Anda di halaman 1dari 23

TRANSPIRASI DAN DISTRIBUSI STOMATA

LAPORAN Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Fisiologi Tumbuhan Yang dibina oleh Ibu Dra. Betty Lukiati M.S.

oleh Kelompok 3/Offering G Arif Lailatul F. 120342422474 Hanifah Masaroh 120342400175 Hikmatunisa A. R. 120342422501 Kharirrotun N. 120342422503 Noviana Tri L. 100342404646 Risal K. S. 120342410471 Windri H. 100342300910

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN BIOLOGI Februari 2014

A. Topik Permasalahan: 1. Bagaimana mengukur transpirasi dengan metode penimbangan langsung tiap luas daun? 2. Bagaimana menganalisis faktor faktor yang mempengaruhi kecepatan transpirasi? 3. Bagaimana menghitung jumlah stomata pada satuan luas tertentu? 4. Bagaimana membandingkan jumlah stomata pada tumbuhan sesuai dengan adaptasi hidup tumbuhan tersebut?

B. Tujuan: 1. Mengukur kecepatan langsung tiap luas daun. 2. Menganalisis transpirasi. 3. Menghitung jumlah stomata pada satuan luas tertentu. 4. Membandingkan jumlah stomata pada tumbuhan sesuai dengan adaptasi hidup tumbuhan tersebut. faktor faktor yang mempengaruhi kecepatan transpirasi dengan metode penimbangan

C. Hasi Pengamatan: 1. Tabel perhitungan percepatan transpirasi a. Tempat panas Berat awal: NO Perlakuan 1 2 3 4 Menit ke-15 Menit ke-30 Menit ke-45 Menit ke-60 x0 (gr) 302, 2 x1 (gr) 301,1 300,9 300,2 300 x (gr) 1,1 0,2 0,7 0,2 a (gr) 1,2 1,2 1,2 1,2 b (gr) 1 1 1 1 L (gr) 0,4583 0,4583 0,4583 0,4583

b. Tempat teduh Berat awal: 288,5 gram

NO Perlakuan 1 2 3 4 Menit ke-15 Menit ke-30 Menit ke-45 Menit ke-60

x0 (gr) 288,5 288,7 288,9 288,2

x1 (gr) 288,7 288,9 288,2 288,1

x (gr) 0,2 0,2 0,7 0,1

a (gr) 1 1 1 1

b (gr) 1 1 1 1

L (gr) 1 1 1 1

c. Tempat berangin (kipas angin) Berat awal: NO 1 2 3 4 Perlakuan Menit ke-15 Menit ke-30 Menit ke-45 Menit ke-60 x0 (gr) 305,7 305 305,4 305 x1 (gr) 305 305,4 305 305,6 x (gr) -0,7 0,4 -0,4 0,6 a (gr) 0,7 0,7 0,5 0,8 b (gr) 1,2 1,2 1,2 1,2 L (gr) 0,583 0,583 0,417 0,667

Keterangan: x0: Berat botol + air + tanaman sebelum percobaan x1: Berat botol + air + tanaman setelah percobaan x : Selisih rata-rata berat botol + air + tanaman a : Berat seluruh pola daun b : Berat potongan kertas

V = kecepatan rata-rata tempat teduh = 0,2 mg/cm2/jam = 0,2 mg/cm2/jam = 0,7 mg/cm2/jam = 0,1 mg/cm2/jam

Vrata-rata = =

= 3 mg/cm2/jam Permukaan atas stomat O 1 tanaman Begonia sp. Ulangan N Jenis Perbesaran D a 0,016 0,016 0,016 0,11 0,11 0,11 0,14 0,14 0,14 0,18 0,18 0,18 0,92 0,92 0,92 r 0.008 0.008 0.008 0,055 0,055 0,055 0,07 0,07 0,07 0,09 0,09 0,09 0,46 0,46 0,46 Permukaan bawah stomat d a 0,016 0,016 0,016 0,11 0,11 0,11 0,14 0,14 0,14 0,18 0,18 0,18 0,92 0,92 0,92 r 0.008 0.008 0.008 0,055 0,055 0,055 0,07 0,07 0,07 0,09 0,09 0,09 0,46 0,46 0,46

1 2 3 45x10

0 0 0 0 45x10 0 0 0 45x10 0 0 0 45x10 0 0 41 45x10 46 59 54 45x10 52 51

6 6 9 5 2 4 58 51 43 27 28 28 0 0 0 96 180 97

Pacing

1 2 3

Alamanda

1 2 3

Mirabilis jalapa

1 2 3

Nymphaea sp.

1 2 3

Impatiens balsamina

1 2 3

D. Analisis Data: 1. TRANSPIRASI a. Mencari selisih berat tanaman + botol air sebelum dan sesudah Tempat terang Diketahui :

Berat awal (X0) Berat 15(X1) Berat 30 (X2) Berat 45 (X3) Berat 60 (X4) a = 1,2 gr b = 1 gr

= 302,2 gr = 301,1 gr = 300,9 gr = 300,2 gr = 300 gr

a. Selisih berat tanaman + botol air sebelum dan sesudah (X rata-rata) X1 = X0 X1 = 302,2 gr 301,1 gr = 1,1 gr X2 = X1 X2 = 301,1 gr 300,9 gr = 0,2 gr X3 = X2 X3 = 300,9 gr 300,2 gr = 0,7 gr X4 = X3 X4 = 300,2 gr 300 gr = 0,2 gr b. Luas daerah yang bertranspirasi L = a/b = 1,2/1 = 0,4583

c. Kecepatan Tranpirasi V V1 = X/L = 1,1/0,4583 = 2,4 mg/cm2/jam

V2 V3 V4

= 0,2/0,4583 = 0,436 mg/cm2/jam = 0,7/0,4583 = 1,56 mg/cm2/jam = 0,2/0,4583 =0,45 mg/cm2/jam = (V1+V2+V3+V4) 1,8332 = ( 2,4 + 0,436 + 1,56 + 0,45 ) 1,8332 = 2,64 mg/cm2/jam

Vrata-rata

Tempat Teduh Diketahui : Berat awal (X0) Berat 15(X1) Berat 30 (X2) Berat 45 (X3) Berat 60 (X4) a = 1 gr b = 1 gr a. Selisih berat tanaman + botol air sebelum dan sesudah (X rata-rata) X1 = X0 X1 = 288,5 gr 288,7 gr = 0,2 gr X2 = X1 X2 = 288,7 gr 288,9 gr = 0,2 gr X3 = X2 X3 = 288,5 gr = 288,7 gr = 288,9 gr = 288,2 gr = 288,1 gr

= 288,9 gr 288,2 gr = 0,7 gr X4 = X3 X4 = 288,2 gr 288,1 gr = 0,1 gr b. Luas daerah yang bertranspirasi L = a/b = 1/1 =1 c. Kecepatan Tranpirasi V V1 V2 V3 V4 = X/L

= 0,2/1 = 0,2 mg/cm2/jam = 0,2/1 = 0,2 mg/cm2/jam = 0,7/1 = 0,7 mg/cm2/jam = 0,1/1 =0,1 mg/cm2/jam = (V1+V2+V3+V4) 4 = ( 0,2 + 0,2 + 0,7 + 0,1 ) 4 = 3 mg/cm2/jam

Vrata-rata

Tempat Berangin Diketahui : Berat awal (X0) Berat 15(X1) Berat 30 (X2) Berat 45 (X3) = 305,7 gr = 305 gr = 305,4 gr = 305 gr

Berat 60 (X4) b = 1,2 gr

= 305,6 gr a3=0,8

a = 0,7 gr a2 = 0,5

a. Selisih berat tanaman + botol air sebelum dan sesudah (X) X1 = X0 X1 = 305,7 gr 305 gr = 0,7 gr X2 = X1 X2 = 305 gr 305,4 gr = 0,4 gr X3 = X2 X3 = 305,4 gr 305 gr = 0,4 gr X4 = X3 X4 = 305 gr 305,6 gr = 0,6 gr b. Luas daerah yang bertranspirasi L1=L2 = a/b = 0,2/1,2 = 0,583 L3 = a/b = 0,5/1,2 =0,417 L4 = a/b = 0,8/1,2 = 0,667 c. Kecepatan Tranpirasi V V1 V2 = X/L

= 0,7/0,583 = 1,2 mg/cm2/jam = 0,4/0,583

= 0,68 mg/cm2/jam V3 V4 = 0,4/0,417 = 0,96 mg/cm2/jam = 0,6/0,667 =0,9 mg/cm2/jam Vrata-rata = (V1+V2+V3+V4) L1+L2+L3+L4 = ( 1,2 + 0,68 + 0,96 + 0,9 ) 2,25 = 1,66 mg/cm2/jam 2. DISTRIBUSI STOMATA a. Menghitungdistribusi stomata padatanaman Begonia sp. PermukaanAtas jumlah stomata1 = 0 jumlah stomata2 = 0 jumlah stomata3 = 0 = . r = 3,14 x 0,08 = 0,02001 Distribusi stomata perm. Atas= stomata L lingkaran = 0

r1 = 0,08 cm r2 = 0,08 cm r3 = 0,08 cm L

0,02001 =0 PermukaanBawah jumlah stomata1 = 6 jumlah stomata2 = 6 rata-rata stomata = 7

r1 = 0,08cm r2 = 0,08cm

r3 = 0,08cm L = . r

jumlah stomata3 = 9

= 3,14 x 0,008 = 0,02001 Distribusi stomata perm. bawah = stomata L lingkaran = 7

0,02001 = 3,49x102

b. Menghitungdistribusi stomata padatanamanCostus speciosus PermukaanAtas jumlah stomata1 = 0 jumlah stomata2 = 0 jumlah stomata3 = 0 = . r = 3,14 x 0,055 = 0,009499 Distribusi stomata perm. Atas = stomata L lingkaran = 0

r1 = 0,055 cm r2 = 0,055 cm r3 = 0,055 cm L

0,009499 =0

PermukaanBawah jumlah stomata1 = 5 jumlah stomata2 = 2 jumlah stomata3 = 4 = . r = 3,14 x 0,055 = 0,009499 Distribusi stomata perm. bawah = stomata L lingkaran = 2,67 0,009499 = 2,81x102 rata-rata stomata = 3,67

r1 = 0,055 cm r2 = 0,055 cm r3 = 0,055 cm L

c. Menghitungdistribusi stomata padatanamanAlamanda chartatica PermukaanAtas jumlah stomata1 = 0 jumlah stomata2 = 0 jumlah stomata3 = 0 = . r = 3,14 x 0,07 = 0,015386 Distribusi stomata perm. Atas = stomata L lingkaran

r1 = 0,07 cm r2 = 0,07 cm r3 = 0,07 cm L

0 0,015386

=0 PermukaanBawah jumlah stomata1 = 58 jumlah stomata2 = 51 jumlah stomata3 = 43 rata-rata stomata = 50,67

r1= 0,07 cm r2= 0,07 cm r3= 0,07 cm

= . r = 3,14 x 0,07 = 0,015386

Distribusi stomata perm. bawah = stomata L lingkaran = 50,67 0,015386 = 3,29x103

d. Menghitungdistribusi stomata padatanamanMirabilis jalapa PermukaanAtas jumlah stomata1 = 0 jumlah stomata2 = 0 jumlah stomata3 = 0

r1 = 0,09 cm r2 = 0,09 cm r3 = 0,09 cm

= . r = 3,14 x 0,09 = 0,025434

Distribusi stomata perm. Atas = stomata L lingkaran = 0

0,025434 = 0 PermukaanBawah jumlah stomata1 = 27 jumlah stomata2 = 28 jumlah stomata3 = 28 = . r = 3,14 x 0,09 = 0,025434 Distribusi stomata perm. bawah = stomata L lingkaran = 27,67 0,025434 = 1,087x103 e. Menghitungdistribusi stomata padatanamanNymphaea sp. PermukaanAtas jumlah stomata1 = 41 rata-rata stomata = 48,33 rata-rata stomata = 27,67

r1 = 0,09 cm r2 = 0,09 cm r3 = 0,09 cm L

r1 = 0,46 cm

r2 = 0,46 cm r3 = 0,46 cm L = . r

jumlah stomata2 = 46 jumlah stomata3 = 59

= 3,14 x 0,46 = 0,664424 Distribusi stomata perm. Atas = stomata L lingkaran = 48,33 0,664424 = 72,73 PermukaanBawah jumlah stomata1 = 0 jumlah stomata2 = 0 jumlah stomata3 = 0 = . r = 3,14 x 0,46 = 0,664424 Distribusi stomata perm. bawah = stomata L lingkaran = 0 0,664424 = 0

d1 = 0,92 mm d2 = 0,92 mm d3 = 0,92 mm L

f. Menghitungdistribusi stomata padatanamanImpatiens balsamina PermukaanAtas jumlah stomata1 = 54 jumlah stomata2 = 52 jumlah stomata3 = 51 rata-rata stomata = 52,33

r1 =1,25 r2 =1,25 r3 =1,25 L = . r = 3,14 x 1,252 = 4,90625

Distribusi stomata perm. Atas

= stomata L lingkaran = 52,33 4,90625

= 10,66 PermukaanBawah jumlah stomata1 = 96 jumlah stomata2 = 180 jumlah stomata3 = 97 = . r = 3,14 x 1,252 = 4,90625 Distribusi stomata perm.bawah = stomata rata-rata stomata = 124,33

r1 = 1,25 cm r2 = 1,25 cm r3 = 1,25 cm L

L lingkaran

= 124,33 4,90625 = 25,34 Jumlah stomata ( stomata) dan distribusi stomata yang sudah di hitung dapat diringkas dengan menggunakan tabel berikut: stomata No. Jenis Tanaman Permukaan atas 1. 2. 3. 4. 5. 6. Begonia sp. Costus speciosus Alamanda chartatica Mirabilis jalapa Nymphaea sp. Impatiens balsamina 0 0 0 0 48,67 52,33 Permukaan bawah 7 3,67 50,67 27,67 0 124,33 Distribusi stomata Permukaan atas 0 0 0 0 72,73 10,66 Permukaan bawah 3,48x104 2,81x102 3,29x103 1,087x103 0 25,34

E. Pembahasan TRANSPIRASI Transpirasi adalah hilangnya uap air dari permukaan tumbuhan. Tumbuhan merupakan mahluk hidup yang tidak bergerak secara aktif melainkan gerakannya bersifat pasif. Tumbuhan melakukan transpirasi, yaitu pelepasan dalam bentuk uap melalui stomata. Transpirasi ini merupakan salah satu mekanisme pengaturan fisiologi pada tumbuhan yang terkait dengan berbagai kondisi yang ada di tubuhnya dan lingkungan sekitarnya. Adanya transpirasi ini menyebabkan terjadinya aliran air yang berlangsung secara imbas dari akar, batang, dan daun. Aliran air tersebut akan ikut membantu proses penyerapan dan transportasi air tanah di dalam tubuh tumbuhan.

Kecepatan transpirasi berbeda-beda tergantung kepada jenis tumbuhannya. Bermacam cara untuk mengukur besarnya transpirasi, misalnya dengan menggunakan metode penimbangan. Sehelai daun segar atau bahkan seluruh tumbuhan beserta potnya ditimbang. Setelah beberapa waktu yang ditentukan, ditimbang lagi. Selisih berat antara kedua penimbangan merupakan angka penunjuk besarnya transpirasi. Metode penimbangan dapat pula ditujukan kepada air yang terlepas, yaitu dengan cara menangkap uap air yang terlepas dengan dengan zat higroskopik yang telah diketahui beratnya. Penambahan berat merupakan angka penunjuk besarnya transpirasi (Soedirokoesoemo, 1993). Berdasarkan hasil praktikum pengukuran laju transpirasi yang dilakukan pada tempat terang, teduh, dan berangin di dapatkan data sebagai berikut yaitu, laju transporasi pada tempat terang yaitu 2,64 mg/cm2/jam, laju tranpirasi pada tempat teduh 3 mg/cm2/jam, dan pada tempat berangin laju transpirasinya 1,66 mg/cm2/jam. Dari data tersebut laju transpirasi terendah yaitu pada tumbuhan yang di letakkan di tempat berangin, hal tersebut tidak sesuai dengan literatur. Dalam literatur (Lakitan, 1993) dijelaskan bahwa angin dapat mempengaruhi laju transpirasi. Angin dapat memacu laju transpirasi jika udara yang bergerak melewati permukaan daun tersebut lebih kering (kelembaban nisbinya lebih rendah) dari udara disekitar tumbuhan tersebut. Sedangkan laju transpirasi yang paling cepat yaitu pada tumbuhan yang diletakkan pada tempat yang teduh. Kemungkinan laju transpirasi pada tempat teduh lebih cepat dikarena dipengaruhi oleh faktor dalam antara lain besar kecilnya daun, tebal tipisnya daun, berlapis lilin atau tidaknya permukaan daun, banyak sedikitnya bulu pada permukaan daun, banyak sedikitnya stomata, bentuk dan letak stomata. Selain faktor diatas, kemungkinan suhu di dalam ruangan yang teduh mempengaruhi laju transpirasi yang cenderung meningkatkan penguapan sebanyak dua kali yang akan berpengaruh pada tekanan turgor dan pembukaan stomata sehingga transpirasi bergerak secara cepat. Menurut pendapat Dwijoseputro, 1989 faktor lingkungan yang

mempengaruhi transpirasi adalah: 1)Kelembaban; Gerakan uap air dari udara ke dalam daun akan menurunkan laju neto dari air yang hilang, dengan demikian

seandainya faktor lain itu sama, transpirasi akan menurun dengan meningkatnya kelembaban udara. Apabila stomata dalam keadaan terbuka maka kecepatan difusi dari uap air keluar tergantung pada besarnya perbedaan tekanan uap air yang ada di dalam rongga-rongga antar sel dengan tekanan uap air di atmosfer. Jika tekanan uap air di udara rendah, maka kecepatan difusi dari uap air di daun keluar akan bertambah besar begitu pula sebaliknya. Pada kelembaban udara relatif 50% perbedaan tekanan uap air di daun dan atmosfer dua kali lebih besar dari kelembaban relatif 70%. 2) Suhu; Kenaikan suhu dari 180 sampai 200F cenderung untuk meningkatkan penguapan air sebesar dua kali. Suhu daun di dalam naungan kurang lebih sama dengan suhu udara, tetapi daun yang terkena sinar matahari mempunyai suhu 100 200F lebih tinggi dari pada suhu udara 3). Cahaya; Cahaya mempengaruhi laju transpirasi melalui dua cara yaitu: a. Sehelai daun yang terkena sinar matahari langsung akan mengabsorbsi energi radiasi b. Cahaya tidak usah selalu berbentuk cahaya langsung dapat pula mempengaruhi transpirasi melalui pengaruhnya terhadap buka-tutupnya stomata, dengan mekanisme tertentu. 4). Angin; Angin cenderung untuik meningkatkan laju transpirasi baik didalam naungan atau cahaya, melalui penyapuan uap air. Akan tetapi di bawah sinar matahari, pengaruh angin terhadap penurunan suhu daun, dengan demikian terhadap penurunan laju transpirasi, cenderung menjadi lebih penting daripada pengaruhnya terhadap penyingkiran uap air. 5). Kandungan air tanah; Jika kandungan air tanah menurun, sebagai akibat penyerapan oleh akar, gerakan air melalui tanah ke dalam akar menjadi lebih lambat. DISTRIBUSI STOMATA Air merupakan salah satu factor alam yang penting bagi tumbuhan. Berbeda dengan hewan yang dapat bergerak aktif, tumbuhan tidak dapat bergerak untuk mencari air sehingga harus menyesuaikan diri terhadap hubungan perubahan air. Tumbuhan tertentu mengembangkan bagian tubuhnya secar efektif untuk mangambil dan mengontrol kehilangan air akibat evaporasi maupun transpirasi (Robert, 1976). Air di dalam jaringan tanaman selain berfungsi sebagai penyusun utama jaringan yang aktif mengadakan kegiatan fisiologis juga berperan penting dalam

memelihara turgiditas yang diperlukan untuk pembesaran dan pertumbuhan sel Peranan yang pentingi ni menimbulkan konsekuensi bahwa secara langsung atau tidak langsung defisit air tanaman akan mempengaruhi semua proses metabolism dalam tanaman yang mengakibatkan tergantungnya proses pertumbuhan (Lestari, 2006). Berdasarkan ketersediaan air, tumbuhan digolongkan menjadi tiga macam, yaitu tanaman yang beradaptasi pada kondisi basah (hidrofit), tanaman yang beradaptasi pada kondisi kering (xerofit), dan tanaman yang beradaptasi pada kondisi air yang cukup (mesofit) dan tumbuhan yang beradaptasi di lingkungan dengan kadar garam tinggi (halofit) (Leopard, 1964). Tumbuhan xerofit memiliki ciri morfologi daun kecil berbentuk duri untuk mengurangi penguapan, batang sukulen yang kaya akan air, lapisan kutiku la tebal untuk mengurangi penguapan, dan berakar serabut yang sangat panjang untuk mencari air dan hara mineral di dalam tanah. Jika dilihat dari segi anatomi, tumbuhan xerofit memiliki kloroplas hanya pada bagian tepi sel, terdapat empulur, kotreks epidermis yang tebal, tipe stomata parasitik, dan stomata banyak ditemukan di bagian epidermis bawah daun. Tumbuhan hidrofit memiliki ciri morfologinya adalah memiliki batang yang berongga, umumnya struktur batang lunak, akar tidak berkembang, dan tidak memiliki tudung akar.. Ciri anatomi tumbuhan hidrofit yaitu memiliki lebih dari satu aerenkim, tidak memiliki kutikula, memiliki lakuna yang besar dan banyak dan stomata yang tersebar banyak di epidermis atas (Kimball, 1965). Tumbuhan halofit memiliki jaringan aerenkim dengan ruang antar sel yang besar dan jaringan pembuluh tersebar sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungan yang tinggi kandungan garamnya, misalnya mangrove. Flora mangrove menyerap air tetapi mencegah masuknya garam, melalui saringan (ultra filter) yang terdapat pada akar. Tumbuhan mesofit memiliki ciri morfologi akar yang berkembang dengan baik, pada monokotil memiliki serabut akar dan pada dikotil memiliki akar sekunder. Pada batang umumnya padat dan tumbuh cabang. Sedangkan pada daun, tumbuhan mesofit umumnya berwarna hijau dan

berkembang dengan baik. Memiliki kutikula dan terdapat stomata tersebar di atas dan di bawah permukaan daun. Memiliki bentuk yang bervariasi (Levitt, 1980). Pengamatan distribusi stomata dilakukan dengan menggunakan spesies tumbuhan yang hidup di lingkungan yang berbeda. Tumbuhan yang diamati bagian distribusi stomatanya yaitu Begonia sp., Costus speciosus, Alamanda chartatica, Mirabilis jalapa, Nymphaea sp. dan Impatiens balsamina. Bagian tumbuhan yang diamati adalah stomata pada bagian daun. Berdasarkan pengamatan dengan menggunakan mikroskop perbesaran 450x, menunjukkan bahwa masing-masing tumbuhan memiliki distribusi stomata yang berbeda. Bagian yang diamati pada epidermis atas dan epidermis bawah. Pada Begonia sp., Costus speciosus, Alamanda chartatica, dan Mirabilis jalapatidak ditemukan stomata pada permukaan epidermis atas dan pada epidermis bawah ditemukan stomata. Diantara keempat tanaman tersebut, distrubusi stomata pada epidermis bawah dari yang tertinggi hingga terendah yaitu Alamanda chartatica, Mirabilis jalapa, Begonia sp., dan Costus speciosus. Tumbuhan tersebut termasuk ke dalam tumbuhan teristrial yaitu tumbuhan yang hidup di permukaan atas permukaan tanah. Oleh karena itu, stomatanya banyak ditemukan pada permukaan epidermis bawah. Hal tersebut merupakan bentuk adaptasi tumbuhan terhadap

lingkungannya terutama air. Stomata yang terletak dibagian permukaan epidermis bawah akan mengurangi penguapan yang terjadi pad tumbuhan sehingga tumbuhan tidak dengan mudah kehilangan air. Pada tumbuhan Nymphaea sp., stomata hanya ditemukan di bagian epidermis atas daun sedangkan pada epidermis bawah tidak ditemukan adanya stomata. Berdasarkan tempat hidupnya, Nymphaea sp. hidup di lingkungan yang kaya akan air (hidrofit) sehingga stomata yang hanya berada di bagian epidermis atas akam membantu penguapan air sehingga kelebihan air dapat dihindari. Pada Impatiens balsamina, stomata ditemukan pada bagian epidermis atas dan epidermis bawah tetapi jumlah stomata di bagian epidermis bawah lebih banyak dibandingkan dengan jumlah stomata di bagian epidermis atas. Impatiens balsamina merupakan tumbuhan terestrial dengan kondisi yang cukup air (mesofit). Stomata pada epidermis bawah, akan membantu mencegah terjadinya penguapan berlebihan sehingga jumlah air tetap seimbang.

F. Kesimpulan Kecepatan transpirasi berbeda-beda tergantung kepada jenis tumbuhannya. Bermacam cara untuk mengukur besarnya transpirasi, misalnya dengan menggunakan metode penimbangan. Faktor faktor yang mepengaruhi transpirasi yaitu suhu, cahaya, air, besar kecilnya daun, tebal tipisnya daun, berlapis lilin atau tidaknya permukaan daun, banyak sedikitnya bulu pada permukaan daun, banyak sedikitnya stomata, bentuk dan letak stomata. Untuk menghitung jumlah stomata dalam satuan luas tertentu, cara yang dilakukan yaitu menjumlahkan stomata kemudian dibagi luas bidang pandang. Pada tumbuhan mesofit, stomata sebagian besar terdapat pada permukaan abaxial daun. Namun, ada juga yang terletak pada permukaan adaxial dan abaxial daun. Pada tumbuhan hidrofit, stomata terletak pada sisi adaxial daun. Sedangkan pada tumbuhan xerofit, stomata terletak pada sisi abaxial daun.

G. Diskusi 1. Transpirasi dilakukan oleh tumbuhan melalui stomata, kutikula, dan lentisel. Bagi tumbuhan proses transpirasi bagi tumbuhan sangat penting dikarenakan mengurangi air yang berlibahan sangat diserap oleh akar, mengatur suhu yang sesuai dengan daun/tumbuhan. Yang paling penting adalah untuk membuang energi yang berlebihan misalnya energi radiasi yang akan dikelurakan melalui pancaran maupun dalam bentuk uap air. 2. Berhubungan praktikum menggunakan botol hitam yang berbentuk tabung dengan salah satu ujung mengecil diameternya, maka bila dilakukan pengukuran melalui volume terlalu menyulitkan, oleh karena itu, botol hitam yang sudah diisi air tersebut ditimbang dahulu sebelum melakukan praktikum apakah dalam interval 15 menit apakah air yang didalam botol berkurang atau tidak.

3. Pada tempat teduh kecepatan transpirasinya mencapai 3mg/cm2/jam dan kecepatan transpirasi pada tempat bercahaya 2,64mg/cm2/jam. Salah satu faktor dalam proses transpirasi adalah cahaya matahari dan suhu, dikarenakan sinar matahari ini semakin banyak akan berpengaruh terhadap pembukaan stomata yang terus menerus akan membantu proses transpirasi dengan cepat. 4. Daun yang bertipe: Costus speciosus, Alamanda chartatica a. Amfistomatik: Impatiens balsamina. b. Epistomatik: Nymphaea sp. c. Hypostomatik: Begonia sp., Costus speciosus, Alamanda chartatica, dan Mirabilis jalapa. 5. Distribusi stomata dari daun berbeda beda, ada yang terdapat pada bagian adaxial daun, abaxial daun, dan ada yang berada pada sisi adaxial dan abaxial daun. Persebaran stomata yang berbeda ini juga dipengaruhi oleh habitatnya. 6. Tidak ada. Distribusi stomata berhubungan dengan habitat tanaman. 7. Tumbuhan berdasarkan habitatnya: Xerofit: tidak ada Hidrofit: Nymphaea sp. Mesofit:Begonia sp., Costus spesiosus, Alamanda chartatica, Mirabilis jalapa, dan Impatiens balsamina. 8. Tempat hidup tanaman mempengaruhi letak dan distribusi stomata. Pada daun xerofit stomata banyak ditemukan di bagian epidermis bawah daun. Pada daun mesofit stomata banyak ditemukan di bagian epidermis bawah daun. Pada daun hidrofit, stomata banyak ditemukan pada epidermis atas daun.

H. Daftar Rujukan Dwidjoseputro. 1989. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. PT Gramedia, Jakarta Kimball, J.W. 1965. Biology. Massachusette: Adisson-Wesley Publishing Company. Lakitan,B. 1993. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. PT Raja Grafindo Persada.Jakarta Lestari, E. G. 2006. Hubungan antara Kerapatan Stomata dengan Ketahanan pada Somaklon Padi Gadjah mungkur, Towuti, dan IR 64. Biodiversitas 7: 44-48. Levitt, J. 1980. Responses of Plants to Environmental Stress. New York: sAcademic Press. Robert, L. W. 1976. Plant Biology. London: W.B. Sounds Company