Anda di halaman 1dari 30

Thomas Santosa 6212023/E Kamis Siang Literatur Ekstraksi Ekstraksi adalah proses pemisahan campuran berdasarkan adanya distribusi

zat terlarut yang tidak saling bercampur (immicible). Salah satu jenis ekstraksi adalah ekstraksi cair-cair yang juga dikenal dengan ekstraksi pelarut dan partisi. Ekstraksi pelarut dan partisi adalah salah satu metode pemisahan campuran berdasarkan kelarutan relatifnya dalam dua jenis pelarut yang tidak bercampur, biasanya air dan pelarut organik. Metode ekstraksi ini adalah ekstraksi suatu unsur dari satu fasa-cair ke dalam fasa-cair lain. Ekstraksi caircair adalah suatu teknik dasar di dalam laboratorium kimia, dimana metode ini dilakukan dengan menggunakan corong pemisah, proses ini dilakukan setelah reaksi kimia terjadi terlebih dahulu. Gambar 4.8 menunjukkan pemisahan larutan yang berbeda fasanya dengan menggunakan corong pisah pada proses ekstraksi. Metode ini dapat digunakan untuk memisahkan senyawa yang terdapat dalam jaringan tanaman dan hewan. Yaitu, dengan memilih pelarut yang sesuai untuk jenis senyawa yang akan dipisahkan. Dapat juga diterapkan untuk memisahkan logam yang terdapat dalam mineral atau bijih (ore). Ekstraksi pelarut juga digunakan pada pemrosesan ulang nuklir, produksi campuran organik, pemrosesan parfum dan juga berbagai industri lainnya. Metode ini diterapkan di dunia industri, proses ini dilakukan secara terus-menerus dengan memompakan aliran yang mengandung air dan campuran organik ke dalam sebuah mixer. Campuran organik dan komponen cair inilah yang memungkinkan perpindahan ion diantara keduanya. Pencampuran dilanjutkan sampai dicapai keseimbangan. Sekali perpindahan ion sempurna (tercapai kesetimbangan), campuran akan mengalir ke bejana, dimana larutan senyawa organik dan air memungkinkan untuk dipisahkan, cara ini pula yang digunakan untuk memisahkan minyak dan air setelah sebelumnya dicampurkan. Proses ini biasanya digunakan untuk memproses tembaga dan uranium, tetapi saat ini sudah diadaptasi untuk seng, misalnya di penambangan seng Scorpion di Namibia. Alat untuk ekstraksi ada beberapa macam, tergantung pada sifat komponen dan kepentingannya. Dapat disebutkan, antara lain corong pemisahan (separation funnel), rangkaian alat soxhlet, alat ekstraksi Craig. Berdasarkan prosesnya, ekstraksi logam ada beberapa cara, yaitu ekstraksi dengan pembentukan senyawa khelat, ekstraksi dengan proses solvasi dan ekstraksi yang melibatkan pembentukan asosiasi (pasangan) ion

http://hadiyantokimia.guru-indonesia.net/artikel_detail-21226.html

Kromatografi Cair Cair (Liquid Liquid Chromatography) Fase diam merupakan cairan (lebih baru-baru ini bonded phase) yang dilapiskan pada patana inert (bahan pendukung). Bahan terlarut ditambahkan ke dalam sistem yang mengandung dua pelarut yang tidak dapat dicampur dan memenuhi keseimbangan

http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/instrumen_analisis/kromatografi1/kromatograficair-liquid-chromatography/ Macam Macam Kondensor 1. Menurut Jenis Cooling Medium Menurut jenis cooling mediumnya kondensor dibagi menjadi 3 jenis yaitu : a. Air Cooled Condenser (menggunakan udara sebagai cooling mediumnya). Air Cooled Kondensor mengkondensasikan pembuangan uap dari turbin uap dan kembali kondensat(cairan yang sudah terkondensasi) ke boiler tanpa kehilangan air. b. Water Cooled Condenser (menggunakan air sebagai cooling mediumnya). Water Cooled Condenser yang paling banyak digunakan yaitu : a) Shell and Tube Condenser Shell and Tube Condenser atau Kondensor tipe Tabung dan Pipa digunakan pada kondensor berukuran kecil sampai besar. biasa digunakan untuk air pendingin berupa ammonia dan freon. Seperti terlihat pada gambar didalam kondensor. Tabung dan Pipa terdapat banyak pipa pendingin, dimana air pendingin pengalir di dalam pipa-pipa tersebut, ujung dan pangkal pipa pendingin terikat pada pelat pipa, sedangkan

diantara pelat pipa dan tutup tabung dipasang sekat-sekat untuk membagi aliran air yang melewati pipapipa dan mengatur agar kecepatannya cukup tinggi, yaitu 1,5 2 m/detik. Air pendingin masuk melalui pipa bagian bawah kemudian keluar melalui pipa bagian atas. Jumlah saluran maksimum yang dapat digunakan sebanyak 12, semakin banyak jumlah saluran yang digunakan maka semakin besar tahanan aliran air pendingin. Pipa pendingin ammonia biasa terbuat dari baja sedangkan untuk freon biasa terbuat dari pipa tembaga. Jika menginginkan pipa yang tahan tehadap korosi bias menggunakan pipa kuningan datau pipa cupro nikel. Ciri-ciri kondensor Tabung dan Pipa adalah :

ringan.

b) Shell and Coil Condenser Kondensor tabung dan koil banyak digunakan pada unit pendingin dengan Freon refrigerant berkapasitas lebih kecil, misalnya untuk penyegar udara, pendingin air, dan sebagainya. Seperti gambar dibawah ini, Kondensor tabung dan koil dengan tabung pipa pendingin di dalam tabung yang dipasang pada posisi vertical. Koil pipa pendingin tersebut biasanya dibuat dari tembaga, berbentuk tanpa sirip maupun dengan sirip. Pipa tersebut mudah dibuat dan murah harganya. Pada Kondensor tabung dan koil, aliran air mengalir di dalam koil pipa pendingin. Disini, endapan dan kerak yang terbentuk di dalam pipa harus dibersihkan menggunakan zat kimia (detergent). Gambar 2. 7 Shell and Coil Condenser Adapun cirri-ciri Kondensor tabung dan koil sebagai berikut :

pemasangannya.

menggunakan detergen c) Tube and Tubes Condenser

Kondensor jenis pipa ganda merupakan susunan dari dua pipa coaksial dimana refrigerant mengalir melalui saluran yang terbentuk antara pipa dalam dan pipa luar yang melintang dari atas ke bawah. Sedangkan air pendingin mengalir di dalam pipa dalam arah berlawanan, yaitu refrigerant mengalir dari atas ke bawah. Pada mesin pendingin berkapasitas rendah dengan Freon sebagai refrigerant, pipa dalam dan pipa luarnya terbuat dari tembaga. Gambar dibawah ini menunjukkan Kondensor jenis pipa ganda, dalam bentuk koil. Pipa dalam dapat dibuat bersirip atau tanpa sirip. Kecepatan aliran di dalam pipa pendingin kira-kira antara 1-2 m/detik. Sedangkan perbedaan temperature air keluar dan masuk pipa pendingin (kenaikan temperature air pendingin di dalam kondensor) kira-kira mencapai suhu 10oC. Laju perpindahan kalornya relative besar. Adapun cirri-ciri Kondensor jenis pipa ganda adalah sebagai berikut:

r pendingin yang berlawanan.

Penggantian pipanya pun juga sulit dilakukan. c. Evaporatif Condenser (menggunakan kombinasi udara dan air sebagai cooling mediumnya). Kombinasi dari kondensor berpendingin air dan kondensor berpendingin udara, menggunakan prinsip penolakan panas oleh penguapan air menjadi aliran udara menjadi kumparan kondensasi. 2. Menurut Jenis Desain a. Berbelit-Belit Jenis kondensor terdiri dari satu tabung panjang yang digulung berakhir dan kembali pada dirinya sendiri dengan sirip pendingin ditambahkan di antara tabung. Gambar 2. 10 Kondensor Berbelit-Belit b. Arus Pararel

Desain ini sangat mirip dengan radiator aliran silang. Alih-alih bepergian refrigeran melalui satu bagian (seperti tipe serpentine) sekarang dapat melakukan perjalanan di berbagai bagian. Ini akan memberi luas permukaan yang lebih besar untuk udara ambien dingin untuk kontak. c. Condenser Electric Fan Kebanyakan kendaraan dengan AC membutuhkan kipas listrik untuk membantu aliran udara, baik mendorong atau menarik udara melalui kondensor, tergantung pada sisi mana kondensor kipas ditempatkan. Kebanyakan kendaraan modern sekarang memiliki kisi-kisi depan yang lebih kecil atau bukaan bumper bar. Hal ini menyebabkan kondisi aliran udara yang buruk terutama pada siaga bila A/C kinerja dibatasi oleh jumlah aliran udara di atas kondensor. Gambar 2. 12 Condenser Electric Fan 3. Berdasarkan Klasifikasi Umum a. Surface Condenser Prinsip kerja surface Condenser Steam masuk ke dalam shell kondensor melalui steam inlet connection pada bagian atas kondensor. Steam kemudian bersinggungan dengan tube kondensor yang bertemperatur rendah sehingga temperatur steam turun dan terkondensasi, menghasilkan kondensat yang terkumpul pada hotwell. Temperatur rendah pada tube dijaga dengan cara mensirkulasikan air yang menyerap kalor dari steam pada proses kondensasi. Kalor yang dimaksud disini disebut kalor laten penguapan dan terkadang disebut juga kalor kondensasi (heat of condensation) dalam lingkup bahasan kondensor. Kondensat yang terkumpul di hotwell kemudian dipindahkan dari kondensor dengan menggunakan pompa kondensat ke exhaust kondensat. Ketika meninggalkan kondensor, hampir keseluruhan steam telah terkondensasi kecuali bagian yang jenuh dari udara yang ada di dalam sistem. Udara yang ada di dalam sistem secara umum timbul akibat adanya kebocoran pada perpipaan, shaft seal, katup-katup, dan sebagainya. Udara ini masuk ke dalam kondensor bersama dengan steam. Udara dijenuhkan oleh uap air, kemudian melewati air cooling section dimana campuran antara uap dan udara didinginkan untuk selanjutnya dibuang dari kondensor dengan menggunakan air ejectors yang berfungsi untuk mempertahankan vacuum di kondensor.

Untuk menghilangkan udara yang terlarut dalm kondensat akibat adanya udara di kondensor, dilakukan deaeration. De-aeration dilakukan di kondensor dengan memanaskan kondensat dengan steam agar udara yang terlalut pada kondensat akan menguap. Udara kemudian ditarik ke air cooling section dengan memanfaatkan tekanan rendah yang terjadi pada air cooling section. Air ejector kemudian akan memindahkan udara dari sistem. Surface Condenser dibedakan menjadi dua jenis lagi, yaitu : a) Horizontal Condenser Air pendingin masuk kondensor melalui bagian bawah, kemudian masuk ke dalam pipa-pipa pendingin dan keluar pada bagian atas sedangkan arus panas masuk lewat bagian tengah kondensor dan keluar sebagai kondensat pada bagian bawah kondensor. Kelebihan Kondensor horizontal adalah : 1. Dapat dibuat dengan pipa pendingin bersirip sehingga relaif berukuran kecil dan ringan 2. Pipa pendingin dapat dibuat dengan mudah 3. Bentuk sederhana dan mudah pemasangannya 4. Pipa pendingin mudah dibersihkan b) Vertical Condenser Air pendingin masuk konddensor melalui bagian bawah, kemudian masuk ke dalam pipapipa pendingin dankeluar pada bagian atas Sedangkan arus panas masuk lewat bagian atas kondensor dan keluar sebagai kondensat pada bagian bawah kondensor. Keterangan : 1. Esterification reactor 2. Vertical frational column 3. Vertical Condenser 4. Horizontal Condenser 5. Storage device Kelebihan Kondensor vertical adalah : 1. Harganya murah karena mudah pembuatannya. 2. Kompak karena posisinya yang vertikal dan mudah pemasangan 3. Bisa dikatakan tidak mungkin mengganti pipa pendingin, pembersihan harus dilakukan dengan menggunakan deterjen. b. Direct-Contact Condenser

Direct-contact Condenser mengkondensasikan steam dengan mencampurnya langsung dengan air pendingin. Direct-contact atau open Condenser digunakan pada beberapa kasus khusus, seperti : 1. Geothermal power plant. 2. Pada power plant yang menggunakan perbedaan temperatur di air laut (OTEC) Direct-contact Condenser dibagi menjadi dua jenis lagi, yaitu : a) Spray Condenser Pada Spray Condenser, pencampuran steam dengan air pendingin dilakukan dengan jalan menyemprotkan air ke steam. Sehingga steam yang keluar dari exhaust turbin pada bagian bawah bercampur dengan air pendingin pada bagian tengah menghasilkan kondensat yang mendekati fase saturated. Kemudian dipompakan kembali ke cooling tower. Sebagian dari kondensat dikembalikan ke boiler sebagai feedwater. Sisanya didinginkan, biasanya di dalam dry- (closed) cooling tower. Air yang didinginkan pada Cooling tower disemprotkan ke exhaust turbin dan proses berulang. b) Barometric dan Jet Condenser Ini merupakan jenis awal dari kondensor. Jenis ini beroperasi dengan prinsip yang sama dengan spray condenser kecuali tidak dibutuhkannya pompa pada jenis ini. Vacuum dalam kondensor diperoleh dengan menggunakan prinsip head statis seperti pada barometric Condenser, atau menggunakan diffuser seperti pada jet Condenser. http://www.scribd.com/doc/180167050/Makalah-Kondensor-doc#download Azeotrop adalah campuran dari dua atau lebih komponen yang memiliki titik didih yang konstan. Azeotrop dapat menjadi gangguan yang menyebabkan hasil distilasi menjadi tidak maksimal. Komposisi dari azeotrope tetap konstan dalam pemberian atau penambahan tekanan. Akan tetapi ketika tekanan total berubah, kedua titik didih dan komposisi dari azeotrop berubah. Sebagai akibatnya, azeotrop bukanlah komponen tetap, yang komposisinya harus selalu konstan dalam interval suhu dan tekanan, tetapi lebih ke campuran yang dihasilkan dari saling memengaruhi dalam kekuatan intramolekuler dalam larutan.Azeotrop dapat didistilasi dengan menggunakan tambahan pelarut tertentu, misalnya penambahan benzena atau toluena untuk memisahkan air. Air dan pelarut akan ditangkap oleh penangkap Dean-Stark. Air akan tetap tinggal di dasar penangkap dan

pelarut akan kembali ke campuran dan memisahkan air lagi. Campuran azeotrop merupakan penyimpangan dari hukum Raoult. http://www.anakunhas.com/2012/01/pengertian-azeotrop.html 2-PROPANOL

1. Product Identification Synonyms: Isopropyl alcohol; sec-propyl alcohol; isopropanol; sec-propanol; dimethylcarbinol CAS No.: 67-63-0 Molecular Weight: 60.10 Chemical Formula: (CH3)2 CHOH Product Codes:

2. Composition/Information on Ingredients

Ingredient CAS No Percent Hazardous --------------------------------------- ------------ ------------ --------Isopropyl Alcohol 67-63-0 99.9% Yes

3. Hazards Identification Emergency Overview -------------------------WARNING! FLAMMABLE LIQUID AND VAPOR. HARMFUL IF SWALLOWED OR INHALED. CAUSES IRRITATION TO EYES AND RESPIRATORY TRACT. AFFECTS CENTRAL NERVOUS SYSTEM. MAY BE HARMFUL IF ABSORBED THROUGH SKIN. MAY CAUSE IRRITATION TO SKIN. SAF-T-DATA(tm) Ratings (Provided here for your convenience) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Health Rating: 2 - Moderate Flammability Rating: 3 - Severe (Flammable) Reactivity Rating: 2 - Moderate Contact Rating: 3 - Severe Lab Protective Equip: GOGGLES & SHIELD; LAB COAT & APRON; VENT HOOD; PROPER GLOVES; CLASS B EXTINGUISHER Storage Color Code: Red (Flammable) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------Potential Health Effects ---------------------------------Inhalation: Inhalation of vapors irritates the respiratory tract. Exposure to high concentrations has a narcotic effect, producing symptoms of dizziness, drowsiness, headache, staggering, unconsciousness and possibly death. Ingestion: Can cause drowsiness, unconsciousness, and death. Gastrointestinal pain, cramps, nausea, vomiting, and diarrhea may also result. The single lethal dose for a human adult = about 250 mls (8 ounces). Skin Contact: May cause irritation with redness and pain. May be absorbed through the skin with possible systemic effects. Eye Contact: Vapors cause eye irritation. Splashes cause severe irritation, possible corneal burns and eye damage. Chronic Exposure: Chronic exposure may cause skin effects. Aggravation of Pre-existing Conditions: Persons with pre-existing skin disorders or impaired liver, kidney, or pulmonary function may be more susceptible to the effects of this agent.

4. First Aid Measures Inhalation: Remove to fresh air. If not breathing, give artificial respiration. If breathing is difficult, give oxygen. Call a physician. Ingestion: Give large amounts of water to drink. Never give anything by mouth to an

unconscious person. Get medical attention. Skin Contact: Immediately flush skin with plenty of water for at least 15 minutes. Call a physician if irritation develops. Eye Contact: Immediately flush eyes with plenty of water for at least 15 minutes, lifting lower and upper eyelids occasionally. Get medical attention immediately.

5. Fire Fighting Measures Fire: Flash point: 12C (54F) CC Autoignition temperature: 399C (750F) Flammable limits in air % by volume: lel: 2.0; uel: 12.7 Listed fire data is for Pure Isopropyl Alcohol. Explosion: Above flash point, vapor-air mixtures are explosive within flammable limits noted above. Contact with strong oxidizers may cause fire or explosion. Vapors can flow along surfaces to distant ignition source and flash back. Sensitive to static discharge. Fire Extinguishing Media: Water spray, dry chemical, alcohol foam, or carbon dioxide. Water spray may be used to keep fire exposed containers cool, dilute spills to nonflammable mixtures, protect personnel attempting to stop leak and disperse vapors. Special Information: In the event of a fire, wear full protective clothing and NIOSH-approved selfcontained breathing apparatus with full facepiece operated in the pressure demand or other positive pressure mode.

6. Accidental Release Measures Ventilate area of leak or spill. Remove all sources of ignition. Wear appropriate personal protective equipment as specified in Section 8. Isolate hazard area. Keep unnecessary and unprotected personnel from entering. Contain and recover liquid when possible. Use non-sparking tools and equipment. Collect liquid in an appropriate container or absorb with an inert material (e. g., vermiculite, dry sand, earth), and place in a chemical waste

container. Do not use combustible materials, such as saw dust. Do not flush to sewer! If a leak or spill has not ignited, use water spray to disperse the vapors, to protect personnel attempting to stop leak, and to flush spills away from exposures.

7. Handling and Storage Protect against physical damage. Store in a cool, dry well-ventilated location, away from any area where the fire hazard may be acute. Outside or detached storage is preferred. Separate from incompatibles. Containers should be bonded and grounded for transfers to avoid static sparks. Storage and use areas should be No Smoking areas. Use non-sparking type tools and equipment, including explosion proof ventilation. Containers of this material may be hazardous when empty since they retain product residues (vapors, liquid); observe all warnings and precautions listed for the product. Small quantities of peroxides can form on prolonged storage. Exposure to light and/or air significantly increases the rate of peroxide formation. If evaporated to a residue, the mixture of peroxides and isopropanol may explode when exposed to heat or shock.

8. Exposure Controls/Personal Protection Airborne Exposure Limits: For Isopropyl Alcohol (2-Propanol): -OSHA Permissible Exposure Limit (PEL): 400 ppm (TWA) -ACGIH Threshold Limit Value (TLV): 400 ppm (TWA), 500 ppm (STEL) Ventilation System: A system of local and/or general exhaust is recommended to keep employee exposures below the Airborne Exposure Limits. Local exhaust ventilation is generally preferred because it can control the emissions of the contaminant at its source, preventing dispersion of it into the general work area. Please refer to the ACGIH document, Industrial Ventilation, A Manual of Recommended Practices, most recent edition, for details.

Personal Respirators (NIOSH Approved): If the exposure limit is exceeded, a full facepiece respirator with organic vapor cartridge may be worn up to 50 times the exposure limit or the maximum use concentration specified by the appropriate regulatory agency or respirator supplier, whichever is lowest. For emergencies or instances where the exposure levels are not known, use a full-facepiece positivepressure, air-supplied respirator. WARNING: Air purifying respirators do not protect workers in oxygen-deficient atmospheres. Skin Protection: Wear impervious protective clothing, including boots, gloves, lab coat, apron or coveralls, as appropriate, to prevent skin contact. Neoprene and nitrile rubber are recommended materials. Eye Protection: Use chemical safety goggles and/or a full face shield where splashing is possible. Maintain eye wash fountain and quick-drench facilities in work area.

9. Physical and Chemical Properties Appearance: Clear, colorless liquid. Odor: Rubbing alcohol. Solubility: Miscible in water. Specific Gravity: 0.79 @ 20C/4C pH: No information found. % Volatiles by volume @ 21C (70F): 100 Boiling Point: 82C (180F) Melting Point: -89C (-128F) Vapor Density (Air=1): 2.1 Vapor Pressure (mm Hg): 44 @ 25C (77F) Evaporation Rate (BuAc=1): 2.83

10. Stability and Reactivity Stability: Stable under ordinary conditions of use and storage. Heat and sunlight can contribute to instability. Hazardous Decomposition Products: Carbon dioxide and carbon monoxide may form when heated to decomposition. Hazardous Polymerization: Will not occur. Incompatibilities: Heat, flame, strong oxidizers, acetaldehyde, acids, chlorine, ethylene oxide, hydrogen-palladium combination, hydrogen peroxide-sulfuric acid combination, potassium tert-butoxide, hypochlorous acid, isocyanates, nitroform, phosgene, aluminum, oleum and perchloric acid. Conditions to Avoid: Heat, flames, ignition sources and incompatibles.

11. Toxicological Information

Oral rat LD50: 5045 mg/kg; skin rabbit LD50: 12.8 gm/kg; inhalation rat LC50: 16,000 ppm/8-hour; investigated as a tumorigen, mutagen, reproductive effector.

--------\Cancer Lists\--------------------------------------------------------NTP Carcinogen--Ingredient Known Anticipated IARC Category ------------------------------------ ----- ----------- ------------Isopropyl Alcohol (67-63-0) No No 3 Water (7732-18-5) No No None

12. Ecological Information Environmental Fate: When released into the soil, this material is expected to quickly evaporate. When released into the soil, this material may leach into groundwater. When released into the soil, this material may biodegrade to a moderate extent.

When released to water, this material is expected to quickly evaporate. When released into the water, this material is expected to have a half-life between 1 and 10 days. When released into water, this material may biodegrade to a moderate extent. This material is not expected to significantly bioaccumulate. When released into the air, this material is expected to be readily degraded by reaction with photochemically produced hydroxyl radicals. When released into the air, this material is expected to have a half-life between 1 and 10 days. When released into the air, this material may be removed from the atmosphere to a moderate extent by wet deposition. Environmental Toxicity: The LC50/96-hour values for fish are over 100 mg/l. This material is not expected to be toxic to aquatic life.

13. Disposal Considerations Whatever cannot be saved for recovery or recycling should be handled as hazardous waste and sent to a RCRA approved incinerator or disposed in a RCRA approved waste facility. Processing, use or contamination of this product may change the waste management options. State and local disposal regulations may differ from federal disposal regulations. Dispose of container and unused contents in accordance with federal, state and local requirements.

14. Transport Information Domestic (Land, D.O.T.) ----------------------Proper Shipping Name: ISOPROPANOL Hazard Class: 3 UN/NA: UN1219 Packing Group: II Information reported for product/size: 355LB International (Water, I.M.O.) ----------------------------Proper Shipping Name: ISOPROPANOL Hazard Class: 3

UN/NA: UN1219 Packing Group: II Information reported for product/size: 355LB

15. Regulatory Information

--------\Chemical Inventory Status - Part 1\--------------------------------Ingredient TSCA EC Japan Australia ----------------------------------------------- ---- --- ----- --------Isopropyl Alcohol (67-63-0) Yes Yes Yes Yes Water (7732-18-5) Yes Yes Yes Yes --------\Chemical Inventory Status - Part 2\----------------------------------Canada-Ingredient Korea DSL NDSL Phil. ----------------------------------------------- ----- --- ---- ----Isopropyl Alcohol (67-63-0) Yes Yes No Yes Water (7732-18-5) Yes Yes No Yes --------\Federal, State & International Regulations - Part 1\----------------SARA 302- ------SARA 313-----Ingredient RQ TPQ List Chemical Catg. ----------------------------------------- --- ----- ---- -------------Isopropyl Alcohol (67-63-0) No No Yes No Water (7732-18-5) No No No No --------\Federal, State & International Regulations - Part 2\----------------RCRA- -TSCAIngredient CERCLA 261.33 8(d) ----------------------------------------- ------ ------ -----Isopropyl Alcohol (67-63-0) No No No Water (7732-18-5) No No No

Chemical Weapons Convention: No TSCA 12(b): No CDTA: No SARA 311/312: Acute: Yes Chronic: Yes Fire: Yes Pressure: No Reactivity: No (Mixture / Liquid)

Australian Hazchem Code: 2[S]2 Poison Schedule: None allocated. WHMIS:

This MSDS has been prepared according to the hazard criteria of the Controlled Products Regulations (CPR) and the MSDS contains all of the information required by the CPR.

16. Other Information NFPA Ratings: Health: 2 Flammability: 3 Reactivity: 0 Label Hazard Warning: WARNING! FLAMMABLE LIQUID AND VAPOR. HARMFUL IF SWALLOWED OR INHALED. CAUSES IRRITATION TO EYES AND RESPIRATORY TRACT. AFFECTS CENTRAL NERVOUS SYSTEM. MAY BE HARMFUL IF ABSORBED THROUGH SKIN. MAY CAUSE IRRITATION TO SKIN. Label Precautions: Keep away from heat, sparks and flame. Keep container closed. Use only with adequate ventilation. Wash thoroughly after handling. Avoid breathing vapor or mist. Avoid contact with eyes, skin and clothing. Label First Aid: If swallowed, give large amounts of water to drink. Never give anything by mouth to an unconscious person. If inhaled, remove to fresh air. If not breathing, give artificial respiration. If breathing is difficult, give oxygen. In case of contact, immediately flush eyes or skin with plenty of water for at least 15 minutes. Remove contaminated clothing and shoes. Wash clothing before reuse. In all cases, get medical attention. Product Use: Laboratory Reagent. Revision Information: MSDS Section(s) changed since last revision of document include: 3. http://www.nfc.nctu.edu.tw/english/Safety/MSDS/IPA-MSDS.doc Material Safety Data Sheet Acetone MSDS Section 1: Chemical Product and Company Identification Product Name: Acetone Catalog Codes: SLA3502, SLA1645, SLA3151, SLA3808

CAS#: 67-64-1 RTECS: AL3150000 TSCA: TSCA 8(b) inventory: Acetone CI#: Not applicable. Synonym: 2-propanone; Dimethyl Ketone; Dimethylformaldehyde; Pyroacetic Acid Chemical Name: Acetone Chemical Formula: C3-H6-O Contact Information: Sciencelab.com, Inc. 14025 Smith Rd. Houston, Texas 77396 US Sales: 1-800-901-7247 International Sales: 1-281-441-4400 Order Online: ScienceLab.com CHEMTREC (24HR Emergency Telephone), call: 1-800-424-9300 International CHEMTREC, call: 1-703-527-3887 For non-emergency assistance, call: 1-281-441-4400 Section 2: Composition and Information on Ingredients Composition: Name CAS # % by Weight Acetone 67-64-1 100

Toxicological Data on Ingredients: Acetone: ORAL (LD50): Acute: 5800 mg/kg [Rat]. 3000 mg/kg [Mouse]. 5340 mg/kg [Rabbit]. VAPOR (LC50): Acute: 50100 mg/m 8 hours [Rat]. 44000 mg/m 4 hours [Mouse]. Section 3: Hazards Identification Potential Acute Health Effects: Hazardous in case of skin contact (irritant), of eye contact (irritant), of ingestion, of inhalation. Slightly hazardous in case of skin contact (permeator). Potential Chronic Health Effects: CARCINOGENIC EFFECTS: A4 (Not classifiable for human or animal.) by ACGIH. MUTAGENIC EFFECTS: Not available. TERATOGENIC EFFECTS: Not available. DEVELOPMENTAL TOXICITY: Classified Reproductive system/toxin/female, Reproductive system/toxin/male [SUSPECTED]. The substance is toxic to central nervous system (CNS). The substance may be toxic to kidneys, the reproductive system, liver, skin. Repeated or prolonged exposure to the substance can produce target organs damage. Section 4: First Aid Measures p. 2 Eye Contact: Check for and remove any contact lenses. Immediately flush eyes with running water for at least 15 minutes, keeping eyelids open. Cold water may be used. Get medical attention. Skin Contact:

In case of contact, immediately flush skin with plenty of water. Cover the irritated skin with an emollient. Remove contaminated clothing and shoes. Cold water may be used.Wash clothing before reuse. Thoroughly clean shoes before reuse. Get medical attention. Serious Skin Contact: Wash with a disinfectant soap and cover the contaminated skin with an antibacterial cream. Seek medical attention. Inhalation: If inhaled, remove to fresh air. If not breathing, give artificial respiration. If breathing is difficult, give oxygen. Get medical attention if symptoms appear. Serious Inhalation: Evacuate the victim to a safe area as soon as possible. Loosen tight clothing such as a collar, tie, belt or waistband. If breathing is difficult, administer oxygen. If the victim is not breathing, perform mouth-to-mouth resuscitation. Seek medical attention. Ingestion: Do NOT induce vomiting unless directed to do so by medical personnel. Never give anything by mouth to an unconscious person. Loosen tight clothing such as a collar, tie, belt or waistband. Get medical attention if symptoms appear. Serious Ingestion: Not available. Section 5: Fire and Explosion Data Flammability of the Product: Flammable.

Auto-Ignition Temperature: 465C (869F) Flash Points: CLOSED CUP: -20C (-4F). OPEN CUP: -9C (15.8F) (Cleveland). Flammable Limits: LOWER: 2.6% UPPER: 12.8% Products of Combustion: These products are carbon oxides (CO, CO2). Fire Hazards in Presence of Various Substances: Highly flammable in presence of open flames and sparks, of heat. Explosion Hazards in Presence of Various Substances: Risks of explosion of the product in presence of mechanical impact: Not available. Slightly explosive in presence of open flames and sparks, of oxidizing materials, of acids. Fire Fighting Media and Instructions: Flammable liquid, soluble or dispersed in water. SMALL FIRE: Use DRY chemical powder. LARGE FIRE: Use alcohol foam, water spray or fog. Special Remarks on Fire Hazards: Vapor may travel considerable distance to source of ignition and flash back. Special Remarks on Explosion Hazards: Forms explosive mixtures with hydrogen peroxide, acetic acid, nitric acid, nitric acid + sulfuric acid, chromic anydride, chromyl chloride, nitrosyl chloride, hexachloromelamine, nitrosyl perchlorate, nitryl perchlorate, permonosulfuric acid, thiodiglycol + hydrogen peroxide, potassium ter-butoxide, sulfur dichloride, 1-methyl-1,3butadiene, bromoform, carbon, air, chloroform, thitriazylperchlorate. Section 6: Accidental Release Measures Small Spill:

Dilute with water and mop up, or absorb with an inert dry material and place in an appropriate waste disposal container. p. 3 Large Spill: Flammable liquid. Keep away from heat. Keep away from sources of ignition. Stop leak if without risk. Absorb with DRY earth, sand or other non-combustible material. Do not touch spilled material. Prevent entry into sewers, basements or confined areas; dike if needed. Be careful that the product is not present at a concentration level above TLV. Check TLV on the MSDS and with local authorities. Section 7: Handling and Storage Precautions: Keep locked up.. Keep away from heat. Keep away from sources of ignition. Ground all equipment containing material. Do not ingest. Do not breathe gas/fumes/ vapor/spray. Wear suitable protective clothing. In case of insufficient ventilation, wear suitable respiratory equipment. If ingested, seek medical advice immediately and show the container or the label. Avoid contact with skin and eyes. Keep away from incompatibles such as oxidizing agents, reducing agents, acids, alkalis. Storage: Store in a segregated and approved area (flammables area) . Keep container in a cool, well-ventilated area. Keep container tightly closed and sealed until ready for use. Keep away from direct sunlight and heat and avoid all possible sources of ignition (spark or flame).

Section 8: Exposure Controls/Personal Protection Engineering Controls: Provide exhaust ventilation or other engineering controls to keep the airborne concentrations of vapors below their respective threshold limit value. Ensure that eyewash stations and safety showers are proximal to the work-station location. Personal Protection: Splash goggles. Lab coat. Vapor respirator. Be sure to use an approved/certified respirator or equivalent. Gloves. Personal Protection in Case of a Large Spill: Splash goggles. Full suit. Vapor respirator. Boots. Gloves. A self contained breathing apparatus should be used to avoid inhalation of the product. Suggested protective clothing might not be sufficient; consult a specialist BEFORE handling this product. Exposure Limits: TWA: 500 STEL: 750 (ppm) from ACGIH (TLV) [United States] TWA: 750 STEL: 1000 (ppm) from OSHA (PEL) [United States] TWA: 500 STEL: 1000 [Austalia] TWA: 1185 STEL: 2375 (mg/m3) [Australia] TWA: 750 STEL: 1500 (ppm) [United Kingdom (UK)] TWA: 1810 STEL: 3620 (mg/m3) [United Kingdom (UK)] TWA: 1800 STEL: 2400 from OSHA (PEL) [United States]Consult local authorities for acceptable exposure limits. Section 9: Physical and Chemical Properties Physical state and appearance: Liquid. Odor: Fruity. Mint-like. Fragrant. Ethereal

Taste: Pungent, Sweetish Molecular Weight: 58.08 g/mole Color: Colorless. Clear pH (1% soln/water): Not available. Boiling Point: 56.2C (133.2F) Melting Point: -95.35 (-139.6F) Critical Temperature: 235C (455F) Specific Gravity: 0.79 (Water = 1) p. 4 Vapor Pressure: 24 kPa (@ 20C) Vapor Density: 2 (Air = 1) Volatility: Not available. Odor Threshold: 62 ppm Water/Oil Dist. Coeff.: The product is more soluble in water; log(oil/water) = -0.2 Ionicity (in Water): Not available. Dispersion Properties: See solubility in water. Solubility: Easily soluble in cold water, hot water. Section 10: Stability and Reactivity Data Stability: The product is stable. Instability Temperature: Not available. Conditions of Instability: Excess heat, ignition sources, exposure to moisture, air, or water, incompatible materials.

Incompatibility with various substances: Reactive with oxidizing agents, reducing agents, acids, alkalis. Corrosivity: Non-corrosive in presence of glass. Special Remarks on Reactivity: Not available. Special Remarks on Corrosivity: Not available. Polymerization: Will not occur. Section 11: Toxicological Information Routes of Entry: Absorbed through skin. Dermal contact. Eye contact. Inhalation. Toxicity to Animals: WARNING: THE LC50 VALUES HEREUNDER ARE ESTIMATED ON THE BASIS OF A 4-HOUR EXPOSURE. Acute oral toxicity (LD50): 3000 mg/kg [Mouse]. Acute toxicity of the vapor (LC50): 44000 mg/m3 4 hours [Mouse]. Chronic Effects on Humans: CARCINOGENIC EFFECTS: A4 (Not classifiable for human or animal.) by ACGIH. DEVELOPMENTAL TOXICITY: Classified Reproductive system/toxin/female, Reproductive system/toxin/male [SUSPECTED]. Causes damage to the following organs: central nervous system (CNS). May cause damage to the following organs: kidneys, the reproductive system, liver, skin. Other Toxic Effects on Humans: Hazardous in case of skin contact (irritant), of ingestion, of inhalation. Slightly hazardous in case of skin contact (permeator). Special Remarks on Toxicity to Animals: Not available. Special Remarks on Chronic Effects on Humans:

May affect genetic material (mutagenicity) based on studies with yeast (S. cerevisiae), bacteria, and hamster fibroblast cells. May cause reproductive effects (fertility) based upon animal studies. May contain trace amounts of benzene and formaldehyde which may cancer and birth defects. Human: passes the placental barrier. Special Remarks on other Toxic Effects on Humans: Acute Potential Health Effects: Skin: May cause skin irritation. May be harmful if absorbed through the skin. Eyes: Causes eye irritation, characterized by a burning sensation, redness, tearing, inflammation, and possible corneal injury. Inhalation: Inhalation at high concentrations affects the sense organs, brain and causes respiratory tract irritation. It also may affect the Central Nervous System (behavior) characterized by dizzness, drowsiness, confusion, headache, muscle weakeness, and possibly motor incoordination, speech abnormalities, narcotic effects and coma. Inhalation may also affect the gastrointestinal tract (nausea, vomiting). Ingestion: May cause irritation of the digestive (gastrointestinal) tract (nausea, vomiting). It may also p. 5 affect the Central Nevous System (behavior), characterized by depression, fatigue, excitement, stupor, coma, headache, altered sleep time, ataxia, tremors as well at the blood, liver, and urinary system (kidney, bladder, ureter) and endocrine system. May also have musculoskeletal effects. Chronic Potential Health Effects: Skin: May cause dermatitis. Eyes: Eye irritation. Section 12: Ecological Information Ecotoxicity:

Ecotoxicity in water (LC50): 5540 mg/l 96 hours [Trout]. 8300 mg/l 96 hours [Bluegill]. 7500 mg/l 96 hours [Fatthead Minnow]. 0.1 ppm any hours [Water flea]. BOD5 and COD: Not available. Products of Biodegradation: Possibly hazardous short term degradation products are not likely. However, long term degradation products may arise. Toxicity of the Products of Biodegradation: The product itself and its products of degradation are not toxic. Special Remarks on the Products of Biodegradation: Not available. Section 13: Disposal Considerations Waste Disposal: Waste must be disposed of in accordance with federal, state and local environmental control regulations. Section 14: Transport Information DOT Classification: CLASS 3: Flammable liquid. Identification: : Acetone UNNA: 1090 PG: II Special Provisions for Transport: Not available. Section 15: Other Regulatory Information Federal and State Regulations: California prop. 65: This product contains the following ingredients for which the State of California has found to cause reproductive harm (male) which would require a warning under the statute: Benzene California prop. 65: This product contains the following ingredients for which the State of California has found to cause birth defects which would require a warning under

the statute: Benzene California prop. 65: This product contains the following ingredients for which the State of California has found to cause cancer which would require a warning under the statute: Benzene, Formaldehyde Connecticut hazardous material survey.: Acetone Illinois toxic substances disclosure to employee act: Acetone Illinois chemical safety act: Acetone New York release reporting list: Acetone Rhode Island RTK hazardous substances: Acetone Pennsylvania RTK: Acetone Florida: Acetone Minnesota: Acetone Massachusetts RTK: Acetone Massachusetts spill list: Acetone New Jersey: Acetone New Jersey spill list: Acetone Louisiana spill reporting: Acetone California List of Hazardous Substances (8 CCR 339): Acetone TSCA 8(b) inventory: Acetone TSCA 4(a) final test rules: Acetone TSCA 8(a) IUR: Acetone Other Regulations: OSHA: Hazardous by definition of Hazard Communication Standard (29 CFR 1910.1200). EINECS: This product is on the European Inventory of Existing Commercial Chemical Substances. Other Classifications: WHMIS (Canada): CLASS B-2: Flammable liquid with a flash point lower than 37.8C (100F). CLASS D-2B: Material causing other toxic effects (TOXIC). p. 6 DSCL (EEC): R11- Highly flammable. R36- Irritating to eyes. S9- Keep container in a wellventilated place. S16- Keep away from sources of

ignition - No smoking. S26- In case of contact with eyes, rinse immediately with plenty of water and seek medical advice. HMIS (U.S.A.): Health Hazard: 2 Fire Hazard: 3 Reactivity: 0 Personal Protection: h National Fire Protection Association (U.S.A.): Health: 1 Flammability: 3 Reactivity: 0 Specific hazard: Protective Equipment: Gloves. Lab coat. Vapor respirator. Be sure to use an approved/certified respirator or equivalent. Wear appropriate respirator when ventilation is inadequate. Splash goggles. Section 16: Other Information References: -Material safety data sheet issued by: la Commission de la Sant et de la Scurit du Travail du Qubec. -The SigmaAldrich Library of Chemical Safety Data, Edition II. -Hawley, G.G.. The Condensed Chemical Dictionary, 11e ed., New York N.Y., Van Nostrand Reinold, 1987. LOLI, RTECS, HSDB databases. Other MSDSs Other Special Considerations: Not available.

Created: 10/10/2005 08:13 PM Last Updated: 11/01/2010 12:00 PM The information above is believed to be accurate and represents the best information currently available to us. However, we make no warranty of merchantability or any other warranty, express or implied, with respect to such information, and we assume no liability resulting from its use. Users should make their own investigations to determine the suitability of the information for their particular purposes. In no event shall ScienceLab.com be liable for any claims, losses, or damages of any third party or for lost profits or any special, indirect, incidental, consequential or exemplary damages, howsoever arising, even if ScienceLab.com has been advised of the possibility of such damages. http://www.collectioncare.org/MSDS/Acetonemsds.pdf

Prinsi destilasi Sebagaimana prinsip dasar dari destilasi adalah memisahkan zat berdasarkan perbedaan titik didihnya, maka komponen zat yang memiliki titik didih yang rendah akan lebih dulu menguap sedangkan yang lebih tinggi titik didihnya akan tetap tertampung pada labu destilasi. Proses penguapan komponen zat ini dilakukan dengan pemanasan pada labu destilasi sehingga komponen zat yang memiliki titik didih yang lebih rendah akan menguap dan uap tersebut melewati kondensor atau pendingin yang mendinginkan komponen zat tersebut sehingga akan terkondensasi atau berubah dari berwujud uap menjadi berwujud cair sehingga dapat ditampung di labu destilat atau labu Erlenmeyer. Pada proses destilasi ini, destilat ditampung pada suhu tetap (konstan). Hal ini dilakukan karena diharapkan akan diperoleh destilat yang murni pada kondisi suhu tersebut. Setelah sampel pada labu alas bulat berkurang, suhu akan naik karena jumlah sampel yang didestilasi telah berkurang. Pada kondisi naiknya suhu ini, proses destilasi sudah dapat dihentikan sehingga yang diperoleh adalah destilat murni. Pada destilasi, untuk memperoleh ketelitian yang tinggi penempatan ujung termometer harus sangat diperhatikan, yaitu ujung termometer harus tepat berada di persimpangan yang menuju ke pendingin agar suhu yang teramati adalah benar-benar suhu uap senyawa yang diamati. Pada proses destilasi, penyimpangan

pengukuran dapat terjadi jika adanya pemanasan yang berlebihan (superheating) serta kesalahan dalam penempatan pengukur suhu (thermometer) tidak pada posisi yang benar. http://rolanrusli.com/destilasi/ Prinsip ekstraksi Ekstraksi adalah teknik yang sering digunakan bila senyawa organik (sebagian besar hidrofob) dilarutkan atau didispersikan dalam air. Pelarut yang tepat (cukup untuk melarutkan senyawa organik; seharusnya tidak hidrofob) ditambahkan pada fasa larutan dalam airnya, campuran kemudian diaduk dengan baik sehingga senyawa organik diekstraksi dengan baik. Lapisan organik dan air akan dapat dipisahkan dengan corong pisah, dan senyawa organik dapat diambil ulang dari lapisan organik dengan menyingkirkan pelarutnya. Pelarut yang paling sering digunakan adalah dietil eter C2H5OC2H5, yang memiliki titik didih rendah (sehingga mudah disingkirkan) dan dapat melarutkan berbagai senyawa organik. Tekhnik ini (ekstraksi) bermanfaat untuk memisahkan campuran senyawa dengan berbagai sifat kimia yang berbeda. Contoh yang baik adalah campuran fenol C6H5OH, anilin C6H5NH2 dan toluen C6H5CH3, yang semuanya larut dalam dietil eter. Pertama anilin diekstraksi dengan asam encer. Kemudian fenol diekstraksi dengan basa encer. Toluen dapat dipisahkan dengan menguapkan pelarutnya. Asam yang digunakan untuk mengekstrak anilin ditambahi basa untuk mendaptkan kembali anilinnya, dan alkali yang digunakan mengekstrak fenol diasamkan untuk mendapatkan kembali fenolnya. Bila senyawa organik tidak larut sama sekali dalam air, pemisahannya akan lengkap. Namun nyatanya, banyak senyawa organik, khususnya asam dan basa organik dalam derajat tertentu larut juga dalam air. Hal ini merupakan masalah dalam ekstraksi. Untuk memperkecil kehilangan yang disebabkan gejala pelarutan ini, disarankan untuk dilakukan ekstraksi berulang. Anggap anda diizinkan untuk menggunakan sejumlah tertentu pelarut. Daripada anda menggunakan keseluruhan pelarut itu untuk satu kali ekstraksi, lebih baik Anda menggunakan sebagian-sebagian pelarut untuk beberapa kali ekstraksi. Kemudian akhirnya menggabungkan bagian-bagian pelarut tadi. Dengan cara ini senyawa akan terekstraksi dengan lebih baik. Alasannya dapat diberikan di bawah ini dengan menggunakan hukum partisi. http://www.scribd.com/doc/20582022/New-Ekstraksi#download