Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah Lapangan X merupakan lapangan tua yang termasuk kedalam blok old Rimau. Metode pengangkatan buatan yang diterapkan pada sumur-sumur penelitian di lapangan X sekarang memakai sucker rod pump (SRP). Sucker rod pump biasanya dipakai untuk sumur-sumur yang mempunyai produktivitas yang rendah, water cut yang rendah, dan GOR yang rendah. Sumur-sumur penelitian mempunyai harga Produktivity Index (PI) yang tinggi (>1,5 bpd/psi) dan memiliki harga water cut yang tinggi ( > 80 %) yang merupakan strong water drive, dengan melihat produktivitas sumur-sumur penelitian yang masih tinggi maka diputuskan untuk melakukan peningkatan produksi, tetapi peningkatan produksi tidak dapat menggunakan sucker rod pump yang terpasang lagi dikarenakan sucker rod pump yang terpasang sudah maksimum dari kapasitasnya, oleh karena itu diperlukan metode pengangkatan buatan lain untuk peningkatan produksi seperti electric submersible pump (ESP) yang mempunyai kapasitas yang lebih besar. ESP cocok untuk sumur yang memiliki Produktivity Index tinggi (> 1000 bpd) dan water cut yang tinggi Pada umumnya semua pompa sangat menghindari adanya gas yang masuk kedalam pompa termasuk ESP. Adanya gas menjadi suatu tantangan mengingat efek gas yang menurunkan performa ESP (head degradation) dan bahkan dapat menyebabkan ESP tidak dapat memompa liquid akibat gas lock. Baik head degradation maupun gas lock dapat menurunkan produksi dari sumur. Pada penulisan Skripsi ini akan dilakukan analisa prosentase gas bebas yang masuk ke dalam pompa terhadap perubahan pump setting depth sehingga didapatkan suatu parameter yang menentukan apakah sumur-sumur penelitian layak dipasang ESP, baik dengan atau tanpa tambahan gas separator atau handler.

1.2. Maksud dan Tujuan Penulisan 1. Melakukan perencanaan ESP pada sumur-sumur penelitian dengan

menganalisa pengaruh kedalaman pompa terhadap prosentase gas bebas yang masuk kedalam pompa sehingga didapatkan kedalaman pompa yang optimum. 2. Memberikan rekomendasi apakah kandidat sumur ESP memerlukan gas separator atau handler atau tidak serta merekomendasikan tipe gas separator atau handler untuk setiap kandidat sumur ESP. 3. Merencanakan pemilihan tipe dan size pompa yang optimum. 4. Melihat kenaikan rate minyak dan gain perolehan minyak setelah sumur-sumur penelitian dipasang ESP.

1.3. Metodelogi Penulisan Sesuai dengan maksud dan tujuan penulisan Skripsi ini dibatasi untuk mengamati pengaruh adanya gas bebas yang masuk ke dalam pompa untuk perencanaan ESP pada sumur-sumur penelitian di lapangan X. Perencanaan ESP dilakukan dengan meragamkan harga pump setting depth, hal ini dimaksudkan untuk mengetahui pemasangan kedalaman pompa yang optimum dengan melihat kestabilan gas pada saat pump intake pressure. Kestabilan gas pada ESP dapat diamati dari tiga kondisi yaitu : a. Kondisi awal (original reservoir) ( Gas Void Fraction (GVF) 1) b. Setelah natural separation @ intake (metode Alhanati) (GVF 2) c. Setelah pemasangan gas separator (jika diperlukan) (GVF 3) Korelasi Turpin digunakan untuk melihat kestabilan gas didalam pompa. Dengan melakukan perhitungan berdasarkan teori yang valid menggunakan data-data terintegrasi sumur, production history, dan PVT, maka dengan demikian kinerja sumur penelitian dan pemasangan ESP dapat diketahui dengan lebih jelas.

1.4. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan Skripsi ini terdiri dari : BAB I PENDAHULUAN, yang mencangkup latar belakang masalah, maksud dan tujuan penulisan, metodelogi penulisan, dan sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN LAPANGAN, letak geografis dan keadaan geologi lapangan X, kajian reservoir lapangan X, dan sejarah produksi lapangan X. BAB III TEORI DASAR, membahas tentang teori dasar mengenai produktivitas formasi, kinerja aliran fluida dalam pipa vertikal, perkiraan laju produksi, prinsip kerja ESP, pengaruh gas terhadap performa ESP, proses pemisahan gas pada sumur ESP. BAB IV ANALISA DATA DAN HASIL ANALISA DATA, menyajikan tentang analisa dan hasil analisa perencanaan ESP pada sumur-sumur penelitian di lapangan X. BAB V PEMBAHASAN, mengulas/membahas tentang hasil analisa yang disajikan pada bab-bab sebelumnya. BAB IV KESIMPULAN, menjawab maksud dan tujuan penulisan dari analisa dan hasil analisa data pada bab sebelumnya rekomendasi yang diberikan untuk peningkatan produksi pada sumur-sumur penelitian di lapangan X.