Anda di halaman 1dari 21

Case Report Session

MIGRAIN

Oleh : Sivaneasan Kandiah 0810314262 Fitria Najib 0810312060

Preseptor : dr. E ! "#ri!ati$ S%. &"&'K(

KE)ANI&ERAAN K(INIK R*&ASI &A"A) II FAK+(&AS KE,*K&ERAN +NI-ERSI&AS AN,A(AS )+SKESMAS A(AI )A,ANG 2014

&IN.A+AN )+S&AKA I. )endah#/#an Nyeri kepala atau cephalgia adalah nyeri atau rasa tidak enak di kepala, setempat atau menyeluruh dan dapat menjalar ke wajah, mata, gigi, rahang bawah dan leher. Struktur di kepala yang peka terhadap rasa nyeri adalah kulit, fasia, otot-otot, arteri ekstra dan intraserebral, meningen, dasar fossa anterior, fossa posterior, tentorium serebeli, sinus venosus, nervus V, VII, I , , radi! posterior "#,"$, bola mata, rongga hidung, rongga sinus, dentin dan pulpa gigi. Sedangkan otak tidak sensitif terhadap nyeri. %ada struktur terdapat ujung saraf nyeri yang mudah dirangsang oleh & '. #. $. ). *. traksi atau pergeseran sinus venosus dan cabang ( cabang kortikal traksi, dilatasi atau inflamasi pada arteri intra dan ekstrakranial traksi, pergeseran atau penyakit yang mengenai saraf kranial dan servikal perubahan tekanan intrakranial penyakit jaringan kulit kepala, wajah, mata, hidung, telinga dan leher "ephalgia akan menjadi masalah, baik bagi penderitanya maupun dokter yang mengobatinya, apabila terjadi secara menahun atau kronik berulang. +alam hal ini sering sefalgia merupakan gejala tunggal atau gejala yang paling menyolok. II. Mani estasi 0/inis ,namnesis khusus nyeri kepala meliputi & '. jenis nyeri berat, denyut, tarik, ikat, pindah ( pindah, rasa kosong #. awitan -onset. onset pada orang tua ( peningkatan /I0 -hidrocephalus, tumor, perdarahan sub arachnoid. kronis ( post trauma, neurosis, sinusitis akut ( perdarahan non trauma, meningitis, glaucoma

$. frekuensi -periodisitas. terus-menerus ( tension headache episode ( migrain ). lama nyeri migrain ( dalam jam tension headache ( hari neuralgia trigeminal ( menyengat, detik-menit *. kapan nyeri cluster headache& sewaktu tidur ( nyeri waktu bangun tidur tension headache& rangsangan emosi migrain1 pencetus cahaya, cuaca, alkohol neuralgia trigeminal& tercetus waktu menelan, bicara, sikat gigi 2. kualitas dan intensitas migrain& denyut hebat -susah kerja. cluster headache& denyut seperti bor tension headache& seperti memakai topi baja berat 3. gejala penyerta migrain& muntah, fotofobia, fonofobia cluster& ptosis ipsilateral, mioasis, konjungtiva merah /anyakan pula tentang faktor presipitasi, faktor yang memperberat atau mengurangi nyeri kepala, pola tidur, faktor emosional4 stress, riwayat keluarga, riwayat trauma kepala, riwayat penyakit medik -peradangan selaput otak, hipertensi, demam tifoid, sinusitis, glaucoma dan sebagainya., riwayat operasi, riwayat alergi, prahaid -pada wanita., riwayat pemakaian obat -analgetik, narkotik, penenang, vasodilator dll. %emeriksaan khusus meliputi palpasi pada tengkorak untuk mencari kelainan bentuk, nyeri tekan dan benjolan. %alpasi pada otot untuk mengetahui tonus dan nyeri tekan daerah tengkuk. %erabaan arteri temporalis superfisialis dan arteri carotis komunis. %emeriksaan leher, mata, hidung, tenggorok, telinga, mulut

dan gigi geligi perlu dilakukan. %emeriksaan neurologis lengkap, ditekankan pada fungsi saraf otak termsuk funduskopi, fungsi motorik, sensorik serta koordinasi. Nyeri kepala dapat primer berupa migrain, nyeri kepala cluster, nyeri kepala tegang otot, dan sekunder seperti nyeri kepala pasca trauma, nyeri kepala organik sebagai bagian penyakit lesi desak ruang -tumor otak, abses, hematom subdural dll., perdarahan subarachnoid, neuralgia trigeminus pasca herpetik, penyakit sistemik -anemia, polisitemia, hipertensi, hipotensi dll., sesudah pungsi lumbal, infeksi intrakranial sistemik, penyakit hidung dan sinus paranasal, akibat bahan toksis dan penyakit mata. Nyeri kepala yang menunjukkan tanda bahaya dan memerlukan evaluasi penunjang& nyeri kepala hebat pertama kali yang timbul mendadak nyeri kepala yang paling berat yang pernah dialami nyeri kepala berat yang progresif selama beberapa hari atau minggu nyeri kepala yang timbul bila latihan fisik, batuk, bersin, atau membungkuk. Nyeri kepala yang disertai penyakit umum atau demam, mual, muntah atau kaku kuduk Nyeri kepala yang disertai gejala neurologis -afasia, koordinasi buruk, kelemahan fokal atau rasa baal, mengantuk, fungsi intelek menurun, perubahan keperibadian dan penurunan visus.. III. )e1eri0saan &a1bahan '. 5o foto kepala ( melihat struktur tengkorak #. 5o foto servikal ( menentukan adanya spondiloartrosis dan fraktur servikal $. "/ Scan4 65I ( pada nyeri kepala yang menunjukkan kemungkinan penyakit intrakranial -tumor, perdarahan subarachnoid, ,V6 dll. ). 778 ( dilakukan bila ada riwayat kejang, kesadaran menurun, tauma kepala atau presinkop *. 9oto sinus paranasal ( melihat adanya sinusitis

2. ,ngiografi ( untuk kasus spesifik seperti aneurisma 3. :% ( infeksi, perdarahan intrakranial ;. 768 ( kontraksi otot yang terus menerus pada tengkuk, belakang dan depan kepala <. :abor ( pemeriksaan kimia darah

I-. Kriteria ,ia2n3sti0 0riteria diagnostik disusun berdasarkan ketentuan dari American Headache Society.

-. Mi2rain 6igrain atau sering juga disebut sakit kepala atau pusing sebelah adalah nyeri kepala berdenyut yang kerapkali disertai mual, muntah. %enderita biasanya sensitif terhadap cahaya, suara, bahkan bau-bauan. Sakit kepala ini paling sering hanya mengenai satu sisi kepala saja, kadang-kadang berpindah ke sisi sebelahnya, tetapi dapat mengenai kedua sisi kepala sekaligus.

6igrain kadang kala agak sulit dibedakan dengan sakit kepala jenis lain. Sakit kepala akibat gangguan pada sinus atau akibat ketegangan otot leher mempunyai gejala yang hampir sama dengan gejala migrain. 6igrain dapat timbul bersama penyakit lain misalnya asma dan depresi. %enyakit yang sangat berat, misalnya tumor atau infeksi, dapat juga menimbulkan gejala yang mirip migrain. Namun kejadian ini sangat jarang. )en!ebab Mi2rain %enyebab pasti migrain masih belum begitu jelas. +iperkirakan, adanya hiperaktiftas impuls listrik otak meningkatkan aliran darah di otak, akibatnya terjadi pelebaran pembuluh darah otak serta proses inflamasi. %elebaran dan inflamasi ini menyebabkan timbulnya nyeri dan gejala yang lain, misalnya mual. Semakin berat inflamasi yang terjadi, semakin berat pula migrain yang diderita. /elah diketahui bahwa faktor genetik berperan terhadap timbulnya migrain. Geja/a Mi2rain Gejala Awal& Satu atau dua hari sebelum timbul migrain, penderita biasanya mengalami gejala awal seperti lemah, menguap berlebih, sangat menginginkan suatu jensi makanan -mislanya coklat., gampang tersinggung, dan gelisah. Aura& =anya didapati pada migrain klasik. >iasanya terjadi dalam $? menit sebelum timbulnya migrain. ,ura dapat berbentuk gangguan penglihatan seperti melihat garis yang bergelombang, cahaya terang, bintik gelap, atau tidak dapat melihat benda dengan jelas. 8ejala aura yang lain yaitu rasa geli atau rasa kesemutan di tangan. Sebagian penderita tidak dapat mengucapkan kata-kata dengan baik, merasa kebas di tangan, pundak, atau wajah, atau merasa lemah pada satu sisi tubuhnya, atau merasa bingung. %enderita dapat mengalami hanya satu gejala saja atau beberapa macam gejala, tetapi gejala ini tidak timbul bersamaan melainkan bergantian. Suatu gejala aura biasanya menghilang saat nyeri kepala atau gejala aura yang lain timbul. Namun kadang-kadang gejala aura tetap bertahan pada permulaan sakit kepala.

Sakit kepala dan gejala penyerta& %enderita merasakan nyeri berdenyut pada satu sisi kepala, sering terasa di belakang mata. Nyeri dapat berpindah pada sisi sebelahnya pada serangan berikutnya, atau mengenai kedua belah sisi. 5asa nyeri berkisar antara sedang sampai berat. 8ejala lain yang sering menyertai nyeri kepala antara lain& @ 0epekaan berlebihan terhadap sinar, suara, dan bau @ 6ual dan muntah @ 8ejala semakin berat jika beraktifitas fisik /anpa pengobatan, sakit kepala biasanya sembuh sendiri dalam ) sampai 3# jam. Gejala Akhir& Setelah nyeri kepala sembuh, penderita mungkin merasa nyeri pada ototnya, lemas, atau bahkan merasakan kegembiraan yang singkat. 8ejala-gejala ini menghilang dalam #) jam setelah hilangnya sakit kepala. )en4et#s Mi2rain 6igrain dapat dicetuskan oleh makanan, stres, dan perubahan aktivitas rutin harian, walaupun tidak jelas bagaimana dan mengapa hal tersebut dapat menyebabkan migrain. %encetus migrain antara lain& @ 0onsumsi makanan tertentu, seperti coklat, 6S8, dan kopi @ /idur berlebihan atau kurang tidur @ /idak makan @ %erubahan cuaca atau tekanan udara @ Stres atau tekanan emosi @ >au yang sangat menyengat atau asap rokok @ Sinar yang sangat terang atau pantulan sinar matahari. +i seluruh dunia, migrain mengenai #*A wanita dan '?A pria. Banita dua sampai tiga kali lebih sering terkena migrain dibanding laki-laki. 6igrain paling sering mengenai orang dewasa -umur antara #? sampai *o tahun., tetapi seiring bertambahnya umur, tingkat keparahan dan keseringan semakin menurun. 6igrain biasanya banyak mengenai remaja. >ahkan, anak-anak pun dapat

mengalami migrain, baik dengan atau tanpa aura. 5esiko mengalami migrain semakin besar pada orang yang mempunyai riwayat keluarga penderita migrain. As%e0 Geneti0 Mi2rain ,danya hubungan genetik pada migrain telah lama dikenal, meskipun tidak ditemukan pola pewarisan secara 6endel yang konsisten. =al ini menunjukkan adanya pola pewarisan yang bervariasi dan kemungkinan adanya gen-gen multipel yang berinterkasi dengan factor lingkungan dalam pola multifaktorial. %ola pewarisan yang jelas terdapat pada migrain hemiplegik familial, yakni subtipe yang langka dari migrain dengan aura, yang memiliki pola autosom dominant. K/asi i0asi Nyeri kepala migrain adalah suatu sindrom nyeri rekuren episodik yang diklasifikasikan menjadi $ tipe yaitu migrain tanpa aura, migrain dengan aura, dan varian migrain. 1.Migrain tanpa aura 6igrain tanpa aura adalah tipe yang paling sering dijumpai, ditemukan pada sekitar ;?A dari semua pengidap migrain. 6igrain tanpa aura mungkin dimulai di neuron-neuron nosiseptif di pembuluh darah. Sinyal nyeri berjalan dari pembuluh ke aferen primer dan kemudian ke ganglion trigeminus, dan akhirnya mencapai nucleus kaudalis trigeminus, suatu daerah pengolah nyeri di batang otak. Neuron-neuron aktif di SS% kemudian mengekspresikan gen c-fos yang ditekan oleh butabarbital di dalam nucleus kaudatus. Selama serangan migrain, banyak fungsi fisiologik yang terganggu seperti gangguan pemrosesan sensorik yang menyebabkan fotofobia atau fonofobia, gangguan motilitas 8I yang menyebabkan mual dan muntah, gangguan otonom, atau gangguan serebrum yang bisa menyebabkan perubahan kognitif dan suasana hati.

<

.Migrain dengan aura 6igrain dengan aura lebih besar kemungkinannya mengalami rangkaian perubahan neurobiologik #)-); jam sebelum awitan nyeri kepala. >iasanya perubahan neurobiologik tersebut dimulai dan berakhir sebelum awitan nyeri kepala. 0ualitas penyebaran gejala neurologik fokal khas mengisyaratkan bahwa aura serupa dengan spreading depression korteks yang terjadi saat suatu gelombang depolarisasi listrik berjalan melintasi korteks dan merangsang neuronneuron sehingga fungsi neuron tersebut terganggu dan terjadi pengaktifan trigeminus. +iketahui bahwa spreading depression tersebut memerlukan aktivitas reseptor N-metil-+-aspartat glutamat. 8ejala aura yang khas mencakup perubahan penglihatan dan sensorik abnormal lainnya seperti kilatan atau cahaya tajam atau merasa mengecap atau membaui sesuatu, serta defisit motorik dan bicara -afasia.. ,ura juga bisa bersifat somatosensorik seperti rasa baal di satu tangan atau satu sisi wajah.

!."arian Migrain Migrain O#tlamoplegik Cenis ini jarang terjadi. 8ejalanya berupa serangan nyeri periorbital yang disertai muntah-muntah, berlangsung ' sampai ) hari. Setelah nyeri hilang, terjadi ptosis ipsilateral kemudian dalam beberapa jam terjadi palsi N. III keseluruhan sehingga terjadi dilatasi pupil dan respon terhadap cahaya hilang. Dftalmoplegia bertahan dalam beberapa hari sampai # bulan. Setelah mengalami banyak serangan, oftalmoparesis menjadi menetap. Sindrom ini biasanya bermula sejak anak-anak, berbeda dengan sindrom /olosa =unt -oftalmoplegia yang nyeri. yang terjadi pada dewasa. %enyangatan pada N. III pada 65I menunjukkan bahwa terdapat proses peradangan neuropati cranial dibandingkan penyakit migrain.

'?

Migrain $etinal Serangan monookuler skotoma atau kebutaan yang berlangsung kurang dari ' jam dan dapat berulang dan diikuti nyeri kepala tanpa dijumpai adanya kelainan okuler maupun gangguan structural pembuluh darah.

K31%/i0asi '. Status 6igrainosus1 Serangan migrain dengan nyeri kepala yang

berlangsung lebih dari 3# jam. -interval bebas nyeri kepala kurang dari ) jam.. #. 6igrain infark4migrain komplikata1 Satu atau lebih gejala aura dengan konfirmasi kelainan infark iskemik pada

migrain yang tidak pulih sempurna dalam 3 hari dan4atau dapat dihubungkan pemeriksaan neuroimaging.

)e1eri0saan 8ejala migrain yang timbul perlu diuji dengan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain dan kemungkinan lain yang menyebabkan sakit kepala. %emeriksaan lanjutan tersebut adalah& '. 65I atau "/ Scan, yang dapat digunakan untuk menyingkirkan tumor dan perdarahan otak. #. %unksi :umbal, dilakukan jika diperkirakan ada meningitis atau perdarahan otak.

''

Medi0a1ent3sa Eang digunakan untuk menghentikan serangan migrain, meliputi& '.,nti-Inflamasi Non Steroid -NS,I+., misalnya aspirin, ibuprofen, yang merupakan obat lini pertama untuk mengurangi gejala migrain. #./riptan -agonis reseptor serotonin.. Dbat ini diberikan untuk menghentikan serangan migrain akut secara cepat. /riptan juga digunakan untuk mencegah migrain haid. $.7rgotamin, misalnya "afegot, obat ini tidak seefektif triptan dalam mengobati migrain. ).6idrin, merupakan obat yang terdiri dari isometheptana, asetaminofen, dan dikloralfenaFon. *.,nalgesik. 2.Dpioid analgesics.

'#

+NI-ERSI&AS AN,A(AS FAK+(&AS KE,*K&ERAN KE)ANI&ERAAN K(INIK R*&ASI &A"A) II S/,/GS %,SI7N '. Identitas %asien a. Nama40elamin4Gmur b. %ekerjaan4pendidikan c. ,lamat & /n. = 4 %ria4 #< tahun & Biraswasta & 8unung %angilun

#. :atar >elakang sosial-ekonomi-demografi-lingkungan keluarga a. Status %erkawinan b. Cumlah ,nak & 6enikah &-

c. Status 7konomi 0eluarga & "ukup 5p#.*??.???,d. 0ondisi 5umah &

5umah permanen, perkarangan kurang luas, luas bangunan 2?m# :istrik ada Sumber air & air %+,6 Camban ada ' buah, di dalam rumah Sampah di angkut petugas Cumlah penghuni $ orang, pasien, istri, mertua 0esan & higine dan sanitasi baik

e. 0ondisi :ingkungan 0eluarga %asien tinggal di lingkungan yang cukup padat penduduk

'$

$. ,spek %sikologis di keluarga %asien tinggal bersama istri dan ' orang mertuanya =ubungan dengan keluarga baik 9aktor stress dalam keluarga & tidak ada

). 5iwayat %enyakit dahulu 4 %enyakit 0eluarga 5iwayat hipertensi pada keluarga, +6, dislipidemia, %C0, penyakit ginjal disangkal. *. 0eluhan Gtama Nyeri kepala sejak 3 hari yang lalu. 2. 5iwayat %enyakit Sekarang Nyeri kepala sejak 3 hari yang lalu, nyeri dirasakan di sebelah kiri kepala. Nyeri terasa menekan kepala hingga mengganggu aktifitas sehari-hari, namun nyeri tidak dirasakan bertambah dengan aktifitas fisik rutin. Nyeri dirasakan bertambah saat melihat cahaya silau. Nyeri kepala didahului dengan penglihatan kabur dan berkunang-kunang yang berlangsung selama H'*menit. %asien tidak pernah mengalami sakit kepala seperti ini sebelumnya. %asien kurang tidur sejak # minggu yang lalu.

')

5iwayat stress disangkal. 6ual ada, muntah tidak ada. /idak ada riwayat trauma kepala. 0ebiasaan minum alkohol dan merokok tidak ada.

3. %emeriksaan 9isik Status 8eneralis 0eadaan Gmum 0esadaran Nadi Nafas /+ Suhu >> /> & >aik & "6" & ;;!4 menit & ##!4menit & '$?43? mm=g & $2,; ?" & 2; kg & '2* cm >6I & #),< -overweight.

6ata

& 0onjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik Visus&242 D+ DS

0ulit :eher

& /urgor kulit baik & CV% * ( # cm=#?, pembesaran kelenjar tiroid --.

'*

+ada %aru Inspeksi %alpasi %erkusi ,uskultasi Cantung Inspeksi %alpasi %erkusi & Iktus tidak terlihat & Iktus teraba ' jari medial :6"S 5I" V & 0iri & ' jari medial :6"S 5I" V 0anan & :S+ ,tas & 5I" II & >unyi jantung murni, irama teratur, bising --. ,bdomen Inspeksi %alpasi %erkusi ,uskultasi & %erut tidak tampak membuncit & =ati dan lien tidak teraba, nyeri tekan - - . & /impani & >G -I. N & Simetris kiri dan kanan & 9remitus kiri dan kanan & Sonor & Vesikuler, wheeFing --., ronkhi --.

,uskultasi

,nggota gerak

& 5efle! fisiologis I4I, refle! patologis -4-, oedem tungkai -4-

Status Neurologikus 8"S '* & 7) 62 V* /anda rangsangan selaput otak --. /anda peningkatan tekanan intrakranial --. Nervus kranialis& dalam batas normal

'2

%emeriksaan lain&

- %ericranial tenderness --. - %n&isi'le pillow --. - Arm(chair sign --.

;. :aboratorium ,njuran & <. +iagnosis 0erja& 6igraine dengan aura '?. +iagnosis >anding & /ension type headache ''. 6anajemen a. %reventif & 6enghindari pemakaian harian obat analgetik dan sedatif secara berlebihan 6enghindari pencetus stimulasi afferent yang berlebihan , yakni cahaya yang menyilaukan, suara bising, makanan, dan bau-bau yang tajam. =indari stress melalui relaksasi Istirahat yang cukup minimal tidur 2 jam sehari. Dlahraga sehat secara teratur /idak merokok dan meminum-meminum alkohol. 6enjaga pola makan sehat.

b. %romotif & 6emberi edukasi kepada pasien tentang penyakitnya serta pencegahan yang bisa dilakukan. 6enganjurkan kepada pasien untuk memanajemen stressnya.

'3

6engajarkan kepada pasien tentang latihan postur dan posisi. & Ibuprofen # ! #?? mg +omperidon ' ! '? mg 0ontrol teratur ke %uskesmas untuk memeriksa perkembangan sakit kepalanya.

c. 0uratif d. -

5ehabilitatif &

';

+inas 0esehatan %adang %uskesmas ,lai +okter /anggal & Sivaneasan & #; ( ' - #?')

54 Ibuprofen tab #??mg No. S # dd tab I 54 +omperidone tab '?mg No. S ' dd tab ' %ro & /n = Gmur & #< tahun ,lamat & 8unung %angilun

'<

,ISK+SI Seorang pasien laki-laki berusia #< tahun datang ke %uskesmas ,lai dengan keluhan nyeri kepala dan didiagnosa dengan migraine dengan aura. +ari anamnesis, berdasarkan kriteria diagnostik, pasien ini merasakan nyeri kepala unilateral, yang berdenyut sehingga mengganggu aktivitas. Nyeri kepala disertai mual dan fotofobia. 8ejala aura pada pasien ini termasuk penglihatan kabur yang berlangsung kurang dari 2? menit . 9aktor pencetus yang terdapat pada pasien ini adalah faktor kelelahan akibat kurang tidur.Namun riwayat stress disangkal oleh pasien. /erapi yang diberikan adalah ibuprofen sebagai analgetiknya dan domperidone sebagai anti-mual. /erapi lebih diutamakan pada preventif yakni 6enghindari pemakaian harian obat analgetik dan sedatif secara berlebihan , menghindari pencetus stimulasi afferent yang berlebihan , yakni cahaya yang menyilaukan, suara bising, makanan, dan bau-bau yang tajam, hindari stressmelalui relaksasi, istirahat yang cukup minimal tidur 2 jam sehari, olahraga sehat secara teratur, tidak merokok dan meminum-meminum alkohol, menjaga pola makan sehat. dan promotifnya yakni memberi edukasi kepada pasien tentang penyakitnya serta pencegahan yang bisa dilakukan, menganjurkan kepada pasien untuk memanajemen stressnya, mengajarkan kepada pasien tentang latihan postur dan posisi. 0emudian tidak lupa pula untuk kembali kontrol ke puskesmas untuk melihat perkembangan lebih lanjut.

#?

,AF&AR )+S&AKA '. Sastrodiwijo S, 0usuma %, 6arkam S, Nyeri 0epala 6enahun. >agian Neurologi& 90GI. %enerbit Gniversitas Indonesia, Cakarta. '<;2. #. Nyeri 0epala & 8angguan 0esadaran di >idang %enyakit Syaraf. >agian Neurologi 90 GN,N+ %adang. $. Nyeri 0epala. 0apita Selekta 0edokteran. Cilid #. 7ditor 6ansjoer ,. %enerbit 6edia ,usclapius. 90GI. Cakarta . #??? & hal $) ( $2. ). %erdossi& 0onsensus Nasional III +iagnostik dan %enatalaksanaan Nyeri 0epala. #?'?. *. I"SI =ealth "are 8uideline& +iagnosis and /reatment of =eadache, /enth 7dition. Canuary #?''. 2. 5askin N=, 8reen 6B. 6igraine and Dther =eadache. In 5owland %: -editor.. 6errittJs Neurology. ''th ed. GS, :ippincot Billiam K Bilkins. #??*.

#'