Anda di halaman 1dari 20

ASURANSI SYARIAH

MAKALAH
Diajukan guna memenuhi tugas
dalam mata kuliah Fikih Indonesia
Disusun oleh Kelompok 5 KUI-A :
Marissa Firiani !!"#$$$%
Mu&hamma' Ri(ai !!"#$$!"
La)La Rahma'iana Yusu( !!"#$$*#
+rmin ,ri Se)a-ai !!"#$$5!
Ani(ah !!"#$$..
Dosen
/auhar Fara'is01 SHI1MA0
K+UAN2AN ISLAM
FAKUL,AS SYARIAH DAN HUKUM
UNI3+RSI,AS ISLAM N+2+RI SUNAN KALI/A2A
Y42YAKAR,A
*$!*
1
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Secara historis, kajian tentang pertanggungan telah dikenal sejak zaman
dahulu dan telah dipraktikan di tengah-tengah masyarakat, walaupun dalam bentuk
yang sangat sederhana.
1
Ini dikarenakan nilai dasar penopang dari konsep
pertanggungan yang terwujud dalam bentuk tolong-menolong sudah ada bersama
dengan adanya manusia.
onsep asuransi sebenarnya sudah dikenal sejak zaman sebelum !asehi di
mana manusia pada masa itu telah menyelamatkan jiwanya dari berbagai ancaman,
antara lain kekurangan bahan makanan. Salah satu cerita mengenai kekurangan
bahan makanan terjadi pada zaman !esir uno semasa "aja #iraun berkuasa.
$
Suatu hari sang raja bermimpi yang diartikan oleh %abi &usu' bahwa selam (
tahun negeri !esir akan mengalami panen yang berlimpah dan kemudian diikuti
oleh masa paceklik selama ( tahun berikutnya. )ntuk berjaga-jaga terhadap
bencana kelaparantersebut "aja #iraun mengikuti saran %abi &usu' dengan
menyisihkan sebagian hasil panen pada ( tahun pertama sebagai cadangan bahan
makanan pada masa paceklik. *engan demikian pada masa ( tahun paceklik rakyat
!esir terhindar dari risiko bencana kelaparan hebat yang melanda seluruh negeri.
B. Pengertian
*alam bahasa arab, asuransi disebut at-ta+min, penanggung disebut mu+ammin,
sedangkan tertanggung disebut mu+amman lahu atau musta+min.
,
-t-.a+min diambil dari
kata /aman0 memiliki arti memberi perlindungan, ketenangan, rasa aman, dan bebas
dari rasa takut.
Sedangkan de'inisi asuransi menurut )ndang-)ndang "epublik Indonesia %omor $
.ahun 111$ tentang usaha perasuransian 2ab I pasal 1 3 -suransi atau pertanggungan
adalah perjanjian antara dua belah pihak ataupun lebih, dengan nama pihak
penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi,
1
Muslehuddin, Op. cit. 7-12.
2
Cerita ini terekam dalam Al-Quran, QS. Yusuf12!" #2-#$
%
&u'ran Maud, Ar-(aid, Mu)am *u+h,a- .Ashr-, /airut,0ar Al1slami *i Al Mala-in, t.t, )ilid 1,
hal.%2
2
untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan, atau
kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum kepada pihak ke
, yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak
pasti, atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.
Islam memandang pertanggungan sebagai suatu 'enomena social yang dibentuk
atas dasar saling tolong menolong dan rasa kemanusiaan. 4al ini sesuai dengan pilihan
kata yang dipakai oleh !ohd. !a+sum 2illah untuk mengartikan pertanggungan
dengan kata 56+-*, yang mempunyai arti shared responsibility, shared guarantee,
responsibility, assurance or surety /saling bertanggung jawab, saling menjamin, saling
menanggung0.
C. Sejarah Asuransi Syariah
Sejarah terbentuknya -suransi Syariah dimulai sejak tahun 11(1 ketika sebuah
perusahaan asuransi di Sudan, yaitu Sudanese Islamic Insurance pertama kali
memperkenalkan asuransi syariah. emudian pada tahun yang sama sebuah
perusahaan asuransi jiwa di )ni 7mirat -rab juga memperkenalkan asuransi syariah di
wilayah -rab.
Setelah itu pada tahun 1181 sebuah perusahaan asuransi jiwa di Swiss bernama
*ar -l-!aal -l-Islami memperkenalkan asuransi syariah di 9enewa. *iiringi oleh
penerbitan asuransi syariah kedua di 7ropa yang di perkenalkan oleh Islamic .aka'ol
6ompany /I.60 di :uksemburg pada tahun 118,, dan diikuti pada beberapa negara
yang lain.
D. Dasar Hukum
a0 Surah -l-!aidah /;03 $
xx__ __ ac'__ ac|_ _: _ _x _x_ ____ _x
:eo_ _x :q|:_ __x _o__ ___ ____ _oc____ :
oo _xo ' _c_x :_x _|q|:o ax:: _x _q'_o:_
o_e c: ox _qx o_ .:__ ___ ox ax__: ac_x::_x
q_ o__ q_c___x a _x ac_x:: q_ ___: o_x__x ac_x
_ a o _ _ :_
-rtinya 3 4ai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi<ar-syi<ar -llah,
dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan /mengganggu0 binatang-
%
binatang had-ya, dan binatang-binatang =alaa-id, dan jangan /pula0 mengganggu
orang-orang yang mengunjungi 2aitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan
dari .uhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, !aka bolehlah
berburu. dan janganlah sekali-kali kebencian/mu0 kepada sesuatu kaum karena mereka
menghalang-halangi kamu dari !asjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya /kepada
mereka0. dan tolong-menolonglah kamu dalam /mengerjakan0 kebajikan dan takwa, dan
jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu
kepada -llah, Sesungguhnya -llah -mat berat siksa-%ya.
-l->ur+an tidak menyebutkan secara tegas ayat yang menjelaskan praktik
asuransi seperti yang ada pada saat ini, walaupun begitu -l->ur+an masih
mengakomodir ayat-ayat yang mempunyai nilai-nilai dasar yang ada dalam praktik
asuransi, seperti nilai dasar tolong menolong, kerjasama, atau semangat untuk
melakukan proteksi terhadap peristiwa kerugian /peril0 dimasa mendatang.
b0 >S. -l-2a=arah/$03 18;
x: _o__ _ _ o o__ . |o_
__eo__x oo q:o_ o:__x o:_: :x: _q _x_
o__|: a o__x _oq _: xx q_ _: e: oo _x
_: q __ _ _ __ _x __ _ __ ac|____x
qe_ axo____x _ _q_ _ _q::. _|::__x cxqq

18;. /2eberapa hari yang ditentukan itu ialah0 bulan "amadhan, bulan yang di
dalamnya diturunkan /permulaan0 -l >uran sebagai petunjuk bagi manusia dan
penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda /antara yang hak dan yang
bathil0. karena itu, 2arangsiapa di antara kamu hadir /di negeri tempat tinggalnya0 di
bulan itu, !aka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan 2arangsiapa sakit atau
dalam perjalanan /lalu ia berbuka0, !aka /wajiblah baginya berpuasa0, sebanyak hari
yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. -llah menghendaki kemudahan
bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan
bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan -llah atas petunjuk-%ya yang
diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
#
*alam surah diatas, kaitannya dengan bisnis asuransi dapat dipahami bahwa
dengan adanya lembaga asuransi, seseorang dapat memudahkan untuk menyiapkan
dan merencanakan kehidupannya dimasa mendatang dan dapat melindungi
kepentingan ekonominya dari sebuah kerugian yang tidak disengaja.
c0 Surah -l-2a=arah/$03 $?1
: __ _oc'_ _o: _ _cx : _ :_:_ :o
_____x :: _': : :ao :o q __x _ o:__
__e_ q __x _x _|_
$?1. perumpamaan /na'kah yang dikeluarkan oleh0 orang-orang yang
mena'kahkan hartanya di jalan -llah adalah serupa dengan sebutir benih yang
menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. -llah melipat gandakan
/ganjaran0 bagi siapa yang *ia kehendaki. dan -llah !aha :uas /karunia-%ya0 lagi
!aha mengetahui.
-yat tersebut kaitannya dengan paraktik asuransi bahwa asuransi penuh
dengan muatan-muatan social, seperti halnya dengan pembayaran premi ke rekening
tabarru+ adalah salah satu wujud dari pena'kahan harta di jalan -llah S@.. arena
pembayaran tersebut diniatkan untuk saling membantu antar anggota perkumpulan
asuransi jika mengalami musibah /peril0 dikemudian hari.
d0 4adits tentang niat
-rtinya 3 *iriwayatkan oleh )mar 2in hotob ra, doa berkata3 .elah bersabda
"asullulah S-@3 sesungguhnya semua pekerjaan itu tergantung dengan niatnya dan
setiap orang itu /tergantung0 dari apa yang diniatkannya. /!utta'a= alaih0
A
*alam bisnis asuransi, yang perlu diperhatikan sejak awal adalah niat
seseorang ikut serta didalamnya. Brang yang ikut perkumpulan asuransi harus
meluruskan niatnya dengan memberikan motiCasi pada dirinya, bahwa dia berasuransi
hanya untuk saling tolong menolong dengan saling membantu antar sesama anggota
asuransi dengan didasari untuk mencari keridhaan -llah S@..
#
1mam /ukhari, Sahih al-/ukhari, 3ita' 0i-at, 45. #6 hal. %#
6
BAB 2
PEMBAHASAN
A. Pere!aan Asuransi Syari"ah !an Asuransi #$n%ensi$nal
N$ Prinsi& Asuransi #$n%ensi$nal Asuransi Syariah
1. onsep
Derjanjian antara dua pihak
atau lebih, di mana pihak
penanggung mengikatkan diri
kepada tertanggung, dengan
menerima premi asuransi,
untuk memberikan
pergantian kepada
tertanggung.
Sekumpulan orang yang saling
membantu, saling menjamin, dan
bekerja sama, dengan cara
masing-masing mengeluarkan dana
tabarru+.
7
$. -sal )sul
*ari masyarakat 2abilonia
AEEE-,EEE S! yang dikenal
dengan perjanjian
4ammurabi. *an tahun
1??8 ! di 6o''ee 4ouse
:ondon berdirilah :loyd o'
:ondon sebagai cikal bakal
asuransi konCensional.
*ari -l--=ilah, kebiasaan suku -rab
jauh sebelum Islam datang.
emudian disahkan oleh
"asulullah menjadi hukum Islam,
bahkan telah tertuang dalam
konstitusi pertama di dunia
/onstitusi !adinah0 yang dibuat
langsung oleh "asulullah.
,. Sumber 4ukum
2ersumber dari pikiran
manusia dan kebudayaan.
2erdasarkan hukum positi',
hukum alami, dan contoh
sebelumnya.
2ersumber dari wahyu Ilahi.
Sumber hukum dalam syariah Islam
adalah -l >ur+an, Sunnah
atau kebiasaan "asulullah, Ijma,
#atwa Sahabat, >iyas, Istihsan,
)r', tradisi, dan !ashalih !ursalah.
A.
!aghrib
/!aysir,
Fharar, dan
"iba+0
.idak sejalan dengan syariah
Islami karena adanya
!aysir, Fharar, dan "iba+G hal
yang diharamkan dalam
muamalah.
2ersih dari adanya prakter
!aysir, Fharar, dan "iba+.
;.
*DS /*ewan
Dengawas
Syariah0
.idak ada, sehingga dalam
banyak prakteknya
bertentangan dengan
kaidah-kaidah syara+Hsyariah.
-da, yang ber'ungsi untuk
mengawasi pelaksanaan operasional
perusahaan agar terbebas dari
praktek-praktek muamalah yang
bertentangan dengan prinsip-prinsip
syariah
,. -kad -kad jual beli /akad gharar0
-kad tabarru+ dan akad tijarah
/mudharabah, wakalah, wadiah,
syirkah0
A.
9aminanH"isk
/"esiko0
.rans'er o' risk, dimana
terjadi trans'er dari
tertanggung kepada
penanggung
Sharing o' risk, dimana terjadi proses
saling menanggu antara satu peserta
dan peserta lainnya /ta+awun0
;.
Dengelolaan
*ana
.idak ada pemisahan dana,
yang berakibat pada
terjadinya dana hangus /untuk
produk saCing li'e0
Dada produk-produk saCing /li'e0
terjadi pemisahan dana, yaitu dana
tabarru+ , sehingga tidak mengenal
dana hangus. Sedangkan untuk term
insurance /li'e0 dan general insurance
semuanya bersi'at tabarru+.
?. emilikan *ana *ana yang terkumpul dari *ana yang terkumpul dari peserta
7
premi peserta seluruhnya
menjadi milik perusahaan.
Derusahaan bebas
menggunakan dan
menginCestasikan kemna
saja.
dalam bentuk iuran atau kontribusi.
!erupakan milik peserta atau
/shahibul maal0, asuransi syariah
hanya sebagai pemegang amanah
/mudarib0 dalam mengelola dana
tersebut.
(.
Sumber
pembayaran
laim
Sumber biaya klaim adalah
dari rekening perusahaan,
sebagai konsekuensi
penangung terhadap
tertanggung. !urni bisnis dan
tidak ada nuansa syariah.
Sumber pembayaran klaim diperoleh
dari rekening tabarru+ dimana peserta
saling menanggung. 9ika salah satu
peserta mendapat musibah maka
peserta lainnya ikut menanggung
bersama resiko tersebut.
8.
euntungan
/pro'it Share0
euntungan diperoleh surplus
underwrinting, komisi
reasuransi, dan hasil inCestasi
seluruhnya adalah
keuntungan perusahaan.
Dro'it yang diperoleh dari surplus
underwrinting,komisi re asuransi, dan
hasil inCestasi bukan seluruhnya
menjadi milik perusahaan tetapi
dilakukan bagi hasil /mudharabah0
B. 'at(a )entang Asuransi Syari"ah
'at(a DSN MU* N$ + 21,DSN-MU*,.,2//1 tentang &e!$man umum asuransi syariah
1. etentuan umum
Dengertian asuransi syariah adalah usaha saling melindungi dan tolong
menolong di antara sejumlah orangH pihak melalui inCestasi dalam bentuk aset
danHatau tabarru+ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi
resiko tertentu melalui akad /perikatan0 yang sesuai dengan syariah.
&ang dimaksud dengan akad yang sesuai dengan syariah adalah yang tidak
mengandung gharar /penipuan0, maysir /perjudian0, riba, zhulm /penganiayaan0,
risywah /suap0, barang haram dan maksiat.
-kad tijarah adalah semua bentuk akad yang dilakukan untuk tujuan komersial.
-kad tabarru+ adalah semua bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan
kebijakan dan tolong menolong bukan semata untuk tujuan komersial.
Dremi adalah kewajiban peserta asuransi untuk memberikan sejumlah dana
kepada perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan dalam akad.
laim adalah hak peserta asuransi yang wajib oleh perusahaan asuransi sesuai
dengan kesepakatan dalam akad.
$. -kad dalam asuransi
8
-kad yang dilakukan antara peserta dengan perusahaan terdiri atas akad tijarah
danHatau akad tabarru+.
-kad tijarah yang dimaksud adalah mudharabah. Sedangkan akad yang
dimaksud dalam tabarru+ adalah hibah.
*alam akad, sekurang-kurangnya harus disebutkan 3
- 4ak dan kewajiban peserta dan perusahaan
- 6ara dan waktu pembayaran premi
- 9enis akad tijarah danHatau akad tabarru+ serta syarat-syarat yang
dissepakati
- Sesuai dengan jenis asuransi yang diakadkan.
,. edudukan para pihak dalam akad tijarah I tabarru+
*alam akad tijarah /mudharabah0 perusahaan bertindak sebagai mudharib
/pengelola0 dan peserta bertindak sebagai shahibul maal /pemegang polis0.
*alam akad tabarru+ /hibah0 peserta memberikan hibah yang akan digunakan
untuk menolong peserta lain ynag terkena musibah. Sedangakan perusahaan
bertindak sebagai pengelola dana hibah.
A. etentuan dalam akad tijarah dan tabarru+
9enis akad tijarah dapat diubah menjadi jeins akad tabarru+ bila pihak yang
tertahan haknya, dengan rela melepaskan haknya sehingga menggugurkan
kewajiban pihak yang belum menunaikan kewajibannya.
9enis akad tabarru+ tidak dapat diubah menjadi akad tijarah.
;. 9enis asuransi dan akadnya
*ipandang dari segi jenis asuransi itu terdiri atas asuransi kerugian dan asuransi
jiwa.
Sedangkan akad bagi kedua jenis asuransi tersebut adalah mudharabah dan
hibah.
?. Dremi
Dembayaran premi didasarkan atas jenis akad tijarah dan akad tabarru+.
)ntuk menetukan besranya premi perusahaan asuransi syariah dapat
menggunakan rujukan, misalnya tabel mortalitas untuk asuransi jiwa dan tabel
morbiditas untuk asuransi kesehatan, dengan syarat tidak memasukkan unsur
riba dalam penghitungannya.
Dremi berasal dari jenis akad mudharabah dapat diinCestasikan dan hasil
inCestasinya dibagi-bagikan kepada peserta.
Dremi yang berasal dari akad tabarru+ dapat diinCestasikan.
(. laim
laim dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati dan jumlahnya berbeda.
liam akhanya dapat akad tijarah sepenuhnya merupakan hak peserta
$
Sedangkan klaim akad tabarru+ merupaka hak dan kewajiban sesuai yang
disepakati saja.
8. InCestasi
Derusahaan selaku pemegang amanah wajib melakukan inCestasi dana yang
terkumpul sesuai dengan syariah.
1. "easuransi
-suransi syariah hanya dapat melakukan reasuransi kepada perusahaan
reasuransi yang berlandaskan prinsip syariah.
1E. Dengelolaan
Dengelolaan hanya dilakukan oleh lembaga yang ber'ungsi sebagai pemegang
amanah.
Derusahaan memperoleh bagi hasil dari pengelolaan dana yang terkumpul atas
dasar akad tijarah.
Derusahaan asruansi syariah memperoleh ujrah /'ee0 dari pengelolaan dan akad
tabaruu+.
'at(a DSN MU* N$+ 01,DSN-MU*,.,2//2 tentang asuransi haji
1. etentuan umum
-suransi haji tidak dibenarkan menurut syariah adalah asuransi yang
menggunakan sistem konCensional tetapi yang dibenarkan menurut prinsip
syariah.
-suransi syariah yang berdasarkan prinsip syariah ta+awuni /tolong menolong0
antar sesama jama+ah haji.
-kad asuransi haji termasuk akad tabarru+ ynag bertujuan menolong sesama
jama+ah haji yang terkena musibah.
$. etentuan khusus
!enteri agama bertindak sebagai pemegang polis induk dari seluruh jamaah haji
dan bertanggung jawab atas pelaksanaan haji sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
9amaah haji berkewajiban membayara premi sebagai dana tabarru+ yang
merupakan bagian dari komponen biaya perjalanan ibadah haji.
Dremi asuransi yang diterima oleh asuransi syariah harus dipisahkan dengan
asuransi-asuranis yang lainnya.
-suransi syariah berhak mendapat 'ee atas pengelolaan dana tabarru+ yang
besarnya ditentukan sesuai dengan prinsip adil dan wajar.
Surplus opreasional adalah hak jamaah haji yang pengelolaannya
diamanatkankepada menteri agama sebagai pemegang polis induk untuk
kemaslahatan umat.
12
,. Denyelesaian perselisihan
9ika salah satu tidak melaksanakan hak dan kewajibannya atau jika terjadi
perselisihan, maka penyelesaiannya dilakukan melalui badan arbitrase syariah
yang berkedudukan di Indonesia setelah tidak mencapai kesepakatan melakui
musyawarah.
'at(a DSN MU* N$+ 21,DSN-MU*,***,2//3 tentang mu!haraah musyarakah
asuransi
1. etentuan umum
-suransi adalah asuransi jiwa, asuransi kerugian, dan reasuransi syariah.
$. etentuan hukum
mudharabah musytarakah boleh dilakukan oleh perusahaan asuransi, karena
merupakan bagian dari hukum mudharabah. mudharabah musytarakah dapat
diterapkan pada produk asuransi syariah yang mengandung unsur tabungan
maupun non tabungan.
,. etentuan akad
-kad yang digunakan adalah akad mudharabah musytarakah.
Derusahaan sebagai mudhrib menyertakan modal atau dananya dalam inCestasi
bersama dana peserta.
!odal atau dana prusahaan asuransi dan dana peserta diinCestasikan secara
bersama-sama dalam porto'olio.
*alam akad, sekurang-kurangnya disebutkan3
- 4ak dan kewajiban masing-masing pihak
- 2esaran nisbah
- Syarat lain yang disepakati
4asil inCestasi3
-lternati' I
4asil inCestasi dibagi antara perusahaan asuransi dengan peserta sesuai
dengan nisbah yang disepakati. 2agian hasil inCestasi sesudah disisihkan untuk
perusahaan asuransi dibagi antara perusahaan asuransi dengan para peserta
sesuai dengan porsi modal dari masing-masing.
-lternati' II
4asil inCestasi dibagi secara proporsional antara perusahaan asuransi dengan
peserta berdasarkan porsi modal masing-masing. 2agian hasil inCestasi
sesudah disisihkan untuk perusahaan asuransi dibagi antara perusahaan
asuransi dengan para peserta sesuai dengan nisbah yang disepakati.
-pabila terjadi kerugian maka perusahaan asuransi menanggung kerugian
sesuai dengan porsi modal masing-masing.
A. edudukan para pihak dalam akad mudharabah musytarakah
11
perusahaan asuransi bertindak sebagai mudhrib dan sebagai musytaraik
/inCestor0. Deserta /pemegang polis0 dalam produk saCing, bertindak sebagai
shahibul mal /inCestor0. Dara peserta /pemegang polis0 secara kolekti' dalam
produk non saCing bertindak sebagai shahibul mal /inCestor0.
;. InCestasi
Derusahaan asuransi selaku pemengang amanah wajib melakukan inCestasi
dari dana yang terkumpul. InCestasi wajib dilakukan sesuai dengan prinspi
syariah.
'at(a DSN MU* N$+ 22,DSN-MU*,***,2//3 tentang (akalah il ujrah
1. etentuan umum
*alam #atwa ini, yang dimaksud dengan3
a. asuransi adalah asuransi jiwa, asuransi kerugian dan reasuransisyariahG
b. peserta adalah peserta asuransi /pemegang polis0 atauperusahaan asuransi
dalam reasuransi syari+ah.
$. etentuan hukum
10 @akalah bil )jrah boleh dilakukan antara perusahaan asuransi dengan
peserta.
$0 @akalah bil )jrah adalah pemberian kuasa dari peserta kepada perusahaan
asuransi untuk mengelola dana peserta dengan pemberian ujrah /'ee0.
,0 @akalah bil )jrah dapat diterapkan pada produk asuransi yang mengandung
unsur tabungan /saCing0 maupun maupun unsur tabarru< /non-saCing0.
,. etentuan akad
10 -kad yang digunakan adalah akad @akalah bil )jrah.
$0 Bbjek @akalah bil )jrah meliputi antara lain3
a. kegiatan administrasi
b. pengelolaan dana
c. pembayaran klaim
d. underwriting
e. pengelolaan porto'olio risiko
'. pemasaran
g. inCestasi
12
,0 *alam akad @akalah bil )jrah, harus disebutkan sekurang-kurangnya3
a. hak dan kewajiban peserta dan perusahaan asuransiG
b. besaran, cara dan waktu pemotongan ujrah 'ee atas premiG
c. syarat-syarat lain yang disepakati, sesuai dengan jenis asuransi yang
diakadkan.
A. edudukan para pihak dalam akad wakalah bil ujrah
10 *alam akad ini, perusahaan asuransi bertindak sebagai wakil /yang
mendapat kuasa0 untuk mengelola danaG
$0 Deserta sebagai indiCidu dalam produk saCing bertindak sebagai muwakkil
/pemberi kuasa0G
,0 Deserta sebagai suatu badanHkelompok, dalam akun tabarru+ bertindak
sebagai muwakkil /pemberi kuasa0 untuk mengelola danaG
A0 @akil tidak boleh mewakilkan kepada pihak lain atas kuasa yang
diterimanya, kecuali atas izin muwakkil /pemegang polis0G
;0 -kad @akalah adalah bersi'at amanah /yad amanah0 dan bukan tanggungan
/yad dhaman0 sehingga wakil tidak menanggung risiko terhadap kerugian
inCestasi dengan mengurangi 'ee yang telah diterimanya, kecuali karena
kecerobohan atau wanprestasi.
?0 Derusahaan asuransi sebagai wakil tidak berhak memperoleh bagian dari
hasil inCestasi, karena akad yang digunakan adalah akad @akalah.
;. InCestasi
1) Derusahaan asuransi selaku pemegang amanah wajib menginCestasikan
dana yang terkumpul dan inCestasi wajib dilakukan sesuai dengan syariah.
2) *alam pengelolaan danaHinCestasi, baik dana tabarru+ maupun saCing, dapat
digunakan akad @akalah bil )jrah dengan mengikuti ketentuan seperti di
atas, akad !udharabah dengan mengikuti ketentuan 'atwa !udharabah,
atau akad !udharabah !usytarakah dengan mengikuti ketentuan 'atwa
!udharabah !usytarakah.
?. Denutup
1) 9ika salah satu pihak tidak menunaikan kewajibannya atau jika terjadi
perselisihan di antara para pihak, maka penyelesaiannya dilakukan melalui
1%
2adan -rbitrase Syari+ah setelah tidak tercapai kesepakatan melalui
musyawarah.
2) #atwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di
kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diubah dan disempurnakan
sebagaimana mestinya.
'at(a DSN MU* N$+ 20,DSN-MU*,***,2//3 tentang taarru" &a!a asuransi syariah
1. etentuan )mum
*alam #atwa ini, yang dimaksud dengan3
a. asuransi adalah asuransi jiwa, asuransi kerugian dan reasuransi syariahG
b. peserta adalah peserta asuransi /pemegang polis0 atau perusahaan asuransi
dalam reasuransi syari+ah.
2. etentuan 4ukum
1) -kad .abarru+ merupakan akad yang harus melekat pada semua produk
asuransi.
2) -kad .abarru+ pada asuransi adalah semua bentuk akad yang dilakukan antar
peserta pemegang polis.
3) -suransi syariah yang dimaksud pada point 1 adalah asuransi jiwa, asuransi
kerugian dan reasuransi.
3. etentuan -kad
1) -kad .abarru+ pada asuransi adalah akad yang dilakukan dalam bentuk hibah
dengan tujuan kebajikan dan tolong-menolong antar peserta, bukan untuk tujuan
komersial.
2) *alam akad .abarru+, harus disebutkan sekurang-kurangnya3
o hak I kewajiban masing-masing peserta secara indiCiduG
o hak I kewajiban antara peserta secara indiCidu dalam akun tabarru+
selaku peserta dalam arti badanHkelompokG
o cara dan waktu pembayaran premi dan klaimG
1#
o syarat-syarat lain yang disepakati, sesuai dengan jenis asuransi yang
diakadkan.
4. edudukan Dara Dihak dalam -kad .abarru+
1) *alam akad .abarru+, peserta memberikan dana hibah yang akan digunakan
untuk menolong peserta atau peserta lain yang tertimpa musibah.
2) Deserta secara indiCidu merupakan pihak yang berhak menerima dana tabarru+
/mu+ammanHmutabarra+ lahu0 dan secara kolekti' selaku penanggung
/mu+amminHmutabarri+0.
3) Derusahaan asuransi bertindak sebagai pengelola dana hibah, atas dasar akad
@akalah dari para peserta selain pengelolaan inCestasi.
5. Dengelolaan
1) Dembukuan dana .abarru+ harus terpisah dari dana lainnya.
2) 4asil inCestasi dari dana tabarru+ menjadi hak kolekti' peserta dan dibukukan
dalam akun tabarru+.
3) *ari hasil inCestasi, perusahaan asuransi dapat memperoleh bagi hasil
berdasarkan akad !udharabah atau akad !udharabah !usytarakah, atau
memperoleh ujrah /'ee0 berdasarkan akad @akalah bil )jrah.
6. Surplus )nderwriting
1) 9ika terdapat surplus underwriting atas dana tabarru+, maka boleh dilakukan
beberapa alternati' sebagai berikut3
o *iperlakukan seluruhnya sebagai dana cadangan dalam akun tabarru+.
o *isimpan sebagian sebagai dana cadangan dan dibagikan sebagian
lainnya kepada para peserta yang memenuhi syarat aktuariaHmanajemen
risiko.
o *isimpan sebagian sebagai dana cadangan dan dapat dibagikan
sebagian lainnya kepada perusahaan asuransi dan para peserta
sepanjang disepakati oleh para peserta.
2) Dilihan terhadap salah satu alternati' tersebut di atas harus disetujui terlebih
dahulu oleh peserta dan dituangkan dalam akad.
16
7. *e'isit )nderwriting
1) 9ika terjadi de'isit underwriting atas dana tabarru+ /de'isit tabarru+0, maka
perusahaan asuransi wajib menanggulangi kekurangan tersebut dalam bentuk
>ardh /pinjaman0.
2) Dengembalian dana =ardh kepada perusahaan asuransi disisihkan dari dana
tabarru+.
8. etentuan Denutup
1) 9ika salah satu pihak tidak menunaikan kewajibannya atau jika terjadi
perselisihan di antara para pihak, maka penyelesaiannya dilakukan melalui
2adan -rbitrase Syari+ah setelah tidak tercapai kesepakatan melalui
musyawarah.
2) #atwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di kemudian
hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diubah dan disempurnakan sebagaimana
mestinya.
C. Prinsi& Dasar Asuransi Syari"ah
2egitu juga dengan asuransi, harus dibangun diatas pondasi dan prinsip dasar yang
kuat serta kokoh. *alam hal ini, prinsip dasar asuransi syariah ada 1E macam, yaitu3
1. .auhid /unity0
Drinsip tauhid adalah dasar utama dari setiap bentuk bangunan yang ada dalam
stariah islam. Setiap bangunan dan aktiCitas kehidupan manusia harus didasarkan pada
nilai-nilai tauhidy. -rtinya bahwa setiap gerak langkah serta bangunan hokum harus
mencerminkan nilai-nilai ketuhanan.
$. eadilan /justice0
Drinsip kedua dalam asuransi adalah terpenuhinya nilai keadilan antara pihak-pihak
yang terikat dengan akad asuransi. eadilan dalam hal ini dipahami sebagai upaya
dalam menempatkan hak dan kewajiban antara nasabah /anggota0 dan perusahaan
asuransi.
,. .olong-menolong /ta+wun0
17
Drinsip dasar yang lain dalam melaksanakan kegiatan berasuransi harus didasari
dengan semangat tolong menolong antar anggota nasabah.
A. erja Sama /coorperation0
Drinsip kerja sama merupakan prinsip uniCersal yang selalu ada dalam literatur ekonomi
Islam. ita tahu bahwa manusia merupakan makhluk social dimana tidak akan dapat
hidup tanpa adanya bantuan dari orang lain.
;. -manah /trustworthyHal-amanah0
Drinsip amanah dalam organisasi perusahaan dapat terwujud dalam nilai-nilai
akuntabilitas /pertanggungjawaban0 perusahaan melalui penyajian laporan keuangan
tiap periode. *alam hal ini perusahaan asuransi harus memberi kesempatan yang
besar bagi nasabah untuk mengakses laporan keuangan perusahaan.
?. ebenaran
*alam melakukan kegiatan asuransi harus mencerminkan nilai-nilai kebenaran dan
keadilan.
(. erelaan /al-ridha0
Drinsip kerelaan dalam ekonomi islam berdasar pada 'irman -llah S@. dalam >S an-
%isa+/A03 $1 yang menjelaskan tentang keharusan untuk besikap rela dan ridha dalam
setiap melakukan akad /transaksi0, dan tidak ada paksaan antara pihak-pihak yang
terkait oleh perjanjian akad. Sehingga keduabelah pihak bertransaksi atas dasar
kerelaan bukaan paksaan.
8. :arangan "iba
*alam setiap transaksi, seseorang muslim dilarang memperkaya diri dengan cara yang
tidak dibenarkan. Islam menghalalkan perniagaan dan melarang riba.
1. :arangan !aisir /judi0
-llah S@. telah member penegasan terhadap keharaman melakukan aktiCitas ekonomi
yang mempunyai unsur maisir /judi03 #irman -llah dalam >S al-!aidah/;03 1E
-rtinya 3 4ai orang-orang yang beriman, sesungguhnya /meminum0 khamar, berjudi,
/berkorban untuk0 berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji
17
termasuk perbuatan setan. !aka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat
keberuntungan.
Sya'i+I -ntonio mengatakan bahwa unsur maisir judi artinya hanya salah satu pihak
yang untung namun dilain pihak justru mengalami kerugian.
1E. :arangan Fharar /ketidakpastian0
Fharar yaitu suatu tindakan yang didalamnya diperkirakan tidak ada unsur kerelaan.
&ang dimana menimbulkan kerusakan /harta0 atau sesuatu yang tampaknya
menyenangkan tapi hakikatnya menimbulkan kebencian.
D. Pen!a&at Ulama )entang Asuransi Syari"ah
a0 -lasan yang menyebabkan asuransi itu haram menurut @arkum Sumitro
-suransi mengandung unsur perjudian yang dilarang dalm islam
-suransi mengandung unsur ketidakpastian.
-suransi mengandung unsur riba
-suransi termasuk jual beli atau tukar menukar mata uang tidak secara
tunai.
-suransi obyek bisnisnya digantungkan dalam hidup matinya seseorang
yang berarti mendahului takdir -llah S@.
-suransi mengandung unsure eksploitasi yang bersi'at menekan.
b0 -lasan yang memperbolehkan asuransi menurut #athurrahman *jamil3
.idak terdapat nash al->ur+an atau hadits yang melarang asuransi
*alam asuransi terdapat kesepakatan dan kerelaan antara kedua belah
pihak.
-suransi menguntungkan kedua belah pihak.
-suransi mengandung kepentingan umum, sebab premi-premi yang
terkumpul dapat diinCestasika dalam kegiatan pembangunan.
-suransi termasuk akad mudharabah antara pemegang polis dengan
perusahaan asuransi.
18
-suransi termasuk syirkah at-ta+awuniyah, usaha bersama yang
didasarkan pada prinsip tolong menolong.
;
BAB 0
PENU)UP
A. #esim&ulan
*ari makalah yang telah disusun, maka dapat disimpulkan bahwa asuransi syariah
/taka'ul0 adalah lembaga keuangan syariah yang bergerak dalam bidang sosial dan komersial. 4al
itu dapat dipastikan dari jenis akad yang dilakukan oleh pihak-pihaknya, yaitu akad tabarru+ dan
tijarah. *alam perkembangannya saat ini, taka'ul mengalami perkembangan aset yang pesat
dibandingkan asuransi konCensional. 4al itudisebabkan karena taka'ul adalah isu baru yang
menarik masyarakat untuk berasuransi dalam lembaga yang terhitung baru.
Derkembangan lembaga taka'ul di Indonesia masih $J per tahun, hal ini disebabkan
oleh kendala yang dapat datang dari berbagai bidang. &aitu sosialisasi yang kurang kepada
masyarakat, kurangnya sumber daya, kendala yang selalu terjadidari perkembangan industri
syariah adalah S*! yang kurang cakap dalam mengelolaindustri syariah sehingga pikiran
6
9athurrahman 0)amil, met5de i)tihad ma)elis :ar)ih Muhammadi-ah, &akarta" *5+5s, 1$$6!,
hal. 1%7
1$
konCensional masih banyak terjadi. Sebagai solusinya, adalah pemerintah dan lembaga
pendidikan, baiknya menyedikan pendidikan untuk keahlian dalam mengelola lembaga keuangan
syariah, sehingga S*! pun akan berkualitas, selain itu sosialisasi di berbagai media pun harus
dilakukan untuk menarik minat masyarakat.Dertumbuhan industri mikro pun memacu perbaikan
produk dari asuransi, jika asuransi konCesional terkesan mewah dan hanya diikuti oleh masyarakat
tingkatmenengah ke atas, maka taka'ul diharapkan dapat mencapai seluruh lapisan masyarakat.
Drinsip -suransi syariah 3
.auhid /unity0
eadilan /justice0
.olong-menolong /ta+wun0
erja Sama /coorperation0
-manah /trustworthyHal-amanah0
ebenaran
erelaan /al-ridha0
:arangan "iba
:arangan !aisir /judi0
:arangan Fharar /ketidakpastian0
DAF,AR 5US,AKA
Ali, AM. Hasan, Asuransi dalam Prespektif Hukum Islam, Jakarta: Prenada Media, 200
!"#A, Muhammad !$akir, Asuransi Syariah (life and general), Jakarta: %ema Insani,
200&
Fathurrahman, Djamil, Metode Ijtihad Majelis Tarjih Muhammadiyah, Jakarta: #ogos,
'((
I)*al, Muhaimin, Asuransi Umum Syariah alam Praktik (Upaya Menghilangkan
!harar, Maisir, dan "i#a), Jakarta : %ema Insani, 200+
22