Anda di halaman 1dari 3

JURNAL ELEKTRONIKA DASAR 1, (2013) 1-5

Pengukuran Daya Satu Fasa (E5)


Muhammad Rizky, Eli Zahrotin Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 E-mail: mr_rizky@hotmail.com
AbstrakTelah dilakukan percobaan yang berjudul pengukuran daya satu fasa bertujuan untuk mempelajari caracara mengukur daya listrik satu phasa, yaitu dengan cara tiga amperemeter dan dengan cara tiga voltmeter. Dimana daya adalah hasil perkalian dari tegangan dan kuat arus. Percobaan ini menggunakan peralatan yaitu Vari AC, amperemeter 3 buah, voltmeter 3 buah, resistor sebesar 100 , induktor sebesar 330mH dan kabel buaya. Didapatkan data percobaan

II. METODE Langkah awal dalam percobaan ini menyiapkan peralatan yang dibutuhkan yaitu Vari AC, 3 buah amperemeter, 3 buah voltmeter, resistor, induktor dan kabel buaya. Adapun fungsi dari masing-masing alat tersebut dalam percobaan ini adalah, variAC digunakan sebagai sumber tegangan AC; amperemeter digunakan untuk mengetahui besar kuat arus pada , , ; voltmeter digunakan untuk mengetahui besar tegangan pada , , ; resistor digunakan sebagai hambatan pada rangkaian; induktor digunakan sebagai beban; dan kabel buaya digunakan untuk menghubungkan kabel satu dengan yang lain sehingga menjadi sebuah rangkaian. Pada percobaan pengukuran daya satu fasa ini menggunakan dua cara yaitu dengan cara tiga ampermeter dan dengan cara tiga voltmeter. Untuk metode dengan cara tiga amperemeter. Langkahlangkahnya adalah, disusun peralatan seperti gambar dibawah ini.

berupa , , dan , , . Pada percobaan ini sumber tegangan AC yang divariasikan mulai dari 5, 10, 15, 20, 25 sampai 30 V. Pada percobaan pengukuran daya satu phasa ini dapat ditari kesimpulan bahwa daya dengan metode 3 amperemeter adalah sebesar -2,78 W.
Dan daya dengan metode 3 voltmeter adalah sebesar -4,92 W. Kata Kuncidaya, amperemeter, voltmeter.

I. PENDAHULUAN

nergi listrik berguna untuk kehidupan karena dapat dengan mudah diubah menjadi energi bentuk lain. Untuk mencari daya yang diubah oleh peralatan listrik mengingatkan bahwa energi yang diubah bila muatan Q bergerak melintasi beda potensial sebesar V adalah QV. Maka daya P, yang merupakan kecepatan perubahan energi, adalah P = daya =

..(1.1)

Muatan yang mengalir per detik, Q/t, merupakan arus listrik, I. Dengan demikian didapatkan
Gambar 2.1 Rangkaian 3 amperemeter AC

P = IV..(1.2) Hubungan umum ini menghasilkan daya yang diubah oleh suatu perangkat dimana I adalah arus yang melewatinya dan V adalah beda potensial yang melintasinya. Satuan SI daya listrik yaitu watt. Arus listrik pada kawat didefinisikan sebagai jumlah total muatan yang melewatinya per satuan waktu pada suatu titik. Arus listrik diukur oleh alat ukur yang disebut amperemeter dengan satuan ampere. Potensial listrik didefinisikan sebagai energi potensial per satuan muatan. Potensial listrikdinyatakan dengan simbol V. Potensial listrik disebut juga beda potensial. Beda potensial diukur dalam volt, disebut juga voltase atau tegangan. Alat ukur tegangan adalah voltmeter.[1] Tulisan ini melaporkan hasil pengukuran daya dengan cara tiga amperemeter dan dengan cara tiga voltmeter.

Kemudian, ditetapkan nilai R dan Z. Z sendiri adalah nilai total dari resistor dan induktor. Selanjutnya, diatur tegangan sumber mulai dari 5, 10, 15, 20, 25, sampai 30 volt. Langkah berikutnya, dicatat ulang , , pada setiap perubahan tegangan sumber.

JURNAL ELEKTRONIKA DASAR 1, (2013) 1-5 Sedangkan untuk metode dengan cara tiga voltmeter. Langkah pertama, disusun peralatan seperti gambar dibawah ini. Jawab:

P = R/2 ( - ) P = 59,017038/2 ( ) P = - 0,2056449 Watt Sedangkan dibawah ini adalah contoh perhitungan untuk mencari nilai daya satu fasa menggunakan cara 3 voltmeter. Diketahui: = 30 V = 22.6 V = 6.94 V R = 59,017038 Ditanya: P = ?

Gambar 2.2 Rangkaian 3 voltmeter AC

Selanjutnya, ditetapkan harga R dan Z(R+L). Kemudian, diatur sumber tegangan mulai dari 30, 25, 20, 25, 10, sampai 5 volt. Langkah terakhir, dicatat ulang , , pada setiap perubahan tegangan sumber. III. HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah dilakukan percobaan ini didapatkan data-data sebagai berikut:
Tabel 1. Data nilai

Jawab: P = 1/2R ( P = 1/2 x 59,017038 ( P = -0,3319476 Watt ) )

Dan data hasil perhitungan selengkapnya akan disajikan dalam tabel, sebagai berikut:
Tabel 3. Hasil perhitungan daya untuk metode 3 amperemeter.

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

, , saat menggunakan 3 amperemeter. Sumber Tegangan (V) (A) (A) (A) 5 0.068 0.051 0.016 10.38 0.132 0.101 0.031 15.10 0.192 0.146 0.045 20.10 0.256 0.196 0.060 25.10 0.318 0.243 0.074 30 0.379 0.291 0.089 , , saat menggunakan 3 voltmeter. Sumber Tegangan (V) (V) (V) 30 22.6 6.94 25.20 19.03 5.90 20.10 15.53 4.67 15.01 11.48 3.43 10.02 7.75 2.36 5.04 3.89 1.163

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. No. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Sumber Tegangan (V) 5 10,38 15,10 20,10 25,10 30 Sumber Tegangan (V) 30 25.20 20.10 15.01 10.02 5.04

Daya (W) -0,21 -0,79 -1,66 -2,96 -4,56 -6,50 Daya (W) -11,54 -8,15 -5,28 -2,93 -1,31 -0,33

Tabel 4. Hasil perhitungan daya untuk metode 3 voltmeter.

Tabel 2. Data nilai

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Selain data diatas, diketahui nilai Rz = 100, nilai L = 330 mH dan 50 Hz sehingga didapatkan nilai Z = 144,0038, R = 59,017038 dan Rtotal sebesar 159,017038. Contoh perhitungan untuk mendapatkan nilai daya satu fasa menggunakan cara 3 amperemeter sebagai berikut: Diketahui: = 0.068 A = 0.051 A = 0.016 A R = 59,017038 Ditanya: P = ?

Berdasarkan tabel 3 dan 4 dengan melihat tanda negatif, dapat dikatakan semakin tinggi sumber tegangan semakin rendah daya. Hasil perhitungan daya untuk metode 3 amperemeter didapat rata-rata sebesar -2,78 W. Sedangkan, hasil perhitungan daya untuk metode 3 voltmeter didapat rata-rata sebesar -4,92 W.

JURNAL ELEKTRONIKA DASAR 1, (2013) 1-5

Perbandingan Daya dari 3 Amperemeter dan Daya dari 3 Voltmeter 0 1 -5 -10 -11.54 -15
Grafik 1. Grafik perbandingan antara daya 3 amperemeter dan daya 3 voltmeter.

-0.21 -0.79 -0.33 2 -1.31 3 -1.66 4 5 6 -2.93 -2.96 -5.28 -4.56 -8.15

-6.5

Series1 Series2

Garis merah mewakili daya dengan 3 voltmeter. Garis biru mewakili daya dengan 3 amperemeter. Menggunakan dua cara yaitu dengan 3 amperemeter dan dengan 3 voltmeter, hasil perhitungan daya yang didapat selisihnya sedikit. Tapi, semakin tinggi sumber tegangan, selisihnya semakin bertambah. IV. KESIMPULAN Dari percobaan pengukuran daya satu fasa ini dapat ditarik kesimpulan bahwa: 1. Besarnya daya pada metode 3 amperemeter adalah sebesar -2,78 W 2. Besarnya daya pada metode 3 voltmeter adalah sebesar -4,92 W UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Eli Zahrotin selaku asisten laboratorium elektronika percobaan pengukuran daya satu fasa atas bimbingannya selama percobaan ini berlangsung. Tidak lupa juga terima kasih kepada teman-teman satu kelompok yang telah bekerjasama menyelesaikan percobaan ini. DAFTAR PUSTAKA
[1] [2] Giancoli, Douglas C.2001. Fisika 2 Edisi Kelima .Jakarta : Erlangga. Anhar. 2012. Pengukuran Daya. Riau : UNRIpress.