Anda di halaman 1dari 13

1.

Tujuan Untuk mengetahui ada atau tidaknya hormone HCG (Human Chorionic Gonadtropine) dalam tubuh Mahasiswa dapat melakukan uji kehamilan (galli maini) dengan menggunakan katak Bufo Vulgaris jantan. 2. Tinjauan pustaka Semasa hamil, beberapa hormon tertentu mengalami peningkatan produksi. Akibatnya, ibu mengalami perubahan sistem tubuh, terutama keseimbangan hormonal. Berikut hormon-hormon yang berperan besar dalam kehamilan: o HCG (Human Chorionic Gonadotrophin) Hormon ini diproduksi oleh jaringan trofoblas (yang kelak berkembang menjadi plasenta) pada usia kehamilan sekitar empat minggu. Berfungsi untuk meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum dan produksi hormonhormon steroid, terutama pada masa-masa kehamilan awal.Memiliki fungsi imunologik alias membangun kekebalan tubuh. Diperkirakan hormon inilah yang memicu keluhan mual-muntah melalui rangsangan terhadap otot poros lambung. Human chorionic gonadotropin berinteraksi dengan reseptor LHCG dan mempromosikan pemeliharaan korpus luteum selama awal kehamilan, menyebabkan ia mengeluarkan hormon progesteron. Progesteron memperkaya rahim dengan lapisan tebal dan pembuluh darah kapiler sehingga dapat menopang tumbuh janin. Karena biaya yang sangat-negatif, hCG mungkin mengusir sel-sel kekebalan ibu, melindungi janin selama trimester pertama. Ini juga telah dihipotesiskan bahwa hCG juga bisa merupakan link plasenta untuk pengembangan immunotolerance ibu lokal. Sebagai contoh, sel-sel endometrium hCG-diperlakukan mendorong peningkatan apoptosis sel T (pembubaran T-sel). Hasil ini menunjukkan bahwa hCG juga bisa merupakan link dalam pengembangan toleransi kekebalan peritrophoblastic, dan dapat memfasilitasi invasi trofoblas, yang dikenal untuk mempercepat perkembangan janin di endometrium. Hal ini juga telah diusulkan bahwa tingkat hCG yang terkait dengan keparahan morning sickness pada wanita hamil. o HORMON ESTROGEN Selama kehamilan, hormon estrogen diproduksi oleh plasenta. Hormon ini merangsang pertumbuhan kelenjar susu dan menyebabkan puting payudara membesar agar kelak ibu siap memberikan ASI bagi bayinya. Berfungsi memperkuat dinding rahim yang berguna untuk mengatasi kontraksi saat

persalinan. Melembutkan jaringan tubuh sehingga jaringan ikat dan persendian tubuh, tak lagi sekuat sebelum hamil dalam menyangga tubuh. Akibatnya, ibu hamil sering mengalami gangguan/keluhan sakit punggung dan varises. Hormon ini juga menyebabkan ibu merasa mual dan merangsang dorongan untuk muntah. o HORMON PROGESTERON Di masa kehamilan, hormon ini diproduksi di plasenta. Berfungsi membangun lapisan di dinding rahim guna menyangga plasenta di dalam rahim. Progesteron mencegah pengerutan otot-otot rahim, sehingga persalinan dini/prematur bisa dihindari dengan meningkatnya produksi hormon ini. Hormon ini pun membantu menyiapkan payudara, yakni dengan memacu aktivitas kelenjar susu sekaligus membentuk puting susu jadi lebih menonjol untuk memudahkan proses pemberian ASI. Membuat dinding pembuluh darah mengalami pelebaran, sehingga terjadilah penurunan tekanan darah. Akibatnya, ibu hamil sering merasa pusing. Membuat kerja sistem pencernaan jadi lambat, hingga perut cenderung gampang kembung. Menyebabkan relaksasi usus, hingga daya dorong usus terhadap sisa makanan juga mengalami penurunan. Akibatnya, sisa makanan gampang menumpuk, sehingga ibu jadi gampang sembelit. Meningkatkan suhu tubuh, menyebabkan mual sekaligus menurunkan gairah seks. Menyebabkan gangguan tidur, terutama pada trimester pertama. Sementara pada trimester kedua umumnya sudah terjadi keseimbangan hormon, sehingga ibu pun sudah mampu menyesuaikan diri dengan bisa tidur tenang. Akan tetapi memasuki trimester ketiga, ibu hamil akan kembali mengalami susah tidur. Bukan karena gejolak hormonal, melainkan lantaran ukuran kandungan terus makin membesar, sehingga tidur pun jadi sangat tak nyaman. Menyebabkan jaringan-jaringan halus pada saluran pernapasan mengalami pembengkakan dan menghalangi aliran napas. Itulah mengapa, saat tidur, terutama sepanjang trimester kedua, ibu hamil akan sulit bernapas dan cenderung mendengkur meski sebelumnya bukan pendengkur. Dengkuran ini bisa diantisipasi dengan tidur dalam posisi miring. Memicu terjadinya peradangan gusi, antara lain akibat terjadinya pelebaran pembuluh darah yang mengakibatkan bertambahnya aliran darah ke seluruh bagian tubuh, termasuk gusi. Konsekuensinya, gusi jadi bengkak dan mudah mengalami perdarahan sejak trimester pertama hingga trimester akhir. Nah, bila kondisi kebersihan dan kesehatan daerah mulut kurang mendapat perhatian, bukan tidak mungkin terjadilah peradangan gusi. Kondisi seperti ini akan berangsur pulih pada kehamilan bulan kesembilan atau beberapa hari setelah

melahirkan. o HORMON PROLAKTIN Hormon ini dihasilkan oleh kelenjar hipofisis bagian depan dan produksinya terus meningkat sampai si bayi siap dilahirkan. Berperan meningkatkan kerja kelenjarkelenjar yang memproduksi ASI. Saat persalinan dan sesudahnya, dimana hormon progesteron dan estrogen yang bekerja menghambat produksi ASI mengalami penurunan, hormon prolaktin memperlihatkan daya optimalnya untuk merangsang produksi ASI. Rangsangan terhadap ASI lewat isapan bayi maupun pompaan akan terus merangsang kelenjar hipofisis untuk terus memproduksi hormon prolaktin. Jadi, makin sering payudara ibu diisap oleh bayi, ASI pun makin membanjir. Setelah ASI diproduksi, tubuh akan mengeluarkan hormon oksitosin yang antara lain bertugas mengatur distribusi ASI. Hanya saja kerja hormon ini sangat dipengaruhi oleh kondisi psikis ibu saat menyusui. Itulah mengapa bila ibu tengah bersedih, maka produksi ASI-nya akan berkurang atau bahkan tidak keluar sama sekali. Prolaktin juga berfungsi mengeluarkan kolostrum atau cairan berwarna kuning yang keluar di hari-hari pertama setelah kelahiran bayi. Kolostrum banyak mengandung antibodi yang mampu menjaga bayi dari serangan penyakit. o HORMON OKSITOSIN Hormon ini dihasilkan oleh hipofisis bagian belakang. Membantu merangsang kontraksi pada kehamilan maupun saat persalinan. Berperan terhadap kelancaran aliran ASI saat ibu menyusui sekaligus merangsang terjadinya kontraksi rahim. Dengan begitu, otot-otot polos rahim berikut pembuluh darahnya akan mengerut. Efek ini akan bekerja maksimal jika setelah melahirkan, ibu langsung mulai menyusui bayinya. Dengan kata lain, penyusutan ukuran rahim bisa dipercepat melalui kegiatan menyusui. Kecemasan yang dialami ibu bisa berakibat pada tidak dikeluarkannya hormon oksitosin. Mengatur pengerutan dan pengembangan otot-otot saluran yang terkait proses produksi ASI. Hormon ini pun bekerja mempengaruhi kontraksi otot saluran ASI. Hasil kerja hormon inilah yang memungkinkan ASI dalam kelenjar susu bisa keluar mencapai ujung salurannya sehingga mudah diisap bayi. o HORMON RELAKSIN Hormon ini diproduksi di awal-awal kehamilan. Fungsinya antara lain membantu meredam aktivitas rahim dan melembutkan leher rahim yang kelak amat berperan dalam mempersiapkan proses persalinan. Membuat seluruh persendian tubuh menjadi relaks. Meregangkan ikatan sendi di daerah panggul, yang akhirnya bisa

menyebabkan nyeri panggul. Untuk mengatasinya, hindari terlalu banyak aktivitas agar rasa nyeri tidak berlanjut. Bisa juga dengan menggunakan ikat pinggang lebar yang membantu menyangga panggul. Begitu bayi lahir, umumnya keluhan nyeri ini akan hilang dengan sendirinya. Hormon ini juga pegang peranan agar rahim tak berkontraksi sebelum waktunya atau mencegah terjadinya kelahiran dini/prematur.

Alat tes kehamilan sebenarnya hanya terdiri dari membran yang telah dilapisi dengan antibodi anti hCG pada daerah tesnya (capture/test line) seperti gambar dibawah ini.

Alat tes kehamilan yang praktis ini dikenal dengan nama test pack. Dengan test pack, uji kehamilan dapat dilakukan sendiri di rumah dan hasilnya dapat ditunggu beberapa menit saja. Test pack sedikit berbeda dari tes kehamilan yang dilakukan di laboratorium, yakni tes darah. Meski bekerja dengan cara yang sama, yaitu mendeteksi kadar hCG (human Chorionic Gonadotropin), kelebihan tes darah adalah bisa lebih dini mendeteksi keberadaan hormon tersebut sebagai pertanda telah terjadinya pembuahan. Bentuk test pack ini ada dua macam, setrip dan compact. Bentuk setrip harus dicelupkan ke dalam urine yang telah ditampung pada sebuah wadah atau disentuhkan pada urine waktu buang air kecil. Sedangkan bentuk compact dengan meneteskan urine langsung pada bagian tertentu dari alatnya.

Cara kerjanya Alat ini mendeteksi hormon hCG, yaitu hormon yang diproduksi setelah terjadi pembuahan. Pada perempuan hamil akan terdeteksi kadar hCG yang cukup tinggi dalam urinenya (sedikitnya akan mencapai 25 mlU/ml). Namun, kadar sensitivitas setiap alat tes kehamilan berbeda-beda. Semakin sensitif tentu semakin baik. Ada alat tes yang mampu mendeteksi kadar hCG sebanyak 5 mlU/ml saja. Ketika alat tes menyentuh urine, biasanya akan terjadi perubahan warna, pertambahan garis, atau tanda tertentu (positif), yang menunjukkan ditemukannya hCG di dalam urine. Yang berbentuk setrip umumnya akan menunjukkan dua garis merah bila terdapat hCG di urine sebagai tanda positif hamil. Bila tidak ada hCG dalam urine, yang akan muncul adalah tanda satu setrip saja yang berarti negatif, atau tidak hamil. Sedangkan pada alat yang berbentuk compact, jika urine yang disentuhkan mengandung hCG, maka akan muncul tanda positif. Sebaliknya, jika urine tidak (cukup) mengandung hCG maka yang muncul adalah tanda negatif, berarti tidak hamil.

human Chorionic Gonadotropin (HCG) adalah sejenis Glikoprotein yang dihasilkan oleh plasenta dalam kehamilan. Namun selama plasenta belum terbentuk, hormon ini dihasilkan sel-sel fungsi tropoblas. Setelah umur kehamilan memasuki 12-13 minggu,hormon HCG ini dihasilkan oleh plasenta. Di dalam tubuh, hormon ini bersifat mempertahankan korpus luteum, yakni jaringan di ovarium yang menghasilkan progesteron. Hormon progesteron ini berfungsi untuk memelihara atau mempertahankan proses kehamilan, sedangkan korpus luteum ini ditunjang keberadaannya oleh HCG. Biasanya HCG ini terdeteksi pada kehamilan 7 10 hari setelah terjadi konsepsi. Tes ini bias mendeteksi kehamilan dini sejak hari pertama terlambat haid. Selanjutnya pada masa kehamilan kadar HCG akan meningkat di dalam urin. Pada tes tersebut biasanya dapat terdeteksi kadar HCG 25 mlU/ml atau lebih Kadar normal pada wanita yang tidak hamil, biasanya sekitar 5,0 mlU/ml Sejak terlambat haid kadar HCG di urin sekitar 100 mIU/ml, mencapai puncaknya mulai dari kadar 100.000 200.000 mIU/ml terlihat sampai trimester pertama. Kira-kira sepuluh hari setelahsel telur dibuahi sel sperma di saluran Tuba fallopii, telur yang telah dibuahi itu bergerak menuju rahim dan melekat

padsa dindingnya. Sejak saat itula plasenta mulai berkembang dan memproduksi HCG yang dapat ditemukan dalam darah serta air seni. Keberadaan hormone protein ini sudah dapat dideteksi dalam darah sejak hari pertama keterlambatan haid, yang kira-kira merupakan hari keenam sejak pelekatan janin pada dinding rahim. Human Chorionic Gonadatrophin (HCG) adalah hormon yang bekerja mirip LH (luteinising hormone) yang secara normal diproduksi oleh kelenjar pituitari. Pada anak laki-laki LH dan juga HCG memberitahu testis untuk memproduksi hormon sex laki-laki (testosterone). Pada anak perempuan, HCG memberitahu ovarium untuk memproduksi progesteron tetapi hal ini terjadi hanya pada masa kehamilan. sehingga HCG lebih bemanfaat bagi anak laki-laki dibanding anak perempuan. Salah satu keuntungan yang dapat diambil dari test pack adalah alat ini biasanya tidak terlalu mahal untuk dbeli. Selain itu, alat test pack kesuburan memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi secara umum, berkisar antara 90 % hingga 95% akurasi yang menunjukan bahwa alat tersebut dapat sangat membantu dan dipercaya. Namun, kekurangan dari alat ini adalah bahwa test pack kesuburan hanya dapat digunakan satu kali. Setelah itu, mommy harus membuangnya dan membeli yang baru apabila ingin memakai kembali.

3. Bahan dan alat o Bahan : urine wanita hamil, katak Bufo Vulgaris o Alat : spuit, pipet tetes, test-pack, 4. Cara kerja a) Test kehamilan menggunakan test-pack o Urine ibu hamil diletakkan dalam wadah yang bersih o Celupkan strip kedalam urine sesuai dengan tanda panah batas garis maksimum selama 30-60 detik o Angkat strip, tunggu 1-3 menit, baca hasilnya o Jika muncul 2 garis, hasilnya positif, artinya positif hamil o Jika muncul 1 garis, hasilnya negative, artinya tidak hamil b) Test kehamilan Metode Galli Manini o Ambil seekor katak pegangg erat-erat, tapi jangan terlalu kencang

o Cubit daerah punggung belakang atau perut bagian bawah sampai kulitnya tertarik keatas. o Suntikkan urin ibu hamil sebanyak 3 cc dengan jarum suntik. o Lepasskan katak tersebut, biarkan diair, ikatlah salah satu kakinya dengan tali rafia diamkan selama 30 menit. o Setelah 30 menit, ambil katangnya, rangsang bagian kloakanya menggunakan pipet dengann cara berputar-putar secara perlahan sampai urinnya keluar, kemudian dipipet. o Teteskan urin tersebut di objek gelas dan tutup dengann cover glass. o Amati sperma katak tadi dengan mikroskop (perbesaran 10 x), apabila tidak terdapat sperma katak seperti cabe merah, ambil kembali urin katak 30 menit kemudian dengan cara seperti diatas. o Bila dalam urin katak terdapat sperma maka urin pasien tersebut positif (+) mengandung HCG dan dapat dikatakan hamil. 5. Hasil dan pembahasan

hasil test-pack

penyuntikan urin ibu hamil pada katak

perangsangan katak pada bagian kloakanya

Alat tes kehamilan yang praktis ini dikenal dengan nama test pack. Dengan test pack, uji kehamilan dapat dilakukan sendiri di rumah dan hasilnya dapat ditunggu beberapa menit saja. Test pack sedikit berbeda dari tes kehamilan yang dilakukan di laboratorium, yakni tes darah. Meski bekerja dengan cara yang sama, yaitu mendeteksi kadar hCG (human Chorionic Gonadotropin), kelebihan tes darah adalah bisa lebih dini mendeteksi keberadaan hormon tersebut sebagai pertanda telah terjadinya pembuahan. Bentuk test pack ini ada dua macam, setrip dan compact. Bentuk setrip harus dicelupkan ke dalam urine yang telah ditampung pada sebuah wadah atau disentuhkan pada urine waktu buang air kecil. Sedangkan bentuk compact dengan meneteskan urine langsung pada bagian tertentu dari alatnya. Human Chorionic Gonadotropin juga disebut hormon kehamilan adalah hormon yang dihasilkan selama kehamilan dalam plasenta manusia dan bertanggung jawab atas pemeliharaan kehamilan. Melewati ginjal ke dalam aliran darah dan sinyal indung telur dan kelenjar pituitary, bahwa wanita hamil. Ini adalah ovulasi tidak ada yang lebih banyak untuk mendapatkan lapisan rahim dan tidak menstruasi terjadi. Semua tes kehamilan biasanya menunjukkan hormon ini. Human chorionic gonadotropin berinteraksi dengan reseptor LHCG dan mempromosikan pemeliharaan korpus luteum selama awal kehamilan, menyebabkan ia mengeluarkan hormon progesteron. Progesteron memperkaya rahim dengan lapisan tebal dan pembuluh darah kapiler sehingga dapat menopang tumbuh janin. Karena biaya yang sangat-negatif, hCG mungkin mengusir sel-sel kekebalan ibu, melindungi janin selama trimester pertama. Ini juga telah dihipotesiskan bahwa hCG juga bisa merupakan link plasenta untuk pengembangan immunotolerance ibu lokal. Sebagai contoh, sel-sel endometrium hCG-diperlakukan mendorong peningkatan apoptosis sel T (pembubaran T-sel). Hasil ini menunjukkan bahwa hCG juga bisa merupakan link dalam pengembangan toleransi kekebalan peritrophoblastic, dan dapat memfasilitasi invasi trofoblas, yang dikenal untuk mempercepat perkembangan janin di endometrium. Hal ini juga telah

diusulkan bahwa tingkat hCG yang terkait dengan keparahan morning sickness pada wanita hamil. SPERMA KATAK Sperma terdiri dari 4 bagian yaitu kepala,leher badan dan ekor. 1. Kepala: Mengandung lapisan tipis sitoplasma,dan sebuah inti yang lonjong yang hamper mengisi seluruh bagian kepala itu.Inti diselubungi oleh selubung perisai,didepan dan dibelakang.Di depan disebut tudung depan ( Akrosom0 dan di belakang disebut tudung depan. 2. Leher: Dareah genting sperma.Didalam terdapat sentriol depan dan bagian depan filament polos. 3. Badan: 4. Mengandung filament polos,mitokondria dan sentriol belakang berbentuk cincin. 5. Ekor Merupakan alat gerak bagi sperma. Sperma katak memiliki panjang 0,03 mm. Kepala panjang dengan bentuk batang,akrosom berbentuk manik,ekor sukar dibedakan dari badan. Pada praktikum kali ini, setelah menyuntikkan urine wanita hamil secara sub-kutan (di bawah kulit) dengan cara mencubit / menarik kulit katak menggunakan pompa dan jarum suntik (spuit). Setelah 30 menit, kemudian merangsang bagian kloaka dengan pipet tetes tidak terdapat cairan atau sperma yang keluar. Tes urine dapat dilakukan sendiri dengan alat test yang sudah tersedia di supermarket ataupun apotik.Berupa test pack yang direndam dalam air seni untuk mengetahui terjadinya kehamilan atau tidak,hanya dengan melihat jumlah garis setelah 5 menit perendaman.Test urine memiliki ketepatan 98% namun kesalahan dapat terjadi,dikarenakan test yang terlalu dini dikerjakan, keenceran urine atau kerena terlalu lama disimpan sebelum test,dan urine terkontaminasi dengan zat sabun detergent atau yang lainnya. Bila terjadi kehamilan tanpa disadari terjadi pembuahan yang memungkinkan termakannya blastocyt.Lamanya ovulasi sekitar 13-15 hari sebelum dimulai haid.Periode dua minggu ini jarang berubah, meskipun, seperti yang diketahu setiap wanita,waktu antar haid dapat bergeser lebih jauh.Perubahan ini terjadi

karena waktu haid dengan ovulasi berbeda.Suatu saat sekelompok follicle dalam ovari matang lebih dulu dan follicle lain lebih lambat.Saat terjadi ovulasi dan ovum meninggalkan follicle,dinding follicle yang sudah pebah mempinyai tugas baru. Sekelompok sel follicle mulai tumbuh sambil mengeluarkan hormone progesterone dalm jumlah besar. Dalam praktikum ini berarti HCG positif terdapat pada air seni wanita hamil yang digunakan saat test dilaksanakan.Hal ini dibuktikan oleh ditemukannya sample sperma pada cairan kloaka katak jantang yang disuntikkan air seni wanita hamil.

6. Kesimpulan o Dari pemeriksaan kehamilan reaksi Galli Mainini, di dapatkan kesimpulan bahwa, tidak adanya sperma yang keluar setelah disuntikkannya urine ibu hamil pada katak o Pada uji test-pack munculnya 2 garis, hasilnya adalah positif, artinya positif hamil o human Chorionic Gonadotropin (HCG) adalah sejenis Glikoprotein yang dihasilkan oleh plasenta dalam kehamilan. Namun selama plasenta belum terbentuk, hormon ini dihasilkan sel-sel fungsi tropoblas. Setelah umur kehamilan memasuki 12-13 minggu,hormon HCG ini dihasilkan oleh plasenta. Di dalam tubuh, hormon ini bersifat mempertahankan korpus luteum, yakni jaringan di ovarium yang menghasilkan progesteron. Hormon progesteron ini berfungsi untuk memelihara atau mempertahankan proses kehamilan, sedangkan korpus luteum ini ditunjang keberadaannya oleh HCG o Biasanya HCG ini terdeteksi pada kehamilan 7 10 hari setelah terjadi konsepsi. Tes ini bias mendeteksi kehamilan dini sejak hari pertama terlambat haid o Perubahan hormone pada kehamilan yang mempengaruhi metabolisme pada ibu hamil: Esrtogen Progesteron HPL(HCS) Meningkat secara progresif Kortisol bebas Prolaktim bebas

7. Daftar pustaka o Will dan yatina. 1984. Embriologi Untuk Mahasiswa Biologi dan Kedokteran .Taksito: Bandung o Muhayat, Ali. 1998. Pengaruh Hormon Terhadap Fase Kehamilan. Bandung: Surya Aditama Media. o Ibrahim. Zr. Christina.S. 1971. Perawatan Kebidanan I. Jakarta : Bhratara. o http://arudewangga.blog.uns.ac.id/2010/12/03/fisiologi-hewan-hcg-humanchorionic-gonadotrophin/ o http://docterchef.blogspot.com/2011/12/hormon-yang-berperan-dalamkehamilan.html o http://cripx.wordpress.com/2012/05/24/cara-kerja-testpack-kehamilan-part-2/ o http://www.cyber4rt.com/2013/05/mengenal-cara-kerja-test-pack-alat-pengujikehamilan.html o http://mahasiswakedokteranonline.blogspot.com/2012/06/cara-pemeriksaankehamilan-tes.html

LAPORAN PRATIKUM IMUNOLOGI PEMERIKSAAN KEHAMILAN

0leh : MUSTIKA KHAIRANI 1001058 KAMIS, 28 November 2013 Dosen : NOFRI HENDRI SANDI, M.Farm.,Apt Asisten : - ULFA TURROHMAH - THAHRIANI C

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI (STIFAR) YAYASAN UNIVERSITAS RIAU TAHUN 2013