Anda di halaman 1dari 6

1

BAB I PENDAHULUAN

Setiap makhluk hidup tersusun atas berbagai senyawa, termasuk protein. Protein adalah rangkaian asam amino atau polipeptida yang memiliki beragamberat molekul, sehingga memiliki sifat yang juga beragam(1) . Protein tersusun dari 50% C, 7% H, 23% O, 16% N dan 0%-3% S atau F. Pada rantai polipeptida banyak terdapat gugus C=O dan N-H yang dapat saling berikatan satu sama lain dengan membentuk ikatan hidrogen. Dalam tubuh manusia, protein memiliki peran penting sebagai zat penyusun dan pembentukkan sel-sel tubuh. Selain itu, protein memiliki beragam jenis yang memiliki fungsi masing-masing, contohnya: protein berupa enzim yang berfungsi sebagai biokatalis, protein berupa Hb yang berfungsi untuk mengangkut O2 dan protein berupa antigen yang berfungsi untuk melawan bakteri. Protein juga berfungsi sebagai sumber energi setelah karbohidrat dan lemak. Susunan asam amino yang membentuk protein akan menentukan sifat genetik manusia. Protein terbagi menjadi dua, yaitu protein essensial dan protein nonessensial. Protein essensial adalah protein yang didapatkan dari sumber di luar tubuh, seperti zat-zat makanan. Sementara, protein non-essensial diproduksi di dalam tubuh. Proses produksi protein disebut sintesis protein. Dalam makalah ini, kami akan membahas mengenai proses sintesis protein.

1. Anna Poedjiadi, F.M TitinSupriyanti

BAB II PEMBAHASAN

Dalam kehidupan, makhluk hidup terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan dan perkembangan didukung oleh berbagai zat atau senyawa. Salah satu senyawa penyusun tubuh yang berperan penting untuk proses perkembangan dan pertumbuhan adalah protein. Oleh karena itu, protein diproduksi secara berkala di dalam tubuh melalui suatu proses yang disebut sebagai sintesis protein. Pada proses sintesis protein, DNA dan RNA turut berperan. DNA adalah asam nukleat penyusun tubuh dengan struktur rantai double-helix yang terdapat di dalam nukleus. DNA terdiri dari basa purin (adenine dan guanin) dan pirimidin (sitosin dan timin) yang saling berpasangan dan memiliki ikatan hidrogen. DNA memiliki kemampuan untuk bereplikasi dengan cara memutuskan rantai doublehelixnya. Susunan basa purin dan pirimidin pada DNA akan menentukan urutana sam amino dalam pembentukan protein, hal tersebut yang menggambarkan peran DNA dalam sintesis protein. Berbeda dengan DNA, RNA memiliki basa penyusun pirimidin berupa sitosin dan urasil. Sementara, basa purin yang dimiliki sama dengan DNA (adenine dan guanine). RNA terdiri dari RNA duta, RNA ribosom dan RNA transfer dengan spesifikasi fungsi, sebagai berikut: 1. RNA duta (dRNA) berfungsi sebagai pola cetakan berupa kode-kode genetik yang akan diterjemahkan oleh tRNA menjadi rangkaian asam amino. 2. RNA transfer (tRNA) berfungsi untuk membawa asam amino yang sesuai dengan kode genetik di dRNA 3. RNA ribosom (rRNA) yang melekat pada dRNA berfungsi untuk memudahkan perlekatan yang spesifik antara tRNA dengan kodon mRNA

selama sintesis protein dan membaca kode genetik yang dibawa oleh kodon. Sintesis Protein terbagi 2, yaitu sintesis protein pada sel prokariotik dan sintesis protein pada sel eukariotik.

Sintesis Protein Pada Prokariotik Sintesis protein pada sel prokariotik terjadi secara sederhana. Proses transkripsi dan translasi terjadi secara simultan. Sel prokariotik hanya memiliki satu tipe RNA polimerase yang mensintesis tidak saja dRNA tetapi juga tipe RNA lain yang berfungsi dalam sintesis protein. Dalam prokariota RNA polimerase secara khusus mengenali dan mengikatkan dirinya dengan promotornya. Pada sel prokariotik transkripsi biasanya berhenti tepat pada akhir sinyal terminasi, yaitu ketika polimerase mencapai titik tersebut (polimerase melepas RNA dan DNA).

Sintesis Protein Pada Eukariotik Secara umum, sintesis protein dibagi menjadi 2 tahap, yaitu transkripsi (pencetakan) dan translasi (penerjemahan). Transkripsi merupakan proses pencetakan rantai DNA sense menjadi rantai RNA duta (dRNA). Proses transkripsi diawali oleh pemutusan ikatan ganda heliks DNA dengan bantuan enzim ligase. Rantai DNA yang telah terputus akan menjadi pola untuk pencetakan basa dRNA. Pencetakan dRNA yang terjadi di nucleus dibantu oleh enzim RNA polimerase. Proses transkripsi terbagi menjadi 3 tahapan, antara lain: inisiasi, elongasi dan terminasi. Pada transkripsi, proses inisiasi ditandai dengan menempelnya RNA polymerase pada promoter (kodon start). RNA polymerase terus bergerak sepanjang rantai DNA sehingga menghasilkan rantai RNA yang mengandung urutan basa nitrogen.

Setelah hasil transkripsi mencapai 30 buah, proses transkripsi berhenti. dRNA yang telah terbentuk berpisah dengan DNA. dRNA yang telah terbentuk akan menuju ke sitoplasma melalui pori-pori membran nukleus. Sementara, rantai DNA yang telah terputus akan tersambung kembali. Basa yang terdapat pada dRNA merupakan kode genetic. Posisi 3 genetik yang saling berdekatan disebut kodon. Translasi adalah proses penerjemahan kodon pada dRNA menjadi asam amino yang terjadi di sitoplasma melalui bantuan tRNA dan rRNA. Pada prosesnya, translasi terdiri dari 3 tahap, antara lain: inisiasi, elongasi dan terminasi. dRNA yang telah dilepas dari nucleus bergerak menuju sitoplasma dan melekat pada ribosom. Dalam tahap inisiasi, ribosom membaca kode genetic pada kodon. tRNA akan membawa asam amino yang sesuai dengan kode genetic yang telah dibaca oleh ribosom (rRNA). Pembacaan kode genetik pada kodon ini berlangsung secara bertahap. Sebagai contoh, ketika kodon I terbaca ribosom (misalnya kodon AUG), tRNA masuk ke celah ribosom dengan membawa anti kodon UAC dan asam amino metionin datang. Ribosom (rRNA) terus membaca kodon-kodon pada dRNA. Kodonkodon dRNA yang telah terbaca, diterjemahkan menjadi asam amino-asam amino oleh tRNA. Asam amino-asam amino yang telah terbentuk akan ditambahkan setelah metionin sehingga membentuk rangkaian polipeptida. Proses penambahan asam amino-asam amino disebut sebagai elongasi. Tahap akhir translasi adalah terminasi. Elongasi berlanjut hingga ribosom mencapai kodon stop. Triplet basa kodon stop adalah UAA, UAG, dan UGA. Kodon stop berfungsi sebagai sinyal untuk menghentikan proses translasi. Kemudian, faktor pembebas (Releasing Factor = RF) yaitu protein dalam sitoplasma muncul dan membebaskan rangkaian asam amino atau polipeptida yang terbentuk untuk diproses menjadi protein. Sementara ribosom mengalami pelepasan menjadi subunit besar dan kecil, kemudian kembali ke sitosol untuk memulai translasi berikutnya.

BAB III KESIMPULAN

Untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan, makhluk hidup memerlukan zat-zat penyusun tubuh, salah satunya adalah protein.Protein adalah rangkaian polipeptida atau asam amino. Protein bias didapatkan melalui penyerapan sari-sari makanan dan sintesis protein. Sintesis protein adalah proses produksi protein non-essensial yang terjadi di dalam tubuh.Sintesis protein terjadi pada sel prokariotik dan sel eukariotik. Sintesis protein terdiri atas dua proses utama, yaitu transkripsi dan translasi. Proses sintesis protein pada sel prokariotik lebih sederhana daripada proses sintesis protein pada sel eukariotik. Proses transkripsi dan transasi berlangsung secara simultan. Pada sel eukariotik, proses transkripsi dan translasi berlangsung secara bertahap. Transkripsia dalah proses pencetakan dRNA berdasarkan pola DNA sense. Pada proses translasi, kode genetik pada dRNA yang telah tercetak dibawa ke sitoplasma untuk diterjemahkan atau ditranslasikan menjadi asam amino.

DAFTAR PUSTAKA

http://books.google.co.id/books?id=F13RgtrhNc8C&pg=PA52&lpg=PA52&dq=a natomi+dan+fisiologi+untuk+pemula- ( diakses pada tanggal 5 September 2012) Anna Poedjiadi, F.M TitinSupriyanti. Dasar-DasarBiokimia. 1994. Jakarta :UIPress. http://books.google.co.id/books?id=pKwAI40ydccC&printsec=frontcover&dq=ce rdas+belajar+biologi+oman+karmana+grafindo&source=bl&ots=DLvre-EDU&sig=LPRErwWhGBptnYyUdfDvuz3Egk&hl=id&sa=X&ei=ObBIUKiqGMPMrQf30YDwCA&ved=0CCkQ6AEwA A#v=onepage&q=cerdas%20belajar%20biologi%20oman%20karmana%20grafin do&f=false (diakses pada tanggal 6 September 2012)