Anda di halaman 1dari 32

MEMBANGUN SERVER DNS DAN WEB SERVER DENGAN LINUX SLACKWARE 13.

1 MELALUI PENDEKATAN VIRTUALISASI MENGGUNAKAN SOFTWARE VIRTUALBOX Instalasi Linux Slackware sebagai Host:

Ketikan boot from DVD akan tampil seperti gambar diatas, Tekan Enter

Tekan angka 1 untuk memilih seting US keyboard

Ketika masuk pada login, Anda dapat tuliskan root, lalu tekan Enter

Tuliskan cfdisk, lalu tekan Enter

Pilih partisi Free Space lalu arahkan ke New, Tekan Enter

Pilih Logical

Isikan 600 buat SWAP dalam satuan megabyte, Tekan Enter

Tekan Biginning

Pilih Type, Tekan Enter

Tekan a untuk melanjutkan

Tuliskan angka 82 untuk menyatakan sebagai SWAP, Tekan Enter

Pilih Free Space lagi untuk membuat partisi linux

Pilih Logical, Tekan Enter

Sisa partisi tersebut dengan ukuran 7238,25 kita akan jadikan sebagai partisi Linux, Tekan Enter

Pilih Write, Tekan Enter

Ketikan kalimat yes

Pilihlah Quit, Tekan Enter

Ketikkan setup, Tekan Enter

Pilih ADDSWAP, Tekan OK

Ini adalah proses pendeteksian SWAP yang telah disediakan. Tekan OK

Pengecekan Blok SWAP yang rusak. Tekan NO

Memasukan SWAP ke dalam fstab. Tekan OK

sda7 sebagai partisi Linux yang akan terinstal, Tekan Select

Untuk memastikan bahwa Free Space yang disediakan benar-benar kosong, sehingga kita lakukan Format pada partisi sda7. Pilih Format dan Tekan OK

Pilih Filesystem ext3, Tekan OK

Memasukan sda7 ke dalam fstab. Tekan OK

Mendeteksi Filesystem Windows. Tekan Yes

sda1 sebagai filesystem Windows. Tekan Continue

Tekan OK, Untuk memulai instalasi dari DVD

Pilih Auto, lalu tekan OK

Tekan OK, Untuk menginstal semua paket yang berada dalam DVD

Jika akan melakukan penginstalan Slackware tidak menggunakan GUI, Anda bisa mencontreng paket: 1. A Base Linux system 2. D Program Development 3. K Linux Kernel source 4. L System Libraries 5. N Networking

Pilih full, Tekan OK

Pilih Skip, Karena kita tidak akan membuat boot from USB. Tekan OK

Pilihlah simple, Tekan OK

Pilih Resolusi 1024x768x256, Jika Linuxnya terinstall di Virtualbox pilihlah resolusi standard

Tekan OK

Tekan NO

Pilih MBR, Tekan OK

Pilih imps2 untuk tipe mouse PS2. Tekan OK

Tekan Yes

Pilih NO, Untuk tidak melakukan seting ip address

Pada bagian ini adalah kita akan memilih service apa saja yang akan berjalan di Linux. Langsung pilih OK, biarkan default

Tekan NO

Pilih NO, seting waktu lokal pada komputer kita. Tekan OK

Pilih TimeZone Asia/Jakarta, Tekan OK

Pilihlah tampilan desktop KDE: K Desktop Evirontment. Tekan OK

Tekan Yes, untuk memberikan password pada user root

Buatlah password root

Tekan OK, Untuk mengakhiri instalasi

Pilih Exit, Tekan OK. Lalu tuliskan #reboot

Nah sekarang dalam 1 PC terdapat 2 OS, Windows dan Linux Slackware Topologi

Instalasi VirtualBox: Download terlebih dahulu software Virtual Box versi all platform, pilihlah sesuai dengan arsitektur Sistem Operasi Linux Anda, ada yang 32 Bit dan 64 Bit. Atau klik lah tautan link ini, simpanlah hasil downloadnya ke direktori home. Buka Terminal/Konsole yang berada pada Kickoff Application Launcher > Applications > System Setelah itu ketikan: root@darkstar:/# cd home/ root@darkstar:/home# ls -l total 55136 -rw-r--r-- 1 root root 56391117 2010-07-10 07:11 VirtualBox-3.2.6-63112-Linux_x86.run Memberi hak akses eksekusi pada software VirtualBox yang baru kita download root@darkstar:/home# chmod +x VirtualBox-3.2.6-63112-Linux_x86.run root@darkstar:/home# ls -l total 55136 -rwxr-xr-x 1 root root 56391117 2010-07-10 07:11 VirtualBox-3.2.6-63112-Linux_x86.run* Memulai instalasi VirtualBox melalui Konsole: root@darkstar:/home# ./VirtualBox-3.2.6-63112-Linux_x86.run Jika ada pesan We hope that you enjoy using VirtualBox. Berarti Vboxnya sudah terinstal dengan baik. Vbox yang kita install berada pada Kickoff Application Launcher > Applications > System > Virtual Machine

Turunkan scroolbar sampai kebawah, sehingga tombol I Agree aktif, lalu tekan tombol I Agree

Tekan tombol New untuk memulai pembuatan account server pada Vbox

Tekan Next

Tuliskan nama account Server DNS, pilih OS Type Linux, Version Linux 2.6

Anda bisa memberikan ukuran memory yang lebih besar, tapi pada latihan kali ini kita berikan 256 MB Tekan Next

Pilih Boot Hard Disk, Create new hard disk. Tekan Next

Tekan Next

Pilih Dynamically expanding storage. Tekan Next

Isikan bersar ukuran hard disk 5 GB. Tekan Next

Tekan Finish

Tekan Finish kembali

Account Server DNS sudah selesai dibuat Selanjutnya adalah membuat Account Web Server, Anda dapat mengikuti langkah-langkahnya seperti yang dijelaskan di atas. Membuat ISO Linux Slackware: Kita akan membuat file ISO dengan menggunakan software K3B. Langkah-langkahnya sebagai berikut: Kickoff Application Launcher > Applications > Multimedia > Disk Burning

Masukan DVD Linux Slackware terlebih dahulu, lalu Klik Copy Medium

Ceklist Only create image, lalu tekan Start File iso secara otomatis akan tersimpan di direktori /tmp/kde-root/slackdvd.iso Menginstal Linux Slackware pada Account Server DNS, melalui file ISO:

Pilih Server DNS, lalu klik Settings

Klik Open Virtual Media Manager, seperti gambar di atas

Klik Add

carilah iso slackware yang baru saja kita buat isonya dengan software K3B, secara default tersimpan di /tmp/kde-root, tekan Open

Tekan Select

Tekan OK

Sekarang kita tekan Start untuk memulai proseasinstalasi Linux untuk Server DNS, Anda dapat mengikuti langkah instalasinya seperti melakukan Instalasi Linux Slackware sebagai Host. Hanya saja Anda tidak usah menginstall GUI. Cukup menginstal paket-paket yang berawalan huruf A, D, K, L dan N Proses menginstalasi Linux untuk Web Server juga sama, seperti yang dicontohkan di atas. Memasang IP Address pada Linux Slackware sebagai Host: root@darkstar:/# vi /etc/rc.d/rc.inet1.conf # Config information for eth0: IPADDR[0]="192.168.1.21" NETMASK[0]="255.255.255.0" USE_DHCP[0]="" DHCP_HOSTNAME[0]="" Untuk mengakhiri editor vi, dan menyimpan hasil konfigurasi. Anda dapat menekan tombol ESC lalu SHIFT + : dan tuliskan wq Menjalankan Service Network pada Linux Slackware sebagai Host: root@darkstar:/# /etc/rc.d/rc.inet1 start

Pengecekan IP Address yang sudah terpasang: root@darkstar:/# ifconfig eth0 Link encap:Ethernet HWaddr e0:cb:4e:92:11:35 inet addr:192.168.1.21 Bcast:192.168.1.255 Mask:255.255.255.0 UP BROADCAST RUNNING PROMISC MULTICAST MTU:1500 Metric:1 RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 txqueuelen:1000 RX bytes:0 (0.0 B) TX bytes:0 (0.0 B) Interrupt:34 lo Link encap:Local Loopback inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0 inet6 addr: ::1/128 Scope:Host UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1 RX packets:1790 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:1790 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 txqueuelen:0 RX bytes:242925 (237.2 KiB) TX bytes:242925 (237.2 KiB)

Instalasi paket tunctl: root@darkstar:/home# installpkg tunctl-1.5-i486-2_SBo.tgz Membuat Bridge Network: root@darkstar:/# modprobe tun root@darkstar:/# tunctl -t tap1 -u root Set 'tap1' persistent and owned by uid 0 root@darkstar:/# brctl addbr br0 root@darkstar:/# ifconfig eth0 0.0.0.0 promisc root@darkstar:/# brctl addif br0 eth0 root@darkstar:/# ifconfig br0 192.168.1.18 root@darkstar:/# brctl addif br0 tap1 root@darkstar:/# ifconfig tap1 up root@darkstar:/# chmod 775 /dev/net/tun Seting kartu jaringan pada VirtualBox, pada setiap server DNS dan Web Server:

Pilih account Server DNS, Tekan Settings

Pilih Network, Adapter 1 Cek Enable Network Adapter, Pilih Attached to Bridged Adapter, Name tap1, Tekan OK dan sekarang coba Anda Start Server DNSnya. Memasang IP Address pada Slackware DNS Server dan Slackware Web Server: Slackware Server DNS: root@darkstar:/# vi /etc/rc.d/rc.inet1.conf # Config information for eth0: IPADDR[0]="192.168.1.19" NETMASK[0]="255.255.255.0" USE_DHCP[0]="" DHCP_HOSTNAME[0]="" Menjalankan Service Network pada Slackware DNS Server: root@darkstar:/# /etc/rc.d/rc.inet1 start Pengecekan IP Address yang sudah terpasang: root@darkstar:/# ifconfig eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 08:00:27:c1:a5:5e inet addr:192.168.1.19 Bcast:192.168.1.255 Mask:255.255.255.0 inet6 addr: fe80::a00:27ff:fec1:a55e/64 Scope:Link UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1 RX packets:250 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:133 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 txqueuelen:1000 RX bytes:29118 (28.4 KiB) TX bytes:17487 (17.0 KiB) lo Link encap:Local Loopback inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0 inet6 addr: ::1/128 Scope:Host UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1 RX packets:6 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:6 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 txqueuelen:0 RX bytes:559 (559.0 B) TX bytes:559 (559.0 B)

root@darkstar:/# hostname SERVER-DNS Slackware Web Server: root@darkstar:/# vi /etc/rc.d/rc.inet1.conf # Config information for eth0: IPADDR[0]="192.168.1.20" NETMASK[0]="255.255.255.0" USE_DHCP[0]="" DHCP_HOSTNAME[0]=""

Menjalankan Service Network pada Slackware Web Server: root@darkstar:/# /etc/rc.d/rc.inet1 start Pengecekan IP Address yang sudah terpasang: root@darkstar:/# ifconfig eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 08:00:27:e3:39:1e inet addr:192.168.1.20 Bcast:192.168.1.255 Mask:255.255.255.0 inet6 addr: fe80::a00:27ff:fee3:391e/64 Scope:Link UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1 RX packets:191 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:113 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 txqueuelen:1000 RX bytes:24331 (23.7 KiB) TX bytes:46635 (45.5 KiB) lo Link encap:Local Loopback inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0 inet6 addr: ::1/128 Scope:Host UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1 RX packets:6 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:6 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 txqueuelen:0 RX bytes:504 (504.0 B) TX bytes:504 (504.0 B)

root@darkstar:/# hostname WEB-SERVER Melakukan remote Server: tundra@darkstar:~$ ssh root@192.168.1.19 root@192.168.1.19's password: Last login: Sun Jul 11 13:48:24 2010 Linux 2.6.33.4. root@SERVER-DNS:~# tundra@darkstar:~$ ssh root@192.168.1.20 root@192.168.1.20's password: Last login: Sun Jul 11 06:50:47 2010 Linux 2.6.33.4-smp. root@WEB-SERVER:~# Membangun DNS Server: root@SERVER-DNS:~# cd /var/named/caching-example/ root@SERVER-DNS:/var/named/caching-example# ls -l total 16 -rw-r--r-- 1 root root 195 2009-11-28 03:56 localhost.zone -rw-r--r-- 1 root root 2878 2009-11-28 03:56 named.ca -rw-r--r-- 1 root root 433 2009-11-28 03:56 named.local -rw-r--r-- 1 root root 2878 2009-11-28 03:56 named.root root@SERVER-DNS:/var/named/caching-example# cp localhost.zone db.kent root@SERVER-DNS:/var/named/caching-example# cp named.local db.192 root@SERVER-DNS:/var/named/caching-example# ls -l total 24 -rw-r--r-- 1 root root 433 2010-07-11 17:59 db.192

-rw-r--r-- 1 root root 195 2010-07-11 17:58 db.kent -rw-r--r-- 1 root root 195 2009-11-28 03:56 localhost.zone -rw-r--r-- 1 root root 2878 2009-11-28 03:56 named.ca -rw-r--r-- 1 root root 433 2009-11-28 03:56 named.local -rw-r--r-- 1 root root 2878 2009-11-28 03:56 named.root

root@SERVER-DNS:/var/named/caching-example# vi db.kent $TTL 86400 $ORIGIN localhost. @ 1D IN SOA @ root ( 42 ; serial (d. adams) 3H ; refresh 15M ; retry 1W ; expiry 1D ) ; minimum 1D IN NS 1D IN A @ 127.0.0.1

Ubahlah menjadi seperti dibawah ini: $TTL 86400 $ORIGIN kent.ac.id. @ 1D IN SOA 42 3H 15M 1W 1D ) @ root ( ; serial (d. adams) ; refresh ; retry ; expiry ; minimum

1D IN NS 1D IN A ns www jurusan IN A IN A IN A

kent.ac.id 192.168.1.20 192.168.1.19 192.168.1.20 192.168.1.20

root@darkstar:/var/named/caching-example# vi db.192 $TTL 86400 @ IN SOA localhost. root.localhost. ( 1997022700 ; Serial

IN IN

28800 ; Refresh 14400 ; Retry 3600000 ; Expire 86400 ) ; Minimum NS localhost. PTR localhost.

Ubahlah menjadi seperti dibawah ini: $TTL 86400 @ IN SOA kent.ac.id. root.kent.ac.id. ( 1997022700 ; Serial 28800 14400 3600000 ; Refresh ; Retry ; Expire

86400 ) ; Minimum IN 19 20 IN IN NS PTR PTR kent.ac.id. kent.ac.id. kent.ac.id.

root@SERVER-DNS:/var/named/caching-example# vi /etc/named.conf options { directory "/var/named"; /* * If there is a firewall between you and nameservers you want * to talk to, you might need to uncomment the query-source * directive below. Previous versions of BIND always asked * questions using port 53, but BIND 8.1 uses an unprivileged * port by default. */ // query-source address * port 53; }; // // a caching only nameserver config // zone "." IN { type hint; file "caching-example/named.root"; }; zone "localhost" IN { type master; file "caching-example/localhost.zone";

allow-update { none; }; }; zone "0.0.127.in-addr.arpa" IN { type master; file "caching-example/named.local"; allow-update { none; }; }; Ubahlah menjadi seperti dibawah ini: options { directory "/var/named"; /* * If there is a firewall between you and nameservers you want * to talk to, you might need to uncomment the query-source * directive below. Previous versions of BIND always asked * questions using port 53, but BIND 8.1 uses an unprivileged * port by default. */ // query-source address * port 53; }; // // a caching only nameserver config // zone "." IN { type hint; file "caching-example/named.root"; }; zone "localhost" IN { type master; file "caching-example/localhost.zone"; allow-update { none; }; }; zone "0.0.127.in-addr.arpa" IN { type master; file "caching-example/named.local"; allow-update { none; }; }; zone "kent.ac.id" IN { type master; file "caching-example/db.kent"; allow-update { none; }; };

zone "1.168.192.in-addr.arpa" IN { type master; file "caching-example/db.192"; allow-update { none; };

}; Memberikan resolv pada server DNS: root@SERVER-DNS:/# vi /etc/resolv.conf search kent.ac.id nameserver 192.168.1.19 nameserver 192.168.1.20 Memberi hak akases eksekusi pada service bind: Kita bisa melihat bahwa service bind belum dapat dijalankan, karena belum mendapat hak eksekusi: root@SERVER-DNS:/# ls -l /etc/rc.d/rc.bind -rw-r--r-- 1 root root 3116 2008-04-14 04:48 /etc/rc.d/rc.bind root@SERVER-DNS:/# chmod +x /etc/rc.d/rc.bind root@SERVER-DNS:/# ls -l /etc/rc.d/rc.bind -rwxr-xr-x 1 root root 3116 2008-04-14 04:48 /etc/rc.d/rc.bind* Sekarang service bind sudah bisa jalankan, dengan perintah dibawah ini: root@SERVER-DNS:/# /etc/rc.d/rc.bind start Starting BIND: /usr/sbin/named Jika DNS Berjalan dengan baik, Anda akan bisa mengeceknya dengan perintah dibawah ini: root@SERVER-DNS:/# nslookup kent.ac.id Server: 192.168.1.19 Address: 192.168.1.19#53 Name: kent.ac.id Address: 192.168.1.20 Nah apabila tampilan seperti itu, maka dipastikan DNS yang Anda bangun dapat digunakan. Membangun service Web Server: Hilangkan tanda # pada baris ini: #ServerName www.example.com:80 Menjadi: ServerName www.kent.ac.id:80 <IfModule dir_module> DirectoryIndex index.html </IfModule> Menjadi: <IfModule dir_module> DirectoryIndex index.php index.html </IfModule> <Directory /> Options FollowSymLinks AllowOverride None Order deny,allow

Deny from all </Directory> Menjadi: <Directory /> Options FollowSymLinks AllowOverride None Order deny,allow Allow from all </Directory> #Include /etc/httpd/extra/httpd-userdir.conf Menjadi: Include /etc/httpd/extra/httpd-userdir.conf #Include /etc/httpd/extra/httpd-vhosts.conf Menjadi: Include /etc/httpd/extra/httpd-vhosts.conf #Include /etc/httpd/mod_php.conf Menjadi: Include /etc/httpd/mod_php.conf Membuat Virtual Host: Buatlah user kent dengan perintah ini: root@WEB-SERVER:~# adduser kent root@WEB-SERVER:~# su kent kent@WEB-SERVER:/root$ cd /home/kent/ kent@WEB-SERVER:~$ mkdir site kent@WEB-SERVER:~$ mkdir blog kent@WEB-SERVER:~$ cd site/ kent@WEB-SERVER:~/site$ touch access_site kent@WEB-SERVER:~/site$ touch error_site kent@WEB-SERVER:~/site$ vi index.php <html> <head><title>Website Politeknik Kent</title></head> <body> <?PHP echo "<h1>Ini halaman website</h1>"; ?> </body> kent@WEB-SERVER:~/site$ cd .. kent@WEB-SERVER:~$ cd blog/ kent@WEB-SERVER:~/blog$ touch access_blog kent@WEB-SERVER:~/blog$ touch error_blog kent@WEB-SERVER:~/blog$ vi index.php <html> <head><title>Blog Mahasiswa</title></head> <body> <?PHP echo "<h1>Blognya Mahasiswa Kent</h1>"; ?> </body> </html>

root@WEB-SERVER:/home/kent/blog# vi /etc/httpd/extra/httpd-vhosts.conf <VirtualHost *:80> ServerAdmin admin@kent.ac.id DocumentRoot "/home/kent/site/" ServerName www.kent.ac.id ErrorLog "/home/kent/site/error_site" CustomLog "/home/kent/site/access_site" common </VirtualHost> <VirtualHost *:80> ServerAdmin jurusan@kent.ac.id DocumentRoot "/home/kent/blog/" ServerName jurusan.kent.ac.id ErrorLog "/home/kent/blog/error_blog" CustomLog "/home/kent/blog/access_blog" common </VirtualHost> Memberikan resolv pada server DNS: root@WEB-SERVER:/# vi /etc/resolv.conf search kent.ac.id nameserver 192.168.1.19 nameserver 192.168.1.20 Memberi hak akases eksekusi pada service httpd: Kita bisa melihat bahwa service httpd belum dapat dijalankan, karena belum mendapat hak eksekusi: root@WEB-SERVER:/home/kent/blog# ls -l /etc/rc.d/rc.httpd -rw-r--r-- 1 root root 703 Mar 9 02:57 /etc/rc.d/rc.httpd root@WEB-SERVER:/home/kent/blog# chmod +x /etc/rc.d/rc.httpd root@WEB-SERVER:/home/kent/blog# ls -l /etc/rc.d/rc.httpd -rwxr-xr-x 1 root root 703 Mar 9 02:57 /etc/rc.d/rc.httpd Sekarang service apache/httpd sudah bisa jalankan, dengan perintah dibawah ini: root@darkstar:/# /etc/rc.d/rc.httpd start atau root@darkstar:/# apachectl -k start Memasang IP Address pada client Windows: