Anda di halaman 1dari 6

Stuktur dan Tekstur Batuan Beku

Rifki Muhammad Fauzi


Mahasiswa Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjajaran Jln. Raya Jatinangor Kabupaten Sumedang

ABSTRAK
Manusia sudah lama mengenal batuan, bahkan sejak peradaban manusia dimulai, batuan menjadi benda pertama yang dipegang. Manusia membuat peralatan dari batuan yang dipakai untuk membuat peralatan dari batuan yang dipakai berbagai keperluan seperti tombak, mata panah dan sebagainya. Pada 20 juta tahun sebelum masehi, zona tubrukan lempeng Australia dengan lempeng Asia terkunci dan menyebabkan menunjamnya lempeng Australia dibawah lempeng Asia. Penunjaman ini berlangsung hingga sekarang dan menyebabkan munculnya gunung-gunung api disebelah barat Pulau Sumatra dan juga sebelah selatan Pulau Jawa. Indonesia yang dikelilingi gunung api ini, turut menyumbang bahan baku utama membuat candi, batuan hitam adalah bahan baku candi terbuat dari magma yang membeku yang disebut Batuan Beku. Batuan Beku banyak sekali terdapat di sekitar gunung vulkanik dan Indonesia menjadi tempat yang memiliki cadangan batuan beku terbanyak.

PENDAHULUAN
Magma terbentuk dalam mantel dan kerak bawah (lower crust). Keluar ke permukaan karena memiliki berat jenis lebih ringan (lebih tidak padat) or less denser dari batuan sekitarnya. Magma dapat mengalami kritasilasi secara parsial (sebagian) ataupun secara keseluruhan pada kedalaman yang bervariasi dalam kerak, atau dapat mengalami kristalisasi dekat permukaan bumi. Atau secara sederhana produk dari kristalisasi magma adalah batuan beku. Ketika magma mendekati permukaan dan berhenti kemudian, akan membentuk batuan volkanik (ektrusif). Sementara yang terbentuk di kedalaman dan mengalami kristalisasi disana akan membentuk batuan plutonik(intrusif).

Batuan beku diketahui, dideskripsi, diberi nama, dan diklasifikasi berdasarakan struktur, tekstur, dan komposisi. Komposisi termasuk kedalam komposisi mineral dan kimia. Tekstur adalah karakter fisik dari batuan, termasuk ukuran, bentuk orientasi, dan distribusi dari butir dan hubungan antar butir. Struktur adalah ciri (feature) yang hadir pada batuan, yang lebih besar dari grain, holes, fracture, atau kesluruhan massa dari batuan. Tekstur dan struktur dari batuan beku berguna untuk membedakan batuan beku dan batuan lainnya.

METODOLOGI
Deskripsi mengenai tekstur dan struktur batuan beku ini berdasarkan kutipankutipan sumber dari internet karena tidak melakukan observasi langsung di lapangan. Metodenya dengan cara mengumpulkan sejumlah persentasi, bahan ajar dan diktat lalu diambil intisarinya dan disajikan sedemikan rupa agar mudah dimengerti.

TEKSTUR BATUAN BEKU

Batuan beku dengan susunan butir berupa interlocking crystal memiliki tekstur kristalin, sementara yang tersusun dari fragmen klastik atau lebih khusus lagi akan membentuk tekstur piroklastik (maka dikenal sebagai batuan piroklastik meski sumbernya sama dengan batuan beku). Kristalinitas dan dominasi ukuran butir dalam batuan beku secara tekstrual dibagi menjadi: holokristalin (semua butir tersusun dari kristal), tekstur holohyalin dimana semuanya tersusun dari gelas. Dan tekstur kombinasi antara keduanya dikenal dengan tekstur hipokristalin. Sementara dari ukuran butirnya dikenal tekstur afanitik untuk akumulasi butir penyusun yang halus dan faneritik untuk akumulasi butir yang kasar, sementara kombinasi keduanya dikenal dengan tekstur porfiritik. Sementara untuk ukuran butir yang sangat kasar dikenal tekstur pegmatitik (>3 cm), terkadang banyak dijumpai pada batuan siliceous (granitioid) (pluton yang sangat asam

sekali). Istilah fenokris ditujukan kepada butir mineral yang besar dan groundmass untuk butir kecil (matrik) yang mengelilinginya pada batuan beku. Bentuk kristal juga memiliki istilah deskriptif dan tekstur tersendiri seperti tekstur idiomorfphic-granular dimana dominasi butir kristal penyusunnya adalah euhedral. Hipidiomorfik dominan disusun oleh kristal subhedral. Dan alotriomorfik granular adalah istilah tekstur batuan yang disusun oleh dominan kristal anhedral.

STUKTUR BATUAN BEKU


Berdasarkan strukturnya batuan beku dibagi kedalam dua kelompok utama yaitu tipe batuan beku ekstrusif dan intrusif. Struktur ekstrusif dibentuk ketika magma dipaksa keluar ke permukaan. Struktur intrusif merupakan struktur yang terbentuk dibawah permukaan.

Struktur Batuan Beku Ektrusif


Struktur ini terbentuk dari pembekuan magma yang sangat cepat (misalnya akibat letusan gunung api) sehingga mineral penyusunnya lebih kecil.(ex : basalt, andesit) Hasil intrusi magma yang mengkristal akan membentuk sebuah struktur batuan intrusif,. Jika magma tersebut mengkristal dilingkungan yang berair, struktur yang cenderung terbentuk adalah Pillow Lava atau lava bantal, yaitu struktur paling khas dari batuan vulkanik bawah laut, membentuk struktur seperti bantal karena cenderung mengikuti wujud air. Joint struktur, merupakan struktur yang ditandai adanya kekar-kekar yang tersusun secara teratur tegak lurus arah aliran. Jika struktur tersebut terlihat sebagai lapisan-lapisan dikarenakan magma mengkristal secara periodik struktur tersebut disebut Sheeting Joint, sedangkan Columnar Joint terbentuk akibat adanya kontraksi pada proses pendinginan sehingga mengghasilkan kekar-kekar yang tegak lurus. Apabila tidak menunjukkan adanya sifat aliran, jejak gas (tidak menunjukkan adanya lubang-lubang) dan tidak menunjukkan adanya fragmen lain yang tertanam dalam tubuh batuan beku struktur tersebut disebut Masif Vesikuler, yaitu struktur yang berlubang-lubang yang disebabkan oleh keluarnya gas pada waktu pembekuan magma. Lubang-lubang tersebut menunjukkan arah yang teratur. Apabila lubang-lubang tersebut berukuran lebih besar dan arahnya tidak teratur struktur tersebut disebut Skoria. Jika lubanglubang gas tersebut terisi oleh mineral-mineral sekunder seperti mineral silikat atau karbonan, magma tersebut akan membentuk struktur batuan beku Amigdaloidal. Xenolitis, yaitu struktur yang memperlihatkan adanya fragmen/pecahan batuan lain yang masuk dalam batuan yang mengintrusi

Struktur Batuan Beku Intrusif


Struktur ini terbentuk dari pembekuan magma yang relatif lebih lambat sehingga mineral-mineral penyusunnya relatif besar (ex : gabro, diorite, dan granit)

Struktur batuan beku intrusif dapat terlihat dipermukaan bumi akibat adanya aktifitas tektonik seperti pengangkatan ataupun aktifitas erosi sehingga batuan beku intrusif dapat tersingkap dipermukaan.

Batholith dan lopolith merupakan dua jenis struktur intrusif yang paling besar, dapat mencapai 100 km2 luasnya. Semetnara batuan plutonik dengan luas tubuh kurang dari 100 km2 dinamakan stock. Pada literatur terdahulu, batholith seringkali digambarkan memiliki tepi yang curam, tubuh silinder dengan kedalaman yang cukup dalam. Dan tidak memiliki dasar. Sementara penelitian terbaru menggambarkan batholith itu merupakan tubuh intrusi berbentuk lensa raksasa. Tapi apapun bentuknya batolith tetap merupakan jenis intrusi plutonik paling besar.

Dike merupakan tipe intrusi dikordan. Hadir dalam berbagai bentuk dan komposisi dan dapat simple (terbentuk dari satu kali intrusi), multiple (dua kali intrusi), atau composite (beberapa kali intrusi dengan tipe magmayang berbeda). Laccolith, phacolith, dan sill merupakan struktur konkordan (sejajar dengan lapisan batuan) dengan ukuran yang sedang. Laccolith lebih pendek dan lebih tebal dari sill dan memiliki cembungan yang lebih menjorok keatas mendorong layer diatasnya. Phacolith merupakan intrusi yang lenticular (membentuk lensa) yang berada pada sumbu lipatan (Gilbert 1980). Dike merupakan (pluton berbentuk tabular) yang memanjang dari atas ke bawah, Gilbert menginterpretasuikannya sebagai asal muasal magma pembawa laccolith, namun saat ini pernyataan ini masih kontroversi dan pelru bukti lanjut. Lopolith merupakan struktur tubh batuan beku intrusif dengan bentuk atap yang melengkung (cekung). Meskipun struktur ini tidak umum dijumpai tapi merekamenarik diplajari khususnya untuk komposisi batuan yang basa dan ultrabasa karena alasan ekonomis

DISKUSI
Asal mula dari batuan dengan mengetahui proses kristalisasinya selama erupsi volkanik berlangsung dapat mudah dipahami melalui hubungan-hubungan yang umum dijumpai. Sebagai contoh geologist dapat memahami proses yang terjadi saat kristalisasi tanpa perlu harus mengamati langsung bagaimana magma itu mengkristal membentuk batuan. Cukup dari data singkapan batuan beku yang sudah terbentuk untuk dilakukan pengamatan lebih lanjut. Tapi banyak pertanyaan akan muncul. Bagaimana batuan beku ini dapat dikenali? Bagaimana membedakan satu jenis batuan beku dan lainnya?? Dan bagaimana proses kristalisasi terjadi? Jawaban untuk pertanyaaan ini dapat diperoleh melalui: (1) observasi lapangan dari hasil erupsi volkanikyang telah ada (present is the key to the past), (2) pengamtan lapangan terhadap ciri yang hadir daribatuan beku yang ada, (3) studi laboratorium terhadap mineralogi dan tekstur dari batuan beku, (4)analisis kimia dari batuan beku, (5) studi laboratorium dari proses kimia dan perilaku kristalisasi saat melt (kondisi leburan dimana seluruh fase kristal masih cair), (6) aplikasi dari pemikiran induktif dan deduktif.

KESIMPULAN
Batuan Beku adalah batuan yang terbentuk dari aktivitas kristaliasi magma. Batuan Beku terbagi atas dua yaitu batuan beku intrusif atau sering disebut batuan beku plutonik karena ukurannya yang cenderung besar karena ukuran kristalnya besar dan batuan beku ektrusif yang memiliki ukuran kristal lebih kecil atau sering disebut batuan beku vulkanik. Tekstur adalah karakter fisik dari batuan, termasuk ukuran, bentuk orientasi, dan distribusi dari butir dan hubungan antar butir. Struktur adalah ciri (feature) yang hadir pada batuan,

yang lebih besar dari grain, holes, fracture, atau kesluruhan massa dari batuan. Tekstur dan struktur dari batuan beku berguna untuk membedakan batuan beku dan batuan lainnya.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. Igneous Rock and Structure: Lecture 11. Anonim. Batuan Beku : Tekstur dan Struktur. Dikutip dari : www.thekhois.wordpress.com Anonim. Batuan Beku. Dikutip dari : http://blogsemaumu.blogspot.com/2012/05/batuanbeku-batuan-beku-atau.html