Anda di halaman 1dari 3

Karbohidrat adalah gula, pati, dan serat yang ditemukan dalam banyak makanan.

Karbohidrat disebut sederhana atau kompleks, tergantung pada struktur kimianya. Karbohidrat sederhana termasuk gula yang ditemukan secara alami dalam makanan seperti buah-buahan, sayuran, susu, dan produk susu, serta gula yang ditambahkan selama pengolahan makanan. Karbohidrat kompleks adalah pati dan serat yang ditemukan dalam roti gandum dan sereal, sayuran berpati, dan kacang-kacangan. The Dietary Guidelines for Americans 2010, merekomendasikan bahwa 45 sampai 65 persen dari total kalori harian berasal dari karbohidrat

Karbohidrat (hidrat dari karbon, hidrat arang) berasal dari kata karbon ( C ) dan hidrat (H2O). Rumus umumnya dikenal sebagai CnH2nOn. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk hidup, terutama sebagai bahan bakar (misalnya glukosa), cadangan makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan), dan materi pembangun (misalnya selulosa pada tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur). Pencernaan karbohidrat dimulai di mulut dan selesai ketika polisakarida dipecah menjadi gula tunggal, atau monosakarida, yang dapat diserap oleh tubuh.

A. Pencernaan Karbohidrat di Mulut


Carbohydrate digestion begins in the mouth. The salivary glands in the mouth secrete saliva, which helps to moisten the food. The food is then chewed while the salivary glands also release the enzyme salivary amylase, which begins the process of breaking down the polysaccharides in the carbohydrate food.

B. Pencernaan Karbohidrat di Esofagus C. Pencernaan Karbohidrat di Lambung D. Pencernaan Karbohidrat di Usus Halus E. Pencernaan Karbohidrat di Usus Besar

F. PENCERNAAN KARBOHIDRAT G. Tujuan akhir pencernaan dan absorpsi karbohidrat adalah mengubah karbohidrat menjadi ikatan-ikatan lebih kecil, terutama berupa glukosa dan fruktosa, sehingga dapat diserap oleh pembuluh darah melalui dinding usus halus. Pencernaan karbohidrat kompleks dimulai di mulut dan berakhir di usus halus. H. I. Mulut J. Pencernaan karbohidrat dimulai di mulut. Bola makanan yang diperoleh setelah makanan dikunyah bercampurn dengan ludah yang mengandung enzim amilase (sebelumnya dikenal sebagai ptialin). Amilase menghidrolisis pati atau amilum menjadi bentuk karbohidrat lebih sederhana, yaitu dekstrin. Bila berada di mulut cukup lama, sebagian diubah menjadi disakarida maltosa. Enzim amilase ludah bekerja paling baik pada pH ludah yang bersifat netral. Bolus yang ditelan masuk ke dalam lambung. K. L. Esofagus M. Tidak ada proses khusus pencernaan makanan di sini.Makanan melewati saluran dalam esofagus dengan sangat mudah dalam hitungan detik. Dinding saluran esofagus sangat licin karena mengandung cairan mucus yang dihasilkan sel-sel yang terdapat di dindingnya. N. O. Lambung P. Proses yang sangat penting di lambung adalah bercampurnya makanan dengan getah lambung yang bersifat asam. Di sini juga terjadi proses pencampuran makanan oleh gerakan konstraksi lambung. Proses pencampuran dengan asam lambung mengakibatkan makanan menjadi lebih cair dan hancur yang disebut chymus. Q. Di dalam cairan sekresi lambung tidak ada enzim yang memecah karbohidrat. Kalau makanan hanya mengandung karbohidrat saja, akan tinggal di dalam gaster dan diteruskan ke dalam doudenum. Karena itu, hidangan karbohidrat akan lebih cepat menimbulkan rasa lapar kembali. R. Usus Halus S. Di dalam doudenum chymus dicampur dengan sekresi pankreas dan sekresi doudenum. Keduanya mengandung enzim yang dapat memecah karbohidrat lebih lanjut. Pencernaan karbohidrat dilakukan oleh enzim-enzim disakarida yang dikeluarkan oleh sel-sel mukosa usus halus berupa maltase, sukrase, dan laktase. Hidrolisis disakarida oleh enzim-enzim ini terjadi di dalam mikrovili dan monosakarida yang dihasilkan adalah sebagai berikut: T. Usus Besar U. Dalam waktu 1-4 jam setelah selesai makan, pati nonkarbohidrat atau serat makanan dan sebagian kecil pati yang tidak dicernakan masuk ke dalam usus besar. Sisa-sisa pencernaan ini merupakan substrat potensial untuk difermentasi oleh mikroorganisma di dalam usus besar. Substrat potensial lain yang difermentasi adalah fruktosa, sorbitol, dan monomer lain yang susah dicernakan, laktosa pada mereka yang kekurangan laktase, serta rafinosa, stakiosa, verbaskosa, dan fruktan. V. Produk utama fermentasi karbohidrat di dalam usus besar adalah karbondioksida, hidrogen, metan dan asam-asam lemak rantai pendek yang mudah menguap, seperti asam asetat, asam propionat dan asam butirat. Fermentasi yang meningkat di dalam

kolon menghasilkan banyak gas karbondiokasida yang kemudian keluar sebagai flatus (kentut). Sisa karbohidrat yang masih ada dibuang sebagai tinja. Secara skematis, pencernaan karbohidrat yang terjadi dapat digambarkan sebagai berikut: W.