Anda di halaman 1dari 7

Penyakit Radang Pada Selaput Otak (Meningitis)

Karen Aryan Perdana*

Abstrak Meningitis adalah penyakit yang dapat dibilang sangat mngerikan. Karena akibat yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah kecacatan baik dari segi fisik maupun mental, dan dapat juga menyebabkan kematian. Ada beberapa klasifikasi meningitis yang dilihat dari perubahan yang terjadi pada cairan otak antara lain, Meningitis serosa, Meningitis purulenta. Gejala-gejala meningitis bermacam-macam tergantung seberapa parah menigitis ini. Dari deman hingga photophobia. Pencegahan terhadap penyakit ini adalah menjaga kebersihan tubuh, agar tidak terjangkit kuman maupun jamur yang menyebabkan penyakit meningitis ini, dan juga dilakukan vaksin terhadap anak balita ataupun batita, seperti seperti vaksin HiB, MMR, dan IPD Kata Kunci : Meningitis, serosa, purulenta, photophobia, vaksin HiB,MMr, dan IPD

Abstrack Meningitisis a disease thatcan bespelled out veryhorrible. Due tothe impactofthis diseaseis adefectboth in terms ofphysical andmental, and canalso causedeath. There areseveralclassificationsof meningitisas seen fromthe changes incerebrospinal fluidamong others, there is a serousmeningitis, Meningitispurulenta. The symptoms ofmeningitisvarydepending onhow severethismenigitis. Fromfevertophotophobia.Prevention ofthis diseaseis tomaintain the cleanliness ofthe body, so as notinfected withbacteriaorfungithat causemeningitis, and alsoconducteda vaccine againsta childunder fiveortoddlers, suchasHibvaccine, MMR, andIPD Keywords: meningitis, serous, purulenta, photophobia, Hibvaccine, MMR, andIPD

*Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Krida Wacana, 102011258 (E3) yanluphvileforever@yahoo.co.id

Pendahuluan Otak adalah salah satu organ yang terpenting dalam tubuh manusia. Apabila terjadi sedikit saja masalah dalam otak tersebut, akan sangat berpengaruh kepada organ-organ yang lain. Sama seperti motor apabila starter moor tersebut tidak dapat berfungsi maka motor tersebut tidak akan pernah menyala. Meningitis ini adalah suatu peradangan yang terjadi diselaput otak. Oleh karena itu ada beberapa hal yang harus diketahui baik itu gejala-gejalanya, akibatnya, dan juga bagaimana cara pencegahannya, seperti yang akan kita bahas dibawah berikut. Definisi Meningitis Meningitis adalah peradangan yang terjadi pada meninges, yaitu membrane atau selaput yang melapisi otak dan syaraf tunjang. Meningitis dapat disebabkan berbagai organisme seperti virus, bakteri ataupun jamur yang menyebar masuk kedalam darah dan berpindah kedalam cairan otak.1 Meningitis yang disebabkan oleh bakteri bisa mengakibatkan kondisi serius, misalnya kerusakan otak, hilangnya pendengaran, kurangnya kemampuan belajar, bahkan bisa menyebabkan kematian. Sedangkan Meningitis yang disebabkan oleh jamur sangat jarang, jenis ini umumnya diderita orang yang mengalami kerusakan imun (daya tahan tubuh) seperti pada penderita AIDS Klasifikasi Meningitis 1. Meningitis serosa Adalah radang selaput otak araknoid dan piameter yang disertai cairan otak yang jernih. Penyebab terseringnya adalah Mycobacterium tuberculosa. Penyebab lainnya Virus, Toxoplasma gondhii dan Ricketsia.

2. Meningitis purulenta Adalah radang bernanah arakhnoid dan piameter yang meliputi otak dan medula spinalis. Penyebabnya antara lain : Diplococcus pneumoniae (pneumokok), Neisseria meningitis (meningokok), Streptococus haemolyticuss, Staphylococcus aureus, Haemophilus influenzae, Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Peudomonas aeruginosa.2

3. Meningitis Kriptikokus adalah meningitis yang disebabkan oleh jamur kriptokokus. Jamur ini bisa masuk ke tubuh kita saat kita menghirup debu atau tahi burung yang kering. Kriptokokus ini dapat menginfeksikan kulit, paru, dan bagian tubuh lain. Meningitis Kriptokokus ini paling sering terjadi pada orang dengan CD4 di bawah 100. 2

Diagnosis : Darah atau cairan sumsum tulang belakang dapat dites untuk kriptokokus dengan dua cara. Tes yang disebut CRAG mencari antigen ( sebuah protein) yang dibuat oleh kriptokokus. Tes biakan mencoba menumbuhkan jamur kriptokokus dari contoh cairan. Tes CRAG cepat dilakukan dan dapat memberi hasi pada hari yang sama. Tes biakan membutuhkan waktu satu minggu atau lebih untuk menunjukkan hasil positif. Cairan sumsum tulang belakang juga dapat dites secara cepat bila diwarnai dengan tinta India.3

4. Viral meningitis termasuk penyakit ringan. Gejalanya mirip dengan sakit flu biasa, dan umumnya si penderita dapat sembuh sendiri. Frekuensi viral meningitis biasanya meningkat di musim panas karena pada saat itu orang lebih sering terpapar agen pengantar virus. Banyak virus yang bisa menyebabkan viral meningitis. Antara lain virus herpes dan virus penyebab flu perut.4

5. Bacterial meningitis disebabkan oleh bakteri tertentu dan merupakan penyakit yang serius. Salah satu bakterinya adalah meningococcal bacteria. Gejalanya seperti timbul bercak kemerahan atau kecoklatan pada kulit. Bercak ini akan berkembang menjadi memar yang mengurangi suplai darah ke organ-organ lain dalam tubuh dapat berakibat fatal dan menyebabkan kematian.4

6. Meningitis Tuberkulosis Generalisata Gejala : demam, mudah kesal, obstipasi, muntah- muntah, ditemukan tanda-tanda perangsangan meningen seperti kaku kuduk, suhu badan naik turun, nadi sangat labil/lambat, hipertensi umum, abdomen tampak mencekung, gangguan saraf otak. Penyebab : kuman mikobakterium tuberkulosa varian hominis.

Diagnosis : Meningitis Tuberkulosis dapat ditegakkan dengan pemeriksaan cairan otak, darah, radiologi, test tuberkulin.5

7. Meningitis Purulenta Gejala : demam tinggi, menggigil, nyeri kepala yang terus-menerus, kaku kuduk, kesadaran menurun, mual dan muntah, hilangnya nafsu makan, kelemahan umum, rasa nyeri pada punggung serta sendi. Penyebab : Diplococcus pneumoniae(pneumokok), Neisseria meningitidis(meningokok), Stretococcus haemolyticus, Staphylococcus aureus, Haemophilus influenzae, Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Pneudomonas aeruginosa. 3

Diagnosis : dilakukan pemeriksaan cairan otak, antigen bakteri pada cairan otak, darah tepi, elektrolit darah, biakan dan test kepekaan sumber infeksi, radiologik, pemeriksaan EEG.5

Gejala-gejala meningitis Seperti dilansir dari emedicinehealth, gejala meningitis yang terjadi pada individu dewasa adalah sebagai berikut:

Gejala umum

1. Sakit kepala 2. Leher kaku 3. Demam dan menggigil 4. Muntah 5. Takut lampu terang (photophobia) 6. Kebingungan 7. Kejang (ini terjadi pada sekitar sepertiga dari pasien meningitis) 8. Infeksi saluran pernafasan atas (misalnya, dingin, sakit tenggorokan)

Gejala lain

1. Kelemahan lokal atau kehilangan kekuatan atau sensasi, terutama di wajah 2. Pembengkakan dan rasa sakit pada satu atau lebih sendi 3. Ruam yang sering terlihat seperti memar

Siapa saja yang rentan meningitis Orang-orang yang rentan terkena meningitis adalah: 1. Usia Kebanyakan meningitis yang disebabkan oleh virus dan bakteri terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun. Namun, sejak pertengahan tahun 1980-an, setelah adanya vaksin untuk anak, pasien meningitis bergeser dari usia 15 bulan sampai 25 tahun. Menurut data, sekitar 50 persen anak yang terkena meningitis dilaporkan meninggal. Jika lolos dari maut, balita akan mengalami gejala-gejala dari sisa penyakitnya seperti lumpuh, tuli, epilepsi, lamban dan retardasi mental. 2. Orang yang berkumpul atau tinggal di hunian padat penduduk Orang yang tinggal perumahan yang padat penduduk, siswa yang tinggal di asrama, personil di pangkalan militer atau anak-anak yang dititipkan di penitipan anak (day care) akan meningkatkan

4risiko meningitis. Hal ini karena penyebaran penyakit menjadi lebih cepat bila sekelompok orang berkumpul. 3. Ibu hamil Pada wanita yang hamil, ada peningkatan kontraksi listeriosis, yaitu infeksi yang disebabkan oleh bakteri listeria, yang juga dapat menyebabkan meningitis. Bila ibu hamil memiliki listeriosis, bayi yang belum lahir pun akan berisiko terkena. 4. Bekerja di lingkungan yang berhubungan dengan hewan Pekerjaan yang selalu berhubungan dengan hewan, seperti peternak, juga memiliki risiko tinggi tertular listeria, yang dapat mengakibatkan meningitis. 5. Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah antara lain: - Bayi yang lahir kurang bulan (prematur) dan berat lahir rendah - Bayi yang hanya diberi ASI sebentar atau sedikit - Orang yang sering terpapar asap rokok - Orang yang sering mengalami infeksi virus di saluran pernapasan - Penderita penyakit kronis seperti kanker dan diabetes, penderita HIV - Pengguna obat immunosuppresan juga lebih rentan terhadap meningitis. 6. Mereka yang tinggal di tempat sesak seperti asrama, kem tentera dan jemaah haji. Risiko jangkitan lebih tinggi pada mereka yang paling rapat dengan pesakit.

Sekitar 25 persen orang yang terkena meningitis memiliki gejala yang berkembang selama 24 jam. Selebihnya, akan menjadi sakit selama 1 hingga 7 hari. Terkadang, jika seseorang mengonsumsi antibiotik untuk infeksi lain, gejala dapat berkembang lebih lama.6 Cara pencegahan Kebersihan menjadi kunci utama proses pencegahan terjangkit virus atau bakteri penyebab meningitis. Ajarilah anak-anak dan orang-orang sekitar untuk selalu cuci tangan, terutama sebelum makan dan setelah dari kamar mandi. Usahakan pula untuk tidak berbagi makanan, minuman atau alat makan, untuk membantu mencegah penyebaran virus. Selain itu lengkapi juga imunisasi si kecil, termasuk vaksin-vaksin seperti HiB, MMR, dan IPD.7

Mengingat meningitis dapat berakibat kematian atau cacat, maka sangat penting untuk dilakukan tindakan PENCEGAHAN sedini mungkin. Ya, meningitis dapat dicegah dengan vaksinasi IPD (Invasive Pneumococcal Disease) atau pneumokokus. Vaksin ini diberikan pada bayi/anak sebanyak 4 kali yaitu pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, dan 15 bulan. Bayi yang telah divaksinasi IPD akan terlindungi dari serangan (invasi) pneumokokus ke dalam darah, paru, dan otak, sekaligus secara tidak langsung dapat melindungi keluarganya dari serangan

serupa.5Pasalnya, penularan meningitis bisa terjadi melalui percikan ludah saat bersin, batuk, atau berbicara, dari penderita kepada orang sehat. Jadi, sangatlah penting bagi orangtua untuk tidak menunda melakukan vaksinasi pada si buah hati. Bila ditunda hingga si kecil berusia satu tahun, bisa membahayakan karena meningitis lebih sering terjadi pada anak kurang dari dua tahun.8 Kesimpulan Penyakit radang pada selaput otak atau meningitis ini mempunyai akibat buruk bagi kinerja organorgan yang lain. Karena otak adalah pengatur kerja semua organ dalam tubuh ini. Untuk menghindari penyakit tersebut sebaiknya kita menjaga kesehatan dan kebersihan diri kita, dan juga menyuntik vaksin pada anak-anak ataupun bayi, karena mereka lebih rentan terserang meningitis. Daftar Pustaka 1.Smeltzer, Suzanne C & Bare,Brenda G.(2001).Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth.Alih bahasa, Agung Waluyo,dkk.Editor edisi bahasa Indonesia, Monica Ester.Ed.8.Jakarta : EGC.

2.Askep Meningitis.Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Meningitis. http://nursingbegin.com/askep-meningitis/

3.Yayasan Spiritia. 2006. Meningitis Kriptokokus. Lembaran Informasi 503. URL :http://spiritia.or.id/li/bacali.php?lino=503

4.Anonim. 2007. Apa Itu Meningitis. URL : http://www.bluefame.com/lofiversion/indexphp/t47283.html

5.Harsono. 2003. Meningitis. Kapita Selekta Neurologi. 2 URL :http://www.uum.edu.my/medic/meningitis.htm

6. .Mayoclinic, Jumat (11/6/2010)

7.Japardi, Iskandar. 2002. Meningitis Meningococcus. USU digital library URL : http://library.usu.ac.id/download/fk/bedah-iskandar%20japardi23.pdf

8. Posted On Monday, August 30, 2010 In Category : Health, Lifestyle tips cara mencegah menigitis.http://www.kafe-iklan.com/2010/08/tips-cara-mencegah-meningitis.html 6