Anda di halaman 1dari 31

Perencanaan Usaha Pengembangan Budidaya Ikan Gurami (Osphronemus Gouramy) dan Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) di Kabupaten Nganjuk

Propinsi Ja a !imur Bussiness Plan o" Gouramy (Osphronemus Gouramy) and !ilapia (Oreochromis Niloticus) in Nganjuk# $ast Ja%a
&B'!(&K' )atar Belakang: Komoditi perikanan yang mempunyai peluang besar untuk dibuat suatu rencana bisnis di Kabupaten Nganjuk adalah nila (Oreochromis niloticus) dan gurami (Osphronemus gouramy). Nila memiliki beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan jenis ikan lainnya sedangkan gurami merupakan komoditi perikanan air tawar yang beberapa tahun terakhir menjadi primadona di antara ikan konsumsi air tawar yang memiliki nilai jual yang tinggi. Untuk mengetahui peluang usaha budidaya gurami dan nila maka dilakukan analisis studi kelayakan. *etode: Penelitian ini dilaksanakan di dua tempat di Nganjuk, awa !imur. Untuk usaha gurami dilaksanakan di kelompok tani "ina #ejahtera di $esa !anjungtani, Kecamatan Prambon dan usaha nila pada kelompok tani "ina Nugroho di $esa Kampung %aru Kecamatan !anjunganom. Parameter yang diukur pada usaha budidaya gurami dan nila dengan penekanan pada aspek pemasaran, teknis, &inansial, manajemen, sosial ekonomi, kelembagaan dan pengembangan usaha. Penelitian ini menggunakan metode sur'ey, penentuan responden dilakukan secara purposi'e sampling +asil, (spek pasar cukup luas dilihat dari permintaan masih lebih besar dibandingkan penawaran dan tiap tahun permintaan selalu meningkat. (spek teknis usaha budidaya gurami dan nila menggunakan sistem semi)intensi& (madya). (spek &inansial sudah layak dalam pelaksanaannya, baik jangka pendek maupun panjang. Nilai *+, masing - masing sebesar ./,01 2 dan 304,56 2. Penerapan aspek manajemen cukup baik meskipun masih sederhana. $ari segi hukum, usaha tersebut hanya mempunyai surat terda&tar dari kantor #ub)$inas Perikanan. (spek kelembagaan usaha cukup bagus karena peran lembaga penyedia sarana produksi, lembaga penyuluhan meskipun dari belum ada perhatian dari lembaga penyedia dana. (spek sosial ekonomi cukup baik, dapat memberikan lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran. Usaha ini memberikan dampak positi& dari segi lingkungan karena tidak menghasilkan limbah berbahaya bagi lingkungan baik perairan maupun kesehatan masyarakat. Kata kunci : Perencanaan, usaha, pengembangan, budidaya, komoditi

&B'!(&-!
Background: 7isheries comodities that has big opportunity to be de'elopt in Nganjuk are !ilapia and (Oreochromis niloticus) dan gouramy (Osphronemus gouramy). Nila has some ad'antages than others &res water, meanwhile gouramy has become an important &reswater &ish that has high price in recent year. 7or that reason,this research was conducted to ea'aluate and analysis the bussiness plant o& those &ish. *etode: *esearch was conducted in two locations in Nganjuk, +ast a'a. "ina #ejahtera 7ishermen 8roup in !anjungtani, Prambon used &or gouramy study, and "ina Nugroho 7ishermen 8roup at Kampung %aru !anjung (nom &or !ilapia. !he parameter in gouramy and nila a9uaculture are measured, &rom marketing, technical, &inance, management, social)economic, institutional, and bussiness de'elopment aspects. *esearch was conducted by sur'ey and respondent was determined by sampling purposi'ely. +asil, "arket is promising because demand higher than supply, and demand is increasing annualy. !echnical aspect showed that culture o& both &ish are semi)intensi&. 7inancially, both tilapia ang gouramy culture are proper, in short and long term point o& 'iew. !he *+, are ./,01 2 and 304,56 2 respecti'ely. "anagement aspect is good e'en still simple. :eggaly aspect, these &ish culture ha'e been registered in 7ish department o& Nganjuk. !here were support &rom production tools supplier and elucidation, but not &rom &inancial aspect. !he &ish culture gi'e job opportunities and decrease number o& unemployee. !his bussiness ga'e positi'e e&&ect to en'ironment, no ha;ard waste was produced. Key .ord : Plan, business, de'elopment, a9uaculture, comoditi

/0 P$N1&+U)U&N )atar Belakang (llah #<! ber&irman dalam surat (l (=*aa& ayat 30 yang terjemahannya sebagai berikut: >#esungguhnya Kami telah menempat) kan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. (mat sedikitlah kamu bersyu) kur?. $i bumi telah tersedia sumber daya alam yang khusus diciptakan untuk sumber kehidup) an bagi manusia, namun manusia kurang ber) syukur karena dalam mengelola sumber daya alam tersebut belum dilakukan dengan baik. Kebutuhan ikan bagi masyarakat semakin penting, maka sangat wajar jika usaha peri)kanan air tawar harus dipacu untuk dikembang)kan. Usaha tani dibidang perikanan air tawar memiliki prospek yang sangat baik karena sampai sekarang ikan konsumsi, baik berupa ikan segar maupun bentuk olahan, masih belum mencukupi kebutuhan konsumen ("urtidjo %ambang (, 4003). Konsumsi ikan per kapita per tahun Kabupaten Nganjuk masih jauh dari target nasional, di mana tahun 4004 konsumsinya 34,5@ kg sedangkan untuk tingkat nasional ditargetkan 4. kg. Abyek perikanan di Kabupa) ten Nganjuk yang paling banyak menghasilkan ikan berasal dari kolam yaitu 3.14/.6B3 kg. Produksi ikan tahun 4004 adalah 4.3.5.54B kg (http:CCwww.nganjuk.go.id CinaCmaintengah.phpD idE33). Pada umumnya *encana bisnis ada yang bersi&at perencanaan jangka pendek, yang biasanya dalam bentuk rencana kerja, rencana anggaran dan pendapatan belanja, sedangkan rencana jangka panjang untuk rencana usaha baru, pengembangan usaha

yang ada, maupun rehabilitasi usaha yang sudah ada dengan menggunakan kajian kelayakan usaha. (pabila suatu usaha baru berdiri dan akan memulai kegiatan usahanya, maka harus dipersiapkan suatu rencana bisnis dengan sebaik - baiknya. $emikian pula apabila suatu usaha mengingin)kan adanya pengembangan usahanya, maka pemilik juga perlu menyusun rencana bisnis ((nonymous, 400/). Komoditi perikanan yang mempunyai peluang besar untuk dibuat suatu rencana bisnis (business plan) khususnya ikan di nila Kabupaten Nganjuk adalah

(Oreochromis niloticus) dan ikan gurami (Osphronemus gouramy). "enu)rut ,ahyono %ambang (4000), ikan nila memi)liki beberapa keunggulan yaitu ikan nila memi) liki tingkat pertumbuhan yang cepat, ikan nila juga mudah dibudidayakan, dagingnya cukup tebal serta dari segi harga ikan nila lebih murah. #edangkan ikan gurami merupakan komoditi perikanan air tawar yang kurang diminati untuk dibudidayakan. Penyebabnya, ikan ini tumbuh sangat lambat. $itambah lagi kematangan kelaminnya baru mulai terjadi pada umur sekitar dua tahun. Namun beberapa tahun terakhir, ikan ini menjadi primadona di antara ikan konsumsi air tawar yang memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Fni disebabkan oleh rasanya yang le;at dan empuk sehingga minat terhadap ikan ini meningkat. %anyaknya peminat tentu harus diimbangi dengan produksi yang mencu) kupi, sehingga pembudidayaannya harus dilaku)kan dengan baik (Prihartono *. +ko, 400/).

(umusan *asalah Abyek perikanan di Kabupaten Nganjuk yang paling banyak menghasilkan ikan berasal dari kolam yakni 3.14/.6B3 kg. Produksi ikan tahun 4004 sebanyak 4.3.5.54B kg. "elihat potensi perikanan yang ada di Kabupaten Nganjuk tersebut, usaha budidaya ikan air tawar dan dalam mendukung pengembangan usaha khususnya budidaya ikan gurami dan ikan nila yang ada di wilayah Kabupaten Nganjuk, usaha maka diperlukan dataCin&ormasi yang dipakai dalam rencana sehingga pengembangan optimalisasi tersebut, peman&aatan

1. %agaimana rencana usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila yang sudah ada. !ujuan Penelitian !ujuan dari penelitian ini diantaranya adalah untuk mengetahui : 3. Kelayakan usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila yang terdiri dari : aspek pasar, teknis, &inansial, yang manajemen, hukum kelembagaan terlibat,

(kelegalan usaha), sosial ekonomi dan aspek lingkungan. 4. Pengembangan usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila. 1. *encana usaha (Business Plans) budidaya ikan gurami dan ikan nila Kegunaan Penelitian Gasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi pihak - pihak berikut : 3. Peneliti dan lembaga akademisi H sebagai in)&ormasi ilmiah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan melakukan pe)nelitian lebih lanjut.

sumberdaya alam dapat tercapai. %erdasarkan pernyataan di atas, maka permasalahan yang akan dianalisa adalah : 3. %agaimana kelayakan usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila. %agaimana peluang pasar dari usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila. %agaimana aspek teknis dari usaha budi) daya ikan gurami dan ikan nila %agaimana aspek &inansial usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila. %agaimana penerapan manajemen usaha budidaya ikan gurami dan nila. Kelembagaan apa yang terlibat dalam usaha budidaya ikan gurami dan nila. %agaimana aspek hukum dari usaha budi)daya ikan gurami dan ikan nila. %agaimana dampak sosial ekonomi dari usaha budidaya ikan gurami dan nila. %agaimana aspek lingkungan usaha budi)daya ikan gurami dan ikan nila. 4. %agaimana pengembangan usaha budidaya ikan gurami dan nila di Nganjuk.

4. PemerintahCdinas perikanan H sebagai per) timbangan dalam penentuan program dan kebijakan dalam pembangunan dan pe) ngembangan perikanan selanjutnya. 1. Petani ikan H sebagai in&ormasi dan pertim) bangan dalam melaksanakan usahanya agar lebih berkembang dan maju. /. Fn'estorCpenyedia dana H sebagai bahan per)timbangan keputusan dalam untuk mengambil mengin'estasikan

modalnya, sehingga rencana bisnis ini dapat terlaksana. *$!21$ P$N$)I!I&N !empat dan .aktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di dua tempat. Untuk usaha budidaya ikan gurami dilaksana)kan pada kelompok tani "ina #ejahtera di $esa !anjungtani, Kecamatan Prambon dan usaha budidaya ikan nila pada kelompok tani "ina Nugroho di $esa Kampung %aru Keca)matan !anjunganom, Kabupaten Nganjuk, Propinsi awa !imur. #edangkan waktu pelak)sanaan penelitian adalah pada bulan uni sampai bulan uli 400B.

!eknik historis menurut #urakhmad <. (3@65) adalah penyelidikan (penelitian) yang mengaplikasikan metode pemecahan yang il) miah dari perspekti& historis (sejarah) suatu masalah. Penerapan teknik historis dari pene) litian ini adalah studi yang bersi&at bibliografis yakni dengan membuat ikhtisar, amotasi, atau pembahasan sistematis terhadap karya ilmiah, dalam bidang tertentu (#urakhmad <, 3@65). !eknik Pengambilan 'ampel !eknik pengambilan sampelCpenentuan responden dilakukan secara purposi'e sam) pling dimana sampel-sampel penelitian dipilih berdasarkan pertimbangan. #edangkan pertim)bangan yang diambil itu berdasarkan pada tuju)an penelitian (#ingarimbun " dan +&endi #. 3@@B). Penelitian ini dilakukan di 4 tempat usaha. Peneliti memilih kelompok tani "ina #ejahtera sebagai sampel usaha budidaya ikan gurami, karena kelompok ini mempunyai usaha budidaya ikan gurami yang lebih besar di banding dengan petani ikan lainnya. Untuk sampel usaha budidaya ikan nila peneliti memilih kelompok tani "ina Nugroho karena kelompok ini mempunyai usaha budidaya ikan nila yang paling besar di Kabupaten Nganjuk. (ancangan Penelitian !eknologi budidaya ikan semakin lama semakin berkembang, dan perluasan areal budi)daya membawa konsekuensi meningkatnya kebutuhan produk ikan. $i lain pihak, keter)sediaan perairan umum (sungai, waduk dan rawa), sawah (mina padi) dan kolam yang mana dewasa ini kurang optimal

2byek Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Prambon dan Kecamatan !anjunganom, Ka) bupaten Nganjuk, awa !imur. #asaran utama)nya adalah usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila dengan penekanan pada aspek pema)saran, aspek teknis, aspek &inansial, aspek manajemen, sosial ekonomi, kelembagaan dan pengembangan usahanya. *etode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode des)kripti&. "etode deskripti& adalah suatu metode yang bertujuan memberikan gambaran secara umum, sistematis, &aktual dan aktual. "etode deskripti& ini ada dua yaitu metode deskripti& kualitati& dan metode kuantitati&. Pelaksanaan penelitian saat di lapang adalah dengan teknik sur'ey yang menekankan pada data historis bibliogra&i. "enurut #ingarimbun ". dan +&&endi #. (3@@B) teknik sur'ey adalah peneli)tian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok.

dalam peman&aatan)nya dan didukung pula oleh kebijakan pemerin)tah (dalam sehingga mengelola makin besar peluang perairan. hal penggunaannya bagi kepenti)ngan rakyat), dalam Untuk sumberdaya

melakukan penelitian dari sumber - sumber yang telah ada. $ata sekunder diperoleh dari buku laporan tahunan %P# Kabupaten Nganjuk kantor $esa Kampung %aru dan $esa !anjung !ani, kantor Kecamatan Prambon dan Kecamatan !anjunganom, Kantor sub)dinas perikanan Kabupaten Nganjuk, tinjauan pustaka dan internet sebagai penunjang hasil penelitian. &nalisis 1ata Pengertian &nalisa 1ata (nalisis data menurut :eIy . "aleong (4000) dalam Gasan ". F9bal (4004), adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. (nalisis data dapat ber)bentuk analisis kuantitati& dan analisis kualitati&. &nalisis Kelayakan In%estasi Bisnis Untuk mengetahui kemungkinan pelak) sanaan in'estasi, maka dilakukan analisis kela)yakan in'estasi dengan menggunakan alat ukur yang disebut dengan >kriteria in'estasi?. (da)pun jenis kriteria in'estasi yang digunakan sebagai alat pengukur tediri dari : /0 &spek Pasar $alam analisis pasar pokok bahasan yang dianalisa adalah permintaan dan pena) waran produk, strategi pemasaran yang e&isien dan cara menghadapi persaingan. $alam me)nganalisa data)data peluang permintaan pasar dan diperlukan

mengetahui peluang usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila, maka perlu dilakukan analisis e'aluasi proyek (studi kelayakan). $an dengan potensi sumberdaya alam (#$() dan sumberdaya manusia (#$") yang ada, juga dapat ditentukan suatu peluang usaha. $ari analisa tersebut dapat diperoleh suatu in&or)masi baik bagi masyarakat maupun pemerintah dalam merumuskan kebijakan untuk selanjut)nya dapat dibuat rencana usaha perikanan (Business Plan) yang diharapkan dapat menarik minat para in'estor untuk mengin'es)tasikan modalnya demi terlaksananya usaha ini. 'umber dan Jenis 1ata "enurut si&atnya (ditinjau dari segi pene)litian) dapat menggolongkan sumber sumber data menjadi dua yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. #edangkan jenis data berdasarkan si&atnya adalah data kuantitati& (data yang berbentuk bilangan) dan kualitati& (data yang tidak berbentuk bilangan) (Gasan ". F9bal, 4004): a.$ata primer yaitu data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung di lapangan oleh orang yang melakukan penelitian atau yang bersangkutan yang memerlukannya. ,ara pengambilanCpengumpulan data primer pada penelitian ini adalah melalui obser'asi dan wawancara (Gasan ". F9bal, 4004). b.$ata sekunder adalah data yang diperoleh dan dikumpulkan oleh orang yang

penawaran nasional pada tahun yang lalu

untuk mengetahui estimasi permintaan dan penawaran pada tahun men)datang dengan menggunakan metode trend kuadratik. 7ungsi persamaan metode trend kuadratik secara matematis (#uratman, 4003):

Penerimaan atau pendapatan merupa) kan hasil kali dari total produk dengan harga produk per satuan, yang dirumuskan sebagai berikut : Keterangan : !* : Penerimaan (*p) P L : Produk (kg) : Garga produk (*pCkg)
TR = PxQ

K = a + bJ + cJ

Koe&isien a, b, dan c diperoleh bila

X = 0 dengan rumus matematis :


a = (Y cX 4 ) C n

4. Keuntungan () Keuntungan usaha atau pen)dapatan bersih adalah besarnya pe)nerimaan setelah untuk proses produksi baik tetap maupun tidak tetap, yang dirumuskan sebagai berikut :

b = XY C cX 4

c = nX Y (X )(Y ) C( nX (X ) dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan


4 4 / 4 4

$imana: K E jumlah permintaanCpenawaran (trend) J E parameter &ungsi a E konstanta b,c E koe&isien parameter 30 &spek !eknis *uang lingkup dalam aspek teknis adalah (Primyastanto ", (4001): 3. :ahan suatu proyek akan didirikan baik untuk pertimbangan lokasi dan lahan pabrik maupun lokasi bukan pabrik. 4. #kala produksi yang ditetapkan untuk mencapai suatu tingkatan ekonomi. 1. Kriteria pemilihan mesin dan perleng) kapan utama serta alat pembantu mesin. /. Proses produksi dan lay out pabrik terma)suk juga lay out bangunan dan &asilitas lain. B. enis teknologi yang diusulkan termasuk didalamnya sosial. 40 &spek 5inansial &nalisis Jangka Pendek 3. Penerimaan (!otal *e'enue) pertimbangan 'ariabel

= !* !,
$imana : !otal *e'enue (!*) : Pendapatan kotor usaha !otal ,ost (!,) : biaya produksi (biaya tetap M biaya 'ariabel) 1. *eturn to +9uity ,apital (*+,) "enurut #oekartawi (3@5.), *eturn to +9uity ,apital adalah suatu ukuran untuk mengetahui nilai imbakan terhadap modal sendiri. Untuk menghitung *+, digunakan rumus sebagai berikut :

R"# =
Keterangan :

!abaBersih N Modal

x3002

*eturn to +9uity ,apital (*+,) : nilai im) balan terhadap modal :aba bersih : pendapatan - biaya Nilai Kerja Keluarga (NKK): nilai tenaga kerja yang berasal dari pemilik usaha dihitung berdasarkan bunga

deposito dari sejumlah modal yang digunakan. &nalisis Jangka Panjang 3. Payback Periode (PP) Payback periode merupakan metode yang mencoba mengukur seberapa cepat in'estasi bisa kembali, karena itu satuan hasilnya bukan prosentase, melainkan satuan waktu (bulan tahun dan sebagainya). Kalau periode payback ini lebih pendek dari yang diisyaratkan ditolak. maka proyek sebagai dikatakan berikut : menguntungkan, dan bila le)bih lama proyek *umusnya

dengan 0. Kriterianya adalah bila F** O tingkat bunga yang berlaku saat itu maka proyek akan dipilih, bila F** P tingkat bunga yang berlaku saat itu, maka proyek tersebut tidak dipilih (Primyastanto ", 4001). *umus :

NPNR F** = i Q+ I( NPN Q NPNR

i= E suku bunga pada interpolasi pertama i? E suku bunga pada interpolasi kedua NPN= E nilai NPN pada discount rate pertama NPN? E nilai NPN pada discount rate kedua /. Pro&itability FndeI (PF) atau Net %C, Profitability &ndex (PF) atau Net %C, adalah ukuran e&ekti'itas hasil in'estasi terha)dap biaya in'estasi dengan pendekatan keuntu)ngan ((nonymous, P& = P'#ash&nflo$ P'#ashOutflo$ tunai dan nilai sekarang. 400/)H

in%estasia$al PP = Rata rata ( NetBenefitt3 t30)


4. Net Present Nalue (NPN) Net Present Nalue adalah adalah selisih antara bene&it (penerimaan) dengan ,ost (pengeluaran) yang telah di present 'aluekan. Kriteria ini men)gatakan bahwa proyek akan dipilih apabila NPN O 0, dan tidak akan di) pilihCtidak layak untuk dijalankan bila NPN P
n

(dapun &ormu)lasinya adalah sebagai berikut

#edangkan syarat kelayakan in'estasi ditentukan sebagai berikut: ika PF O 3 maka in'estasi e&ekti&. ika PF P 3 maka in'estasi tidak e&ekti&. B. (nalisis #ensiti'itas (nalisis sensiti'itas yaitu melihat kepe) kaan (#ensiti'itas) dari usaha jika terjadi in&lasi (kenaikan daya Garga) dan de&lasi dengan (penurunan beli)

0. *umus :

NPN =

t =3

%t ,t (3 + i)
t

$imana : %t E %ene&it pada tahun t ,t E ,ost pada tahun t n E Umur ekonomis suatu proyek i E tingkat suku bunga yang berlaku 1. Fnternal *ate o& *eturn (F**) Fnternal merupakan *ate tingkat o& *eturn bunga (F**) yang

membandingkan Nilai Kriteria Kelayakan Fn'estasi dari NPN, Net %C, dan F** melalui cara berikut (Primyastanto, 4001): Nilai penjualan diturunkan (..2) sampai nilai F** aktual mendekati F** estimateH

menggambarkan bahwa antara bene&it dan cost yang telah dipresent 'aluekan sama

(nalisis #ensiti'itas Pada 8ross %ene&it !urun (..2). Nilai biaya operasional dan penga)daan baru dinaikkan (..2) sampai nilai F** aktual mendekati F** estimate yaitu (nalisis #ensiti'itas Pada 8ross ,ost naik (..2). #ecara bersama-sama nilai penjualan ditu) runkan (..2) dan Nilai %iaya Apera)sional dan Pengadaan %aru dinaikkan (..2) sampai nilai F** (ktual mendekati F** estimate yaitu (nalisis #ensiti'itas Pada 8ross %ene&it !urun ..2 dan 8ross ,ost Naik ..2. 60 &spek *anajemen Peranan manajemen dalam keberhasilan suatu proyek memegang peranan penting, se) hingga e'aluasi terhadap aspek manajemen mutlak perlu dilaksanakan. !ingkat kesesuaian data die'aluasi antara landasan teori dengan masalah sebenarnya yang ada dilapangan dida)sarkan pada analisa Planning, Argani;ing, (ctuating, ,ontrolling (Primyastanto ", 4001). 1e"inisi 2perasional Business Plan Business Plan yang dimaksudkan pada penelitian ini adalah sebagai suatu rencana usaha yang menekankan pada pengkajian layak atau tidaknya suatu usaha budidaya yakni ikan gurami dan ikan nila baik yang bersi&at usaha baru, pengembangan usaha maupun perbaikan usaha (rehabilitasi usaha) khususnya Nganjuk. Usaha Budidaya untuk wilayah Kabupaten

Usaha budidaya ikan terdiri dari usaha pembenihan dan pembesaran. #edangkan pada penelitian ini yang dimaksud adalah usaha pembesaran ikan gurami dan ikan nila. %udidaya pembesaran ikan adalah budidayaC pemeliharaan ikan mulai dari ukuran benih hingga ukuran konsumsi. 'tudi Kelayakan Proyek Kang dimaksud dengan studi kelaya) kan proyek adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek (biasanya merupakan proyek berhasil in'estasi, in'estasi) baik dilaksanakan ekonomis tenaga dengan suatu kerja, secara

penyerapan

peman&aatan sumber daya yang melimpah di tempat tersebut dan sebagainya. Pengembangan Usaha Pengembangan usaha yang dimaksud da)lam penelitian ini adalah mengembangkan usa)ha perikanan air tawar yang telah ada sebelum)nya, maupun usaha yang masih baru. Pengem)bangan usaha ini dapat dilakukan baik di per)airan umum (sungai, waduk dan danau), per)airan sawah (mina padi) maupun kolam, yang dipengaruhi oleh potensi wilayah yang ada. +ipotesis Gipotesa yang dapat diambil berdasarkan latar belakang, rumusan masalah dan tujuan dari penelitian ini adalah: 3. "elalui estimasi permintaan dan penawaran, maka usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila mempunyai peluang pasarC prospek usaha yang masih terbuka luas untuk usaha dimasa yang akan datang.

4. #ecara deskripti& usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila dari segi teknis sudah dapat memenuhi kebutuhan perkapita. 1. Usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila secara &inansial layak untuk dikembangkan. /. Usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila telah melaksanakan prinsip manajemen dengan baik. B. #istem kelembagaan yang terlibat dalam usaha ini telah berjalan dengan baik. .. #ecara hukum, usaha budidaya ikan gurami maupun ikan nila sudah diakui namun belum mempunyai surat i;in usaha secara resmi. 6. Usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila mempunyai dampak positi& bagi kehidupan masyarakat ekonomi. 5. Usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila memberikan dan manusia. +&'I) 1&N P$*B&+&'&N Pro"il Usaha Perikanan Usaha budidaya ikan gurami di kelompok tani "ina #ejahtera berdiri sekitar tahun 4000 yang mempunyai 30 anggota dan terdiri dari ketua, sekertaris, bendahara dan 6 orang anggota biasa. Kelompok tani "ina #ejahtera lebih mendominasi pada usaha budidaya ikan gurami dan ikan jenis lain hanya sebagai pendamping. Usaha budidaya ikan nila yang ada di kelompok tani "ina Nugroho, sebenarnya merupakan usaha perseorangan yaitu milik dampak positi& bagi lingkungan, baik terhadap udara, tanah, air setempat secara sosial

%apak G. Nahrowi. Namun untuk lebih mudah mendapatkan bantuan dana dari pemerintah, mempermudah penyampaian in&ormasi dan atas saran dari pemerintah juga, maka dibentuklah kelompok tani "ina Nugroho yang di ketuai oleh %apak G. Nahrowi pada tahun 3@@0)an dan sekarang ini mempunyai anggota 6/ orang. &nalisis Kelayakan In%estasi Bisnis (nalisa kelayakan in'estasi bisnis atau yang sering dikenal dengan e'aluasi proyek usaha selalu dibutuhkan untuk menentukan dan me)ngambil keputusan apakah usaha yang akan dijalankan tersebut menguntungkan atau tidak. (spek - aspek yang perlu diketahui kelayakannya meliputi aspek teknis, aspek pasar, aspek &inan)sial, aspek hukum, aspek kelembagaan, aspek sosial ekonomi dan aspek lingkungan. &spek Pasar (spek pasar dan pemasaran merupakan salah satu aspek yang sangat penting. Gal ini dikarenakan aspek pasar dan pemasaran sangat menentukan atau setiap hidup kegiatan matinya usaha perusahaan

(Kasmir dan ak&ar, 4001) Pada tahun 400/ permintaan ikan nasional sebanyak @..3B.//.,/0 ton, sedangkan produksi ikan di Kabupaten Nganjuk 4..0@,044 ton, ini berarti bahwa Kabupaten Nganjuk hanya mampu memenuhi permintaan ikan sebesar 4..0@,044 ton, sedangkan produksi ikan gurami dan ikan nila masing - masing hanya 34@ ton dan 451,0@B ton. adi peran Kabupaten Nganjuk masih cukup kecil dalam membantu realisasi

dari produksi ikan nasional yaitu sebesar ..413.000 ton. 3. Permintaan ikan Untuk menghitung estimasi permin) taan ikan, peneliti menggunakan data per) mintaan ikan nasional lima tahun terakhir yaitu tahun 4000 hingga 400/. $ata tersebut di estimasi, sehingga nilai hasil estimasi per)mintaan ikan nasional tahun 400B - 403/ berturut - turut adalah 30.56/.61/,1B ton H 34.0...661,15 tonH 31.100.410,1@ ton H 3/.B6B.30B,15 ton H 3B.5@3.1@5,1/ tonH 36.4/@.30@,45 tonH 35../5.415,4 ton H 40.055.65B,0@ tonH 43.B60.6/@,@B ton dan 41.0@/.314,5 ton. adi rata-rata setiap tahun terjadi kenaikan se)kitar 6,442. Fni berarti peluang pasar untuk ikan gurami dan ikan nila masih cukup besar. 4. Penawaran ikan #etelah dilakukan perhitungan, diper) oleh nilai estimasi adalah penawaran ..636.500 ikan ton H nasional secara berturut - turut tahun 400B)403/ 6.43@.000 ton H 6.6...400 ton H 5.15@./00 ton H @.0B5..00 tonH @.651.500 tonH 30.B.B.000 ton H 33./04.400 ton H 34.4@B./00 ton dan 31.4//..00 ton. $ari nilai tersebut, diketahui bahwa rata-rata tiap tahun jumlah produksiCpenawaran naik sekitar .,B/ 2. Untuk nilai estimasi penawaran ikan gurami Kabupaten Nganjuk tahun 400B) 403/ berturut turut adalah 313,364 ton H 3/1,./0 ton H 3B@,536 ton H 36@,604 tonH 401,4@B ton H 410,B@5 ton H 4.3,.0@ ton H 4@.,145 ton H 11/,6B. ton dan 16.,5@1

ton. $ari nilai)nilai tersebut diketahui bahwa ter)jadi kenaikan penawaran ikan gurami di Ka)bupaten Nganjuk sekitar 3/,@ 2 per tahun. #edangkan untuk penawaran ikan nila di Kabupaten Nganjuk diperoleh nilai esti)masi penawaran tahun 400B)403/ secara berturut-turut adalah 156,0/5 ton H /@@,5@1 ton H .45,@36 ton H 66/,343 ton H @1B,B0/ tonH 3331,0.. ton H 310.,506 ton H 3B3.,645 ton H 36/4,545 ton dan 3@5B,306 ton, dan kenaikannya sekitar 3/,5@2 per tahun atau jumlah produksi ikan nila Kabupaten Nganjuk hanya dapat memenuhi permintaan ikan nila nasional sekitar 305@ tonCtahun. $ari hasil estimasi permintaan dan penawaran ikan nasional diketahui nilai estimasi permintaan ikan lebih besar dari nilai estimasi penawaran ikan nasional dari tahun 400B sampai tahun 403/. Gal ini menunjukkan bahwa potensi pasar komoditi perikanan hingga akhir tahun 403/ masih sangat besar yaitu sebesar 41.0@/.314,5 ton. Untuk menghitung peluang pasar ikan gurami dan ikan nila harus diketahui terlebih dahulu berapa besar kontribusinya terhadap komoditi perikanan secara umum. Kontri)busi rata - rata ikan gurami sekitar 0,0041/ 2 dan ikan nila sekitar 0,00306 2. %erdasarkan hasil perhitungan estimasi kontribusi ikan gurami dan ikan nila di Kabupaten Nganjuk terhadap permintaan yang belum terpenuhi, masih terdapat peluang pasar tahun 403/ untuk

ikan gurami sekitar 450,63 ton dan ikan nila sekitar 3/66,/1 ton. Nilai tersebut belum mutlak karena permintaan pasar sangat dipengaruhi oleh perubahan selera konsumen dan juga pertimbangan potensi lestari komoditi ikan tersebut. adi hipotesa bahwa ada peluang pasar yang luas untuk usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila dalam masa yang akan datang diterima. &spek !eknis Gal-hal yang perlu diperhatikan dalam aspek teknis adalah penentuan lokasi, kapasitas produksi, tata letak, dan proses produksi ter)masuk pemilihan teknologi, kelengkapan kajian teknis (Kasmir dan ak&ar, 4001). :okasi usaha budidaya ikan gurami ikan nila dari penyediaan sarana produksi cukup dekat. #edangkan tenaga kerja diambil dari anggota keluarga, namun untuk tenaga kerja tidak tetap di ambil dari masyarakat sekitar. :okasi usaha juga dekat dengan sumber air baik sungai maupun sumur bor. Kapasitas produksi secara ekonomi usaha budidaya ikan gurami dengan luas lahan 3.54B m , rata-rata tiap anggota kelompok tani mempunyai luas lahan @34,B m4, dan jumlah produksi rata-rata 6.4BB ekor atau /.1B1 kgC siklus dengan waktu pemeliharaan . bulan, sehingga kapasitas produksinya adalah 3/.B30 ekorCtahun atau 5.60. kg dan biaya produksi *p.6B./31.06BCtahun. #edangkan luas lahan untuk budidaya ikan nila adalah 6@0 m 4 yang terdiri dari B unit kolam, dengan luas rata rata per kolam 3B5 m dan jumlah produksi
4 4

rata - rata per siklus produksiCkolam sekitar 6.1./ ekor atau 4.40@ kg dan waktu pemeliharaan / bulanCsiklus. adi usaha budidaya ikan tersebut dapat meningkatkan produksi sesuai kebutuhan perkapita bahkan melebihi dari target Nasional. Kajian teknis usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila meliputi sarana, persiapan pemasaran. 'arana dan Prasarana #arana produksi pembesaran ikan gurami dan ikan nila terdiri dari lahan, kon) struksi kolam, peralatan, pakan, dan obatobatan. Prasarana yang digunakan dalam budidaya ikan gurami dan ikan nila, yaitu jalan, transportasi, pengairan dan penerangan. Persiapan kolam #ebelum melakukan kegiatan budi)daya ikan, langkah pertama yang harus diperhatikan dalam persiapan budidaya yaitu pengelolaan tanah dan pengelolaan air. Pengelolaan tanah bertujuan untuk men)ciptakan kondisi optimum tanah agar dapat menyediakan lingkungan yang layak sebagai tempat hidup ikan. Pengelolaan tanah meliputi pengolahan tanah, pengapuran dan pemupu)kan. #etelah dilakukan pengolahan tanah, lang)kah selanjutnya adalah pengelolaan air. Pengi)sian air ke dalam kolam dilakukan untuk mem)percepat proses penguraian (dekomposisi) unsur-unsur organik dari pupuk menjadi unsur anorganik yang dapat menyuburkan kolam, setelah kapur dan pupuk ditebar, kolam diairi sedikit dan dibiarkan selama / hari. Kemudian air kolam, pembesaran dan pemeliharaan, pemanenan, pengangkutan dan

ditambah lagi setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 1 hari sampai air berwarna coklat kehijau - hijauan. #ehari sebelum benih gurami maupun ikan nila ditebar, kolam mulai diisi air sedalam 60 cm. 70 'eleksi dan Penebaran Benih %enih ikan yang telah dideder dan dipe) lihara dengan baik selama masa tertentu (3)/ bulan) tidak semuanya memiliki ukuran yang sama, demikian juga benih ikan tidak semuanya sehat. Aleh karena itu, benih ikan yang akan dibe)sarkan harus diseleksi terlebih dahulu un)tuk mendapatkan benih ikan yang berukur)an sama, sehat dan pertumbuhannya baik.%enih-benih ikan yang telah diseleksi dapat segera disebarkan ke kolam pembesaran. Untuk men)cegah kematian benih ikan akibat stress, peru)bahan suhu yang mendadak dari wadah ke kolam pembesaran, pelukaan dan serangan penyakit, maka dalam menebarkan ikan ke kolam pembesaran hendaknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari dan padat pene)barannya perlu diperhatikan. Padat pene)baran ikan gurami dengan ukuran benih 3B0 gr sekitar 30 ekorCm . #edangkan ikan nila ber)ukuran 40 gr padat penebarannya rata - rata B4 ekorCm . 80 Pembesaran dan Pemeliharaan Pembesaran ikan gurami dan ikan nila dilakukan secara monokultur, sehingga benih ikan harus dipilih yang seragam. Kolam ikan gurami rata-rata seluas @34,B m4 dan padat penebarannya sekitar @)30 ekorCm4 dengan ukuran ikan 3B0 gr, jumlah total ikan sekitar 5.@00 ekor. #edangkan pada budidaya ikan nila luas lahan 6@0 m4 yang terdiri dari B unit
4 4

kolam,

rata-rata

seluas

3B5

m4Ckolam,

mempunyai padat penebaran sekitar B0)B4 ekorCm4 dengan berat ikan 40gr, dan per kolam terdapat 5.354 ekor ikan nila dengan mortalitas sebesar 30 2. 90 Pemberian Pakan Pakan sangat berpengaruh terhadap perkembangan dilakukan 1 dan kali pertumbuhan sehari. Per ikan. hari Pemberian pakan pada budidaya ikan gurami membutuhkan pakan ikan sekitar 36,3@ kg untuk 5.354 ekor ikan gurami. #elain pakan buatan ikan gurami juga memakan tum) buhanCdaun - daunan rata - rata 4/4,6B karungCsiklus atau *p.531.434,B. umlah pakan yang diberikan harus sesuai dengan ukuran besar ikan agar pakan yang diberikan tersebut dapat dikon)sumsi oleh ikan secara utuh. Untuk ikan gurami, jumlah makanan yang diberikan per hari adalah 33,B 2 dari berat ikan seluruhnya dengan rincian 3,B 2 berupa pellet dan 30 2 berupa daun - daunan. 7rekuensi pemberian pakan ikan adalah 1 kali per hari, yakni pagi, siang dan sore. %er)dasarkan standard tersebut, maka kebutuhan pakan berupa pellet dan daun - daunan untuk B00 ekor gurami. "enurut #uyanto #.*. (400/), banyaknya makanan yang diberikan harus diperhitungkan dengan harga pakan dan nilai produksi ikan yang akan diperoleh. Perhitungan ini penting untuk menghindari kerugian. %eratnya ransum per hari harus diperhitungkan secara cermat. #etiap kolam harus dibuatkan tabel pakan sendiri sesuai dengan kepadatan ikan yang dipelihara dan target produksi. Pakan yang diberikan

sebaiknya habis dalam B menit. ika pakan tidak habis dalam B menit berarti ikan ada gangguan. 8angguan dapat berupa sera)ngan penyakit, perubahan kualitas air, udara panas, atau telalu sering diberi pakan. :0 Pengontrolan &ir Pergantian air dapat dilakukan sesering mungkin sesuai dengan tingkat kepadatan ikan. Nolume air kolam yang diganti setiap hari sebanyak 40 2 atau lebih. Pada budidaya ikan gurami ini penggantian air dilakukan satu bulan sekali sebanyak B0 2. ;0 +ama dan Penyakit %udidaya ikan tidak lepas dari gangguan hama dan penyakit. $atangnya penyakit dise)babkan oleh beberapa hal seperti lingkungan budidaya, teknik budidaya, penanganan panen dan pasca panen yang kurang baik serta tidak sesuainya ukuran dan jenis bahan ynag digu)nakan pada wadah penampungan sehingga ikan luka. $atangnya penyakit tidak hanya merugi)kan dari sisi produkti&itas, tetapi juga pada kematian gurami yang dibudi)dayakan. Aleh karena itu, perlu dilakukan upaya pencegahan datangnya penyakit dan pengendalian yang biasa penyakit yang menyerang. %eberapa penyakit menyerang ikan, baik dalam kolam maupun wadah lain adalah kutu ikan, penyakit cacing ikan, white spot. Pengobatannya dengan perendaman garam dapur (Na,l) dosis 3)1 grC 300cc air selama B menit atau &ormalin 4B ccCm1. Pengendaliannya dengan seleksi ikan yang tahan penyakit. 'acsinasi &ch, mengurangi kepadatan ikan, kondosi perairan

cukup

oksigen.

(ir

kolam

diusahakan

mengalir terus menerus dan pemberian pakan yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh ikan atau menaikkan suhu air yang berkisar 45)14, Penyakit nonparasit merupakan penyakit yang bukan disebabkan oleh adanya penyakit, tetapi disebabkan oleh &aktor lingkungan dan &aktor makanan (nutrisi). 7aktor lingkungan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan ikan adalah pG air yang terlalu rendah atau terlalu tinggi, perubahan suhu air yang terlalu mendadak, ;at-;at beracun yang ada dalam air, penumpukan kotoran atau sisa - sisa makanan, kadar oksigen dalam air rendah, kejenuhan gas (nitrogen, oksigen dan karbondioksida) serta kadar amoniak yang tinggi. Pencegahan penyakit nonparasiter dapat dilakukan dengan pemberian pakan yang tepat (baik jumlah dan mutunya), ikan tidak diberi kering, kolam, pakan yang telah busukCrusak, parairan air, penyimpanan pakan ditempat yang bersih dan per)baikan lingkungan meningkat)kan kualitas

meningkatkan aerasi, mengu)rangi bahan organik dan &itoplankton. /<0 Pemanenan dan Pengangkutan Pemanenan ikan dilakukan dengan mem)perhatikan umur ikan, bobot ikan saat tebar, bobot ikan saat panen, dan waktu pemanenan. Pada pembesaran ikan gurami ini, ukuran tebarnya adalah 3B0 grCekor dengan umur budidaya selama . bulan didapatkan berat saat panen .00grCekor. #edangkan ikan nila dapat dipanen pada umur 1-/ bulan. Pada umur tersebut

bobotnya sudah mencapai 300 grCekor. ika pasar menghendaki ikan yang berbobot 4B0 grCekor, maka panen dapat dilakukan pada umur . bulan (,ahyono %ambang, 4000). Pada budi)daya ikan nila, ukuran tebar ikan 40 grCekor dan lama pemeliharaan / bulan diperoleh berat ikan saat panen 100 grCekor. <aktu panen yang baik adalah pada pagi hari atau sore hari karena keadaan suhu rendah yang dapat menurunkan akti'itas metabolisme tubuh dan gerak ikan. Fkan-ikan yang telah dipanen harus tetap dipetahankan mutunya sampai di pasaran. Aleh karena itu, penanganan pasca) panen harus dilakukan dengan baik dan benar. Penanganan pascapanen ikan yaitu pembersihan, pembero)kan, pengolahan, pengangkutan dan pemasaran Pada saat pengangkutan sering kali ikan mengalami kerusakan. Untuk menekan keru) sakan sekecil mungkin, maka ikan harus dikemas dengan baik. Gal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengangkutan ikan adalah wadah untuk mengemas ikan, kepadatan ikan dalam wadah dan sistem pengangkutan (,ahyono pengemasan bambang, ikan 4000). petani Untuk ikan gurami

Pada

pengangkutan

ikan

gurami

yang

menggu)nakan jerigen plastik kepadatan pengangkutan 10 kg dalam 340 liter air selama . jam. #edang)kan ikan nila dalam setiap boI kepadatan maksimalnya adalah 60 kg, sehingga jumlah ikan nila saat pengangkutan adalah sekitar 410 ekorCboI dengan ukuran panen 100 grCekor. //0 Pemasaran Pasar pada usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila yang dimaksudkan adalah pasar reseller, yaitu suatu pasar yang terdiri dari indi'idu dan organisasi yang melakukan penju)alan kembali barang dan jasa untuk menda)patkan keuntungan. #ecara teknis, pemasaran ikan gurami dan ikan nila lebih ditekankan pada strategi bauran pemasaran hal ini dilakukan karena luasnya kegiatan pemasaran. Penentuan lokasi dan distribusi serta sarana dan prasarana pendukung menjadi sangat penting, karena agar pelanggan mudah menjangkau setiap lokasi yang ada serta mendistribusikan barang atau jasa. Pada penelitian ini baik usaha budidaya ikan gurami maupun usaha budi)daya ikan nila, saluran distribusinya adalah dari produsenC petani ikan ke pengepul, agen, kemudian resto)ran dan yang terakhir kepada konsumen akhir. $aerah pemasaran untuk ikan gurami maupun ikan nila masih sedikit sekali untuk meraih pasar lokal. Untuk ikan gurami daerah pemasarannya meliputi wilayah #urabaya dan akarta. #edangkan pemasaran ikan nila meli) puti wilayah Pasuruan dan #olo.

menggunakan jerigen plastik karena ikan masih dalam keadaan hidup, sedangkan ikan nila sudah dalam keadaan mati sehingga dapat menggunakan box fiberglass atau styrofoam. #aat pengangkutan, kepadatan ikan sangat tergantung pada ukuran ikan, sistem pengangkutan dan lamanya pengangkutan. (pabila ikan terlalu padat akan menyebabkan ikan cepat rusak dan membusuk atau mati.

&spek 5inansial (spek &inansial sangat penting untuk diperhatikan, karena setiap kegiatan usaha selalu membutuhkan dana untuk menjalankan usaha &inansial. Pada usaha budidaya ikan gurami, modal tetapCin'estasi awal dalam pelaksanaan usaha merupakan modal sendiri rata - rata tiap usaha yaitu sekitar *p. /@.6/B.000. "odal tersebut meliputi kolam tanah, pompa air, ember serok, jaring. #edangkan modal tetap yang digunakan untuk usaha budidaya ikan nila juga berasal dari modal sendiri sebesar *p. 3/B.6/..000. Pembiayaan yang dimaksud terdiri dari biaya tetap dijumlah dengan biaya opera) sional per tahun yang selanjutnya disebut modal kerjaCtotal biaya. Usaha budidaya ikan gurami mempunyai total biaya sekitar *p.6B./31.06B, sedangkan untuk budidaya ikan nila sekitar *p. 50.6/1.436. %iaya tetap pada budidaya ikan gurami sebesar *p. 33..B/.3B0, dan untuk budidaya ikan nila biaya tetapnya sebesar *p. 46.4.B..36 per tahun. %iaya operasional per siklus produksi ikan gurami rata - rata tiap anggota kelompok tani "ina #ejahtera sebesar *p. 14.16@.1.4,B dan untuk satu tahun sebesar *p../.6B5.@4B. #edangkan usaha budidaya ikan nila menggunakan biaya 'ariabel sejumlah *p. /.5.3..00 per siklus produksi, dan dalam 3 tahun ada 33 siklus sehingga biaya 'ariable total selama 3 tahun adalah *p. B1./66..00. /0 &nalisis 5inansial yang meliputi penerimaan permodalan, dan analisis pembiayaan,

%ila ditinjau dari waktu pelaksanaan proyek suatu usaha, dalam menganalisis aspek &inansial dapat dibedakan menjadi analisis jangka pendek dan analisis jangka panjang. &nalisis Jangka Pendek (nalisis jangka pendek dalam suatu usaha dapat dihitung dari jangka waktu yang pendek yaitu sekali produksi dalam 3 tahun produksi. Komponen yang dihitung meliputi (*+,). Penerimaan dalam usaha budidaya ikan gurami dari perhitungan diperoleh nilai penerimaan rata - rata dari responden 3 dan 4 sebesar *p.345.3.0.000 per tahun. Kang diperoleh dari hasil kali produksi rata - rata yaitu 5.B// kg dengan harga ikan gurami *p. 3B.000Ckg. #edangkan pada usaha budidaya ikan nila diperoleh nilai penerimaan rata - rata tiap tahun sekitar *p. 360.300.000, dari hasil produksi per tahun 4/.100 kg dengan harga *p. 6.000Ckg. Keuntungan usaha atau hasil bersih adalah besarnya penerimaan setelah di kurangi dengan biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi, baik biaya tetap maupun biaya tidak tetap. Keuntungan kotor (+%S) untuk usaha budidaya ikan gurami pada kelompok tani "ina #ejahtera dan ikan nila pada "ina Nugroho masing - masing *p. B4.6/..@4B,) dan *p. 5@.1B..651. #edangkan keuntungan bersih (+(S) masing-masing adalah *p.B0.30@.B65,6B dan *p.5/.555.@/1,5B. penerimaanCpendapatan, keuntungan dan Return to "(uity #apital

Perhitungan nilai Return to "(uity #apital (*+,) juga dilakukan dengan 4 cara yaitu untuk pendapatan kotor (*+,+%S) dan *+, untuk pendapatan bersih setelah ;akat (*+,+(S). $ari hasil perhitungan diperoleh nilai *+,+%S per tahun untuk usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila masing- masing sekitar .6,B4 2 dan 305,/ 2. Untuk nilai *+,+(S masing- masing ./,01 2 dan 304,56 2. "aksud dari nilai - nilai tersebut adalah misalkan saja .6,B4 2 per tahun, artinya setiap modal usaha sebesar *p. 3 akan menghasilkan laba sebesar *p. .6,B4. $an nilai-nilai *+, tersebut lebih besar bila dibandingkan dengan suku bunga deposito yang dikeluarkan bulan (gustus 400B yakni sebesar 5,632, sehingga usaha tersebut dilanjutkan. &nalisis Jangka Panjang $alam menentukan kelayakan suatu usaha perlu dilakukan analisis jangka pan) jang yang meliputi Net Present Nalue (NPN), Net %C,, F** (Fnternal *ate o& *eturn), Payback Periode dan analisis sensiti'itas. a) Net Present 'alue (NPN) #etelah nilai Net Benefit (%-,) masing-masing didiskontokan pada ting)kat discount rate 3.2, selanjutnya nilai NPN dihitung dari total PN8% dikurangi total PN8, dan diperoleh nilai NPN dalam kondisi normal untuk usaha budidaya ikan gurami sebesar *p. 456.B03..B1. #edangkan usaha e) dapat dikatakan dan layak sangat untuk menguntungkan c)

budidaya ikan nila diperoleh nilai NPN sebesar *p. B30./44./@.. Nilai NPN tersebut lebih besar dari satu dan lebih besar dari in'es)tasi awal sehingga usaha tersebut me)nguntungkan dan layak untuk diteruskan. b) Net Benefit #ost Ratio (Net %C,) $ari hasil perhitungan pada kon) disi normal diperoleh nilai Net Benefit (%-,) untuk ikan gurami sebesar B,@3 dan untuk ikan nila sebesar 1,B. Nilai Net %C, tersebut lebih besar dari satu sehingga kedua usaha tersebut layak untuk dijalankan. &nternal Rate of Return (F**) $ari perhitungan diketahui nilai F** pada kondisi normal baik untuk usaha ikan gurami maupun usaha budidaya ikan nila lebih besar dari bunga pinjaman yang berlaku saat ini yaitu 3. 2. Nilai F** tersebut masing - masing adalah 34B,63 2 dan 6B,61 2. adi usaha tersebut layak untuk dijalankan. d) Paybac) Periode (PP) #etelah dilakukan perhitungan diperoleh nilai paybac) period (PP) untuk ikan gurami adalah 4,36 tahun dan untuk usaha ikan nila nilai PP adalah /,4B tahun yang mana kedua nilai PP tersebut lebih kecil dari PP maIimum yaitu .,4B tahun, sehingga dari segi pengembalian modal, usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila masih tetap layak untuk diusahakan. (nalisis *ensiti%itas

$i dalam analisis sensiti'itas ini digunakan beberapa asumsi perubahan kondisi usaha selama dijalankan yang be)rupa kenaikan biaya dan penurunan gross bene&it yang tujuannya untuk mengetahui bagaimana pengaruh usaha tersebut kepekaan atau suatu untuk mengetahui terhadap pro)yek

Penentuan

asumsi

+ross

Benefit turun 302 karena sejak terjadi banyak peristiwa yang ada di Fndonesia maupun baik bencana alam lainnya yang

mengakibatkan daya beli masyarakat terhadap komoditi ikan menurun, se) hingga penjualan usaha perikanan me)ngalami penurunan. $ari hasil perhi)tungan pada usaha budidaya ikan gurami didapat nilai NPN *p. 445././.35.,14 H Net %C, /,6 H F** @@,@6 2 dan PP 4,55 tahun. #edangkan pada usaha ikan nila didapat H nilai Net NPN %C, tersebut *p./14.0.B.35/ tahun. $ari

perubahan yang mungkin terjadi di masa mendatang. 3) (sumsi biaya naik sebesar 4B2 pada tahun 400B - 403/ (sumsi biaya naik 4B 2 dida) sarkan pada tahun 400B kondisi pere)konomian nasional yang masih belum sehingga Gasil normal karena besar pada banyak biaya usa)ha peristiwa yang terjadi di Fndonesia sebagian operasional mengalami kenaikan. perhitungan budidaya ikan gurami di)peroleh nilai NPN *p 433.503.54.H Net %C, /,1BH F** @4,@@2 dan Payback Periode 1,44 tahun. #edangkan untuk usaha ikan nila diperoleh Net nilai %C, NPN*p.//4.3B1.4.5H

4,@./B05 H F** .1,53 2 dan PP B,/ nilai-nilai ternyata baik usaha budidaya ikan gurami maupun ikan nila masih tetap layak untuk dijalankan. 1) (sumsi biaya naik 4B2 dan +ross Benefit turun 302 pada tahun 400B403/ Untuk melihat tingkat kepe) kaan dari usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila bila terjadi kemungkinan yang sangat buruk ditentukan asumsi dari gabungan antara biaya naik 4B2 dan +ross Benefit turun 302. $ari perhitungan diketahui untuk usaha budidaya ikan gurami mempunyai nilai NPN *p. 3B4.6./.1B@,@0 H Net %C, 1,3/ H F** ..,44 2 dan PP B,0/ tahun. #edangkan ikan nila mem)punyai nilai NPN *p. 1.1.6@B.@B. H Net

1,01164/555 H F** .B,/2 dan PP B,43 tahun. $ari nilai - nilai tersebut diketahui bahwa baik usaha budidaya ikan gurami maupun ikan nila masih tetap layak untuk dija) lankan meskipun terjadi in&lasi (kena)ikan) biaya 4B2 per tahun. 4) (sumsi +ross Benefit turun 302 pada tahun 400B - 403/

%C, 4,/@. H F** B1,4B 2 dan PP 6,3 tahun nilai ini melebihi kondisi Paybac) ikan nila Periode tidak maksimum, layak untuk sehingga secara perhitungan usaha dilanjutkan dalam kondisi biaya naik 4B2 dan bene&it turun 302. Nilai - nilai tersebut diatas yakni NPN, Net %C, ternyata lebih besar dari satu, F** lebih besar dari suku bunga pinjaman bank yaitu 3.2 dan Payback Periode lebih kecil dari Payback Periode maksimum, sehingga usaha tersebut masih tetap layak untuk dilanjutkan meskipun terjadi kenaikan biaya melebihi 4B2 dan +ross Benefit turun melebihi 302. "engacu pada nilai tersebut menun)jukkan sensiti'itas usaha ini cukup tinggi artinya usaha ini mempunyai toleransi cukup tinggi terhadap goncangan akibat biaya naik ataupun adi usaha pengurangan benefit (laba).

dari masing- masing &ungsi manajemen yang ada. $alam usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila telah menerapkan &ungsi peren)canaan meskipun masih sederhana. %aik dari persiapan teknis, peralatan, tenaga kerja, biaya, waktu pelaksanaan dan sebagainya mes)kipun tidak dibuat secara terstruktur. $i dalam usaha ini sudah dilakukan pembukuan meskipun masih sangat sederhana. Penentuan target waktu produksi budidaya ikan gurami adalah . bulan dan ikan nila adalah / bulan. Pada usaha budidaya ikan gurami dan ikan dengan meskipun nila sudah menerapkan &ungsi dan pengorga)nisasian. Gal ini dapat dilihat adanya pembagian tugas tanggung jawab yang jelas kepada pekerja, kadang-kadang melakukan kegiatan rangkap, karena jumlah tenaga kerja masih terbatas satu orang. %aik di dalam usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila dalam menggerakkan tenaga kerja masih belum ber&ungsi dengan baik karena tenaga kerja yang diambil masih memiliki hubungan keluarga dan tidak ada moti'asi yang khusus untuk semangat dalam bekerja. !etapi biasanya pemilik usaha akan membagi keuntungan yang merata sesuai dengan hasil pekerjaanCkegiatan. Pengawasan pada produk ikan gurami dilakukan untuk melihat apakah ikan ter) serang penyakit atau tidak. Namun untuk tenaga kerja tidak dilakukan pengawasan karena lebih mengandalkan tugasnya pada dan kepercayaan terhadap

budidaya ikan gurami dan ikan nila dilihat dari aspek &inansial masih tetap layak untuk tahun) tahun mendatang. &spek *anajemen (spek manajemen dan organisasi me) rupakan aspek yang sangat penting dianalisis untuk kelayakan suatu usaha. %aik menyang)kut sumberdaya manusia maupun dengan apabila rencana tujuan memenuhi perusahaan disu)sun perusahaan. secara sesuai !ujuan atau keseluruhan, haruslah

perusahaan akan lebih mudah tercapai kaidah-kaidah tahapan dalan proses manajemen. Proses manajemen atau kaidah ini akan tergambar

kesadaran dari pekerja sendiri. #edangkan untuk usaha budidaya ikan nila, pengawasan dilakukan pada kualitas ikan nila, kualitas air, pemasaran. $engan demikian dapat disimpulkan bahwa usaha ikan gurami dan ikan nila dalam pelaksanaan &ungsi manajemen hampir sesuaiCcukup baik. adi dari hipotesa bahwa pelaksanaa &ungsi manajemen pada usaha tersebut pada sudah baik diterima, kurang meskipun sempurna. &spek Kelembagaan Kelembagaan yang ada didalam usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila yaitu lembaga penyedia sarana produksi, lembaga penyedia dana, lembaga pemasaran, dan lembaga penyuluhan. Untuk memperoleh sarana produksi koperasi sangat berperan dalam hal ini adalah koperasi "ina #ejahtera relasi nila yang dalam dalam mempunyai kegiatan beberapa ikan kenyataannya

:embaga pemasaran adalah badan badan hukum atau perorangan yang meng) gerakkan arus barang dari produsen kepada konsumen. :embaga pemasaran didalam usaha budidaya ikan gurami adalah pedagang pengepul lokal yang datang langsung ke tempat budidaya ikan gurami pada saat pemanenan, dari pedangang pengepul, ikan gurami ukuran konsumsi diantar ke restoran dan agen. #edangkan lembaga pemasaran pada kelompok tani "ina Nugroho adalah agen, dari agen langsung kepada restoranC pasar dan akhirnya kepada konsumen. :embaga penyuluhan yang berperan dalam hal ini adalah pemerintah yaitu sub dinas perikanan Kabupaten Nganjuk di bawah naungan dinas kehewanan Kabupa) ten Nganjuk. #ub dinas perikanan Nganjuk biasanya memberikan penyuluhan satu bulan sekali pada awal bulan kepada para petani ikan melalui kelompok tani "ina #ejahtera untuk usaha ikan gurami dan "ina Nugroho untuk ikan nila. &spek +ukum Untuk memulai studi kelayakan suatu usaha pada umumnya dimulai dari aspek hukum, walaupun banyak pula yang melakukan dari aspek lain. !ujuan dari aspek hukum adalah untuk meneliti keabsahan, kesempurnaan dan keaslian dari dokumen - dokumen yang dimiliki. $okumen keabsahannya, yang perlu diteliti dan kesempurnaan

penyediaan sarana tersebut. #edangkan budidaya penyediaan sarana produksi selain dari koperasi "ina Nugroho juga mempunyai hubungan kerjaCkemitraan dengan pabrik pakan ,harun ,hokan yang ada di #idoarjo, sedangkan benih disediakan oleh koperasi "ina aya sebagai koperasi sekunder. Usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila modal berasal dari modal sendiri. Karena pemilik usaha tersebut tergolong didalam kelompok tani, mereka mendapatkan ban)tuan modal yang biasanya disebut dengan penguatan modal dari pemerintah.

keasliannya meliputi badan hukum, i;in i;in yang dimiliki, serti&ikat tanah atau

dokumen

lainnya

yang

mendukung

umur, jenis kelamin, tingkat pekerjaan dan pendidikan, perubahan tingkat pendapatan penduduk, perubahan komposisi tenaga kerja baik tingkat partisi)pasi angkatan kerja maupun tingkat pengang)guran. &spek )ingkungan (&*1&)) Komponen lingkungan hidup yang akan berubah secara mendasar dan penting bagi masyarakat disekitar tempat rencana usaha adalah kepemilikan dan penguasaan lahan, kesempatan kerja dan usaha, tara& hidup masyarakat dan kesehatan masyarakat. Karena air yang digunakan adalah air sungai dan air tanah yang bila digunakan secara berlebihan maka disekitar lokasi usaha menjadi berkurang dan akhirnya mengering. Karena budidaya ikan gurami dan ikan nila yang biasanya terbuka dan tidak ada pagar pengaman, cenderung mengundang tindakan kriminal seperti pencurian ikan oleh orang - orang iseng. Gal ini juga disebabkan oleh adanya kesenjangan sekitar. (dapun alternati& penyelesaian yang dapat dilakukan adalah memasang &ilterC saringan air agar air yang keluar dari pembu)angan sudah bersih dan sehat, membuat saluran pembuangan yang teratur ke daerah tertentu sehingga tidak menganggu akti&itas masyarakat sekitar lokasi usaha, memberikan obat untuk menetralisir air yang tercemar seperti bahan - bahan kimia yang dapat me)matikan makhluk memberi yang mengkonsumsinya kepada dan yang sedekahC;akat sosial antara masyarakat

kegiatan usaha tesebut. Namun para petani ikan tersebut berada didalam sebuah lembaga koperasi. $an masing - masing petani ikan tersebut belum mempunyai #urat F;in Usaha Perdagangan (#FUP), karena surat i;in ter) sebut hanya diwajibkan kepada perusahaan - perusahaan yang besar. adi kepemilikan usaha budidaya ikan tersebut belum mempunyai #FUP sehingga dari aspek hukum usaha tersebut belum layakCbelum diakui secara legal. &spek 'osial $konomi $ari hasil penelitian diketahui bahwa usaha budidaya ikan gurami maupun ikan nila secara sosial, ekonomi dan budaya membawa dampak positi& bagi masyarakat sekitar. Perubahan tersebut meliputi pen) dapatan, hubungan sosial, akti&itas lalu lintas, jalur komunikasi, tingkat keamanan, perilaku masyarakat dan adat istiadat. %eberapa peru)bahan secara sosial, ekonomi dan ling)kungan meliputi : arus lalu lintas semakin ramai di daerah sekitar usaha, penerangan jalan yang semakin banyak, pekerja tidak tetap diambil dari masyarakat sekitar sehing)ga membantu pemerintah mengurangi pe)ngangguran, komunikasi semakin lancar karena adanya alat komunikasi seperti tele)pon, tersedianya sarana dan prasarana seper)ti pembangunan jalan, jembatan, listrik, tele) pon dan sebagainya. $ampak diantaranya struktur sosial adalah yang timbul perubahan kelompok adanya menurut

penduduk

membutuhkan yang ada di sekitar lokasi usaha, sehingga mereka merasa diperhatikan dan ada rasa hormat kepada pemilik usaha yang selanjutnya tidak melakukan pencurian dan tindakan kriminal lainnya. Pengembangan Usaha Perikanan Pada usaha budidaya ikan gurami yang ada di "ina #ejahtera belum ada pengem)bangan namun usaha secara spesi&ik, masing-masing anggotaCpemilik

produksi oleh setiap pelaku agribisnis, sehingga kemitraan yang adil, saling menunjang dan saling menguntungkan antara petani ikan kecil dengan pengusaha ikan yang sudah besar benar-benar terwujud. Namun pengembangan usaha koperasi perikanan sangat tergantung oleh peran serta anggota koperasi perikanan serta pemerintah dengan sistem agribisnis terpadu. (gribisnis terpadu yang dimaksud adalah usaha gabu)ngan yang terdiri dari penyediaan budidaya, sarana pemberian produksi, kredit, proses simpan)

usaha sudah mulai mengembangkan usaha perikanannya dengan komoditi lain yaitu budidaya ikan bawal air tawar yang sekarang ini ikan tersebut meru)pakan komoditi baru yang diharapkan dapat membantu dalam peningkatan pendapatan. %udidaya ikan nila yang ada di kelom)pok tani "ina Nugroho merupakan salah satu usaha pengembangan, yang sebelumnya komoditi utamanya adalah ikan lele. $an sekarang ini komoditi lain yang sedang dibudidayakan baik pembenihan maupun pembesaran adalah ikan gurami, ikan mas, ikan bawal air tawar, dan ikan patin. %udidaya ikan nila juga dilakukan di sungai dengan metode keramba. #elain itu ada usaha pema)saranCjual)beli ikan segar seperti ikan ban)deng, wader, gabus dan udang yang dilakukan di kios pemasaran yang ada di samping koperasi "ina Nugroho. Koperasi strategi terutama yang manajemen perikanan e&ekti& dan merupakan rangka pemasaran, kesejahteraan dalam

pinjam, pengelolaan dana sosial, serta usaha pemasaran dari hasil produksi yang berupa benih dan ikan ukuran konsumsi serta ikan yang dalam bentuk olahan (&illet, bakso, nugget, tepung ikan dan (KU$ sistem untuk sebagainya). Peran "ina) mendukung produksi. koperasi untuk dan perikanan adalah menggabungkan,

memperlancar

produksi, pengo)lahan dan pemasaran hasil #elan)jutnya pengembangan produk dan manajemen yang lebih e&ekti&, koperasi per)ikanan dengan peran serta pemerintah dalam hal ini adalah dinas perikanan melakukan pelatihan dan penyuluhan kepada pelaku agri)bisnis terutama petani ikan sebagai produsen, budidaya, baik. 5aktor = 5aktor >ang *empengaruhi Usaha Budidaya Perikanan baik mengenai teknologi maupun kewira)usahan

manajemen pengelolaan usaha yang lebih

pro)duksi

meningkat)kan

petani ikan dengan terdis)tribusinya hasil

#etiap usaha pasti mempunyai &aktor&aktor yang mempengaruhi jalannya usaha, baik itu yang menghambat maupun yang memperlancar usaha tersebut. 7aktor pen) dukung merupakan &aktor-&aktor yang dapat memperlancar kegiatan budidaya ikan gurami dan ikan nila, diantaranya adalah : 3. Pemeliharaan ikan gurami dan ikan nila relati& lebih mudah. 4. Kondisi perairan dan lingkungan usaha yang sesuai dengan habitat ikan. 1. #umber air dekat dengan lokasi usaha. /. !ersedianya sumber daya alam dan sumber daya manusia. B. Garga jual ikan gurami dan ikan nila yang relati& tinggi. .. (danya lahan yang belum terman&aatkan dan sangat baik bila digunakan untuk usa)ha budidaya, sehingga bila lahan tersebut keluarga. 6. (danya teknologi budidaya ikan yang lebih e&ekti& dan lebih e&isien. 5. $engan semakin meningkatnya jumlah penduduk, maka permintaan ikan juga semakin meningkat. @. (danya dukungan dari pemerintah Kabupaten Nganjuk. 30. Usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila dalam pemasarannya mempunyai jaringan distribusi yang mantap di daerah tertentu. 33. "empunyai organisasi dan kelompok kerja yang akti& dan produkti&. diolah dengan baik akan membantu meningkatkan pendapatan

34. "empunyai

kemampuan

untuk

mempro)duksi ikan dengan ukuran yang sesuai dengan permintaan konsumen. 31. "empunyai kemampuan dalam membe)rikan kesejahteraan yang relati& memadai bagi karyawan dan keluarga. 3/. "empunyai tenaga kerja yang cukup berpengalaman budidaya. %eberapa &aktor yang menjadi dari segi teknis

hambatan dalam usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila, diantaranya adalah : 3. Peralatan pengontrolan kualitas air yang masih kurang. 4. %elum adanya tenaga ahli khususnya di bidang perikanan yang membantu dalam pelaksanaan usaha. 1. Pertumbuhan ikan gurami dan ikan nila yang relati& lambat, sehingga membutuhkan waktu berbulan - bulan untuk sampai pada tahap pemasaran. /. !ingginya biaya produksi dalam kegiatan usaha budidaya ikan. B. Pemasaran ikan yang jauh keluar kota, sehingga mempengaruhi kualitas ikan dan bahkan ikan mudah stress diperjalanan dan akhirnya banyak yang mati sehingga kesegaran ikan tidak tahan lama. .. *endahnya minat penduduk lokal dalam mengkonsumsi ikan gurami, sehingga pema)saran untuk daerah lokal masih rendah. 6. "anajemen pengelolaan masih sederhana. 5. (danya persaingan dengan komoditi per) ikanan dan pengusaha perikanan lainnya. @. Kemungkinan berdirinya usaha baru dengan teknologi yang lebih baik.

30. $alam jangka waktu panjang belum dapat memenuhi kenaikan permintaan. 33. Kurang adanya kepercayaan dari penyedia dana baik in'estor maupun bank terhadap usaha budidaya perikanan karena adanya resiko ketidakpastian yang tinggi, sehingga petani ikan kesulitan dalam memperoleh dana dalam upaya pengembangan usahanya. 34. %elum mantapnya pola perencanaan dan pembinaan tenaga kerja yang dapat memenuhi perkembangan usaha. (encana Usaha (Business Plan) #etiap usaha (bisnis) membutuhkan ren) cana bisnis (Business Plans) terutama bisnis baru dan bisnis yang mengharapkan perubahan atau pertumbuhan yang signi&ikan dalam waktu dekat. $alam teori, rencana bisnis akan memberikan arahan strategis bagi keberlang)sungan akti'itas usaha (bisnis) yakni dengan menuliskanC mendeskripsikan tujuan dan cara mencapainya, yang kemudian mengikuti renca)na yang telah ditulis untuk mencapai target. %erikut ini rencana usaha

merencanakan rencana usaha.

serta

mempresentasikan

AperasionalCrealisasi dari rencana usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila adalah untuk memenuhi peluang pasar dalam jangka waktu 30 tahun mendatang, untuk ikan gurami sebesar 450,63 ton dan ikan nila sebesar 3./66,/1 ton. #ehingga untuk usaha budidaya ikan gurami diperlukan lahan seluas 4@.@6@,5B m4, tenaga kerja 145 orang dan laba yang akan diperoleh sekitar *p. 3../1.B@/.351, ;akat sebesar *p. 5..B0/.@B6. (pabila besarnya ;akat untuk masing masing orang (yang berhak menerima) sama dengan U"* yang berlaku di Kabupaten Nganjuk sebesar *p. 1B/.000, maka penerima ;akat tersebut sekitar 40 orang. $emikian juga dengan budidaya ikan nila untuk memenuhi peluang pasar sebesar 3./66,/1 ton, diperlukan lahan ..3@3,. m4, tenaga kerja /.136 orang, laba yang diperoleh *p. B.3.3.434.5B4, ;akat sebesar *p. 463../4.654, dengan pene)rima ;akat sekitar ./ orang. 30 K$'I*PU)&N 1&N '&(&N Kesimpulan $ari penelitian ini dapat disimpulkan beberapa hal, diantaranya adalah : 3. Kelayakan usaha baik usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila dilihat dari H (spek pasar masih cukup luas dilihat dari peluang pasarnya. Untuk ikan gurami sebesar 450,63 ton dan untuk ikan nila sebesar masih 3/66,/1 lebih ton. besar Permintaan tahun

pengembangan budidaya ikan gurami dan ikan nila yang diharapkan dapat terlaksana di Kabupaten Nganjuk, dalam rangka meman&aatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di wilayah tersebut agar lebih optimal. Namun masih banyak kendala yang dihadapi oleh pengusaha, kususnya para calon pengusaha kecil dan menengah kendala dalam tersebut mewujudkan tampak dan dalam melaksanakan usahanya tersebut. #alah satu

dibandingkan penawaran, karena tiap permintaan selalu meningkat.

Gingga akhir tahun 403/ permintaan ikan sebesar 41.0@/.314,50 ton, sedangkan penawaran 31.4//..00 ton. (spek teknis usaha budidaya meng)gunakan (madya). (spek &inansial sudah layak dalam pelaksa)naannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Karena setiap memberikan keun)tungan sistem ikan ikan nasional

<ajib Pajak (NP<P), F;in "endirikan %angunan dari (spek cukup lembaga kantor (F"%) tetapi hanya Perikanan tersebut peran produksi, mempunyai surat pengakuan terda&tar #ub)$inas usaha adanya sarana Kabupaten Nganjuk. kelembagaan bagus karena penyedia

gurami dan usaha budidaya ikan nila semi)intensi&

lembaga penyu)luhan meskipun dari lembaga penyedia dana masih belum ada perhatian lebih. (spek sosial ekonomi cukup baik, karena sehingga dapat memberikan membantu lapangan dalam pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar, dapat peningkatan pen)dapatan penduduk dan membantu peme)rintah dalam upaya mengurangi jumlah pengangguran. (spek lingkungan pada usaha budidaya ikan ini memberikan dampak positi& karena usaha budidaya ikan tidak meng) hasilkan limbah yang terlalu berbahaya bagi lingkungan baik perairan maupun kesehatan dari masyarakat sekitar lokasi usaha. %ahkan kotoran ikan dapat digu) nakan untuk pupuk bagi tanaman padi yang ada disekitar kolam. 4. Pengembangan Usaha Perikanan Untuk peningkatan hasil produksi dan peningkatan pengembangan diperluas pendapatan usaha keluarga, lebih jaringan masyarakat dan pemerintah daerah, maka budidaya dengan perluasan

tahunnya yaitu keuntungan bersih (+(S) sebesar *p. B0.30@.365,6B dan ikan nila sekitar *p. 5/.555.@/1,5B. Nilai *+, masing - masing sebesar ./,01 2 dan 304,56 2 yang lebih besar dari suku bunga deposito bank sebesar 5,63 2. #edangkan pada analisis jangka panjang dengan menggunakan discount rate sebesar 3.2 per tahun selama 30 tahun masing - masing untuk ikan gurami dan ikan nila diperoleh NPN sebesar *p. 456.B03..B1 dan *p. B30,/44,/@., Net %C, ratio sebesar B,@3 dan 1,B, F** sebesar 34B,63 2 dan 6B,61 2, Payback Periode 4,36 tahun dan /,4B tahun yang lebih kecil dari Payback Periode maksi) mum yakni .,4B tahun, sehingga berda) sarkan nilai tersebut usaha ini layak. Penerapan aspek manajemen dari &ungsi perencanaan, pengorganisasi, pergerakan dan pengendalian cukup baik meskipun masih sederhana. $ari aspek hukum, usaha tersebut belum mempunyai #urat F;in Usaha Perdagangan (#FUP), Nomor Pengguna

pemasaran, peningkatan metode budidaya yang lebih e&ekti& dan e&isien dengan sistem budidaya intensi&, perbaikan manajemen usaha dan sumberdaya manusia,

pengembangan

kelembagaan

dengan

Perlu dilakukan penelitian yang sama terhadap budidaya ikan lele, ikan bawal air tawar, dan ikan unggulan lainnya yang ada di Kabupaten Nganjuk. Para pengelola usaha perlu membuat pembukuan keuangan yang lebih baik, agar dapat digunakan sebagai acuan dalam perbaikan usahanya. Perlu adanya penelitian lebih lanjut

menjalin mitra kerja melalui koperasi, pelegalan usaha dan pengelolaan dana sosial baik ;akat atau sedekah kepada masyarakat sekitar lokasi usaha. 1. *encana Usaha (%usiness Plan) $alam upaya peman&aatan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang lebih optimal dibuatlah rencana usaha budidaya perikanan melalui perluasan daerah budidaya dengan meman&aatkan usaha skala rumah tangga di wilayah Kabupaten Nganjuk baik jangka pendek maupun jangka panjang. Usaha budidaya ikan gurami dengan luas lahan keluarga rata)rata @34,B m4 pada 30 tahun mendatang akan menghasilkan pro)duksi 3B.33B.14B,5@ ton. #edangkan budidaya ikan nila dengan rata-rata luas lahan keluarga @@0 m , akan dibuat rencana usaha 30 tahun mendatang 1@..4B,364 ton. Untuk memenuhi permintaan pasar ikan gurami 450,63 ton dan 3./66,/1 ton ikan nila dalam 30 tahun mendatang, masing-masing dibutuhkan
4 4

tentang kualitas air, teknik budidaya yang lebih e&ekti& dan e&isien, serta teknologi pengolahan ikan air tawar, sehingga menunjang kemajuan usaha dan dapat meningkatkan jumlah pendapatan. Perlu adanya penambahan dan penguatan danaCmodal bagi kelompok tani dan me) nge&ekti&kan dana tersebut untuk pe) ngembangan %udi)daya itu sendiri. $alam pelaksanaan rencana usaha baik pengembangan, perbaikan maupun usaha baru perlu didampingi oleh tenaga ahli budidaya perikanan. Perlu adanya perhatianCrespon yang lebih lebih serius lagi dari pemerintah khusus)nya sektor perikanan, dengan dan yang perbaikan disertai usaha. dengan

pemantauan oleh pihak penyedia dana

tena)ga kerja 145 orang dan /.136 orang dengan lahan seluas 4@.@6@,5B m
4

dan

..3@3,. m . :aba yang akan diperoleh *p. 3../1.B@/.351 dan *p. B.3.3.434.5B4. 'aran (gar usaha perikanan khususnya yang ada di wilayah Kabupaten Nganjuk dapat berkesinambungan dan terwujudnya usaha pengoptimalan dalam peman&aatan potensi wilayah yang ada, maka ada beberapa saran dari peneliti diantaranya adalah :

membe)rikan pembinaan tidak hanya kepada kelompok tani saja yang telah masih menda&tar banyaknya mengingat

kelompok pemula yang

belum tertangani. Perlu adanya e'aluasi setiap akhir tahun terhadap program pemerintah, baik hasil

penyuluhan, pembinaan, penguatan mo) dal, apa sudah e&ekti& dan e&isien. $inas perikanan perlu berdiri sendiri, sehingga diharapkan dapat lebih intensi& dalam secara menangani merata di usaha seluruh perikanan wilayah

Kusbandi :iyanti, #urjatin dan Loid (. 4001. Usaha Pembesaran Fkan Nila (Oreochromis niloticus) dan Kontribu)sinya !erhadap Pendapatan Keluarga $i $esa %anjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten "alang. :aporan #kripsi #osial +konomi Perikanan. Uni'ersitas %rawijaya. "alang. "urtidjo %ambang (. 4003. %eberapa "etode Pembenihan Fkan (ir !awar. Kanisius. Kogyakarta. Prihartono *. +ko. 400/. Permasalahan 8urami dan #olusinya. Penebar #wadaya. akarta. Primyastanto ". 4001. +'aluasi Proyek $ari !eori Ke Praktek (#tudi Pembesaran Fkan 8urame). P!. $anar <ijaya %rawijaya Uni'ersity Press. "alang. Pudjosumarto ". 3@@4. +'aluasi Proyek ,raian *ing)at dan *oal -a$ab. :iberty. Kogyakarta. *ahardi 7, Kristiawati * dan Na;aruddin. 4000. (gribisnis Perikanan. Penebar #wadaya. akarta. *ahmawati 7arida, Fsmadi dan Primyastanto ". 4001. (plikasi +'aluasi Proyek Pada Usaha pembesaran 8urami (Osphrone.mus gouramy) $i ,N. #umber "akmur $esa Karang $agangan Kecamatan %andar Kedung "ulya kabupaten ombang awa !imur. :aporan #kripsi #osial +konomi Perikanan. Uni'ersitas %rawijaya. "alang. !idak diterbitkan. *iyanto %ambang. 3@@B. $asar - $asar Pembe) lanjaan Perusahaan. Kayasan %adan Penerbit 8ajah "ada Press. Kogyakarta. #ingarimbun " dan +&endi #. 3@@B. "etodologi Penelitian #ur'ey. :P1+. akarta. #urakhmad <. 3@65. $asar dan !ehnik *esearch. Pengantar "etodologi Flmiah. Pener)bit !arsito. %andung. #urakhmad <. 3@5B. Pengantar Penelitian Flmiah. Penerbit !arsito. %andung #uratman. 4003. #tudi Kelayakan Proyek, !eknik dan Prosedur Penyusunan

Kabupaten Nganjuk.

$(7!(* PU#!(K(
(l Lur=an. 3@5@. (l Lur=an dan !erjemahannya. $epartemen (gama *epublik Fndonesia. ,N. !oha Putra. #emarang. (nonymous. 400/. Penyusunan Pro&il Fn'estasi Komoditi Unggulan !epung Fkan $i awa !imur. %adan Penanaman "odal Propinsi awa !imur dan :embaga Pengabdian Kepada "asyarakat. Uni'ersitas %rawijaya. "alang. ,ahyono %ambang. 4000. %udidaya Fkan (ir !awar (Fkan 8urame, Fkan Nila dan Fkan "as). Kanisius. Kogyakarta. ,ahyono %ambang. 4003. %udidaya Fkan $i Perairan Umum. Kanisius. Kogyakarta. Gasan ". F9bal. 4004. Pokok - Pokok "ateri "etodologi Penelitian dan (plikasi) nya. 8halia Fndonesia ((nggota FK(PF). Kogyakarta. Gasibuan "alayu. 4001. "anajemen ($asar, Pengertian dan "asalah). %umi (ksara. akarta. Kasmir dan ak&ar. 4001. #tudi Kelayakan %isnis. Prenada "edia - Kencana. %ogor. Kumalasanti Fnneke, #urjatin dan Primyastanto ". 3@@@. (nalisis +'aluasi proyek Usaha Fkan 8urami (Osphronemus gourami) di ,N. #emi $esa Kecubung Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk awa !imur. #kripsi. Uni'ersitas %rawijaya "alang. !idak diterbitkan.

:aporan +disi F. Kogyakarta.

:earning.

#uyanto #.*. 400/. Nila. P! Penebar #wadaya. akarta #wasta %. dan #ukotjo. 3@@6. Pengantar %isnis "odern. :iberti. Kogyakarta. <idodo #lamet, Prayogo *. F dan auhari (l&an. 4004. Perencanaan #trategi Pengem) bangan !empat Pelelangan Fkan %ron)dong #ebagai Upaya Aptimalisasi &ungsi $i PPN %rondong :amongan awa !imur. :aporan #kripsi Peman&a)atan

#umberdaya Perairan. Uni'ersitas %rawijaya. "alang. !idak diterbitkan. <inarta. 4001. #tudi (gribisnis Fkan 8urami (Osphronemus gouramy lac) di Kabupaten %litar. #kripsi #osial +konomi Perikanan Uni'ersitas %rawijaya. "alang. !idak diterbitkan. (http:CCwww.markplusnco.comCdiscussion'iew.p hpDtidE4@@ http:CCwww.nganjukwarintek.go.idCinaCmainteng ah.phpDidE3

:ampiran 3

Potensi perikanan air tawarCpeluang usaha

Perencanaan usaha untuk luas wilayah perairan darat Kabupaten Nganjuk (kecuali pemukiman) 3..3/.465.000 m4 %udidaya gurami (luas lahan @34 m4 Crumah tangga) %udidaya nila (luas lahan @@0 m4 Crumah tangga)

(spek Pasar

(spek !eknis

(spek 7inansial

(spek "anajemen

(spek Gukum

(spek Kelembagaan

(spek #osial +konomi

(spek :ingkungan

30 tahun : 8urami : 450,63ton Nila:3./66,/1 ton Pasar ekspor

%udidaya intensi&, penambahan sarana produksi, pengolahan

30 thn : Fkan gurami laba *p. 3../1.B@/.351 Fkan nila laba *p. B.3.3.434.5B4

Penerapan &ungsi PA(, yang lebih e&ekti&

Pelegalan usaha #FUP, NP<P, F"% dsb.

+&ekti&itas dan e&isiensi lembaga keuangan, penyuluhan dan lembaga terkait serta hubungan kemitraan kerja

Pemerataan ;akat bagi &akir miskin dan yang berhak menerimanya

Pelestarian lingkungan, peman&aatan limbah ikan

8ambar 5. %agan rencana pengembangan usaha budidaya ikan gurami dan ikan nila di Kabupaten Nganjuk

P+*+N,(N((N U#(G( (B,*&N"** P!/N) P+N8+"%(N8(N %U$F$(K( FK(N 8U*("F (Osphronemus gouramy) $(N FK(N NF:( (Oreochromis niloticus) $F K(%UP(!+N N8(N UK P*APFN#F (<( !F"U*

(rtikel #kripsi #ebagai #alah #atu #yarat Untuk "emperoleh 8elar #arjana Perikanan di 7akultas Perikanan Uni'ersitas %rawijaya "alang

Aleh : NUNFK F#!FKG(*AG NF". 03305/004@

"engetahui, Ketua urusan

"enyetujui, $osen Pembimbing F

( Fr. (bdul Loid, "# ) !anggal :

( Fr. #urjatin !anggal :

$osen Pembimbing FF

(Fr. "imit Primyastanto, "P) !anggal :

P$($N-&N&&N U'&+& (BUSINESS PLAN) P$NG$*B&NG&N BU1I1&>& IK&N GU(&*I (Osphronemus gouramy) 1&N IK&N NI)& (Oreochromis niloticus) 1I K&BUP&!$N NG&NJUK P(2PIN'I J&.& !I*U(

&(!IK$) 'K(IP'I '2'I&) $K2N2*I P$(IK&N&N

2)$+ , NUNIK I'!IK+&(2+ NI*0 <//<:6<<3;

UNI?$('I!&' B(&.IJ&>& 5&KU)!&' P$(IK&N&N *&)&NG

3<<7