Anda di halaman 1dari 43

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kehadirat Allah SWT, dimana atas segala rahmat dan izin-nya, kami dapat menyelesaikan makalah tentang system hematologi. Shalawat serta salam tak lupa penulis haturkan kepada junjungan kita Nabi semesta alam Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan para pengikutnya hingga akhir zaman. Alhamdulillah, kami dapat menyelesaikan makalah ini, walaupun penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kesalahan didalam makalah ini. ntuk itu kami berharap adanya kritik dan saran yang membangun guna keberhasilan penulisan yang akan datang. Akhir kata, kami mengu!apkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga terselesainya makalah ini semoga segala upaya yang telah di!urahkan mendapat berkah dari Allah SWT. Amin.

Sukabumi, "# Maret $%"&

'elompok (

SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3).

DAFTAR ISI

'ATA )*N+ANTA,------.-------------------...-.." .A/TA, 0S0-----.--------------------------$ 1A1 0 )*N.A2 3 AN "." ".$ ".4 ".& 3atar 1elakang-----------------------.-.& ,umusan Masalah----.----..-------------.-.& Tujuan----...-----..-------.---------.-( Man5aat-.--------..-----------------.(

1A1 00 )*M1A2ASAN $." $.$ $.4 $.&


2.5 2.6 2.7

'omposisi dan struktur sel darah manusia -------------6 /ungsi sel darah dan plasma darah pada tubuh manusia---...----.7 Nilai dan ukuran normal komponen darah manusia------..---"" Sel-sel darah merah, anemia, dan polisitemia ---.--------."$ 3eukosit, granulosit, makro5ag, monosit, in5lamasi ---------."# 0munitas dan alergi ----------...............................................$$ +olongan darah ----------------------....$&

SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3).

2.8 2.9

2emostatis dan pembekuan darah ---------------....$# /aktor yang mempengaruhi proses pembekuan darah --------.$8

1A1 000 )*N T ) 4." 'esimpulan--------------------------.44 4.$ Saran-------..---------------------.44 .A/TA, ) STA'A--------------------------..4&

SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3).

BAB I PENDAHULUAN
"." 3atar 1elakang 2ematologi adalah ilmu yang mempelajari tentang darah serta jaringan yang membentuk darah. .arah merupakan bagian penting dari sistem transport. .arah merupakan jaringan yang berbentuk !airan yang terdiri dari $ bagian besar yaitu plasma darah dan bagian korpuskuli. .alam arti lain hematologi juga dikenal sebagai !abang ilmu kedokteran mengenai sel darah, organ pembentuk darah, dan kelainan yang berhubungan dengan sel serta organ pembentuk darah. Setiap orang mengetahui bahwa pendarahan pada akhirnya akan berhenti ketika terjadi luka atau terdapat luka lama yang mengeluarkan darah kembali. Saat pendarahan berlangsung, gumpalan darah beku akan segera terbentuk dan mengeras, dan luka pun pulih seketika. Sebuah kejadian yang mungkin tampak sederhana dan biasa saja di mata Anda, tapi tidak bagi para ahli biokimia. )enelitian mereka menunjukkan, peristiwa ini terjadi akibat bekerjanya sebuah sistem yang sangat rumit. 2ilangnya satu bagian saja yang membentuk sistem ini, atau kerusakan seke!il apa pun padanya, akan menjadikan keseluruhan proses tidak ber5ungsi. .arah harus membeku pada waktu dan tempat yang tepat, dan ketika keadaannya telah pulih seperti sediakala, darah beku tersebut harus lenyap. Sistem ini bekerja tanpa kesalahan sedikit pun hingga bagian-bagiannya yang terke!il. 9ika terjadi pendarahan, pembekuan darah harus segera terjadi demi men!egah kematian. .i samping itu, darah beku tersebut harus menutupi keseluruhan luka, dan yang lebih penting lagi, harus terbentuk tepat hanya pada lapisan paling atas yang menutupi luka. 9ika pembekuan darah tidak terjadi pada saat dan tempat yang
SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3). 4

tepat, maka keseluruhan darah pada makhluk tersebut akan membeku dan berakibat pada kematian.

".$ ,umusan Masalah 1agaimana anatomi 5isiologi dalam sistem hematologi itu :

".4 Tujuan Makalah ini di buat dengan tujuan agar mahasiswa, tenaga kesehatan atau tenaga medis dapat memahami berkaitan dengan anatomi dan 5isiologi sistem hematologi.

".& Man5aat Makalah ini di buat oleh kami agar meminimalisir kesalahan dalam tindakan praktik keperawatan yang di sebabkan oleh ketidakpahaman dalam anatomi 5isiologi dalam sistem hematologi sehingga berpengaruh besar terhadap kehidupan klien.

SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3).

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Komposisi dan str !t r Dara" Man sia. Kara!t#risti! ". .arah adalah sejenis jaringan ikat yang sel-selnya ;elemen pembentuk< tertahan dan di bawa dalam matriks !airan ;plasma<. $. .arah lebih berat dibandingkan dengan air dan lebih ketal. =airan ini memiliki rasa dan bau yang khas, serta )h #.& ;#.4(-#.&(<. 4. Warna darah ber>ariasi dan merah terang sampai merah tua kebiruan, bergantung pada kadar oksigen yang dibawa ke sel darah merah. &. ?olume darah tetap sekitar ( liter pada laki-laki dewasa berukuran rata-rata, dan kurang sedikit pada perempuan dewasa. ?olume ini ber>ariasi sesuai dengan ukuran tubuh dan berbanding terbalik dengan jumlah jaringan edukosa dalam

SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3).

tubuh. ?olume ini juga ber>ariasi dengan perubahan !airan darah dan konsentrasi elektrolitnya. Komposisi .arah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula yang membentuk &(@ bagian dari darah, angka ini dinyatakan dalam nilai hermatokrit atau >olume sel darah merah yang dipadatkan yang berkisar antara &% sampai &#. 1agian ((@ yang lain berupa !airan kekuningan yang membentuk medium !airan darah yang disebut plasma darah.

'orpuskula darah terdiri dariA


Sel darah merah atau eritrosit ;sekitar 88@<.

*ritrosit tidak mempunyai nukleus sel ataupun organela, dan tidak dianggap sebagai sel dari segi biologi. *ritrosit mengandung hemoglobin dan mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga berperan dalam penentuan golongan darah. Brang yang kekurangan eritrosit menderita penyakit anemia.

Keping-keping darah atau trombosit ;%,6 - ",%@<

Trombosit bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah.


Sel darah putih atau leukosit ;%,$@<

3eukosit bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan bertugas untuk memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh, misal >irus atau bakteri. 3eukosit bersi5at amuboid atau tidak memiliki bentuk yang tetap. Brang yang kelebihan leukosit menderita penyakit leukimia, sedangkan orang yang kekurangan leukosit menderita penyakit leukopenia. Susunan Darah. serum darah atau plasma terdiri atasA ". AirA 8",%@
SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3). 7

$. )roteinA 7,%@ ;Albumin, globulin, protrombin dan 5ibrinogen< 4. MineralA %.8@ ;natrium klorida, natrium bikarbonat, garam dari kalsium, 5os5or, magnesium dan zat besi, dll< )lasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung A-

albumin

- bahan pembeku darah - immunoglobin ;antibodi<


-

hormon berbagai jenis protein

- berbagai jenis garam Str !t r s#$ dara" %

". Air

A 8"@

$. )rotein

A 4@ ;albumin, globulin, protombin dan 5ibrinogen<.

4. Mineral

A %,8@ ; Natrium klorida,natrium bikarbonat, garam pos5at, magnesium, kalsium dan zat besi<.

&. 1ahan organik

A %,"@ ; +lukosa, lemak, asam urat, kreatinin kolesterol dan asam amino<. ;.r. Syai5uddin, "88$<.

2.2 F n&si S#$ Dara" dan P$asma Dara" Pada T ' " Man sia.
SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3). 8

)lasma darah adalah !airan bening kekuningan yang unsur pokoknya sama dengan sitoplasma. )lasma terdiri dari 8$@ air dan mengandung !ampuran kompleks zat organi! dan zat anorganik. .i dalam plasma darah terlarut berbagai ma!am zat. .i antara zat-zat tersebut ada yang masih berguna dan adapula yang tidak berguna. 1eberapa zat tersebut antara lain seperti berikut. a. Cat makanan dan mineral, antara lain glukosa, gliserin, asam amino, asam lemak, kolesterol, dan garam mineral. b. Cat hasil produksi dari sel-sel, antara lain enzim, hormon, dan antibodi. !. )rotein, )rotein dalam plasma darah terdiri atasA "< antiheo5ilik berguna men!egah anemiaD $< Tromboplastin berguna dalam proses pembekuan darahD 4< protrombin mempunyai peranan penting dalam pembekuan darahD &< 5ibrinogen mempunyai peranan penting dalam pembekuan darahD (< albumin mempunyai peranan penting untuk memelihara tekanan osmotik darahD 6< gammaglobulin berguna dalam senyawa antibodi. d. 'arbon dioksida, oksigen, dan nitrogen.

)rotein plasma men!apai #@ plasma dan merupakan satu-satunya unsure pokok plasma yang tidak dapat menembus membrane kapilar untuk men!apai sel. Ada 4 jenis protein plasmaA Albumin adalah protein plasma yang terbanyak, sekitar ((-6%@. Albumin disintesiskan dalam hati dan bertanggung jawab untuk tekanan osmoti! koloid darah.

SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3).

'oloid, adalah zat yang berdiameter "Nm E "%%Nm, sedangkan kristaloid adalah zat yang berdiameter kurang dari " Nm. )lasma mengandung koloid dan kristaloid. Tekanan osmoti! koloid atau tekanan onkotik, ditentukan berdasarkan jumlah partikel koloid dalam larutan. Tekanan ini merupakan ukuran Fdaya tarikG plasma terhadap di5usi air dan !airan ekstraseluler yang melewati membrane kapilar. +lobulin membentuk sekitar 4%@ protein plasma. H dan I globulin disintesiskan dihati, dengan 5ungsi utama sebagai molekul pembawa lipid, beberapa hormone berguna sebagai substrat, dan zat penting tubuh lainnya. +amma globulin adalah antibody. Ada ( jenis immunoglobulin yang diproduksi jaringan limpoid dan ber5ungsi dalam imunitas. /ibrinogen membentuk &@ protein plasma, disintesis di hati dan erupakan komponen esensial dalam mekanisme pembekuan darah. )lasma juga mengandung nutrient, gas darah, elektrolit, mineral, hormone, >itamin dan zat-zat sisa. ;"<. Nutrien meliputi asam amino, gula dan lipid yang diabsorbsi dari saluran pen!ernaan. ;$<. +as .arah meliputi oksigen, karbondioksida dan nitrogen ;4<. *lektrolit plasma meliputi ion natrium, kalium,magnesium, klorida, kalsium, bikarbonat, 5os5at dan ion sul5at. *lemen pembentuk darah meliputi sel darah merah ;eritrosit<,sel darah putih ;leukosit< dan trombosit. Eritrosit ata S#$ Dara" M#ra" Kara!t#risti! *ritrosit merupakan diskus bikonka5, bentuknya bulat dengan lekukan pada sentralnya dan berdiameter #,6( Jm.

SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3).

10

Terbungkus dalam membran sel dengan permeabilitas tinggi. Membran ini elastis dan 5leksibel, sehingga memungkinkan eritrosit menembus kapilar ;pembuluh darah terke!il<. Setiap eritrosit mengandung sekitar 4%% juta molekul "#mo&$o'in( sejenis pigmen perna5asan yang mengikat oksigen. F n&si "#mo&$o'in itu sendiri yaitu jika hemoglobin terpajan oksigen, maka molekul oksigen akan bergabung dengan rantai al5a dan beta, untuk membentuk o!si"#mo&$o'in. .an hemoglobin berikatan dengan =B$ dibagian asam amino pada globin. Kar'amino"#mo&$o'in yang terbentuk hanya memakai $%@ =B$ yang terkandung dalam darah, 7%@ sisanya dibawa dalam bentuk ion bikarbonat. F n&si Eritrosit ". Mentrans5er oksigen ke seluruh jaringan melalui pengikatan hemoglobin terhadap oksigen. $. Mengikat oksigen dari paru-paru untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh. 4. mengikat karbondioksida dari jaringan tubuh untuk dikeluarkan melalui paru-paru. L# !osit ata S#$ Dara" P ti" 3eukosit dibagi dalam $ kategori, &ran $osit dan s#$ monon )$#ar *a&ran $osit+. .alam darah normal, jumlah total leukosit adalah (.%%% sampai "%.%%% sel per mm 4. Sekitar 6%@ diantaranya adalah granulosit dan &%@ sel mononu!lear. Granulosit. .iameter granulosit biasanya sampai tiga kali eritrosit. +ranulosit dibagi dalam tiga sub pengikat warna. Eosinofil, memiliki memiliki granula berwarna merah terang dalam sitoplasmanyaD Basofil, berwarna biruD dan Netrofil, memiliki granula berwarna ungu pu!at. Leukosit Mononuklear (Agranulosit), adalah sel darah putih dengan inti satu lobus dan sitoplasmanya bebas granula. .alam darah orang dewasa normal, lim5osit berjumlah sekitar 4%@ dan monosit sekitar (@ dalam total leukosit. Limfosit matang adalah sel ke!il dengan sitoplasma sedikit. .iproduksi terutama oleh nodus lim5e dan jaringan lim5oid usus, lim5a, dan kelenjar timus dari sel prekursor yang berasal sebagai sel stem sumsum. Monosit adalah leukosit terbesar. .iproduksi oleh sumsum tulang dan dapat berubah menjadi histiosit jaringan, termasuk sel
SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3). 11

kup5er di hati, makro5ag peritoneal, makro>ag al>eolar, dan komponen lain sistem retikuloendotileal. FUNGSI LEUK,SIT Melindungi tubuh terhadap in>asi bakteri atau benda asing lainnya. /ungsi utama netro5ilik )MN adalah memakan benda asing ;5agositosis<. /ungsi lim5osit terutama menghasilkan subtansi yang membantu penyerangan benda asing. Sekelompok lim5osit ;lim5osit T< membunuh sel se!ara langsung atau menghsilkan berbagai lim5okin, suatu subtansi yang memperkuat akti5itas sel 5agositik. Sekelompok lim5osit lainnya ;lim5osit 1< menghasilkan antibody, suatu molekul protein yang akan menghan!urkan benda asing dengan berbagai mekanisme. *osino5il dan baso5il ber5ungsi sebagai tempat penyimpanan berbagai material biologis kuat seperti histamine, serotim, dan heparin. )elepasan senyawa tersebut mempengaruhi suplai darah ke jaringan, seperti yang terjadi selama peradangan, dan membantu memobilisasi mekanisme pertahanan tubuh. )eningkatan jumlah eosino5il pada keadaan alergi menunjukan bahwa sel ini terlibat dalam reaksi hipersensiti5itas 2.- Ni$ai dan U! ran Norma$ Kompon#n Dara" Man sia.

Nilai dan ukuran normal komponen darah manusia

)ada tubuh yang sehat atau orang dewasa terdapat darah sebanyak kira-kira "L"4 dari berat badan atau kira-kira &-( liter. 'eadaan jumlah tersebut pada tiap-tiap orang tidak sama, tergantung kepada umur, pekerjaan, keadaan jantung atau pembuluh darah. ;.r. Syai5uddin, "88$<.

SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3).

12

Nilai-nilai sel darah dewasa normal A

a.

Sel darah merah

A &,$ - 6,$ juta per ml darah

b.

Sel darah putih

A (%%% - "%.%%% juta per ml darah

!.

Trombosit

A "&%.%%% - 4&%.%% per ml darah

d.

2ematokrit ;@ sel darah merah< A &(-($@ untuk priaD 46-&7@ untuk wanita

e.

2emoglobin A "&,%-"#,& gram per "%%ml untuk priaD "$,%-"6,% gram per "%%ml untuk wanita. ;*lizabeth 9 =orwin, $%%"<.

2.. S#$/S#$ Dara" M#ra"( An#mia( dan Po$isit#mia.

S#$ dara" m#ra"


SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3). 13

Sel darah merah atau yang disebut eritrosit berasal dari bahasa yunani, yaitu erythros berarti merah dan krytos yang berarti selubungLsel. Sel ini tidak memiliki intisel, mitokondria, atau ribosom. Sel ini tidak dapat melakukan mitosis, 5os5orilasi oksidati5 sel, atau pembentukan protein. Sel darah merah mengandung protein hemoglobin yang mengangkut sebagian besar oksigen yang diambil di paru ke sel-sel diseluruh tubuh. 2emoglobin menempati sebagian besar ruang intrasel eritrosit. Sel darah matang dikeluarkan dari sum-sum tulang dan hidup sekitar "$% hari untuk kemudian mengalami disintegrasi dan mati. Sel-sel darah merah yang mati diganti oleh sel-sel baru yang dihasilkan oleh sumsul tulang. ;*lizabeth 9 =orwin, $%%"<

An#mia

Anemia adalah de5isiensi sel darah merah atau kekurangan hemoglobin. 2al ini mengakibatkan penurunan jumlah sel darah merah, atau jumlah sel darah merah tetap normal. Tetapi jumlah hemoglobinnya sub normal. 'arena kemampuan darah untuk membawa oksigen berkurang. Maka indi>idu akan terlihat pu!at atau kurang tenaga.

'ekurangan sel darah merah yang dapat disebabkan karena hilangnya darah yang terlalu !epat atau produksi sel darah merah yang terlalu lambat atau dapat disebut dengan kekurangan hemoglobin ;2b<. 2b adalah protein dalam sel darah merah, yang mengantar oksigen dari paru ke bagian tubuh yang lain.

SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3).

14

Anemia menyebabkan kelelahan, sesak napas dan kepusingan.Brang dengan anemia merasa badannya kurang enak dibandingkan orang dengan tingkat 2b yang wajar.Mereka merasa lebih sulit untuk bekerja.Artinya mutu hidupnya lebih rendah.

Anemia dide5inisikan oleh tingkat 2b. Sebagian besar dokter sepakat bahwa tingkat 2b di bawah 6,( menunjukkan anemia yang gawat. Tingkat 2b yang normal adalah sedikitnya "$ untuk perempuan dan "& untuk laki-laki.

Se!ara keseluruhan, perempuan mempunyai tingkat 2b yang lebih rendah dibandingkan laki-laki.1egitu juga dengan orang yang sangat tua atau sangat muda.

a. P#n0#'a' m m dari an#mia%

)erdarahan hebat

Akut ;mendadak<

'e!elakaan

)embedahan

)ersalinan

SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3).

15

)e!ah pembuluh darah

'ronik ;menahun<

)erdarahan hidung

Wasir ;hemoroid<

lkus peptikum

'anker atau polip di saluran pen!ernaan

Tumor ginjal atau kandung kemih

)erdarahan menstruasi yang sangat banyak

1erkurangnya pembentukan sel darah merah

'ekurangan zat besi

'ekurangan >itamin 1"$

'ekurangan asam 5olat

'ekurangan >itamin =

)enyakit kronik

Meningkatnya penghan!uran sel darah merah


SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3). 16

)embesaran limpa

'erusakan mekanik pada sel darah merah

,eaksi autoimun terhadap sel darah merahA

Hemoglobinuria nokturnal paroksismal

Sferositosis herediter

Elliptositosis herediter

'ekurangan +6).

)enyakit sel sabit

)enyakit hemoglobin =

)enyakit hemoglobin S-=

)enyakit hemoglobin *

Thalasemia

'. G#1a$a

SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3).

17

+ejala-gejala yang disebabkan oleh pasokan oksigen yang tidak men!ukupi kebutuhan ini, ber>ariasi.Anemia bisa menyebabkan kelelahan, kelemahan, kurang tenaga dan kepala terasa melayang.9ika anemia bertambah berat, bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung.

). Dia&nosa

)emeriksaan darah sederhana bisa menentukan adanya anemia. )ersentase sel darah merah dalam >olume darah total ;hematokrit< dan jumlah hemoglobin dalam suatu !ontoh darah bisa ditentukan. )emeriksaan tersebut merupakan bagian dari hitung jenis darah komplit ; B L!omplete blood !ount<.

d. Ma)am/ma)am an#mia

".#nemia Hemoragis

Anemia akibat kehilangan darah se!ara berlebihan. Se!ara normal !airan plasma yg hilang akan diganti dalam waktu "-4 hari namun dengan konsentrasi sel darah merah yang tetap rendah. Sel darah merah akan kembali normal dalam waktu 4-6 minggu

SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3).

18

$. #nemia #plastika

Sumsum tulang yang tidak ber5ungsi sehingga produksi sel darah merah terhambat..apat dikarenakan oleh radiasi sinar gamma ;bom atom<, sinar M yang berlebihan, bahan $ kimia tertentu, obat$an atau pada orang$ dengan keganasan.

%.#nemia Megaloblasitik

?itamin 1"$, asam 5olat dan 5aktor intrinsik;terdapat pd mukosa lambung< merupakan 5aktor$ yang berpengaruh terhadap pembentukan sel darah merah. 1ila salah satu 5aktor di atas tidak ada maka produksi eritroblas dalam sumsum tulang akan bermasalah. Akibatnya sel darah tumbuh terlampau besar dengan bentuk yang aneh, memiliki membran yg rapuh dan mudah pe!ah..!iri$ ini disebut sebagai Megaloblas.

.apat terjadi padaA


SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3). 19

".

Atropi mukosa lambung ;5aktor intrinsik terganggu<

$.

+astrektomi total ;hilangnya 5aktor intrinsik<

4.

Sariawan usus ;absorbsi asam 5olat dan 1"$ berkurang

&. #nemia Hemolitik

Sel darah merah yang abnormal ditandai dengan rapuhnya sel dan masa hidup yg pendek ;biasanya ada 5aktor keturunan<

=ontoh A

".

S5erositosis, sel darah merah ke!il, bentuk s5eris, tidak mempunyai struktur bikonka5 yg

elastis ;mudah sobek<

$.

Anemia sel sabit, %,4-"% @ orang hitam di A5rika 1arat dan Amerika sel $nya mengandung

tipe 2b yg abnormal ;2bS<, bila terpapar dengan B$ kadar rendah maka 2b akan mengendap
SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3). 20

menjadi kristal$ panjang di dalam sel darah merah.. sehingga sel darah merah menjadi lebih panjang dan berbentuk mirip seperti bulan sabit. *ndapan 2b merusak membran sel. Tekanan B$ jaringan yg rendah menghasilkan bentuk sabit dan mudah sobek.)enurunan tekanan B $ lebih lanjut membentuk sel darah semakin sabit dan penghan!uran sel darah merah meningkat hebat.

4.

*ritroblastosis /etalis, 0bu dengan ,h;-< yang memiliki janin ,h;N<.. pada saat kehamilah

pertama.. setelah ibu terpapar darah janin.. maka ibu se!ara otomatis akan membentuk anti bodi terhadap ,h;N<, sehingga pada kehamilan yang ke dua anti ,h ibu akan menghan!urkan darah bayi, dan bayi akan mengalami anemia yg hebat hingga meninggal.

&.

2emolisis karena malaria atau reaksi dg obat$an

(. Nutrional #nemia

Anemia de5isiensi besi ;/e<

Anemia de5isiensi asam 5olat

SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3).

21

;akibat kekurangan asupan atau gangguan absorbsi +0 tra!k<

6. #nemia &ernisiosa

?itamin 1"$ penting untuk sintesa .NA yang berperan dalam penggandaan dan pematangan sel. /aktor intrinsik berikatan dengan 1"$ sebagai transport khusus absorbsi 1"$ dari usus. Anemia pernisiosa bukan karena kekurangan 0ntake 1"$ melainkan karena de5isiensi 5aktor intrinsik yg mengakibatkan absorbsi 1"$ terganggu.

#. 'enal #nemia

Terjadi karena sekresi eritropoietin dari ginjal berkurang akibat penyakit ginjal.

Po$isit#mia

SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3).

22

Adalah peningkatan sel darah merah dalam sirkulasi, yang mengakibatkan peningkatan >iskositas dan >olume darah. Aliran darah yang mengalir melalui pembuluh darahterhalang dan aliran kapilat dapat tertutup.

".

)olisitemia kompensatori ;sekunder<

.apat terjadi akibat hipoksia ; kekurangan oksigen < karena hal berikut iniA

a.

'ediaman permanen di dataran tinggi

b.

Akti5itas 5isik berkepanjangan

!.

)enyakit paru atau jantung

$.

)olisitemia ?era

SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3).

23

Adalah gangguan pada sistem tulang ; *thel Sloane, $%%4<

2.2 L# !osit( Gran $osit( Ma!ro3a&( Monosit( dan In3$amasi. 3eukosit ;Sel darah putih<. Sel darah putih atau leukosit adalah sel darah yang membentuk komponen darah yang berada di plasma darah . Sel darah putih ini ber5ungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit in5eksi sebagaibagian dari sistem kekebalan tubuh. Sel darah putih tidak berwarna, memiliki inti,dapat bergerak se!ara amoebeid, dan dapat menembus dinding kapiler Ldiapedesis sehingga jika ada kuman yang keluar dari pembuluh bisa ditangkapnya Normalnya kita memiliki 6%%% hingga 8%%% sel darah putih dalam satu mili liter .alam kasus leukemia, jumlahnya dapat meningkat hingga (%. %%% sel per tetes. 9ika terjadi kekurangan atau dibawah normal kita sebut 3eukopenia , dan tentu jika terjadi banyak in5eksi di tubuh jumlahnya akan menigkat sesuai apa yang diperlukan agar tubuh optimal Ada beberapa jenis sel darah putih, yaituA A+,AN 3BS0T A 3eu!o!yt yang tidak bergranula L berbutir A 3ymposit dan Monosit +,AN 3BS0T A 3eu!o!yt yang bergranulla berbutir butir Lgranule A 1aso5il , *osino5il dan Neutro5il.

+ranulosit 9umlahnya hampir #(@ dariseluruh leukosit, plasmanya mengandung granula ;butir-butir halus<, dibuat didalam sumsum merah oleh jaringan retikulo endotelium.+ranulosit merupakan sel 5agosit, memakan benda asing, terutama bakteri.Bleh karena itu, granulosit dapat menembus dinding kapiler, disebut diapedesis serta masuk ke jaringan-jaringan.Apabila terjadiluka,
SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3). 24

granulosit akan berkumpul pada luka untuk memakan bakteri yang masuk ke dalam tubuh.+ranulosit yang mati akan berkumpul berupa nanah. Ma!am-ma!am sel yang terdapat kedalam tipe granulosit antara lain A

". Neutro5il =iri-!iri A )lasma bersi5at netral bentuk berma!am-ma!am, bersi5at 5agosit

9umlah ;selLmm4< A 4.%%% E #.%%% Tempat pembentukan A 9aringan 3im5oid , kelenjar lim5a Masa 2idup A 6 jam E beberapa hari /ungsi A Mem5agosit L memakan bakteri

$. *osino5il =iri-!iri A 1ersi5at asam, berbintik kemerahan, jumlah meningkat selama terjadi in5eksi 9umlah ;selLmm4< A"%% E &%% Tempat )embentukan A sumsum tulang /ungsi A men!egah alergi, menghan!urkan antigen-antibodi Masa 2idup A 7 E "$ 2ari

4. 1aso5il =iri-!iri A 1ersi5at basa, berwarna kebiruan, bersi5at 5agosit 9umlah ;selLmm4< A $% E (%
SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3). 25

Tempat )embentukan A Sumsum tulang Masa 2idup A 1eberapa jam E beberapa hari /ungsi A Melepaskan zat pen!egah alergi, mengandung heparin ;zat anti koagulan< Agranulosit

)lasma agranulosit tidak mengandung granula ;butiran<, intinya relati>e besar, jumlahnya O$(@. Ma!am-ma!am sel darah putih yang termasuk kedalam tipe agranulosit antara lainA ". 3im5osit =iri-!iri A 1erinti satu, tidak dapat bergerak bebas, berwarna biru pu!at 9umlah ;selLmm4< A ".(%% E 4.%%% Tempat )embentukan A 3im5a dan tulang Masa 2idup A 1eberapa jam E beberapa tahun /ungsi A Mengakti5kan system kekebalan $. Monosit =iri-!iri A 1erinti satu berukuran besar, berbentuk bulat panjang, dapat bergerak !epat, bersi5at 5agosit 9umlah ;selLmm4< A "%% E #%% Tempat )embentukan A Sumsum tulang Masa 2idup A 1eberapa 1ulan /ungsi A /agositosit, berkembang menjadi makro5ag.

SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3).

26

Makro5ag

Makro5ag adalah sel darah putih besar yang merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh kita. 'ata makro5ag se!ara har5iah berarti Fpemakan besar. P0ni adalah organisme seperti amoeba, dan tugasnya adalah untuk membersihkan tubuh kita dari puing-puing mikroskopis dan penyerang. Makro5ag memiliki kemampuan untuk men!ari dan FmakanG partikel seperti bakteri, >irus, jamur, dan parasit.

Makro5ag yang lahir dari sel-sel darah putih yang disebut monosit, yang diproduksi oleh sel-sel induk dalam sumsum tulang kita. Monosit bergerak melalui aliran darah, dan ketika mereka meninggalkan darah, mereka tumbuh menjadi makro5ag. Mereka tinggal selama berbulan-bulan, berpatroli sel dan organ tubuh kita dan menjaga mereka bersih.

/ungsi sebuah makro5ag

Makro5ag menyelesaikan tugas pembersihan yang sedang berjalan dengan menelan partikel yang tidak diinginkan dan FmemakanG mereka. Seperti disebutkan sebelumnya, makro5ag adalah sel sejenis amuba. 1ayangkan sebuah gumpalan-seperti jelly mengalir bersama, sekitar mangsanya, dan menelannya. 0ni pada dasarnya adalah bagaimana makro5ag bekerja. Tapi mari kita lihat lebih dekat pada proses yang sebenarnya.

Makro5ag menggunakan proses yang disebut 5agositosis untuk menghan!urkan dan menyingkirkan partikel yang tidak diinginkan dalam tubuh. /agositosis se!ara har5iah berarti sel Fmakan.G )roses ini bekerja seperti iniA karena makro5ag menelan partikel, kantongnya disebut 5agosom terbentuk di sekitarnya. 'emudian, enzim yang dilepaskan ke 5agosom oleh organel dalam makro5ag disebut lisosom. Sama seperti enzim dalam perut kita sendiri dilepaskan untuk men!erna makanan kita, enzim yang dikeluarkan oleh lisosom men!erna partikel. )uingSISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3). 27

puing yang tersisa, atau apa yang tersisa dari partikel, keluar dari makro5ag yang akan diserap kembali ke dalam tubuh.

Makro5ag membersihkan berbagai benda asing yang tidak diinginkan. Seperti tukang pukul di sebuah klub malam, ini pembela besar menyelesaikan pekerjaan. 1akteri, >irus, jamur, dan parasit adalah beberapa !ontoh dari penyerbu yang ditargetkan. Meskipun tubuh kita memiliki hambatan di tempat seperti kulit kita dan selaput lendir yang terus keluar banyak mikroorganisme ini, mereka masih bisa masuk ke dalam tubuh kita. Namun, setiap pelaku luar yang tidak bisa masuk dengan !epat dihadapkan oleh sel-sel pembersihan yang super.

Aspek lain yang menarik dari makro5ag adalah kemampuannya untuk mengetahui mana sel-sel untuk menghan!urkan dan mana yang harus meninggalkan sendirian. Sehat, sel-sel hidup dalam tubuh kita memiliki satu set tertentu protein pada membran luar mereka. Mereka adalah tanda dasarnya 0. untuk sel-sel kita. 0ni adalah bagaimana sistem kekebalan tubuh kita mengenali sel kita sendiri dibandingkan benda asing.

Meskipun makro5ag tidak membedakan antara berbagai jenis bakteri, >irus, atau pihak luar lainnya, mereka mengetahui bahwa partikel-partikel tersebut tidak termasuk dalam tubuh dengan mendeteksi protein luar yang berbeda. Makro5ag bahkan memiliki kemampuan untuk mendeteksi sinyal yang dikirim oleh bakteri, yang memungkinkan mereka untuk melakukan perjalanan ke tempat in5eksi.

Tapi pekerjaan makro5ag tidak berhenti di situ. Setelah >irus telah ditelan dan di!erna, misalnya, makro5ag menampilkan protein mengidenti5ikasi itu >irus tertentu. Sebuah pesan akan dikirim ke seluruh sistem kekebalan tubuh untuk memanggil untuk produksi antibodi spesi5ik untuk >irus tertentu. Sepasukan sel tempur kemudian dikirim keluar untuk menghan!urkan >irus sebelum mereka dapat melakukan lebih banyak kerusakan. Makro5ag bahkan menyerang beberapa sel kanker.

SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3).

28

Selain itu, seperti yang disebutkan sebelumnya, makro5ag juga membersihkan puingpuing sel mati dan Fsampah lainnyaG yang mungkin tergeletak di sekitar. 1ayangkan penyapu jalan perlahan-lahan bergulir di jalan Anda. Setiap kotoran atau sampah yang ada di trotoar tersapu dan FditelanG oleh truk. 2asilnya adalah jalan bebas dari daun, kotoran, sampah, atau gangguan lainnya. 'ita bisa membayangkan makro5ag dengan !ara yang sama ketika membersihkan puing-puing sel.

0n5lamasi

,adang atau in5lamasi adalah reaksi jaringan hidup terhadap semua bentuk jejas yang berupa reaksi >as!ular yang hasilnya merupakan pengiriman !airan, zat-zat yang terlarut dan sel-sel dari sirkulasi darah ke jaringan interstitial pada daerah !edera atau nekrosis ;,obbins Q 'umar, "88&<. Tujuan in5lamasi yaitu untuk memperbaiki jaringan yang rusak serta mempertahankan diri terhadap in5eksi ;Soesatyo, $%%$<. Tanda-tanda in5lamasi adalah berupa kemeraham ;rubor<, panas ;kalor<, nyeri ;dolor<, pembengkakan ;tumor< ;Soesatyo, $%%$<, dan 5un!tion laesa ;=handrasoma dan Tailor, "88(<.

Se!ara garis besar proses in5lamasi dibagi menjadi $ tahap A

a. 0n5lamasi akut 0n5lamasi akut adalah in5lamasi yang terjadi segera setelah adanya rangsang iritan. )ada tahap ini terjadi pelepasan plasma dan komponen seluler darah ke dalam ruang-ruang jaringan ekstraseluler. Termasuk didalamnya granulosit neutro5il yang melakukan pelahapan ;5agositosis< untuk membersihkan debris jaringan dan mikroba ;Soesatyo, $%%$<.

b. 0n5lamasi kronis

SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3).

29

0n5lamasi kronis terjadi jika respon in5lamasi tidak berhasil memperbaiki seluruh jaringan yang rusak kembali ke keadaan aslinya atau jika perbaikan tidak dapat dilakukan sempurna ;Ward, "87(<.

2.4 Im nitas dan A$#r&i. 0munitas 0munitas atau kekebalan adalah sistem mekanisme pada organisme yang

melindungi tubuh terhadap pengaruh biologis luar dengan mengidenti5ikasi dan membunuh patogen serta sel tumor. Sistem ini mendeteksi berbagai ma!am pengaruh biologis luar yang luas, organisme akan melindungi tubuh dari in5eksi, bakteri, >irus sampai !a!ing parasit, serta menghan!urkan zat-zat asing lain dan memusnahkan mereka dari sel organisme yang sehat dan jaringan agar tetap dapat ber5ungsi seperti biasa. .eteksi sistem ini sulit karena adaptasi patogen dan memiliki !ara baru agar dapat mengin5eksi organisme. ntuk selamat dari tantangan ini, beberapa mekanisme telah bere>olusi yang menetralisir patogen. 1ahkan organisme uniselular seperti bakteri dimusnahkan oleh sistem enzim yang melindungi terhadap in5eksi >irus. Mekanisme imun lainnya yang bere>olusi pada eukariot kuno dan tetap pada keturunan modern, seperti tanaman, ikan, reptil dan serangga. Mekanisme tersebut termasuk peptida antimikrobial yang disebut de5ensin, 5agositosis, dan sistem komplemen. Mekanisme yang lebih berpengalaman berkembang se!ara relati5 baru-baru ini, dengan adanya e>olusi >ertebrata.

SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3).

30

0munitas >ertebrata seperti manusia berisi banyak jenis protein, sel, organ tubuh dan jaringan yang berinteraksi pada jaringan yang rumit dan dinamin. Sebagai bagian dari respon imun yang lebih kompleks ini, sistem >ertebrata mengadaptasi untuk mengakui patogen khusus se!ara lebih e5ekti5. )roses adaptasi membuat memori imunologikal dan membuat perlindungan yang lebih e5ekti5 selama pertemuan di masa depan dengan patogen tersebut. )roses imunitas yang diterima adalah basis dari >aksinasi. 9ika sistem kekebalan melemah, kemampuannya untuk melindungi tubuh juga berkurang, membuat patogen, termasuk >irus yang menyebabkan penyakit. )enyakit de5isiensi imun mun!ul ketika sistem imun kurang akti5 daripada biasanya, menyebabkan mun!ulnya in5eksi. .e5isiensi imun merupakan penyebab dari penyakit genetik, seperti se>ere !ombined immunode5i!ien!y, atau diproduksi oleh 5armaseutikal atau in5eksi, seperti sindrom de5isiensi imun dapatan ;A0.S< yang disebabkan oleh retro>irus 20?. )enyakit autoimun menyebabkan sistem imun yang hiperakti5 menyerang jaringan normal seperti jaringan tersebut merupakan benda asing. )enyakit autoimun yang umum termasuk rheumatoid arthritis, diabetes melitus tipe " dan lupus erythematosus. )eran penting imunologi tersebut pada kesehatan dan penyakit adalah bagian dari penelitian. ALERGI #lergi merupakan respons sistem imun yang tidak tepat dan kerap kali membahayakan terhadap subtansi yang biasanya tidak berbahaya. 'eaksi alergi merupakan mani5estasi !idera jaringan yang terjadi akibat interaksi antara antigen dan antibody. 'alau tubuh diin>asi oleh antigen yang biasanya berupa protein yang dikenal tubuh sebagai benda asing, maka akan terjadi
SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3). 31

serangkaian peristiwa dengan tujuan untuk membuat pengin>asi tersebut tidak berbahaya, menghan!urkannyaa kemudian membebaskan tubuh darinya. 'alau lim5osit bereaksi terhadap antigen, kerapkali antibody dihasilkan. ,eaksi alergi umum akan terjadi ketika sistem imun pada seseorang yang rentan bereaksi se!ara agresi5 terhadap suatu subtansi yang normalnya tidak berbahaya ;mis., debu, tepung sari gulma<. )roduksi mediator kimia pada reaksi alergi dapat menimbulkan gejala yang berkisar dari gejala yang ringan hingga gejala yang dapat membawa hingga kematian. Sistem imun tersusun dari banyak sel serta organ dan subtansi yang disekresikan oleh selsel organ ini. )elbagai bagian dari sistem imun ini harus bekerjasama untuk memastikan pertahanan yang memadai terhadap para pengin>asi ;yaitu >irus, bakteri, subtansi asing lainnya< tanpa menghan!urkan jaringan tubuh sendiri lewat reaksi yang terlampau agresi5.

2.5 Go$on&an Dara" Sebelum lahir, molekul protein yang di tentukan se!ara geneti! disebut antigen mun!ul di permukaan sel darah merah. Antigen ini, tipe A dan tipe 1 bereksi dengan antibody pasanagnnya, yang mulai terlihat sekitar $ sampai 7 bulan setelah lahir. a. 'arena reaksi antigen Eantibodi

menyebabkan aglutinasi ;penggumpalan< sel darah merah, maka atigen disebut aglutinogen dan antibody pasangannya disebut aglutinin. b. Seseorang mungkin saja tidak mewarisi tipe A maupun tipe 1, atau hanya mewarisi salah satunya atau bahkan keduanya sekaligus. 'lasi5ikasi +olongan .arah A1B ditentukan berdasarkan ada atau tidaknya aglutinogen ;antigen tipe A dan 1< yang ditemukan pada permukaan eritrosit dan agglutinin ;antibody<, anti A dan anti 1 yang ditemukan dalam plasma darah.

SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3).

32

a. .arah golongan A mengandung aglutinogen tipe A dan agglutinin tipe 1. '. .arah golongan 1 mengandung aglutinogen tipe 1 dan aglutinin tipe A. ). .arah golongan A1 mengandung aglutinogen tipe A dan tipe 1, tetapi tidak mengandung agglutinin tipe A dan tipe 1. d. darah golongan B tidak mengandung aglutinogen, tetapi mengandung agglutinin anti A dan anti 1.

)enggolongan darah penting dilakukan sebelum trans5use darah karena !ampura darah yang tidak !o!ok menyebabkan aglutinasi dan destruksi sel darah merah. a. .alam teknik slide biasa untuk

penggolongan darah A1B, dua tetes darah yang terpisah dari orang yang akan diperiksa golongan darahnya di letakkan pada sebuah slide mikroskop. b. Setetes serum yang mengandung agglutinin anti A ;dari darah golongan 1< di teteskan pada salah satu tetes darah, sedangkan setetes serum yang mengandung agglutinin anti 1 ;dari darah golongan A< diteteskan pada tetes darah lainnya. ;".< 9ika serum anti A menyebabkan aglutinasi pada tetes darah, maka indi>idu tersebut memiliki aglutinogen tipe A ;golongan darah A< ;$.< 9ika serum anti 1 menyebabkan aglutinasi, indi>idu tersebut memiliki aglutinogen tipe 1 ;golongan darah 1<. ;4.< 9ika kedua serum anti A dan anti 1 menyebabkan aglutinasi, indi>idu tersebut memiliki aglutinogen tipe A dan tipe 1 ;golongan darah A1<. ;&.<9ika kedua serum anti A dan anti 1 tidak mengakibatkan aglutinasi, maka indi>idu tersebut tidak memiliki aglutinogen ;golongan darah B<.
SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3). 33

!. Trans5use darah ;".< Saat trans5use darah diberikan, plasma donor akan dien!erkan oleh plasma re!ipient, sehingga agglutinin donor tidak dapat menyebabkan aglutinasi. ;$.< walaupun demikian, aglutinogen pada sel donor penting untuk trans5use jika golongan darah donor berbeda dengan golongan darah resipien, maka agglutinin dalam plasma resipien akan mengaglutinasi sel darah merah asing donor. ;4.< ,eaksi trans5use disebabkan oleh aglutinasi sel darah merah donor. a. Aliran darah dalam pembuluh ke!il terhalang oleh gumpalan darah sel. b. 2emolisis ;ruptur< sel darah merah menyebabkan terlepasnya hemoglobin kedalam aliran darah. !. 2emoglobin yang terbawa ke tubulus ginjal mengendap, menutup tubulus dan mengakibatkan ginjal tidak ber5ungsi. ;&.< )en!o!okan silang pada golongan darah resipien dan donor dilakukan sebelum pemberian trans5use untuk memastikan ke!o!okan darah. ;(.< 'onsep donor uni>ersal dan resipien uni>ersal a. .onor uni>ersal darah golongan B tidak memiliki aglutinogen untuk di aglutinasi sehingga dapat diberikan pada resipien manapun, asalkan >olume trans5usinya sedikit. b. ,esipien uni>ersal indi>idu dengan golongan darah A1 tidak memiliki agglutinin dalam plasmanya sehingga dapat menerima eritrosit donor apapun. System ,h adalah kelompok antigen lain dalam tubuh manusia. System ini ditemukan dan diberi nama berdasarkan rhesus monyet. Antigen ,h. dalah antigen terpenting dalam reaksi imunitas tubuh.

SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3).

34

a. 9ika 5a!tor ,h. ditemukan, indi>idu yang memilikinya disebuh ,h positi5. 9ika 5a!tor tersebut tidak ditemukan maka indi>idunya disebut ,h negati>e. 0ndi>idu dengan ,h positi5 lebih banyak dibandingkan dengan yang ber ,h negati>e. '. sistem ini berbeda dengan golongan A1B dimana indi>idu ber ,h negati>e tidak memiliki agglutinin anti ,h dalam plasmanya. ). 9ika seseorang dengan ,h negati>e diberikan darah ber ,h positi5 maka agglutinin anti ,h akan di produksi walaupun trans5use awal biasanya tidak membahayakan, pemberian darah ,h positi5 selanjutnya akan mengakibatkan aglutinasi sel darah merah donor. d. *ritroblastosis 5etalis atau penyakit hemolisis pada bayi baru lahir, dapat terjadi setelah kehamilan pertama ibu ber ,h negati>e dengan janin ber ,h negati>e. *1.+ )ada saat lahir ibu akan terpapar beberapa antigen ,h positi5 janin sehingga ibu akan membentuk antibody untuk menolak antigen tersebut. *2.+ 9ika antibody lawan 5a!tor ,h telah diproduksi ibu maka pada kehamilan selanjutnya, antibody tersebut akan menembus plasenta menuju aliran darah janin dan menyebabkan hemolisis sel darah merah janin. 1ayi yang mengalaminya akan terlahir dengan anemia. *-.+ )en!egahan. 9ika ibu ber ,h negati>e mendapat injeksi antibody berlawanan dengan 5a!tor ,h positi5 dalam waktu #$ jam setelah melahirkan, keguguran, atau setelah abortus janin ber ,h positi5 maka antigen tidak akan terak5asi. 0bu tidak akan memproduksi antibody lawannya.

2.6 H#mostatis dan P#m'#! an Dara" 2emostasis merupakan pristiwa penghentian perdarahan akibat putusnya atau robeknya pembuluh darah, sedangkan thrombosis terjadi ketika endothelium yang melapisi pembuluh darah rusak atau hilang. )roses ini men!akup pembekuan darah ;koagulasi < dan melibatkan

SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3).

35

pembuluh darah, agregasi trombosit serta protein plasma baik yang menyebabkan pembekuan maupun yang melarutkan bekuan. )ada hemostasis terjadi >asokonstriksi inisial pada pembuluh darah yang !edera sehingga aliran darah di sebelah distal !edera terganggu. 'emudian hemostasis dan thrombosis memiliki 4 5ase yang samaA ". )embekuan agregat trombosit yang longgar dan sementara pada tempat luka. Trombosit akan mengikat kolagen pada tempat luka pembuluh darah dan diakti5kan oleh thrombin yang terbentuk dalam kaskade pristiwa koagulasi pada tempat yang sama, atau oleh A.) yang dilepaskan trombosit akti5 lainnya. )ada pengakti5an, trombosit akan berubah bentuk dan dengan adanya 5ibrinogen, trombosit kemudian mengadakan agregasi terbentuk sumbat hemostatik ataupun trombos. $. )embentukan jarring 5ibrin yang terikat dengan agregat trombosit sehingga terbentuk sumbat hemostatik atau trombos yang lebih stabil. 4. )elarutan parsial atau total agregat hemostatik atau trombos oleh plasmin. Mekanisme homeostatis dan pembekuan darah melibatkan suatu rangkaian proses yang tepat. ". ?asokontriksi. 9ika pembuluh darah terpotong, trombosit pada sisi yang rusak melepas serotonin dan tromboksan A$ ;prostaglandin< yang menyebabkan otot polos dinding pembuluh darah berkintriksi hal ini pada awalnya akan mengurangi darah yang hilang. $. )lug trombosit a. Trombosit membengkak menjadi lengket, dan menempel pada serabut kolagen dinding pembuluh darah yang rusak, membentuk plug trombosit. b. Trombosit melepas A.) untuk mengakti>asi lain sehingga melibatkan agregasi trombosit untuk memperkuat plug.

SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3).

36

;".< 9ika kerusakan pembuluh darah sedikit, maka plug trombosit mampu menghentikan pendarahan. ;$.< 9ika kerusakannya besar, maka plug trombosit dapat mengurangi pendarahan, sampai proses pembekuan terbentuk.

4.

)embentukkan pembekuan darah a. Mekanisme ekstrinsik. )embekuan darah dimulai dari 5a!tor eksternal pembuluh sendiri. darah itu

;".<

Tromboplastin

;membrane

lipopprotein< yang di lepas oleh sel-sel jaringan yang rusak mengakti>asi protrombin dengan bantuan ion kalsium untuk membentuk thrombin. ;$.< Thrombin mengubah pribrinogen yang dapat larut, menjadi pibrin yang tidak dapat larut. 1enang-benang pibrin membentuk bekuan, atau jarinagan-jaringan pibrin, yang menangkap sel darah yang memlalui pembuluh yang rusak. b. Mekanisme intrinsi! untuk pembentukan darah berlangsung dalam !ara yang lebih sederhana daripada !ara yang dijelaskan diatas. Mekanisme ini melibatkan "4 5aktor pembekuan yang hanya ditemukan dalam plasma darah. Setiap 5a!tor protein berada dalam kondisi tidak akti5 A jika salah satunya di akti>asi, maka akti5itas enzimatiknya akan mengakti>asi 5a!tor selanjutnya dalam rangkaian, dengan demikian akan terjadi suatu rangkaian reaksi untuk membuntuk bekuan.

SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3).

37

2.7 Fa!tor 0an& M#mp#n&ar "i Pros#s P#m'#! an Dara" "4 /aktor )embekuan .arah /aktor 0 /ibrinogenA sebuah 5aktor koagulasi yang tinggi berat molekul protein plasma dan diubah menjadi 5ibrin melalui aksi trombin. 'ekurangan 5aktor ini menyebabkan masalah pembekuan darah a5ibrinogenemia atau hypo5ibrinogenemia.

/aktor 00 )rothrombinA sebuah 5aktor koagulasi yang merupakan protein plasma dan diubah menjadi bentuk akti5 trombin ;5aktor 00a< oleh pembelahan dengan mengakti5kan 5aktor M ;Ma< di jalur umum dari pembekuan. /ibrinogen trombin kemudian memotong ke bentuk akti5 5ibrin. 'ekurangan 5aktor menyebabkan hypoprothrombinemia.

/aktor 000 9aringan TromboplastinA koagulasi 5aktor yang berasal dari beberapa sumber yang berbeda dalam tubuh, seperti otak dan paru-paruD 9aringan Tromboplastin penting dalam pembentukan prothrombin ekstrinsik yang mengkon>ersi prinsip di 9alur koagulasi ekstrinsik. .isebut juga 5aktor jaringan.

/aktor 0? 'alsiumA sebuah 5aktor koagulasi diperlukan dalam berbagai 5ase pembekuan darah. /aktor ? )roa!!elerinA sebuah 5aktor koagulasi penyimpanan yang relati5 labil dan panas, yang hadir dalam plasma, tetapi tidak dalam serum, dan 5ungsi baik di intrinsik dan ekstrinsik koagulasi
SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3). 38

jalur. )roa!!elerin mengkatalisis pembelahan prothrombin trombin yang akti5. 'ekurangan 5aktor ini, si5at resesi5 autosomal, mengarah pada ke!enderungan berdarah yang langka yang disebut parahemophilia, dengan berbagai derajat keparahan. .isebut juga akselerator globulin.

/aktor ?0 Sebuah 5aktor koagulasi sebelumnya dianggap suatu bentuk akti5 5aktor ?, tetapi tidak lagi dianggap dalam skema hemostasis.

/aktor ?00 )ro!on>ertinA sebuah 5aktor koagulasi penyimpanan yang relati5 stabildan panas dan berpartisipasi dalam 9alur koagulasi ekstrinsik. 2al ini diakti5kan oleh kontak dengan kalsium, dan bersama dengan mengakti5kan 5aktor 000 itu 5aktor M. .e5isiensi 5aktor )ro!on>ertin, yang mungkin herediter ;autosomal resesi5< atau diperoleh ;yang berhubungan dengan kekurangan >itamin '<, hasil dalam ke!enderungan perdarahan. .isebut juga serum prothrombin kon>ersi 5aktor akselerator dan stabil.

/aktor ?000 Antihemophili! 5aktor, sebuah 5aktor koagulasi penyimpanan yang relati5 labil dan berpartisipasi dalam jalur intrinsik dari koagulasi, bertindak ;dalam konser dengan 5aktor >on Willebrand< sebagai ko5aktor dalam akti>asi 5aktor M. .e5isiensi, sebuah resesi5 terkait-M si5at, penyebab hemo5ilia A. .isebut juga antihemophili! globulin dan 5aktor antihemophili! A.

/aktor 0M
SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3). 39

Tromboplastin )lasma komponen, sebuah 5aktor koagulasi penyimpanan yang relati5 stabil dan terlibat dalam jalur intrinsik dari pembekuan. Setelah akti>asi, diakti5kan .e5isiensi 5aktor M. hasil di hemo5ilia 1. .isebut juga 5aktor Natal dan 5aktor antihemophili! 1.

/aktor M Stuart 5aktor, sebuah 5aktor koagulasi penyimpanan yang relati5 stabil dan berpartisipasi dalam baik intrinsik dan ekstrinsik jalur koagulasi, menyatukan mereka untuk memulai jalur umum dari pembekuan. Setelah diakti5kan, membentuk kompleks dengan kalsium, 5os5olipid, dan 5aktor ?, yang disebut prothrombinaseD hal ini dapat membelah dan mengakti5kan prothrombin untuk trombin. 'ekurangan 5aktor ini dapat menyebabkan gangguan koagulasi sistemik. .isebut juga )rower /aktor M0 Tromboplastin plasma yg di atas, 5aktor koagulasi yang stabil yang terlibat dalam jalur intrinsik dari koagulasiD sekali diakti5kan, itu mengakti5kan 5aktor 0M. 3ihat juga kekurangan 5aktor M0. .isebut juga 5aktor antihemophili! =. Stuart-5aktor. 1entuk yang diakti5kan disebut juga thrombokinase.

/aktor M00 2ageman 5aktorA 5aktor koagulasi yang stabil yang diakti5kan oleh kontak dengan ka!a atau permukaan asing lainnya dan memulai jalur intrinsik dari koagulasi dengan mengakti5kan 5aktor M0. 'ekurangan 5aktor ini menghasilkan ke!enderungan trombosis.

/aktor M000 /ibrin-5aktor yang menstabilkan, sebuah 5aktor koagulasi yang merubah 5ibrin monomer untuk polimer sehingga mereka menjadi stabil dan tidak larut dalam urea, 5ibrin yang memungkinkan untuk membentuk pembekuan darah. 'ekurangan 5aktor ini memberikan ke!enderungan
SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3). 40

seseorang hemorrhagi!. .isebut juga 5ibrinase dan protransglutaminase. 1entuk yang diakti5kan juga disebut transglutaminase.

BAB III PENUTUP


-.1 K#simp $an.
SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3). 41

2ematologi adalah ilmu yang mempelajari tentang darah serta jaringan yang membentuk darah. .arah merupakan bagian penting dari sistem transport. .arah merupakan jaringan yang berbentuk !airan yang terdiri dari $ bagian besar yaitu plasma darah dan bagian korpuskuli. .alam arti lain hematologi juga dikenal sebagai !abang ilmu kedokteran mengenai sel darah, organ pembentuk darah, dan kelainan yang berhubungan dengan sel serta organ pembentuk darah.

-.2 Saran. .ari pemaparan diatas, kami memberikan saran agar dalam ilmu kesehatan maupun ilmu alam lainnya penting sekali memahai anatomi sistem hematologi se!ara tepat agar terhindar dari kesalahan dalam tindakan baik itu dirumah sakit maupun di alam yang berkaitan dengan perubahan 5ungsi tubuh akibat kurangnya akti5itas positi5 untuk memberikan kesehatan terhadap jantung sebagai pusat kehidupan dan berhubungan pula dengan darah.

DAFTAR PUSTAKA
SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3). 42

=orwin, 9 elizabeth. $%%". 1uku saku )ATB/0SB3B+0. )enerbit 1uku 'edokteran *+=

)ear!e, *>elyn. $%%%. Anatomi dan 5isiologi untuk paramedis. )T +ramedia 9akarta

1uku ajar /isiologi 'edokteran, Arthur =. +uyton, M., dan 9ohn *. 2all, )h. edisi "".

httpALLwww.small!rab.!omLkesehatanL6((-mengenal-se!ara-singkat-5ungsi-dan-bagian-bagiandarah ;.iakses tanggal "7 Maret $%"& "(.4% W01<.

SISTEM HEMATOLOGI (ILMU DASAR KEPERAWATAN 3).

43