Anda di halaman 1dari 10

Paranoid/ketakutan yang tidak beralasan

Posted on May 22, 2012 by Djoko Saylendro Kemarin lusa saya baru saja menangani seseorang anak muda yang merasa ketakutan untuk suatu hal tertentu (maaf tidak bisa saya jelaskan disini karena etika kerahasiaan klien). Namun satu hal yang jelas, ketakutan tersebut jika dipandang dari sisi orang normal adalah tidak beralasan, namun bagi klien, hal itu tampak begitu real dan sangat mengganggu kehidupannya sehingga tidak bisa konsentrasi untuk belajar. Dan setelah diusut punya usut di pikiran bawah sadar, ternyata masalahnya sepele, hanya karena dulu pernah ditakut-takuti oleh temannya dan kemudian ketakutan tersebut diperkuat dengan suatu kejadian yang makin memperkuat ketakutannya. Sehingga akhirnya pikirannya terus mengarah ke hal itu dan jadilah yang orang sebut paranoid. Akhirnya setelah diproses dalam pertemuan pertama, hari berikutnya klien ini sms seperti ini: Pak saya mau numpang tnya . Saya sudah rada tidak kpkiran lgi. Apa ini efeknya? Apa bsa timbul lgi ato gmna? apa yang hrs saya lakuin biar prasaan itu smua gak timbul lgi pak? Tq ya inilah kalau terapi berjalan lancar, terkadang klien suka heran sendiri, hal yang ditakuti sudah hilang, malah timbul ketakutan baru kalau timbul lagi bagaimana. Saya bilang kalau sudah hilang ya udah jangan dipikirin, disyukurin saja, tinggalkan masa lalu dan fokuskan pikiran ke masa depan. gitu aja kok repot Namun satu hal yang bisa dipelajari dari sini adalah bahwa jangan sembarangan bicara sesuatu yang bikin takut yang tidak punya dasar yang jelas. karena kalau kebetulan masuk ke bawah sadar dan ada peristiwa lain yang memperkuat, maka bisa repot. Misalnya kalau anak ditakuttakuti kalau makanan tidak habis nanti ada wewe yang keluar dari korden, kalau kebetulan nanti si anak lagi makan sendiri dan kebetulan ada angin kencang yang biki kordennya bergerak, yang sebetulnya tidak ada hubungannnya, bisa diterjemahkan pikiran bawah sadarnya bahwa yang ditakuti betul-betul terjadi.

Kisah Terapi
Masalah Pengembangan Diri (Self Development)

Upaya pengembangan diri dengan menggunakan hipnosis/hipnoterapi telah terbukti berhasil mengubah kehidupan banyak orang dalam berbagai aspek kehidupannya, seperti karier, prestasi, income, hubungan dengan keluarga/orang lain, dll Manusia pada dasarnya dianugrahi kemampuan pikiran yang luar biasa dari Sang Pencipta untuk bisa berkembang dengan baik, mencapai kesuksesan dan kebahagiaan yang ingin diraih. Sayangnya banyak sekali nilai-nilai kepercayaan dalam bawah sadar kita yang membatasi (limiting belief) kemampuan tersebut.Belief tersebut bisa timbul dari sugesti/ide yang kita terima

dari eksternal ataupun dari peristiwa-peristiwa traumatis yang pernah kita alami. Ambil contoh analogi berikut:

Ada seekor anak gajah yang salah satu kakinya diikat pada sebuah pasak dari sejak berusia sangat muda. Anak gajah tersebut mencoba melepaskan diri dan selalu gagal karena tali & pasaknya terlalu kuat untuk tenaganya yang masih kecil. Setiap hari kegagalan demi kegagalan ditemuinya sehingga akhirnya ia mulai berhenti berusaha melepaskan diri dan timbul kepercayaan dalam dirinya bahwa ia memang tidak bisa mengalahkan tali & pasak tersebut, dan menerima hal tersebu sebagai nasibnya. Bertahun-tahun kemudian, gajah tersebut menjadi dewasa dan besar, dengan kekuatan yang berkali-kali lipat besarnya namun tetap tidak pernah bisa melepaskan diri dari ikatan tersebut, karena limiting belief yang telah tertanam kuat dalam dirinya dari kecil.

Di negara-negara Eropa Timur, pemrograman diri dengan menggunakan hipnosis telah lama diterapkan pada atlet-atlet mereka untuk membantu mereka meraih prestasi yang maksimal. Saya sendiri juga sering menggunakan beberapa teknik hipnoterapi untuk membantu sebuah paduan suara yang saya latih untuk bisa mencapai prestasi puncak di tingkat internasional.

Berikut beberapa kisah terapi kasus pengembangan diri:

T, seorang manager muda di sebuah perusahaan multinasional yang mengalami kesulitan dalam berbicara di depan publik. Setiap kali ia harus melakukan hal tersebut, ia langsung merasa sangat gugup, lemas, & berkeringat dingin. Padahal di jabatannya sekarang, ia sering kali harus berbicara di depan orang banyak, baik itu teamnya sendiri ataupun pihak luar. T sangat khawatir akan masalahnya tersebut menjadi penghambat kariernya, sehingga akhirnya mencari pertolongan lewat terapi di Klinik Hipnoterapi Keluarga. Pada saat terapi, berhasil ditemukan akar masalah tersebut pada saat T berusia 5 tahun di Taman Kanak-Kanak. T kecil diminta bernyanyi di depan kelas di hadapan guru & teman-temannya, sayangnya pada saat itu T lupa

akan syair lagunya sehingga akhirnya menjadi bahan tertawaan teman-temannya. Itulah saat pertama kali T mengalami masalah untuk tampil di depan orang banyak. Dengan menggunakan teknik Ego State Therapy (EST), T berhasil melepaskan diri dari masalahnya itu dan menjadi semakin percaya diri & tenang untuk tampil berbicara di depan siapapun.

Simak juga kisah R, seorang usahawan yang bermasalah dalam mengembangkan usahanya di artikel Past Life: ada atau tidak?

Sering kali kasus-kasus pada masalah pengembangan diri disertai dengan adanya sabotase diri (self sabotage) dari satu bagian diri seseorang yang berusaha melindungi dirinya dari sesuatu hal yang dianggap bisa berakibat negatif. Simak kisah berikut ini:

A, seorang single mother berpenampilan menarik di usianya yang masih relatif muda, memiliki masalah dalam membina hubungan dengan lelaki. Setiap usahanya membina hubungan yang serius & sehat dengan pasangan jenis selalu kandas, satu-satunya hubungan perkawinan yang pernah dijalaninya juga berakhir dengan tragis. Ia merasa selalu gagal mendapatkan pasangan yang baik dan sebaliknya malah sering kali 'berhasil' menarik pasangan dengan perilaku yang buruk. Proses terapi membantu A hingga menemukan akar masalah keyakinan di bawah sadarnya bahwa semua pria tidak baik dan hanya akan membuat sengsara, yang diperolehnya tanpa sengaja pada saat A masih dalam kandungan ibunya. Peristiwa tersebut telah menciptakan suatu bagian diri dalam diri A yang selalu melakukan sabotase diri setiap kali berusaha menjalin hubungan dengan pria yang baik. Dengan mengubah persepsi tersebut, A berhasil mengubah dirinya menjadi jauh lebih nyaman & tenang dalam membina hubungan dengan pria yang tepat.

Hypnotherapy
Overview
What is hypnotherapy? The term "hypnosis" comes from the Greek word hypnos, meaning "sleep." Hypnotherapists use exercises that bring about deep relaxation and an altered state of consciousness, also known as a trance. A person in a deeply focused state is unusually responsive to an idea or image, but this does not mean that a hypnotist can control the person's mind and free will. On the contrary, hypnosis can actually teach people how to master their own states of awareness. By doing so they can affect their own bodily functions and psychological responses. What is the history of hypnosis?

Throughout history, trance states have been used by shamans and ancient peoples in rituals and religious ceremonies. But hypnosis as we know it today was first associated with the work of an Austrian physician named Franz Anton Mesmer. In the 1700s, Mesmer believed that illnesses were caused by magnetic fluids in the body getting out of balance. He used magnets and other hypnotic techniques (the word mesmerized comes from his name) to treat people. But the medical community was not convinced. Mesmer was accused of fraud, and his techniques were called unscientific. Hypnotherapy regained popularity in the mid 1900s due to Milton H. Erickson (1901 - 1980), a successful psychiatrist who used hypnosis in his practice. In 1958, both the American Medical Association and the American Psychological Association recognized hypnotherapy as a valid medical procedure. Since 1995, the National Institutes of Health (NIH) has recommended hypnotherapy as a treatment for chronic pain. Other conditions for which hypnotherapy is frequently used include anxiety and addiction. (See "What illnesses or conditions respond well to hypnotherapy?") How does hypnosis work? When something happens to us, we remember it and learn a particular behavior in response to what happened. Each time something similar happens, our physical and emotional reactions attached to the memory are repeated. In some cases these reactions are unhealthy. In some forms of hypnotherapy, a trained therapist guides you to remember the event that led to the first reaction, separate the memory from the learned behavior, and replace unhealthy behaviors with new, healthier ones. During hypnosis, your body relaxes and your thoughts become more focused. Like other relaxation techniques, hypnosis lowers blood pressure and heart rate, and changes certain types of brain wave activity. In this relaxed state, you will feel at ease physically yet fully awake mentally and may be highly responsive to suggestion. Your conscious mind becomes less alert and your subconscious mind becomes more focused.Some people respond better to hypnotic suggestion than others. There are several stages of hypnosis:

Reframing the problem Becoming relaxed, then absorbed (deeply engaged in the words or images presented by a hypnotherapist) Dissociating (letting go of critical thoughts) Responding (complying with a hypnotherapist's suggestions) Returning to usual awareness Reflecting on the experience

What happens during a visit to the hypnotherapist? During your first visit, you will be asked about your medical history and what brought you in -what condition you would like to address. The hypnotherapist may explain to you what hypnosis

is and how it works. You will then be directed through relaxation techniques, using a series of mental images and suggestions intended to change behaviors and relieve symptoms. For example, people who have panic attacks may be given the suggestion that, in the future, they will be able to relax whenever they want. The hypnotherapist will also teach you the basics of self hypnosis and give you an audiotape to use at home so you can reinforce what you learn during the session. How many treatments will I need? Each session lasts about an hour, and most people start to see results within 4 - 10 sessions. You and your hypnotherapist will monitor and evaluate your progress over time. Children (aged 9 12) are easily hypnotized and may respond after only 1 - 2 visits. What illnesses or conditions respond well to hypnosis? Hypnosis is used in a variety of settings -- from emergency rooms to dental offices to outpatient clinics. Clinical studies suggest that hypnosis may improve immune function, increase relaxation, decrease stress, and ease pain and feelings of anxiety. Hypnotherapy can reduce the fear and anxiety that some people feel before medical or dental procedures. For example, studies show that dental patients who underwent hypnosis had a significantly higher threshold for pain than those who were not hypnotized. Hypnosis may also improve recovery time and reduce anxiety and pain following surgery. Clinical trials on burn patients suggest that hypnosis decreases pain (enough to replace pain medication) and speeds healing. Generally, clinical studies show that using hypnosis may reduce your need for medication, improve your mental and physical condition before an operation, and reduce the time it takes to recover. Dentists also use hypnotherapy to control gagging and bleeding. A hypnotherapist can teach you self regulation skills. For instance, someone with arthritis may learn to turn down pain like the volume on a radio. Hypnotherapy can also be used to help manage chronic illness. Self hypnosis can enhance a sense of control, which is often lacking when someone has a chronic illness. Clinical studies on children in emergency treatment centers show that hypnotherapy reduces fear, anxiety, and discomfort. Other problems or conditions that may respond to hypnotherapy include:

Irritable bowel syndrome Tension headaches Alopecia areata Asthma Phobias Insomnia Addictions Bedwetting Fibromyalgia

Phobias Labor and delivery Skin disorders [such as acne, psoriasis, and eczema (atopic dermatitis)] Stress Tinnitus (ringing in the ears) Cancer related pain Weight loss Eating disorders Warts Indigestion (dyspepsia)

Are there any risks associated with hypnotherapy? Before considering hypnotherapy, you need a diagnosis from your doctor to know what needs to be treated. This is especially true if your condition is psychological (for example, a phobia or anxiety), and you should be evaluated by a psychiatrist. Without an accurate diagnosis, hypnotherapy could make your symptoms worse. Very rarely, hypnotherapy leads to the development of "false memories" made up by the unconscious mind; these are called confabulations. How can I find a hypnotherapist? Most hypnotherapists are licensed medical doctors, registered nurses, social workers, or family counselors who have received additional training in hypnotherapy. For example, members of the American Society of Clinical Hypnosis (ASCH) must hold a doctorate in medicine, dentistry, podiatry or psychology, or a master's level degree in nursing, social work, psychology or marital/family therapy with at least 20 hours of ASCH approved training in hypnotherapy. The American Psychotherapy and Medical Hypnosis Association provide certificates for licensed medical and mental health professionals who complete a 6 - 8 week course. To receive a directory of hypnotherapies near you, contact: The American Society of Clinical Hynosis: www.asch.net The Society for Clinical and Experimental Hypnosis: www.sceh.us The American Association of Professional Hypnotherapiests: www.aaph.org

References
Accardi MC, Milling LS. The effectiveness of hypnosis for reducing procedure-related pain in children and adolescents: a comprehensive methodological review. J Behav Med. 2009 Aug;32(4):328-39. Alladin A, Alibhai A. Cognitive hypnotherapy for depression: an empirical investigation. IntJ Clin Exp Hypn. 2007;55(2):147-66.

Araoz D. Hypnosis in human sexuality problems. Am J Clin Hypn. 2005;47(4):229-42. Bisson J, Andrew M. Psychological treatment of post-traumatic stress disorder (PTSD). Cochrane Database Syst Rev. 2007;(3):CD003388. Brown D. Evidence-based hypnotherapy for asthma: a critical review. Int J Clin Exp Hypn. 2007;55(2):220-49. Brown DC, Hammond DC. Evidence-based clinical hypnosis for obstetrics, labor and delivery, and preterm labor. Int J Clin Exp Hypn. 2007;55(3):355-71. Casiglia E, Schiavon L, Tikhonoff V, et al. Hypnosis prevents the cardiovascular response to cold pressor test. Am J Clin Hypn. 2007;49(4):255-66. Derbyshire SW, Whalley MG, Oakley DA. Fibromyalgia pain and its modulation by hypnotic and non-hypnotic suggestion: an fMRI analysis. Eur J Pain. 2009 May;13(5):542-50. Emami MH, Gholamrezaei A, Daneshgar H. Hypnotherapy as an adjuvant for the management of inflammatory bowel disease: a case report. Am J Clin Hypn. 2009 Jan;51(3):255-62. Facco E, Casiglia E, Masiero S, Tikhonoff V, Giacomello M, Zanette G. Effects of hypnotic focused analgesia on dental pain threshold. Int J Clin Exp Hypn. 2011;59(4):454-68. Flammer E, Alladin A. The efficacy of hypnotherapy in the treatment of psychosomatic disorders: meta-analytical evidence. Int J Clin Exp Hypn. 2007;55(3):251-74. Graci GM, Hardie JC. Evidenced-based hypnotherapy for the management of sleep disorders. Int J Clin Exp Hypn. 2007;55(3):288-302. Jensen M, Patterson DR. Hypnotic treatment of chronic pain. J Behav Med. 2006;29(1):95-124. Kohen DP, Zajac R. Self-hypnosis training for headaches in children and adolescents. J Pediatr. 2007;150(6):635-9. Lew MW, Kravits K, Garberoglio C, Williams AC. Use of preoperative hypnosis to reduce postoperative pain and aneshesia-related side effects. Int J Clin Exp Hypn. 2011;59(4):406-23. Lynn SJ, Cardena E. Hypnosis and the treatment of posttraumatic conditions: an evidence-based approach. Int J Clin Exp Hypn. 2007;55(2):167-88. Miller V, Whorwell PJ. Hypnotherapy for functional gastrointestinal disorders: a review. Int J Clin Exp Hypn. 2009 Jul;57(3):279-92. Nash MR. Salient findings: A potentially groundbreaking study on the neuroscience of hypnotizability, a critical review of hypnosis' efficacy, and the neurophysiology of conversion disorder. Int J Clin Exp Hypn. 2005;53(1):87-93.

Neron S, Stephenson R. Effectiveness of hypnotherapy with cancer patients' trajectory: emesis, acute pain, and analgesia and anxiolysis in procedures. Int J Clin Exp Hypn. 2007;55(3):336-54. Page RA, Green JP. An update on age, hypnotic suggestibility, and gender: a brief report. Am J Clin Hypn. 2007;49(4):283-7. Patterson DR, Wiechman SA, Jensen M, Sharar SR. Hypnosis delivered through immersive virtual reality for burn pain: A clinical case series. Int J Clin Exp Hypn. 2006;54(2):130-42. Porter LS, Keefe FJ. Pyschosocial issues in cancer pain. Curr Pain Headache Rep. 2011;15(4):263-70. Saadat H, Kain ZN. Hypnosis as a therapeutic tool in pediatrics. Pediatrics. 2007;120(1):179-81. Shen YH, Nahas R. Complementary and alternative medicine for treatment of irritable bowel syndrome. Can Fam Physician. 2009 Feb;55(2):143-8. Review. Stern. Stern: Massachusetts General Hospital Comprehensive Clinical Psychiatry, 1st ed. Philadelphi, PA: Mosby, An Imprint of Elsevier. 2008. Stewart JH. Hypnosis in contemporary medicine. Mayo Clin Proc. 2005;80(4):511-24. Thornberry T, Schaeffer J, Wright PD, Haley MC, Kirsh KL. An exploration of the utility of hypnosis in pain management among rural pain patients. Palliat Support Care. 2007;5(2):14752. Valente SM. Hypnosis for pain management. J PsychosocNurs Ment Health Serv. 2006;44(2):22-30. Whitehead WE. Hypnosis for irritable bowel syndrome: the empirical evidence of therapeutic effects. Int J Clin Exp Hypn. 2006;54(1):7-20. Wobst AH. Hypnosis and surgery: past, present, and future. Anesth Analg. 2007;104(5):1199208.

Hypnotherapy Meningkatkan Harga Diri


Apakah Anda tahu bahwa harga diri seseorang dapat ditingkatkan dengan menggunakan metode hipnoterapi? Fakta mengatakan, bahwa permasalahan tentang harga diri adalah salah satu alasan utama mengapa orang berkonsultasi dengan seorang ahli hipnoterapi. Harga diri bisa didefinisikan sebagai cara Anda dalam menghargai

diri Anda sendiri. Jika Anda mencintai dan menerima sepenuhnya diri Anda sendiri, maka Anda akan memiliki harga diri yang sehat sehingga Anda dapat berbaur atau bersosialisasi dengan orang lain secara mudah, dapat bertanggung jawab atas kehidupan Anda sendiri, merawat tubuh dengan baik, tidak berkecil hati dengan perilaku orang lain dan percaya bahwa Anda tidak perlu bersaing dengan orang lain untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan. Secara umum, orang yang dilahirkan ke dunia pasti mempunyai harga diri yang baik. Anda dapat mengamati bahwa bayi yang baru lahir dapat menyampaikan perasaan yang sebenarnya tanpa ragu-ragu, mereka mampu mengekspresikan keinginan mereka. Dan seiring berjalannya waktu, anak ini akan tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat dengan mempunyai kehormatan diri jika ia diberikan cinta sejati tanpa syarat dan kedisiplinan yang sesuai. Di sisi lain, ada banyak orang yang telah menjadi sasaran kritik dari orang tua atau bahkan guru mereka. Orang-orang ini mungkin telah mendapat penghargaan yang buruk dan penghargaan tersebut melekat pada diri mereka, sehingga dapat merusak harga diri mereka secara perlahan-lahan dari waktu ke waktu. Mereka cenderung percaya dan berpikir negatif, sehingga mereka menjalani kehidupan dengan cara tertekan dan penuh kekhawatiran. Jika ini di jalani secara terus menerus maka mereka akan menjadi semakin tertekan dan stres. Melalui hipnoterapi, maka Anda dapat meregresi kehidupan di masa lalu Anda. Anda bisa kembali mengenang masa lalu Anda dan menemukan masalah yang belum terselesaikan yang telah mempengaruhi harga diri Anda sampai saat ini. Proses ini juga akan memungkinkan Anda untuk meninjau akar permasalahan yang membuat harga diri Anda menjadi turun, sehingga Anda dapat melepaskan sentimen atau pikiran negatif yang tidak diinginkan yang berada dalam tubuh Anda. Audio hipnoterapiakan bekerja untuk Anda. Dengan Teknik pendalaman batin, Anda akan dapat memvisualisasikan sesuatu yang membuat Anda menjadi takut dan khawatir serta belajar bagaimana caranya untuk dapat menyesuaikan kondisi dimanapun Anda berada dan kapanpun Anda berada. Pengobatan Hypnotherapy juga akan menghasilkan rekomendasi pasca-hipnotis untuk menghilangkan hal-hal negatif yang telah Anda latih dalam hidup Anda. Anda juga mungkin perlu menggunakan bantuan Audio hipnoterapi untuk menjaga pikiran Anda agar tetap positif sesuai yang Anda butuhkan. Audio hipnoterapi juga dapat memberikan solusi bagi Anda sesuai dengan kebutuhan Anda dan mempertimbangkan apa yang Anda inginkan. Setelah Anda menggunakan Audio hipnoterapi secara berulang, Anda dapat melihat perubahan positif secara drastis dalam menyikapi permasalahan yang ada dalam diri Anda sendiri

dan Anda juga dapat melanjutkan perjalanan dalam sisi kehidupan Anda dengan cara yang seharusnya Anda jalankan