Anda di halaman 1dari 35

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Pada saat ini sumber tenaga listrik memegang peranan yang sangat penting dalam kegiatan sehari-hari, baik dalam bidang usaha industri besar maupun usaha industri kecil. Listrik digunakan sebagai penerang dan suplai motor listrik untuk menggerakan suatu peralatan mekanis, dapat menjalankan suatu kontrol dalam pengoperasian suatu industri. Pada masa sekarang ini sumber tenaga listrik selalu digunakan sebagai tenaga pengganti dari tenaga manusia, tetapi perlu di ingat bahwa kebutuhan energi listrik selalu berjalan lancar karena sering mendapat gangguan-gangguan, terjadi kerusakan pada suatu peralatan yang dioperasikan melalui sumber tenaga listrik. Untuk itu industri menengah keatas, diperlukan suatu perbaikan dan perawatan listrik agar dapat mengatasi gangguan dan kerusakan pada peralatan saat dioperasikan. Maka para ahli dalam kelistrikan selalu mempelajari perubahan maupun perkembangan yang terjadi pada masa sekarang ini dan yang akan datang. Disamping itu dengan adanya perkembangan suatu peralatan yang digunakan maka terlebih dahulu kita harus mengetahui cara penggunaannya, baik sifat atau karakteristik dari peralatan tersebut. masalah pada pengoperasiannya. 1.2 Manfaat DanTujuan dapun manfaat dari praktik ini khususnya bagi kami yaitu pengetahuan kami menjadi banyak wawasan kami semakin luas serta kami dapat merangkai peralatan kontrol listrik. Dalam penyusunan laporan bengkel ini yang membahas pembuatan simulator kontrol pompa pencegah air melimpah ini bertujuan ! a. Mengenal dan memahami semua bahan dan peralatan yang digunakan dalam kontrol mesin pompa pencegah air melimpah. gar dapat mengetahui cara penggunaan alat tersebut harus benar-benar diperhatikan karena dapat mengakibatkan suatu

b. Mengetahui cara pemasangan dari semua bahan serta alat yang di gunakan dalam pembuatan simulator ini. c. Dapat menjelaskan sebab terjadinya kesalahan atau kerusakan pada sistem tersebut. d. Mengetahui bagaimana langkah-langkah perawatan dan perbaikan dari suatu kondisi suatu kerja rangkaian tersebut. 1.3 Permasalahan dapun pembatasan masalah dalam laporan ini adalah permasalahan pada perawatan motor induksi "# pada simulator kontrol mesin pompa pencegah air melimpah. $adi untuk perbaikan dan perawatan dikhususkan pada kerusakankerusakan yang terjadi pada sistem yang disebabkan oleh karakteristiknya bukan pada sistem mekanisnya. dapun masalah yang akan diuraikan dalam kontrol pompa pencegah air melimpah ini adalah ! ". %ancang bangun dalam kontrol pompa pncegah air melimpah. &. Motor yang digunakan dalam kontrol mesin pompa pencegah air melimpah dan cara perawatan motor "# tersebut. 1. !"stemat"ka Penul"san 'istematika dalam penulisan laporan bengkel listrik semester ( ini adalah sebagai berikut ! )ab * ! Pendahuluan Memuat tentang latar belakang dan tujuan dari latihan praktek bengkel listrik semester (. dalam bab ini dibagi menjadi empat bagian yaitu ! Umum, +ujuan, Pembatasan Masalah dan 'istematika Penulisan. )ab ** ! +injauan Pustaka +erdiri dari teori dasar mengenai motor " fasa, berbagai macam peralatan listrik beserta penjelasannya dan lain-lain. )ab *** ! Daftar Peralatan dan )ahan

Menjelaskan mengenai alat-alat dan bahan yang dipergunakan dalam praktek bengkel listrik semester *, )ab *,! Pembahasan Membahas secara keseluruhan mengenai cara atau prinsip kerja dari sistem kontrol mesin pompa pencgah air melimph, baik secara manual maupun otomatis, serta bagaimana cara perawatan dan perbaikannya. )ab , ! Penutup )erisi tentang kesimpulan dan saran pada praktek bengkel listrik semester ,*.

BAB II TIN#AUAN PU!TA$A 2.1 Umum Pompa air adalah suatu alat pemindah air dari suatu tempat ke tempat yang lain.untuk menggerakan pompa air ini dibutuhkan motor yang sesuai dengan yang akan digerakkan dengan motor.untuk menggerakan pompa dibutuhkan kontrol motor baik motor tersebut. 2.2 M%t%r 1 & Dalam motor induksi "#,kumparan fasa terpisah sejauh ./0 listrik Pada permukaan stator. $ika kumparan ini dieksitasi dengan tegangan & # ,yaitu +egangan yang berbeda dalam fasa waktunya sebesar ./0 ,setiap arus menghasilkan medan bolak 1balik atau berdenyut, tetapi gabungan dari medan ini menghasilkan medan putar tunggal seperti dalam motor 2 #. $ika tegangan " # dikenakan pada lilitan stator motor induksi "#,arus bolak-balik akan mengalir dalam lilitan tersebut.arus stator ini membangkitkan medan yang serupa dengan yang ditunjukan dalam gambar &.". selama setengah siklus man arus stator sedang mengalir seperti arah yang ditunjukkan ,kutub selatan terbentuk pada permukaan stator selalu disepanjang garis medan statisioner. dan kutub utara - ,selama setengah siklus berikutnya dan berikutnya dan polartasnya dibalik secara periodik, aksinya - .$adi medan ini tidak berputar tetapi merupakan - mupun motor D- untuk mengatur kecepatan dari motor

'

Gambar 2.1 Medan stator berdenyut sepanjang garis AC Tidak ada kopel yang dihasilkan 'eperti halnya dalam transformator, tegangan diinduksikan dalam rangkaian sekunder yang dalam hal ini rotor, karena rotor motor induksi "# adalah type sangkar tupai yang serupa dengan motor fasa banyak, arus rotornya mengalir seperti yang ditunjukan pada gambar &.". arus motor membentuk kutub pada permukaan rotor tetapi karena kutub ini selalu dalam garis lurus 3sepanjang garis -4 dengan kutub stator ,tidak ada kopel yang dibangkitkan dalam kedua arah tersebut .5leh sebab itu motor induksi "# tidak start sendiri 3self-starting4 tetapi memerlukan beberapa cara penstartan khusus. kan tetapi jika lilitan stator "# dalam gambar &." dieksitasi dan motor diputar dengan alat bantu .konduktor rotor memotong medan stator dan menyebabkan gaya gerak listrik dalam motor tersebut. 6al ini dijelaskan pada gambar &.& yang menunjukan rotor yang berputar searah jarum jam.

Putaran

'

Gambar 2.2 GGL yang dibangkitkan dalam konduktor rotor dalam Arah yang ditunjukan oleh titik dan silang $ika fluksi stator arahnya keatas, maka arah ggl yang dibangkitkan seperti yang ditentukan oleh aturan tangan kanan fleming, akan keluar pada seperti yang ditunjukan dengan tanda titik dan silang .setelah siklus kemudian arah ggl yang dibangkitkan akan dibalik .7gl rotor yang dibangkitkan berubah fasanya terhadap arus staor dan fluksi .akan tetapi karena tahanan rotor yang rendah dan induktansi yang tinggi ,maka arus rotor yang dihasilkan tertinggal dari ggl rotor yang dibangkitkan hampir ./0 .7ambar &.2 menunjukan hubungan fase dari arus stator dan fluksi, ggl rotor dan arua rotor dan fluksi.
Arus (an fluks" stat%r

)* (erajat

Gambar 2.3 Hubungan phasa dari stator dan luksi! ggl rotor yang dibangkitkan "ari arus rotor dan luksi. #luksi rotor terhadap luksi stator sebesar $%%

8ilai maksimum medan yang dihasilkan oleh arus rotor seperti yang ditunjukan dalam gambar &.9 hampir : siklus setelah ggl rotor yang dibangkitkan telah mencapai nilai maksimumnya. Putaran D A B

'

7ambar 2.& medan silang yang dihasilkan oleh arus stator ' priode Lebih lambat dari pada medan stator . ;arena medan rotor tegak lurus terhadap medan stator ,sehingga dikatakan medan silang 3cross field4 karena rotor mengalir akibat ggl balik,medan yang dihasilkan dari arus ini juga bolak-balik dan aksinya selalu disepanjang D),gambar &.9.medan silang ini santa serupa dengan medan yang dihasilkan oleh kumparan lain yang ditempatkan pada stator dalam ruang di dikenakan pada kumparan seperti dalam motor &#. ;arena medan silang bekerja tegak lurus terhadap medan stator dan juga ketinggalan dari medan stator sebesar ./0dalam fasa waktu ,kedua medan bergabung membentuk suatu medan putar resultan yang berputar pada kepesatan sinkron. +etapi harus diingat bahwa medan silang dihasilkan oleh aksi generator dan oleh sebab itu hanya ada jika rotor berputar.ternyata juga bahwa kekuatan medan silang harus sebanding dengan kepesatan sinkron medan silang mempunyai kekuatan hampir sama dengan medan stator.+etapi karena motor induksi harus beroperasi pada suatu kesempatan yang lebih rendah daripada kepesaan singkron,majka medan silang sedikit lebih lemah daripada medan stator pada kepsatan operasi yang sebenarnya ini berati medan putar dalam motor dan - dalam gambar &.9 dan dieksitasi oleh tegangan ./0 dibelakang tempat tegangan yang

induksi "#tidak beraturan dan kekuatanya tidak konstanta seperti medan dari motor fase banyak .oleh sebab itu ,kopelyang dihasilkan oleh motor induksi "# tidak beraturan atau berdenyut .inilah alasannya mengapa banyak motor "# dipasang pada bantalan karet atau pegas dan kebisingan yang sudah merupakan bawaan motor yang demikian. 2.3 Peralatan l"str"k 2.3.1 Alat Ukur Peralatan listrik ini memakai sumber tegangan D- atau baterai dan pada praktek ini peralatan elektris yang digunakan adalah sebagai berikut! 2.3.1.1 Mult"meter lat ukur ini berfungsi sebagai alat pengukuran tegangan, arus dan tahanan. Untuk mengetahui terminal-terminal terhubung atau tidak. ;ita dapat mengeceknya dengan menggunakan multimeter pada posisi ohmmeter pada posisi yang benar. 2.3.1.2 Busher )usher berfungsi untuk mengecek hubungan terminal dengan terminal lainnya. Disamping itu juga dapat untuk mengecek phasa netral. )usher ini akan berbunyi apabila terhubung dan untuk mengecek hubungan yang terhubung atau tidak busbar akan berbunyi. 'elain dari pada itu busher ini sangat sensiti<e karena sejauh apapun bunyinya akan ada asalkan terhubung. 2.3.2 Peralatan Bantu Peralatan bantu ini mempermudah kita dalam melakukan pekerjaan terutama pada saat pengecekan, pemasangan dan lain-lain, yang antara lain ! + +espen adalah alat praktis yang berfungsi untuk mengetahui apakah penghantar dan terminal bertegangan atau tidak, dan juga dapat berfungsi sebagai obeng 3-4. + Mesin bor berfungsi untuk membuat lubang, baik pada dinding tembok atau pada panel. )esar kecilnya lubang tergantung pada bor yang digunakan.

2.3.3 2.3.3.1

Peralatan Elektr"s dapun peralatan elektris yang dipakai yaitu sebagai berikut! M"n"ature '"r,u"t Breaker -M'B. M-) adalah miniature circuit breaker yang merupakan alat pengaman

otomatis apabila terjadi beban lebih. Pada setiap penambahan arus akan menimbulkan panas yang sangat besar sehingga arus akan naik. ;arena itu untuk mengurangi atau melindungi rangkaian ini dari panas yang berlebihan maka dipakailah pengaman berupa M-). dapun prinsip kerja dari M-) hampir sama dengan sekring, apabila terjadi hubung singkat atau beban lebih maka M-) akan bekerja secara otomatis memutuskan arus listrik tersebut. Adapun karakteristik dari MC( adalah sebagai berikut ! M-) merupakan pengaman beban lebih dan gangguan arus hubung singkat. =ungsi M-) sebagai pengaman beban lebih dimana alat ini bekerja dengan system pemanasan logam bimetal, jadi apabila beban yang terpasang pada rangkaian melebihi kemampuan peralatan maka bimetal pada M-) akan panas dan pada saat itulah logam ini akan melengkung yang akhirnya akan menyebabkan putusnya rangkaian. 'elanjutnya setelah bimetal ini dingin maka logam ini akan kembali kebentuk semula dan akhirnya rangkaian akan dapat terhubung kembali. 'edang untuk gangguan arus hubung singkat, M-) menggunakan kumparan elektromagnetik yang akan bekerja apabila arus yang terlalu besar melewati kumparan elektromagnetik ini yang akan menimbulkan panas sehingga akan memutuskan anak kontak ke koil. 2.3.3.2 Penghantar -$a/el. Penghantar merupakan media yang dapat menghantarkan arus listrik jadi yang dimaksud dengan penghantar disini adalah kabel listrik. ;abel ini adalah semua jenis hantaran yang digunakan untuk hantaran arua listrik pada suatu rangkaian atau instalasi. )ahan yang digunakan sebagai penghantar adalah bahan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan baik.

Diantara jenis penghantar yang baik adal tembaga dan aluminium. Penghantar tembaga banyak digunakan di *ndonesia, bahannya mempunyai tahanan jenis yang kecil yaitu /,/">&9 mm &, tahan terhadap korosi memiliki tegangan tarik yang sangat tinggi serta mudah diperoleh. Pemakaian aliminium adalah sebagai bahan hantar karena sifatnya yang tahan terhadap korosi, daya hantar baik. 2.3.3.3 NT' +hermistor 8+- merupakan resistor dengan koefisien temperatur negatif yang sangat tinggi. +hermistor jenis ini dibuat dari oksida dari kelompok elemen transisi besi misalnya 3=?&/2, 8i5, -o/ dan lain-lain4. 5ksida-oksida ini mempunyai resisti<itas yang sangat tinggi dalam @at murni, tetapi bisa ditransformasikan kedalam semikonduktor dengan jalan menambahkan sedikit ion-ion lain yang <alensinya berbeda. 6arga nominal biasanya ditentukan pada temperatur &A /-. Perubahan resistansinya yang didapatkan oleh non linieritasnya ditunjukkan dalam bentuk diagram resistansi dengan temperatur. ;ode warna

Gambar 2.) *imbol dan konstruksi +TC

2.3.3.

!aklar 'aklar adalah suatu alat yang digunakan untuk menghubungkan atau

memutuskan rangkaian listrik. 5leh karena itu saklar teresebut harus memenuhi syarat-syarat antara lain !

+ + +

Mempunyai tahanan kontak yang kecil sekali, waktu saklar ini menghubungkan rangkaian. Mempunyai tahanan yang besar sekali waktu kontak tersebut harus membuka dan memutuskan rangkaian. Mampu mengalirkan arus beban pada waktu saklar tersebut terhubung maka arus pada beban mengalir pada saklar itu, bila tahanan kontak dari saklar itu besar maka akan timbul panas. Macam-macam saklar, yaitu! a. !aklar Tunggal 'aklar tunggal adalah saklar yang memiliki dua terminal, satu untuk penghantar pasa dan satu keluaran untuk penghantar keluaran saklar. Bang mana saklar ini digunakan untuk saklar pengatur penerangan pada suatu ruangan dari satu arah. )eberapa beban dari beberapa tempat dapat dilayani saklar tunggal yang mengoperasikan dari satu tempat.

a. Gambar2., a. "agram lokasi /.

b.

b. -enga.atan saklar tunggal

!aklar Im0uls 'aklar impuls adalah saklar yang bekerja dipengaruhi oleh magnet, dimana posisi saklarna akan berubah pada setiap impuls yang diberikan. Lama pengoperasian dari tombol tekan tidak mempengaruhi sistem kerjanya. 'aklar impuls mempunyai dua buah posisi kontak yaitu 58 pada impuls pertama dan 5== pada impuls kedua. Pada saklar impuls ini terdapat terminal " dan terminal & sebagai terminal dari kontak bantu 58 dan terminal a dan b sebagai terminal kumparan.

+erminal " langsung mendapat arus dari terminal netral, sedangkan terminal dihubungkan ke beban sebagai penghubung line dari kontak bantu. +erminal b dihubungkan kesalah satu saklar tekan 58 sehingga kumparan bekerja menarik kontak bantu dengan menggunakan hantaran terminal " dan & yang akan terhubung sehingga beban akan langsung bekerja.

A B Gambar 2./ a. "iagram lokasi ,. b. penga.atan saklar impuls !aklar Putar1!elekt%r 'elektor atau saklar putar adalah suatu saklar yang cara pengoperasiannya dengan cara diputar. Didalam selektor ini terdapat poros yang dapat diputar dengan satu atau lebih diperingan. Pada masing-masing piringan ini terdapat liku-liku pada porosnya yang dipasang sesuai dengan pelayanannya. 'aklar ini memiliki dua buah poros, yaitu ! (. tombol dari pasa C dan tombol ke beban beberapa buah !aklar Pelam0ung - 2l%3 !3"t,h . 'aklar apung ini pada dasarnya bekerja berdasarkan batas le<el dari permukaan air. pabila pelampung berada dalam keadaan tergantung berarti saklar pada posisi 8- dan apabila pelampung berada pada posisi terapung berarti berarti saklar berada pada keadaan 85. =ungsi dari saklar ini pada kontrol mesin pompa air adalah untuk menghidupkan dan mematikan kontaktor.

!aklar Tal" Pelam0ung Pull4

Gambar 2.0 1a2 3onstruksi saklar pelampung 1b2 3ontak +4 dan +C pada saklar pelampung e. !aklar tekan /atas - l"m"t s3"t,h . 'aklar tekan batas pada dasarnya juga merupakan saklar yang bekerja bila mendapat tekanan, badanya dengan tombol tekan adalah hanya pada pelayanan dari saklar tersebut. Pemakaiannya adalah sebagai alat bantu kontrol dari pengontrol mesin-mesin yang memerlukan saklar yang aktif dengan mesin tersebut. 'aklar ini juga mempunyai kontak normal 85 3 normally open 4 dan 8- 3normally closeed 4. 2.3.3.5 Lam0u Tan(a Lampu tanda atau indikator digunakan pada peralatan kontrol untuk menandai bekerja atau tidaknya suatu peralatan D rangkaian. $ika lampu tanda dipergunakan untuk menandai suatu peralatan sedang bekerja, maka lampu tanda dipasang seri kontak 85, sedangkan apabila lampu tanda dipergunakan untuk menandai tidak bekerjanya suatu peralatan, maka lampu tanda dipasang paralel dengan kontak 8- pada rangkaian yang mengontrol peralatan tersebut. 2.3.3.6 $%ntakt%r

;ontaktor adalah sebuah peralatan listrik yang dipergunakan untuk mengoperasikan beban dengan menggunakan magnet sebagai penggeraknya. Penggerak magnet adalah sebuah kumparan yang bekerja apabila mendapat sumber tegangan yang akan menimbulkan magnet untuk menarik tuas dari anak kontak. 'ebuah kontaktor dari kumparan magnet dapat dirancang untuk arus bolak balik atau arus seara. ;ontaktor magnet akan bekerja normal bila tegangan mencapai EAF dari tegangan kerjanya. )ila tegangan kerja turun maka kontaktor akan bergerak. ;ontaktor ini mempunyai dua jenis anak kontak yaitu 85 dan 8pada saat kontaktor mulai bekerja, anak kontak 85 akan terhubung dan anak kontak 8- akan terbuka secara konstruksinya kontaktor mempunyai dua dua bagian anak kontak yaitu kontak utama dan kontak bantu. #ungsi masing5masing anak kontak $%ntak utama digunakan untuk mengoperasikan berbani besar. ;emampuan hantar arus besar karena mempunyai penampangi yang besar. nak kontaknya hanya terdapat kontak 85 3normally open4 saja. $%ntak /antu7 mempunyai penampang yang lebih kecil karena hanya digunakan untuk beban sistem pengontrolan yang arusnya relatif kecil. Pada anak kontaknya terdapat kontak 85 dan 8-. Penandaan pada terminalterminal kontaktor menurut standar U?- adalah sbb! ", 2, A ! +erminal suply masukan 3kontak utama yang dihubungkan ke sumber 4 &, 9, ( ! +erminal suply keluaran 3 kontak utama yang dihubungkan ke beban 4 2,"9 &,&& a,b ! ;ontak bantu 85 3normally open4 ! ;ontak bantu 8- 3normally closed4 ! +erminal kumparan magnet ;ontaktor dapat dioperasikan dengan pengontrolan menggunaka sebuah saklar magnet 3a,b4 diatur oleh bekerjanya saklar, bila saklar pada posisi 58 kontaktor akan bekerja sebaliknya pada posisi 5== kontaktor akan terlepas. Untuk pengaturan kontaktor dengan sistem sentuh bias digunakan saklar tombol tekan. 6anya dengan sekali menekan tombol dari tombol tekan

3push button4 kontaktor akan bekerja terus menerus dan bekerja atau mematikan setelah sumber terputus. 'ebagai tombol 58 digunakan tombol 85 dari tombol tekan dan untuk tombol 5== digunakan 8-. gar kontaktor dapat bekerja terus menerus harus ada penguncinya yaitu anak kontak bantu 85 dari dari kontaktor yang dioperasikan, yang dihubungkan paralel dengan kontak 8- dari tombol tekan. 2.3.3.8 9ela4 %elay adalah sebuah alat yang bekerja dengan secara otomatis mengatur atau memasukan suatu rangkaian listrik rangkaian tripDalarm akan masuk apabila tekanan dalam ruangannya mencapai nilai tertentu akibat adanya perubahan dari rangkaian hidrolik. =ungsi dari suatu relay adalah untuk mengamankan peralatan dari kemungkinan yang terjadi. dapun macam-macam dari relei yaitu! a. 9ela4 /e/an le/"h Pemasangan rele beban lebih ini bertujuan untuk mengamankan atau memberikan perlindungan terhadap motor dari kerusakan atau memberikan pencegahan terhadap terjadinya kerusakan akibat dari pembebannan lebih. )eberapa penyebab terjadinya beban lebih dari motor , antara lain ! mendadak +erjadinya arus hubung singkat +erbukanya salah satu fasa dari motor rus yang terlalu besar yang timbul pada belitan motor akan menyebabkan kerusakan dan terbakarnya belitan motor. Untuk menghindari maka dipasanglah alat perlindungan 3 protection relay 4 pada alat pengontrol. /. 9ela4 Termal Be/an Le/"h %elay termal banyak sekali diigunakan untuk melindungi motor arus searah atu arus bolak-balik dari ukuran kecil sampai menengah. %elay ini +erlalu besarnya beban mekanik dari motor 'tar yang terlalu besar atau motor berhenti

bekerja berdasarkan panas yang ditimbulkan, ketika bimetal akan melakukan penggerakan kontak mekanis pemutus rangkaian listrik. dapun fungsi dari reset mekanis adalah untuk mengembalikan kontak keposisi semula serta pengaturan arus trip bila terjadi beban lebih sedang arus setting berfungsi sebagai arus pemanasnya. 2.3.3.: D"%(a Dioda adalah suatu komponen yang mempunyai & kutub dan secara normal menghantar ke satu arah yaitu dari anoda ke katoda. 6al ini bukan berarti tidak ada jenis dioda yang bekerja pada kondisi yang berlawanan. IA -+. -;. 3a4 Gambar 2.$ 1a2 *imbol dioda 1b2 3arakteristik "ioda $ika anoda lebih positif dari katoda, anoda berfungsi sebagai switch penutup dan pada kondisi ini dioda disebut dalam keadaan forward biased. $ika lebih negatif dari katoda, dioda berfungsi sebagai switch terbuka dan pada keadaan ini dioda dikatakan dalam keadaan re<erse biased. 3b4 <A$

BAB III P9A$TE$ PE9A=ATAN DAN PE9BAI$AN 3.1 Daftar Peralatan dapun peralatan yang digunakan pada praktek maintenance dan repair antara lain sebagai berikut ! 8o. " & 2 9 9 A > E . "/ "" 3.2 Daftar Mater"al dapun daftar material yang digunakan pada praktek maintenance dan repair antara lain sebagai berikut ! 8o. " & 2 9 9 A > E . "/ "" "& "2 "9 "A Daftar Material Motor " 'aklar Pelampung 'aklar Putar 'aklar )iasa +ombol +ekan Lampu +anda M-) 2 "/ =use Lengkap ( *mpuls ;ontaktor )iasa G 5L ;ontaktor G +imer 58 Delai 8+Dioda %elei %elei +imer $umlah & 2 & & 2 . & " " & " & > > " 8ama Peralatan 5beng 3G4 besar 5beng 3-4 besar 5beng 3G4 kecil 5beng 3-4 kecil +espen +ang ;ombinasi +ang Potong +ang ;upas +ang )uaya Multitester Mistar $umlah " " " " " " " " " " "

"( 3.3 #urnal $eg"atan TAN>>AL

larm

"

9a/u7 2:+*3+2**8

PU$UL />.// - />."A />."( - /E.// /E./" - /..2/ /..2" - "/.// "/./" - "&.// "&./" - "&."A "&."( - "&.2/ />.// - />."A />."( - />.9A />.9( - /..2/

?AN> DI LA$U$AN pel pagi. Melihat-lihat keadaan dan pembagian kelompok. Pembagian alat dan bahan. )reak. Melepaskan kabel yang terpasang pada panel kontrol air melimpah. )reak &. pel siang lalu pulang. pel pagi. Mempelajari gambar rangkaian serta panel kontrol. Penjelasan tentang seluruh pekerjaan oleh dosen pengajar. )reak. ;ami mulai pekerjaan dengan membongkar seluruh rangkaian kontrol air melimpah, lalu perlahan-lahan dan dengan sangat hati-hati kami memasang seluruh netral yang ada pada rangkaian. )reak &. pel siang lalu pulang. pel pagi. Memasang rangkaian yang ada pada halaman no. &> fotokopi buku praktek. )reak. Melanjutkan pemasangan rangkaian yang belum terpasang. )reak &. pel siang lalu pulang. pel pagi. Melanjutkan pekerjaan kemarin kami memasang keluaran b"A ke terminal no. A, d"( 3"&4, terminal no. &", dan d"( 3"4. Lalu d"( 3"24 ke -&2 3("4C -&2 3(&4 ke d2/ 3E4C d2/ 3""4 ke " d">. )reak. Melanjutkan pemasangan hingga tiada terasa waktu telah menunjukkan pukul "&.// siang sehingga kami terpaksa menghentikan pemasangan dan melanjutkan keesokan harinya. )reak &.

$am"s7 2)+*3+2**8

/..2" - "/.// "/./" - "&.//

"&./" - "&."A "&."( - "&.2/ />.// - />."A />."( 1 /..2/ #um@at7 3*+*3+2**8 /..2" - "/.// "/./" - ""."/ ""."" - "".&A "".&( - "".9/ !en"n7 *2+* +2**8 />.// - />."A />."( - /..2/

/..2" - "/.// "/./" - "&.//

"&./" - "&."A

"&."( - "&.2/ />.// - />."A />."( - /..2/

!elasa7 *3+* +2**8

/..2" - "/.// "/./" - "&.//

"&./" - "&."A "&."( - "&.2/ />.// - />."A />."( 1 /..2/

pel siang lalu pulang. pel pagi. ;ami kembali merangkai kontrol yaitu memasang kabel 8+- &" H && lalu menyambungkannya ke terminal no. " H & kemudian memasang n". 3G4 ke terminal no. &AC n". 3-4, n&A 3-4, n&( 3-4, n&E 3-4, n&. 3-4, n2. 3-4, terminal no. &(, no. &E, no. 2/, no. 2&, no. 29, H no. 2( di kopel. lalu n&A 3G4 di pasang ke terminal no. &>, n&( 3G4 di pasang ke terminal no. &., n&E 3G4 di pasang ke terminal no. 2", n&. 3G4 di pasang ke terminal no. 22, n2. 3G4 di pasang ke terminal no. 2A. )reak. 'etelah selesai memasangkan seluruh dioda kami melanjutkan pemasangan kabel dimulai dari d"" 3(4 ke 5L -&" 3.>4C dari d"( 3(4 ke 5L -&2 3.>4. ;emudian 5L -&" 3.E4 ke -&" 3A24C 5L -&2 3.E4 ke -&2 3A24. Lalu -&" 3A94 ke terminal no. "AC -&2 3A94 ke terminal no. ">. Memasang kabel dari keluaran =use ke keluaran 85 d&>, ke 5L -&" 3.A4, ke keluaran 85 d2/, ke 5L -&2 3.A4, ke masukan 85 d2&, ke keluaran 85 d"&, ke keluaran 85 d">, ke keluaran 85 d2>, ke terminal no. "", dan ke alarm. )reak &. pel siang lalu pulang. pel pagi. 'etelah melakukan apel pagi kami bergegas menuju tempat praktek kami tidak lama kemudian kami telah sampai di tempat praktek, kami pun mengambil posisi masing-masing kemudian langsung bekerja sesuai dengan yang telah ditentukan. )reak. Dengan semangat dan kerja keras serta kemauan yang tinggi akhirnya kami pun dapat menyelesaikan rangkaian tersebut hanya saja kami belum memasangkannya ke panel kontrol. +anpa banyak bicara kami pun langsung memasukkan rangkaian kedalam panel kontrol. )reak &. pel siang lalu pulang.

9a/u7 * +* +2**8

/..2" - "/.// "/./" - "&.//

"&./" - "&."A "&."( - "&.2/

/>.// - />."A />."( - /E.// /E./" - /..2/ $am"s7 *5+* +2**8 /..2" - "/.// "/./" - "&.// "&./" - "&."A "&."( - "&.2/ />.// - />."A />."( - /..2/ /..2" - "/.// "/./" - "&.//

!a/tu7 *8+* +2**8

"&./" - "&."A "&."( - "&.2/ />.// - />."A />."( - /..2/ !en"n7 *)+* +2**8 /..2" - "/.// "/./" - "&.// "&./" - "&."A "&."( - "&.2/ />.// - />."A />."( - /..2/

!elasa7 1*+* +2**8

/..2" - "/.// "/./" - "&.//

"&./" - "&."A "&."( - "&.2/

pel pagi. ;ami menguras bak hingga bersih. )apak 'udirman memeriksa pekerjaan kami dan menerangkan tentang suatu yang kami tidak ketahui. )reak. Melanjutkan pemasangan rangkaian dengan cara bergantian setiap "A menit sekali. )reak &. pel siang lalu pulang. pel pagi. Melanjutkan pemasangan kemarin. )reak. lhamdulillah tiada terasa akhirnya kami pun telah menyelesaikan pemasangan rangkaian keseluruhan. Dan kami memutuskan untuk melakukan pengecek-an pada besok hari. )reak &. pel siang lalu pulang. pel pagi. kbar dan $ayaI mengecek rangkaian dengan teliti. )reak. Melanjutkan pengecekan, sedangkan 6eryadi dan 6enky secara bergantian mengisi air ke dalam bak. )reak &. pel siang lalu pulang. pel pagi. 'etelah melakukan pengecekan ternyata ada beberapa bagian yang salah pasang atau terpasang bukan pada tempatnya. Lalu kami pun memasangkan komponen yang salah tersebut pada tempatnya masing-masing. )reak. kbar menghubungkan kabel suplai ke dalam rangkaian lalu $ayaI dan 6eryadi melakukan pengetesan. 'etelah dilakukan pengetesean ternyata masih ada beberapa komponen yang tidak bekerja kemudian 6enky dan kbar mengecek komponen yang tidak bekerja tersebut dengan alat multitester. )reak &. pel siang lalu pulang.

/>.// - />."A />."( 1 /..2/ /..2" - "/.// "/./" - "".9/ 9a/u7 11+* +2**8 "".9" - "&.//

"&./" - "&."A "&."( - "&.2/ />.// - />."A />."( - />.2/ />.2" - /..2/ /..2" - "/.// "/./" - "/.9A

$am"s7 12+* +2**8

"/.9( - "&.//

"&./" - "&."A "&."( - "&.2/

pel pagi. 6eryadi mengganti katup yang rusak, kbar dan $ayaI melanjutkan pencarian komponen yang tidak bekerja. )reak. kbar dan $ayaI telah selesai memperbaiki komponen yang tidak bekerja, kemudian 6enky dan 6eryadi melalukan pengetesan. lhamdulillah pekerjaan kami telah selesai walaupun tidak begitu sempurna. ;ami melaporkan kepada )apak 'udirman, beliaupun men- -- nya lalu beliau menyuruh kami mempresentasikan pekerjaan kami kepada kelompok & karena mereka ingin bertukar tempat dengan kami. )reak &. pel siang lalu pulang. pel pagi. ;ami pindah ke kontrol Milling lalu kelompok 9 mempresentasikan tentang kontrol tersebut. 6eryadi dan $ayaI membongkar rangkaian kontrol Milling tersebut. )reak. kbar dan 6enky memulai pekerjaan dengan memasang seluruh & kontaktor untuk netral lalu 6eryadi dan $ayaI memasang masukan =/, =2, =E, ="", ="2, ="A, dan ="( di jumper. 'etelah itu kami memasang keluaran =/ ke kabel suplai, keluaran =2 ke 85 3",2,A4 ;". lalu melalui 5L keluarannya ke terminal no. "-2, keluaran =E ke 85 3",2,A4 ;&" lalu melalui 5L keluarannya ke terminal no. "2-"A, keluaran ="" ke 85 3",2,A4 ;2" lalu melalui 5L keluarannya ke terminal no. "(-"E, keluaran ="2 ke 85 3",2,A4 ;22 lalu melalui 5L keluarannya ke terminal no. ".-&", keluaran ="A ke 85 3",2,A4 ;2( lalu melalui 5L keluarannya ke terminal no. &&-&9 dan ="( keluarannya ke terminal no. &A. )reak &. pel siang lalu pulang.

/>.// - />."A />."( - /..2/

#um@at 13+* +2**8 /..2" - "/.// "/./" - ""."/

!a/tu 1 +* +2**8

""."" - "".&A "".&( - "".9/ />.// - />."A />."( - /..2/ /..2" - "/.// "/./" 1 "".9A

pel pagi. Melanjutkan pekerjaan kami yang kemarin, terminal no. &( terminal no.&>, terminal no. >A, terminal no. A., masukan 8- 5L ;"., masukan 8- 5L ;&", masukan 8- 5L ;2", masukan 85L ;22, masukan 85 3A4 ;">, masukan 85 324 ;">, masukan 8- 3("4 ;2(, masukan 85 5L ;2(, masukan 85 5L ;22, masukan 85 5L ;2", masukan 85 5L ;&", masukan 85 5L ;"., masukan 85 3A24 ;"., masukan 85 3A24 ;&", masukan 85 3A24 ;&>, masukan 85 3A24 ;2", masukan 85 3A24 ;22, dan masukan 85 3E24 ;2A kami jumper. )reak. 'ebelum break tadi kami telah memasang masukan sesuai dengan gambar, selanjutnya kami memasang keluarannya ketempat masing-masing sesuai dengan gambar petunjuk. +idak terasa kami telah merangkai J dari gambar hal. &". )reak &. pel siang lalu pulang. pel pagi. ;ami melanjutkan pekerjaan kemarin yang belum selesai. Pada akhirnya kami pun dapat menyelesaikan rangkaian dengan sangat hati-hati. )reak. 'etelah break kamipun bergegas memasukkan rangkaian ke tempatnya lalu memasang ?M?%7?8-B '+5P ke terminal no. &A H &(, M" 5== ke terminal no. &. H 2/, M" 58 ke terminal no. 2& H 2", M& 5== ke terminal no. 22 H 29, M& 58 ke terminal no. 2A H 2(, M2 5== ke terminal no. 2> H 2E, M2 58 ke terminal no. 2. H 9/, M9 5== ke terminal no. 9" H 9&, M9 58 ke terminal no. 92 H 99, '29 b ke terminal no. 9A H 9(, '29 a ke terminal no. 9> H 9E, ?.,.P ke terminal no. 9. H A/, MA 5== ke terminal no. A" H A&, MA 58 ke terminal no. A2 H A9, '2( b ke terminal no. AA H A(, '2E ke terminal no. A. H (/, 62> ke terminal no. (", 62E ke terminal no. (&, 62. ke terminal no. (2, 69/ ke terminal no. (9, 69" ke terminal no. (A, 69& ke terminal no. ((, 692 ke terminal no. (>, 699 ke terminal no. (E, 69A ke terminal no. >/, 69> ke terminal no. >", 69E ke terminal no. >&, 69. ke terminal no. >2, 6A/ ke terminal no. A(,

"".9A - "&.//

!en"n7 16+* +2**8

"&./" - "&."A "&."( - "&.2/ />.// - />."A />."( - /E.2/

/E.2" - /..//

/../" - /..2/

/..2" - "/.// "/./" - "&.//

6A" ke terminal no. >A. ;ami melakukan pengecekkan, lhamdulillah rangkaian yang kami pasang dapat bekerja hanya lampu tanda saja yang tidak bekerja dengan baik, kamipun langsung mengatasinya. )reak &. pel siang lalu pulang. pel pagi. ;ami langsung mengecek rangkaian dengan teliti, dan setelah kami melakukan pengecekkan ternyata ada dua kabel yang belum terpasang pada tempatnya sehingga menyebabkan rangkaian kami tidak bekerja dengan maksimal. Lalu setelah memasang kabel tersebut kamipun mulai mengecek kembali dan akhirnya rangkaian tersebut bekerja dengan baik. ;ami melaporkan pekerjaan kami pada )apak 'udirman lalu beliau menyuruh kelompok 9 mengecek pekerjaan kami tersebut. Dan kelompok 9 pun mengecek pekerjaan kami tidak lama kemudian kelompok 9 pun membenarkan pekerjaan kami. ;ami pindah ke +raffic Light setelah disetujui oleh )apak 6erman, lalu kami meminta kelompok 9 pun untuk mempresentasikan +raffic Light tersebut setelah selesai kamipun mulai membongkar rangkaiannya. )reak. ;ami memulai pekerjaan dengan memasang seluruh netral, lalu dilanjutkan dengan keluaran '/" ke masukan =/" lalu keluaran =/" ke 8- 394 ;">, ke 8- 3E4 ;">, ke 85 324 ;/+, ke 85 324 ;(, ke 85 3.4 ;"", ke 8- 3E4 ;", ke 85 324 ;"A, ke 85 324 ;&&, dan ke 85 3.4 ;&>. 'etelah itu 3"4 ;"> ke " ;/+C 3""4 ;"> ke 394 ;"&+, ke 394 ;"", ke 324 ;A+, dan ke 3>4 ;""C 3"4 ;"&+ ke " ;"C 3"4 ;/+ ke terminal no. " H &C 3"4 ;"" ke 324 ;"C 3"4 ;" ke " ;9+, ke " ;A+, dan ke " ;(C 3"4 ;( ke 3"4 ;9+C 394 ;9+ ke terminal no. 2 H 9C 324 ;9+ ke terminal no. A H (C 3"4 ;A+ ke 3(4 ;"" dan ke 3A4 ;">C 3(4 ;"> ke " ;"" dan ke " ;"&+C 3""4 ;. ke terminal no. > H EC 3""4 ;" ke 394 ;&E+, ke 394 ;&>, ke 324 ;&"+, dan ke 3>4 ;&>C 3"4 ;&E+ ke masukan 8+- dan ke 324 ;"(C keluaran 8+- ke " ;"A, ke 3"4 ;"(, ke " ;"(, dan ke " ;">C 3"4 ;"A ke terminal no.

"&./" - "&."A "&."( - "&.2/ />.// - />."A />."( - /E.//

. H "/C 3"4 ;&> ke 3>4 ;"A C 3(4 ;"A ke " ;&/+, ke " ;&"+, dan ke " ;&&C 3"4 ;&& ke 3"4 ;&/+C 394 ;&/+ ke terminal no. "" H "&C 324 ;&/+ ke terminal no. "2 H"9C 3"4 ;&"+ ke 3(4 ;&> dan ke 3.4 ;"AC 3""4 ;"A ke " ;&> dan " ;&E+C 3""4 ;&> ke terminal no. "A H "(. )reak &. pel siang lalu pulang. pel pagi. ;ami melanjutkan pekerjaan yang kemarin dengan memasukkan rangkaian ke dalam panel kontrol lalu memasangkan 6& ke terminal no. ", 62 ke terminal no. &, 6> ke terminal no. 2, 6E ke terminal no. 9, 6. ke terminal no. A, 6"/ ke terminal no. (, 6"2 ke terminal no. >, 6"9 ke terminal no. E, 6"E ke terminal no. ., 6". ke terminal no. "/, 6&2 ke terminal no. "", 6&9 ke terminal no. "&, 6&A ke terminal no. "2, 6&( ke terminal no. "9, 62/ ke terminal no."A, 62" ke terminal no. "(, dan yang terakhir memasangkan kabel suplai. Melakukan pengecekkan dan ternyata tidak ada satu pun +raffic Light yang menyala. Mencari kesalahan mengapa tiada satupun +raffic Light yang menyala. Dan pada akhirnya kamipun belum bisa menemukan kesalahan tersebut sehingga kami menyerah karena hari itu merupakan hari terakhir melakukan pekerjaan. Mengembalikan peralatan. )reak. Lalu pulang.

!elasa7 18+* +2**8 /E./" - /E."/ /E."" - /..//

/../" - /..2/ /..2" - "/.//

3.

>am/ar 9angka"an 3.2.1 $%ntr%l A"r Mel"m0ah

BAB I< ANALI!A .1 $%ntr%l A"r Mel"m0ah .1.1 Deskr"0s" $erja 9angka"an $%ntr%l Pada rangkaian kontrol listrik pompa pencegah air melimpah ini dapat dioperasikan secara manual dan otomatis. 5perasi otomatis digunakan untuk kerja mesin yang sesuai dengan urutan kerjanya. Pengoperasian secara otomatis ini dilakukan apabila semua bagian mesin dalam kondisi normal dan siap untuk bekerja. Pada operasi manual biasanya digunakan untuk hal-hal yang bersifat darurat 3sementara4, antara lain ! a. Untuk melihat kondisi kerja rangkaian, apakah sudah layak untuk dioperasikan secara untuk kontinyu dan dalam yang cukup lama. b. Untuk pengecekan rangkaian setelah perbaikan apabila terjadi gangguan. .1.1.1 Peng%0eras"an !e,ara Manual Pada pengoperasian secara manual ' // dioperasikan dan ' "2, ' &/ pada posisi &, kedua pompa bekerja menghisap air dari drum sumber ke drum penampungan. Pengoperasian pada saat manual sama seperti pada posisi otomatis, hanya kedua pompa ini beroperasi tergantung dari ) "2 dan ) &/. ) "2 atau ) &/ di kombinasikan dengan ; "9+ dan ; &&+, dimana kedua timer ini sebagai switch sementara untuk mengalirkan suplai kepompa, untuk selanjutnya suplai pompa akan dapat dioperasikan dari ) "2 atau ) &/. Pengesetan waktu pada ; "9+ atau ; &&+ ini diharapkan hanya sesaat sehingga pompa tidak 58 pada saat air tidak ada 3) "2 atau ) &/ tidak beroperasi4. .1.1.2 Peng%0eras"an !e,ara At%mat"s -ara pengoperasian rangkaian simulator pompa pencagah air melimpah secara otomatis adalah sebagai berikut !

'etelah ' /" dioperasikan dan ) "", ) "( pada posisi " kedua pompa bekerja menghisap air dari drum penampungan. Pada saat air mencapai le<el 2 pada drum penampungan ) "" beroperasi meng off kan kedua pompa. Dari pompa yang di off kan tadi memenuhi air, ) "( beroperasi dimana ) /" ini menandakan bahwa air penuh ditandai dengan sebuah =loting switch on. Pada kondisi air naik saklar )"" menutup pergerakan pompa & sehingga pada le<el & pompa dapat bekerja brgantian. Pada saat pompa & bekerja. Dimana batas air mencapai le<el 2. ini berarti bahwa air masukan lebih besar dari pada pembuangan maka pulley akan menutup kontak )"/ sehingga motor bekerja bersamaan. +indakan pengamanan air yang terus meningkat maka pada le<el 9 diletakkan sebuah floting switch yang berfungsi untuk menghidupkan tanda bahaya seperti serine. 'aklar utama adalah saklar 2 fhasa )/" yang mempunyai posisi / dan ", motor 2 fhasa )/" yang tegangan utama rangkaian sesuai dengan peralatan yang digunakan yaitu &&/ ,. ;emudian air dari drum penampungan dipakai yang ditandai dengan membuka keran yang mengalir ke drum sumber maka air pada drum penampungan akan menyusut. Pada saat batas air menyusut Pada le<el &, ? 2" beroperasi meng on kan motor " atau motor & 3 bergantian salah satu pompa 4. Pada saat air mencapai le<el 2 pompa mati begitu seterusnya. .1.2 Def"n"s" Pera3atan Dan Per/a"kan Perawatan dan perbaikan suatu mesin pada umumnya merupakan hal yang penting untuk menjaga umur dan ketahanan komponen-komponennya, serta mencegah kemungkinan terjadi kerusakan yang terus menerus. Dalam menangani permasalahan mengenai pemeeliharaan mesinmesin pompa tidaklah mudah, mengingat dari tiap komponen tidak sama keadaannya, bentuk, dan konstruksinya. Perawatan dilakukan dengan seksama sehingga diharapkan peralatan atau mesi dapat awet, sama dengan memberi hasil yang berdaya guna yang besar. 5leh karena itu untuk menghadapi proses pemeliharaan dan pencegahan diperlukan adanya rencana, jadwal, organisasi

dan usahakan pengendalian biaya sebaiknya sesuai dengan keadaan dan kemampuan dari suatu perusahaan atau industri berat. 'elanjutnya sistem organisasi pengaturan pengadaan barang 3spare part4 dan sistem pelaksanaan perawatan cukup, yaitu fasilitas tenaga, pelaksanaan perkakas, spare part dan pembinaan atau pengaturan. $adi secara umum kegiatan perawatan dapat didefenisikan sebagai suatu usaha atau proses kegiatan perawatan yang bersifat priodik dan kontinyu demi kelangsungan akti<itas mesin dan perawatan. 'elanjutnya tugas dan fungsi dari seksi perawatan dan perbaikan meliputi ! ". =ungsi a. =ungsi utama - perawatan dan perbaikan peralatan - distribusi kekuatan dan pengawasan penggunaanya b. =ungsi tambahan - keselamatan kerja - ser<is &. +ugas dan pekerjaan seksi perawatan dan perbaikan a. pekerjaan mekanik - meliputi perawatan dan perbaikan - efisiensi waktu, uang dll b. pekerjaan umum - keselamatan kerja Pada dasarnya kegiatan perawatan suatu mesin dapat dibedakan atas dua bagian yaitu ! a. Perawatan rutin Perawatan ini adalah perawatan yang dilakukan secara rutin misalnya! 'etiap hari perawatan ini dapat berupa pembersihan peralatan atau komponen mesin, pelumasan, pengecekan komponen serta perawatan rutin lainnya.

b. Perawatan priodik Perawatan priodik adalah perawatan atau kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan secara priodik atau dalam jangka waktu tertentu, misalnya seminggu sekali, sebulan sekali dan akhirnya satu tahun sekali. Perawatan priodik ini dapat pula dilakukan dengan cara melumasi bagian yang terpenting. .1.3 Pr%se(ur Pera3atan Ditinjau dari segi prosedur perawatan, perawatan dapat dibedakan menjadi beberapa bagian, yaitu! .1.3.1 PreBent"Be Ma"ntenan,e -Pera3atan Pen,egahan. Pekerjaan yang telah dilakukan dalam pemeliharaan pencegahan pada umumnya besifat bagaimana untuk menghindari kerusakan tidak memberikan tanda-tanda sebelumnya. 'eandainya mesin sedang beroperasi tiba-tiba harus berhenti karena rusak. Untuk menghindari hal-hal tersebut diatas, maka perlu diambil perawatan dan pencegahan semaksimal mungkin dengan cara mlakukan pengecekan setiap hari sesuai dengan rencana yang telah ada, ini dilakukan oleh seksi perawatan dan dari data yang diambil dari data mesin itu sendiri atau dari catatan. Pencegahan itu meliputi! a. b. c. .1.3.2 Melumasi mesin Memberikan mesin dan komponen lainnya Melakukan perbaikan-perbaikan ringan mesin Pre(",t"Be Ma"ntenan,e -Pera3atan Peramalan. Perawatan predicti<e adalah suatu istilah yang relatip baru baru sekarang ini sebagai pemakaian umum. Pengenalan perubahan dalam kondisi fisik adalah alas an yang prinsif untuk pemeliharaan, suatu yang logis bila dipertimbangkan pemakaian panca indra untuk pembongkaran dan inspeksi bagian dalam. ;arena melalui pengukuran priodik hal ini mungkin untuk

mengidentifikasi keadaan-keadaan yang membutuhkan koreksi sebagai masalah perkembangan. Pemeliharaan predicti<e mengambil dari fakta bahwa perlengkapan komersil tersedia dan dapat diapakan seperti penganalisaan secara priodik dan dimonitor terus menerus dengan alarm-alarm yang belum dipasang. .1.3.3 '%rre,t"Be Ma"ntenan,e -Pera3atan $%reks". Perawatan berjalan merupakan system perawatan yang dilakukan pada saat peralatan sedang beroperasi. -ara perawatan ini masuk dalam system perawatan yang direncanakan, untuk diterapkan pada saat mesin atau peralatan sedang beroperasi. -ara perawatan ini dapat diterapkan pada saat mesin sedang beroperasi kontinyu dalam melayani proses produksi. ;egiatan perawatan dilakukan dengan jalan memonitor secara aktif. Dari hasil perbaikan yang dilakukan secara tepat, cepat, dan terencana, ini diharapkan dapat menjamin kondisi peralatan yang sedang beroperasi tanpa adanya gangguan yang menyebabkan kerusakan. .1.3. Break(%3n Ma"ntenan,e -Pera3atan !etelah terja(" $erusakan. )eberapa peralatan yang beroperasi pada unit tersendiri atau terpisah dari proses pembuatan tidak akan langsung mempengaruhi seluruh proses produksi bila terjadi suatu kerusakan untuk peralatan tersebut tidak perlu perawatan lebih besar dari pada biaya perbaikan atau penggantian ssudah rusak lebih murah , cepat dan mudah serta kehoilangan waktu produksi yang sedikit dari pada perawat pencegahan. Dalam hal ini peralatan dibiarkan beroperasi sampai terjadi kerusakan, sehingga waktu produksi tidak berkurang. -ontohnya menentukan sistem perawatan akibat kerusakan yang dilakukan pada mesin-mesin industri ringan, bila terjadi kerusakan dapat segera diperbaiki. Untuk menunjang kerja dari prawatan ini perlu disiapkan suku cadang, material, alat-alat dan tenaga kerja.

'istem perawatan setelah terjadi kerusakan dapat diterapkan pada industri yang mengejar target produksi dalam waktu yang telah ditentukan. .1. Akt"B"tas Pera3atan kti<itas perawatan tersendiri dari empat bagian diatas , yaitu check up atau inspeksi, perawatan pre<entife, reparasi, dan o<erhoul. -heck up -heck up atau inspeksi adalah akti<itas prawatan dengan cara Melakukan pengontrolan berkala terhadap suatu peralatan, menciptakan mesin selalu siap operasi, penjagaan bagian-bagian penting, o<er houl dan mengontrol mutu serta pola perawatan. Perawatan pre<entife 'uatu perawatan terhadap peralatan dengan melakukan pelumasan %eparasi %eparasi adalah bentuk perawatan dengan melakukan penggantian pada bagian-bagian yang tidak layak pakai. 5<er houl 5<er houl adalah kegiatan bongkar pasang terhadap suatu peralatan didalam melakukan suatu akti<itas perawatan dan perbaikan. .1. .1 P%m0a Pompa yang baru selesai dipasang atau yang sudah lama, harus terlebih dahulu diperiksa sebelum dijalankan. adalah sebagai berikut! a. Pemeriksaan tadah isap dan pipa isap $ika sebelum pembangunan instalasi ada benda asing, kotoran atau sampah yang masuk kedalam pipa isap atau tadah isap, maka pompa akan mengalami gangguan yang serius. ;arena itu pompa harus diperiksa sebelum dicoba dan harus terhindar dari benda-benda yang dapat mengganggu dan yang merusak haruslah disingkirkan. b. Pemeriksaan sistem listrik dapun prosedur pemerksaan Pemer"ksaan Pen(ahuluan Dengan 'ara Menjalankan

;etepatan kapasitas sirkuit, ukuran kabel, isolasi kabel, serta sambungan kabel harus diyakinkan sesuai dengan peraturan. c. Pemeriksaan arah putaran Pemeriksaan arah putaran biasanya dilakukan dengan terlebih dahulu melepas kopling atau menghubungkan pompa dan motor penggerak. Motor diperiksa sendiri dan diperiksa arah putarannya. .1. .2 prosedur ! a. Pembacaan pengukuran Pembacaan ini dilakukan pada saat pompa beroperasi yaitu dengan mengukur arus listrik, daya listrik, daya isap, dan daya keluaran air harus disesuaikan pada data yang ada pada name plate pompa air itu. b. Pemeriksaan getarani dan bunyi Pompa tidak boleh mempunyai getaran yang berlebihan. Pompa tidak boleh berbunyi yang luar biasa karena akti<itas atau siring maupun bunyi dari bantalan. .1.5 Anal"sa >angguan Dan 'ara Mengatas"n4a Perbaikan adalah suatu cara mengatasi dari beberapa gangguan yang dapat menyebabkan kerusakan pada mesin. Pompa tidak mau berputar Penyebab pompa tidak mau berputar antara lain ! a. +erjadinya mengatasinya b. pengaratan dengan pada cara bagian dalam pompa, pompa cara dan adalah membongkar dapun hal-hal yang menjadi permasalahan dari berbagai perbaikan adalah sebagai berikut! Pemer"ksaan $%n("s" A0eras" Pemeriksaan ini dilakukan pada saat pompa beroperasi dengan

membersihkan bagian pompa yang berkarat tersebut. ;arena mesin pompa yang mengalami panas. Untuk mengatasinya adalah dengan cara membongkar impeller tersebut lalu membersihkannya.

c.

*mpeler menjadi lengket. Untuk mengatasinya dengan cara membongkar impeller tersebut lalu membersihkannya. ,olume pompa mengecil

a. b. c. d. e.

Pada bagian pipa saluran masuk 3pipa isap4, terdapat rongga udara yang dapat menyebabkan <olume pompa yang mengecil. kibat menurunnya tenaga mesin. Untuk mengatasinya yaitu dengan cara membongkar dan memperbaiki mesin tersebut. 'eal mekanik mengalami kerusakan, untuk mengatasinya yaitu dengan cara mengganti seal mekanik tersebut dengan yang baru. $arak isap pompa tersebut terlalu tinggi, untuk mengatasinya yaitu dengan mengurangi ketinggian dari jarak isap pompa tersebut. Pompa saluran air mengalami kebocoran, untuk mengatasinya yaitu dengan memperbaiki saluran pipa tersebut yang mengalami kebocoran dengan cara mengganti ataupun menambal lobang yang bocor tersebut.

f.

*mpeler tersumbat benda-benda asing, cara mengatasinya yaitu dengan membongkar impeller tersebut dan membersihkan bagian yang tersumbat. Pompa berputar tetapi air tidak mau keluar atau aliran kurang besar

a. b. c. d. e. a. b. c.

;utub keluaran harus dibuka. rah putaran tidak boleh terbalik. ;antong udara dalam pipa harus terbuka untuk membuka udara dan periksalah kemiringan pipa isap, sambungan pipa. Perbaiki dan ganti bagian yang mengalami kerusakan. Pompa berputar tetapi air tidak mau keluar atau aliran kurang besar )unyi getaran terlalu berlebihan ;ecilkan pembukaan katup keluar jika pompa beroperasi dengan kapasitas yang berlebihan. ;encangkan sambungan pipa isap. )allan kembali impeller atau ganti dengan yang baik. )antalan panas melebihi batas.

a. b.

7emuk yang berlebihan akan membuat bantalan panas.7anti dengan gemuk yang sesuai dalam jumlah yang tidak berlebihan. )ersihkan karat bila terjadi kebocoran, jika perlu di ganti. BAB < PENUTUP

5.1

$es"m0ulan 'etelah praktikan selesai melaksanakan praktik )engkel Listrik 'emester

*, ini, yang mana di titik beratkan pada perbaikan dan perawatan. Dari hasil praktik di atas dapat di simpulkan ! ". &. 2. Pada rangkaian kontrol listrik pompa pencegah air melimpah ini dapat dioperasikan secara manual dan otomatis. 5perasi otomatis digunakan untuk kerja mesin ynag sesuai dengan urutan kerjanya. Pengoperasian secara otomatis ini dilakukan apabila semua bagian mesin dalam kondisi normal dan siap untuk bekerja. 5.2 ". !aran gar dapat melaksanakan praktek kerja )engkel Listrik 'emester khususnya perbaikan dan perawatan, terlebih dahulu kita harus dapat membaca rangkaian dari tiap- tiap sistem yang akan kita perbaiki. &. ;ita harus mempelajari deskripsi- deskrisi dari sitem yang akan kita perbaiki, karena deskrisi ini merupakan gambaran cara kerja dari sistem tersebut secara umum dan secra garis bersarnya saja. 2. Dalam perbaiakan dan kesalahan 1 kesalahan pada system terlebih dahulu harus melihat mana sumber yang menuju kesistem. 'elanjunya mencatat kesalahan yang di tujukan pada inductor. 9. Memeriksa setiap terminal dengan mengunakan bu@@er untuk mengetahui apakah terhubung, bertegangan atau putus.

DA2TA9 PU!TA$A ". %ida *smu. K, ".E&. L *nstalasi -ahaya dan +enaga L $ilid *, $akarta &. P. ,an 6arten, ".>9. L*nstalasi rus ;uat L $ilid *,**. 7ronigen 8oordharff 8edherland. 2. L%ancangan ListrikM 'emester *,, P?D- )andung.