGINAL BARANG PUBLIK D KETIDAK PUASAN MARGINAL PAJAK YANG DIPUNGUT UNTUK PENYEDIAANNYA. KELEMAHAN: KEPUASAN DAN KETIDAK PUASAN TIDAK DAPAT DIUKUR DENGAN PATOKAN BAKU. B. TEORI BOWEN, BARANG PUBLIK DISEDIAKAN KARENA PERTIMBANGAN HARGA YANG TERBENTUK DARI MEKANISME TAWAR MENAWAR (&!PPL( ) 'EMAN'). MEKANISMENYA PENENTUAN HARGA TIDAK SAMA DENGAN HARGA BARANG PRIVAT YANG MEMILIKI PRINSIP PENGECUALIAN. KELEMAHAN: KATEGORI PENYEDIAAN BARANG PUBLIK TIDAK BERDASARKAN SISTEM PERMINTAAN DAN PENAWARAN. C. TEORI ERICK LINDAHL, HARGA BARANG PUBLIK BUKAN DITETAPKAN DARI BIAYA ABSOLUT YANG DIBUTUHKAN UNTUK MEMPRODUKSINYA, TETAPI DIPERHITUNGKAN BERDASARKAN PERSENTASE HARGA SUBSIDI YANG DIPEROLEH PUBLIK DARI BESARAN JUMLAH BIAYA UNTUK PENYEDIAANNYA.

D. TEORI SAMUELSON, BARANG PUBLIK ADALAH BARANG YANG DAPAT DINIKMATI OLEH DUA ORANG YANG BERBEDA SEKALIGUS DALAM PORSI YANG SAMA, KARENA BERGANTUNG PADA TINGKAT KESEJAHTERAAN INDIVIDU. BARANG PUBLIK MEMPUNYAI KARAKTER KHAS YAITU: TIDAK BERSIFAT EKSKLUSIF DAN TIDAK ADA RIVALITAS. PARETO OPTIMAL DAPAT JUGA DIPEROLEH MESKIPUN PEMERINTAH HARUS MENYEDIAKAN BARANG PUBLIK UNTUK TUJUAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT OPTIMAL . KELEMAHAN: TIDAK SELALU KEBUTUHAN ORANG TERHADAP BARANG PUBLIK ADALAH SAMA BENTUKNYA, SEHINGGA SIFAT KEBERSAMAAN INI MERUPAKAN TITIK AWAL MASALAH UNTUK PENYEDIAANNYA. E. TEORI ANGGARAN, BARANG PUBLIK DAPAT DINIKMATI SEMUA ORANG DENGAN CARA MEMBAYAR HARGA BARANG PUBLIK SAMA DENGAN HARGA BARANG SWASTA.

1"

ANALISIS IAIN M8 LEAN: BARANG PUBLIK DISEDIAKAN MELALUI PROSES POLITIK. KEGAGALAN PEMERINTAH TERJADI KARENA: 1. PEMERINTAH TIDAK MENGANTISIPASI DAMPAK DARI KEBIJAKAN YANG DIPUTUSKAN. . PEMERINTAH TERBATAS DALAM MENGENDALIKAN IMBAS DARI KEBIJAKAN ". BIROKRASI SERINGKALI BERWUJUD RE'%APE KETIKA KEBIJAKAN DIIMPLEMENTASIKAN. >. PEMERINTAH DAPAT BIAS DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN, KARENA KEPENTINGAN TERTENTU ($E&%E' IN%ERE&%) TERHADAP KEBIJAKAN DAN ADANYA KEPENTINGAN SENDIRI (&ELF* IN%ERE&%) TERHADAP MANFAAT DARI BARANG PUBLIK, YANG AKHIRNYA MELAHIRKAN KONFLIK KEPENTINGAN (C#NFLIC% #F IN%ERE&%).

1#