Anda di halaman 1dari 21

Angina Pectoris

Stephanie Vania Embang* NIM 102010188 Mahasiswi Fakultas Kedokte an !k ida

*"lamat ko espondensi Stephanie Vania Embang Fakultas kedokte an !ni#e sitas K isten K ida $a%ana &l' " (una !ta a No')* &aka ta +a at 11,10 E-mail .#anie'#anie0/0gmail'%om

_______________________________________________________________________ _ Pendahuluan "ngina pekto is adalah n1e i hebat 1ang be asal da i (antung dan te (adi sebagai espon te hadap suplai oksigen 1ang tidak adekuat ke sel-sel mioka dium' N1e i angina dapat men1eba ke lengan ki i* punggung* ahang* atau ke dae ah abdomen'1 2asa n1e i 1ang di asakan sepe ti dipe as atau te tekan di dae ah pe ikadium atau subste num didada ini membuat asa 1ang sangat tidak n1aman dan ketakutan pada o ang 1ang mengalamin1a' 3ada keban1akan kasus timbul asa n1e i 1ang semakin be tambah dan dengan intensitas se ta 4 ekuensi 1ang se ing men1ebabkan pasien datang ke umah sakit untuk dipe iksa' 2asa n1e i di dada 1ang timbul ini dapat disebabkan ka ena adan1a kelainan pada si kulasi da ah pada (antung' 3e lun1a ketepatan dan ke%epatan dalam menagani kasus ini dipe lukan aga tidak men1ebabkan ke usakan 1ang lebih besa pada (antung sehingga menimbulkan masalah 1ang lebih se ius'

ANAMNESIS 3e tan1aan 1ang dapat dia(ukan kepada pasien . 2 3endekatan umum . pe kenalan di i anda*%iptakan hubungan 1ang baik*menan1akan identitas pasien Nilai keluhan utama dan iwa1atn1a . misaln1a tentang n1e i ( se(ak kapan n1e i di asakan* bagaimana n1e i 1ang di asakan* intensitas n1e in1a*lokasi n1e i5 6an1akan iwa1at pen1akit dahulu . sepe ti hipe tensi 6an1akan mengenai kebiasaan . sepe ti me okok* minum minuman be alkohol Keluhan tambahan lainn1a

Hasil anamnesis : Seo ang laki-laki ,) tahun dengan keluhan n1e i pada dada ki i se(ak , (am lalu dengan onset 7 , menit* te utama timbul saat beke (a dise tai dengan ke ingat dingin dan mual muntah' 3asien memiliki iwa1at hipe tensi dan pe okok'

PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan isik : 8 1' Inspeksi

3ada o ang dewasa no mal pe bandingan diamete

t ans#e sal te hadap

diamete ante oposte io adalah 2.1 dan simet is' 3ada inspeksi dapat dilihat apakah ada kelainan pada bentuk to aks* %ontohn1a bentuk abno mal dada akibat kelainan (antung ialah Voussu e %a di9ue :pe%tus %a i%atum5 1ang dimana te dapat penon(olan setempat 1ang leba didae ah pe i%a dium* dianta a ste num dan ape; %o dis' Kadang-kadang mempe lihatkan pulsasi (antung' 3ulsasi pada o ang dewasa no mal agak ku us akan kelihatan dengan mudah 1ang disebut i%tus %o dis pada sela iga ,* kadang-kadang tampak disela iga sedikit sebelah medial da i ga is mid%la#ikula ki i* sesuai dengan letakn1a ape; %o dis' 2' 3alpasi 3alpasi dilakukan dengan meletakkan selu uh telapak tangan pada dinding tho aks' <al-hal 1ang ditemukan pada inspeksi dapat di aba dengan %a a palpasi' =engan palpasi i%tus %o dis dapat di aba dengan demikian akan (elas lokasi da i pu%tum maksimum pulsasi dan (uga dapat ditetapkan kuat angkat * luas* 4 ekuensi dan kualitas da i pulsasi 1ang te aba' =engtan palpasi (uga memungkinkan (uga dapat di aba adan1a 4ib asi disamping pulsasi* 1ang disebut sebagai geta an :th ill5' >eta an ini se ing kali didapat dalam keadaan katup-katup 1ang men1ebabkan adan1a ali an tube len 1ang kasa dalam (antung atau dalam oembuluh-pembuluh da ah 1ang besa dan biasan1a sesuai dengan adan1a bising (antung 1ang kuat pada tempat 1ang sama' 8' 3e kusi 3e kusi (an ung te utama untuk menentukan besa dan bentuk (antung se%a a kasa ' 3ada pe kusi kita dapat menentukan .

+atas (antung kanan 6entukan te lebih dahulu batas pa u hati 1ang dimana kemudian 2 (a i diatas pa u hati te sebut dilakukan pe kusi lagi kea ah ste num sampai te denga pe ubahan sua a sono ke edup' No mal te (adi pada tempat dianta a ga is midste num dan st e num kanan' +ila batas ini te dapat disebelah kanan ga is ste num* kemungkinan disebabkan adan1a pembesa an #ent ikel kanan atau at ium ki i'

+atas (antung ki i 6entukan te lebih dahulu batas pa u ki i pada ga is a;ila is ante io ki i* pe kusi mulai da i ga is a;ila is ante io ki i kebawah sampai te denga sua a edup* tentukan pe an(akan* kemudian 2 (a i diatasn1a dilakukan pe kusi kea ah ste num sampai te denga pe ubahan bun1i ketukan da i sono men(adi edup' No mal te dapat ditempat sedikit medial da i ga is mid%la#i%ula ki i'

/' "uskultasi 3eme iksaan aukultasi dilakukan dengan menggunakan stetoskop' 3ada auskultasi dapat ditemukann1a bun1i no mal dan bun1i patologis' +un1i no mal dapat ditemukann1a pada. 3ada i%tus %o dis untuk mendenga kan bun1i (antung 1 1ang be asal da i katup mit al' 3ada uang sela iga 2 ditepi ki i ste num untuk mendenga bun1i (antung 1ang be asal da i katup pulmonal' 3ada uang sela iga 2 ditepi kanan ste num untuk mendenga bun1i (antung 1ang be asal da i katup ao ta'

Pada ruang sela iga 4 dan 5 ditepi kanan dan kiri sternum atau pada bagian ujung sternum, untuk mendengar bunyi jantung yang berasal dari katup tricuspid.

PEN!N"AN# 1' EK> :Elekt oka diog am5 / 3eme iksaan EK> sangat penting baik untuk diagnosis maupun st ati4ikasi esiko pasien angina tak stabil' "dan1a dep esi segmen S6 1ang ba u menun(ukkan kemungkinan adan1a iskemia akut' >elombang 6 negati4 (uga menun(ukkan salah satu tanda iskemia atau NS6EMI' 3e ubahan gelombang S6 ku ang da i 0*, mm dan gelombang 6 negati4 ku ang da i 2 mm* tidak spesi4ik untuk iskemia dan dapat disebabkan ka ena hal lain' 3ada angina tak stabil /? mempun1ai EK> no mal* dan pada NS6EMI 1-)? EK> (uga no mal' 2' !(i latih 3asien 1ang telah stabil dengan te api medikamentosa dan menun(ukkan tanda esiko tinggi pe lu peme ikasaan e;e %ise test dengan alat t eadmill' +ila hasiln1a negati4 maka p ognosis baik' Sedangkan bila hasiln1a positi4* lebih-lebih bila didapatkan dep esi segmen S6 1ang dalam* dian(u kan untuk dilakukan peme iksaan angiog a4i ko one * untuk menilai keadaan pembuluh ko one n1a apakah pe lu tindakan e#askula isasi :3@I atau @"+>5 ka ena esiko te (adin1a komplikasi ka dio#askula dalam waktu mendatang %ukup besa ' 8' Ekoka diog a4i 3eme iksaan ekoka diog a4i tidak membe ikan data untuk diagnosis angina tak stabil se%a a langsung' 6etapi bila tampak adan1a gangguan 4aal #ent ikel ki i* adan1a insu4esiensi mit al dan abno malitas ge akan dinding egional (antung* menandakan p ognosis ku ang baik' Ekoka diog a4i st es (uga dapat membantu menegakkan adan1a iskemia mioka dium'

/' Aabo ato ium 3eme ikasaan t oponin 6 dan @KM+ telah dite ima sebagai petanda paling penting dalam diagnosis SK"' Menu ut Eu opean So%iet1 o4 @a diolog1 :ES@5 dan "@@ dianggap mionek osis bila t oponin 6 atau I positi4 dalam 2/ (am' 6 oponin tetap positi4 sampai 2 minggu' 2esiko kematian be tambah dengan tingkat kenaikan t oponin' @KM+ ku ang spesi4ik untuk diagnosis ka ena (uga ditemukan di tot skeletal* tapi be guna untuk diagnosis in4a k akut dan akan meningkat dalam bebe apa (am dan kembali no mal dalam /8 (am'/ EnBim-enBim (antung 1ang be man4aat dalam diagnosis dan pemantauan M@I ., 1' S>C6D "S6 . naik sekita )-8 (am setelah mulain1a M@I dan men%apai kada no mal pada ha i ke-,' S>C6 (uga meninggi' S>C6 (uga meninggi pada pen1akit hati* nek osis otot* gin(al* otak* dan lain-lain' 2' A=< . Kada n1a akan naik dalam waktu 2/ (am setelah te (adin1a M@I* men%apai kada te tinggi pada ha i ke-/ dan men(adi no mal kembali dalam waktu 8-1/ ha i' IsoenBim te penting adalah E <+=< :A=< 15' A=< (uga dapat meninggi pada pen1akit pa enkim hati* anemia megaloblastik* leukemia*hemolisis da ah5 dan lainn1a' 8' @KD@3K . Kada @K naik sekita ) (am setelah be (angkitn1a M@I dan pada kasus-kasus tanpa pen1ulit men%apai kada te tinggi dalam waktu 2/ (am untuk men(adi no mal kembali dalam waktu F2-G) (am' /' 6es @KM+ . @KM+ adalah isoenBim @K 1ang spesi4ik untuk sel otot (antung ka ena itu kenaikan akti#itas @KM+ lebih men%e minkan ke usakan otot (antung' Kada @KM+ sepe ti @K :total5 mulai naik ) (am setelah mulain1a M@I* men%apai kada te tinggi lebih ku ang 12 (am kemudian dan biasan1a lebih %epat men%apai kada no mal da ipada @3K 1aitu dalam waktu 12-/8 (am' Sensiti#itas tes @KM+ sangat baik :hampi 100?5 dengan spesi4itas agak endah' !ntuk meningkatkan ketelitian penentuan diagnosis M@I dapat digunakan asio anta a @KM+ te hadap @K total* dan tes-tes te sebut

dipe iksa selama 8) (am pe tama setalah onset pen1akit maka diagnosis M@I dapat dianggap pasti' ,' 6 oponin =ibedakan men(adi 8 tipe 1aitu @* I* dan 6 dimana I dan 6 lebih spesi4ik untuk otot (antung' 6 oponin adalah p otein spesi4ik be asal da i mioka d :otot (antung5* kada n1a dalam da ah naik bila te (adi ke usakan pada otot (antung' Kada t oponin dalam da ah mulai naik dalam waktu / (am setelah pe mulaan M@I* selan(utn1a meningkat te us dan dapat diuku satu minggu' 6es t oponin tidak dipe iksa te sendi i* sebaikn1a dise tai dengan peme iksaan labo ato ium lain sepe ti @KM+* @K* @23*hs@23* dan "S6' $IA#N%SIS KER"A +e dasa kan skena io 1ang didapat pasien te sebut mende ita angina pekto is tidak stabilD"36S :!"3D!nstable "ngina 3e%to is5' "ngina tidak stabil :!"35 te masuk ge(ala in4a k mioaka d pada sind om ko one akut dan meme lukan tindakan klinis 1ang men1elu uh' "ngina tidak stabil adalah kombinasi angina klasik dan angina #a ian* dan di(umpai pada indi#idu dengan pe bu ukan pen1akit a te i ko one ' "ngina ini biasan1a men1e tai peningkatan beban ke (a (antung'1 Hang dimasukkan ke dalam angina tidak stabil* 1aitu . / 1' pasien dengan angina 1ang masih ba u dalam 2 bulan* di mana angina %ukup be at dan 4 ekuensi %ukup se ing* lebih da i 8 kali pe ha i 2' pasien dengan angina 1ang semakin be tambah be at* sebelum1a angina stabil* lalu se angan angina timbul lebih se ing dan lebih be at sakit dadan1a* sedangkan 4akto p espitasi makin ingan 8' pasien dengan se angan angina pada waktu isti ahat #am&aran klinis angina 'ektoris /

1' Aokasi . biasan1a di dada* subste nal atau biasan1a di ki in1a dengan pen(ala an ke lehe * ahang* bahu ki i sampai dengan lengan dan (a i-(a i bagian ulna * punggug atau pundak ki i' 2' Kualitas n1e i . biasan1a me upakan n1e i 1ang tumpul sepe ti asa te tindihD be at di dada* asa desakan 1ang kuat da i dalam atau da i bawah dia4 agma* sepe ti di emasemas atau dada mau pe%ah dan biasan1a dise tai dengan ke ingat dingin dan sesak napas se ta pe asaan takut mati' +iasan1a bukanlah n1e i 1ang ta(am* sepe ti asa dii is sembilu* dan bukan pula mules' 6idak (a ang pasien mengatakan bahwa ia han1a me asa tidak enak di dadan1a :%hest dis%om4o t5' N1e i be hubungan dengan akti#itas* hilang dengan isti ahat* tapi tidak be hubungan dengan ge akan pe napasan atau ge akan dada ke ki i dan ke kanan' N1e i (uga dapat dip espitasi oleh st ess 4isik ataupu emosional' 8' Kuantitas n1e i . N1e i 1ang timbul pe tama sekali timbul biasan1a agak n1ata* da i bebe apa menit sampai ku ang da i 20 menit' +ila lebih da i 20 menit dan be at maka ha us dipe timbangkan sebagai angina tidak stabil :!"35' N1e i dapat dihilangkan dengan nit oglise in subligual dalam hitungan detik sampai bebe apa menit' N1e i tidak te us-mene us* tapi hilang timbul dengan intensitas 1ang makin be tamabah atau makin be ku ang sampai te kont ol' N1e i 1ang be langsug te usmene us sepan(ang ha i* bahkan sampai be ha i-ha i biasan1a bukanlah n1e i angina pekto is' #am&aran klinis angina 'ektoris tidak sta&il (!AP( / Keluhan pasien umumn1a be upa angina untuk pe tama kali atau keluhan angina 1ang be tambah da i biasa' N1e i dada sepe ti pada angina biasa tapi lebih be at dan lebih lama* mungkin timbul pada waktu isti ahat atau timbul ka ena akti#itas 1ang minimal' N1e i dada dapat dise tai keluhan sesak napas* mual* sampai muntah* kadang-kadang dise tai ke ingat dingin' 3ada peme iksaan (asmani se ingkali tidak ada 1ang khas' $IA#N%SIS )AN$IN#

1' NS6EMI "ngina pekto is tidak stabil :!"35 dan in4a k mioka d akut tanpa ele#asi S6 :NS6EMI5 diketahui me upakan suatu kesinambungan dengan kemi ipan pato4isiologi dan ge(ala klinis sehingga pada p insipn1a penatalaksanaan keduan1a tidak be beda' =iagnosis NS6EMI ditegakkan (ika pasien dengan mani4estasi klinis !"3 menun(ukkan bukti adan1a nek osis mioka d be upa peningkatan bioma ke (antung' / )iomarker Kerusakan Miokard 6 oponin 6 atau t oponin I me upakan petanda nek osis mioka d 1ang lebih disukai ka ena lebih spesi4ik da ipada enBim (antung t adisional sepe ti @K dan @KM+' 3ada pasien dengan IM"* peningkatan awal t oponin pada da ah pe i4e setelah 8-/ (am dan dapat menetap sampai 2 minggu'/ 2' "ngina 3ekto is Stabil "ngina stabil atau disebut (uga angina klasik* te (adi sewaktu a te i ko one 1ang a te oskle otik tidak dapat be dilatasi untuk meningkatkan ali an da ah saat te (adi peningkatan kebutuhan oksigen' 3eningkatan ke (a (antung dapat men1e tai akti#itas 4isik sepe ti be olah aga atau naik tangga' 3a(anan dingin te utama apabila dise tai dengan ke (a dapat meningkatkan kebutuhan metabolik (antung dan me upakan stimulan kuat untuk te (adin1a angina klasik' St es mental* te masuk st es 1ang te (adi akibat asa ma ah se ta tugas mental be hitung dapat men%etuskan angina klasik' N1e i pada angina (enis ini biasan1a menghilang apabila indi#idu be sangkutan menghentikan akti#itasn1a'1 8' 3 inBmetal "ngina "ngina ini te (adi tanpa peningkatan (elas beban ke (a (antung dan pada ken1atann1a se ing te (adi pada saat isti ahat atau tidu ' 3ada angina p inBmetal :#a ian5* suatu a te i ko one mengalami spasme 1ang men1ebabkan iskemia (antung di bagian hili ' Kadang-kadang tempat spasme be kaitan dengan ate oskle osis' 3ada lain waktu* a te i ko one tidak mengalami skle osis' "da kemungkinan bahwa walaupun tidak

(elas tampak lesi pada a te i* dapat te (adi ke usakan lapisan endotel 1ang sama ' <al ini men1ebabkan peptida #asoakti4 memiliki akses langsung ke lapisan otot polos dan men1ebabkan kont aksi a te i ko one ' =is itmia se ing te (adi pada angina #a ian'1

E*I%+%#I ) 1' "te iokle osis 2' Spasme a te i ko one 8' "nemia be at /' " t itis ,' "o ta Insu4isiensi Faktor Pencetus Serangan F 1' Emosi 2' St es 8' +eban si kulasi tambahan . makan dalam (umlah ban1ak atau pada %ua%a dingin /' +an1ak me okok ,' Ke (a 4isik te lalu be at Faktor Resiko F 1' =apat diubah . hipe lipidemia* okok* hipe tensi* st es* obesitas* ku ang akti4itas* diabetes melitus* pemakaian kont asepsi o al' 2' 6idak dapat diubah . usia* (enis kelamin* as* he edite '

EPI$EMI%+%#I

=i ame ika se ikat setiap tahun 1 (uta pasien di awat di umah sakit ka ena angina pe%to is tak stabil* dimana )-8? kemudian mendapat se angan in4a k (antung 1ang tidak 4atal atau meninggal dalam satu tahun setelah diagnosis ditegakkan'

PA*%FISI%+%#I Mekanisme timbuln1a angina pekto is didasa kan pada ketidakadekuatan supla1 oksigen ke sel-sel mioka dium 1ang diakibatkan ka ena kekakuan a te i dan pen1empitan lumen a te i ko one :a te ioskle osis ko one 5' 6idak diketahui se%a a pasti apa tunggal 1ang pen1ebab a te ioskle osis* namun (elas bahwa tidak ada 4aktoe be tanggung (awab atas pe kembangan a te ioskle osis' 3ada saat beban ke (a suatu (a ingan meningkat* kebutuhan oksigenn1a (uga meningkat' "pabila kebutuhan oksigen meningkat pada (antung 1ang sehat* a te i-a te i ko one akan be dilatasi dan akan mengali kan ban1ak da ah dan oksigen ke otot (antung' "kan tetapi apabila a te i ko one mengalami kekakuan atau men1empit akibat ate oskle osis dan tidak dapat be dilatasi sebagai espon te hadap peningkatan kebutuhan oksigen dan kemudian akan te (adi iskemia :keku angan suplai da ah5 mioka dium' "dan1a endotel 1ang %ede a mengakibatkan hilangn1a p oduksi NC :nit at oksid5 1ang be 4ungsi untuk menghambat be bagai Bat 1ang eakti4' =engan tidak adan1a 4ungsi ini dapat men1ebabkan otot polos be kont aksi dan timbul spasmus ko one 1ang mempe be at pen1empitan lumen ka ena suplai oksigen ke mioka d be ku ang' 3en1empitan atau blok ini belum menimbulkan ge(ala 1ang begitu nampak bila belum men%apai F,?' +ila pen1empitan lebih da i F,? se ta dipi%u dengan akti4itas be lebihan maka suplai da ah ke ko one akan be ku ang' Cleh ka ena itu* sel-sel mioka dium mulai menggunakan glikolisis anae ob untuk memenuhi kebutuhan enegin1a' 3 oses pembentukan ene gi ini sangat tidak e4isien dan men1ebabkan te bentukn1a asam laktat' "sam laktat menu unkan p< mioka dium dan men1ebabkan n1e i 1ang be kaitan dengan angina pekto is' "pabila kebutuhan ene gi sel-sel (antung be ku ang* suplai oksigen men(adi adekuat dan sel-sel otot kembali ke p oses 4os4o ilasi oksidati4 untuk membentuk ene gi' 3 oses ini tidak menghasilkan asam laktat' =engan menghilangn1a penimbunan

asam laktat* n1e i angina pekto is me eda' =engan demikian* angina pekto is adalah suatu keadaan 1ang be langsung singkat'1 3ato4isiologi lainn1a 1ang dapat men1ebabkan te (adin1a angina pekto is tidak stabil . / 1' 2uptu 3lak 2uptu plak ate oskle otik dianggap pen1ebab te penting pen1ebab angina pekto is tidak stabil* sehingga tiba-tiba te (adi oklusi subtotal atau total da i pembuluh ko one 1ang sebelumn1a mempun1ai pen1empitan 1ang minimal' 3lak ate oskle otik te di i da i inti 1ang mengandung ban1ak lemak dan pelindung (a ingan 4ib otik :4ib oti% %ap5' 3lak 1ang tidak stabil te di i da i inti ban1ak mengandung lemak dan adan1a in4ilt asi sel mak o4ag' +iasan1a uptu te (adi pada tepi plak 1ang be dekatan dengan intima 1ang no mal atau pada bahu da i timbunan lemak' 6e (adin1a uptu men1ebabkan akti#asi* adhesi dan ag egasi platelet dan men1ebabkan akti#asi te bentukn1a t ombus' +ila t ombus menutup pembuluh da ah 100? akan te (adi in4a k dengan ele#asi segmen S6* sedangkan bila t ombus tidak men1umbat 100? dan han1a menimbulkan stenosis 1ang be at akan te (adi angin tak stabil' 2' 6 ombosis dan "g egasi 6 ombosit "g egasi platelet dan pembentukan t ombus me upakan salah satu dasa te (adin1a angina tak stabil' 6e (adin1a t ombosis setelah plak te ganggu disebabkan ka ena inte aksi 1ang te (adi anta a lemak* sel otot polos* mak o4ag dan kolagen' Inti lemak me upakan bahan te penting dalam pembentukan t ombus 1ang ka1a t ombosit* sedangkan sel otot polos dan sel busa :4oam %ell5 1ang ada dalam plak be hubungan dengan eksp esi 4akto (a ingan dalam plak tak stabil' Setelah be hubungan dengan da ah* 4akto (a ingan be inte aksi dengan 4akto VIIa untuk memulai kaskade eaksi enBimatik 1ang menghasilkan pembentukan t ombin dan 4ib in' Sebagai eaksi te hadap gangguan 4aal endotel* te (adi ag egasi platelet dan platelet melepaskan isi g anulasi sehingga memi%u ag egasi 1ang lebih luas* #asokonst iksi dan pembentukkan t ombus' Fakto sistemik dan in4lamasi ikut

be pe an dalam pe ubahan te (adin1a hemostase dan koagulasi dan be pe an dalam memulai t ombosis 1ang inte miten* pada angina tak stabil' 8' Vasospasme 6e (adin1a #asokonst iksi (uga mempun1ai pe an penting pada angina tak stabil' =ipe ki akan adan1a dis4ungsi endotel dan bahan #asoakti4 1ang dip oduksi oleh platelet be pe an pada pe ubahan dalam tonus pembuluh da ah dan men1ebabkan spasme' Spasme 1ang te lokalisi sepe ti pada angina p inBmetal (uga dapat men1ebabkan angina tak stabil* dan mempun1ai pe an dalam pembentukan t ombus' /' E osi pada plak tanpa uptu 6e (adin1a pen1empitan (uga dapat disebabkan ka ena te (adin1a poli4e asi dan mig asi da i otot polos sebagai eaksi te hadap ke usakan endotelI adan1a pe ubahan bentuk dan lesi ka ena be tambahn1a sel otot polos dapat menimbulkan pen1empitan pembuluh dengan %epat dan keluhan iskemia' ,' Kadang bisa ka ena . emboli* kelainan kongenital* pen1akit in4lamasi sistemik

PENA*A+AKSANAAN *indakan !mum 3asien pe lu pe awatan di umah sakit*sebaikn1a di unit intensi4 ko one * pasien pe lu diisti ahatkan :bed est5* dibe i penenang dan oksigen' 3embe ian mo 4in atau petidin pe lu pada pasien 1ang masih me asakan sakit dada walaupun sudah mendapat nit oglise in' *era'i Medika Mentosa / 1' Cbat anti-iskemia a' Nit at . dapat men1ebabkan #asodilatasi pembuluh #ena dan a te iol pe i4e * dengan e4ek mengu angi p eload dan a4te load sehingga dapat mengu angi wall

st ess dan kebutuhan oksigen :C;1gen demand5' Nit at (uga menambah oksigen supla1 dengan #asodilatsai pembuluh ko one dan mempe baiki ali an da ah kolate al' =alam keadaan akut nit oglise in atau isoso bid dinit at dibe ikan se%a a sublingual atau in4us int a#ena' =osis pembe ian int a#ena . 1-/ mgD(am' +ila keluhan sudah te kendali maka dapat diganti dengan pe o al' 3 epa at . - Nit oglise in . Nit omo%k 2*, - , mg tablet sublingual Nit odis% ,- 10 mg tempelkan di kulit Nit ode m ,-10 mg tempelkan di kulit - Isoso bid dinit at . Isobit ,-10 mg tablet sublingual Isodil ,-10 mg tablet sublingual @edo%a d ,-10 mg tablet sublingual b' J-blo%ke . dapat menu unkan kebutuhan oksigen mioka dium melalui e4ek penu unan den1ut (antung dan da1a kont aksi mioka dium' +e bagai ma%am betablo%ke sepe ti p opanolol* metop olol* dan atenolol' Kont a indikasi pembe ian pen1ekat beta ant a lain dengan asma b onkial* b adia itmia' %' "ntagonis kalsium . dapat men1ebabkan #asodilatasi ko one dan menu unkan tekanan da ah' "da 2 golongan besa pada antagonis kalsium . - golongan dihid opi idin . e4ekn1a sebagai #asodilatasi lebih kuat dan penghambatan nodus sinus maupun nodus "V lebih sedikit dan e4ek inot opik negati4 (uga ke%il' @ontoh. ni4edipin' - golongan nondihid opi idin . golongan ini dapat mempe baiki su #i#al dan mengu angi in4a k pada pasien dengan sind om ko one akut dan 4 aksi e(eksi no mal' =en1ut (antung 1ang be ku ang* pengu angan a4te load membe ikan keutungan pada golongan nondihid opi idin pada sind om ko one akut dengan 4aal (antung no mal' @ontoh . #e apamil dan diltiaBem'

2' Cbat anti-ag egasi t ombosit Cbat antiplatelet me upakan salah satu dasa dalam pengobatan angina tidak stabil maupun in4a k tanpa ele#asi S6 segmen' 6iga gologan obat anti platelet 1ang te bukti be man4aat sepe ti aspi in* tienopi idin dan inhibito >3 IibDIIIa' a' "spi in . ban1ak studi telah membuktikan bahwa aspi in dapat mengu angi

kematian (antung dan mengu angi in4a k 4atal maupun non 4atal da i ,1? sampai F2? pada pasien dengan angina tidak stabil' Cleh ka ena itu aspi in dian(u kan untuk dibe ikan seumu hidup dengan dosis awal 1)0mgD ha i dan dosis selan(utn1a 80 sampai 82, mgDha i' b' 6iklopidin . obat ini me upakan suatu de i#at tienopi idin 1ang me upakan obat kedua dalam pengobatan angina tidak stabil bila pasien tidak tahan aspi in' =alam pembe ian tiklopidin ha us dipe hatikan e4ek samping g anulositopenia' %' Klopidog el . obat ini (uga me upakan de i#at tienopi idin 1ang dapat menghambat ag egasi platelet' E4ek samping lebih ke%il da i tiklopidin ' Klopidog el te bukti (uga dapat mengu angi st ok* in4a k dan kematian ka dio#askula ' =osis klopidog el dimulai 800 mgDha i dan selan(utn1aF, mgDha i' d' Inhibito glikop otein IIbDIIIa Ikatan 4ib inogen dengan esepto >3 IIbDIIIa pada platelet ialah ikatan te akhi pada p oses ag egasi platelet' Ka ena inhibito >3 IIbDIIIa menduduki esepto tadi maka ikatan platelet dengan 4ib inogen dapat dihalangi dan ag egasi platelet tidak te (adi' 3ada saat ini ada 8 ma%am obat golongan ini 1ang telah disetu(ui . - absiksimab suatu antibodi mooklonal - epti4ibatid suatu siklik heptapeptid - ti o4iban suatu nonpeptid mimetik

Cbat-obat ini telah dipakai untuk pengobatan angina tak stabil maupun untuk obata tambahan dalam tindakan 3@I te utama pada kasus-kasus angina tak stabil' 8' Cbat anti-t ombin a' !n4 a%tionated <epa in <epa in ialah suatu glikosaminoglikan 1ang te di i da i pelbagi antai

polisaka ida 1ang be beda pan(angn1a dengan akti#itas antikoagulan 1ang be beda-beda' "ntit ombin III* bila te ikat dengan hepa in akan beke (a menghambat t ombin dan dan 4akto Ka' <epa in (uga mengikat p otein plasma* sel da ah* sel endotel 1ang mempenga uhi bioa#aibilitas' 3ada penggunaan obat ini (uga dipe lukan peme iksaan t ombosit untuk mendeteksi adan1a kemungkinan hepa in indu%ed th ombo%1topenia :<I65' b' Aow Mole%ula $eight <epa in :AM$<5 AM$< dibuat dengan melakukan depolime isasi antai plisaka ida hepa in' =ibandingkan dengan un4 a%tionated hepa in* AM$< mempu1ai ikatan te hadap p otein plasma ku ang* bioa#aibilitas lebih besa ' AM$< 1ang ada di Indonesia ialah daltepa in* nad opa in* enoksapa in dan 4ondapa inu;' Keuntungan pembe ian AM$< ka ena %a a pembe ian mudah 1aitu dapat disuntikkan se%a a subkutan dan tidak membutuhkan peme iksaan labo ato ium' %' =i e%t 6h ombin Inhibito s =i e%t 6h ombin Inhibito s se%a a teo itis mempun1ai kelebihan ka ena beke (a langsung men%egah pembentukan bekuan da ah* tanpa dihambat oleh plasma p otein maupun platelet 4a%to /' <i udin dapat menu unkan angka kematian dan in4a k mioka d* tetapi komplikasi pe da ahan be tambah' +i#ali udin telah disetu(ui untuk menggantikan hepa in pada pasien angina tak stabil 1ang men(alani 3@I' <i udin maupun bi#ali udin dapat menggantikan hepa in bila ada e4ek samping t ombositopenia akibat hepa in :<I65' /' 6indakan e#askula isasi pembuluh ko one

6indakan e#askula isasi pe lu dipe timbangkan pada pasien dengan iskemi be at dan e4akte dengan te api medikamentosa' 3ada pasien dengan pen1empitan di le4t main atau pen1empitan pada 8 pembuluh da ah* bila dise tai 4aal #ent ikel ki i 1ang ku ang tindakan ope asi b1pass :@"+>5 mengu angi masukn1a kembali ke umah sakit' 3ada pasien dengan 4aal (antung 1ang masih baik dengan pen1empitan pada satu pembuluh da ah atau dua pembuluh da ah atau bila ada kont aindikasi tindakan pembedahan 3@I me upakan pilihan utama' 6eknik-teknik in#asi4 misaln1a pe %utaneous t ansluminal %o ona 1 angioplast1 :36@"5 dan bedah pintas a te i ko one dapat menu unkan se angan angina klasik' =engan 36@"*lesi ate oskle otik didilatasi oleh sebuah katete 1ang dimasukkan melalui kulit ke dalam a te i 4emo alis atau b akialis dan di do ong ke (antung' Setelah be ada di pembuluh 1ag sakit* balon 1ang ada di katete digembungkan' <al ini akan meme%ahkan plak dan me egangkan a te i' =engan bedah pintas* potongan a te i ko one 1ang sakit diikat* dan diambil a te i atau #ena da i tempat lain untuk dihubungkan ke bagian 1ang tidak sakit' "li an da ah dipulihkan melalui pembuluh ba u ini' 3embuluh 1ang paling se ing dit ansplantasikan adalah #ena sa4ena atau a te i mama ia inte na' 3emasangan selang a ti4i%ial atau stent ke dalam a te i aga tatap te buka kadang-kadang dilakukan dengan kebe hasilan 1ang be #a iasi' +edah pintas ko one menghilangkan n1e i angina tetapi tampakn1a tidak mempenga uhi mo talitas (angka-pan(ang'1 *era'i Non Medika Mentosa 1 1' Isti ahat memungkinkan (antung memompa lebih sedikit da ah :penu unan #olume sekun%up5 dengan ke%epatan 1ang lambat :penu unan ke%epatan den1ut (antung5' <al ini menu ukan ke (a (antung sehingga kebutuhan oksigen (uga be ku ang' 3osisi duduk adalah postu 1ang dian(u kan sewaktu be isti ahat' Sebalikn1a be ba ing* meningkatkan ali an balik da ah ke (antung sehingga te (adi peningkatan #olume diastolik akhi * #olume sekun%up dan %u ah (antung' 2' 6e api oksigen untuk mengu angi kebutuhan oksigen (antung'

PEN,E#AHAN 1' 3e ubahan li4e st1le :te masuk be henti me okok dan lain-lain5* penu unan ++*

pen1esuaian diet* olah aga te atu dan lain-lain'/ 2' Mengobati 4akto p edisposisi dan 4akto pen%etus . st ess* emosi* hipe tensi* pen1akit =M* hipe lipidemia* obesitas* anemia'8 8' Menghinda i beke (a pada keadaan dingin atau st es lain 1ang diketahui men%etuskan se angan angina klasik pada seseo ang'1 /' Membe ikan pen(elasan pe lun1a melatih akti#itas seha i-ha i sehingga untuk meningkatkan kemampuan (antung aga dapat mengu angi se angan (antung /

K%MP+IKASI 1' In4a k mioka dium :IM5 adalah kematian sel-sel mioka dium 1ang te (adi akibat keku angan oksigen 1ang be kepan(anga' <al ini adalah espon letal te akhi te hadap iskemia mioka dium 1ang tidak te atasi' Sel-sel mioka dium mulai mati setelah sekita 20 menit mengalami keku angan oksigen' Setelah pe iode ini* kemampuan sel untuk menghasilkan "63 se%a a ae obs len1ap dan sel tidak memenuhi kebutuhan ene gin1a'1 2' " itmia Ka ena insidens 3&K dan hipe tensi tinggi* a itmia lebih se ing didapat dan dapat be penga uh te hadap hemodinamik' +ila %u ah (antung dan tekanan da ah tu un ban1ak* be penga uh te hadap ali an da ah ke otak* dapat (uga men1ebabkan angina* gagal (antung'/ 8' >agal &antung >agal (antung te (adi sewaktu (antung tidak mampu memompa da ah 1ang %ukup untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nut ien tubuh' >agal (antung disebabkan dis4ungsi diastolik atau sistolik' >agal (antung diastolik dapat te (adi dengan atau

tanpa gagal (antung sistolik' >agal (antung dapat te (adi akibat hipe tensi 1ang lama :k onis5' =is4ungsi sistolik sebagai pen1ebab gagal (antung akibat %ede a pada #ent ikel* biasan1a be asal da i in4a k mioka d'1

PR%#N%SIS 3ada angina tidak stabil bila dapat didiagnosis dengan tepat dan %epat se ta membe ikan pengobatan 1ang tepat dan ag esi4 maka dapat menghasilkan p ognosis 1ang baik' Namun bila tidak dapat menimbulkan kematian'

KESIMP!+AN "ngina pekto is tidak stabil me upakan suatu ge(ala atau sind om 1ang menandakan adan1a iskemi pada sel-sel otot (antung' Iskemi te sebut timbul akibat ketidakseimbangan anta a suplai dan kebutuhan oksigen pada (antung 1ang biasan1a te (adi ka ena a te oskle osis' Sind om te sebut timbul dengan asa n1e i pada ki i dan dapat men1eba ke lengan ki i* punggung* ahang* atau ke dae ah abdomen' "ngina tidak stabil dapat te (adi pada saat isti ahat atau saat melakukan ke (a dan dapat dise tai dengan keluhan sepe ti mual* muntah*sesak napas* dan ke ingat dingin'

$AF*AR P!S*AKA 1' EliBabeth &' @o win' +uku saku pato4isiologi'Edisi ke-8'&aka ta. 3ene bit +uku Kedokte an E>@I200G'hal'/G2-,0/' 2' =a#id 2ubenstein* =a#id $a1ne*&ohn + adle1' Ae%tu e Notes. Kedokte an Klinis' Edisi ke-)'&aka ta. 3ene bit E langgaI200)'hal'2GF-801' 8' Ma di Santoso' 3eme iksaan Fisik =iagnosis' &aka ta . Ha1asan =iabetes IndonesiaI 200/'hal',0-,F' /' +uku a(a Ilmu pen1akit dalam (ilid II'Edisi ke-,'&aka ta.Inte na

3ublishingI200G'hal'1F28-8/' 5. E'N'Kosasih dan "'S'Kosasih' 6a4si an hasil peme iksaan labo ato ium klinik' &aka ta. Ka isma 3ublishingI2008'hal'82)-8' )' +u nside* &ohn $' =iagnosis Fisik' Edisi ke-1F' &aka ta. E>@I1GG,' F' 6' +ah i "nwa =(ohan' 3en1akit &antung Ko one dan <ipe tensi'200/'=iunduh da i http.DDlib a 1'usu'a%'id* 2, Septembe 2011' 8' @hung E'K' 3enuntun 3 aktis 3en1akit Ka dio#askule '&aka ta. 3ene bit +uku Kedokte an E>@I2000'