Anda di halaman 1dari 17

PENDAHULUAN Diare akut pada orang dewasa merupakan tanda dan gejala penyakit yang umum dijumpai dan

bila terjadi tanpa komplikasi, secara umum dapat di obati sendiri oleh penderita.Namun, dapat terjadi komplikasi akibat dehidrasi atau toksik menyebabkan morbiditas dan mortalitas, meskipun penyebab dan penanganannya telah diketahui dengan baik serta prosedur diagnostiknya juga semakin baik. Meskipun diketahui bahwa diare merupakan suatu respon tubuh terhadap keadaan tidak normal, namun anggapan bahwa diare sebagai mekanisme pertahanan tubuh untuk mengekskresikan mikroorganisme keluar tubuh, tidak sepenuhnya benar. Terapi kausal tentunya diperlukan pada diare akibat infeksi, dan rehidrasi oral maupun parenteral secara simultan dengan kausal memberikan hasil yang baik terutama pada diare akut yang menimbulkan dehidrasi sedang sampai berat. Acapkali juga diperlukan terapi simtomatik untuk menghentikan diare atau mengurangi volume feses, karena berulang kali buang air besar merupakan suatu keadaan/kondisi yang menggganggu akitifitas sehari hari.

Definisi : Diare atau mencret didefinisikan sebagai buang air besar dengan feses yang tidak berbentuk !unformed stools" atau cair dengan frekwensi lebih dari # kali dalam $% jam. &ila diare berlangsung kurang dari $ minggu, di sebut sebagai 'iare Akut. Apabila diare berlangsung $ minggu atau lebih, maka digolongkan pada Diare Kronik .(ada feses dapat dengan atau tanpa lendir, darah, atau pus. )ejala ikutan dapat berupa mual, muntah, nyeri abdominal, mulas, tenesmus, demam dan tanda tanda dehidrasi. 'iare dapat disebabkan infeksi maupun non infeksi. 'ari penyebab diare yang terbanyak adalah diare infeksi. 'iare infeksi dapat disebabkan *irus, &akteri, dan (arasit. Epidemiologi : +ebih dari $ juta kasus diare akut infeksius di Amerika setiap tahunnya yang merupakan (enyebab kedua dari morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia.

)ambaran klinis diare akut acapkali tidak spesifik. Namun selalu behubungan dengan hal hal seperti adanya traveling !domestik atau internasional", kontak personal, adanya sangkaan food-borne transmisi dengan masa inkubasi yang pendek. 'iare akut sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan, tidak saja di negara berkembang tetapi juga di negara maju. (enyakit diare masih sering menimbulkan ,+& !,ejadian +uar &iasa" dengan penderita yang banyak dalam waktu yang singkat.

Etiologi : 1. Virus : Merupakan penyebab diare akut terbanyak pada anak !-. / 0.1". &eberapa jenis virus penyebab diare akut 2 Rotavirus serotype 3,$,0,dan 4 2 pada manusia. 5erotype # dan % didapati pada hewan dan manusia. 'an serotype 6,7, dan - didapati hanya pada hewan. Norwalk virus 2 terdapat pada semua usia, umumnya akibat food borne atau water borne transmisi, dan dapat juga terjadi penularan person to person. Astrovirus, didapati pada anak dan dewasa Adenovirus !type %., %3" Small bowel structured virus Cytomegalovirus

2. Bakteri : Enteroto igenic E.coli !8T89". Mempunyai $ faktor virulensi yang penting yaitu faktor kolonisasi yang menyebabkan bakteri ini melekat pada enterosit pada usus halus dan enterotoksin !!eat labile !:+" dan !eat stabile !5T" yang menyebabkan sekresi cairan dan elektrolit yang menghasilkan watery diarr!ea. 8T89 tidak menyebabkan kerusakan brush border atau menginvasi mukosa. Enterop!atogenic E.coli !8(89". Mekanisme terjadinya diare belum jelas. 'idapatinya proses perlekatan 8(89 ke epitel usus menyebabkan kerusakan dari membrane mikro vili yang akan mengganggu permukaan absorbsi dan aktifitas disakaridase. Enteroaggregative E.coli !8Agg89".

&akteri ini melekat kuat pada mukosa usus halus dan menyebabkan perubahan morfologi yang khas. &agaimana mekanisme timbulnya diare masih belum jelas, tetapi sitotoksin mungkin memegang peranan. Enteroinvasive E.coli !8;89". 5ecara serologi dan biokimia mirip dengan S!igella. 5eperti S!igella, 8;89 melakukan penetrasi dan multiplikasi didalam sel epitel kolon. Entero!emorr!agic E.coli !8:89". 8:89 memproduksi verocytoto in !*T" 3 dan $ yang disebut juga S!iga-like to in yang menimbulkan edema dan perdarahan diffuse di kolon. (ada anak sering berlanjut menjadi !emolytic-uremic syndrome. S!igella spp. 5higella menginvasi dan multiplikasi didalam sel epitel kolon, menyebabkan kematian sel mukosa dan timbulnya ulkus. 5higella jarang masuk kedalam aliran darah. <aktor virulensi termasuk 2 smoot! lipopolysacc!aride cell-wall antigen yang mempunyai aktifitas endotoksin serta membantu proses invasi dan toksin ! S!iga to in dan S!iga-like to in" yang bersifat sitotoksik dan neurotoksik dan mungkin menimbulkan watery diarrhea Campylobacter "e"uni #!elicobacter "e"uni$. Manusia terinfeksi melalui kontak langsung dengan hewan !unggas, anjing, kucing, domba dan babi" atau dengan feses hewan melalui makanan yang terkontaminasi seperti daging ayam dan air. ,adang kadang infeksi dapat menyebar melalui kontak langsung person to person. C."e"uni mungkin menyebabkan diare melalui invasi kedalam usus halus dan usus besar.Ada $ tipe toksin yang dihasilkan, yaitu cytoto in dan !eat-labile enteroto in. (erubahan histopatologi yang terjadi mirip dengan proses ulcerative colitis. %ibrio c!olerae .3 dan %.c!oleare .3#4. Air atau makanan yang terkontaminasi oleh bakteri ini akan menularkan kolera. (enularan melalui person to person jarang terjadi. %.c!olerae melekat dan berkembang biak pada mukosa usus halus dan menghasilkan enterotoksin yang menyebabkan diare. Toksin kolera ini sangat mirip dengan !eat-labile to in !+T" dari 8T89. (enemuan terakhir adanya enterotoksin yang lain yang mempunyai karakteristik tersendiri, seperti accessory c!olera enteroto in !A98" dan &onular occludens to in !=>T". ,edua toksin ini menyebabkan sekresi cairan kedalam lumen usus. Salmonella #non t!ypoid$. Salmonella

'apat menginvasi sel epitel usus. 8nterotoksin yang dihasilkan menyebabkan diare. &ila terjadi kerusakan mukosa yang menimbulkan ulkus, akan terjadi bloody diarr!ea . Proto!oa : 'iardia lamblia. (arasit ini menginfeksi usus halus. Mekanisme patogensis masih belum jelas, tapi dipercayai mempengaruhi absorbsi dan metabolisme asam empedu. Transmisi melalui fecal oral route. ;nteraksi host parasite dipengaruhi oleh umur, status nutrisi,endemisitas, dan status imun. 'idaerah dengan endemisitas yang tinggi, giardiasis dapat berupa asimtomatis, kronik, diare persisten dengan atau tanpa malabsorbsi. 'i daerah dengan endemisitas rendah, dapat terjadi wabah dalam 6 / 0 hari setelah terpapar dengan manifestasi diare akut yang disertai mual, nyeri epigastrik dan anoreksia. ,adang kadang dijumpai malabsorbsi dengan faty stools,nyeri perut dan gembung. Entamoeba !istolytica. (revalensi 'isentri amoeba ini bervariasi,namun penyebarannya di seluruh dunia. ;nsidennya meningkat dengan bertambahnya umur,dan pada laki laki dewasa. ,ira kira 4.1 infeksi asimtomatik yang disebabkan oleh 8.histolytica non patogenik !8.dispar". Amebiasis yang simtomatik dapat berupa diare yang ringan dan persisten sampai disentri yang fulminant. Cryptosporidium. 'inegara yang berkembang( cryptosporidiosis 6 / 361 dari kasus diare pada anak. ;nfeksi biasanya siomtomatik pada bayi dan asimtomatik pada anak yang lebih besar dan dewasa. )ejala klinis berupa diare akut dengan tipe watery diarr!ea, ringan dan biasanya self limited. (ada penderita dengan gangguan sistim kekebalan tubuh seperti pada penderita A;'5, cryptosporidiosis merupakan reemerging disease dengan diare yang lebih berat dan resisten terhadap beberapa jenis antibiotik. )icrosporidium spp *sospora belli Cyclospora cayatanensis

". Helmint#s : Strongyloides stercoralis.

,elainan pada mucosa usus akibat cacing dewasa dan larva, menimbulkan diare. Sc!istosoma spp. 9acing darah ini menimbulkan kelainan pada berbagai organ termasuk intestinal dengan berbagai manifestasi, termasuk diare dan perdarahan usus.. Capilaria p!ilippinensis. 9acing ini ditemukan di usus halus, terutama jejunum, menyebabkan inflamasi dan atrofi vili dengan gejala klinis watery diarr!ea dan nyeri abdomen. +ric!uris tric!uria. 9acing dewasa hidup di kolon, caecum, dan appendi?. ;nfeksi berat dapat menimbulkan bloody diarr!ea dan nyeri abdomen. Tabel $ menunjukkan tipe diare yang ditimbulkan oleh berbagai mikroorganisme penyebab infeksi 2 Enteropatogen Bakteri : %.c!olerae E+EC( E,EC E*EC E-EC S!igella(Salmonella C."e"uni(..enteroclitica C.defficile ).tuberculosa Aeromonas Virus : Rotavirus Adenovirus #type /0(/1$ Smaal 2owel Structured virus Cytomegalovirus Proto!oa : '.lamblia E.!istolytica C.parvum )icrosporidium spp *sospora belli Cyclospora cayatenensis Acute Watery !@" !@" !@" !@" !@" !@" !@" !" !" !@" !@" !@" !@" !@" !@" !@" !@" !@" !@" Dysentry !" !" !@" !@" !@" !@" !@" !@" !@" !" !" !" !" !" !@" !" !" !" !" Persistent !" !" !" !@" !@" !@" !@" !@" !" !" !" !" !" !@" !@" !@" !@" !@" !@"

$a%ing : Strongyloides stercoralis Sc!istosoma spp Capilaria p!ilippinensis +ric!uris tric!uria !" !" !@" !" !" !@" !" !@" !@" !@" !@" !@"

(ersentase Aenis bakteri pada penderita diare di B5C( (ersahabatan ! 3 Nov / #. april 344%". Aenis E. coli %. c!olarae ogawa Aeromonas sp S. fle neri Salmonella sp E. -ytolitica A. lumbriciodes Rotavirus Candida sp NA' vibrio +. tric!iura ,. s!igelloides 2. -ominis percentase #0,$4 1 30,$4 1 3%,$4 1 7,$4 1 6,-3 1 6,3% 1 #,%# 1 $,07 1 3,-3 1 3,3% 1 3,3% 1 .,6- 1 .,6- 1

PA&'()*)'L'+) 'iare akut infeksi diklasifikasikan secara klinis dan patofisiologis menjadi diare non inflamasi dan 'iare inflamasi. 'iare ;nflamasi disebabkan invasi bakteri dan sitotoksin di kolon dengan manifestasi sindroma disentri dengan diare yang disertai lendir dan darah. )ejala klinis yang menyertai keluhan abdomen seperti mulas sampai nyeri seperti kolik, mual, muntah, demam, tenesmus, serta gejala dan tanda dehidrasi. (ada pemeriksaan tinja rutin secara makroskopis ditemukan lendir dan/atau darah, serta mikroskopis didapati sel leukosit polimorfonuklear. (ada diare non inflamasi, diare disebabkan oleh enterotoksin yang mengakibatkan diare cair dengan volume yang besar tanpa lendir dan darah. ,eluhan abdomen biasanya minimal atau tidak ada sama sekali, namun gejala dan tanda dehidrasi cepat timbul, terutama pada kasus yang tidak mendapat cairan pengganti. (ada pemeriksaan tinja secara rutin tidak ditemukan leukosit.

Mekanisme terjadinya diare yang akut maupun yang kronik dapat dibagi menjadi kelompok osmotik, sekretorik, eksudatif dan gangguan motilitas. 'iare osmotik terjadi bila ada bahan yang tidak dapat diserap meningkatkan osmolaritas dalam lumen yang menarik air dari plasma sehingga terjadi diare. 9ontohnya adalah malabsorbsi karbohidrat akibat defisiensi laktase atau akibat garam magnesium. 'iare sekretorik bila terjadi gangguan transport elektrolit baik absorbsi yang berkurang ataupun sekresi yang meningkat. :al ini dapat terjadi akibat toksin yang dikeluarkan bakteri misalnya toksin kolera atau pengaruh garam empedu, asam lemak rantai pendek, atau laksantif non osmotik. &eberapa hormon intestinal seperti gastrin vasoactive intestinal polypeptide #%*,$ juga dapat menyebabkan diare sekretorik. 'iare eksudatif, inflamasi akan mengakibatkan kerusakan mukosa baik usus halus maupun usus besar. ;nflamasi dan eksudasi dapat terjadi akibat infeksi bakteri atau bersifat non infeksi seperti gluten sensitive enteropat!y( inflamatory bowel disease #*2D$ atau akibat radiasi. ,elompok lain adalah akibat gangguan motilitas yang mengakibatkan waktu tansit usus menjadi lebih cepat. :al ini terjadi pada keadaan tirotoksikosis, sindroma usus iritabel atau diabetes melitus. 'iare dapat terjadi akibat lebih dari satu mekanisme. (ada infeksi bakteri paling tidak ada dua mekanisme yang bekerja peningkatan sekresi usus dan penurunan absorbsi di usus. ;nfeksi bakteri menyebabkan inflamasi dan mengeluarkan toksin yang menyebabkan terjadinya diare. ;nfeksi bakteri yang invasif mengakibatkan perdarahan atau adanya leukosit dalam feses. (ada dasarnya mekanisme terjadinya diare akibat kuman enteropatogen meliputi penempelan bakteri pada sel epitel dengan atau tanpa kerusakan mukosa, invasi mukosa, dan produksi enterotoksin atau sitotoksin. 5atu bakteri dapat menggunakan satu atau lebih mekanisme tersebut untuk dapat mengatasi pertahanan mukosa usus.

1. Ad#esi Mekanisme adhesi yang pertama terjadi dengan ikatan antara struktur polimer fimbria atau pili dengan reseptor atau ligan spesifik pada permukaan sel epitel. <imbria terdiri atas lebih dari - jenis, disebut juga sebagai coloni&ation factor antigen #C3A$ yang lebih sering ditemukan pada enteropatogen seperti Enteroto ic E. Coli #E+EC$ Mekanisme adhesi yang kedua terlihat pada infeksi Enteropatogenic E.coli #E,EC$, yang melibatkan gen E,EC ad!erence factor #EA3$, menyebabkan

perubahan konsentrasi kalsium intraselluler dan arsitektur sitoskleton di bawah membran mikrovilus. ;nvasi intraselluler yang ekstensif tidak terlihat pada infeksi E,EC ini dan diare terjadi akibat s!iga like toksin. Adhesi yang ketiga adalah dengan pola agregasi yang terlihat pada jenis kuman enteropatogenik yang berbeda dari E+EC atau E-EC. 2. )n,asi ,uman S!igella melakukan invasi melalui membran basolateral sel epitel usus. 'i dalam sel terjadi multiplikasi di dalam fagosom dan menyebar ke sel epitel sekitarnya. ;nvasi dan multiplikasi intraselluler menimbulkan reaksi inflamasi serta kematian sel epitel. Beaksi inflamasi terjadi akibat dilepaskannya mediator seperti leukotrien, interleukin, kinin, dan Dat vasoaktif lain. ,uman S!igella juga memproduksi toksin shiga yang menimbulkan kerusakan sel. (roses patologis ini akan menimbulkan gejala sistemik seperti demam, nyeri perut, rasa lemah, dan gejala disentri. &akteri lain bersifat invasif misalnya Salmonella. . *itotoksin (rototipe kelompok toksin ini adalah toksin shiga yang dihasilkan oleh S!igella dysentrie yang bersifat sitotoksik. ,uman lain yang menghasilkan sitotoksin adalah Entero!emorr!agic E. Coli #E-EC$ serogroup .36- yang dapat menyebabkan kolitis hemoragik dan sindroma uremik hemolitik, kuman 8(89 serta %. ,ara!emolyticus.

". Enterotoksin (rototipe klasik enterotoksin adalah toksin kolera atau C!olera to in #C+$ yang secara biologis sangat aktif meningkatkan sekresi epitel usus halus. Toksin kolera terdiri dari satu subunit A dan 6 subunit &. 5ubunit A3 akan merangsang aktivitas adenil siklase, meningkatkan konsentrasi cAM( intraseluler sehingga terjadi inhibisi absorbsi Na dan klorida pada sel vilus serta peningkatan sekresi klorida dan :9># pada sel kripta mukosa usus. 8T89 menghasilkan !eat labile to in #4+$ yang mekanisme kerjanya sama dengan 9T serta !eat Stabile to in #S+$.5T akan meningkatkan kadar c)M( selular, mengaktifkan protein kinase, fosforilasi protein membran mikrovili, membuka kanal dan mengaktifkan sekresi klorida. -. Peranan Enteric Nervous System (ENS) &erbagai penelitian menunjukkan peranan refleks neural yang melibatkan reseptor neural 6 :T pada saraf sensorik aferen, interneuron kolinergik di pleksus mienterikus, neuron nitrergik serta neuron sekretori *;(ergik.

8fek sekretorik toksin enterik 9T, +T, 5T paling tidak sebagian melibatkan refleks neural 8N5. (enelitian menunjukkan keterlibatan neuron sensorik aferen kolinergik, interneuron pleksus mienterikus, dan neuron sekretorik tipe 3 *;(ergik. 9T juga menyebabkan pelepasan berbagai sekretagok seperti 6 :T, neurotensin, dan prostaglandin. :al ini membuka kemungkinan penggunaan obat antidiare yang bekerja pada 8N5 selain yang bersifat antisekretorik pada enterosit. D)A+N'*)* Cntuk mendiagnosis pasien diare akut infeksi bakteri diperlukan pemeriksaan yang sistematik dan cermat. ,epada pasien perlu ditanyakan riwayat penyakit, latar belakang dan lingkungan pasien, riwayat pemakaian obat terutama antibiotik, riwayat perjalanan, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.(endekatan umum 'iare akut infeksi bakteri baik diagnosis dan terapeutik terlihat pada gambar 3. ,arakteristik )ambaran Tinja 2 'emam Nyeri (erut 'ehidrasi Tenesmus ,omplikasi Non ;nflamatory Eatery *olume FF +eukosit ! " !" !" !@@@" !" :ipovolemik ;nflamatory &loody, mukus *olume sedang +eukosit (MN !@" !@" !@" !@" Toksik (enetrating Mukus *olume sedikit +eukosit MN !@" !@"/! " !@"/! " !" 5epsis

Pemeriksaan Penun.ang Cntuk mengetahui mikroorganisme penyebab diare akut dilakukan pemeriksaan feses rutin dan pada keadaan dimana feses rutin tidak menunjukkan adanya miroorganisme atau ova, maka diperlukan pemeriksaan kultur feses dengan medium tertentu sesuai dengan mikroorganisme yang dicurigai secara klinis dan pemeriksaan laboratorium rutin. ;ndikasi pemeriksaan kultur feses antara lain, diare berat, suhu tubuh F #0,6.9, adanya darah dan/atau lender pada feses, ditemukan leukosit pada feses, laktoferin, dan diare persisten yang belum mendapat antibiotik PENA&ALA/*ANAAN A. Penggantian $airan dan elektrolit Aspek paling penting dari terapi diare adalah untuk menjaga hidrasi yang adekuat dan keseimbangan elektrolit selama episode akut. ;ni dilakukan dengan rehidrasi oral, dimana harus dilakukan pada semua pasien kecuali yang tidak dapat minum atau yang terkena diare hebat yang memerlukan hidrasi intavena yang membahayakan jiwa. ;dealnya, cairan rehidrasi oral harus terdiri dari #,6 g Natrium klorida, dan $,6 g Natrium bikarbonat, 3,6 g kalium klorida, dan $. g glukosa per liter air !komposisi cairan oralit E:>".9airan seperti itu tersedia secara komersial dalam paket paket yang mudah disiapkan dengan mencampurkan dengan air. Aika sediaan secara komersial tidak ada, cairan rehidrasi oral pengganti dapat dibuat dengan menambahkan G sendok teh garam, G sendok teh baking soda, dan $ / % sendok makan gula per liter air. 'ua pisang atau 3 cangkir jus jeruk diberikan untuk mengganti kalium.. (asien harus minum cairan tersebut sebanyak mungkin sejak mereka merasa haus pertama kalinya. Aika terapi intra vena diperlukan, cairan normotonik seperti cairan saline normal atau laktat Binger harus diberikan dengan suplementasi kalium sebagaimana panduan kimia darah. 5tatus hidrasi harus dimonitor dengan baik dengan memperhatikan tanda tanda vital, pernapasan, dan urin, dan penyesuaian infus jika diperlukan. (emberian harus diubah ke cairan rehidrasi oral sesegera mungkin. Aumlah cairan yang hendak diberikan sesuai dengan jumlah cairan yang keluar dari badan. ,ehilangan cairan dari badan dapat dihitung dengan memakai cara 2

Metode 'aldiyono berdasarkan keadaan klinis yang diberi penilaian/skor Tabel . 5kor 'aldiyono rasa haus/muntah Tekanan darah sistolik 7. 4. mm:g Tekanan darah sistolik H 7. mm:g <rekwensi NadiF 3$. ?/menit kesadaran apatis ,esadaran somnolen, sopor atau koma <rekwensi nafas F #. ?/menit <acies cholerica *o?cholerica Turgor kulit menurun EasherIs womanIs hand 8kstremitas dingin 5ianosis Cmur 6. 7. tahun CmurF 7. tahun 3 3 $ 3 3 $ 3 $ $ 3 3 3 $ 3 $

,ebutuhan cairan J 5kor K 3.1 K ,g&& K 3 liter 36 'oldbeger !340." mengemukakan beberapa cara menghitung kebutuhan cairan 2 9ara ; 2 Aika ada rasa haus dan tidak ada tanda tanda klinis dehidrasi lainnya, maka kehilangan cairan kira kira $1 dari berat badan pada waktu itu. &ila disertai mulut kering, oliguri, maka defisit cairan sekitar 71 dari berat badan saat itu. &ila ada tanda tanda diatas disertai kelemahan fisik yang jelas, perubahan mental seperti bingung atau delirium, maka defisit cairan sekitar - 3%1 atau sekitar #,6 / - liter pada orang dewasa dengan berat badan 6. ,g.

9ara ;; 2 Aika penderita dapat ditimbang tiap hari, maka kehilangan berat badan % ,g pada fase akut sama dengan defisit air sebanyak % liter. 9ara ;;; 2 'engan menggunakan rumus 2 Na$ K &E$ J Na3 K &E3, dimana 2 Na3 J ,adar Natrium plasma normalL &E3 J *olume air badan normal, biasanya 7.1 dari berat badan untuk pria dan 6.1 untuk wanita L Na$ J ,adar natrium plasma sekarang L &E$ J volume air badan sekarang B. Anti 0iotik (emberian antibotik secara empiris jarang diindikasikan pada diare akut infeksi, karena %.1 kasus diare infeksi sembuh kurang dari # hari tanpa pemberian anti biotik. (emberian antibiotik di indikasikan pada 2 (asien dengan gejala dan tanda diare infeksi seperti demam, feses berdarah,, leukosit pada feses, mengurangi ekskresi dan kontaminasi lingkungan, persisten atau penyelamatan jiwa pada diare infeksi, diare pada pelancong, dan pasien immunocompromised. (emberian antibiotik secara empiris dapat dilakukan sesuai table dibawah, tetapi terapi antibiotik spesifik diberikan berdasarkan kultur dan resistensi kuman. $. '0at anti diare /elompok antisekresi selektif Terobosan terbaru dalam milenium ini adalah mulai tersedianya secara luas racecadotril yang bermanfaat sekali sebagai penghambat enDim enkep!alinase sehingga enkephalin dapat bekerja kembali secara normal. (erbaikan fungsi akan menormalkan sekresi dari elektrolit sehingga keseimbangan cairan dapat dikembalikan secara normal. 'i ;ndonesia saat ini tersedia di bawah nama hidrasec sebagai generasi pertama jenis obat baru anti diare yang dapat pula digunakan lebih aman pada anak.

/elompok opiat 'alam kelompok ini tergolong kodein fosfat, loperamid :9l serta kombinasi difenoksilat dan atropin sulfat !lomotil". (enggunaan kodein adalah 36 7.mg #? sehari, loperamid $ / % mg/ # / %? sehari dan lomotil 6mg # / % ? sehari. 8fek kelompok obat tersebut meliputi penghambatan propulsi, peningkatan absorbsi cairan sehingga dapat memperbaiki konsistensi feses dan mengurangi frekwensi diare.&ila diberikan dengan cara yang benar obat ini cukup aman dan dapat mengurangi frekwensi defekasi sampai 0.1. >bat obatan yang bersifat antimotiliti ini tidak dianjurkan pada diare dengan sindroma disentri yang disertai demam. /elompok a0sor0ent Arang aktif, attapulgit aktif, bismut subsalisilat, pektin, kaolin, atau smektit diberikan atas dasar argumentasi bahwa Dat ini dapat menyeap bahan infeksius atau toksin toksin. Melalui efek tersebut maka sel mukosa usus terhindar kontak langsung dengan Dat Dat yang dapat merangsang sekresi elektrolit. 1at Hidrofilik 8kstrak tumbuh tumbuhan yang berasal dari ,lantago oveta, ,syllium( 5araya #Strerculia$, *sprag!ulla( Coptidis dan Catec!u dapat membentuk kolloid dengan cairan dalam lumen usus dan akan mengurangi frekwensi dan konsistensi feses tetapi tidak dapat mengurangi kehilangan cairan dan elektrolit. (emakaiannya adalah 6 3. cc/ $? sehari dilarutkan dalam air atau diberikan dalam bentuk kapsul atau tablet. Pro0iotik ,elompok probiotik yang terdiri dari 4actobacillus dan 2ifidobacteria atau Sacc!aromyces boulardii, bila mengalami peningkatan jumlahnya di saluran cerna akan memiliki efek yang positif karena berkompetisi untuk nutrisi dan reseptor saluran cerna. 5yarat penggunaan dan keberhasilan mengurangi/menghilangkan diare harus diberikan dalam jumlah yang adekuat.

PEN$E+AHAN ,arena penularan diare menyebar melalui jalur fekal oral, penularannya dapat dicegah dengan menjaga higiene pribadi yang baik. ;ni termasuk sering mencuci tangan setelah keluar dari toilet dan khususnya selama mengolah makanan. ,otoran manusia harus diasingkan dari daerah pemukiman, dan hewan ternak harus terjaga dari kotoran manusia. ,arena makanan dan air merupakan penularan yang utama, ini harus diberikan perhatian khusus. Minum air, air yang digunakan untuk membersihkan makanan, atau air yang digunakan untuk memasak harus disaring dan diklorinasi. Aika ada kecurigaan tentang keamanan air atau air yang tidak dimurnikan yang diambil dari danau atau air, harus direbus dahulu beberapa menit sebelum dikonsumsi. ,etika berenang di danau atau sungai, harus diperingatkan untuk tidak menelan air. 5emua buah dan sayuran harus dibersihkan menyeluruh dengan air yang bersih !air rebusan, saringan, atau olahan" sebelum dikonsumsi. +imbah manusia atau hewan yang tidak diolah tidak dapat digunakan sebagai pupuk pada buah buahan dan sayuran. 5emua daging dan makanan laut harus dimasak. :anya produk susu yang dipasteurisasi dan jus yang boleh dikonsumsi. Eabah 8:89 terakhir berhubungan dengan meminum jus apel yang tidak dipasteurisasi yang dibuat dari apel terkontaminasi, setelah jatuh dan terkena kotoran ternak. *aksinasi cukup menjanjikan dalam mencegah diare infeksius, tetapi efektivitas dan ketersediaan vaksin sangat terbatas. (ada saat ini, vaksin yang tersedia adalah untuk *. colera, dan demam tipoid. *aksin kolera parenteral kini tidak begitu efektif dan tidak direkomendasikan untuk digunakan. *aksin oral kolera terbaru lebih efektif, dan durasi imunitasnya lebih panjang. *aksin tipoid parenteral yang lama hanya -. 1 efektif dan sering memberikan efek samping. *aksin parenteral terbaru juga melindungi -. 1, tetapi hanya memerlukan 3 dosis dan memberikan efek samping yang lebih sedikit. *aksin tipoid oral telah tersedia, hanya diperlukan 3 kapsul setiap dua hari selama % kali dan memberikan efikasi yang mirip dengan dua vaksin lainnya

,85;M(C+AN 'iare akut pada orang dewasa banyak ditemukan di klinik dalam praktek sehari hari. 5alah satu etiologinya adalah infeksi yang dapat disebabkan oleh berbagai organisme seperti virus, bakteri, protoDoa, dan helminth. (emahaman tentang patofisiologi diare akut dapat mengarahkan kita untuk mencari dan mengetahui etiologi dan memberikan terapi yang sesuai. Terapi simtomatik sebagai tambahan terhadap terapi kausal kadang diperlukan untuk mengurangi keluhan penderita yang mengganggu aktifitas sehari hari akibat diare akut. 'iare akut pada orang dewasa selalu terjadinya singkat bila tanpa komplikasi, dan kadang kadang sembuh sendiri meskipun tanpa pengobatan. Tidak jarang penderita mencari pengobatan sendiri atau mengobati sendiri dengan obat obatan anti diare yang dijual bebas. &iasanya penderita baru mencari pertolongan medis bila diare akut sudah lebih dari $% jam belum ada perbaikan dalam frekwensi buang air besar ataupun jumlah feses yang dikeluarkan. (rinsip pengobatan adalah menghilangkan kausa diare dengan memberikan antimikroba yang sesuai dengan etiologi, terapi supportive atau fluid replacement dengan intake cairan yang cukup atau dengan >ral Behidration 5olution !>B5" yang dikenal sebagai oralit, dan tidak jarang pula diperlukan obat simtomatik untuk menyetop atau mengurangi frekwensi diare. 'alam praktek sehari hari acapkali dokter langsung memberikan antibiotik/antimikroba secara empiris. (edoman sederhana pemberian antibiotik pada diare akut dewasa seperti terlihat pada table . &a0el : Pedoman Pem0erian Anti0iotik *e%ara Empiris Pada Diare Akut )ndikasi Pem0erian Anti0iotik Pili#an Anti0iotik . 'emam !suhu oral F#0,6 9", bloody ,uinolon # / 6 hari stools,leukosit, laktoferin, hemoccult, ,otrimoksaDole # / 6 hari ,uinolon 3 / 6 hari MetronidaDole #?6.. mg selama - hari ,otrimoksaDole selama # hari ,uinolon selama # hari ,loramfenikol/,otrimoksaDole/,uinolon sindroma disentri TravelerIs diarrhea 'iare persisten !kemungkinan )iardiasis" 5higellosis ;ntestinal 5almonellosis

9ampylobacteriosis 8(89 8T89 8;89 8:89 %ibrio non kolera Aeromonas diarrhea .ersiniosis

selama - hari 8ritromisin selama 6 hari Terapi sebagai 3ebrile Dysentry Terapi sebagai TravelerIs diarrhea Terapi sebagai 5higellosis (eranan antibiotik belum jelas Terapi sebagai febrile dysentery Terapi sebagai febrile dysentery Cmumnya dapat di terapi sebagai febrile dysentri.(ada kasus berat 2 9eftria?on ;* 3 g/7 jam selama 6 hari MetronidaDole % ? $6. mg selama - hari. Atau TinidaDole $ g single dose atau Muinacine # ? 3.. mg selama - hari MetronidaDole # ? -6. mg 6 / 3. hari @ pengobatan kista untuk mencegah relaps2 'iiodohydro?yNuin # ? 76. mg 3. hari atau (aramomycin # ? 6.. mg 3. hari atau 'ilo?anide furoate # ? 6.. mg 3. hari Cntuk

'iardiasis

*ngtestinal Amebiasis

Cryptosporidiosis

kasus

berat

atau

immunocompromised 2 (aromomycin # ? 6.. selama - hari

*sosporiosis

,otrimoksaDole $ ? 37./0.. - hari

'aftar (staka

+ung 8, Acute 'iarrheal 'isease. ;n2 <riedman 5+, McMuaid ,B, )rendell A:, editors. 9urrent 'iagnosis and Treatment in )astroenterology. $ nd edition. New Oork2 +ange Medical &ooks, $..#

(edoman (emberantasan (enyakit 'iare. Mentri ,esehatan Bepublik ;ndonesia. Available from 2 http2//www.depkes.go.id/downloads/5,3$37 .3.pdf Bani :AA. Masalah 'alam (enatalaksanaan 'iare Akut pada >rang 'ewasa. 'alam2 5etiati 5, Alwi ;, ,asjmir O;, dkk, 8ditor. 9urrent 'iagnosis and Treatment in ;nternal Medicine $..$. Aakarta2 (usat ;nformasi (enerbitan &agian (enyakit 'alam <, C;, $..$. 'u(ont :+ 2 )uidelines on Acute ;nfectious 'iarrhea in Adults, American Aournal of )astroenterology, *ol.4$, No.33, November 344:endarwanto. 'iare akut ,arena ;nfeksi, 'alam2 Easpadji 5, Bachman AM, +esmana +A, dkk, editor. &uku Ajar ;lmu (enyakit 'alam Ailid ;. 8disi ketiga. Aakarta2 (usat ;nformasi dan (enerbit &agian ;lmu (enyakit 'alam <,C; L3447