Anda di halaman 1dari 14

Aplikasi dari KOLOID Koloid memainkan peran penting dalam kehidupan kita sehari-hari dan dalam industri.

pengetahuan tentang kimia koloid penting untuk memahami berbagai fenomena alam di sekitar kita. Dengan Koloid kita dapat membuat produk yang modern. Beberapabentuk aplikasi penting dari koloid adalah 1. Makanan Banyak makanan kita adalah koloid di alam. Susu merupakan Emulsi lemak mentega dalam air yang dilapisi oleh protein, kasein. Salad ,makanan penutup

gelatin, jeli buah dan whipped cream adalah contoh lain dari koloid. Es krim merupakan dispersi es di krim. Roti adalah dispersi udara dalam adonan dipanggang. 2. Obat-obat Obat koloid yang halus dibagi menjadi obat yang lebih efektif dan obat yang mudah diserap dalam sistem kita. Minyak hati halibut dan minyak ikan cod yang kita dapatkan pada faktanya merupakan emulsi dari masing- masing minyak di dalam air. Banyak salep yang dioleskan di kulit terdiri dari komponen fisiologis aktif yang dilarutkan dalam minyak dan dibuat menjadi emulsi dengan air. Antibiotik seperti penisilin dan streptomisin yang diproduksi dari koloid cocok untuk suntikan. 3. Non-tetes atau cat thixotropic Semua cat adalah dispersi colloid dari pigmen padat dalam medium cair. Tetesan non modern atau cat thixotropic juga mengandung polimer rantai panjang. Pada saat diam (istirahat), rantai pada molekul banyak dikelingi dan terperangkap oleh media dispersi. Jadi cat adalah struktur gel semi-padat. Ketika tegangan geser diterapkan dengan kuas cat, lingkaran molekul menjadi lurus dan dan medium yang terperangkap terperangkap dilepaskan. Dengan segera kuas dipindahkan, cat cair beralih ke bentuk semi-padat. Hal ini mengubah cat menjadi 'non-drip'. 4. Pengendap elektrostatik asap Asap yang berasal dari pabrik-pabrik industri merupakan dispersi koloid dari partikel padat (karbon, senyawa arsenik, debu) di udara. Asap-asap Ini adalah polusi dan mencemari atmosfer. Oleh karena itu, sebelum asap ini naik ke atas atmosfer, asap ini dilewatkan kedalam pengendap Cottrell (lihat gambar.22.29). Asap ini dialirkan melalui serangkaian ujung-ujung logam yang tajam dan bermuatan pada tegangan tinggi (20.000 sampai 70.000 V). Ujung-ujung logam ini akan melepaskan

electron dengan kecepatan tinggi yang akan mengionisasi molekul-molekul diudara.Partikel-partikel koloid dalam gas buangan akan menyerap ion-ion ini sehingga menjadi bermuatan positif. Partikel-partikel koloid selanjutnya akan tertarik ke elektrode dengan muatan berlawanan dan menggumpal. Asap yang keluar dari alat pengendap Cottrell adalah asap yang sudah bersih.selain itu,gas-gas yang mengandung logam berguna seperti arsen klorida akan diendapkan.. Alat cotrrel merupakan alat yang digunakan untuk menggumpalkan asap atau debu daripabrik. Alat cotrrel berprinsip pada sifat koagulasi (pengendapan) dari koloid. Pengendap Cottrell digunakan untuk mengurangi polusi udara dari pabrik. Alat ini akan mengendapkan partikel koloid yang terdapat dalam gas yang akan dikeluarkan melalui cerobong asap. Partikel koloid berupa aerosol asap dan debu akan terendapkan karena adanya gaya elektrostatik dengan menggunakan arus DC Alat pengendap ini berupa tabung silinder di mana dindingnya diberi muatan positif, sedangkan di tengah ada sebuah kawat yang merupakan pusat silinder, sejajar dinding tabung, diberi muatan negatif. Adanya perbedaan tegangan yang cukup besar akan menimbulkan corona dischargaKotoran udara menjadi ion negatif sedangkan udara bersih menjadi ion positif dan masing-masing akan menuju ke elektroda yang sesuai. Kotoran yang menjadi ion negatif akan ditarik oleh dinding tabung sedangkan udara bersih akan berada di tengah-tengah silinder dan kemudian terhembus keluar.

(a)

Gambar 1. (a) menunjukkan diagram skematik dari sebuah pengendap elektroststik. Potensial listrik negatif yang tinggi tertahan pada kumparan kawat yang ada di bagian tengah membentuk sebuah lompatan listrik di sekitar kawat.

Gambar (b) menunjukkan contoh aplikasi pengendap elektrostatik, sedangkan gambar (c) adalah gambar cerobong tanpa pengendap elektrostatik. Jika dibandingkan, gambar (c) akan menghasilkan polusi udara lebih besar dibanding gambar (b). Jika intensitas pembuangan gas (asap pabrik) terlalu banyak, maka akan merusak lingkungan di sekitarnya. Hal terburuk yang akan terjadi secara perlahan-lahan adalah rusaknya lapisan ozon di atmosfer yang merupakan salah satu bentuk penyebab pemanasan global (global warming). Electrostatic precipitator merupakan salah satu cara agar industri yang berpotensi menghasilkan limbah debu menjadi ramah lingkungan, setidaknya dapat mengurangi kandungan polutan yang dibuang melalui cerobong. 5. Penjernihan Air Kota. Air kota diperoleh dari sumber-sumber alami yang sering mengandung partikel-partikel koloid.Proses koagulasi digunakan untuk menghilangkannya.Sol membawa partikel yang bermuatan negatif . Ketika aluminium sulfat (alum) ditambahkan ke dalam air,maka akan terbentuk endapan gelatin dari aluminium hidroksida hidrat yang disebut flok. Al3+ + 3H2O Al(OH)3 + 4H2O + 4H+ Al(OH)3 +3H+ Al(OH)3 (H2O)4+

Muatan positif dari flok akan menarik muatan negative partikel sol yang diendapkan. flok bersama dengan materi suspensi turun, meninggalkan air jernih. Ion Al3+ yang terdapat pada tawas tersebut akan terhidroslisis membentuk partikel koloid Al(OH)3 yang bermuatan positif. Setelah itu, Al(OH)3 menghilangkan muatanmuatan negatif dari partikel koloid tanah liat/lumpur dan terjadi koagulasi pada lumpur. Lumpur tersebut kemudian mengendap bersama tawas yang juga mengendap karena pengaruh gravitasi.Terdapat tiga tahap penting pada proses pengolahan air dengan penambahan zat kimia seperti tawas yaitu: tahap pembentukan inti endapan, tahap flokulasi, tahap pemisahan flok dengan cairan. Koagulasi dan flokulasi merupakan suatu proses yang umum dilakukan dalam pengolahan limbah cair

industri. Koagulasi adalah proses penambahan bahan kimia atau koagulan kedalam air limbah yang bertujuan untuk mengurangi daya tolak menolak antar partikel koloid, sehingga partikel-partikel tersebut dapat bergabung menjadi flok-flok kecil. Flokulasi adalah proses penggabungan flok-flok kecil sehingga menjadi flok-flok yang lebih besar sehingga akan mudah mengendap. Biasanya pengolahan air dengan menggunakan tawas ini, dilakukan pada awal proses pengolahan air kotor. Tawas ditambahkan ke dalam air sehingga menyebabkan partikel-partikel tersuspensi akan mengendap dan kemudian air dapat diolah lebih lanjut. Salah satunya dengan proses filtrasi. Kemudian didesinfeksi lalu dapat dikonsumsi. Tawas merupakan alumunium sulfat yang dapat digunakan sebagai penjernih air seperti sedimentasi (water treatment) karena tawas yang dilarutkan dalam air mampu mengikat kotoran-kotoran dan mengendapkan kotoran dalam air sehingga menjadikan air menjadi jernih. Tawas dikenal sebagai koagulan didalam pengolahan air limbah. Sebagai koagulan tawas sangat efektif untuk mengendapkan partikel yang baik dalam bentuk koloid maupun suspense 6. Pembentukan Delta Air sungai mengandung partikel koloid pasir dan tanah liat yang membawa muatan negatif. di sisi lain,air laut mengandung ion positif seperti kita Na +, Mg2 +, Ca2+. Ketika air sungai bertemu di laut, maka ion-ion positif dari air laut akan menetralkan muatan pasir dan tanah liat. Sehingga, terjadi koagulasi yang akan membentuk suatu delta. Pada saat air sungai bertemu dengan air laut, maka terjadilah perlucutan muatan koloid sungai oleh ion-ion dari air laut. Ion-ion yang berlawanan muatan ini tarik menarik, sehingga terjadi penetralan muatan. Karena pelindung atau selimut muatan koloid itu terlucuti, maka masing-masing kelompok partikel koloid itu menyatu dan menggumpal. Makin lama gumpalan itu membesar dan akhirnya akan mengendap menjadi gundukan tanah. Peristiwa ini merupakan koagulasi koloid oleh elektrolit.

Gambar 2 Proses pembentukan delta

7. Mesin Ginjal buatan Ginjal menyaring sekitar 1500 liter darah setiap hari. Dari volume darah tersebut, ginjal menyerap kembali unsur-unsur penting seperti natrium, kalium, kalsium, asam amino, glukosa dan air. Pada orang yang menderita gagal ginjal, proses ini kemungkinan tidak dapat bekerja dengan baik (pada gagal ginjal akut) atau pada gagal ginjal kronis. Pada penderita gagal ginjal, produk hasil metabolisme terakumulasi di dalam darah dan dapat mengancam kehidupan. Dalam kasus yang parah, fungsi ginjal harus diambil alih oleh mesin ginjal buatan. Pada mesin ginjal buatan, produk akhir yang beracun seperti urea dan asam urat akan melewati membran, sedangkan partikel berukuran koloid dari protein darah (hemoglobin) dipertahankan di dalam darah. Oleh karena itu, Gagal ginjal menyebabkan kematian karena terjadi akumulasi dari produk hasil akhir metabolisme yang beracun di dalam darah. Ginjal manusia bekerja membersihkan darah melalui proses dialisis melewati membran alami di dalam tubuh. Dialisis melibatkan teknik yang digunakan untuk membuang produk-produk hasil metabolisme yang beracun dari darah dan kelebihan cairan dari tubuh sebagai pengobatan untuk gagal ginjal. Dialisis ginjal melibatkan penyaringan darah kelebihan cairan, mineral, dan limbah bila ginjal tidak bisa lagi melakukannya sendiri. Dialisis ginjal bekerja pada prinsip-prinsip difusi dan filtrasi.

Dewasa ini, darah pasien dapat dibersihkan dengan menggunakam mesin ginjal buatan. Mesin ginjal buatan bekerja dengan prinsip hemodialisis. Cara Kerja Mesin Hemodialisis Hemodialisis adalah sebuah terapi medis. Kata ini berasal dari kata haemo yang berarti darah dan dilisis sendiri merupakan proses pemurnian suatu sistem koloid dari partikel-partikel bermuatan yang menempel pada permukaan. Pada proses digunakan selaput Semipermeabel. Proses pemisahan ini didasarkan pada perbedaan laju transport partikel. Hemodialisis berfungsi membuang produk-produk sisa metabolisme seperti urea dari darah dengan menggunakan mesin dialiser. Mesin ini mampu berfungsi sebagai ginjal menggantikan ginjal penderita yang sudah rusak kerena penyakitnya. Prinsip dari Hemodialisis adalah dengan menerapkan proses osmotis dan ultrafiltrasi pada ginjal buatan, dalam membuang sisa-sisa metabolisme tubuh. Pada hemodialisis, darah dipompa keluar dari tubuh lalu masuk kedalam mesin dialiser (yang berfungsi sebagai ginjal buatan) untuk dibersihkan dari zat-zat racun melalui proses difusi dan ultrafiltrasi oleh cairan khusus untuk dialisis (dialisat). Tekanan di dalam ruang dialisat lebih rendah dibandingkan dengan tekanan di dalam darah, sehingga cairan, limbah metabolik dan zat-zat racun di dalam darah disaring melalui selaput dan masuk ke dalam dialisat. Proses hemodialisis melibatkan difusi solute (zat terlarut) melalui suatu membrane semipermeable. Molekul zat terlarut (sisa metabolisme) dari kompartemen darah akan berpindah kedalam kompartemen dialisat

setiap saat bila molekul zat terlarut dapat melewati membran semipermiabel demikian juga sebaliknya. Setelah dibersihkan, darah dialirkan kembali ke dalam tubuh.

Mesin hemodialisis (HD) terdiri dari pompa darah, sistem pengaturan larutan dialisat, dan sistem monitor. Pompa darah berfungsi untuk mengalirkan darah dari tempat tusukan vaskuler ke alat dializer. Dializer adalah tempat dimana proses HD berlangsung sehingga terjadi pertukaran zat-zat dan cairan dalam darah dan dialisat. Sedangkan tusukan vaskuler merupakan tempat keluarnya darah dari tubuh penderita menuju dializer dan selanjutnya kembali lagi ketubuh penderita. Pada saat proses Hemodialisa, darah kita akan dialirkan melalui sebuah saringan khusus (Dialiser) yang berfungsi menyaring sampah metabolisme dan air yang berlebih. Kemudian darah yang bersih akan dikembalikan kedalam tubuh. Pengeluaran sampah dan air serta garam berlebih akan membantu tubuh mengontrol tekanan darah dan kandungan kimia tubuh jadi lebih seimbang. 8. Indikator Adsorpsi Indikator-indikator ini berfungsi dengan prefential adsorpsi ion ke partikel sol. Contoh dari indicator adsorpsi adalah natrium fluorscein. Natrium Fluorscein adalah sebuah contoh dari indikator adsoption yang digunakan untuk titrasi larutan natrium klorida terhadap larutan perak nitrat.

Fluoresein tersubstitusi dapat bertindak sebagai indikator untuk titrasi perak dengan memanfaatkan kelebihan elektron/ion pada klorida jika perak nitrat ditambahkan kedalam larutan natrium klorida. Ion-ion klorida ini dikatakan membentuk lapisan teradsorpsi primer dan dengan demikian menyebabkan partikel koloidal perak klorida itu bermuatan negatif. Partikel negatif ini kemudian cenderung menarik ion-ion positif dari dalam larutan untuk membentuk lapisan adsorpsi skunder yang terikat lebih longgar. Jika perak nitrat terus-menerus ditambahkan sampai ion peraknya berlebih, ion-ion inilah akan menggantikan ion klorida dalam lapisan primer. Maka partikel-partikel menjadi bermuatan positif, dan anion adalam larutan ditarik untuk membentuk lapisan skunder (Underwood, 1999). Ketika larutan perak nitrat direaksikan ke dalam larutan natrium klorida yang mengandung sedikit fluorescein, endapan putih perak klorida dibentuk pertama kali. Pada titik akhir, endapan putih berubah menjadi warna pink. Sebelum titik akhir, ion Cl-

mempunyai jumlah berlebih. Partikel sol AgCl menyerap ion ini dan menjadi bermuatan negatif. Partikel bermuatan negatif AgCl/Cl- tidak dapat menyerap anion fluorescein yang berwarna (Fl-) karena adanya tolakan elektrostatik. Jadi endapan tetap putih. Setelah titik akhir, ion Ag+ jumlahnya berlebih. Partikel sol AgCl menyerapnya dan memperoleh muatan positif. Partikel bermuatan positif AgCl / Ag+ sekarang menarik anion fluorescein yang berwarna (Fl-) dan berubah menjadi berwarna merah seperti mawar.

Jadi titik akhir ditandai dengan terbentuknya endapan putih berubah menjadi berwarna merah muda. Persamaan reaksi: AgNO3 + NaCl AgCl(s) + NaNO3

9. Warna Biru pada langit Warna biru pada langit merupakan salah satu aplikasi dari efek tyndall. Jika seberkas cahaya dilewatkan pada suatu sistem koloid, maka cahaya tersebut akan dihamburkannya sehingga berkas cahaya tersebut akan kelihatan. Sedangkan jika cahaya dilewatkan pada larutan sejati maka cahaya tersebut akan diteruskannya. Sifat koloid yang seperti inilah yang dikenal dengan efek tyndall.

Efek Tyndall juga dapat menjelaskan mengapa langit

pada siang hari berwarna biru sedangkan pada saat matahari terbenam, langit di ufuk barat berwarna jingga atau merah. Saat matahari terbit dan

terbenam maka langit sebagian akan berwarna berwarna merah, langit berwarna biru, dan cahaya langit terpolarisasi (paling tidak sebagian). Fenomena ini dapat dijelaskan atas dasar penghamburan cahaya oleh molekul atmosfer. Penghamburan cahaya oleh atmosfer bumi bergantung kepada panjang gelombang. Untuk partikel-partikel yang jauh lebih kecil dari panjang gelombang cahaya (seperti molekul udara), partikel-pertikel tersebut tidak merupakan rintangan yang besar bagi panjang gelombang yang panjang dibandingkan bagi yang pendek. Penghamburan berkurang, cahaya merah dan jingga dihamburkan lebih sedikit dari biru dan ungu, yang merupakan penyebab langit berwarna biru. Pada saat matahari terbenam, dipihak lain, berkas cahaya matahari melewati panjang atmosfer maksimum. Banyak dari warna biru yang telah dikeluarkan dengan penghamburan. Cahaya yang mencapai permukaan bumi berarti kekurangan biru, yang merupakan alasan matahari terbenam berwarna kemerahan. Langit hanya berwarna biru di siang hari. Ada beberapa sebab mengapa langit saat itu berwarna biru. Bumi diselubungi lapisan udara yang disebut atmosfer. Walaupun tidak tampak, udara sebenarnya terdiri atas partikel-partikel kecil. Cahaya dari matahari dihamburkan oleh partikel-partikel kecil dalam atmosfer itu. Partikelpartikel ini menyerap sinar matahari dan menghamburkan cahaya yang berwarna biru (4600-5100 ). Tetapi kita tahu, cahaya dari matahari terdiri dari paduan semua warna, dari merah, kuning, hijau, biru, hingga ungu. Warna-warna itu memiliki frekuensi yang berbeda. Merah memiliki frekuensi yang lebih kecil dari kuning, kuning lebih kecil dari hijau, hijau lebih kecil dari biru, biru lebih kecil dari ungu. Semakin besar frekuensi cahaya, semakin kuat cahaya itu dihamburkan. Warna langit adalah sebagian cahaya matahari yang dihamburkan. Karena yang paling banyak dihamburkan adalah warna berfrekuensi tinggi (hijau, biru, dan ungu), maka langit

memiliki campuran warna-warna itu, yang kalau dipadukan menjadi biru terang. Karena warna biru banyak dihamburkan, maka warna matahari tidak putih sempurna, seperti yang seharusnya terjadi jika semua warna dipadukan. Warna matahari menjadi sedikit agak jingga. Pada sore hari, sering matahari berubah warna menjadi merah. Pada saat itu, sinar matahari yang sudah miring menempuh jarak lebih jauh untuk mencapai mata kita, sehingga semakin banyak cahaya yang dihamburkan. Sehingga yang banyak tersisa adalah cahaya frekuensi rendah, yaitu merah. Di bulan dan di planet yang tidak memiliki atmosfir, cahaya matahari tidak dihamburkan, sehingga langit selalu berwarna hitam, walaupun di siang hari. Efek Tyndall juga dapat menerangkan mengapa langit pada siang hari berwarna biru, sedangkan ketika matahari terbenam di ufuk barat berwarna jingga atau merah. Hal tersebut dikarenakan penghamburan cahaya matahari oleh partikel-partikel koloid di angkasa, dan tidak semua frekuensi sinar matahari dihamburkan dengan intensitas yang sama. Oleh karena intensitas cahaya berbanding lurus dengan frekuensi, maka ketika matahari melintas di atas kita, frekuensi paling tinggilah yang banyak sampai ke mata kita, sehingga kita melihat langit biru. Ketika matahari hampir terbenam, hamburan cahaya yang frekuensinya yang rendahlah yang lebih banyak sampai ke kita, sehingga kita menyaksikan langit berwarna jingga atau merah. Kita ingat untaian cahaya tampak dalam spektrum cahaya, merah-jingga-kuning-hijau-biru-ungu. Dari urutan merah sampai ungu, frekuensinya semakin tinggi. Jadi warna-warna yang mendekati merah memiliki frekuensi cahaya tinggi, dan warna-warna yang mendekati ungu memiliki frekuensi cahaya rendah.

APA ITU MAKROMOLEKUL ? Larutan koloid terbentuk dari proses agregasi atom dan molekul untuk membentuk partikel ukuran koloid. Namun ada senyawa yang susunannya terdiri dari molekul raksasa dan terlarut dalam pelarut untuk menghasilkan larutan koloid seccara langsung. Molekul raksasa tersebut dinamakan makromolekul. Dimensi atau daerah dari makromolekul terletak antara 10 dan 10,000. proteins (gelatin), polimer sintetis (plastik), karet sintetis, selulosa dan pati semuanya merupakan makromolekul.

Larutan makromolekul berprilaku / memiliki sifat seperti koloid reversible atau sol liofilik. Larutan tersebut menunjukan sifat efek tyndall yang lemah dan memiliki viskositas yang tinggi. Makromolekul dalam larutan tidak membawa muatan elektrik dan tidak menunjukan adanya proses elektroforesis. Berat molekul dari makromolekul Berat molekul merupakan sifat/karakteristik penting dari senyawa polimerik seperti protein, polimer (plastik, pati) dan makromolekul yang lain. Pada umumnya, molekul protein / polimer mungkin tidak memiliki ukuran yang sama. Oleh karena itu semua metode percobaan penentuan berat molekul akan menghasilkan nilai berupa rata rata. Berikut adalah dua tipe perhitungan rata rata berat molekul. 1) Jumlah rata rata berat molekul. Didefinisikan sebagai berikut: Mn = Mn = Mn =

2) Berat rata rata berat molekul. Di definisikan sebagai berikut: Mw = Mw = Masing masing dimana m1, m2 dan seterusnya merupakan massa makromolekul yang memiliki berat molekul M1, M2 dan seterusnya. Dengan Wi = niMi Mw =

Mw = Berat molekul ditentukan dengan metode yang berdasarkan sifat tergantung pada massa partikel yang merupakan berat rata rata berat molekul. Sesuai dengan

definisi yang tertera Mw > Mn. dapat terrjadi hanya jika semua partikel memiliki berat yang identik.

DAFTAR PUSTAKA http://elektromedik.blogspot.com/2010/06/hemodialisis-cuci-darah.html http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-smk/kelas_x/pemisahan-koloid/ Anonim. 2012. Mengapa matahari terlihat kemerahan saat terbit dan

terbenam?.http://texasplay.blogspot.com/2012/08/mengapa-matahari-terlihatkemerahan_1300.html, diakses pada 20 April 2013. http://chemistryineverydaylife.blogspot.com/2009/04/terbentuknya-delta-di-muarasungai.html http://kimiadahsyat.blogspot.com/2009/06/kegunaan-koloid-dalam-kehidupan-manusia.html http://id.wikipedia.org/wiki/Tawas http://blogpengajarankimia.blogspot.com/2012/05/tawas-sebagai-koagulan-tawas-ataudalam.html http://lakindo.blogspot.com/2011/06/prinsip-kerja-ala-cottrell.html http://Prinsip Kerja Pengendap Elektrostatik (Electrostatic Precipitator_ESP)

adityarizki.net.htm http://akuyaki.blogspot.com/2013/02/prinsip-kerja-mesin-cottrell.html http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2007/fitriani%20ratnasari%20dewi%20%2 8044642%29/KOAGULASIjadi.html