Anda di halaman 1dari 27

TUGAS AKHIR SEMESTER

LANDASAN ILMU PENDIDIKAN


Makalah: PENDIDIKAN DALAM MASYARAKAT MODERN DAN SEDERHANA

Nama: Devit Satria NIM: 12 !!""

PROGRAM PAS#A SAR$ANA KONSENTRASI PENDIDIKAN TEKNIK IN%ORMATIKA DAN KOMPUTER

%AKULTAS TEKNIK UNI&ERSITAS NEGERI PADANG 2 1'

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa keberkahan, baik kehidupan di alam dunia ini, lebih-lebih lagi pada kehidupan akhirat kelak, sehingga semua cita-cita serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat. Terima kasih sebelum dan sesudahnya kami ucapkan kepada D sen serta teman-teman sekalian yang telah membantu, baik bantuan berupa m ril maupun materil, sehingga makalah ini terselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan. Penulis menyadari bahwa didalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan serta banyak kekurangan, baik dari segi tata bahasa maupun isinya. Semua ini tidak lain adalah karena keterbatasan kemampuan penulis dalam hal referensi, waktu serta kemampuan dasar yang telah dimiliki. !arena itu penulis sangat mengharapkan masukan dan saran yang membangun untuk lebih menyempurnakan makalah penulis dilain waktu. "arapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah, mudahmudahan apa yang kami susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi, temanteman, serta rang lain yang ingin mengambil atau menyempurnakan lagi atau mengambil hikmah dari judul ini # masyarakat desa dan masyarakat k ta $ sebagai tambahan dalam menambah referensi yang telah ada. Padang, Desember %&''

Penulis

DA%TAR ISI

#O&ER KATA PENGANTAR .................................................................................. .................................................................................................................... DA%TAR ISI ............................................................................................... (A( I PENDAHULUAN A. Alasan pemilihan judul ................................................................. (. )atar (elakang masalah .............................................................. (A( II PEM(AHASAN A. Sekilas tentang definisi masyarakat............................................ (. *asyarakat desa........................................................................ +. *asyarakat k ta ........................................................................ D. Perbedaan *asyarakat ! ta dan Desa...................................... ,. "ubungan Desa dan ! ta.......................................................... (A( III PENUTUP '. !esimpulan ............................................................................... %. Saran-saran............................................................................... DA%TAR PUSTAKA...................................................................................

ii

(A( I PENDAHULUAN
*asyarakat #sebagai terjemahan istilah society$ adalah sekel mp k rang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup #atau semi terbuka$, dimana sebagian besar interaksi adalah antara indi-idu-indi-idu yang berada dalam kel mp k tersebut. )ebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. *asyarakat adalah sebuah k munitas yang interdependen #saling tergantung satu sama lain$. .mumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekel mp k rang yang hidup bersama dalam satu k munitas yang teratur. *asyarakat #society$ merupakan istilah yang digunakan untuk

menerangkan k muniti manusia yang tinggal bersama-sama. ( leh juga dikatakan masyarakat itu merupakan jaringan perhubungan antara pelbagai indi-idu. Dari segi perlaksaan, ia bermaksud sesuatu yang dibuat / atau tidak dibuat / leh kumpulan rang itu. Masyarakat merupakan subjek utama dalam pengkajian sains s sial. Perkataan society berasal dari bahasa )atin societas, 0perhubungan baik dengan rang lain1. Perkataan societas diambil dari socius yang bererti 0teman1, maka makna masyarakat itu adalah berkait rapat dengan apa yang dikatakan s sial. 2ni bermakna telah tersirat dalam kata masyarakat bahawa ahli-ahlinya mempunyai kepentingan dan matlamat yang sama. *aka, masyarakat selalu digunakan untuk menggambarkan rakyat sebuah negara. Pendidikan merupakan suatu pr ses, pr ses tersebut dapat berlangsung dimana dan kapan saja, tidak hanya dalam lingkungan yang f rmal seperti di

sek lah atau kampus karena pendidikan tidak hanya sek lah atau kuliah. Perkembangan sese rang mulai dari kecil, remaja sampai dewasa, di sek lah, di masyarakat dan di rumah merupakan pr ses pendidikan yang menyeluruh. Setiap indi-idu dalam masyarakat merupakan p tensi yang harus dikembangkan untuk mendukung dan melancarkan kegiatan pembangunan dalam masyarakat. *anusia sebagai indi-idu, sebagaimana k dratnya memiliki sifat baik maupun buruk. Sifat-sifat yang kurang baik inilah perlu dibina dan dirubah sehingga melahirkan sifat-sifat yang baik lalu dibina dan dikembangkan. Pr ses perubahan dan pembinaan tersebut disebut dengan pendidikan. *elalui pendidikan, manusia diharapkan menjadi indi-idu yang

mempunyai kemampuan dan keterampilan untuk secara mandiri meningkatkan taraf hiudupnya baik lahir maupun bathin serta meningkatkan peranannya sebagai indi-idu3pribadi, warga masyarakat, warga 4egara dan sebagai khalifah4ya.

(A( II PEM(AHASAN

A) De*i+i,i Ma,-arakat Dalam (ahasa 2nggris disebut Society, asal katanya Socius yang berarti 0kawan1. !ata 0*asyarakat1 berasal dari bahasa Arab, yaitu Syiek, artinya 0bergaul1. Adanya saling bergaul ini tentu karena ada bentuk / bentuk akhiran hidup, yang bukan disebabkan leh manusia sebagai pribadi melainkan leh

unsur / unsur kekuatan lain dalam lingkungan s sial yang merupakan kesatuan () Ma,-arakat M./er+ Pada kehidupan masyarakat m dern, kerja merupakan bentuk ekspl itasi kepada diri, sehingga mempengaruhi p la ibadah, makan, dan p la hubungan pribadi dengan keluarga. Sehingga dalam kebudayaan industri dan bir krasi m dern pada umumnya, dipers nalisasi menjadi pemandangan sehari-hari. *asyarakat m dern mudah stres dan muncul penyakit-penyakit baru yang berkaitan dengan perubahan p la makanan dan p la kerja. 5ang terjadi kemudian adalah dehumanisasi dan alienasi atau keterasingan, karena dipacu leh semangat kerja yang tinggi untuk menumpuk m dal. !ebiasaan dari masyarakat m dern adalah mencari hal-hal mudah, sehingga penggabungan nilai-nilai lama dengan kebudayaan bir krasi m dern diarahkan untuk kenikmatan pribadi. Sehingga, munculah praktek-peraktek k t r seperti nep tisme, k rupsi, yang menyebabkan penampilan mutu yang amat rendah *enurut Ale6 2nkeles manusia m dern memiliki cirri-ciri sebagai berikut7

'. *enerima hal-hal baru %. *enyatakan pendapat baik tentang lingkungannya sendiri maupun luar. 8. *enghargai waktu. 9. *emiliki perencanaan dan peng rganisasian. :. Percaya diri ;. Perhitungan <. *enghargai harkat hidup rang lain =. )ebih percaya pada ilmu pengetahuan dan tekn l gi. >. *enjunjung tinggi suatu sikap dimana imbalan sesuai dengan prestasi yang diberikan. Dalam masyarakat sekarang 3 m dern, pendidikan memegang peranan sangat penting penting dalam hal meningkatkan kecerdasan dan keterampilan. Dengan pengetahuan yang cukup tinggi, masyarakat akan mempunyai pandangan yang cukup luas, mampu mengantisipasi kehidupan masa

mendatang dan melakukan perbaikan kehidupan dengan memperkenalkan n rma s cial yang baru yang dapat menjawab tantangan masa mendatang. ?adi pengetahuanlah yang menjadi m dal utama bagi masyarakat m dern untuk tetap eksis dalam situasi dan k ndisi peradaban m dern. .ntuk mencapai tujuan tersebut mereka menyediakan fasilitas pendidikan f rmal mulai dari tingkat yang rendah hingga yang tinggi disamping pendidikan keterampilan khusus lainnya. !elangsungan pendidikan ini diatur leh pranata

s cial baik pendidikan yang diselenggarakan pemerintah maupun leh swasta. !arena peranan pendidikan ini sangat -ital dalam menentukan kehidupan masa mendatang, maka penyelenggaraannya sangat terpelihara dan mendapat

dukungan masyarakat. Warga masyarakat m dern umumnya menikmati pendidikan sek lah mulai dari tingkat dasar, menengah maupun tinggi. Peranan pendidikan keluarga tetap terpelihara dengan baik khususnya dalam membentuk kepribadian sese rang sedangkan pengembangan

pengetahuan dan keterampilannya, peranan pendidikan sek lahlah yang makin berperan. !emajuan ilmu pengetahuan dan tekn l gi telah mengakibatkan munculnya perubahan dalam masyarakat. Semakin maju perkembangan dalam masyarakat maka semakin banyak pula keperluan yang harus dipenuhi.

() Ma,-arakat Se/erha+a 0Tra/i,i.+a1 Sikap berpikir subjektif yang menyatukan dirinya dalam memahami gejala yang timbul merupakan salah satu ciri masyarakat yang hidup dalam lingkungan yang sederhana. *asyarakat sederhana #tradisi nal$ masih bersikap untuk berpikir secara massif #p la pikir yang tidak bjektif dan rasi nal$ untuk

menganalisis, menilai dan menghubungkan suatu gejala dengan gejala yang lain. *anusia yang hidup tradisi nal #sederhana$ biasanya masih ditandai dengan sikap berpikir anal gis dengan mengadakan generalisasi, penggunaan waktu secara subjektif serta kurang mengenal waktu secara fisik. *asyarakat sederhana merupakan masyarakat yang kecil, h m gen, sangat terintegrasi, terasing, s lidaritas kel mp k yang tinggi, pembagian kerja yang sederhana, sebagian angg ta masyarakat memiliki pengetahuan dan perhatian yang sama dan biasa dengan pemikiran, sikap-sikap dan akti-itas dari seluruh angg ta masyarakat.

! muniktas masyarakat sederhana menimbang segala-galanya dengan prinsip-prinsip yang telah baku, mereka cendrung untuk berubah sangat lambat. +iri-ciri *asyarakat sederhana meliputi '. Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan t l ng men l ng, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita rang lain dan men l ngnya tanpa pamrih. %. Orientasi kolektif sifat ini merupakan k nsekuensi dari Afektifitas, yaitu

mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka men nj lkan diri, tidak suka akan rang yang berbeda pendapat, intinya semua harus

memperlihatkan keseragaman persamaan. 8. Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya

dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kel mp k tertentu saja.#lawannya .ni-ersalisme$ 9. Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak

diper leh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.#lawanya prestasi$ :. Kekabaran #diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. *asyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian tersebut #pendapat Talc tt Pars n$ dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar

*asyarakat desa selalu memiliki ciri-ciri atau dalam hidup bermasyarakat, yang biasanya tampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan k ndisi tertentu, sebagian karakteristik dapat digeneralisasikan pada kehidupan masyarakat desa di ?awa. 4amun demikian, dengan adanya perubahan s sial religius dan perkembangan era inf rmasi dan tekn l gi, terkadang sebagian karakteristik tersebut sudah 0tidak berlaku1. Di dalam masyarakat sederhana terjadi pr ses pewarisan budaya dari dahulu hingga sekarang. *anusia saat ini dapat mengetahui budaya manusia beratus-ratus bahkan beribu-ribu tahun yang lalu karena adanya pewarisan budaya dengan menggunakan berbagai media budaya. Pada umumnya membedakan pewarisan budaya pada masyarakat tradisi nal dan m dern. Pewarisan budaya pada masyarakat tradisi nal merujuk pada pewarisan budaya yang terjadi pada masyarakat yang hidup pada abad ke / '> dan sebelumnya. Sedangkan pewarisan budaya pada masyarakat m dern menunjuk kepada pr ses pewarisan budaya yang terjadi pada masyarakat yang hidup pada awal abad ke / %& sampai dengan sekarang. 1) Pera+a+ Lem2a3a Ke24/a-aa+ Ada : #lima$ lembaga kebudayaan manusia yang sangat berperan dalam pewarisan budaya dari generasi ke generasi. !elima lembaga kebudayaan itu adalah lembaga keluarga, lembaga pendidikan, lembaga agama, lembaga ek n mi dan lembaga pemerintahan. )embaga kebudayaan yang sangat berperan dalam pewarisan kebudayaan dalam masyarakat tradisi nal adalah keluarga. Pada masyarakat tradisi nal, rang tua, anak dan angg ta keluarga rang

lainnya sering menghabiskan waktu bersama-sama, bersenda gurau dan saling

<

bertukar cerita. @rang tua sering menceritakan d ngeng, mit s dan legenda sebagai penghantar tidur anakanaknya. 2) #ara Pe5ari,a+ (4/a-a +ara pewarisan budaya pada masyarakat tradisi nal terjadi secara sederhana, yaitu melalui tatap muka langsung, dari mulut ke mulut dan praktik langsung. *asyarakat dengan tipe berburu mewariskan keterampilan berburu dengan cara membawa langsung anaknya untuk turut serta dalam berburu. Pewarisan budaya dilakukan dengan tatap muka langsung, ketika mit s, legenda, dan d ngeng diceritakan, rang tua bertatap muka langsung dengan

anak-anaknya. +ara lainnya adalah dari mulut ke mulut. Pewarisan budaya sering dilakukan secara berantai, sese rang bercerita kepada temannya, yang kemudian bercerita kepada rang lain, dan seterusnya. ') Sara+a Pe5ari,a+ (4/a-a Pewarisan budaya pada masyarakat tradisi nal melibatkan sarana yang sangat sederhana, yaitu pertemuan langsung dan dari mulut ke mulut dengan melibatkan cerita-cerita rakyat, seperti mit s, legenda dan d ngeng. !arena sarananya yang sangat sederhana maka ruang lingkup pewarisan budaya pada masyarakat tradisi nal sangat sempit dan kecil, yaitu meliputi masyarakat satu keluarga dan satu desa. 6) Ke7e8ata+ Pe5ari,a+ (4/a-a Pewarisan budaya pada masyarakat tradisi nal berlangsung dengan sangat lambat. Tipe masyarakat berburu dan meramu bertahan selama %&&& tahun, hal ini menunjukkan betapa lambatnya pr ses pewarisan budaya yang berujung pada lambannya perubahan budaya. Penyebab lambatnya pewarisan

budaya pada masyarakat tradisi nal adalah sarananya yang masih sangat sederhana. Dalam masyarakat sederhana, pada awalnya pendidikan dimaksudkan untuk mengajarkan budaya, yaitu mengajar anak untuk mengetahui dan mengamalkan nilai-nilai dan tatacara yang berlaku dalam masyarakat. Pr ses ini berjalan secara inf rmal, anak belajar melalui pengamatan pada lingkungannya dan rang- rang yang terdekat dengan dia. Sikap yang harus dilakukan dalam menghadapi situasi tertentu diketahui dalam pengamatan atau pengalaman. ?adi dalam masyarakat sederhana, semua rang yang lebih tua dan

berpengalaman adalah pendidik, begitu pula alam sekitarnya. 4amun, dalam masyarakat yang lebih k mpleks, makin banyak yang harus diketahui anak untuk bisa hidup dalam lingkungan masyarakatnya dengan baik, karena itu anak tidak dapat lagi belajar 0dengan sendirinya1. Sese rang memerlukan cara yang lebih efisien untuk dapat menerima transmisi budaya dan pengetahuan yang begitu banyak. .ntuk itu diperlukan adanya pendidikan yang f rmal dengan guru sebagai pendidik dan terbagi dalam berbagai jenjang dan kekhususan. ?adi dapat dikatakan bahwa pendidikan berlangsung secara f rmal dan n n-f rmal, selama hidup, dan dilaksanakan di sek lah, di surau, di dalam keluarga, dan di tengah masyarakat. *asyarakat sederhana mempunyai pengetahuan yang kurang

terspesialisasi dan sedikit keterampilan yang diajarkan membuat mereka tiada keperluan rasanya untuk menciptakan institusi yang terpisah bagi pendidikan sepeti sek lah. Sebagai gantinya anak-anak memper leh warisan budaya

>

dengan mengamati dan meniru rang dewasa dalam berbagai kegiatan seperti upacara, berburu, pertanian dan panen. Dalam kebudayaan masyarakat sederhana agen pendidikan yang f rmal termasuk di dalamnya keluarga dan kerabat. Sedangkan sek lah muncul relati-e terlambat dalam lingkungan masyarakat sederhana. Adapun beberapa k ndisi menurut 2mran *anan #'>=> 7 :<$ yang mend r ng timbulnya lembaga pendidikan #sek lah$ dalam masyarakat sederhana adalah 7 '. Perkembangan agama dan kebutuhan untuk mendidik para cal n ulama, pendeta, dll. %. Pertumbuhan dari dalam #lingkungan masyarakat itu sendiri$ atau pengaruh dari luar. 8. Pembagian kerja dalam masyarakat yang menuntut keterampilan dan dan teknik khusus. 9. ! nflik dalam masyarakat yang mengancam nilai-nilai tradisi nal dan akhirnya menuntut pendidikan untuk menguatkan penerimaan nilai-nilai warisan budaya. .ntuk mempelajari sesuatu biasanya anak-anak dalam masyarakat sederhana akan pergi kepada rang yang mereka anggap ahlinya. *ereka

pempelajrinya tidak hanya hal tersebut secara uni-ersal disetujui bahwa ada halhal tertentu yang harus diketahui untuk perkembangan mereka dan

hubungannya dengan kehidupan mereka masa sekarang dan akan dating. Artinya mereka belajar untuk kelangsungan hidupnya. Dalam mempelajari keterampilan anak-anak masyarakat sederhana selalu memiliki hubungan yang intim dengan -isi rang dewasa, sehingga

menimbulkan nilai-nilai kekeluargaan yang erat di antara mereka. (egitu juga

'&

dengan guru-guru, sangat terikat tidak hanya dengan murd-murudnya, yang mungkin angg ta kerabatnya, tetapi juga kepada hasil dari apa yang diajarkannya. ?ika ia gagal mengk munikasikan keterampilannya secara efektif, dia akan dapat merasakan langsung akibatnya dengan segera. Dalam suatu masyarakat sederhana tidak mempunyai rang yang khusus berfungsi mengajar. Angg ta-angg ta masyarakat yang lebih tua mengajar kelaurga yang muda, walupun untuk tujuan-tujuan tertentu, seperti untuk menjadi guru mengaji, sebagai penceramah, dll. Sebagai hasilnya mereka yang mengajar turut serta secara penuh dalam kehidupan masyarakat di sekitarnya, karena guru-guru dalam masyarakat langsung mempraktekkan apa yang mereka ajarkan, seperti se rang guru mengaji langsung mempraktekkan apa yang mereka ajarkan, se rang ahli bertani langsung mempraktekkan apa yang akan mereka wariskan #ajarkan$ kepada pewarisnya, dll Dalam masyarakat sederhana pembelajaran menjadi lebih mudah sebab bjek pembelajaran selalu dapat diper leh. Walaupun begitu di sejumlah masyarakat sederhana ada juga sejumlah pengetahuan khusus yang mesti diajarkan dengan jelas, karena pengetahuan ini dipercayai menjamin

kelangsungan dan kesuburan masyarakat. #) Pe+/i/ika+ /alam Ma-arakat M./er+ 1) Pera+a+ Lem2a3a Ke24/a-aa+ )embaga kebudayaan yang sangat berperan dalam pewarisan budaya dalam masyarakat m dern selain keluarga adalah lembaga pendidikan, lembaga agama, lembaga ek n mi dan lembaga pemerintahan. Pada masyarakat m dern, angg ta keluarga sudah banyak menghabiskan waktunya di luar rumah, rang tua asyik dengan pekerjaan dan anak lebih banyak menghabiskan

''

waktunya di luar rumah, mulai dari sek lah, tempat bermain dan tempat berlatih dan ber lah raga. Aakta ini menunjukkan bahwa lembaga pendidikan seperti sek lah merupakan lembaga yang sangat penting dan utama dalam pr ses pewarisan budaya dalam masyarakat m dern. 2) #ara Pe5ari,a+ (4/a-a +ara pewarisan budaya pada masyarakat m dern berlangsung secara canggih, yaitu melalui tatap muka langsung maupun tanpa tatap muka. !ecanggihan cara pewarisan budaya pada masyarakat m dern terjadi akibat dari penemuan tekn l gi k munikasi dan inf rmasi canggih seperti telep n, handphone, radi , tele-isi, dan internet serta alat percetakan yang menyebabkan tersedianya berbagai jenis buku. Pewarisan budaya sudah dapat dilakukan melalui tekn l gi k munikasi dan inf rmasi, yang tidak memerlukan tatap muka langsung. *edia elektr nik dan media massa memiliki peranan penting dalam pr ses pewarisan budaya pada masyarakat m dern. Penghantar tidur manusia pada masyarakat m dern adalah dengan mendengarkan radi tele-isi, sudah sangat jarang anak-anaknya menjelang tidur. ') Sara+a Pe5ari,a+ (4/a-a Pewarisan budaya pada masyarakat m dern melibatkan sarana yang sangat canggih, yaitu tekn l gi k munikasi dan inf rmasi canggih seperti telep n, handphone, radi , tele-isi, dan internet serta alat percetakan yang menyebabkan tersedianya berbagai jenis buku. !arena sarananya yang sangat canggih maka ruang lingkup pewarisan budaya pada masyarakat m dern sangat luas dan besar, yaitu meliputi masyarakat yang sangat luas, bahkan meliputi seluruh dunia. dan men nt n

rang tua yang membacakan d ngeng kepada

'%

6) Ke7e8ata+ Pe5ari,a+ (4/a-a Pewarisan budaya pada masyarakat m dern berlangsung dengan sangat cepat. !ian kemari terjadi perubahan budaya yang sangat cepat. Tipe masyarakat berc c k tanam ladang berubah cukup cepat menjadi berc c k tanam tetap, dan selanjutnya berubah cepat menjadi tipe masyarakat k ta dengan berbagai spesialialisasinya. ! ta berubah dengan sangat cepat menjadi menjadi metr p litan dengan sistem inf rmasinya yang canggih. "al ini menunjukkan terjadinya pr ses pewarisan budaya yang semakin cepat kian kemari. Penyebabnya adalah cepatnya pewarisan budaya pada masyarakat m dern adalah sarananya yang sangat canggih. Terkait dengan perubahan nilai s sial, kecenderungan yang ada di masyarakat kita saat ini adalah penghargaan berlebih terhadap pendidikan. "al ini tidak bisa dilepaskan dari adanya stratifikasi s sial dalam masyarakat. Pada Baman dulu, manusia dinilai dari kepemilikan tanah, keturunan atau kekayaan yang dia miliki. Sementara saat ini, manusia ditempatkan dalam k tak-k tak ijaBah, dimana dia dilihat sebagai siswa sek lah A atau mahasiswa uni-ersitas (, bukan dia sebagai sese rang dengan kualitas pers nalnya yang utuh. Pendidikan se lah- lah menjadi tangga untuk menuju status s sial yang lebih tinggi. Sayangnya, pendidikan bermutu sekarang ini diidentikkan dengan pendidikan yang mahal. (ersek lah di tempat mahal sekaligus menjadi legitimasi kesuksesan dan masa depan sese rang. "al tersebut kemudian memunculkan pertanyaan, apa yang sebenarnya tengah dikejar leh masyarakat kitaC mutu,

prestise, atau justru keuntungan besar-besaranC Disadari atau tidak, ada nilai yang bergeser dalam masyarakat. !etika pendidikan mulai dimaknai sebagai

'8

suatu hal yang money oriented ketika itulah pendidikan telah kehilangan arti yang sebenarnya. Perubahan s sial, tidak bisa dilepaskan dari k munikasi s sial. ! munikasi s sial itu sendiri bisa dilihat dalam berbagai k nteks. Salah satunya adalah k nteks k munikasi kel mp k. Dalam k nteks inilah, perspektif mengenai pendidikan berkembang. ! munikasi kel mp k yang penuh dengan social contact, melahirkan wacana seputar pendidikan yang ujung-ujungnya menggeser arti dari pendidikan itu sendiri. Seperti yang dikatakan leh Al-in (etrand, awal dari pr ses perubahan adalah k munikasi, yaitu penyampaian ide, gagasan, nilai, keyakinan, dan sebagainya, dari satu pihak ke pihak lain sehingga dicapai pemahaman bersama. Selain itu, perubahan perspektif masyarakat mengenai pendidikan yang bermutu, menurut Da-id *c +lelland, dipengaruhi juga leh

adanya need of achievement atau hasrat meraih prestasi yang melanda masyarakat. Dalam bukunya 0Pengumuman: idak Ada Sekolah Murah1, ,k Prasety menyebutkan bahwa rang tua memiliki kecenderungan untuk pamer anak. Apa yang dibicarakan leh rang tua di arisan, pengajian atau media s sial lainnya adalah tentang kecerdasan anaknya. Anak bukan saja menjadi tawanan ambisi rang tua tetapi juga menjadi pelayan bagi keinginan rang tua yang tak sempat mereka dapatkan di masa lalu. Saat ini, rang tua punya anak sama seperti

rang jaman dulu punya binatang piaraan, mereka diberi makan untuk kemudian dipamerkan kecerdasannya #Prasety , %&&:7 8:$. Secara te retik, k munikasi tidak berdiri sendiri karena k munikasi menggunakan nilai-nilai yang dihayati leh indi-idu atau masyarakat. !arena itu, penanaman nilai bahwa untuk menjadi pintar sese rang harus bersek lah di

'9

sek lah yang mahal menurut symbolic konvergence theory tercipta ketika sese rang melakukan k munikasi kel mp k yang didalamnya terkandung pesanpesan yang sudah didramatisir sehingga menjadi lebih heb h dan lebih mengena. *enurut Dr. Phill Astrid Susant , yang diharapkan dalam k munikasi adalah kesepahaman, bahkan bila mungkin, suatu keseragaman p la pikir dan tindakan. !arena itu Prasety #%&&:7 %&$ menyebutkan bahwa semua rang kini nampaknya punya keyakinan seragam, kalau mau bermutu, sek lah harus mahal. !eyakinan tersebut mem mpa semangat para pengel la pendidikan untuk membuat sek lah dengan menu tarif yang beragam, yang ujung-ujungnya sudah pasti, sek lah memang harus mahal. Aen mena ini juga membuat masyarakat menjadi 0mabuk1 pendidikan. Se rang anak misalnya, baru berumur 8 tahun sudah dimasukkan Play !roup. *enginjak : tahun masuk Taman !anak-kanak. Setahun kemudian masuk Sek lah Dasar. .sia puber dimasukkan ke S*P. Tiga tahun berselang, masuk S*A. )ulus dari S*A, langsung ke perguruan tinggi. Tidak cukup sampai disitu, dilanjutkan dengan S%, S8 dan seterusnya. (agus memang, karena dengan realitas s sial yang seperti itu, berarti perhatian kita terhadap pendidikan memang terbukti semakin meningkat. Tapi yang disayangkan, anak-anak seperti kehilangan masa kecilnya. !etika mereka harusnya bermain, mereka justru dipaksa untuk mengenal dan menguasai beban yang diluar kapasitas mereka. Dulu sekali ketika saya masih anak-anak, usia balita laBimnya dihabiskan dengan Dmengenal kehidupan terdekatnya dulu yaitu keluarga. 2stilahnya, bermain sambil belajar. *ereka bermain sekaligus mengetahui bahwa api itu panas, bahwa air itu basah, bahwa hujan bisa membuat mereka sakit. *ereka mempelajari semua kegiatan yang sentranya berada di rumah atau lingkungan di

':

sekitar. Sementara saat ini, anak-anak diajari apa saja di Play !roup. *ulai dari bahasa hingga k mputer, dari berenang hingga semp a. Pendidikan saat ini memang percaya kalau anak kecil bisa dipercepat kemampuannya dengan membuat sistem yang menyiksa, misalnya dengan membuka play group plus penitipan dari jam &<.&& sampai '<.&&. 2deallisme sebuah sek lah seringkali ditentukan dari kemampuannya untuk tidak membuat anak mengganggu karir dan akti-itas rang tua. Pendek kata, semakin lama di sek lah semakin baik.

Padahal, menurut !athy *atthews, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa anak-anak yang bisa membaca terlalu awal menjadi kecewa dan menjadi murid yang tak bersemangat pada usia sembilan tahun. Prestasi dini hasil rangsangan rang dewasa pada anak-anak hanya akan menghasilkan pelajar yang pencemas. Seperti yang tertuang dalam "ntervie# #ith !od7 $ he most surprised about humankind is that they get bored #ith childhood% they rush to gro# up and then long to be children again&. Aen mena pergeseran nilai terhadap pendidikan dalam masyarakat m dern, terutama disebabkan karena k ntruksi s sial yang lahir dalam pr ses k munikasi s sial. Pada dasarnya, k munikasi tidaklah mengk nstruksi ralitas s sial, tetapi dia hanya merefleksikan apa-apa yang memang terjadi dalam suatu masyarakat. Sejak awal, manusia selalu ditempatkan dalam tingkatan-tingkatan tertentu. Dasar penempatannya adalah sesuatu yang dihargai dalam

masyarakat. 4aluri alamiah manusia akan membawa mereka untuk berusaha berada pada satu le-el yang lebih dan lebih tinggi lagi. Pendidikan, sebagai kendaraan yang dianggap paling mudah untuk mencapai status s sial tertentu, kemudian menjadi k rbannya. 2a dibentuk sedemikian rupa sehingga muncul nilai baru bahwa sek lah yang bermutu adalah sek lah yang mahal. "al ini didukung

';

dengan fakta-fakta empirik yang ada di lapangan. !egiatan ekstrakurikuler misalnya, sek lah mahal akan menyediakan ekstrakurikuler bahasa asing dengan mendatngkan native speaker. Sedangkan sek lah murah, untuk ekstrakurikuler musik saja, tenaga yang dipakai hanya salah satu guru yang kebetulan mempunyai sedikit pengetahuan tentang musik. Sek lah mahal lengkap dengan fasilitas paling m dern, sementara sek lah miskin cukup berkembang dalam keterbatasan, syukur-syukur tidak digusur untuk dijadikan mall atau semacamnya. Dalam k munikasi kel mp k, angg ta kel mp k memang bisa memiliki pandangan lain tentang keputusan-keputusan yang diambil dalam kel mp k tersebut. 4amun, ada ketakutan tersendiri ketika dia harus mengambil keputusan yang berbeda, karena itu berarti dia menangung resik untuk dikucilkan atau

bahkan dikeluarkan dari suatu kel mp k. Dalam kasus penilaian tentang pendidikan misalnya. Se rang 2bu mungkin beranggapan bahwa hal terpenting yang harus didapatkan leh anaknya adalah pendidikan, dimanapun, tidak peduli itu sek lah super atau sek lah biasa saja. 2bu tersebut menyadari bahwa pada titik tertentu yang menentukan prestasi sese rang bukan tempat dia belajar tapi kualitas indi-idu dan bakat yang dipunyainya. 4amun, karena dia bergaul dengan ibu-ibu pengagung prestige, yang sangat percaya bahwa jika ingin pintar sese rang harus bersek lah di sek lah yang mahal, lambat laun, keyakinan ibu itu menjadi pudar dan dia jadi berpendapat sama. Setiap hari dia bertemu dengan rang- rang yang berpikiran berbeda dengannya. Setiap hari dia

diinjeksi dengan pengetahuan, bahwa jaman sekarang, mau pintar ya memang harus mahal. Dengan pengk ndisian yang seperti itu, mustahil sese rang dapat bertahan lebih lama dengan pendiriannya. !arena k munikasi adalah sesuatu

'<

yang po#erfull dan kel mp k adalah bagian yang paling mempengaruhi kehidupan sese rang, jadi wajar kalau gabungan dari keduanya mampu menggeser pemahaman akan suatu nilai dalam masyarakat. ?ika dicermati lebih jauh, hal ini berawal dari kebijakan pemerintah yang menyatakan bahwa pendidikan itu harus di t n mikan. Artinya, setiap institusi diberi hak untuk mengurus diri mereka sendiri, entah itu dengan memeras anak didiknya, menyewakan gedung atau melakukan hal-hal lain yang intinya sama7 k mersialisasi pendidikan. Wacana yang berkembang di masyarakat hanyalah pemakluman dan selalu pemakluman. !arena merasa diri mereka tidak bisa berbuat banyak. Pemakluman demi pemakluman itulah yang kemudian melahirkan nilai baru di masyarakat mengenai pendidikan. Pendidikan yang ideal, seperti yang pernah diucapkan (ung !arn dalam salah satu pidat nya, haruslah menjadi sumber kemakmuran dan kemajuan masyarakat kita seluruhnya dan bukan menjadi lahan untuk mengejar dipl ma (agaimana kita bisa melahirkan manusia-manusia yang baik, jika sejak awal kita sudah salah dalam menilai pendidikan itu sendiri. (agaimana pendidikan bisa menjadi jaminan kepastian hidup suatu bangsa, jika yang ada hanya pendidikan yang terdist rsi leh gel ra ek n mi yang tidak masuk akal. 4amun, berbicara mengenai realitas jelas berbeda dengan idealisme. Perubahan Baman yang terjadi memang menuntut lebih dari sekedar k nsekuensi. Pergeseran nilai tentang pendidikan mungkin hanya satu dari banyak hal yang tanpa kita sadari telah kita k rbankan untuk satu istilah 0perubahan Baman1. Sedangkan masyarakat m dern adalah masyarakat yang menempatkan sehingga mempengaruhi ritme kehidupan dan n rma-n rma. Sebagian besar masyarakat m dern memandang lembaga-lembaga pendidikan sebagai peranan

'=

kunci dalam mencapai tujuan s sial Pemerintah bersama

rang tua telah

menyediakan anggaran pendidikan yang diperlukan sceara besar-besaran untuk kemajuan s sial dan pembangunan bangsa, untuk mempertahankan nilai-nilai tradisi nal yang berupa nilai-nilai luhur yang harus dilestarikan seperti rasa h rmat kepada rang tua, kepada pemimpin kewajiban untuk mematuhi hukumhukum dan n rma-n rma yang berlaku, jiwa patri tisme dan sebagainya. Pendidikan juga diharapkan untuk memupuk rasa takwa kepada Tuhan 5ang *aha ,sa, meningkatkan kemajuan-kemajuan dan pembangunan p litik, ek n mi, s sial dan pertahanan keamanan. Pendek kata pendidikan dapat diharapkan untuk mengembangkan wawasan anak terhadap ide l gi, p litik, ek n mi, s sial, budaya dan pertahanan keamanan secara tepat dan benar, sehingga membawa kemajuan pada indi-idu masyarakat dan negara untuk mencapai tujuan pembangunan nasi nal. Sedangkan dalam masyarakat m dern pendidikan memisahkan anak dari rang tuanya untuk memper leh ketampilan #ilmu pengetahuan dan tekn l gi$ serta akan membutuhkan waktu yang lebih panjang dari pada masyarakat sederhana. Dengan didirikannya lemabaga-lembaga f rmal #sek lah$ membuat mereka lebih banyak terpisah dengan lingkungan masyarakat nmereka sedniri. "al ini mengakibatkan anak-anak dalam masyarakat me dern akan terasing dengan lingkungan masyarakatnya yang pada akhirnya akan mengurangi kepedulian diantara mereka. Dalam masyarakat m dern pengetahuan yang akan diajarkan akan membutuhkan se rang tenaga pengajar yang pr fessi nal. "al ini berimplikasi dengan cara pandang mereka bawah mereka akan dapat memetik keuntungan

'>

ataupun kerugian dari spesialisasi, pengetahuan dan keahlian yang telah mereka kuasai. Dengan adanya tenaga-tenaga pr fessi nal, lembaga f rmal, serta sarana-dan parsaran yang memadai akan melahirkan masyarakat m dern yang juga akan memiliki kaulifikasi atau k mpetensi sesuai dengan apa yang telah digariskan dalam perencanaan pembelajaran. Akan tetapi kebanyakan tenaga pengejar #guru$ dalam masyarakat m dern cenderung mangajarkan sesuatu kepada muridnya jauh dengan realita yang ada. Sebagai c nt h se rang guru bidang ek n mi yang mengajarkan cara menjadi manager keuangan, tidak akan terlibat langsung menjadi manager keuangan. "al ini berimplikasi kepada jauhnya sesuatu apa yang mereka pelajari dari diri dan lingkungan mereka sendiri. Anak-anak dalam masyarakat m dern cenderung berada dibawah tekanan yang besar dari rang tua dan guru-gurunya untuk menguasai pelajaran yang ditentukan dan dalam waktu yang telah ditentukan. Eejala ini akan berp tensi menimbulkan gejala kelainan mental jika hasil yang akan dicapai terlalau berat dibandingkan dengan kemampuan anak.

#) Pr.*e,i G4r4 /alam Pe+/i/ika+ M./er+ Dalam pandangan masyarakat m dern, guru belum merupakan pr fesi yang pr fesi nal jika hanya mampu membuat murid membaca, menulis dan berhitung, atau mendapat nilai tinggi, naik kelas, dan lulus ujian. *asyarakat m dern menganggap k mpetensi guru belum lengkap jika hanya dilihat dari keahlian dan ketrampilan yang dimiliki melainkan juga dari terhadap perubahan dan in -asi. rientasi guru

%&

(agi masyarakat m dern, eksistensi guru yang mandiri, kreatif, dan in -atif merupakan salah satu aspek penting untuk membangun kehidupan bangsa. (anyak ahli berpendapat bahwa keberhasilan negara Asia Timur #+ina, ! rsel dan ?epang$ muncul sebagai negara industri baru karena didukung leh penduduk3SD* terdidik dalam jumlah yang memadai sebagai hasil sentuhan manusiawi guru. Salah satu bangsa m dern yang menghargai pr fesi guru adalah bangsa ?epang. (angsa ?epang menyadari bahwa guru yang bermutu merupakan kunci keberhasilan pem bangunan. She n n wa yama y ri m ta3#ai umiy rim fu3#ai

yang berarti jasa guru lebih tinggi dari gunung yang paling tinggi, lebih dalam dari laut paling dalam. "al ini merupakan ungkapan penghargaan bangsa ?epang terhadap pr fesi guru. Euru pada sejumlah negara maju sangat dihargai karena guru secara spesifik 7 '. *emiliki kecakapan dan kemampuan untuk memimpin dan mengel la pendidikanF %. *emiliki ketajaman pemahaman dan kecakapan intektual, cerdas em si nal dan s sial untuk membangun pendidikan yang bermutuF dan 8. *emiliki perencanaan yang matang, bijaksana, k ntekstual dan efektil untuk membangun humanware #SD2G2$ yang unggul, bermartabat dan memiliki daya saing. !eunggulan mereka adalah terus maju untuk mencapai yang terbaik dan memperbaiki yang terpuruk. *ereka secara berkelanjutan #sustainable$ terus menigkatkan mutu diri dari guru biasa ke guru yang baik dan terus berupaya meningkat ke guru yang 2ebih baik dan akhirnya menjadi guru yang terbaik, yang

%'

mampu memberi inspirasi, ahli dalam materi, memiliki m ral yang tinggi dan menjadi teladan yang baik bagi siswa. Di negara kita, guru yang memiliki keahlian spesialisasi harus diakui masih 2angka. Walaupun sudah sejak puluhan tahun disiapkan, namun hasilnya masih belum nampak secara nyata. 2ni disebabkan karena masih cukup banyak guru yang belum memiliki k nsep diri yang baik, tidaktepat menyandang predikat sebagai guru, dan mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan keahliannya #m3Gsmatch$. Semuanya terjadi karena kemandirian guru belum nampak secara nyata, yaitu sebagian guru belum mampu melihat k nsep dirinya #self c nsept$, ide dirinya #self idea$, dan realita dirinya #selfr eality$. Tipe guru sepeni ini mustahil dapat menciptakan suasana kegiatan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan #PA!,*$. Euru adalah bagian dari kesadaran sejarah pendidikan di dunia. +itra guru berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan k nsep dan persepsi manusia terhadap pendidikan dan kehidupan itu sendiri. Dalam hal ini pr fesi guru pada mulanya dik nsep sebagai kemampuan memberi dan mengembangkan pengetahuan pesena didik. 4amun, beberapa dasawarsa terakhir k nsep, persepsi, dan penilaian terhadap pr fesi guru mulai bergeser. "al itu selain karena perubahan pandangan manusia-masyarakat terhadap integritas sese rang yang berkaitan dengan pr dukti-itas ek n misnya, juga karena perkembangan yang cukup radikal di bidang pengetahuan dan tekn l gi, terutama bidang inf rmasi dan k munikasi, yang kemudian mend r ng pengembangan media belajar dan paradigma tekn l gi pendidikan. Dalam perkembangan berikutnya, sekaligus sebagai biasnya, guru mulai mengalami dilema eksistensial. Artinya, penguasaan ilmu pengetahuan tidak lagi menjadi

%%

hegem ni guru, tetapi menyebar seluas perkembangan tekn l gi inf rmasi dan k munikasi seperti dunia penerbitan, buku, majalah, k ran, Serta media elektr nik lainnya. .ntukitu, p sisi krusial guru perlu dijernihkan tatkala kita hendak merumuskan kembali pendidikan yang 2ebih memajukan masa depan generasi berikutnya. Dengan demikian, para guru dituntut tampil lebih pr fesi nal, lebih tinggi ilmu pengetahuannya dan lebih cekatan dalam penguasaan tekn l gi k munikasi dan inf rmasi. Artinya, guru mau tidak mau dan dituntut harus terus meningkatkan kecakapan dan pengetahuannya selangkah ke depan lebih dari pengetahuan masyarakat dan anak didiknya. Dalam kehidupan bermasyarakat pun guru diharapkan lebih berm ral dan berakhlak daripada masyarakat kebanyakan, tetapi di situlah muncul pr blem tatkala para guru tidak memiliki kemampuan materi untuk memiliki segala akses dan jaringan inf rmasi sepeti TG, buku-buku, majalah, dan k ran. Euru-guru memiliki gaji dan tunjangan yang jauh dari cukup untuk meningkatkan pr fesinya sekaligus memperkaya inf rmasi mengenai perkembangan pengetahuan dan berbagai dinamika kehidupan m dern. Sehingga, rasanya sangat sulit di era m dern ini guru dapat tampil lebih pr fesi nal, memiliki tanggung jawab m ral pr fesi sebagai k nsekuensi etisnya.

%8

DA%TAR PUSTAKA

*anan, 2mran #'>=>$, Anthropologi Pendidikan 'Suatu pengantar), Departemen P H !, PP-)PT!, ?akarta. Prasety , ,k H Terra (ajragh ssa #%&&:$. Pengumuman: tidak ada sekolah murah(. Iesist ( k, ?akarta. Ahmadi, Abu, Drs. %&&8. "lmu Sosial )asar. ?akarta7 Iineke +ipta. ! sim, ", ,. '>>;. (andung7 Sek lah Tinggi (ahasa Asing 5apari JJJJJJJ, '>>9. Sosiologi * SM+. ?akarta7 5udistira

%9