Anda di halaman 1dari 21

BAB I KASUS 1.1 Kasus Seorang laki-laki 38 tahun datang ke UGD datang pada jam 03.

00 diantar oleh keluarganya. Pasien mengeluh dada sebelah kanan terasa sakit dan mengeluarkan darah terutama pada saat bernapas. hasil wawan ara diperoleh pasien tersebut mengalami kekerasan oleh perampok yang masuk kerumahnya. Perampok tersebut menusukkan benda tajam sampai menembus dada sebelah kanan. !asil pemeriksaan ditemukan kesadaran ompos mentris G"S #$% &D '0()0mm!g% nadi #*$+(m% na,as 3*+(m. pada dada sebelah kanan mengeluarkan darah disertai benda tajam yang menan ap di dada% thora+ ,oto menunjukan gambaran hitam berbatas area sisi paru sebelah luar yang menunjukan gambaran akumulasi udara. pasien tampak sesak dan kesakitan. hasil laboratorium !b #0%3 -eukosit #..000% !t //% &rombosit *.3.000% terapi yang diberikan di 0GD e,tria+one *gr i1% toradol 3+# ampul #+% ranitidine *+# ampul i1% in,use line ringers la tate *0gtt(m. berdasarkan hasil pemeriksaan dokter 0GD pasien dikonsulkan ke dokter bedah untuk dilakukan pengeluaran udara didalam paru tersebut. 1.2 Keyword #. Pasien mengeluh dada sebelah kanan terasa sakit dan mengeluarkan darah terutama pada saat berna,as *. 2danya luka tusuk yang menembus dada sebelah kanan 3. Pasien tampak sesak /. &hora+ ,oto ada gambaran hitam berbatas sisi paru daerah luar yang menunjukan akumulasi udara $. -eukosit #..000 ). 3adi #*0+(m

1.3

Analisa Masalah &rauma thora+

1.4

Mendefinisikan Masalah #. *. 3. /. $. ). .. 8. '. 2pa penyebab pasien sesak 4 Sebutkan komplikasi 4 5enapa terjadi akumulasi udara di sisi kanan luar paru 4 &anda dan gejala dari kasus 4 Penanganan utama sebelum dioperasi dan terapi yang diberikan 4 Peran perawat 4 6aktor resiko 4 Pemerikisaan diagnostik 4 5asus tersebut bisa sembuh atau tidak 4

#0. Pato,isiologi 4 ##. 5enapa keluar darah pada saat berna,as 4 #*. 5enapa ada gambaran hitam di photo thora+ 4 #3. 5enapa leukosit bisa meningkat 4 1.5 Pem ahasan #. 5arena trauma pada dada sebelah kanan dan adanya akumulasi udara dalam rongga pleura. *. a7 Pneumothora+ b7 &amponade jantung 7 8,usi pleura 3. /. a7 2danya luka b7 Sesak na,as 7 3yeri dada d7 Sianosis $. ). 2tasi 29"D atau "29% atasi perdarahan%

.. 8. '. #0.

2kibat ke elakaan %benturan benda tajam atau tumpul 6oto rongent% ek 2GD% el darah lengkap% pembedahan

##. 5arena adanya akumulasi udara dalam rongga pleura #*. 5arena respon tubuh terhadap in,eksi

BAB II !I"#AUA" PUS!AKA 2.1 $efinisi Pneumothoraks adalah adanya udara dalam rongga pleura% dapat terjadi spontan atau karena trauma. Pneumothora+ adalah penimbunan udara atau gas dalam rongga pleura yang terletak diantara selaput yang melapisi paruparu dan rongga dada. http:((id.s ribd. om(do (#30#*)3.8(-aporan-Pendahuluan-Pneumothora+ Pneumothora+ merupakan penumpukan udara dalam rongga pleura sehingga timbul kolaps pasial atau total paru-paru. ; Buku ajar patofisiologi. 5owalak : *0#*7. Pneumothora+ adalah kondisi dimana terdapatnya udara di dalam ruang pleural antar paru. Pneumothora+ dapat terjadi sebagai akibat edera dada penetrasi atau non penetrasi atau dapat terjadi se ara spontan. ; Keperwatan Medikal Bedah. "ristanty : *00/7 Pneumothora+ adalah adanya udara di dalam rongga(ka1um pleura. ;Sandi% S.5ep.3ers7. 2.2 %&iolo'i In&erne& ( Pneumothoraks terjadi karena adanya kebo oran dibagian paru yang berisi udara melalui robekan atau pe ahnya pleura. <obekan ini berhubungan dengan bronkhus. Pelebaran al1eoli dan pe ahnya septa-septa al1eoli kemudian membentuk suatu bula yang disebut granulomatus ,ibrosis. Granulomatous ,ibrosis adalah salah satu penyebab tersaring terjadinya pneumothoraks% karena bula tersebut berhubungan dengan adanya obstruksi empisema. http:((id.s ribd. om(do (80.8$$0$(askep-pneumoniathora+

Buku ( Penyebab pneumothora+ lainnya : a. b. . d. e. ,. &rauma tembus pada dada ;luka tembak tau luka tusuk7 Pemasangan kateter 1ena sentral Pembedahan dada 9iopsy trans bron hial &orakosentesis atau biopsy pleura tertutup &rauma tumpul pada dada disebabkan oleh tekanan intra torakal yang tinggi pada saat dilakukan 1entilasi mekanis. h. -esi tuber ulosis atau kanker yang mengerosi kedalam rongga pleura. i. Penyakit paru interstisial seperti granuloma eosino,ilik ;Buku ajar Patofisiology. 5owalak. *0#*7 Pakar ( a. 5e elakaan b. <obekan(pe ahnya pleura . 2danya kebo oran dibagian paru yang berisi udara yang melalui robekan ( pe ahnya pleura. ;Sandi% S. 5ep.3ers7 2.3 !anda dan 'e)ala In&erne& ( Gejala pneumothora+ sangat ber1ariasi% tergantung kepada jumlah udara yang masuk ke dalam rongga pleura dan luasnya paru-paru yang mengalami kolaps ;mengempis7. Gejalanya bisa berupa: 3yeri dada tajam yang timbul se ara tiba-tiba% dan semakin nyeri jika penderita menarik na,as dalam atau terbatuk Sesak na,as Dada terasa sempit

g. 5ebo oran udara akibat blebs yang rupture akibat baro trauma yang

=udah lelah Denyut jantung yang epat >arna kulit menjadi kebiruan akibat kekurangan oksigen. Gejala-gejala tersebut mungkin timbul pada saat istirahat atau tidur. Gejala lainnya yang mungkin ditemukan: !idung tampak kemerahan "emas% stres% tegang &ekanan darah rendah ;hipotensi7 Sesak napas berat &akipnea 3yeri dada unilateral% terutama diperberat saat napas dalam dan batuk Pengembangan dada tidak simetris Sianosis http:((id.s ribd. om(do (#'$/0*.00(Pneumothora+ Buku ( #. 3yeri pleuritik menusuk yang timbul mendadak dan terasa kembali ketika pasien menggerakkan dada% bernapas% dan batuk. *. Gerakan dinding dada yang asimetris akibat kolaps paru 3. Sesak napas akibat hipoksia /. Gawat pernapasan $. Penurunan ,remitus ,okal yang berkaitan dengan kolaps paru ). 9unyi napas yang tidak terdengar pada sisi yang terkena akibat kolpas paru .. <igiditas ;kekauan7 dada pada sisi yang terkena akibat penurunan ekspansi atau pengembangan baru 8. &akikardia akibat hipoksia

'. 9unyi krepitasi pada kulit saat dilakukan palpasi ;empisema subkutan7 yang disebabkan kebo oran udara yang merembes kedalam jaringan ;Buku ajar Patofisiology. Kowalak. 2012) &anda dan gejala lainnya yang mungkin mun ul yaitu : #. 3yeri tajam saat inspirasi *. Dispnea 3. Gelisah% diaphoresis% hipotensi% dan takikardia /. &idak tampak gerakan dada pada sisi yang sakit $. !iperesonans dan tidak terdengar bunyi napas pada sisi yang sakit (Keperawatan Medikal bedah. rhistine. 200!) Pakar ( #. &ertusuk benda tajam *. Pu at 3. 3yeri /. Sesak $. &a hypneu ). Dispnea .. Sianosis 8. &a hi ardy '. !ypotensi ;Sandi% S.5ep.3ers7

2.4 Pa&ofisiolo'i Pneumo&oraks


&rauma dada 5ebo oran(tusukan(laserasi pleura 1iseral Udara( airan masuk ke dalam ruang pleura @olume ruang pleura meningkat Distress perna,asan Gangguan pertukaran gas Penekanan pada struktur mediasional

&usukan benda tajam se ara spontan

Perdarahan @olume intra1askuler menurun Penekanan sara, sekitar rongga dada Port the entri

Udara masuk ke rongga dada

"urah jantung menurun Pengeluaran mediator kimia Ke&idakefek&ifan *erfusi )arin'an Delta " Stres

Pneumothor a+

+esiko Infeksi

=asuk udara ke rongga thora+

=erangsang hipothalamus

&ekanan intra thora+ lebih besar besar Paru sulit untuk berekspansi

Pengeluaran hormon kortisol "yeri Aku&

=ual% muntah ,an''uan *er&ukaran 'as 5emampuan ekspansi paru menurun *ola nafas &idak efek&if

ke&idakseim an'an nu&risi 2.5 Kom*likasi

In&erne& ( a.

Pneumothoraks tension: mengakibatkan kegagalan respirasi akut jantung paru dan kematian sangat sering terjadi.

b. Pio-pneumothoraks% hidro pneumothoraks( hemo-pneumothoraks: henti . 8m,isema subkutan dan pneumomediastinum: sebagai akibat komplikasi pneumothoraks spontan d. e. ,.
g. h.

6istel bronkopleural 8m,iema Pneumothoraks simultan bilateral 2telektasis 2<DS 0n,eksi

i.

http:((id.s ribd. om(do (.)838388(5=9-Pneumothora+-6i+ http:((id.s ribd. om(do (#*.3*.*03(2suhan-5eperawatan Pneumothora+ Buku ( #. *. 3. /. Penurunan urah jantung !ipoksemia !enti jantung 2telektasis (Buku ajar Patofisiology. Kowalak. 2012)

2.- Pemeriksaan $ia'nos&ik In&erne& ( #. *. Sinar + dada: =enyatakan akumulasi udara( airan pada area pleuralA dapat menunjukan penyimpangan struktur mediastinal ;jantung7. GD2: 1ariable tergantung pada derajat ,ungsi paru yang dipengaruhi% gangguan mekanik pernapasan dan kemampuan mengkompensasi. Pa"B* kadang-kadang meningkat. PaB* mungkin normal( menurunA saturasi oksigen biasanya menurun. 3. &orasentesis: menyatakan darah( airan serosanguinosa ;hemotorak7. /. !9: mungkin menurun menunjukkan kehilangan darah. $. -aboratorium ;Darah -engkap dan 2strup7. ). Pemeriksaan ,isik dengan bantuan sketoskop menunjukkan adanya penurunan suara. .. Gas darah arteri untuk mengkaji PaB* dan Pa"B*. 8. Pemeriksaan 85G '. Pengkajian tingkat kesadaran dengan menggunakan pendekatan 2@PU. #0. Pulse B+imeter : pertahankan saturasi C '* D. ##. E-,oto thoraks * arah ;P2(2P dan lateral7. #*. Diagnosis ,isik : a. 9ila pneumotoraks C 30D atau hematotora+ sedang ;300 7 drainase a1um pleura dengan >SD% dainjurkan untuk melakukan drainase dengan ontinues su tion unit. b. . Pada keadaan pneumotoraks yang residi, lebih dari dua kali harus dipertimbangkan thorakotomi Pada hematotoraks yang massi, ;terdapat perdarahan melalui drain lebih dari 800 segera thorakotomi.

http:((id.s ribd. om(do (#*.3*.*03(2suhan-5eperawatan Pneumothora+

http:((id.s ribd. om(do (#'$/0*.00(Pneumothora+

Buku ( #. 6oto rontgen toraks memastikan diagnosis dengan memperlihtakna keberadaan udara didalam rongga pleura dan mungkin pula pergeseran mediastinum. *. 2nalisis gas darah arteri dapat mengungkapkan hipoksemia% yang mungkin disertai asidosis respiratorik dan hiperkapnia. tekanan parsia oksigen arteri dapat menurun pada awalnya% tetapi se ara khas akan kembali normal dalam waktu */ jam. (Buku ajar Patofisiology. Kowalak. 2012) 2.. Medikal Mana'emen& In&erne& ( Buku ( Penatalaksanaan pneumotora+ tergantung dari luasnya pneumothora+. &ujuannya yaitu untuk mengeluarkan udara dari rongga pleura dan menurunkan ke enderungan untuk kambuh lagi. Prinsip-prinsip penanganan pneumothora+ menurut 9ritish Sosiety dan 2meri an ollage o, hest ,isi ian adalah : #7 Bbser1asi dan pemberian tambahan oksigen *7 2spirasi sederhana dengan jarum dan pemasangan tube trakeostomi dengan atau tanpa pleurodesis. 37 &rakoskopi dengan pleurodesis dan penanganan terhadap adanya blep atau bula. /7 &orakotomi $7 Bbat simptomatis untuk keluhan batuk dan nyeri dada /Keperawatan "awat #arurat. Fohn 2 9oswi k : *0007

Pakar ( a. b. . d. Pemberian analgetik "e,tria+one <anitidine &oradol

2.0 Pen&alaksanaan Medis In&erne& ( a. "hest wound(su king hest wound -uka tembus perlu segera ditutup dengan pembalut darurat atau balutan tekan dibuat kedap udara dengan petroleum jelly atau plastik bersih. Pembalut plastik yang steril merupan alat yang baik% namun plastik pembalut kotak rokok ;selo,an7 dapat juga digunakan. Pita selo,an dibentuk segitiga salah satu ujungnya dibiarkan tebuka untuk memungkinkan udara yang terhisap dapat dikeluarkan. !al ini untuk men egah terjadinya tension pneumothoraks. "elah ke il dibiarkan terbuka sebagai katup agar udara dapat keluar dan paru-paru akan mengembang. b. 9last injury or tention Fika udara masuk kerongga pleura disebabkan oleh robekan jaringan paru% perlu penanganan segera. Sebuah tusukan jarum halus dapat dilakukan untuk mengurangi tekanan agar paru dapat mengembang kembali. . Penatalaksanaan >SD ; >ater Sealed Drainage 7 d. Perawatan Per-hospital

9eberapa paramedis mampu melakukan needle thora osentesis untuk mengurangi tekanan intrapleura. Fika dikehendaki intubasi dapat segera dilakukan jika keadaan pasien makin memburuk. Perwatan medis lebih lanjut dan e1aluasi sangat dianjurkan segera dilakukan. &ermasuk dukungan 1entilasi mekanik.

e. Pendekatan melalui torakotomi anterior% torakomi poskerolateral dan skernotomi mediana% selanjutnya dilakukan diseksi bleb% bulektonomi% subtotal pleurektomi. Parietalis dan 2berasi pleura melalui @ideo 2ssisted &hora os opi Surgery ;@2&S7. http:((id.s ribd. om(do (#30#*)3.8(-aporan-Pendahuluan-Pneumothora+

a. &irah baring untuk menghemat energi dan mengurangi kebutuhan oksigen b. Pemantauan tekanan darah dan denyut nadi untuk deteksi dini gangguan ,isiologik . Pemantauan ,rekuensi pernapasan untuk mendeteksi tanda-tanda dini gangguan ,isiologik d. pemberian oksigen untuk meningkatkan oksigenasi dan memperbaiki hipoksia e. aspirasi udara dengan jarum berukuran besar yang dihubungkan dengan semprit mengembalikan tekanan negati1e didalam rongga pleura. ,. &erapi oksigen dapat meningkatkan reabsorpsi udara dari ruang pleura. g. Drainase sederhana untuk aspirasi udara pleura menggunakan kateter berdiameter ke il ;seperti #) gauge angio- hateter ( kateter drainase yang lebih besar7. h. Penempatan pipa ke il yang dipasang satu jalur pada katup helmi untuk memberikan perlindungan terhadap serangan tension pneumotoraks. i. Diet tinggi kalori tinggi protein *300 kkal G ekstra putih telur 3 + * butir ( hari.

;9uku ajar Pato,isiology. 5owalak. *0#*7

BAB III ASU1A" K%P%+A2A!A" 3.1 Pen'ka)ian a. 3ama Umur Fenis kelamin 2gama Diagnosa medis . +iwaya& Keseha&an #7 5eluhan utama Pasien mengeluh dada sebelah kanan terasa sakit dan mengeluarkan darah terutama pada saat bernapas. *7 <iwayat kesehatan sekarang Pasien tampak sesak dan kesakitan karena mengalami kekerasan oleh perampok yang menusuknya dengan benda tajam 37 <iwayat kesehatan dahulu : /7 <iwayat kesehatan keluarga : 3. Pemeriksaan 4isik #7 5eadaan Umum Iden&i&as Pasien : &n. 2 : 38 tahun : -aki-laki : 0slam : Pneumothora+

3ilai G"S <espon mata <espon @erbal Fumlah 5uantitati, 5ualitati, :/ :$ : #$ : #$ : 5ompos =entis

<espon =otorik : ) G

*7 Pemeriksaan 6isik ;Per sistem7 Sistem<espirasi &erdapat tusukan benda tajam yang menan ap sampai menembus dada sebelah kanan. Dada sebelah kanan mengeluarkan darah dan terasa sakit saat berna,as. 6rekuensi perna,asan H 3*+(menit. Sistem5ardio1askuler &D H '0()0 mm!g% 6rekuensi 3adi H #*$+(menit. 37 Pemeriksaan -aboratorium !b !t -eukosit &rombosit : #0%3 g(dl : // : #..000(mm3 : *.3.000(mm3

/7 Pemeriksaan Penunjang &hora+ Photo : Gambaranhitamberbatas area sisi paru sebelah luar yang menunjukan akumulasi udara. $7 &erapiBbat "e,tria+one * gr 0@ &oradol 3+# ampul 0@ <anitidine *+# ampul 0@

0n,us -ine <ingers -a tated *0 gtt(menit.

d. Analisa $a&a "o # $a&a Ds : Pasien mengeluh dada sebelah Do : * Pasien tampak kesakitan &D : '0()0 3yeri akut mm!g << : #*0 +(mnt Udara masuk ke rongga dada Pneumothora+ tajam Port the enti kuman <esiko in,eksi +esiko infeksi - 3adi : 3*+(mnt Ds : Pasien mengatakan perampok menusukkan benda samapi menembus dada =erangsang hipotalamus kanan Pengeluaran mediator kimia terasa sakit %&iolo'i Penekanan sara, di rongga dada Masalah "yeri aku&

sebelah kanan. DB : 2da tajam menusuk dada kanan Udara -eukosit #..000 ribu 3 - !& : // DS : Pasien mengeluh sesak Paru sulit untuk DB : Pasien tampak sesak << : 3* +(mnt 2da akumulasi udara di rongga paru thora+ ,oto menunjukan gambaran hitam berbatas sisi sebelah yang area paru luar Pola na,as tidak e,ekti, 5emampuan ekspansi menurun berekspansi &ekanan intra thora+ lebih besar Pola efek&if nafas &idak masuk : ke rongga dada benda yang di sebelah

menunjukan gambaran akumulasi udara

3.2 $ia'nosa Ke*erawa&an #. 3yeri akut b.d adanya penekanan sara, disekitar rongga dada. *. <esiko in,eksi b.d adanya udara yang masuk ke rongga dada yang mengakibatkan terjadinya pneumothora+. 3. pola na,as tidak e,ekti, b.d adanya tekanan intra thora+ yang lebih yang menyebabkan paru sulit untuk berekspansi. 3.3 In&er5ensi Ke*erawa&an +en3ana ke*erawa&an !u)uan 6 3ri&eria hasil ke*erawa&an 3yeri akut b.d adanya Setelah dilakukan tindakan penekanan sara, keperawatan selama # + */ pasien tidak mengalami nyeri% dengan kriteria hasil : =ampu mengontrol nyeri &anda 1ital dalam rentang normal <esiko adanya yang in,eksi udara b.d Setelah dilakukan tindakan disekitar rongga dada. $ia'nosa In&er5ensi -akukan lokasi% pengkajian karakteristik% nyeri durasi%

se ara komprehensi, termasuk ,rekuensi% kualitas "ontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi suhu ruangan =onitor 1ital sign Pertahankan teknik asepti, =onitor tanda dan gejala sistemik dan lo al =onitor adanya luka nyeri seperti

yang keperawatan selama * + */

masuk ke rongga dada pasien tidak mengalami in,eksi mengakibatkan dengan kriteria hasil :

terjadinya pneumothora+.

5lien bebas dari tanda dan gejala in,eksi Fumlah leukosit dalam batas tindakan

5aji suhu badan pada pasien &ingkatkan intake airan

normal pola na,as tidak e,ekti, Setelah dilakukan b.d lebih menyebabkan sulit berekspansi. adanya intra thora+

Posisikan

pasien

untuk

tekanan keperawatan selama * + */ jam yang pasien menunjukkan kee,ekti,an yang pola na,as% dibuktikan dengan paru untuk riteria hasil : =enunjukkan jalan na,as yang merasa paten ;klien tidak irama ter ekik%

memaksimalkan 1entilasi Pasang mayobila perlu 2uskultasi suara na,as% bila ada suara tambahan =onitor respirasi dan status B* Pertahankan jalan na,as yang paten =onitor 1ital sign =onitor adanya ke emasan pasien terhadap oksigenasi atat

na,as% ,rekuensi pernapasan dalam rentang normal% tidak ada suara na,as abnormal7 &anda 1ital dalam rentang normal

BAB I7 P%"U!UP 4.1 Kesim*ulan Pneumothoraks adalah adanya udara dalam rongga pleura% dapat terjadi spontan atau karena trauma. Pneumothora+ adalah penimbunan udara atau gas dalam rongga pleura yang terletak diantara selaput yang melapisi paru-paru dan rongga dada. Pneumothoraks terjadi karena adanya kebo oran dibagian paru yang berisi udara melalui robekan atau pe ahnya pleura. <obekan ini berhubungan dengan bronkhus. Pelebaran al1eoli dan pe ahnya septa-septa al1eoli kemudian membentuk suatu bula yang disebut granulomatus ,ibrosis. Granulomatous ,ibrosis adalah salah satu penyebab tersaring terjadinya pneumothoraks% karena bula tersebut berhubungan dengan adanya obstruksi empisema. Gejala pneumothora+ sangat ber1ariasi% tergantung kepada jumlah udara yang masuk ke dalam rongga pleura dan luasnya paru-paru yang mengalami kolaps ;mengempis7. Penatalaksanaan pneumotora+ tergantung dari luasnya pneumothora+. &ujuannya yaitu untuk mengeluarkan udara dari rongga pleura dan menurunkan ke enderungan untuk kambuh lagi.

$A4!A+ PUS!AKA 5owalak. *0#*. 9uku 2jar Pato,isiologi. Fakarta: 8G" "hristine. *00/. 5eperawatan =edikal 9edah 5lien dengan Gangguan Pernapasan. Fakarta: 8G"