Anda di halaman 1dari 3

Komunikasi Efektif ala NLP

Darmawan Aji, CT.NLP, QWP

Apa yang membedakan antara komunikator yang hebat dengan komunikator yang biasa-biasa saja? Mengapa seseorang dapat menginspirasi jutaan orang dengan kata-katanya sementara orang lain tak dapat menginspirasi satu orangpun? Mengapa seorang kata-kata seorang guru didengarkan oleh muridnya, sementara guru lain tak didengar sama sekali? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang menggelitik dua orang jenius: John Grinder dan Richard Bandler untuk melakukan pengamatan kepada para komunikator hebat di awal tahun 1970-an. John Grinder sendiri adalah seorang pakar linguistik dan Richard Bandler adalah seorang ahli komputasi matematik yang kemudian hijrah ke bidang psikologi. Dua orang jenius ini berkolaborasi untuk menjawab pertanyaan: Perbedaan apa yang membedakan antara seorang komunikator yang ekselen dengan komunikator yang biasa-biasa saja? Kolaborasi di antara keduanya membawa mereka kepada para komunikator hebat saat itu, termasuk di antarnya adalah seorang ahli hypnosis legendaris: DR. Milton Erickson. Milton Erickson ini merupakan seorang dokter sekaligus psikolog yang melegenda karena kemampuan hypnosis-nya yang luar biasa, ia bahkan menggunakan kemampuan hypnosis-nya dalam praktek psikoterapinya sehari-hari. Menurut Erickson, hypnosis tidak terkait dengan magic atau mistik, hypnosis adalah tentang komunikasi yang efektif. Bahkan menurutnya, semua komunikasi yang berpengaruh adalah hypnosis. Grinder dan Bandler sangat mengagumi kemampuan hypnosis Erickson, mereka pun melakukan pengamatan pada Erickson untuk menemukan pola-pola komunikasi yang digunakannya. Grinder dan Bandler berpikir, jika komunikasi hipnotik dapat dipolakan, mereka akan mampu mengajarkannya pada orang lain. Pengamatan yang dilakukan Grinder dan Bandler pun membuahkan hasil, mereka menemukan serangkaian pola yang digunakan oleh Milton Erickson ketika menghypnosis klien-kliennya. Menariknya, pola-pola bahasa yang digunakan Milton Erickson ternyata digunakan pula oleh para orator terkenal dan komunikator yang hebat. Bagi mereka yang belum memiliki kemampuan komunikasi yang hebat ini, mempelajari pola-pola bahasa Erickson membuat mereka mampu meningkatkan kemampuan komunikasi mereka. Bahkan konon, Barrack Obama pun menggunakan pola-pola dari Erickson ini. Menggunakan pola bahasa Erickson membuat kita mampu menyisipkan sugesti dalam percakapan sehari-hari tanpa disadari oleh kawan bicara kita. Hasil pengamatan pada Milton Erickson dan komunikator hebat lainnya, membuat Grinder dan Bandler memutuskan untuk menciptakan sebuah model komunikasi yang diberi nama NLP atau Neuro-Linguistic Programming. Secara sederhana NLP adalah keterampilan tentang bagaimana manusia berkomunkasi ke dalam dan ke luar dirinya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Saya akan memberikan tiga contoh Pola Bahasa Erickson.

Pertama, Pola Saya tahu... Saya tahu bahwa Anda membaca artikel ini karena ingin meningkatkan efektivitas komunikasi Anda. Kedua, Pola Saya tidak tahu... Dan saya tidak tahu, apakah Anda akan tertarik dengan apa yang saya sampaikan ini atau tidak Ketiga: Pola Semakin..., semakin... Namun semakin Anda mengikuti tulisan di artikel ini, semakin Anda memahami bagaimana meningkatkan efektifitas Anda dalam berkomunikasi Perhatikan penggunaan tiga pola di atas (Sebagai catatan, Grinder dan Bandler menemukan lebih dari 30 pola bahasa yang digunakan Erickson): Saya tahu bahwa Anda membaca artikel ini karena ingin meningkatkan efektivitas komunikasi Anda. Dan saya tidak tahu, apakah Anda akan tertarik dengan apa yang saya sampaikan ini atau tidak. Namun semakin Anda mengikuti tulisan di artikel ini, semakin Anda memahami bagaimana meningkatkan efektifitas Anda dalam berkomunikasi Bila diaplikasikan dalam dunia penjualan, mungkin seorang sales person akan menggunakannya sebagai berikut: Saya tahu bahwa Anda datang ke toko kami karena menginginkan mobil yang sesuai dengan keinginan Anda. Namun saya tidak tahu persis, seperti apakah mobil yang Anda inginkan tersebut, Anda jauh lebih tahu. Dan semakin Anda bersedia menceritakan kriteria mobil yang Anda inginkan, semakin cepat Anda mendapatkan mobil yang sesuai dengan keinginan Anda Sedangkan seorang trainer mungkin akan menggunakannya sebagai berikut: Saya tahu bahwa Anda semua hadir di sini karena menginginkan perubahan dalam kehidupan Anda. Namun saya tidak tahu, apakah apa yang akan saya sampaikan ini bermanfaat untuk Anda atau tidak, Anda jauh lebih tahu. Satu keyakinan saya, bahwa semakin Anda mau terlibat dengan latihan ini, semakin cepat Anda melakukan perubahan dalam kehidupan Anda Tentu saja, Pola Bahasa Erickson hanyalah salah satu model di dalam NLP. Saat kita mempelajari NLP kita juga akan belajar bagaimana menggunakan pola bahasa yang presisi untuk menghindari miskomunikasi, NLP juga mengajarkan serangkaian pertanyaan untuk mengklarifikasi sebuah informasi, dan yang menarik NLP juga mengajarkan bagaimana menggunakan pertanyaan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Terkait dengan pertanyaan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, saya memiliki contoh yang menarik. Misalnya, Anda memiliki bawahan yang sering terlambat mengumpulkan laporan. Anda mungkin akan bertanya: Mengapa kamu terlambat mengumpulkan laporan? Pertanyaan yang lazim kita tanyakan bukan? Dan apa yang kita dapatkan? Kita akan mendapatkan serangkaian alasan dan pembenaran mengapa bawahan kita terlambat mengumpulkan laporan, benar bukan? Maka, NLP menyarankan kita mengajukan pertanyaan yang lebih konstruktif. Pertanyaannya mungkin akan berbentuk sebagai berikut: Kira-kira, alasan apa saja yang mungkin membuatmu mampu mengumpulkan laporan secara tepat waktu di kemudian hari? pertanyaan yang agak aneh, namun dapat kita ajukan setelah mengajukan pertanyaan

mengapa di contoh sebelumnya. Pertanyaan ini membuat bawahan kita mengumpulkan alasan-alasan untuk meyakinkan dirinya untuk mengumpulkan laporan tepat waktu. Dan kita pun dapat menambahkan pertanyaan: Seberapa penting ketepatan mengumpulkan laporan buatmu? dan bila ada waktu kita pun dapat menanyakan pertanyaan yang lebih mendalam seperti: Seberapa penting kamu memandang pekerjaanmu di tempat ini? Pertanyaanpertanyaan ini adalah pertanyaan yang mengundang kesadaran diri dan mengundang pemaknaan yang lebih tinggi. Mengajukan pertanyaan yang tepat akan memunculkan jawaban yang tepat. Apakah hanya itu yang dipelajari di dalam NLP? Tentu tidak, kita juga akan belajar bagaimana menggunakan mata dan telinga kita untuk memahami respon non-verbal (intonasi dan bahasa tubuh) dari kawan bicara kita. Kita juga akan belajar bagaimana menggunakan bahasa non-verbal untuk meningkatkan pengaruh kita dalam berkomunikasi. Maka, mengkombinasikan berbagai model di dalam NLP akan meningkatkan efektivitas Anda dalam menggunakan bahasa (verbal maupun non-verbal) dan kemampuan berkomunikasi secara umum. Pertanyaannya, Langkah-langkah kecil apa saja yang akan Anda lakukan untuk meningkatkan efektivitas Anda dalam berkomunikasi mulai saat ini?

DARMAWAN AJI, CT.NLP, QWP adalah seorang NLP Coach dan NLP Trainer bersertifikat dari NFNLP Florida serta Qualified Wealth Planner bersertifikat dari IAFP Global. Follow @darmawanaji untuk mempelajari NLP via twitter. Hubungi 0818626000 untuk mengundang beliau sebagai pembicara.