Anda di halaman 1dari 24

PENGEMBANGAN ORGANISASI & ORGANISASI PEMBELAJAR

Modul 5: 1. Pengembangan Organisasi 2. Organisasi Pembelajar

Pengembangan Organisasi (Organization Development=OD)


A. B. C. D. E. F. G. Pengertian Pengembangan Organisasi Karakteristik OD Kritik Terhadap OD Proses Pengembangan Organisasi Diagnosis Intervensi OD Perubahan Sifat Pengembangan Organisasi

Pengertian Pengembangan Organisasi


See Tabel 5.1 by Egan: beberapa definisi OD common body of knowledge Worly & Feyerherm (2003) syarat sebuah OD: a. Menghasilkan perubahan pada sistem organisasi b. Melibatkan aspek pembelajaran transfer skill c. Keinginan menciptakan efektifitas Michael Beer (1980): a. Aplikasi & transfer pengetahuan b. Berbasis ilmu prilaku (behavioral science) c. Diterapkan secara sistemik & terencana d. Untuk pengembangan & penguatan kembali strategi, struktur & proses efektifitas Tugas OD: Membantu karyawan bergairah & tertarik meningkatkan kinerja Sasaran jangka panjang OD: Kepuasan kedua belah pihak. Ekonomi dari sisi owner, dan kepuasan dari sisi karyawan

Karakteristik OD
Harvey & Brown (1996) Terencana Kolaboratif Berorientasi Kinerja Berorientasi Humanism Pendekatan sistem Methode Ilmiah

Karakteristik OD
McLean (2006) Multidisiplin berbasis applied behavioral science) Tujuan: Efektifitas Target utama: seluruh organisasi Pentingnya komitmen manajemen puncak & bottom up Terencana & jangka panjang Fokus: sistem organisasi menyeluruh Kolaboratif Menggunakan cara2 baru Berbasis edukasi & nilai2 humanism: pengembanga nilai, sikap, norma Dibantu change agent, change team & manajer lini Perlunya tindakan lanjutan Intervensi terhadap proses & struktur butuh kemampuan bekerjasama dgn individu & kelompok yg diintervensi

Kritik Terhadap OD
Greiner: 1. Lebih mendahulukan individu ketimbang organisasi 2. Lebih mengedepankan aspek informal organisasi 3. Perubahan prilaku lebih diutamakan daripada diagnosis menyeluruh 4. Proses lebih diutamakan daripada tugas-tugas organisasi 5. Peran konsultan lebih dominan 6. Paket program lebih disukai daripada meyelesaikan situasi riil

Kritik Terhadap OD
French & Bell: 1. Mengaitkan OD dengan kemampuan meningkatan efektifitas organisasi sulit dilakukan 2. Problem validitas internal 3. Problem validitas eksternal 4. Lemhanya teori OD 5. Masalah berkaitan dengan perubahan sikap 6. Masalah berkaitan dengan pendekatan normal science dalam melaksanakan riset OD Burke: Relevansi OD terhadap issue2 kontemporer: kepemimpinan, perubahan strategik, kekuasaan, dan sistem penghargaan

Proses Pengembangan OD
Huses Model: Scouting Entry Diagnosis Planning Action Stabilization & Evaluation Termination

Diagnosis
Beer & Spector (1993): Metode untuk menganalisis masalah organisasi dan mempelajari pola prilaku baru Kajian dalam diagnosis: 1. elemen-elemen yang membentuk organisasi: divisi, departmen, produk dan hubungan interaktif antar elemen, membandingkan level manajerial 2. Proses organisasi: network komunikasi, team problem solving, pengambilan keputusan, gaya kepemimpinan, metode perencanaan & penetapan tujuan, manajemen konflik Bahasan dalam diagnosis: 1. Model diagnosis untuk memetakan kondisi organisasi 2. Proses diagnosis

Diagnosis
Model Diagnosis: 1. The Six-Box Organizational Model: memeberi perhatian yang sama pada setiap variable 2. The 7 S Framework: efektifitas organisasi datangnya dari berbagai faktor, perubahan yang berhasil membutuhkan keterkaitan antar variabel (American & Japanese Style) 3. The Star Model: keterkaitan antar komponen organisasi 4. The Congruence Model: berbasis pada open system 5. The Burke Litwin Model: faktor penyebab perubahan transformational & Incremental

Proses OD
Diagnosis Proses: See gambar 5.8 p. 5.29 8 tahapan proses diagnosis Tentative problem --- Evaluasi

Intervensi OD
Friendlander & Brown (1974):
Technical

Intervensi OD
See Tabel. 5.4 p. 5.34 untuk melihat tehnik intervensi: 1. Latihan Kepekaan 2. Kisi Pengembangan Organisasi 3. Survei Umpan Balik 4. Konsultasi proses 5. Transactional Analysis 6. Intergroup Activities 7. Third-party Peacemaking: pertemuan konfrontasi organisasi, pencerminan organisasi, kualitas hidup kerja

Perubahan Sifat Pengembangan Organisasi


Fokus: Kelompok kerja Organisasi Dinamika kelompok & perubahan terencana Perubahan sistem & Organisasi Konsekuensi: Perubahan ke makro (transformasi organisasi keseluruhan) menjadikan OD kurang mampu mempromosikan nilai-nilai dasar humanis dan demokrasinya

Organisasi Pembelajar
Peter Drucker (1998): Era ke depan adalah era pengetahuan. Diperoleh melalui proses pembelajaran organisasi. Informasi melimpah diproses menjadi pengetahuan dan diaplikasikan bagi pengambilan keputusan manajemen Hamel & Prahalad (1994): Perlunya perusahaan memiliki kompetensi inti (core competence): menciptakan value dari kapabilitas unik yang dimiliki

Organisasi Pembelajar
Kinerja organisasi ditentukan oleh VRIN: Valuable Rare (langka) In-Imitable (tak dapat ditiru) Nonsustainable (tak tergantikan) Leibold (2005): 6 trend pada organisasi di dunia. Tugas kognitif utama: pergeseran mind-set. Implikasinya: perusahaan terus melakuakn pembelajaran

Pembelajaran Organisasional vs Organisasi Pembelajar


Herbert Simon (1969), pembelajaran: 1. Pengembangan pengetahuan 2. Hasil kegiatan organisasi Organizational Learning (OL): pembelajaran organizational / pembelajaran dalam organisasi proses Learning Organization (LO): organisasi pembelajar

Pembelajaran Organisasional vs Organisasi Pembelajar


Marqurdt & Kearsley mendefinisikan LO: Organisasi Pembelajar adalah: Lembaga dengan kapasitas besar Mengumpulkan, menyimpan, mentransfer pengetahuan Mentransformasi diri demi keberhasilan perusahaan Memberdayakan orang2nya untuk belajar Pemanfaatan teknologi utk optimalisasi pembelajaran & produktifitas.

Pembelajaran Organisasional vs Organisasi Pembelajar


Pedler (1997), Organisasi Pembelajar: 1. Memiliki suasana dimana anggota2nya terdorong untuk belajar 2. Memperluas budaya belajar ke stakeholder 3. Pengembangan SDM sebagai pusat kebijakan bisnis 4. Proses transformasi organisasi terus menerus Kesimpulan: Organisasi yg secara terencana & terus menerus memfasilitasi anggotanya agar mampu terus berkembang & mentransformasi diri baik secara kolektif maupun individual dalam meraih hasil atau kinerja yang meningkat, sesuai dengan kebutuhan yang dirasakan bersama antara individu dan organisasi Proses pembelajaran sehingga terbentuk organisasi pembelajar disebut sebagai pembelajaran organisasional

Karakteristik Organisasi Pembelajar


Megginson & Pedler (1992) Schein (1985) Marquardt (1996)

Model Sistem Organisasi Pembelajar


Marquardt & Reynolds (1994): 11 elemen pokok agar pembelajaran terjadi: 1. Struktur organisasi yang memadai 2. Budaya pembelajaran 3. Peberdayaan 4. Kreasi ilmu pengetahuan & transfer pengetahuan 5. Teknologi pembelajaran 6. Kualitas pembelajaran 7. Strategi pembe;ajaran 8. Lingkungan yang mampu mendukung 9. Kelompok kerja dan jejaring kerja 10. Visi pembelajaran 11. Keterkaitan antar budaya

Model Sistem Organisasi Pembelajar


Senge (1990): 5 faktor disiplin pembelajaran 1. System thinking: semua orang mesti belajar bagaimana cara menyikapi segalanya secara holistik & bahwa serentetan kejadian akan saling mempengaruhi satu sama lain 2. Personal mastery: terus menerus memperjelas dan memperdalam visi personal, memfokuskan energi, mengembangakan kesabaran, menilai realitas secara obyektif 3. Mental model: bagaimana cara menggali gambaran internal dunia, untuk membawanya ke permukaan dan secara tekun menelitinya dengan cermat how things work. Senge menyebutkan: suatu aktifitas perenungan, terus menerus mengklarifikasi dan memperbaiki gambarangambaran iternal kita tentang dunia, dan melihat bagaimana hal itu membentuk tindakan & keputusan kita 4. Share vision: setiap orang berbagi visi bersama tentang masa depan. Kepemimpinan merupakan kunci dalam menciptakan dan mengkomunikasikan visi 5. Team learning: Tim merupakan kunci sukses organisasi masa depan dan setiap individu belajar bagaimana cara belajar

Model Sistem Organisasi Pembelajar


Marquardt (1996):
Organisasi

Pengetahuan

Pembelajaran

Teknologi

Orang

Sub Sistem Pembelajar


Tingkatan: Individual, Group (Team), Organisasi Type: Adaptive, Anticipaty, Deutero, Action Ketrampilan 5 Disiplin (Senge) & Dialogue Subsistem Transformasi Organsisasi Subsistem Pemberdayaan Orang Subsietem Pengetahuan Subsistem Teknologi