Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN TETAP PRAKTIKUM DASAR-DASAR TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN PENGAMATAN KEMUNDURAN MUTU IKAN

Oleh : Kelompok 8 Ricky Setyo A itomo &o'i (h)i*ti+, -o*.+ Hil + Di+, S+)lit+ Ni M+ e P)+ti1i Achm+ H+i i) !"###!!$!#% !"###!!$!#/ !"###!!$!08 !"###!!$!%8 !"###!!$!2!

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN 3AKULTAS PERTANIAN UNI4ERSITAS SRI5I-A&A INDERALA&A 0!#0

I6 PENDAHULUAN A6 L+t+) 7el+k+,' Sejak beberapa abad yang lalu manusia telah memanfaatkan ikan sebagai salah satu bahan pangan yang banyak mengandung protein. Protein ikan sangat diperlukan oleh manusia karena selain lebih mudah dicerna juga mengandung asam amino dengan pola yang hampir sama dengan pola asam amino yang terdapat di dalam tubuh manusia. Berdasarkan hasil penelitian, ternyata daging ikan mempunyai komposisi kimia sebagai berikut: Air Protein &emak (arbohidrat : 60,0 : $!,0 : 0,$ : 0,0 !",0 # %0,0 # ',' # $,0 #

)itamin dan mineral : sisanya (ebutuhan setiap manusia akan protein he*ani sangat ber+ariasi, tergantung pada umur, jenis kelamin dan akti+itas yang dilakuka. (alau kita andaikan sumber protein he*ani hanya berasal dari ikan, jumlah daging dan protein ikan yang harus dimakan.Bagi tubuh manusia, daging ikan mempunyai beberapa fungsi, yaitu diantaranya: $, menjadi sumber energi yang sangat dibutuhkan dalam menunjang akti+itas kehidupan sehari-hari ', membantu pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh %, mempertinggi daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit dan juga memperlancar proses-proses fisiologi didalam tubuh. (ekurangan daging ikan dapat berakibat timbulnya penyakit kuasiorkor, busung lapar, terhambatnya pertumbuhan mata, kulit dan tulang, serta menurunnya tingkat kecerdasan .terutama pada anak-anak,, bahkan dapat menimbulkan kematian. /emang sangat sulit untuk mempertahankan kesegaran ikan sampai ke tangan konsumen, karena ikan merupakan komoditi yang sangat mudah busuk. 0kan mulai mengalami proses pembusukan sejak pertama kali ditangkap. Adapun yang

dimaksud ikan segar adalah ikan yang masih mempunyai sifat sama seperti ikan hidup, baik rupa, bau, rasa maupun teksturnya. 1engan kata lain, ikan segar adalah : $, 0kan yang baru saja ditangkap dan belum mengalami proses penga*etan maupun pengolahan lebih lanjut. ', 0kan yang belum mengalami perubahan fisik maupun kimia*i atau yang masih mempunyai sifat sama seperti ketika ditangkap. Proses perubahan pada tubuh ikan terjadi karena adanya akti+itas en2im, mikroorganisme, atau oksidasi oksigen. Setelah ikan mati, berbagai proses perubahan fisik maupun kimia*i berlangsung lebih cepat. Semua perubahan ini akhirnya mengarah kepada pembusukan. Seluruh permukaan tubuh ikan yang sedang mengalami proses pembusukan dipenuhi lendir. Adapun urutan proses perubahan yang terjadi pada tubuh ikan adalah sebagai berikut: - Prerigormortis, suatu fase *aktu antara disaat mana ikan sedang mengalami kematian sampai mati. - Proses rigormortis, suatu fase yang ditandai dengan mengejangnya tubuh ikan dan ikan yang berada pada fase ini menandakan bah*a ikan masih dalam keadaan segar. - Pasca rigormortis, suatu fase yang menyebabkan jaringan otot ikan tidak dapat mempertahankan fleksibilitasnya.kekenyalan,, daging ikan menjadi lunak kembali dan proses pembusukan akan segera berlangsung. Setiap jenis ikan memiliki rentang *aktu yang berbeda untuk setiap tahap fase kemunduran mutu3pembusukan. .Bahar, 4. '006,.

76 T.8.+, Praktikum ini bertujuan agar mahasis*a lebih memahami tingkat kemuduran mutu ikan sehingga dapat membedakan sampai sebatas mana ikan layak untuk dikonsumsi.

II6 TIN-AUAN PUSTAKA A6 Si*tem+tik+ Ik+, Adapun sistematika ikan-ikan yang digunakan dalam praktikum ini antara lain sebagai berikut : $. 0kan Sarden .Sardinella lemuru) klasifikasi phylum class sub class ordo sub 7rdo family genus spesies : Animalia : 5hordata : Pisces : 6eleostei : Percomorfes : /alotopterygii : 5lupeidae : Sardinella : Sardinella lemuru 0kan sarden (Sardinella lemuru) memiliki bentuk badan yang memanjang, perut agak bulat dengan sisik berduri. A*al sirip punggung sedikit ke muka dari pertengahan badan, lebih dekat kea rah moncong daripada ke drip ekor. 0kan sarden disebut juga ikan lemuru dikenal dengan produk kaleng. 0kan ini memiliki daging mirip ikan kembung. Sarden merupakan ikan laut yang terdiri dari beberapa spesies dari family clupadae. ikan ini mampu bertahan hingga kedalam lebih dari $000 meter. 0kan ini cocok digunakan sebagai makanan dihidangkan dengan saus cabe atau saus tomat. Sarden adalah ikan yang memiliki nilai komersial..(hairuman '00', '. 0kan 8kor (uning .Lutjanus chrysurus, Sistematika ikan ekor kuning .Lutjanus chrysurus, menurut Bahar,.'006, adalah sebagai berikut : (ingdom Phylum sub phylum class sub 5lass : Animalia : 5hordata : )ertebrata : 6eleostei : Actinopterygii

ordo genus species

: Perciformes : Lutjanus : Lutjanus chrysurus 6ubuh yang berukuran besar, berbentuk fusiform .torpedo,, sedikit kompres

dari sisi ke sisi. 9ari-jari insang '6-%" pada lengkuangan pertama. /emiliki dua sirip dorsal3punggung, sirip depan biasanya pendek dan terpisah oleh celah yang kecil dari sirip belakang. /empunyai jari-jari sirip tambahan .finlet, !-$0 finlet dibelakang sirip punggung dan sirip anal :-$0 finlets. /emiliki sisip pel+ik yang kecil. Pada spesimen yang berukuran besar memiliki sirip dorsal kedua dan sirip anal yang sangat panjang, mencapai lebih dari '0# panjang cagak sirip pektoralnya cukup panjang, biasanya lebih dari panjang sirip dorsal kedua biasanya ''-%$# dari panjang fork. Sirip ekor bercagak agak ke dalam dengan jari-jari penyokong menutup seluruh ujung hipural. Sirip ekornya berbentuk sangat ramping dan terdiri dari % keel. 6ubuhnya tertutup oleh sisik yang sangat kecil, ber*arna biru tua dan agak gelap pada bagian atas tubuhnya. Sisik berukuran besar kadang berkembang namun jarang nampak. 6anda sisik yang berukuran besar membentuk semacam lingkaran di sekeliling tubuh pada bagian belakang kepala, dan kemudian berkurang di bagian belakang sirip dorsal kedua. 0kan ekor kuning ber*arna biru tua gelap pada sisi belakang dan di atas tubuhnya dengan perut kuning atau sil+er .Bahar, '006,. %. 0kan (embung .Rastreliger canagurta, 0kan kembung.;astreliger canagurta) mempunyai klasifikasi menurut (hairuman .'00', sebagai berikut: kingdom filum kelas ordo famili genus spesies : Animalia : 5hordata : Pisces : Pecomorphi : Scombridae : ;astrelliger : ;astreliger canagurta 0kan kembung .Rastreliger canagurta, tergolong ikan pelagik yang menghendaki perairan yang bersalinitas tinggi. 0kan kembung suka hidup secara

bergerombol dan kebiasaan makan adalah memakan plankton yang besar3kasar .Copepode atau Crustacea,. 0kan kembung .Rastreliger canagurta) memiliki rahang, tubuh bilateral simetris, mulutnya terminal dan memiliki tutup insang. 0kan kembung juga memiliki linea lateralis, rudimeter, finlet, memiliki lubang hidung dua buah .dirhinous,, bersisik dan tidak memiliki sunggut, ikan kembung juga memiliki satu buah sirip punggung, dua buah sirip perut, pectoralis, sirip anal dan sirip ekor bercagak .(hairuman '00', ". Sepat Siam ( Trichogaster pectoralis, Sistematika 0kan Sepat Siam ( Trichogaster pectoralis , /andala.. '00<, adalah sebagai berikut : filum sub filum class sub class ordo sub 7rdo family genus species : 5hordata : )ertebrata : Pisces : 6eleostei : Percomorphoidei : Anabantoidei : Anabantidae : Trichogaster : Trichogaster pectoralis 0kan sepat siam termasuk salah satu ikan introduksi yang berasal dari 6hailand pada tahun $=%". Bentuk badan memanjang dan pipih. Bermulut kecil dengan bibir yang tipis, satu sirip perut yang terdepan berubah menjadi semacam cambuk yang dapat digerakkan. Punggung ber*arna hijau kehitaman, tapi pada bagian perut ber*arna lebih terang. Pada bagian tubuh ikan sepat siam terdapat satu garis hitam hori2ontal dari mata sampai ujung batang ekor, juga garis +ertical yang tidak lurus mulai dari a*al sirip dada sampai ekor, ikan sepat siam memiliki sisik kecil-kecil dan panjang maksimumnya adalah sekitar '< cm. 0kan sepat siam hidup disungai dan ra*a-ra*a, mudah untuk dipelihara dikolam. Sepat siam dapat tumbuh dengan cepat bila dipelihara di kolam dengan pakan alami berlimpah. Selain makan

plankton, ikan ini juga memakan tanaman air yang lunak. 0kan sepat siam dapat hidup dengan baik pada daerah dengan ketinggian 0-: m 1P& ./andala, 9. '00<, <. 0kan 6embakang .Helostoma temminckii, Sistematika ikan 6embakang9Helostoma temminckii, menurut /andala. .'00<, sebagai berikut: filum class ordo family genus spesies : 5hordata : Actinopterygii : Perciformes : 4elostomatidae : 4elostoma : 4elostoma temminckii 0kan tambakan memiliki tubuh berbentuk pipih +ertikal. Sirip punggung dan sirip analnya memiliki bentuk dan ukuran yang hampir serupa. Sirip ekornya sendiri berbentuk nyaris bundar atau mengarah cembung ke luar, sementara sirip dadanya yang berjumlah sepasang juga berbentuk nyaris bundar. 1i kedua sisi tubuhnya terdapat, pola berupa garis tipis yang bera*al dari pangkal celah insangnya sampai pangkal sirip ekornya. (urang lebih ada sekitar "%-"! yang menyusun gurat sisi tersebut. 0kan tambakan diketahui bisa tumbuh hingga ukuran %0 sentimeter.Salah satu ciri khas dari ikan tambakan adalah mulutnya yang memanjang. (arakteristik mulutnya yang menjulur ke depan membantunya mengambil makanan semisal lumut dari tempatnya melekat. Bibirnya diselimuti oleh semacam gigi bertanduk, namun gigi-gigi tersebut tidak ditemukan di bagian mulut lain seperti , premaksila, dentary, dan langit-langit mulut. 0kan tambakan juga memiliki tapis insang (gill raker) yang membantunya menyaring partikel-partikel makanan yang masuk bersama dengan air. Ada dua jenis ikan tambakan berdasarkan *arnanya, namun mereka masih termasuk dalam spesies yang sama: ikan tambakan ber*arna dan ikan tambakan ber*arna pucat. Belakangan, ada juga jenis ikan tambakan yang ukurannya lebih kecil dari ikan tambakan kebanyakan dan bentuknya bundar nyaris menyerupai balon. )ariasi genetis ikan tersebut biasa dikenal dengan nama >gurami pencium kerdil> atau >balon merah muda>.. /andala.'00<, 76 Kem., .)+, M.t. Ik+,

0kan yang bersifat perishable atau mudah mengalami pembusukan atau kemunduran mutu. ?ase-fase pembusukan pada ikan ada % tahap, yaitu prerigormortis rigormortis, dan pascargormortis. 1an proses perubahan pada tubuh ikan terjadi karena adanya akti+itas en2im, mikrooranisme, atau oksidasi oksigen. Setelah ikan mati, berbagai proses perubahan fisik maupun kimia*i berlangsung secara cepat. Semua perubahan ini akhirnya mengarah ke pembusukan. Seluruh permukaan tubuh ikan yang sedang mengalami proses pembusukan dipenuhi lendir. Adapun urutan proses perubahan yang terjadi pada tubuh ikan adalah sebagai berikut : $. Proses perubahan pada ikan setelah penangkapan /eliputi, prerigormortis,rigormortis,dan pascarigormortis. '. Proses perubahan karena akti+itas en2im .Autolisis,. Autolisis adalah proses penguraian organ-organ tubuh ikan oleh en2im-en2im yang terdapat didalam tubuh ikan sendiri.Proses ini biasanya terjadi setelah ikan yang mati mele*ati fase rigormortis. Selama ikan hidup, en2im-en2im yang terdapat didalam tubuh berasal dari daging. cathepsin,, en2im pencernaan .trypsin chemotrypsin dan pepsin, atau en2im dari mikroorganisme yang terdapat pada saluran pencernaan. @ntuk menghindari terjadinya autolisis, ikan sebaiknya dipanaskan pada suhu 60-!0o5 dalam *aktu yang relati+e singkat sekitar < menit. %. Proses perubahan karena akti+itas /ikroorganisme 1alam keadaan hidup, ikan dapat dianggap tidak mengandung bekteri yang sifatnya tidak mengandung bakteri yang sifatnya merusak. Adapunjenis bakteri yang umumnya ditemukan pada tubuh ikan adalah !chromobacter #icrococcus, dan $acillus. ". Proses perubahan karena oksidasi Proses perubahan pada ikan dapat juga terjadi karena proses oksidasi lemak, sehingga timbul aroma tengik yang tidak diinginkan. Pada praktikum ini hal-hal yang diamati adalah post mortemnya yaitu, rentang *aktu pada tahap-tahap kemunduran mutu ikan setelah ikan mati. 4ari pertama ikan masih berada dalam keadaan hidup sehingga untuk hari keduanya ikan masih berada pada fase rigormortis dan dalam keadaan segar. Pengamatan yang dilakukan meliputi, tekstur tubuh, mata, insang, "seudomonas,

sisik, keadaan perut, bau dan lendir. 1ilakukan pada ikan yang disiangi dan tanpa penyiangan. Pada ikan yang disiangi lebih lama mengalami kemunduran mutu karena penyiangan dilakukan dengan membuang insang dan jeroan atau isi perut. (eduanya merupakan tempat adanya bakteri sehingga proses kemunduran mutunya lebih lama terjadi. Sedangkan pada ikan tanpa penyiangan lebih cepat mengalami kemunduran mutu karena bakteri-bakteri tersebut menyerang tubuh bagian dalam, dan saluran pencernaan menuju jaringan daging dan dari permukaan kulit menuju ke jaringan tubuh bagian dalam. Sehingga proses rigormortisnya hanya bertahan selama % hari dengan media pembekuan. Proses kemunduran mutu kesegaran ikan akan terus berlangsung jika tidak dihambat. 5epat lambatnya proses tersebut sangat dipengaruhi oleh banyak hal, baik faktor internal yang lebih banyak berkaitan dengan sifat ikan itu sendiri maupun eksternal yang berkaitan dengan lingkungan dan perlakuan manusia. ?aktor biologis .internal, tidak mudah ditangani karena berkaitan dengan sifat ikan itu sendiri. /eski begitu, dalam beberapa hal beberapa tindakan dapat dilakukan. /isalnya untuk ikan budidaya dipuasakan lebih dulu paling tidak " jam sebelum dipanen sehingga ikan tidak dalam kondisi kenyang ketika dipanen. Aang paling dapat dilakukan adalah menangani faktor eksternal karena berkaitan dengan tindakan dan lingkungan yang diberikan. Betapa pun, penurunan mutu harus dihambat sejak a*al, yaitu sejak ikan ditangkap atau diangkat dari habitat hidupnya, dan tetap dilanjutkan ketika ikan didaratkan, selama transportasi hingga selama pengolahan. Ada dua cara utama untuk menghambat kemunduran mutu ikan segar. Aang pertama adalah dengan merusak atau mematikan agen penyebab kerusakan, yaitu en2im dan bakteri. 1engan menggunakan suhu tinggi pemanasan, pemasakan, dan sebagainya biang penyebab kerusakan tersebut tidak aktif lagi. Bamun cara ini tidak hanya berpengaruh terhadap agen penyebab kemunduran mutu ikan, tetapi juga mengubah sifat asli kesegaran ikan. 5ara kedua adalah dengan menghambat akti+itas penyebab kemunduran mutu hingga pada tingkat paling rendah. /isalnya dengan menggunakan garam, pengeringan, dan sebagainya. Bamun cara ini juga menyebabkan banyak perubahan terhadap sifat asli kesegaran ikan. Agar sifat asli kesegaran ikan bertahan, yang

diperlukan adalah cara yang tidak banyak berpengaruh terhadap sifat asli kesegaran ikan. 5ara paling mudah dan jitu untuk menghambat biang kerusakan ikan adalah dengan menggunakan suhu rendah. 0stime*anya, dengan suhu rendah ini akti+itas biang kerusakan terhambat sedangkan sifat asli kesegaran ikan hampir tidak berubah. Pada suhu rendah tersebut akti+itas en2im terhambat, akti+itas dan pertumbuhan bakteri pun terhambat dan bahkan sebagian bakteri yang tidak tahan suhu rendah akan mati. Akibatnya, kemunduran mutu ikan berjalan jauh lebih lambat sehingga ikan tetap segar dalam jangka *aktu lama. (emampuan suhu rendah mempertahankan ikan tetap segar sangat ditentukan oleh mutu a*al ikan, teknik untuk membuat ikan bersuhu rendah, dan penerapan suhu rendah tersebut hingga ikan siap digunakan .sistem rantai dingin,. 5ara paling sederhana, mudah, murah dan la2im digunakan untuk membuat ikan bersuhu rendah adalah dengan menurunkan suhu menggunakan es. 1engan cara ini ikan menjadi dingin tetapi tidak beku. 6itik beku ikan .-$,$C s3d -','C5, tidak akan tercapai, dan suhu terendah yang dicapai sekitar 0C5. Pada suhu ini semua akti+itas penyebab kemunduran mutu ikan terhambat total sehingga kemunduran mutu pun terhambat. 6idak hanyak itu, dengan es tersebut ikan akan tetap basah, bersih dan mengkilap akibat tercuci lelehan es .Su*arno, '006,.

III6 METODOLOGI A6 5+kt. +, Temp+t

Praktikum 1asar-1asar 6eknologi 4asil Perikanan dilaksanakan pada hari kamis tanggal 0! maret dari pukul $".%0 sampai dengan selesainya praktikum tersebut,di &aboratorium 640.

76 Al+t +, 7+h+, Alat yang digunakan adalah pisau, alas plastic untuk penyiangan, baskom, talenan. Sedangkan bahannya adalah ikan ekor kuning,ikan sepat,ikan sarden,ikan tembakang dan ikan kembung.

(6 (+)+ Ke)8+
0kan diamati kondisi fisiknya mulai dari mutu, insang, tekstur daging, keadaan kulit dan lendir, keadaan perut dan sayatan daging serta bau.

I46 HASIL DAN PEM7AHASAN A6 HASIL Adapun hasil pengamatan yang diperoleh pada praktikum kemunduran mutu ikan adalah sebagai berikut : 6abel $. 4asil pengamatan praktikum kemunduran mutu ikan. (elompok Bo 0kan 0kan (eterangan Sampel segar busuk

0.0kan ekor kuning.Lutjan us chrysurus) 00.0kan Sepat .Trichogaster pectoralis) 000.0kan Sarden .Sardinella lemuru, 0).0kan 6embakang.H elostoma temminckii) ). 0kan (embung .Rastrelliger canagurta,

$ ' % $ ' % $ ' %

D D D D -

D D D D D

$ ' % $ ' %

D D D D

D D -

1aging elastis, bau masih segar /ata keabu-abuan, *arna kulit agak pudar 1aging elastis, matanya bening /ata cembung,daging kompak 0nsang *arna coklat,mulut terbuka /ata cekung,insang *arna coklat daging tidak kompak /ata cekung,berbau agak tengik /ata cembung,insang merah /ata cekung,daging tidak kompak, /emiliki lendir,berbau sudah tidak segar lagi. 0nsang ber*arna merah,mata cembung,berbau khas,daging elastis *arna kulit ikan yang cerah dan tidak memiliki lendir /ata sudah cekung, ber*arna keruh atau buram, insang ber*arna coklat,berlendir, badan lunak, bau sudah busuk, kulit *arnanya pudar.

76 PEM7AHASAN Pada pratikum 1asar-1asar 6eknologi 4asil Perikanan yang dilaksanakan hari kamis yang mempunyai judul percobaan EPengamatan (emunduran /utu 0kanF. 1ari praktikum tersebut kami sebagai praktikan dapat mengetahui dan membedakan ikan. Pengamatan untuk mengetahui mutu kemunduran ikan memberitahu bah*a ikan yang dijual di pasar memiliki tingkat kesegaran yang berbeda, bahkan kami juga mendapati ikan yang tidak layak untuk konsumsi. Adapun cara kami mengetahui standar atau tingkat kesegaran suatu ikan atau ikan telah membusuk melalui percobaan pengamatan berikut,yaitu dengan melihat parameter. Adapun parameter ikan yaitu mata, insang, tekstur daging, keadaan kulit dan lender, keadaan perut dan sayatan daging, dan bau. Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui tahap tahap kemunduran mutu ikan setelah ikan mati dengan cara penyiangan atau tanpa penyiangan. Setelah ikan mati, praktikum dilanjutkan dengan mengamati ikan pada menit-menit yang telah ditentukan. Proses perubahan pada ikan setelah penangkapan.

/eliputi, prerigormortis, rigormortis, dan pascarigormortis. Setelah itu dilanjutkan dengan proses perubahan karena akti+itas en2im .autolisis,. Pada saat kami melakukan praktikum mengamati ikan sarden yang dibuat dengan tiga sampel ikan yang sama yaitu ikan sarden dengan keadaan ikan yang sudah mati semua,tetapi dari ketiga ikan tersebut ada yang masih segar dan ada juga ikan yang sudah tidak segar.pada sampel pertama yaitu ikan sarden yang mutu nya sudah tidak segar lagi atau masih biasa dibilang sudah busuk,dengan *arna insang coklat,*arna kulit ikan sudah tidak cerah lagi,mata cekung,daging tidak kompak bila ditekan meninggalkan jejak jari,bau nya juga sudah tidak khas lagi tapi sedikit tengik. (emudian pada sampel kedua mutu nya masih segar dengan *arna insang yang merah,*arna kulit ikan yang cerah,mata yang cembung,daging yang elastis dan tidak meninggalkan jejak jari dibagian perut nya,dan bau ikan tersebut masih khas yaitu bau amis. &alu pada sampel yang ketiga ikan sarden nya sudah tidak segar lagi mutu ikan sarden tersebut sudah turun dan mulai membusuk,dengan *arna kulit yang tidak cerah lagi, mata yang cekung, *arna insang coklat, daging yang sudah tidak kompak lagi dan jika ditekan dibagian perutnya meninggalkan jejak, dan memiliki lendir yang banyak. Pada percobaan praktikum kali ini dapat kita simpulkan hasil yaitu kita dapat mengetahui dan lebih memahami tingkat kemunduran mutu ikan sehingga kita dapat membedakan sampai sebatas mana ikan tersebut layak untuk dikonsumsi. Pada praktikum kali ini juga dapat kita ketahui kesegaran dari ikan air ta*ar yang dapat terlihat jelas bah*a parameter dari ikan tersebut dalam keadaan yang baik dengan contoh tekstur pada daging dan sayatan daging masih cemerlang dan jika dibelah maka daging melekat kuat pada tulang terutama rusuknya. 4al didukung karena ikan air ta*ar dibudidayakan dengan baik, ditangkap dari alam dan mungkin pengolahannya sudah bagus.

46 KESIMPULAN DAN SARAN A6 KESIMPULAN $. 0kan memiliki protein, lemak, dan +itamin yang baik untuk tubuh manusia. '. Adanya beberapa fase dalam perubahan fisik yang di sebabkan oleh akti+itas en2im dan mikroorganisme. %. (ita dapat mengetahui tentang ikan yang layak buat dikonsumsi ". 1apat lebih teliti dalam menentukan ikan yang segar atau busuk <. 5ara untuk mengetahui tingkat kesegaran ikan dapat dilihat dari mata, insang, tekstur daging, keadaan kulit dan lendir, kedaan perut dan sayatan daging, serta bau dari ikan.

76SARAN 1ari praktikum ini kita sudah banyak mendapatkan ataupun memepelajari mengenai ikan segar dan ikan busuk sehingga kita bisa membedakan hal tersebut,

DA3TAR PUSTAKA Bahar, 4. '006. Sumberdaya "erikanan %ndonesia. Galia 0ndonesia : 9akarta. (hairuman, /. '00'. #orfologi %kan. Gramedia : 9akarta (hairuman .'00', .#orfologi ikan.Sukabumi:Bandung /andala, 9. '00<. $udidaya "erairan. Penebar S*adaya : 9akarta Su*arno,4adi.'006.1asar-1asar 6eknologi 4asil perikanan S/( Begri 6./odul: Bandar &ampung