Anda di halaman 1dari 11

KAK

(KERANGKA ACUAN KERJA)


NAMA KEGIATAN LOKASI PENYUSUNAN SISTEM INFORMASI DAN : DATABASE BIDANG PENGAIRAN KOTA BONTANG (TAHAP II) : KOTA BONTANG DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA : BONTANG BIDANG PENGAIRAN : RP. 330.700.000,00 : APBD KOTA BONTANG : 2012

SKPD

PAGU DANA SUMBER DANA TAHUN ANGGARAN

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

URAIAN PENDAHULUAN
1.

Latar Belakang Kota Bontang sebagai sebuah kota yang memiliki keragaman kehidupan sosial ekonomi telah mengalami suatu perkembangan yang sangat pesat, terutama dalam bidang kehidupan penduduk yang sangat berkaitan erat dengan perencanaan tata ruang. Seiring dengan hal tersebut maka terjadi suatu efek domino dimana jumlah penduduk semakin meningkat yang berarti diperlukan suatu infrastruktur pengairan (drainase) yang lebih memadai. Menilik dari kondisi yang ada pada saat ini dengan membandingkan dengan tingkat pertumbuhan jumlah penduduk dan kebutuhannya yang demikian tinggi, maka perencanaan jaringan drainase (pengairan) harus diatur dengan sangat hati-hati dan tepat guna agar memberikan suatu rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Selain itu pemeliharaan (maintenance) jaringan drainase merupakan suatu kewajiban yang bersifat rutin dalam jangka waktu tertentu untuk tetap memastikan kondisinya tetap terawat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan menjelaskan bahwa air beserta sumber-sumbernya, termasuk kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa yang mempunyai manfaat serba guna dan dibutuhkan manusia sepanjang masa, baik di bidang ekonomi, sosial maupun budaya masyarakat. Begitu pentingnya air beserta sumber-sumbernya, maka pemerintah daerah dituntut untuk mempunyai strategi perencanaan dan penanganan masalah pengairan yang cepat, tepat, dan akurat. Dalam Pasal 61 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 38 Tahun 2011 tentang Sistem Informasi Sungai, disebutkan bahwa pemerintah, pemerintah provinsi, atau pemerintah kabupaten/kota sesuai kewenangannya menyelenggarakan system informasi sungai. Sistem informasi sungai yang dimaksud merupakan bagian dari sistem informasi sumber daya air. Sistem informasi tersebut harus diperbarui sesuai kebutuhan. Maka dari itulah, Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Kota Bontang bermaksud melanjutkan kegiatan Penyusunan sistem informasi dan data base bidang pengairan Kota Bontang sebagai sarana untuk pengembangan system yang sudah ada. Hal tersebut tentu sangat penting untuk ketersediaan informasi data base bangunan pengairan beserta kondisinya yang sesuai dengan keadaan sebelumnya. Oleh sebab itu untuk memperoleh gambaran mengenai keadaan pengairan di Kota Bontang dokumen berupa data base, yang datanya penyusunan rencana dan program pembinaan catatan tentang data inventaris pengairan. yang akurat, lengkap, dan mutakhir dengan tujuan membentuk kumpulan digunakan sebagai masukan untuk selanjutnya serta dapat memberikan

Data jaringan drainase yang umum digunakan pada saat ini masih bersifat paper based dan belum terkomputerisasi. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, permodelan software data pengairan/jaringan drainase dapat dilakukan dengan berbasis pada Sistem Informasi Geografis (SIG). Pemilihan software berbasis SIG dikarenakan data jaringan drainase merupakan suatu data yang bersifat keruangan (spatial). Diharapkan dengan pembuatan sofware tersebut, penyediaan informasi terhadap suatu jaringan bidang pengairan dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien sehingga pengambilan keputusan penanganannya dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat. 2

2.

Maksud Dan Tujuan Maksud dilakukannya kegiatan Penyusunan Sistem Informasi Dan Data Base Bidang Pengairan Kota Bontang adalah untuk melanjutkan Penyusunan Sistem Informasi dan Data Base yang meliputi perkembangan suatu jaringan pengairan yang mencakup aspek hukum, teknis, pembiayaan, bangunan pelengkap, perlengkapan jaringan, bangunan utilitas, dan pemanfaatannya sehingga dapat digunakan sebagai acuan Pemerintah Daerah untuk penyelenggaraan kegiatan pembangunan pengairan kota. Sedangkan tujuannya adalah melaksanakan tertib pembangunan pengairan dengan mewujudkan dokumen yang lengkap, akurat, mutakhir, dan mudah diperoleh melalui sistem informasi yang handal dan efektif.

3.

Sasaran Berdasarkan maksud dan tujuan tersebut di atas, maka sasaran yang diharapkan adalah peningkatan kinerja untuk penyusunan rencana dan program penyelenggaraan pengairan di Kota Bontang.

4.

Lokasi Kegiatan Kegiatan ini harus dilaksanakan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lokasi pekerjaan berada di Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur. Sumber Perdanaan Untuk pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp. 330.700.000,termasuk PPN dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang yang tercantum dalam DPA SKPD Dinas Pekerjaan Umum Tahun Anggaran 2012. Nama dan Organisasi, Pejabat Pembuat Komitmen Nama Pejabat Pembuat Komitmen : Hj. Ervina Setianingsih, ST., MT. Satuan Kerja : Bidang Pengairan, Dinas Pekerjaan Umum Kota Bontang

5.

6.

DATA PENUNJANG
7.

Data Dasar a. Peta geologi b. Data hidrologi c. Data klimatologi d. Program Sistem Informasi dan Data Base Bidang Pengairan Kota Bontang Tahap I Standar Teknis Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Standar lainnya yang berlaku. Studi-Studi Terdahulu Penyusunan data base dan system informasi geografis Kota Bontang tahun 2011.

8.

9.

10. Dasar Hukum

Dasar hukum pelaksanaan kegiatan Penyusunan Sistem Informasi Dan Data Base Bidang Pengairan Kota Bontang adalah sebagai berikut : 1. Undang-undang RI No. 11 Tahun 1974 tentang Pengairan 2. Undang-undang RI No. 23 Tahun 1997 tentang Lingkungan Hidup. 3

3. Undang-undang RI No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air 4. Undang-undang RI No. 25 Tahun 2004 tentang sistem Perencanaan 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.

Pembangunan Nasional; Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 38 Tahun 2011 tentang Sungai, Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 2008 tentang Air Tanah Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 2010 tentang Bendungan Keputusan Presiden No. 57 Tahun 1993 tentang Tim Koordinasi Pengelolaan Tata Ruang Nasional Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 32/PRT/M/2007 tentang Pedoman Operasi Dan pemeliharaan Jaringan Irigasi

RUANG LINGKUP
11. Lingkup Kegiatan

Lingkup wilayah menitikberatkan pada bidang pengairan di wilayah Kota Bontang, sebagai lingkup kegiatan Penyusunan Data Base dan Sistem Informasi Geografis Bidang Pengairan adalah sebagai berikut : 1) Pengumpulan data Proses pengumpulan data dilakukan dengan mencari data dari buku dan peta yang dimiliki oleh Dinas PU Bidang Pengairan Kota Bontang yang berhubungan dengan objek permasalahan. Selain itu beberapa data juga diperoleh secara langsung dengan survey ke lapangan. Data-data yang perlu diinventarisasi adalah : a. Data Nama-Nama Sungai, b. Elevasi muka air sungai, c. Kandungan Sedimen air sungai, d. Data teknis banjir,, e. Penyebab, jenis dan jumlah kerugian akibat banjir, f. Data Sumber Air, g. Data Debit Air, h. Data Jaringan Irigasi, i. Data Bangunan Irigasi, j. Data Curah Hujan, k. Data Embung/Telaga, l. Data Pemanfaatan Sumber Air, m. Peta Peta. 2) Ujicoba Instalasi sistem Proses instalasi sistem dilakukan dengan cara menginstalasikan sistem ini ke dalam suatu komputer. Ujicoba proses instalasi ini bertujuan untuk mengetahui apakah sistem yang dibuat dapat bekerja dengan hasil yang sama persis seperti di komputer developer. 3) Ujicoba antarmuka sistem Pengujian ini bertujuan untuk menguji apakah semua form-form yang ada dalam sistem sudah berfungsi dengan benar agar kesalahan yang terjadi dapat seminimal mungkin. Ujicoba ini juga bertujuan untuk mengetahui efektifitas dari system yang dibuat.

4) Input data Terdapat dua proses input data pada sistem ini yaitu input data grafis yang bertujuan untuk menambah data spasial (peta) dan input data atribut yang bertujuan untuk mengisi informasi-informasi dari data spasial yang telah di-input. Setelah proses input data akan dilakukan pengujian hasil yang ditampilkan pada form peta dan panel informasi. 5) Edit data Terdapat dua proses edit data yaitu edit data grafis yang bertujuan untuk mengedit data spasial yang telah ada dan edit data atribut yang bertujuan untuk mengedit informasi tertentu dari data spasial yang telah ada. 6) Pencarian atau query data. Terdapat dua proses pencarian data pada system yaitu pencarian data berdasarkan criteria pencarian data atribut tertentu dan pencarian data berdasarkan radius pencarian spasial (peta) tertentu.

7) Tampilan informasi Informasi yang ditampilkan adalah berupa informasi bidang pengairan berdasarkan data spasial (peta) yang dipilih oleh pengguna sistem. Selain itu pengguna sistem juga dapat menampilkan informasi-informasi dari jaringan pengairan yang kondisinya rusak dan yang sudah saatnya dilakukan pemeliharaan (maintenance). Form untuk mode info (informasi) dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu: Form legenda peta.dan Form informasi detail daerah pengairan 8) Analisis Kelayakan Sistem, melakukan analisa yang lebih spesifik terhadap sistem informasi geografis inventarisasi bidang pengairan di Kota Bontang secara terstruktur sesuai dengan tujuan sistem.

12. Keluaran-keluaran

Terkait dengan kegiatan konsultan jasa konsultansi dalam pelaksanaan pekerjaan Penyusunan Data Base Dan Sistem Informasi Geografis Bidang Pengairan Kota Bontang terdapat beberapa pelaporan sebagai produk kerja yang harus dibuat oleh konsultan. Laporan-laporan tersebut akan disampaikan kepada pihak Pengguna Jasa sesuai dengan acuan waktu seperti yang telah dijelaskan di dalam Kerangka Acuan Kerja.
13. Peralatan, Material, Personil dan Fasilitas dari Pejabat Pembuat Komitmen

Peralatan, Material, Personil dan Fasilitas dari Pejabat Pembuat Komitmen yang dapat digunakan dan harus dipelihara oleh penyedia jasa: 1. Laporan dan Data Kumpulan laporan dan data sebagai hasil studi terdahulu serta fotografi (bila ada) dapat dipakai sebagai referensi oleh penyedia jasa. 2. Staf Pengawas/Pendamping Pengguna Jasa akan mengangkat petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi. 3. Fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan oleh penyedia jasa - Dukungan administrasi dan surat menyurat. - Dalam hal konsultasi rutin dengan pihak-pihak terkait atau direksi pekerjaan, penyedia jasa dapat menggunakan ruang rapat yang ada pada 5

kantor Dinas Pekerjaan Umum Kota Bontang dengan catatan ruang rapat tersebut sedang tidak dipergunakan.
14. Peralatan dan Material dari Penyedia Jasa Konsultansi

Peralatan dan Material dari Penyedia Jasa Konsultansi Penyedia jasa harus menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, antara lain : 1. Komputer, printer (sewa). 2. Kendaraan Operasional (sewa). 3. Peralatan survei dan investigasi (sewa).
15. Lingkup Kewenangan Penyedia Jasa

Lingkup dan kewenangan penyedia jasa adalah sebagai berikut: 1. Penyedia jasa berwenang untuk melaksanakan jasa konsultansi maupun mengadakan barang yang sesuai dengan kontrak. 2. Kewenangan anggota penyedia adalah ketentuan yang mengatur mengenai apabila penyedia adalah sebuah joint venture yang beranggotakan lebih dari satu penyedia, anggota joint venture tersebut memberi kuasa kepada salah satu anggota joint venture untuk bertindak dan mewakili hak-hak dan kewajiban anggota penyedia lainnya terhadap Pengguna Jasa.
16.

Jangka Waktu Penyelesaian Kegiatan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan 3 (tiga) bulan kalender atau 90 (sembilan puluh) hari kalender. Personil POSISI KUALIFIKASI JUMLAH ORANG/BULAN

17.

TENAGA AHLI 1. Tim Leader / Ketua Sarjana Teknik Sipil Hidro/Teknik 1 Orang Tim Studi Pengairan (S1) sebanyak 1 (satu) 3 Bulan orang yang berpengalaman minimal 5 tahun atau S2 dengan pengalaman minimal 3 tahun dalam bidang penyusunan Data Base Dan Sistem Informasi Geografis serta bersertifikasi keahlian di bidangnya 2. Ahli Design Program Sarjana Teknik Informatika (S1) 1 Orang ( Ahli Informatika) sebanyak 1 (satu) orang yang 3 Bulan berpengalaman minimal 3 tahun di bidangnya 3. Ahli Teknik Pengairan Sarjana Teknik Pengairan (S1) 1 Orang sebanyak 1 (satu) orang yang 3 Bulan berpengalaman minimal 3 tahun di bidangnya

4. Ahli Geodesi

Sarjana Teknik Geodesi (S1) 1 Orang sebanyak 1 (satu) orang yang 3 Bulan berpengalaman minimal 3 tahun di bidangnya

TENAGA SUB AHLI/PENUNJANG 5. Asisten Ahli desain pendidikan D3 Manajemen 1 Orang Progran/Informatika Informatika berpengalaman 3 Bulan minimal 1 tahun di bidangnya 6. Asisten Ahli Teknik pendidikan D3 Teknik Sipil 1 Orang Pengairan berpengalaman minimal 1 tahun 3 Bulan di bidangnya 7. Asisten Ahli Geodesi pendidikan D3 Teknik Geodesi 1 Orang berpengalaman minimal 1 tahun 3 Bulan di bidangnya pendidikan D3 Sipil 2 Orang berpengalaman minimal 1 tahun 3 Bulan di bidangnya Pendidikan STM atau sederajat 4 Orang 3 Bulan pendidikan D3 Sipil 1 Orang berpengalaman minimal 1 tahun 3 Bulan di bidangnya

8. Surveyor

9. Asisten Surveyor 10. Operator GIS/CAD

11. Tenaga Administrasi Berpendidikan minimal setingkat 1 Orang Keuangan SLTA/SMK atau sederajat, dan 3 Bulan telah berpengalaman dibidangnya dan dapat mengoperasikan software MS Office. 12. Operator Komputer Berpendidikan minimal setingkat 1 Orang SLTA/SMK atau sederajat, dan 3 Bulan telah berpengalaman dibidangnya dapat mengoperasikan software MS Office.

18. Jadwal /Tahapan Pelaksanaan Kegiatan

Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan/ Kegiatan yang antara lain paling sedikit memuat : 1. Jenis/butir-butir pekerjaan yang dilakukan 2. Diagram batang yang menunjukkan waktu pelaksanaan tiap jenis pekerjaan jenis pekerjaan dengan satuan kolom waktu mingguan) 3. Lengkung-S mulai awal pekerjaan (kemajuan pekerjaan 0 %) sampai dengan akhir pekerjaan (kemajuan pekerjaan 100 %). Pembagian waktu kerja harus dibuat mingguan dan setiap bulan dibagi dalam 7

empat minggu.
19. Laporan Pendahuluan

Laporan Pendahuluan, memuat : 1). Rencana kerja penyedia jasa secara menyeluruh (antara lain persiapan meliputi mobilisasi personil, peralatan kantor, peralatan survei, kendaraan operasional, dll.) 2). Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung Iainnya. 3). Jadwal kegiatan penyedia jasa. 4). Jadwal penugasan personil dan peralatan. 5). Hasil kesimpulan sementara hasil pengumpulan data, gambar/peta dan laporan hasil kegiatan terdahulu yang terkait (bila ada), tinjauan lapangan, identifikasi permasalahan dan evaluasi permasalahan. 6). Penyusunan rencana kerja bulan berikutnya Laporan harus diserahkan selambat-Iambatnya 1 (satu) bulan sejak SPMK diterbitkan. Tanggapan, masukan dan perbaikan-perbaikan dari hasil pembahasan Laporan Pendahuluan dimasukkan dalam Laporan Antara. Jumlah laporan yang diserahkan : 10 (sepuluh) buku.
20. Laporan Bulanan

Laporan Bulanan, memuat : 1). Hasil kemajuan pekerjaan yang telah dicapai selama 1 (satu) bulan dilengkapi lengkung-S kemajuan kerja. 2). Penjelasan program berikutnya baik teknis maupun administratif dan permasalahannya. Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setiap awal bulan berikutnya. Jumlah laporan yang diserahkan : 3 (tiga) buku.
21. Laporan Akhir Sementara(Konsep Laporan Akhir)

Laporan Akhir Sementara, memuat : 1. Rangkuman sementara hasil pekerjaan secara keseluruhan. 2. Semua hasil analisa baik dari segi hidrologi, topografi, geoteknik. 3. Kesimpulan sementara hasil penyusunan sistem informasi dan data base bidang pengairan. Tanggapan, masukan dan perbaikan-perbaikan dari hasil pembahasan Laporan Akhir Sementara dimasukkan dalam Laporan Akhir. Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari sebelum kontrak berakhir. Jumlah laporan yang diserahkan : 9 (sembilan) buku.
22. Laporan Akhir

Laporan Akhir, memuat : a. Rangkuman akhir (final) hasil pekerjaan secara keseluruhan. b. Kesimpulan akhir hasil pekerjaan. Laporan Akhir ini merupakan penyempurnaan atau bentuk akhir dari Laporan Akhir Sementara yang telah dibahas dalam diskusi bersama dengan memperbaiki 8

isi laporan sesuai dengan masukan dan rekomendasi dari hasil diskusi Laporan Akhir Sementara, harus diserahkan selambat-lambatnya 4 (empat) bulan sejak SPMK diterbitkan. Jumlah laporan yang diserahkan : 10 (sepuluh) buku.
23. Foto Dokumentasi

Foto Dokumentasi yang diserahkan : 3 (tiga) album. Seluruh Laporan dan gambar disajikan dalam Bahasa Indonesia sesuai format (bentuk) laporan yang berlaku di lingkungan Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Kota Bontang. Untuk istilah-istilah dalam bahasa asing, agar ditulis dalam format huruf miring. Disamping itu berkas komputer (computer files)/soft copy seluruh hasil pekerjaan di simpan (backup) dalam sebuah External Harddisk. Jumlah harddisk yang diserahkan : 1 (satu) buah.
24. Rencana Kerja I. Tahap Inventarisasi Data

Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan dalam tahap inventarisasi data Penyusunan Data base Dan Sistem Informasi Geografis Bidang Pengairan Kota Bontang adalah sebagai berikut : 1. Inventarisasi Data Primer Data primer yang harus dikumpulkan oleh pihak konsultan antara lain adalah sebagai berikut : Titik koordinat sarana dan prasarana pengairan Data dan informasi kondisi sarana dan prasarana pengairan. Data dan informasi lain yang berkaitan dengan sarana dan prasarana pengairan. Dokumentasi baik foto maupun video sarana dan prasarana pengairan (visualisasi sarana dan prasarana). 2. Inventarisasi Data Sekunder Data sekunder yang harus dikumpulkan oleh pihak konsultan antara lain adalah sebagai berikut : Peta Digital Topografi Kota Bontang skala 1 : 10.000 atau 1 : 25.000 Peta Administrasi per kecamatan Database/data atribut sarana dan prasarana pengairan per kecamatan di Kota Bontang. Data pendukung lainnya 3. Inventarisasi data lapangan Inventarisasi data lapangan yang akan dilakukan antara lain adalah pengambilan titik koordinat di setiap lokasi sarana dan prasarana pengairan dengan menggunakan Global Positioning System (GPS), pengambilan visualisasi sarana dan prasarana, data dan informasi kondisi sarana dan prasarana pengairan dan informasi lain yang berkaitan dengan sarana dan prasarana pengairan. II. Tahap Analisa GPS (Global Positioning System) Posisi suatu titik sarana dan prasarana perhubungan disini dinyatakan dengan koordinat UTM (X,Y) yang mengacu pada suatu sistem proyeksi peta tertentu. 9

Karena GPS juga dapat melakukan hal yang sama untuk basis-basis data lainnya dari aplikasi GIS yang berbeda-beda, maka secara tidak langsung aplikasi GPS juga digunakan untuk mengkorelasikan basis-basis data yang berbeda dalam hal datum dan ketelitian posisi dari data, sehingga aplikasi GIS yang satu dapat 'berkomunikasi' dengan Aplikasi GIS lainnya secara baik dan dapat dipertanggungjawabkan validitasnya (integrate System Aplication). III. Tahap Analisa Penyusunan Aplikasi (Format SIG) Sistem Informasi Geografis (Aeronoff, 1989) adalah sistem berbasis komputer yang mempunyai 4 kemampuan untuk menangani data bereferensi geografi, yaitu: a. Pemasukan data (data input) b. Manajemen data penyimpanan/store dan pemanggilan/retrieve c. Analisis dan manipulasi d. Menghasilkan data (data output) Sistem Informasi Geografis sistem untuk memasukkan, menyimpan, memanipulasi dan menyajikan data geografi atau data spasial (Congalton and Green, 1992). Di dalam SIG data tersimpan dalam format digital. Data SIG memiliki kemampuan memanipulasi data dan analisis data spasial dengan mengaitkan data atau informasi atribut untuk menyatukan tipe data yang berbeda kedalam suatu analisis tunggal. Sub sistem pemasukan data (data input) berfungsi untuk mengumpulkan dan memasukan data spasial dan atribut dari berbagai sumber yang relevan untuk kepentingan analisa. Subsistem ini mengkonversi atau mentransformasikan dari format data aslinya kedalam bentuk digital sesuai format SIG. Manfaat utama penyimpanan informasi dalam bentuk kode dan ID ini adalah untuk pengaktifan kembali data secara selektif, untuk keperluan tertentu IV. Tahap Pengolahan Data Dengan SIG 1. Pemasukan Data 2. Manipulasi Dan Analisis Data 3. Peta Tematik Dalam Format vektor Dan Raster/Grid yang berbasis SIG

25. Persyaratan Kerjasama

Jika kerjasama dengan penyedia jasa konsultansi lain diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi ini maka persyaratan berikut harus dipatuhi. 1. Bagian pekerjaan yang dikerjakan oleh sub-penyedia harus diatur dalam kontrak dan disetujui terlebih dahulu oleh PPK. 2. Ketentuan-ketentuan dalam kerjasama dengan sub penyedia harus megacu kepada harga yang tercantum dalam kontrak serta menganut system penyetaraan. 3. Penyedia tetap bertanggung jawab atas bagian pekerjaan yang dikerjakan oleh sub-penyedia. Masing-masing anggota KSO akan melakukan pengawasan penuh terhadap semua aspek.
26. Pedoman Pengumpulan Data Lapangan

Pengumpulan Data Lapangan harus memenuhi persyaratan dengan mengacu pada SNI atau Standar lainnya yang berlaku.

10

27. Alih Pengetahuan

Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan kepada : 1. Staf Pejabat Pembuat Komitmen 2. Staf Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Kota Bontang yang berkompeten di bidang yang dimaksud.

28. Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Dalam pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi, penyedia jasa wajib menerapkan sistem manajemen K3 dan menyusun Rencana Kesela-matan dan Kesehatan Kerja Kontrak (RK3K). Keluaran yang dihasilkan dalam kegiatan jasa konsultansi harus mencakup aspekaspek K3.

Bontang,

Maret 2012

KPA/PPK Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Kota Bontang

Hj. ERVINA SETIANINGSIH, ST., MT. NIP. 19750223 2000003 2 007

DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA BONTANG No Nama Jabatan Tanggal Paraf

11

Anda mungkin juga menyukai