Anda di halaman 1dari 21

Modul 6 MANAJEMEN PENGETAHUAN & INOVASI ORGANISASI

1. Knowledge Management 2. Inovasi Organisasi

Toffler (1980) 3 gelombang perubahan: 1. Agrarian era 2. Industrial era 3. Post industrial, information era Terdapat Quantum leap antar gelombang, diawali dengan inovasi Inovasi Pengetahuan Perubahan

Pendahuluan

Pendahuluan
Hubungan Timbal Balik:
Pengetahuan

Perubahan

Inovasi

Pendahuluan
Komoditas kunci pada era informasi: data sumber informasi (dipecah & digabung) pengetahuan Pengetahuan mudah diakses inovasi dimana-mana perubahan keseimbangan baru Pengetahuan menjadi komoditas penting. Negara yang menguasai pengetahuan lebih memiliki daya saing Institusi bisnis juga mengembangkannya knowledge base economy Perusahaan=institusi keuangan + institusi pengetahuan

Knowledge Management
A. Memasuki Era Informasi & Pengeahuan Perubahan model bisnis: Brick-and-mortar-business click-and-mortar-business Quiz: Beri contoh bahwa masyarakat saat ini hidup di era informasi Implikasi perubahan pola: 1. Knowledge worker 2. Property organisasi 3. Siklus pendek 4. Dukungan ICT Karakteristik era informasi & pengetahuan 1. Mudah diperoleh dan cepat kadaluarsa 2. Permasalahan semakin kompleks 3. Perubahan external berengarug pada organisasi dengan hubungan pengaruh yang sulit diprediksi

Knowledge Management
B. Organisasi Sebagai Institusi Pengetahuan Morgan (1997): Organizations as brains: mampu memproses informasi dan melakukan pembelajaran (menciptakan, mendesiminasi dan mewujudkannya dalam produk, jasa, dan sistim organisasi)

Knowledge Management
C. Data, Informasi, Pengetahuan & Kearifan Contoh: buku Berupa data, informasi, pengetahuan & kearifan tinggi Wisdom/principle Pengetahuan/pola Informasi/hubungan rendah Data/symbols Mudah
Hierarki data, informasi, pengetahuan & wisdom

Knowledge Management
1. Data Fakta yang belum diolah, belum terstruktur & bersifat simbolik Berupa angka, gambar, kata-kata, simbol Memperoleh data sepadan dengan level 1 taxonomy Bloom ttg kognitif seseorang 2. Informasi Data yang telah diolah, terstruktur dan mampu memberi makna Media komunikasi yang membawa serta deskripsi, definisi, perspektif, dan dapat digunkaan menjawab pertanyaan apa, siapa, kapan, atau dimana bersifat relasional Taksonomi Bloom: level 2 atau 3 kemampuan memahami informasi & mengaplikasikan informasi 3. Knowledge Konvensional: informasi yang dipilah, digabung dengan informasi lain, dianalisis, disintesakan Tuomi (1999): pengetahuan diartikulasikan menghasilkan informasi. Informasi interpretasinya distandarkan menjadi data Jadi: data-informasi-pengetahuan merupakan hubungan timbal balik

Knowledge Management
Alavi & Leidner, pengetahuan diperlakukan sebagai: a. State of mind b. Obyek c. Proses d. Kondisi yang memiliki akses ke informasi e. Kapabilitas Verne Allee (1997): prinsip2 pengetahuan (p. 6.14) Bloom taksonomi: level 4 (analisis) dan 5 (sintesis) karena mampu meningkatkan kognitif

Knowledge Management
4. Wisdom atau Kearifan Sveiby (2001): Berbeda dengan tangible goods, pengetahuan akan meningkat daya gunanya jika dipakai & mengalami depresiasi jika tidak digunakan. Memanfaatkan pengetahuan tindakan bijak. Moralitas dan kearifan seseorang menjadi penentu karena pengetahuan biasanya bersifat netral Kearifan (wisdom): kemampuan untuk menggunakan sebaik mungkin pengetahuan, pengalaman, pemahaman dalam rangka menetapkan dan mencapai tujuan yang lebih baik & menciptakan kemasalahatan banyak orang Taksonomi Bloom: level 6 (tahap evaluasi) Kearifan mampu meningkatkan kemampuan kognitif seseorang dalam hal mampu membuat penilaian berdasarkan kriteria2 yang jelas

Bloom Taxonomy

Bloom Taxonomy

Knowledge Creation, Intangible Asset & Intellectual Capital


Kaplan & Norton (2001): Representasi nilai pasar tangible asset: Industrial economy: sepenuhnya 1982: 62% 1992: 38% 2000: 10 15% Hussi (2004): Era informasi, nilai tambah organisasi membutuhkan: Intangible Asset Intellectual Capital Knowledge Creation

Knowledge Creation, Intangible Asset & Intellectual Capital


1. Intengible Asset Generative & Commercially Exploitable See gbr. 6.3 hal. 6.17 Key element: Market Value Long term productivity of capital Tangible & Intangible Assets Leadership

Knowledge Creation, Intangible Asset & Intellectual Capital


2. Intellectual Capital Case: perusahaan software & intellectual capital pada programmernya Edvisson & Malone (1997) Laksana akar dalam sebuah pohon: tidak nampak namun menentukan kokoh tidaknya pohon See gbr. 6.4 p. 6.18: Model Intelektual dalam penciptaan nilai tambah See also Hussi model gbr.6.5 p.6.19: Intellectual Capital: Human Capital, Internal Structures, External Structuress. Knowledge management berperan untuk menekan ketiganya bisa saling mendekat. Esensinya: bagaimana modal intelektual mampu membantu pengembangan organisasi secara menyeluruh

Knowledge Creation, Intangible Asset & Intellectual Capital


3. Knowledge Creation Commercial knowledge & Scientific knowledge Commercial knowledge: dimaknai efektifitas bekerja Scientific knowledge: tuhuannya menemukan kebenaran (the truth) Dalam commercial knowledge, the truth dimaknai apakah organisasi bisa bekerja lebih baik Tacit & Explicit Knowledge Tacit: melekat pada diri seseorang (know-how) Explicit: pengetahuan yang telah dikodifikasi (dihimpun, didokumentasikan) See tabel. 6.2 p. 6.21 See also Model Dinamis proses penciptaan pengetahuan (Nonaka, Toyama, Konno, 2000) terdiri dari dari 3 elemen: 1. Model Knowledge-Creating Spiral (SECI) : spiral of knowledge 2. Ba, konteks dalam penciptaan pengetahuan : shared-context 3. Knowledge asset: experiental knowledge asset, conceptual knowledge asset, systemic asset & routine knowledge asset

E. Mengintegrasikan Ketiga Komponen


Hubungan intangible asset, intellectual capital, knowledge creation untuk menciptakan nilai tambah atau market value perusahaan See gbr.6.8 p.6.25

Knowledge Management
Organisasi yang bisa bertahan hidup dan meraih sukses hanyalah yang menjalankan aktivitasnya berbasis pengetahuan Tujuan organisasi mengelola & mengembangkan pengetahuan adalah agar terbentuk knowledge organization & organisasi memiliki daya saing mencapai tujuan Syarat menjadi knowledge organization: Menciptakan tempat penyimpanan pengetahuan (knowledge repositories) Knowledge Management dikaji dan dikembangkan oleh berbagai disiplin ilmu: filsafat, cognitive,social, management science, knowledge engineering, artificial intelligence, economic. Firestone mendefinisikan: human activity that is part of the Knowledge Management Process (KMP) of an agent or collective. Manajemen Pengetahuan membutuhkan sistem: 1. Membangun dan memelihara tempat penyimpanan 2. Membudayakan & memfasilitasi knowledge sharing dan pembelajaran

Knowledge Management
2. Madzhab & Aliran Madzhab: Technocratic: Systems, Cartographic, Engineering Economic: Commercial Behavioral: Organizational, Spatial, Strategic

3. Knowledge Life Cycle


MeElroy (2000) KM is all about getting the right information to the right people at the right time. supply side of KM Demand side of KM lebih memprioritaskan untuk menciptakan pengetahuan baru KM generasi kedua: The New Knowledge Management, menghasilkan model siklus hidup pengetahuan (Knowledge Life Cycle = KLC) See gbr. 6.11 p. 6.34

Knowledge Management
4. Knowledge Management dalam Praktik