Anda di halaman 1dari 10

BAGIAN ILMU ANESTESIOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNI$ERSITAS %ASANUDDIN MAKASSAR

Textbook Reading Februari, !"#

INDIKASI $ENTILASI MEKANIK


(Hasan A . The Indications for Mechanical Ventilation. In Understanding Mechanical Ventilation, 2th Edition.London : Springer. 2 ! p "#!$%

OLE% & Andre' Ru()ana* +""" !, ",, -EMBIMBING & dr. Nur Mag/ira* A(*ri SU-ER$ISOR & dr. Mu*. Fai(a0 Mu1*tar, S).An2KI+

DIBA3AKAN DALAM RANGKA KE-ANITRAAN KLINIK -ADA BAGIAN ILMU ANESTESI, TERA-I INTENSIF DAN MANA4EMEN N5ERI FAKULTAS KEDOKTERAN UNI$ERSITAS %ASANUDDIN MAKASSAR !"#

LEMBAR -ENGESA%AN
Yang bertandatangan dibawah ini menyatakan bahwa : Nama Stambuk JudulJurnal : Andrew Ruspanah : C111 08 188 : Indikasi entilasi !ekanik

"elah menyelesaikan tugas dalam rangka #epaniteraan #linik pada bagian Anestesi$l$gi %akultas #ed$kteran &ni'ersitas (asanuddin)

!akassar*

%ebruari +01,

Super'is$r

-embimbing

dr. Mu*. Fai(a0 Mu1*tar, S).An2KI+

dr. Nur Mag/ira* A(*ri

Indikasi entilasi !ekanik

Selain berperan sebagai pendukung pada pasien yang akan men.alani pr$sedur $perati/* bantuan 'entilasi mekanik diindikasikan bila 'entilasi sp$ntan tidak memadai untuk mempertahankan hidup) #ata bantuan ditekankan* karena 'entilasi mekanik bukan merupakan suatu $bat untuk penyakit0 namun sebagai bentuk dukungan yang terbaik* memberi waktu dan istirahat untuk pasien sampai pr$ses penyakit dasarnya terselesaikan) (asil dengan 'entilasi mekanik se1ara k$nsisten lebih baik bila bantuan 'entilasi mekanik dimulai se.ak dini dan diren1anakan bukan dalam situasi darurat) Indikasi 'entilasi mekanis dapat dibagi beberapa kateg$ri 2"abel +)13) Indikasi intubasi !engamankan .alan na/as 4epresi sens$rik 4epresi re/le5 .alan na/as Instabilitas .alan na/as atas akibat trauma

Indikasi 'entilasi (ip$ksia : gagal na/as hip$ksemi akut (ip$'entilasi #er.a na/as tinggi (em$dinamik membahayakan Cardiorespiratory arrest Sy$k re/rakter -eningkatan kranial Flail chest tekanan intra yang

-enurunan patensi .alan na/as 4iperlukan untuk sedasi dalam meng$ntr$l .alan na/as yang buruk

Imaging 2 C"* !RI3 dan trasp$rtasi untuk pasien tidak stabil

6ambar +)1 indikasi intubasi dan 'entilasi

+)1 (ip$ksia
3

entilasi

mekanis

sering

dipilh

pada

keadaan

.ika

tidak

mungkin

mempertahankan saturasi $ksigen hem$gl$bin yang adekuat) Sementara $ksigenasi .aringan yang $ptimal adalah tu.uan utama* dimana .arang dan sulit untuk menilai se.auh mana .aringan mengalami hip$ksia) Sebaliknya* saturasi $ksigen dalam darah lebih perlu ditingkatkan) -eningkatan /raksi $ksigen inspirasi 2%i7+3 dalam upaya untuk meningkatkan $ksigenasi* tidak perlu dipikirkan bahaya t$ksisitas $ksigen) entilasi mekanis memungkinkan keadaan k$ntr$l yang lebih baik dengan hip$ksemia dengan k$nsentrasi 7+ inspirasi yang relati/ rendah* sehingga mengurangi risik$ t$ksisitas $ksigen) +)+ (ip$'entilasi Indikasi utama untuk 'entilasi mekanis adalah ketika 'entilasi al'e$lar lebih rendah dari kebutuhan pasien) 4epresi pusat pernapasan menyebabkan penurunan 'entilasi al'e$lar dengan kenaikan tekanan C7+ arteri) -eningkatan -aC7+ dapat hasilkan dari hip$'entilasi yang ter.adi ketika $t$t pernapasan lelah dan tidak dapat mempertahankan 'entilasi* seperti pada pasien yang berusaha kuat dalam menggerakkan udara ke paru8paru menegang atau terhambat) 4alam keadaan seperti itu* 'entilasi mekanis dapat digunakan untuk mendukung pertukaran gas sampai .alur pernapasan pasien kembali n$rmal* atau $t$t perna/asan yang lelah kembali terk$$rdinasi* serta keadaan pat$l$gi penyebab utama telah diselesaikan)

26ambar +)+3 (ip$'entilasi disebabkan $leh penurunan aliran kedalam dan keluar paru8paru
4

Inspirasi menghasilkan aliran besar dari udara ke paru8paru* hingga le'el br$n1hi$lus terke1il) #ema.uan lebih lan.ut dari m$lekul gas adalah dengan mekanisme di/usi peri/er 6angguan aliran ke paru8paru
4epresi susunan sara/ pusat 9/ek sedasi 6angguan 1erebr$'ask ular Alkal$sis metab$lik Myxedema Hiperoxia (hiperoxic hipoventilasi ) 6angguan sara/ spinal atau sara/ peri/er "rauma spinalis Amyotropic lateral sclerosis -$li$ Multiple sclerosis Guillian Barre Syndrome Botulism 6ambar +)+ penyebab hip$'entilasi 6angguan neur$8 muskular -aralisis amin$glik$sid a Ster$id mi$pati Myasthenia gravis 4istr$/i $t$t yselectrolyte 6angguan pada 7bstruksi .alan na/as (extrapulmonar y) $bstruksi trakea 2sten$sis* tum$r3 epigl$tittis obstru"tive sleep apnea

penyangga t$raks kip$s1$li$sis !lail chest ankyl$sing sp$ndyl$sis

gi:i buruk kelelahan $t$t na/as

+); -eningkatan ker.a na/as #ateg$ri utama lainnya di mana 'entilasi bantu digunakan adalah dalam situasi di mana ker.a na/as yang berlebihan menghasilkan masalah hem$dinamik) !eskipun pertukaran gas mungkin tidak benar8benar terganggu* peningkatan ker.a pernapasan karena resistensi tinggi atau keadaan paru8paru yang buruk dapat memberikan beban besar* misalnya k$mpensasi mi$kardium) #etika pengiriman $ksigen ke .aringan terganggu karena gangguan /ungsi mi$kard* 'entilasi mekanik ber/ungsi untuk mengistirahatkan $t$t8$t$t pernapasan sehingga dapat mengurangi ker.a pernapasan) (al ini mengurangi k$nsumsi $ksigen $t$t8$t$t pernapasan dan mengakibatkan per/usi lebih baik ke mi$kardium itu sendiri)
5

+), Indikasi lainnya Selain indikasi utama* penggunaan 'entilasi mekanis mungkin

dipertimbangkan dalam k$ndisi spesi/ik tertentu) 'as$k$nstriksi yang disebabkan $leh hiper'entilasi dapat mengurangi '$lume k$mpartemen 'askular serebral* membantu mengurangi tekanan intrakranial) -ada !lail chest* 'entilasi mekanis dapat digunakan untuk memberikan stabilisasi internal dada ketika patah tulang rusuk membahayakan keutuhan dinding dada0 dalam kasus tersebut* 'entilasi mekanis menggunakan positi! end expiratory pressure 2#$$#) men$rmalkan mekanisme dada dan paru8paru* sehingga pertukaran gas yang memadai men.adi mungkin) 4alam keadaan dimana rasa sakit pas1a $perasi atau penyakit neur$muskuler membatasi ekspansi paru8paru* 'entilasi mekanis dapat digunakan untuk mempertahankan kapasitas residual /ungsi$nal yang wa.ar dalam paru8paru dan men1egah atelektasis)

+)< #riteria Intubasi dan entilasi #riteria yang berlaku untuk menentukan kebutuhan intubasi dan 'entilasi dari pasien dengan kegagalan perna/asan se1ara umum yang dibuat berdasarkan penilaian sub.ekti/ dari k$ndisi pasien 26ambar +); dan "abel +)13) #riteria $b.ekti/ yang sedang digunakan saat ini adalah !orced expiratory volume in the !irst second (F$%&) kurang dari 10 m= > kg berat badan dan !orced vital capacity (F%C) kurang dari 1< m= > kg berat badan* yang keduanya menun.ukkan kapasitas 'entilasi buruk) =a.u pernapasan lebih dari ;< kali > menit menun.ukkan ker.a na/as sangat tinggi dan dera.at besar gangguan pernapasan* dan merupakan salah satu kriteria untuk intubasi dan 'entilasi ) #eadaan -aC7+ lebih dari << mm(g 2terutama .ika naik* dan timbulnya asid$sis3 .uga menun.ukkan timbulnya kelelahan $t$t

pernapasan) #e1uali dalam penahanan C7+* -aC7+ lebih dari << mm(g biasanya men1erminkan dis/ungsi $t$t pernapasan yang parah) -aC7+ yang di1atat dari tahap awal penyakit pasien mungkin memiliki hubungan yang bermakna antara tingkat -aC7+ berikutnya 26ambar +);3) !isalnya* pada pasien asma eksaserbasi akut* br$nk$spasme yang diinduksi $leh hiper'entilasi dapat diharapkan untuk menurunkan kadar C7+ dari darah* mempr$duksi pernapasan alkal$sis) Jika demikian* analisis gas darah bertu.uan untuk menun.ukkan tingkat -aC7+ n$rmal* hal ini berarti bahwa hip$'entilasi yang disebabkan $leh kelelahan $t$t perna/asan memungkinkan -aC7+ meningkat kembali n$rmal) !eskipun -aC7+ yang sekarang dalam kisaran n$rmal* hal ini sebenarnya dalam per.alanan* dan .ika hal ini tidak dimengerti* baik -aC7+ maupun si pasien tidak akan men.adi n$rmal untuk waktu yang lama) -aC7+ diatas n$rmal dalam status asmatikus tentu harus men.adi penyebab alarm dan memperkuat untuk kebutuhan supp$rt mekanik 'entilasi) -a7+ kurang dari <<8?0 mm(g pada 0*< %i7+ atau kelebaran gradien A8a 47+ 2dari ,<0 mm(g dan seterusnya pada 7+ 100@ 3 berarti bahwa mekanisme pertukaran gas di paru8paru tidak dapat didukung $leh perangkat $ksigen eksternal sa.a* dan intubasi dan 'entilasi diperlukan untuk dukungan yang e/ekti/) -enting untuk ditekankan bahwa kriteria untuk intubasi dan 'entilasi dimaksudkan untuk memberi panduan bagi d$kter yang harus menilai dalam k$nteks situasi klinis) Sebaliknya* pasien tidak perlu harus memenuhi setiap kriteria untuk intubasi dan 'entilasi agar mendapat mana.emen 'entilasi in'asi/) (al ini .uga harus menun.ukkan bahwa dengan mun1ulnya 'entilasi tekanan p$siti/ n$nin'asi/ dapat digunakan sebagai alat yang p$tensial untuk meng$bati kegagalan pernapasan awal)

Tabel 2.1 kriteria ventilasi Kriteria Batas Batas kritis Keterangan 7

normal Maximum inspiratory pressure (MIP) -50 sampai -20 -100 cm(2O cm(2O

Aerguna pada pasien gangguan neur$muskuler) dengan dihubungkan ke 4apat pasien diukur dengan Bourdon manometer

masker* 1$r$ng* atau 9" adapt$r) Idealnya* pengukuran !I- harus dilakukan setelah na/as maksimal
Maximum expiratory pressure (MEP) Vital Capacity (VC) Tidal Volume (VL) 5-" ml!kg 5 ml!kg 65-75 m !kg 15 ml!kg +100 cm(2O 40 cm(2O

4iukur di samping tempat tidur dengan pneumotachometer atau spirometer 4iukur di samping tempat tidur dengan pneumotachometer atau spirometer

Respiratory frequent

12-20 !menit 35!menit

%rekuensi pernapasan yang tinggi menun.ukkan pernapasan* peningkatan dan ker.a menyebabkan

kelelahan $t$t pernapasan


Forced expired olume at ! s (FEV!) 50-60 m !kg 10 m !kg

-enting dalam menge'aluasi tingkat $bstruksi .alan napas pada --7# > asma) !ungkin sulit untuk pasien $bstrukti/ berat)

Pea" Expiratory Flo#

350-600 !min

100 !min

-enting dalam menge'aluasi tingkat $bstruksi .alan napas pada --7# > asma) !ungkin sulit untuk pasien

"

$bstrukti/ berat)
PH 7.35-7.45 7.25 #en$r$nan p(*

asidosis karena

respiratory*

disebabkan

kelelahan $t$t na/as


PaC$% 35-45 mm%& 55mm%& #enin&katan #a'O2 (ari alkalosis respiratorik (isebabkan ole) kelela)an otot na*as V&'VT 0.3-0.4 0.6 +$an& mati ventilasi (apat (en&an m$(a) (i)it$n& (i sampin& tempat ti($r men&&$nakan capnometry (an analisis &as (ara) Oksi&enasi ,nilai ren(a) men$n-$kkan keb$t$)an $nt$k terapi oksi&en ata$ PEEP ' CP(P. ventilasi mekanis m$n&kin (iperl$kan -ika )ipoksemia berat/ Pa$% "0-100 mm%& 60mm%& ,0iO2 0.5/ #aO2 60 mm%& mer$pakan titik perkiraan (imana leren& (ari k$rva (isosiasi oxy)*emo+lo,in tiba-tiba ber$ba). #aO2 t$r$n (i ba1a) 60 mm%&2 3#O2(apat (iperkirakan t$r$n ta-am (l eolar arterial oxygen to 3-30 mm%& 450mm%& ,pa(a konsentrasi O2 tin&&i/ 4-5O2 tekanan a(ala) perbe(aan antara alveolar O2 ,#4O 2/

(engan kete&an&an arteri oksi&en ,#aO2/2 5an mer$pakan $k$ran kem$(a)an $nt$k oksi&en (apat ber(i*$si ke (alam kapiler (ara) p$lmoner

(rterial' al eolar P$%

0.75

0.15

+atio Pa$%'P($% a(ala) proporsi oksi&en (i alveol$s 6an& mas$k ke (alam (ara) kapiler par$. #aO2 m$(a) (ibaca (ari 4752 tapi #4O2 ti(ak (apat secara lan&s$n& (i$k$r (an )ar$s (i)it$n& (ari persamaan &as alveolar

Pa$%'Fi$%

475

200

+atio Pa$%'FI$% (ib$at se)in&&a #4O2 ti(ak perl$ (inilai la&i

10