Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Di dalam sel pada sitoplasma terdapat membrane yang berbentuk pembuluh, gelembung atau vakuola dan rongga rongga pipih yang saling berhubungan yang disebut reticulum Endoplasma. Reticulum endoplasama merupakan organel yang tidak statis dan dapat dianggap sebagai salah satu komponen dari suatu sistem dinamik yang mempunyai hubungan dengan membrane plasma dan membran luar selaput inti. Sedangkan organel organel lain tidak mempunyai hubungan langsung tapi dapat terjadi interaksi secara langsung atau tidak langsung. Reticulum endoplasma mempunyai fungsi dalam berbagai sintesis, dapat ditemukan pada sel eukariotik dan memiliki struktur yang menyerupai kantung berlapis-lapis. Kantung ini disebut cisternae. Fungsi retikulum endoplasma bervariasi, tergantung pada jenisnya. Retikulum Endoplasma (RE) merupakan labirin membran yang demikian banyak sehingga retikulum endoplasma meliputi separuh lebih dari total membran dalam sel-sel eukariotik. (kata endoplasmik berarti di dalam sitoplasma dan retikulum diturunkan dari bahasa latin yang berarti jaringan). Pada bagian bagian Retikulum endoplasma tertentu terdapat ribuan ribosom. Ribosom merupakan tempat dimana proses pembentukan protein terjadi didalam sel. Bagian ini di sebut Retikulum Endoplasma

Kasar atau REK ( Rough endoplasmic reticulum ) yang mengisolir dan membawa protein tersebut kebagian lainnya. Sedangkan reticulum endoplasma yang tidak diselimuti oleh ribosom disebutRetikulum Endoplasma Halus atau REH ( smooth endoplasmic reticulum ) untuk membentuk lemak dan steroid. Berdasarkan latar belakang diatas, dapat ditarik pembahasan tentang Retikulum Endoplasma secara lebih terperinci.

B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana morfologi dari retikulum endoplasma? 2. Apa saja enzim yang terdapat pada retikulum endoplasma? 3. Apakah fungsi dari retikulum endoplasma? 4. Bagaimana hubungan antara retikulum endoplasma kasar dan retikulum endoplsma halus? 5. Bagaimana proses segregasi protein pada retikulum endoplasma?

C. Tujuan 1. Untuk mengetahui morfologi dari retikulum endoplasma. 2. Untuk mengetahui enzim-enzim yang terdapat pada retikulum endoplasma. 3. Untuk mengetahui fungsi dari retikulm endoplasma. 4. Untuk mengetahui hubungan antara retikulum endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus. 5. Untuk mengetahui proses segregasi protein pada retikulum

endoplasma.

BAB II PEMBAHASAN A. Morfologi Retikulum Endoplasma Retikulum Endoplasma ditemukan oleh Porter dkk pada tahun 1945. Organela tersebut merupakan bangunan yang berbentuk ruanganruangan yang berdinding membran dan saling berhubungan membentuk sebagai anyaman.(Subowo,1986) Masing-masing ruangan mempunyai bentuk dan besar yang berbeda.berdasarakan bentuk dan besarnya ruangan dapat dibedakan tiga jenis : 1. Sisterna, berbentuk ruangan gepeng, yang terkadang tersusun berlapislapis dan saling berhubungan. 2. Tubuler, berbentuk sebagai pipa-pipa kecil. 3. Vesikuler, berbentuk sebagai gelembung-gelembung yang terlepas. Retikulum Endoplasma dibedakan meenjadi Retikulum

Endoplasma halus dan Retikulum Endoplasma kasar.


Retikulum Endoplasma Kasar

Retikulum Endoplasma Halus

Gambar Retikulum endoplasma (Saefudin,2008)

Gambar : Retikulum endoplasma (RE) kasar dan RE halus

Retikulum Endoplasma Kasar

Retikulum endoplasma kasar sangat berkembang dalam sel-sel yang menghasilkan protein untuk diekspor keluar sel. Misalnya pada sel-sel pankreas yang menghasilkan enzim pankreas., REK berkembang dalam bentuk tumpukan kantong-kantong pipih ( sisterna). Ruangan dari REK sangat sempit karena kedua membrannya hampir berhimpit. Ruangan ini akan berkembang apabila sel-sel aktif mensintesa protein . Ciri yang penting dari REK adalah adanya ribosom yang menempel pada permukaan sitoplasma membran RE. Pada membran REK ditemukan dua macam molekul glikoprotein transmembran yaitu riboforim I dan II yang tidak ditemukan pada REH. Diduga riboforim berperan sebagai perantara perlekatan ribosom dengan membran RE. (Istanti, Annie. 1999)

Gambar Struktur retikulum endoplasma kasar

Retikulum Endoplasma Halus

Morfologi REH berbeda dengan REK, meskipun keduanya merupakan sistem yang berkesinambungan. Pada sel hati REH berupa pembuluh halus yang membentuk anyaman, dan menempati sebagian besar sitoplasma. Sebetulnya sebagian besar sel tidak memiliki REH murni, sebagai gantinya RE yang sebagian kasar dan sebagian halus. Daerah ini disebut daerah peralihan, sebab dari daerah ini akan dibentuk vesikel-vesikel kecil yang berisi protein untuk dibawa ke AG.

REH sangat berkembang pada sel yang berfungsi untuk metabolisme lipida, misalnya sel yang mensintesis hormon steroid. Sel otot mempunyai organel yang sama dengan REH disebut retikulo sarkoplasma.

B. Enzim pada Retikulum Endoplasma Hasil analisis kimia membran retikulum endoplasma terdapat enzim-enzim dan rantai molekul-molekul pembawa elektron. Enzimenzim itu antara lain hidrolase terutama glukosa 6-fruktosa dan nukleosida fusfotase, enzim-enzim yang berperan dalam metabolisme asam lemak, sintesis fospolipid dan steroid, glikosiltransferase yang berperan sebagi katalisator dalam sintesis glikolipid dan glikoprotein. Selain itu terdapat dua rantai pengangkut elektron yaiu sitokrom P450 dan sitokrom b5 . tampak disini enzim RE sangat heterogen namun demikian enzim terbanyak yang dijumpai di membran RE adalah glukosa-6-fusfotase. Berkaitan dengan sintesis glokoprotein dan glikolipid, hasil isoslasi membran RE kasar ternyata hanya mengandung grup-grup protein. Beberapa diantaranya dalah protein integral pada membran ynag berhubungan dengan mekanisme pengepakan melalui rute baru sintesis protein yaitu masuk atau melalui membran RE. Beberapa grup protein lain dalam membran RE mengandung enzim yang terikat pada membran. Hal ini merupakan langkah penginisiasi dalam penambahan grup glukosa untuk menghasilkan glikoprotein dan glikolipid. Banyaknya enzim hidroksilase dalam membran RE menyebabkan hidroksilasi. Hidroksilasi yang terjadi pada membran sel RE sebanding dengan kemampuan sel dalam fungsi anabolik dan protektif. Dalam kaitannya dengan fungsi anabolik dan protektf membran RE mampu mengubah zat toksik menjadi lebih hidrofil sehingga menjadi lebih mudah disekresikan. Enzim-enzim dalam RE mempunyai induktor untuk

pengaktifannya. Induktor itu antara lain adalah 3-metil kolantrene, anaftofalfon, fenobarbital, dan dioxin (2-3-7-8tetrakioro dibenzo-p-

dioxin). Contoh mekanisme induksi yang dilakukan zat-zat tersebut pada enzim RE adalah sebagai berikut: jika fenobarbital diberikan maka aktivitas enzim pada RE kasar akan berubah. Aktivitas sitokrom p450 reduktase akab meingkat demikian juga dengan sitokrom B5 juga meningkat meskipun sedikit. Sementara itu akrivotas glukosa-6-fosfatase, ATPase, dan NADH sitokrom B5 reduktase aktivitasnya justru akan meurun.

C. Fungsi Retikulum Endoplasma Di permukaan RE kasar, terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom. Ribosom ini berperan dalam sintesis protein. Maka, fungsi utama RE kasar adalah sebagai tempat sintesis protein. RE halus Berbeda dari RE kasar, RE halus tidak memiliki bintik-bintik ribosom di permukaannya. RE halus berfungsi dalam beberapa proses metabolisme yaitu sintesis lipid, metabolisme karbohidrat dan konsentrasi kalsium, detoksifikasi obatobatan, dan tempat melekatnya reseptor pada protein membran sel. RE sarkoplasmik adalah jenis khusus dari RE halus. RE sarkoplasmik ini ditemukan pada otot licin dan otot lurik. Yang membedakan RE sarkoplasmik dari RE halus adalah kandungan proteinnya. RE halus mensintesis molekul, sementara RE sarkoplasmik menyimpan dan memompa ion kalsium. RE sarkoplasmik berperan dalam pemicuan kontraksi otot. RE kasar dan RE halus bersama-sama berfungsi transportasi molekul-molekul dan bagian sel yang satu ke bagian sel yang lain. ( Istanti, Annie. 1999)

Berikut ini merupakan penejelasan Fungsi khusus Retikulm Endplasma Halus antara lain : 1. Detoksifikasi Membran REH pada hepatosit selain mengandung enzim untuk sintesa lipida juga mengandung enzim untuk detoksifikasi obat-obatan dan metabolit yang tidak larut dalam air. Enzim yang berperan dalam detoksifikasi adalah kelompok enzim sitokhrom P-450. Setelah

mengalami serangkaian reaksi kimia obat-obatan dan metabolik menjadi dapat larut di dalam air sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh leaw urin. 2. Sintesa Lipida Membran REH menghasilkan hampir semua macam lipida yang diperlukan untuk pembentukan membran, meliputi fosfolipida (terutama fosfatidilkolin) dan kolesterol. Selain untuk penyusun membran kolesterol merupakan bahan baku untuk sintesis hormom steroid dan asam empedu. Fosfolipida untuk membran sel, membran aparatus golgi, dan membran lisosom diangkut dalam vesikal transpor, tatapi dibawa oleh protein khusus yang disebut protein transfer fosfolipide. 3. Membran REH juga menghasilkan seramida yang diangkut ke aparatus golgi sebgai bahan baku untuk sintesis glikosis-fingolipida.

D. Hubungan antara REK dan REH Jika dilihat dari uraian dan pengamatan, terdapat perbedaan fungsi antara REK dan REH. Hubungan antara REK dan REH merupakan objek penelitian sejak lama. Secara morfologi berbeda satu sama lain tetapi dalam percobaan kimia fenobarbital mempunyai pengaruh untuk mengembangkan membrane RE. prosesnya terjadi dalam dua tahap yaitu pertama terjadi perkembangan REK dan kemudian REH. Jadi

kesimpulannya REH berasal dari REK. Tugas sesungguhnya dari REH ialah menetralkan sifat racun fenobarbital ( detoksifikasi ). Bukti menunjukan hubungan fungsional REK dan REH

mempunyai banyak protein membrane yang sama. Pada REK terdapat dua macam membrane protein yang disebut riboforin yang mempunyai berat molekul sekitar 63.000 dan 65.000 Dalton. Salah satu fungsi dari protein ini sebagai tempat melekatnya ribosom pada membrane.

Gambar : Retikulum Endoplasma

E. Segregasi Protein Di dalam sel sel terjadi sintesis protein pada ribosom sitoplasma dan ribosom yang menempel pada RE. Protein yang dihasilkan kemungkinan akan dibawa ke luar sel, ke kompartmen intra seluler, dan untuk komponen membran. Pemindahan protein ada yang melibatkan retikulum endoplasma dan ada juga yang tidak. Protein untuk organel tertentu misalnya lisosom, membran sel, membran retikulum endoplasm dan aparatus golgi pemindahannya melibatkan retikulum endoplasma.

Sedangkan protein yang disentesis pada ribosom sitoplasma diangkut ke inti, mitokondria, kloroplas dan peroksisom yang mana pemindahannya tidak melibatkan retikulum endoplasma tetapi langsung menembus membran masing-masing organel (Istanti, 1999) Produk yang dihasilkan oleh retikulum endoplasma dimulai dengan beberapa polipeptida memasuki lumen retikulum endoplasma dan proses menjadi protein, lipid dibentuk di dalam membran RE halus. Vesikel membran RE kemudian membawa protein dan lipid menuju golgi. Protein dan lipid hasil pemrosesan akhir terjadi di dalam lumen golgi, kemudian dengan adanya beberapa modifikasi menyebabkannya dapat dikirim ke tujuan yang berbeda. Vesikel yang terlepas dari membran badan golgi membawa produk hasil akhir berupa protein dan lipid ke membran plasma. Hasil akhir ini dilepaskan secara eksositosis (Junqueira, 1997).

Beberapa vesikel terbentuk dari membran plasma bergerak menuju sitoplasma. Vesikel ini mengkin berfusi dengan membran atau organel lain atatu tetap untuk sebagai vesikel-vesikel penyimpanan. Vesikel-vesikel yang terbentuk dari membran RE dan badan golgi dapat berfusi dengan membran plasma. Vesikel-vesikel ini kemudian dikeluarkan dari sel (Junqueira, 1997). Di dalam sel, RE kasar di dekat aparatus melepaskan vesikelvesikel kecil membawa protein yang baru dibentuk menuju golgi untuk diproses lebih lanjut. Retikulum endoplasma dan aparatus golgi terlibat termasuk dalam sistem endomembran, kompartmen-kompartemennya saling berhubungan untuk memodifikasi atau mengolahnya dan ditransfer ke aparatus golgi jadi aparatus golgi menerima dan memodifikasi secara kimiawi molekul yang dibuat di dalam hal sekresi protein bersama organel endomembran lainnya (Junqueira, 1997). Di dalam sel, RE kasar di dekat aparatus melepaskan vesikel-vesikel kecil membawa protein yang baru dibentuk menuju golgi untuk diproses lebih lanjut. Retikulum endoplasma dan aparatus golgi terlibat termasuk dalam sistem endomembran, kompartmen-kompartemennya saling berhubungan untuk memodifikasi atau mengolahnya dan ditransfer ke aparatus golgi jadi aparatus golgi menerima dan memodifikasi secara kimiawi molekul yang dibuat di dalam hal sekresi protein bersama organel endomembran lainnya

Gambar sistem endomembran (Saefudin,2008)

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan 1. Retikulum endoplasma merupakan membran-membran yang berlipatlipat dan dibatasi oleh ruang-ruang yang disebut lumen. Membran retikulum endoplasma tersusun dari lipoprotein. Berdasarkan stuktur dan fungsi, retikulum endoplasma dibedakan menjadi retikulum endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus. 2. Pada permukaan lumen retikulum endoplasma terdapat beberapa enzim untuk mengubah senyawa-senyawa yang dilepas kedalam lumen, antara lain enzim peptidase, glikosilase,, glukosa 6 fosfat yang merupakan enzim tanda untuk RE , dan yang terbanyak adalah sitokrom P-450. 3. Retikulum Endoplasma mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. Mensintesis lemak dan kolesterol (RE kasar dan RE halus) b. Menampung protein yang disintesis oleh ribosom untuk disalurkan ke kompleks golgi dan akhirnya dikeluarkan dari sel (RE kasar) c. Transportasi molekul-molekul dari bagian sel yang satu ke bagian sel yang lain (RE kasar dan RE halus) d. Menetralkan racun (detoksifikasi)

4.

Dari berbagai penelitian terlihat bahwa retikulum endoplasma kasar terbentuk terlebih dahulu kemudian baru retikulum endoplasma halus.

5.

Sintesis protein yang melipabatkan retikulum endoplasma digunakan untuk diekspor keluar sel, untuk komponen intra seluler dan untuk komponen membran.

B. Saran Struktur dan fungsi organel-organel dalam sel akan mudah dipelajari jika ditunjang oleh banyak literatur, baik dari buku-buku penunjang atau internet. Sehingga kita dapat mengetahui hubungan anatara struktur dan fungsi dari masing-masing organel dengan jelas. Selain itu kita juga dapat memahami hubungan antara organel-organel tersebut di dalam sel.
10

11

Daftar Pustaka

Campbell, Reece dan Mitchell. 2003. Biologi Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Glenn, dan Susan T. 1987. New Understanding Biology for Advance Level. Fourth Edition. United Kingdom: Stanley Thorns (Publisher) Ltd.

Istanti, Annie. 1999. Biologi Sel. Malang: Universitas Negeri Malang.

Junqueria, L.C. 1974. Histologi Dasar, alih bahasa Yan Tambayong dkk., ed.8, Jakarta: EGC

Saefudin. 2008. Struktur dan Fungsi Sel. Online. (http:// www.pdffactory.com/dl/sruktur-sel.pdf). Diakses tanggal 25 Februari 2014. Subowo. 1986. Biologi Sel. Bandung: Elstar Offset.

Anda mungkin juga menyukai