Anda di halaman 1dari 11

Herpes Zoster Thoracalis

Blok 14. Skin and Integumen


Gituen Miracline Samantha
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Tahun 2010 Universitas Kristen Krida a!ana" #akarta $IM% 1020100&'" (mail% mira!linesamantha)*ahoo.!om

Universitas Kristen Krida 2011+2012

a!ana

,er-es .oster Thora!alis


Gituen Miracline Samantha
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Tahun 2010 Universitas Kristen Krida a!ana" #akarta $IM% 1020100&'" (mail% mira!linesamantha)*ahoo.!om

Pendahuluan ,er-es /oster telah dikenal se0ak /aman 1unani kuno. ,er-es /oster dise2a2kan oleh virus *ang sama dengan varisela" *aitu virus varisela /oster.1"2 ,er-es /oster ditandai dengan adan*a n*eri he2at unilateral serta tim2uln*a lesi vesikuler *ang ter2atas -ada dermatom *ang di-ersara3i sera2ut sara3 s-inal mau-un ganglion sera2ut sara3 sensorik dan nervus kranialis.4"4 Insiden her-es /oster terse2ar merata di seluruh dunia" tidak ada -er2edaan angka kesakitan antara -ria dan wanita. 5ngka kesakitan meningkat dengan -eningkatan usia. 6i-erkirakan terda-at antara 1"478 -er 1000 orang -er tahun. 9e2ih dari 2+4 kasus 2erusia di atas 80 tahun dan kurang dari 10: kasus 2erusia di 2awah 20 tahun. ;atogenesis her-es /oster 2elum seluruhn*a diketahui. Selama ter0adi varisela" virus varisela /oster 2er-indah tem-at dari lesi kulit dan -ermukaan mukosa ke u0ung sara3 sensorik dan ditrans-ortasikan se!ara sentri-etal melalui sera2ut sara3 sensoris ke ganglion sensoris. ;ada ganglion ter0adi in3eksi laten" virus terse2ut tidak lagi menular dan tidak 2ermulti-likasi" teta-i teta- mem-un*ai kemam-uan untuk 2eru2ah men0adi in3eksius. ,er-es /oster -ada umumn*a ter0adi -ada dermatom sesuai dengan lokasi ruam varisela *ang ter-adat. 5ktivasi virus varisela /oster laten diduga karena keadaan tertentu *ang 2erhu2ungan dengan imunosu-resi" dan imunitas selular meru-akan 3aktor -enting untuk -ertahanan -e0amu terhada- in3eksi endogen. Kom-likasi her-es /oster da-at ter0adi -ada 10718: kasus" kom-likasi *ang ter2an*ak adalah neuralgia -aska her-etik *aitu 2eru-a rasa n*eri *ang -ersisten setelah krusta terle-as. Kom-likasi 0arang ter0adi -ada usia di 2awah 40 tahun" teta-i ham-ir 1+4 kasus ter0adi -ada usia di atas '0 tahun. ;en*e2aran dari ganglion *ang terkena se!ara langsung atau lewat aliran darah sehingga ter0adi her-es /oster generalisata. ,al ini da-at ter0adi oleh karena de3ek imunologi karena keganasan atau -engo2atan imunosu-resi. Se!ara umum -engo2atan her-es /oster mem-un*ai 4 tu0uan utama *aitu% mengatasi inveksi virus akut" mengatasi n*eri akut *nag ditim2ulkan oleh virus her-es /oster dan men!egah tim2uln*a neuralgia -aska her-etik. 2

Tujuan
1. 2. 4. Untuk memahami de3inisi" e-idemiologi" etiologi" -atogenesis" gam2aran klinis" diagnosis" -enatalaksanaan dan 5suhan ke-erawatan -ada ,er-es .oster Meningkatkan kemam-uan dalam -enulisan asuhan ke-erawan Memenuhi salah satu tugas -erkuliahan ;atologi di 5kademi ;erawatan ;emda <ian0ur

Anamnesis 6alam diagnosis her-es /oster" anamnesis memegang -eranan *ang sangat -enting" dan da-at dimulai 2ersamaan dengan -emeriksaan kulitm 2aik individu mau-un dalam kon3igurasi dan distri2usin*a. Se2aikn*a -ertan*aan selalu di2uat dengan selalu dikon3irmasikan dengan teori" dengan mengingat di3erensial diagnosis dari kelainan kulit *ang teramati. 6engan itu" -ertan*aan da-at le2ih ter3okus" 2e2era-a hal -enting *ang -erlu ditan*akan adalah% 1. Identitas% nama" umur" alamat" -eker0aan" suku+ras 2. Keluhan utama 4. =iwa*at -en*akit sekarang% onset" lokasi" 0umlah dan ru-a" s*m-tom *ang men*ertai" a-akah terasa gatal" -anas" atau-un -erih" 3aktor -em2erat rasa gatal atau-un -erih. 4. ge0ala sistemik 2eru-a demam" mual muntah" malaise" -ola -en*e2aran 8. Bandingkan dengan 66 tan*akan a-akah -ernah terkena alergi" atau kelainan kulit dida-ati setelah 2erkontakan dengan a-a. '. =iwa*at -en*akit dahulu &. =iwa*at -en*akit keluarga Pemeriksaan Fisik Untuk -emeriksaan kulit di-erlukan kondisi ideal 2eru-a -emeriksaan kulit" 2eru-a -en!aha*aan *ang o-timal. Sum2er !aha*a *ang 2aik adalah !aha*a alami *ang tidak mem-engaruhi -enam-ilan warna lesi kulit. $amun sum2er!aha*a ini sukar dida-at 0ika -emeriksaan dilakukan di ruangan terutu-" malam hari" atau !ua!a mendung" suhingga di-erlukan !aha*a lam-u 3luoresen *ang kuat. Senter di-erlukan untuk mem2antu -emeriksaan le2ih teliti. 9akukan pengamatan se!ara visual -ada lesi" kemudian lakukan palpasi untuk menentukan -enon0olan" kedalaman dan konsistensi" serta tekstur -ermukaan kulit. ;al-asi 0uga dilakukan untuk menentukan ada tidakn*a n*eri tekan -ada UKK. 4

Pemeriksaan Penunjang 1. 2. 4. 4. Isolasi virus dengan kultur 0aringan dan identi3ikasi mor3ologi dengan mikroskoelektron. ;emeriksaan antigen dengan imuno3luoresen Test serologi dengan mengukur imunoglo2ulin s-esi3ik. Tes T/an!k ;emeriksaan !airan dari 2ulla >mele-uh? untuk men!ari sel T/an!k karakteristik vari!ella >!a!ar air?" her-es /oster" her-es sim-leks" dan -em-higus vulgaris. -emeriksaan mikrosko-is dari 2ahan selular dari lesi kulit untuk mem2antumendiagnosa -en*akit vesikuler tertentu. #aringan ini dikorek dari dasar vesikel se2uah" ditem-atkan -ada slide" dan diwarnai dengan right atau @iemsaAsstain. Sel raksasa multinuklear adalah diagnostik dari virus her-es atau vari!ella. ;em-higus khas dan sel7sel lainn*a 0uga da-at diidenti3ikasi >tsank? -emeriksaan sel7sel *ang ditemukan di kerokan dari dasar lesi her-es untuk mem2uatdiagnosis her-es sim-leks atau her-es genital. Kehadiran sel raksasa multinuklear atau 0enistertentu inklusi eosino3ilik menun0ukkan in3eksi virus her-es. 1 Definisi

,er-es /oster adalah radang kulit akut *ang 2ersi3at khas se-erti gerom2olan vesikel unilateral" sesuai dengan dermatoman*a >-ers*ara3ann*a?. ,er-es /oster adalah sutau in3eksi *ang dialami oleh seseorang *ang tidak mem-un*ai keke2alan terhada- vari!ella >misaln*a seseorang *ang se2elumn*a tidak terin3eksi oleh vari!ella dalam 2entuk !a!ar air?. 2

Epidemiolgi ,er-es /oster da-at mun!ul dise-an0ang tahun karena tidak di-engaruhi oleh musim dan terse2ar merata di seluruh dunia" tidak ada -er2edaan angka kesakitan antara laki7laki dan -erem-uan" angka kesakitan meningkat dengan -eningkatan usia. 6i negara ma0u se-erti 5merika" -en*akit ini dila-orkan sekitar ': setahun" di Inggris 0"44: setahun sedangkan di Indonesia le2ih kurang 1: setahun. ,er-es /oster ter0adi -ada orang *ang -ernah menderita varisela se2elumn*a karena varisela dan her-es /oster dise2a2kan oleh virus *ang sama *aitu virus varisela /oster. Setelah sem2uh 4

dari varisela" virus *ang ada di ganglion sensoris teta- hidu- dalam keadaan tidak akti3 dan akti3 kem2ali 0ika da*a tahan tu2uh menurun. 9e2ih dari 2+4 usia di atas 80 tahun dan kurang dari 10: usia di 2awah 20 tahun. Kurnia 60a*a -ernah mela-orkan kasus he-es /oster -ada 2a*i usia 11 2ulan. 4

Etiologi ,er-es /oster dise2a2kan oleh in3eksi virus varisela /oster >BB.? dan tergolong virus 2erinti 6$5" virus ini 2erukuran 1407200 nm" *ang termasuk su23amili al3a her-es viridae. Berdasarkan si3at 2iologisn*a se-erti siklus re-likasi" -en0amu" si3at sitotoksik dan sel tem-at hidu- laten diklasi3ikasikan kedalam 4 su23amili *aitu al3a" 2eta dan gamma. BB. dalam su23amili al3a mem-un*ai si3at khas men*e2a2kan in3eksi -rimer -ada sel e-itel *ang menim2ulkan lesi vaskuler. Selan0utn*a setelah in3eksi -rimer" in3eksi oleh virus her-es al3a 2iasan*a meneta- dalam 2entuk laten didalam neuron dari ganglion. Birus *ang laten ini -ada saatn*a akan menim2ulkan kekam2uhan se!ara -eriodik. Se!ara in vitro virus her-es al3a mem-un*ai 0a0aran -en0amu *ang relati3 luas dengan siklus -ertum2uhan *ang -endek serta mem-un*ai en/im *ang -enting untuk re-likasi meli-uti virus s-esi3ik 6$5 -olimerase dan virus s-esi3ik deoC*-iridine >th*midine? kinase *ang disintesis di dalam sel *ang terin3eksi. 2

Patogenesis In3eksi -rimer dari BB. ini -ertama kali ter0adi di daerah naso3aring. 6isini virus mengadakan re-likasi dan dile-as ke darah sehingga ter0adi viremia -ermulaan *ang si3atn*a ter2atas dan asim-tomatik. Keadaan ini diikuti masukn*a virus ke dalam =eti!ulo (ndothelial S*stem >=(S? *ang kemudian mengadakan re-likasi kedua *ang si3at viremia n*a le2ih luas dan sim-tomatik dengan -en*e2aran virus ke kulit dan mukosa. Se2agian virus 0uga men0alar melalui serat7serat sensoris ke satu atau le2ih ganglion sensoris dan 2erdiam diri atau laten didalam neuron. Selama anti2odi *ang 2eredar didalam darah masih tinggi" reaktivasi dari virus *ang laten ini da-at dinetralisir" teta-i -ada saat tertentu dimana anti2odi terse2ut turun di2awah titik kritis maka ter0adilah reaktivasi dari virus sehingga ter0adi her-es /oster. 2"4

Gam aran !linis @e0ala -rodromal her-es /oster 2iasan*a 2eru-a rasa sakit dan -arestesi -ada dermatom *ang terkena. @e0ala ini ter0adi 2e2era-a hari men0elang tim2uln*a eru-si. @e0ala konstitusi" se-erti sakit ke-ala" malaise" dan demam" ter0adi -ada 8: -enderita >terutama -ada anak7anak? dan tim2ul 172 hari se2elum ter0adi eru-si. @am2aran *ang -aling khas -ada her-es /oster adalah eru-si *ang lokalisata dan unilateral. #arang eru-si terse2ut melewati garis tengah tu2uh. Umumn*a lesi ter2atas -ada daerah kulit *ang di-ersara3i oleh salah satu ganglion sara3 sensorik. (ru-si mulai dengan eritema makulo-a-ular. 6ua 2elas hingga dua -uluh em-at 0am kemudian ter2entuk vesikula *ang da-at 2eru2ah men0adi -ustula -ada hari ketiga. Seminggu sam-ai se-uluh hari kemudian" lesi mengering men0adi krusta. Krusta ini da-at meneta- men0adi 274 minggu.Keluhan *ang 2erat 2iasan*a ter0adi -ada -enderita usia tua. ;ada anak7anak han*a tim2ul keluhan ringan dan eru-si !e-at men*em2uh. =asa sakit segmental -ada -enderita lan0ut usia da-at meneta-" walau-un krustan*a sudah menghilang. Frekuensi her-es /oster menurut dermatom *ang ter2an*ak -ada dermatom torakal >88:?" kranial >20:?" lum2al >18:?" dan sakral >8:?.

"orking Diagnosis 6iagnosis her-es /oster -ada anamnesis dida-atkan keluhan 2eru-a tim2uln*a kelainan kulit.4 Kelainan kulit terse2ut 2eru-a -a-ula eritema dan vesikula disertai rasa sakit dan -anas. 6alam stadium -ra eru-si" -en*akit ini sering diran!ukan dengan -en*e2a2 rasa n*eri lainn*a" misaln*a -leuritis" in3ark miokard" kolesistitis" a-endisitis" kolik renal" dan se2again*a.4 $amun 2ila eru-si sudah terlihat" diagnosis mudah ditegakkan. Karakteristik dari eru-si kulit -ada her-es /oster terdiri atas vesikel7vesikel 2erkelom-ok" dengan dasar eritematosa" unilateral" dan mengenai satu dermatom. Se!ara la2oratorium" -emeriksaan sediaan a-us tes T/an!k mem2antu menegakkan diagnosis dengan menemukan sel datia 2erinti 2an*ak. 6emikian -ula -emeriksaan !airan vesikula atau material 2io-si dengan mikrosko- elektron" serta tes serologik.4"D ;ada -emeriksaan histo-atologi ditemukan se2ukan sel lim3osit *ang men!olok" nekrosis sel dan sera2ut sara3" -roli3erasi endotel -em2uluh darah ke!il" hemoragi 3okal dan in3lamasi 2ungkus ganglion. ;artikel virus da-at dilihat dengan mikrosko- elektron dan antigen virus her-es /oster da-at dilihat se!ara imuno3luoresensi. '

5-a2ila ge0ala klinis sangat 0elas tidaklah sulit untuk menegakkan diagnosis. 5kan teta-i -ada keadaan *ang meragukan di-erlukan -emeriksaan -enun0ang. 2"4 Herpes zoster torakalis ,er-es /oster torakalis meru-akan in3eksi virus her-es /oster *ang mengenai -leksus torakalis *ang ditandai eru-si her-etik unilateral -ada kulit. 4

Gam ar #. ,er-es /oster torakalis sinistra.

Differential Diagnosis ,er-es sim-leks ,er-es sim-leks ditandai dengan eru-si 2eru-a vesikel *ang 2ergerom2ol" di atas dasar kulit *angkemerahan. Se2elum tim2ul vesikel" 2iasan*a didahului oleh rasa gatal atau se-erti ter2akar *angterlokalisasi" dan kemerahan -ada daerah kulit. ,er-es sim-leks terdiri atas 2" *aitu ti-e 1 dan 2. 9esi*ang dise2a2kan her-es sim-leks ti-e 1 2iasan*a ditemukan -ada 2i2ir" rongga mulut" tenggorokan" dan 0ari tangan. 9okalisasi -en*akit *ang dise2a2kan oleh her-es sim-leks ti-e 2 umumn*a adalah di 2awah-usat" terutama di sekitar alat genitalia eksterna.

6ermatitis !onta!t 6ermatitis Kontak adalah -eradangan *ang dise2a2kan oleh kontak dengan suatu /at tertentuE ruamn*a ter2atas -ada daerah tertentu dan seringkali memiliki 2atas *ang tegas. 6ise2a2kan oleh /at7/at tertentu da-at men*e2a2kan -eradangan kulit melalui 2 !ara" *aitu iritasi >dermatitis kontak iritan? atau reaksi 5lergi >dermatitis kontak alergika?. (3ek dari dermatitis kontak 2ervariasi" mulai dari kemerahan *ang ringan dan han*a &

2erlangsung seke0a- sam-ai ke-ada -em2engkakan he2at dan le-uhan kulit. =uam seringkali terdiri dari le-uhan ke!il *ang terasa gatal >vesikel?. ;ada awaln*a ruam han*a ter2atas di daerah *ang kontak langsung dengan alergen >/at -en*e2a2 ter0adin*a reaksi alergi?" teta-i selan0utn*a ruam 2isa men*e2ar. =uam 2isa sangat ke!il >misaln*a se2esar lu2ang anting7 anting? atau 2isa menutu-i area tu2uh *ang luas >misaln*a dermatitis karena -emakaian los*en 2adan?. #ika /at -en*e2a2 ruam tidak lagi digunakan" 2iasan*a dalam 2e2era-a hari kemerahan akan menghilang. 9e-uhan akan -e!ah dan mengeluarkan !airan serta mem2entuk kero-eng lalu mengering. Sisa7sisa sisik" gatal7gatal dan -ene2alan kulit *ang 2ersi3at sementara" 2isa 2erlangsung selama 2e2era-a hari atau minggu. 8

!omplikasi

$% &euralgia paska herpetik $euralgia -aska her-etik adalah rasa n*eri *ang tim2ul -ada daerah 2ekas -en*em2uhan. $euralgia ini da-at 2erlangsung selama 2er2ulan72ulan sam-ai 2e2era-a tahun. Keadaan ini !enderung tim2ul -ada umur diatas 40 tahun" -ersentasen*a 10 7 18 : dengan gradasi n*eri *ang 2ervariasi. Semakin tua umur -enderita maka semakin tinggi -ersentasen*a.

'% (nfeksi sekunder ;ada -enderita tan-a disertai de3isiensi imunitas 2iasan*a tan-a kom-likasi. Se2alikn*a -ada *ang disertai de3isiensi imunitas" in3eksi ,.I.B." keganasan" atau 2erusia lan0ut da-at disertai kom-likasi. Besikel sering man0adi ulkus dengan 0aringan nekrotik.

)% Paralisis motorik ;aralisis motorik da-at ter0adi -ada 178: kasus" *ang ter0adi aki2at -er0alanan virus se!ara kontinuitatum dari ganglion sensorik ke sistem sara3 *ang 2erdekatan. ;aralisis ini 2iasan*a mun!ul dalam 2 minggu se0ak mun!uln*a lesi. Ber2agai -aralisis da-at ter0adi se-erti% di wa0ah" dia3ragma" 2atang tu2uh" ekstremitas" vesika urinaria dan anus. Umumn*a akan sem2uh s-ontan. 8 7 Penatalaksanaan F

;enatalaksaan her-es /oster 2ertu0uan untuk% 1. Mengatasi in3eksi virus akut 2. Mengatasi n*eri akut *ang ditim2ulkan oleh virus her-es /oster 4. Men!egah tim2uln*a neuralgia -as!a her-etik.

$on Medi!amentosa Selama 3ase akut" -asien dian0urkan tidak keluar rumah" karena da-at menularkan ke-ada orang lain *ang 2elum -ernah terin3eksi varisela dan orang dengan de3isiensi imun. Usahakan agar vesikel tidak -e!ah" misaln*a 0angan digaruk dan -akai 2a0u *ang longgar. Untuk men!egah in3eksi sekunder 0aga ke2ersihan 2adan.

Medi!amentosa Sistemik A.1. Obat Antivirus G2at *ang 2iasa digunakan ialah asiklovir dan modi3ikasin*a" misaln*a valasiklovir dan 3amsiklovir. 5siklovir 2eker0a se2agai inhi2itor 6$5 -olimerase -ada virus. 5siklovir da-at di2erikan -eroral atau-un intravena. 5siklovir Se2aikn*a -ada 4 hari -ertama se0ak lesi mun!ul. 6osis asiklovir -eroral *ang dian0urkan adalah 8HF00 mg+hari selama & hari" sedangkan melalui intravena 2iasan*a han*a digunakan -ada -asien *ang imunokom-romise atau -enderita *ang tidak 2isa minum o2at. G2at lain *ang da-at digunakan se2agai tera-i her-es /oster adalah valasiklovir. Balasiklovir di2erikan 4H1000 mg+hari selama & hari" karena konsentrasi dalam -lasma tinggi. Selain itu 3amsiklovir 0uga da-at di-akai. Famsiklovir 0uga 2eker0a se2agai inhi2itor 6$5 -olimerase. Famsiklovir di2erikan 4H200 mg+hari selama & hari. 5.2. Analgetik 5nalgetik di2erikan untuk mengurangi neuralgia *ang ditim2ulkan oleh virus her-es /oster. G2at *ang 2iasa digunakan adalah asam me3enamat. 6osis asam me3enamat adalah 1800 mg+hari di2erikan se2an*ak 4 kali" atau da-at 0uga di-akai se-erlun*a ketika n*eri mun!ul. 5.3. Kortikosteroid Indikasi -em2erian kortikostreroid ialah untuk Sindrom =amsa* ,unt. ;em2erian D

harus sedini mungkin untuk men!egah ter0adin*a -aralisis. 1ang 2iasa di2erikan ialah -rednison dengan dosis 4H20 mg+hari" setelah seminggu dosis diturunkan se!ara 2ertaha-. 6engan dosis -rednison setinggi itu imunitas akan tertekan sehingga le2ih 2aik diga2ung dengan o2at antivirus.

Pengo atan topikal ;engo2atan to-ikal 2ergantung -ada stadiumn*a. #ika masih stadium vesikel di2erikan 2edak dengan tu0uan -rotekti3 untuk men!egah -e!ahn*a vesikel agar tidak ter0adi in3eksi sekunder. Bila erosi3 di2erikan kom-res ter2uka. Kalau ter0adi ulserasi da-at di2erikan salaanti2iotik. ' Prognosis ;ada orang muda dan anak7anak umumn*a 2aik. ;ada her-es /oster o3talmikus -rognosis 2ergantung -ada tindakan -erawatan.'

!esimpulan

,er-es /oster adalah -en*akit *ang dise2a2kan oleh in3eksi virus varisela7/oster *ang men*erang kulit dan mukosa" in3eksi ini meru-akan reaktivasi virus *ang ter0adi setelah in3eksi -rimer. Berdasarkan lokasi lesi" her-es /oster di2agi atas% her-es /oster o3talmikus" 3asialis" 2rakialis" torakalis" lum2alis" dan sakralis. Mani3estasi klinis her-es /oster da-at 2eru-a kelom-ok7kelom-ok vesikel sam-ai 2ula di atas daerah *ang eritematosa. 9esi *ang khas 2ersi3at unilateral -ada dermatom *ang sesuai dengan letak s*ara3 *ang terin3eksi virus. 6iagnosa her-es /oster da-at ditegakkan dengan mudah melalui anamnesis dan -emeriksaan 3isik. #ika di-erlukan da-at dilakukan -emeriksaan la2oratorium sederhana" *aitu tes T/an!k dengan menemukan sel datia 2erinti 2an*ak. ;ada umumn*a -en*akit her-es /oster da-at sem2uh sendiri >sel3 limiting disease?" teta-i -ada 2e2era-a kasus da-at tim2ul kom-likasi. Semakin lan0ut usia" semakin tinggi 3rekuensi tim2uln*a kom-likasi.

Daftar Pustaka 10

7 1. 2. 4. 4. 8. '. ,artadi" Sumar*o S. In3eksi Birus. Ilmu ;en*akit Kulit. #akarta% ,i-okrates" 2010E D274. ,andoko =;. ;en*akit Birus. Ilmu ;en*akit Kulit dan Kelamin. (disi Ke74. #akarta% Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia" 2008E 11072. Martodihard0o S. ;enanganan ,er-es .oster dan ,er-es ;rogenitalis. Ilmu ;en*akit kulit dan Kelamin. Sura2a*a% 5irlangga Universit* ;ress" 2001. Mans0oer 5" Su-rohaita" ardhani I" Setiowulan . ;en*akit Birus. Ka-ita Selekta Kedokteran. (disi Ke78. #ilid 2. #akarta% Media 5es!ula-ius. 2010" 12F7D. 9*nda #uall !ar-ernito" =en!ana 5suhan ke-erawatan dan dokumentasi ke-erawatan" 6iagnosis Ke-erawatan dan Masalah Kola2orati3" ed. 2" (@<" #akarta" 2004. Maril*nn (. 6oenges" =en!ana 5suhan Ke-erawatan -edoman untuk -eren!anaan dan -endokumentasian -asien" ed.4" (@<" #akarta" 2002.

11