Anda di halaman 1dari 8

KALA-KALA PERSALINAN

Tanda Permulaan Persalinan Sebelum terjadi persalinan sebenarnya beberapa wanita sebelumnya wanita memasuki bulannya atau minggunya atau harinya yang disebut kala pendahuluan. Tandanya sebagai berikut: Lightening atau settling atau dropping yaitu kepala turun memasuki pintu atas panggul terutama pada primigravida. Pada multipara tidak begitu kentara. Perut kelihatan lebih melebar, fundus uteri turun. Perasaan sering atau susah kencing karena kandung kemih tertekan oleh baian terbawah janin. Perasaan sakit di perut dan di pinggang oleh adanya kontraksi lemah di uterus, disebut false labor pains. Serviks menjadi lembek, mudah mendatar, dan sekresinya bertambah bisa bercampur darah bloody show!. Tanda In-Partu "dapun tanda#tandanya adalah: $asa sakit oleh adanya his yang datang lebih kuat, sering dan teratur. %eluar lender bercampur darah yang lebih banyak karena robekan kecil pada serviks. Pada pemeriksaan dalam: serviks mendatar dan pembukaan telah ada. &imulai sejak terjadinya kontraksi uterus yang teratur dan meningkat frekuensi dan kekuatannya! hingga serviks membuka lengkap '( cm!. Terdiri atas dua fase, yaitu : a. Fase laten: &imulai sejak awal berkontraksi yang menyebabkan penipisan dan pembukaan serviks secara bertahap. )erlangsung hingga serviks membuka kurang dari 4 cm. Pada umumnya, fase laten berlangsung hampir atau hingga * jam +emanjang jika pada nulipara , -( jam dan pada multipara , '. jam b. Fase aktif: /rekuensi dan lama kontraksi uterus akan meningkat secara bertahap kontraksi dianggap adekuat jika terjadi 01 atau lebih dalam '( menit, 2 min .( detik! &ari pembukaan 4 cm hingga pembukaan lengkap 10 cm!.

A. Kala I

%ecepatan rata#rata ' cm per jam nulipara atau primigravida! atau , ' cm hingga - cm multipara!. Terjadi penurunan descent! bagian terbawah janin Terdiri dari tiga fase 3 periode: Acceleration Phase. Peningkatan bertahap dilatasi serviks, berlangsung - jam, pembukaan sampai .cm The hase of ma!imum slo e. Periode dilatasi serviks paling cepat, berlangsung - jam, pembukaan sampai 4 jam "eceleration Phase. &ilatasi serviks melambat, berlangsung - jam, pembukaan sampai '( cm.

Pekerjaan petugas medis pada kala 5 adalah mengawasi wanita in#partu sebaik# baiknya serta menanamkan semangat diri kepada wanita ini bahwa proses persalinan adalah fisiologis. Pemberian obat atau tindakan hanya dilakukan apabila perlu dan ada indikasi. #. Kala II &imulai ketika pembukaan serviks sudah lengkap '( cm! dan berakhir dengan lahirnya bayi. $ata#rata nulipara 6( menit, multipara -( menit. +emanjang jika pada nulipara ,- jam, multipara ,'jam. 7ardinal movement of labor: $ngagement : turunnya diameter biparietal diameter terbesar kepala janin! di bawah P"P "escent : bagian terbawah janin turun ke dasar panggul

Fleksi

dagu

menempel

pada

dada

sehingga

diperoleh

diameter

suboccipitobregmatik pada bagian terbawah janin %otasi internal : kepala bergerak ke depan sampai di bawah simfisis pubis $kstensi : setelah mencapai vulva, kepala mengalami ekstensi sehingga bagian dasar kepala kontak langsung dengan tepi bawah simfisis pubis %otasi eksternal : jika pada awalnya kepala mengarah ke kiri, rotasi eksternal juga ke arah kiri dari tuberositas iskial $ks ulsi : lahirnya bahu depan di bawah simfisis pubis dan diikuti dengan bahu belakang.

Pada permulaan kala 55 umumnya kepala janin telah masuk dalam ruang panggul. %etuban yang menonjol biasanya akan pecah sendiri. )ila belum pecah, harus

dipecahkan. 8is datang lebih sering dan lebih kuat, lalu timbullah his mengedan. Penolong harus telah siap untuk memimpin persalinan. "da - cara ibu mengedan: Letak berbaring memangkul kedua pahanya dengan kedua lengan samapai batas siku. %epala diangkat sedikit hingga dagu mengenai dada. +ulut dikatup. &engan sikap sepeeti diatas, tetapi badan miring kea rah panggung janin berada dan hanya satu kaki yang dirangkul, yaitu yang sebelah atas. 9ntuk melakukan asuhan persalinan normal "P:! dirumuskan 6* langkah asuhan persalinan normal sebagai berikut: '. -. +endengar ; +elihat "danya Tanda Persalinan %ala &ua. +emastikan kelengkapan alat pertolongan persalinan termasuk mematahkan ampul oksitosin ; memasukan alat suntik sekali pakai -< ml ke dalam wadah partus set. 0. .. 6. =. >. *. 4. +emakai celemek plastik. +emastikan lengan tidak memakai perhiasan, mencuci tangan dgn sabun ; air mengalir. +enggunakan sarung tangan &TT pada tangan kanan yg akan digunakan untuk pemeriksaan dalam. +engambil alat suntik dengan tangan yang bersarung tangan, isi dengan oksitosin dan letakan kembali kedalam wadah partus set. +embersihkan vulva dan perineum dengan kapas basah dengan gerakan vulva ke perineum. +elakukan pemeriksaan dalam # pastikan pembukaan sudah lengkap dan selaput ketuban sudah pecah. +encelupkan tangan kanan yang bersarung tangan ke dalam larutan klorin (,6?, membuka sarung tangan dalam keadaan terbalik dan merendamnya dalam larutan klorin (,6?. '(. +emeriksa denyut jantung janin setelah kontraksi uterus selesai @ pastikan &AA dalam batas normal '-( @ '=( 13menit!. ''. +emberi tahu ibu pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik, meminta ibu untuk meneran saat ada his apabila ibu sudah merasa ingin meneran. '-. +eminta bantuan keluarga untuk menyiapkan posisi ibu untuk meneran Pada saat ada his, bantu ibu dalam posisi setengah duduk dan pastikan ia merasa nyaman. '0. +elakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran.

'.. +enganjurkan ibu untuk berjalan, berjongkok atau mengambil posisi nyaman, jika ibu belum merasa ada dorongan untuk meneran dalam =( menit. '6. +eletakan handuk bersih untuk mengeringkan bayi! di perut ibu, jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 6 @ = cm. '=. +eletakan kain bersih yang dilipat '30 bagian bawah bokong ibu '>. +embuka tutup partus set dan memperhatikan kembali kelengkapan alat dan bahan '*. +emakai sarung tangan &TT pada kedua tangan. '4. Saat kepala janin terlihat pada vulva dengan diameter 6 # = cm, memasang handuk bersih untuk menderingkan janin pada perut ibu. -(. +emeriksa adanya lilitan tali pusat pada leher janin -'. +enunggu hingga kepala janin selesai melakukan putaran paksi luar secara spontan. --. Setelah kepala melakukan putaran paksi luar, pegang secara biparental. +enganjurkan kepada ibu untuk meneran saat kontraksi. &engan lembut gerakan kepala kearah bawah dan distal hingga bahu depan muncul dibawah arkus pubis dan kemudian gerakan arah atas dan distal untuk melahirkan bahu belakang. -0. Setelah bahu lahir, geser tangan bawah kearah perineum ibu untuk menyanggah kepala, lengan dan siku sebelah bawah. Bunakan tangan atas untuk menelusuri dan memegang tangan dan siku sebelah atas. -.. Setelah badan dan lengan lahir, tangan kiri menyusuri punggung kearah bokong dan tungkai bawah janin untuk memegang tungkai bawah selipkan ari telinjuk tangan kiri diantara kedua lutut janin! -6. +elakukan penilaian selintas : a. "pakah bayi menangi kuat dan atau bernapas tanpa kesulitanC b. "pakah bayi bergerak aktif C -=. +engeringkan tubuh bayi nulai dari muka, kepala dan bagian tubuh lainnya kecuali bagian tangan tanpa membersihkan verniks. Banti handuk basah dengan handuk3kain yang kering. +embiarkan bayi atas perut ibu. ->. +emeriksa kembali uterus untuk memastikan tidak ada lagi bayi dalam uterus. -*. +emberitahu ibu bahwa ia akan disuntik oksitasin agar uterus berkontraksi baik. -4. &alam waktu ' menit setelah bayi lahir, suntikan oksitosin '( unit 5+ intramaskuler! di '30 paha atas bagian distal lateral lakukan aspirasi sebelum menyuntikan oksitosin!.

0(. Setelah - menit pasca persalinan, jepit tali pusat dengan klem kira#kira 0 cm dari pusat bayi. +endorong isi tali pusat ke arah distal ibu! dan jepit kembali tali pusat pada - cm distal dari klem pertama. 0'. &engan satu tangan. Pegang tali pusat yang telah dijepit lindungi perut bayi!, dan lakukan pengguntingan tali pusat diantara - klem tersebut. 0-. +engikat tali pusat dengan benang &TT atau steril pada satu sisi kemudian melingkarkan kembali benang tersebut dan mengikatnya dengan simpul kunci pada sisi lainnya. 00. +enyelimuti ibu dan bayi dengan kain hangat dan memasang topi di kepala bayi. 0.. +emindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 6 #'( cm dari vulva 06. +eletakan satu tangan diatas kain pada perut ibu, di tepi atas simfisis, untuk mendeteksi. Tangan lain menegangkan tali pusat. 0=. Setelah uterus berkontraksi, menegangkan tali pusat dengan tangan kanan, sementara tangan kiri menekan uterus dengan hati#hati kearah doroskrainal. Aika plasenta tidak lahir setelah 0( @ .( detik, hentikan penegangan tali pusat dan menunggu hingga timbul kontraksi berikutnya dan mengulangi prosedur. 0>. melakukan penegangan dan dorongan dorsokranial hingga plasenta terlepas, minta ibu meneran sambil penolong menarik tali pusat dengan arah sejajar lantai dan kemudian kearah atas, mengikuti poros jalan lahir tetap lakukan tekanan dorso#kranial!. 0*. Setelah plasenta tampak pada vulva, teruskan melahirkan plasenta dengan hati# hati. )ila perlu terasa ada tahanan!, pegang plasenta dengan kedua tangan dan lakukan putaran searah untuk membantu pengeluaran plasenta dan mencegah robeknya selaput ketuban. 04. Segera setelah plasenta lahir, melakukan masase pada fundus uteri dengan menggosok fundus uteri secara sirkuler menggunakan bagian palmar . jari tangan kiri hingga kontraksi uterus baik fundus teraba keras! .(. Periksa bagian maternal dan bagian fetal plasenta dengan tangan kanan untuk memastikan bahwa seluruh kotiledon dan selaput ketuban sudah lahir lengkap, dan masukan kedalam kantong plastik yang tersedia. .'. Dvaluasi kemungkinan laserasi pada vagina dan perineum. +elakukan penjahitan bila laserasi menyebabkan perdarahan. .-. +emastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak terjadi perdarahan pervaginam. .0. +embiarkan bayi tetap melakukan kontak kulit ke kulit di dada ibu paling sedikit ' jam.

... Setelah satu jam, lakukan penimbangan3pengukuran bayi, beri tetes mata antibiotik profilaksis, dan vitamin %' ' mg intramaskuler di paha kiri anterolateral. .6. Setelah satu jam pemberian vitamin %' berikan suntikan imunisasi 8epatitis ) di paha kanan anterolateral. .=. +elanjutkan pemantauan kontraksi dan mencegah perdarahan pervaginam. .>. +engajarkan ibu3keluarga cara melakukan masase uterus dan menilai kontraksi. .*. Dvaluasi dan estimasi jumlah kehilangan darah. .4. +emeriksakan nadi ibu dan keadaan kandung kemih setiap '6 menit selama ' jam pertama pasca persalinan dan setiap 0( menit selama jam kedua pasca persalinan. 6(. +emeriksa kembali bayi untuk memastikan bahwa bayi bernafas dengan baik. 6'. +enempatkan semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin (,6? untuk dekontaminasi '( menit!. 7uci dan bilas peralatan setelah di dekontaminasi. 6-. )uang bahan#bahan yang terkontaminasi ke tempat sampah yang sesuai. 60. +embersihkan ibu dengan menggunakan air &&T. +embersihkan sisa cairan ketuban, lendir dan darah. )antu ibu memakai memakai pakaian bersih dan kering. 6.. +emastikan ibu merasa nyaman dan beritahu keluarga untuk membantu apabila ibu ingin minum. 66. &ekontaminasi tempat persalinan dengan larutan klorin (,6?. 6=. +embersihkan sarung tangan di dalam larutan klorin (,6? melepaskan sarung tangan dalam keadaan terbalik dan merendamnya dalam larutan klorin (,6? 6>. +encuci tangan dengan sabun dan air mengalir. 6*. +elengkapi partograf. &. Kala III &imulai setelah lahirnya bayi dan berakhir dengan lahirnya plasenta dan selaput ketuban. Setelah bayi lahir, kontraksi rahim istirahat sebentar. 9terus teraba keras dengan fundus uteri setinggi pusat, dan berisi plasenta yang menjadi tebal - kali sebelumnya. )eberapa saat kemudian, timbul his pelepasan dan pengeluaran plasenta. &alam waktu '#6 menit seluruh plasenta terlepas, terdorong ke dalam vagina dan akan lahir spontan atau dengan sedikit dorongan dari atas simfisis atau fundus uteri. Seluruh proses biasanya berlangsung 6#0( menit setelah bayi lahir. Pengeluaran plasenta disertai dengan pengeluaran darah kira#kira '((#-(( cc. Pengawasan pada kala pelepasan dan pengeluaran plasenta cukup penting, karena kelalaian dapat menyebabkan resiko perdarahan yang dapat membawa kematian.

Tujuan manajemen aktif kala tiga adalah untuk menghasilkan kontraksi uterus yang lebih efektif sehingga dapat mempersingkat waktu, mencegah perdarahan dan mengurangi kehilangan darah kala tiga persalinan jika dibandingkan dengan penatalaksanaan fisiologis. +anajemen aktif kala tiga terdiri dari tiga langkah utama: '. pemberian suntikan oksitosin '( unit 5+ pada '30 bagian atas paha bagian luar rektus lateralis! dalam ' menit pertama setelah bayi lahir -. melakukan penegangan tali pusat terkendali 0. masase fundus uteri. ". Kala I' "dalah kala pengawasan selama - jam setelah bayi lahir dan plasenta lahir untuk mengamati keadaan ibu terutama terhadap bahaya perdarahan postpartum. 8al#hal pokok yang harus di monitor pada kala 5E adalah: %ontraksi rahim: baik atau tidak dapat diketahu dengan palpasi. )ila perlu lakukanlah massage dan berikan uterus tonika: methergen, ermetrin, dan pitosin. Perdarahan: ada atau tidak, banyak atau biasa. %andung kencing hraus kosong, kalau penuh ibu disuruh kencing atau kalau tidak bisa lakukan kateter. Luka#luka: jahitannya baik atau tidak, ada perdarahan atau tidak. Plasenta dan selaput ketuban harus lengkap. %eadaan umum ibu: tensi, nadi, pernapasan, rasa sakit )ayi dalam keadaan baik.

Pemantauan pada %ala 5E ini sangat penting, terutama untuk menilai deteksi dini risiko atau kesiapan penolong mengantisipasi komplikasi perdarahan pascapersalinan. Pemantauan kala 5E dilakukan setiap '6 menit dalam ' jam pertama setelah melahirkan, dan setiap 0( menit pada satu jam berikutnya. )ila timbul masalah selama kala 5E, tuliskan jenis dan cara menangani masalah tersebut pada bagian masalah kala 5E. Selain itu pada %ala 5E ini dilakukan 5nisiasi +enyusui &ini.

Anda mungkin juga menyukai