Anda di halaman 1dari 24

Press Tool

PRESS TOOL
Pengertian Press Tool Press Tool adalah peralatan yang mempunyai prinsip kerja penekanan dengan melakukan pemotongan pembentukkan atau gabungan dari keduanya (press tool 1, hal 1). Peralatan ini digunakan untuk membuat produk secara massal dengan produk output yang sama dalam waktu yang relatif singkat. Klasifikasi Press Tool Press Tool dapat dklasifikasikan menjadi beberapa macam menurut proses pengerjaan yang dilakukan pada die yaitu: simple tool, compound tool dan progressive tool. A. Simple Tool Simple Tool adalah jenis dari press tool yang paling sederhana, dimana hanya terjadi satu proses pengerjaan dan satu station dalam satu alat. Pemakaian jenis simple tool ini mempunyai keuntungan dan kerugian. Keuntungan simple tool: Dapat melakukan proses pengerjaan tertentu dalam waktu yang singkat. Kontruksinya relatif sederhana. Harga alat relatif murah. Kerugian simple tool: Hanya mampu melakukan proses-proses pengerjaan untuk produk yang sederhana sehingga untuk jenis pengerjaan yang rumit tidak dapat dilakukan oleh jenis press tool ini. Proses pengerjaan yang dapat dilakukan hanya satu jenis saja.

Gambar 2.1 Simple Tool


Perencanaan Alat Penempat dan Press Tool Created by Fatahul Arifin, S.T., Dipl.Eng.EPD, MEngSc !!"

Press Tool

B. Compound Tool Pada press tool jenis ini, dalam satu penekanan pada satu station terdapat lebih dari satu pengerjaan, dimana proses pengerjaannya dilakukan secara serentak. Pemakaian jenis compound tool ini juga mempunyai keuntungan dan kerugian. Keuntungan compound tool Dapat melakukan beberapa proses pengerjaan dalam waktu yang bersamaan pada station yang sama. Kerataan dan kepresisian dapat dicapai. Hasil produksi yang dicapai mempunyai ukuran yang lebih teliti. Kerugian compound tool: Konstruksi dies menjadi lebih rumit. erlalu sulit untuk mengerjakan material yang tebal. Dengan beberapa proses pengerjaan dalam satu station menyebabkan perkakas cepat rusak.

Gambar 2.2 Compound Tool

C. Progressive Tool Progressive Tool merupakan peralatan tekan yang menggabungkan sejumlah operasi pemotongan atau pembentukkan lembaran logam pada dua atau lebih station kerja, selama setiap langkah kerja membentuk suatu produk jadi.

Perencanaan Alat Penempat dan Press Tool Created by Fatahul Arifin, S.T., Dipl.Eng.EPD, MEngSc !!"

Press Tool

Keuntungan progressive tool : Dapat diperoleh waktu pengerjaan produksi yang relatif singkat dibandingkan simple tool. Pergerakkan menjadi lebih efektif. Dapat melakukan pemotongan bentuk yang rumit pada langkah yang berbeda. Kerugian progressive tool: !kuran alat lebih besar bila dibandingkan simple tool dan compound tool. "iaya perawatan besar. Harga relatif lebih mahal karena bentuknya rumit.

Gambar 2.3 Progressive Tool Jenis - jenis Pengerjaan Pa a Press Tool "erdasarkan proses pengerjaannya, press tool dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu: 1. Cutting Tool #aitu suatu proses pengerjaan yang dilakukan dengan cara menghilangkan sebagian material atau pemotongan menjadi bentuk yang sesuai dengan keinginan. $dapun proses yang tergolong dalam cutting tool ini adalah sebagai berikut: a. Pierching Pierching adalah proses pemotongan material oleh punch dengan prinsip kerjanya sama dengan proses blanking, namun seluruh sisi potong punch melakukan

Perencanaan Alat Penempat dan Press Tool Created by Fatahul Arifin, S.T., Dipl.Eng.EPD, MEngSc !!"

Press Tool

proses pemotongan. Pada alat ini proses pierching adalah punch untuk membuat lubang.

Gambar 2.! Pr"ses Pierching b. Blanking %erupakan proses pengerjaan material dengan tujuan mengambil hasil produksi yang sesuai dengan punch yang digunakan untuk menembus atau dengan sistem langkah penekanan. Pada umumnya proses ini dilakukan untuk membuat benda kerja dengan cepat dan berjumlah banyak dengan biaya murah.

Gambar 2.# Pr"ses Blanking c. Notching Notching adalah proses pemotongan oleh punch, dengan minimal dua sisi yang terpotong, namun tidak seluruh sisi punch melakukan pemotongan. tempat-tempat tertentu yang diinginkan. ujuan dalam pemotongan ini adalah untuk menghilangkan sebagian material pada

Perencanaan Alat Penempat dan Press Tool Created by Fatahul Arifin, S.T., Dipl.Eng.EPD, MEngSc !!"

Press Tool

Gambar 2.$ Pr"ses Notching d. Parting Parting adalah proses pemotongan untuk memisahkan blank melalui satu garis potong atau dua garis potong antara komponen yang satu dengan komponen yang lain. "iasanya proses ini digunakan pada pengerjaan bentuk-bentuk blank yang tidak rumit atau bentuk material yang sederhana.

Gambar 2.% Pr"ses Parting e. Shaving Shaving merupakan proses pemotongan material dengan sistem mencukur, dengan maksud untuk menghaluskan permukaan hasil proses Blanking atau Pierching guna mendapatkan ukuran teliti dari hasil pemotongan yang dilakukan terlebih dahulu.
Punch

Scrap

Die

Gambar 2.& Pr"ses Shaving f. Trimming

Perencanaan Alat Penempat dan Press Tool Created by Fatahul Arifin, S.T., Dipl.Eng.EPD, MEngSc !!"

Press Tool

Trimming adalah merupakan proses pemotongaan material sisa, guna mendapatkan Fininshing ini digunakan untuk memotong sisa penarikan dalam maupun benda hasil penuangan.

Excessive Material Trimmed

Gambar 2.' Pr"ses Trimming g. Cropping Cropping adalah merupakan proses pemotongan material atau benda kerja tanpa meninggalkan sisa. Proses yang terjadi pada Cropping ini sama dengan proses yang terjadi pada Blanking, akan tetapi dalam Cropping tidak ada bagian yang tertinggal. "enda kerja akan terpotong dan cenderung sudah mempunyai ukuran lebar yang sama dengan ukuran yang diminta serta mempunyai panjang material sesuai dengan jumlah komponen yang diminta. Proses Cropping ini digunakan untuk membuat komponen Blanking berbentuk sederhana, tidak rumit dan teratur.

Cropped Part

Stock Strip Scrap

Gambar 2.1( Pr"ses Cropping h. an!ing

Perencanaan Alat Penempat dan Press Tool Created by Fatahul Arifin, S.T., Dipl.Eng.EPD, MEngSc !!"

Press Tool

an!ing adalah merupakan proses pengerjaan gabungan antara penekukan &bending) dan pemotongan &cutting). Hasil proses ini berupa suatu tonjolan. 'edangkan Punch yang digunakan sedemikian rupa, sehingga Punch dapat memotong pelat pada dua sisi sampai tiga sisi serta pembengkokannya pada sisi Punch yang keempat. &Press Tool ().

Gambar 2.11 Proses Lanzing 2. Forming Tool #aitu proses pengerjaan material yang dilakukan tanpa pengurangan atau penghilangan, akan tetapi hanya mengubah bentuk geometris benda kerja. #ang tergolong dalam "orming tool adalah bending, "langing, deep dra#ing, curling dan embossing$ a. Bending Proses bending merupakan proses pembengkokkan material sesuai dengan yang dikehendaki. Proses pembendingan dapat dilakukan pada proses dingin ataupun pada proses panas. Perubahan yang terjadi pada proses ini hanya bentuknya saja namun *olume material yang dibendingkan akan tetap$(Press Tool 1)

Gambar 2.12 Pr"ses Bending b. Flanging Flanging adalah proses yang menyerupai proses bending hanya perbedaanya terletak pada garis bengkok yaitu bukan merupakan garis lurus namun merupakan radius. !ntuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:
Perencanaan Alat Penempat dan Press Tool Created by Fatahul Arifin, S.T., Dipl.Eng.EPD, MEngSc !!"

Press Tool

Shrink flange

Gambar 2.13Pr"ses Flanging c. %eep %ra#ing %eep %ra#ing merupakan proses penekanan benda yang diinginkan dengan kedalaman cetakan sampai batas deformasi plastis. ujuannya adalah untuk memperoleh bentuk tertentu dan biasanya tebal material akan berubah setelah proses ini. (Press Tool 1)$ !ntuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 2.1! Pr"ses Deep Dra ing d. Curling %erupakan pembentukkan profil yang dilakukan pada salah satu ujung material.

Gambar 2.1# Curling e. &mbossing &mbossing merupakan proses pembentukkan contour material pada salah satu sisi material tersebut.

Perencanaan Alat Penempat dan Press Tool Created by Fatahul Arifin, S.T., Dipl.Eng.EPD, MEngSc !!"

Press Tool

Gambar 2.1$ !m"ossing 3. Prinsi) Kerja *lat Press Tool atau Perkakas ekan atau suatu alat yang digunakan untuk memotong logam dengan cara penekanan. 'ecara operasional Press Tool ini dapat bekerja sebagai alat potong atau pun sebagai alat pembentuk plat atau lembaran yang dikehendaki. Press Tool berfungsi memproduksi ratusan atau bahkan ribuan dari komponen yang sama dalam waktu yang relatif singkat. erkadang di dalam suatu Press Tool terjadi proses pengerjaan secara bersamaan antara proses pemotongan dan proses pembentukan sekaligus. Dan proses pengerjaan secara bersamaan inilah yang akan penulis rancang. $dapun prinsip kerja rancangan adalah sebagai berikut : (. Pelat lembaran dimasukkan pada mesin Progressive Tool$ +. Progressive Tool akan bergerak turun dengan ditekan secara manual yang kemudian akan membuat Punch bergerak turun dan mampu memberikan tekan atau reaksi terhadap pelat. ,. Progressive Tool terus bergerak turun dan tetap ditekan secara manual sehingga membuat Punch dapat melubangi lembaran pelat dengan ukuran yang telah ditentukan. Kemudian Punch berikutnya langsung membentuk lembaran tersebut menjadi produk yang direncanakan. -. 'etelah proses selesai Punch akan bergerak naik kembali ke posisi semula dan secara bersamaan pelontar akan melontarkan lembaran pelat yang telah berbentuk produk jadi. +agian-+agian ,ari Press Tool Press tool merupakan satu kesatuan dari beberapa komponen. Komponen komponen tersebut antara lain: a. Tangkai Pemegang -Shank. angkai pemegang merupakan suatu komponen alat bantu produksi yang berfungsi sebagai penghubung alat mesin penekan dengan pelat atas (tool design ', hal 1( ). Shank biasanya terletak pada titik berat yang dihitung

Perencanaan Alat Penempat dan Press Tool Created by Fatahul Arifin, S.T., Dipl.Eng.EPD, MEngSc !!"

Press Tool

berdasarkan penyebaran gaya-gaya potong dan gaya-gaya pembentukkan dengan tujuan untuk menghindari tekanan yang tidak merata pada pelat atas.

Gambar 2.1% Shank b. Pelat *tas -Top Plate. %erupakan tempat dudukan dari shank dan guide bush &sarung pengarah).

Gambar 2.1& Pelat *tas /. Pelat +a0a1 -Bottom Plate. Pelat bawah merupakan dudukan dari dies dan tiang pengarah sehingga mampu menahan gaya bending akibat dari reaksi yang di timbulkan oleh punch.

Gambar 2.1' Pelat +a0a1 . Pelat Penetrasi Pelat penetrasi berfungsi untuk menahan tekanan balik saat operasi berlangsung serta untuk menghindari cacat pada pelat atas, oleh karena itu pelat ini harus lebih lunak dari pelat atas.

Perencanaan Alat Penempat dan Press Tool Created by Fatahul Arifin, S.T., Dipl.Eng.EPD, MEngSc !!"

Press Tool

Gambar 2.2( Pelat Penetrasi e. Pelat Pemegang Punch -Punch #older Plate. Pelat pemegang punch berfungsi untuk memegang punch agar posisi punch kokoh dan mantap pada tempatnya.

Gambar 2.21 Punch #older f. Punch Punch berfungsi untuk memotong dan membentuk material menjadi produk jadi. "entuk dari benda jadi tergantung dari bentuk punch yang dibuat. "entuk punch dan dies haruslah sama. Punch haruslah dibuat dari bahan yang mampu menahan gaya yang besar sehingga tidak mudah patah dan rusak. Pada perencanaan alat bantu produksi ini untuk punch dipilih bahan *m2tits yang dikeraskan pada suhu ./0 1 /+0
0

2 lalu di Tempering pada suhu +000 2 agar

diperoleh sifat yang keras tetapi masih memiliki kekenyalan.

Gambar 2.22 Punch

Perencanaan Alat Penempat dan Press Tool Created by Fatahul Arifin, S.T., Dipl.Eng.EPD, MEngSc !!"

Press Tool

g. Tiang Pengara1 $%uide Pillar& iang pengarah berfungsi mengarahkan unit atas, sehingga punch berada tepat pada dies ketika dilakukan penekanan.

Gambar 2.23 Pillar

1. Dies erikat pada pelat bawah dan berfungsi sebagai pemotong dan sekaligus sebagai pembentuk.

Gambar 2.2! Dies i. Pelat Stripper Pelat stripper adalah bagian yang bergerak bebas naik turun beserta pegas yang terpasang pada baut pemegangnya. Pelat ini berfungsi sebagai pelat penjepit material pada saat proses berlangsung, sehingga dapat menghindari terjadinya cacat pembentukkan permukaan benda kerja seperti kerut dan lipatan, juga sebagai pengarah punch.

Gambar 2.2# Pelat Stripper


Perencanaan Alat Penempat dan Press Tool Created by Fatahul Arifin, S.T., Dipl.Eng.EPD, MEngSc !!"

Press Tool

j.

Pegas Stripper Pegas stripper berfungsi untuk menjaga kedudukan striper, mengembalikan posisi punch ke posisi awal, dan memberikan gaya tekan pada strip agar dapat mantap &tidak bergeser) pada saat dikenai gaya potong dan gaya pembentukan.

Gambar 2.2$ Pegas Stripper k. +a2t Pengikat "aut pengikat berfungsi untuk mengikat dies kepelat bawah dan pelat pemegang punch kepelat atas. "aut pengikat dipilih standard baut pengikat dan ketebalan dies$

Gambar 2.2% +a2t Pengikat Tabel 2.1 Stan ar +a2t Pengikat 3k2ran +a2t %3 %5 %/ %(0 %(+ l. Pin Pene)at Pin penepat berfungsi untuk menepatkan dies pada pelat bawah dan pelat pemegang punch(Punch holder) ke pelat atas, sehingga posisi dies kepelat bawah dan posisi pelat pemegang punch kepelat atas dapat tearah dan kokoh. Jarak minim2m (3 +3 -0 50 /0 Jarak maksim2m 30 .0 60 ((3 (30 Tebal ,ies (0 4 (/ (3 4 +3 ++ 4 ,+ +. 4 ,/ 7 ,/

Perencanaan Alat Penempat dan Press Tool Created by Fatahul Arifin, S.T., Dipl.Eng.EPD, MEngSc !!"

Press Tool

Gambar 2.2& Pin Pene)at Tabel 2.2 Stan ar Pin Pene)at Tebal ,ies 1' 2! 2' 3! !1 !& 4inim2m +a2t 4& 4& 41( 41( 412 41$ 4inim2m Pena 5$ 5& 51( 51( 512 51$

m. Sar2ng Pengara1 -+2s1. 'arung pengarah berfungsi untuk mengarahkan tiang pengarah dan mencegah cacat pada pelat atas. Pada perencanaan alat bantu produksi ini untuk sarung pengarah dipilih bahan kuningan.

Gambar 2.2' Sar2ng Pengara1

Perencanaan Alat Penempat dan Press Tool Created by Fatahul Arifin, S.T., Dipl.Eng.EPD, MEngSc !!"

Press Tool

R2m2s Ga6a-ga6a )eren/anaan Dalam perencanaan ini dibutuhkan dasar-dasar perhitungan yang menggunakan teori dan rumus-rumus tertentu. $dapun teori dan rumus-rumus tersebut antara lain : !ntuk mecari gaya-gaya perencanaan terlebih dahulu mengetahui gaya-gaya yang bekerja pada suatu rancang bangun benda. $dapun gaya-gaya yang terjadi: a. Ga6a Pierching !ntuk menentukan gaya pierching dapat digunakan rumus seperti dibawah ini : 8p 9 0,/ ! t t &:) Dimana : ! ' 9 panjang sisi potong &mm) 9 tebal material proses &mm)

0,/ merupakan kon*ersi dari tegangan tarik ke tegangan geser untuk bahan yang mempunyai tegangan tarik kurang dari 600 :;mm+ . b. Ga6a Notching <aya notching ini dapat dicari dengan menggunakan rumus: 8t 9 0,/ ! t t &:) /. Ga6a Blanking !ntuk menentukan gaya blanking ini dapat diketahui dengan menggunakan rumus : 8t 9 0,/ ! t t &:) . Ga6a Forming -Deep Dra ing. <aya pembentukan yang terjadi dapat dicari dengan menggunakan rumus : 8 9 d t =m & Dimana : 8 d D ' 9 <aya pembentukan &:;mm+) 9 Diameter pembentukan benda kerja &mm) 9 Diameter bentangan benda kerja sebelum dibentuk &mm) 9 ebal Pelat &mm) D - K) d

=m 9 egangan arik &:;mm+)

Perencanaan Alat Penempat dan Press Tool Created by Fatahul Arifin, S.T., Dipl.Eng.EPD, MEngSc !!"

Press Tool

9 Konstanta &0,5 4 0,.)

e. Ga6a )egas Stripper Pada perencanaan ini posisi stripper terletak pada unit bawah dan tebal spesimen yang akan dibentuk adalah (,+ mm, maka langkah untuk menentukan gaya pegas stripper adalah sebagai berikut: 8ps 9 34+0> ? 8 otal Dimana: 8ps 9 <aya pegas stipper &:) 8 f. 9 <aya otal &:)

Per1it2ngan ga6a )egas )el"ntar !ntuk mencari gaya pegas pelontar ini dihitung terlebih dahulu *olume pena pelontar dengan rumus: @9

.D 2 .t
4

Dimana: @ D 9 @olume pena pelontar &mm,) 9 Diameter pena pelontar &mm) 9 inggi pena pelontar &mm) Kemudian dicari jumlah massa totalnya dengan rumus : % 9 @t . Dimana :

massa jenis bahan &kg;m,)

"aru didapat gaya pegas pelontar, yaitu : 89m.g Dimana : 8 m g 9 <aya pegas &:) 9 %assa bahan &kg) 9 <ra*itasi bumi &6,/( m;s+)

g. R2m2s men/ari )anjang Punch maksim2m Dalam mencari panjang Punch maksimum dipakai punch yang memiliki diameter terkecil;yang paling kritis.
Perencanaan Alat Penempat dan Press Tool Created by Fatahul Arifin, S.T., Dipl.Eng.EPD, MEngSc !!"

Press Tool

$Ma%s =

2 .E.#
Fb

Dimana: Amaks B C =m ' r Fb 9 Panjang Punch maksimum &mm) 9 )odulus &lastisitas &:;mm+) 9 %omen *nersia bahan &mm-) 9 egangan tarik bahan &:;mm+) 9 ebal material &mm) 9 Dari-jari Punch terkecil &mm) 9 gaya maksimum &:)

1. R2m2s men/ari tebal Die =umus Bmpiris mencari tebal pelat untuk mencari tebal %ie berdasarkan gaya total yang di butuhkan untuk perencanaan press tool adalah :

& =3

F tot g

Dimana : H g 8 i. 9 ebal %ie &mm) 9 <ra*itasi bumi &6,/( m;det+) 9 <aya total &:)

4eng1it2ng Clearance Punch an Die 'etiap operasi pemotongan yang dilakukan Punch dan %ie kelonggaran yang diambil. !ntuk tebal pelat &s) E , mm !s 9 2.'. Dimana : !s Dp Dd 2 ' Ft 9 Kelonggaran tiap sisi &mm) 9 Diameter Punch &mm) 9 Diameter lubang %ie &mm) 9 8aktor kerja &0,003 4 0,0+3) 9 ebal pelat &mm) 9 egangan geser bahan &:;mm+) selalu ada nilai

Perencanaan Alat Penempat dan Press Tool Created by Fatahul Arifin, S.T., Dipl.Eng.EPD, MEngSc !!"

Press Tool

j.

Per1it2ngan Ga6a Buckling "atang punch yang ramping cendrunguntuk melengkung dan akibatnya akan timbul momen. <ejala seperti ini disebut buckling. "esar gaya bucklimg menurut rumus euler sebagai berikut : 8b 9 B G C min GHI 'I Dimana : 8b 9 <aya "uckling & : ) B ' 9 %odulus Blastisitas & :;mmI ) 9 Panjang Punch & mm ) <aya bucklimg dapat juga dicari berdasarkan kerampingannya, yaitu : K L K0 K M Ko K 9 ';i i, Dimana : ' $ i K C 9 Panjang "atang &mm ) 9 Auas penampang & mmI ) 9 jari- jari girasi 9 kerampingan 9 %omen Cnersia Digunakan untuk rumus euler Digunakan untuk rumus tetme+er Cmn 9 %omen Cnersia & mm ) JJJJJJ& "udiarto. +00(,hal /( )

$pabila menggunakan rumus tetme+er maka rumusnya adalah sebagai berikut: Tabel 2.2 7arga Elastisitas )a a R2m2s Tetme'er +a1an ' ,. ' 30 dan ' 50 "esi tuang k. R2m2s titik berat ga6a ( = F .'i F E- 8 9mm:. +(0.000 +(0.000 (00.000 ;( (03 /6 /0 R2m2s tetme'er N" 9 ,(0 1 (,(- K N" 9 ,,3 1 0,5 K N" 9 ..5 - (+K O 0,03,K

Perencanaan Alat Penempat dan Press Tool Created by Fatahul Arifin, S.T., Dipl.Eng.EPD, MEngSc !!"

Press Tool

) =

F . yi F

Dimana : P # ?i yi Q8 l. 9 itik berat terhadap sumbu ? 9 itik berat terhadap sumbu y 9 itik berat ke-i terhadap sumbu ? 9 itik berat ke-i terhadap sumbu y 9 <aya proses pada satu bidang &:)

Per1it2ngan )elat atas Pada pelat atas akan terjadi tegangan bengkok yang diakibatkan gaya-gaya reaksi dari Punch. "esarnya tegangan yang terjadi adalah:

h9

6 (Mb max b(t

t 9
h

t
*
9 ebal pelat &mm) 9 %omen bengkok maksimum 9 Panjang pelat atas yang direncanakan &mm) 9 egangan tarik iRin &:; mm+) 9 8aktor keamanan

Dimana: %" maks b

t
* m. Per1it2ngan )elat ba0a1

!ntuk merencanakan pelat bawah sama dengan perencanaan pelat atas, yaitu dengan memperhitungkan momen yang terjadi pada pelat bawah. n. Per1it2ngan ke alaman sisi )"t"ng H 9 , ? s &bila s M + mm) Dimana: H ' 9 Kedalaman kelonggaran &mm) 9 ebal pelat &mm)

". Per1it2ngan ,iameter pillar


Perencanaan Alat Penempat dan Press Tool Created by Fatahul Arifin, S.T., Dipl.Eng.EPD, MEngSc !!"

Press Tool

Pada perencanaan ini diameter pillar dihitung agar tidak terjadi bengkok, karena pelat atas dan pelat bawah kemungkinan presisi sehingga akan terjadi kelengkungan sewaktu pengerjaan berlansung, diameter pillar dapat dihitung dengan mengunakan rumus yaitu :

D9

4 'Fgp .....................................&Kurmi, =.'. (6/+, hal ,,.) t'

dimana : 8gp 9 8t ; n 8t n 9 <aya total &:) 9 Dumlah pillar

<ambar +.,0 2ontoh barang yang dibuat dengan Press ool

Perencanaan Alat Penempat dan Press Tool Created by Fatahul Arifin, S.T., Dipl.Eng.EPD, MEngSc !!"

Press Tool

<ambar +.,(. <ambar %esin Press ool

<ambar +.,+ Press ool


Perencanaan Alat Penempat dan Press Tool Created by Fatahul Arifin, S.T., Dipl.Eng.EPD, MEngSc !!"

Press Tool

<ambar +.,,. 2ontoh $lat "antu Produksi &Progressi*e ools)

Gambar 2.34. Contoh Benda Hasil Dari Press ools

Gambar 2.3!. Contoh Sim"le ools


Perencanaan Alat Penempat dan Press Tool Created by Fatahul Arifin, S.T., Dipl.Eng.EPD, MEngSc !!"

Press Tool

Gambar 2.36. Contoh Press ools Dee" Dra#ing

Gambar 2.3$. Contoh Press ools Dee" Dra#ing


Perencanaan Alat Penempat dan Press Tool Created by Fatahul Arifin, S.T., Dipl.Eng.EPD, MEngSc !!"

Press Tool

Gambar 2.3%. Cetakan Plastik

Gambar 2.3&. 'lat (etak Dee" Dra#ing

Perencanaan Alat Penempat dan Press Tool Created by Fatahul Arifin, S.T., Dipl.Eng.EPD, MEngSc !!"