Anda di halaman 1dari 6

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Definisi Sementum Sementum adalah suatu jaringan mesenchymal terkalsifikasi yang membentuk lapisan luar akar gigi anatomis, yang berfungsi sebagai tempat perlekatan ligamentum periodontal ke gigi (Hiraya, dkk, 2010). Sementum merupakan jaringan terminal yang menutupi akar gigi yang strukturnya mempunyai beberapa kesamaan dengan tulang kompakta dengan perbedaan sementum bersifat a askuler. Sementum membentuk lapisan yang sangat tipis pada daerah ser ikal akar dan tebalnya bertambah pada daerah apikal. Sementum terdiri dari serabut kolagen yang tertanam di dalam matriks organic yang terkalsifikasi. !omposisi kimia sementum ialah "#$%#0$ &at anorganik dan #0$%##$ &at organik ('olf, 200#).

(ambar. (igi dan jaringan pendukungnya, termasuk sementum. 2.2. Struktur Sementum

Sementum merupakan jaringan yang terkalsifikasi. Secara umum dibagi menjadi dua, yaitu sementum aseluler (primer) dan sementum seluler (sekunder). !eduanya mengandung matri) alcified interfibrilar dan fibril kolagen. *erikut penjelasan lebih lanjut mengenai sementum seluler, aseluler, dan intermediet+ a. Sementum seluler ,ipe sementum yang ditemukan di daerah apikal dan region furkasi gigi. -engandung sementosit yang berada dalam lakuna, berhubungan melalui suatu sistem anastomosis kanalikuli. ,erdapat dua sumber serat kolagen, yaitu Sharpey.s fiber dan kelompok serat yang merupakan bagian matriks sementum yang dibentuk sementoblast. b. Sementum aseluler ,ipe sementum ini menutupi semua bagian dari permukaan akar gigi yang berupa lapisan hyaline tipis. -empunyai garis incremental yang berjalan paralel pada permukaan akar gigi. ,erdiri atas Sharpey.s fiber yang terkalsifikasi. c. Sementum intermediate ,ipe ini ditemukan pada bagian sementodentinal junction. /apat bersifat sebagai sementum maupun dentin. (-anson dana 0ley, 1112) -enurut 3e4man, et al (2005), terdapat suatu klasifikasi yang jauh lebih rumit dari sementum. !lasifikasi ini diberikan oleh Schroeder + a. 6cellular afibrillar cementum (667) 677 merupakan produksi dari sementoblas dan ditemukan pada daerah coronal sementum dengan ketebalan 1 sampai 1# mikron. ,idak mengandung serabut kolagen intrinsik maupun ekstrinsik. Hanya mengandung substansi dasar yang termineralisasi. b. 6cellular 0)trinsic 8iber 7ementum (6087) 6087 merupakan produk dari fibroblas dan sementoblas. Hampir seluruhnya terdiri atas gulungan padat serabut Sharpey dan sedikit sel. /apat ditemukan pada sepertiga akar. !etebalannya antara 20 sampai 220 mikron. c. 7ellular -i)ed Stratified 7ementum (7-S7)

,erdiri atas serabut Sharpey (ekstrinsik) dan serabut intrinsik serta kemungkinan mengandung sel. -erupakan produk bersama fibroblas dan sementoblas. /itemukan pada bagian sepertiga apikal dan furkasio. !etebalan antara 100 sampai 1000 mikron. d. 7ellular 9ntrinsic 8iber 7ementum (7987) -engandung sel, namun tidak mengandung serabut kolagen ekstrinsik. /ibentuk oleh sementoblas. e. 9ntermediete 7ementum :ona yang susah didefinisikan, terletak pada bagian cementoenamel junction. -engandung komponen seluler Hert4ig;s sheath di dalam substansi dasar yang termineralisasi. (3e4man, et al, 2005) Sementum memiliki ketebalan ber ariasi tergantung lokasinya. !etebalan pada setengah koronal sebesar 10%50 mikron, pada sepertiga apikal ketebalan 1#0%200 mikron. !etebalan terbesar terdapat pada daerah apeks dan daerah furkasi. /engan meningkatnya usia, ketebalan sementum juga meningkat (/alimunthe, 200#). Secara makroskopis, ada tiga kemungkinan hubungan antara sementum dan email pada pertautan sementoemail, yaitu +
a. sementum menutupi permukaan email (< erlap). b. ujung sementum dan ujung email bertemu satu sama lain (0dge to edge). c. sementum dan email tidak bertemu ((ap).

!eadaan pertautan sementoenamel (sering disebut dengan cemento%enamel junction atau 70=) yang berjenis o erlap lebih sering ditemui, yaitu pada sekitar 50%5#$. >ada jenis lain, yaitu edge to edge dan tidak bertemu memiliki prosentase yang lebih kecil, yaitu 20$ dan #%10$. >ada indi idu dengan 70= edge to edge atau gap, maka kemungkinan terjadinya fenomena gigi sensitif semakin meningkat. Hal tersebut dikarenakan ketika lapisan email tipis terkena resesi, dentin yang tidak terlindungi oleh sementum akan mudah terkena rangsangan dari luar sehingga akan menyebabkan cairan pada tubulus dentinalis akan

bergerak lebih cepat dan merangsang akson di sekitar gigi. >ada pasien keadaan tersebut akan menimbulkan sensasi ngilu atau nyeri. Hal ini juga menggambarkan fungsi samping dari sementum. (3e4man, et al, 2005)

2.3. Sementogenesis Sementogenesis merupakan proses pembentukan sementum. Selama pembentukan email, korona gigi di tutupi oleh epithelium dental, bagian basal epithelium ini merupakan kantong epithelial hert4ig. Sebelum sementoblas terbentuk, sel%sel jaringan pengikat yang berkontak dengan permukaan gigi berdeferensiasi menjadi sementoblas. Sementoblas inilah yang akan berdiferensiasi menjadi sementum. >ada proses deposisi sementum yang baru, maka akan terbentuk suatu batas yang disebut re ersal line, antara sementum yang baru dan lama. (3e4man, et al, 2005) 2.4. Fungsi Sementum 8ungsi dari sementum adalah sebagai berikut+ a. -elekatkan gigi pada periodontal b. ,empat perlekatan collagen fibers dari periodontal membran c. >elindung dentin pada akar gigi (3e4man, et al, 2005) 2.5. Ke !in!n Sementum /i ba4ah ini merupakan contoh dari kelainan sementum+ a. Hipersementosis Hipersementosis merupakan penebalan dari sementum. Hipersementosis ini terlokalisasi pada satu gigi atau pada seluruh gigi geligi. b. Sementoma Sementoma merupakan masa sementum yang biasanya terletak dibagian apical gigi, dapat melekat atau tidak melekat sama sekali. /ianggap sebagai salah satu neoplasma odontogenik, ataupun kelainan pembentukan pada 4aktu perkembangan. Sementoma ini banyak terdapat pada 4anita daripada laki%laki dan lebih banyak terdapat di mandibula dari pada maksila. (3e4man, et al, 2005)