Anda di halaman 1dari 36

BAB I Kerangaka Berfikir Ilmiah. Defenisi Pertama yang harus didefiniskan adalah kata definisi itu sendiri.

Mengapa demikian?. Sebab dengan adanya perbedaan diantara kita dalam mendefinisikan suatu dapat menjadi diskusi/kesepahaman kita bisa, meskipun kita merujuk satu kata yang sama. Artinya kita harus mengacu pada makna yang sama. Lalu Apa defenisi dari defenisi?. Definisi pertama dari kata definisi adalah membatasi sesuatu, sehingga kita dapat memiliki pengertian terhadap sesuatu. Misalnya sa ah kita berbatasan dengan sungai, jalan raya, dan kebun. Maka defenisi sa ah kita adalah sebidang sa a yang letaknya disini!dan berbatasan dengan ini..ini..dan seterusnya, senghingga menjadi jelas. "adi defenisi dari defenisi adalah memberikan pengertian/penjelasan tentang sesuatu hal dan disertai dengan batasan#batasan, sehingga hal tersebut menjadi jelas. Dapat disimpulkan bah a inti defenisi yang pertama ini adalah menjelaskan sesuatu yang terbatas. $%nsek ensinya, jika sesuatu tidak terbatas maka tidak dapat didefinisikan. Definisi yang kedua dari kata definisi adalah menjelaskan sesuatu denga beberapa pendekatan, sehingga sesatu itu jelas. Misalnya, jika kita ingin mendefinisikan kertas, maka kita gunakan bentuk, arna, tekstur, kegunaan, sumber dan seterusnya, sebagai pendekatan untuk memberikan kita pemahaman tentang kertas, sehingga gambaran tentang kertas bagi kita menjadi jelas adanya. "ika kita menc%ba mendefinisikan judul diatas &kerangka 'erfikir (lmiah), maka kurang lebih seperti berikut* $erangka adalah suatu yang menyusun atau men%pang yang lain, sehingga sesuatu yang lain dapat berdiri dan 'erfikir merupakan gerak akal dari satu titik ketitik yang lain atau bisa juga gerak akal dari pengetahuan yang satu kepengetahuan yang lain. Pengetahuan pertama kita adalah ketidaktahuan &kita tahu bah a diri kita sekarang tidak mengetahui sesuatu), pengetahuan yang kedua adalah tahu &kemudian kita mengetahui apa yang sebelumnya tidak kita tahu). +ajar kemudian ada juga yang mendefinisikan berfikir sebagai gerak akal dari tidak tahu menjadi tahu. "adi inti dari ini adalah gerak akal.

,erserah kemudian kita pehami bah a titik pertama adalah tidak tahu atau tahu dan titik kedua adalah tahu, lebih tahu atau malah ketidak tahuan yang baru. (lmiah adalah sesuatu hal/pernyataan yang bersifat keilmuan. -uma disini kita perlu bedakan ilmiah dalam perspektif kita dan sains barat. (lmiah dalam sains barat itu harus mele ati pengujian secara empiris, artinya (lmiah adalah empiris dalam sains barat. .amun, (lmiah yang dimaksudkan dalam pembahasan kita adalah yang sesuai dengan dengan hukum# hukum pengetahuan, sedangkan tentang sains akan dibahas dalam materi yang lain, yakni (slam (ptek. Kemutlakan dan Relativitas. Suatu hal yang penting sebelum menjalajahi dunia pemikiran perlu kiranya kita memahami ja ban dari beberapa pertanyaan berikut* apakah dari semua yang ada? Apakah ide atau realitas diluar kita ini bersifat mutlak atau relati/e? Dalam artian, tidak hal yang pasti seperti dalam kacamata kaum s%fis &0il%sphis). Membahas s%fisme, di 1unani muncul sekel%mp%k %rang yang berfikir bah a apapun yang ada dalam gagasan kita bersifat relati/e, semuanya selalu dihadapkan pada pilihan apakah semuanya mungkin benar atau semua mungkin salah. -iri khas kaum s%phis adalah berdebat kusir yang kemudian kembali pada relati/itas. Artinya lebih menekankan kekuatan ret%rika disbanding argumentasi. Secara s%cial, kaum s%phis ini &Sphis 2 arif, pandai) menimbulkan gej%lak negati/e dimasyarakat pada 3amanny karena tidak ada lagi yang dapat dipercaya. Memang k%nsek ensi dari relati/itas adalah hilangnya kepercayaan. Disaat seperti inilah muncul t%k%h S%crates &4 567#899 SM) yang menggugurkan asumsi#asumsi yang dibangun %leh kaum s%phis. S%crates yang dikenal sebagai se%rang guru 0ilsafat 1unai kun% yang sangat berpengaruh. (a memakai met%de dialektika untuk membimbing %rang memahami suatu pengetahuan dengan mengajukan pertanyaan#pertanyaan setapak demi setapak demi sempai hal#hal yang meragukan terja ab atau menjadi jelas, mengatakan bah a 0ilsafat berasal dari bahasa 1unani yang berasl dari kata phil% 2 cinta dan S%phia 2 arif. Mungkin disinilah kerendahatian S%crates tidak mengangap dirinya sebagai %rang pintar, tapi sebagai pecinta kearifan. Disini perlu ditegaskan bah a puncak ilmu adalah kearifan.

Ada beberapa kelemahan s%fisme. Pertama, k%ntradiksi dengan dirinya, misalnya pernyataan bah a :semua relati/e;. "ika dikembalikan, apakah pernyataan bah a :semua relati/e; itu relati/e atau mutlak. $emungkinan ja abannya adalah jika dikatakan :pernyataan tersebut termasuk relati/e;, maka pernyataan ini munggugurkan dirinya. Artinya pernyataan ini juga relati/e. $alua relati/e artinya belub dapat dijadikan sandaran kemutlakan. Sebagai c%nt%h, pernyataan :dilarang berbahasa (nd%nesia; adalah pernyataan yang menggurkan dirinya karena pernyataan ini sendiri berbasa (nd%nesia. "ika kemudian ja abanya adalah semua relati/e kecuali relati/e itu, maka mau tidak mua mengakui adanya kemutlakan. Seperti kebingungan Al#<ha3ali dalam pencarianya, hanya satu hal yang tidak diragukan yaitu keraguan itu sendri. $elemahan kedua adalah s%fisme tidak memiliki pijakan te%ri yang jelas, sehingga turunan dari prinsip berpikirnya juga menjadi tidak jelas. Setahu penulis, s%fisme tidak lain dari kebingungan, kegundaan karena tidak memiliki system berpikir yang k%mprehensif. -ara kerja s%fisme sagat sederhana, menciptakan antitesa dari sebuah pernyataan dalam bahasa keraguan. Akibatnya adalah munculnya keraguan baru dan tak mampu menja ab masalah. Secuil tetang Filsafat Ilmu. 0ilsafat berasal dari bahasa 1unani, Phil% yang berarti cinta dan S%phis yang berarti arif, pandai. Secara bahsa semua 0ilsafat la3im diterjemahkan sebagai cinta kearifan, kepandaian. .amun, cakupan pengertian s%phia yang semula itu ternyata sangat luas. Dahulu S%phia tidak hanya berarti kearifan saja, melainkan meliputi pula kebenaran pertama, pengetahuan luas, kebijakan intelektual, pertimbangan sehat, sampai kepandaian pengrajin dan bahkan kecerdikan dalam memutuskan hal#hal yang praktis. Disini penulis mengambil pengertian tentang 0ilsafat yang mempunyai arti sebagai berpikir secara radikal, menyeluruh dan sistematis. Maksudnya, dengan berpikir radikal &bahasa 1unani radi= 2 akal) atau sampai ke akar#akarnya, sehingga melihat sesuatu secara menyeluruh dan tersusun, sehingga kita arif dalam melihat pers%alan. $etiak dilekatkan dengan kata ilmu, maka berarti berpikir secara radikal, menyelurh dan sistematis terhadap ilmu.

(lmu sendiri dapat dilihat dari dua sudut pandang. Sudut pandang barat, membedakan ilmu dengan pengetahuan. (lmu &Science) adalah kumpulan pengetahuan&$n% ledge) yang sistematis. Misalnaya ilmu bi%l%gi adalah kumpulan

pengetahuan tentang mahkluk hidup dan semua yang berkaitan secara sistematis. Sudut pandang berikutnya dalam pemikiran (slam. (lmu bersal dari ain, lam, dan mim, yang satu akar kata denga ulam, alim dan sebagainya. (lmu berarti tahu, artinya ilmu dan pengetahuan dalam k%nteks ini sama saja. Mendefinisikan pengetahuan dengan pengetahuan. Mendefinisikan ilmu dengan ilmu, artinya dalam ilayah pendefinisian ilmu memerlukan kajian tersendiri. >ntuk jelasnya akan dibahas pada materi (slam (ptek. Ada tiga aspek yang menjadi p%ndasi filsafat ilmu yaitu ?pistem%l%gi, %nt%l%gy, dan aksi%l%gi. ?pistem%l%gy adalah ilmu yang membahas tentang sumber pengetahuan berikut ke/alidan sebuah sumber. @nt%l%gy membahas tentang hakikat suatu dalam hal eksistensi dan esensi atau dengan kata lain keberdaan dan keapaan sesuatu. Aksi%l%gi membahas tentang keguanaan sesuatu. Dalam materi ini kita hanya akan lebih banyak membahas aspek ?pistem%l%gi. Sedang aspek %nt%l%gy akan dibahas dalam materi Dasar#dasar kepercayaan. Sumber Pengetahuan. 'erangkat dari adanya kemutlakan yang nantinya menyusun system berpikir kita, maka pers%alannya kemudian adalah bagaimana mencari sebuah fakurltas dalam diri kita yang digunakan untuk menilai sesuatu, dimana penilai itupun masih harus dinilai kebenarannya. Secara umum ada beberapa ma3hab pimikiran yang bisa dig%l%ngkan sebagai berikut* 1. Skirptualis. Skriprualis adalah sebuah system berpikir yang didalam menilai kebenaran digunakan teks kitab. Asumsi dasar yang tergabung adalah teks dalam kitab mutlak adanya, %leh kerenanya dalam penilaian kebenaran harus sesuai dengan teks kitab. Mempertanyakan teks kitab sama saja dengan mempertanyakan kemutlakan. 'iasanya kaum skiriptual Maksudnya, peran akal dalam adalah %rang yang beragama secara sederhana. ilayah keagamaan sangat sempit bahkan hamper

tidak ada. Akal dianggap terbatas dan tidak mampu menilai, %lehnya kembali lagi ke teks kitab. .amun dalam kekurangan, antara lain* ,idak memiliki alasan yang jelas, mengapa kita harus mempercayai kitab tesebut. $alau yang mutlak adalah teks kitab, maka pertanyaannya. 'agai mana caranya diantara banyak kitab menilai bah a kitab inilah yang benar. $alau kita lang sung percaya maka kitab lain kita harus juga langsung percaya. .ah, kalau k%ntaradiksi kitab mana yang benar? Artinya, kelemahan pertamanya adalah butuh suatu dalam membuktikan kebenaran sebuah kitab. Dari kelemahan pertama dapat kita turunkan kelemahan berikutnya, alau berbicara yakni* ,erjebak pada subjektifitas. Artinya, kebenaran sebuah kitab sangat tergantunga dengan umatnya. $ebenaran Al#AurBan, uni/ersal, hanya dibenarkan %leh umat (slam. >mat, .asrani, 'udha dan sebagainya meyakini kitab merka masing#masing. Sementara kita tidak dapat memakasakan kitab kita pada umat lain sebagaimana kita pun pasti tidak akan menerima teks kitab umat lain. $elemahan ketiga adalah teks adalah;tanda; atau symb%l yang pr%ses penafsiran. Sementara dalam penafsiran sangat membutuhkan penafsiran. $itab tidak bisa berteraksi langsung, tetapi mele ati tergantung kualitas intelektual dan spiritual sese%rang. Makanya kemudian, adalah ajar jika sebuah teks dapat dimaknai berbeda. Sebagi c%nt%h surah C7*D dan E*D ,idak tepat dalam membuktikan penciptaan. ilayah epistem%l%gy, skriptualisme memiliki beberapa

. Idealis Plat!nia. Pemikiran plat% dapat digambarkan kurang lebih seperti ini. Sebelum manusia lahir dan masih berada di alam ide, semua kejadian telah terjadi. @lehnya, manusia telah memiliki pengetahuan. $etika terlahir di alam materi ini, pengetahuan itu hilang. >ntuk itu yang harus manuasia lakuakan kemudian adalah bagaimana

mengingat kembali. pengetahuan yang kita miliki hari ini kemarin dan akan datang sebetulnya &dalam perspektif te%ri ini) tidak lebih dari pengingatan kembali. ,e%ri ini juga sering disebut sebagai te%ri pengingatan kembali. .amun, seagai alat penilaian, te%ri ini memiliki beberapa kekurangan.* ,idak ada landasan yang memutlakkan bah a dahulu kita pernah ,urnan dari yang pertama, kalaupun &jadi disumsikan te%ri ini benar) sebelum lahir kita telah memiliki pengetahuan, maka berada di alam ide. ternyata

pers%alannya adalah apakah pengetahuan kita saat ini selaras denga pengetahuan kita se aktu di alam ide. $alau dikatakan selaras, apa yang dapat dijadikan bukti. $etiga, tidak diterangkan dimanakah ide dan material itu menyatu &saat manusia belum dilahirkan), dan mengapa disaat kita lahir, tiba#tiba pengetahuan itu hilang. $alau dikatakan material kita terlalu k%t%r untuk menampung ide, maka mengapa saat ini kita bukan saja memiliki ide, tetapi bahkan mampu mengembangkan ide disaat material kita justru semakin k%t%r. ". #mpirisme D%ktrin empirisme berdasarkan pada pengalaman dan persepsi indera i. @leh karena itu, kebenaran dalam d%ktrin ini adalah sesuatu yang dapat ditangkap %leh indra manusia. 'angunan sains kita pada hari ini sangat kental nuansa empirisme. ,etapi empirisme memiliki kekurangan sebagai berikut * (ndera terbatas. Mata misalnya memiliki daya jangkau penglihatan yang berbeda. 'egitu telinga dan indera lainnya. @lehnya, indera hanya bisa menangkap hal#hal yang bersifat terbatas atau material pula. Makanya fen%mena penyembahan dan jatuh cintah misalnya, tidak dapat dija ab dengan tepat %leh kaum empiris. (ndera dapat mengalami dist%rsi. Sebagai c%nt%h terjadinya fatam%rgana atau pembiasan benda pada dua 3at dengan kerpatan m%lekul berbeda. $etika kita masukkan pensil dalam gelas berisi air kita akan

melihanya bengk%k karena kerpatan m%lekul air, gelas dan udara sebagai medium berbeda. Padahal jika kita periksa ternyata pensil tetap lurus. $. Kaum perasa%&akinis. $aum perasa selalu menjadikan perasaannya sebagai t%lak ukur kebenaran. -iri khas mereka adalah :yakin saja;. Mereka mengapa dirinya sebagai %rang yang paling mampu mendengar suarua hatinya, dan menjadikan suara hatinya sebagai ukuran kebenaran. 'anyak %rang beragama yang seperti ini pada hal system berpikir macam ini memiliki kekurangan dalam pembuktian kebenaran sebagai berikut* ,idak jelas yang didengar itu adalah suara hati atau justru sekedar gej%lak em%si%nal atau bahkan &dengan pendekatan %rang beragama) justru bisikan setan. "angan sampai hanya gej%lak em%si%nal lantas dianggap suara hati atau bisikan setan. .ah, pers%alannya bagaimana cara membedakannya. $alu pun yang didengar adalah suara hati, maka akan subjektifitas karena hati %rang berbeda. "ika subjektif, maka yang didapatkan adalah relati/itas bukan kemutlakan. ,idak punya landasan mengapa kita mesti mengikuti suara hati, kalau akal menjustifikasi pengguna hati berarti tidak k%nsisten. ,etapi kalau menggunakan hati sebagai alasan mengapa harus mengikuti suara hati, maka kembali kep%in sebelumnya. '. Rasi!nalisme. Fasi%nalisme kurang lebih berarti sebuah pahaman yang menjadikan akal sebagai ukuransebuah kebenaran. Fasi%nalisme disini, bukan berarti seperti pendangan barat karena rasi%nalisme dalam pendangan barat berarti menggunakan met%de ilmiah yang justru berangkat dari d%krin empirical. Menurut kang jalal, sesuatu kadang dianggap tidak rasi%nal karena tiga hal. Pertama tidak empiris. Sesuatu yang tidak dicerna indara manusia biasanya dianggap tidak rasi%nal. Gal ini umumnya menghinggapi %rang yang sangat empiris. $edua menyimpang dari rata#rata. Se aktu perang $hibar, kaum muslim menundudukkan

benteng terakhir kaum 1ahudi. Para sahat ssejumlah H7 laki#laki yang kuat tidak mampu mengangkat pintu benteng itu, tapi Sayidina Ali mampu mengangkatnya sendirian. (ni dianggap tidak rasi%nal, padahal hal ini rasi%nal hanya tidak seperti kebanyakan. $etiga tidak tahu. $etidak tahuan adalah kemudian yang %rang berusaha tutupi dengan penisbahan stigma iras%nal. Fasi%nalisme tidal menutup diri dari teks, pengalaman atau persepsi indera i, juga perasaan. Akan tetapi, kaum rasi%nalis menggunakan akal dalam menilai semua yang ditangkap %leh bagian diri kita. .amun, bagi sekel%mp%k %rang akal tidak dapat digunakan untuk menilai kebenaran. Alasannya, akal terbatas. Artinya, penggunaan akal sangat dekat dengan mengakal#akali sesuatu. >ntuk menja ab ini ada banyak hal. Pertama, kita mengakal#akali sesuatu :memiliki kesan negati/e dalam aspek bahasa. Padahal selama kita sadar &,ermasuk ketika mengatakan mengakal#akali) yang kita gunakan akal. "adi mengugurkan diri sendiri;. Melarang %rang menggunakan akal disaat dia menggunakan akal. $edua, kalau tidak pakai akal, kita menggunakan apa, mau pakai dengkul?. $etiga, kalau akal terbatas dimana batasnya. Memang benar bah a akal terbatas disbanding pencipta.ya&selanjutnya dibahas dalam Materi Dasar#dasar $epercayaan ), akan tetapi akal sebagai p%tensi untuk tahu, dimana batasnya?. Gukum akal menyatakan bah a sebab selalu mendahului, lebih kuat dari akibat. "adi, kesadaran akal sebagai ciptaan atau akibat pasti memiliki keterbatasan dihadapan dengan pencipta.ya. -uma pers%alannya adalah sejauhmana kita gunakan akal kita untuk mengetahui. Dalam kacamata se%rang filsuf bah a manusia adalah binatang berakal. Secara bi%l%gis manusia memiliki syarat#syarat kebinatangan seperti respirsasi, eksresi, regenerasi, dan sebagainya. 'edanya cuma satu yaitu akal. Artinya manusia yang tidak menggunakan akalnya bisa lebih buruk dari pada binatang. $adang %rang merancukan antara akal dan %tak. $atanya, %taklah yang berpikir. >ntuk menja ab hal ini sederhana. Seandainya %tak yang berpikir, maka tetu saja kerbau adalah makhluk yang cerdas karena /%lume %taknya lebih besar dari manusia. ,ernyata ked%kteran m%dern menemukan bah a dalam %tak terdapat sel yang disebut neur%n. .eur%n inilah yang mengk%%rdinasikan kerja syaraf dalam

tubuh, dimana tubuh disisi kana diatur melalui tulang belakang menuju ke %tak kiri begituplun sebaliknya. Artinya %tak tidak ada hubungannya dengan akal. @tak tidak lebih dari sebuah %rgan seperti jantung, paru#paru, dan sebagainya. Dalam diri kita ada beberapa fakultas pengetahuan( di antaran&a) (ndera yang menangkap arna, bentuk, bunyi, bau dan sebagainya. Perbedaannya dengan empirisme, empirisme menjadikan idera sebagai t%lak ukur sedangkan ras%nalisme menjadikan indera sebagai sumber pengetahuan namun bukan utama. $hayal. Gasil persekutuan ide yang tidak memiliki realitas eksternal. Misalnya ide menusia dan m%nyet yang kesumuanya memiliki realitas eksternal, namun jika digabungkan menjadi kera sakti yang hanya memiliki realitas internal&dalam ide) tapi tidak di realitaskan eksternal. +ahmi. 'erkaitan dengan persaan. 'enci, cinta, rindu, jengkel dan sebagainya. (lmu secara perbedaannya pat%kan utama. Akal. 0ukultas dalam diri kita yang meng%ntr%l semuanya. $iita telah semapai pada pentingnya akal dalam menilai sesuatu. .amun pers%alannya lagi bah a ternyata akal pun msih bisa salah. Artinya akal tidak mutlak. >ntuk menja ab hal ini, kita kembali ke pendefinisian a al. 'erpikir adalah gerak akal. Gal ini berarti menandakan adanya pr%ses anal%gi sederhana. M%t%r adalah akalnya, mengendarai m%t%r adalah menggerakkan m%t%r dari satu titik ke titik lain atau berpikir. Dalam pr%se itu harus menaati aturan yang ada. "ika kita tidak menaati aturan seperti lampu lalu lintas dan rambu#rambu makas akan terjadi kecelakaan. 'erpikir dengan tidak menaati rambu#rambu atau aturan berpikir akan menyebabkan kecelakaan berpikir. "adi terjadi kesalahan berpikir bukan akalnya yang salah, tetapi penggunaannya yang tidak tepat. >ntuk kita harus mengetahui bagaimana aturan berpikir yang mutlak adanya yang itupun harus dinilai kebenarannya. ahmiyah seperti pada kaum perasa diatas. -uma ahmi masih dik%ntr%l, bukan sebagi peng%ntr%l bukan sebagai

Se%rang pemikir telah membantu kita menyusun prinsip atau aturan berpikir tersebut yang sering disebut l%gika Arist%telian atau l%gika f%rmal sebagai berikut* Prinsip (dentitas. Prisnsip ini menyatakan bah a sesuatu hanya sama dengan dirinya sendiri. Secara matematis dirumuskan A2A Prinsip .%n $%tradiksi. Prinsip ini menyatakan bah a tiada sesuatu pun yang berk%ntradiksi. Sesuatu berbeda dengan bukan dirinya. "ika diturunkan melalui rumus matematika AI'. Prinsip $ausalitas. Prinsip ini menyatakan bah a tidak sesuatupun yang kebetulan. Setiap sebab melahirkan akibat. Fumusnya S dengan sebabnya. Fumusnya S A. Pembuktian. L%gical f%rmal ditetang %leh kaum Mar=ian dengan l%gika dialektikanya. Mereka memahami bah a l%gika f%rmal hanyalah prinsip .%n $%ntradiksi karena mereka memahami adanya k%ntradiksi internal pada materi. Sebelum kita ja ab ada baiknya jika kita sedikit bahas tentang l%gika dialektik. L%gika dialektika adalah prinsip berpikir kaum mar=isme yang didalamnya ada 5 p%in &yang penulis ingat E p%in saja karena buku yang membahas hal ini hilang). Pertama .egasi der .egati%n. (sinya adalah bah a dalam satu materi terjadi k%ntradiksi internal. Misalnya biji jagung. Pada ruang dan aktu yang bersamaan terjadi dialektika antara biji jagung sebagai tesa dan binih sebagai anti teas. "ika asntitesanya kuat maka antitesanya menjadi sintesa. "adi biji jagung 2 bukan biji jagung. $alau memang sesuatu berbeda dengan dirinya maka k%t%ran 2 makanan dan seterusnya. "ika demikian akan terjadi kehancuran. .ah bagaimana dengan kasus biji jagung. 'iji jagung memiliki p%tensi menjadi benih yang untuk pengaktulannya membutuhkan fact%r eksternal seperti air, tanah dan cahaya.jika syarat terpenuhi, maka p%tensi itu akan mengaktual. Artinya bukan k%ntradiksi internal, tetapi gerak sebstansi yang tergantung pada fact%r eksternal. "adi jika dija ab seperti diatas, kaum Mar=ian akan mempertahankan pedapatnya dengan mengatakan D$g pasir beda dengan D$g pasir karena yang pertama dan kedua pastilah memiliki selisih meski sangat kecil. Atau kita sekarang beda dengan kita yang A. Prinsip keselarasan. Prinsip ini menyatakan bah a setiap akibat selaras

dahulu, makanya diri kita berbeda dengan diri kita. Sanggahan ini dapat dibantah dengan cara bah a kita membahas masalah eksistensi yang tetap. Mengapa, karena esensi selalu berubah &esensi terbagi substansi dan aksiden dan keduanya mengalami perubahan). $edua, jika kita ingin memberitakan penjelasan tetang eksistensi dengan c%t%h esensi, maka kita katakana bah a sesuatu itu dibandingkan dengan dirinya sendiri pada ruang dan aktu yang sama. -%nt%h diri kita detik ini dibanding dengan detik itu sendiri. aktu. $etiadaan aktu menyebabkan ketiadaan materi. Artinya kita tidak aktu itu. (ni adalah leluc%n. aktu &t) Mereka biasanya menja ab bah a jika sesuatu dibandingkan pada saat yang sama maka tidak ada dapat membanding sesuatu pada dirinya sendiri pada tetapi selisih aktu &Jt). buktinya sesuatu pada

Mengapa kalau tidak bisa, buktinya tadi kita bisa. $edua, yang tidak ada bukan negasi der negati%n tidak ras%nal.

aktu tertentu tetap ada. "adi prinsip

Prinsip kedua adalah Auantity t% Auality, jumlah menuju kualitas. -%t%h air pada suhu 7 derajat celcius berada pada kualitas padat. Pertambahan kuantitas panas akan menyebabkan mencairnya es atau perubahan dari kualitas padat akan menjadi kualitas cair. Penambahan kuantitas panas menjadi D77 derajat celcius akan menyebabakan perubahan dari cair ke gas. Prinsip ini sama dengan gerak substansi dalam filsafat. "adi prinsip kedua bukan menggugurkan prinsip n%n k%ntradiksi, tetapi justru membenarkan. Artinya prinsip ini bersifat l%gis dan niscaya. Pembuktian berikutnya. "ika se%rang anak kecil menangis karena mainannya diambil, tetapi mainannya kita beri pada yang lain, maka ia tetap akan menangis karena ia tahu bah a dirinya sama dengan dengan dirinya sendiri, bukan %rang lain. 'ahkan kambing jika kita beri emas dan rumput ia tidak akan mengambil emas karena rumput 2 rumput dan emas 2 emas. Artinya justru prinsip ini berlaku uni/ersal. Pembutian $ausalitas dan $eselarasan. $etika kita menangkap sesuatu maka akal kita akan mengatakan bah a tidak mungkin dia ada dengan sendirinya, pasti ada penyebabnya dan akaibat pasti selaras dengan sebabnya. ,idak mungkin benih jagung menyebabkan tumbuhannya p%h%n

kurma. Semua yang ada di alam ini adalah bukti kemutlakan prinsip nyang niscaya lagi ras%nal ini. ,etapi untuk jelasnya silahkan baca buku l%gika atau kajian. Penutup. (nti dan tujuan materi ini adalah peserta 'asic ,raining memahami secara garis besar ma3hab pemikiran dan memiliki kerangka berpikir dalam menganalisis setiap pers%alan serta tidak terjebak pada kejumudan berpikir.

'A' (( DASAF#DASAF $?P?F-A1AA. &D(AL@< $?'?.AFA.) $?'?.AFA. $ebenaran adalah kesesuaian antara ide dan realitas. Sebenarnya ide adalah rialitas juga, makanya ada juga yang mengatakan ide adalah realitas esistensi internal &F?() atau realitas %byaektif internal &F@() sedang realitas yang dimaksud adalah realitas eksistensi eksternal &F??) atau realitas %byektif eksternal &F@?). $esesuaian yang dimaksud adalah adanya realitas antara dalam diri &ide) dan diluar diri &realitas) secara identik. (ni sederhana, c%nt%h dalam ide api panas dan diluar pahaman api juga panas, tetapi panasnya api tidak membakar ide. Dalam materi ini realitas ditekankan pada materi dalam pendangan fisika yang memiliki dimensi, ruang dan eksistensial. ,e%ri $emunculan Agama. Dari pandangan beberapa pemikir, tuhan hanyalah hasil rekaan akal manusia dan agama adalah pr%duk kebudayaan. Ada beberapa te%ri sebagai berikut* ,e%ri Alienasi. Pendukung te%ri ini adalah Lud ig 0uerbach. Dalam menganalisis Agama, 0uerbach menjadikan s%si%l%gi dan psil%l%gi sebagai pendekaatan. Dia menga ali tesisnya dengan asumsi bah a manusia memiliki dua eksistensi. Pertama, eksistensi luhur yang mencintai kebaikan, mencari kebaikan dan berbuat kebaikan. $edua, eksistensi rendah dan dangkal. @lehnya manusia akan memiliki dualitas dalam kepribadiannya. ,ekanasn s%cial dalam masyarakatnya membuat menusia frustasi dalam memperhankan eksistensi luhurnya, perlahan bergerak menuju eksistensi rendahnya. ?ksistensi luhur kemudian dilihat sebagai sesuatu yang bersifat khyalia dan ut%pis. aktu. "uga pendekatan yang digunakan adalah pendekatan empiris. .anti pada pengisian baru di jelaskan realitas dalam arti esensial dan

Manusia kemudian mencari alasan agar menjustifikasikan keterjauhan dari eksistensi luhurnya dengan menisbahkan pada sesuatu diluar dirinya. Misalnya, kelembutan, keperkasaan dan sifat &yang manusi i) dilekatkan pada tuhan. Artinya, tuhan tidak lebih pr%duk keterasingan manusia. ,e%ri $eb%d%han. Spencer, ,ayl%r serta -%mte adalah pendukung te%ri ini. Asumsi yang dibangun sebagai berikut. Pada mulanya manusia primiti/e dan juga sekarang dihadapkan dengan tuntutan alam agar bisa bertahan hidup. Sementara ada beberapa fen%mena alam seperti banjir, petir, gunung meletus, gempa bumi dan seterusnya, yang manusia dituntut untuk mampu selamat dari hal tersebut. $arena belum berkembangnya pengetahuan, mereka tidak mengetahui bah a gempa misalnya disebabkan %leh pergesekan kerak bumi akibat tenaga end%gen. 'egitupun dengan fen%mena alam lain. Manusia primiti/e kemudian berkhayal dengan mempersekutukan ide menusia dengan ide alam sebagai k%mpr%mi alam dan manusia &dalam l%gika persekutuan ide dapat menyebabkan dua kemungkinan, pertama jika memiliki realitas disebut m%/asi seperti pesa at, kedua jika tidak, disebut khayal.). Muncullah misalnya kera sakti &ide manusia K ide kera), de a gunung &ide manusia K ide gunung), sang hyang seri &ide manusia K ide padi) dan seterusnya. Gasil pesekutuan ide ini bersifat khayal belaka, karena tidak memiliki realitas diluar diri kita. $hyal ini kemudian yang disembah dan kemudian terbentuk agama. "adi tuhan adalah pr%duk khayal manusia. ,e%ri $etakutan dan kelemahan. ,e%ri ini gabungan dari pendapat Fussle dan .iets3se karena memiliki kaitan yang dekat. (nti gagasan mereka adalah agama muncul dari ketidakberdayaan manusia dan rasa takut. Fussle berpedapat bah a seluruh k%nsepsi tetang eksistensi ,uhan adalah k%sepsi#k%nsepsi yang dibentuk %leh t%taliteranisme ,imur kun%, &yakni penindasan kelas atas terhadap kelas lain).

>ntuk mempertahankan kehidupan mereka, kaum kelas ba ah menciptakan ik%n# ik%n kelembutan, kasih, pemurah dan seterusnya. Dengan demikian mereka disantuni. Penganjuran agama kebanyakan dari kelas ba ah, penggembala misalnya. Dalam perspektif .ietsche dengan ungkapannya yang terkenal &,uhan telah mati), seharusnya manusia membunuh ketakutan dalam kelemahannya. Manusia harusnya menjadi her%. $etakutan dalam kelemahan adalah sebuah kesalahan besar dalam kemanusian sehinggga manusia kehilangan aktualitas dari p%tensi kemanusiaannya. ,e%ri Mar=isme. Dalam kajian mar=isme agama adalah pr%duk penguasa, dimana agama sebagai candu masyarakat. Dengan demikian, agar bertugas untuk mempertahankan kekuasaan dengan menciptakan idi%m#idi%m kepatuhan pada penguasa. Agama tidak mengajarkan perla anan terhadap kelas b%rjuis, agama dengan salah satu idi%m mengajarkan sabar dan dengan kesabaran mendekatkan pada surga. Artinya melakukan perla anan maka akan masuk neraka. Mar= dikenal sebagai penganjur te%ri strukturalis dimana dia melihat masyarakat, mar= membagi E yakni basic struktur ek%n%mi dan supra struktur yakni ide%l%gy, agama dan seni. Salanjutnya basic strukturlah yang mempengaruhi supra struktur. "adi denga menyimpang pula seperti adanya agama. $%l%nialisme misalnya yang berdasarkan 8 < &g%ld, gl%ry, dan g%spel) adalah hasil k%mpr%mi anrtara kaum b%rjuis bangsa an yang gila harta dan kekuasaan dengan kaum agama an. &lihat juga materi $eadialan ?k%n%mi dan $eadilan Si%sial serta materi Pr%blematika >mmat). Penjajahan di .egara dunia ketiga adalah bukti agama sebgai candu, bahkan hingga saat ini. $esimpulan agama adalah pr%duk penguasa yang sengaja dibuat untuk mepertahankan kekuasaan. ,entanga Agama. Agama bersala dari bahasa sanskerta, a 2 tidak dan gama 2 kacau. Agama secara tekstual diartiakan sebagai tidak kacau. Sementara jika kita melihat kekacauan yang ada saat ini, justru disebabkan %leh agama. Perang salib selama kurang lebih E77 tahun dan mene askan ribuan bahkan mungkin jutaan %rang dilandasi %leh sentiment agama.

'agai macam kejahatan, pertempuran darah, penipuan, penindasan intelektual, kerusuhan, penjajahan, dan lainnya, disebabkan %leh agama. Muncul pernyataan, jika memang adalah sebuah ajaran yang bertujuan agar manusia tidak melakukan kekacauan, mengapa justru %rang beragama yang menjadi dalang sekaligus pelaku. $ita ketahui bah a tafsi atas teks selalu memiliki kepentingan, sedang tafsi agama did%minasi %leh penguasa. Makanya ajar ketika terjadi penindasan %leh pihak penguasa, maka kaum agama an yang besembunyi di ketiak penguasa akan memunculkan stigma kafir atau ateis. Mangapa, tafsir kacau adalah milik penguasa. "adi disaat %rang lemah menuntut haknya, maka dianggap berbuat kekacuan. Demi untuk mempertahankan kekuasaan, agama melalui kaum agama an berpartisipasi. Agama dibentuk dari keb%d%han, makanya ajar penggunaan akal dibatasi bahkan dilarang. Sebab, jika dianalisa, maka akan didapat kekurangannya. Met%d%l%gi d%ktriner, :yakin saja; menjadi cirri khas agama agar %rang tetap dalam keb%d%hannya. Agama hanya menyentuh hati, yang agar %rang tetap dalam keb%d%hannya. Agama hanya menyentuh hati, yang jika disinggung &tanpa analisis yang cukup) maka akan menyebabkan k%nflik. Dalam te%ri k%nflik, k%flik terbagi beberapa jenis yaitu k%nflik tingkat akar dan tingkat permukaan. Pada tingkat akar yang muncul adalah bara permusuhan. Pada tingkat permukan, telah terjadi k%nflik fisik seperti perang. Pengusa demi mempertahankan kekuasaannya menciptakan k%nflik pada tingkat akar, jika terjadi gej%lak, maka akan k%nflik permukaan ini dipicu menjadi k%nflik permukaan sehingga penguasa menjadi pahla an atas scenari% yang dibuatnya. Gal ini ajar karena agama adalah sesuatu yang tidak rasi%nal dengan hanya mengandalkan keyakinan saja. $etika keyakinan diganggu %rang umumnya tidak mampu berpikir rasi%nal, sehingga sangat mudah di adu d%mba. $%ntradiksi dalam $itab. L%gika kita menyatakan bah a sesuatu yang k%ntaradiksi mustahil kita ikuti kesemuanya. Missal, sese%rang yang menyuruh kita ketimur dan yang satu kebarat, maka mustahil kita melaksanakan secara bersamaan. .ah, (slam sebagai sebuah agama, jika ternyata ajarannya yang ada teks kitab bertetangn dan yang lain maka terjadi k%ntradiksi.

$%ntradiksi ini kemudian akan menggugurkan ke/alidan sebuah ajaran karena tidak k%mprehensif. ,ernyata dalam kitab terdapat k%ntradiksi misalnya dalam 88*ED dinyatakan keuliaan .abi sedang di C7*D dinyatakan kesalahan .abi. "uga dalam C*D6 tentang determinisme dan 58*DD tetang free ill. Dalam 88*88 dikatakan keluarga .abi disucikan, tetapi dalam Surah At#,ahrim, dua istri .abi dikecam dengan keras. Apakah kecaman itu berarti? (ni adalah pertentangan yang nyata. 'elum lagi ayat#ayat tak bermakna misalnya E*D. Dikatakan kitab adalah ped%man, nah apa arti diturunkan ayat yang hanya ,uhan tahu artinya. $alau dikatakan utuk menunjukan kebesaran ,uhan, maka tidaklah cukup segala sesuatu yang ada sebagai bukti kebesaran.ya. Mestika kebingungan manusia adalah cara untuk membuktikan. (ni adalah c%nt%h keb%d%han yang sengaja ditutupi. ,erdapat k%ntradiksi antara fungsi kitab sebagai ped%man dan fungsi kitab sebagai alat pembingung manusia. $alau kita telah kitab hadis, lebih banyak yang k%ntradiksi. Misalnya satu hadis menyatakan islam terbagi 68 g%l%ngan D masuk surga dan hadis lain menyatakan dari 68 g%l%ngan D masuk neraka. Apakah sama neraka dengan surga?(tupun kalau ada. ,entang Sains. Asal mula alam ini, jika kita merajuk pada te%ri 'ig 'ang, berasal dari b%la energi raksasa dimana aktu &t) pada saat itu sama dengan 7 atau belum ada aktu. Ledakan raksasa itu kemudian pecah dan menyebabakan terbentukanya galaksi. <alaksi adalah kumpulan dari beberapa tata surya. Di lain sisi, beberapa bintang seperti matahari terus ber%tasi dengan kecepatan tertentu sehingga beberapa bagiannya terlepas. 'agian yang terlepas ini kemudian mendingin dan menadi planet#planet. Pada sebuah bintang seperti matahari yang memiliki cahaya sendiri akaibat reaksi fusi hydr%gen. Matahari memiliki energi yang sangat besar dan memiliki gaya gra/itasi yang kuat, sehingga planet#planet yang mulai mendingin disamping ber%tasi juga bere/%lusi mengelilingi matahari, sehingga terjadi siang dan malam. Pada atm%sfer bumi purba mengandung 3at#3at tertentu yang kemudian ketika terjadi petir, terjadilah reaksi yang menyebabkan terbentukanya asam amin%. Asam amin% inilah yang pada gilirannya membentuk pr%tein. Pr%tein yang membentuk sel dan

kemudian makhluk hidup bersel satu pertama yang ada di dunia ini hidup dan alam sekian juta tahun bere/%lusi. Makhluk bersel satu ini tinggal di laut dan kemudian bere/%lusi menjadi binatang yang tidak bertulang belakang. 'ere/%lusi lagi menjadi ikan. (kan perlahan#lahan menc%ba untuk meninggalkan lautan menuju darat, akhirnya bere/%lusi menjadi reptile. ?/%lusi reptile bercabang dua. Pertama menadi ungas &a/es) dan binatang menyusui &mamalia). ,erus#menerus demikian, sehingga e/%lusi terakhir adalah manusia. Disini kita menggabungkan dua te%ri raksasa yakni te%ri 'ig 'ang dan ?/%lusi. .ah kemudian, jika kita melihat segala sesuatunya, maka kita akan melihat energi. Mulai dari diri kita, makan, minum, benda angkasa sampai lapis terdalam bumi, semua adalah energi. ?instain merumuskan energi sebagai berikut* ?2m. c E . Dimana ?2?nergi, m2massa/materi dan c E 2percepatan cahaya kuadrat atau m2?/ c E . Artinya, energi tidak lain adalah materi yang dipercepat dan materi adalah energi yang diperlambat. Gukum kekekalan energi menyatakan bah a energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnakan. ?nergi dapat berubah bentuk kebentuk lain. Artinya energi kekal adanya. Sedang dalam Al#AurBan surat E*DDH dinyatakan bah a :!kemanapun engkau hadapkan ajahmu, disitu ada ajah Allah;. Padahal jika kita menghadapkan kemanapun yang ada adalah energi. "adi energi &dalam perspektif sains) sama dengan ,uhan, baik dalam kekelan, kekuasaan dan lain sebagainya. &(S,(FAGA, S?'?L>M P?.<(S(A.) Sanggahan terhadap ,e%ri $emunculan Agama. D. ,e%ri Alienasi. 0uerbach melanjutkan analisisinya bah a pertama#tama tuhan dalam manusia primiti/e berbentuk abstrak. Dalam agama yahudi, tuhan mulai dilekatkan dengan sifat kemanusian. Pada tuhan agama $risten tuhan bahkan menampakkan dirinya sebagai manusia material. Dari sini 0uerbach berpendapat bah a manusia semakin dekat dengan :kemanusiaannya; dengan semakin berkurangnya keterasingan tersebut. Artinya, semakin memanusianya manusia. Padahal, dalam analisisnya, 0uerbach melupakan (slam. "ika te%ri 0uerbach benar, setelah membahas kepercayaan primiti/e lalu 1ahudi

dan $risten, maka pasti ,uhan dalam (slam lebih memanusiakan dibanding lainnya. Padahal kenyataanya sengat jauh berbeda. 0uerbach juga lupa membahas Gindu dan 'udha serta ratusan agama lain dimuka bumi. Seakan#akan agama -uma kepercayaan primiti/e 1ahudi dan $risten. @t%matis, 0uerbach terjebak kesalahan berpikir Fallacy of Dramatic Instance.

'A' ((( ?S?.S( A"AFA. (SLAM ,ujuan* D. E. E. 5. H. Pembaca memahami k%nsep te%l%gi berdasarkan berpikir ilmiah. Pembaca memahami hakikat dan urgensi kepemanduaan/kenabian. Pembaca memahami prinsip kebangkitan dan dinamika alam semesta. Pembaca memahami peran dan fungsi sebagai khalifah fil ardh. Pembaca memaham kekayaan pemikiran dalam umat (slam.

?sensi dapat diartikan sebagai batasan yang membedakn sesuatu dengan yang lain. ?sensi dapat juga dipahami sebagai ekstraksi atau inti sari dari sesuatu. ?sensi dalam filsafat terbagi dua yaitu susbstansi dan aksiden. Subtansi adalah hakikat sesuatu atau kesesuatuan sesuatu. Aksiden adalah penampakan atau tangkapan indera i. Sebagai c%nt%h apel. Substansi apel adalah keapelan apel yang adalah arna, rasa, bau tekstur dan seterusnya. Ajaran adalah kumpulan pengetahuan yang serupa kemudian tersusun secara sistematis. Ajaran juga berarti segala sesuatu dari %byek yang disampaikan. (slam berasal dari kata salam atau keselamatan, juga bermakana kedamaian, tunduk dan taat. (slam adalah dien yang didalamnya ada system berpikir &k%nitif), tata nilai &afektif) dan syariat &psik%m%t%rik). Sebagai jalan keselamatan, (slam telah mele ati pr%ses panjang sejak .abi Adam a.s sampai kemudian disempurnakan %leh Muhammad al Mustafa. ?sensi ajaran (slam adalah kurang lebih berarti batasan, intisari, hakikat dari pengetahuan (slam. Atau hakikat dari disampaikannya (slam. $eyakinan. alaupun kita belah sampai sekecil#kecilnya, kita tetap akan mengatakan bah a sesuatu itu adalah apel. Aksiden apel

$eyakinan terbagi dua* pertama keyakinan diba ah keraguan, yaitu keyakinan tanpa mele ati pr%ses keraguan dan tentunya pemikiran. P%k%knya langsung yakni saja. $eyakinan seperti ini tidak memiliki dasar argumentasi yang kuat sehingga rapuh bangunan keyakinannya. $edua adalah keyakinan diatas keraguan, yaitu keyakinan yang ,ele ati pr%ses keraguan. $eraguan adalah jembatan emas menuju keyakinan, artinya denga keraguan maka memasa manusia untuk menyusun argumentasi yang akhirnya melahirkan keyakinan yang k%k%h. Adapun keyakinan itu sendiri bertingkat#tingkat sesuai dengan kapasitas %rang yagn yakain tersebut. Pertama adalah ilmia yaLin, yakni bedasarkan keilmuan. Anal%gi sederhana untuk ini adalah yakinya kita bah L ada api ketika kita melihat ada asap. $eyakinan seperti ini adalha keyakinan tahap a al. "ika sese%rang terus berpr%ses, maka ia akan melangkah pada keyakinan berikutnya yaitu ainal yaLin, yaitu keyakinan karena mempersaksikan sendiri. Anal%ginya adalah %rang yang meyakini ada api dengan melihat sendiri apinya, %rang yang berda pada tingkat keyakinan seperti ini telah melihat ,uhan dengan mata hatinya, sehingga begitu k%k%h keyakinannya. $eyakinan bearikutnya dalh haLLul yaLin yaitu dengan sebenar#benarnya. Anal%ginya adalah %rang yang meyakini adanya api sedang ia sendiri berda dalam api. 'egitu dekatnya dengan api sehingga sulit dibedakan yang mana api dan yang bukan. @rang yang sampai pada tingkatan ini adalah %rang yang segala ucapan dan tindakannya adalah ucapan dan tindakan Allah. Perbandingan ,e%l%gi Dari meteri sebelumnya kita daptkan pembuktian ,uhan secara rasi%nal. $esimpulannya adalah bah a ,uhan itu ,unggal, tidak tersusun, tidak terbatas, tidak bersebab, tetapi merupakan sebab dari segala sebab &Prima -ausa), tidak berakhir, tetapi akhir dari segala akhir &-ausa 0inalis), sederhana, Maha $aya, Maha Meliputi dan

seterusnya. Disini kita akan mengadakan perbandngan k%nsep ketuhanan yang paling rasi%nal dari sample m%n%teis /ersi $risten &,rinitas), Gindu &,rimurti), dan Asyariyah. $etiga k%nsep te%l%gi tersebut mengakui bah a ,uhan itu ?sa, namun kemudian penafsiran tentang ketunggalan tersebut akan kita pers%alkan, sebagai berikut. $eterangan* ,uhan ,unggal tetapi tersusun dari ,uhan 'apa, F%h $udus dan ,uhan 1esus ,uhan 'apa I F%h $udus F%h $udus I 1esus 1esus I ,uhan 'apa $esimpulan ,uhan tesusun, dan tuhan terbatasi %leh tuhan yang lain. $eterangan* ,uhan tungal tetapi tersusun dari 'rahma, +isnu, dan Syi a 'rahma I +isnu +isnu I Syi a Syi a I 'rahma $esimpulan ,uhan tesusun, dan tuhan terbatasi %leh tuhan yang lain. $eterangan* ,uhan tungal tetapi tersusun dari Mat, Sifat, dan ,indakan Mat I Sifat Sifat I ,indakan ,indakan I Mat $esimpulan ,uhan tesusun, dan tuhan terbatasi %leh tuhan yang lain.

Dari ketiga k%sep te%l%gi terdapat kesamaan yaitu sama#sama mengaku m%n%teis tetapi pada saat yang sama justru memahami ketersusunan dan keterbatasan tuhan. L%gikanya adalah jika tuhan tersusun berarti ada yang menyusun, jika terbatas berarti ada yang batasi. (ni berarti tuhan akibat juga berarti ciptaan. Lebih lanjut berarti makhluk dan dengan sendirinya menyangkal ketuhanan tuhan itu sendiri. Dengan demikian k%nsep te%l%gi diatas, baik $risten, Gindu dan (slam &Asyariyah) terjebak pada kesalahan berpikir. Parahnya dalam islam adalah jika dipahami bah a sifat ,uhan 99 berbeda satu sama lainnya. (ni berarti tuhan ada 8 K 99 2 D7E nitas. Memahami bah a ,uhan tersusun dari bagian#bagian berarti mengakui kejamakan tuhan itu sendiri, dan dengan sendirinya berarti menerima bah a tuhan itu makhluk. $%sep yang dita arkan (slam did%minasi %leh kaum Asyariyah yang mengakui bah a Mat, Sifat, dan ,indakan ,uhan adalah entitas yang berbeda. 'ahkan siafat ,uhan yang 99 adalah sifat yang idependen dengan yang lainya. Pada dasarnya (slam bukan -uma Asyariyah. (slam sesungguhnya memahami bah a tidak ada keterpisahan antara Mat, Sifat, dan ,indakan ,uhan. 'ahkan sifat ,uhan yang 99 tidak berarti independent dengan yang lain tetapi saling terkait, hanyalah sudut pandang kemanusiaan kita yang melihat keterpisahan. $ita tidak dapat memisahkan antara pelaku &Subyek), tindakan dan sifat yang mengadakan pemisahan hanyalah dalam ide kita. Sebagai c%nt%h, kita tidak dapat memisahkan antara 3at api, sifat api dan membakarnya api. Atau sifat tertentu yang ada pada diri kita serta tindakan kita sendiri. Prinsip $etuhanan. Secara l%gika kita telah membuktikan bah a Allah adalah penyebab yang tidak tersebabkan dan segala sesuatu berasal dari Dia. Dalam l%gika dikenal dengan istilah

prima causa. Selain itu bah a rantai kausalitas akan berakhir pada satu titik, yakni tujuan dari segala sesuatu. Dalam l%gika hal ini dikenal dengan istilah causa finalis. Penyebab yang tidak tersebabkan dan tujuan akhir dalam (slam dikenal dengan istilah :(nna (ilahi +a (nna (lahi F%jiun;. Dari titik ini kita menarik sebuah k%nklusi bah a alam material ini pasti akan berakhir. Dan mau tidak mau kita harus bergerak secara spiritual. @leh karena itu gerak kemanusian kita adalah penghambaan, dimana kita sebagai makhluk bergerak menuju Allah sebagai titik kesempurnaan. Mustahil kita dapat bergerak menuju Allah jika kita tidak menyembah Allah. >ntuk menyembah Allah kita harus memahami Allah terlebih dahulu karena jika tidak maka bisa jadi bukan Allah yang kita sembah, tetapi fantasi atau imajinasi. Pada k%nsep ketauhidan dimulai dengan kata persaksian &Asyhadu). Setiap persaksian meniscayakan adanya pembuktian, baik secara te%ritik maupun secara empiris. $alimat persaksian terbagi dua yaitu penagasian/pen%lakan dan penerimaan. $ata La (laha berarti pen%lakan terhadap segenap bentuk penghambaan. (lah jika diterjemakan secara bebas berarti segala sesuatu yang kita lakukan untuknya. >ntuk dapat men%lak diperlukan sikap kritis, kemerdekaan dan keberanian. (krar ini berarti (slam menginginkan agar penganutnya bersikap kritis, merdeka dan berani. Sepanjang sejarah :(lah#ilah; yang mengakibatkan ketimpangan s%cial adalah atak firaun, L%run dan balam. "ika dipersempit, (lah sesungguhnya &pada bahasa ini) adalah eg% atau keangkuan manusia. (ni berarti manusia harus kritis dan merdeka dalam men%lak keangkuannya yang justru menjauhkan dari fitrahnya sendiri. 'erikutnya adalah penerimaan. 'erangkat dari pengecualian &(llallah) berarti kecuali Allah. Penggunaan kata Allah &alif#lam#lam#hu) bagi sekel%mp%k umat (slam

memaknakan symb%l sebagai berikut. Alif dikenal sebagai yang pertama, kekal, berdiri sendiri. Lam berarti pemilik dan hu berarti Dia. Penggabungan makna simb%lis huruf ini berarti Dia yang tunggal, dari segala pemilik. Digunakan dua huruf lam ditafsirkan sebagai penekanan atau intensitas. "adi dua huruf lam ditafsirkan sebagai penekanan atau intensitas. "adi dua huruf lam berarti pemilik dari segala pemilik. $alimat syahadat ini jika ditafsirkan kurang lebih, pen%lakan terhadap segala macam penghambaan kecuali kepada Dia yang tunggal, a al dari segala a al, berdiri sendiri, kekal yang merupakan pemilik dari segala pemilik. $alimat syahadat ini adalah ikrar yang tidak berarti jika tidak dibuktikan. Artinya kemudian bah a dalam segenap aspek kehidupan kita adalah bukti penghambaan kita. ,auhid Mati. ,auhit Mati adalah meyakini bah a 3at Allah tunggal, tak tersusun, tak tersebabkan, sederhana &basith). Argumentasi rasi%nal tauhid 3ati telah dijabarkan pada meteri sebelumnya. ,auhid Sifati. ,auhid sifati adalah meyakini bah a sifat Allah tidak terpisah dari 3t.ya. Sifat ,uhan adalah inheren pada 3at ,uhan sendiri. Sifat ,uhan pada dasarnya satu, namun perbedaan perspektrif yang menjadikan berbeda. ,ahuhid ABfali &tindakan). ,auhid aBfali berarti segala sesuatu tidak terlepas dari tindakan Allah. ,indakan Allah adalah 3at.ya sekaligus sifat.ya. $arena jika kita memahami keterpisahannya, berarti sama saja mengatakan Allah tersusun dari Mat, Sifat, dan tindaka. Gal ini telah dibahas pada bagian sebelumnya. ,auhid Fububiyah.

,auhid rububiyah adalah meyakini bah a hanya Allah lah yang mencipta segala sesuatu. Adapun hal#hal yang dilakukan %leh manusia tidak terlepas dari kekuasaan.ya. >ntuk pembahasan ini selengkapnya pada materi berikutnya. ,auhid (badi. ,auhid ibadi berarti dalam setiap ibadah kita selalu tujukan dan pasrahkan hanya kepada Allah semata. (ni juga berarti segala kes%mb%ngan, riya dalam ibadah adalah pen%lakan terhadap tauhid ibadi. $esimpulan Sesungguhnya impelemtasi dari syadahat adalah menjadi tiap tindakan kita hanya kepada Allah semata. $etundukan, kepasrahan dan ketaatan adalah kata kuncinya. ,api ini berangkat dari pemikiran dan perenungan yang memunculkan keyakinan yang hakiki. Prinsip $epemanduan/$enabian. $%nsek ensi dari prinsip ketuhanan adalah perlu adanya utusan ,uhan yang menyampaikan ahyu, dan kemudian memandu manusia menuju khalik. Pertanyaan ahyu mendasar untuk hal ini adalah mengapa mesti ada perantara. 'ukannya ,uhan dan hamba adalah pers%alan pribadi? $ita juga bisa bertanya, mengapa ,uhan tidak memberi pada tiap manusia, apakah ,uhan tidak mampu?. >ntuk membuktikan keberadaan ,uhan sebenarnya kita tidak memerlukan %rang lain karena akal memiliki kemampuan untuk memberikan.ya. ,etapi untuk mengetahui kehendak (lahi, tidak semua %rang mampu kecuali %rang#%rang yang dekat dengan Allah. Maha suci &$halik) +ahyu .abi +ahyu yang di ahyukan &sunnah) Manusia Suci &'eraklhlak)

Allah +asilah

$epengikutan

Manusia

Diciptakan dalam keadaan suci &Mahkluk)

Se%rang utusan memiliki peran ganda. Pertama sebagai penyampai risalah dan kedua sebagai pembimbing. Se%rang utusan mestilah suci, sebab jika tidak suci maka mustahil ia dapat membimbing pada kesucian. Dalam suatu kesempurnaan, Allah berfirman tentang utusan.ya* LaLadkhalaknal lakum fii rasulillahi us atun hasanah. "elas ayat ini menunjukkan kesempurnaan spiritual rasul & sekaligus pujian Allah pada rasul) yang dijadikan panutan. Dalam sebuah hadis Fasullah SA+ bersabda* aku datang untuk menyempaikan akhlakmu. $ata akhlak satu akar kata dengan makhluk, malaikat, malakut &ciptaan) dan khalik &pencipta). (ni berarti bah a tujuan kenabian adalah mengarahkan manusia menuju ,uhan. ,uhan didekati dengan menyerap asama.ya. Dalam sebuah ri ayat ketika ditanya bagaimana akhlak Fasullah, Aisyah r.a menja ab bah a akhlak beliau adalah Al#LurBan. Mengenai penciptaan, Allah berfirman* +a maa $halaLtul jinna pr%ses mendekatkan diri pada.ya. Dalam literature sufistik, kata Muhammad yang terdiri dari min ha mim dal adalah symb%l manusia yang bersujud. Sedang Muhammad sendiri dalam tinjauan etim%l%gis berasal dari akar kata :hamd; yang berarti puji. Muhammad sendiri berarti yang terpuji Gamd, Gamid adalah satu akar kata yang sama. ,etapi penggunaan Al#Gamd sendiri dikhususkan untuk Allah. Secara sederhana kita dapat katakana bah a makhluk yang bersujud adalah terpuji. Gakikat sujud sendiri adalah meletakkan ketinggian eg% kita pada tempat yang paling rendah sekaligus meninggikan yang Maha ,inggi. Artinya kita menundukkan eg% kita pada eg%.ya, yaitu ?g% Allah yang telah meniupkan r%h.ya pada jasad material. (ni juga berarti mengingat asal penciptaan material kita yaitu tanah. Gubungannya kemudian al insaa illa liyabbudu. ,ujuan penciptaan adalah untuk menyembah. Penyembahan itu sendiri adalah

adalah menghidarkan manusia dari kes%mb%ngan sebagaimana (blis meny%mb%ngakan asal penciptaannya dari api sehingga mendapat kutukan.ya. >ntuk dapat mendekatkan diri, kita harus mengikuti utusan.ya. Selain itu kita ber asilah pada utusa.ya agar kita mendapatkan syafaat kelak karena ibadah kita sangat sedikit dibandingkan limpahan Fahmat.ya. Menurut kami inilah makna dari persaksian kedua bah a Muhammad adalah utusan Allah. Prinsip $ebangkitan. Allah S+, telah menganugerahi kita banyak hal yang mustahil kita hitung banyaknya dan memberi tanggungja ab sesuai dengan kapabilitas kita. .abi Daud a.s bermunajad* 1aa Allah bagaimana cara kami bersyukur sedang kebersyukuran adalah nikmat yang harus kami syukuri. Dalam sebuah kesempatan Allah S+, berfirman* Dan kami ciptakan penglihata, pendengaran dan hati agar manusia bersyukur. Manusia diperlengkapi fasilitas istime a dibandinga makhluk lainnya dengan p%sisinya sebagai khalifa fil ardh. 0asilitas ini kemudian akan dimintai pertanggungja aban. Manusia adalah makhluk m%n%dualistik, dalam diri yang satu terdapast dua k%mp%nen. Pertama jasadi yang berasal dari :kehinaan; yaitu tanah. (nilah yang dik%mplain (blis pada ,uhan. "asad ini mengarahkan manusia pada kecenderungan material. $edua, ruhania yang berasal dari tiupan ruh ilahi yag suci. (nilah yang dilupakan (blis. Fuhani ini mengarahkan manusia pada kesmpurnaan hakiki. $ecenderungan material bersifat sementara, sedang kecenderungan ruhaniah bersifat kekal. Prinsip Dinamika Alam Semesta. Alams semesta diciptakan dengan keseimbangan yang berarti sesuai denga pr%p%rsi masing#masing. (ni yang dimaksud dengan asas keseimbangan. "ika kita perhatikan alam semesta maka semua bergerak sesuai denga k%nteksnya masing#masing. Plaet#planet berputar pada p%r%snya, binatang bergerak berdasar naluri. ,umbuhan bergerak berdasar daya hidupnya. 'enda mati berdaur dalam jangka aktu tertentu.

Sedang asas kedua adalah bah a entitas suatu makhluk harus menghancurkan makhluk lain untuk bertahan. Artinya materi hingga pada suatu titik akan mengalami kehancuran. Manusia untuk bertahan harus menghancurkan tumbuhan dan he an yang kemudian dipr%ses menjadi energi. 'egitupula dengan he an terhadap tumbuhan dan tumbuhan terhadap tanah. Dalam fisika, energi dikenal dapat berubah bentuk, tetapi tidak dapat diciptakan manusia. ?nergi tidak lain adalah Lu disebutkan :kemana kau hadapkan ah atau kekuatan ilahi. Dalam Al#LurBan ajahmu disitu ajah ,uhanmu;. Ayat ini

menegaskan bah a materi yang ada dimana#mana &energi yang diperlambat berdasar te%ri ?instain) adalah : ajah; Allah. +ajah adalah pertanda, tetapi bukan diri.ya. $iamat. Dalam (salam kita kenal dua kialmat yaitu kiamat kecil &sughra) dan kiamat besar &kubra). $iamat kecil adlh berhentinya gerak didalam material se%rang inidi/u, atau dikenal juga dengan istilah kematian jasadi. $iamat kubra adalah hancurnya k%sm%s ini. $%sm%s sebagai ciptaan tentu juga bergerak menuju ,uhan %leh karena itu ia harus hancur. ?ntah karena tabrakan mete%r atau ulah manusia, yang jelas untuk bergerak, k%sm%s akan mengalami kehancuran. Adanya kiamat menjadi bukti kekuasaan ,uhan bah a hanya diri.yalah yang kekal hakiki. $iamat sendiri adalah pintu menuju kehidupan lain yang abadi. Pertanggungja aban. Pada saat kiamat &kecil dan besar), dimana kesempatan untuk bergerak telah terhenti, maka menjadi keniscayaan akan adanya k%sek ensi atas segala yang pernah dilakukan. "ika sekiranya tidak ada pertanggungja aban maka tidak perlu ada aturan sebagai pat%kan. "ika sese%rang berhasil mengemban amanah dengan baik maka k%ek ensi adalah merasakan kenikmatan abadi. Dalam (slam dikenal dengan istilah surga. Atau hanya sedikit menyerap asma.ya, maka ia akan mengalami kegelisahan dan ketersiksaan. (nilah yang dikenal dengan istilah neraka. >ntuk selengkapnya akan dibahas dalam materi berikutnya.

Melacak perbedaan dalam ber(slam. ,iga p%in diatas dikenal denga usuluddin, dimana semua ummat (slam sepakat akan $etuhanan, kenabian dan kebangkitan. Perbedaan yang muncul dalam ummat (slam adalah pers%alan penafsiran, mulai dari te%l%gi, teks n%rmati/e, hingga kesyariat. (ni tidak lepas dari latar hist%risitas umat (slam sendiri yang penuh dinamika. "ika kita tarik pada k%nteks kekinian, maka yang perlu ditumbuhkan adalah budaya ilmiah dalam beragama yang meliputi argumentasi l%gis, dial%g, penghargaan sesame ummat, keterbukaan dan tentunya ukhu a. 'erbeda pada adalah ajar, tetapi berbeda dalam hal ushuluddin berarti beda agama. $earifan kita dalam baerislam perlu ditumbuhkan dalam artian tidak selayaknya klaim kebenaran kita d%minasi dan tuduhan sesat ditujukan bagi mereka yang berbeda paham dan penafsiran. Alangkah indahnya jika perbedaan tersebut menjadi kha3anah intelektual (slam, bukan saling melemahkan dan menjatuhkan. +allahu alam 'ishsh% ab. 'ab (N $?M?FD?$AA. (.D(N(D> DA. $?.(S-A1AA. >.(N?FSAL ilayah penafsiran

,ujuan (nstruksi%nal Peserta memahami prinsip dinamika alam semesta &sunnatullah) dan prisip ihktiar manusia berikut hubungan keduanya. Peserta memahami k%sep determinis dan free ill, baik yang berdasarkan ketuhanan atau kealaman Peserta mampu membandingkan serta mengkritisi determinis dan free ill Peserta memahami akibat#akibat yang ditimbulkan dari determinisme dan free ill Defenisi $emerdekaan berarti keleluasaan, kebebasan untuk memilih dan melakukan sesuatu. (ndi/idu berasal dari dua suku kata yaitu in artinya tidak dan de/inden artinya

terbagi, atau manusia secara pers%nal. $emerdekaan indi/idu bermakna keleluasaan atau keterbatasan sese%rang. $emerdekaan indi/idu juga berarti ikhtiar manusia. $eniscayaan berarti kemestian, tidak b%leh tidak, harus, atau demikian adanya. >ni/ersal barmakna menyeluruh. $eniscayaan uni/ersal berarti keniscayaan mutlak yang berlaku menyeluruh. $eharusan uni/ersal dapat juga dipahami sebagai takdir. $emerdekaan (ndi/idu dan $eniscayaan >ni/ersal adalah pembehasan yang mencari titik temu antara ikhtiar dan takdir manusia. Apakah ikhtiar manusia melampaui hukum uni/ersal atau hukum uni/ersal yang tidak membatasi ikhtiar manusia? Pertanyaan lain adalah apakah begitu uni/ersalnya ketentuan sehingga kehidupan ini tidak lain hanyalah pelaksanaan dari sebuah scenari% yang dirancang ,uhan. Manusia tidak memiliki kemerdekaan untuk memiliki dan bertindak diluar scenari% ,uhan. Determinis dan 0ree ill. Determinis berasal dari kata determinan yang berarti ditentukan. Determinisme kurang lebih berarti suatu pahaman yang menyatakn bah a segala sesuatu telah ditentukan. Segalanya dilak%ni dengan keterpaksaant., bukan kemerdekaan atau kesadaran. 0act%r yang menentukan tergantunga deri sudut pandangnya. "ika alam dan hukum#hukumnya yang menjadi penentu, maka sering disebut determinisme saja. Determinisme yang memandang bah a alam yang menjadi fact%r penentu diusung %leh $arl Mar= dengan k%nsep Materealisme Deialektika. Gist%ris. 'ah a kesejarahan manusia diatur %leh hukum besi sejarah dimana mengakibatkan l%ncatan kualitas menuju tahap masyarakat berikutnya. 0ree ill berarti kebebasan berkehedak. Pahaman ini berangkat dari asumsi bah a manusia memiliki kehendak dan kekuatan untuk menetukan jalan hidupnya sendiri tanpa harus diinter/ensi %leh fact%r lain. "ika dihadapkan dengan alam, bah asanya manusia dapat menciptakan sejarahnya sendiri tanpa mesti harus terikat %leh hukumm besi sejarah. 0ree ill ini dapat juga dibagi berdasar fact%r lain. Pertama alam. 0ree ill disin berarti manusia dapat berkehendak tanpa terikat hukum besi sejarah dan kedua ,uhan, bah asanya tugas ,uhan hanya mencipta belaka. $ejadian#kejadian setelah penciptaan adalah murni kehendak bebas manusia. "abariyah.

'agi kita umat (slam, alam adalah ciptaan ,uhan, sehingga ,uhalalah yang menjadi fact%r penentu alam dan manusai. -uma pes%alanya adalah sejauh mana inter/ensi ,uhan. "ika dalam pendangan ummat (slam, ,uhan sebagai fact%r yang menentukan, maka yang selaras dengan determinisme adalah "abariayah dan Asyariyah. "abariyah berasal dari kata jabr yang berarti terpaksa. "abariayah memahami bah a manusia tingagal meenjalankan skenaria% ,uhan, manusia tidak memiliki sedikitpun kebebasan, apalagi dalam hal j%d%h, re3eki dan ajal. Setiap tindakan manusia telah ditetapkan, termasuk hal yang baik dan buruk. "ika ,uhan menskenari%kan manusia untuk melakukan keburukan, maka bagaimanapun ikhtiar manusia mustahil untuk melakukan kebaikan, pun sebalikanya. "abariyah juga memahami bah a apapun tidakan ,uhan adalah adil. ,uhan dapat saja memasukkan %rang saleh ke neraka dan %rang jahat ke surga, dan sekali lagi, itulah keadilan ,uhan. Manusia hanya dapat pasrah menunggu takdirnya. MuBta3ilah Dalam sejarah perkembangan ilmu kalam, pemikiran kaum "abariyah kemudian ditantang dan ditentang %leh kaum MuBta3ilah. Mereka mengagap bah a tugas ,uhan tidak lebih dari sekedar mencipta belaka. Selanjutnya tergantung dari ikhtiar manusia. "adi semua tindakan manusia adalah murni ikhtiar manusia tanpa ada sedikitpun campur tangan ,uhan. $eadilan ,uhan pespektif MuBta3ilah adalah ,uhan hanya dapat memasukakan %rang saleh kesurga dan sebaliknya %rang jahat di neraka. Selain itu, kebebasan manusia dalam berikhtiar yang lepas dari tindakan ,uhan adalah salah satu p%in pemikirannya. $elemahan "abriyah dan MuBta3ilah. $aum MuBta3ilah mengkritik "abariyah dengan mengatakan bah a ,uhan perseptif "abriyah adalah 3alim, semena#mena. >ntuk membenarkan pendapatnya, MuBta3ilah mengutip beberapa ayat yang mengindikasikan kebebasan manusia. Ayat yang sering digunakan adalah :,idak berubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri

merubahnya;. MuBta3ilah mengatakan bah a ayat ini muhkamat &jelas) adanya. Dan ayat#ayat yang nampak menyerang argument MuBta3ilah dianggap sebagai Mutasyabih. Sebalikanya kaum "abariyah mengkritik MuBta3ilah dengan mengatakn bah a ,uhan perspetif MuBta3ilah lemah dan tidak ada kuasa. >ntuk membenarkan pendapatnya, "abariyah mengutip beberapa ayat yang mengidentifikasikan kekuasaan ,uhan salah satunya adalah :'ukan kamu yang membunuh tetapi Aku yang membunuh OC*9P;. "abariyah mengatakan bah a ayat ini muhkamat adanya, dan justru ayat yang mengatakan kaum MuBta3ilah ini mutasyabih Osamar#samarP. >ntuk mengkaji landasan berpikir kedua ma3hab ini maka kita perlu memahami k%nsep ketuhannya. Dari materi sebelumnya dibahas tetang tauhid 3ati, sifati, dan aBfali. Dalam hal tauhid 3ati, kedua ma3hab sepakat. MuBta3ilah kemudian terlalu cenderung pada tauhid sifati, dimana pahaman tentang kemahaadilan ,uhan kemudian justru mengurangi bahkan mungkin menghilangkan pahaman tentang kekuasaan ,uhan untuk berkehedak. Sebaliknya "abariyah terlalu cenderung pada tauhid ABfali dimana kekusaan ,uhan untuk bertindak malah mengurangi bahkan menghilangkan keadilan ,uhan. Akibat dari pahaman "abariyah adalah stagnasi indi/idu dan masyarakat karena sikap pesimisme dalam berikhtiar. Sementara akibat kaum MuBta3ilah adalah terlepasnya ,uhan dari kehidupan manusia. Adapun pahaman ini masing#masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing#masing. >ntuk menengahi pedebatan ini kita harus mencari jalan tengah, dimana pahaman kita tidak menjadikan ,uhan tidak adail dan ,uhan tidak ada kuasa. Prinsip dinamika Alam Semesta. Pers%alan mendasar dalam penciptaan adalah apakah semuanya menjadi secara kebetulan belaka tanpa ada yang mengatur atau ada yang mengatur secara mutlak atau ada yang mengatur sesuai dengan hukum#hukumnya. "ika mengikuti pendapat pertama bah a tanpa ada mengatur berarti sama saja kita mengatakan bah a tidak ada pencipta dan ini tetunya mustahil.

"ika mengikuti pendapat kedua bah a ada yang mengaturnya dimana ciptaan dalam hal ini manusia tidak memiliki kebebasan untuk beriktiar dan memilih, berarti sama saja kita katakana bah a ,uhan tidak adil. Dengan demikian %t%matis dalam penciptaan kita mempercayai bah a alam semesta ini diatur berdasarkan hukum#hukum yang ditetapkan sang Pencipta. Manusia sebagai bagian alam semesta juga pasti dikenai hukum#hukum dari sejak penciptaan, tindakan sampai akhir perjalanan manusia. ,ak ini dan ,asyrii. >ntuk mepermudah pembahasan, kita bagi dua akasiden di alam material. Perlu dibedakan antara hukum penciptaan dengan hukum syarBi. Dalam hal hukum penciptaan, tidak ada hak manusia. Sebagai c%nt%h binatang diberi insting dan manusia diberi akal. $arena manusia adalah ciptaan ,uhan yang paling sempurna dimana manusia dibekali akal untuk mengel%la alam semesta, maka ,uhan kemudian menurunkan aturan bagi manusia, dalam hal ini syariat. "adi syariat berlaku pada manusia, itupun yang memenuhi syarat agar terjaga keseimbangan sesuai peran dan fungsi penciptaaan manusia. Pada ilayah tak ini atau penciptaan, Allah mencipta sesuai dengan kadar masing#masing sesuai dengan tujuan penciptaannya. Dalam hal ini, manusia tidak memiliki sedikitpun hak. Sebagai c%nt%h lahirnya se%tang bayi dari %rang tua tertentu, dimana bayi tidak dapat memilih atau berusaha untuk mencari %rang tua tertetu, dimana bayi tidak dapat memilih atau berusaha untuk mencari %rang tua yang ia senangi. -%nt%h lain, diciptankannya matahari sebagai tata surya. ,uhan memberi matahari energi dan daya gra/itasi, sesuai dengan tujuan penciptaannya. Masih banyak c%nt%h yang tidak dapat kami sebutkan disini. Pada ilayah tasyrii disini manusia memiliki hak dan kemampuan untuk memilih dan berikhtiar. Sebagai c%nt%h makan disaat lapar. ,ubuh kita hanya mengirimpan implus ke syaraf yang menandakan lambung sedang k%s%ng. Pada k%ndisi ini manusia dapat memilih untuk makan atau tidak, maka makanan A atau makanan ', dan ilayah hukum#hukum ,uhan. Pertama tak ini, dalam hal ini penciptaan dan kedua tasyrii dalam hal ini aksiden#

seterusnya. Gukum agama berlaku pada

ilayah tasyrii. Sese%rang tidak dihukumi kafir ilayah tasyrii. Sese%rang tidak dihukumi

karena %rang tuanyamemilih untuk makan atau tidak, maka makanan A atau makanan ', dan seterusnya. Gukum agama berlaku pada kafir karena %rang tuanya. 'udi bahkan lahir dari hubungan tidah syah. Mengapa, karena anak tersebut tidak dibekali kemampuan untuk memilih dan berusaha dalam menentukan %rang tuanya. (ni jelas ilayah tak ini. ,etapi siapapun dia ketika akalnya sudah matang, inf%rmasi tentang kebenaran telah disampikan kemudian menutup diri dari kebenaran, maka %rang tersebut dihukumi kafir. Mengakap, karena %rang tersebut memiliki kemampuan untuk memilih dan berikhtiar tapi tidak dilakukan. 'aik dan 'uruk. Pertanyaan substansial pada bagian ini adalah apakah kebaikan dan keburukan adalah dua entitas yang masing#masing memiliki eksistensi? Atau kedaunya tidak memiliki eksistensi, atau -uma salah satunya?. "ika kenaikan dan keburukan masing#masing memilik eksisatensi, maka pertanyaan berikutnya adalah dari manakah datangnya keburukan?. Mengatakan keburukan berasal dari ,uhan %t%matis menuduh ,uhan memiliki keburukan karena mustahil ,uhan memberi keburukan kalau (a tidak punya keburukan. Adalah agama M%r%aster yang meyakini dua eksistensi ,uhan yaitu hriman &,uhan baik) dan Ah3urama3da &,uhan 'uruk). Mustahil kebaikan dan keburukan menyatu, %lehnya ,uhan dalam perspektif ini dibagi berdasarkan peran dan fungsinya. ,api ternyata dalam (slam kita di ajibkan untuk mempercayai takdir baik dan takdir buruk &L%dha dan L%dar). >ntuk L%dha dan L%dar akan dibahas pada bagian berikutnya. $embali pada kebaikan dan keburukan, kalau kita katakana bah a ,uhan hanya memiliki kebaikan, lantas mengapa ada keburukan? >ntuk menja ab pertanyaan tersebut maka perlu kita mendefenisikan tetang keburukan itu sendiri. Defenisi keburukan, pertama adalah ketidak sesuaian antara apa yang terjadi dan apa yang diinginkan. Misalnya kita ingin punya harta yang banyak atau menjadi %rang kaya, tetapi harta yang kita miliki justru sedikit, maka kita katakana bah a kemiskinan itu buruk. Defenisi ini mengacu pada reasi psik%l%gis semata. Defenisi berikitnya mengatakan

keburukan adalah kurangnya intensitas/derajat kebaikan. Defenisi ini yang akan kita jabarkan. $ebaikan dianal%gikan seperti cahaya dan ,uhan sebagai sumber cahaya. $eburukan adalah kurangnya intensitas cahaya atau kegelapan. $egelapan sendiri tidak memiliki eksistensi