Anda di halaman 1dari 261

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Sabang Tahun


2007-2012 yang ditetapkan dengan Qanun Kota Sabang adalah dukumen induk dari
perencanaan pembangunan daerah yang memuat visi, misi, arah kebijakan dan
pendekatan pembangunan yang didasarkan pada kondisi, potensi, permasalahan,
kebutuhan nyata daerah, dan aspirasi masyarakat yang tumbuh dan berkembang di
Kota Sabang.

Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota


Sabang Tahun 2007 – 2012 diawali dengan proses teknokratik dan proses politik yang
ditempuh dalam kerangka pelaksanaan perencanaan aspiratif melalui pelaksanaan
musyawarah Perencanaan Pembangunan daerah (Musrenbanda) RPJM. Dokumen
RPJM merupakan penjabaran dari visi,misi dan program kepala Daerah terpilih dan
yang telah ditetapkan. Penyusunannya berpedoman pada Undang-Undang ((UU) No.
25 tahun 2005 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-Undang
No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Dearah dengan berbagai turunan peraturan
pelaksanaannya. Dokumen RPJM ini tersrtuktur berdasarkan Surat Edaran Menteri
Dalam Negeri (Mendagri) No. 050/2020/SJ tentang Petunjuk Penyusunan Dokumen
RPJM dan RPJP Daerah.

Dalam pasal 14 ayat (2) UU No. 25 tahun 2004 mengamanatkan bahwa


Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sabang harus
menyiapkan rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD). Rancangan awal tersebut selanjutnya dikaji ulang disesuaikan sebagai
penjabaran dari visi, misi dan program prioritas Kepala Daerah terpilih.
Kepentingannya adalah merumuskan strategi pembangunan daerah, kebijkana
umum, prioritas kepala daerah, dan arah kebijakan keuangan daerah selaras dengan
visi dan misi kepala derah terpilih. Ketentuan tentang penyampaian visi dan misi
kepala daerah secara langsung (pilkadasung) juga diatur dalam Undang-Undang No.
32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah pasal 76 ayat (2) yang mewajibkan

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 I-1


pasangan calon Kepala Daerah untuk menyampaikan visi, misi dan program secara
lisan maupun tertulis kepada masyarakat.

RPJM merupakan pedoman pokok pembangunan untuk kurun waktu 5 tahun


sejalan dengan masa tugas Kepala Daerah terpilih. Sebagai dukomen perencanaan
pembangunan daerah, RPJM disusun mengacu kepada berbagai dokumen
perencanaan terkait. Dari komponen vertikal, dapat digunakan sebagai acuan
adalah Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional atau RPJP Provinsi,
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional dan atau RPJM Provinsi,
Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional dan Provinsi serta dokumen lainnya disusun
secara sektoral. Dari sisi horizontal, RPJM mengacu kepada RPJP Kota Sabang,
RTRW Kota Sabang serta dukomen perencanaan lainnya yang disusun secara
sektoral. Adapun maksud dirujuknya semua dukomen perencanaan dimaksud adalah
untuk menjamin terciptanya sinergi kebjakan dan sinkronisasi program secara
vertikal antar tingkat pemerintahan.

Dokumen ini juga memuat program/kegiatan yang akan


diimplementasikan dalam rangka mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pasca
tsunami di Kota Sabang. Kota Sabang juga tidak luput dari bencana gempa bumi
dan gelombang tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004. Kendati tidak
separah yang terjadi pada beberapa kabupaten/kota daratan lainnya di Provinsi
Nanggroe Aceh Darussalam, namun beberapa sarana ekonomi dan sosial yang sangat
penting bagi masyarakat, termasuk kawasan permukiman di pesisir pantai
mengalami kehancuran. Untuk itu, dokumen ini diharapkan menjadi salah satu
panduan bagi pelaku pembangunan di Kota Sabang didalam implementasi kegiatan
rehabilitasi dan rekonstruksi.

RPJM berfungsi sebagai dokumen publik yang merangkum rencana


kegiatan untuk lima tahunan dibidang pelayanan umum pemerintahan, maka proses
penyusunan RPJM Kota Sabang ini juga dilakukan melalui forum musyawarah
perencanaan partisipatif, dengan melibatkan seluruh pelaku pembangunan
(stakeholder).

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 I-2


1.2 . Maksud dan Tujuan

Maksud dari penyusunan dokumen RPJM Daerah Kota Sabang Tahun 2007 –
2012 adalah untuk memberikan landasan kebijakan strategis dalam kerangka
pencapaian visi, misi dan program Kepala Daerah. Sebagai suatu instrument
perencanaan, RPJMD akan digunakan oleh seluruh satuan kerja pemerintah kota
sebagai acuan/dasar bagi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan periode 2007
– 2007 dan didalamnya tertuang kebijakan yang perlu ditempuh sebagai bagian dari
pelaksanaan visi, misi dan strategi utama Pemerintah Kota Sabang Tahun 2007 –
2012.

Adapun tujuan penyusunan dokumen RPJM Kota Sabang Tahun 2007-2012


tidak terlepas dari proses perencanaan pembangungan sebagaimana yang tercantum
dalam Undang-Undang No. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional dan Undang-Undang No. 32 tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah. Tujuan penyusunan Dokumen RPJM Kota Sabang Tahun 2007-
2012 adalah sebagai:

1. Menjabarkan visi dan misi Kepala Daerah terpilih ke dalam bentuk strategi,
kebijakan, program dan kegiatan.

2. Menjamin keterkaitan dan konsistensi dukomen RPJM dengan dokumen


perencanaan lainnya, baik secara vertikal maupun horizontal.

3. Mengoptimalkan penggunaan sumber daya secara efektif, efisien, berkeadilan,


dan berkelanjutaan.

4. Mengidentifikasi isu-isu pembangunan dan kebijakan perencanaan


pembangunan daerah sehingga benar-benar bias berorientasi pada
pemberdayaan masyarakat dalam rangka mengoptimalkan partisipasi
masyarakat.

5. Melakukan analisis kebijakan perencanaan pembangunan daerah untuk dapat


merumuskan arah kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah yang
menjamin tercapainya pemanfaatan sumber daya secara optimal.

6. Membagi pencapaian sasaran setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)


dalam rangka mewujudkan visi dan misi Kepada Daerah, sehingga terciptanya

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 I-3


sinkronisasi dan sinergitas pemahaman antar pelaku pembangunan, baik
secara lintas ruang (spatial), maupun lintas kegiatan (sektoral).

7. Meletakkan landasan yang kokoh dan kuat untuk mencapai kejayaan Kota
Sabang yang maju mandiri serta sejahtera dimasa mendatang.

RPJM ini akan digunakan sebagai acuan pada penyusunan Rencana


Strategis (Rentra) SKPD, dan menjadi pedoman bagi penyusunan Rencana Kegiatan
Pemerintah (RKPD) yang bersifat tahunan. Sebagai dokumen perencanaan Lima
Tahunan, RPJM dan Rentra SKPD merupakan turunan dari RPJP Daerah.

1.3 . Landasan Hukum

RPJM merupakan dokumen resmi yang menjadi payung hukum dalam


perencanaan pembangunan daerah. Pasal 150 ayat (3) butir e Undang-Undang No.
32 Tahun 2004, dinyatakan bahwa RPJP dan PRJM ditetapka dengan Peraturan
Daerah atau Qanun, yang berpedoman pada pada Peraturan Pemerintah yang
mengatur diatasnya. Sebagai produk hukum, Qanun tentang RPJM harus mengacu
pada landasan hukum terkait yang mengaturnya, terutama:

1. Undang-undang Nomor 10 Tahun 1965 tentang Pembentukan Kotapradja


Sabang dengan Mengubah Undang-undang Nomor 7 Drt Tahun 1956 tentang
pembentukan Daerah Otonomi Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1965 Nomor 53, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 2758).

2. Undang-undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan


Keistimewaan Propinsi Daerah Istimewa Aceh.

3. Undang-undang Nomor 37 Tahun 2000 tentang Kawasan Perdagangan Bebas


dan Pelabuhan Bebas Sabang.

4. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran


Negara Republik Indonesia Nomor 47 tahun 2003, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4286).

5. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 I-4


6. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional.

7. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah


(Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437).

8. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara


Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 126 Tahun 2004.

9. Undang-undang Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka


Menengah Nasional

10. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh

11. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka


Panjang Nasional

12. Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang

13. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan


Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom.

14. Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2001 tentang Pembinaan dan


Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.

15. Peraturan Pemerintah No. 56 Tahun 2001 tentang Pelaporan


Penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia No : 4124.

16. Qanun Kota Sabang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Rencana Tata Ruang
Wilayah Kota Sabang 2004 – 2014.

17. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 050/2020/SJ Tanggal 11 Agustus
2005 tentang Petunjuk Penyusunan Dokumen RPJP Daerah dan RPJM Daerah

18. Peraturan Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 21 Tahun


2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Tahun 2007-
2012.

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 I-5


1.4. Hubungan RPJM Daerah dengan Dukumen Perencanaan Lainnya

Sebagai dokumen perencanaan, RPJM Kota Sabang ini mempunyai kaitan


yang erat dengan berbagai dokumen perencanaan, baik nasional maupun daerah.
Dalam lingkup perencanaan nasional, RPJM Kota Sabang disusun dengan
memperhatikan RPJP dan RPJM Nasional dan dalam lingkup perencanaan provinsi
mengacu pada RPJP dan RPJM Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Sementara
dalam lingkup Pemerintah Kota Sabang, RPJM ini disusun dengan berpedoman pada
RPJP Kota Sabang.

Selanjutnya RPJM Kota Sabang menjadi pedoman bagi SKPD dalam


penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD).
RPJM Kota Sabang juga dijabarkan ke dalam perencanaan tahunan daerah berupa
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

1.5 Sistematika Penyusunan

Sebagai dukumen publik, RPJM Kota Sabang memuat arah kebijakan


Keuangan Daerah, strategi pembangunan daerah, kebijakan umum, program Satuan
Kerja Perangkat Daerah serta program kewilayahan disertai dengan rencana-
rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat
indikatif. Sesuai dengan Surat Edaran Mendagri 050/2020/SJ perihal petunjuk
penyusunan dokumen RPJM Daerah dan RPJM Dearah maka sistematika penyusunan
dokumen perencanaan jangka menengah untuk daerah dalam dukumen RPJM
Daerah Kota Sabang Tahun 2007-2012 sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN;

Bab ini menguraikan secara ringkas latar belakang, maksud dan tujuan,
landasan hukum, hubungan RPJM dengan dokumen perencanaan lainnya
dan sistematika penulisan.

BAB II GAMBARAN UMUM KOTA SABANG;

Bab ini menggambarkan Produk kondisi geografis, perekonomian daerah,


investasi pajak dan restribusi, sosial budaya daerah, prasarana dan
sarana daerah serta pemerintahan umum di Kota Sabang

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 I-6


BAB III VISI DAN MISI

Bab ini berisikan tentang Visi dan Misi yang mengadopsi dari visi dan misi
Walikota terpilih.

BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH;

Bab ini dijelaskan berbagai strategi dan kebijakan pembangunan daerah


yang diambil dalam rangka mengimplementasikan visi dan misi Kepala
Daerah. Strategi disusun dalam kontek pengembangan spasial dan
sektoral sebagai landasan bagi perumusan program dan kegiatan
pembangunan di dalam mewujudkan visi dan misi.

BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH;

Bab ini menguraikan tentang arah dan kebijakan pengelolaan keuangan


daerah Kota Sabang yang memuat hasil analisis keuangan daerah yang
mencakup kebijakan bidang pendapatan, belanja, dan pembiayaan serta
capaian kenerja program dan kegiatan untuk melindungi dan
meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

BAB VI ARAH KEBIJAKAN UMUM;

Bab ini menguraikan kebijakan yang diambil, berkenaan dengan prgram -


program pembangunan yang disiapkan untuk memberikan arah bagi SKPD
maupun lintas SKPD dalam merumuskan kebijakan dan rencana kerja
lima tahunan guna mencapai kinerja sesuai dengan tugas dan fungsinya.

BAB VII PENUTUP

Bab ini membahas kaedah pelaksanaan RPJM sebagai pedoman bagi


tersusunnya dokumen perencanaan disatuan-satuan kerja pemerintah
daerah.

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 I-7


BAB II
GAMBARAN UMUM WILAYAH

Deskripsi kondisi eksisting tentang kondisi geografis, kondisi sosial budaya,


sarana dan prasarana dasar, dan perekonomian Kota Sabang akan menjadi landasan
dalam menentukan strategi pembangunan daerah Kota Sabang periode tahun 2007 -
2012.

2.1. Kondisi Geografis

Bagian ini akan diuraikan tentang kondisi umum wilayah Kota Sabang dari
aspek luas dan orientasi wilayah, topografi, fisiografi, klimatologi, dan gambaran
pola pemanfaatan ruang.

2.1.1. Kondisi Umum Wilayah

Kota Sabang terletak pada garis 05o46’28” sampai 05o 54’28” Lintang Utara
dan 95º’13’ 02” hingga 95º 22’ 36” Bujur Timur, dengan batas wilayah :

• Sebelah Utara dengan Selat Malaka;

• Sebelah Selatan dengan Samudera Indonesia;

• Sebelah Timur dengan Selat Malaka; dan

• Sebelah Barat dengan Samudera Indonesia

Wilayah Kota Sabang meliputi Pulau Weh, Pulau Klah, Pulau Rubiah, Pulau
Seulako, dan Pulau Rondo, dengan luas sebesar 153 Km2, yang terdiri dari dua
kecamatan dan 18 kelurahan. Masing-masing kecamatan tersebut memiliki luas
sebagai berikut: (1) Kecamatan Sukakarya 73 kilometer persegi (47,71%); dan (2)
Kecamatan Sukajaya 80 kilometer persegi (52,29%).

Kota ini juga memiliki lima buah danau sebagai sumber air minum penduduk
setempat, yaitu Danau Aneuk Laot, Danau Paya Seunara, Danau Paya Karieng,
Danau Paya Peutepen, dan Danau Paya Seumesi. Danau Aneuk Laot merupakan
danau terbesar diantara empat danau lainnya. Secara topografis, sekitar 52 persen
wilayah Kota Sabang berbukit dan bergunung, 35 persen berbukit, 10 persen

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-1


dataran tinggi, dan 3 persen dataran rendah. Bervariasinya topografi wilayah ini
menjadikan Kota Sabang memiliki panorama alam yang sangat indah. Wilayahnya
memiliki alokasi pemetaan keberhasilan kegiatan yang sangat bervariasi sehingga
cocok untuk pengembangan agrowisata pertanian, perikanan, industri, maritim dan
pariwisata.

2.1.2. Iklim

Secara umum iklim di Kota Sabang termasuk ke dalam iklim tropis. Hal ini
karena dipengaruhi dengan letaknya yang berada di sekitar garis khatulistiwa.
Curah hujan tahunan Kota Sabang berjumlah di atas 2000 mm, dengan tingkat
curah hujan sedikit terjadi perbedaan antara wilayah pantai dengan wilayah
berbukit dan bergunung. Berdasarkan Klasifikasi Schmidt dan Fergusson, tipe curah
hujan Kota Sabang termasuk kelas B (basah). Curah hujan yang relatif tinggi ini
sangat dimungkinkan karena kondisi wilayah yang berbukit-bukit dengan tingkat
kerapatan tumbuhan yang cukup tinggi. Temperatur rata-rata di Kota Sabang adalah
sekitar 26oC dengan temperatur maksimum 31oC dan temperatur minimumnya 20oC.

Tabel 2-1
Data Curah Hujan Kota Sabang Tahun 2000 - 2006

DATA CURAH HUJAN KOTA SABANG DATA CURAH HUJAN KOTA SABANG
TAHUN 2005 TAHUN 2000-2006

CURAH HUJAN CURAH HUJAN


NO BULAN NO TAHUN
(mm) (mm)
1 2000 2530,9
1 Januari 271,4 2 2001 2250,3
2 Pebrurari 89,6 3 2002 2281,2
3 Maret 72,6 4 2003 2270,4
4 April 41,3 5 2004 2260
5 Mei 202,1 6 2006 s/d. Agustus 1549,7
6 Juni 127,2
7 Juli 81,1 Luas Wilayah Kota Sabang 153 Km2
8 Agustus 129,7
9 September 147,6
10 Oktober 213,5
11 Nopember 268
12 Desember 327,5
Jumlah 1971,6

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-2


Dengan kondisi iklim seperti ini, maka di Kota Sabang tidak terdapat kondisi
iklim yang luar biasa (ekstrim). Hal ini akan mendukung perkembangan Kota
Sabang, khususnya di bidang budidaya pertanian, perikanan, pariwisata, industri
dan perdagangan.

Mengingat letak geografis Pulau Weh berada diantara pertemuan Samudera


Hindia dengan Selat Malaka, maka suhu udara di wilayah ini relatif cukup tinggi.
Suhu udara rata-rata adalah 26,81 oC, dengan rataan kelembaban sekitar 83,25
persen. Sementara itu, kecepatan angin rata-rata adalah tujuh knots per jam. Lebih
jelasnya tentang keadaan iklim di Kota Sabang ini dapat dilihat pada Tabel 2-2-dan
Tabel 2-3.
Tabel 2.2
Rataan Tekanan Udara, Suhu Udara, Kelembaban Nisbi,
dan Curah Hujan di Kota Sabang, 2002
Tekanan Udara Rataan Suhu Kelembaban Nisbi Curah Hujan
No. Bulan
(MB) (° C) (%) (mm)
1. Januari 1.012,3 26,4 88,0 8,6
2. Februari 1.011,5 26,5 87,0 16,3
3. Maret 1.011,0 27,0 86,0 6,5
4. April 1.010,5 27,6 85,0 4,6
5. Mei 1.009,7 28,0 77,0 9,5
6. Juni 1.010,1 27,7 80,0 17,8
7. Juli 1.010,5 27,0 79,0 12,7
8. Agustus 1.010,6 26,9 76,0 22,7
9. September 1.011,0 26,7 79,0 6,3
10. Oktober 1.011,4 26,1 85,0 16,9
11. November 1.011,1 26,3 88,0 12,8
12. Desember 1.011,8 25,5 89,0 16,8
Sumber : Sabang Dalam Angka, 2006

Tabel 2.3
Rataan Arah Angin, Kecepatan Angin, Banyaknya Hari Hujan,
Kecepatan Angin Maksimum Tertentu di Kota Sabang, 2006
Rataan Kecepatan Angin
Arah Angin Banyaknya
No. Bulan Kecepatan Angin Maksimum Tertentu
Terbanyak Hari Hujan
(knot) (knot)
1. Januari Timur 10 21 182,3
2. Februari Timur 10 13 211,9
3. Maret Timur 08 12 78,1
4. April Timur 09 13 60,4
5. Mei Barat Selatan 11 08 76,3
6. Juni Barat Selatan 09 09 160,6
7. Juli Barat Selatan 11 11 139,7
8. Agustus Barat Selatan 13 14 318,3
9. September Barat Selatan 11 20 127,3
10. Oktober Barat 09 19 322,8
11. November Timur 09 16 205,9
12. Desember Timur 10 23 386,8
Sumber : Sabang dalam Angka 2006

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-3


2.1.3. Topografi

Secara umum Kota Sabang berada pada ketinggian ±28 m di atas permukaan
air laut (dpl). Kondisi morfologinya didominasi oleh perbukitan, yakni sekitar 65%
dari luas kawasan keseluruhan. Sedangkan secara lebih rinci Kota Sabang meliputi
dataran rendah 3%, dataran bergelombang 10%, berbukit 35% dan berbukit sampai
bergunung 52%.

Ditinjau dari kemiringan lerengnya Kota Sabang cukup bervariasi, yaitu di


daerah Pulau Weh bagian barat dan di tengah-tengah pulau bagian timur merupakan
daerah yang berbukit dan bergelombang dengan kemiringan lebih dari 15%. Secara
rinci kemiringan lerengnya di Kota Sabang dapat dilihat pada Tabel 2-4 di bawah
ini.
Tabel 2.4
Kemiringan Lereng Kota Sabang
Kota Sabang
Kemiringan lereng Deskripsi
Luas (Ha) %
0 – 2% Datar 4944,73 32,34
2 - 15% Landai 2371,14 15,51
15 - 25% Bergelombang 2099,19 13,73
25 - 40% Berbukit 3870,28 25,31
> 40% Terjal 2005,34 13,11
Jumlah 15290,68 100,00
Sumber : Pemda Kota Sabang, 2006, diolah

Kondisi daerah yang datar relatif terbatas, yaitu hanya di sekitar pantai. Di
dalam rencana pengembangan Kota harus dicarikan berbagai alternatif untuk
pemanfaatan lahan yang berbukit, misalnya untuk pertanian atau perkebunan.

Bervariasinya topografi wilayah ini menjadikan Kota Sabang memiliki


panorama alam yang sangat indah. Wilayahnya memiliki alokasi pemetaan
keberhasilan kegiatan yang sangat bervariasi sehingga cocok untuk pengembangan
agrowisata pertanian, perikanan, industri, maritim dan pariwisata.

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-4


2.1.4. Geologi

Kondisi geologi Kota Sabang secara umum terbagi menjadi 2 sub bagian
dimana diantara 2 sub bagian tersebut kondisinya sangat berbeda, dan pada
umumnya terbentuk dari hasil letusan gunung berapi yang terdiri dari tufa andesit.
Jenis batuan ini mempunyai struktur yang tidak begitu stabil dan jika diberikan
tekanan yang berlebih maka daya tahannya tidak begitu bagus. Bahkan jika
diberikan tekanan sangat berlebih, maka akan cepat terjadi perubahan struktur
tanahnya. Secara umum kondisi geologis ini mempengaruhi kondisi geohidrologinya.
Selanjutnya, dasar laut di sekitar Kota Sabang pada umumnya berbentuk palung
sehingga cocok digunakan untuk pelabuhan, khususnya pelabuhan besar karena
dapat disinggahi jenis kapal tangker.

Secara geologis, sekitar 70 persen wilayah Kota Sabang terdiri dari batuan
vulkanik, 27 persen batuan sedimen, dan 3 persen endapan aluvial. Adapun jenis
tanah di wilayah ini didominasi oleh jenis tanah latosol (sekitar 11.100 ha), terdiri
dari latosol coklat, latosol coklat kemerahan, latosol merah, dan asosiasi latosol
coklat kemerahan dengan laterid air tanah serta jenis tanah aluvial (sekitar 772
ha). Bagian tanah tersebut memiliki sifat fisik yang jauh berbeda satu sama lain. Di
wilayah ini banyak terdapat tanaman kelapa dan cengkeh, sedangkan pada
kemiringan diatas 40 persen berupa hutan tropis yang dijadikan sebagai kawasan
hutan lindung dan hutan wisata.

Kota Sabang dikelilingi lautan, dan persediaan air bersih berasal dari danau-
danau yang terdapat di wilayah Kota Sabang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air
minum dan juga untuk kepentingan pertanian dan peternakan. Disamping itu, air
tanah di Kota Sabang sendiri juga relatif tawar sehingga dapat langsung diminum
oleh masyarakat.

Berdasarkan data curah hujan tahunan, Kota Sabang dibagi menjadi dua
kawasan hujan, yaitu : (1) wilayah sekitar pantai dengan rataan curah hujan
tahunan sebesar 2.908 milimeter dan jumlah hari hujan lebih kurang 140 hari; (2)
wilayah berbukit sampai dengan bergunung di atas ketinggian 121 meter diatas
permukaan laut dengan rataan rata-rata curah hujan 205,91 milimeter per tahun
dan jumlah hari hujan 137 hari.

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-5


2.1.5. Jenis Tanah

Jenis tanah yang mendominasi Kota Sabang adalah Latosol. Sifat umum
tanah ini adalah solum dengan struktur tanah granular atau rempah sampai gempa.
Pada pelapisan atas dapat dibentuk lapisan membata dan kejenuhan bisa rendah
terhadap erosi serta mineral liat didominasi oleh kaolonit. Berdasarkan penilaian
jenis tanah sampai tingkat sub-group, tanah yang ada di Kota Sabang terdiri dari
satu jenis tanah yaitu jenis Latosol. Jenis tanah ini umumnya sudah berkembang,
tetapi bentukan horizontalnya sukar terlihat. Latosol muncul dengan warna yang
berbeda-beda, bisa berwarna merah, coklat kemerahan, coklat kekuningan atau
kuning. Hal ini tergantung susunan bahan induk, umur tanah dan elevasi. Spesifikasi
masing-masing jenis tersebut adalah sebagai berikut:

- Latosol Coklat.

Latosol Coklat terbentuk dari bahan induk tufa vulkan intermedier pada
fisiografi vulkan. Jenis tanah ini menyebar hampir disetiap kelurahan dengan
luas keseluruhan 7.637,51 Ha.

- Latosol Coklat Kemerahan .

Terbentuk pada fisiografi kipas vulkan dengan bentukwilayah datar sampai agak
berombak, bertekstur halus, dengan drainase sedang sampai agak terhambat
berbahan induk tufa vulkan intermedier yang menunjukkan bahwa cadangan
mineral cukup tinggi. Jenis tanah ini terdapat di Kelurahan Krueng raya, Paya
Seunara, Bate Shoek, Iboih, Paya, Keunekai, Beurawang, Jaboi, Balohan, Cot
Abeuk, Cot Ba’u, Ujong Kareng dan Ie Meulee dengan luas keseluruhan sebesar
5.475,76 Ha.

- Latosol Merah

Terbentuk pada fisiografi kipas vulkan dengan bentuk wilayah datar sampai agak
berombak, bertekstur halus, dengan drainase sedang sampai agak terhambat
berbahan induk tufa vulkan intermedier yang menunjukkan bahwa cadangan
mineral cukup tinggi. Tanah ini terdapat di Kelurahan Aneuk laot seluas 272,73
Ha, Kelurahan Bateshoek 95,15 Ha, Kelurahan Iboih 403,25 Ha dan Kelurahan
Balohan dengan luas 110 Ha.

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-6


- Asisoasi Latosol Coklat

Terbentuk dari tufa vulkan pada intermedier. Jenis tanah ini terdapat di
Kelurahan Paya Seunara seluas 111,63 Ha, Kelurahan Bate Shoek 365,4 Ha,
Kelurahan Paya 118,52 Ha, Kelurahan Keunekai 79,36 Ha, Kelurahan Beurawang
65,36 Ha dan Kelurahan Jaboi dengan luas 276,92 Ha.

Secara umum sifat fisik jenis-jenis tanah tersebut tidak berbeda jauh. Lahan
dengan jenis tanah ini banyak digunakan untuk menanam kelapa dan cengkeh,
sedangkan pada lahan yang mempunyai kemiringan sekitar 40% berupa hutan tropis
yang dipergunakan sebagai kawasan hutan lindung dan hutan wisata.

Sementara itu Kualitas tanah di Kota Sabang secara fisik dapat dilhat sebagai
berikut:

a. Kedalaman efektif tanah

- lebih dari 90 cm seluas 1.513,92 Ha dan antara 60 - 90 cm seluas


13.002,17 Ha.

- kurang dari 90 cm seluas 774,59 Ha.

b. Tekstur tanah

- Halus seluas 7.487,09 Ha

- Sedang seluas 7.715,20 Ha

- Kasar seluas 88,39 Ha

c. Drainase

- Porous seluas 13.874,52 Ha

- Kadang-kadang tergenang seluas 85,95 Ha

- Tergenang seluas 1.330,21 Ha

d. Erosi

- Tidak ada erosi seluas 13.323,50 Ha

- Sedang seluas 1967,18 Ha

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-7


e. Faktor Pembatas

- Tidak ada seluas 2477,81 Ha, dan

- Berbatu seluas 5.294,68 Ha

Berdasarkan faktor-faktor pembatas tersebut, di Kota Sabang terdapat


daerah seluas 18.107,55 Ha yang relatif sukar untuk dibudidayakan untuk tanaman
pertanian terutama tanaman pangan dan hortikultursa.

2.1.6. Penggunaan Lahan

Penggunaan lahan di Kota Sabang sampai saat ini didominasi oleh


pemanfaatan hutan, terutama hutan lindung dan produksi serta cagar alam.
Sedangkan pemanfaatan lahan lain sangat bervariasi, seperti perkebunan, sawah,
ladang dan perkelurahanan dengan luasan yang tidak terlalu besar. Penggunaan
lahan untuk budidaya non pertanian relatif belum intensif/pesat.

Untuk perkebunan, luas lahan yang telah dimanfaatkan mencapai 5.960 ha,
atau sebesar 38,95% dari total luas wilayah Kota Sabang (Tahun 2000). Namun,
penggunaan lahan untuk perkebunan sedikit menurun pada tahun 2006, yaitu
menjadi 5.753 ha (37,60%). Luas lahan hutan lindung mencapai 28,05% (4.292 ha)
pada tahun 2000, dan tahun 2006 mencapai 32,48% (4.964 ha).

Penggunaan lahan untuk hutan wisata juga cukup dominan. Pada tahun
2006, luas lahan hutan wisata di Kota Sabang mencapai 9,24%. Hutan wisata ini
menjadi daya tarik dan pesona bagi wisatawan lokal dan mancanegara yang
berkunjung ke daerah ini. Untuk permukiman/perkampungan masyarakat, luas
lahan yang telah dimanfaatkan sekitar 4,06% pada tahun 2000, meningkat menjadi
6,79% pada tahun 2006. Perkembangan penggunaan lahan di Kota Sabang selama
beberapa tahun terakhir dapat dilihat pada tabel 2-5 berikut.

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-8


TABEL 2-5
Data Perbandingan Penggunaan Lahan
Kota Sabang Tahun 2000 dan 2006
No Jenis Lahan Tahun 2000 % Tahun 2006 %
1. Sawah 123 0,80 60 0,40
2. Permukiman/perkampungan 622 4,06 1.039 6,79
3. Tanah tegalan/kebun 1.780 11,63 1.393 9,10
4. Tanah ladang - - 35 0,20
5. Padang pengembalaan 50 0,33 14 0,05
6. Hutan lindung 4.292 28,05 4.964 32,48
7. Hutan wisata 1.414 9,24 1.413 9,24
8. Perkebunan 5.960 38,95 5.753 37,60
9. Rawa 64 0,41 30 0,22
10. Tambak 69 0,45 40 0,25
11. Lain-lain 814 5,32 560 3,66
Jumlah 15.300 100,00 15.300 100,00
Sumber :Dinas Pertanian & Kehutanan Kota Sabang

Selain pemanfaatan lahan, gambaran umum tentang penguasaan lahan juga


sangat diperlukan, mengingat pada kenyataannya, secara relatif bahwa penguasaan
atas lahan baik perorangan, kelompok atau badan hukum dengan berbagai jenis hak
atas tanah, sangat mempengaruhi upaya implementasi dari rencana penataan
ruang.

2.1.7. Kesesuaian Lahan

Klasifikasi kesesuaian lahan adalah penilaian lahan yang dilakukan secara


sistematis dengan jalan mengelompokkan lahan ke dalam beberapa kategori
berdasarkan kemampuannya. Selain itu juga dilakukan peninjauan terhadap faktor-
faktor yang menghambat penggunaannya untuk tujuan-tujuan tertentu sehingga
daya dukungnya dapat terpelihara dalam jangka waktu tidak terbatas.

Penilaian kesesuaian lahan (Land Suitability) pada dasarnya dilakukan


dengan mengikuti pedoman yang berasal dari pusat. Berdasarkan penelitian tanah
tahun 1983 yang disahkan pada Frame Work For Land Evaluation (FAO, 1976),
penilaian terhadap lahan dilakukan sampai tingkat sub-kelas yang terdiri dari empat
kategori, yaitu orde, kelas, sub-kelas, dan unit.

Berdasarkan hasil analis kesesuaian lahan dan hasil evaluasi sumberdaya,


ternyata di Kota Sabang hanya terdapat 3 sistem lahan dari 58 sistem lahan yang
terdapat di Provinsi NAD. Adapun sistem tersebut adalah system BTK, sistem BBG

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-9


dan sistem BMS. Dari ketiga sistem lahan tersebut yang dapat dibudidayakan
lahannya sistem lahan BTK yaitu dengan luas keseluruhan ± 9.336 Ha. Lahan ini
sangat cocok untuk jenis penggunaan pertanian perkebunan, perindustrian sarana
wisata dan lain-lain. Sedangkan sistem lahan BBG dan BMS sesuai untuk lahan non
budidaya (konservasi), berupa kawasan hutan wisata dan hutan lindung dengan luas
keseluruhan ± 5.964 Ha.

2.1.8. Analisis Daerah Rawan Bencana

Kondisi geologi di beberapa tempat di Kota Sabang pada umumnya kurang


stabil. Hal ini dimungkinkan karena struktur geologinya merupakan hasil letusan
gunung berapi yang terdiri dari tufa andesit. Jenis batuan ini pada umumnya
mempunyai sifat fisik yang kurang baik, yaitu tidak memberikan tahanan dalam
menerima tekanan. Struktur tanahnya cenderung sering terjadi perubahan.
Kawasan yang terletak di kawasan rawan gempa adalah antara Balohan dan Kota
Bawah Timur.

2.1.9. Sumber Daya Air

Kota Sabang walaupun dikelilingi oleh lautan, namun persediaan air bersih
bagi masyarakatnya saat ini dirasakan mencukupi. Sumber-sumber air yang dapat
dimanfaatkan berasal dari air tanah, air permukaan dan mata air. Sumber-sumber
air bersih tersebut antara lain: mata air dan beberapa danau seperti Danau Aneuk
Laot, Danau Paya Seunara, Danau Paya Karieng, Danau Paya Peuteupen dan Danau
Paya Seumusi. Danau Aneuk Laot mempunyai potensi yang cukup tinggi untuk
menyuplai kebutuhan air bagi Kota Sabang. Hal ini karena danau ini mempunyai luas
3 km2 dengan kapasitas 7 (tujuh) juta ton air serta debit airnya mencapai 28 liter
per detik. Potensi lainnya adalah akan dibangunnya Waduk Paya Seunara yang
terletak di sekitar jalan antara Kota Sabang-Simpang Iboih dan Keunekai (berjarak
sekitar 3 km dari danau Aneuk Laot).

Potensi air bersih di Kota Sabang berasal dari beberapa mata air dan air
tanah yang muncul di celah-celah batuan. Saat ini PDAM Kota Sabang
memanfaatkan mata air yang diperkirakan merupakan rembesan dari Danau Aneuk
Laot. Mata air yang sangat potensial adalah di wilayah Balohan, yaitu di sekitar

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-10


pegunungan, dan diperkirakan juga merupakan rembesan dari Danau Aneuk Laot.
Berdasarkan data diketahui di wilayah Balohan terdapat sedikitnya 4 mata air
dengan debitnya sekitar 25 liter/detik. Sedang di Kawasan Perkotaan Sabang
terdapat 5 mata air dengan debit atau kapasitas 50 liter/detik. Mata air yang
berpotensi cukup besar adalah di Mata Ie. Sampai saat ini mata air ini belum
dimanfaatkan secara optimal dan meluas. Pemanfaatannya hanya terbatas untuk
kebutuhan domestik masyarakat di sepanjang aliran mata air tersebut. Debit mata
air yang lain, seperti mata air Jaboi sebesar 5 liter/detik dan mata air Lhueng
Angen sebesar 5 liter/detik.

Kapasitas pelayanan air bersih dari PDAM sekitar 42 liter/detik. Ini


merupakan penggabungan kapasitas dari PDAM (sekitar 27 liter/detik) dan PT.
Pelindo (sekitar 15 liter/detik). Namun saat ini baru sekitar 30% penduduk yang
terlayani. Dan untuk itu perlu suatu kerja keras dan kerjasama dengan pemeritah
daerah untuk meningkatkan pelayanan baik dari segi pengelolaannya maupun
pengembangannya. Kendala utama adalah tingkat kebocoran air yang cukup tinggi,
yaitu diperkirakan sekitar 41%. Hal ini karena kendala teknis dan beberapa
jaringannya telah tua (peninggalan Belanda). Kendala utama lainnya adalah
terbatasnya dana yang ada. Secara umum kualitas air tanahnya sangat baik, tawar,
bersih dan jernih. Penduduk yang tidak terlayani oleh PDAM atau yang tidak
menjadi pelanggan PDAM pada umumnya menggunakan sumur gali maupun sumur
bor. Rata-rata kedalaman muka air tanahnya sekitar 20 meter dan diperkirakan
debitnya sekitar 3 liter/detik. Selain itu juga menggunakan air tadah hujan dan
sungai yang ada.

2.1.10. Sumberdaya Hutan

Pengembangan sumberdaya hutan untuk Kota Sabang diarahkan untuk


mempertahankan hutan lindung dengan cara melestarikan dan menjaganya tetap
terjamin. Dengan pertimbangan fungsi ekologis, maka sumberdaya hutan dibatasi.
Pemanfaatannnya kecuali untuk keperluan konservasi. Secara umum luas hutan
(berbagai fungsi) yang ada di Kota Sabang adalah 6.399 Ha atau sekitar 60% dari
luas seluruhnya.

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-11


Perambahan hutan oleh masyarakat pada sekitar tahun 1970 telah
mengakibatkan terjadinya degradasi sebesar 40%, sehingga terdapat sekitar 1,360
Ha dalam kondisi rusak dan terlantar. Untuk itu sumberdaya hutan tidak
direkomendasikan untuk dikembangkan atau sebagai sumber pendapatan daerah.
Hal yang penting adalah mengingat keadaan Kota Sabang yang merupakan
ekosistem pulau yang rentan terhadap dampak lingkungan dan memiliki fungsi
ekologis.

Kota Sabang selain memiliki hutan lindung, juga terdapat hutan wisata dan
taman laut. Perkembangan luas hutan di Kota Sabang khususnya di Kota Sabang
dapat dilihat pada tabel 2-6 di bawah ini.

Tabel 2-6
Perkembangan Luas Hutan di Kota Sabang
(tahun 2001 – 2006)
Luas Hutan Tahun 2001 Luas Hutan Tahun 2006
(Ha) (Ha)
Kecamatan
Hutan Hutan Taman Hutan Hutan Hutan Taman Hutan
lindung wisata laut cadangan lindung wisata laut cadangan

Sukajaya 1.705 - - - 2.074 - - 875

Sukakarya 1.605 1.300 2.600 - 1.325 1.300 2.600 825


Sumber : Sabang dalam angka, tahun 2001 dan 2006.

Berdasarkan data di atas maka dapat diketahui bahwa jumlah hutan di Kota
Sabang mengalami perubahan, baik yang bersifat positif (areal bertambah) maupun
negatif (areal berkurang). Hutan di Kecamatan Sukajaya mengalami kenaikan yang
cukup besar yaitu sekitar 369 Ha, sedangkan di Kecamatan Sukakarya mengalami
penurunan areal sebesar 280 Ha. Terdapat suatu tindakan untuk mempertahankan
luas hutan, yakni dengan alokasi hutan cadangan.

Berdasarkan karakteristik topografi, fisiografi dan klimatologi Kota Sabang,


maka berikut ini akan diuraikan potensi sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan
untuk kegiatan pembangunan ekonomi. Sumberdaya alam di Kota Sabang yang
diidentifikasikan sebagai kawasan sentra produksi seperti diuraikan berikut ini.

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-12


1. Kawasan sentra produksi pertanian tanaman pangan

Tabel 2-7
Kawasan Sentra Produksi Pertanian Tanaman Pangan

No Komoditas Kecamatan
Kelurahan/Gampong
1 Padi Kecamatan Sukajaya
2 Jagung Kecamatan Sukakarya dan Sukajaya
3 Kacang Kedelai Kecamatan Sukakarya dan Sukajaya
4 Kacang Tanah Kecamatan Sukakarya dan Sukajaya
5 Kacang Hijau Kecamatan Sukakarya dan Sukajaya
6 Ubi Kayu Kecamatan Sukakarya dan Sukajaya
7 Ubi Jalar Kecamatan Sukakarya dan Sukajaya
8 Bayam Kecamatan Sukakarya
9 Bawang Merah Kecamatan Sukajaya
10 Cabe Merah Kecamatan Sukakarya dan Sukajaya
11 Kangkung Kecamatan Sukakarya
12 Ketimun Kecamatan Sukakarya dan Sukajaya
13 Kacang Panjang Kecamatan Sukakarya dan Sukajaya
14 Petsai/Sawi Kecamatan Sukakarya dan Sukajaya
15 Terong Kecamatan Sukakarya dan Sukajaya
16 Tomat Kecamatan Sukakarya dan Sukajaya
17 Semangka Kecamatan Sukakarya dan Sukajaya
Sumber: Data Sekunder 2006 (diolah)

2. Kawasan sentra produksi tanaman perkebunan

Tabel 2-8
Kawasan Sentra Produksi Tanaman Perkebunan

No Komoditas Kecamatan
Kelurahan/Gampong
Cengkeh Kecamatan Sukakarya dan Sukajaya
Kelapa Kecamatan Sukakarya dan Sukajaya
Kelapa Hibrida -
Kakao Kecamatan Sukakarya dan Sukajaya
Lada -
Kemiri -
Randu -
Pinang Kecamatan Sukakarya dan Sukajaya
Sumber: Data Sekunder 2006 (diolah)

3. Kawasan sentra produksi produksi perikanan

Kota Sabang memiliki potensi perikanan laut (sumberdaya ikan) yang cukup
besar (diperkirakan 220.000 ton) ( koreksi.....) dan ini belum termasuk
potensi yang terdapat di ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif). Selain itu, Sabang

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-13


memiliki potensi untuk pengembangan usaha perikanan budidaya laut (jaring
terapung) dan usaha pengolahan hasil perikanan pasca panen.

Budidaya laut dengan komoditas utama ikan kerapu baru dilakukan oleh 3
perusahaan berbadan hukum di sekitar perairan Pulau Klah. Luas optimal
perairan di sekitar Pulau Klah yang dapat diusahakan diperkirakan sekitar 10
Ha. Disamping di Pulau Klah, usaha budidaya laut mempunyai peluang untuk
dikembangkan di sekitar Teluk Pria Laot.

Rencana pengembangan kawasan Kota Sabang di sub sektor perikanan laut


adalah sebagai berikut:

- Sub Kawasan Kota Sabang dengan jenis kegiatan:

• Pelabuhan Perikanan

• Desa nelayan

• Pusat penangkapan ikan/pelelangan ikan

• Pusat informasi perikanan

- Sub Kawasan Gapang, dengan jenis kegiatan (selain pariwisata):

• Perikanan (ikan hias, terumbu karang)

• Budidaya perikanan laut

- Sub Kawasan Balohan, dengan jenis kegiatan:

• Pengembangan industri perikanan

4. Kawasan sentra Industri

Kegiatan ekonomi di sektor industri di Kota Sabang sampai saat ini belum
ada yang berskala besar. Pada umumnya masih bertumpu pada industri
rakyat (home industry). Kegiatan di sektor industri ini, baik ditinjau dari
skala ekonomi, teknologi, manajemen maupun pasar relatif masih kecil.
Pembinaan yang dilakukan terhadap home industry selama ini masih
menghadapi kendala, antara lain: tenaga penyuluh yang kurang, modal yang
minim, ketiadaan manajemen yang modern dan keterbatasan pasar.

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-14


Rencana zona untuk Kota Sabang industri adalah sebagai berikut :

1). Sub Kawasan Balohan, dengan jenis kegiatan:

- Pusat pengolahan hasil tambang

- Bunker supply bahan bakar

- Industri alat-alat penangkapan dan pemrosesan ikan

- Industri pembuatan kapal ikan

- Industri pengolahan air mineral

2). Sub Kawasan Kota Sabang, dengan jenis kegiatan:

- Industri kerajinan rakyat dan pengolahan hasil hutan

- Industri menengah lainnya

- Bunker supply bahan bakar dan pengisian air

- Pusat perbaikan kapal

- Pengadaan lokasi kontainer dan pergudangan

3). Sub Kawasan Anoi Itam

- Industri hilir hasil pertanian (agroindustri)

- Industri penunjang lain

- Bunker supply bahan bakar

4). Sub Kawasan Jaboi, dengan jenis kegiatan:

- Penangkapan ikan

5. Kawasan sentra wisata alam dan wisata budaya

Pada tahun 2006, luas lahan hutan wisata di Kota Sabang mencapai 9,24%.
Hutan wisata ini menjadi daya tarik dan pesona bagi wisatawan lokal dan
mancanegara yang berkunjung ke daerah ini.
Kawasan sentra wisata alam dan budaya adalah sebagai berikut: Tugu Km 0
Republik Indonesia, Taman Laut Pulau Rubiah, Hutan Taman Wisata Iboih,
Pantai Gapang, Teluk Sabang, Lheung Angen, Pulau Klah, Pantai-pantai

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-15


lainnya seperti Pantai Anoi Itam, Pasir Putih, Tapak Gajah, Sumur Tiga, dan
Ujung Kareung, Danau Aneuk Laut, Pemandian air panas Keuneukai, Teluk
Pria Laot (sumber air panas belerang), Benteng perang dunia II, Goa alam,
seperti pantai barat, goa sarang, goa kampret, dan goa ular

2.2. Tata Ruang

Bagian ini akan diuraikan tentang kondisi umum wilayah Kota Sabang dari
aspek luas dan orientasi wilayah, topgrafi, fisiografi, klimatologi, dan gambaran
pola pemanfaatan ruang. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Sabang
memberikan gambaran kondisi tata ruang yang diharapkan terbentuk pada akhir
tahun perencanaan berdasarkan konsepsi dan struktur ruang yang telah ditetapkan.

2.2.1. Kawasan Lindung

Salah satu aspek penting dalam pengembangan Kota Sabang adalah arahan
pengelolaan kawasan lindung sebagaimana yang ditetapkan dalam Keppres No. 32
Tahun 1990 tentang kawasan berfungsi lindung. Tujuan dari penetapan kawasan
lindung dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Sabang adalah untuk
melindungi sumberdaya alam atau buatan yang ada di dalamnya, juga ditujukan
untuk mencegah berbagai kegiatan budidaya yang dapat mengganggu kelestarian
lingkungan baik pada kawasan lindung maupun sekitarnya. Uraian selengkapnya
mengenai jenis, definisi, dan kriteria kawasan lindung berdasarkan Keppres No 32
tahun 1990 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 2.9
Kriteria Penetapan Kawasan Lindung Nasional
Jenis Kawasan
Kriteria Penetapan
Lindung

Kawasan Lindung Seluruh jenis/klasifikasi kawasan lindung yang memenuhi kriteria sebagai
Nasional berikut:
1) Memiliki keanekaragaman biota dan ekosistem yang khas, atau;
2) Memiliki gejala dan keunikan/kelangkaan alam bagi kepentingan
plasma nutfah, ilmu pengetahuan/budaya dan pembangunan, atau;
3) Mencakup wilayah lintas provinsi, atau;
4) Memiliki luas > 1.000 Ha, atau;
5) Merupakan kawasan lindung yang menjadi perhatian internasional

Sumber : Review RTRWN 2003

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-16


Kawasan lindung yang berupa hutan lindung di Kota Sabang sebesar 3.399 Ha
atau sekitar 22,2%. Kota Sabang yang didominasi oleh morfologi perbukitan dengan
kemiringan yang relatif terjal dan sangat sesuai untuk dijadikan kawasan lindung.

Kota Sabang yang dikelilingi oleh perairan, maka kawasan pesisir dan pantai
perlu diusulkan sebagai kawasan lindung. Kriteria kawasan lindung untuk sempadan
pantai adalah daratan sepanjang tepian yang lebarnya proporsional dengan bentuk
dan kondisi fisik pantai, minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat.

Danau Aneuk Laot yang berada di Kota Sabang merupakan sumber air baku
utama untuk memenuhi kebutuhan air bersih penduduk Kota Sabang, untuk itu juga
perlu dijaga kelestariannya serta daerah tangkapan air danau perlu ditetapkan
sebagai kawasan lindung. Adapun kriterianya adalah daratan sepanjang tepian
danau yang lebarnya proporsional dengan bentuk dan kondisi fisik danau antara 50 –
100 m dari titik pasang tertinggi ke arah darat. Selain itu kawasan sekitar mata air
yang perlu dilindungi dengan kriteria daerah dengan jari-jari sekurang-kurangnya
200 meter.

2.2.2. Kawasan Budidaya

Pengembangan kawasan budidaya dalam penyusunan Rencana Tata Ruang


Wilayah (RTRW) Kota Sabang merupakan salah satu usaha pengembangan wilayah
yang disesuaikan dengan potensi yang dimiliki oleh Kota Sabang. Oleh karenanya
tujuan dari pengembangan kawasan budidaya di Kota Sabang adalah untuk
memanfaatkan potensi yang ada untuk mensejahterakan masyarakat serta
menunjang pembangunan daerah.

Pengembangan kawasan budidaya memiliki berbagai jenis yang uraian


selengkapnya berdasarkan Keppres No 57 tahun 1989 dan Keppres no 32 tahun 1990
dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Secara umum pemanfataan ruang kawasan budidaya di Kota Sabang


diperuntukkan bagi aktivitas-aktivitas seperti:

- permukiman

- perindustrian

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-17


- pariwisata

- industri perikanan

- pertanian yang meliputi tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan,


serta pertambangan

2.2.3. Rencana Pemanfaatan Ruang Kawasan Budidaya

Secara umum luas kawasan budidaya di Kota Sabang adalah 11.891 Ha atau
sekitar 78% dari luas seluruh Kota Sabang. Berikut adalah kondisi kawasan budidaya
di Kota Sabang

• Hutan produksi di Kota Sabang saat ini belum dimanfaatkan karena


orientasi utama pengembangan hutan adalah untuk upaya konservasi.

• Kawasan pertanian merupakan kawasan yang cukup dominan setelah


hutan. Kawasan pertanian meliputi :

b. Kawasan pertanian lahan basah;

c. Kawasan pertanian lahan kering;

d. Kawasan tanaman tahunan/perkebunan;

e. Kawasan peternakan;

f. Kawasan perikanan.

• Kawasan pertambangan meliputi bahan-bahan galian yang dibagi atas tiga


golongan, yaitu golongan bahan galian strategis; golongan bahan galian
vital; atau golongan bahan galian yang tidak termasuk dalam kedua
golongan di atas.

Bahan tambang/galian berasal dari batuan beku dan batuan sedimen yang
berumur Plio-Plistosen sampai Halosen yang dipengaruhi oleh sesar
semangko di sebelah Barat Pulau Weh dan sesar Lam Tueba dari Balohan
sampai Sabang. Kajian awal oleh Dinas Pertambangan Kota Sabang
diperkirakan terdapat sebaran dan potensi bahan galian, yaitu bahan
galian golongan B, yang meliputi emas, tembaga, pasir besi, belerang dan
hidrotermal yaitu energi dari sumber air panas serta sebaran bahan galian

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-18


golongan C berupa batu gunung, pasir laut, trass, kaolin, tanah liat, pasir
gunung, pasir kuarsa, batu apung dan pasir gamping. Namun potensi bahan
tambang/galian tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut dan melihat
kebijakan Kota Sabang bukan dijadikan sebagai Kota pertambangan karena
kondisi wilayahnya kurang mendukung maka kelayakannya eksploitasinya
perlu dikaji lagi.

• Kawasan peruntukan industri meliputi tanah yang diperuntukkan bagi


kegiatan industri berdasarkan rencana tata ruang wilayah yang ditetapkan
oleh Pemerintah Kota Sabang. Saat ini wilayah yang sangat berpotensi
sebagai kawasan industri adalah Balohan, karena berbagai infrastruktur
telah dipersiapkan

• Kawasan pariwisata meliputi kawasan dengan luas tertentu yang dibangun


atau disediakan untuk memenuhi kebutuhan pariwisata. Kawasan-kawasan
wisata yang sangat berpotensi dikembangkan antara lain :

- Tugu Km 0 Republik Indonesia

- Taman Laut Pulau Rubiah

- Hutan Taman Wisata Iboih

- Pantai Gapang

- Teluk Sabang

- Lheung Angen

- Pulau Klah

- Pantai-pantai lainnya seperti Pantai Anoi Itam, Pasir Putih, Tapak Gajah,
Sumur Tiga, dan Ujung Kareung

- Danau Aneuk Laot

- Pemandian air panas Keuneukai

- Teluk Pria Laot (sumber air panas belerang)

- Benteng perang dunia II

- Goa alam, seperti pantai barat, goa sarang, goa kampret, dan goa ular

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-19


• Kawasan permukiman meliputi kawasan yang didominasi oleh lingkungan
hunian dengan fungsi utama sebagai tempat tinggal. Kawasan permukiman
banyak terdapat pada kawasan yang mempunyai morfologi datar dan di
sekitar pantai serta di sepanjang jalan

Rencana alokasi kawasan-kawasan tersebut selanjutnya akan dirinci dalam


bentuk zonasi penggunaan lahan yang akan dibahas pada sub bab
berikutnya.

Arahan pengembangan kawasan budidaya di Kota Sabang adalah sebagai


berikut:

1. Mengarahkan kegiatan pembangunan fisik (kegiatan perkotaan agar


tidak mengganggu kawasan pertanian.

2. Kawasan pertanian diarahkan pada lokasi yang tanahnya sesuai serta


memiliki akses untuk pendistribusian produksinya. Pemusatan kawasan
pertanian ini dapat ditempatkan di Mukim Keunekai. Luasan lahan
pertanian diupayakan untuk dapat dipertahankan dan alih guna
lahannya sebaiknya juga masih dalam koridor sektor pertanian yaitu
dari pertanian tanaman pangan lahan basah menjadi pertanian lahan
kering ataupun perkebunan.

3. Kegiatan pertambangan diusahakan agar tidak mengganggu kelestarian


lingkungan yang salah satunya dilakukan dengan penertiban terhadap
pertambangan rakyat.

4. Lokasi sepanjang timur dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata


disamping Kawasan Iboih yang memang dipusatkan untuk aktivitas ini.

5. Mukim Kota Atas, Kota Bawah Barat dan Timur, Cot Ba’u, Cot Abeuk,
dan Sukakarya diarahkan menjadi kawasan perkotaan. Sementara
untuk kawasan perumahan, selain dapat dikembangkan di kawasan
Perkotaan ini juga dapat dikembangkan di bagian selatan Mukim Paya.

6. Meningkatkan kemampuan pengelola kawasan khususnya dalam hal


pembiayaan, dan pengendalian pemanfaatan ruang.

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-20


7. Mengembangkan pusat-pusat kegiatan serta melengkapinya dengan
prasarana dan sarana yang dapat mendukung kegiatan tersebut.

2.3. PDRB dan Pertumbuhan Ekonomi

Perkembangan aktivitas perekonomian suatu daerah, salah satunya bisa


dilihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). PDRB dapat menggambarkan
apakah suatu daerah mengalami kemajuan/kemunduran pada sektor-sektor
ekonomi yang akan berimplikasi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan tingkat
kesejahteraan (welfare) masyarakat. PDRB ini disajikan dalam 2 bentuk, yaitu Atas
Dasar Harga Berlaku (ADHB) dan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) tahun 2000.

Selama tahun 2000-2006, aktivitas perekonomian Kota Sabang mulai


menunjukkan pemulihan dan kecenderungan meningkat secara signifikan. Sektor-
sektor ekonomi yang sebelumnya merosot akibat krisis ekonomi kembali membaik
dan berkembang, kendati pergerakannya masih relatif lambat dan sangat rentan
terhadap kebijakan yang tidak kondusif. Aktivitas ekonomi yang meningkat ini
berimplikasi sangat positif terhadap penguatan struktur ekonomi di Kota Sabang,
bahkan nilai tambah yang dihasilkan bertambah sangat signifikan setiap tahunnya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sabang tahun 2000
nilai PDRB ADHB adalah Rp. 109.358,80 juta. Angka ini meningkat jadi
Rp.124.703,05 pada tahun 2001, atau naik sebesar 14,03%. Nilai tambah PDRB ini
meningkat lagi menjadi Rp.142.628,18 juta pada tahun 2002 (naik 14,37%) dan
Rp.158.405,15 juta pada tahun 2003 (naik 11,06%). Tahun 2004, nilai PDRB ADHB
Kota Sabang telah mencapai Rp.175.262,27 juta atau naik sebesar 10,64%. Pada
Tahun 2005 PDRB ADHB menjadi Rp. 198.715,14 juta atau naik sebesar 13,15%.
Selama kurun waktu 2000-2005, laju pertumbuhan PDRB ADHB Kota Sabang sangat
tinggi, yaitu rata-rata hampir mencapai 9,89% per tahun. Sementara pertumbuhan
PDRB ADHB Provinsi NAD dalam kurun waktu yang sama hanya sebesar 8,02% setiap
tahunnya.

Kondisi yang sama juga terjadi pada PDRB ADHK 2000. Kendati nilai
tambahnya masih sedikit lebih kecil dibanding PDRB ADHB, setidaknya telah mampu
mendorong percepatan laju pertumbuhan ekonomi Kota Sabang. Sampai akhir tahun

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-21


2005, PDRB ADHK mencapai sedikitnya Rp.132.896,91 juta atau tumbuh rata-rata
sebesar 3,03% per tahun, dimana tahun 2000 nilai PDRB sekitar Rp. 109.358,80.

Peningkatan PDRB ADHB dan PDRB ADHK ini terjadi selain karena
dipengaruhi oleh makin pulihnya kegiatan-kegiatan usaha ekonomi warga Kota
Sabang juga dipengaruhi karena pemberlakuan kembali status Kota Sabang sebagai
Daerah Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas. Perkembangan PDRB
ADHB dan PDRB ADHK 2000 Kota Sabang kurun waktu 2000-2005 dapat dilihat pada
tabel berikut.
TABEL 2.10
Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto
Kota Sabang ADHB dan ADHK, Tahun 2000-2005
TAHUN PDRB ADHB Kenaikan PDRB ADHK Kenaikan
2000 109.358,80 109.358,80
2001 124.813,05 14,13 112.261,06 2,65
2002 142.798,18 14,41 116.667,95 3,93
2003 158.405,15 10,93 121.502,47 4,16
2004 175.617,84 10,87 127.013,33 4,52
2005 198.715,14 13,15 132.896,91 4,63
Pertumbuhan 9,89 3,03
Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Sabang, 2006 (Diolah)

Adapun diagram perkembangan PDRB Kota Sabang dari tahun 1999 – 2005
secara rinci dapat dilihat dari gambar 2.1 berikut ini :

PERKEMBANGAN PDRB KOTA SABANG

200

198.72
175.62
150 158.41
PDRB (ribuan)

142.63
124.70
96.69 109.36
100
121.50

127.01

132.90
54.20

55.33

50
56.77

58.97

0
1999
2000
2001
2002
harga berlaku 2003
TAHUN 2004
harga konstan tahun 2000 2005

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-22


Secara sektoral, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor
bangunan/konstruksi, termasuk sektor pertanian dan jasa-jasa merupakan
penyumbang nilai tambah terbesar terhadap PDRB Kota Sabang. Keseluruhan
sumbangan sektor ini mencapai 80,40% terhadap PDRB Kota Sabang. Sektor-sektor
ini menjadi tumpuan dan sumber mata pencaharian utama bagi warga kota,
disamping sebagai penopang dan daya dukung percepatan pertumbuhan ekonomi
Kota Sabang. Selama beberapa tahun terakhir (2000-2005), nilai tambah yang
disumbangkan sektor perdagangan, hotel dan restoran terhadap PDRB Kota Sabang
terus bertambah secara signifikan setiap tahunnya. Rata-rata bertambah sebesar
16,23% per tahun, dari Rp. 19.636,30 juta (tahun 2000) meningkat menjadi
Rp. 48.289,60 juta (tahun 2005).

Untuk sektor bangunan/konstruksi menghasilkan nilai tambah sebesar


Rp. 42.106,98 juta pada tahun 2005, sementara pada tahun 2000 masih sebesar
Rp. 24.957,96 juta (rata-rata naik 8,36% setiap tahunnya). Sektor pertanian dan
sektor jasa-jasa sampai akhir 2005 mampu menyumbang dengan nilai tambah
masing-masing sebesar Rp. 34.437,69 juta (tahun 2000 Rp. 24.528,64 juta) untuk
sektor pertanian dan Rp. 33.234,70 (tahun 2000 Rp. 18.699,91 juta) untuk sektor
jasa-jasa.

Sektor-sektor ekonomi lain yang juga berperan di dalam struktur ekonomi


Kota Sabang adalah industri pengolahan, pengangkutan, komunikasi serta keuangan,
persewaan dan jasa perusahaan. Perkembangan PDRB Kota Sabang menurut sektor
ekonomi ADHB selama lima tahun terakhir dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.11
Perkembangan PDRB Kota Sabang Menurut Lapangan Usaha
ADHB Tahun 2000-2005 (Jutaan Rupiah)
No Sektor Ekonomi 2000 2001 2002 2003 2004 2005 Pertumbuhan
1 Pertanian 24.528,64 26.002,95 28.033,95 30.184,87 32.270,89 34.437,69 17,33
2 Pertambangan dan
1.450,33 1.627,21 2.007,21 2.298,73 2.571,64 2.895,05 1,46
Penggalian
3 Industri Pengolahan 9.218,03 9.447,35 10.110,48 10.728,77 11.840.96 12.833,27 6,46
4 Listrik dan Air Bersih 836,08 1.014,57 1.233,57 1.497,35 1.866,75 1.968,56 0,49
5 Bangunan/Konstruksi 24.920,21 29.149,82 32.482,82 34.881,42 37.299,12 42.106,98 21,19
6 Perdagangan, Hotel dan 19.636,30 25.110,07 31.607,07 36.365,05 41.655,88 48.289,60 24,30
7 Pengangkutan dan
6.795,65 7.782,30 8.886,30 9.945,63 11.774,36 14.111,89 7,10
Komunikasi
8 Keuangan, Persewaan 3.273,65 4.189,58 5.184,58 5.827,77 6.472,08 8.837,68 4,45
9 Jasa-jasa 18.699,91 20.489,20 23.252,20 26.445,56 29.896,16 33.234,70 16,72
PDRB 109.358,80 124.813,05 142.798,18 158.405,15 175.617,84 198.715,42 9,89
Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Sabang, 2006 (diolah)

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-23


Hal yang sama juga terjadi pada sektor-sektor ekonomi lainnya, seperti
pertanian sebesar 22,43% (tahun 2000) dan 17,33% (tahun 2005), jasa-jasa sebesar
17,10% (tahun 2000) dan 16,72% (tahun 2005), perdagangan, hotel dan restoran
sebesar 6,18% (tahun 2000) dan 24,30%(tahun 2005), dan industri pengolahan 8,43%
(tahun 2000) dan 6,46% (tahun 2005).

Secara lebih terinci perkembangan kontribusi sektor ekonomi terhadap PDRB


Kota Sabang dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2.12
Perkembangan Kontribusi Sektor Ekonomi Terhadap PDRB
Kota Sabang ADHB (%)
No Sektor Ekonomi 2000 2001 2002 2003 2004 2005
1 Pertanian 22,43 20,83 19,63 19,06 18,38 17,33
2 Pertambangan dan Penggalian 1,33 1,30 1,41 1,45 1,46 1,46
3 Industri Pengolahan 8,43 7,57 7,08 6,92 6,74 6,46
4 Listrik dan Air Bersih 0,76 0,81 0,86 0,95 1,06 0,99
5 Bangunan/Konstruksi 22,79 23,35 22,75 22,02 21,24 21,19
6 Perdagangan, Hotel dan Restoran 17,96 20,12 22,13 22,96 23,72 24,30
7 Pengangkutan dan Komunikasi 6,21 6,24 6,22 6,28 6,69 7,10
8 Keuangan, Persewaan dan Jasa 2,99 3,36 3,63 3,68 3,69 4,45
9 Jasa-jasa 17,10 16,42 16,28 16,69 17,02 16,72
PDRB 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Sabang, 2006 (diolah)

Laju pertumbuhan ekonomi Kota Sabang selama beberapa tahun terakhir ini
terlihat menunjukkan peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data dari BPS Kota
Sabang, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2001 sebesar 2,65%. Laju pertumbuhan
ini meningkat drastis pada tahun 2002 dan tahun 2003, yaitu menjadi masing-
masing 3,93% dan 4,14%. Memasuki tahun 2004, laju pertumbuhan ekonomi Kota
Sabang telah mencapai 4,58% dan untuk tahun 2005 sebesar 4,63%. Hal ini
mengindikasikan bahwa kondisi perekonomian Kota Sabang telah tumbuh dan
berkembang dengan relatif baik. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi ini harus
terus dipacu dan ditingkatkan di masa mendatang, sehingga mampu mewujudkan
kesejahteraan bagi warga kota ke arah yang lebih baik.

Selama periode 2001-2005, ekonomi Kota Sabang telah tumbuh rata-rata


sebesar 3,97% per tahun. Pertumbuhan ekonomi Kota Sabang yang relatif tinggi ini
karena didukung oleh penguatan pertumbuhan masing-masing sektor yang positif.
Kecuali sektor industri pengolahan yang tumbuh negatif pada tahun 2001, semua

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-24


sektor ekonomi lainnya mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang cukup
menggembirakan selama tahun 2001-2005. Namun demikian, pertumbuhan antar
sektor sangat bervariasi dan berfluktuatif.

Untuk tahun 2005, sektor-sektor yang tumbuh dan berkembang cukup


potensial yaitu industri pengolahan, listrik dan air minum, bangunan dan konstruksi,
pengangkutan dan komunikasi, keuangan, persewaan dan jasa perusahaan dan jasa-
jasa. Sedangkan sektor-sektor yang sedikit menurun pertumbuhannya pada tahun
2005 adalah pertanian, pertambangan dan pengairan. Keadaan menggembirakan
bahwa ada beberapa sektor mengalami pertumbuhan yang signifikan selama lima
tahun terakhir (2001-2005). Sektor-sektor ini meliputi jasa-jasa, keuangan,
persewaan dan jasa perusahaan, bangunan dan konstruksi dan perdagangan, hotel
dan restoran. Gambaran selengkapnya tentang pertumbuhan ekonomi dan sektoral
Kota Sabang dapat dilihat pada Tabel 2.5 berikut.

Tabel 2.13
Laju Pertumbuhan Ekonomi dan Sektoral
Kota Sabang, Tahun 2000-2005 (%)
LAPANGAN
2000 2001 2002 2003 2004 2005
USAHA
1. Pertanian 2,56 1,55 2,30 2,86 3,08 0,95
2. Pertambangan dan Penggalian 5,86 9,99 8,78 6,26 6,34 6,70
3. Industri Pengolahan (2,77) (0,61 3,07 3,96 4,43 4,96
4. Listrik dan Air Minum 8,70 ) 8,83 5,15 7,35 3,02
5. Bangunan dan Konstruksi 3,60 6,07 0,77 1,22 1,50 3,61
6. Perdagangan, Hotel dan 1,74 0,36 10,19 10,28 9,93 7,66
Restoran 8,71
7. Angkutan dan Komunikasi 2,24 4,61 4,82 6,21 9,19
8. Keuangan, Persewaan dan Jasa 9,31 4,26 7,21 5,38 4,92 13,70
Perusahaan 3,20
9. Jasa-Jasa 0,53 2,10 1,54 2,22 2,77
1,01
2,08 2,65 3,93 4,14 4,52 4,63
Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Sabang, 2006 (diolah)

2.3.1 Pertanian

Walaupun perekonomian Kota Sabang lebih dominan pada aktivitas


perdagangan dan jasa-jasa, namun sebagian warga kota juga mencari nafkah pada
lapangan usaha pertanian. Lapangan usaha pertanian di kota ini juga sangat
berperan penting didalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, penyerapan

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-25


tenaga kerja, dan peningkatan pendapatan petani. Dalam konteks yang luas, juga
berperan dalam mendorong akselerasi ekonomi wilayah, khususnya di sentra-sentra
produksi pertanian. Kota Sabang memiliki potensi pertanian yang relatif cukup
menggembirakan. Tidak hanya daya dukung lahannya yang masih tersedia cukup
luas, tapi daerah ini juga memiliki tanah yang subur dan cocok untuk ditanami
berbagai komodit-komoditi spesifik/unggulan, disamping kesesuaian kondisi
agroklimatnya (iklim dan curah hujan).

Status Kota Sabang sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan


bebas memberikan peluang yang besar guna pengembangan komoditi-komoditi
unggulan berbasis agribisnis sebagai komoditi yang berdaya saing tinggi dan
kompetitif di pasaran dalam dan luar negeri. Namun demikian, pengembangannya
harus disesuaikan dengan potensi dan kondisi kewilayahan serta mempertimbangkan
kelestarian lingkungan hidup dan berwawasan pembangunan ekonomi
berkelanjutan. Adapun gambaran perkembangan pertanian (terutama tanaman
pangan dan hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan)
berikut permasalahan-permasalahan yang dihadapi, khususnya selama kurun waktu
beberapa tahun terakhir di Kota Sabang dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Tanaman Pangan dan Hortikultura

Jenis tanaman pangan yang dominan dibudidayakan petani antara lain: padi,
kacang tanah, kedelai, kacang hijau, ubi kayu, ubi jalar dan jagung. Untuk jenis
sayur-sayuran, yang dibudidayakan oleh petani di Kota Sabang adalah kangkung,
bayam, cabe merah, kacang panjang, sawi, ketimun, terung, dan tomat. Hasil
produksi yang dihasilkan memang masih belum optimal dan selama ini hanya
dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada di Kota Sabang,
termasuk untuk memenuhi kebutuhan keluarga petani sendiri.

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-26


Tabel 2.14
Luas, Produksi, Produktifitas Sayur-sayuran
di Kota Sabang, Tahun 2006
Luas Panen Produksi Produktivitas
No Jenis Sayuran
(ha) (kw) (kw/ha)
1. Bayam 40 49 1,2
2. Bawang Merah 6 - -
3. Cabe Merah 36 65 1,8
4. Kangkung 39 47 1,2
5. Ketimun 29 58 2
6. Kacang Panjang 32 52 1,6
7. Sawi 46 56 1,2
8. Terung 19 46 2,4
9. Tomat 6 2 0,3
Sumber : Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Sabang,

Komoditi hortikultura yang jadi primadona/unggulan di Kota Sabang adalah


mangga, salak, pepaya, kedondong, durian, dan nangka. Pada tahun 2003 produksi
mangga 0.97 kwintal dari 26.516 batang, salak 0,5 kwintal (12.275 batang), pepaya
8,009 kwintal (5.415 batang), durian 0,21 kwintal (3.930 batang), dan nangka 4,57
kwintal (1.138 batang).

Pada tahun 2006, produksi beberapa komoditi berubah drastis, termasuk


luas panennya. Untuk salak produksinya 689,8 kwintal (luas panen 16.556 batang),
pisang 9015 kwintal (8.184 batang), pepaya 8.040 kwintal (10.542 batang), dan
nangka 2.329 kwintal (1.186 batang). Dalam tahun 2003-2006 produksi dan luas
panen tanaman hortikultura dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.15
Perkembangan Luas Areal Panen dan Produksi
Tanaman Hortikultura Tahun 2003-2006
Jenis Luas Panen Produksi
No
Komoditi 2003 2004 2005 2006 2003 2004 2005 2006
1. Alpukat 87 87 102 131 4,48 26,1 68 5
2. Durian 3.930 3.985 4.010 3.310 0,21 2.231 3.696 141
3 Jambu Air 394 180 - - 190,05 27 - -
4. Jambu Biji 142 149 161 200 6,01 226,5 80,5 31
5. Jeruk 150 150 75 75 8,24 82,4 18,8 12
6. Kedondong 125 460 418 315 - 230 243,6 31
7. Langsat 70 72 73 - 7 72 3,6 -
8. Mangga 26.516 26.546 23.034 1.127 0,97 9.821 767,3 177
9. Pisang 13.310 8.184 9.015 13.055 0,53 3.273 9.015 270
10. Pepaya 5.415 10.772 10.542 6.446 8,009 2.046 8.040 123
11. Rambutan 327 509 542 316 3,27 97,7 54,20 4
12. Salak 12.275 16.516 16.556 9.121 0,5 14.557 689,8 349
13. Nangka 1.138 1.158 1.186 1.147 4,57 816,7 2.329,6 24
Sumber : Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Sabang

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-27


b. Perkebunan

Komoditi perkebunan unggulan yang dibudidayakan petani di Kota Sabang,


antara lain kelapa dalam, kelapa hibrida, cengkeh, kakao, pinang, kemiri dan
randu. Perkembangan luas tanam komoditi perkebunan ini selama beberapa tahun
terakhir mengalami fluktuasi luas tanam, adapun gambarannya adalah sebagai
berikut :

Tabel 2.16
Perkembangan Luas Tanam Perkebunan
di Kota Sabang, Tahun 2002-2006
Luas Tanam
No Jenis Komoditi (ha)
2002 2003 2004 2005 2006
1. Kelapa Dalam 4.005 4.105 4.115 4.118 4.160
2. Kelapa Hibrida 188 187 180 255 255
3 Kakao 500 568 453 641 701
4. Pinang 177 202 210 333 328
5. Kemiri 333 293 72 516 516
6. Cengkeh 911 874 374 3.241 3.041
7. Randu 20 10 7 19 3
Sumber : Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Sabang,

Produksi perkebunan pada tahun 2002-2006 umumnya menurun walau pada


tahun tertentu dan untuk jenis tertentu ada yang menunjukan peningkatan.
Contohnya adalah produksi kelapa dalam mencapai 2.856 ton pada tahun 2002 dan
setelah menunjukan peningkatan pada tahun 2003 namun pada tahun-tahun
selanjutnya menurun dan sekarang pada tahun 2006 hanya menghasilkan 2.614 ton.
Gambaran selengkapnya tentang perkembangan produksi tanaman perkebunan di
Kota Sabang disajikan pada tabel berikut.

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-28


Tabel 2.17
Perkembangan Produksi Tanaman Perkebunan
di Kota Sabang, Tahun 2002-2006
Produksi (ton)
No Jenis Komoditi
2002 2003 2004 2005 2006
1. Kelapa Dalam 2.856 4.437,65 855,66 2.288 2.614
2. Kelapa Hibrida 111 7,73 168 139,8 92,3
3 Kakao 241 243,04 231 231 231
4. Pinang 30 28,45 14,76 14,78 14,8
5. Kemiri 134 112,89 19,1 50,4 50,4
6. Cengkeh 160 85,86 16,25 16,25 16,25
7. Randu 10 44,01 74,30 - 0,45
Sumber : Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Sabang

Penurunan produksi beberapa jenis komoditi unggulan perkebunan di Kota


Sabang selain diakibatkan karena semakin berkurangnya luas tanam komoditi ini
selama beberapa tahun terakhir (tahun 2002-2006), juga dipengaruhi karena belum
mantapnya penanggulangan hama/penyakit yang menyerang tanaman perkebunan
serta sarana/fasilitas pendukung pengembangan perkebunan yang masih relatif
terbatas dan belum memadai. Ke depan diharapkan pengembangan perkebunan di
Kota Sabang dilakukan secara terpadu, menyeluruh (komprehensif), simultan dan
integratif sehingga produksi dan produktivitas komoditi ini dapat ditingkatkan.

c. Peternakan

Pembangunan peternakan yang dilaksanakan pemerintah Kota Sabang


selama kurun waktu beberapa tahun terakhir (2003-2006) memperlihatkan hasil
yang relatif cukup menggembirakan. Hal ini tercermin dari perkembangan dan
pertumbuhan populasi ternak (baik ternak besar maupun ternak kecil) yang
meningkat setiap tahunnya. Kemajuan yang dicapai ini diharapkan berperan secara
signifikan di dalam struktur perekonomian Kota Sabang di masa mendatang.

Jenis ternak yang dipelihara dan menjadi sumber pendapatan bagi


masyarakat selama ini adalah kambing, sapi, kerbau, domba, itik dan ayam
(termasuk ayam ras petelur). Sedangkan menjadi ternak unggulan di kota ini adalah
ternak, produksinya mencapai 87.894 ekor pada tahun 2002. Tidak kurang dari

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-29


59,21% (52.050 ekor) dipelihara secara semitradisional di Kecamatan Sukajaya, dan
selebihnya sekitar 40,78% atau sebanyak 35.844 ekor dipelihara di Kecamatan
Sukakarya. Populasi ayam menurun drastis pada dua tahun terakhir, yaitu tahun
2005 dan 2006 yang secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.18
Perkembangan Populasi Ternak
Di Kota Sabang, Tahun 2002-2006
Jenis Jumlah Populasi (ekor)
No
Ternak 2002 2003 2004 2005 2006
1. Kerbau 73 77 0 84 97
2. Sapi 2005 2.034 2.176 2.218 2.310
3 Kambing 4.192 4.563 4.974 5.221 7.012
4. Domba 17 18 19 18 16
5. Ayam 87.894 90.199 88.318 77.302 65.663
6. Itik 2.335 6.546 4.275 4.355 4.411
Sumber : Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Sabang

Beberapa jenis ternak yang menunjukan peningkatan produksi selama tahun


2002-2006 adalah kerbau, kambing, ayam buras, ayam ras, dan itik. Untuk ternak
kerbau dan kambing, rata-rata meningkat produksinya masing-masing sebesar
12,29% per tahun dan 8,84% per tahun. Ayam ras sangat melonjak pertumbuhan
dagingnya, yaitu rata-rata 39,93% per tahun. Itik juga terlihat melonjak
kenaikannya, setiap tahunnya naik rata-rata 105,72%. Sedangkan ayam buras
meningkat rata-rata sebesar 6,68% setiap tahunnya.

Pertumbuhan produksi daging yang menurun hanya terjadi pada sapi, yaitu
pada tahun 2003 dan mulai menunjukkan kenaikan yang signifikan sampai dengan
tahun 2006. Perkembangan produksi daging menurut jenis ternak di Kota Sabang
selama empat tahun terakhir dapat dilihat pada tabel berikut.

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-30


Tabel 2.19
Perkembangan Produksi Daging Menurut Jenis Ternak
Di Kota Sabang, Tahun 2002-2006
Produksi Daging (ton)
No Jenis Ternak
2002 2003 2004 2005 2006
1. Kerbau 393 375 625 875 1.274
2. Sapi 60.715 52.740 53.370 54.720 55.080
3 Kambing 4.017 4.172 4.583 4.770 6.648
4. Domba - 11 22 11 22
5. Ayam Buras 11.748 7.812 8.316 11.983 14.657
6. Ayam Ras 47.277 42.199 45.925 53.569 100.375
7. Itik 1.651 2.890 3.187 3.220 3.614
Sumber : Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Sabang

Sub sektor peternakan masih memiliki peluang dan potensi untuk


ditingkatkan. Dalam artian, bahwa pengembangan usaha peternakan diarahkan
menjadi usaha komersial dengan skala usaha yang lebih besar, dari sebelumnya
bersifat subsistem tradisional. Kendala-kendala yang dihadapi selama ini seperti isu
flu burung, harga pakan ternak dan obat-obatan yang tidak adalah stabil serta
berbagai penyakit lainnya, disamping keterbatasan modal usaha dan sarana/fasilitas
pendukung yang masih minim harus diatasi secara bertahap dan berkesinambungan.
Dengan demikian, diharapkan dalam lima tahun ke depan populasi ternak di Kota
Sabang lebih terjamin dalam memenuhi kebutuhan daging bagi warga kota. Selain
itu, diharapkan juga mampu berperan secara signifikan dalam memacu
pertumbuhan ekonomi daerah.

d. Perikanan

Sektor perikanan memegang peranan penting dalam struktur perekonomian


Kota Sabang. Subsektor ini menyerap tenaga kerja 952 KK pada tahun 2006.
Pengelolaan perikanan terfokus pada perikanan darat dan perikanan laut. Sesuai
data yang ada, perluasan areal perikanan darat masih relatif rendah, bahkan
cenderung menurun hingga tahun 2006 di Kecamatan Sukajaya, dalam kurun waktu
yang sama di Kecamatan Sukakarya, budidaya perikanan darat bertambah luas
arealnya rata-rata mencapai 7,56% per tahun (periode 2002-2006).

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-31


Tabel 2.20
Perkembangan Luas Areal Perikanan Darat
di Kota Sabang, Tahun 2002-2006
Luas Areal (ha)
Kecamatan Tahun
Kolam Tambak Jumlah
Sukajaya 2002 0,68 16,20 16,88
2003 0,68 16,20 16,88
2004 0,68 16,20 16,88
2005 1,98 14,50 16,48
2006 0,70 43,47 44,17
Sukakarya 2002 0,90 14,50 15,40
2003 0,90 14,50 15,40
2004 0,70 14,50 15,20
2005 1,98 18,75 20,73
2006 2,00 35,90 37,90
Sumber : Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Sabang,

Secara kuantitas, produksi perikanan laut lebih dominan dibanding perikanan


darat. Produksi perikanan laut mencapai tidak kurang dari 2.632,60 ton atau
sebesar 43,8% dari potensi lestari yang ada. Untuk tahun 2006, jenis ikan hasil
tangkapan nelayan yang sangat menonjol adalah cakalang (produksinya 251,1 ton),
ekor kuning/pisang-pisang (242,8 ton), tongkol (211,8 ton), ikan kuwe (133 ton),
layang (103,4 ton), kerapu (93,4 ton), tuna (73,9 ton), dan lencang (241,1 ton).
Untuk perikanan darat, berupa mujair (5,7 ton) dan bandeng umpan (23,19 ton).
Untuk hasil produksi perikanan darat, kedua kecamatan memperlihatkan
pertumbuhan yang menggembirakan, khususnya selama kurun waktu beberapa
tahun terakhir, namun, jumlah produksinya masih relatif rendah dibanding dengan
daya dukung dan potensi areal perikanan darat yang tersedia di Kota Sabang.
Tabel 2.21
Perkembangan Produksi Perikanan Darat dan Laut
Di Kota Sabang, Tahun 2000-2006
Jumlah Produksi (ton)
Kecamatan Tahun
Perikanan Darat Perikanan Laut
Sukajaya 2002 47,86 577,4
2003 12,6 503,3
2004 - 1.359,30
2005 - 1.111,40
2006 - 1.522,92
Sukakarya 2002 23,55 1.413,50
2003 16,2 927,5
2004 3,40 1.840,10
2005 - 1.521,20
2006 - 1.096,68
Sumber : Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Sabang

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-32


Hasil produksi ikan (baik budidaya maupun perikanan laut) ini masih relatif
terbatas dibanding potensi sumberdaya perikanan dan kelautan yang dimiliki. Oleh
karena itu, potensi perikanan budidaya dan kelautan ini harus dikembangkan
dengan optimal dan terpadu dimasa mendatang sehingga peluang Kota Sabang
untuk menjadi salah satu kota pengekspor komoditi ikan segar ke luar daerah dan
manca negara melalui pelabuhan bebas Sabang dapat terwujud.

e. Kehutanan

Keberadaan sumber daya hutan serta ekosistemnya sangat besar manfaat


dan fungsinya bagi umat manusia. Hutan dapat berfungsi sebagai penyangga dan
melindungi kehidupan manusia dari bencana tanah longsor, erosi, dan banjir.

Kota Sabang memiliki potensi hutan yang cukup besar, yaitu kawasan hutan
lindung yang mencapai 3.400 ha. Diantaranya, sekitar 2.074,50 ha terdapat di
Kecamatan Sukajaya dan 1.325,50 ha terdapat di Kecamatan Sukakarya. Kota
Sabang juga memiliki hutan wisata yang luasnya 1.300 ha, disamping taman laut
yang mencapai luasnya 2.600 ha. Hutan cadangan juga cukup besar yaitu mencapai
1.700 ha (Sukajaya seluas 875 ha dan Sukakarya seluas 825 ha).

Tabel 2-22
Luas Hutan Menurut Fungsi Tahun 2006

Luas Area (ha)

No Kecamatan Hutan Hutan Taman Hutan


Lindung Wisata Laut Cadangan

1. Sukajaya 1.795 - -

2. Sukakarya 1.605 1.300 2.600 1.173,45

Jumlah 3.400 1.300 2.600 1.700


Sumber : Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Sabang

2.3.2 Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi

Ditetapkannya Kota Sabang sebagai kawasan perdagangan bebas dan


pelabuhan bebas pada tahun 2000 telah menyebabkan berkembangnya aktivitas
usaha industri kecil dan menengah di kota ini. Pada tahun 2002, tercatat penerbitan

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-33


Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP) sebanyak 468 perusahaan dan jumlah
perusahaan makin meningkat setiap tahunnya hingga pada tahun 2006 telah
diterbitkan SIUP sebanyak 579 perusahaan.

Selain terjadinya peningkatan dalam jumlah penerbitan SIUP, terjadi juga


peningkatan Tanda Daftar Perusahaan yang setiap tahunnya mengalami
peningkatan, dimana pada tahun 2003 berjumlah 573 TDP maka pada tahun 2006
telah terdaftar 664 TDP. Adapun perkembangan penerbitan SIUP dan TDP dapat
dilihat pada tabel-tabel berikut ini :

Tabel 2-23
Perkembangan Penerbitan SIUP
Kota Sabang Tahun 2002 – 2006
No Tahun Jumlah Perusahaan
1 2002 468
2 2003 507
3 2004 535
4 2005 556
5 2006 579
Sumber : Dinas Perindag Kota Sabang

Tabel 2.24
Perkembangan Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
Kota Sabang Tahun 2003 – 2006
No Tahun PT Kop CV FA PO BPL Jml
1 2003 32 20 334 2 183 2 573
2 2004 32 22 342 2 189 2 589
3 2005 37 23 378 2 203 2 646
4 2006 39 24 385 2 211 2 664
Sumber : Dinas Perindag Kota Sabang

Industri kecil juga cukup berperan selama ini, khususnya sebagai pendukung
aktivitas perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang. Aktivitas usaha sangat
bervariasi dan lebih dominan bergerak pada usaha pengolahan hasil pertanian, di
samping sebagian bergerak pada usaha kerajinan, dan aneka usaha lainnya seperti
galangan kapal, reparasi mobil, reparasi sepeda motor, photo copy, reparasi jam,

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-34


tempel ban, tukang pangkas/salon, tukang kaleng, photo studio, penjahit bordir,
dan sebagainya.

Untuk jenis industri hasil pertanian, kehutanan dan kerajinan yang


berkembang saat ini di Kota Sabang antara lain, meliputi kerajinan
rotan/pengawetan rotan, sapu ijuk/lidi, arang batok, sabut kelapa, alat rumah
tangga dari kayu, pengasapan kopra, dodol jahe, bubuk kopi, sirup jahe, minyak
kelapa, keripik pisang, kerupuk ikan dan lain-lain. Potensi industri kecil dan
menengah yang relatif cukup besar ini merupakan salah satu motor penggerak
perekonomian Kota Sabang. Karenanya, industri kecil dan menengah ini harus
diberdayakan dan ditingkatkan kapasitas produksinya. Upaya ini dapat dilakukan
melalui pelatihan dan bimbingan yang kontinyu bagi pelaku usaha, antara lain
berupa proses produksi, manajerial, akuntansi/pembukuan, pemasaran, dan
kemitraan.

Permasalahan lainnya yang dihadapi pelaku usaha selama ini adalah masih
terbatasnya modal usaha. Hal ini juga terjadi disamping belum optimalnya peran
intermediasi perbankan di daerah ini, juga disebabkan oleh masih terbatasnya
kucuran dana yang dialokasikan oleh Pemerintah Kota Sabang. Dalam jangka
menengah, seyogianya permasalahan ini diatasi dengan tepat, bertahap, dan
berkesinambungan. Dengan demikian, keberadaan industri kecil dan menengah di
Kota Sabang dapat berperan secara strategis untuk meningkatkan nilai tambah
sekaligus mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Kota Sabang.

Aktivitas perdagangan terus berjalan di Kota Sabang sebagai wujud dari


implementasi perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang. Kendati belum
sepenuhnya berkembang seperti pelabuhan bebas lainnya, setidaknya telah
menumbuh-kembangkan berbagai jenis aktivitas usaha ekonomi warga kota.
Sebelumnya, keadaan perekonomian di kota ini nyaris terpuruk akibat dicabutnya
status Kota Sabang sebagai pelabuhan bebas di tahun 1980-an, disamping dilanda
krisis ekonomi & ekses konflik politik yang berkepanjangan di Provinsi Nanggroe
Aceh Darussalam.

Status Kota Sabang sebagai daerah perdagangan bebas dan pelabuhan bebas
era tahun 1972–1979 mampu mendorong kegiatan ekspor dan impor di Kota Sabang.
Ekspor tumbuh rata-rata sebesar 33,63% pertahun. Pada tahun 1979, nilai ekspor

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-35


melalui pelabuhan Sabang mencapai US $ 1.883,09 ribu. Sedangkan impor dalam
waktu kurun yang sama juga tumbuh rata-rata 13,29% setiap tahunnya, dengan nilai
impor mencapai US $ 9.129,68 ribu (tahun 1979). Saat itu, barang-barang yang di
ekspor adalah komoditi pertanian, seperti kopra, minyak kelapa, udang, ikan tuna,
dan produk-produk lainnya. Sedangkan barang-barang yang di impor, terutama
kelontong, tekstil, pecah belah, makanan/minuman, rokok, kendaraan, kosmetik,
elektronik, sabun, barang modal, dan lainnya.

Realisasi ekspor melalui pelabuhan bebas Sabang pada tahun 2001-2002 yang
meliputi beberapa komoditi seperti pinang kupas, pupuk magnesium, kerisik kelapa,
kelapa, ikan teri dan madu serta mie instan, kecap, agar-agar, asam sunti dan
sabun mandi dengan tujuan Phuket dan Penang mencapai US $ 137.321,63.
Sementara yang memberikan kontribusi yang lebih tinggi adalah pengiriman ikan
oleh PT. Tailong Fax yang dalam tahun 2001-2003 mencapai sebagai berikut :

Tabel 2.25
Realisasi Ekspor Melalui Pelabuhan Bebas
Kota Sabang

No Tahun Volume (Ton) Nilai (US $) Negara Tujuan


1 2001 310 403.000 Malaysia

2 2002 90 117.000 Malaysia

3 2003 120 156.000 Malaysia


Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Selain kegiatan ekspor, di pelabuhan bebas Sabang juga berkembang


kegiatan impor yang terjadi sejak tahun 2002-2006 terhadap beberapa jenis barang
seperti aspal drum, rim cover, motor cycle tyres, ceramik tiles, barang-barang
elektronik dan barang-barang lainnya. Secara lebih rinci disajikan pada tabel
berikut.

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-36


Tabel 2.26
Perkembangan Realisasi Impor Melalui Pelbuhan
Bebas Sabang, Tahun 2002 - 2006

Komoditi Thn. 2002 Nilai US Thn. 2003 Nilai US Thn. 2004 Nilai US Thn. Nilai US $ Thn. 2006
$ $ $ 2005

Kendaraan Roda 4 1.323 Unit 1.671.476,4 1.667 Unit 4.693.769,85 - - - - 454 Unit
Kendaraan Roda 2 214 Unit 82.635,3 326 Unit 99.500 104 Unit 20.296,60 - - 58 Unit
Gula Pasir 93.653 Ton 27.912,25 20.650 Ton 3.343.600 - - 29.028 Bag 393.563,9 1.275 Ton
Beras 4.070 Ton 741.142,3 1.135 Ton 35.318,8 1.750 Bags 6.607,43 - - 100 Ton
Keramik 291 Ktk 5.705,9 394 pallet 44.861,9 446 Palle 15.240,95 - - 317 Pallet
Apel Roti & Coklat 3.962 Ktk 604.396,4 1.220 CTN 23.939,4 36 3.415,00 3.659 Bags 18.460,80 444 Cases
6
Tepung Terigu 700 Ton 18.083 Bag 100.575 - - - - 968 Bags
301.960,7
Alat Listrik 23 Ktk 8 328 Unit 27.709 - - - - -
Komputer - 11.500 21 Unit 19.149,11 - - - - -
Televisi - - 4 Unit 784 40 Unit 2.454,92 - - 12 Unit
Minuman - - 7.480 CTN 40.562,8 1.150 Ctn 9.855,90 - - -
Aspal Drum - - - - 2.503 Drum 29.137,42 - - 6.493 dru
Spare part Cycle - - - - 527 Ktk 133.563,47 - - -
House Hold - - - - 1 pallet 117.078 - - -
Material Building - - - - - - 24.258 31.467,36 -

Jumlah 3.446.729,39 8.429.769,86 220.688,768 443.492,06


Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Sementara keberadaan koperasi di Kota Sabang sebagai wadah ekonomi


rakyat dan soko guru perekonomian relatif menggembirakan. Koperasi Unit Desa
(KUD) selama tahun 2000-2006 belum mengalami pertambahan yang berarti (stabil)
dengan jumlahnya sekitar 4 unit, namun jumlah anggota, simpanan, dan cadangan
dana pada KUD mengalami pertambahan yang menggembirakan. Gambaran tentang
perkembangan KUD berikut jumlah anggota, simpanan, dan dana cadangannya
selama enam tahun terakhir dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.27
Perkembangan KUD, Jumlah Anggota, Simpanan dan
Dana Cadangan di Kota Sabang Tahun 2000-2006
Jumlah Jumlah Anggota Simpanan Dana Cadangan
Tahun
KUD (unit) (orang) (Rp) (Rp)
2000 4 1.319 64.287.000 203.422.000
2001 4 1.319 65.221.000 207.926.000
2002 4 1.324 115.342.000 210.941.000
2003 4 1.380 127.041.000 208.941.395
2004 4 1.327 120.739.000 211.941.575
2005 4 1.239 114.062.000 240.239.000
2006 4 1.239 118.148.000 245.471.000
Sumber : Dinas Koperasi dan UKM Kota Sabang

Secara kuantitas, koperasi non KUD mengalami perkembangan yang sangat


signifikan pada kurun waktu lima tahun terakhir (2000-2006). Koperasi non KUD

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-37


meningkat setiap tahunnya rata-rata 8,04%, dari 49 unit pada tahun 2000 menjadi
85 unit pada tahun 2006. Simpanan dan dana cadangan juga sangat meningkat
drastis, yaitu masing-masing naik rata-rata 15,18% per tahun dan 11,68% per tahun.
Adapun jumlah anggota terlihat menurun rata-rata -4,37% pertahunnya, khususnya
periode 2001-2004.

Gambaran perkembangan dunia koperasi di Kota Sabang periode 2000 – 2006 dapat
ilihat pada tabel berikut.
Tabel 2.28
Perkembangan Koperasi Non KUD, Jumlah Anggota, Simpanan
dan Dana Cadangan di Kota Sabang, Tahun 2000-2006
Jumlah
Jumlah Non KUD Simpanan Dana Cadangan
Tahun Anggota
(unit) (Rp) (Rp)
(orang)
2000 49 5.309 709.118.000 1.356.684.000
2001 60 6.941 604.382.000 2.072.263.000
2002 74 5.983 1.056.862.000 420.159.000

2003 76 5.752 1.183.158.000 1.309.112.000

2004 78 5.573 1.584.109.000 529.308.000

2005 81 5.615 1.684.467.000 638.976.000


85 5.728 1.834.887.000 725.508.000
2006
Sumber : Dinas Koperasi dan UKM Kota Sabang

2.3.3 Ketenagakerjaan

Kota Sabang sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas


harus ditunjang dengan kesiapan SDM tenaga kerja yang terampil, cakap, handal,
produktif, dan berdaya saing. Hal ini penting dikedepankan oleh Pemerintah Kota
Sabang agar tenaga kerja yang ada dapat memanfaatkan peluang dan potensi
sumberdaya lokal guna mendorong percepatan ekonomi daerah.

Jumlah penduduk usia produktif (angkatan kerja) di Kota Sabang cukup


dominan, pada tahun 2006 mencapai 15.489 jiwa, atau sekitar 50,22% dari total
penduduk Kota Sabang (30.839). Dibanding tahun 2002 yang jumlah usia
produktifnya 12.479 jiwa dari 25.268 jiwa penduduk Kota Sabang atau sekitar
49,38%. Jumlah angkatan kerja ini tiap tahun mengalami peningkatan rata-rata
sebesar 3%.

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-38


Dari total angkatan kerja tahun 2006 di Kota Sabang yang berjumlah
15.489 jiwa maka sebanyak 7.946 jiwa (50,85%) merupakan angkatan kerja laki-laki.
Sedangkan sisanya sebanyak 7.543 jiwa (49,15%) angkatan kerja perempuan.
Angkatan kerja yang paling banyak terkonsentrasi di Kecamatan Sukajaya yaitu
mencapai 7.645 jiwa, terdiri atas 4.022 laki-laki dan 3.822 perempuan. Di
Kecamatan Sukakarya jumlah angkatan kerja tercatat 7.645 jiwa, meliputi 3.924
laki-laki dan 3.721 perempuan. Gambaran selengkapnya perkembangan jumlah
angkatan kerja di Kota Sabang periode 2000-2006 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.29
Perkembangan Jumlah Angkatan Kerja di Kota Sabang
Menurut Kecamatan, Tahun 2003-2006
Kecamatan/Jenis Jumlah Angkatan Kerja (jiwa)
No
Kelamin 2003 2004 2005 2006
1 Sukakarya
Laki-laki 3.116 3.215 3.671 3.924
Perempuan 3.014 3.127 3.214 3.721
Jumlah 6.130 6.342 6.885 7.645
2 Sukajaya
Laki-laki 3.221 3.617 3.921 4.022
Perempuan 3.128 3.523 3.716 3.822
Jumlah 6.349 7.140 7.637 7.844
3 Kota Sabang
Laki-laki 6.337 6.832 7.592 7.946
Perempuan 6.142 6.650 6.930 7.543
Jumlah 12.479 13.482 14.522 15.489
Sumber : Dinas Tenaga Kerja, Kependudukan & Capil Kota Sabang

Walaupun pemberlakuan kembali Kota Sabang sebagai kawasan perdagangan


bebas dan pelabuhan bebas telah menunjukkan dampak perkembangan
perekonomian yang membaik namun belum sepenuhnya memenuhi harapan,
permasalahan-permasalahan sosial masih menunjukkan eskalasi peningkatan,
seperti halnya pengangguran yang setiap tahunnya makin bertambah. Dalam kurun
waktu 2003-2006, jumlah pengangguran bertambah sebesar 10% pertahun. Untuk
tahun 2003, penduduk yang menganggur sekitar 3.615 orang, dan meningkat
menjadi 4.474 orang pada tahun 2006. Adapun jumlah pengangguran di Kota Sabang
periode 2003-2006 dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-39


Tabel 2.30
Jumlah Pengangguran di Kota Sabang, Tahun 2003-2006
N Jumlah Pengangguran (orang) Rata-rata %
Kecamatan
o 2003 2004 2005 2006 Kenaikan
1. Sukajaya 1.625 1.715 1.815 2.016 10 %
2. Sukakarya 1.990 2.101 2.212 2.458 10 %
Kota Sabang 3.615 3.816 4.027 4.474
Sumber : Dinas Tenaga Kerja, Kependudukan & Catatan Sipil Kota Sabang

Pada periode tahun 2007-2012, Pemerintah Kota Sabang perlu merumuskan


rencana strategis dan langkah-langkah yang konkrit guna mengatasi pengangguran.
Hal ini sangat beralasan mengingat pengangguran dapat menghambat percepatan
ekonomi daerah, dan dapat menimbulkan gejolak sosial di lingkungan masyarakat.
Persoalan ini harus diatasi dengan serius dengan meningkatkan kegiatan ekspor-
impor atau dengan mengupayakan peningkatan investasi (baik PMDN maupun PMA)
dalam mendukung aktivitas perdagangan dan pelabuhan bebas Sabang sehingga
diharapkan dapat membuka peluang usaha dan memperluas lapangan kerja yang
mampu meningkatkan penghasilan masyarakat.

2.3.4 Pariwisata

Kota Sabang merupakan salah satu kota tujuan wisata di Provinsi Nanggroe
Aceh Darussalam yang mempunyai objek-objek wisata yang menarik untuk
dikunjungi. Tidak hanya panorama alamnya yang sangat indah dan asri, tetapi juga
terlihat masih alami. Di Kecamatan Sukajaya, objek dan daya tarik wisata pantai
yang dapat dikunjungi, seperti pantai pasir putih, pantai Anoi Itam, pantai sumur
tiga, pantai tapak gajah, pantai Balohan, pantai Chum, pantai Reuteuk, dan pantai
Aroun. Di kecamatan ini juga dapat dinikmati wisata air panas, terutama di Jaboi
dan Keuneukai.

Di Kecamatan Sukakarya, daya tarik wisata pantai yaitu pantai Gapang,


pantai Teupin Laye, pantai Teupin Sirkui, Pantai Iboih, Pantai Lueng Angin, Pantai
Kasih, pantai Pria Laot, dan pantai Paradiso. Panorama alam yang indah untuk
kunjungi adalah taman laut Pulau Rubiah, hutan wisata Iboih, air terjun, teluk
Sabang, Swim bath, danau Aneuk Laot, Gua Sarang, dan Tugu ”Km 0”.

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-40


Namun sayang objek-objek wisata ini masih belum terkelola dengan cukup
baik, sehingga perlu dibenahi dan ditata kembali berikut penambahan fasilitas
pendukungnya. Pembenahan dilakukan tanpa menghilangkan keindahan dan wujud
aslinya sehingga daya tarik wisata di Kota Sabang benar-benar dapat dinikmati oleh
para wisatawan. Pengembangan pariwisata ini diharapkan dapat berperan dalam
membuka peluang usaha sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat
sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi di Kota Sabang.

2.4 Bidang Sosial Budaya

Pertambahan penduduk dari tahun ke tahun, di satu sisi merupakan modal


dasar dan faktor produksi yang sangat penting dalam pembangunan, disisi lainnya
juga dapat menimbulkan gejolak sosial dan berdampak buruk terhadap
pembangunan apabila tidak diiringi dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM)
yang berkualitas, terampil, berpengalaman tinggi, berdaya saing dan profesional.

Pada tahun 2002 jumlah penduduk di Kota Sabang tercatat 25.268 jiwa,
terdiri atas 14.114 jiwa di Kecamatan Sukakarya dan 11.154 jiwa di Kecamatan
Sukajaya. Sementara pada tahun 2006, populasi penduduk di kota ini telah
mencapai 30.839 jiwa (meliputi 16.186 jiwa di Sukakarya dan 14.653 jiwa di
Sukajaya). Kenaikan penduduk di kota ini relatif tinggi, yaitu rata-rata 5% setiap
tahunnya. Selama tahun 2002-2006, populasi penduduk Kota Sabang dapat dilihat
pada tabel berikut :

Tabel 2.31
Perkembangan Penduduk Kota Sabang, Tahun 2002-2006
Jumlah penduduk (jiwa)
No Kecamatan
2002 2003 2004 2005 2006
1 Sukajaya 11.154 13.689 13.069 14.176 14.653
2 Sukakarya 14.114 12.753 14.040 16.243 16.186
Jumlah 25.268 26.442 27.109 30.419 30.839
Sumber : Dinas Tenaga Kerja, Kependudukan & Catatan Sipil Kota Sabang

Dengan pertumbuhan penduduk sebesar 5% per tahun, maka diprediksikan


jumlah penduduk Kota Sabang pada tahun 2010 tidak kurang dari 39.356 jiwa.

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-41


Adapun perkiraan jumlah penduduk di Kota Sabang sampai tahun 2010 adalah
sebagai berikut :
Tabel 2.32
Perkiraan Penduduk Kota Sabang
Tahun 2006-2010

Jumlah Penduduk
No Tahun
(jiwa)
1. 2006 32.380

2. 2007 33.999

3. 2008 35.698

4. 2009 37.482

5. 2010 39.356
Sumber : BPS Kota Sabang

Jumlah Penduduk laki-laki sangat dominan di Kota Sabang dibandingkan


dengan jumlah penduduk perempuan. Untuk tahun 2006, penduduk laki-laki
mencapai 16.098 jiwa, atau sekitar 52,20% dari total penduduk Kota Sabang 30.839
jiwa, sedangkan pada tahun 2002, penduduk laki-laki masih sekitar 12.882 jiwa
(50,98%) dari jumlah penduduk sebesar 25.268 jiwa. Sedangkan jumlah penduduk
perempuan pada tahun 2006 adalah 14.741 jiwa atau 47,79%, sedangkan pada tahun
2002 jumlahnya adalah 12.386 jiwa atau 49,01%.

Gambaran tentang perkembangan penduduk menurut jenis kelamin di


Kota Sabang selama tahun 2002-2006 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.33
Perkembangan Penduduk Menurut Jenis Kelamin
di Kota Sabang, Tahun 2002-2006
Penduduk Menurut Jenis Kelamin
Jumlah
Tahun (jiwa)
(jiwa)
Laki-laki Perempuan
2002 12.882 12.386 25.268
2003 13.607 12.835 26.442
2004 13.963 13.146 27.109
2005 15.871 14.548 30.419
2006 16.098 14.741 30.839
Sumber : Dinas Tenaga Kerja, Kependudukan & Catatan Sipil Kota Sabang

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-42


Pada saat ini, jumlah kepala keluarga dari 18 kelurahan yang ada di Kota
Sabang tercatat 9.161 KK. Di Kecamatan Sukakarya terdapat 5.111 KK dan
Kecamatan Sukajaya terdapat 4.050 KK. Penduduk yang relatif padat dijumpai di
Kecamatan Sukakarya, yaitu setiap kilometer persegi dihuni sebanyak 221 jiwa,
sedangkan di Kecamatan Sukajaya hanya dihuni sebanyak 183 jiwa tiap kilometer
persegi. Berdasarkan data, pada tahun 2006 tingkat kepadatan penduduk di Kota
Sabang masih rendah yaitu 201 jiwa per Km2, dimana pada tahun sebelumnya (2002)
kepadatan penduduk di Kota Sabang sekitar 165 jiwa per km2.

Ditinjau dari mata pencahariannya, sebagian besar kepala keluarga (KK) di


Kota Sabang menekuni sektor pertanian (baik sebagai petani pemilik lahan maupun
sebagai petani penggarap) sebagai sumber nafkah bagi keluarga, disamping itu juga
berprofesi sebagai pegawai. Selebihnya merupakan KK yang bermata pencaharian
sebagai petani, buruh, nelayan, pedagang, jasa-jasa, supir dan lainnya.

Kemiskinan merupakan persoalan yang krusial dan mendasar yang dihadapi


suatu daerah. Banyaknya penduduk miskin (kurang beruntung) akan berimplikasi
buruk terhadap perkembangan perekonomian serta dapat menimbulkan masalah-
masalah sosial disekitar masyarakat. Pada tahun 2006, jumlah KK miskin di Kota
Sabang sedikitnya 2.321 KK. KK miskin terbanyak ditemui di Kecamatan Sukakarya
(sebanyak 1.319 KK, KK miskin ini banyak ditemukan di Kelurahan Kota Atas dan
Kota Bawah Barat, Kelurahan Kota Bawah Timur dan Kelurahan Paya Seunara.

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-43


TABEL 2.34
Kondisi Kepala Keluarag Miskin di Kota Sabang, Tahun 2006
No Kecamatan Kelurahan Kepala Keluarga Miskin (KK)
1. Sukajaya a. Paya 71
b. Keuneukai 61
c. Beurawang 28
d. Jaboi 63
e. Balohan 158
f. Cot Abeuk 82
g. Cot Ba’u 189
h. Anoi Itam 105
i. Ujong Kareung 42
j. Ie Meulee 203
Jumlah 1.002
2. Sukakarya a. Iboih 53
b. Batee Shok 135
c. Paya Seunara 203
d. Krueng Raya 141
e. Aneuk Laot 35
f. Kota Bawah Timur 202
g. Kota Bawah Barat 276
h. Kota Atas 274
Jumlah 1.319
Kota Sabang 2.321
Sumber : Dinas Kesehatan & Kesos Kota Sabang

Struktur penduduk menurut kelompok umur di Kota Sabang didominasi


kelompok usia produktif. Besarnya penduduk usia produktif ini harus diimbangi
dengan ketersediaan lapangan kerja yang memadai guna menampung tenaga kerja
terus meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu, perlunya adanya peningkatan
kesempatan lapangan kerja, terutama pada lapangan usaha perdagangan, jasa-jasa,
industri pengolahan, dan sebagainya. Lebih lanjut, penduduk usia produktif ini juga
harus dibekali dengan pendidikan dan keterampilan yang cukup melalui pelatihan,
penyuluhan, bimbingan, dan lainnya guna menghasilkan tenaga kerja yang terampil,
berdaya saing, profesional, dan berjiwa kewirausahaan.

Pendidikan mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam penyediaan


sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Tingkat produktivitas dan kompetisi
seseorang sangat ditentukan oleh komoditas manusia yang cerdas dan terampil yang
diikuti rasa percaya diri serta sikap dan perilaku yang inovatif. Perkembangan
pendidikan di Kota Sabang selama dua tahun terakhir relatif baik. Hampir pada
semua jenjang pendidikan memperlihatkan kondisi prasarana dan sarana pendidikan
yang terus dibenahi, direnovasi, dan ditingkatkan kualitas dan mutunya. Sesuai data

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-44


pada tahun 2006, sekolah taman kanak-kanak di Kota ini berjumlah 9 unit, terdiri
atas 5 unit di Kecamatan Sukajaya dan 4 unit di Kecamatan Sukakarya. Dari
kapasitas ruang kelas sebanyak 28 ruang menampung anak didik (murid) sebanyak
564 orang dan diajarkan oleh 88 tenaga pendidik (guru). Rasio murid per guru juga
sudah menggembirakan, yaitu sebesar 7. Daya tampung ruang kelas yang ada juga
sudah membaik yaitu rasio murid setiap kelasnya sebesar 20.

Penyebaran sekolah dasar (SD) antar kelurahan di Kota Sabang relatif


merata. Kecamatan Sukajaya memiliki 17 unit, sementara Kecamatan Sukakarya
memiliki 18 unit SD. Secara keseluruhan, di Kota Sabang terdapat 35 unit SD pada
tahun 2006. Tahun 2004 jumlah SD di Kota ini 29 unit, jadi ada kenaikan sebesar
6,8%. Jumlah murid juga naik yaitu rata-rata 21,7% per tahun (dari 2.297 murid
pada tahun 2004 meningkat menjadi 2.797 murid pada tahun 2005 dan menjadi
3.629 murid pada tahun 2006). Tenaga guru juga bertambah sebesar 45,9% yaitu
dari 248 menjadi 362 dan menjadi 403 pada tahun 2006. Ratio murid setiap guru
sebesar 7,72 berarti bahwa satu guru mendidik paling kurang 7 murid. Secara
kuantitas, ketersediaan guru SD di Kota Sabang sudah memadai, namun dari sisi
kualitas perlu ditingkatkan keahlian dan kualitasnya sehingga dapat berperan aktif
dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Sabang di masa mendatang. Daya
tampung setiap kelas juga sudah sangat baik, bahkan jumlah kelas berlebih yaitu
rata-rata per kelas hanya ada 17 murid (rasio sebesar 17), sementara idealnya
setiap kelas memiliki 20-25 murid.

Tabel 2.35
Gambaran Pendidikan Jenjang SD
di Kota Sabang, Tahun 2004-2006
Kota Sabang
No Uraian
2004 2005 2006
1. Sekolah (unit) 29 31 35
2. Kelas (unit) 173 186 213
3. Murid (orang) 2.297 2.797 3.629
4. Guru (orang) 248 362 403
5. Rasio Murid per Kelas 13,27 15,03 17
6. Rasio Murid per Guru 9,26 7,72 9
Sumber : Dinas pendidikan Nasional Kota Sabang

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-45


Pembangunan prasarana SMP dalam tiga tahun terakhir (2004-2006) di Kota
Sabang masih belum menunjukkan peningkatan. Sesuai data yang ada, SMP di Kota
ini berjumlah 9 unit, diantaranya 7 unit di Kecamatan Sukajaya dan 2 unit di
Kecamatan Sukakarya. Selama periode 2004-2006, jumlah guru SMP di kota ini
mengalami peningkatan, peningkatan jumlah guru adalah kebijakan pemerintah
untuk meningkatkan pemerataan tenaga pendidik dalam rangka menghasilkan
pendidikan yang bermutu dan berkualitas serta berdaya saing di era global.

Tabel 2.36
Kondisi Pendidikan Jenjang Sekolah Menengah Pertama
di Kota Sabang, Tahun 2004-2006
Kota Sabang
No Uraian
2004 2005 2006
1. Sekolah (unit) 6 6 9
2. Kelas (unit) 43 41 59
3. Murid (orang) 1.147 1.097 1.425
4. Guru (orang) 143 156 214
5. Rasio Murid per Kelas 26,67 26,75 24,1
6. Rasio Murid per Guru 8,02 7,03 6,6
Sumber : Dinas pendidikan Nasional Kota Sabang

Tahun 2006 terdapat 4 unit SMA di Kota Sabang, yaitu 2 SMA terdapat di
Kecamatan Sukakarya dan 2 di Kecamatan Sukajaya. Jumlah murid 1.328 orang
dengan tenaga pengajar sebanyak 150 orang guru. Dari 4 SMA ini tersedia ruang
kelas sebanyak 47 ruang. Dilihat daya tampung kelas dapat dikatakan bahwa masih
memadai, yaitu rata-rata setiap kelas terdapat murid 29 orang (rasio murid per
kelas sebesar 28,2). Rasio murid setiap guru juga cukup menggembirakan, yaitu
satu guru mendidik sedikitnya 9 murid.

Selain itu, di Kota Sabang juga terdapat SMA Kejuruan Negeri dan Sekolah
Perawatan Kesehatan (SPK). Berbagai fasilitas pendukung pendidikan yang
dibutuhkan di SMA perlu ditingkatkan, seperti penambahan ruang laboratorium,
ruang praktek, ruang keterampilan, ruang perpustakaan, dan sebagainya. Perhatian
yang besar juga perlu diarahkan pada pembangunan kembali sekolah yang hancur
karena bencana tsunami berikut peralatan pendukung pendidikan. Dengan

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-46


demikian, dalam rentang lima tahun ke depan, diharapkan kualitas lulusan SMA di
Kota Sabang mampu bersaing dengan lulusan sekolah lainnya secara nasional, serta
mampu beradaptasi dengan perubahan global.

Kondisi sarana dan prasarana kesehatan di Kota Sabang pada tahun 2006
dapat digambarkan sebagai berikut : Rumah Sakit 3 unit (terdiri atas 1 unit RSU dan
1 unit RS TNI-AL dan 1 unit RS TNI-AU), Puskesmas 4 unit dan Puskesmas Pembantu
8 unit. Sementara sarana kesehatan lainnya masih perlu ditingkatkan baik kuantitas
maupun kualitas, seperti rumah sakit dan sarana-sarana kesehatan lainnya .

Tabel 2.37
Gambaran Sarana Kesehatan di Kota Sabang
Tahun 2000-2006

Jumlah
No Sarana Kesehatan
2000 2006
1. Rumah Sakit Umum 3 3
2. Puskesmas 4 4
3. Puskesmas Pembantu 6 8
4. Posyandu 28 28
5. Apotik 1 2
6. Polindes - 3
Sumber : Dinas Kesehatan & Kesos

Sarana dan prasarana kesehatan di Kota Sabang juga tidak luput dari
hantaman bencana gempa bumi dan gelombang tsunami. Akibat dari bencana ini
telah merusak peralatan medis, obat-obatan, dan mobiler yang dimiliki. Sarana dan
prasarana kesehatan yang rusak, antara lain puskesmas rawat inap Balohan,
puskesmas Iboih, puskesmas pembantu Paya, dan puskesmas Krueng Raya. Untuk
itu, sejalan dengan pelaksanaan rehab dan rekons di Provinsi NAD pada umumnya
dan Kota Sabang pada khususnya.

Sarana dan prasarana rumah sakit umum Daerah dan rumah sakit TNI-AL
maupun TNI-AU juga perlu ditingkatkan sesuai dengan perkembangannya. Hal ini
sangat bermanfaat untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang lebih
baik di masa mendatang, termasuk juga dalam mengurangi angka kematian bayi dan
angka kematian ibu yang minimal setara dengan target Provinsi NAD.

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-47


Adapun nilai derajat kesehatan di Kota Sabang Tahun 2006 dapat dilihat
pada tabel berikut ini :
Tabel 2.38
Derajat Kesehatan Masyarakat Kota Sabang Tahun 2006

No Indikator Penilaian Nilai Derajat


1. Angka Kematian bayi (IMR) 11/700 Kh
2. Angka Kematian Ibu (MMR) 2/720 Kh
3. Angka Kelahiran (INR) 24/1000
4. Angka Kematian Anak (UFMR) 5/3000 Kh
5. Kurang Energi Protein (KEP) 4,6 % (2667 Balita)
6. Gizi Buruk 0,19 %
7. Umur Harapan Hidup (UHH) 65,6 Tahun
Sumber : Dinas Kesehatan & Kesos

Bencana gempa bumi dan tsunami pada tanggal 26 Desember 2004 juga telah
mengakibatkan hancurnya sarana ibadah (terutama masjid dan meunasah). Sesuai
data yang ada, beberapa sarana ibadah umat Islam yang rusak/hilang, yaitu masjid
iboih, meunasah Pria Laot, meunasah Lingkungan Kolam Bermata, dan Balai
Pengajian di lingkungan perikanan Kota Bawah Barat. Oleh karena itu, sarana yang
rusak/hilang ini perlu diperbaiki dan dibangun kembali agar pelaksanaan ibadah
warga muslim di Kota Sabang dapat berjalan dengan baik dan nyaman. Demikian
juga kegiatan-kegiatan keagamaan seperti pengajian, dialog antar kader muda
islam, memakmurkan tempat-tempat ibadah, dan bentuk kegiatan lainnya perlu
juga diupayakan dan ditingkatkan. Keseluruhan upaya ini dilakukan untuk
mendukung implementasi Syariah Islam di Kota Sabang.

Pembangunan bidang keagamaan di Kota Sabang sudah relatif baik. Sarana


peribadatan umat Islam di Kota Sabang telah ada masjid sebanyak 24 buah dan
meunasah sebanyak 57 buah. Selain itu, di kota pelabuhan bebas ini terdapat juga
2 gereja untuk pemeluk agama kristen dan 1 kelenteng/vihara untuk pemeluk
agama Budha.

Dalam bidang olah raga prestasi yang di raih para pemuda Kota Sabang telah
menunjukkan hasil yang lebih baik, khusunya pada cabang olah raga tertentu yaitu,
catur, atletik, taekwondo, anggar, selam dan lain-lain, walaupun kondisi sarana dan
prasarana yang tersedia masih belum memadai. Oleh karena itu berbagai fasilitas

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-48


pendukung olah raga di masa mendatang perlu ditingkatkan, termasuk membangun
Gedung Olah Raga (GOR) yang representatif sehingga aktifitas olah raga yang
ditekuni pemuda dapat memperlihatkan prestasi yang gemilang, tidak hanya di
daerah saja tetapi juga secara nasional.

2.5 Prasarana dan Sarana Daerah

Sebagai salah satu daerah kepulauan, aksesibilitas perekonomian daerah dan


kelancaran arus mobilitas orang, barang dan jasa di Kota Sabang sangat ditentukan
oleh ketersediaan sarana dan prasarana transportasi, terutama transportasi laut dan
udara. Selama ini hampir sebahagian besar pasokan kebutuhan pangan dan berbagai
kebutuhan lainnya masih didatangkan dari luar, terutama Kota Banda Aceh. Dapat
dipastikan bahwa jika transportasi laut dan udara tidak berjalan dengan lancar akan
berdampak buruk terhadap perekonomian Kota Sabang.

Untuk melayani mobilitas orang maupun barang baik ke Kota Sabang maupun
ke Banda Aceh, telah tersedia sarana transportasi penyeberangan laut, seperti
kapal feri dan kapal cepat. Sesuai data yang ada, perkembangan arus lalu lintas dan
angkutan penyeberangan pada pelabuhan Balohan di Kota Sabang terus meningkat
selama enam tahun terakhir, kendati terlihat fluktuatif.

Dalam tahun 1999-2006, frekuensi lalu lintas kapal rata-rata bertambah


sebesar 8,18% pertahun. Dari 408 kali pada tahun 1999 menjadi 1156 kali pada
tahun 2006. Untuk penumpang mencapai 166.736 orang pada tahun 2006,
sedangkan pada tahun 1999 jumlah penumpang sekitar 158.241 orang, atau naik
rata-rata 9,69% per tahun. Pada tahun 2006 jumlah barang yang dimuat melalui
pelabuhan Balohan 55.375 ton, sedangkan 9.445 ton. Secara lebih jelas dan terinci,
perkembangan arus lalu lintas kapal, orang dan barang dapat dilihat pada tabel
berikut :

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-49


TABEL 2.39
Perkembangan Arus Angkutan Penyeberangan Pada
Pelabuhan Balohan Kota Sabang Tahun 2001-2006
Frekwensi
Jumlah Penumpang Jumlah Barang
No Tahun Kapal
(orang) (ton)
(kali)
1. 1999 408 75.869 79.445
2. 2000 588 116.667 10.900
3. 2001 763 121.228 14.519
4. 2002 731 150.626 20.898
5. 2003 454 93.875 33.356
6. 2004 654 127.828 30.193
7. 2005 1000 121.999 27.868
8. 2006 1156 166.736 55.375
Pertumbuhan
8,18 9,69 18,22
Rata-rata (%)
Sumber : Kantor Administrasi Pelabuhan Kota Sabang

Di bidang prasarana jalan, program pembangunan jalan masih menjadi


tantangan bagi Pemerintah Kota Sabang. Berdasarkan data, pada tahun 2006
panjang jalan Provinsi totalnya adalah 60,70 KM dengan rincian kondisi baik
sepanjang 42,86 KM, kondisi sedang 12,20 KM, kondisi rusak 4,80 KM, rusak berat
0,84 KM. Sedangkan panjang jalan Kota adalah 102,66 KM dengan rincian kondisi
baik mencapai 20,66 KM, kondisi sedang 36,35 KM, kondisi rusak 24,52 KM, dan
kondisi rusak berat 21,13 KM. Secara keseluruhan, yaitu jalan Provinsi dan Kota,
kondisi baik 38,8%, kondisi sedang 29,72%, kondisi rusak 17,95% dan kondisi rusak
berat 13,45%. Gambaran panjang jalan di Kota Sabang menurut kondisi jalan di Kota
Sabang dapat dilihat pada tabel berikut.

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-50


Tabel 2.40
Kondisi Jalan Provinsi dan Kota tahun 2006

Uraian Panjang Jalan (km)


Jalan Propinsi Jalan Kota
Kondisi Jalan
- Baik 42,86 20,66
- Sedang 12,20 36,35
- Rusak 4,80 24,52
- Rusak Berat 0,84 21,13
Jumlah 60,70 102,66
Sumber : Dinas Kimpraswil Kota Sabang

Berdasarkan data yang ada, dilihat dari jenis permukaannya, panjang


keseluruhan jalan beraspal di Kota Sabang adalah sepanjang 162,46 KM (99,45%).
Jalan dalam kondisi permukaan kerikil hanya sekitar 0,9 KM, dan tidak ada lagi
jalan di Kota Sabang yang permukaannya tanah

Tabel 2.41
Panjang Jalan Provinsi dan Kota di Kota Sabang
Menurut Jenis Permukaan Jalan Tahun 2006

No Uraian Panjang Jalan (km)


Jalan Propinsi Jalan Kota
1. Jenis Permukaan
- Diaspal 60,70 101,76
- Kerikil - 0,90
- Tanah - -
- Tidak Dirinci - -
Jumlah 60,70 102,66
2. Kelas Jalan
- Kelas I - -
- Kelas II 44,19 13,80
- Kelas IIIA 16,51 82,01
- Kelas IIIB - -
- Kelas IIIC - -
- Kelas Tidak - 6,85
Dirinci
Jumlah 60,70 102,66
Sumber : Dinas Kimpraswil Kota Sabang

Di bidang ketenagalistrikan, pemenuhan kebutuhan listrik warga Kota Sabang


di kelola oleh PT (Persero) PLN Kota Sabang. Sampai dengan tahun 2006, semua

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-51


kelurahan di Kota Sabang telah terdapat jaringan aliran listrik, namun demikian
belum semua masyarakat dapat menikmatinya. Ada beberapa kawasan belum ada
jaringan listrik. Berdasarkan data, jumlah pelanggan PLN saat ini sebanyak 7.398
orang, meliputi 6.248 orang melalui unit pelayanan Sabang, 726 orang melalui unit
pelayanan Balohan dan 424 orang melalui unit pelayanan Keuneukai. Adapun jumlah
daya tersambung pada tahun 2006 adalah 7.997.365 KWH dengan rincian di unit
pelayanan Sabang jumlah daya tersambung sekitar 7.211.565 KWH, di unit
pelayanan Balohan jumlah daya tersambung 5431.825 KWH dan di unit pelayanan
Keuneukai jumlah daya tersambung 241.975 KWH).

Kondisi kemampuan PT. (Persero) PLN Ranting Sabang tahun 2006 dapat
dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2.42
Kondisi Kemampuan PT. (PERSERO)
PLN Ranting Sabang Tahun 2006

No Uraian Kemampuan

1. Daya Terpasang 8.065 KW


2. Daya Mampu 3.280 KW
3. Gardu Distribusi 5.092 KVA
4. Jaringan Terpasang Menengah 82.992 KMS
5. Jaringan Tegangan Rendah 200.225 KMS
Sumber : PT.(Persero) PLN Kota Sabang

Di bidang Air Bersih, penyediaan air bersih ini dikelola oleh Perusahaan
Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Aneuk Laot Kota Sabang. Sumber air baku yang
kelola oleh PDAM Tirta Aneuk Laot berasal dari danau Aneuk Laot. Pada tahun 2006,
jumlah produksi air minum yang dihasilkan oleh PDAM Tirta Aneuk Laot mencapai
1.197.449 m3. Dari produksi ini yang telah disalurkan untuk kebutuhan warga Kota
Sabang masih sekitar 859.935 m3 (71,81%). Ini berarti masih ada sekitar 28,18% atau
37.514 m3 air minum yang belum termanfaatkan secara optimal oleh warga kota.

Dalam lima tahun kedepan (periode 2007-2012), diharapkan pasokan air


bersih dapat disalurkan secara merata dan berkesinambungan bagi warga Kota
sabang, termasuk juga bagi warga yang tinggal relatif jauh dari pusat perkotaan dan
pusat penyaluran air (PDAM Tirta Aneuk Laot). Perhatian yang besar juga diarahkan

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-52


untuk terpenuhinya kebutuhan air minum (air bersih) bagi kelompok warga yang
bermukim di wilayah pinggiran pantai dan pesisir.

Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan dunia dan tanah air yang
kian pesat juga berpengaruh secara signifikan terhadap perkembangan
telekomunikasi di daerah, termasuk Kota Sabang. Harus diakui dampak dari
perkembangan telekomunikasi ini telah dapat memperlancar arus komunikasi antar
warga, baik yang ada di Kota Sabang maupun di luar daerah, bahkan di luar negeri.
Selain itu, akses warga Kota Sabang terhadap berbagai informasi dan perkembangan
dunia semakin terbuka dan lancar, yang pada gilirannya juga berimplikasi secara
positif terhadap percepatan perekonomian daerah Kota Sabang.

Status Kota Sabang sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan


bebas harus ditunjang dengan ketersediaan prasarana dan sarana telekomunikasi
yang memadai. Untuk telepon, jumlah pelanggan pada tahun 2006 sebanyak 1.714
orang, dari 2.104 kapasitas sambungan. Di kota ini juga tersedia warung
telekomunikasi sebanyak 3 unit.walaupun jumlah pelanggan telepon dan jumlah
wartel menunjukan penurunan, hal tersebut bukan berarti kemunduran dalam hal
perekonomian karena hal tersebut terjadi akibat makin banyak warga Kota Sabang
yang memilih handphone sebagai sarana komunikasinya. Sarana informasi lainya
seperti televisi, radio, surat kabar/majalah/koran, juga telah tersedia dengan baik
dan diyakini cukup berperan didalam meningkatkan informasi yang akurat dan
objektif bagi warga kota.

Kedepan, diharapkan perluasan dan penambahan jaringan komunikasi takan


semakin efisien, efektif, murah, dan terjangkau.Dengan upaya ini diharapkan
kelompok-kelompok warga yang kurang beruntung (miskin) dapat memanfaatkan
sarana/fasilitas komunikasi ini dengan baik dan lancar. Upaya ini juga bermanfaat
dalam mendorong percepatan pengembangan perdagangan dan pelabuhan bebas
Sabang sebagai basis utama perekonomian Kota Sabang.

2.6. Bidang Pemerintahan Umum

Secara administratif, Kota Sabang terdiri dari 2 kecamatan dan 18


kelurahan. Kecamatan Sukajaya memiliki 10 Kelurahan, yaitu Kelurahan Paya,
Keuneukai, Beurawang, Jaboi, Balohan, Cot Abeuk, Cot Ba’u, Anoi Itam, Ujong

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-53


Kareung, dan Ie Meulee. Kecamatan Sukakarya, meliputi Iboih, Batee Shok, Paya
Seunara, Krueng Raya, Aneuk Laot, Kota Bawah Timur, Kota Bawah Barat, dan Kota
Atas.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan penyelenggaraan pemerintahan dan


pembangunan yang optimal bagi warga Kota Sabang, Pemerintah Kota Sabang telah
membentuk sejumlah perangkat dinas/badan/lembaga teknis daerah yang sesuai
dengan kebutuhan daerah dan untuk efisiensi, meliputi : Sekretariat Daerah,
Sekretariat DPRD, Sekretariat KPU, BKD, Badan Pengawas, Bapedalda, Bappeda,
Badan Kesbang & Linmas, BPM, Dinas Kimpraswil, Dinas Pendapatan, DKPPK, Dinkes
& Kesos, Dinas Perhubungan, Dinas Kebudayaan & Pariwisata, Dinas Pendidikan,
Dinas Pertanian & Kehutanan, Dislutkan, Dinas Koperasi & UKM, Dinas Perindustrian
& Perdagangan, Dinas Naker & Capil, Dinas Syariat Islam, Kantor Arsip, Kantor
Infokom & PDE, Kantor Perpustakaan, Kantor Pelayanan RSU, Kantor Satpol PP,
Kantor KB, Kanpora, Kec. Sukajaya & Kec. Sukakarya.

Sementara jumlah aparatur (PNSD) di Kota Sabang pada tahun 2007


(keadaan 1-4-2007) mencapai 2.149 orang. Dari jumlah aparatur ini sebanyak 850
orang atau sekitar 39,5% merupakan tenaga pendidikan/guru sekolah. Berdasarkan
data yang ada, dari jumlah pegawai yang ada maka kosentrasi penempatannya yang
amat besar terdapat pada Sekretariat Daerah (191 Orang), Dinas Kesehatan & Kesos
(196 Orang mencakup Pegawai-pegawai Puskesmas), Kantor RSU (113 Orang)
sedangkan kosentrasi penempatan yang terkecil ada pada KPU (11 Orang), Kantor
Arsip (9 Orang), Kantor Pustaka (10 Orang) dan Kanpora (13 Orang). Dilihat dari
tingkat golongannya 49,5% (1.064 orang) aparatur di kota ini bergolongan III (tiga).
Disusul golongan II (dua) sebanyak 841 orang (39,13%) dan golongan IV (empat)
sebanyak 222 orang (10,33%). Selebihnya, sekitar 1,02% (22 orang) aparatur
bergolongan I (satu).

Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah, Pemerintah Kota Sabang


dituntut lebih proaktif dalam menggali sumber-sumber penerimaan daerah yang
potensial guna membiayai program/proyek pembangunan demi meningkatkan
kesejahteraan masyarakat kearah kehidupan yang lebih baik. Sebagaimana halnya
dengan kabupaten/kota lainnya di Provinsi NAD dan di Tanah Air, sumber

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-54


penerimaan daerah terbesar di Kota Sabang juga didominasi sumbangan yang
berasal dari pemerintah pusat (melalui dana perimbangan).

Sementara pendapatan asli daerah (PAD) yang diharapkan lebih menonjol


sebagai sumber penerimaan daerah hanya mampu memberikan kontribusi tidak
mencapai 5%. Ini bermakna bahwa penerimaan yang bersumber dari PAD masih
relatif terbatas dan kurang optimal, sehingga menyebabkan ketergantungan
Pemerintah Kota Sabang terhadap bantuan dari Pemerintah Atasan/Pusat (Baik
DAU, DAK, Bagi Hasil Pajak dan non Pajak) sangatlah besar dalam membiayai setiap
kegiatan/program yang telah ditetapkan.

Sebagai gambaran, pada tahun 2006 jumlah pendapatan asli daerah (PAD)
Kota Sabang adalah 8.804.033.884,10 milyar, atau sekitar 3,46% persen dari total
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sabang yang jumlahnya Rp.
253.739.724.215 milyar. Kontribusi terbesar PAD berasal dari pos lain-lain PAD yang
sah yang mencapai Rp. 6.638.265.107,36 milyar (sebesar 75,40% dari total PAD).

Selama beberapa tahun terakhir (periode 1999-2006), jumlah PAD di Kota


Sabang selalu menunjukan peningkatan yang lumayan besar. Pada tahun 2001 PAD
Kota Sabang berjumlah 1.495.378.739 milyar sementara pada tahun 1999/2000
hanya sebesar 511.268.116 juta. Peningkatan yang sangat signifikan ini terjadi
karena pemberlakuan kembali sebagai Daerah dengan status kawasan perdagangan
bebas dan pelabuhan bebas sehingga mempengaruhi juga terhadap tumbuhnya
aktivitas-aktivitas ekonomi masyarakat. Kendati demikian, jumlah PAD Kota Sabang
jadi menurun pada tahun 2004 dan 2005 karena ketidak jelasan peraturan
perundang-undangan dan tolak tarik kepentingan yang terjadi terhadap status
kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Kota sabang disamping juga
dipengaruhi oleh dampak bencana alam yang terjadi.

Adapun sektor pendapatan yang paling berperan besar dalam peningkatan


PAD adalah pendapatan lain-lain yang kemudian diikuti oleh retribusi, bagi hasil dan
pajak daerah, yang selalu memberikan pemasukan dalam jumlah yang lumayan
meningkat setiap tahunnya kecuali menjadi menurun sejak tahun 2004 akibat
sepinya kegiatan ekspor impor karena perbedaan pemahaman dalam
mengimplementasikan peraturan perundang-undangan perdagangan dan pelabuhan
bebas oleh Pemimpin Daerah dan Pusat. Berdasarkan data, dalam beberapa tahun

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-55


terakhir (2000-2006) sektor bagi hasil perusahaan pernah sama sekali tidak
memberikan hasil yaitu pada tahun 2001 dan pada tahun 2000 hanya menyumbang
sebesar Rp. 2.500.000.

Untuk lebih jelas dan lengkapnya lagi mengenai gambaran perkembangan


PAD dan persentase kontribusinya terhadap APBD dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2.43
Gabaran Perkembangan APBD, PAD dan Persentase PAD
Dalam APBD Periode Tahun 2000-2006

Sumber-Sumber Penerimaan P A D % PAD


Tahun Total PAD APBD
Pajak Retribusi Bagi Hasil Lain-lain Dlm APBD
2000 51.531.520 165.555.440 2.500.000 291.681.156 511.268.116 52.639.265.461 0,97%
2001 130.652.810 312.536.161 - 1.052.189.768 1.495.378.739 121.032.584.480 1,23%
2002 196.781.969 578.157.004 590.000.000 1.802.265.153 3.167.204.126 128.854.205.415 2,45%
2003 408.089.127 592.705.496 400.000.000 7.562.554.152 8.963.348.775 144.919.536.193 6,18%
2004 489.881.667 639.287.435 350.000.000 3.968.251.386 5.447.420.488 136.295.580.374 3,99%
2005 410.483.940 569.655.936 65.000.000 2.447.919.374 3.493.059.250 148.351.761.858 2,35%
2006 917.260.167 855.955.076 392.553.533 6.638.265.107 8.804.033.884 253.739.724.215 3,46%
Sumber : BAPPEDA Kota Sabang

Mencermati kebutuhan pembangunan yang semakin meningkat di masa


mendatang sekaligus untuk mendukung pelaksanaan program rehabilitasi dan
rekonstruksi di Kota Sabang pasca tsunami, sepatutnya Pemerintah Kota Sabang
meningkatkan upaya penggalian sumber-sumber PAD baru sesuai dengan
kewenangan daerah dan aturan perundangan yang berlaku.

Selain itu, diupayakan juga mengintensifkan pemungutan objek-objek pajak


yang telah ada dan memberdayakan BUMD sehingga dapat memberikan kontribusi
yang besar dalam penerimaan daerah. Tidak kalah pentingnya, memfungsikan BPKS
secara optimal didalam menggerakkan kegiatan ekspor-impor dan bisnis
perdagangan lainnya serta peningkatan investasi guna menunjang pengembangan
kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang.

RPJM Kota Sabang 2007 - 2012 II-56


BAB III

VISI DAN MISI

3.1 Visi
Pernyataan visi dan misi merupakan makna mendasar yang mengandung
nilai-nilai yang dianut dan berkembang seiring dinamika masyarakat. Dengan
demikian, berlandaskan pada nilai-nilai dalam Kota Sabang maka pernyataan visi
dan misi itu adalah sebuah kandungan moral yang telah lama membumi di tengah
masyarakat Kota Sabang.

Rumusan visi mencerminkan apa yang ingin dicapai, dapat memberikan arah
dan fokus strategi yang jelas, mampu menjadi perekat dan menyatukan berbagai
gagasan strategi yang terdapat dalam organisasi, mempunyai orientasi terhadap
masa depan, sehingga segenap jajaran atau komponen lainnya harus berpartisipasi
dalam lingkungan organisasinya. Bukan hanya itu, visi juga harus mampu
menumbuhkan komitmen seluruh perangkat/jajaran dalam lingkungan organisasi
dan dapat menjamin kesinambungan kepemimpinan organisasi.

Visi instansi pemerintahan perlu ditanamkan pada seluruh unsur organisasi


sehingga menjadi visi (milik) bersama yang pada gilirannya akan mampu
menggerakkan dan mengarahkan segala sumber daya pemerintahan Kota Sabang
guna meraih cita-cita bersama.

Visi Kota Sabang yang ingin dicapai adalah ”Terwujudnya Pemerintahan


Kota Sabang yang mampu mendengar, bekerja dan amanah sebagai model Tata
Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) di Aceh”.

Makna Filosofis (pokok) yang terkandung dalam visi tersebut adalah:

1. Pemerintah Kota Sabang yang mampu mendengar merupakan awal gebrakan


dalam merumuskan kebijakan yang berdampak kepada seluruh warga kota.
Lebih spesifik dari itu bahwa pengelolaan pemerintahan dilakukan secara
bottom up, bukan top down, dengan memperhatikan aspirasi warga yang
diimbangi dengan mekanisme komplain dan mekanisme respon yang cepat dan
efektif dalam segala lini pemerintahan kota.
RPJM Kota Sabang 2007 – 2012
III-1
2. Pemerintah Kota Sabang yang mapu bekerja dimaksudkan sebagai gebrakan
aplikatif yang mampu memanfaatkan seluruh potensi (sumber daya) yang
dimiliki guna mendorong pelayanan publik bagi warga secara optimal, cepat,
tepat sasaran dan murah dengan memperhatikan aturan perundang-undangan
yang mengaturnya.
3. Pemerintah Kota Sabang yang amanah dan bertanggung jawab merupakan
bagian dari proses keteladanan dan tanggung jawab moral pemerintah kota
kepada warga kota dalam menjalankan hak, wewenang dan kewajibannya
dalam melayani warga kota. Pertanggungjawaban itu (anggaran dan non-
anggaran) dilakukan dengan tetap memegang teguh konsideran aturan
perundang-undangan yang berlaku.
4. Pemerintah Kota Sabang sebagai “model” untuk segera mewujudkan secara
nyata dalam berbagai sektor pelayanan publik. Model di sini dimaksudkan
sebagai model pengelolaan pemerintahan yang baik dengan menerapkan nilai-
nilai dasar yang menjadi ruh dalam menjalankan hak, wewenang dan
kewajibannya kepada publik (masyarakat). Kota Sabang sebagai satu-satunya
pelabuhan bebas di Aceh sudah sewajarnya menjadi teladan dalam
mewujudkan clean dan good governance, minimal untuk kawasan Aceh, bumi
Serambi Mekkah.

3.2 Misi
3.2.1. Telaahan Terhadap Misi Kepala Daerah Terpilih
Misi adalah suatu yang harus diemban atau dilaksanakan oleh Pemerintah
sebagai penjabaran dari Visi yang telah ditetapkan. Dengan ditetapkannya misi
diharapkan seluruh aparatur pemerintah dapat mengetahui dan mengenal
keberadaan dan peran pemerintah dalam menyelenggarakan tugas dan fungsinya.

Untuk mewujudkan Visi Sabang sebagai mana yang telah diutarakan


sebelumnya, Kepala Daerah/Walikota Sabang terpilih telah merumuskan
merumuskan 10 pernyataan Misi sebagai berikut :

1. Menjamin sistem pemerintahan yang transparan, partisipatif, bersih,


accountable dan bebas Kolusi, Korupsi dan Nepotisme;

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012


III-2
2. Meningkatkan kualitas pelayanan publik;

3. Meningkatkan partisipasi warga kota dalam tata kelola pemerintahan;

4. Meningkatkan kualitas hidup warga kota;

5. Menjamin akses warga kota ke sumber-sumber pembiayaan ekonomi;

6. Meningkatkan kemandirian pemerintah kota dalam pengelolaan sumber daya


dengan Mengimplementasikan UU PA.

7. Menjamin pembangunan kota yang ramah terhadap lingkungan hidup;

8. Mewujudkan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang tanpa pungutan dan


berkualitas;

9. Mendorong tersedianya lapangan kerja bagi warga kota;

10. Membangun koordinasi dengan berbagai pihak seperti BRR NAD-Nias dan NGO
guna percepatan rekonstruksi kota;

Kesepuluh pernyataan Misi Walikota Sabang terpilih tersebut di atas


apabila ditelaah lebih lanjut, adalah sebagai berikut:

1. Pernyataan Misi ke 1, 2, 3 dan 6 digabungkan dengan pertimbangan


sebagai berikut :

• Menjamin sistem pemerintahan yang transparan, akutabel bermakna


harus bisa menjawab kebutuhan publik diantaranya bidang pelayanan
termasuk segi pembiayaan. Sedangkan bersih dan bebas KKN
bermakna pemerintah Kota Sabang harus didukung oleh struktur dan
SDM yang memiliki integritas, kompeten dan profesional. Pemerintah
yang akutabel harus dapat menjawab kebutuhan publik diantaranya
bidang pelayanan, termasuk segi pembiayaannya.

• Substansi Misi ke-2 mengandung makna bahwa seluruh aktivitas


pemerintahan kota harus diarahkan sebagai upaya dalam
meningkatkan pelayanan publik kepada warga kota. Pelayanan publik
ini minimal terdiri dari pembenahan sektor pendidikan, kesehatan,

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012


III-3
listrik, air bersih hingga segala pelayanan administrasi bagi warga
kota secara murah, berkualitas dan cepat. Seluruh aktivitas
pelayanan publik ini harus diaplikasikan dalam bingkai Standar
Pelayanan Minimum (SPM).

• Adapun Misi ke-3 meningkatkan partisipasi warga dalam tata kelola


pemerintahan mengandung makna bahwa partisipasi atau peran
warga kota harus diberikan ruang gerak, bahkan jaminan secara
hukum, sehingga tata kelola pemerintahan tidak dapat berjalan
dengan baik tanpa mengabaikan partisipasi warga kota.

• Misi ke-6 mengandung makna bahwa Pemerintah Kota Sabang harus


konsisten dengan UU PA sehingga kemandirian dalam pengelolaan
sumber daya dapat bermanfaat untuk mendukung upaya
meningkatkan kualitas hidup warga kota. Hal ini terutama sekali
dalam mengelola anggaran yang ketika UU PA diterapkan secara
resmi maka APBD Kota Sabang menjadi jauh lebih besar dari APBD
terakhir. Lebih penting dari itu adalah bagaimana mentalitas
pengelolaan dana pasca UU PA tidak mengurangi semangat dan
kesungguhan aparatur pemerintahan kota untuk tetap bekerja ekstra
keras dalam meraih sumber penerimaan baru bagi kota. Hal ini untuk
mencegah tidak optimalnya upaya menggali sumber-sumber
pendapatan kota.

• Mengingat misi ke 1, 2, 3 dan 6 memiliki makna yang hampir dan


saling berkaitan, maka pada saat penentuan indikator hasil tingkat
makro (tujuan) memiliki indikator yang sama. Untuk itu formulasi
pernyataan misinya menjadi

Mewujudkan sistem pemerintahan yang


transparan, partisipatif, dan akuntabel

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012


III-4
2. Pernyataan Misi ke 4 dan 8 digabungkan dengan pertimbangan sebagai
berikut:

• Substansi Misi 4 mengandung makna bahwa kualitas hidup warga kota


merupakan indikator utama untuk mengukur tingkat kemajuan
pembangunan kota. Alat-alat verifikasi yang dapat digunakan adalah
seperti jumlah warga kota yang miskin, pengangguran hingga yang
buta huruf. Secara global, Human Development Index (HDI) akan
menjadi barometer sejauh mana political will pemerintah kota
dalam upaya meningkatkan kualitas hidup warga.

• Sementara substansi Misi 8 mengandung makna bahwa kebijakan-


kebijakan pembangunan pada sektor pendidikan dan kesehatan akan
diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan
model pelayanan yang cepat, murah dan berkualitas.

• Mengingat misi 4 dan 8 memiliki makna yang hampir dan saling


berkaitan, maka saat penentuan indikator hasil tingkat makro
(tujuan) memiliki indikator yang sama. Untuk itu formulasi
pernyataan misinya menjadi

Meningkatkan kualitas pendidikan dan


pelayanan kesehatan yang terjangkau bagi
masyarakat serta mampu meningkatkan kualitas
hidup warga kota

3. Pernyataan Misi ke 5, dan 9 digabungkan dengan pertimbangan sebagai


berikut :

• Substansi dari misi 5 mengandung makna bahwa pemerintah kota


menjamin bila setiap warga kota berhak untuk mendapatkan akses ke
sumber-sumber ekonomi produktif.

• Sementara substansi misi 9 mengandung makna bahwa ketersediaan


lapangan kerja bagi warga kota harus memperhatikan potensi kota
dan latar belakang warga kota sendiri. Sektor-sektor yang dibangun
untuk mendorong ketersediaan lapangan kerja harus diarahkan
RPJM Kota Sabang 2007 – 2012
III-5
kepada pemulihan, pengembangan dan peningkatan kemampuan
ekonomi rakyat yang memprioritaskan pembangunan ekonomi
produktif. Proses ini akan meningkatkan pendapatan warga kota dan
menurunkan angka pengangguran. Diharapkan pada akhirnya tingkat
kemiskinan warga kota akan menurun.

• Mengingat misi 5 dan 9 memiliki makna yang hampir dan saling


berkaitan, maka pada saat penentuan indikator hasil tingkat makro
(tujuan) memiliki indikator yang sama. Untuk itu formulasi
pernyataan misinya menjadi

Meningkatkan kesejahteraan masyarakat


khususnya masyarakat miskin melalui fasilitasi
kebutuhan dasar, pemberdayaan kelompok
usaha, penataan dan pembinaan sektor
informal lainnya

4. Pernyataan Misi ke - 7 :

• Substansi dari misi ke - 7 lebih disederhanakan lagi tanpa mengubah


substansi yang terkandung, yaitu menjadi

Mewujudkan penataan kota yang bersih, sehat


dan ramah terhadap lingkungan

5. Pernyataan Misi ke - 10 :

• Substansi dari misi ke - 10 lebih disederhanakan lagi tanpa


mengubah substansi yang terkandung, yaitu menjadi

Membangun jaringan koordinasi dengan BRR dan


NGO
dalam rangka mempercepat
proses rehabilitasi dan rekonstruksi

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012


III-6
3.2.2. Misi Pembangunan Kota Sabang 2007 - 2012

Berdasarkan telaah misi yang telah diuraikan, dalam mewujudkan visi yang
menjadi tujuan akhir bagi segala bentuk penyelenggaraan pembangunan di Kota
Sabang, maka misi akan dijalankan oleh seluruh pelaku pembangunan - baik oleh
penyelenggara pemerintahan maupun masyarakat selama lima tahun kedepan
adalah sebagai berikut :

1. Mewujudkan sistem pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan


akuntabel

Penjelasan:

Pemerintahan yang transparan bermakna bahwa proses penyusunan


kebijakan, dan perencanaan pembangunan melalui proses yang demokratis
dan transparan dengan mengikutsertakan masyarakat sehingga kebijakan
yang dikeluarkan oleh pemerintah memenuhi azas keadilan. Pemerintahan
yang akuntabel menggambarkan kemampuan untuk menjawab harapan
masyarakat berupa pemerintahan yang bersih, profesional, dan mampu
memberikan pelayanan yang terbaik bagi warga kota serta pertanggung
jawaban yang konstruktif dan proporsional. Untuk itu, tujuan yang akan
diwujudkan sebagai cermin dari Misi ke-1 ini pada akhirnya adalah :

• Terwujudnya pelayanan yang prima;

• Terwujudnya kemadirian keuangan daerah;

• Terwujudnya ketertiban dan kepatuhan masyarakat;

• Terwujudnya kepercayaan masyarakat melalui mekanisme


pertanggung jawaban yang konstruktif dan proporsial.

2. Meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan yang


terjangkau bagi masyarakat serta mampu meningkatkan kualitas hidup
warga kota

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012


III-7
Penjelasan:

Pendidikan yang ingin diwujudkan oleh Pemerintah kota Sabang adalah


bentuk pendidikan yang terjangkau oleh semua warga kota serta pendidikan
yang mampu menyiapkan generasi penerus yang cerdas terampil, mandiri
sera berwawasan global. Sedangkan meningkatkan kualitas pelayanan
kesehatan diwujudkan melalui apaya prefentif, pomotif, kuratif dan
rehabilitatif. Dengan demikian jika kedua faktor tersebut (pendidikan dan
kesehatan) dapat berjalan baik maka akan terjadi peningkatan kualitas
hidup secara siqnifikan

Untuk itu tujuan yang akan diwujudkan sebagai implementasi Misi ke-2 ini
pada akhirnya adalah :

• Meningkatnya kualitas pendidikan yang sesuai dengan perkembangan


ilmu dan teknologi;

• Terwujudnya pemerataan dan perluasan kesempatan pendidikan bagi


semua warga kota;

• Meningkatkan kualitas ketrampilan generasi muda dalam berbagai


bidang usaha formal dan non-formal;

• Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat;

• Meningkat akses pelayanan kesehatan yang terjangkau oleh


masyarakat; Terbangunnya lingkungan sehat dan perilaku sehat.

• Meningkatnya pelayanan penyandang masalah kesejahteraan sosial

3. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat miskin


melalui fasilitasi kebutuhan dasar, pemberdayaan kelompok usaha,
penataan dan pembinaan sektor informal lainnya

Penjelasan:

Misi ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin dan


menanggulagi masalah kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012


III-8
penyandang masalah sosial melalui pemberdayaan kelompok usaha,
pembinaan, pemberian bantuan serta pembangunan sosial masyarakat.

Untuk itu tujuan yang akan diwujudkan sebagai implementasi Misi ke-3 ini
pada akhirnya nanti adalah :

• Meningkatnya tingkat pendapatan keluarga miskin;

• Terwujudnya penataan dan pembinaan usaha sektor informal secara


proporsional dan modern;

• Meningkatnya koperasi, usaha mikro, UKM;

• Meningkatnya perluasan kesempatan kerja dan perlindungan tenaga


kerja; dan

4. Mewujudkan penataan kota yang bersih, sehat dan ramah terhadap


lingkungan

Penjelasan:

Misi ini bertujuan untuk mewujudkan lingkungan kota yang bersih, hijau dan
nyaman bagi warga kota. Upaya ini dilakukan melalui penataan lingkungan
kota dan peningkatan fungsi maupun kapasitas sarana dan prasarana
lingkungan melalui kerjasama dan peran serta masyarakat.

Untuk itu tujuan yang akan diwujudkan sebagai implementasi Misi ke-4 ini
pada akhirnya nanti adalah :

• Terbangunnya penataan lingkungan yang bersih dan dan sehat;

• Terciptanya penataan sarana dan prasarana yang ramah lingkungan

• Terwujudnya penataan ruang dan pengembangan wilayah Sabang


secara terpadu

• Meningkatnya Indek Mutu Lingkungan;

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012


III-9
5. Membangun jaringan koordinasi dengan BRR dan NGO dalam rangka
mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi
Penjelasan:

Misi ini bertujuan untuk mewujudkan koordinasi dengan BRR dan semua NGO
baik lokal maupun internasional dalam rangka mempercepat proses
rehabilitasi dan rekonstruksi di khususnya di Kota Sabang. Hal tersebut
terutama dalam hal pemberian fasilitas dan kemudahan untuk BRR dan NGO
yang ingin melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca tsunami di Sabang

Untuk itu tujuan yang akan diwujudkan sebagai implementasi Misi ke-5 ini
pada akhirnya nanti adalah :

• Terbangunnya Jaringan kerjasama dan koordinasi dengan BRR dan


NGO;

• Terealisasinya proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca tsunami di


Kota Sabang secara baik.

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012


III-10
BAB IV

STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH

4.1. Analisis SWOT

Kondisi objektif yang dihadapi dalam kerangka penyiapan strategi


pembangunan Kota Sabang, antara lain dapat digambarkan melalui analisis SWOT,
yaitu dengan melakukan identifikasi Strength (Peluang) – Weakness (Kelemahan) –
Opportunity (Potensi) – Threat (Tantangan). Kondisi Objektif (Peluang, Potensi,
Tantangan dan Kelemahan) tersebut meliputi :

a. Peluang :

1. Pemanfaatan Regulasi dalam berbagai hal yang berkaitan dengan


pengembangan Sabang sebagai Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas;

2. Pemanfaatan sarana dan prasarana pendukung untuk operasional Kawasan


Perdagangan dan Pelabuhan Bebas;

3. Kunjungan kapal laut, jika pelabuhan laut telah aktif;

4. Kemudahan dengan adanya regulasi dibidang hukum;

5. Minat investor yang besar.

b. Kelemahan :

1. Masih terbatasnya prasarana dan sarana pelayanan publik (infrastruktur


pendukung kepelabuhanan, energi, air, kesehatan/ rumah sakit, transportasi,
informasi dan telekomunikasi;

2. Kapasitas aparatur pemerintah yang masih kurang memadai;

3. Penggalian potensi budaya dan objek wisata serta pengelolaannya yang selama
ini masih belum cukup baik.

4. Belum tegasnya upaya penegakan hukum (law enfocement).

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 IV - 1


c. Potensi :

1. Posisi Sabang yang sangat strategis karena terletak pada jalur pelayaran
internasional;

2. Sumber daya alam yang besar, terutama sektor kelautan dan perikanan;

3. Wisata sejarah, wisata air, wisata alam dan wisata buatan;

4. Industri pengolahan hasil SDA;

5. Jumlah penduduk (angkatan kerja produktif);

d. Tantangan :

1. Pemanfaatan SDA yang dikelola masyarakat kurang optimal, khususnya


renewable resources;

2. Kerusakan lingkungan hidup dan degradasi hutan yang parah (optimalisasi


pengelolaan kehutanan);

3. Alih fungsi lahan, khususnya lahan pertanian yang dikonversi menjadi lahan
permukiman dan industri;

4. Kreativitas dalam penciptaan lapangan kerja masih rendah;

5. Partisipasi masyarakat dalam menunjang pembangunan masih terasa kurang.

Berdasarkan pendekatan SWOT tersebut di atas, tampaknya permasalahan


utama yang dihadapi Kota Sabang adalah masih belum optimalnya perwujudan
pembangunan secara berkelanjutan yang didukung oleh kapasitas SDM dan
infrastruktur yang memadai. Faktor-faktor penyebab utamanya diantaranya meliputi :

1. Masih rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat meskipun dari perkembangan


yang ada kecenderungan jumlah penduduk miskin telah menunjukkan angka
penurunan. Belum optimalnya kapasitas sumberdaya manusia (SDM) dalam
menunjang pembangunan disebabkan oleh masih rendahnya kualitas SDM khususnya
pada aspek pendidikan.

2. Belum optimalnya pengembangan investasi khususnya investasi lokal dalam


mendorong percepatan pembangunan ekonomi.

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 IV - 2


3. Keterbatasan dukungan infrastruktur dalam menunjang pembangunan, diantaranya
masih terbatasnya kapasitas prasarana pelabuhan laut dan udara, jalan dan
jembatan serta prasarana sosial dan ekonomi yang terkait dengan kelancaran
mobilitas manusia, barang, dan jasa. Selain itu dukungan prasarana pendidikan dan
pelatihan masih dirasakan kurang dalam menunjang pengembangan kapasitas
sumberdaya manusia yang berkualitas.

4. Belum optimalnya perwujudan pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan


aspek kualitas lingkungan hidup, diantaranya dengan mengoptimalkan
pemanfaatan ruang dan pemanfaatan sumberdaya alam yang dapat diperbaharui
(renewable resources).

Dukungan pemerintah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam


pembangunan daerah. Perencanaan pembangunan jangka menengah Kota Sabang
disusun dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat, kemampuan pelayanan
pemerintah, kondisi dan potensi daerah, serta fungsi dan peran Kota Sabang dalam
konstelasi regional dan nasional, bahkan internasional. Perubahan lingkungan akibat
perkembangan globalisasi dan desentralisasi (otonomi khusus/UU No. 11 Tahun 2006),
menuntut kemampuan adaptasi yang cepat dan penyiapan langkah-langkah yang
strategis dan konkrit dari seluruh masyarakat Kota Sabang, termasuk aparatur
pemerintahannya.

Selanjutnya, pada bagian ini akan diuraikan strategi dalam merumuskan


program dan kegiatan pembangunan untuk mewujudkan visi da misi Walikota dan
Wakil Walikota hasil Pilkada Kota Sabang periode 2007-2012. Strategi tersebut
tampaknya tidak dapat dilepaskan dari strategi yang diadopsi Visi dan Misi Walikota
dan Wakil Walikota terpilih periode 2007-2012.

4.2. Implemenasi Undang – Undang No. 11 Tahun 2006

Implematasi Undang-Undang No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh


diharapkan dapat mendukung pelaksanaan strategi pembangunan Kota Sabang periode
tahun 2007-2012, terutama kaitannya dengan terlaksananya program pembangunan
Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang.

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 IV - 3


Pemerintah Kota Sabang berupaya semaksimal mungkin mengakomodir butir-
butir dari Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh yang
berkenaan langsung dengan strategi pembangunan Kota Sabang lima tahun ke depan
antara lain:

Pasal 167

(1) Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang adalah suatu
kawasan yang berada dalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik
Indonesia yang terpisah dari daerah pabean sehingga bebas dari:

a. tata niaga;

b. pengenaan bea masuk;

c. pajak pertambahan nilai; dan

d. pajak penjualan atas barang mewah.

(2) Ketentuan mengenai bebas dari tata niaga sebagaimana dimaksud pada ayat 1
huruf a, tidak meliputi barang-barang yang dikenakan aturan karantina dan
jenis barang/jasa yang secara tegas dilarang oleh undang-undang serta tidak
berlaku untuk perdagangan antara kawasan Sabang dengan daerah pabean
Indonesia dan sebaliknya.

(3) Untuk melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1),


Pemerintah dan Pemerintah Aceh berkewajiban membangun dan menyiapkan
infrastruktur ekonomi yang dibutuhkan untuk efektivitas perdagangan Kawasan
Perdagangan Bebas Sabang.

Pasal 169

(1) Pemerintah bersama Pemerintah Aceh mengembangkan Kawasan Perdagangan


Sabang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional melalui kegiatan di bidang
perdagangan, jasa, industri, pertambangan dan energi, transportasi dan
maritim, pos dan telekomunikasi, perbankan, asuransi, pariwisata, pengolahan,
pengepakan, dan gudang hasil pertanian, perikanan, dan industri dari kawasan
sekitarnya.

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 IV - 4


(2) Pengembangan Kawasan Sabang diarahkan untuk kegiatan perdagangan dan
investasi serta kelancaran arus barang dan jasa kecuali jenis barang dan jasa
yang secara tegas dilarang oleh undang-undang.

Pasal 170

(1) Untuk memperlancar kegiatan pengembangan Kawasan Sabang sebagaimana


dimaksud dalam Pasal 169, Pemerintah melimpahkan kewenangan di bidang
perizinan dan kewenangan lain yang diperlukan kepada Dewan Kawasan
Sabang.

(2) Selain kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Dewan Kawasan
Sabang menerima pendelegasian kewenangan di bidang perizinan dan
kewenangan lain yang diperlukan untuk pengembangan Kawasan Sabang, dari
Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan Pemerintah Kota
Sabang.

(3) Pelimpahan kewenangan sebagaimana dimaksud ayat (1) dilakukan dalam


waktu paling lambat 6 (enam) bulan dan pendelegasian kewenangan
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan dalam waktu paling lambat 1
(satu) tahun sejak Undang-Undang ini diundangkan.

(4) Kewenangan Dewan Kawasan Sabang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan
ayat (2) dilaksanakan oleh Badan Pengusahaan Kawasan Sabang untuk
mengeluarkan izin usaha, izin investasi, dan izin lain yang diperlukan para
pengusaha yang mendirikan dan menjalankan usaha di Kawasan Sabang.

Di samping itu, dalam menentukan strategi pembangunan daerah lima tahun ke


depan perlu memperhatikan kewenangan Pemerintah Kota sebagaimana telah diatur
dalam UU Pemerintah Aceh, yaitu:

Pasal 17

(1) Urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintahan kabupaten/kota


merupakan urusan yang berskala kabupaten/kota meliputi:

a. perencanaan, pemanfaatan, dan pengawasan tata ruang;

b. perencanaan dan pengendalian pembangunan;

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 IV - 5


c. penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat;

d. penyediaan sarana dan prasarana umum;

e. penanganan bidang kesehatan;

f. penyelenggaraan pendidikan;

g. penanggulangan masalah sosial;

h. pelayanan bidang penyediaan lapangan kerja dan ketenagakerjaan;

i. fasilitasi pengembangan koperasi, usaha kecil, dan menengah;

j. pengendalian dan pengawasan lingkungan hidup;

k. pelayanan pertanahan;

l. pelayanan kependudukan dan catatan sipil;

m. pelayanan administrasi umum pemerintahan; dan

n. pelayanan administrasi penanaman modal termasuk penyelenggaraan


pelayanan dasar lainnya.

(2) Urusan wajib lainnya yang menjadi kewenangan khusus pemerintahan


kabupaten/kota adalah pelaksanaan keistimewaan Aceh yang antara lain
meliputi:

a. penyelenggaraan kehidupan beragama dalam bentuk pelaksanaan syari’at


Islam bagi pemeluknya di Aceh dengan tetap menjaga kerukunan hidup
antarumat beragama;

b. penyelenggaraan kehidupan adat yang bersendikan agama Islam;

c. penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas serta menambah materi


muatan lokal sesuai dengan syari’at Islam; dan

d. peran ulama dalam penetapan kebijakan kabupaten/kota.

(3) Urusan pemerintahan kabupaten/kota yang bersifat pilihan meliputi urusan


pemerintahan yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat termasuk pemulihan psikososial sesuai dengan
kondisi, kekhasan, dan potensi unggulankabupaten/kota yang bersangkutan.

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 IV - 6


(4) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat
(3) diatur lebih lanjut dalam qanun kabupaten/kota dengan berpedoman pada
peraturan perundang-undangan.

Pasal 19

(1) Pemerintah kabupaten/kota berwenang mengelola pelabuhan dan bandar udara


umum.

(2) Pelabuhan dan bandar udara umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
adalah pelabuhan dan bandar udara umum yang dikelola oleh Pemerintah
sebelum Undang-Undang ini diundangkan.

(3) Pemerintah Aceh melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota


dalam pengelolaan pelabuhan dan bandar udara umum sebagaimana dimaksud
pada ayat (2).

(4) Pengelolaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilakukan oleh badan
usaha milik daerah.

4.3. Strategi Pembangunan Periode 2007-2012

4.3.1. Strategi Umum

Dalam periode 2007-2012 akan dilaksanakan pendekatan pembangunan berbasis


strategi pendekatan wilayah (spatial) dan strategi pendekatan komunitas
(community). Strategi pendekatan wilayah (spatial) diharapkan dapat mendorong
pertumbuhan (growth) melalui multiplier-effect yang diciptakan dari proses
pembangunan ekonomi di Kota Sabang. Adapun strategi pendekatan komunitas
diharapkan mampu memberikan efek percepatan atau akselerasi pembangunan
(acceleration of development), sebagai pemicu dalam mempercepat pembangunan di
Kota Sabang akibat dari peningkatan kapasitas kelembagaan masyarakat secara
menyeluruh.

Strategi pendekatan komunitas bertumpu kepada pengembangan sumber daya


manusia lokal sebagai upaya mempersiapkan masyarakat Kota Sabang yang mampu dan
berkualitas dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengelola

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 IV - 7


sumber daya alam di masa mendatang. Adapun strategi ini memadu program dan
kegiatan di beberapa bidang, yaitu :

• Bidang Pendidikan;

• Bidang Kesehatan;

• Bidang Agama, Moral, Adat Istiadat dan Nilai-nilai Budaya;

• Bidang Penelitian dan Pengembangan Ilmu, Pengetahuan dan Teknologi; dan

• Bidang Kesejahteraan Sosial.

Strategi pendekatan wilayah menitikberatkan penanganan pada dua komponen


utama spasial, yaitu perkotaan dan perdesaan. Pembangunan perkotaan yang
dilaksanakan diarahkan untuk dapat mewujudkan Kota Sabang sebagai wilayah
pengembangan wisata dalam arti luas dan sebagai wadah bagi peningkatan
produktivitas dan kreativitas masyarakat. Selain itu, wilayah perkotaan juga
dikembangkan sejalan dengan fungsinya sebagai pusat pelayanan sosial-ekonomi dan
pemerintahan. Strategi utamanya adalah membangun ekonomi kerakyatan (basis
komunitas) pengembangan pertanian dalam arti luas, penyediaan infrastruktur, dan
pengembangan pariwisata daerah. Melalui strategi ini diharapkan dapat diwujudkan
kelurahan mandiri yang berbasis kemampuan sosial ekonomi masyarakat setempat dan
sekitarnya.

Adapun pembangunan perdesaan merupakan wujud nyata dari upaya


pemerintah Kota Sabang dalam rangka mempercepat laju pembangunan di wilayah
perdesaan, khususnya bagi gampong-gampong yang masih tertinggal. Kepentingannya
adalah meningkatkan pemerataan pembangunan dari proses pertumbuhan ekonomi
yang terjadi di daerah perkotaan yang berdekatan. Pembangunan perdesaan menjadi
suatu program pembangunan daerah yang akan diimplementasikan pada setiap
kelurahan. Wilayah gampong kelurahan mendapatkan alokasi dana langsung (pinjaman
tanpa agunan) bagi pengembangan kegiatan-kegiatan usaha yang direncanakan melalui
proses partisipasi, yang menjadi bagian dari strategi pendekatan komunitas.
Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi masyarakat, serta pembangunan
infrastruktur yang memberikan akses bagi kegiatan ekonomi masyarakat perdesaan.

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 IV - 8


Pembangunan Perdesaan diarahkan untuk mendorong percepatan perubahan
struktur kegiatan ekonomi dari yang bercorak subsisten menuju struktur kegiatan
ekonomi yang bercorak modern atau berorientasi pasar. Hal ini dilakukan melalui
peningkatan kapasitas kelompok usaha secara nyata dan berkelanjutan terutama di
pedesaan. Selain itu, direncanakan pembangunan prasarana dan sarana yang dapat
meningktakan produktivitas dan akses pasar, termasuk pelayanan diseminasi informasi
dan teknologi yang mempermudah proses produksi dan pengolahannya. Di samping itu
akan didorong pembangunan Kota Sabang sebagai wilayah pengembangan wisata dalam
arti luas, dan sebagai wadah bagi peningkatan produktivitas dan kreativitas
masyarakat, serta sebagai pusat pelayanan sosial-ekonomi dan pemerintahan.

Kemandirian ekonomi kerakyatan kiranya dapat diwujudkan melalui penerapan


strategi pengembangan produk andalan dan produk unggulan pada setiap wilayah.
Produk andalan adalah produk yang memiliki potensi sebagai andalan dalam
menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Adapun produk unggulan adalah produk
masa depan yang diunggulkan sebagai produk andalan. Produk unggulan daerah yang
terus dikembangkan secara berkelanjutan adalah pariwisata dan perikanan dalam arti
luas. Melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan sektor
perikanan dapat memberikan alternatif produk andalan dalam kategori hasil
pemanfaatan sumberdaya alam.

4.3.2. Strategi Khusus

Memasuki masa bakti Walikota terpilih lima tahun kedepan (2007-2012) dapat
memperkuat kemampuan aparatur Kota Sabang dalam bekerja dengan baik dan bersih,
serta tanggap dalam memfasilitasi perkembangan kepentingan pembangunan di
daerahnya.

Untuk mewujudkan visi dan misi Walikota terpilih 2007-2012 ada lima strategi
pokok dalam rangka pencapaian tujuan pembangunan kedepan, serta mengacu pada
penerapan prinsip-prinsip good governance. Kelima strategi tersebut adalah :

Strategi 1: Perwujudan sistem pemerintahan yang transparan partisipatif dan


akuntabel.

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 IV - 9


Strategi ini diupayakan untuk mampu melayani kebutuhan publik diantaranya
bidang pelayanan termasuk segi pembiayaan, yang harus didukung oleh struktur
dan SDM yang memiliki integritas, kompeten dan profesional serta akutabel yang
meliputi strategi sebagai berikut:

. Perwujudan kualitas sumber daya aparatur pemerintah daerah yang cakap


dan profesional, penguatan struktur organisasi pemerintah daearh yang
modern , mantap, dan dinamis, dan peningkatan sistem pengawasan
terpadu dalam menuju pemerintah yang bersih (good governance) dan
bebas KKN. Melalui mengaktifkan reward dan punishment mechanism.

. Pengembangan manajemen pengelolaan keuangan dan kekayaan daerah


yang transparan dan akuntabilitas.

. Pengembangan dan pengeloaan sumber-sumber penerimaan daerah baik


PAD, DAU, DAK maupun sumber lainnta secara efektif dan efisien;

Strategi 2: Peningkatan kualitas pendidikan/pelatihan dan pelayanan kesehatan yang


terjangkau bagi masyarakat

Strategi ini diupayakan adanya peningkatan kapasitas dan kualitas pendidikan


melalui perbaikan mutu dan sarana pendidikan, serta profesionalisme para
pendidik. Dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan serta perencanaan sistem
pelayanan kesehatan yang merata dan menyeluruh yang meliputi strategi sebagai
berikut:

. Perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan bagi


seluruh masyarakat, melalui penyediaan pendidikan yang cukup dan
memadai;

. Peningkatan kemampuan akademik dan profesionalisme bagi para


pendidik serta memperbarui sistem pendidikan serta memperbarui sistem
pendidikan termasuk kurikulum yang sesuai dengan kondisi dan potensi
daerah;

. Pembangunan saran pendidikan dasar dan menengah yang representatif,


termasuk fasilitas dan saran pendukung lainnya guna mendukung
pemerataan pendidikan yang bermutu bagi seluruh masyarakat;

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 IV - 10


. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, peningkatan kualitas SDM
medis yang profesional, dan pengembangan prasarana dan sarana
kesehatan, termasuk fasilitas penunjang rumah sakit umum serta
menetapkan standar pelayanan minimal (SPM)

Strategi 3: Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan fasilitas


kebutuhan dasar, pemberdayaan kelompok usaha, penataan dan
pembinaan sektor informal lainnya.

Strategi ini diupayakan untuk mengarahkan pemerintah daerah dan seluruh


komponen masyarakat agar mampu melahirkan kreatifitas dalam rangka
pengelolaan berbagai sumberdaya untuk tujuan pembangunan dengan
memperhatikan basis ekonomi daerah serta memberikan hak dan kesempatan
kepada masyarakat luas untuk memiliki akses ekonomi secara proporsional.
Strategi ini menekankan pada upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi yang
disertai dengan pemerataan distribusi pendapatan (income distribution)
masyarakat dengan sasaran yang meliputi strategi sebagai berikut:

• Pertumbuhan ekonomi yang disertai tingkat pemerataan ekonomi yang


mengarah kepada ekonomi yang berbasiskan kerakyatan.

• Peningkatan dan pengembangan peran serta masyarakat dengan


menyediakan faktor-faktor produksi yang memiliki keterkaitan (linkages)
dalam proses produksi untuk membentuk agregat PDRB Kota Sabang
melalui penciptaan lapangan kerja.

• Membangun iklim investasi yang sehat melalui peningkatan penanaman


modal dan promosi investasi

• Penguatan modal usaha dengan melibatkan lembaga keuangan didaerah


serta penyediaan pelatihan kewirausahawan dan managemen

• Perumusan rencana induk dan rencana aksi pengembangan perdagangan


terutama untuk menunjang daerah sebagai kawasan perdagangan bebas
dan pelabuhan bebas;

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 IV - 11


• Peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta pemberdayaan sosial
ekonomi masyarakat kelautan dan perikanan dengan menerapkan IPTEK
dan sistem informasi kelautan dan perikanan;

• Rehabilitasi ekosistem habitat pesisir dan laut serta pengendalian sumber


daya kelautan dan perikanan;

• Penciptaan iklim usaha yang kondusif bagi koperasi dan UKM melalui
pengembangan dan peningkatan produktifitas usaha unggulan dan
potensial serta pembinaan dan pendampingan secara kontinyu bagi pelaku
industri rumah tangga, termasuk penyediaan modal kerja dan sarana
produksi/pelatihan;

• Peningkatan lapangan kerja dan kesempatan berusaha yang dapat


menampung tenaga disertai dengan pengembangan ketenagakerjaan
secara menyeluruh yang diarahkan pada kompetisi, kemandirian, dan
peningkatan produktifitas;

• Peningkatan kegiatan perdagangan ekpor-impor melalui pemanfaatan


kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas Sabang;

• Pengembangan dan pengelolaan objek-objek wisata secara terpadu dan


profesional yang sesuai dengan budaya, adat dan syariat Islam, untuk
tujuan peningkatan penerimaan daerah serta percepatan pertumbuhan
ekonomi wilayah.

Strategi 4: Perwujudan penataan kota yang bersih, sehat dan ramah terhadap
lingkungan, serta infrastruktur energi dan utility

Strategi ini difokuskan untuk menciptakan pembangunan kota yang berwawasan


lingkungan dengan menjaga kelestarian lingkungan hidup secara
berkesinambungan, serta adanya kaitan antara pembangunan perdesaan dan
perkotaan agar terjadi keterkaitan (linkages) dan saling ketergantungan
(interdependency) baik secara ekonomi, sosio-kultural dan ekologis, dengan
dukungan oleh ketersediaan infrastruktur wilayah yang meliputi strategi sebagai
berikut:

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 IV - 12


• Penataan kota yang sesuai dengan peraturan tataruang yang diatur dan
disahkan melalui suatu produk hukum

• Mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian


lingkungan

• Menerapkan serta merencanakan sistem kebersihan kota teratur

• Partsipasi masyarakat melalui sosialisasi kepada masyarakat luas agar


masyarakat ikut berperan dalam menjaga kebersihan kota

• Menyediakan sarana dan sistem transfortasi serta pengolahan sampah


rumah tangga dan industri

• Pembangunan prasarana perumahan dan pemukiman serta infrastruktur


perkotaan termasuk pengelohan limbah, persampahan, pertamanan,
serta sistem pemadam kebakaran yang baik yang memenuhi standar;

• Pengembangan dan pengolahan air bersih secara efektif dan efisien, dan
peningkatan mutu dan kualitas jaringan, dan pemeliharaan jaringan air
bersih secara berkala dan berkesinambungan.

• Pendayagunaan potensi SDA dan lingkungan hidup bagi kesejahteraan


masyarakat melalui upaya reboisasi, konservasi, rehabilitasi serta
pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup.

• Peningkatan dan penyediaan sarana kelistrikan yang cukup baik untuk


kebutuhan rumah tangga, kantor dan industri

• Pembangunan dan peningkatan sarana pos dan telekomunikasi yang


layak dalam menunjang kelancaran arus informasi dan mendorong
percepatan pemabangunan.

• Pemanfaatan potensi sumberdaya energi, mineral, dan air bawah tanah


secara optimal bagi kepentingan dan kemakmuran masyarakat dengan
tetap mengedepankan kelestarian lingkungan hidup

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 IV - 13


Strategi 5: Penguatan jaringan koordinasi dengan pihak ketiga (BRR, NGO dan
Lembaga International lainnya) dalam mempercepat proses rehabilitasi
dan rekonstruksi.

Strategi ini diupayakan untuk mengarahkan pemerintah daerah agar mampu


menjalin kerjasama yang lebih erat dengan pihak ketiga (BRR, NGO , pengusaha
lokal dan Luar Negeri) terutama dalam upaya memfasilitasi kebutuhan
pembangunan yang berbasis komunitas.

4.3.3 Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD) Kota Sabang

Upaya penanggulangan kemiskinan harus dimulai dengan merubah cara pandang


atas kemiskinan yang terjadi dan melihatnya tidak saja dari aspek ekonomi semata
melainkan melihatnya dalam dimensi yang lebih holistik yakni dimensi hak asasi
manusia.
Mengapa melihat kemiskinan dari dimensi hak asasi manusia? Karena melalui
dimensi ini diyakini bahwa ketidakberdayaannya kaum miskin secara politik, ekonomi
dan sosial budaya dapat secara bertahap dipulihkan. Dengan cara pandang tersebut
pula maka paradigma penanggulangan kemiskinan di Kota Sabang adalah kebijakan
pembangunan berbasis hak-hak dasar warga sebagai pilar utama penanggulangan
Kemiskinan di Kota Sabang.
Paradigma ini menjadi dasar pula dilakukannya pembaharuan sistem pelayanan
publik secara bertahap dengan berbasiskan pada nilai-nilai lokal dan universal/umum.
Nilai-nilai dimaksud adalah;

1. Kaum miskin merupakan stakeholder/pemangku kepentingan utama dalam


keseluruhan proses penanggulangan kemiskinan. Artinya, kaum miskin tidak
lagi menjadi sasaran/objek melainkan sebagai owner /subjek dalam
penanggulangan kemiskinan di Kota Sabang.
2. Menempatkan Pranata sosial sebagai sistem perlindungan sosial dan
pemberdayaan hak-hak kaum miskin.

Dengan demikian maka keseluruhan proses penanggulangan kemiskinan,


kebijakan pembangunan, termasuk anggaran pembangunan di Kota Sabang dalam 5

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 IV - 14


tahun kedepan berbasiskan pada penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak-
hak warga khususnya kaum miskin. Hal ini juga berarti bahwa penanggulangan
kemiskinan juga menjadi tanggungjawab seluruh stakeholder pembangunan karena
kemiskinan dipahami secara holistic dan multi-dimensi.

A. Landasan Yuridis Penanggulangan Kemiskinan

Mengacu pada paradigma di atas, konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia


(UUD’45) dengan tegas menyebutkan bahwa Negara wajib ”melindungi segenap
bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan
umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.

Dan secara lebih spesifik landasan kebijakan Penanggulangan kemiskinan dalam


Undang-undang Dasar 1945 yang tertuang dalam beberapa pasal yakni:

1. Pasal 27 ayat 2:

“Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak
bagi kemanusiaan”;

2. Pasal 28 H Ayat 1:

“Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan
mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh
pelayanan kesehatan”,

3. Pasal 28 H Ayat 2:

”Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk


memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan
dan keadilan”,

4. Pasal 28 H Ayat 3:

“Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan


dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat”,

5. Pasal 28 H Ayat 4:

“Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak
boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapa pun.

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 IV - 15


6. Pasal 31 ayat 1:

“Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pendidikan”

7. Pasal 33 Ayat 1:

“Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas


kekeluargaan”

8. Pasal 33 Ayat 2:

“Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat
hidup orang banyak dikuasai oleh negara”

9. Pasal 33 Ayat 3:

“Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh
negara dan dipergunakan untuk untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”

10. Pasal 33 Ayat 4:

“Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi


dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan
lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan
kesatuan ekonomi nasional”

11. Pasal 34: Ayat 1:

“Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”.

12. Ayat 2:

”Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan


memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan
martabat kemanusiaan”.

13. Ayat 3:

”Negara bertanggungjawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan


pelayanan umum”.

Sebagai turunan UUD’45, landasan yuridis yang relevan dengan kebijakan


penanggulangan kemiskinan adalah;

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 IV - 16


1. UU 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia

2. UU 11/2005 tentang Pengesahan Konvensi Internasional tentang Hak-hak Sosial,


Budaya, dan Ekonomi

3. UU 12/2005 tentang Pengesahan Konvensi Internasional tentang Hak-hak Sipil


dan Politik

4. Perpres No 7/2004 tantang Rencana Pembangunan Jangka Menengah NASIONAL

5. Dokumen Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan

6. Rencana Aksi Nasioal HAM 2004-2009.

B. Tujuan

Mendasari pada paradgiman dan kondisi kemiskinan-pemiskinan di , maka


kebijakan ini disusun bertujuan untuk menurunkan jumlah penduduk miskin dan
meningkatkan kualitas hidup masyarakat khususnya keluarga kaum miskin dengan
menjamin adanya penghargaan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak dasar
masyarakat miskin agar dapat menjalani kehidupan yang bermartabat.

C. Target

Dengan mendasari pada dokumen RPJM Nasional serta komitmen global yang
tertuang dalam tujuan pembangunan milenium (MDGs), target kebijakan
penanggulangan Kemiskinan di dalam 5 tahun kedepan (2007 – 2012) adalah;

1) Menurunnya jumlah penduduk miskin menjadi 5% - 1% dari jumlah penduduk


Kota Sabang tahun 2012.

2) Adanya sistem perlindungan kecukupan pangan yang bermutu dan


terjangkau bagi kaum miskin.

3) Adanya sistem pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau kaum


miskin.

4) Tepenuhinya hak-hak kaum Miskin atas pelayanan pendidikan dasar yang


bermutu.

5) Adanya sistem perlindungan dan terbukanya kesempatan hak kaum atas


pekerjaan dan berusaha.

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 IV - 17


6) Terpenuhinya hak kaum miskin atas air bersih dan aman.

7) Adanya sistem pengelolaan SDA yang adil bagi semua warga khususnya kaum
miskin.

8) Terpenuhinya hak kaum miskin atas rasa aman dari tindak kekerasan dalam
berusaha dan hidup.

9) Adanya ruang partisipasi kaum miskin dalam keseluruhan proses


pembangunan.

D. Strategi Penanggulangan Kemiskinan

Kebijakan strategis/strategi utama Penanggulangan Kemiskinan dalam 5 tahun


ke depan adalah penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak dasar kaum
Miskin secara bertahap. Untuk mewujudkan strategi utama tersebut ditetapkan 3
pilar utama Penanggulangan Kemiskinan yaitu;

1) Kebijakan Pemenuhan Hak-hak Dasar Kaum Miskin


Memilih dan menjadikan hak-hak dasar sebagai prioritas yang harus dipenuhi
untuk menanggulangi kemiskinan adalah sebuah keputusan yang tepat. Hasil refleksi
kemiskinan dalam program P2KP Kota Sabang dan review kebijakan yang dilakukan
serta beberapa referensi menunjukkan bahwa marginalnya kondisi hak-hak dasar kaum
miskin adalah sebab utama kemiskinan.

Dalam waktu lima tahun kedepan Tujuh hak dasar yang penting dihormati,
dilindungi dan dipenuhi untuk menjamin pertumbuhan ekonomi lokal dan demokrasi
yang berkelanjutan, yaitu: hak atas keadilan dan kesetaraan gender, hak atas pangan,
hak atas kesehatan, hak atas pendidikan hak atas pekerjaan, hak atas tanah dan hak
atas rasa aman. Keenam hak-hak dasar tersebut merupakan hak dasar sosial ekonomi
yang melengkapi hak dasar budaya dan politik yang akan dicapai melalui proses yang
transparan, akuntable, partisipatif, dan demokratisasi.

1.1) Kebijakan Hak atas keadilan dan kesetaraan Gender

Kebijakan penghormatan dan perlindungan hak atas keadilan dan kesetaraan


gender adalah wujud affirmative action pemerintah untuk menghapus
kesenjangan/ketidakadilan gender dan diskriminasi gender yang menjadi salah satu
sebab terjadinya kemiskinan dan pemiskinan perempuan. Untuk ini kebijakan

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 IV - 18


diarahkan pada penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak dasar
perempuan tanpa diskriminasi mencakup (1) Memperluas akses dan kesempatan kaum
perempuan dan pengembangan kebijakan responsif gender. (2) Meningkatkan sistem
perlindungan kekerasan terhadap perempuan berbasis keadilan dan kesetaraan gender,
(3) Peningkatan alokasi anggaran untuk pemberdayaan perempuan (4) Memperkuat
pranata sosial/kelembagaan masyarakat sebagai bagian dari peningkatan partisipasi
perempuan dalam pengambilan keputusan dalam keseluruhan proses pembangunan.

1.2) Kebijakan Hak atas Pangan

Perlindungan dan pemenuhan hak atas pangan bagi keluarga masyarakat miskin
adalah suatu keniscayaan. Kebijakan ini dimulai dari (1) Diversifikasi komoditi pangan
melalui kebijakan yang diarahkan pada perluasan areal produksi pangan dan jenis
komoditi pangan termasuk penyempurnaan sistem penyediaan dan distribusi pangan
secara merata dengan harga terjangkau, (2) Penguatan pranata sosial/kelembagaan
masyarakat sebagai upaya perlindungan ketahanan pangan kaum miskin secara mandiri
melalui kebijakan yang diarahkan pada peningkatan kapasitas kelembagaan pendukung
ketahanan pangan berbasis masyarakat, dan (3) Peningkatan kapasitas keluarga
masyarakat miskin melalui penataan sistem kewaspadaan dini atas rawan gizi dan
rawan pangan.

1.3) Kebijakan Hak atas Kesehatan

Perlindungan dan pemenuhan hak keluarga masyarakat miskin atas kesehatan


yang bermutu mencakup (1) Peningkatan kapasitas sarana dan prasarana pelayanan
kesehatan. (2) Penguatan pranata sosial/kelembagaan masyarakat melalui
peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengembangan pelayanan kesehatan
masyarakat miskin, dan (3) Peningkatkan pengetahuan dan kapasitas keluarga
masyarakat miskin melalui penyuluhan-penyuluhan pola hidup sehat dan mandiri atas
masalah kesehatan masyarakat miskin seperti TBC, malaria, gizi buruk, lingkungan
hidup sehat, dan akses pelayanan kesehatan reproduksi,

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 IV - 19


1.4) Kebijakan Hak atas Pendidikan

Perlindungan pemenuhan hak keluarga masyarakat miskin atas pendidikan yang


terjangkau dan bermutu dan tanpa diskriminasi gender. Kebijakan ini mencakup (1)
Penyediaan alokasi khusus dana pendidikan dasar (SD sampai dengan SMA) untuk
keluarga miskin (asuransi pendidikan) dan tanpa diskriminasi gender. (2) Penguatan
pranata sosial/kelembagaan masyarakat melalui peningkatan partisipasi masyarakat
untuk penyelenggaraan pendidikan alternatif. (3) Peningkatan sarana dan prasarana
pendidikan yang berkualitas dan terjangkau keluarga masyarakat miskin. Dan (3)
Penguatan sistem perlindungan sosial bagi kelompok rentan atas pendidikan khusus
bagi anak dengan kemampuan berbeda (diffable), pekerja anak dan anak jalanan
tanpa diskriminasi gender.

1.5) Kebijakan Hak atas Pekerjaan

Penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak keluarga masyarakat miskin


atas pekerjaan dan pengembangan usaha mencakup (1) Memperluas kesempatan
keluarga miskin melalui kebijakan yang menjamin peningkatan akses masyarakat
miskin terhadap kesempatan kerja dan mengembangkan usaha-usaha produktif sesuai
dengan kapasitasnya. (2) Penguatan kapasitas pengetahuan kewirausahawan
masyarakat miskin. (3) Perlindungan dan pemenuhan hak Keluarga Miskin atas sumber-
sumber ekonomi produktif, serta (4) Mengembangkan kemitraan usaha produktif
keluarga miskin dengan mitra bisnis menengan dan besar secara adil dan mandiri.

1.6) Kebijakan Hak atas Tanah

Perlindungan dan pemenuhan hak atas pengelolaan tanah (perorangan dan


komunal) mencakup (1) Deregulasi yang menjamin perlindungan dan kesempatan
keluarga Miskin mendapatkan kepastian hukum hak atas tanah dan tanpa diskriminasi
gender. Untuk ini pemerintah daerah akan mengembangkan sistem redistribusi tanah
secara adil dan tanpa diskriminasi. (2) Memperkuat pranata sosial/kelembagaan
masyarakat untuk pengelolaan sumberdaya komunal (tanah adat) melalui peningkatan
peranserta lembaga-lembaga adat dalam pengelolaan lahan produktif untuk
peningkatan kesejahteraan warga khususnya keluarga miskin. (3) Peningkatan
kapasitas keluarga masyarakat miskin khususnya peningkatan pengetahuan masyarakat

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 IV - 20


miskin tentang aspek hukum pertanahan dan tanah ulayat, serta (4) Peningkatan
sistem perlindungan sosial dan keluarga masyarakat miskin dengan pengembangan
mekanisme perlindungan terhadap hak atas tanah bagi kelompok rentan.

1.7) Pemenuhan Hak atas Rasa Aman

Perlindungan dan pemenuhan hak atas rasa aman bagi keluarga masyarakat
miskin mencakup (1) Peningkatan sistem perlindungan dan kebijakan atas rasa aman
bagi masyarakat miskin, (2) Meperkuat pranata sosial/kelembagaan masyarakat
sebagai bagian dari sistem perlindungan hak atas rasa aman, serta (3) Memperkuat
sistem perlindungan sosial bagi keluarga masyarakat miskin khususnya masyarakat
rentan.

2) Reformasi Sistem Pelayanan Publik

Penghapusan kemiskinan merupakan tujuan utama dari pembangunan


sebagaimana amanah konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 yang dengan jelas
menyatakan kehendak tersebut. Untuk memastikan tercapainya tujuan tersebut maka
reformasi sistem pelayanan publik merupakan keniscayaan. Salah satu sebab lainnya
yang harus ditata adalah kualitas pelayanan pubik khususnya terkait dengan
perlindungan dan pemenuhan hak-hak dasar warga seperti sektor pendidikan,
kesehatan, dan pelayanan publik sektor administrasi kewarganegaraan.
Dalam hal ini pelayanan publik tidak hanya dikaitkan dengan urusan administrasi
kewarganegaraan dan urusan birokrasi pelayanan masyarakat, melainkan pelayanan
publik harus dikaitkan dengan pemenuhan hak-hak dasar warga Negara. Itu artinya
pelayanan publik akan sangat berpengaruh terhadap penghapusan dan atau
pengentasan kemiskinan.

Ada dua hal mendasar yang dapat menjadi prioritas reformasi pelayanan publik
adalah; (i) sistem informasi publik dan data based pembangunan, dan (ii)
restrukturisasi birokrasi pelayanan publik dan sistem pengelolaan aset daerah dengan
menetapkan standar pelayanan minimum.

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 IV - 21


3) Kebijakan anggaran berbasis Hak-hak Warga

Wujud komitmen Pemerintah Daerah untuk penanggulangan kemiskinan adalah


restrukturisasi alokasi anggaran (APBD) dengan prioritas utamanya adalah pemenuhan
hak-hak dasar warga yakni hak atas pendidikan, kesehatan, pangan, rasa aman, dan
hak atas pekerjaan.

Tiga pilar utama ini tidak saja menjadi landasan kebijakan Penanggulangan
kemiskinan, juga sebagai salah satu landasan kebijakan Pembangunan daam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2007 – 2012 secara holistik untuk
memperkuat kelembagaan sosial, politik, ekonomi dan budaya masyarakat, serta
perluasan ruang partisipasi masyarakat miskin dan keluarganya.

E. Pemberdayaan Masyarakat sebagai suatu Strategi

Dasarnya: tumbuhnya kesadaran bahwa masyarakat miskin berada dalam


ketidak-berdayaannya.

Sasarannya: tidak semata-mata berorientasi kepada masyarakat miskin saja


tetapi juga pada perubahan sistem struktural yang lebih memberikan akses
(kesempatan) kemajuan bagi masyarakat miskin tersebut

Strateginya: - pengembangan potensi dan kapasitas suatu komunitas

- menciptakan iklim yang kondusif

Pemberdayaan masyarakat adalah upaya meningkatkan keberdayaan masyarakat.

Artinya, meningkatkan kapasitas masyarakatnya sendiri sehingga mereka memiliki


kemampuan untuk menyelesaikan persoalan mereka sendiri (termasuk persoalan
kemiskinannya). Tujuan akhirnya adalah pulihnya nilai-nilai manusia sesuai harkat dan
martabatnya sebagai pribadi yang unik, merdeka dan mandiri

Pendekatan pemberdayaan masyarakat dilakukan secara terarah/memihak pada


masyarakat yang tidak berdaya (si-miskin), prosesnya dilakukan secara partisipatif,
skema pendekatannya dilakukan dengan berbasis pada kelompok komunitas
(Community Based), atau lebih dikenal dengan Pembangunan Bertumpu pada
Masyarakat (Community Based Development)

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 IV - 22


Mengapa pola pembangunan yang didominasi pemerintah mulai bergeser ke pola
pembangunan yang lebih berbasis pada Masyarakat. Ternyata pola ‘top-down’ yang
menempatkan pemerintah sebagai pemasok, tidak mampu memenuhi kebutuhan dan
kepentingan masyarakatnya.Ternyata masyarakat dengan segala keterbatasannya
berhasil ‘bertahan’ dari berbagai persoalan kehidupan, karena memiliki potensi
‘modal sosial’ yang besar, (relasi sosial, nilai-nilai kemanusiaan, dan jaringan
sumberdaya komunitas tertentu).

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 IV - 23


BAB V

KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

Arah kebijakan keuangan daerah merupakan pedoman bagi daerah dalam


upaya peningkatan pendapatan daerah dan peningkatan ketepatan alokasi serta efisiensi
anggaran dalam pengelolaan keuangan daerah. Implementasi dari kebijakan keuangan
daerah ini tertuang secara rinci dan jelas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD) yang merupakan rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang
disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan ditetapkan dengan peraturan
daerah.
Mengingat APBD disusun dengan dasar pendekatan kinerja (activity base), yang
mengutamakan output dan manfaat sesuai dengan biaya yang dialokasikan, maka setiap
program, kegiatan, dan anggaran yang direncanakan dalam APBD harus disertai dengan
tujuan, sasaran, dan hasil yang ingin dicapai secara jelas dan terukur. Hal ini sangat
penting dikedepankan mengingat kemampuan keuangan pemerintah daerah yang masih
sangat terbatas, disamping semakin urgensinya pertanggungjawaban keuangan yang
transparan kepada publik (masyarakat).
Kebijakan keuangan daerah Kota Sabang dalam dokumen Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Sabang Tahun 2007-2012,
diarahkan dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara tingkat kebutuhan daerah
(fiscal need) dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan untuk
kesejahteraan masyarakat dengan kemampuan pendapatan daerah (fiscal capasity).
Pengelolaan keuangan daerah juga dilakukan dengan cermat dan tepat serta menganut
prinsip goods governance (jujur dan akuntabel), sehingga tidak terjadinya pemborosan dan
penyalahgunaan dana publik serta benar-benar dapat dinikmati untuk kesejahteraan
masyarakat di kota pelabuhan bebas ini.
Kebijakan keuangan daerah Kota Sabang dalam RPJMD ini untuk lima tahun ke
depan (2007-2012) meliputi 3 (tiga) bagian, yaitu kebijakan pendapatan, kebijakan belanja,
dan kebijakan pembiayaan.

V-1
5.1 Arah Pengelolaan Pendapatan Daerah
Kewenangan yang luas yang dimiliki daerah Kota Sabang sesuai dengan
Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-
undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh berimplikasi pada tumbuhnya
kewenangan dan kewajiban untuk melaksanakan kegiatan pemerintahan dan
pembangunan secara lebih mandiri. Sehingga diharapkan secara bertahap daerah dapat
menggali dan mengoptimalkan potensi pendapatan daerah melalui optimalisasi
pemanfaatan potensi yang dimiliki daerah.
Mengingat besaran penerimaan daerah yang bersumber dari dana perimbangan
(Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Dana Bagi Hasil Pajak dan Dana Bagi Hasil
yang bersumber dari hidrokarbon dan sumber daya alam lain) sangat ditentukan oleh
kebijakan dari Pemerintah dan Pemerintah Aceh, maka Pemerintah Kota Sabang perlu
menyusun langkah yang taktis dan strategis guna mengoptimalkan sumber penerimaan
daerah lainnya, terutama pendapatan asli daerah (PAD). Untuk itu, langkah yang diambil
adalah dengan melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan asli daerah,
optimalisasi pemanfaatan potensi lokal dengan mengusung pihak swasta dan investor,
serta peningkatan aktivitas ekspor-impor melalui pemanfaatan kawasan perdagangan
bebas dan pelabuhan bebas Sabang. Dalam lima tahun ke depan, diharapkan daerah
akan mampu meningkatkan pendapatannya sekaligus dapat mengurangi ketergantungan
pendanaan dari pemerintah pusat.
Dalam upaya percepatan (akselerasi) perekonomian daerah yang tentunya akan
berimplikasi pada peningkatan pendapatan daerah, Pemerintah Kota Sabang dapat juga
megupayakan kebijakan memberikan insentif dan/atau kemudahan kepada swasta atau
investor yang berhasrat berinvestasi di Kota Sabang (misalnya membangun industri,
perhotelan dan pariwisata) yang diatur dengan berpedoman pada peraturan perundang-
undangan.
Sesuai dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan
Aceh, sumber penerimaan Kota Sabang terdiri atas pendapatan daerah dan pembiayaan.
Pendapatan daerah bersumber dari Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan, Dana
Otonomi Khusus dan lain-lain pendapatan yang sah.

V-2
(1) Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Pendapatan Asli Daerah terdiri atas : (a) Pajak Daerah; (b) Retribusi Daerah; (c) hasil
pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan milik Kota Sabang dan hasil
penyertaan modal; (d) Zakat; (e) Lain-lain pendapatan asli daerah Kota Sabang yang
sah. Pemungutan pajak dan retribusi daerah ini mengacu kepada UU Nomor 34
Tahun 2000 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, Juncto Peraturan Pemerintah
Nomor 65 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah, dan Peraturan Pemerintah Nomor 66
tahun 2000 tentang Retribusi Daerah.
Ditetapkannya zakat sebagai salah satu sumber PAD, harus dimanfaatkan secara
optimal melalui legalisasi dalam bentuk Qanun (Perda) serta sistem pengelolaannya.
Zakat yang dibayar menjadi faktor pengurang terhadap jumlah pajak penghasilan
terhutang dari wajib pajak.
(2) Dana Perimbangan
Dana perimbangan ini dapat digolongkan sebagai bantuan umum (block grants), baik
berupa Dana Alokasi Umum (DAU), maupun berbagai jenis Bagi Hasil Pajak (BHP)
dan Dana Bagi Hasil yang bersumber dari hidrokarbon dan sumber daya alam lain.
Dana Alokasi Khusus (DAK) dapat digolongkan sebagai bantuan khusus (specific
grants). Kedua dana alokasi ini dirumuskan dalam Undang-undang Nomor 33
Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah,
dan Undang-Undang Nomor 11 tentang Pemerintahan Aceh.
Penyelenggaraan rencana penerimaan dari dana perimbangan ini dalam APBD
Tahunan sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 104 Tahun 2000,
dan peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 tentang Pemerintahan Aceh.
(3) Lain-lain Pendapatan Asli yang Sah
Jenis penerimaan ini terdiri atas dana penyeimbang, dana bantuan perlakuan
khusus, sumbangan-sumbangan dari pihak ketiga, dan lain-lain yang sah. Jumlah
penerimaan ini tidak dapat ditargetkan, dan sangat tergantung pada situasi dan
kondisi yang ada. Diharapkan jenis penerimaan ini semakin besar untuk masa-masa
mendatang.

Dari rincian pendapatan daerah menurut kelompok pendapatan seperti diatas,


penerimaan daerah Kota Sabang yang bersumber dari PAD selama lima tahun terakhir

V-3
pasca pemberlakuan sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas
meningkat secara signifikan. Sumber penerimaan Kota Sabang sangat didominasi oleh
dana perimbangan yang berasal dari pemerintah pusat dalam bentuk Dana Alokasi
Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK). Selain itu, ditopang pula
penerimaan dari Pemerintah Provinsi dalam bentuk bagi hasil pajak maupun bantuan
keuangan untuk pembangunan kabupaten. Persentase Pendapatan Asli Daerah Kota
Sabang dibanding dengan total penerimaan daerah (APBD) sangat rendah, yaitu hanya
sebesar 3,46% (kondisi tahun 2006). Kondisi ini menunjukan bahwa tingkat
ketergantungan dana dari pemerintah pusat masih sangat tinggi.
Sehubungan dengan kondisi tersebut diatas, kebijakan pemerintah daerah
terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Sabang dalam Tahun 2007-2012 diarahkan pada :
a. Menyediakan dan memperbaharui perangkat lunak/dasar hukum yang mengatur
tentang sumber-sumber pendapatan daerah yang disesuaikan dengan perundang-
undangan, kondisi masyarakat, serta dinamika/perkembangan zaman;
b. Mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah dalam peningkatan pendapatan
daerah serta memisahkan antara fungsi sosial dan fungsi ekonomi BUMD;
c. Mengupayakan peningkatan investasi serta optimalisasi pemanfaatan perdagangan
dan pelabuhan bebas Sabang untuk meningkatkan perekonomian daerah, yang
secara langsung atau tidak langsung akan meningkatkan kontribusi terhadap PAD;
d. Memberikan insentif atau kemudahan kepada masyarakat dunia usaha dan investor
(baik lokal maupun asing) untuk mengembangkan usahanya di wilayah Kota
Sabang.
e. Mengoptimalkan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan pajak dan
retribusi;
f. Meningkatkan tertib administrasi pendapatan daerah dan mewujudkan sistem
informasi pendapatan daerah;
g. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang proporsional dengan
menerapkan reward and punishment;
h. Meningkatkan akurasi perencanaan dan realisasi pendapatan daerah; dan
i. Meningkatkan pemeliharaan sarana dan prasarana perekonomian yang dimiliki oleh
pemerintah daerah;
j. Mencegah terjadinya korupsi dalam pengelolaan pendapatan daerah.

V-4
5.2. Arah Pengelolaan Belanja Daerah

Keterbatasan kemampuan anggaran yang dimiliki Pemerintah Kota Sabang,


mendorong untuk pemanfaatan sumber daya pembangunan yang ada agar dapat
dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan pemerintahan, pembangunan dan
kemasyarakatan. Dengan pemanfaatan dan pengalokasian anggaran yang tepat dan
sesuai kebutuhan, diharapkan dapat lebih mempercepat proses peningkatan
kesejahteraan rakyat, serta menjamin terlaksananya pembangunan yang berkelanjutan.

Menyikapi kondisi tersebut diatas, kebijakan belanja Kota Sabang tahun 2007-
2012 diarahkan untuk tetap melakukan peningkatan efisiensi dan efektifitas serta
peningkatan alokasi anggaran yang berpihak pada kebutuhan pelayanan publik. Hal
tersebut dilakukan melalui seleksi yang ketat dan pilihan yang tepat terhadap kegiatan
yang akan dilaksanakan dengan mendasarkan pada urgensi, kemanfaatan, dan dampak
serta keterkaitan antara program dan bidang-bidang pembangunan.

Kebijakan belanja daerah Kota Sabang Tahun 2007-2012 adalah sebagai berikut :
a. Menyediakan dana yang cukup untuk belanja langsung dan tidak langsung;
b. Mengefektifkan reward and punishmen;
c. Meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah;
d. Menjamin keutuhan dan terpeliharanya asset Pemerintah Kota;
e. Menjamin tersedianya dana yang cukup untuk menunjang kelancaran pelaksanaan
pemerintahan dan pelayanan masyarakat;
f. Menyediakan dana cadangan untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam dan
kejadian luar biasa.

Sesuai Permendagri nomor 13 tahun 2006, belanja daerah terdiri dari :


(1) Belanja Tidak Langsung
Kelompok Belanja Tidak Langsung merupakan belanja yang dianggarkan tidak
terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Penganggaran
Belanja Tidak Langsung dibagi menurut jening belanja yang terdiri dari:
a. Belanja Pegawai.
b. Bunga.
c. Subsidi
d. Hibah
e. Bantuan Sosial

V-5
f. Belanja Bagi Hasil
g. Bantuan Keuangan
h. Belanja Tidak terduga

(2) Belanja Langsung


Kelompok belanja langsung merupakan belanja yang dianggarkan terlait secara
langsung dengan pelaksanaan program kegiatan. Kelompok belanja langsung dari
suatu kegiatan di bagi menurut jenis belanja yang terdiri dari :
a. Belanja Pegawai.
b. Belanja Barang dan Jasa
c. Belanja Modal.

5.3. Kebijakan Pembiayaan


Sesuai Permendagri nomor 13 tahun 2006, pembiayaan daerah terdiri dari
penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan.
(1) Penerimaan Pembiayaan, mencakup :
a. Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun sebelumnya (SiLPA)
b. Pencairan dana cadangan
c. Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan
d. Penerimaan pinjaman daerah
e. Penerimaan kembali pemberian pinjaman
f. Penerimaan piutang daerah.
(2) Pengeluaran Pembiayaan, mencakup :
a. Pembentukan dana cadangan;
b. Penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah;
c. Pembayaran pokok utang;
d. Pemberian pinjaman daerah.

Kebijakan pembiayaan APBD Kota Sabang Tahun 2007-2012 adalah sebagai


berikut :
a. Melaksanakan penguatan struktur permodalan Perusahaan Daerah melalui
penyertaan modal Pemerintah Daerah; dan
b. Meningkatkan perekonomian masyarakat melalui kegiatan dana-dana investasi
pemerintah.

V-6
BAB VI
ARAH KEBIJAKAN UMUM

Pembangunan Daerah harus didasarkan pada sasaran tertentu yang hendak


dicapai. Untuk itu kebijakan yang dibuat dalam rangka melaksanakan pembangunan
daerah harus memiliki arah yang jelas. Arah kebijakan Pembangunan disusun
berdasarkan analisis kebutuhan pembangunan di daerah dengan mempertimbangkan
aspirasi masyarakat, kondisi dan kemampuan daerah, termasuk kinerja pelayanan
pemerintah pada tahun-tahun sebelumnya. Arah kebijakan Pembangunan ini
selanjutnya menjadi instrumen (pedoman) perencanaan bagi seluruh stakeholder
pembangunan di daerah. Oleh karenanya, penting bagi Pemerintah Daerah
menyusun Arah Kebijakan Pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah yang memuat pernyataan-pernyataan Kebijakan Pembangunan
selama 5 tahun.

Pemerintah Kota Sabang sebagai salah satu daerah yang konsisten dalam
pelaksanaan otonomi daerah telah menetapkan konsepsi pembangunan berbasis
pada pemberdayaan seluruh komponen pembangunan, dengan 5 prioritas
pembangunan:

1) Perwujudan sistem pemerintahan yang transparan partisipatif dan


akuntabel;

2) Peningkatan kualitas pendidikan/pelatihan dan pelayanan kesehatan yang


terjangkau bagi masyarakat;

3) Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan kapasitas


kelompok usaha;

4) Penataan kota yang bersih, sehat dan ramah terhadap lingkungan;

5) Penguatan jaringan koordinasi dengan pihak ketiga.

Langkah awal untuk menjamin peningkatan ekonomi dan kesejahteraan


masyarakat Kota Sabang masih menghadapi tantangan yang cukup berat. Disadari,
bahwa pembangunan ekonomi secara makro di Kota Sabang masih mengandalkan

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 VI-1


pada sektor perdagangan dan hotel, bangunan dan konstruksi dan jasa. Hal ini
tergambar dari peranan sektor tersebut masih mendominasi struktur ekonomi Kota
Sabang, yakni sebesar 24,19 persen dan 16,72 persen, sedangkan sektor Pertanian
dan sektor lainnya menyumbang sebesar 17,33 persen dalam pembentukan PDRB
Kota Sabang.

Kelima prioritas tersebut akan menjadi tumpuan perekonomian Kota Sabang


masa depan yang terus digali, dikembangkan dan ditingkatkan yang ditunjang
dengan pengembangan infrastruktur daerah, melalui bidang-bidang berikut :

6.1. Bidang Pendidikan, Agama dan Sosial Budaya

6.1.1. Pendidikan

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) yang kian pesat


menuntut kesiapan sumberdaya manusia (SDM). Untuk mewujudkan SDM yang
cerdas, handal, profesional, dan berdaya saing ini harus diikuti dengan
penyelenggaraan pembangunan pendidikan yang lebih baik. Tidak hanya
menyangkut dengan komitmen dan partisipasi aktif masyarakat sendiri, tetapi juga
dibutuhkan dukungan anggaran yang memadai sehingga memungkinkan
terlaksananya sistem pendidikan yang berkualitas.

Dalam kaitan ini, kebijakan pembangunan pendidikan di Kota Sabang tahun


2007-2012 diarahkan pada : (1) upaya memperluas dan pemerataan kesempatan
memperoleh pendidikan bagi masyarakat, (2) meningkatkan kemampuan akademik
dan profesionalisme para pendidik, (3) Peningkatan mutu pendidikan dengan
memperbaharui sistem pendidikan termasuk kurikulum, (4) memberdayakan
lembaga-lembaga pendidikan dengan meningkatkan manajemen dan pelayanan
pendidikan yang transparan dan akuntabel, (5) Penyediaan sarana dan prasrana
pendidikan, (6) mengembangkan kemitraan Pemerintah Daerah dan masyarakat
dalam penyelenggaraan pendidikan.

Dalam rangka meningkatkan layanan pendidikan yang merata, berkualitas,


dan terjangkau pada lapisan masyarakat serta untuk menindaklanjuti isi pasal 27
ayat (1) UUPA maka diupayakan pemenuhan hak penduduk guna memperoleh

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 VI-2


pendidikan, dimana anak usia 7 Tahun sampai dengan 15 Tahun wajib mengikuti
pendidikan dasar tanpa dipungut biaya baik di sekolah negeri maupun swasta.

Peningkatan kualitas pendidikan ini diharapkan mampu menumbuhkan/


mendorong peningkatan pengetahuan peserta didik. Lebih lanjut, dengan
pendidikan mampu mewujudkan masyarakat yang bertaqwa, beriman, berakhlak
mulia, berbudi luhur, mandiri, disiplin, dan sadar akan tanggung jawabnya didalam
membangun daerah, serta memiliki wawasan dan etos yang tinggi.

Upaya peningkatan mutu pendidikan ini diterapkan dengan mendistribusikan


anggaran pada setiap sekolah, meningkatkan kompetensi guru, meningkatkan
presentase tingkat kelulusan, meningkatkan keterampilandan kemampuan peserta
didik, meningkatkan minat baca, mengembangkan dan penciptaan iptek serta
menyediakan sarana prasarana pendidikan.

6.1.2. Agama

Sesuai dengan amanat yang terkandung dalam UU Nomor 44 Tahun 1999


tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Aceh, Provinsi NAD pada umumnya dan
Kota Sabang pada khususnya diberi kewenangan yang luas dalam pelaksanaan
Syariat Islam. Hal ini menjadi momentum yang paling berharga bagi Pemerintah
Kota Sabang dalam rangka mengimplementasikan Syariat Islam secara kaffah di
seluruh aspek kehidupan. Ini juga tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah
Daerah dan ulama/tokoh-tokoh agama semata, tetapi juga mencakup seluruh
komponen masyarakat sehingga implementasi Syariat Islam benar-benar dapat
terwujud sebagaimana yang diharapkan.

Tantangan yang dihadapi saat ini dan pada waktu mendatang adalah
bagaimana mengimplementsikan atau menerapkan syariat islam dalam kehidupan
masyarakat dan mewujudkannya dalam seluruh proses pembangunan di Kota
Sabang. Selain itu, bagaimana meningkatkan kapasitas lembaga-lembaga pendidikan
keagamaan sebagai salah satu lembaga yang berperan strategis dalam proses
pendidikan umat dan genersi muda yang islami.

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 VI-3


Arah kebijakan pembangunan agama tahun 2007-2012 di Kota Sabang adalah
sebagai berikut:

a. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT melalui pelaksanaan


Syariat Islam secara kaffah;

b. Untuk mewujudkan keharmonisan antar pemeluk agama, sehingga diarahkan


kepada memantapkan kerukunan hidup sesama umat beragama dan saling
menghormati dalam rangka menciptakan suasana yang aman dan damai;

c. Meningkatkan jangkauan pelayanan keagamaan dalam masyarakat termasuk


peradilan keagamanaan dan peninkatan kapasitas pendidikan keagamaan;

d. Penyedianan sarana dan prasrana keagamaan termasuk buku-buku/Kitab-kitab


dan peralatan belajar.

6.1.3. Kependudukan, Kemiskinan, dan Lapangan Kerja

Masih rendahnya tingkat kesejahteraan penduduk, kemiskinan dan


penggangguran menjadi isue utama yang memerlukan langkah kebijakan yang tepat
dan terarah. Jika masalah-masalah ini tidak diatasi dengan sungguh-sungguh
diyakini dapat menimbulkan dan membuka peluang terjadinya tindakan-tindakan
anarkis, kriminal, maksiat, dan penyakit sosial lainnya yang dapat mengganggu
ketentraman dan ketertiban masyarakat.

Pertumbuhan penduduk Kota Sabang yang relatif tinggi, yaitu rata-rata


2,83% setiap tahunnya, diperkirakan jumlah penduduknya akan mencapai 34.224
jiwa pada tahun 2012. Jika tidak diimbangi dengan penyediaan lapangan kerja yang
memadai dipastikan akan menambah angka pengangguran dan kemiskinan.

Menyikapi hal ini, pada sektor kependudukan dan lapangan kerja untuk
masa lima tahun mendatang (periode 2007-2012) kebijakan diarahkan untuk
mendorong tersedianya lapangan kerja bagi warga Kota Sabang dengan
memperhatikan potensi kota dan latar belakang warga . Untuk itu, diupayakan
pada peningkatan lapangan kerja di lapangan usaha perdagangan/hotel/ restoran,
pariwisata, bangunan/kontruksi, jasa-jasa, dan agro-industri.

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 VI-4


Upaya penanggulangan kemiskinan dengan membentuk Tim Koordinasi
Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) yang bertujuan mengurangi kemiskinan
dari 18 % menjadi 10 % pada Tahun 2012 dengan perluasan kesempatan,
pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas, perlindungan sosial serta
kemitraan dalam mengembangkan dan menataulang hubungan dan kerjasama.

Disamping itu kebijakan diarahkan pula pada peningkatan kualitas dan


produktifitas penduduk sehingga mampu memenuhi kebutuhan dasarnya.
Pemenuhan hak-hak dasar ini, meliputi pemenuhan hak atas pangan, pelayanan
kesehatan, pendidikan, pekerjaan dan usaha, perumahan, air bersih dan sanitasi,
tanah, sumberdaya alam dan lingkungan hidup rasa aman, serta pemenuhan hak
untuk berpartisipasi didalam kegiatan pembangunan dan sosial kemasyarakatan.
Termasuk juga pada upaya untuk meningkatkan keterampilan (skill) dan jiwa
kewirausahaan masyarakat sehingga diharapkan dapat memanfaatkan sumberdaya
dan potensi ekonomi lokal dalam meningkatkan kesejahteraannya.

6.1.4. Kesehatan

Mengingat kesehatan merupakan salah satu indikator penting dalam upaya


meningkatkan kualitas pembangunan manusia (Human Development Indeks), maka
kebijakan pembangunan kesehatan di Kota Sabang untuk tahun 2007-2012 diarahkan
pada :

a. Peningkatan kualitas dan pemeratan pelayanan kesehatan kepada seluruh


warga Kota Sabang sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan kepada fakir
miskin dan anak yatim diberikan pelayanan tanpa dipungut biaya;

b. Peningkatan dan mengembangkan sarana dan prasarana rumah sakit,


puskesmas, posyandu sebagai sentral pelayanan kesehatan;

c. Peningkatan kuantitas aparatur kesehatan dan tenaga medis termasuk dokter


specialis guna memberikan pelayanan yang optimal dan merata bagi
masyarakat.

d. Peningkatan status gizi masyarakat, terutama bagi masyarakat miskin renta,


seperti bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia;

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 VI-5


e. Perwujudan SDM tenaga kesehatan yang handal dan profesional sehingga mampu
mengadopsi teknologi-teknologi baru di bidang kedokteran;

f. Peningkatan mutu lingkungan sehat dan terhindar dari penyakit menular dan
penyakit tidak menular.

g. Pembinaan dan pemberdayaan keluarga berkualitas

Melalui kebijakan pembangunan kesehatan ini diharapkan kebutuhan


kesehatan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau
dapat terpenuhi, disamping meningkatnya derajat kesehatan masyarakat yang
tercermin dari bertambahnya umur harapan hidup, menurunnya angka kematian
bayi dan ibu melahirkan, menurunnya prevalensi gizi kurang pada anak balita, dan
meningkatnya mutu sumber daya manusia tenaga kesehatan.

6.1.5. Pemberdayaan Perempuan

Pembangunan pemberdayaan perempuan di Kota Sabang diselenggarakan


melalui berbagai upaya untuk memenuhi hak-hak dan meningkatnya peran/
partisipasi perempuan dalam segala bidang, yaitu meliputi hukum, politik, ekonomi,
agama dan sosial budaya. Atas dasar ini, Kebijakan pemberdayaan perempuan
diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan agar mampu
mengembangkan potensi dirinya, mengakses sumberdaya ekonomi, dan
mewujudkan jati dirinya serta berkiprah dalam kegiatan pembangunan dan sosial
kemasyarakatan.

Di samping itu, kebijakan juga diarahkan kepada upaya perlindungan


perempuan dan anak terhadap berbagai bentuk tindak kekerasan, ekploitasi, dan
diskriminasi yang dalam pelaksanaannya dilakukan melalui penyerasian kebijakan
atas berbagai upaya pembangunan untuk meningkatkan kualitas perempuan.

6.1.6. Pemuda dan Olahraga

Mengingat pemuda merupakan generasi penerus dan harapan bangsa maka


pemuda dididik dan diberdayakan agar memiliki potensi dan wawasan yang luas,

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 VI-6


produktif, terampil, dan berdaya saing tinggi dalam meraih peluang yang semakin
kompetitif.

Dalam lima tahun mendatang, kebijakan pembangunan pemuda dan olahraga


di Kota Sabang diarahkan pada peningkatan partisipasi pemuda dalam setiap bidang
pembangunan dan sosial kemasyarakatan. Menyikapi bahwa pemuda yang juga
sangat rentan terhadap penggunaan obat-obat terlarang dan tindakan amoral
lainnya maka dilakukan serangkaian kebijakan yang diarahkan pada memantapkan
kualitas keimanan dan ketaqwaan pemuda kepada Allah swt, disamping
mengembangkan kesadaran pemuda dari bahaya penyalahgunaan NAPZA, minuman
keras, penyebaran penyakit HIV/AIDS, dan penyakit menular seksual.

Untuk pembangunan bidang keolahragaan diarahkan untuk pembinaan olah


raga dikalangan pemuda, pelajar dan masyarakat. Hal ini dilaksanakan melalui :

a. Meningkatkan pembinaan dan pemasyarakatan olahraga;

b. Mengembangkan kebijakan, manajemen, dan perencanaan program olah raga


dalam upaya mewujudkan penataan sistem pembinaan dan pengembangan olah
raga secara terpadu dan berkelanjutan.

c. Mengupayakan pembibitan olahraga berprestasi secara sistematis.

d. Meningkatkan sarana dan prasarana olahraga yang layak dan representatif.

6.2. Bidang Ekonomi

6.2.1. Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura

Pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura Kota Sabang


untuk lima tahun ke depan (periode 2007-2012), diarahkan pada upaya pemantapan
ketahanan pangan (khususnya beras) bagi masyarakat yang kurang mampu (miskin),
kaum dhuafa dan masyarakat pesisir. Dengan demikian, diharapkan ketersediaan
dan keamanan pangan dapat lebih terjamin dan tingkat kesejahteraan masyarakat
miskin lebih meningkat.

Disamping itu, kebijakan pembangunan pertanian tanaman pangan dan


hortikultura juga diarahkan untuk meningkatkan produksi dan produktifitas

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 VI-7


tanaman pangan dan hortikultura yang berbasis agribisnis, sehingga dapat
memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus memperbaiki kehidupan petani ke arah
yang lebih baik di masa mendatang.

Dalam rangka mendukung keterkaitan pertanian dan industri pengolahan


juga diarahkan pada pengembangan agro-industri (industri pengolahan hasil
pertanian) yang mengacu pada karakteristik kewilayahan terpadu dan potensi
komoditinya. Hal ini diyakini bermanfaat untuk meningkatkan nilai tambah,
menampung tenaga kerja, serta mendukung perdagangan dan pelabuhan bebas
Sabang.

6.2.2. Perkebunan

Arah kebijakan pembangunan perkebunan dititikberatkan pada :

a. Meningkatkan kapasitas produksi dan produktifitas tanaman perkebunan melalui


penanganan secara intensif terhadap tanaman yang rusak dan kena penyakit;

b. Meningkatkan mutu dan daya saing komoditi perkebunan; dan

c. Memperluas pangsa pasar pemasaran komoditi perkebunan.

Melalui arah kebijakan ini diharapkan pembangunan perkebunan di Kota


Sabang mampu memperbaiki tingkat kehidupan pekebunan kearah yang lebih
sejahtera dan bermartabat di masa mendatang. Sedangkan bagi daerah sebagai
upaya pemanfaatan perdagangan dan pelabuhan bebas dalam rangka peningkatan
sumber penerimaan daerah dan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Kota
Sabang.

6.2.3. Peternakan

Daya dukung lahan yang relatif luas di Kota Sabang sangat memungkinkan
dikembangkannya peternakan yang intensif dan komersial. Tidak hanya untuk
ternak kecil/unggas saja, tetapi juga ternak-ternak besar yang dapat menjadi
sumber nafkah utama bagi masyarakat di daerah ini. Dalam kaitan ini, untuk
jangka waktu lima tahun mendatang, pembangunan peternakan diarahkan untuk

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 VI-8


menyediakan kebutuhan daging yang cukup dengan harga yang murah dan
terjangkau melalui peningkatan populasi ternak sehingga dapat dikonsumsi dengan
layak oleh masyarakat Kota Sabang. Disamping itu, juga diarahkan pada
pengembangan populasi dan bibit ternak unggul (baik ternak besar maupun kecil)
sehingga dapat bertambah keanekaragaman dan kualitas konsumsi pangan
(khususnya daging).

Arah kebijakan ini dimaksudkan agar peternak (pelaku usaha) dapat


menjadikan peternakan sebagai lapangan usaha yang produktif dalam skala yang
lebih besar, bukan sebagai sampingan dalam memenuhi kebutuhan hidup
sendiri/keluarga (bersifat subsistem). Lebih lanjut, potensi peternakan di kota ini
dapat didayagunakan dan dimanfaatkan seoptimal mungkin sehingga memberikan
kontribusi yang lebih besar bagi peternak sendiri dan kepentingan daerah.

6.2.4. Perikanan

Arah kebijakan pembangunan perikanan dalam tahun 2007-2012 Kota Sabang


adalah (a) Meningkatkan ketersediaan pangan (khususnya ikan) di Kota Sabang
secara berkelanjutan sehingga stabilitas ketahanan pangan dapat terjaga dengan
baik; dan (b) Optimalisasi pemanfaatan sumber daya perikanan dan kelautan serta
pengembangan pengolahan hasil perikanan guna mendukung peningkatan
produktivitas, dan nilai tambah hasil perikanan. (c) Peningkatan kelembagaan,
keterampilan dan kemampuan nelayan sekaligus peningkatan sarana dan prasarana
perikanan guna mendukung kesejahteraan nelayan. (d) Pemberadayaan perikanan
tangkap, budidaya ikan, pengendalian penangkapan ikan serta pengembangan
wilayah pesisir.

Arah kebijakan ini diupayakan untuk mengatasi sejumlah permasalahan


pembangunan perikanan yang dihadapi Kota Sabang saat ini dan prediksi di masa
mendatang. Antara lain, meliputi : (a) Produksi hasil perikanan dan kelautan Kota
Sabang masih relatif sangat terbatas dalam memenuhi kebutuhan pangan (ikan)
masyarakat; (b) Tingkat kesejahteraan nelayan yang masih rendah sebagai akibat
pola budidaya perikanan bersifat tradisional dan subsistem; (c) Belum adanya
keterkaitan dan dukungan antara subsistem (meliputi subsistem input, budidaya,

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 VI-9


pengolahan dan pemasaran, dan sarana penunjang); (d) Kebutuhan pangan ikan
yang semakin meningkat dari tahun ke tahun sebagai akibat pertambahan penduduk
di Kota Sabang di masa mendatang; dan (5) Persaingan yang semakin kompetitif
dengan daerah lainnya sebagai penghasil komoditi perikanan budidaya dan kelautan
di masa mendatang.

6.2.5. Kehutanan

Kota Sabang memiliki potensi hutan yang relatif besar dan ini diyakini sangat
rentan terhadap kegiatan-kegiatan yang mengarah pada pengrusakan, penebangan,
dan pengundulan hutan secara liar dan illegal (illegal logging). Oleh karena itu,
pelestarian hutan ini tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah daerah saja,
tetapi juga seluruh elemen masyarakat (termasuk masyarakat dan tokoh-tokoh adat
yang mendiami di sekitar hutan). Pelestarian hutan ini dimaksudkan agar tidak
menimbulkan bencana longsor dan banjir pada saat musim hujan sehingga fungsi
dan manfaat hutan dapat dinikmati masyarakat yang mendiami di sekitar hutan.

Oleh karena itu kebijakan pembangunan kehutanan di Kota Sabang untuk


lima tahun kedepan diarahkan pada pengelolaan kelestarian ekosistem hutan
(khususnya hutan lindung dan hutan wisata) secara berkesinambungan dan
berkelanjutan agar menjadi sistem penyangga kehidupan, disamping bermanfaat
bagi masyarakat di sekitar hutan dan pembangunan daerah.

6.2.6. Perdagangan dan Perindustrian

Salah satu penyebab utama lambannya pengembangan perdagangan bebas


dan pelabuhan bebas Sabang adalah masih kecilnya investasi yang bergerak pada
lapangan usaha potensial, termasuk perdagangan dan perindustrian. Bahkan,
aktivitas ekspor belum menunjukkan tendensi peningkatan yang berarti. Akibatnya,
keberadaan pelabuhan bebas belum berfungsi dan termanfaatkan secara optimal
oleh pelaku usaha di Kota Sabang.

Menyikapi hal ini, arah kebijakan pembangunan perdagangan dan


perindustrian di Kota Sabang dalam lima tahun mendatang adalah :

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 VI-10


a. Meningkatkan peran dan fungsi BPKS secara optimal guna mewujudkan investasi-
investasi pada lapangan usaha perdagangan dan perindustrian dalam rangka
mendukung pengembangan perdagangan dan pelabuhan bebas Sabang;

b. Mewujudkan debirokrasi dalam pelayanan perijinan investasi dan pengelolaan


perdagangan ekspor-impor melalui penyederhanaan sistem dan prosedur melalui
pelayanan satu atap (satu pintu);

c. Meningkatkan volume dan nilai produksi ekspor non migas berbasis produk
unggulan daerah dan ramah lingkungan;

d. Meningkatkan kerjasama perdagangan regional, bilateral, dan multilateral yang


saling menguntungkan dan bermanfaat dalam upaya pengembangan
perdagangan dan pelabuhan bebas Sabang;

e. Pengembangan klaster industri yang dapat mendorong peningkatan nilai


tambah, produktivitas, dan keunggulan kompetitif serta berperan strategis
dalam pengembangan perdagangan dan pelabuhan bebas Sabang; dan

f. Menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi pengembangan industri, termasuk


tersedianya layanan umum yang baik, di samping cakupan infrastruktur yang
memadai.

6.2.7. Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah

Keberadaan koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (KUMKM) memiliki


nilai strategis dalam mendorong perekonomian daerah Kota Sabang. Untuk itu,
dalam tahun 2007-2012 ke depan, kebijakannya diarahkan untuk menguatkan
keberpihakan kepada pemberdayaan ekonomi rakyat melalui pembinaan dan
pengembangan KUMKM secara komprehensif dan terpadu sehingga mampu berperan
dalam peningkatan lapangan kerja dan mendorong akselerasi perekonomian daerah.
Usaha mikro juga diarahkan kebijakan untuk memberikan kontribusi yang besar
dalam peningkatan pendapatan bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Dalam kaitan ini, keberadaan KUKM diharapkan antara lain, yaitu : (a)
mampu memanfaatkan potensi sumber daya lokal secara optimal dan efisien dan
berperan strategis didalam menunjang pengembangan perdagangan dan pelabuhan

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 VI-11


bebas; (b) meningkatnya kemandirian KUMKM di daerah; (c) mendorong
pertumbuhan ekonomi daerah; dan (d) memberikan nilai tambah dan kontribusi
yang besar terhadap PDRB Kota Sabang.

6.2.8. Pariwisata dan Budaya Daerah

Kebijakan pembangunan pariwisata di Kota Sabang diarahkan pada Penataan


dan pembangunan sarana dan prasarana terhadap berbagai potensi objek wisata
dan pemeliharaan situs-situs peninggalan sejarah. Termasuk juga dalam pelestarian
dan pengembangan warisan seni dan ragam budaya di Kota Sabang, disamping itu
pola kemitraan dengan peran swasta dijadikan tumpuan pengembangan pariwisata.
Dengan demikian diharapkan mampu mendorong percepatan kegiatan ekonomi
daerah, terutama terciptanya lapangan kerja, meningkatnya pendapatan
masyarakat, dan sebagai sumber pendapatan daerah.

Pembangunan pariwisata di Kota ini diupayakan agar tidak menimbulkan


efek negatif dan tindakan-tindakan yang merusak aqidah dan Syariat Islam. Dalam
artian bahwa pengelolaan objek-objek wisata lebih bernuansa islami yang dilakukan
secara terpadu dan profesional. Tentu ini juga harus didukung dengan kebijakan-
kebijakan kepariwisataan yang memperhatikan budaya, adat istiadat, dan Syariat
Islam.

6.3. Bidang Infrastruktur

6.3.1. Prasarana Jalan dan Jembatan

Arah kebijakan pembangunan jalan dan jembatan ke depan (periode 2007-


2012) Kota Sabang adalah menyediakan prasarana jalan dan jembatan yang
memadai guna memenuhi kebutuhan masyarakat banyak. Selain itu, diarahkan juga
untuk mendorong berkembangnya kegiatan ekonomi pada kawasan-kawasan yang
belum berkembang.

Arah kebijakan ini penting dikedepankan mengingat Kota Sabang


memerlukan ketersedian prasarana jalan dan jembatan untuk menghubungkan
daerah-daerah yang belum berkembang dan kawasan-kawasan sentra produksi

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 VI-12


pertanian. Dalam konteks agribisnis, pembangunan prasarana jalan dan jembatan
akan memudahkan jalur pemasaran pengembangan komoditi-komoditi unggulan
daerah, terutama tanaman pangan/hortikultura, peternakan, dan perkebunan.
Bahkan dalam konteks yang lebih luas, keberadaan jalan dan jembatan akan mampu
menumbuhkan pusat-pusat pertumbuhan kawasan (growth pole) yang mendorong
akselerasi perekonomian daerah Kota Sabang.

6.3.2. Transportasi Darat, Laut, dan Udara

Secara umum, transportasi berfungsi sebagai katalisator dalam mendukung


percepatan pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah suatu daerah,
disamping juga berfungsi sebagai pelayanan publik. Untuk fungsi pelayanan publik
mencakup penyediaan jasa transportasi guna mendorong pemerataan
pembangunan, melayani kebutuhan masyarakat luas dengan harga yang terjangkau,
mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah belum berkembang,
melancarkan arus mobilitas barang dan jasa, serta berperan dalam mendorong
pertumbuhan sektor-sektor ekonomi regional.

Atas dasar fungsi ini, maka pembangunan transportasi di Kota Sabang


diarahkan untuk meningkatkan pelayanan jasa transportasi secara efisien, andal,
bermutu, aman dan harga yang terjangkau bagi setiap lapisan masyarakat. Dengan
kebijakan ini diharapkan akan adanya pemerataan dan keadilan pelayanan
transportasi, baik antarwilayah maupun antargolongan masyarakat.

Terkait dengan pengembangan perdagangan dan pelabuhan bebas Sabang,


arah kebijakan yang ditempuh adalah (a) membangun dan merehabilitasi kembali
prasarana dan sarana pelabuhan yang rusak akibat gempa bumi dan gelombang
tsunami; (b) meningkatkan kapasitas dan fasilitas pendukung pelabuhan yang sesuai
dengan standar nasional dan internasional sehingga dapat berfungsi secara optimal
sebagai pelabuhan dan perdagangan bebas di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
dan di Indonesia.

Selain itu, pembangunan transportasi juga diarahkan pada peningkatan


keselamatan lalu lintas jalan secara terpadu dan komprehensif, meliputi

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 VI-13


pencegahan, pembinaan, dan penegakkan hukum, penanganan daerah rawan
kecelakaan, dan pelaksanaan sistem informasi keadaan lalu lintas.

Untuk transportasi laut dan udara, arah kebijakan pembangunannya antara


lain, yaitu : (a) meningkatkan sarana dan prasarana transportasi laut dan udara
serta lalu lintas angkutan jalan yang memadai dan efisien; (b) meningkatkan
keselamatan, kelancaran, dan kesinambungan pelayanan transportasi laut dan
udara; (c) mengupayakan penambahan fasilitas pendukung lapangan udara Maimun
Saleh, termasuk memperpanjang landasan pacunya sehingga dapat memperlancar
angkutan penerbangan domestik dan internasional.

6.3.3. Air Bersih

Dalam rangka pemenuhan kebutuhan air bersih (air minum), maka kebijakan
pembangunan diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas air bersih (air
minum) agar dapat dinikmati secara merata kepada seluruh masyarakat Kota
Sabang, termasuk masyarakat pesisir, korban tsunami, dan kaum dhuafa. Selain
itu, juga diarahkan kebijakan pada meningkatkan kualitas dan fungsi jaringan air
bersih secara efisien, disamping rehabilitasi jaringan yang rusak dan meningkatkan
kinerja operasi dan pemeliharaan.

Pemulihan pelayanan air bersih juga difokuskan pada kawasan/daerah yang


dilanda gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 yang
lalu. Pemulihan dilakukan melalui penyediaan air bersih sesuai dengan kebutuhan
masyarakat setempat serta memperbaiki jaringan (pipa) yang rusak sehingga
penyaluran air bersih dapat berfungsi dengan lancar dan optimal.

Dari arah kebijakan ini diharapkan tingkat layanan air bersih untuk
kepentingan kebutuhan keluarga, industri, perkantoran, perhotelan, dan untuk
berbagai aktivitas usaha lainnya semakin optimal. Dengan terpenuhinya kebutuhan
air ini sedikitnya telah mampu memecahkan persoalan yang dihadapi Pemerintah
Kota Sabang di masa mendatang.

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 VI-14


6.3.4. Penataan Ruang dan Pertanahan

Dalam tahun 2007-2012, penataan ruang di Kota Sabang diarahkan kebijakan


pada memantapkan pengelolaan pemanfaatan ruang secara konsisten dan terpadu
sesuai dengan peruntukkannya. Selain itu, penataan ruang juga diarahkan pada
pemanfaatan ruang yang efektif dengan menerapkan prinsip pembangunan
berkelanjutan dan keseimbangan pembangunan antar fungsi.

Pembangunan yang terus berlangsung di Kota Sabang, khususnya pasca


penetapan status Sabang sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas telah
menunjukkan hasil yang menggembirakan, kendati belum terlihat perkembangan
yang merata. Kondisi ini telah menyebabkan terjadinya disparitas wilayah,
khususnya terkait dengan masih terkonsentrasinya beberapa aktifitas ekonomi pada
pusat kota, sementara di wilayah pesisir atau luar kota belum berkembang
sebagaimana yang diharapkan. Menyikapi hal ini, diarahkan kebijakan pada
mendorong pemerataan pembangunan dengan percepatan pertumbuhan wilayah
pesisir dan luar kota sesuai dengan karakteristik, potensi SDA, dan lokasi strategis
dalam satu wilayah pengembangan ekonomi yang sinergis.

Kebijakan ini juga diarahkan antara lain, yaitu (1) mewujudkan koordinasi,
sinkronisasi, keterpaduan, dan kerja sama antar sektor, dunia usaha dan
masyarakat guna mendukung peluang berusaha dan investasi di daerah; dan (2)
menciptakan kawasan ekonomi terpadu yang didalamnya keterkaitan antar sektor
ekonomi dan kawasan sentra produksi (KSP) melalui pengelolaan komoditi
unggulan/potensial.

Dalam upaya merespon (mengakomodasi) hak-hak warga Kota Sabang untuk


pemilikan tanah, diarahkan kebijakan ke depan (periode 2007-2012), yaitu
mengembangkan skenario sistem manajemen pengelolaan tanah yang efisien dan
efektif, serta melaksanakan penegakan hukum terhadap hak atas tanah guna
mendukung dinamika kebutuhan lahan bagi pembangunan dengan menerapkan
prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan demokrasi.

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 VI-15


6.3.5. Pengelolaan Lingkungan Hidup

Dalam pembangunan lingkungan hidup di Kota Sabang, arah kebijakan yang


ditempuh kurun waktu lima tahun mendatang, yaitu :

a. Meningkatkan kapasitas kelembagaan pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan


fungsi lingkungan hidup melalui tata kelola yang baik yang didasarkan prinsip-
prinsip transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas;

b. Mewujudkan kualitas lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan memenuhi unsur
kesehatan baik di darat, laut, maupun udara, sehingga warga kota terhindar
dari pencemaran lingkungan hidup;

c. Menerapkan pola pengawasan secara terpadu dan komprehensif yang melibatkan


peran aktif seluruh elemen masyarakat untuk memantau pelestarian dan
kualitas lingkungan hidup serta pengendalian pencemaran lingkungan hidup ;

d. Memperluas akses informasi lingkungan hidup kepada pihak-pihak yang peduli


lingkungan hidup dan masyarakat luas dalam rangka mendukung pelestarian
lingkungan.

6.3.6. Energi dan Sumber Daya Mineral

Arah kebijakan pembangunan Energi dan Sumber Daya Mineral di Kota


Sabang untuk masa lima tahun mendatang adalah memanfaatkan potensi energi dan
sumber daya mineral untuk kepentingan kesejahteraan dan kemakmuran
masyarakat serta kepentingan daerah. Pengelolaan sumber daya mineral ini
dilaksanakan dengan memperhatikan keserasian antara konservasi dan
pendayagunaan, antara pengolahan permintaan (demand) dan pengolahan
penawaran (supply) dan antara pemenuhan kepentingan jangka pendek dan
kepentingan jangka panjang.

Pendayagunaan Energi dan Sumber Daya Mineral juga diupayakan secara


efektif dan efisien, disamping memperhatikan keserasian lingkungan hidup dan
keterpaduan dengan tata ruang wilayah. Upaya ini juga dilakukan dengan
meningkatkan partispasi masyarakat dan kemitraan diantara pemangku kepentingan

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 VI-16


di daerah. Dengan demikian, potensi Energi dan sumber daya mineral dapat dikelola
dan dimanfaatkan dengan baik sehingga akan menghasilkan sumber penerimaan.

Khusus untuk ketenagalistrikan, kebijakan pembangunan diarahkan pada


pemerataan dan pemenuhan kebutuhan tenaga listrik sampai ke pelosok terpencil,
melalui pengembangan infrastruktur jaringan dan penambahan kapasitas mesin
pembangkit listrik dan pemanfaatan potensi geothermal yang ada.

6.3.7. Informasi dan Telekomunikasi

Arah kebijakan pembangunan Informasi dan telekomunikasi lima tahun ke


depan adalah (1) pengembangan telematika dan pendayagunaan system informasi
(2) pemeningkatkan pemerataan dan pemenuhan pelayanan jasa pos dan
telekomunikasi guna memenuhi keyediaan data dan informasi yang aktual, akurat
dan dapat dipertanggungjawabkan (3) penyediaan sarana dan prsarana informasi
dan telekomunikasi.

6.4. Pemerintahan Umum

6.4.1. Pemerintahan

Arah kebijakan pembangunan pemerintahan umum untuk lima tahun ke


depan (periode 2007-2012) di Kota Sabang adalah :

a. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan


pelayanan kepada masyarakat luas sesuai dengan prinsip tata pemerintahan
yang baik (good governance), transparan, dan bebas dari tindakan-tindakan
yang mengarah kepada korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN);

b. Menata kelembagaan pemerintah daerah yang proposional sesuai dengan


kebutuhan daerah, ramping, hierarki, bersifat jejaring, fleksibel dan adaptif
sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat;

c. Mewujudkan hubungan kemitraan yang baik, harmonis, dan sinergis dengan


Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK), masyarakat, LSM dan lembaga non
pemerintah sesuai dengan kewenangan, peran dan fungsi yang dimiliki;

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 VI-17


d. Meningkatkan mutu aparatur pemerintah daerah yang cakap, kreatif, handal,
profesional, bertanggungjawab, jujur, berdedikasi tinggi, dan bebas dari
tindakan kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) serta berdasarkan standar
kompetensi guna memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat;

e. Meningkatkan kapasitas keuangan pemerintah daerah, termasuk pengelolaan


keuangan dan aset-aset daerah yang didasarkan pada prinsip-prinsip
transparansi, akuntabilitas dan profesionalisme, guna menunjang pembiayaan
pelaksanaan pembangunan di daerah.

f. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, kebijakan pembangunan diarahkan


pada meningkatkan keamanan dan ketertiban secara lebih intensif dengan
melibatkan seluruh elemen masyarakat yang bekerja dan berkoordinasi dengan
pihak kepolisian. Selain itu, diarahkan juga untuk mewujudkan sistem
keamanan, dan ketertiban masyarakat yang dengan penegakan Peraturan
Daerah (Qanun) .

6.4.2. Hukum

Pada masa orde baru, para penguasa dan birokrat dikenal sangat kebal dari
hukum, meskipun diyakini terlibat dari berbagai aksi dan tindakan-tindakan yang
merugikan pemerintah. Akibatnya, muncul ketidakpercayaan masyarakat terhadap
lembaga hukum dan bahkan berkembang istilah mafia peradilan. Kendati demikian,
reformasi yang bergulir dengan cepat telah merubah tatanan dan kebijakan hukum
di Tanah Air, termasuk di daerah. Oleh karena itu harus disikapi dengan sungguh-
sungguh untuk mewujudkan sistem peradilan yang berpihak pada keadilan dan
kebenaran sehingga penegakan supremasi hukum dapat terwujud dengan baik.

Dalam kaitan ini, Pembangunan hukum di Kota Sabang dalam lima tahun
mendatang diarahkan pada kebijakan, yaitu :

a. Menata kembali produk-produk hukum dengan memperhatikan asas dan hirarki


perundang-undangan, disamping membentuk produk-produk hukum berlandas
kan Syariat Islam serta sesuai dengan kearifan lokal, hukum adat, dan
dinamika yang berkembang;

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 VI-18


b. Meningkatkan kapasitas kelembagaan hukum dan profesionalisme aparat
hukum serta kualitas sistem peradilan yang terbuka dan transparan, dalam
rangka memastikan hukum diterapkan dengan adil dan memihak pada
kebenaran;

c. Mewujudkan budaya hukum di kalangan masyarakat dan aparatur pemerintah


guna mematuhi dan mentaati hukum serta menegakkan supremasi hukum; dan

d. Meningkatkan implementasi Syariat Islam dan hukum adat serta nilai-nilai


budaya daerah sebagai salah satu sarana untuk mewujudkan terciptanya
kesadaran hukum masyarakat.

6.4.3. Politik

Mengingat beragamnya partai-partai politik dan organisasi sosial politik


lainnya (orsospol) yang ada saat ini di Kota Sabang, khususnya didalam
mencurahkan aspirasi dan hak-hak politiknya, maka pembangunan politik dalam
lima tahun mendatang diarahkan kebijakan pada meningkatkan peran aktif politik
masyarakat melalui partai/orsospol/LSM secara demokratis, menghormati
keberagaman aspirasi, dan menjunjung tinggi supremasi hukum serta bermanfaat
dalam menunjang pembangunan.

Sebagai lembaga pengemban amanah rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Kota


(DPRK) harus mampu menunjukkan eksistensinya dan berperan secara konstruktif
didalam merespon dan menyuarakan aspirasi masyarakat. Untuk itu, diarahkan
kebijakan pada upaya meningkatkan peran, fungsi, dan tanggungjawab serta
kemandirian legislatif (DPRK) dalam mengakomodasi dan memperjuangkan hak-hak
dan aspirasi masyarakat. Disamping juga diarahkan untuk mensukseskan dan
menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (PILKADA) secara langsung dan yang
demokratis, langsung, umum, bebas, rahasia dengan melibatkan peran serta
masyarakat.

RPJM Kota Sabang 2007 – 2012 VI-19


TABEL 5.1 MATRIK PROGRAM LIMA TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Sabang
Nama SKPD : Kantor Perpustakaan Daerah
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan


No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

A, SKPD
Pengembangan gedung Perpustakaan Tersedianya gedung perpustakaan Perpustakaan 3.221.000.000 APBD Kota Sabang
Daerah yang resprentatif yang memiliki ruang membaca,
ruang visual, ruang referensi,
ruang pertemuan/aula.

Pembuatan Taman Bacaan Masyarakat Tersedianya Taman Bacaan Perpustakaan 1.611.000.000 APBD Kota Sabang
Masyarakat (TBM) sebagai tempat
rekreasi masyarkat

Pemasangan pavling blok pada halaman Terciptanya halaman perpustakaan Perpustakaan 161.000.000 APBD Kota Sabang
Kantor Perpustakaan Daerah yang bersih dan rapi

Pembuatan taman Kantor Perpustakaan Terciptanya halaman perpustakaan Perpustakaan 113.000.000 APBD Kota Sabang
Daerah yang asri dan nyaman

Peningkatan sarana dan prasarana gedung Tersedianya sarana dan prasarana Perpustakaan 483.000.000 APBD Kota Sabang
Perpustakaan Daerah perpustakaan yang memadai

Pemasyarakatan minat dan kebiasaan Terwujudnya masyarakat yang Perpustakaan 161.000.000 APBD Kota Sabang
membaca untuk mendorong terwujudnya gemarmembaca dan belajar
masyarakat pembelajar

Pengembangan minat dan budaya baca Terwujudnya budaya membaca Perpustakaan 81.000.000 APBD Kota Sabang
Supervisi, pembinaan dan stimulasi pada masyarakat Terbinanya berbagai
perpustakaan umum, perpustakaan khusus jenis perpustakaan
perpustakaan sekolah dan perpustakaan
masyarakat
TABEL 5.1 MATRIK PROGRAM LIMA TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota :Sabang
Nama SKPD :Bawasda Kota Sabang
Renstra SKPD Periode :2007-2012
Fungsi :Perumusan Teknis di Bidang Pengawasan
Pelayanan Penunjang Penyelenggaraan Pemerintah Daerah
Sub Fungsi :-

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan


No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

A.SKPD
Mewujudkan ketaatan Program Peningkatan Sistem Pengawasan Pemeriksaan kinerja dan APBK - Pelaksanaan pengawasan Internal PP 79 Thn 2005 Bawasda 629.286.075 APBK -
dan ketertiban pelaksanaan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan pada setiap obrik secara berkala
topeksi dan pengelolaan Kebijakan KDH Pemeriksaan kinerja dan APBK - Penanganan kasus Pengaduan PP 79 Thn 2005 Bawasda 104.662.250 APBK -
anggaran pada setiap obrik dilingkungan Pemerintah Daerah
Pemeriksaan kinerja dan APBK - Penanganan kasus pada wilyah PP 79 Thn 2005 Bawasda 111.644.877 APBK -
pada setiap obrik Pemerintah dibawahnya
Monitoring TL hasil pengawasan -Tindak lanjut temuan hasil PP 79 Thn 2005 Bawasda 68.013.102 APBK -
pengawasan
Rakorwas TK Daerah dan Pusat -Koordinasi pengawasan yang PP 79 Thn 2005 Bawasda 910.712.026 APBK -
Rater Forkom APFB komrehensif
Tim dan Sekretariat TIM -Implementasi Impres No. 5 Tahun impres no. 5 Bawasda 425.569.910 APBK -
Kormonev No. 5 Tahun 2004 Thn 2004
Tim dan Sekretariat TIM LP2P -Pengumpulan Penyusunan dan Keppres No. 33 Bawasda 125.702.718 APBK -
Pengiriman LP2P Tahun 1986

Meningkatkan Koordinasi Program Peningkatan Profesionalisme Pengiriman pelatihan penjenjangan - Pelatihan pengembangan tenaga PP 79 Thn 2005 Bawasda 1.169.107.805 APBK -
Pengawasan Tenaga Pemeriksa dan Aparatur APFP dan Workshop pengawasan Pemeriksa dan Aparatur
Pengawasan Pengawasan
Pelatihan kantor sendiri (PKS) -Pelatihan teknis pengawasan dan PP 79 Thn 2005 Bawasda 80.061.027 APBK -
penilaian pengawasan akuntailitas

Meningkatkan Kuantitas dan Program penataan dan penyempurnaan Penyusunan PKPT dan Koordinasi -Penyusunan naskah akademik Surat Menko Ekuin Bawasda 78.384.811 APBK -
Kualitas aparatur kebijakan sistem dan prosedur pengawasan dengan PKPT APIP yang lain kebijakan sistem dan prosuder dan Wasbang No
pemeriksa pengawasan 08/N.Akuin/1998

B. Lintas SKPD - - - - - - -
C. Kewilayahan - - - - - - -
TABEL 5.1 MATRIK PROGRAM LIMA TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota :Sabang
Nama SKPD :Badan Kepegawaian Daerah
Renstra SKPD Periode :2007-2012
Fungsi :Menyelengaraan pengelolaan manajemen Kepegawaian Daerah sesuai keputusan Prisiden Indonesia Nomor 159 Tahun 2000 dan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2001
Sub Fungsi 1. Penyiapan penyusunan Peraturan Daerahdi bidang Kepegawaian sesuai dengan norma, standar dan prosedur yang telah ditetapkan Pemerintah
2. Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian Daerah
3. Penyiapan Kebijakan Teknis Pengembangan Kepegawaian Daerah
4. Penyiapan dan Pelaksanaan pengangkatan, kenaikan pangkat, Pemindahan dan Pemberhatian Pegawai Negeri Sipil Daerah dengan norma standar dan Prosedur
yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan
5. Pelayanan Administrasi Kepegawaian dalam pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktur atau fungsional sesuai dengan norma,
standar dan prosedur yang ditetapkan dalam perundang-undangan
6. Penyiapan dan Penetapan pensiunan pegawai
7. Penetapan gaji, tunjangan dan kesejahteraan pegawai sesuai dengan norma, standar dan prosedur yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan
8. Penyelengaraan administrasi pegawai negeri sipil
9. Pengelolaan sistem informasi kepegawaian daerah
10. Penyampaian informasi kepegawaian Daerah kepada Badan Kepagawaian Negara

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan


No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 Meningkatkan kapasitas Peningkatan Sarana dan Kesejahteraan dan Kinerja - Pengadaan peralatan gedung ktr 825.000.000 APBK
kelembagaan BKD Kota Sabang Prasarana Aparatur Pegawai meningkat - Pengadaan Moubiler 660.000.000 APBK
melalui peningkatan sarana dan - Rehabilitasi Gedung Kantor 1.020.000.000 APBK
prasarana kerja

2 Meningkatkan pembinaan PNS Pengadaan Kapasitas sumber Meningkatkan Kualitas dan - Diklat Prajabatan bagi calon PNS 812.700.000 APBK
melalui perbaikan kepasitas daya aparatur Kompetensi Pegawai - Diklat Struktural bagi PNS 6.500.000.000 APBK
pengelolaan kepegawaian - Diklat Teknis tugas dan fungsi bagi 487.500.000 APBK
pengembangan jabatan struktural PNS
Fungsional dan Kesejahteraan - Diklat Fungsional Bagi PNS 487.500.000 APBK
Pegawai

Badan Kepegawaian Daerah Kota Sa


3 Meningkatkan perencanaan dan Program pembinaan dan pengem Terlaksana pembinaan dan - Penyusunan rencana pembinaan 1.388.700.000 APBK
pengembangan mutu SDM bangan aparatur Pengembangan karir bagi PNS karir PNS
aparatur daerah melalui - Seleksi penerimaan calon PNS 198.000.000 APBK
Koordinasi dan Singkronisasi - Penempatan PNS 412.500.000 APBK
kegiatan dengan instansi - Penataan sistem administrasi 257.400.000 APBK
terkait kenaikan pangkat
- Pengembangan sistem informasi 495.000.000 APBK
Kepegawaian
- Penyusunan Analisis Jabatan 412.500.000 APBK
- Seleksi dan Penetapan PNS untuk 215.100.000 APBK
tugas belajar
- Pemberinaan penghargaan bagi 2.062.500.000 APBK
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

abang
PNS yang berprestasi
- Proses penanganan Kasus kasus 594.000.000 APBK
Pelanggaran disiplin PNS
- Kajian sistem dan diklat PNS 292.500.000 APBK
- Pemberian bantuan tugas belajar 4.062.500.000 APBK
dan ikatan dinas
- Pemberian bantuan 65.000.000 APBK
penyelenggaraan Praja IPDN
- Penyelengaraan Diklat Teknis 9.750.000.000 APBK
Fungsional dan Kepemimpinan
- Pengembangan Diklat 325.000.000 APBK
- Monitoring Avaluasi dan Pelaporan 123.750.000 APBK
- Koordinasi Pengembangan Diklat 406.200.000 APBK
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
TABEL 5.1 MATRIK PROGRAM LIMA TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Sabang
Nama SKPD : Kantor KB Kota Sabang
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Kantor Keluarga Berencana
Sub Fungsi : Kantor Keluarga Berencana Kota Sabang

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan


No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 Pembangunan sarana Rehab gedung kantor Meningkatkan jumlah dan kualitas 50 APBK
sara

2 Pembangunan sarana Rehab gedung kantor Meningkatkan jumlah dan kualitas 35 APBK

Kantor Keluarga Berencana Kota Sabang


sara

3 Pembangunan sarana Rehab pagar kantor Meningkatkan jumlah dan kualitas 30 APBK
sara

4 Pembinaan dan Pengembangan Pembinaan keluarga berencana Meningkatkan akses pemerataan 51 APBK
pelayanan KB

5 Pencatatan dan Pelayanan Pendataan keluarga dan pel. Kader pengembangan dan pemantap- 80 APBK
an prog. Ketahanan keluarga

6 Pembinaan dan pengembangan Pelatihan calon linto dan dara baro Meningktakan pengetahuan 28 APBK
ttg keluarga/RT

7 Pelayanan dan Pengembangan Pengadaan alat kontrasepsi Memenuhi kebutuhan masyarakat 48 APBK

8 Penambahan sarana kantor Pengadaan mesin generator (ginset) Lancar kegiatan perkantoran 10 APBK
1.500 Watt
TABEL 5.1 MATRIK PROGRAM LIMA TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Sabang
Nama SKPD : Kantor Satuan Polisi Pramong Praja
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri
Sub Fungsi : Kantor Satuan Polisi Pramong Praja

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan


No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 Belum tersedianya sarana peningkatan keamanan dan kenyamanan Terwujudnya program operasional Meningkatnya sarana dan prasarana Satpol PP 100 APBK
sel tahanan hewan (sapi) lingkungan penertiban hewan yang berkeliaran keamanan
untuk kesehatan hewan Kegiatan : Pembangunan sel hewan

2 Belum tersedianya sarana Pembangunan jalan dan jembatan Tersedianya jalan kelokasi sel hewan Meningkatnya sarana dan prasarana Satpol PP 50 APBK
jalan ke lokasi sel Kegiatan : Pembangunan jalan dilokasi lokasi sel hewan
sel hewan

3 gedung kantor yang tidak Peningkatan sarana dan prasarana


memadai aparatur
kegiatan :a. Pembangunan gedung kantor Meningkatnya kinerja aparatur Meningkatnya sarana dan prasarana Satpol PP 3.000 APBK
aparatur

b. Pengadaan kenderaan dinas Satpol PP 340 APBK


operational truk

c. Pengadaan kenderaan dinas Satpol PP 84 APBK


operasional sepeda motor patwal
TABEL 5.1 MATRIK PROGRAM LIMA TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Sabang
Nama SKPD : Dinas Pendapatan Kotan Sabang
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan


No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Meningkatkan kualitas Program Pelayanan Administrasi DISPENDA


dan kwantitas dalam perkantoran :
pengeloaan pendapat- Penyediaan jasa surat menyurat Lancar surat menyurat DISPENDA 387.000 APBK
an Daerah Penyediaan jasa komunikasi sumber daya Tersedia air dan listrik DISPENDA 34.200.000 APBK
air dan listrik
Penyediaan jasa perlengkapan dan pera- Tersedia jasa perlengkapan & DISPENDA 10.000.000 APBK
latan kantor peralatan
Penyediaan jasa administrasi Keuangan Tersedianya jasa administrasi DISPENDA 2.125.000 APBK
keuangan
Penyediaan jasa kebersihan kantor/retri- Tersedianya jasa kebersihan DISPENDA 1.500.000 APBK
busi sampah
Penyediaan alat tulis kantor Tersedianya alat tulis kantor DISPENDA 13.944.000 APBK
Penyediaan barang cetak & penggandaan Tersedianya brg cetakan dan DISPENDA 55.500.000 APBK
penggandaan
Penyediaan komponen listrik/penerangan Tersedianya komponen listrik DISPENDA 1.765.000 APBK
bangunan gedung
Penyediaan peralatan rumah tangga/alat Tersedianya peralatan RT DISPENDA 1.253.000 APBK
kebersihan
Penyediaan bahan bacaan dan peraturan Tersedianya bahan bacaan DISPENDA 3.695.000 APBK
perundang-undangan
Penyediaan makanan dan minuman Tersedianya makan dan minum DISPENDA 24.745.400 APBK
Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi Terciptanya koordinasi dan DISPENDA 1.844.999.940 APBK
keluar/dalam daerah konsultasi
Penyediaan jasa tenaga pendukung ad- Tersedianya jasa tenaga DISPENDA 105.000.000 APBK
ministrasi teknis perkantoran pendukung

Program Peningkatan Sarana dan


Prasarana Aparatur :
Pengadaan perlengkapan gedung ktr Tersedianya perlengkapan ktr DISPENDA 31.770.000 APBK
Pengadaan peralatan gedung kantor Tersedianya peralatan ktr DISPENDA 65.925.000 APBK
Pemeliharaan rutin/berkala gedung ktr Terpeliharanya gedung kantor DISPENDA 2.000.000 APBK
Pemeliharaan rutin/berkala kenderaan Terpeliharanya kenderaan di- DISPENDA 27.185.500 APBK
dinas/operasional nas
Pemeliharaan rutin/berkala peralatan Terpeliharanya peralatan ktr DISPENDA 6.000.000 APBK
gedung kantor
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Program peningkatan disiplin


aparatur :
Pengadaan pakaian dinas beserta Tersedianya seragam dinas DISPENDA 8.050.000 APBK
perlengkapanya
Pengadaan pakaian dinas beserta Tersedianya pakaian olah raga DISPENDA 11.500.000 APBK
perlengkapanya

Program peningkatan kapasitas


sumber daya aparatur :
Pendidikan dan pelatihan aparatur Aparatur yang profesional DISPENDA 10.000.000 APBK Lembaga pendidikan
Workshop, seminar, kursus dan lokakarya SDM yang profesional DISPENDA 120.000.000 APBK Lembaga pendidikan
serta studi banding
Pelatihan komputer sistim informasi mgt Tersedianya operator kompu- DISPENDA 85.000.000 APBK Lembaga pendidikan
pendapatan daerah ter
Pelatihan kursus keuangan SDM yang profesional DISPENDA 60.000.000 APBK Lembaga pendidikan
Diklat petugas pemungut pajak Petugas pajak yg profesional DISPENDA 56.000.000 APBK Lembaga pendidikan
Diklat PPNS dan juru sita pajak Adanya juru sita pajak/PPNS DISPENDA 39.000.000 APBK Lembaga pendidikan
Pendidikan profesional petugas pemungut Petugas PBB yang profesional DISPENDA 92.000.000 APBK KP-PBB Banda Aceh
PBB dikelurahan

Program peningkatan dan pengem.


sistim pelaporan capaian kiner-
ja keuangan :
Penyusunan laporan capaian kiner Tersusunnya laporan kinerja DISPENDA 6.000.000 APBK
ja dan ikhtisar realisasi kinerja
SKPD
Penyusunan laporan keuangan Tersusunnya laporan semes- DISPENDA 2.000.000 APBK
semesteran teran
Penyusunan laporan keuangan Tersusunnya laporan keuangan DISPENDA 2.000.000 APBK
akhir tahun
Penyediaan jasa pembuatan RKA Tersusunnya RKA DISPENDA 7.012.000 APBK

Program Peningkatan dan


Pengembangan pengelolaan
keuangan daerah :
Pendataan objek PAD Terdatanya objek PAD DISPENDA 55.102.000 APBK
penyusunan rancangan peraturan Terciptanya Perda/Qanun DISPENDA 103.527.000 APBK Setda kota/dinas
daerah ttg pajak daerah dan retri
busi daerah
Intensifikasi dan ekstensifikasi Peningkatan PAD DISPENDA 79.039.000 APBK
PAD
Penyusunan sistim prosedur Terciptanya sistim Keuda DISPENDA 62.350.000 APBK
pengelolaan keuangan daerah
Bintek implementasi paket regulasi Terciptanya aparatur yang DISPENDA 84.500.000 APBK
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
ttg pengelolaan keuda profesional
Penyusunan sistim informasi keu- Terciptanya sistim informasi DISPENDA 185.000.000 APBK
angan daerah keuda

Program peningkatan dan


pengembangan pajak bumi
dan Bangunan :
Intensifikasi dan ekstensifikasi Peningkatan penerimaan PBB DISPENDA 58.005.000 APBK KP-PBB Banda Aceh
PBB
Koordinasi, konsultasi dan verifika Lancarnya Koordinasi PBB DISPENDA 244.477.403 APBK KP-PBB Banda Aceh
si data PBB
penyuluhan PBB Kesadaran masyarakat DISPENDA 746.600.000 APBK KP-PBB Banda Aceh
Pendistribusian SPPT PBB dan Lancarnya penyaluran SPPT
penagihan PBB PBB dan penagihan PBB DISPENDA 48.750.000 APBK KP-PBB Banda Aceh
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
TABEL 5.1 MATRIK PROGRAM LIMA TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Sabang
Nama SKPD : BAPPEDA Kota Sabang
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan


No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Program pelayanan administrasi peKelancaran administrasi kantor Penyediaan jasa surat-menyurat BAPPEDA 9.270.000 APBK
Penyediaan jasa komunikasi,SDA, BAPPEDA 694.410.000 APBK
listrik
Penyediaan jasa administrasi ke- BAPPEDA 11.590.000 APBK
uangan
Penyediaan jasa kebersihan ktr BAPPEDA 68.760.000 APBK
Penyediaan jasa perbaikan peralatan BAPPEDA 71.760.000 APBK
kantor
Penyediaan alat tulis kantor BAPPEDA 164.698.150 APBK
Penyediaan brg cetakan dan peng- BAPPEDA 22.450.700 APBK
gandaan
Penyediaan komponen instalasi BAPPEDA 23.826.500 APBK
listrik/penerangan bangunan ktr
Penyediaan peralatan rmh tangga BAPPEDA 558.978.654 APBK
Penyediaan bahan bacaan dan per- BAPPEDA 34.940.000 APBK
aturan perundangan
Penyediaan makan minum BAPPEDA 481.245.000 APBK
Rapat-rapat koordinasi dan BAPPEDA 993.418.800 APBK
konsultasi ke luar daerah
Penyediaan tenaga jasa pendukung BAPPEDA 925.870.000 APBK
administrasi teknis perkantoran

Program peningkatan sarana dan pTersedianya sarana prasarana Pemeliharaan rutin/berkala gedung BAPPEDA 37.225.000 APBK
aparatur aparatur kantor
Pemeliharaan rutin/ berkala kenda- BAPPEDA 187.165.650 APBK
raan dinas/operasional

Program peningkatan disiplin aparaTercapainya kerapian dan kedisip- Pengadaan pakaian dinas beserta BAPPEDA 102.612.300 APBK
linan pegawai perlengkapannya

BAPPEDA 115.760.000 APBK


Program peningkatan kapasitas suTerlaksananya pendidikan dan pe- Pendidikan dan pelatihan formal BAPPEDA 115.760.000 APBK
daya aparatur latihan karyawan
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Program peningkatan sistem pelapTersedianya laporan capaian Penyusunan laporan capaian kinerja BAPPEDA 46.310.000 APBK
capaian kinerja dan keuangan kinerja dan keuangan dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD
Penyediaan jasa pembuatan RKA BAPPEDA 598.174.000 APBK

Program pengembangan data dan Tersedianya data pembangunan Penyusunan dan pengumpulan data BAPPEDA 478.556.852 APBK
kota sabang informasi kebutuhan penyusunan
dokumen perencanaan
Penyusunan profil daerah BAPPEDA 600.000.000 APBK

Penyusunan data base pembangun- BAPPEDA 457.882.500 APBK


an

Penelitian BAPPEDA 518.933.500 APBK

Program perencanaan pembangunTerlaksananya sistem perencana Penetapan RPJPD BAPPEDA 84.152.000 APBK
an pembangunan daerah Penyelenggaraan musrenbang dan BAPPEDA 137.835.350 APBK
penetapan RPJMD
Penyusunan musrenbang RKPD, BAPPEDA 985.053.400 APBK
Monitoring,evaluasi,pengendalian BAPPEDA 315.195.000 APBK
dan pelaporan pelaksanaan pem-
bangunan daerah
Penyusunan kebijakan umum ang- BAPPEDA 605.948.861 APBK
garan
Pendampingan perencanaan dan BAPPEDA 534.920.200 APBK
monitoring kegiatan rehab/rekon
sarana perumahan,pendidikan dan
kesehatan oleh NGO
Pembahasan RKA SKPD BAPPEDA 1.143.806.000 APBK
Biaya operasional pendamping BAPPEDA 1.473.635.200 APBK
P2KP Kota Sabang
Koordinasi pelaksanaan DAK 2007 BAPPEDA 400.416.800 APBK
Penyediaan website Bappeda Kota BAPPEDA 56.500.000 APBK
Sabang

Program perencanaan pembangunTerkoordinasinya program pem- Koordinasi perencanaan pemba- BAPPEDA 499.328.700 APBK
nomi bangunan bidang ekonomi ngunan bidang ekonomi
Pendampingan perencanaan penge- BAPPEDA 168.481.800 APBK
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
lolaan pengembangan pesisir dan
pengembangan ekonomi lokal
Penyusunan perencanaan pe- BAPPEDA 100.000.000 APBK
ngembangan ekonomi masyarakat
Penyusunan indikator dan pemeta- BAPPEDA 115.000.000 APBK
an daerah rawan pangan APBK
Penyusunan Master Plan Pemba- BAPPEDA 200.000.000 APBK
ngunan Ekonomi Daerah
Penyusunan Tabel Input Output Daerah BAPPEDA 200.000.000 APBK
Penyusunan Master Plan Penang- BAPPEDA 250.000.000 APBK
gulangan Kemiskinan

Program perencanaan pembangunTerkoordinasinya program pem- Koordinasi perencaan pembangun- BAPPEDA 560.219.640 APBK
budaya bangunan bidang sosbud an bidang sosbud

Program perencanaan prasarana wInformasi perencanaan bidang Koordinasi pelaksanaan rehabilitasi BAPPEDA 580.509.380 APBK
SDA prasarana wilayah dan rekonstruksi paska bencana
alam di kota sabang
Koordinasi perencanaan bidang BAPPEDA 914.141.600 APBK
fisik dan prasarana

Koordinasi Penyusunan Profil BAPPEDA 1.250.000.000 APBK


Program Perencanaan Pembangunan Daerah Rawan bencana
Daerah Rawan Bencana Penyusunan Sistem Informasi BAPPEDA 525.000.000 APBK
Profil Daerah
Penyusunan Informasi Perkem- BAPPEDA 457.882.500 APBK
bangan Pembangunan Kota
Sabang

Penetapan Kebijakan Tentang BAPPEDA 300.000.000 APBK


Program Perencanaan Rencana Detail Tata Ruang Kota
Tata Ruang RDTRK
Penyusunan Rencana Detail Tata BAPPEDA 130.000.000 APBK
Ruang kawasan (Kec Sukajaya)
Sosialisasi peraturan perundang- BAPPEDA 100.000.000 APBK
undangan tentang Rencana Tata Ruang
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Program Peningkatan Penyusunan data sumber daya alam BAPPEDA 450.000.000 APBK
Kualitas dan Akses dan neraca sumber daya hutan
Informasi SDA dan (NSDH) nasional & daerah
Lingkungan Hidup Inventarisasi Sumber Daya Alam BAPPEDA 410.000.000 APBK

Pembuatan Neraca Sumber Daya BAPPEDA 330.000.000 APBK


Alam Kota Sabang

Program Penanggulangan Menurunkan Angka Kemiskinan dari 18 % Penanggulangan Kemiskinan Sekretariat TKPKD 0 APBD
Kemiskinan menjadi 10 %

Program Pemberantasan Sosialisasi Inpres No. 5 Thn 2004 BAPPEDA 100.000.000 APBD
Korupsi
Pelaksanaan Rencana Aksi Daerah BAPPEDA - APBD
Pemberantasan Korupsi(RAD PK)
TABEL 5.1 MATRIK PROGRAM LIMA TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Sabang
Nama SKPD : Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Sabang
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan


No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Program Administrasi Kelancaran proses ADM kantor Penyediaan jasa surat menyurat DISTANHUT 7.447.440 APBK
Kelancaran administrasi kantor Penyediaan jasa komunikasi,sumber DISTANHUT 202.570.368 APBK
daya air dan listrik
Kelancaran pelayanan pertanian dan kehutanan Penyediaan jasa kebersihan kantor DISTANHUT 31.691.340 APBK
Kelancaran pelayanan pertanian dan kehutanan Penyediaan alat tulis kantor DISTANHUT 125.146.782 APBK
Kelancaran pelayanan pertanian dan kehutanan Penyediaan barang cetakan dan DISTANHUT 24.427.603 APBK
penggandaan
Kelancaran pelayanan karyawan Penyediaan komponen instalasi lis- DISTANHUT 22.987.765 APBK
trik/penerangan bangunan kantor
Tersedianya sarana komputer, AC Penyediaan peralatan dan perleng- DISTANHUT 292.436.144 APBK
dan mesin penjilid kapan kantor
Menambah pengetahuan karyawan Penyediaan bahan bacaan dan per- DISTANHUT 37.654.257 APBK
undang-undangan
Kelancaran pelayanan pertanian dan kehutanan Penyediaan makanan dan minuman DISTANHUT 702.591.490 APBK
Terlaksananya koordinasi dan konsultasi Rapat-rapat koordinasi dan konsul- DISTANHUT 1.484.423.741 APBK
tasi ke luar daerah
Tersedianya tenaga pendukung Penyediaan jasa tenaga pendukung DISTANHUT 3.294.747.456 APBK
admnistrasi teknis administrasi teknis perkantoran

Program Peningkatan Sarana dan Kelancaran pelaksanaan pekerjaan karyawan Pemeliharaan rutin kendaraan dinas DISTANHUT 722.054.133 APBK
Prasaranan Aparatur Kelancaran pelaksanaan pekerjaan karyawan Pemeliharaan rutin peralatan gedung DISTANHUT 33.761.728 APBK
kantor

Program Peningkatan Disiplin Peningkatan disiplin karyawan Pengadaan pakaian dinas beserta DISTANHUT 288.464.176 APBK
Aparatur perlengkapannya

Program Peningkatan Kapasitas Pendidikan dan pelatihan karyawan Pendidikan dan pelatihan formal DISTANHUT 148.948.800 APBK
Sumber Daya Aparatur

Program Peningkatan Pengemba- Tersedianya data yang akurat Penyusunan laporan capaian kinerja DISTANHUT 754.673.920 APBK
ngan sistem Pelaoran Capaian dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD
Kinerja dan Keuangan Tersedianya profil pertanian dan Penyusunan profil pertanian dan DISTANHUT 109.061.304 APBK
kehutanan kehutanan
Kelancaran pelaksanaan pengelolaan Koordinasi,pembinaan,evaluasi dan DISTANHUT 79.349.991 APBK
keuangan,data dan laporan kegiatan monitoring kegiatan proyek pemba-
Distanhut ngunan Distanhut
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Program Peningkatan Kesejahte- Peningkatan produksi,pendapatan Peningkatan kemampuan lembaga DISTANHUT 484.405.329 APBK
raan Petani dan kesejahteraan petani petani

Program Peningkatan Ketahanan Tersedianya peta rawan pangan Penyusunan peta rawan pangan DISTANHUT 192.213.461 APBK
Pangan dan keamanan pangan
Peningkatan penganekaragaman ke- Pemanfaatan pekarangan untuk DISTANHUT 345.119.335 APBK
butuhan pangan pengembangan pangan APBK
Memberdayakan penyuluh dan lem- Pemberdayaan penyuluh dan lemba- DISTANHUT 1.339.488.000 APBK
baga penyuluh pertanian ga penyuluh pertanian
Peningkatan profesionalisme petani Peningkatan pengetahuan petani DISTANHUT 1.860.400.000 APBK
dan penyuluh dan penyuluh melalui kunjungan ker-
ja ke daerah pertanian maju
Terlaksananya usaha tani tanaman pala- Pembinaan tanaman palawija dan DISTANHUT 1.443.090.449 APBK
wija dan hortikultura hortikultura
Peningkatan produksi dan produkti- Penyediaan sarana produksi perta- DISTANHUT 18.561.768.920 APBK
fitas tanaman hortikultura nian
Terbentuknya sentra produksi hortikultura Pengembangan bibit unggul pertanian DISTANHUT 23.359.182.400 APBN
Meningkatnya produksi dan produktifitas Pengembangan intensifikasi tanaman DISTANHUT 2.225.968.600 APBN
serta mutu produk hortikultura padi 25 ha
Tersedianya hand traktor sebanyak Pengadaan sarana dan prasarana DISTANHUT 400.000.000 APBN
5 unit teknologi pertanian (hand traktor)
Tersedianya benih dan bibit hortikultura Pengembangan agribisnis hortikultura DISTANHUT 1.861.959.299
Tersedianya benih dan bibit hortikultura Penangkaran bibit tanaman pangan DISTANHUT 5.192.553.766 APBK
Tersedianya benih dan bibit hortikultura Sarana dan prasarana kelembagaan DISTANHUT 8.194.914.728 APBK
pembenihan/pembibitan hortikultura
(pisang barangan) DAK
Tersedianya benih dan bibit hortikultura Sarana dan prasarana kelembagaan DISTANHUT 3.896.649.557 APBK
perbenihan/pembibitan hortikultura
(cengkeh)DAK

Program Peningkatan Pemasaran Terciptanyan kondisi hutan yang aman Pengamanan dan penyuluhan kehu- DISTANHUT 629.899.510 APBK
Hasil Produksi Pertanian/Perke - serta meningkatkan kesadaran masyarakat tanan
bunan Terciptanya kondisi hutan taman Operasional pengamanan hutan DISTANHUT 198.598.400 APBK
wisata alam yang aman taman wisata alam Iboih

Program Perlindungan dan Kon- Keamanan hutan dan kawasan hutan Pencegahan dan pengendalian keba- DISTANHUT 223.248.000 APBK
servasi Sumber Daya Hutan karan hutan dan lahan
Keamanan hutan dan perlindungan Pemeliharaan batas kawasan hutan DISTANHUT 372.080.000 APBK
hasil hutan dari gangguan (10 km)

Program Rehabilitasi Hutan dan Tertanamnya lahan kritis seluas 50 Ha Penanaman lahan kritis 50 Ha DISTANHUT 1.116.240.000 APBK
Lahan Kritis Tertanamnya tanaman pelindung kanan Pembuatan tanaman pelindung kanan DISTANHUT 818.576.000 APBK
kiri jalan sepanjang 4 Km kiri jalan
Terbangunnya dam penahan erosi Pembuatan bangunan konservasi DISTANHUT 558.120.000 APBK
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
sebanyak 3 unit tanah (Dam penahan)

Program Peningkatan Produksi Tersedianya pemanfaatan lahan Penyediaan sarana produksi Perta- DISTANHUT 1.853.702.571 APBK
Pertanian/Perkebunan tidur nian/perkebunan

Tersedianyasarana dan prasarana Sarana dan prasarana (DAK) DISTANHUT 1.157.093.858 APBN
Terlaksananya pengendalian hama kelapa Pemulihan tanaman perkebunan DISTANHUT 948.328.213 APBK
Tersedianya sentra bibit unggul Pengadaan bibit unggul perkebunan DISTANHUT 95.502.100 APBK
Terwjudnyapelaksanaan kegiatan DAK Pembinaan kegiatan dana pendamping DISTANHUT 2.270.243.649 APBN
Dana Alokasi Khusus

Program Pencegahan dan Meningkatkan produksi dan produk- Pemeliharaan kesehatan dan pence- DISTANHUT 1.208.952.865 APBK
Penanggulangan Penyakit Ternak tifitas ternak gahan penyakit menular ternak
Masyarakat sehat dan meningkatnya pendapataPengendalian anjing liar DISTANHUT 230.572.742 APBK
Peningkatan pelayanan kepada masyarakat Pencegahan dan penanggulangan DISTANHUT 770.585.122 APBK
penyakit flu burung
Peningkatan pendapatan dan produksi Pembinaan pasca panen,pengolahan DISTANHUT 481.843.600 APBK
hasil ternak serta pelayanan masyarakat dan pemasaran hasil peternakan

Pengembangan Agribisnis Peningkatan hasil produksi dan Pengembangan agrobisnis peter - DISTANHUT 1.608.339.212 APBK
Peternakan produktifitas ternak nakan
Tersedianya bibit HMT seluas 2 Ha Pembinaan dan pemanfaatan lahan DISTANHUT 619.513.200 APBK
dan terawatnya kebun percontohan kebun demplot peternakan Bango
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
TABEL 5.1 MATRIK PROGRAM LIMA TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Sabang
Nama SKPD : Kecamatan Sukakarya Sabang
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan


No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Program Pelayanan Administra- Kelancaran proses ADM kantor Penyediaan jasa surat menyurat Kec. Sukakarya 14.999.145 APBK
si perkantoran Penyediaan jasa komunikasi, sumber Kec. Sukakarya 1.064.754.180 APBK
daya air dan listrik
Penyediaan jasa kebersihan kantor Kec. Sukakarya 11.573.415 APBK
Penyediaan alat tulis kantor Kec. Sukakarya 754.136.838 APBK
Penyediaan barang cetakan dan Kec. Sukakarya 378.142.446 APBK
penggandaan
Penyediaan komponen instalasi lis- Kec. Sukakarya 61.940.917 APBK
trik/penerangan bangunan kantor
Penyediaan peralatan dan perleng- Kec. Sukakarya 328.993.610 APBK
kapan kantor
Penyediaan peralatan rumah tangga Kec. Sukakarya 83.251.437 APBK
Penyediaan bahan bacaan dan per- Kec. Sukakarya 25.924.450 APBK
undang-undangan
Penyediaan makanan dan minuman Kec. Sukakarya 549.158.542 APBK
Rapat-rapat koordinasi dan konsul- Kec. Sukakarya 872.345.042 APBK
tasi
Penyediaan jasa pendukung adminis- Kec. Sukakarya 2.907.241.848 APBK
trasi/teknis perkantoran

Program Peningkatan Sarana Terpeliharanya sarana prasarana Pemeliharaan rutin rumah jabatan Kec. Sukakarya 26.657.433 APBK
Prasarana Aparatur aparatur Pemeliharaan rutin gedung kantor Kec. Sukakarya 26.811.745 APBK
Pemeliharaan rutin mobil jabatan Kec. Sukakarya 163.586.363 APBK
Pemeliharaan rutin kendaraan dinas Kec. Sukakarya 262.580.465 APBK
Pemeliharaan rutin peralatan gedung Kec. Sukakarya 23.146.830 APBK
kantor

Program Peningkatan Disiplin Meningkatnya disiplin aparatur Pengadaan pakaian dinas dan per- Kec. Sukakarya 186.331.982 APBK
Aparatur lengkapannya

Program Peningkatan Pelayanan Terciptanya sistem pelayanan Musrenbang tingkat kecamatan dan Kec. Sukakarya 322.803.377 APBK
Umum Pemerintahan Kecamatan masyarakat yang baik,tepat sasa- kelurahan
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

ran dan mampu menampung inspi- Pembinaan kecamatan, kemukiman, Kec. Sukakarya 4.664.394.869 APBK
rasi masyarakat dan kelurahan
Pembinaan kegaitan keagamaan Kec. Sukakarya 6.384.397.229 APBK
Penyusunan buku Kecamatan Dalam Kec. Sukakarya 83.855.564 APBK
Angka
Monitoring ke tiap-tiap kelurahan Kec. Sukakarya 111.293.816 APBK

Program peningkatan kapasitas Tersedianya sumber daya aparatur Pendidikan dan pelatihan formal Kec. Sukakarya 60.951.000 APBK
Sumber Daya Aparatur yang menpunyai kompetensi yang
tinggi

Program peningkatan Pengemba- Tersedianya sistem pelaporan yang Penyusunan laporan capaian kinerja Kec. Sukakarya 15.262.750 APBK
ngan Sistem Pelaporan Capaian baik sesuai dengan standar akun- dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD
Kinerja dan Keuangan tansi pemerintahan Penyusunan laporan keuangan Kec. Sukakarya 12.210.500 APBK
semesteran
Penyusunan pelaporan prognosis Kec. Sukakarya 12.210.500 APBK
realisasi anggaran
Penyusunan pelaporan keuangan Kec. Sukakarya 23.780.400 APBK
akhir tahun

Dana Pendamping P2KP Terlaksananya program P2KP yang Kec. Sukakarya 294.876.726 APBK
tepat sasaran sesuai dengan tar-
get kegiatan

Pemetaan Wilayah Kecamatan Tersedainya data pemetaan wila- Kec. Sukakarya 0 APBK
yah yang akurat
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
TABEL 5.1 MATRIK PROGRAM LIMA TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Sabang
Nama SKPD : Kantor INFOKOM dan PDE Sabang
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan


No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
A.SKPD INFOKOM

1 Pembangunan Sarana I. Program pelayanan administrasi Terlaksananya pelayanan Kantor Infokom 150.000.000 APBK Kota Sabang
informasi dan komunikasi perkantoran administrasi perkantoran

2 Pembinaan dan pelayanan


informasi dan komunikasi
II. Program peningkatan sarana dan tersedianya sarana dan prasarana Kantor Infokom 73.000.000 APBK Kota Sabang
3 Pengembangan manajemen prasarana aparatur aparatur yang memadai
sistem informasi

4 Pembangunan telematika III. Program peningkatan disiplin aparatur Terwujudnya peningkatan disiplin Kantor Infokom 8.000.000 APBK Kota Sabang
dan pendayagunaaan aparatur
Sistem informasi

5 Peningkatan hubungan IV. Program peningkatan kapasitas Terwujudnya penigkatan kapasitas Kantor Infokom 7.500.000 APBK Kota Sabang
masyarakat sumber daya aparatur sumber daya aparatur

6 Pengembangan media V. Program peningkatan pengembangan Terwujudnya peningkatan Kantor Infokom 6.000.000 APBK Kota Sabang
cetak dan media modern sistem pelaporan capaian kinerja dan pengembangan sistem pelaporan
keuangan capaian kinerja dan keuangan

7 Penyediaan Data dan VI. Program pengembangan komunikasi, Terwujudnya pengembangan Kantor Infokom 112.000.000 APBK Kota Sabang
informasi yang relevan, informasi dan media masa komunikasi, informasi dan
aktual, akurat dan media massa
dipertanggungjawabkan
VII. Progam fasilitas peningkatan SDM Terwujudnya fasilitas peningkatan Kantor Infokom 112.000.000 APBK Kota Sabang
bidang komunikasi dan informasi SDM di bidang komunikasi dan
Informasi

VIII. Program kerja sama informasi terwujudnya kerja sama informasi Kantor Infokom 385.000.000 APBK Kota Sabang
dengan media masa dengan mes massa

IX. Program pengembangan komunikasi, Terwujudnya pengembangan Kantor Infokom 960.000.000 APBK Kota Sabang
informasi dan media massa informasi yang memadai
TABEL 5.1 MATRIK PROGRAM LIMA TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Sabang
Nama SKPD : Kantor Disnaker Kota Sabang
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan


No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 Menigkatan kinerja Pelayanan Administrasi Perkantoran Tersedianya Pelayanan Administrasi Per Mendagri Disnaker 781.096.001 APBK
pelaksanaan Perkantoran Permendagri
administrasi perkantoran No.13/2006

2 Pengembangan Sarana Peningkatan Sarana dan Prasarana Kelancaran Pelayanan Disnaker 201.448.075 APBK
dan Prasarana Ketenagakerjaan, Kependudukan
dan Catatan Sipil

Penigkatan Disiplin Aparatur Tersedianya Pakaian Dinas Pengadaan Pakaian Dinas Lengkap Disnaker 28.183.925 APBK

3 Memberikan kesempatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya tercapainya peningkatan Sumber Mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Disnaker 24.157.650 APBK
kepada pegawai untuk Aparatur daya manusia aparatur yang Pegawai
mengikuti pendidikan dan profesional
pelatihan

4 Memberikan laporan sesuai Peningkatan Pengembangan Sistem Tersedianya LAKIP Penyusunan Laporan Capaian Kinerja Kep.Kepala LAN Disnaker 13.656.060 APBK
peraturan dan ketentuan Pelaporan dan Capaian Kinerja dan dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD No.293/IX/6/8/2003
yang berlaku Keuangan

5 Meningkatkan kinerja Penataan Administrasi Kependudukan Tersedianya Administrasi Implementasi Sistem Administrasi Per Mendagri Disnaker 219.615.000 APBK
pelaksanaan administrasi Kependudukan sesuia dengan Kependudukan No.28/2006
kependudukan standar SIAK Ofline

Pemantapan kinerja operator siak Ofline Terciptanya tenaga yang terampil Pelatihan tenaga pengelola SIAK ofline Disnaker 102.483.000 APBK
untuk operator SIAK Ofline

Peningkatan administrasi kependudukan Tersedianya data base administrasi Pembentukan dan penataan sistem Disnaker 43.923.000 APBK
standar nasional Kependudukan dam Capil dengan baikkoneksi (inter phase tahap awal) NIK

Peningkatan peran serta masyarakat di Terbinanya komunikasi antara Sosialisasi Kebijakan Kependudukan Disnaker 14.641.000 APBK
bidang kependudukan masyarakat dengan aparatur dinas pada aparatur kecamata dan kelurahan
terkait serta masyarakat
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Pengembangan sistem informasi Masyarakat dapat mengakses Menyediakan informasi yang dapat Disnaker 38.066.000 APBK
informasi kependudukan dan catatan diakses oleh masyarakat
sipil melalui internet

Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan terlaksanaya Pelayanan yang baik Melaksanakan Monitoring, Evaluasi Permendagri No. Disnaker 14.641.000 APBK
dan objektif kepada masyarakat dan menyusun Pelaoran 13/2006

6 Mengoptimalkan pembinaan Peningkatan Kualitas dan Produktifitas Tersedianya sarana pelatihan pada Peningkatan Pembangunan Work Shop SK Walikota Sabang Disnaker 1.610.510.000 APBK
lembaga sarana dan Tenaga Kerja BLK Maritim BLK Maritim No.702/2003
mengembangan sistem
pendanaan pelatihan kerja
guna meningkatkan daya
saing tenaga kerja
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
TABEL 5.1 MATRIK PROGRAM LIMA TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Sabang
Nama SKPD : Kantor DKPPK Kota Sabang
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan


No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Meningkatkan SDM personil Pelayanan Administrasi Perkantoran Terciptanya Kelancaran Operasional Penyediaan jasa surat menyurat Perda Kota Sabang DKPPK 3.050.000 APBK Kota Sabang
DKPPK untuk menunjukkkan dan peningkatan pelayanan kepada Penyediaan jasa komunikasi, sumber No.4 Thn 2001 DKPPK 824.640.000 APBK Kota Sabang
kepada publik bahwa masyarakat daya air dan listrik
instansi ini memang Penyediaan jasa pemeliharaan dan DKPPK 22.630.000 APBK Kota Sabang
diperlukan dan memberikan Perizinan kendaraan dinas / operasional
manfaat konkrit bagi Penyediaan jasa kebersihan kantor DKPPK 296.920.000 APBK Kota Sabang
masyarakat Penyediaan alat tulis kantor DKPPK 117.260.000 APBK Kota Sabang
Penyediaan barang cetakan dan DKPPK 65.840.000 APBK Kota Sabang
penggandaan
Penyediaan komponen instalasi listrik/ DKPPK 3.489.550.000 APBK Kota Sabang
penerangan bangunan kantor
Penyediaan peralatan dan perlengkapan DKPPK 1.374.200.000 APBK Kota Sabang
kantor
Penyediaan bahan bacaan dan peraturan DKPPK 28.180.000 APBK Kota Sabang
perundang-undangan
Penyediaan makanan dan minuman DKPPK 249.980.000 APBK Kota Sabang
Rapat - rapat koordinasi dan konsultasi DKPPK 1.016.710.000 APBK Kota Sabang
keluar daerah
Penyediaan jasa pendukung administrasi DKPPK 2.892.000.000 APBK Kota Sabang
/ teknis perkantoran

Peningkatan Sarana dan Prasarana Pemeliharaan rutin / berkala kendaraan Perda Kota Sabang DKPPK 8.419.370.000 APBK Kota Sabang
dinas / operasional No.4 Thn 2001
Pemeliharaan rutin / berkala peralatan DKPPK 44.010.000 APBK Kota Sabang
gedung kantor
Pemeliharaan rutin / berkala Peralatan DKPPK 701.840.000.000 APBK Kota Sabang
Kerja
Rehabilitasi sedang / berat rumah gedung DKPPK 86.530.000 APBK Kota Sabang
kantor
Rehabilitasi Pasar DKPPK 318.530.000 APBK Kota Sabang

Peningkatan Disiplin Aparatur Pengadaan pakaian dinas beserta Perda Kota Sabang DKPPK 458.140.000
perlengkapannya No.4 Thn 2001
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Peningkatan kapasitas sumber daya Pendidikan dan pelatihan formal Perda Kota Sabang DKPPK 131.480.000 APBK Kota Sabang
aparatur No.4 Thn 2001

Menciptakan Kota Sabang Pengembangan kinerja pengelolaan Terciptanya lingkungan yang Penyediaan Sarana dan Prasarana Perda Kota Sabang DKPPK 1.968.900.000 APBK Kota Sabang
yang "BERSINAR" persampahan bersih persampahan No.4 Thn 2001
(Bersih, Indah, Nyaman, Peningkatan operasi dan pemeliharaan DKPPK 1.862.500.000 APBK Kota Sabang
Aman, dan Ramah) dimasa prasarana dan sarana persampahan
yang akan datang Penyusunan kebijakan manajemen DKPPK 25.000.000 APBK Kota Sabang
pengelolaan sampah
Pengembangan teknologi pengelolaan DKPPK 800.000.000 APBK Kota Sabang
sampah
Bimbingan teknik persampahan DKPPK 20.000.000 APBK Kota Sabang
Peningkatan kemampuan aparat DKPPK 55.000.000 APBK Kota Sabang
pengelolaan persampahan
Sosialisasi kebijakan pengelolaan DKPPK 22.000.000 APBK Kota Sabang
persampahan
peningkatan peran serta masyarakat DKPPK 204.000.000 APBK Kota Sabang
dalam pengelolaan persampahan
Monitoring, evaluais dan pelaporan DKPPK 5.000.000 APBK Kota Sabang

Menyediakan fasilitas dan Peningkatan Kesiagaan dan Terciptanya rasa aman dan Peningkatan Penaggulangan Bahaya Perda Kota Sabang DKPPK 5.996.550.000 APBK Kota Sabang
sarana yang memadai untuk pencegahan bahaya kebakaran terlindungnya masyarakat dari Kebakaran No.4 Thn 2001
memadai untuk memelihara bahaya kebakaran Pemeliharaan Sarana dan prasarana DKPPK 380.000.000 APBK Kota Sabang
dan menjaga kebersihan, pencegahan bahaya kebakaran
keindahan, kenyamanan, Rehabilitasi sarana dan prasarana DKPPK 235.000.000 APBK Kota Sabang
serta keselamatan pencegahan bahaya kebakaran
bangunan fisik lainnya di Kegiatan pencegahan dan pengendalian DKPPK 100.000.000 APBK Kota Sabang
Kota Sabang bahaya kebakaran
kegiatan penyuluhan pencegahan DKPPK 70.000.000 APBK Kota Sabang
bahaya kebakaran
Kegiatan pendidikan dan pelatihan DKPPK 221.000.000 APBK Kota Sabang
pertolongan dan pencegahan kebakaran

Menciptakan kelestarian Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Terciptanya lingkungan yang Pemeliharaan RTH Perda Kota Sabang DKPPK 1.049.120.000 APBK Kota Sabang
lingkungan dan menciptakan (RTH) sehat dan asri Penyusunan Kebijakan standar, prosedur No.4 Thn 2001 DKPPK 6.710.000 APBK Kota Sabang
paru - paru kota dengan & manual pengelolaan RTH
menata taman - taman kota Sosialisasi kebijakan standar, prosedur DKPPK 6.710.000 APBK Kota Sabang
dan merawat serta menanam & manual pengelolaan RTH
pohon - pohon penghijauan Penyusunan program pengembangan RTH DKPPK 14.050.000 APBK Kota Sabang
Penataan RTH DKPPK 989.820.000 APBK Kota Sabang
Pengembangan Taman rekreasi DKPPK 178.240.000 APBK Kota Sabang
Peningkatan peran serta masyarakat DKPPK 223.710.000 APBK Kota Sabang
dalam pengelolaan RTH
Monitoring dan evaluasi DKPPK 16.810.000 APBK Kota Sabang
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Penyediaan sarana dan prasarana DKPPK 5.461.300.000 APBK Kota Sabang
penunjang pemeliharaan RTH

Menciptakan Kota Sabang Pembinaan Pedagang Terciptanya pasar yang nyaman Kegiatan pemeliharaan gedung pasar Perda Kota Sabang DKPPK 2.400.000.000 APBK Kota Sabang
yang "BERSINAR" (Bersih, dan aman No.4 Thn 2001
Indah, Nyaman, Aman dan
Ramah) di masa yang akan
datang
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
TABEL 5.1 MATRIK PROGRAM LIMA TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Sabang
Nama SKPD : Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Sabang
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan


No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Peningkatan sarana dan Program peningkatan sarana prasarana UU No. 31


prasarana dalam rangka aparatur Tahun 2004
pelayanan investasi Gedung kantor 1 unit Pembangunan gedung kantor Dinas Kelautan 3.000.000.000 APBK Kota Sabang
dan perikanan
Peningkatan ketrampilan Tersedia pagar Pembuatan pagar kantor Dinas Kelautan 350.000.000 APBK Kota Sabang
dan kemampuan sumber dan perikanan
daya manusia kelautan Tempat parkir 1 unit Pembuatan tempat parkir Dinas Kelautan 150.000.000 APBK Kota Sabang
dan perikanan dan perikanan
Mushola 1 unit Pembuatan musholah Dinas Kelautan 150.000.000 APBK Kota Sabang
dan perikanan
Meubeller 10 unit Pengadaan meubeller Dinas Kelautan 175.000.000 APBK Kota Sabang
dan perikanan
Sarana mobilisasi 4 unit Pengadaan sarana mobilisasi Dinas Kelautan 270.000.000 APBK Kota Sabang
dan perikanan
Peningkatan kelembagaan Komputer 4 unit Pengadaan komputer Dinas Kelautan 145.000.000 APBK Kota Sabang
masyarakat perikanan dan perikanan
menjadi lembaga ekonomi Antena radio pengawas perikanan Pemindahan antena radio pe- Dinas Kelautan 200.000.000 APBK Kota Sabang
yang mandiri 3 unit ngawas perikanan 3 unit dan perikanan

Pengendalian dan pe- Program pemberdayaan ekonomi Terbinanya 5 kelompok penerima Dinas Kelautan
ngawasan pemanfaatan masyarakat pesisir bantuan dan perikanan
potensi sumberdaya
kelautan dan perikanan Meningkatnya kemampuan ekonomi Pembinaan kelompok ekonomi Dinas Kelautan 515.347.400 APBK Kota Sabang
masyarakat pesisir masyarakat pesisir dan perikanan

Berkembangnya usaha masyarakat Bantuan ekonomi produktif Dinas Kelautan 2.000.000.000 APBK Kota Sabang
Peningkatan produksi hasil pesisir dan perikanan
perikanan dan kelautan
Kehidupan masyarakat pesisir me- Pengembangan dan rehabilitasi Dinas Kelautan 2.000.000.000 APBK Kota Sabang
ningkat perkampungan masyarakat dan perikanan APBK
pesisir

Pembinaan mutu hasil kelautan


dan perikanan Program pemberdayaan masyarakat dlm Terbinanya masyarakat nelayan dlm Dinas Kelautan
pengawasan dan pengendalian sumber mengelola potensi SDI dan perikanan
daya kelautan
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Pelaksanaan anggaran
sesuai dgn Kepmendagri Pembentukan kelompok masya- Dinas Kelautan 75.000.000 APBK Kota Sabang
No. 13 Tahun 2006 rakat swakarsa pengamanan dan perikanan
sumberdaya kelautan

Pembinaan kelompok pengawas Dinas Kelautan 245.000.000 APBN Kota Sabang


sumberdaya ikan dan kelautan dan perikanan
250.000.000 APBN Kota Sabang
Bantuan sarana dan prasarana Dinas Kelautan
pengawas sumberdaya kelautan dan perikanan
dan perikanan

Program peningkatan kesadaran dan Potensi sumberdaya dapat Dinas Kelautan


penegakan hukum dalam pendayagunaan dipertahankan dan perikanan
sumberdaya kelautan dan perikanan

Penyuluhan hukum dan pendaya- Dinas Kelautan 165.000.000 APBK Kota Sabang
gunaan sumberdaya kelautan dan perikanan
dan perikanan
Program peningkatan mitigasibencana alam Pencegahan dini pencemaran laut
laut dan prakiraan iklim laut

kajian mitigasi bencana alam laut Dinas Kelautan 150.000.000 APBN Kota Sabang
dan prakiraan iklim laut dan perikanan

kajian parameter lingkungan laut Dinas Kelautan 150.000.000 APBN Kota Sabang
yg berbahaya terhdp sumberdaya dan perikanan
ikan dan kelautan

Program peningkatan kegiatan budaya


kelautan dan wawasan maritim kpd
masyarakat
Pemahaman budaya kelautan dan ke- Penyuluhan budaya kelautan dan Dinas Kelautan 310.000.000 APBK Kota Sabang
maritiman kemaritiman kpd anak sekolah dan perikanan APBK
Pemahaman selam pd usia dini pelatihan selam bagi anak sekolah 425.000.000 APBK Kota Sabang

Program pengembangan budidaya perikanan

berkembangnya usaha bibit ikan pengembangan bibit ikan unggul Dinas Kelautan 225.000.000 APBK Kota Sabang
unggul dan perikanan
usaha budidaya pd klmpk tani dpt pendampingan pd kelompok tani Dinas Kelautan 435.000.000 APBK Kota Sabang
berkembangdgn baik pembudidaya ikan dan perikanan
usaha perikanan air tawar dpt ber-
kembang dgn baik pendampingan dan pengembang- Dinas Kelautan 125.000.000 APBK Kota Sabang
keramba jaring apung 2 unit an perikanan air tawar dan perikanan
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

pengembangan budidaya ke- Dinas Kelautan 750.000.000 APBK Kota Sabang


ramba jaring apung dan perikanan

Program pengembangan perikanan tangkap

Tersedianya DED yg baik Detail design PPI Dinas Kelautan 900.000.000 APBN Kota Sabang
dan perikanan
Masy. Dpt memanfaatkan PPI dgn rehabilitasi PPI Dinas Kelautan 1.519.170.900 APBN Kota Sabang
baik dan perikanan
Jalan komplek PPI 1unit Pengaspalan jalan komplek PPI Dinas Kelautan 358.050.000 APBN / APBD II Kota Sabang
dan perikanan
Sarana pengolaha ikan 10 unit Pengadaan sarana pengolahan Dinas Kelautan 982.000.000 APBN Kota Sabang
ikan dan perikanan

Kapal motor 20 GT 4 unit Pengadaan kapal motor pancing Dinas Kelautan 6.265.879.900 APBN / APBD II Kota Sabang
20 GT konstruksi fibre glass dan perikanan

Kapal motor 25 GT 1 unit Pengadaan kapal ikan konstruksi Dinas Kelautan 12.357.596.500 APBN Kota Sabang
fibreglass 25 GT dan perikanan

Kapal purse seine 25 GT 1 unit Pengadaan kapal purse seine 25 Dinas Kelautan 3.000.000.000 APBK Kota Sabang
GT konstruksi kayu dan perikanan

Kapal pancing 5 GT Pengadaan kapal pancing 5 GT Dinas Kelautan 2.550.000.000 APBK Kota Sabang
dan perikanan
Kapal motor donfeng 26 PK Pengadaan kapal motor donfeng Dinas Kelautan 560.000.000 APBK Kota Sabang
26 PK dan perikanan

Motor tempel 40 PK Pengadaan motor tempel 40 PK Dinas Kelautan 125.000.000 APBK Kota Sabang
dan perikanan
Motor tempel 15 PK Pengadaan motor tempel 15 PK Dinas Kelautan 150.000.000 APBK Kota Sabang
dan perikanan
Tempat penyimpanan es (ice sto- Penyempurnaan tempat penyim- Dinas Kelautan 143.800.000 APBN Kota Sabang
rage) panan es (ice storage) dan perikanan

Kolam pelabuhan dan talud pemecah Pembuatan kolam pelabuhan Dinas Kelautan 778.225.808 APBK Kota Sabang
ombak dan talud pemecah ombak dan perikanan

Usaha klmpok nelayan perikanan Pendampingan pd kelompok Dinas Kelautan 180.000.000 APBN Kota Sabang
tangkap dpt berkembang baik nelayan perikanan tangkap dan perikanan

Usaha klmpok nelayan perikanan Pemeliharaan rutin/berkala tempat Dinas Kelautan 75.000.000 APBK Kota Sabang
tangkap dpt berkembang baik pelelangan ikan dan perikanan
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Masyarakat dpt memanfaatkan Rehabilitasi sedang/berat tempat Dinas Kelautan 500.000.000 APBN Kota Sabang
tempat pelelangan dgn baik pelelangan ikan dan perikanan

Mutu hasil perikanan dpt terbina dgn Pembinaan mutu hasil perikanan Dinas Kelautan 375.000.000 APBK Kota Sabang
baik dan perikanan

Program pengembangan sistem penyuluhan Sistem penyuluhan perikanan Dinas Kelautan


perikanan berkembang dgn baik dan perikanan
Kajian sistem penyuluhan per- Dinas Kelautan 35.000.000 APBN Kota Sabang
ikanan dan perikanan

Biaya operasional penyuluh Dinas Kelautan 225.000.000 APBK Kota Sabang


perikanan dan perikanan

Sarana kerja penyuluh perikanan Dinas Kelautan 30.000.000 APBK Kota Sabang
Biaya Demplot penyuluhan per- dan perikanan 25.000.000 APBK Kota Sabang
ikanan

Program optimalisasi pengelolaan Pemasaran produksi perikanan dpt Dinas Kelautan


dan pemasaran produksi perikanan dikelola dgn optimal dan perikanan

kajian optimalisasi pengelolaan Dinas Kelautan 60.000.000 APBK Kota Sabang


dan pemasaran produksi per- dan perikanan
ikanan

temu usaha perikanan Dinas Kelautan 400.000.000 APBK Kota Sabang


dan perikanan

pengembangan jaringan pema- Dinas Kelautan 750.000.000 APBN Kota Sabang


saran perikanan dan perikanan

informasi pasar Dinas Kelautan 200.000.000 APBK Kota Sabang


dan perikanan

Program pengembangan kawasan budidaya Dinas Kelautan


laut, air payau dan air tawar dan perikanan

kajian kawasan budidaya laut, Dinas Kelautan 125.000.000 APBK Kota Sabang
air payau dan air tawar dan perikanan
pengembangan budidaya rum- Dinas Kelautan 461.269.000 APBN Kota Sabang
put laut dan perikanan
pengembangan budidaya bio- Dinas Kelautan 350.000.000 APBK Kota Sabang
ta laut non ikan dan perikanan
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Program pengembangan Program pengembangan pulau kecil Menjaga keutuhan wilayah NKRI Dinas Kelautan
pulau-pulau kecil secara dan perikanan
terpadu dan berkelanjutan
Peningkatan sarana prasarana Dinas Kelautan 9.000.000.000 APBN Kota Sabang
pulau-pulau kecil dan perikanan

Rehabilitasi terumbu karang di Dinas Kelautan 450.000.000 APBN Kota Sabang


perairan pesisir pulau-pulau dan perikanan
kecil

Pemetaan dan tata ruang laut Dinas Kelautan


dan pulau-pulau kecil dan perikanan 1.650.000.000 APBN Kota Sabang
TABEL 5.1 MATRIK PROGRAM LIMA TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Sabang
Nama SKPD : Dinas Koperasi dan UKM Kota Sabang
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan


No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Pembinaan dan bimbingan


terhadap UKM yg berke- Program penciptaan iklim UKM yang kondusif Bertambahnya UKM yang berkualitas Penyusunan kebijakan tentang Dinas Koperasi 16.768.000.000 APBK Kota Sabang
lanjutan dan terarah secara melayani masyarakat usaha kecil dan UKM
umum
Sosialisasi kebijakan tentang Dinas Koperasi 15.397.000.000 APBK Kota Sabang
usaha kecil dan UKM

Pengembangan pengetahu
an dan wawasan dalam Program pengembangan kewirausahaan Meningkatnya kualitas UKM yang Memfasilitasi peningkatan ke- Dinas Koperasi 1.250.000.000 APBK Kota Sabang
bidang kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UKM baik dan memiliki wirausahaan mitraan usaha bagi UKM dan UKM
bagi pelaku UKM yg tinggi
Penyelenggaraan pelatihan ke- Dinas Koperasi 325.000.000 APBK Kota Sabang
wirauusahaan dan UKM

Pelatihan manajemen pengelola Dinas Koperasi 325.000.000 APBK Kota Sabang


usaha dan UKM

Tumbuhnya usaha UKM


yg baik dan mantap serta Program pengembangan sistem pendukung Bertambahnya pengelolaan UKM Sosialisasi dukungan informasi Dinas Koperasi 325.000.000 APBK Kota Sabang
mempunyai jaringan usaha usaha bagi usaha mikro kecil dan menengah yg profesional dan terampil penyediaan permodalan dan UKM
yg kuat dalam mengelola usaha
Pengembangan klaster bisnis Dinas Koperasi 2.000.000.000 APBK Kota Sabang
dan UKM
Peningkatan jaringan kerja Dinas Koperasi 325.000.000 APBK Kota Sabang
sama antar lembaga dan UKM

Bantuan permodalan bagi UKM Dinas Koperasi 6.250.000.000 APBK Kota Sabang
dan UKM
Bantuan kelompok usaha Dinas Koperasi 625.000.000 APBK
mikro (LKM) dan UKM Kota Sabang

Pembinaan dan pemberdaya


an koperasi yg profesional Program peningkatan kualitas kelembagaan Terciptanya pengelola koperasi Kordinasi pelaksanaan kebijak- Dinas Koperasi 300.000.000 APBK Kota Sabang
utk mampu memberikan koperasi yg terampil dan mampu mening- an dan program pemb. Koperasi dan UKM
kontribusi dan pelayanan katkan produktifitas dan kinerja
koperasi
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Sosialisasi prinsip-prinsip pemaham Dinas Koperasi 16.934.000.000 APBK Kota Sabang
an perkoperasian dan UKM

Peningkatan kualitas SDM Dinas Koperasi 68.564.000.000 APBK Kota Sabang


pengurus koperasi dan UKM

Pembinaan dan konsultasi ke- Dinas Koperasi 1.450.000.000 APBK Kota Sabang
lembagaan dan usaha koperasi dan UKM

Bantuan perkuatan modal Dinas Koperasi 106.000.000.000 APBK Kota Sabang


usaha dan UKM

Peningkatan kualitas kelembaga Dinas Koperasi 23.985.000.000 APBK Kota Sabang


an koperasi dan UKM

Peningkatan kesehatan koperasi Dinas Koperasi 6.275.000.000 APBK Kota Sabang


dan UKM
Lokakarya/seminar peran potensi Dinas Koperasi 16.728.000.000 APBK Kota Sabang
koperasi dlm pemberdayaan dan UKM
ekonomi rakyat

Pembinaan dan bimbingan Dinas Koperasi 10.875.000.000 APBK Kota Sabang


teknis kpd gerakan koperasi dan UKM

Penyusunan laporan keuangan Dinas Koperasi 30.170.000.000 APBK Kota Sabang


koperasi dan UKM

Pembinaan KUKM yg mampu Program pengembangan aktifitas KUKM Terciptanya sasaran pembinaan Monitoring evaluasi dan Dinas Koperasi 33.082.000.000 APBK Kota Sabang
mengelola aktifitasnya KUKM secara baik dan koordinatif pendataan KUKM dan UKM
secara profesional dan dan tersedianya data dan
memiliki data dan informasi informasi yg sesuai dgn yg Pengadaan tempat pelayanan Dinas Koperasi 300.000.000 APBK Kota Sabang
yg lengkap dan akurat dibutuhkan koperasi (TPK) dan UKM

Penguatan kelembagaan Dinas Koperasi 500.000.000 APBK Kota Sabang


koperasi dan UKM

Pembentukan koperasi Dinas Koperasi 500.000.000 APBK Kota Sabang


nelayan dan UKM
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
TABEL 5.1 MATRIK PROGRAM LIMA TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Sabang
Nama SKPD : Dinas Pendidikan Kota Sabang
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan


No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Peningkatan dan perluasan Program pelayanan administrasi Belanja pegawai Dinas Pendidikan 176.561.323.244 APBK Kota Sabang
akses pendidikan perkantoran
Penyediaan jasa surat menyurat Dinas Pendidikan 4.166.429 APBK Kota Sabang

Peningkatan mutu,relevansi dan


daya saing Penyediaan jasa komunikasi, Dinas Pendidikan 371.390.887 APBK Kota Sabang
sumber daya air dan listrik

Penyediaan jasa peralatan Dinas Pendidikan 52.466.148 APBK Kota Sabang


Peningkatan manajemen dan perlengkapan kantor
dan pelayanan pendidikan
yg transparan, akuntabel Penyediaan jasa kebersihan Dinas Pendidikan 34.891.917 APBK Kota Sabang
dan good governance kantor

Penyediaan alat tulis kantor Dinas Pendidikan 129.562.900 APBK Kota Sabang

Penyediaan barang cetakan Dinas Pendidikan 280.913.015 APBK Kota Sabang


dan penggandaan
APBK
Penyediaan komponen Dinas Pendidikan 28.834.716 APBK Kota Sabang
instalasi listrik/penerangan
bangunan kantor

Penyediaan bahan bacaan dan Dinas Pendidikan 22.220.957 APBK Kota Sabang
peraturan perundang-undangan

Penyediaan makanan dan Dinas Pendidikan 402.658.397 APBK Kota Sabang


minuman

Rapat-rapat koordinasi dan Dinas Pendidikan 829.428.075 APBK Kota Sabang


konsultasi ke dlm dan luar daerah

Penyediaan jasa tenaga Dinas Pendidikan 17.352.715.514 APBK Kota Sabang


pendukung administrasi/
teknis perkantoran
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Program peningkatan sarana dan prasarana Pembangunan gedung kantor Dinas Pendidikan 9.000.000.000 APBK Kota Sabang
aparatur
Pengadaan kendaraan dinas/ Dinas Pendidikan 255.000.000 APBK Kota Sabang
operasional

Pengadaan perlengkapan Dinas Pendidikan 2.548.658.873 APBK Kota Sabang


gedung kantor

Pengadaan peralatan gedung Dinas Pendidikan 335.000.000 APBK Kota Sabang


kantor

Pengadaan meubeller Dinas Pendidikan 65.000.000 APBK Kota Sabang

Pemeliharaan rutin/berkala Dinas Pendidikan 1.241.934.244 APBK Kota Sabang


gedung kantor

Pemeliharaan rutin/berkala Dinas Pendidikan 373.364.540 APBK Kota Sabang


kendaraan dinas/operasional

Pemeliharaan rutin/berkala Dinas Pendidikan 125.000.000 APBK Kota Sabang


perlengkapan gedung kantor

Pemeliharaan rutin/berkala Dinas Pendidikan 100.000.000 APBK Kota Sabang


peralatan gedung kantor

Pemeliharaan rutin meubeller Dinas Pendidikan 60.000.000 APBK Kota Sabang

Rehab sedang/berat gedung kantor Dinas Pendidikan 175.000.000 APBK Kota Sabang

Rehab sedang/berat kendaraan Dinas Pendidikan 150.000.000 APBK Kota Sabang


dinas/operasional

Program peningkatan disiplin aparatur Pengadaan pakaian dinas Dinas Pendidikan 1.468.242.005 APBK Kota Sabang
beserta perlengkapannya

Program peniongkatan kapasitas Pendidikan dan pelatihan Dinas Pendidikan 571.041.215 APBK Kota Sabang
sumberdaya aparatur formal

Sosialisasi peraturan per- Dinas Pendidikan 30.000.000 APBA Kota Sabang


undang-undangan

Program peningkatan pengembangan sistem Penyusunan lap. Capaian Dinas Pendidikan 30.525.500 APBK Kota Sabang
pelaporan capaian kinerja kinerja dan ikhtisar realisasi
kinerja SKPD
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Penyusunan pelaporan keuangan Dinas Pendidikan 48.840.800 APBK Kota Sabang


semesteran

Penyusunan pelaopran Dinas Pendidikan 61.051.000 APBK Kota Sabang


keuangan akhir tahun

Program pendidikan anak usia dini


Pembangunan gedung sklh Dinas Pendidikan 670.000.000 APBA Kota Sabang

Penambahan ruang kelas Dinas Pendidikan 280.000.000 APBN Kota Sabang


sekolah

Pembangunan sarana dan Dinas Pendidikan 500.000.000 APBN Kota Sabang


prasarana bermain

Pengadaan buku dan alat tulis Dinas Pendidikan 400.000.000 APBK Kota Sabang
siswa

Pengadaan pakaian seragam Dinas Pendidikan 364.562.573 APBK Kota Sabang


sekolah (TK)

Pengadaan pakaian olahraga Dinas Pendidikan 317.312.573 APBK Kota Sabang

Pengadaan alat praktik dan Dinas Pendidikan 540.000.000 APBA Kota Sabang
peraga siswa

Pengadaan meubeller sklh Dinas Pendidikan 450.000.000 APBK Kota Sabang

Pengadaan perlengkapan sekolah Dinas Pendidikan 90.000.000 APBK Kota Sabang

Pemeliharaan rutin/berkala Dinas Pendidikan 274.729.500 APBK Kota Sabang


bangunan sekolah

Pemeliharaan rutin/berkala Dinas Pendidikan 164.837.700 APBK Kota Sabang


sarana dan prasarana bermain

Pemeliharaan rutin/berkala meubeller Dinas Pendidikan 109.891.800 APBK Kota Sabang


sekolah

Pelatihan kompetensi tenaga Dinas Pendidikan 150.000.000 APBA Kota Sabang


pendidik

Pengembangan pendidikan Dinas Pendidikan 549.459.000 APBA Kota Sabang


anak usia dini
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Penyusunan kebijakan pendidikan Dinas Pendidikan 164.837.700 APBK Kota Sabang


anak usia dini

Pengembanagn kurikulum, Dinas Pendidikan 183.153.000 APBK Kota Sabang


bahan ajar dan model pembelajar-
an PAUD

Monitoring, evaluasi dan pe- Dinas Pendidikan 91.576.500 APBK Kota Sabang
laporan

Pemebebasan tanah pem- Dinas Pendidikan 650.000.000 APBK Kota Sabang


bangunan TK

Program wajib belajar pendidikan dasar Pembangunan gedung sklh


9 tahun - Pengawasan rehab gedung Dinas Pendidikan 43.000.000 APBK Kota Sabang
SD/MI (DAK 2006)
- Pengawasan pemb. RKB/ Dinas Pendidikan 11.641.256 APBK Kota Sabang
Pustaka/Lab IPA/Talud
dan pagar (dana pendidikan
tahun 2006)

Penambahan ruang kelas Dinas Pendidikan 4.120.942.500 APBK Kota Sabang

Pembangunan laboratorium Dinas Pendidikan 100.093.150 APBK Kota Sabang


dan ruang praktikum sklh

Pembangunan sarana dan Dinas Pendidikan 3.052.550.000 APBK Kota Sabang


prasarana olahraga

Pembangunan ruang ibadah Dinas Pendidikan 3.052.550.000 APBK Kota Sabang

Pembangunan perpustakaan Dinas Pendidikan 9.157.650.000 APBK Kota Sabang


sekolah

Pengadaan pakaian seragam Dinas Pendidikan 1.412.303.832 APBK Kota Sabang


sekolah {SD/MI dan SMP/MTs)

Pengadaan pakaian olahraga Dinas Pendidikan 1.229.258.832 APBK Kota Sabang


APBK
Pengadaan alat praktik dan Dinas Pendidikan 660.000.000 APBA Kota Sabang
peraga siswa

Pengadaan meubeller sklh Dinas Pendidikan 1.800.000.000 APBA Kota Sabang


Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Pengadaan perlengkapan sekolah Dinas Pendidikan 1.100.000.000 APBK Kota Sabang

Pengadaan alat rumah tangga Dinas Pendidikan 880.000.000 APBK Kota Sabang
sekolah

Pemeliharaan rutin/berkala Dinas Pendidikan 93.913.374.115 APBN Kota Sabang


bangunan sekolah(DAK-07)

Pemeliharaan rutin/berkala Dinas Pendidikan 625.000.000 APBK Kota Sabang


rumah dinas kepsek,guru,
penjaga sekolah

Pemeliharaan rutin/berkala Dinas Pendidikan 549.459.000 APBK Kota Sabang


ruang kelas sekolah

Pemeliharaan rutin/berkala Dinas Pendidikan 109.891.800 APBK Kota Sabang


perpustakaan sekolah

Pemeliharaan rutin/berkala Dinas Pendidikan 274.729.500 APBK Kota Sabang


meubeller sekolah

Pemeliharaan rutin/berkala Dinas Pendidikan 164.837.700 APBK Kota Sabang


perlengkapan sekolah

Rehab sedang/berat bangunan Dinas Pendidikan 270.000.000 APBK Kota Sabang


sekolah

Pelatihan kompetensi tenaga Dinas Pendidikan 810.000.000 APBA Kota Sabang


pendidik

Pelatihan kompetensi siswa Dinas Pendidikan 305.255.000 APBA Kota Sabang


berprestasi

Pelatihan penyusunan kurikulum Dinas Pendidikan 539.013.718 APBK Kota Sabang

Peyediaan bantuan operasi- Dinas Pendidikan 5.200.672.355 APBK Kota Sabang


onal sekolah (BOS) jenjang
TK/RA,SD/MI/SDLB dan
SMP/MTs serata pesantern
salafiah dan satuan pendidikan
non islam setara SD dan SMP

Penyediaan buku pelajaran Dinas Pendidikan 1.343.122.000 APBA Kota Sabang


untuk SD/MI dan SMP/MTs
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Penyelenggaraan Paket A setara Dinas Pendidikan 213.678.500 APBA Kota Sabang


SD

Penyelenggaraan Paket B setara Dinas Pendidikan 213.678.500 APBA Kota Sabang


SMP

Pengembangan materi belajar Dinas Pendidikan 274.729.500 APBA Kota Sabang


mengajar dan materi pem-
belajaran dgn menggunakan
teknologi informasi dan komunikasi

Penyelenggaraan akreditasi SD Dinas Pendidikan 192.890.250 APBA Kota Sabang

Monitoring, evaluasi dan Dinas Pendidikan 891.005.973 APBK Kota Sabang


pelaporan (ujian nasional)

Pengembangan SDM Dinas Pendidikan 3.727.565.503 APBK Kota Sabang


pendidikan dasar

Pembinaan minat, bakat dan Dinas Pendidikan 342.363.281 APBK Kota Sabang
kreatifitas siswa

Pengembangan SDM pendidikan Dinas Pendidikan 1.065.388.403 APBK Kota Sabang


dasar (pembinaan olahraga)

Pengembangan SDM pendidikan Dinas Pendidikan 337.955.291 APBK Kota Sabang


dasar (pembinaan gugus SD)

Program pendidikan menengah


Pembangunan gedung sklh Dinas Pendidikan 1.146.539.646 APBK Kota Sabang

Pembangunan rumah dinas kepsek, Dinas Pendidikan 1.831.530.000 APBK Kota Sabang
guru, penjaga sekolah

Penambahan ruang kelas sklh Dinas Pendidikan 1.526.275.000 APBN Kota Sabang

Pembangunan sarana dan Dinas Pendidikan 518.933.500 APBN Kota Sabang


prasarana olahraga

Pembangunan ruang ibadah Dinas Pendidikan 1.068.392.500 APBK Kota Sabang

Pengadaan buku-buku dan Dinas Pendidikan 1.221.020.000 APBK Kota Sabang


alat tulis siswa
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Pengadaan pakaian seragam Dinas Pendidikan 154.312.200 APBK Kota Sabang


sekolah

Pengadaan pakaian olahraga Dinas Pendidikan 293.044.800 APBK Kota Sabang

Pengadaan alat praktik dan Dinas Pendidikan 1.221.020.000 APBK Kota Sabang
peraga siswa

Pengadaan meubeller sklh Dinas Pendidikan 1.465.224.000 APBK Kota Sabang

Pengadaan perlengkapan sekolah Dinas Pendidikan 2.197.836.000 APBK Kota Sabang

Pengadaan alat rumah tangga Dinas Pendidikan 244.204.000 APBK Kota Sabang
sekolah

Pemeliharaan rutin/berkala Dinas Pendidikan 1.831.530.000 APBK Kota Sabang


bangunan sekolah

Pemeliharaan rutin/berkala Dinas Pendidikan 305.255.000 APBK Kota Sabang


ruang kelas sekolah

Pemeliharaan rutin/berkala Dinas Pendidikan 183.153.000 APBK Kota Sabang


ruang guru sekolah

Pemeliharaan rutin/berkala Dinas Pendidikan 146.522.400 APBK Kota Sabang


sarana dan prasarana
olahraga

Pemeliharaan rutin/berkala Dinas Pendidikan 244.204.000 APBK Kota Sabang


ruang ibadah

Pemeliharaan rutin/berkala Dinas Pendidikan 122.102.000 APBK Kota Sabang


perpustakaan sekolah

alat praktik dan peraga Dinas Pendidikan 146.522.400 APBK Kota Sabang
siswa

Pemeliharaan rutin/berkala Dinas Pendidikan 109.891.800 APBK Kota Sabang


meubeller sekolah

Pemeliharaan rutin/berkala Dinas Pendidikan 122.102.000 APBK Kota Sabang


perlengkapan sekolah
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Rehab sedang/berat bangunan Dinas Pendidikan 1.831.530.000 APBK Kota Sabang


sekolah

Pelatihan kompetensi tenaga Dinas Pendidikan 103.092.123 APBK Kota Sabang


pendidik

Pelatihan penyusunan kurikulum Dinas Pendidikan 492.051.454 APBK Kota Sabang

Penyediaan bantuan operasional Dinas Pendidikan 250.000.000 APBN Kota Sabang


manajemen mutu (BOMM)

Penyediaan beasiswa bagi Dinas Pendidikan 131.870.160 APBN Kota Sabang


keluarga tidak mampu

Penyelenggaraan Paket C setara Dinas Pendidikan 91.576.500 APBN Kota Sabang


SMU

Pembinaan kelembagaan dan Dinas Pendidikan 152.627.500 APBA Kota Sabang


manajemen sekolah dgn pe-
nerapan manajemen berbasis
sekolah (MBS)

Pengembangan metode belajar Dinas Pendidikan 213.678.500 APBK Kota Sabang


dan mengajar dgn teknologi
informasi dan komunikasi

Peningkatan kerjasama dgn Dinas Pendidikan 915.765.000 APBK Kota Sabang


dunia usaha dan dunia industri

Penyebarluasan dan sosialisasi Dinas Pendidikan 152.627.500 APBA Kota Sabang


berbagai informasi penddkn
menengah

Penyelenggaraan akreditasi Dinas Pendidikan 91.576.500 APBA Kota Sabang


sekolah menengah

Monitoring, evaluasi dan Dinas Pendidikan 529.132.676 APBK Kota Sabang


pelaporan (ujian nasional)

Pengembangan SDM Dinas Pendidikan 917.540.341 APBK Kota Sabang


pendidikan menengah
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Pembinaan olahraga bagi Dinas Pendidikan 321.765.195 APBK Kota Sabang


siswa sekolah menengah

Remedial teaching UN Dinas Pendidikan 537.845.914 APBA Kota Sabang

Program pendidikan non formal Dinas Pendidikan


Pemberdayaan tenaga pendidik 61.051.000 APBN Kota Sabang
non formal

Pemberian bantuan operasional Dinas Pendidikan 231.468.300 APBK Kota Sabang


pendidikan non formal (PAUD)

Pembinaan pendidikan kursus Dinas Pendidikan 457.882.500 APBN Kota Sabang


dan kelembagaan

Pengembangan pendidikan Dinas Pendidikan 152.627.500 APBN Kota Sabang


keaksaraan

Pengembangan pendidikan Dinas Pendidikan 405.776.398 APBK Kota Sabang


kecakapan hidup

Penyediaan sarana dan Dinas Pendidikan 915.765.000 APBK Kota Sabang


prasarana pendidikan non formal

Pengembangan kebijakan Dinas Pendidikan 152.627.500 APBN Kota Sabang


pendidikan non formal

Pengembangan kurukulum, bahan Dinas Pendidikan 152.627.500 APBN Kota Sabang


ajar dan model pembelajaran
pendidikan non formal

Publikasi dan sosialisasi pendidikan Dinas Pendidikan 71.755.173 APBK Kota Sabang
non formal

Monitoring, evaluasi dan Dinas Pendidikan 30.525.500 APBK Kota Sabang


pelaporan

Program pendidikan luar biasa


Pembangunan gedung sklh Dinas Pendidikan 4.090.417.000 APBK Kota Sabang

Penambahan ruang kelas sklh Dinas Pendidikan 1.526.275.000 APBN Kota Sabang

Pembangunan sarana dan Dinas Pendidikan 1.526.275.000 APBN Kota Sabang


Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
prasarana olahraga

Pembangunan perpustakaan Dinas Pendidikan 2.747.295.000 APBN Kota Sabang

Pengadaan buku-buku dan Dinas Pendidikan 915.765.000 APBK Kota Sabang


alat tulis siswa

Pengadaan pakaian seragam Dinas Pendidikan 293.044.800 APBK Kota Sabang


sekolah dan kelengkapannya
serta pakaian olahraga

Pengadaan alat praktik dan Dinas Pendidikan 91.576.500 APBN Kota Sabang
peraga siswa

Pengadaan meubeller sklh Dinas Pendidikan 152.627.500 APBA Kota Sabang

Pengadaan perlengkapan sekolah Dinas Pendidikan 91.576.500 APBA Kota Sabang

Pemeliharaan rutin/berkala Dinas Pendidikan 30.525.500 APBK Kota Sabang


bangunan sekolah

Pemeliharaan rutin/berkala Dinas Pendidikan 18.315.300 APBK Kota Sabang


ruang kelas sekolah

Pemeliharaan rutin/berkala Dinas Pendidikan 6.105.100 APBK Kota Sabang


sarana dan prasarana
olahraga
Dinas Pendidikan
Pemeliharaan rutin/berkala 6.105.100 APBK Kota Sabang
buku-buku ajar

alat praktik dan peraga Dinas Pendidikan 18.315.300 APBK Kota Sabang
siswa

Pemeliharaan rutin/berkala Dinas Pendidikan 18.315.300 APBK Kota Sabang


meubeller sekolah

Rehab sedang/berat Dinas Pendidikan 30.525.500 APBK Kota Sabang


asrama siswa

Pelatihan kompetensi tenaga Dinas Pendidikan 213.678.500 APBN Kota Sabang


pendidik

Pelatihan penyusunan kurikulum Dinas Pendidikan 91.576.500 APBN Kota Sabang


Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Monitoring, evaluasi dan Dinas Pendidikan 30.525.500 APBK Kota Sabang


pelaporan (ujian nasional)

Program peningkatan mutu pendidik dan


tenaga kependidikan
Pelaksanaan sertifikasi Dinas Pendidikan 396.831.500 APBN Kota Sabang
pendidik

Pelaksanaan uji kompetensi Dinas Pendidikan 274.729.500 APBN Kota Sabang


pendidik dan tenaga kepen-
didikan

Pelatihan bagi pendidik untuk Dinas Pendidikan 61.051.000 APBK Kota Sabang
memenuhi standar kompetensi

Pembinaan kelompok kerja guru Dinas Pendidikan 48.840.800 APBK Kota Sabang
(KKG)

Pendidikan lanjutan bagi pen- Dinas Pendidikan 91.576.500 APBK Kota Sabang
didik untuk memenuhi standar
kualifikasi

Pengembangan sis. Pendataan Dinas Pendidikan 587.570.706 APBK Kota Sabang


dan pemetaan pendidik dan
tenaga kependidikan (profil dan
LAKIP)

Pengembangan sis. Penghargaan Dinas Pendidikan 301.333.149 APBK Kota Sabang


dan perlindungan thd profesi
pendidik

Pengembangan sis. Perenc. Dan Dinas Pendidikan 103.729.263 APBK Kota Sabang
pengendalian progr. Profesi
pendidik dan T.K.

Program manajemen pelayanan pendidikan


Sosialisasi dan advokasi ber- Dinas Pendidikan 91.576.500 APBK Kota Sabang
bagai peraturan pemerintah
di bidang pendidikan

Pembinaan dewan pendidikan Dinas Pendidikan 61.051.000 APBK Kota Sabang

Pembinaan komite sekolah Dinas Pendidikan 549.459.000 APBK Kota Sabang


Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Penerapan sistem dan infor- Dinas Pendidikan 91.576.500 APBK Kota Sabang
masi manajemen pendidikan

Penyelenggaraan pelatihan, Dinas Pendidikan 91.576.500 APBK Kota Sabang


seminar dan lokakarya,
serta diskusi ilmiah ttg ber-
bagai isu pendidikan

Monitoring, evaluasi dan Dinas Pendidikan 125.163.227 APBK Kota Sabang


pelaporan (pengawas sekolah)
TABEL 5.1 MATRIK PROGRAM LIMA TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Sabang
Nama SKPD : BAPEDALDA Kota Sabang
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan


No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Penertiban usaha yang Pengawasan pelaksanaan kebijakan bidang Terciptanya kelancaran Penertiban usaha yang berwawasan UU gangguan BAPEDALDA #REF! APBK K. Sabang
berwawasan lingkungan Lingkungan Hidup operasional dan pening- lingkungan (Hinder Ordonantie)
katan pelayanan kepada Tahun 1926
masyarakat UU LH No. 23
Tahun 2000

Restocking ikan grasscap untuk BAPEDALDA #REF! APBK K. Sabang


mencegah sedimentasi akibat
pembusukan gulma di danau
Aneuk Laot

Pengkajian dampak lingkungan UU LH No. 23 BAPEDALDA #REF! APBK K. Sabang


Tahun 2000

Pengadaan sarana dan prasarana Pemantauan kualitas air BAPEDALDA #REF! APBK K. Sabang

Pembuatan buku status lingkungan BAPEDALDA #REF! APBK K. Sabang


hidup

Penyediaan sarana dan prasarana Pengelolaan persampahan BAPEDALDA #REF! APBK K. Sabang

Laporan periode perbulan terhadap BAPEDALDA #REF! APBK K. Sabang


volume sampah harian untuk tahun
2007

Pembuatan laporan kualitas air

Administrasi perencanaan dan BAPEDALDA #REF! APBK K. Sabang


pengawasan DAK

Pembebasan lahan konservasi BAPEDALDA #REF! APBK K. Sabang


Danau Aneuk Laot (berkelanjutan)
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Pemasangan bronjong danau Aneuk BAPEDALDA #REF! APBK K. Sabang
Laot (berkelanjutan)

Pembangunan gedung laboratorium BAPEDALDA #REF! APBK K. Sabang


(berkelanjutan)

Peningkatan SDM Laboratorium BAPEDALDA #REF! APBK K. Sabang

Sosialisasi lingkungan hidup untuk BAPEDALDA #REF! APBK K. Sabang


pelajar

Monitoring dan pengkajian lingkungan BAPEDALDA #REF! APBK K. Sabang


(UKL-UPL)

Sosialisasi pengendalian lingkungan BAPEDALDA #REF! APBK K. Sabang


di tingkat UKM Kota Sabang

Koordinasi penyusunan amdal BAPEDALDA #REF! APBK K. Sabang

Peningkatan operasional pemeliharaan BAPEDALDA #REF! APBK K. Sabang


sarana dan prasarana persampahan

Pengadaan bibit kepiting (silvo fish BAPEDALDA #REF! APBK K. Sabang


eries)

Daerah perlingdungan laut (Marine BAPEDALDA #REF! APBK K. Sabang


Protectid Area, MPA)

Area hutan lindung (Forest Protectid BAPEDALDA #REF! APBK K. Sabang


Area, FPA)

Pengadaan kamera bawah laut BAPEDALDA #REF! APBK K. Sabang

Pengadaan kerang hijau untuk BAPEDALDA 175.000.000 APBK K. Sabang


penetralisir bahan-bahan kimia aktif
yang terdapat di danau Aneuk Laot

Pengadaan leaflate BAPEDALDA 475.000.000 APBK K. Sabang

Pengadaan sarana alat proyektor


untuk kebutuhan lapangan BAPEDALDA 200.000.000 APBK K. Sabang

Penyusunan kebijakan kerjasama BAPEDALDA #REF! APBK K. Sabang


pengelolaan sampah

Koordinasi penilaian kota sehat/ BAPEDALDA #REF! APBK K. Sabang


Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
adipura

Peningkatan peran serta masyarakat BAPEDALDA #REF! APBK K. Sabang


dalam lingkungan
TABEL 5.1 MATRIK PROGRAM LIMA TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Sabang
Nama SKPD : Dinas Perhubungan Kota Sabang
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan


No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Meningkatkan SDM Dishub Program Administrasi Perkantoran Terciptanya kelancaran Penyediaan jasa surat-menyurat Perda Kota 16.500.000 APBK K. Sabang
dalam melayani dan operasional dan pening- Penyediaan jasa komunikasi,SDA & Sabang No. 4 244.200.000 APBK K. Sabang
memberikan manfaat katan pelayanan kepada listrik Tahun 2001
kepada masyarakat masyarakat Penyediaan jasa kebersihan ktr 13.500.000 APBK K. Sabang
Penyediaan jasa perbaikan peralatan 23.400.000 APBK K. Sabang
kantor
Penyediaan alat tulis kantor 124.595.240 APBK K. Sabang
Penyediaan brg cetakan dan peng- 27.765.000 APBK K. Sabang
gandaan
Penyediaan komponen instalasi 15.658.200 APBK K. Sabang
listrik/penerangan bangunan ktr
Penyediaan peralatan & perlengkapan 319.800.000 APBK K. Sabang
kantor
Penyediaan peralatan rumah tangga 15.480.000 APBK K. Sabang
Penyediaan bahan bacaan dan per- 19.620.000 APBK K. Sabang
aturan perundang-undangan
Penyediaan makanan & minuman 399.135.000 APBK K. Sabang
Rapat-rapat koordinasi dan 714.000.000 APBK K. Sabang
konsultasi ke luar daerah
Penyediaan jasa pendukung 534.120.000 APBK K. Sabang
administrasi/teknis perkantoran
Penyediaan jasa Pajak Bumi 83.116.400 APBK K. Sabang
Bangunan

Peningkatan sarana dan prasarana Pembangunan gedung kantor Perda Kota 220.500.000 APBK K. Sabang
Aparatur Pemeliharaan rutin/berkala gedung Sabang No. 4 37.088.900 APBK K. Sabang
kantor Tahun 2001
Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan 4.133.100.000 APBK K. Sabang
Dinas/Operasional

Peningkatan disiplin aparatur Pengadaan pakaian dinas beserta Perda Kota 3.849.000.000 APBK K. Sabang
kelengkapannya Sabang No. 4
Tahun 2001
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Peningkatan pengembangan sistem Penyusunan laporan capaian kinerja Perda Kota 423.420.000 APBK K. Sabang
pelaporan capaian kinerja dan dan ikhtisar realisasi SKPD Sabang No. 4
keuangan Tahun 2001

Pengembangan dan pengelolaan Perencanaan pembangunan jaringan Perda Kota 42.800.000 APBK K. Sabang
Jaringan Irigasi rawa dan jaringan air bersih/air minum Sabang No. 4
pengairan lainnya Tahun 2001

Meningkatkan pemeliharaan Pembangunan prasarana dan Tersedianya terminal Peningkatan pengelolaan terminal SK Walikota 140.449.500 APBK K. Sabang
terminal pelabuhan penyebe fasilitas perhubungan pelabuhan penyeberangan angkutan sungai, danau & penyebe- No.709
rangan Balohan melalui Balohan rangan perencanaan pembangunan Tgl.18-12-2003
penataan lapangan parkir prasarana dan fasilitas perhubungan
dan taman Pelabuhan penyeberangan Balohan
- Perbaikan tiang phonton pelabuhan 600.000.000 APBK K. Sabang
kapal cepat
- Kapal SAR (Emergency) 450.000.000 APBK K. Sabang
- Mesin genset 20000 watt 60.000.000 APBK K. Sabang
- Fiber glass 10 gandeng (1 gandeng 45.000.000 APBK K. Sabang
= 4 bangku) APBK
- Asbak Fiber glass 8.000.000 APBK K. Sabang
- Wireless 22.000.000 APBK K. Sabang
- Dapragh/fender 8 unit 54.000.000 APBK K. Sabang
- Mesin pompa air 24.000.000 APBK K. Sabang
- Mesin babat rumput 13.000.000 APBK K. Sabang
- Monitor merk Aceer Aspire 18.000.000 APBK K. Sabang
- UPS Merk ICA 301 8300 watt 18.000.000 APBK K. Sabang
- Kendaraan roda 2 (dua) unit force 60.000.000 APBK K. Sabang
raider
- Pengadaan komputer 2 (dua) unit 90.000.000 APBK K. Sabang
- Lap top 46.000.000 APBK K. Sabang
- Pelabuhan bongkar muat pasiran 1.500.000.000 APBK K. Sabang
(Sabang Hub Internasional Port)
Phase III
- Pelabuhan teluk sabang, lanjutan 1.500.000.000 APBK K. Sabang
pelabuhan PELINDO (Sabang Hub
Internasional Port) Phase II
- Container yard Teluk Sabang dan 6.000.000.000 APBK K. Sabang
Pembongkaran gedung Pelindo
- Container yard pasir 10.000.000.000 APBK K. Sabang
Pembangunan garasi mobil kendaraan 267.500.000 APBK K. Sabang
roda empat, roda dua seluas 13x5 m
Pembangunan dan peningkatan 1.045.180.000 APBK K. Sabang
sarana & prasarana perhub. Udara

Meningkatkan pemeliharaan Rehabilitasi/pemeliharaan prasara Terpeliharanya pemeliharaan Rehabilitasi/pemeliharaan terminal/ SK Walikota 1.168.005.100 APBK K. Sabang
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
pelayanan angkutan barang na dan fasilitas LLAJ pelayanan angkutan ter- pelabuhan No.709
melalu terminal dan dermaga minal dan dermaga Pembangunan kembali terminal Tgl.18-12-2003 375.000.000 APBK K. Sabang
kapal truck angkutan barang
Rehabilitasi dermaga tambat kapal/ 173.000.000 APBK K. Sabang
ADPEL Sabang

Meningkatkan pelayanan Peningkatan pelayanan angkutan Tersedianya pelayanan Peningkatan disiplin masyarakat PP No. 41 421.800.000 APBK K. Sabang
angkutan dalam rangka angkutan pengguna angkutan Tahun 1993
penegakan hukum
Pembangunan sarana dan prasara Pembebasan tanah seluas 3.000 m2 PP No. 41 450.000.000
Meningkatkan pelayanan na perhubungan Tersedianya fasilitas dan untuk pemb. Terminal Type C Tahun 1993 APBK K. Sabang
angkutan secara mudah, sarana pelayanan angkutan Pembangunan gedung terminal 800.000.000
cepat serta menjadikan type C APBK K. Sabang
halte tempat persinggahan Pembangunan halte bus 4 unit 646.385.000
sementara pelajar dan di Kota Sabang APBK K. Sabang
masyarakat Pembangunan pelabuhan mini di 750.000.000
kel. Keunekai APBK K. Sabang
Pembangunan gedung pertemuan 507.000.000
(operation room) APBK K. Sabang
Pengadaan baru kapal patroli serba 1.568.000.000
guna APBK K. Sabang

Meningkatkan penertiban Pengendalian dan pengamanan Terciptanya penertiban Pengadaan rambu-rambu lalu lintas UU No. 14 369.939.000
dan keselamatan melalui lalu lintas dan keselamatan berlalu Pengadaan marka jalan, zebra cross Tahun 1992 193.989.000 APBK K. Sabang
disiplin berlalu lintas lintas dan garis median Tentang LLAJ APBK K. Sabang
sehingga terciptanya rasa Pengadaan mesin marka 50.000.000
aman dan teratur Pengadaan pagar pengaman jalan 350.964.000 APBK K. Sabang
(guard riil) sepanjang 500 m APBK K. Sabang
Pengadaan trafic light 5 unit 1.500.000.000 APBK
Pelatihan petugas LLAJ 90.000.000 APBK K. Sabang
Pelatihan juru parkir 90.000.000 APBK K. Sabang
APBK K. Sabang
Terwujudnya pelaksanaan Peningkatan kelaikan pengoperasian Tersedianya gedung Pembangunan balai pengujian PP No. 42 800.000.000
pembangunan gedung kendaraan bermotor pengujian kendaraan kendaraan bermotor Tahun 1993 APBK K. Sabang
pengujian serta pelaksanaan bermotor dan pelaksanaan Pengadaan alat pengujian kendaraan 1.079.328.800
pengujian pengujian bermotor APBK K. Sabang
Pelaksanaan uji berkala kendaraan 165.000.000
bermotor APBK K. Sabang
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
TABEL 5.1 MATRIK PROGRAM LIMA TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Sabang
Nama SKPD : Kecamatan Sukajaya Kota Sabang
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan


No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

A.SKPD
Meningkatkan SDM Dishub Pelayanan Administrasi Terciptanya kelancaran Penyediaan jasa surat-menyurat 19.571.000 APBK Kota Sabang
dalam melayani dan Perkantoran operasional dan pening- Penyediaan jasa komunikasi,SDA & 1.353.614.000 APBK Kota Sabang
memberikan manfaat katan pelayanan kepada listrik
kepada masyarakat masyarakat Penyediaan alat tulis kantor 902.433.000 APBK Kota Sabang
Penyediaan brg cetakan dan peng- 528.684.000 APBK Kota Sabang
gandaan
Penyediaan komponen instalasi 73.914.000 APBK Kota Sabang
listrik/penerangan bangunan ktr
Penyediaan peralatan & perlengkapan 624.948.000 APBK Kota Sabang
kantor
Penyediaan peralatan rumah tangga 71.332.000 APBK Kota Sabang
Penyediaan bahan bacaan dan per- 27.270.000 APBK Kota Sabang
aturan perundang-undangan
Penyediaan makanan & minuman 704.198.000 APBK Kota Sabang
Rapat-rapat koordinasi dan 864.515.000 APBK Kota Sabang
konsultasi ke luar daerah
Penyediaan jasa pendukung 3.408.379.000 APBK Kota Sabang
administrasi/teknis perkantoran

Peningkatan sarana dan prasarana Pemeliharaan rutin/berkala rumah 19.322.000 APBK Kota Sabang
Kantor jabatan
Pemeliharaan rutin/berkala gedung 39.966.000 APBK Kota Sabang
kantor
Pemeliharaan rutin/berkala mobil 186.661.000 APBK Kota Sabang
jabatan
Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan 351.715.000 APBK Kota Sabang
Dinas/Operasional
Pemeliharaan rutin peralatan 47.070.000 APBK Kota Sabang
gedung kantor

Peningkatan disiplin aparatur Pengadaan pakaian dinas beserta 187.461.000 APBK Kota Sabang
kelengkapannya
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Peningkatan pelayanan umum Monitoring ke tiap-tiap kelurahan
pemerintahan 482.061.000 APBK Kota Sabang
Musrenbang tingkat kecamatan dan
kelurahan
432.011.000 APBK Kota Sabang
Dana Pendamping Kegiatan P2KP
4.688.675.000 APBK Kota Sabang
Pembinaan kecamatan, kemukiman
dan kelurahan
5.688.675.000 APBK Kota Sabang
Pembinaan kegiatan keagamaan

89.404.000 APBK Kota Sabang


Penyusunan buku kecamatan
dalam angka
381.172.000 APBK Kota Sabang
Mengintensifkan penanganan Pembentukan unit khusus penangan
pengaduan masyarakat an pengaduan masyarakat

B. Lintas SKPD

C. Kewilayahan
TABEL 5.1 MATRIK PROGRAM LIMA TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Sabang
Nama SKPD : Dinas Syariat Islam
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan


No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

A.SKPD
Peningkatan Pembinaan Syiar Islam Tertanamnya kesadaran masyarakat PHBI Qanun Prov. Dinas Syari'at 4.289.130.000 APBK
untuk melaksanakan syiar Islam dan - Pembinaan Klp. NAD Nomor, Islam 225.000.000 APBK
budaya yang Islami Shalawat 11 Tahun 2002
- Safari Jum'at, 184.000.000 APBK
Ramadhan,
Ceramah Keliling
- Pemasangan 85.000.000 APBK
Baliho & Pamflet
- Pelaksanaan 2.825.000.000 APBK
Qurban

Pembangunan Masyarakat Mulia Sejahtera Meningkatnya sosial ekonomi masyara- Pemberian Modal Qanun Kota Dinas Syari'at 520.000.000 APBK
(PMMS) kat pedesaan Usaha Pada Kelp Sabang Nomor Islam
Pengajian 3 Tahun 2003
- Pembinaan Tek- 184.000.000 APBK
nis Pengelolaan
Sesuai Jenis
Usaha

Peningkatan Kualitas Pelaksanaan - Tertanamnya minat baca Al-Qur'an - Pembentukan 8 Qanun Kota Dinas Syari'at 233.690.000 APBK
Syari'at Islam dalam masyarakat TPQ Binaan Sabang Nomor Islam
- Meningkatnya Pemahaman Masya- - Pelatihan Dalail 3 Tahun 2003 262.030.000 APBK
rakat terhadap seni budaya yang Khairat
islami
- Minimalnya buta huruf Al-Qur'an - Pelatihan Tulis 173.770.000 APBK
dalam masyarakat Baca Al-Qur'an
- Termotivasinya masyarakat dalam - Pembinaan Lem- 245.000.000 APBK
membaca Al-Qur'an secara sempurn baga LPTQ

Peningkatan Kualitas Peribadatan - Tersedianya sarana peribadatan - Pemberdayaan Qanun Prov. Dinas Syari'at 466.130.000 APBK
- Termotivasinya imam, bilal, khadam Mesjid,Meunasah NAD Nomor, Islam
mesjid dan meunasah untuk meng- dan TPQ 11 Tahun 2002
hidupkan tempat ibadah - Pembinaan imam 331.000.000 APBK
, bilal, khadam
mesjid dan
Meunasah
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Peningkatan Pengawasan dan - Terlaksananya pelaksanaan Syari'at - Pembinaan Muh- Qanun Prov. Dinas Syari'at 5.520.000.000 APBK
Penegakan Hukum Islam Islam secara menyeluruh tasib kelurahan NAD Nomor, Islam
- Terciptanya kesadaran masayarakat - Pengawasan Ru 11 Tahun 2002, 820.400.000 APBK
dalam pelaksanaan Syari'at Islam tin Pelanggaran 12, 13 dan 14
- Terlaksananya proses penyelesaian Syari'at Islam oleh Tahun 2003
perkara hukum secara baik & lancar Petugas WH
- Sosialisasi Qanun- 310.000.000 APBK
qanun Syari'at
Islam ke Sekolah
/Masyarakat
- Pembinaan Pelak 85.000.000 APBK
sanaan/eksekusi
Putusan Hakim

Pembangunan, Rehab dan Tersedianya gedung kantor tempat - Pengadaan Ge- Dinas Syari'at 5.130.000.000 APBK
Pemeliharaan Gedung Kantor kerja yang memadai dung Kantor Islam
Tempat Kerja

B. Lintas SKPD

Pembinaan Amar Ma'ruf - Terhindarnya Masyarakat dari - Pembentukan Qanun Prov. Dinas Syari'at 375.000.000 APBK
Nahi Munkar perbuatan yang melanggar ketentuan Tim Amar Ma'ruf NAD Nomor, Islam
hukum yang berlaku Nahi Munkar 11 Tahun 2002,
- Tertanamnya kesadaran bagi - Pembentukan 12, 13 dan 14 75.000.000 APBK
pelanggar Syari'at Islam tim Pornografi & Tahun 2003
Pornoaksi
- Pembentukan 95.580.000 APBK
Tim Pembina
Pelanggar
Syari'at Islam
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
TABEL 5.1 MATRIK PROGRAM LIMA TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Sabang
Nama SKPD : Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan dan


No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Optimalisasi Derajat Kese- Upaya Kesehatan Masyarakat a. Terpeliharanya kesehatan perorangan - Pemeliharaan & Ketersediaan Dinkes & Kessos 36.000.000.000 APBK Badan Penyelenggara
hatan Masyarakat b. UHH minimal 67 tahun pemulihan kese- Qanun Pendukung
(Pengobatan & Pelayanan hatan masyarakat
Kesehatan Gratis) (Program jaminan
Pemeliharaan Ke-
sehatan Penduduk
Kota Sabang)
a. Terpeliharanya Kesehatan Gakin - Pelayanan Kese- Dinkes & Kessos - APBN RSUD, Puskesmas
hatan penduduk
miskin di Puskes-
mas & jaringannya
a. Turunnya Prevalensi Penyakit - Penyelenggaran Dinkes &Kessos 3.000.000.000 APBK Kelurahan & Masyara
Menular Pencegahan &
b. % Prevalensi PD3I pemberantasan
c. Wabah dan KLB dapat di cegah(0% penyakit menular
wabah dan
imunisasi
a. Gizi kurang 0% - Perbaikan gizi Dinkes & Kessos 1.800.000.000 APBK Kelurahan & Masyara
b. Gizi buruk 0% Masyarakat
a. Terwujudnya Kota Sehat - Penyelenggaraan Dinkes & Kessos 720.000.000 APBK Kelurahan & Masyara
Penyehatan
Lingkungan

- Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan a. Turunnya % AKI - Peningkatan Dinkes & Kessos 720.000.000 APBK Bag. PP dan GSI
dan Anak b. Turunnya % AKB Keselamatan
Ibu melahirkan
dan anak

Peningkatan Partisipatif Promosi Kesehatan dan a. Perubahan perilaku masyarakat - Promosi Kese- Dinkes & Kessos 540.000.000 APBK Kader Kesehatan
Masyarakat dalam Pemba- Pemberdayaan Masyarakat b. Aktif dan berfungsinya Posyandu hatan & Pem
ngunan Kesehatan dalam dan UKBM lainnya perdayaan
Mewujudkan Kemandirian Masyarakat
masyarakat untuk hidup - Penyuluhan Dinkes & Kessos 720.000.000 APBK
sehat serta mampu menga- masyarakat
tasi masalah kesehatan Pola hidup sehat
- Revitalisasi Pos Dinkes & Kessos 720.000.000 APBK
yandu
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan dan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Perluasan dan Pemerataan - Obat dan Perbekalan Kesehatan a. Terpenuhinya kebutuhan obat RSU - Pengadaan Obat Dinkes & Kessos 3.600.000.000 APBK
jangkauan serta peningka- - Pengawasan Obat dan makanan Puskesmas dan jaringannya & Perbekalan
tan kualitas pelayanan - Pengadaan, Peningkatan dan b. Kuantitas dan kualitas sarana dan Kesehatan
kesehatan di Puskesmas Perbaikan Sarana dan Prasarana prasarana - Pengendalian & Dinkes & Kessos 30.000.000 APBK
dan jaringannya Puskesmas/Pustu & Jaringannya Pengawasan
Obat dan Makan
- Pengadaan, Pe- Dinkes & Kessos 36.000.000.000 APBK
ningkatan &
Perbaikan Srana
& Prasarana
Puskesmas/Pustu
& Jaringannya

Peningkatan Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Sumber Kuantitas dan kualitas tenaga - Pendidikan dan Dinkes & Kessos 180.000.000 APBK Pusdiknakes
Kemampuan Aparatur Daya Aparatur kesehatan pelatihan tenaga
Kesehatan
- Peningkatan Dinkes & Kessos 75.000.000.000 APBK
Kinerja aparatur

Peningkatan kesejahteraan Pemberdayaan Fakir Miskin dan penyandang Peningkatan kesejahteraan masyarakaPemberdayaan Dinkes & Kessos 1.080.000.000 APBK Bag. Sosial dan
Sosial Masalah Kesejahteraan Sosial Lainnya miskin dan penyandang masalah Fakir miskin dan Lurah
sosial penyandang
masalah sosial
Lainnya
Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Pelayanan dan Dinkes & Kessos 1.080.000.000 APBK
Sosial rehabilitasi kese-
jahteraan sosial
Pembinaan Anak Terlantar, Penyandang Pembinaan anak Dinkes & Kessos 1.080.000.000 APBK
Cacat dan Trauma serta Pembinaan Panti terlantar, penyan-
Asuhan/Panti Jompo dang cacat dan
trauma serta
pembinaan panti
asuhan/jompo
Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial Pembinaan Eks Dinkes & Kessos 1.080.000.000 APBK
penyandang
penyakit sosial
Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Pemberdayaan Dinkes & Kessos 1.080.000.000 APBK
Sosial kelembagaan ke-
sejahteraan sosial
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan dan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
TABEL 5.1 MATRIK PROGRAM LIMA TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Sabang
Nama SKPD : Arsip Daerah
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan


No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Melakukan sistem adminis- Program perbaikan sistem administrasi - Cepatnya mempresentasikan sumbe - Pembangunan Data base informasi Arsipda 213.000.000 APBK
trasi dalam mengelola arsip kearsipan sumber informasi kepada kearsipan
dinamis maupun statis masyarakat luas
sesuai Keputusan Presiden - Terkelolanya arsip dari bentuk doku- - Pengumpulan Data 17.000.000 APBK
RI Nomor 105 tahun 2004 men kertas menjadi dokumen elektronik
tentang Pengelolaan Arsip - Tersedianya depo arsip - Pengklasifikasian Data 17.000.000 APBK

Memberdayakan arsip - Terciptanya prosedur tata kerja - Pengadaan Sarana penyimpanan 3.075.000.000 APBK
sebagai tulang punggung kearsipan
administrasi pemerintahan
sebagai bahan perencana - Perbaikan peralatan jaringan infor- - Pemeliharaan Peralatan Jaringan 70.000.000 APBK
an dalam pengambilan masi kearsipan Informasi Kearsipan
Keputusan

Menyelamatkan arsip
sebagai bukti yang otentik Program penyelamatan dan pelestarian - Tersedianya sarana dan prasarana - Pengadaan sarana pengolahan Arsipda 500.000.000 APBK
dokumen / Arsip Daerah kearsipan sesuai standar kearsipan & penyimpanan Arsip
Melakukan pengelolaan yang berlaku
arsip melalui alih media
teknologi informasi - Terkumpulnya data yang berkaitan - Pendataan dan penataan Dokumen 324.750.000 APBK
kearsipan dengan volum arsip, kondisi fisik, Arsip Daerah
kurun waktu guna mengetahui jumlah
Meningkatkan dan mengem- arsip yang dikelola serta mengakuisisi
bangkan sumber daya arsip
manusia di bidang kearsipan - Tersedianya duplikat dokumen/arsip - Penduplikatan 45.000.000 APBK
yang profesional Dokumen/Arsip
Daerah Dalam
Meningkatkan dan mengem- Bentuk Informa-
bangkan tata laksana tika
kearsipan dalam sarana - Pembangunan 127.000.000 APBK
dan prasarana pendukung Sistem Keamanan
di bidang kearsipan Penyimpanan data
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Program Pemeliharaan Rutin/Berkala sarana Terpeliharanya sarana/peralatan - Pemeliharaan Arsipda 48.000.000 APBK
dan prasarana kearsipan arsip dari kerusakan Rutin/berkala
sarana pengola-
han dan penyim-
panan arsip
Terselamatnya dan terpeliharanya - Pemeliharaan 59.000.000 APBK
arsip dari kerusakan Rutin/berkala
arsip daerah
Adanya pengamanan dan pengendalia- Monitoring, eva- 42.000.000 APBK
terhadap penyelenggaraan tata luasi dan pela-
kearsipan poran kondisi
situasi data

Program peningkatan Kualitas Pelayanan Tersedianya naskah sumber arsip - Penyusunan & Arsipda 118.650.000 APBK
Informasi penerbitan nas-
kah Sumber Arsip
Tersedianya dokumen yang bernilai - Penyediaan Sa- Arsipda 70.000.000 APBK
guna rana layanan
Informasi Arsip
Tersedianya SDM yang berkualitas - Sosialisasi/Peny- Arsipda 491.560.000 APBK
luhan kearsipan
di Lingkungan
instansi pemerin-
tah/Swasta
Terciptanya sistem kearsipan yang - Pembinaan Kear- Arsipda 157.330.000 APBK
lebih baik sipan dilingku-
ngan Pemerintah
Kota Sabang
Terlaksananya hasil penilaian atas - Penilaian Angka Arsipda 94.000.000 APBK
prestasi yang dicapai oleh arsiparis kredit arsiparis
di Lingkungan
Pemerintah Kota
Sabang
Terlaksananya pameran, pelayanan - Pameran, Penga- Arsipda 350.000.000 APBK
dan penyuluhan arsiparis manan, apresiasi
Kearsipan Kepa-
da masyarakat
B. Lintas SKPD
Program perbaikan sistem administrasi Adanya akses informasi yang lebih - Pengembangan Surat Menteri Arsipda 90.000.000 APBK
kearsipan mudah, cepat dan efisien yang di Data base DN No.
dukung data yang akurat dan terperca Informasi - 045/2216/SJ
ya serta terciptanya prosedur tata - Pengumpulan tgl. 30-10-2001 Arsipda 21.000.000 APBK
kearsipan yang lebih sempurna Data - 045/291/SJ
tgl. 20-02-2002
- 045/1014/SK
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
tgl. 13-05-2003

Program Penyelamatan dan Pelestarian Terselamatnya dokumen yang - Pendataan dan Akuisisi Arsip Arsipda 315.000.000 APBK
Dokumen/Arsip Daerah bernilai guna Penataan doku- Pada Dinas Lem-
men/Arsip daerah baga Daerah &
Pendataan Arsip
Inaktif/Statis
Sesuai dgn:
- UU No.7/1971
- PP No.34/1979
- SE Kepl. ANRI
No. SE/01/1981
- Kept. Gub.Prov
NAD No. 21
Tahun 2004

Program Pemeliharaan Rutin/Berkala Aman dan terkendalinya penyelengga - Monitoring Eva- Arsipda 42.000.000 APBK
Sarana & Prasarana Kearsipan raan tata kearsipan luasi & pelaporan
Kondisi Situasi
data
C. Kewilayahan

Perbaikan sistem administrasi Kearsipan Tersedianya dokumen yang bernilai Penyediaan Sara- Arsipda 65.000.000 APBK
guna na layanan Infor-
masi Arsip

Program Penyelamatan & Peles- Terhimpunnya arsip yang bernilai gunaPendataan & Pena Arsipda 160.000.000 APBK
tarian Dokumen/Arsip Daerah taan Dokumen/
Arsip Daerah

Program Peningkatan Kualitas Tersedianya SDM yang berkualitas Peningkatan Sum- Arsipda 275.000.000 APBK
Pelayanan Informasi ber daya manusia
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
TABEL 5.1 MATRIK PROGRAM LIMA TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Sabang
Nama SKPD : Dinas Kebudayaan dan Parawisata Kota Sabang
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan


No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Peningkatan Sarana dan pra- Meningkatnya kenyaman kerja - Pembangunan Disbudpar 18.315.300.000 APBK
sarana dalam rangka pelayanan gedung kantor
investasi - Pembuatan Disbudpar 2.136.785.000 APBK
pagar kantor
- Pembuatan Disbudpar 915.765.000 APBK
tempat parkir
- Pengadaan Disbudpar 1.068.392.500 APBK
meubiler
- Pengadaan Disbudpar 1.648.377.000 APBK
sarana mobilisasi

Peningkatan Ketrampilan dan Meningkatnya kemampuan kerja - Pengadaan Disbudpar 885.239.500 APBK
Kemampuan Sumber Daya bagi para karyawan komputer
Manusia BudPar

Peningkatan kelembagaan pariwi- Adanya informasi dan pelayanan yang- Pengadaan Jari- Disbudpar 4.578.825.000 APBK
sata yang berskala daerah berjalan dengan cepat ngan internet
menjadi berskala internasional pariwisata
yang Go Publik

Pengendalian dan pengawasan - Meningkatnya jumlah wisatawan - Peningkatan pra Disbudpar 1.543.122.000 APBK
Pemanfaatan potensi sumber sarana & sarana
kolam air panas
Keuneukai
- Pembuatan Disbudpar 332.542.791 APBK
shelter di kawa-
san wisata ben-
teng Anoi Itam
- Renovasi Makam Disbudpar 771.561.000 APBK
Keramat 44 APBK

Peningkatan Produksi Hasil - Meningkatnya jumlah wisatawan - Promosi dan pe- Disbudpar 274.729.500 APBK
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Wisata - Bertambahnya kekayaan, keragaman masaran wisata
dan pengembangan nilai budaya - Pengelolaan ke- Disbudpar 3.589.877.357 APBK
kayaan budaya

B. Lintas SKPD
Rehabilitasi Fasilitas Resort Meningkatnya jumlah wisatawan DisbudPar 6.413.986.593 BRR (APBN)/APBD II
Gapang asing dan lokal

Penataan Fasilitas Wisata Iboih Meningkatnya jumlah wisatawan DisbudPar 4.603.904.487 BRR (APBN)/APBD II
asing dan lokal

Rehabilitasi Objek Wisata Titik Meningkatnya jumlah wisatawan DisbudPar 3.513.688.794 BRR (APBN)/APBD II
Nol Kilometer asing dan lokal
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
TABEL 5.1 MATRIK PROGRAM LIMA TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Sabang
Nama SKPD : Badan Pemberdayaan Masyarakat
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan


No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Visi dan Misi SKPD


1. Visi
Terwujudnya kemandirian Program Pemerintahan kelurahan dan mukim Meningkatkan kinerja aparatur Mempercepat pelaksanaan kegiatan meningkatkan #REF!
masyarakat yang beriman pemerintahan kelurahan dan mukim aparatur pemerintahan kelurahan dan peran dan fungsi
taqwa dan sejahtera berdasar- dalam memberikan pelayanan mukim aparatur pemeri-
kan potensi diri dan lingkunganya terhadap masyarakat di kelurahan rintahan kelura-
han dan mukim
terhadap tugas
pokok masing2

Misi Program Pemberdayaan dan kesejahteraan melahirkan keluarga yang sehat mendukung terlaksananya progaram terciptanya #REF!
Pemberdayaan Pemerintahan keluarga berkualitas serta beriman kepada pembinaan menujmu kelurga dan ling. Keluarga
kemukiman dan Pemerintahan tuhan yang maha esa masyarakat yang mandiri dan dan masyarakat
Kelurahan beraklatul karimah yang sakinah
mawadah
Pemberdayaan Kesejahteraan warahmah
Keluarga dan PMT-AS
Program Pemberdayaan masyarakat miskin terpenuhinya kebutuhan pokok Terlaksananya kegiatan pemberda - Meningkatkan #REF!
Peningkatan Kualitas SDM kaum dhuafa/miskin di kota sabang yaan ekonomi dhuafa miskin taraf hidup kaum
denga baik miskin di kota
Pemberdayaan Masyarakat sabang
Miskin kaum dhuafa

Peningkatan Pendapatan Program Pemberdayaan Meningkatnya pendapatan Tersedianya alat-alat sarana teknologi Masyarakat #REF!
melalui pememfaatan SDA dan Teknologi tepat guna masyarakat melalui berbagai bidang tepat guna yang dibutuhkan oleh secara keseluru-
TTG usaha dengan mengunakan sarana masyarakat dapat memahami
alat TTG pentingnya alat
KEBIJAKAN sarana TTG
1 Pemberdayaan Pemamfaatan untuk memper-
aparatur pemerintahan Kelurahan cepat pertumbu-
dan penguatan struktural han ekonominya
kelembagaan mukim sesuai
ganun provinsi NAD No. 4
Thn 2003
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
B . Lintas SKPD
Program Pemberian Makanan Menintgkatnya ketahanan fisik siswa Tersedianya makanan tambahan Dapat Memberi #REF!
Tambahan Anak Sekolah SD/MI melalui perbaikan gizi dan anak sekolah tingkat SD/MI rasa aman dan
2 Mempercepat pembangunan (PMT-AS) kesehatan yang dapat mendorong nyaman terhadap
kelurahan melalui pemberdayaan minat dan kemapmpuan belajar siswa dalam
masyarakat dengan pemamfa- murid guna menigkatkan prestasi mengikuti proses
atan, penerapan dan pengemb- dalam rangka mencapai wajib belajar pembelajaran
ngan TTG
Program Kegiatan bulan bakti Pengembangan swadaya Gotong Aktifitas gotong royong dan kerja Terwujundya #REF!
3 Peningkatan taraf masyarakat gotong royong masyarakat royong masyarakat di kelurahan sama dapat berjalan dengan lancar pertisipasi
dhuafa/ miskin melalui program (BBGRM) di masyarakat dan Kelurahan masyarakat
modal usaha dan pembangunan untuk mersama
rumah dhuafa sama membangun
kelurahan yang
4 Membantu program pemerintahan ramah lingkungan
dalam berbagai aspek pemban-
gunan melalui program pening-
katan peranan perempuan di
kelurahan

Mempercepat proses pemban -


gunan desa/kel melalui pember -
dayaan lembaga dan organisasi
masyarakat pedesaan

Memperlancar program pembg


kel. Melalui peningkatan pertisi
pasi masyarakat dalam
membangunan kelurahan desa
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
TABEL 5.1 MATRIK PROGRAM LIMA TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Sabang
Nama SKPD : KANPORA
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan


No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

A.SKPD Terwujudnya sistem pembinaan Pendataan potensi kepemudaan Permendagri 85.000.000 APBK Kantor kecamatan
Pengembangan arah kebija Program pengembangan dan pemuda yang terarah No.13 Thn 2006
kan pembinaan kepemudaan keserasian kebijakan pemuda
Peningkatan Keimanan dan Permendagri 215.000.000 APBK Dinas Syariat Islam Ko
Ketakwaan Kepemudaan No.13 tahun 2006 Sabang
Kebijakan Umum
Pembangunan
Kota Sabang

Perumusan Kebijakan Kewirausah Permendagri 60.000.000 APBK Dispenaker Kota Saba


aan bagi pemuda No.13 tahun 2006 Disperandag Kota Sab
Kebijakan Umum
Pembangunan
Kota Sabang

Menciptakan pemuda pro Program Peningkatan Peran Serta Terwujudnya profesionalisme,tercip Pembinaan Organisasi Kepemudaan Permendagri 900.000.000 APBD/APBN Kantor kecamatan, Ba
fesional yg akan berperan Kepemudaan tanya pemahaman serta fungsi pe No.13 tahun 2006 kesbang dan linmas
aktif terhadap pembangu muda terhapa pembangunan daerah Kebijakan Umum
nan daerah Pembangunan
Kota Sabang

Pendidikan dan Pelatihan Permendagri 495.000.000 APBD/APBD PROV-


Kepemimpinan No.13 tahun 2006
Kebijakan Umum
Pembangunan
Kota Sabang

Fasilitas Aksi Bakti Sosial Permendagri 150.000.000 APBK -


Kepemudaan No.13 tahun 2006
Kebijakan Umum
Pembangunan
Kota Sabang

Lomba Kreasi dan Karyatulis Permendagri 215.000.000 APBK Dinas pendidikan Nas
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
ilmiah dikalangan pemuda No.13 tahun 2006
Kebijakan Umum
Pembangunan
Kota Sabang

Pameran Prestasi hasil karya pemuda Permendagri 250.000.000 APBK Dinas kebudayaan da
No.13 tahun 2006 pariwisata
Kebijakan Umum
Pembangunan
Kota Sabang

Monitoring evaluasi dan pelaporan Permendagri 200.000.000 APBK -


No.13 tahun 2006

Penataan sistem pembi Prgram Peningkatan upaya Terciptanya pemuda yg produktif, Pelatihan kewirausahaan bagi Permendagri 1.000.000.000 APBD/APBN Dispenaker kota saba
naan dan pengembangan penumbuhan kewirausahaan dan terampil dan mampu bersaing terha pemuda No.13 tahun 2006 Disperindag kota saba
olahraga secara terpadu kecakapan hidup pemuda dap pelunag usaha Kebijakan Umum
dan berkelnjutan Pembangunan
Kota Sabang

Pelatihan keterampilan bagi pemuda Permendagri 1.000.000.000 APBD/APBN Dsipenaker Kota saba
No.13 tahun 2006
Kebijakan Umum
Pembangunan
Kota Sabang

Pencegahan, penyalahgu Program upaya pencegahan Terwujudnya kesadaran pemuda Pemberian penyuluhan tentang Permendagri 850.000.000 APBK Dinas kesehatan,dina
naan narkoba, miras dan penyalahgunaan narkoba, miras dan terhadap bahaya narkoba, miras dan bahaya narkoba, miras, penyakit No.13 tahun 2006 syariat islam, dinas
penyakit menular seksual penyakit menular penyakit menular seksual bagi menular seksual bagi pemuda Kebijakan Umum pendidikan kota, bada
bagi pemuda pemuda Pembangunan kesbang dan linmas
Kota Sabang

Penataan sistem pembinaan Program pengembangan kebijakan dan Terwujudnya sistem pembinaan dan Pengembangan sistim sertifikasi dan UU No.3 Tahun 850.000.000 APBD/APBN -
dan pengembangan olahra manajemen olah raga pengembangan olahraga secara standarisasi profesi 2005 Tentang
ga secara terpadu dan terpadu dan berkelanjutan Sistem Keolahra
berkelanjutan gaan Nasional
Permendagri
No.13 tahun 2006
Kebijakan Umum
Pembangunan
Kota Sabang

Pengembangan perencanaan Permendagri 245.000.000 APBK -


olah raga terpadu No.13 tahun 2006
Kebijakan Umum
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Pembangunan
Kota Sabang

Pelaksanaan identifikasi bakat dan Permendagri 105.000.000 APBK Dinas pendidikan nas
potensi belajar dalam olah raga No.13 tahun 2006
Kebijakan Umum
Pembangunan
Kota Sabang

Pembibitan dan pembinaan olah Permendagri 3.200.000.000 APBD/APBN Dinas pendidikan nas
ragawan berbakat (Bina Pora) No.13 tahun 2006
Kebijakan Umum
Pembangunan
Kota Sabang

Pembinaan cabang olah raga prestasi Permendagri 1.350.000.000 APBK -


di tingkat daerah No.13 tahun 2006

Peningkatan kesegaran jasmani dan UU No.13 tahun 244.500.000 APBK -


rekreasi 2005 Tentang
Sistem Keolahra
gaan Nasional
Permendagri
No.13 tahun 2006

Penyelenggaraan kompetisi olahraga UU No.13 tahun 2.500.000.000 APBD/APBN -


2005 Tentang
Sistem Keolahra
gaan Nasional
Permendagri
No.13 Thn.2006

Pemberian penghargaan bagi insan UU No.13 tahun 1.000.000.000 APBK -


olahraga lanjut usia termasuk 2005 Tentang
penyandang cacat Sistem Keolahra
gaan Nasional
Permendagri
No.13 Thn.2006

Pengembangan olahraga lanjut usia UU No.13 tahun 160.000.000 APBK -


termasuk penyandang cacat 2005 Tentang
Sistem Keolahra
gaan Nasional
Permendagri
No.13 Thn.2006
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Pengembangan olahraga rekreasi UU No.13 tahun 800.000.000 APBD/APBN Dinas kebudayaan da
2005 Tentang pariwisata
Sistem Keolahra
gaan Nasional
Permendagri
No.13 Thn.2006

Peningkatan jumlah kualitas serta UU No.13 tahun 490.000.000 APBD/APBN -


kompetensi pelatih,peneliti,praktisi 2005 Tentang
dan teknisi olahraga Sistem Keolahra
gaan Nasional
Permendagri
No.13 Thn.2006

Peningkatan manajemen organisasi Permendagri 170.000.000 APBK -


olahraga tingkat perkumpulan dan No.13 Thn.2006
tingkat daerah Kebijakan umum
Pembangunan
kota Sabang

Kerjasama peningkatan olahraga Permendagri 170.000.000 APBK -


wan berbakat dan berprestasi No.13 Thn.2006
dengan lembaga/instansi lainnya

Meinngkatkan Fasilitas Program penigkatan sarana dan Tersedianya kelengkapan fasilitas Peningkatan kerjasama pola kemitra Permendagri 1.300.000.000 APBD/APBD PROVKantor kecamatan
Sarana dan prasarana prasarana olahraga pendukung olahraga yang an antara pemerintah dan masyara No.13 Thn.2006 /APBN
olahraga representatif kat untuk membanguna sarana
dan prasarana

Peningkatan pembangunan sarana Permendagri 14.000.000.000 APBD/APBD PROVBAPPEDA kota saban


dan prasarana olahraga No.13 Thn.2006 /APBN
Kebijakan umum
Pembangunan
kota Sabang

Pemeliharaan rutin/berkala sarana UU No.13 tahun 1.700.000.000 APBD/APBD PROV-


dan prasarana olahraga 2005 Tentang /APBN
Sistem Keolahra
gaan Nasional
Permendagri
No.13 Thn.2006

Penigkatan motivasi Kepe Program peningkatan motivasi Terlaksananya upaya penigkatan Penyelenggaraan hari Sumpah Kebijakan umum 119.000.000 APBK -
mudaan dan keolahragaan kepemudaaan dan keolahragaan motivasi kepemudaan dan keolah Pemuda Pembangunan
ragaan kota Sabang

Penyelenggaraan Hari Olah Raga UU No.13 tahun 290.000.000 APBK -


Nasional(HAORNAS) 2005 Tentang
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi Lima Tahunan
No Kebijakan Program Indikator Keluaran SKPD dan Satu Tahun Transisi Keterangan
Kerangka Anggaran Kerangka Regulasi
Rp Sumber Pendanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Sistem Keolahra
gaan Nasional
Kebijakan umum
Pembangunan
kota Sabang

Penyelenggaraan Pekan Olah raga Kebijakan umum 555.000.000 APBD/APBD PROV-


antar Desa / Kelurahan (PORDEKEL) Pembangunan /APBN
kota Sabang kota Sabang
TABEL 5.2 PROGRAM TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Kota Sabang


Nama SKPD : Kantor Perpustakaan Daerah
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan Penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi


Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

A. SKPD
1 Pengembangan gedung 2.000 APBD Sabang 2.200 APBD Sabang 2.420 APBD Sabang 2.662 APBD Sabang 2.928 APBD Sabang 3.221 APBD Sabang

Perpustakaan Daerah yang


resprentatif

2 Pembuatan Taman Bacaan 1.000 APBD Sabang 1.100 APBD Sabang 1.210 APBD Sabang 1.331 APBD Sabang 1.464 APBD Sabang 1.611 APBD Sabang

Masyarakat

3 Pemasangan pavling blok pada 100 APBD Sabang 110 APBD Sabang 121 APBD Sabang 133 APBD Sabang 146 APBD Sabang 161 APBD Sabang

halaman Kantor Perpustakaan


Daerah

4 Pembuatan taman Kantor 70 APBD Sabang 77 APBD Sabang 85 APBD Sabang 93 APBD Sabang 102 APBD Sabang 113 APBD Sabang

Perpustakaan Daerah
5 Peningkatan sarana dan 300 APBD Sabang 330 APBD Sabang 363 APBD Sabang 399 APBD Sabang 439 APBD Sabang 483 APBD Sabang

prasarana gedung Perpustakaan


Daerah

6 Pemasyarakatan minat dan 100 APBD Sabang 110 APBD Sabang 121 APBD Sabang 133 APBD Sabang 146 APBD Sabang 161 APBD Sabang

kebiasaan membaca untuk


mendorong terwujudnya
masyarakat pembelajar

7 Pengembangan minat dan 50 APBD Sabang 55 APBD Sabang 61 APBD Sabang 67 APBD Sabang 73 APBD Sabang 81 APBD Sabang

budaya baca

8 Supervisi, pembinaan dan


stimulasi pada perpustakaan
umum, perpustakaan khusus
perpustakaan sekolah dan
perpustakaan masyarakat

9 Pelaksanaan koordinasi 20 APBD Sabang 22 APBD Sabang 24 APBD Sabang 27 APBD Sabang 29 APBD Sabang 32 APBD Sabang

pengembangan perpustakaan

10 Penyediaan bantuan 300 APBD Sabang 330 APBD Sabang 363 APBD Sabang 399 APBD Sabang 439 APBD Sabang 483 APBD Sabang

pengembangan perpustakaan
dan minat baca di daerah

11 Penyelengaraan koordinasi 20 APBD Sabang 22 APBD Sabang 24 APBD Sabang 27 APBD Sabang 29 APBD Sabang 32 APBD Sabang

pengembangan budaya baca

12 Perencanaan dan penyusunan 20 APBD Sabang 22 APBD Sabang 24 APBD Sabang 27 APBD Sabang 29 APBD Sabang 32 APBD Sabang

program budaya baca


Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi
Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

13 Publikasi dan sosialisasi minat 300 APBD Sabang 330 APBD Sabang 363 APBD Sabang 399 APBD Sabang 439 APBD Sabang 483 APBD Sabang

dan budaya baca

14 Penyediaan bahan pustaka 500 APBD Sabang 550 APBD Sabang 605 APBD Sabang 666 APBD Sabang 732 APBD Sabang 805 APBD Sabang

perpustakaan umum daerah

15 Monitoring, Evaluasi dan 10 APBD Sabang 11 APBD Sabang 12 APBD Sabang 13 APBD Sabang 15 APBD Sabang 16 APBD Sabang

pelaporan

16 Peningkatan sumber daya


manusia di bidang perpustakaan 200 APBD Sabang 220 APBD Sabang 242 APBD Sabang 266 APBD Sabang 293 APBD Sabang 322 APBD Sabang
TABEL 5.2 PROGRAM TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota :Sabang
Nama SKPD :Bawasda Kota Sabang
Renstra SKPD Periode :2007-2012
Fungsi :Perumusan Teknis di Bidang Pengawasan
Pelayanan Penunjang Penyelenggaraan Pemerintah Daerah
Sub Fungsi :-

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi


Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran Rp Rp
Regulasi Sumber Lokasi Pendanaa Lokasi Pendanaa Lokasi Sumber Lokasi Sumber Lokasi Sumber Lokasi
Rp Pendanaan Kegiatan Rp n Kegiatan Rp n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Rp Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

A.SKPD
20 Program Peningkatan Sistem - Pelaksanaan pengawasan Internal PP 79 Thn 2005 Bawasda 211.167.500 APBK Sabang 255.512.675 APBK Sabang 309.170.377 APBK Sabang 281.063.943 APBK Sabang 309.170.337 APBK Sabang 340.087.370 APBK Sabang

Pengawasan Internal dan secara berkala


Pengendalian Pelaksanaan - Penanganan kasus Pengaduan PP 79 Thn 2005 Bawasda 13.565.000 APBK Sabang 14.921.500 APBK Sabang 16.413.650 APBK Sabang 18.055.015 APBK Sabang 19.860.517 APBK Sabang 21.846.568 APBK Sabang

Kebijakan KDH dilingkungan Pemerintah Daerah


- Penanganan kasus pada wilyah PP 79 Thn 2005 Bawasda 14.470.000 APBK Sabang 15.917.000 APBK Sabang 17.508.700 APBK Sabang 19.259.570 APBK Sabang 21.185.527 APBK Sabang 23.304.080 APBK Sabang

Pemerintah dibawahnya
-Tindak lanjut temuan hasil PP 79 Thn 2005 Bawasda 8.815.000 APBK Sabang 9.696.500 APBK Sabang 106.666.150 APBK Sabang 11.732.765 APBK Sabang 12.906.042 APBK Sabang 14.196.646 APBK Sabang

pengawasan
-Koordinasi pengawasan yang PP 79 Thn 2005 Bawasda 118.035.000 APBK Sabang 129.838.500 APBK Sabang 142.822.350 APBK Sabang 157.104.585 APBK Sabang 172.815.044 APBK Sabang 190.096.548 APBK Sabang

komrehensif
-Implementasi Impres No. 5 Tahun impres no. 5 Bawasda 55.157.000 APBK Sabang 60.672.700 APBK Sabang 66.739.970 APBK Sabang 73.413.967 APBK Sabang 80.755.364 APBK Sabang 88.830.900 APBK Sabang

No. 5 Tahun 2004 Thn 2004


-Pengumpulan Penyusunan dan Keppres No. 33 Bawasda 16.292.000 APBK Sabang 17.921.200 APBK Sabang 19.713.320 APBK Sabang 21.684.652 APBK Sabang 23.853.117 APBK Sabang 26.238.429 APBK Sabang

Pengiriman LP2P Tahun 1986

21 Program Peningkatan - Pelatihan pengembangan tenaga PP 79 Thn 2005 Bawasda 151.525.000 APBK Luar 166.677.500 APBK Luar 183.345.250 APBK Luar 201.679.775 APBK Sabang 221.847.753 Luar Sabang 244.032.528 APBK Luar

Profesionalisme Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Daerah Daerah Daerah Daerah Daerah

Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan


Pengawasan -Pelatihan teknis pengawasan dan PP 79 Thn 2005 Bawasda 10.376.500 APBK Luar 11.414.150 APBK Luar 12.555.565 APBK Luar 13.811.122 APBK Sabang 15.192.234 Luar Sabang 16.711.457 APBK Luar

penilaian pengawasan akuntailitas Daerah Daerah Daerah Daerah Daerah

22 Program penataan dan -Penyusunan naskah akademik PP 79 Thn 2005 Bawasda 10.159.250 APBK Luar 11.175.175 APBK Luar 12.292.693 APBK Luar 13.521.962 APBK Sabang 14.874.158 Luar Sabang 16.361.574 APBK Luar

penyempurnaan kebijakan sistem kebijakan sistem dan prosuder Daerah Daerah Daerah Daerah Daerah

dan prosedur pengawasan pengawasan

B. Lintas SKPD
C. Kewilayahan
TABEL 5.2 PROGRAM TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota :Sabang
Nama SKPD :Badan Kepegawaian Daerah
Renstra SKPD Periode :2007-2012
Fungsi :Menyelengaraan pengelolaan manajemen Kepegawaian Daerah sesuai keputusan Prisiden Indonesia Nomor 159 Tahun 2000 dan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2001
Sub Fungsi 1. Penyiapan penyusunan Peraturan Daerahdi bidang Kepegawaian sesuai dengan norma, standar dan prosedur yang telah ditetapkan Pemerintah
2. Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian Daerah
3. Penyiapan Kebijakan Teknis Pengembangan Kepegawaian Daerah
4. Penyiapan dan Pelaksanaan pengangkatan, kenaikan pangkat, Pemindahan dan Pemberhatian Pegawai Negeri Sipil Daerah dengan norma standar dan Prosedur yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan
5. Pelayanan Administrasi Kepegawaian dalam pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian dalam dan dari jabatan struktur atau fungsional sesuai dengan norma, standar dan prosedur yang ditetapkan dalam perunda
6. Penyiapan dan Penetapan pensiunan pegawai
7. Penetapan gaji, tunjangan dan kesejahteraan pegawai sesuai dengan norma, standar dan prosedur yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan
8. Penyelengaraan administrasi pegawai negeri sipil
9. Pengelolaan sistem informasi kepegawaian daerah
10. Penyampaian informasi kepegawaian Daerah kepada Badan Kepagawaian Negara

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi


Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

A.SKPD
Peningkatan Sarana dan - Pengadaan peralatan gedung ktr BKD 100.000.000 APBK Sabang 115.000.000 APBK Sabang 130.000.000 APBK Sabang 145.000.000 APBK Sabang 16.000.000 APBK Sabang 175.000.000 APBK Sabang

Prasarana Aparatur - Pengadaan Moubiler BKD 80.000.000 APBK Sabang 92.000.000 APBK Sabang 104.000.000 APBK Sabang 116.000.000 APBK Sabang 12.800.000 APBK Sabang 140.000.000 APBK Sabang

- Rehabilitasi Gedung Kantor BKD 150.000.000 APBK Sabang 172.500.000 APBK Sabang 195.000.000 APBK Sabang 217.500.000 APBK Sabang 24.000.000 APBK Sabang 26.250.000.000 APBK Sabang

Pengadaan Kapasitas sumber - Diklat Prajabatan bagi calon PNS BKD - APBK Sabang 125.000.000 APBK Sabang 143.800.000 APBK Sabang 162.500.000 APBK Sabang 181.300.000 APBK Sabang 200.100.000 APBK Sabang

daya aparatur - Diklat Struktural bagi PNS BKD - APBK Sabang 1.000.000.000 APBK Sabang 1.150.000.000 APBK Sabang 1.300.000.000 APBK Sabang 1.450.000.000 APBK Sabang 1.600.000.000 APBK Sabang

- Diklat Teknis tugas dan fungsi bagi BKD - APBK Sabang 75.000.000 APBK Sabang 862.500.000 APBK Sabang 975.000.000 APBK Sabang 1.088.000.000 APBK Sabang 1.200.000.000 APBK Sabang

PNS
- Diklat Fungsional Bagi PNS BKD - APBK Sabang 75.000.000 APBK Sabang 862.500.000 APBK Sabang 975.000.000 APBK Sabang 1.088.000.000 APBK Sabang 1.200.000.000 APBK Sabang

Program pembinaan dan pengem - Penyusunan rencana pembinaan BKD 168.400.000 APBK Sabang 193.700.000 APBK Sabang 218.900.000 APBK Sabang 244.100.000 APBK Sabang 269.300.000 APBK Sabang 294.500.000 APBK Sabang

bangan aparatur karir PNS


- Seleksi penerimaan calon PNS BKD 240.000.000 APBK Sabang 276.000.000 APBK Sabang 312.000.000 APBK Sabang 34.800.000 APBK Sabang 38.400.000 APBK Sabang 420.000.000 APBK Sabang

- Penempatan PNS BKD - APBK Sabang 750.000.000 APBK Sabang 86.250.000 APBK Sabang 97.500.000 APBK Sabang 108.800.000 APBK Sabang 120.000.000
- Penataan sistem administrasi BKD 312.000.000 APBK Sabang 358.800.000 APBK Sabang 405.600.000 APBK Sabang 452.400.000 APBK Sabang 499.200.000 APBK Sabang 546.000.000 APBK Sabang

kenaikan pangkat
- Pengembangan sistem informasi BKD 60.000.000 APBK Sabang 69.000.000 APBK Sabang 7.800.000 APBK Sabang 87.000.000 APBK Sabang 96.000.000 APBK Sabang 105.000.000 APBK Sabang

Kepegawaian
- Penyusunan Analisis Jabatan BKD 50.000.000 APBK Sabang 57.500.000 APBK Sabang 65.000.000 APBK Sabang 72.500.000 APBK Sabang 80.000.000 APBK Sabang 87.500.000 APBK Sabang

- Seleksi dan Penetapan PNS untuk BKD - APBK Sabang 31.250.000 APBK Sabang 38.940.000 APBK Sabang 436.300.000 APBK Sabang 48.310.000 APBK Sabang 53.000.000 APBK Sabang

tugas belajar
- Pemberinaan penghargaan bagi BKD 25.000.000 APBK Sabang 287.500.000 APBK Sabang 325.000.000 APBK Sabang 362.500.000 APBK Sabang 400.000.000 APBK Sabang 437.500.000 APBK Sabang

PNS yang berprestasi 72.000.000


- Proses penanganan Kasus kasus BKD - APBK Sabang 82.800.000 APBK Sabang 93.600.000 APBK Sabang 104.400.000 APBK Sabang 115.200.000 APBK Sabang 126.000.000 APBK Sabang

Pelanggaran disiplin PNS


- Kajian sistem dan diklat PNS BKD - APBK Sabang 45.000.000 APBK Sabang 51.750.000 APBK Sabang 58.500.000 APBK Sabang 65.250.000 APBK Sabang 72.000.000 APBK Sabang

- Pemberian bantuan tugas belajar BKD - APBK Sabang 625.000.000 APBK Sabang 718.800.000 APBK Sabang 812.500.000 APBK Sabang 906.300.000 APBK Sabang 1.000.000.000 APBK Sabang

dan ikatan dinas


- Pemberian bantuan BKD - APBK Sabang 100.000.000 APBK Sabang 115.000.000 APBK Sabang 130.000.000 APBK Sabang 145.000.000 APBK Sabang 160.000.000 APBK Sabang

penyelenggaraan Praja IPDN


- Penyelengaraan Diklat Teknis BKD - APBK Sabang 1.500.000.000 APBK Sabang 1.725.000.000 APBK Sabang 19.500.000.000 APBK Sabang 2.175.000.000 APBK Sabang 2.400.000.000 APBK Sabang

Fungsional dan Kepemimpinan


Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi
Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

- Pengembangan Diklat BKD - APBK Sabang 50.000.000 APBK Sabang 57.500.000 APBK Sabang 65.000.000 APBK Sabang 72.500.000 APBK Sabang 80.000.000 APBK Sabang

- Monitoring Avaluasi dan Pelaporan BKD 15.000.000 APBK Sabang 172.500.000 APBK Sabang 19.500.000 APBK Sabang 21.750.000 APBK Sabang 24.000.000 APBK Sabang 26.250.000 APBK Sabang

- Koordinasi Pengembangan Diklat BKD - APBK Sabang 62.500.000 APBK Sabang 71.880.000 APBK Sabang 81.250.000 APBK Sabang 90.630.000 APBK Sabang 100.000.000 APBK Sabang

B. Lintas SKPD
C. Kewilayahan
TABEL 5.2 PROGRAM TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Kota Sabang


Nama SKPD : Kantor KB Kota Sabang
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Kantor Keluarga Berencana
Sub Fungsi : Kantor Keluarga Berencana Kota Sabang

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi


Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

A.SKPD
1 Rehab gedung kantor - - Kantor KB 50 APBK Sabang

2 Rehab gedung kantor - - Kantor KB 35 APBK Sabang

3 Rehab pagar kantor - - Kantor KB 30 APBK Sabang

4 Pembinaan keluarga berencana - - Kantor KB 51 APBK Sabang 55 APBK Sabang 60 APBK Sabang 55 APBK Sabang 60 APBK Sabang 65 APBK Sabang

5 Pendataan keluarga dan pelatihan - - Kantor KB 80 APBK Sabang 85 APBK Sabang 87 APBK Sabang 89 APBK Sabang 92 APBK Sabang 96 APBK Sabang

kader

6 Pelatihan calon linto dan - - Kantor KB 28 APBK Sabang 32 APBK Sabang 35 APBK Sabang 38 APBK Sabang 42 APBK Sabang 46 APBK Sabang

dara baro

7 Pengadaan alat kontrasepsi - - Kantor KB 48 APBK Sabang 52 APBK Sabang 56 APBK Sabang 58 APBK Sabang 60 APBK Sabang 64 APBK Sabang

8 Pengadaan mesin generator - - Kantor KB 10 APBK Sabang

(ginset) 1.500 Watt


TABEL 5.2 PROGRAM TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Kota Sabang


Nama SKPD : Kantor Satuan Polisi Pamong Praja
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Kesatuan Bangsa da Politik Dalam Negeri
Sub Fungsi : Kantor Satuan Polisi Pamong Praja

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi


Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

A.SKPD
1 peningkatan keamanan dan
kenyamanan lingkungan
Kegiatan : Pembangunan sel Meningkatnya sarana dan prasarana 1 Unit Satpoll PP 100 APBK Lhok Bate - - -

hewan keamanan

2 Pembangunan jalan dan jembatan Meningkatnya sarana dan prasarana 1 Unit Satpoll PP 50 APBK Lhok Bate - - -

Kegiatan : Pembangunan jalan lokasi sel hewan


dilokasi sel hewan

Peningkatan sarana dan


prasarana aparatur
3 kegiatan :a. Pembangunan gedung Meningkatnya sarana dan prasarana 1 Unit Satpoll PP - - - 3000 APBK Sabang

a. Pembangunan gedung kantor aparatur

4 b. Pengadaan kenderaan 1 Unit Satpoll PP - - - 340 APBK Sabang

dinas/operational truk

5 c. Pengadaan kenderaan dinas/ 1 Unit Satpoll PP - - - 84 APBK Sabang

operasional sepeda motor patwal


TABEL 5.2 PROGRAM TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Kota Sabang


Nama SKPD : Dinas Pendapatan Kota Sabang
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan Penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi


Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

A.SKPD

Program Pelayanan Administrasi


perkantoran :
Penyediaan jasa surat menyurat DISPENDA 387 APBK Sabang 426 APBK Sabang 468 APBK Sabang 515 APBK Sabang 566 APBK Sabang 623 APBK Sabang

Penyediaan jasa komunikasi DISPENDA 34.200 APBK Sabang 37.620 APBK Sabang 41.382 APBK Sabang 45.520 APBK Sabang 50.072 APBK Sabang 55.079 APBK Sabang

sumber daya air dan listrik


Penyediaan jasa perlengkapan & DISPENDA 10.000 APBK Sabang 11.000 APBK Sabang 12.100 APBK Sabang 13.310 APBK Sabang 14.641 APBK Sabang 16.105 APBK Sabang

peralatan kantor
Penyediaan jasa administrasi DISPENDA 2.125 APBK Sabang 2.338 APBK Sabang 2.571 APBK Sabang 2.828 APBK Sabang 3.111 APBK Sabang 3.422 APBK Sabang

Keuangan
Penyediaan jasa kebersihan ktr DISPENDA 1.500 APBK Sabang 1.650 APBK Sabang 1.815 APBK Sabang 1.996 APBK Sabang 2.196 APBK Sabang 2.415 APBK Sabang

dan retribusi sampah


Penyediaan alat tulis kantor DISPENDA 13.944 APBK Sabang 15.338 APBK Sabang 16.872 APBK Sabang 18.559 APBK Sabang 20.415 APBK Sabang 22.456 APBK Sabang

Penyediaan barang cetak & DISPENDA 55.500 APBK Sabang 61.050 APBK Sabang 67.155 APBK Sabang 73.870 APBK Sabang 81.257 APBK Sabang 89.383 APBK Sabang

penggandaan
Penyediaan komponen listrik/ DISPENDA 1.765 APBK Sabang 1.941 APBK Sabang 2.135 APBK Sabang 2.349 APBK Sabang 2.584 APBK Sabang 2.842 APBK Sabang

penerangan bangunan gedung


Penyediaan peralatan rumah DISPENDA 1.253 APBK Sabang 1.378 APBK Sabang 1.516 APBK Sabang 1.668 APBK Sabang 5.409 APBK Sabang 2.017 APBK Sabang

tangga/alat kebersihan
Penyediaan bahan bacaan dan DISPENDA 3.695 APBK Sabang 4.064 APBK Sabang 4.470 APBK Sabang 4.918 APBK Sabang 36.229 APBK Sabang 5.950 APBK Sabang

peraturan perundang-undangan
Penyediaan makanan & minuman DISPENDA 24.745 APBK Sabang 27.219 APBK Sabang 29.941 APBK Sabang 32.936 APBK Sabang 2.701.264 APBK Sabang 39.852 APBK Sabang

Rapat-rapat koordinasi dan kon- DISPENDA 1.884.999 APBK Sabang 2.232.449 APBK Sabang 2.232.449 APBK Sabang 2.455.694 APBK Sabang 153.730 APBK Sabang 2.971.390 APBK Sabang

sultasi keluar/dalam daerah


Penyediaan jasa tenaga pendu- DISPENDA 105.000 APBK Sabang 115.500 APBK Sabang 127.050 APBK Sabang 139.755 APBK Sabang 153.730 APBK Sabang 169.103 APBK Sabang

dung administrasi teknis perkan-


toran

Program Peningkatan Sarana dan


Prasarana Aparatur :
Pengadaan perlengkapan gedung DISPENDA 31.770 APBK Sabang 34.947 APBK Sabang 38.441 APBK Sabang 42.285 APBK Sabang 46.514 APBK Sabang 51.165 APBK Sabang

kantor
Pengadaan peralatan gedung DISPENDA 65.925 APBK Sabang 72.517 APBK Sabang 79.769 APBK Sabang 87.746 APBK Sabang 96.520 APBK Sabang 106.172 APBK Sabang

kantor
Pemeliharaan rutin/berkala gedung DISPENDA 2.000 APBK Sabang 2.200 APBK Sabang 2.420 APBK Sabang 2.662 APBK Sabang 2.928 APBK Sabang 3.221 APBK Sabang

kantor
Pemeliharaan rutin/berkala kende- DISPENDA 27.185 APBK Sabang 29.904 APBK Sabang 32.894 APBK Sabang 36.183 APBK Sabang 39.802 APBK Sabang 43.782 APBK Sabang

raan dinas/operasional
Pemeliharaan rutin/berkala pera- DISPENDA 6.000 APBK Sabang 6.600 APBK Sabang 7.260 APBK Sabang 7.986 APBK Sabang 8.784 APBK Sabang 9.663 APBK Sabang

latan gedung kantor


Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi
Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

Program peningkatan disiplin


aparatur :
Pengadaan pakaian dinas beserta DISPENDA 8050 APBK Sabang 8.855 APBK Sabang 9.740 APBK Sabang 10.714 APBK Sabang 11.786 APBK Sabang 12.964 APBK Sabang

perlengkapanya
Pengadaan pakaian dinas beserta DISPENDA 11500 APBK Sabang 12.650 APBK Sabang 13.915 APBK Sabang 15.306 APBK Sabang 16.837 APBK Sabang 18.520 APBK Sabang

perlengkapanya

Program peningkatan kapasitas


sumber daya aparatur :
Pendidikan dan pelatihan aparatur DISPENDA 10.000 APBK Sabang 11.000 APBK Sabang 12.100 APBK Sabang 13.310 APBK Sabang 14.641 APBK Sabang 16.105 APBK Sabang

Workshop, seminar, kursus dan DISPENDA 120.000 APBK Sabang 132.000 APBK Sabang 145.200 APBK Sabang 159.720 APBK Sabang 175.692 APBK Sabang 193.261 APBK Sabang

lokakarya serta studi banding

Pelatihan komputer sistim informasi DISPENDA 85.000 APBK Sabang 93.500 APBK Sabang 102.850 APBK Sabang 113.135 APBK Sabang 124.448 APBK Sabang 136.893 APBK Sabang

manajemen pendapatan daerah


Pelatihan kursus keuangan DISPENDA 60.000 APBK Sabang 66.000 APBK Sabang 72.600 APBK Sabang 79.860 APBK Sabang 87.846 APBK Sabang 96.630 APBK Sabang

Diklat petugas pemungut pajak DISPENDA 56.000 APBK Sabang 61.600 APBK Sabang 67.760 APBK Sabang 74.536 APBK Sabang 81.989 APBK Sabang 90.188 APBK Sabang

Diklat PPNS dan juru sita pajak DISPENDA 39.000 APBK Sabang 42.900 APBK Sabang 47.190 APBK Sabang 51.909 APBK Sabang 57.099 APBK Sabang 62.809 APBK Sabang

Pendidikan profesional petugas DISPENDA 92.000 APBK Sabang 101.200 APBK Sabang 111.320 APBK Sabang 122.452 APBK Sabang 134.697 APBK Sabang 148.166 APBK Sabang

pemungut PBB dikelurahan

Program peningkatan dan pengem.


sistim pelaporan capaian
kinerja keuangan :
Penyusunan laporan capaian DISPENDA 6.000 APBK Sabang 6.600 APBK Sabang 7.260 APBK Sabang 7.986 APBK Sabang 8.784 APBK Sabang 9.663 APBK Sabang

kinerja dan ikhtisar realisasi


kinerja SKPD DISPENDA 2.000 APBK Sabang 2.200 APBK Sabang 2.420 APBK Sabang 2.662 APBK Sabang 2.928 APBK Sabang 3.221 APBK Sabang

Penyusunan laporan
keuangan semesteran
Penyusunan laporan DISPENDA 2.000 APBK Sabang 2.200 APBK Sabang 2.420 APBK Sabang 2.662 APBK Sabang 2.928 APBK Sabang 3.221 APBK Sabang

keuangan akhir tahun


Penyediaan jasa pembuatan DISPENDA 7.012 APBK Sabang 7.713 APBK Sabang 8.484 APBK Sabang 9.332 APBK Sabang 10.266 APBK Sabang 11.292 APBK Sabang

RKA

Program Peningkatan dan


Pengembangan pengelolaan
keuangan daerah :
Pendataan objek PAD DISPENDA 55.102 APBK Sabang 60.612 APBK Sabang 66.673 APBK Sabang 73.340 APBK Sabang 80.674 APBK Sabang 88.742 APBK Sabang

penyusunan rancangan per- DISPENDA 103.527 APBK Sabang 113.879 APBK Sabang 125.267 APBK Sabang 137.794 APBK Sabang 151.573 APBK Sabang 166.731 APBK Sabang

aturan daerah ttg pajak daerah


dan retribusi daerah
Intensifikasi dan eksten- DISPENDA 79.039 APBK Sabang 86.943 APBK Sabang 95.637 APBK Sabang 105.200 APBK Sabang 115.721 APBK Sabang 127.293 APBK Sabang

sifikasi PAD
Penyusunan sistim prosedur DISPENDA 62.350 APBK Sabang 68.585 APBK Sabang 75.443 APBK Sabang 82.987 APBK Sabang 91.286 APBK Sabang 100.415 APBK Sabang

pengelolaan keuangan daerah


Bintek implementasi paket re- DISPENDA 84.500 APBK Sabang 92.950 APBK Sabang 102.245 APBK Sabang 112.469 APBK Sabang 123.716 APBK Sabang 136.088 APBK Sabang

gulasi ttg pengelolaan keuda

Penyusunan sistim informasi DISPENDA 185.000 APBK Sabang 203.500 APBK Sabang 223.850 APBK Sabang 246.235 APBK Sabang 270.858 APBK Sabang 297.944 APBK Sabang

keuangan daerah
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi
Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

Program peningkatan dan


pengembangan pajak bumi
dan Bangunan :
Intensifikasi dan ekstensifikasi DISPENDA 58.005 APBK Sabang 63.805 APBK Sabang 70.186 APBK Sabang 77.204 APBK Sabang 84.925 APBK Sabang 93.417 APBK Sabang

PBB
Koordinasi, konsultasi dan DISPENDA 244.477 APBK Sabang 268.925 APBK Sabang 295.817 APBK Sabang 325.399 APBK Sabang 357.939 APBK Sabang 393.733 APBK Sabang

verifikasi data PBB


penyuluhan PBB DISPENDA 746.600 APBK Sabang 821.260 APBK Sabang 903.386 APBK Sabang 993.724 APBK Sabang 1.093.097 APBK Sabang 1.202.406 APBK Sabang

Pendistribusian SPPT PBB DISPENDA 48.750 APBK Sabang 53.625 APBK Sabang 58.987 APBK Sabang 64.886 APBK Sabang 71.374 APBK Sabang 78.512 APBK Sabang

dan penagihan PBB


TABEL 5.2 PROGRAM TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Kota Sabang


Nama SKPD : BAPPEDA Kota Sabang
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan Penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi


Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

A.SKPD

Program pelayanan Sukakarya

administrasi perkantoran Sukakarya

Penyediaan jasa surat-menyurat 1.200.000 APBK Bappeda 1.320.000 APBK Bappeda 1.450.000 APBK Bappeda 1.600.000 APBK Bappeda 1.760.000 APBK Bappeda 1.940.000 APBK Bappeda

Penyediaan jasa komunikasi,SDA, 90.000.000 APBK Bappeda 99.000.000 APBK Bappeda 108.900.000 APBK Bappeda 119.790.000 APBK Bappeda 131.770.000 APBK Bappeda 144.950.000 APBK Bappeda

listrik
Penyediaan jasa administrasi ke- 1.500.000 APBK Bappeda 1.650.000 APBK Bappeda 1.820.000 APBK Bappeda 2.000.000 APBK Bappeda 2.200.000 APBK Bappeda 2.420.000 APBK Bappeda

uangan
Penyediaan jasa kebersihan ktr 8.910.000 APBK Bappeda 9.800.000 APBK Bappeda 10.780.000 APBK Bappeda 11.860.000 APBK Bappeda 13.050.000 APBK Bappeda 14.360.000 APBK Bappeda

Penyediaan jasa perbaikan peralatan 9.300.000 APBK Bappeda 10.230.000 APBK Bappeda 11.250.000 APBK Bappeda 12.380.000 APBK Bappeda 13.620.000 APBK Bappeda 14.980.000 APBK Bappeda

kantor
Penyediaan alat tulis kantor 21.348.150 APBK Bappeda 23.480.000 APBK Bappeda 25.830.000 APBK Bappeda 28.410.000 APBK Bappeda 31.250.000 APBK Bappeda 34.380.000 APBK Bappeda

Penyediaan brg cetakan dan peng- 2.910.700 APBK Bappeda 3.200.000 APBK Bappeda 3.520.000 APBK Bappeda 3.870.000 APBK Bappeda 4.260.000 APBK Bappeda 4.690.000 APBK Bappeda

gandaan
Penyediaan komponen instalasi 3.086.500 APBK Bappeda 3.400.000 APBK Bappeda 3.740.000 APBK Bappeda 4.110.000 APBK Bappeda 4.520.000 APBK Bappeda 4.970.000 APBK Bappeda

listrik/penerangan bangunan ktr


Penyediaan peralatan rmh tangga 72.448.654 APBK Bappeda 79.690.000 APBK Bappeda 87.660.000 APBK Bappeda 96.430.000 APBK Bappeda 106.070.000 APBK Bappeda 116.680.000 APBK Bappeda

Penyediaan bahan bacaan dan per- 4.530.000 APBK Bappeda 4.980.000 APBK Bappeda 5.480.000 APBK Bappeda 6.030.000 APBK Bappeda 6.630.000 APBK Bappeda 7.290.000 APBK Bappeda

aturan perundangan
Penyediaan makan minum 62.375.000 APBK Bappeda 68.610.000 APBK Bappeda 75.470.000 APBK Bappeda 83.020.000 APBK Bappeda 91.320.000 APBK Bappeda 100.450.000 APBK Bappeda

Rapat-rapat koordinasi dan 128.758.800 APBK Bappeda 141.630.000 APBK Bappeda 155.790.000 APBK Bappeda 171.370.000 APBK Bappeda 188.510.000 APBK Bappeda 207.360.000 APBK Bappeda

konsultasi ke luar daerah


Penyediaan tenaga jasa pendukung 120.000.000 APBK Bappeda 132.000.000 APBK Bappeda 145.200.000 APBK Bappeda 159.720.000 APBK Bappeda 175.690.000 APBK Bappeda 193.260.000 APBK Bappeda

administrasi teknis perkantoran

Program peningkatan
sarana prasarana
aparatur Pemeliharaan rutin/berkala gedung 4.825.000 APBK Bappeda 5.310.000 APBK Bappeda 5.840.000 APBK Bappeda 6.420.000 APBK Bappeda 7.060.000 APBK Bappeda 7.770.000 APBK Bappeda

kantor
Pemeliharaan rutin/ berkala kenda- 24.255.650 APBK Bappeda 26.680.000 APBK Bappeda 29.350.000 APBK Bappeda 32.290.000 APBK Bappeda 35.520.000 APBK Bappeda 39.070.000 APBK Bappeda

raan dinas/operasional

Program peningkatan
disiplin aparatur Pengadaan pakaian dinas beserta 13.300.000 APBK Bappeda 14.630.000 APBK Bappeda 16.093.000 APBK Bappeda 17.702.300 APBK Bappeda 19.470.000 APBK Bappeda 21.417.000 APBK Bappeda

perlengkapannya

Program peningkatan
kapasitas sumber daya Pendidikan dan pelatihan formal 15.000.000 APBK Bappeda 16.500.000 APBK Bappeda 18.150.000 APBK Bappeda 19.970.000 APBK Bappeda 21.970.000 APBK Bappeda 24.170.000 APBK Bappeda

aparatur
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi
Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

Program peningkatan
sistem pelaporan capai
an kinerja dan keuangan Penyusunan laporan capaian kinerja 6.000.000 APBK Bappeda 6.600.000 APBK Bappeda 7.260.000 APBK Bappeda 7.990.000 APBK Bappeda 8.790.000 APBK Bappeda 9.670.000 APBK Bappeda

dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD


Penyediaan jasa pembuatan RKA 77.524.000 APBK Bappeda 85.280.000 APBK Bappeda 93.810.000 APBK Bappeda 103.190.000 APBK Bappeda 113.510.000 APBK Bappeda 124.860.000 APBK Bappeda

Program pengembangan
data dan informasi Penyusunan dan pengumpulan data 62.024.500 APBK Bappeda 68.226.950 APBK Bappeda 75.049.645 APBK Bappeda 82.554.610 APBK Bappeda 90.810.070 APBK Bappeda 99.891.077 APBK Bappeda

informasi kebutuhan penyusunan


dokumen perencanaan

Penyusunan profil daerah - - - 220.000.000 APBK Bappeda 110.000.000 APBK Bappeda 90.000.000 APBK Bappeda 90.000.000 APBK Bappeda 90.000.000 APBK Bappeda

Penyusunan data base pembangunan - - - 75.000.000 APBK Bappeda 82.500.000 APBK Bappeda 90.750.000 APBK Bappeda 99.825.000 APBK Bappeda 109.807.500 APBK Bappeda

Penelitian - - - 85.000.000 APBK Bappeda 93.500.000 APBK Bappeda 102.850.000 APBK Bappeda 113.135.000 APBK Bappeda 124.448.500 APBK Bappeda

Program perencanaan
pembangunan daerah Penetapan RPJPD 84.152.000 APBK Bappeda - - - - - - - - - - - - - - -

Penyelenggaraan musrenbang dan 137.835.350 APBK Bappeda - - - - - - - - - - - - - - -

penetapan RPJMD
Penyusunan musrenbang RKPD, 127.673.400 APBK Bappeda 140.440.000 APBK Bappeda 154.480.000 APBK Bappeda 169.930.000 APBK Bappeda 186.920.000 APBK Bappeda 205.610.000 APBK Bappeda

Monitoring,evaluasi,pengendalian 40.855.000 APBK Bappeda 44.940.000 APBK Bappeda 49.430.000 APBK Bappeda 54.370.000 APBK Bappeda 59.810.000 APBK Bappeda 65.790.000 APBK Bappeda

dan pelaporan pelaksanaan pem-


bangunan daerah
Penyusunan kebijakan umum anggaran 78.538.861 APBK Bappeda 86.390.000 APBK Bappeda 95.030.000 APBK Bappeda 104.530.000 APBK Bappeda 114.980.000 APBK Bappeda 126.480.000 APBK Bappeda

Pendampingan perencanaan dan 161.607.200 APBK Bappeda 177.768.000 APBK Bappeda 195.545.000 APBK Bappeda - - - - - - - - -

monitoring kegiatan rehab/rekon


sarana perumahan,pendidikan dan
kesehatan oleh NGO
Pembahasan RKA SKPD 148.245.000 APBK Bappeda 163.070.000 APBK Bappeda 179.377.000 APBK Bappeda 197.315.000 APBK Bappeda 217.047.000 APBK Bappeda 238.752.000 APBK Bappeda

Biaya operasional pendamping 190.994.200 APBK Bappeda 210.094.000 APBK Bappeda 231.103.000 APBK Bappeda 254.213.000 APBK Bappeda 279.634.000 APBK Bappeda 307.597.000 APBK Bappeda

P2KP Kota Sabang


Koordinasi pelaksanaan DAK 2007 51.896.800 APBK Bappeda 57.086.000 APBK Bappeda 62.795.000 APBK Bappeda 69.075.000 APBK Bappeda 75.983.000 APBK Bappeda 83.581.000 APBK Bappeda

Penyediaan website Bappeda Kota 56.500.000 APBK Bappeda - - - - - - - - - - - - - - -

Sabang

Program perencanaan
pembangunan ekonomi Koordinasi perencanaan pemba- 64.716.700 APBK Bappeda 71.188.000 APBK Bappeda 78.307.000 APBK Bappeda 86.138.000 APBK Bappeda 94.752.000 APBK Bappeda 104.227.000 APBK Bappeda

ngunan bidang ekonomi


Pendampingan perencanaan penge- 50.900.800 APBK Bappeda 55.991.000 APBK Bappeda 61.590.000 APBK Bappeda - - - - - - - - -

lolaan pengembangan pesisir dan


pengembangan ekonomi lokal
Penyusunan perencanaan pe- - - - - - - 100.000.000 APBK Bappeda - - - - - - - - -

ngembangan ekonomi masyarakat


Penyusunan indikator dan pemetaan - - - 115.000.000 APBK Bappeda - - - - - - - - - - - -

daerah rawan pangan


Penyusunan Master Plan Pembangunan - - - - - - - - - 200.000.000 APBK Bappeda - - - - - -

Ekonomi Daerah
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi
Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

Penyusunan Tabel Input Output Daerah - - - - - - - - - - - - 200.000.000 APBK Bappeda - - -

Penyusunan Master Plan Penanggulangan - - - - - - - - - - - - - - - 250.000.000 APBK Bappeda

Kemiskinan

Program perencanaan pem-


bangunan sosial budaya Koordinasi perencaan pembangunan 72.608.600 APBK Bappeda 79.869.460 APBK Bappeda 87.856.406 APBK Bappeda 96.642.047 APBK Bappeda 106.306.251 APBK Bappeda 116.936.876 APBK Bappeda

bidang sosbud
Program perencanaan
prasarana wilayah & SDA Koordinasi pelaksanaan rehabilitasi 75.238.300 APBK Bappeda 82.762.130 APBK Bappeda 91.038.343 APBK Bappeda 100.142.177 APBK Bappeda 110.156.395 APBK Bappeda 121.172.035 APBK Bappeda

dan rekonstruksi paska bencana


alam di kota sabang
Koordinasi perencanaan bidang 118.481.600 APBK Bappeda 130.330.000 APBK Bappeda 143.360.000 APBK Bappeda 157.700.000 APBK Bappeda 173.470.000 APBK Bappeda 190.800.000 APBK Bappeda

fisik dan prasarana

Program Perencanaan
Pembangunan Daerah Koordinasi Penyusunan Profil - - - 150.000.000 APBK Bappeda 200.000.000 APBK Bappeda 250.000.000 APBK Bappeda 300.000.000 APBK Bappeda 350.000.000 APBK Bappeda

Rawan Bencana Daerah Rawan bencana


Penyusunan Sistem Informasi - - - 250.000.000 APBK Bappeda 275.000.000 APBK Bappeda - - - - - - - - -

Profil Daerah

Penyusunan Informasi Perkem- - - - 75.000.000 APBK Bappeda 82.500.000 APBK Bappeda 90.750.000 APBK Bappeda 99.825.000 APBK Bappeda 109.807.500 APBK Bappeda

bangan Pembangunan Kota


Sabang

Program Perencanaan
Tata Ruang Penetapan Kebijakan Tentang - - - 300.000.000 APBK Bappeda - - - - - - - - - - - -

Rencana Detail Tata Ruang Kota


RDTRK
Penyusunan Rencana Detail Tata - - - 130.000.000 APBK Bappeda - - - - - - - - - - - -

Ruang kawasan (Kec Sukajaya)


Sosialisasi peraturan perundang- - - - - - - 100.000.000 APBK Bappeda - - - - - - - - -

undangan tentang Rencana Tata Ruang

Program Peningkatan
Kualitas dan Akses Penyusunan data sumber daya alam - - - 200.000.000 APBK Bappeda - - - - - - 250.000.000 APBK Bappeda - - -

Informasi SDA dan dan neraca sumber daya hutan


Lingkungan Hidup (NSDH) nasional & daerah
Inventarisasi Sumber Daya Alam - - - 190.000.000 APBK Bappeda - - - - - - 220.000.000 APBK Bappeda - - -

Pembuatan Neraca Sumber Daya - - - 150.000.000 APBK Bappeda - - - - - - 180.000.000 APBK Bappeda - - `

Alam Kota Sabang

Program Penanggulangan Penggulangan Kemiskinan Kota 325.000.000 APBK Sekretaria 150.000.000 APBK Sekretaria 150.000.000 APBK Sekretaria 160.000.000 APBK Sekretaria 160.000.000 APBK Sekretaria 165.000.000 APBK Sekretaria
Kemiskinan Kota Sabang Sabang TKPKD TKPKD TKPKD TKPKD TKPKD TKPKD

Program Pemberantasan Korupsi Sosialisasi Inpres No. 5 Tahun 2004 50.000.000 APBK Sabang 50.000.000 APBK Sabang - - - - - - - - - - - -

Pelaksanaan Rencana Aksi Daerah 75.000.000 APBK Sabang 90.000.000 APBK Sabang 100.000.000 APBK Sabang 115.000.000 APBK Sabang 125.000.000 APBK Sabang 130.000.000 APBK Sabang
Pemberantasan Korupsi(RAD PK)
TABEL 5.2 PROGRAM TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Kota Sabang


Nama SKPD : Dinas Pertanian Kota Sabang
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan Penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi


Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

A.SKPD

1 Program Administrasi Penyediaan jasa surat menyurat 750.000 APBK Sabang 900.000 APBK Sabang 1.080.000 APBK Sabang 1.296.000 APBK Sabang 1.555.200 APBK Sabang 1.866.240 APBK Sabang

Penyediaan jasa komunikasi,sumber 20.400.000 APBK Sabang 24.480.000 APBK Sabang 29.376.000 APBK Sabang 35.251.500 APBK Sabang 42.301.440 APBK Sabang 50.761.728 APBK Sabang

daya air dan listrik


Penyediaan jasa kebersihan kantor 3.191.500 APBK Sabang 3.829.800 APBK Sabang 4.595.760 APBK Sabang 5.514.912 APBK Sabang 6.617.894 APBK Sabang 7.941.473 APBK Sabang

Penyediaan alat tulis kantor 12.603.000 APBK Sabang 15.123.600 APBK Sabang 18.148.320 APBK Sabang 21.777.984 APBK Sabang 26.133.581 APBK Sabang 31.360.297 APBK Sabang

Penyediaan barang cetakan dan 2.460.000 APBK Sabang 2.952.000 APBK Sabang 3.542.400 APBK Sabang 4.250.880 APBK Sabang 5.101.056 APBK Sabang 6.121.267 APBK Sabang

penggandaan
Penyediaan komponen instalasi lis- 2.315.000 APBK Sabang 2.778.000 APBK Sabang 3.333.600 APBK Sabang 4.000.320 APBK Sabang 4.800.384 APBK Sabang 5.760.461 APBK Sabang

trik/penerangan bangunan kantor


Penyediaan peralatan dan perleng- 29.450.000 APBK Sabang 35.340.000 APBK Sabang 42.408.000 APBK Sabang 50.889.600 APBK Sabang 61.067.520 APBK Sabang 73.281.024 APBK Sabang

kapan kantor
Penyediaan bahan bacaan dan per- 3.792.000 APBK Sabang 4.550.400 APBK Sabang 5.460.480 APBK Sabang 6.552.576 APBK Sabang 7.863.091 APBK Sabang 9.435.709 APBK Sabang

undang-undangan
Penyediaan makanan dan minuman 70.755.000 APBK Sabang 84.906.000 APBK Sabang 101.887.200 APBK Sabang 122.264.640 APBK Sabang 146.717.568 APBK Sabang 176.061.082 APBK Sabang

Rapat-rapat koordinasi dan konsul- 149.490.000 APBK Sabang 179.388.000 APBK Sabang 215.265.600 APBK Sabang 258.318.720 APBK Sabang 309.982.464 APBK Sabang 371.978.957 APBK Sabang

tasi ke luar daerah


Penyediaan jasa tenaga pendukung 331.800.000 APBK Sabang 398.160.000 APBK Sabang 477.792.000 APBK Sabang 573.350.400 APBK Sabang 688.020.480 APBK Sabang 825.624.576 APBK Sabang

administrasi teknis perkantoran

2 Program Peningkatan Sarana dan Pemeliharaan rutin kendaraan dinas 72.715.000 APBK Sabang 87.258.000 APBK Sabang 104.709.600 APBK Sabang 125.651.520 APBK Sabang 150.781.824 APBK Sabang 180.938.189 APBK Sabang

Prasaranan Aparatur Pemeliharaan rutin peralatan gedung 3.400.000 APBK Sabang 4.080.000 APBK Sabang 4.896.000 APBK Sabang 5.875.200 APBK Sabang 7.050.240 APBK Sabang 8.460.288 APBK Sabang

kantor

3 Program Peningkatan Disiplin Pengadaan pakaian dinas beserta 29.050.000 APBK Sabang 34.860.000 APBK Sabang 41.832.000 APBK Sabang 50.198.400 APBK Sabang 60.238.080 APBK Sabang 72.285.696 APBK Sabang

Aparatur perlengkapannya

4 Program Peningkatan Kapasitas Pendidikan dan pelatihan formal 15.000.000 APBK Sabang 18.000.000 APBK Sabang 21.600.000 APBK Sabang 25.920.000 APBK Sabang 31.104.000 APBK Sabang 37.324.800 APBK Sabang

Sumber Daya Aparatur

5 Program Peningkatan Pengemba- Penyusunan laporan capaian kinerja 76.000.000 APBK Sabang 91.200.000 APBK Sabang 109.440.000 APBK Sabang 131.328.000 APBK Sabang 157.593.600 APBK Sabang 189.112.320 APBK Sabang

ngan sistem Pelaoran Capaian dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD


Kinerja dan Keuangan Penyusunan profil pertanian dan 10.983.100 APBK Sabang 13.179.720 APBK Sabang 15.815.664 APBK Sabang 18.978.797 APBK Sabang 22.774.556 APBK Sabang 27.329.467 APBK Sabang

kehutanan
Koordinasi,pembinaan,evaluasi dan 7.991.000 APBK Sabang 9.589.200 APBK Sabang 11.507.040 APBK Sabang 13.808.448 APBK Sabang 16.570.138 APBK Sabang 19.884.165 APBK Sabang

monitoring kegiatan proyek pemba-


ngunan Distanhut

6 Program Peningkatan Kesejahte- Peningkatan kemampuan lembaga 48.742.400 APBK Sabang 55.538.880 APBK Sabang 70.246.656 APBK Sabang 84.295.987 APBK Sabang 101.155.185 APBK Sabang 121.386.222 APBK Sabang

raan Petani petani

7 Program Peningkatan Ketahanan Penyusunan peta rawan pangan 19.357.000 APBK Sabang 23.228.400 APBK Sabang 27.874.080 APBK Sabang 33.448.896 APBK Sabang 40.138.675 APBK Sabang 48.166.410 APBK Sabang

Pangan dan keamanan pangan


Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi
Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

Pemanfaatan pekarangan untuk 34.755.500 APBK Sabang 41.706.600 APBK Sabang 50.047.920 APBK Sabang 60.057.504 APBK Sabang 72.069.005 APBK Sabang 86.482.806 APBK Sabang

pengembangan pangan
Pemberdayaan penyuluh dan lemba- - APBK Sabang 180.000.000 APBK Sabang 216.000.000 APBK Sabang 259.200.000 APBK Sabang 311.040.000 APBK Sabang 373.248.000 APBK Sabang

ga penyuluh pertanian
Peningkatan pengetahuan petani - APBK Sabang 250.000.000 APBK Sabang 300.000.000 APBK Sabang 360.000.000 APBK Sabang 432.000.000 APBK Sabang 518.400.000 APBK Sabang

dan penyuluh melalui kunjungan ker-


ja ke daerah pertanian maju
Pembinaan tanaman palawija dan 145.327.500 APBK Sabang 174.393.000 APBK Sabang 209.271.600 APBK Sabang 251.125.920 APBK Sabang 301.351.104 APBK Sabang 361.621.325 APBK Sabang

hortikultura
Penyediaan sarana produksi perta- - APBK Sabang 2.494.325.000 APBK Sabang 2.993.190.000 APBK Sabang 3.591.828.000 APBK Sabang 4.310.193.600 APBK Sabang 5.172.232.320 APBK Sabang

nian
Pengembangan bibit unggul pertanian - APBN Sabang 3.139.000.000 APBN Sabang 3.766.800.000 APBN Sabang 4.520.160.000 APBN Sabang 5.424.192.000 APBN Sabang 6.509.030.400 APBN Sabang

Pengembangan intensifikasi tanaman - APBN Sabang 299.125.000 APBN Sabang 358.950.000 APBN Sabang 430.740.000 APBN Sabang 516.888.000 APBN Sabang 620.265.600 APBN Sabang

padi 25 ha
Pengadaan sarana dan prasarana - APBN Sabang 400.000.000 APBN Sabang - APBN Sabang - APBN Sabang - APBN Sabang - APBN Sabang

teknologi pertanian (hand traktor)


Pengembangan agribisnis hortikultura 187.510.000 APBN Sabang 225.012.000 APBN Sabang 270.014.400 APBN Sabang 324.017.280 APBN Sabang 388.820.736 APBN Sabang 466.584.883 APBN Sabang

Penangkaran bibit tanaman pangan 522.920.000 APBK Sabang 627.504.000 APBK Sabang 753.004.800 APBK Sabang 903.605.760 APBK Sabang 1.084.326.912 APBK Sabang 1.301.192.294 APBK Sabang

Sarana dan prasarana kelembagaan 825.275.000 APBK Sabang 990.330.000 APBK Sabang 1.188.396.000 APBK Sabang 1.426.075.200 APBK Sabang 1.711.290.240 APBK Sabang 2.053.548.288 APBK Sabang

pembenihan/pembibitan hortikultura
(pisang barangan) DAK
Sarana dan prasarana kelembagaan 392.415.000 APBK Sabang 470.898.000 APBK Sabang 565.077.600 APBK Sabang 678.093.120 APBK Sabang 813.711.744 APBK Sabang 976.454.093 APBK Sabang

perbenihan/pembibitan hortikultura
(cengkeh)DAK

8 Program Peningkatan Pemasaran Pengamanan dan penyuluhan kehu- 63.434.500 APBK Sabang 76.121.400 APBK Sabang 91.345.680 APBK Sabang 109.614.816 APBK Sabang 131.537.779 APBK Sabang 157.845.335 APBK Sabang

Hasil Produksi Pertanian/Perke - tanan


bunan Operasional pengamanan hutan 20.000.000 APBK Sabang 24.000.000 APBK Sabang 28.800.000 APBK Sabang 34.560.000 APBK Sabang 41.472.000 APBK Sabang 49.766.400 APBK Sabang

taman wisata alam Iboih

6 Program Perlindungan dan Kon- Pencegahan dan pengendalian keba- - APBK Sabang 30.000.000 APBK Sabang 36.000.000 APBK Sabang 43.200.000 APBK Sabang 51.840.000 APBK Sabang 62.208.000 APBK Sabang

servasi Sumber Daya Hutan karan hutan dan lahan


Pemeliharaan batas kawasan hutan - APBK Sabang 50.000.000 APBK Sabang 60.000.000 APBK Sabang 72.000.000 APBK Sabang 86.400.000 APBK Sabang 103.680.000 APBK Sabang

(10 km)

9 Program Rehabilitasi Hutan dan Penanaman lahan kritis 50 Ha - APBK Sabang 150.000.000 APBK Sabang 180.000.000 APBK Sabang 216.000.000 APBK Sabang 259.200.000 APBK Sabang 311.040.000 APBK Sabang

Lahan Kritis Pembuatan tanaman pelindung kanan - APBK Sabang 110.000.000 APBK Sabang 132.000.000 APBK Sabang 158.400.000 APBK Sabang 190.080.000 APBK Sabang 228.096.000 APBK Sabang

kiri jalan
Pembuatan bangunan konservasi - APBK Sabang 75.000.000 APBK Sabang 90.000.000 APBK Sabang 108.000.000 APBK Sabang 129.600.000 APBK Sabang 155.520.000 APBK Sabang

tanah (Dam penahan)

10 Program Peningkatan Produksi Penyediaan sarana produksi Perta- 186.678.500 APBK Sabang 224.014.200 APBK Sabang 268.817.040 APBK Sabang 322.580.448 APBK Sabang 387.096.538 APBK Sabang 464.515.845 APBK Sabang

Pertanian/Perkebunan nian/perkebunan
Sarana dan prasarana (DAK) 116.526.000 APBN Sabang 139.831.200 APBN Sabang 167.797.440 APBN Sabang 201.356.928 APBN Sabang 241.628.314 APBN Sabang 289.953.976 APBN Sabang

Pemulihan tanaman perkebunan 95.502.100 APBK Sabang 114.602.520 APBK Sabang 137.523.024 APBK Sabang 165.027.629 APBK Sabang 198.033.155 APBK Sabang 237.639.785 APBK Sabang

Pengadaan bibit unggul perkebunan - APBK Sabang 95.502.100 APBK Sabang - APBK Sabang - APBK Sabang - APBK Sabang - APBK Sabang

Pembinaan kegiatan dana pendamping 228.626.580 APBN Sabang 274.351.896 APBN Sabang 329.222.275 APBN Sabang 395.066.730 APBN Sabang 474.080.076 APBN Sabang 568.896.092 APBN Sabang

Dana Alokasi Khusus

11 Program Pencegahan dan Pemeliharaan kesehatan dan pence- 121.748.500 APBK Sabang 146.098.200 APBK Sabang 175.317.840 APBK Sabang 210.381.408 APBK Sabang 252.457.690 APBK Sabang 302.949.228 APBK Sabang

Penanggulangan Penyakit Ternak gahan penyakit menular ternak


Pengendalian anjing liar 23.220.000 APBK Sabang 27.864.000 APBK Sabang 33.436.800 APBK Sabang 40.124.160 APBK Sabang 48.148.992 APBK Sabang 57.778.790 APBK Sabang
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi
Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

Pencegahan dan penanggulangan - APBK Sabang 103.551.000 APBK Sabang 124.261.200 APBK Sabang 149.113.440 APBK Sabang 178.936.128 APBK Sabang 214.723.354 APBK Sabang

penyakit flu burung


Pembinaan pasca panen,pengolahan - APBK Sabang 64.750.000 APBK Sabang 77.700.000 APBK Sabang 93.240.000 APBK Sabang 111.888.000 APBK Sabang 134.265.600 APBK Sabang

dan pemasaran hasil peternakan

12 Pengembangan Agribisnis Pengembangan agrobisnis peter - 161.969.000 APBK Sabang 194.362.800 APBK Sabang 233.235.360 APBK Sabang 279.882.432 APBK Sabang 335.858.918 APBK Sabang 403.030.702 APBK Sabang

Peternakan nakan
Pembinaan dan pemanfaatan lahan - APBK Sabang 83.250.000 APBK Sabang 99.900.000 APBK Sabang 119.880.000 APBK Sabang 143.856.000 APBK Sabang 172.627.200 APBK Sabang

kebun demplot peternakan Bango


TABEL 5.2 PROGRAM TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Kota Sabang


Nama SKPD : Kecamatan Sukakarya
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan Penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi


Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

A.SKPD

Program Pelayanan Administra- Penyediaan jasa surat menyurat 1.944.000 APBK Sukakarya 2.138.400 APBK Sukakarya 2.352.240 APBK Sukakarya 2.587.464 APBK Sukakarya 2.846.210 APBK Sukakarya 3.130.831 APBK Sukakarya

si perkantoran Penyediaan jasa komunikasi, sumber 138.000.000 APBK Sukakarya 151.800.000 APBK Sukakarya 166.980.000 APBK Sukakarya 183.678.000 APBK Sukakarya 202.045.800 APBK Sukakarya 222.250.380 APBK Sukakarya

daya air dan listrik


Penyediaan jasa kebersihan kantor 1.500.000 APBK Sukakarya 1.650.000 APBK Sukakarya 1.815.000 APBK Sukakarya 1.996.500 APBK Sukakarya 2.196.150 APBK Sukakarya 2.415.765 APBK Sukakarya

Penyediaan alat tulis kantor 97.741.700 APBK Sukakarya 107.515.870 APBK Sukakarya 118.267.457 APBK Sukakarya 130.094.203 APBK Sukakarya 143.103.623 APBK Sukakarya 157.413.985 APBK Sukakarya

Penyediaan barang cetakan dan 49.010.000 APBK Sukakarya 53.911.000 APBK Sukakarya 59.302.500 APBK Sukakarya 65.232.310 APBK Sukakarya 71.755.541 APBK Sukakarya 78.931.095 APBK Sukakarya

penggandaan
Penyediaan komponen instalasi lis- 8.028.000 APBK Sukakarya 8.830.800 APBK Sukakarya 9.713.880 APBK Sukakarya 10.685.268 APBK Sukakarya 11.753.795 APBK Sukakarya 12.929.174 APBK Sukakarya

trik/penerangan bangunan kantor


Penyediaan peralatan dan perleng- 42.640.000 APBK Sukakarya 46.904.000 APBK Sukakarya 51.594.400 APBK Sukakarya 56.753.840 APBK Sukakarya 62.429.224 APBK Sukakarya 68.672.146 APBK Sukakarya

kapan kantor
Penyediaan peralatan rumah tangga 10.790.000 APBK Sukakarya 11.869.000 APBK Sukakarya 13.055.900 APBK Sukakarya 14.361.490 APBK Sukakarya 15.797.639 APBK Sukakarya 17.377.408 APBK Sukakarya

Penyediaan bahan bacaan dan per- 3.360.000 APBK Sukakarya 3.696.000 APBK Sukakarya 4.065.600 APBK Sukakarya 4.472.160 APBK Sukakarya 4.919.376 APBK Sukakarya 5.411.314 APBK Sukakarya

undang-undangan
Penyediaan makanan dan minuman 71.175.000 APBK Sukakarya 78.292.500 APBK Sukakarya 86.121.750 APBK Sukakarya 94.733.925 APBK Sukakarya 104.207.318 APBK Sukakarya 114.628.049 APBK Sukakarya

Rapat-rapat koordinasi dan konsul- 113.840.000 APBK Sukakarya 125.224.000 APBK Sukakarya 131.746.400 APBK Sukakarya 151.521.040 APBK Sukakarya 166.673.144 APBK Sukakarya 183.340.458 APBK Sukakarya

tasi
Penyediaan jasa pendukung adminis- 376.800.000 APBK Sukakarya 414.480.000 APBK Sukakarya 455.928.000 APBK Sukakarya 501.520.800 APBK Sukakarya 551.672.880 APBK Sukakarya 606.840.168 APBK Sukakarya

trasi/teknis perkantoran

Program Peningkatan Sarana Pemeliharaan rutin rumah jabatan 3.455.000 APBK Sukakarya 3.800.500 APBK Sukakarya 4.180.550 APBK Sukakarya 4.598.605 APBK Sukakarya 5.058.466 APBK Sukakarya 5.564.312 APBK Sukakarya

Prasarana Aparatur Pemeliharaan rutin gedung kantor 3.475.000 APBK Sukakarya 3.822.500 APBK Sukakarya 4.204.750 APBK Sukakarya 4.625.225 APBK Sukakarya 5.087.748 APBK Sukakarya 5.596.522 APBK Sukakarya

Pemeliharaan rutin mobil jabatan 21.202.000 APBK Sukakarya 23.322.200 APBK Sukakarya 25.654.420 APBK Sukakarya 28.219.862 APBK Sukakarya 31.041.848 APBK Sukakarya 34.146.033 APBK Sukakarya

Pemeliharaan rutin kendaraan dinas 41.042.000 APBK Sukakarya 45.146.200 APBK Sukakarya 49.660.820 APBK Sukakarya 54.625.902 APBK Sukakarya 6.008.992 APBK Sukakarya 66.096.551 APBK Sukakarya

Pemeliharaan rutin peralatan gedung 3.000.000 APBK Sukakarya 3.300.000 APBK Sukakarya 3.630.000 APBK Sukakarya 3.993.000 APBK Sukakarya 4.392.300 APBK Sukakarya 4.831.530 APBK Sukakarya

kantor

Program Peningkatan Disiplin Pengadaan pakaian dinas dan per- 24.150.000 APBK Sukakarya 26.565.000 APBK Sukakarya 29.221.500 APBK Sukakarya 32.143.650 APBK Sukakarya 35.358.015 APBK Sukakarya 38.893.817 APBK Sukakarya

Aparatur lengkapannya

Program Peningkatan Pelayanan Musrenbang tingkat kecamatan dan 41.837.700 APBK Sukakarya 46.021.470 APBK Sukakarya 50.623.617 APBK Sukakarya 55.685.979 APBK Sukakarya 61.254.577 APBK Sukakarya 67.380.034 APBK Sukakarya

Umum Pemerintahan Kecamatan kelurahan


Pembinaan kecamatan, kemukiman, 604.540.000 APBK Sukakarya 664.994.000 APBK Sukakarya 731.493.400 APBK Sukakarya 804.642.740 APBK Sukakarya 885.107.014 APBK Sukakarya 973.617.715 APBK Sukakarya

dan kelurahan
Pembinaan kegaitan keagamaan 827.465.000 APBK Sukakarya 910.211.500 APBK Sukakarya 1.001.232.650 APBK Sukakarya 1.101.355.915 APBK Sukakarya 1.211.491.507 APBK Sukakarya 1.332.640.657 APBK Sukakarya

Penyusunan buku Kecamatan Dalam 10.858.300 APBK Sukakarya 11.965.130 APBK Sukakarya 13.150.643 APBK Sukakarya 14.465.707 APBK Sukakarya 15.912.278 APBK Sukakarya 17.503.506 APBK Sukakarya

Angka
Monitoring ke tiap-tiap kelurahan 14.424.500 APBK Sukakarya 15.866.950 APBK Sukakarya 17.453.645 APBK Sukakarya 19.199.010 APBK Sukakarya 21.118.910 APBK Sukakarya 23.230.801 APBK Sukakarya

Program peningkatan kapasitas Pendidikan dan pelatihan formal 0 APBK Sukakarya 10.000.000 APBK Sukakarya 11.000.000 APBK Sukakarya 12.100.000 APBK Sukakarya 13.310.000 APBK Sukakarya 14.541.000 APBK Sukakarya

Sumber Daya Aparatur


Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi
Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

Program peningkatan Pengemba- Penyusunan laporan capaian kinerja 0 APBK Sukakarya 2.500.000 APBK Sukakarya 2.750.000 APBK Sukakarya 3.025.000 APBK Sukakarya 3.327.500 APBK Sukakarya 3.660.250 APBK Sukakarya

ngan Sistem Pelaporan Capaian dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD


Kinerja dan Keuangan Penyusunan laporan keuangan 0 APBK Sukakarya 2.000.000 APBK Sukakarya 2.200.000 APBK Sukakarya 2.420.000 APBK Sukakarya 2.662.000 APBK Sukakarya 2.928.500 APBK Sukakarya

semesteran
Penyusunan pelaporan prognosis 0 APBK Sukakarya 2.000.000 APBK Sukakarya 2.200.000 APBK Sukakarya 2.420.000 APBK Sukakarya 2.662.000 APBK Sukakarya 2.928.500 APBK Sukakarya

realisasi anggaran
Penyusunan pelaporan keuangan 0 APBK Sukakarya 4.000.000 APBK Sukakarya 4.200.000 APBK Sukakarya 4.400.000 APBK Sukakarya 5.324.000 APBK Sukakarya 5.856.400 APBK Sukakarya

akhir tahun

Dana Pendamping P2KP 38.218.200 APBK Sukakarya 42.040.020 APBK Sukakarya 46.244.022 APBK Sukakarya 50.868.424 APBK Sukakarya 55.955.267 APBK Sukakarya 61550793 APBK Sukakarya

Pemetaan Wilayah Kecamatan 0 APBK Sukakarya 115.000.000 APBK Sukakarya 126.500.000 APBK Sukakarya 139.150.000 APBK Sukakarya 153.065.000 APBK Sukakarya 168.371.500 APBK Sukakarya
TABEL 5.2 PROGRAM TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Kota Sabang


Nama SKPD : Kantor Infokom Kota Sabang
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan Penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi


Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

A.SKPD

1 Pelayanan Administrasi Penyediaan jasa surat menyurat INFOKOM 119.000.000 APBK Sabang 123.000.000 APBK Sabang 125.000.000 APBK Sabang 130.000.000 APBK Sabang 140.000.000 APBK Sabang 150.000.000 APBK Sabang

Perkantoran Penyediaan jasa komunikasi, sumber


daya air dan listrik INFOKOM 9.000.000 APBK Sabang 10.500.000 APBK Sabang 11.000.000 APBK Sabang 13.000.000 APBK Sabang 15.000.000 APBK Sabang 17.000.000 APBK Sabang

Penyediaan jasa kebersihan kantor 20.400.000 APBK Sabang 21.000.000 APBK Sabang 22.000.000 APBK Sabang 24.000.000 APBK Sabang 26.000.000 APBK Sabang 29.000.000 APBK Sabang

Penyediaan alat tulis kantor


Penyediaan barang cetakan dan 4.300.000 APBK Sabang 5.000.000 APBK Sabang 6.000.000 APBK Sabang 8.000.000 APBK Sabang 9.000.000 APBK Sabang 11.000.000 APBK Sabang

penggandaan 9.100.000 APBK Sabang 9.500.000 APBK Sabang 10.000.000 APBK Sabang 12.000.000 APBK Sabang 14.000.000 APBK Sabang 16.500.000 APBK Sabang

Penyediaan bahan bacaan dan 4.100.000 APBK Sabang 5.000.000 APBK Sabang 6.000.000 APBK Sabang 8.000.000 APBK Sabang 9.500.000 APBK Sabang 10.500.000 APBK Sabang

peraturan perundang-undangan
Penyediaan makanan dan minuman 10.600.000 APBK Sabang 11.000.000 APBK Sabang 12.000.000 APBK Sabang 14.000.000 APBK Sabang 14.500.000 APBK Sabang 16.500.000 APBK Sabang

Penyediaan tenaga jasa pendukung


administrasi / teknisi perkantoran 24.900.000 APBK Sabang 26.000.000 APBK Sabang 27.000.000 APBK Sabang 29.000.000 APBK Sabang - Sabang Sabang

Penyediaan biaya rapat - rapat 45.000.000 APBK Sabang 48.000.000 APBK Sabang 49.000.000 APBK Sabang 50.000.000 APBK Sabang 50.600.000 APBK Sabang 53.000.000 APBK Sabang

koordinasi dan konsultasi ke luar


daerah 93.400.000 APBK Sabang 93.400.000 APBK Sabang 93.400.000 APBK Sabang 93.400.000 APBK Sabang 94.500.000 APBK Sabang 94.500.000 APBK Sabang

2 Program peningkatan sarana Pembangunan gedung kantor INFOKOM 63.100.000 APBK Sabang 65.000.000 APBK Sabang 67.000.000 APBK Sabang 69.000.000 APBK Sabang 71.000.000 APBK Sabang 73.000.000 APBK Sabang

dan prasarana aparatur Pengadaan perlengkapan gedung 40.000.000 APBK Sabang 42.000.000 APBK Sabang 43.000.000 APBK Sabang 44.000.000 APBK Sabang 46.000.000 APBK Sabang 49.500.000 APBK Sabang

kantor 56.600.000 APBK Sabang 58.000.000 APBK Sabang 59.000.000 APBK Sabang 60.000.000 APBK Sabang 62.000.000 APBK Sabang 65.000.000 APBK Sabang

Pengadaan peralatan gedung kantor INFOKOM


Pengadaan alat-alat elektronik 17.700.000 APBK Sabang 19.000.000 APBK Sabang 20.000.000 APBK Sabang 21.000.000 APBK Sabang 23.000.000 APBK Sabang 25.000.000 APBK Sabang

Pemeliharaan rutin/berkala gedung 10.000.000 APBK Sabang 11.000.000 APBK Sabang 12.000.000 APBK Sabang 13.000.000 APBK Sabang 14.500.000 APBK Sabang 16.600.000 APBK Sabang

kantor 8.200.000 APBK Sabang 9.000.000 APBK Sabang 10.000.000 APBK Sabang 11.000.000 APBK Sabang 13.000.000 APBK Sabang 15.500.000 APBK Sabang

Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan INFOKOM


dinas/operasional 28.300.000 APBK Sabang 29.000.000 APBK Sabang 30.000.000 APBK Sabang 31.000.000 APBK Sabang 33.000.000 APBK Sabang 35.000.000 APBK Sabang

Rehabilitasi sedang / berat rumah


gedung kantor 62.600.000 APBK Sabang - Sabang Sabang Sabang Sabang Sabang

Rehabilitasi sedang / berat Instalasi


listrik gedung kantor 28.100.000 APBK Sabang - Sabang Sabang Sabang Sabang Sabang

3 Program peningkatan disiplin Pengadaaan Pakaian dinas beserta 6.600.000 APBK Sabang 7.500.000 APBK Sabang 8.000.000 APBK Sabang Sabang Sabang Sabang

aparatur perlengkapannya INFOKOM 6.600.000 APBK Sabang 7.500.000 APBK Sabang 8.000.000 APBK Sabang Sabang Sabang Sabang
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi
Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

4 Program peningkatan Bimbingan teknis aplikasi teknologi 63.100.000 APBK Sabang 6.500.000 APBK Sabang 7.000.000 APBK Sabang 7.500.000 APBK Sabang Sabang Sabang

kapasitas sumber daya informasi INFOKOM 63.100.000 APBK Sabang 6.500.000 APBK Sabang 7.000.000 APBK Sabang 7.500.000 APBK Sabang Sabang Sabang

aparatur

5 Program peningkatan Penyusunan laporan capaian kinerja 3.600.000 APBK Sabang 3.000.000 APBK Sabang 3.500.000 APBK Sabang 4.000.000 APBK Sabang 5.000.000 APBK Sabang 6.000.000 APBK Sabang

pengembangan sistem dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD INFOKOM 2.500.000 APBK Sabang 3.000.000 APBK Sabang 3.500.000 APBK Sabang 4.000.000 APBK Sabang 5.000.000 APBK Sabang 6.000.000 APBK Sabang

pelaporan capaian kinerja Penyusunan pelaporan keuangan


dan keuangan Semesteran 5.000.000 APBK Sabang 5.500.000 APBK Sabang 6.000.000 APBK Sabang 6.500.000 APBK Sabang 7.000.000 APBK Sabang 7.500.000 APBK Sabang

Penyusunan pelaporan keuangan


akhir tahun 5.000.000 APBK Sabang 5.500.000 APBK Sabang 6.000.000 APBK Sabang 6.500.000 APBK Sabang 7.000.000 APBK Sabang 7.500.000 APBK Sabang

6 Progam pengembangan Pembinaan dan pengembangan 100.000.000 APBK Sabang 105.000.000 APBK Sabang 107.000.000 APBK Sabang 109.000.000 APBK Sabang 110.000.000 APBK Sabang 112.000.000 APBK Sabang

komunikasi, informasi dan sumber daya komunikasi dan INFOKOM 100.000.000 APBK Sabang 105.000.000 APBK Sabang 107.000.000 APBK Sabang 109.000.000 APBK Sabang 110.000.000 APBK Sabang 112.000.000 APBK Sabang

media masa informasi

7 Program fasilitas pening Pelatihan SDM dalam bidang komuni 88.300.000 APBK Sabang 90.500.000 APBK Sabang 107.000.000 APBK Sabang 109.000.000 APBK Sabang 110.000.000 APBK Sabang 112.000.000 APBK Sabang

katan SDM bidang komunika kasi dan informasi INFOKOM 28.800.000 APBK Sabang 29.500.000 APBK Sabang 30.000.000 APBK Sabang 31.000.000 APBK Sabang 34.000.000 APBK Sabang 35.000.000 APBK Sabang

si dan informasi Bintek SDM dalam bidang komunikasi


informasi 37.400.000 APBK Sabang 38.000.000 APBK Sabang 40.000.000 APBK Sabang 42.000.000 APBK Sabang 44.000.000 APBK Sabang 46.000.000 APBK Sabang

8 Program kerjasama informa Penyebaran informasi pembangunan 364.000.000 APBK Sabang 368.000.000 APBK Sabang 370.000.000 APBK Sabang 375.000.000 APBK Sabang 380.000.000 APBK Sabang 385.000.000 APBK Sabang

si dengan mas media daerah INFOKOM 76.300.000 APBK Sabang 78.500.000 APBK Sabang 80.500.000 APBK Sabang 82.500.000 APBK Sabang 83.500.000 APBK Sabang 84.500.000 APBK Sabang

Penyebaran informasi penyeleng


garaan pemerintah daerah 197.300.000 APBK Sabang 198.000.000 APBK Sabang 200.000.000 APBK Sabang 205.000.000 APBK Sabang 210.000.000 APBK Sabang 215.000.000 APBK Sabang

Penyebaran informasi pembangunan


daerah (Tabloid Sabang Post) 90.400.000 APBK Sabang 92.000.000 APBK Sabang 94.000.000 APBK Sabang 96.000.000 APBK Sabang 98.000.000 APBK Sabang 100.000.000 APBK Sabang

160.000.000 APBK Sabang 170.000.000 APBK Sabang 180.000.000 APBK Sabang 190.000.000 APBK Sabang 200.000.000 APBK Sabang 210.000.000 APBK Sabang

9 Program pengembangan Pembinaan dan pengembangan INFOKOM 160.000.000 APBK Sabang 170.000.000 APBK Sabang 180.000.000 APBK Sabang 190.000.000 APBK Sabang 200.000.000 APBK Sabang 210.000.000 APBK Sabang

komunikasi, informasi dan jaringan komunikasi dan informasi


mes media Pengadaan info struktur jaringan 800.000.000 APBK Sabang 850.000.000 APBK Sabang 900.000.000 APBK Sabang 950.000.000 APBK Sabang 975.000.000 APBK Sabang 1.000.000.000 APBK Sabang

internet
TABEL 5.2 PROGRAM TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Kota Sabang


Nama SKPD : Kantor DISNAKER Kota Sabang
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan Penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi


Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

A.SKPD

1 Pelayanan administrasi PerMedagri No. Disnaker 489.999.162 APBK Disnaker 533.499.079 APBK Disnaker 586.848.987 APBK Disnaker 645.533.885 APBK Disnaker 710.087.274 APBK Disnaker 781.096.001 APBK Disnaker

perkantoran 13/2006

2 Peningkatan Sarana dan - Disnaker 125.083.405 APBK Disnaker 137.591.746 APBK Disnaker 151.350.921 APBK Disnaker 166.486.013 APBK Disnaker 183.134.614 APBK Disnaker 201.448.075 APBK Disnaker

Prasarana

3 Peningkatan Disiplin Aparatur Pengadaan Pakaian Dinas Disnaker 17.500.000 APBK Disnaker 19.250.000 APBK Disnaker 21.175.000 APBK Disnaker 23.292.500 APBK Disnaker 25.621.750 APBK Disnaker 28.183.925 APBK Disnaker

4 Peningkatan Kapasitas Sumber Mengadakan Pelatihan dan - Disnaker 15.000.000 APBK Disnaker 16.500.000 APBK Disnaker 18.150.000 APBK Disnaker 19.965.000 APBK Disnaker 21.961.500 APBK Disnaker 24.157.650 APBK Disnaker

Daya Aparatur Pendidikan Pegawai

5 Peningkatan pengembangan Penyusunan Laporan Capaian Kep.Kepala LAN Disnaker 6.000.000 APBK Disnaker 6.500.000 APBK Disnaker 10.260.000 APBK Disnaker 11.286.000 APBK Disnaker 12.414.600 APBK Disnaker 13.656.060 APBK Disnaker

Sistem Pelaporan dan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi No.239/IX/6/8


Kinerja dan keuangan Kinerja SKPD /2006

6 Penataan Administrasi Implementasi Sistem Administrasi Kep.Mendagri Disnaker 89.345.100 APBK Disnaker 150.000.000 APBK Disnaker 165.000.000 APBK Disnaker 181.500.000 APBK Disnaker 199.650.000 APBK Disnaker 219.615.000 APBK Disnaker

Kependudukan Kependudukan No.28/2006

7 Pemantapan Kinerja Operator Pelatihan Tenaga Pengelola SIAK Disnaker - - - 70.000.000 APBK Disnaker 77.000.000 APBK Disnaker 84.700.000 APBK Disnaker 93.170.000 APBK Disnaker 102.483.000 APBK Disnaker

SIAK Offline Offline

8 Peningkatan Administrasi Pembentukan dan Penataan Sistem Disnaker - - - 30.000.000 APBK Disnaker 53.000.000 APBK Disnaker 26.300.000 APBK Disnaker 39.920.000 APBK Disnaker 43.923.000 APBK Disnaker

Kependudukan Standar Nasional Koneksi (inter phase tahap awal) NK

9 Peningkatan Peran Serta Sosialisasi Kebijakan Kependudukan Disnaker - - - 10.000.000 APBK Disnaker 11.000.000 APBK Disnaker 12.100.000 APBK Disnaker 13.310.000 APBK Disnaker 14.641.000 APBK Disnaker

Masyarakat di bidang pada Aparatur Kecamatan dan


Kependudukan Kelurahan serta masyarakat

10 Pengembangan Sistem Informasi Menyediakan Informasi yang dapat Disnaker - - - 26.000.000 APBK Disnaker 28.600.000 APBK Disnaker 31.460.000 APBK Disnaker 34.606.000 APBK Disnaker 38.066.600 APBK Disnaker

diakses oleh masyarakat

11 Monitoring, Evaluasi dan Melaksanakan Monitoring, Evaluasi Per Mendagri Disnaker - - - 10.000.000 APBK Disnaker 11.000.000 APBK Disnaker 12.100.000 APBK Disnaker 13.310.000 APBK Disnaker 14.641.000 APBK Disnaker

Pelaporan dan menyusun pelaporan No.13/2006

12 Peningkatan Kwalitas dan Peningkatan Pembangunan Work SK Walikota Disnaker 1.000.000.000 APBK Bango 1.100.000.000 APBK/BRR Bango 1.210.000.000 APBK/BRR Bango 1.331.000.000 APBK Bango 1.464.100.000 APBK Bango 1.610.510.000 APBK Bango

Produktifitas Tenaga Kerja Shop BLK Maritim Sabang No.


702/2003

13 Penigkatan Sarana dan 1. Pembangunan Rumah Instruktur - Disnaker - - - 500.000.000 APBK/BRR Bango 550.000.000 APBK/BRR Bango 605.000.000 APBK Bango - - - - - -

Prasarana BLK Maritim


2. Pembangunan Gedung Serba Disnaker - - - - - - 500.000.000 APBK/BRR Bango 550.000.000 APBK Bango - - - - - -

Guna
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi
Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

3. Pembangunan Gedung Kantor Disnaker - - - 500.000.000 APBK/BRR Bango 550.000.000 APBK/BRR Bango - - - - - - - - -

BLK Maritim

4. Pengadaan Peralatan Pelatihan Disnaker - - - 4.000.000.000 APBN BLK Marit 4.000.000.000 APBN BLK Mariti 4.000.000.000 APBN BLK Mariti - - - - - -

5. Pembangunan Dermaga Standar Disnaker - - - 2.000.000.000 APBN/BRR BLK Marit 2.200.000.000 APBN/BRR BLK/Mariti 2.420.000.000 BLK Maritt 2.612.000.000 APBK/BRR BLK Mariti - - -

Boat Nelayan

6. Pengadaan Kapal Latih Nelayan Disnaker - - - 150.000.000 APBK/BRR BLK Marit 165.000.000 APBK/BRR BLK Mariti - - - - - - - - -

7. Pemeliharaan rutin / berkala Disnaker 23.190.000 25.509.000 APBK BLK Marit 30.059.900 APBK BLK Mariti 33.065.890 APBK BLK Mariti 36.372.479 APBK BLK Mariti 40.009.727 APBK BLK Mariti

sarana dan prasarana BLK

8. Pengadaan Transportasi roda Disnaker - - - 300.000.000 APBK/BRR Bango 330.000.000 APBK/BRR Bango - - - - - - - - -

4 dan 2

14 Pengembangan Pelatihan Tenaga Pelatihan Keterampilan Bagi PP No. 50/2001 Disnaker 300.000.000 APBN Sabang 330.000.000 APBN Sabang 363.000.000 APBK Sabang 399.300.000 APBK Sabang 439.230.000 APBK BLK Mariti 483.153.000 APBN/APBKBLK Mariti
Kerja Masyarakat /APBN /APBN /APBN

15 Diklat Calon Isntruktur Mengadakan pelatihan Calon Kep. Men PAN Disnaker - - - 300.000.000 APBN Pusdiklat 330.000.000 APBN Pusdiklat 363.000.000 APBN Pusdiklat - - - - - -

Instruktur No.36/2006 Depnakertrans Depnakertrans Depnakertrans

16 Monitoring, Evaluasi dan Melaksanakan Monitoring, evaluasi PerMendagri Disnaker 10.000.000 APBK Sabang 11.000.000 APBK Sabang 12.100.000 APBK Sabang 13.310.000 APBK Sabang 14.641.000 APBK Sabang

pelaporan dan penyusunan pelaporan No.13/2006

17 Peningkatan Kesempatan Kerja 1. Pengembangan kelembagaan - Disnaker 558.877.400 APBK Sabang 614.765.140 APBK/APB Sabang 976.241.634 APBK/APB Sabang 1.043.865.819 APBK/APBN Sabang 1.118.252.401 APBK/APBNSabang 1.936.504.641 APBK/APBNSabang
produktifitas dan pelatihan
kewirausahaan
2. Perluasan dan pengembangan Kep.Menaker Disnaker 300.000.000 APBK Sabang 330.000.000 APBK/APB Sabang 363.000.000 APBK/APB Sabang 399.300.000 APBK/APBN Sabang 439.230.000 APBK/APBNSabang 483.153.000 APBK/APBNSabang
Kesempatan kerja untuk No.203/1999
mengurangi pengangguran
3. Pemberdayaan Masyarakat yang - Disnaker - - - 300.000.000 APBK/APB Sabang 330.000.000 APBK/APB Sabang 363.000.000 APBK/APBN Sabang 399.300.000 APBK/APBNSabang 439.230.000 APBK/APBNSabang
mendapat Pelatihan Keterampilan

18 Monitoring, evaluasi, pelaporan Melaksanakan monitoring, evaluasi Per.Mendagri Disnaker - - - 10.000.000 APBK Sabang 11.000.000 APBK Sabang 12.100.000 APBK Sabang 13.310.000 APBK Sabang 14.641.000 APBK Sabang

dan menyusun pelaporan No.13/2006

19 Perpindahan penduduk Mengatur dan memfasilitasi - Disnaker - - - 10.000.000 APBK Sabang 11.000.000 APBK Sabang 12.100.000 APBK Sabang 13.310.000 APBK Sabang 14.641.000 APBK Sabang

perpindahan penduduk

20 Meningkatkan Kesejahteraan Membina masyarakat untuk - Disnaker - - - 20.000.000 APBK Sabang 22.000.000 APBK Sabang 24.200.000 APBK Sabang 26.600.000 APBK Sabang 29.260.000 APBK Sabang

Masyarakat mendapatkan kesejahteraan


TABEL 5.2 PROGRAM TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Kota Sabang


Nama SKPD : Kantor DKPPK Kota Sabang
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan Penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi


Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

A.SKPD
1 Pelayanan Administrasi Penyediaan jasa surat menyurat Perda Kota Sabang DKPPK 300.000 APBK Sabang 350.000 APBK Sabang 450.000 APBK Sabang 550.000 APBK Sabang 650.000 APBK Sabang 750.000 APBK Sabang

Perkantoran Penyediaan jasa komunikasi, sumber No.4 Thn 2001 94.200.000 APBK Sabang 108.330.000 APBK Sabang 124.580.000 APBK Sabang 143.270.000 APBK Sabang 164.770.000 APBK Sabang 189.490.000 APBK Sabang

daya air dan listrik


Penyediaan jasa pemeliharaan dan 2.250.000 APBK Sabang 2.700.000 APBK Sabang 3.250.000 APBK Sabang 3.900.000 APBK Sabang 4.900.000 APBK Sabang 5.630.000 APBK Sabang

Perizinan kendaraan dinas / opera


sional
Penyediaan jasa kebersihan kantor 33.820.000 APBK Sabang 38.900.000 APBK Sabang 44.800.000 APBK Sabang 51.600.000 APBK Sabang 59.400.000 APBK Sabang 68.400.000 APBK Sabang

Penyediaan alat tulis kantor 13.310.000 APBK Sabang 15.350.000 APBK Sabang 17.700.000 APBK Sabang 20.350.000 APBK Sabang 23.500.000 APBK Sabang 27.050.000 APBK Sabang

Penyediaan barang cetakan dan 7.500.000 APBK Sabang 8.630.000 APBK Sabang 9.930.000 APBK Sabang 11.430.000 APBK Sabang 13.150.000 APBK Sabang 15.200.000 APBK Sabang

penggandaan
Penyediaan komponen instalasi listrik 398.560.000 APBK Sabang 458.400.000 APBK Sabang 527.200.000 APBK Sabang 606.300.000 APBK Sabang 697.250.000 APBK Sabang 801.840.000 APBK Sabang

/penerangan bangunan kantor Sabang

Penyediaan peralatan dan 156.950.000 APBK Sabang 180.500.000 APBK Sabang 207.600.000 APBK Sabang 238.750.000 APBK Sabang 274.600.000 APBK Sabang 315.800.000 APBK Sabang

perlengkapan kantor
Penyediaan bahan bacaan dan 3.180.000 APBK Sabang 3.700.000 APBK Sabang 4.250.000 APBK Sabang 4.900.000 APBK Sabang 5.650.000 APBK Sabang 6.500.000 APBK Sabang

peraturan perundang-undangan
Penyediaan makanan dan minuman 28.500.000 APBK Sabang 32.780.000 APBK Sabang 37.700.000 APBK Sabang 43.500.000 APBK Sabang 50.000.000 APBK Sabang 57.500.000 APBK Sabang

Rapat - rapat koordinasi dan 116.110.000 APBK Sabang 133.550.000 APBK Sabang 133.550.000 APBK Sabang 176.650.000 APBK Sabang 203.150.000 APBK Sabang 233.650.000 APBK Sabang

konsultasi keluar daerah


Penyediaan jasa pendukung 2.892.000.000 APBK Sabang

administrasi / teknis perkantoran

2 Peningkatan sarana dan prasaran Pemeliharaan rutin / berkala Perda Kota Sabang DKPPK 776.520.000 APBK Sabang 1.133.550.000 APBK Sabang 1.303.590.000 APBK Sabang 1.499.130.000 APBK Sabang 1.723.990.000 APBK Sabang 1.982.590.000 APBK Sabang

aparatur kendaraan dinas / operasional No.4 Thn 2001


Pemeliharaan rutin / berkala 4.990.000 APBK Sabang 5.750.000 APBK Sabang 6.620.000 APBK Sabang 7.650.000 APBK Sabang 8.800.000 APBK Sabang 10.200.000 APBK Sabang

peralatan gedung kantor


Pemeliharaan rutin / berkala 80.160.000 APBK Sabang 92.190.000 APBK Sabang 106.020.000 APBK Sabang 121.950.000 APBK Sabang 140.240.000 APBK Sabang 161.280.000 APBK Sabang

Peralatan Kerja
Rehabilitasi sedang / berat rumah 86.350.000 APBK Sabang

gedungkantor
Rehabilitasi Pasar 318.530.000 APBK Sabang

3 Peningkatan Disiplin Aparatur Pengadaan pakaian dinas beserta Perda Kota Sabang DKPPK 52.240.000 APBK Sabang 60.100.000 APBK Sabang 69.200.000 APBK Sabang 79.600.000 APBK Sabang 91.600.000 APBK Sabang 105.400.000 APBK Sabang

perlengkapannya No.4 Thn 2001

4 Peningkatan kapasitas sumber da Pendidikan dan pelatihan formal Perda Kota Sabang DKPPK 15.000.000 APBK Sabang 17.250.000 APBK Sabang 19.850.000 APBK Sabang 22.830.000 APBK Sabang 26.300.000 APBK Sabang 30.250.000 APBK Sabang

aparatur No.4 Thn 2001 APBK Sabang

5 Pengembangan kinerja Penyediaan Sarana dan Prasarana Perda Kota Sabang DKPPK 288.900.000 APBK Sabang 295.000.000 APBK Sabang 300.000.000 APBK Sabang 325.000.000 APBK Sabang 360.000.000 APBK Sabang 400.000.000 APBK Sabang

pengelolaan persampahan persampahan No.4 Thn 2001


Peningkatan operasi dan pemeliharaan 252.580.000 APBK Sabang 275.000.000 APBK Sabang 290.000.000 APBK Sabang 315.000.000 APBK Sabang 350.000.000 APBK Sabang 380.000.000 APBK Sabang

prasarana dan sarana persampahan


Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi
Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

Penyusunan kebijakan manajemen 10.000.000 APBK Sabang 15.000.000 APBK Sabang APBK Sabang APBK Sabang

pengelolaan sampah
Pengembangan teknologi pengelolaan 800.000.000
sampah
Bimbingan teknik persampahan 20.000.000 APBK Sabang

Peningkatan kemampuan aparat 25.000.000 APBK Sabang APBK Sabang 30.000.000 APBK Sabang

pengelolaan persampahan
Sosialisasi kebijakan pengelolaan 10.000.000 APBK Sabang 12.000.000 APBK Sabang APBK Sabang APBK Sabang

persampahan
peningkatan peran serta masyarakat 50.000.000 APBK Sabang 65.000.000 APBK Sabang 75.000.000 APBK Sabang 14.000.000 APBK Sabang

dalam pengelolaan persampahan 5.000.000


Monitoring, evaluais dan pelaporan

6 Peningkatan Kesiagaan dan Peningkatan Penaggulangan Bahaya DKPPK 189.350.000 APBK Sabang 752.200.000 APBK Sabang 2.400.000.000 APBK Sabang 805.000.000 APBK Sabang 895.000.000 APBK Sabang 955.000.000 APBK Sabang

pencegahan bahaya Kebakaran


kebakaran Pemeliharaan Sarana dan prasarana 50.000.000 APBK Sabang 75.000.000 APBK Sabang 80.000.000 APBK Sabang 85.000.000 APBK Sabang 90.000.000 APBK Sabang

pencegahan bahaya kebakaran


Rehabilitasi sarana dan prasarana 75.000.000 APBK Sabang 80.000.000 APBK Sabang 80.000.000
pencegahan bahaya kebakaran
Kegiatan pencegahan dan pengendalian 20.000.000 APBK Sabang 25.000.000 APBK Sabang 25.000.000 APBK Sabang APBK Sabang 30.000.000 APBK Sabang

bahaya kebakaran
kegiatan penyuluhan pencegahan 20.000.000 APBK Sabang 25.000.000 APBK Sabang 25.000.000 APBK Sabang APBK Sabang APBK Sabang

bahaya kebakaran
Kegiatan pendidikan dan pelatihan 50.000.000 APBK Sabang 57.000.000 APBK Sabang 57.000.000 57.000.000
pertolongan dan pencegahan kebakaran

7 Pengelolaan Ruang Terbuka Pemeliharaan RTH DKPPK 294.000.000 112.000.000 APBK Sabang 128.800.000 APBK Sabang 148.120.000 APBK Sabang 170.330.000 APBK Sabang 195.870.000 APBK Sabang

Hijau (RTH) Penyusunan Kebijakan standar, prosedur 1.000.000 APBK Sabang 1.150.000 APBK Sabang 1.320.000 APBK Sabang 1.510.000 APBK Sabang 1.730.000 APBK Sabang

& manual pengelolaan RTH


Sosialisasi kebijakan standar, prosedur 1.000.000 APBK Sabang 1.150.000 APBK Sabang 1.320.000 APBK Sabang 1.510.000 APBK Sabang 1.730.000 APBK Sabang

& manual pengelolaan RTH


Penyusunan program pengembangan RTH 2.000.000 APBK Sabang 2.300.000 APBK Sabang 2.640.000 APBK Sabang 3.630.000 APBK Sabang 3.480.000 APBK Sabang

Penataan RTH 150.000.000 APBK Sabang 172.500.000 APBK Sabang 198.370.000 APBK Sabang 218.120.000 APBK Sabang 250.830.000 APBK Sabang

Pengembangan Taman rekreasi 27.270.000 APBK Sabang 31.360.000 APBK Sabang 36.080.000 APBK Sabang 41.460.000 APBK Sabang 42.070.000 APBK Sabang

Peningkatan peran serta masyarakat 33.190.000 APBK Sabang 38.160.000 APBK Sabang 43.880.000 APBD Sabang 50.460.000 APBD Sabang 58.020.000 APBD Sabang

dalam pengelolaan RTH


Monitoring dan evaluasi 2.500.000 APBK Sabang 2.870.000 APBK Sabang 3.300.000 APBK Sabang 3.790.000 APBK Sabang 4.350.000 APBK Sabang

Penyediaan sarana dan prasarana 810.000.000 APBK Sabang 931.500.000 APBK Sabang 1.071.220.000 APBK Sabang 1.231.900.000 APBK Sabang 1.416.680.000 APBK Sabang

penunjang pemeliharaan RTH

8 Pembinaan Pedagang Kegiatan pemeliharaan gedung pasar Perda Kota Sabang DKPPK 600.000.000 APBK Sabang 300.000.000 APBK Sabang 300.000.000 APBK Sabang 300.000.000 APBK Sabang 500.000.000 APBK Sabang

No.4 Thn 2001


TABEL 5.2 PROGRAM TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Kota Sabang


Nama SKPD : Dinas Kelautan dan Perikanan
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan Penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi


Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

A.SKPD
Program peningkatan sarana
prasarana aparatur
Pembangunan gedung kantor Dinas Kelautan - - - 1.500.000.000 APBK Sabang 1.500.000.000 APBK Sabang

dan Perikanan
Pembuatan pagar kantor Dinas Kelautan - - - 350.000.000
dan Perikanan
Pembuatan tempat parkir Dinas Kelautan - - - 150.000.000 APBK Sabang

dan Perikanan
Pembuatan musholah Dinas Kelautan - - - 150.000.000 APBK Sabang

dan Perikanan
Pengadaan meubeller Dinas Kelautan - - - 75.000.000 APBK Sabang - - -

dan Perikanan
Pengadaan sarana mobilisasi Dinas Kelautan - - - 170.000.000 APBK Sabang - - -

dan Perikanan
Pengadaan komputer Dinas Kelautan - - - 25.000.000 APBK Sabang

dan Perikanan
Pemindahan antena radio pe- Dinas Kelautan - - - 200.000.000 APBN Sabang

ngawas perikanan 3 unit dan Perikanan

Program pemberdayaan eko Dinas Kelautan


nomi masyarakat pesisir dan Perikanan
Pembinaan kelompok ekonomi Dinas Kelautan 60.347.400 APBK Sabang 75.000.000 APBK Sabang 80.000.000 APBK Sabang 100.000 APBK Sabang 100.000 APBK Sabang 100.000 APBK Sabang

masyarakat pesisir dan Perikanan


Bantuan ekonomi produktif 1.000.000.000 APBN Sabang 1.000.000.000 APBN Sabang

Pengembangan dan rehabilitasi Dinas Kelautan 500.000.000 APBN Sabang 500.000.000 APBN Sabang 500.000.000 APBN Sabang 500.000.000 APBN Sabang

perkampungan masyarakat dan Perikanan


pesisir

Program pemberdayaan Dinas Kelautan


masyarakat dlm pengawasan dan Perikanan
dan pengendalian sumber
daya kelautan
Pembentukan kelompok masya- Dinas Kelautan 75.000.000 APBK Sabang

rakat swakarsa pengamanan dan Perikanan


sumberdaya kelautan

Pembinaan kelompok pengawas Dinas Kelautan 50.000.000 APBN Sabang 65.000.000 APBN Sabang 65.000.000 APBN Sabang 65.000.000 APBN Sabang

sumberdaya ikan dan kelautan dan Perikanan

Bantuan sarana dan prasarana Dinas Kelautan 250.000.000 APBN Sabang

pengawas sumberdaya kelautan dan Perikanan


dan perikanan
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi
Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

Program peningkatan ke- Dinas Kelautan


sadaran dan penegakan dan Perikanan
hukum dalam pendaya-
gunaan sumberdaya kelaut Penyuluhan hukum dan pendaya- Dinas Kelautan 15.000.000 APBD II Sabang 20.000.000 APBK Sabang 25.000.000 APBK Sabang 30.000.000 APBK Sabang 35.000.000 APBK Sabang 40.000.000 APBK Sabang

an dan perikanan gunaan sumberdaya kelautan dan Perikanan


dan perikanan

Program peningkatan mitigasi Dinas Kelautan


bencana alam laut dan pra dan Perikanan
kiraan iklim laut

kajian mitigasi bencana alam laut Dinas Kelautan 150.000.000 APBN Sabang

dan prakiraan iklim laut dan Perikanan

kajian parameter lingkungan laut Dinas Kelautan 150.000.000 APBN Sabang

yg berbahaya terhdp sumberdaya dan Perikanan


ikan dan kelautan
Program peningkatan kegiatan Dinas Kelautan
budaya kelautan dan wawas dan Perikanan
an maritim kpd masyarakat
Penyuluhan budaya kelautan dan Dinas Kelautan
kemaritiman kpd anak sekolah dan Perikanan 60.000.000 APBK Sabang 60.000.000 APBK Sabang 60.000.000 APBK Sabang 60.000.000 APBK Sabang 60.000.000 APBK Sabang

pelatihan selam bagi anak sekolah Dinas Kelautan 75.000.000 APBK Sabang 75.000.000 APBK Sabang 75.000.000 APBK Sabang 100.000.000 APBK Sabang 100.000.000 APBK Sabang

dan Perikanan

Program pengembangan
budidaya perikanan
pengembangan bibit ikan unggul Dinas Kelautan 225.000.000 APBK Sabang

dan Perikanan
pendampingan pd kelompok tani Dinas Kelautan 75.000.000 APBK Sabang 90.000.000 APBK Sabang 90.000.000 APBK Sabang 90.000.000 APBK Kota Saba 90.000.000 APBK Sabang

pembudidaya ikan dan Perikanan

pendampingan dan pengembang- Dinas Kelautan 25.000.000 sukajaya 100.000.000 APBK sukajaya sukajaya

an perikanan air tawar dan Perikanan sukakarya sukakarya sukakarya

pengembangan budidaya ke- Dinas Kelautan 750.000 APBK Sabang

ramba jaring apung dan Perikanan

Program pengembangan
perikanan tangkap
Detail design PPI Dinas Kelautan 300.000.000 APBN P. Rondo 300.000.000 APBN Ie Meulee 300.000 APBN Pria Laot

dan Perikanan
rehabilitasi PPI Dinas Kelautan 1.519.170.900 DAK jaboi

dan Perikanan
Pengaspalan jalan komplek PPI Dinas Kelautan 358.050.000 DAK pasiran

dan Perikanan

Pengadaan sarana pengolahan Dinas Kelautan 332.000 DAK sukajaya 300.000 APBK sukajaya sukajaya 350.000 APBN sukajaya

ikan dan Perikanan sukakarya sukakarya sukakarya sukakarya


Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi
Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

Pengadaan kapal motor pancing Dinas Kelautan 3.765.879.900 DAK Sabang 2.500.000 APBK Sabang

20 GT konstruksi fibre glass dan Perikanan

Pengadaan kapal ikan konstruksi Dinas Kelautan 357.596.500 DAK Sabang 12.000.000 APBN Sabang

fibreglass 25 GT dan Perikanan

Pengadaan kapal purse seine 25 Dinas Kelautan 3.000.000.000 APBK Balohan 700.000.000 APBK Krueng 1.500.000 APBK
GT konstruksi kayu dan Perikanan raya

Pengadaan kapal pancing 5 GT Dinas Kelautan 350.000.000 APBK Balohan APBK

Pengadaan kapal motor donfeng dan Perikanan 260.000.000 APBK Jaboi,ano APBK 300.000.000 APBK Jaboi,anoi

26 PK itam,ie meule itam,ie meule

keunekai keunekai

Pengadaan motor tempel 40 PK Dinas Kelautan 125.000.000 APBK


dan Perikanan

Pengadaan motor tempel 15 PK Dinas Kelautan 150.000.000 APBK Beurawang

dan Perikanan
Penyempurnaan tempat penyim- Dinas Kelautan 143.800.000 APBD II Sabang

panan es (ice storage) dan Perikanan

Pembuatan kolam pelabuhan Dinas Kelautan 528.225.808.000 APBD II Keunekai 250.000.000 APBK Beurawang

dan talud pemecah ombak dan Perikanan

Pendampingan pd kelompok Dinas Kelautan


nelayan perikanan tangkap dan Perikanan

Pemeliharaan rutin/berkala tempat Dinas Kelautan


pelelangan ikan dan Perikanan

Rehabilitasi sedang/berat tempat Dinas Kelautan


pelelangan ikan dan Perikanan

Pembinaan mutu hasil perikanan Dinas Kelautan


dan Perikanan
Program pengembangan
sistem penyuluhan perikanan Kajian sistem penyuluhan per- Dinas Kelautan 35.000.000 APBK Sabang

ikanan dan Perikanan


Biaya operasional penyuluh Dinas Kelautan 45.000.000 APBK Sabang

perikanan dan Perikanan


Sarana kerja penyuluh perikanan Dinas Kelautan 15.000.000 APBK Sabang

dan Perikanan
Biaya Demplot penyuluhan per- Dinas Kelautan 25.000.000 APBK Sabang

ikanan dan Perikanan


Program optimalisasi
pengelolaan
dan pemasaran produksi
perikanan
kajian optimalisasi pengelolaan Dinas Kelautan - - - 60.000.000 APBK Sabang

dan pemasaran produksi per- dan Perikanan


ikanan
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi
Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

temu usaha perikanan Dinas Kelautan 150.000.000 APBA Sabang 250.000.000 APBA Sabang

pengembangan jaringan pema- dan Perikanan 150.000.000 APBN Sabang 150.000.000 APBN Sabang 150.000.000 APBN Sabang 150.000.000 APBN Sabang 150.000.000 APBN Sabang

saran perikanan
40.000.000 APBK Sabang 40.000.000 APBK Sabang 40.000.000 APBK Sabang 40.000.000 APBK Sabang 40.000.000 APBK Sabang

informasi pasar Dinas Kelautan


dan Perikanan
Program pengembangan
kawasan budidaya
laut, air payau dan kajian kawasan budidaya laut, Dinas Kelautan 125.000.000 APBK Sabang

air tawar air payau dan air tawar dan Perikanan

pengembangan budidaya rum- Dinas Kelautan 461.269.000 DAK Sabang

put laut dan Perikanan


pengembangan budidaya bio- Dinas Kelautan 350.000.000 APBK Sabang

ta laut non ikan dan Perikanan


Program pengembangan
pulau kecil Peningkatan sarana prasarana Dinas Kelautan 1.000.000.000 APBN Sabang 1.000.000.000 APBN Sabang 1.000.000.000 APBN Sabang 1.000.000.000 APBN Sabang

pulau-pulau kecil dan Perikanan

Rehabilitasi terumbu karang di Dinas Kelautan 450.000.000 APBN Sabang

perairan pesisir pulau-pulau dan Perikanan


kecil
Pemetaan dan tata ruang laut Dinas Kelautan 450.000.000 APBN Sabang 450.000.000 APBN Sabang 750.000.000 APBN Sabang

dan pulau-pulau kecil dan Perikanan


- Pemetaan dan tata ruang
laut dan pulau-pulau kecil
TABEL 5.2 PROGRAM TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Kota Sabang


Nama SKPD : Dinas Koperasi dan UKM
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan Penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi


Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

Program penciptaan iklim UKM yg Penyusunan kebijakan tentang Dinas Koperasi 16.143.000.000 APBK Sabang 75.000.000 APBK Sabang 100.000.000 APBK Sabang 125.000.000 APBK Sabang 150.000.000 APBK Sabang 175.000.000 APBK Sabang

kondusif usaha kecil dan UKM

Sosialisasi kebijakan tentang 14.897.000.000 APBK Sabang 50.000.000 APBK Sabang 75.000.000 APBK Sabang 100.000.000 APBK Sabang 125.000.000 APBK Sabang 150.000.000 APBK Sabang

usaha kecil

Program pengembangan kewira- Memfasilitasi peningkatan ke- Dinas Koperasi - 150.000.000 APBK Sabang 200.000.000 APBK Sabang 250.000.000 APBK Sabang 300.000.000 APBK Sabang 350.000.000 APBK Sabang

usahaan dan keunggulan mitraan usaha bagi UKM dan UKM


kompetitif UKM
Penyelenggaraan pelatihan ke- Dinas Koperasi - 35.000.000 APBK Sabang 50.000.000 APBK Sabang 65.000.000 APBK Sabang 80.000.000 APBK Sabang 95.000.000 APBK Sabang

wirauusahaan dan UKM

Pelatihan manajemen pengelola Dinas Koperasi - 35.000.000 APBK Sabang 50.000.000 APBK Sabang 65.000.000 APBK Sabang 80.000.000 APBK Sabang 95.000.000 APBK Sabang

usaha dan UKM

Program pengembangan sistem Sosialisasi dukungan informasi Dinas Koperasi - 35.000.000 APBK Sabang 50.000.000 APBK Sabang 65.000.000 APBK Sabang 80.000.000 APBK Sabang 95.000.000 APBK Sabang

pendukung usaha bagi usaha penyediaan permodalan dan UKM


mikro kecil dan menengah
Pengembangan klaster bisnis Dinas Koperasi - 200.000.000 APBK Sabang 300.000.000 APBK Sabang 400.000.000 APBK Sabang 500.000.000 APBK Sabang 600.000.000 APBK Sabang

dan UKM
Peningkatan jaringan kerja Dinas Koperasi - 35.000.000 APBK Sabang 50.000.000 APBK Sabang 65.000.000 APBK Sabang 80.000.000 APBK Sabang 95.000.000 APBK Sabang

sama antar lembaga dan UKM

Bantuan permodalan bagi UKM Dinas Koperasi - 750.000.000 APBK Sabang 1.000.000.000 APBK Sabang 1.250.000.000 APBK Sabang 1.500.000.000 APBK Sabang 1.750.000.000 APBK Sabang

dan UKM
Bantuan kelompok usaha Dinas Koperasi - 625.000.000 APBK Sabang

mikro (LKM) dan UKM

Program peningkatan kualitas Kordinasi pelaksanaan kebijakan Dinas Koperasi - 60.000.000 APBK Sabang 60.000.000 APBK Sabang 60.000.000 APBK Sabang 60.000.000 APBK Sabang 60.000.000 APBK Sabang

kelembagaan koperasi dan program pemb. Koperasi dan UKM

Sosialisasi prinsip-prinsip pemaham Dinas Koperasi 16.384.000.000 APBK Sabang 100.000.000 APBK Sabang 150.000.000 APBK Sabang 50.000.000 APBK Sabang 100.000.000 APBK Sabang 150.000.000 APBK Sabang

an perkoperasian dan UKM

Peningkatan kualitas SDM Dinas Koperasi 67.564.000.000 APBK Sabang 150.000.000 APBK Sabang 200.000.000 APBK Sabang 200.000.000 APBK Sabang 200.000.000 APBK Sabang 250.000.000 APBK Sabang

pengurus koperasi dan UKM

Pembinaan dan konsultasi ke- Dinas Koperasi - 200.000.000 APBK Sabang 300.000.000 APBK Sabang 300.000.000 APBK Sabang 300.000.000 APBK Sabang 350.000.000 APBK Sabang

lembagaan dan usaha koperasi dan UKM

Bantuan perkuatan modal usaha Dinas Koperasi 100.000.000.000 APBK Sabang 500.000.000 APBK Sabang 1.000.000.000 APBK Sabang 1.500.000.000 APBK Sabang 1.500.000.000 APBK Sabang 1.500.000.000 APBK Sabang

dan UKM
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi
Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

Peningkatan kualitas kelembagaan Dinas Koperasi 23.785.000.000 APBK Sabang 25.000.000 APBK Sabang 25.000.000 APBK Sabang 150.000.000 APBK Sabang

koperasi dan UKM

Peningkatan kesehatan koperasi Dinas Koperasi 6.175.000.000 APBK Sabang 10.000.000 APBK Sabang 15.000.000 APBK Sabang 20.000.000 APBK Sabang 25.000.000 APBK Sabang 30.000.000 APBK Sabang

dan UKM
Lokakarya/seminar peran potensi Dinas Koperasi 16.578.000.000 APBK Sabang 20.000.000 APBK Sabang 25.000.000 APBK Sabang 30.000.000 APBK Sabang 35.000.000 APBK Sabang 40.000.000 APBK Sabang

koperasi dlm pemberdayaan dan UKM


ekonomi rakyat

Pembinaan dan bimbingan Dinas Koperasi 10.725.000.000 APBK Sabang 20.000.000 APBK Sabang 25.000.000 APBK Sabang 30.000.000 APBK Sabang 35.000.000 APBK Sabang 40.000.000 APBK Sabang

teknis kpd gerakan koperasi dan UKM

Penyusunan laporan keuangan Dinas Koperasi 30.000.000.000 APBK Sabang 30.000.000 APBK Sabang 30.000.000 APBK Sabang 30.000.000 APBK Sabang 40.000.000 APBK Sabang 40.000.000 APBK Sabang

koperasi dan UKM

Program pengembangan aktifitas Monitoring evaluasi dan pendataan Dinas Koperasi 32.882.000.000 APBK Sabang 35.000.000 APBK Sabang 40.000.000 APBK Sabang 40.000.000 APBK Sabang 40.000.000 APBK Sabang 45.000.000 APBK Sabang

KUKM KUKM dan UKM

Pengadaan tempat pelayanan Dinas Koperasi - 300.000.000 APBK Sabang

koperasi (TPK) dan UKM

Penguatan kelembagaan koperasi Dinas Koperasi - 75.000.000 APBK Sabang 100.000.000 APBK Sabang 125.000.000 APBK Sabang 100.000.000 APBK Sabang 100.000.000 APBK Sabang

dan UKM

Pembentukan koperasi nelayan Dinas Koperasi - 500.000.000 APBK Sabang

dan UKM
TABEL 5.2 PROGRAM TAHUNAN SKPD

Provinsi/Kabupaten/Kota : Kota Sabang


Nama SKPD : Dinas Pendidikan Kota Sabang
Renstra SKPD Periode : Tahun 2007 s.d 2012
Fungsi : Pemerintahan Umum
Sub Fungsi : Pelayanan Penerimaan Pemerintahan Daerah

Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi


Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

Program pelayanan administrasi Belanja pegawai Dinas Pendidikan 22.883.650.579 APBK Sabang 25.172.015.637 APBK Sabang 27.689.217.201 APBK Sabang 30.458.138.921 APBK Sabang 33.503.952.813 APBK Sabang 36.854.348.094 APBK Sabang

perkantoran
Penyediaan jasa surat-menyurat Dinas Pendidikan 540.000 APBK Sabang 594.000 APBK Sabang 653.400 APBK Sabang 718.740 APBK Sabang 790.614 APBK Sabang 869.675 APBK Sabang

Penyediaan jasa komunikasi, Dinas Pendidikan 48.135.000 APBK Sabang 52.948.500 APBK Sabang 58.243.350 APBK Sabang 64.067.685 APBK Sabang 70.474.454 APBK Sabang 77.521.899 APBK Sabang

sumber daya air dan listrik

Penyediaan jasa peralatan dan Dinas Pendidikan 6.800.000 APBK Sabang 7.480.000 APBK Sabang 8.228.000 APBK Sabang 9.050.800 APBK Sabang 9.955.880 APBK Sabang 10.951.468 APBK Sabang

perlengkapan kantor

Penyediaan jasa kebersihan kantor Dinas Pendidikan 4.522.250 APBK Sabang 4.974.475 APBK Sabang 5.471.923 APBK Sabang 6.019.115 APBK Sabang 6.621.026 APBK Sabang 7.283.129 APBK Sabang

Penyediaan alat tulis kantor Dinas Pendidikan 16.792.308 APBK Sabang 18.471.539 APBK Sabang 20.318.693 APBK Sabang 22.350.562 APBK Sabang 24.585.618 APBK Sabang 27.044.180 APBK Sabang

Penyediaan barang cetakan dan Dinas Pendidikan 36.408.400 APBK Sabang 40.049.240 APBK Sabang 44.054.164 APBK Sabang 48.459.580 APBK Sabang 53.305.538 APBK Sabang 58.636.092 APBK Sabang

penggandaan

Penyediaan komponen instalasi Dinas Pendidikan 3.737.192 APBK Sabang 4.110.911 APBK Sabang 4.522.002 APBK Sabang 4.974.203 APBK Sabang 5.471.623 APBK Sabang 6.018.785 APBK Sabang

listrik/penerangan bangunan kantor

Penyediaan bahan bacaan dan Dinas Pendidikan 2.880.000 APBK Sabang 3.168.000 APBK Sabang 3.484.800 APBK Sabang 3.833.280 APBK Sabang 4.216.608 APBK Sabang 4.638.269 APBK Sabang

peraturan perundang-undangan

Penyediaan makanan dan minuman Dinas Pendidikan 52.187.500 APBK Sabang 57.406.250 APBK Sabang 63.146.875 APBK Sabang 69.461.563 APBK Sabang 76.407.719 APBK Sabang 84.048.491 APBK Sabang

Rapat-rapat koordinasi dan Dinas Pendidikan 107.500.000 APBK Sabang 118.250.000 APBK Sabang 130.075.000 APBK Sabang 143.082.500 APBK Sabang 157.390.750 APBK Sabang 173.129.825 APBK Sabang

konsultasi ke dlm dan luar daerah

Penyediaan jasa tenaga pendukung Dinas Pendidikan 2.249.040.000 APBK Sabang 2.473.944.000 APBK Sabang 2.721.338.400 APBK Sabang 2.993.472.240 APBK Sabang 3.292.819.464 APBK Sabang 3.622.101.410 APBK Sabang

administrasi/ teknis perkantoran

Program peningkatan sarana Pembangunan gedung kantor Dinas Pendidikan 4.500.000.000 BRR Sabang 2.000.000.000 APBK Sabang 2.500.000.000 APBK Sabang

dan prasarana aparatur


Pengadaan kendaraan dinas/ Dinas Pendidikan 170.000.000 APBK Sabang 85.000.000 APBK Sabang

operasional

Pengadaan perlengkapan gedung Dinas Pendidikan 330.325.000 APBK Sabang 363.357.500 APBK Sabang 399.693.250 APBK Sabang 439.662.575 APBK Sabang 483.628.833 APBK Sabang 531.991.716 APBK Sabang

kantor
Indikasi Kegiatan Pagu Indikasi
Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012
No Program Kerangka SKPD
Sumber Sumber
Kerangka Anggaran
Regulasi Rp Sumber Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Pendanaa Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi Rp Sumber Lokasi
Pendanaan Kegiatan n Kegiatan n Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan Pendanaan Kegiatan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

Pengadaan peralatan gedung Dinas Pendidikan 60.000.000 APBK Sabang 65.000.000 APBK Sabang 70.000.000 APBK Sabang 70.000.000 APBK Sabang 70.000.000 APBK Sabang

kantor

Pengadaan meubeller Dinas Pendidikan 65.000.000 APBK Sabang

Pemeliharaan rutin/berkala gedung Dinas Pendidikan 160.963.844 APBK Sabang 177.060.228 APBK Sabang 194.766.251 APBK Sabang 214.242.876 APBK Sabang 235.667.164 APBK Sabang 259.233.880 APBK Sabang

kantor

Pemeliharaan rutin/berkala Dinas Pendidikan 48.390.800 APBK Sabang 53.229.880 APBK Sabang 58.552.868 APBK Sabang 64.408.155 APBK Sabang 70.848.970 APBK Sabang 77.933.867 APBK Sabang

kendaraan dinas/operasional

Pemeliharaan rutin/berkala Dinas Pendidikan 25.000.000 APBK Sabang 25.000.000 APBK Sabang 25.000.000 APBK Sabang 25.000.000 APBK Sabang 25.000.000 APBK Sabang

perlengkapan gedung kantor

Pemeliharaan rutin/berkala peralatan Dinas Pendidikan 50.000.000 APBK Sabang 50.000.000 APBK Sabang

gedung kantor

Pemeliharaan rutin meubeller Dinas Pendidikan 30.000.000 APBK Sabang 30.000.000 APBK Sabang

Rehab sedang/berat gedung kantor Dinas Pendidikan 175.000.000 APBK Sabang

Rehab sedang/berat kendaraan Dinas Pendidikan 150.000.000


dinas/operasional

Program peningkatan Pengadaan pakaian dinas beserta Dinas Pendidikan 190.295.000 APBK Sabang 209.324.500 APBK Sabang 230.256.950 APBK Sabang 253.282.645 APBK Sabang 278.610.910 APBK Sabang 306.472.000 APBK Sabang

disiplin aparatur perlengkapannya

Program penongkatan Pendidikan dan pelatihan formal Dinas Pendidikan 74.011.156 APBK Sabang 81.412.272 APBK Sabang 89.553.499 APBK Sabang 98.508.849 APBK Sabang 108.359.733 APBK Sabang 119.195.707 APBK Sabang

kapasitas sumberdaya aparatur

Sosialisasi peraturan Dinas Pendidikan 15.000.000 APBA Sabang 15.000.000 APBA Sabang

perundang-undangan

Program peningkatan Penyusunan lap. Capaian kinerja Dinas Pendidikan 5.000.000 APBK Sabang 5.500.000 APBK Sabang 6.050.000 APBK Sabang 6.655.000 APBK Sabang 7.320.500 APBK Sabang

pengembangan sistem dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD


pelaporan capaian kinerja
dan keuangan
Penyusunan pelaporan keuangan Dinas Pendidikan 8.000.000 APBK Sabang 8.800.000 APBK Sabang 9.680.000 APBK Sabang 10.648.000 APBK Sabang 11.712.800 APBK Sabang

semesteran