Anda di halaman 1dari 10

Definisi Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa (Mansjoer, Arif, et al,

2000). Sedangkan hip merupakan bagian dari tulang panggul yang melekat dengan pangkal tulang femur pada asetabulum. Fraktur hip merupakan diskontinuitas jaringan tulang yang terjadi pada daerah tulang panggul. erminologi ini digunakan untuk menggambarkan fraktur tulang femur pada daerah ujung!pangkal proksimal yang meliputi kepala sendi, leher, dan daerah tro"hanter.

Anatomi dan fisiologi tulang femur bagian atas

Sumber# http#!!orthoinfo.aaos.org Femur! tulang paha adalah tulang terpanjang, terkuat, dan terberat dari semua tulang pada rangka tubuh (Sloane$ 200%).

a. &jung proksimal femur memiliki kepala yang membulat untu berartikulasi dengan asetabulum. 'ermukaan lembut dari bagian kepala mengalami depresi, fo(ea kapitis untuk tempat perlekatan ligamen yang menyangga kepala tulang agar tetap di tempatnya dan memba)a pembuluh darah ke kepala tersebut. *. Femur tidak berada pada garis (ertikal tubuh. +epala femur masuk dengan pas ke asetabulum untuk membentuk sudut sekitar *2,o dari bagian leher femur. -engan demikian, bagian tulang paha dapat bergerak bebas tanpa terhalang pel(is saat paha bergerak. 2. Sudut femoral pada )anita biasanya lebih miring (kurang dari *2, o) karena pel(is lebih lebar pada )anita. b. -i ba)ah bagian kepala femur, adalah bagian leher femur, yang terus memanjang sebagai batang. .aris intertrokanter pada permukaan anterior dan krista intertrokanter di permukaan posterior tulang membatasi bagian leher dan bagian batang. ". &jung atas batang memiliki dua prosesus yang menonjol, trokanter mayor dan trokanter minor, berfungsi sebagai tempat perlekatan otot untuk menggerakkan persendian panggul.

Etiologi /tiologi dari fraktur menurut 'ri"e dan 0ilson (2001) ada % yaitu# *. 2idera atau benturan 2. Fraktur patologik. Fraktur patologik terjadi pada daerah3daerah tulang yang telah menjadi lemah oleh karena tumor, kanker dan osteoporosis. %. Fraktur beban. Fraktur baban atau fraktur kelelahan terjadi pada orang3orang yang baru saja menambah tingkat akti(itas mereka, seperti baru di terima dalam angkatan bersenjata atau orang3orang yang baru mulai latihan lari.

Patofisiologi 'ada saat tulang patah perdarahan biasanya terjadi di sekitar tempat patah ke dalam jaringan lunak sekitar tulang tersebut, jaringan lunak juga biasanya mengalami kerusakan. 4eaksi perdarahan biasanya timbul hebat setelah fraktur. 5nsufisiensi pembuluh darah atau penekanan serabut syaraf yang berkaitan dengan pembengkakan yang tidak di tangani dapat menurunkan asupan darah ke ekstrimitas dan mengakibatkan kerusakan syaraf perifer. 6ila tidak terkontrol pembengkakan akan mengakibatkan peningkatan tekanan jaringan, oklusi darah total dan berakibat anoreksia mengakibatkan rusaknya serabut syaraf maupun jaringan otot. +omplikasi ini di namakan sindrom "ompartment (6runner dan Suddarth,2002 ). 'asien yang harus imobilisasi setelah patah tulang akan menderita komplikasi antara lain # nyeri, iritasi kulit karena penekanan, hilangnya kekuatan otot. +urang pera)atan diri dapat terjadi bila sebagian tubuh di imobilisasi, mengakibatkan berkurangnyan kemampuan pera)atan diri (2arpenito, 2007). 4eduksi terbuka dan fiksasi interna (845F) fragmen3fragmen tulang di pertahankan dengan pen, sekrup, plat, paku. 9amun pembedahan meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi. 'embedahan itu sendiri merupakan trauma pada jaringan lunak dan struktur yang seluruhnya tidak mengalami "edera mungkin akan terpotong atau mengalami kerusakan selama tindakan operasi('ri"e dan 0ilson, 2001).

Tipe Fraktur Hip 6erdasarkan lokasinya, frkatur hip dibagi menjadi % jenis. *. Frkatur intrakapsular 'atah tulang ini terjadi pada daerah leher dan kepala tulang paha, dan umumnya pada daerah kapsul. +apsul disini berfungsi sebagai pelumas untuk melumasi dari sendi panggul itu sendiri.

Sumber# http#!!orthoinfo.aaos.org 2. Fraktur 5ntertro"hanteri" Fraktur ini terjadi pada daerah leher femur dan trokanter ba)ah (trokanter minor). Fraktur ini umumnya terjadi pada daerah antara trokanter mayor dan trokanter minor.

Sumber# http#!!orthoinfo.aaos.org

%. Fraktur Subtro"hanteri"

Fraktur ini terjadi pada daerah diba)ah trokanter minor (sekitar 2,, in"i dari trokanter minor).

Sumber# http#!!orthoinfo.aaos.org

Tanda dan gejala *. 2. %. :. ,. 9yeri hebat pada daerah fraktur. ak mampu menggerakkan kaki. erjadi pemendekan karena kontraksi!spasme otot3otot paha. /ks ternal rotasi pada tungkai tersebut. anda3tanda lain sesuai dengan tanda fraktur pada umumnya, yaitu# a. 9yeri bertambah hebat jika ditekan!raba. b. 'erubahan bentuk!posisi berlebihan bila dibandingkan dengan keadaan normal. ". Ada!tidak kulit yang terluka!terbuka di daerah fraktur. d. eraba panas pada jaringan yang sakit karena peningkatan (askularisasi di daerah tersebut.

e. 9adi pada daerah distal melemah!berkurang. f. +ehilangan sensasi pada daerah distal karena jepitan saraf oleh fragmen tulang. g. +repitasi jika digerakkan h. 'erdarahan. i. ;ematoma, edema karena e<tra(asasi darah dan "airan jaringan. j. anda3tanda sho"k akibat "edera berat, kehilangan darah, atau akibat nyeri hebat.

k. +eterbatasan mobilisasi. l. erbukti fraktur le)at foto rontgen

Komplikasi +omplikasi a)al yang dapat terjadi pada pasien fraktur hip antara lain *. Sho"k dan perdarahan, baik pada saat terjadinya "idera atau sesudah operasi 2. Sindroma +ompartement. Merupakan masalah yang terjadi saat perfusi jaringan dalam otot kurang dari yang dibutuhkan untuk kehidupan jaringan. 5ni bisa disebabkan karena penurunan ukuran kompartement otot karena fasia yang membungkus otot terlalu ketat, penggunaan gibs atau balutan yang menjerat ataupun peningkatan isi kompatement otot karena edema atau perdarahan sehubungan dengan berbagai masalah (misalnya # iskemi,dan "idera). %. +erusakan Arteri. 'e"ahnya arteri karena trauma bisa ditandai denagan tidak ada nadi, 24 menurun, syanosis bagian distal, hematoma yang lebar, dan dingin pada ekstrimitas yang disbabkan oleh tindakan perubahan posisi pada yang sakit, tindakan reduksi, dan pembedahan. :. 5nfeksi. Sistem pertahanan tubuh rusak bila ada trauma pada jaringan. 'ada trauma orthopedi" infeksi dimulai pada kulit (superfi"ial) dan masuk ke dalam. 5ni biasanya

terjadi pada kasus fraktur terbuka, tapi bisa juga karena penggunaan bahan lain dalam pembedahan seperti pin dan plat. ,. A(askuler nekrosis. A(askuler nekrosis (A=9) terjadi karena aliran darah ke tulang rusak atau terganggu yang bisa menyebabkan nekrosis tulang (Smelt>er dan 6are, 200*). Sedangkan komplikasi dalam )aktu yang lama bisa menyebabkan# *. Malunion. Malunion dalam suatu keadaan dimana tulang yang patah telah sembuh dalam posisi yang tidak seharusnya. Malunion merupaka penyembuhan tulang ditandai dengan meningkatnya tingkat kekuatan dan perubahan bentuk (deformitas). Malunion dilakukan dengan pembedahan dan reimobilisasi yang baik. 2. -elayed &nion. -elayed union adalah proses penyembuhan yang terus berjalan dengan ke"epatan yang lebih lambat dari keadaan normal. -elayed union merupakankegagalan fraktur berkonsolidasi sesuai dengan )aktu yang dibutuhkan tulang untuk menyambung. 5ni disebabkan karena penurunan suplai darah ke tulang. %. 9onunion. 9onunion merupakan kegagalan fraktur berkonsolidasi dan memproduksi sambungan yang lengkap, kuat, dan stabil setelah 13? bulan. ;al ini juga bisa disebabkan karena aliran darah yang kurang ('ri"e dan 0ilson, 2001).

Pemeriksaan diagnostik 'emeriksaan diagnostik yang sering dilakukan pada fraktur adalah# a. b. @3ray# menentukan lokasi!luasnya fraktur S"an tulang# memperlihatkan fraktur lebih jelas, mengidentifikasi kerusakan jaringan lunak ". (askuler. d. ;itung -arah Aengkap# hemokonsentrasi mungkin meningkat, menurun pada perdarahan$ peningkatan lekosit sebagai respon terhadap peradangan. Arteriogram# dilakukan untuk memastikan ada tidaknya kerusakan

e. ginjal f.

+retinin# trauma otot meningkatkan beban kretinin untuk klirens

'rofil koagulasi# perubahan dapat terjadi pada kehilangan darah, transfusi atau "edera hati.

Tata laksana Menurut Aong (*??1), ada beberapa terapi yang digunakan untuk pada pasien fraktur antara lain# *. 2. %. :. ,. nyeri. 1. obat pena)ar nyeri. pengobatan dengan antibioti". memantau gejala infeksi yang mungkin terjadi. reduksi fraktur. imobilisasi fraktur. kompres dingin dilaksanakan untuk men"egah perdarahan, edema, dan

Sedangkan untuk tata laksana medis, dapat digunakan beberapa metode operasi. Antara lain# *. Fiksasi internal. Metode ini menggunakan sekrup metal yang disisipkan ke dalam tulang leher femur. ;al ini biasanya dikombinasikan dengan pemasangan kuku tulang ( gamma nails) agar lebih stabil. Metode ini digunakan jika ujung3ujung tulang yang patah sejajar. 2. ;emiarthroplasty. Metode ini digunakan jika ujung3ujung tulang yang patah tidak dalam posisi sejajar atau tulang telah rusak. +epala dan leher femur akan diganti dengan Prosthesis (pengganti serupa) yang berbahan metal (tanpa mengganti asetabulum). %. Total hip replacement. Metode ini melibatkan penggantian tulang femur bagian atas beserta asetabulum dengan Prosthesis metal. Metode ini dapat menjadi pilihan terbaik

jika fraktur yang terjadi sudah merusak sendi panggul dan mempengaruhi fungsi. Atau jika pasien telah mengalami arthritis

Sumber# http#!!))).ri(ersideonline."om

DAFTAR PUSTAKA

6runner dan Suddarth. 2002. Keperawatan Medikal Bedah. /d. %. Bakarta# /.2. 2arpenito. 2000. Diagnosa Keperawatan-Aplikasi pada Praktik Klinis. /d. 1. Bakarta# /.2 Aong, 6arbara 2. *??1. Perawatan Medikal Bedah. /d. %. Bakarta# /.2. Mansjoer, dkk., (2000). Kapita Selekta Kedokteran, edisi %. Bakarta# Media Aes"ulapius. 'ri"e C 0ilson. 2001. Patofisologi-Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. /d. :. Bakarta# /.2. Sloane, /thel. 200%. Anatomi dan Fisiologi t k Pem la. Bakarta# /.2. Smelt>er C 6are. 200*. B k a!ar keperawatan medical "edah. Bakarta# /.2. http#!!))).orthoinfo.aaos.org http#!!))).ri(ersideonline."om!healthDreferen"e!-isease32onditions!-S00*E,."fm