Anda di halaman 1dari 3

Abstrak Kali ini praktikan telah melakukan percobaan mengenai Uji kelarutan, dimana percobaan kali ini bertujuan

untuk mempelajari pengaruh suhu terhadap kelarutan suatu senyawa. Prinsip yang mendasari percobaan ini sendiri yaitu Persamaan Vant Hoff, Like Disolve Like dan Titrasi. Praktikan pertama-tama menyiapkan alat dan bahan, lalu membakukan larutan NaOH. Pembakuan NaOH dilakukan untuk mencari normalitas dari NaOH yaitu dengan membuat larutan baku primer asam oksalat dan larutan baku sekunder NaOH. Larutan baku asam oksalat dibuat di dalam labu ukur, sedangkan larutan NaOH dimasukkan ke dalam buret. Kemudian larutan baku asam oksalat dimasukan ke dalam labu erlenmeyer dan diberi indikator fenolftalein, lalu dititrasi dengan larutan NaOH yang ada di dalam buret sampai berubah warna menjadi merah muda, dicatat volume NaOH saat terjadi perubahan warna dan dihitung normalitas NaOH. Setelah didapatkan normalitas NaOH, langkah selanjutnya adalah membuat larutan jenuh asam benzoat. Larutan asam benzoat dibuat dengan variasi suhu pelarutnya yaitu 60C, 50C, 40C dan 30C. Lalu larutan asam benzoat dipipet ke dalam labu erlenmeyer dan diberi indikator fenolftalein. Kemudian dilakukan titrasi sampai larutan asam benzoat berwarna merah muda, dicatat volume NaOH dan dihitung

normalitas asam benzoat dari setiap variasi suhu. Hasil yang didapatkan adalah kelarutan dari setiap suhu relatif sama yaitu 0,016, hal ini tidak sesuai dengan teori. Dimana teori yang ada menyatakan bahwa semakin tinggi suhu, maka semakin tinggi kelarutannya.

Abstract In this experiment are about the solubility test, in which time the experiment was aimed to study the effect of temperature on the solubility of a compound. The underlying principle of these experiments alone are Van't Hoff equation, Like Disolve Like and titration. Practitioner first set of tools and materials, then standardize the NaOH solution. Standardization of NaOH done to look for normality of NaOH is to make a primary standard solution of oxalic acid and secondary standard solution of NaOH. Standard solution of oxalic acid made in the flask, while the NaOH solution incorporated into the burette. Then the standard solution of oxalic acid incorporated into the erlenmeyer flask and phenolphthalein indicator and titrated with NaOH solution that is in the burette until the color changes to pink, note the volume of NaOH when the color changes and the calculated normality NaOH. Having obtained the normality of NaOH, the next step is to make a saturated solution of benzoic acid. Benzoic acid solution was prepared by the solvent temperature variation of 60 C, 50 C, 40 C and 30 C. Then a solution of benzoic acid is pipetted into the flask erlenmeyer and phenolphthalein indicator. Then do the titration until the solution benzoic acid pink, note the volume of NaOH and benzoic acid normality calculated from each temperature variations. The result is the solubility of each temperature unchanged at 0.016, this does not fit with the theory. Where the theory is stated that the temperature, the higher the solubility.