Anda di halaman 1dari 6

OBJEK VI PEMERIKSAAN KEHAMILAN

I.Tujuan Praktikum Untuk mengetahui cara pemeriksaan kehamilan dengan metode Galli Manini Untuk mengetahui cara pemeriksaan kehamilan dengan uji kehamilan test pack

II.Tinjauan Pustaka

HCG (Human Chorionic Gonadotrophin) Human chorionic gonadotropin (HCG) adalah hormon peptida yang diproduksi pada masa kehamilan, yang dibuat oleh embrio segera setelah pembuahan dan selanjutnya oleh syncytiotrophoblast (bagian dari plasenta).

HCG mengatur untuk mencegah perpecahan dari corpus luteum pada ovarium dan juga mempertahankan produksi progesteron yang penting pada kehamilan pada manusia. HCG mungkin mempunyai fungsi tambahan, sebagai contoh diperkirakan HCG mempengaruhi toleransi imunitas pada kehamilan. HCG merupakan hormon yang bersifat luteotrofik pada beberapa spesies , termasuk manusia. HCG disekresi oleh plasenta, tidak seperti PMSG yang disekresi oleh endometrium uterus. HCG pada wanita berperan untuk mempertahankan corpora lutea selama tahaptahap permulaan kehamilan. Segera setelah ovulasi, korpus luteum akan cukup mendapat dorongan dari faktor-faktor luteotrofik hipofisa. Adanya dorongan ini menyebabkan korpus luteum tersebut secara fisiologis tetap aktif sampai HCG mulai dibentuk dalam jumlah yang cukup untuk bertindak sebagai luteotrofik. Sejumlah HCG yang dapat terukur timbul pada wanita hamil pada hari ke-5 sampai 16 setelah ovulasi, tetapi titer HCG tidak mencapai puncaknya sampai hari

kehamilan yang ke-35 sampai 50 . HCG merupakan glikoprotein yang jauh lebih besar dengan berat molekul kira-kira 45.000 Dalton, tetapi lebih banyak mengandung residu gula dibandingkan dengan glikoprotein pituitary. Sifat-sifat khusus HCG yang diisolasi cenderung kurang seragam dibandingkan dengan sifat-sifat khusus hormon glikoprotein yang berasal dari pituitary, karena degradasi terutama rantai samping karbohidratnya dapat terjadi selama pembentukan urin. Hormon kehamilan ini hanya ditemukan pada tubuh seorang wanita hamil yang dibuat oleh embrio segera setelah pembuahan dan karena pertumbuhan jaringan plasenta. Hormon kehamilan yang dihasilkan oleh villi choriales ini berdampak pada meningkatnya produksi progesteron oleh indung telur sehingga menekan menstruasi dan menjaga kehamilan. Produksi HCG akan meningkat hingga sekitar hari ke 70 dan akan menurun selama sisa kehamilan. Hormon kehamilan HCG mungkin mempunyai fungsi tambahan, sebagai contoh diperkirakan HCG mempengaruhi toleransi imunitas pada kehamilan Tetapi adakalanya kadar hormon ini masih di atas normal sampai 4 minggu setelah persalinan atau keguguran. Kadar HCG yang tinggi dalam darah menyebabkan mual-muntah (morning sickness). Human Chorionic Gonadatrophin (HCG) adalah hormon yang bekerja mirip LH (luteinising hormone) yang secara normal diproduksi oleh kelenjar pituitari. Pada anak laki-laki LH dan juga HCG memberitahu testis untuk memproduksi hormon sex laki-laki (testosterone). Pada anak perempuan, HCG memberitahu ovarium untuk memproduksi progesteron tetapi hal ini terjadi hanya pada masa kehamilan. sehingga HCG lebih bemanfaat bagi anak laki-laki dibanding anak perempuan. Jumlah kadar HCG yang ideal bisa berubah atau berbeda-beda tergantung pada usia kehamilan. Kadar HCG yang ideal adalah tidak terlalu rendah, maupun tidak terlalu tinggi. Jumlah hormon HCG tidak ditentukan oleh umur si ibu, jadi yang benar-benar mempengaruhi jumlah kadar HCG adalah usia kehamilan. Kadar beta HCG yang bisa terdeteksi

pada kehamilan 5 minggu yakni sekitar 22 IU/ml. Bila kadar HCG-nya rendah bisa keguguran. Sedangkan kalau kadar HCG-nya terlalu tinggi harus dicurigai karena bisa menyebabkan hamil anggur atau bisa juga menyebabkan kanker kariokarsinoma. HCG memiliki dua berkas genetik CGA dan CGB. Hormon HCG (Human chorionic gonadotropin) adalah hormon glikoprotein dari keluarga gonadotropin yang awalnya disintesis oleh embrio manusia, dan kemudian dilanjutkan oleh syncytiotrophoblast, bagian dari plasenta, selama masa kehamilan. Keduanya merupakan sel trofoblastik yang menstimulasi sekresi steroid dari ovarium untuk kestabilan kandungan. Fungsi HCG dari berinteraksi Hormone dengan gonadotropin reseptor LHCG chronik dan (HCG):

mempromosikan

pemeliharaan korpus luteum selama awal kehamilan, hingga menyebabkan ia mensekresikan hormon progesteron. Progesteron memperkaya rahim dengan tebal lapisan dari pembuluh darah dan kapiler sehingga dapat menopang pertumbuhan janin. Karena sangat negatif dengan sendirinya, HCG dapat mengusir sel-sel kekebalan ibu, melindungi janin selama trimester pertama. Ini juga telah dihipotesiskan bahwa HCG juga bisa merupakan link plasenta untuk pengembangan immunotolerance ibu lokal. Sebagai contoh,HCG-diperlakukan sel endometrium menginduksi

peningkatan apoptosis sel T.

Hasil ini menunjukkan bahwa HCG juga bisa merupakan link dalam pengembangan toleransi kekebalan peritrophoblastic, dan dapat memfasilitasi invasi trofoblas, yang dikenal untuk mempercepat perkembangan janin di endometrium. Hal ini juga telah menyarankan bahwa kadar HCG terkait dengan keparahan mual pagi hari pada wanita hamil.Karena kemiripannya dengan LH , HCG juga dapat digunakan secara klinis untuk menginduksi ovulasi dalam ovarium serta testosteron produksi di testis. Sebagai sumber biologis yang paling berlimpah adalah perempuan yang saat ini hamil, beberapa organisasi mengumpulkan urin

dari wanita hamil untuk mengekstrak hCG untuk digunakan dalam perawatan kesuburan . HCG juga memainkan peran dalam diferensiasi selular / proliferasi dan dapat mengaktifkan apoptosis .

Test-Pack Test pack merupakan alat uji kehamilan yang amat simple dan dapat dilakukan di rumah. Bentuk test pack ini ada 2 macam, Strip dan Compact. Bentuk Strip harus dicelupkan ke dalam urine yang telah di tampung pada sebuah wadah atau disentuhkan pada urine waktu buang air kecil. Sedangkan bentuk Compact dengan meneteskan urine langsung pada bagian tertentu dari alatnya.Alat uji kehamilan ini memiliki dua buah garis. Garis yang pertama mengisyaratkan bahwa tes dilakukan dengan benar, yang biasa disebut dengan garis kontrol. Garis kontrol akan tampak bila test pack mendapatkan cukup air seni untuk diuji. Sementara garis kedua menunjukkan hasil tes, yang merupakan bagian alat yang memiliki antibodi yang bereaksi dengan HCG dan dapat berubah warna bila hormon ini terdeteksi. Setipis apapun garis ini, kemunculannya tetap menunjukkan adanya kehamilan.

III.Alat dan Bahan Alat : Spuit Pipet tetes Wadah Tali rafia Test pack Objek gelas mikroskop

Bahan : -Urin ibu hamil -Katak Jantan -strip Test pack

IV.Cara Kerja Metode galli manini: 1. Ambil seekor katak pegangg erat-erat, tapi jangan terlalu kencang 2. Cubit daerah punggung belakang atau perut bagian bawah sampai kulitnya tertarik keatas. 3. Suntikkan urin ibu hamil sebanyak 3 cc dengan jarum suntik. 4. Lepasskan katak tersebut, biarkan diair, ikatlah salah satu kakinya dengan tali rafia diamkan selama 30 menit.

5. Setelah 30 menit, ambil katangnya, rangsang bagian kloakanya menggunakan pipet dengann cara berputar-putar secara perlahan sampai urinnya keluar, kemudian dipipet. 6. Teteskan urin tersebut di objek gelas dan tutup dengan cover glass. 7. Amati sperma katak tadi dengan mikroskop (perbesaran 10 x), apabila tidak terdapat sperma katak seperti cabe merah, ambil kembali urin katak 30 menit kemudian dengan cara seperti diatas. 8. Bila dalam urin katak terdapat sperma maka urin pasien tersebut positif (+) mengandung HCG dan dapat dikatakan hamil.

Metode test pack: 1. urin pagi ibu hamil letakkan dalam wadah yang bersih. 2. celupkan strip kedalam urin sesuai dengan tanda panah batas garis maksimum selama 30-60 detik. 3. Angka strip, tunggu 1-3 menit, baca hasilnya 4. Jika muncul 2 garis hasilnya positif, artinya positif hamil. 5. Jika muncul 1 garis hasilnya negatif, artinya tidak hamil.

V.Hasil dan Pembahasan