Anda di halaman 1dari 10

BAB I TUJUAN

Adapun tujuan dari praktikum solar cell ini adalah : 1. Mengetahui karakteristik parallel dari solar cell 2. Mengetahui karakteristik seri dari solar cell 3. Memahami cara penggunaan dari PV module 4. Mengetahui pengaruh intensitas cahaya, sudut, dan tegangan keluaran terhadap solar cell

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Solar Cell Solar Cell adalah salah satu jenis sensor cahaya photovoltaic, yaitu sensor yang dapat mengubah intensitas cahaya menjadi perubahan tegangan pada outputnya. Apabila solar cell menerima pancaran cahaya maka pada kedua terminal outputnya akan keluar tegangan DC sebesar 0,5 volt hingga 0,5 volt. Dalam aplikasinya solar cell lebih sering digunakan sebagai pembangkit listrik DC tenaga surya (matahari). Dalam skala kecil solar cell sering kita jumpai sebagai sumber tegangan DC pada peralatan elektronika seperti kalkulator atau jam. 2.2 Prinsip Kerja Solar Cell Prinsip Kerja Solar Cell Efek sel photovoltaik terjadi akibat lepasnya elektron yang disebabkan adanya cahaya yang mengenai logam. Logam-logam yang tergolong golongan 1 pada sistem periodik unsur-unsur seperti Lithium, Natrium, Kalium, dan Cessium sangat mudah melepaskan elektron valensinya. Selain karena reaksi redoks, elektron valensilogamlogam tersebut juga mudah lepas olehadanya cahaya yang mengenai permukaan logam tersebut. Diantara logam-logam diatas Cessium adalah logam yang paling mudah melepaskan elektronnya, sehingga lazim digunakan sebagai foto detektor. 2.3 Pengertian lux meter Alat ukur cahaya (lux meter) adalah alat yang digunakan untuk mengukur besarnya intensitas cahaya di suatu tempat. Besarnya intensitas cahaya ini perlu untuk diketahui karena pada dasarnya manusia juga memerlukan penerangan yang cukup. Untuk mengetahui besarnya intensitas cahaya ini maka diperlukan sebuah sensor yang cukup peka dan linier terhadap cahaya. Sehingga cahaya yang diterima oleh sensor dapat diukur dan ditampilkan pada sebuah tampilan digital. 2.4 Prinsip kerja lux meter Lux meter digunakan untuk mengukur tingkat iluminasi. Hampir semua lux meter terdiri dari rangka, sebuah sensor dengan sel foto, dan layer panel. Sensor diletakkan pada sumber cahaya. Cahaya akan menyinari sel foto sebagai energi yang diteruskan oleh sel foto menjadi arus listrik. Makin banyak cahaya yang diserap oleh sel, arus yang dihasilkan lebih besar. Kunci untuk mengingat tentang cahaya adalah cahaya selalu membuat beberapa jenis perbedaan warna pada panjang gelombang yang berbeda. Oleh karena itu, pembacaan merupakan kombinasi efek dari semua panjang gelombang.Standar warna dapat dijadikan referensi sebagai suhu warna dan dinyatakan dalam derajat Kelvin. Standar suhu warna untuk kalibrasi dari hampir semua jenis cahaya adalah 2856 derajat Kelvin, yang lebih kuning dari pada warna putih. Berbagai jenis dari cahaya lampu menyala pada suhu warna yang berbeda. Pembacaan lux meter akan berbeda, tergantung variasi sumber cahaya yang berbeda dari intensitas yang sama. Hal ini menjadikan, beberapa cahaya terlihat lebih tajam atau lebih lembut dari pada yang lain.

BAB III ALAT DAN BAHAN

Adapun peralatan yang digunakan, yaitu : 1. Modul solar cell 2. Kabel penghubung 3. Multimeter digital 4. Beban elektronik 5. Lux meter

BAB IV LANGKAH KERJA

1. Hubungkan sel PV secara seri dari modul PV seperti pada gambar 1 2. Atur sudut sumber cahaya dan solar cell pada 0 o dan hidupkan lampu atau sumber cahaya pada intensitas maksimum 3. Ukur tegangan keluaran dengan multimeter digital, masukkan pada tabel 4. Hubungkan terminal OUT+ dan OUT- dari modul PV ke terminal LOAD+ dan LOAD- dari beban elektronik seperti pada gambar 2 5. Hubungkan terminal BAT+ dan BAT- ke modul beban elektronik pada Terminal + dan sebagai sumber tegangan modul beban elektronik 6. Hidupkan modul beban elektronik dan catat yang terbaca pada monitornya 7. Tekan kunci pemilih untuk merubah duty rasio, ukur arus dan tegangan duty rasio yang bersesuaian seperti pada tabel 8. Hubungkan dua modul VP secara parallel seperti pada gambar 3 danulangi langkah kerja seperti di atas.

BAB V TABEL PENGUKURAN

5.1

Tabel Data Parallel Intensitas Cahaya (Lux) 1065 881 434 Vout (volt) 5.92 5.87 5.33

No Sudut 1 2 3 0o 30o 60o

No Sudut 1 2 3 0o 30o 60o

Intensitas Cahaya (Lux) 2026 1677 786

Vout (volt) 6.18 6.15 5.68

5.2

Tabel Data Seri Intensitas Cahaya (Lux) 1011 777 382 Vout (Volt) 11.9 11.73 10.34

No Sudut 1 2 3 0o 30o 60o

No Sudut 1 2 3 0o 30o 60o

Intensitas Cahaya (Lux) 2023 1652 625

Vout (Volt) 12.43 12.23 10.48

E = 1000 lux
Dua Cell Paralel

0 30 60 Dua Cell Seri 0 30 60

Vout 5.68 5.38 4.98

E 1025 1015 1014

Vout 11.19 10.64 10.17

E 1045 1035 1020

E = 1000 lux
Dua Cell Paralel 0 30 60 Vout 6.01 5.88 5.44 E 2020 2015 2010

Dua Cell Seri 0 30 60 Vout 11.86 11.34 10.90 E 2040 2025 2014

BAB VI GRAFIK PERCOBAAN 6.1 Grafik Parallel Hubungan Intensitas Cahaya dan Tegangan Output 6.1.1 Pada Intensitas Cahaya 1000 lux

Grafik Parallel
1200 1000 Intensitas Cahaya 800 600 400 200 0 0 5.33 5.87 5.92 Tegangan Output Grafik Parallel

6.1.2 Pada Intensitas Cahaya 2000 lux

Grafik Paralle
2500

2000 Intensitas Cahaya

1500

1000

500

0 0 5.68 Tegangan Ouput 6.15 6.18

6.1.3 Pada Intensitas Cahaya Maksimum 1000 lux

Grafik Parallel
70 60 Sudut Sumber Cahaya 50 40 30 20 10 0 4.98 5.38 Tegangan Ouput 5.68 Grafik Parallel

6.1.4 Pada Intensitas Cahaya Maksimum 2000 lux

Grafik Parallel
70 60 Sudut Sumber Cahaya 50 40 30 20 10 0 5.44 5.88 Tegangan Ouput 6.01 Grafik Parallel

6.2 Grafik Seri Hubungan Intensitas Cahaya dan Tegangan Output 6.2.1 Pada Intensitas Cahaya1000 lux

Grafik Seri
1200 1000 Intensitas Cahaya 800 600 Grafik Seri 400 200 0 10.34 11.73 Tegangan Ouput 11.90

6.2.2 Pada Intensitas Cahaya 2000 lux

Grafik Seri
2500

2000 Intensitas Cahaya

1500

1000

Grafik Seri

500

0 10.48 12.23 Tegangan Ouput 12.43

6.2.3 Pada Intensitas Cahaya Maksimum 1000 lux

Grafik Seri
70 60 Sudut Sumber Cahaya 50 40 30 20 10 0 10.17 10.64 Tegangan Ouput 11.19 Grafik Seri

6.2.4 Pada Intensitas Cahaya Maksimum 2000 lux

Grafik Seri
70 60 Sudut Sumber Cahaya 50 40 30 20 10 0 10.90 11.34 Tegangan Ouput 11.86 Grafik Seri