Anda di halaman 1dari 29

A.

Tumor Otak

1. DEFINISI Tumor otak atau tumor serebri adalah neoplasma yang berasal dari sel saraf, neuroepitelium, sel glia, saraf kranial, pembuluh darah , kelenjar pineal, hipofisis (Dona L. wong,2002). Tumor otak merupakan salah satu tumor susunan saraf pusat, baik ganas maupun tidak. Tumor ganas di susunan saraf pusat adalah suatu proses neoplastik yang terdapat dalam ruangan intrakranial atau dalam kranial spinalis, yang mempunyai sebagian atau seluruh sifat sifat proses ganas spesifik seperti yang berasal dari sel sel saraf meningen otak, termasuk juga tumor yang berasal dari sel penunjang ( neuroglia), sel epitel pembuluh darah, dan selaput otak ( !adomosantjojo, 20"2). Tumor otak dapat dikonseptualisi menurut 2 bentuk, yaitu# ". $nfiltratif tumor jaringannya. 2. &oninfiltratif tumor # terselubung dan berdiferensisi yang menyebebakan tidak berfungsinya jaringan disekitar otak karena ada tekanan. Tumor dapat di klasifikasikan menjadi 2, yaitu# ". 'alignan # menunjukan bahwa sel tumor ini menginfasi jaringan lain dan seperti bertumbuh kembali atau menyebar. 2. (enign # menggambarkan tumbuhnya sel yang biasanya dikelilingi oleh kapsul fibris dan merupakan tipe yang tidak mengin)asif dan tidak menyebar . # menginfiltrasi area di sekitar otak dan menghan%urkan

2.

ANATOMI DAN FISIOLOGI

*tak terdiri dari + bagian, yaitu# 1. *tak besar (,erebrum) Terbagi atas dua hemisfer yang dipisahkan oleh fisura longitudinal yang di kiri dan kanan, ada - lobus yang terdapat pada otak besar. a. Lobus frontalis .ungsi# /ognitif tingkat tinggi seperti konsentrasi berfikir abstraksi pengontrolan

eksekutif - 0ebagai penyimpanan memori - 'engontrol pergerakan mata - 'empengaruhi kontrol motor somatik dari aktifitas seperti1 bernafas, gastrointestinal dan tekanan darah - 'engontrol berbi%ara dalam hemisfer dominan (hemisfer kiri) 2rea yang penting di lobus frontal disebut area bro%a, lokasinya terdapat di girus frontal inferior diklasifikasi sebagai area asosiasi (area pusat perkumpulan) karena area ini penting untuk pengontrolan berbi%ara. /erusakan di area ini dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk mengungkapkan pemikirannya. b. Lobus parietal Terdapat di daerah posterior dari fisura tengah merupakan pusat sensorik dibagi menjadi + area yaitu, area motorik, premotor dan somato sensorik.

%. Lobus temporalis 'erupakan pusat pendengaran . terdapat area assosiasi pendengaran yang berada di superior girus temporal. Disebut juga area 3ernike. 2rea ini adalah area terbesar di hemisfer kiri. 4ika area wernike rusak pada seseorang yang diu%apkan terdengar tetapi tidak dapat dimengerti atau tidak dapat mengerti apa yang dibi%arakan orang lain. 2da juga area penting yang terdapat di temporalis seperti area interpretif yang berlokasi di supra marginal dan girus angular dari lobus temporal. 2rea ini merupakan area penghubung lobus temporal, parietal dan oksipitalis dan sekaligus penggabungan area somato sensori pendengaran serta area asosiasi )isual dan berperan penting dalam )isualisasi pendengaran persepsi penghidu, belajar, mengingat dan emosi.
3

d. Lobus oksipitalis 'erupakan pusat )isualisasi yang didalamnya terdapat area assosiasi )isual. .ungsi utama dari lobus ini adalah persepsi )isual beberapa refle5 )isual dan pergerakan mata se%ara in)olunter.

2. *tak /e%il (0erebellum) 0erebellum terletak di dalam fossa kranii posterior dan ditutupi oleh duramater yang disebut tentorium, yang memisahkannya dari bagian posterior serebellum. 0erebellum terdiri dari bagian tengah ()ermis) dan dua hemisfer lateral. 0erebellum dihubungkan dengan batang otak oleh tiga berkas serabut yang dinamakan pedunkulus. 0emua akti)itas serebellum berada di bawah kesadaran. .ungsi utamanya adalah sebagai pusat refleks yang mengkoordinasi dan memperhalus gerakan otot, serta mengubah tonus dan kekuatan kontraksi untuk mempertahankan keseimbangan dan sikap tubuh.

3. (atang *tak ((rainstem) (atang otak dibagi menjadi + bagian diantaranya1 a) 'esen%ephalon ('idbrain) 'erupakan bagian otak yang pendek dan terkontriksi yang menghubungkan pons dan serebellum. .ungsi mesensephalon yaitu sebagai jalur penghantar dan pusat refleks. Di dalam mesensephalon mengandung substansi nigra yang merupakan area neuron berpigmen yang penting dalam fungsi motorik serta nukleus merah yaitu masa neuron berbentuk o)al berwarna merah mudah, dan berperan dalam tonus otot. b) !ons
4

Terdiri dari substansi alba yang menghubungkan medulla dengan berbagai bagian otak melalui pedunkulus %erebralis yaitu dua berkas serabut silindris yang terbentuk dari traktus a%endens dan de%endens yang membentuk bagian dasar mesen%ephalon. !ons juga merupakan pusat respiratorik, pengatur frekuensi dan perjalanan pernafasan. %) 'edulla oblongata (erawal dari pons hingga foramen magnum. (agian depan medulla terdapat pyramid (tonjolan substansi putih, yang merupakan lanjutan dari akson daripada pedunkulus %erebri) sedangkan bagian belakang merupakan lanjutan traktus sensorik. Di pusat medulla terdapat nukleolus yang berperan dalam pengendalian fungsi seperti1 frekuensi jantung, tekanan darah, batuk, pernafasan, menelan dan muntah.

4enis jenis tumor otak menurut 36* berdasarkan klasifikasi histogenetik# a) Tumor tumor jaringan &euroepithelial# a. 2stro%yti% tumor terdiri dari1 !ilo%yti% astro%ytoma (grade $) Disebut juga pilo%yti% astro%ytoma 4u)enile, tumor ini termasuk kategori tumor benign di antara semua jenis tumor astro%yti%. 2stro%ytoma Diffuse (grade $$) 2stro%ytomas %enderung menyerang jaringan di sekitarnya dan tumbuh pada ke%epatan yang relatif lambat. 2stro%ytoma anaplastik (grade $$$)

4arang memerlukan pengobatan yang agresif dibandingkan astro%ytoma pilo%yti% jinak. 7lioblastoma multiforme (grade $8) glioblastoma multiforme (7(') merupakan glioma yang merusak dan fatal, yang pada umumnya timbul setelah indi)idu berusia lanjut. 7(' biasanya berukuran besar, stadium - tumor ini berkmbang se%ara %epat, yang gejalanya timbul setelah beberapa minggu. pengangkatan tumor melalui bedah tidak membuat pasien sepenuhnya sembuh karena tumor ini sudah menyebar dan sangat ganas. 'eskipun dengan radioterapi pasien kemungkinan besar akan meninggal dalam waktu 9 "2 bulan setelah pembedahan. 0ubependymal giant %ell astro%ytoma 'erupakan tumor )entrikel yang berhubungan dengan sklerosis T(

b. *ligo dendrodial tumor terdiri dari1 *ligodendroglioma (grade $$) *ligodendroglioma tumbuh dan menyebar perlahan dan sel sel tumornya terlihat sama dengan sel sel yang normal. 4enis tumor yang paling sering terbentuk di otak besar. *ligodendroglioma sering terjadi pada orang dewasa. 7ejala gejala yang tampak seperti# kejang,sakit kepala, perubahan perilaku dan kognitif, kelemahan atau kelumpuhan. 2naplasti% oligoastro%ytoma (grade$$$) *ligodendroglioma anaplastik tumbuh %epat dan sel sel tumor terlihat sangat berbeda dari sel normal. $ni dapat tumbuh di satu tempat atau di banyak tempat di seluruh otak dan paling sering terjadi di otak besar.
6

%. 'i5ed gliomasterdiri dari1 *ligoastro%ytoma (grade $$) !ertumbuhnya lambat dan sel sel tumor tidak terlihat sama dari sel normal sering di temukan di lobus frontal dan juga lobus temporal 2naplasti% oligoastro%ytoma (grade$$$) 0el sel tumornya terlihat sangat berbeda dari sel normal sering terjadi pada otak besar

d. Tumor tumor :pendymal keganasan langka yang timbul dari sel sel yang melapisi )entrikel dan kanal sentral dari sumsum tulang belakang. :pendymoma (kelas $ atau $$)# tumbuh lambat dan sel sel tumornya terlihat sama denga sel normal. 2da dua jenis kelas $# ependymoma ependymoma my5opapillary dan subependymoma. Tumor ini paling umum pada orang dewasa. 2 grade $$ ependymoma tumbuh di )entrikel dan jalan yang menghubungkan atau di sumsum tulang belakang. 6al ini paling sering terjadi pada anak anak dan dewasa muda dan pada orang dengan tipe neurofibromatosis 2 (&.2). 2naplastik ependymoma (kelas $$$)# tumbuh sangat %epat dan memiliki prognosis buruk.

%) Tumor tumor ,horoid ple5us ,horoid ple5us merupakan jaringan normal di otak yang memproduksi %airan tulang belakang otak (,0.). Tumor %horoid ple5us terdiri dari 2, yaitu1 ,horoid ple5us papilloma merupakan tumor jinak ,horoid ple5us %ar%inoma merupakan tumor ganas, sering terjadi pada anak anak yang usianya dibawa "; tahun d) Tumor tumor !ineal paren%hymal !ineo%ytomas (kelas $$)#tumor yang tumbuh lambat yang terjadi paling sering pada orang dewasa. !ineoblastomas (kelas $8)# tumor langka yang sangat mungkin menyebar. 4enis tumor yang paling umum pada anak anak.

e) Tumor tumor :mbryonal terdiri dari1 < 'edulloblastoma


tumor yg tumbuh di sel2 otak ke%il, kadang kadang tumor ini juga menyebar ke

sumsung tulang belakang kelenjar getaa bening hati dan paru paru.

< !rimiti)e neuroe%todermal tumor (!&:T)


berkembang dari sel sel yang tersisa dari tahap awal perkembangan bayi dalam kandungan. (iasanya sel sel ini tidak berbahaya. Tapi kadang kadang mereka berubah menjadi kanker. /anker ini lebih sering terjadi pada anak anak daripada orang dewasa.

f) Tumor tumor meningeal < 'eningioma Termasuk kedalam tumor jinak, dengan pertumbuhan tumor yang lambat dan biasanya terjadi di daerah intra%ranial, meningen otak, medula spenalis, dan sumsum tulang belakang. tumor ini jarang terjadi di ekstrakarnial kalaupun terjadi di ekstrakranial tumor ini menyerang pada daerah di dasar tulang tengkorak, hidung, orbita, sinus paranasal, telinga tengah, leher, kelenjer parotis dan kulit. 'eningioma merupakan tumor yang berasal dari meninges < Tumor meningeal lainnya.

g) !rimary ,&0 Lymphoma h) Tumor tumor 7erm %ells. berasal dari sel germinal, sel sel yang berfungsi untuk membentuk sperma di testis atau telur dalam o)arium. 4enis tumor germ %ell termasuk germinomas, karsinoma sel embrional, koriokarsinoma, dan teratoma. Tumor ini dapat terjadi di mana saja dan dapat berupa jinak atau ganas. Di otak, tumor ini biasanya terbentuk di tengah, dekat kelenjar pineal, dan dapat menyebar ke bagian lain dari otak dan sumsum tulang belakang. (anyak terjadi pada anak anak. i) Tumors of the sellar region

j) (rains metastases of the systemi% %an%ers

3. ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO


9

Faktor risiko !aparan radiasi !aparan radiasi dari dosisi tinggi = >ay (seperti terapi radiasi pada area kepala) dan sumber lainnya dapat menyebabkan kerusakan sel yang mengarah ke tumor. *rang orang terkena radiasi mungkin memiliki peningkatan risiko tumor otak, seperti meningioma atau glioma. Faktor predisposisi a. 6erediter 0indrom herediter seperti )on >e%klinghausen?s Disease, tuberous s%lerosis, retinoblastoma, multiple endo%rine neoplasma bisa meningkatkan resiko tumor otak. 7en yang terlibat bisa dibahagikan pada dua kelas iaitu tumor @suppressor genes dan on%ogens. 0elain itu, sindroma seperti Tur%ot dapat menimbulkan ke%enderungan genetik untuk glioma tetapi hanya 2A. ( 'ehta, 20"") b. 0ubstansi substansi /arsinogenik !enyelidikan tentang substansi karsinogen sudah lama dan luas dilakukan. /ini telah diakui bahwa ada substansi yang karsinogenik seperti nitrosamides dan nitrosoureas yang bisa menyebabkan tumor system saraf pusat ( !etro)i%h, et al., 200+., 'ardjono, 2000) %. 8irus $nfeksi )irus juga diper%ayai bisa menyebabkan tumor otak. ,ontohnya, virus Epseien-barr. (/auffman, 200B) d. 7aya 6idup penelitian telah menunjukkan bahwa makanan seperti makanan yang diawetkan, daging asap atau a%ar tampaknya berkorelasi dengan peningkatan risiko tumor otak.
10

Di samping itu, risiko tumor otak menurun ketika indi)idu makan lebih banyak buah dan sayuran. (0tark 8an%e, et al., 20"")

. MANIFESTASI KLINIS !TANDA DAN GE"ALA# Tumor otak menunjukan manifestasi klinis yang dapat menyebabkan peningkatan intrakranial. !engaruhnya adalah# 7angguan keseimbangan yang nyata antara otak, %airan serebrospinal, dan darah serebral yang semuanya terletak di dalam tengkorak . gejala yang ditimbulkan adalah# a. &yeri kepala b. 'untah c. !apiledema d. Lokalisasi gejala dimana terjadi gejala yang spesifik yang sesuai dengan daerah gangguan otak yang terkena dan menunjukan tanda tanda seperti, ketidaknormalan sensorik dan motorik, perubahan penglihatan, perubahan kepribadian dan kejang. Lokasi tumor dapat di tentukan pada bagiannya dengan mengidentifikasi fungsi yang dipengaruhi dengan adanya tumor. Tumor korteks motorik, memiliki manifestasi klinis seperti kejang yang terletak pada satu sisi tubuh (kejang 4a%ksonian) Tumor lobus oksipitalis, memiliki manifestasi klinis seperti hilangnya penglihatan pada setengah lapang pandang pada sisi yang berlawanan dari tumor (hemianopsia homonimus kontralateral) Tumor serebelum, menyebebkan pusing, ataksia, otot@otot tidak terkoordinasi dan nistagmus biasanya menunjukan gerakan horiContal
11

Tumor lobus frontal, menyebabkan gangguan kepribadin, perubahan status emosianal ke tingkah laku, dan disintegrasi perilaku mental. !asien kurang merawat diri dan terkadang menggunakan bahasa yang tidak senonoh.

Tumor sudut serebelopontin, memberi rangkaian gejala yang timbul seperti tinitus dan kelihatan )ertigo yang dapat mengarah ke tuli (gangguan fungsi dari saraf kedelapan), selanjutnya kesemutan dan rasa gatal gatal pada wajah dan lidah (keterlibatan saraf kelima) dan terjadi kelemahan atau paralisis (keterlibatan saraf %ranial ketujuh). 2khirnya, karena pembesaran tumor menekan serebellum mungkin, ada abnormalitas pada fungsi motorik.

Tumor intrakranial dapat mengakibatkan gangguan kepribadian, konfusi, gangguan fungsi bi%ara dan gangguan gaya berjalan, terutama pada pasien lansia. 'enigioma, glioblastoma, dan metastase serebral dari bagain lain merupakan tumor yang sering mun%ul.

$. %ATOFISIOLOGI !enyebab tumor otak belum di ketahui se%ara pasti namun faktor risiko seperti paparan radiasi langsung se%ara terus menerus dapat merangsang sel sel glia pada otak yang bertumbuh se%ara abnormal yang dengan sangat %epat pada daerah sentral ner)us system akan terus mendesak jaringan otak yang sehat disekitarnya dan mengakibatkan gangguan neurologis. 0elain itu faktor predisposisi seperti riwayat keluarga, ras, gender, dan usia dapat juga mengakibatkan timbulnya tumor. Tumor selalu betumbuh membentuk menjadi sebuah massa dan dapat saja membesar bahkan tumbuh menyebar masuk ke dalam jaringan. 2pabila hal ini terjadi dapat menyebabkan komplikasi. 2pabila tumor ini terus menekan jaringan disekitar otak maka %airan yang terdapat dalam intra)askular keluar ke jaringan otak yang dapat meningkatkan )olume intrakranial sehingga menimbulkan peningkatan tekanan intrakranial. &amun tubuh akan mengkompensasi hal tersebut meskipun dalam waktu berhari hari bahkan berbulan bulan dengan melakukan penekanan pada )ena )ena intrakranial (melalui penurunan %airan
12

serebrospinal melalui peningkatan absorbsi dan menurunkan reproduksi), penurunan sedang pada aliran darah serebral dan menurunnya massa jaringan otak intraselular dan ekstraselular. 2pabila semua kompensasi ini gagal pasien akan mengalami sakit kepala, muntah, papilledema, perubahan kepribadian, dan )ariasi penurunan fokal motorik, sensorik dan disfungsi saraf kranial. 0elain itu tekanan tumor otak ini dapat menyebabkan sumbatan aliran %airan dari system )entrikel ke ruang subara%hnoid, hal ini lah yang menyebabkan hidrosefalus. Tumor otak ini juga dapat mengganggu fungsi dari hipofisis, seperti dapat mendesak saraf saraf optik, khiasma optik, atau saluran optik. 2dapula lokasi yang lebih spesifik sesuai dengan gangguan daerah otak yaitu, Tumor korteks motorik, memiliki manifestasi klinis seperti kejang yang terletak pada satu sisi tubuh (kejang 4a%ksonian) Tumor lobus oksipitalis, memiliki manifestasi klinis seperti hilangnya penglihatan pada setengah lapang pandang pada sisi yang berlawanan dari tumor (hemianopsia homonimus kontralateral) Tumor serebelum, menyebebkan pusing, ataksia, otot @otot tidak terkoordinasi dan nistagmus biasanya menunjukan gerakan horiContal Tumor lobus frontal, menyebabkan gangguan kepribadian, perubahan status emosianal ke tingkah laku, dan disintegrasi perilaku mental. !asien kurang merawat diri dan terkadang menggunakan bahasa yang tidak senonoh. Tumor sudut serebelopontin, memberi rangkaian gejala yang timbul seperti tinitus dan kelihatan )ertigo yang dapat mengarah ke tuli (gangguan fungsi dari saraf kedelapan), selanjutnya kesemutan dan rasa gatal gatal pada wajah dan lidah (keterlibatan saraf kelima) dan terjadi kelemahan atau paralisis (keterlibatan saraf kranial ketujuh). 2khirnya, karena pembesaran tumor menekan serebellum mungkin, ada abnormalitas pada fungsi motorik. Tumor intrakranial dapat mengakibatkan gangguan kepribadian, konfusi, gangguan fungsi bi%ara dan gangguan gaya berjalan, terutama pada pasien lansia. 'enigioma,

13

glioblastoma, dan metastase serebral dari bagian lain merupakan tumor yang sering mun%ul.

&. Fokus pe'(ka)ia' !re operasi dan post operasi ". >iwayat keperawatan >iwayat pembedahan kepala >iwayat kelurga dengan tumor kepala >iwayat keluhan utama pasien

2. !emeriksaan fisik Tanda tanda peningkatan T$/ seperti penurunan tingkat kesadaran, muntah, nyeri kepala dan papiledema +. !sikososial !erubahan mental, perubahan kepribadian Takut, emosi tidak stabil
14

!emeriksaan disfungsi pituitary seperti skromegali, gigantisme 0tatus %airanseperti tugor kulit, mukosa mulut !upil, )isus .ungsi saraf %ranial .ungsi sensorik dan motorik

/oping yang digunakan

-. !engetahun pasien !engetahuan tentang penyakitnya !engetahuan tentang perawatan pre operasi

*. TES DIGNOSTIK ". !emeriksaan neurologis seperti mielografi 2. 2ngiografi +. 'agneti% >esonan%e $mage ('>$) -. :lektroensefalogram (::7) ;. (rain ,T s%an 9. Tumor marker B. (iposi D. !emeriksaan darah lengkap E. urinalisis

+. %ENATALAKSANAAN MEDIK a. !endekatan !embedahan !endekatan ini digunakan untuk mengobati pasien meningioma, neuroma akustik, kista kloid pada )entrikel ketiga, tumor %ongenital, dan beberapa glanuloma. Fntuk
15

pasien dengan glioma maligna, pengangkatan tumor se%ara menyeluruh dan pengobatan tidak mungkin, tetapi dapat dengan tindakan yang men%akup pengurangan T$/, mengangkat jaringan nekrotik dan mengurangi bagian yang besar dari tumor. /emoterapi # dilakukan dengan indikasi tertenttu sesuai dengan umur, status neurologi, tipe tumor. (iasanya dilakukan sesudah pembedahan dengan radioterapi 0tereotaktik radiasi# dilakukan pada tumor yang pertumbuhannya lambat !embedahan# kraniotomi # dilakukan pada tumor yang berada di supratentorial kraniektomi# dilakukan pada tumor yang berada di infratentorial transphenoidal prosedur # dilakukan pada tumor pituitary shunting prosedur # dilakukan jika terjadi komplikasi seperti adanya hidrosepalus !engobatan /ortikosteroid # deksametosan 2ntikejang # delantin 2nalgetik #asetaminopen

b. !endekatan 0tereotatik !endekatan ini menggunakan kereangka tiga dimensi yang mengikuti lokasi tumor yang sangat tepat. /erangka stereotatik dan studi pen%itraan multiple yang lengkap dapat digunakan untuk menentukan lokasi dan posisinya. !ada pendekatan stereotaktik menggunakan laser atau radiasi.
16

%. !enggunaan !isau 7amma Dilakukan sampai dalam untuk tumor yang tidak dapat dimasukkan obat. Lokasi yang tepat dilakukan dengan menggunakan pendekatan stereotaktik dan melalui laporan pengujian dan posisi pasien yang tepat. Dosis radiasi yang sangat tinggi akan dilepaskan pada satu titik e%il. /euntungan metode ini adalah tidak membutuhkan insisi pembedahan, namun kerugiannya adalah membutuhkan waktu yang lama untuk pemulihannya.

d. /emoterapi dan Terapi 0inar >adiasi :ksternal Digunakan sebagai kombinasi dari pendekatan pembedahan dan stereostatik. Terapi radiasi dapat menurunkan timbulnya kembali tumor yang tidak lengkap.

,. AS-.AN KE%ERA/ATAN 2suhan keperawatan pasien untuk persiapan pembedahan D!# ansietas berhubungan dengan pembedahan yang akan dijalani dan persepsi efek negatif pada gaya hidup 6GD# klien dapat mengungkapkan ansietas yang berhubungan dengan pembedahan yang akan dijalani klien dapat menguraikan pantangan post operasi klien dapat menyebutkan alasan dilakukan pembedahan

17

$nter)ensi# ". (antu klien dan keluarga klien mengungkapkan kekhwatiran tentang prosedur pembedahan, proknosis, periode post operatif, dan fungsi yang hilang atau pulih. >H /omunikasi dapat membantu mengurangi ke%emasan sebelum pembedahan

2. !ertegas efek penyakit pada daerah otak yang terkena dan pentingnya pembedahan. >H informasi dapat membantu klien menerima pentingnya pembedahan dan siap se%ara psikologis serta mengurangi ke%emasan

+. Diskusikan kemungkinan perubahan kognitif dan tingkah laku berkaitan dengan daerah pembedahannya. >H !erubahan kognitif dan perilaku dapat terjadi setelah dilakukan kraniotomi (postkraniotomi)

-. /aji dan %atat fungsi kognitif pada fase preoperatif seperti orientasi (tempat, orang dan waktu), memori jangka pendek (minta pasien untuk mengulang serangkaian kata kata), dan memori jangka panjang (minta pasien menyebutkan asal sekolahnya dulu). >H Data dasar akan memungkinkan komunikasi yang jelas dan akurat tentang perubahan kondisi pasien pada fase postoperasi.

;. $nformasikan pasien jika diperlukan bentuk alternatif komunikasi untuk bi%ara akan diperlukan pada fase postoperatif seperti buku %atatan, pensil, atau isyarat tangan.
18

>H ,ara berkomunikasi lain akan diperlukan klien apabila terdapat balutan besar yang menghalangi pendengaran klien, penglihatan klien, serta berbi%ara klien. !enyuluhan preoperatif dapat membantu menyiapkan klien menurunkan ansietas 2suhan /eperawatan Tumor *tak yang Tidak dapat 0embuh Diagnosa keperawatan# ". /urang perawatan diri berhubungan dengan kehilangan atau kerusakan fungsi motorik dan sensorik serta penurunan kemampuan kognitif 2. 2nsietas berhubungan dengan kemungkinan kematian,ketidakpastian perubahan dalam penampilan, perubahan gaya hidup

I'ter0e'si1 D! "# /urang perawatan diri berhubungan dengan kehilangan atau kerusakan fungsi motorik dan sensorik serta penurunan kemampuan kognitif. ") (antu klien dalam perawatan diri >H pasien dapat mengalami kesukaran berpartisipasi dalam perawatan diri 2) (eri pasien tantangan dan tugas tugas >H tugas dan tantangan membantu mendapatkan penggunaan mekanisme koping adaptasi dan kompensasi dalam meningkatkan peme%ahan masalah masalah. +) Libatkan keluarga pasien dalam melakukan perawatan pada klien. >H keluarga dapat membatu melakukan aktifitas perawatan diri pada klien D! 2 # 2nsietas berhubungan dengan kemungkinan kematian,ketidakpastian perubahan dalam penampilan, perubahan gaya hidup.
19

") (antu pasien unuk mengontrol beberapa keadaan pasien dengan melakukan pembelajaran penyakit dan pengobatan. >H perasaan menguasai diriHmengontrol diri dapat di tingkatkan ketika pasien belajar memahami penyakit dan pengobatan dan bagaimana menghadapi perasaan klien. 2) (antu klien menghadapi %emas dan depresi melakukan strategi koping pasien >H untuk menghilangkan ke%emasan yang di alami klien terhadap penyakit klien. +) 2njurkan keluarga klien untuk selalu memberi dukungan dan kekuatan pada klien. >H keberadaan keluarga dapat dukungan pada klien. -) Dampingi pasien untuk mengkomonikasikan rasa takut dan kekawatiran pasien. >H komoikasi terbuka dan menerima rasa takut klien merupaka sala satu terapi menghilangkan ansietas.

20F62& /:!:>232T2& !20$:& !*0T />2&$*T*'$ D! "# /etidakefektifan koping b.d takut akan perubahan dalam %itra tubuh, peran kinerja, atau harapan hidup 6GD# /oping indi)idual klien meningkat ditandai dengan klien menunjukkan perasaan dan perilaku harga dirinya dan perilaku bergantung berkurang. $nter)ensi ". Dorong anggota keluarga untuk membantu dalam memenuhi kebutuhan klien. >H# 2nggota keluarga mungkin takut akan melukai pasien.
20

2. 2ntisipasi kebutuhan. >H# /e%emasan dapat meningkatkan perasaan kesepian


3. (eri pujian dan dorongan kepada klien.

>H# !enguatan positif dapat membantu klien menuju kemandirian


4. /urangi stress lingkungan dengan meminimalkan gangguan dan stimulus.

>H# /ebisingan dan gangguan dapat mengurangi kebutuhan tidur klien dan mengubah kemampuan kopingnya.
5. (eri kesempatan klien untuk berekspresi dan membenahi perasaannya.

>H# 7aya koping klien untuk peme%ahan masalah dimulai dengan men%eritakan perasaannya
6. 'anfaatkan konsisten personal.

>H# 'empertahankan hubungan terapeutik lebih mudah daripada membangunnya.


7. (angun hubungan saling per%aya, tepati janji.

>H# 'engurangi rasa takut dan %emas D! 2# /e%emasan b. d. ketidakpastian masa depan dan prognosis 6GD# /e%emasan dan ketakutan klien berkurang ditandai dengan membuka diri dan menunjukkan perhatian $nter)ensi
1) Flangi informasi, menyediakan informasi dalam berbagai bentuk untuk mendorong klien

danHatau pihak lainnya.

21

>H# (ergantung pada jenis tumor, lokasi tumor, defisit sensorik atau motorik, klien mungkin diperhadapkan dengan hilangnya fungsi dan kemungkinan tumor memiliki keganasan. $nter)ensi yang tepat dapat membantu klien memahami ren%ana keperawatan yang dilakukan.
2) Dorong komunikasi terbuka antara klien, keluarga atau pihak lain, dan tim kesehatan.

>H# /lien dengan diagnosa kanker otak dapat melumpuhkan semua mekanisme koping normal serta keluarga
3) Libatkan rohaniwan klien atau kunjungan keagamaan rumah sakit bila diperlukan.

>H# Dukungan spiritual penting untuk penguatan klien, keluarga klien atau pihak lainnya. /lien tidak harus memiliki agama untuk mendapatkan dukungan spiritual ini. D! +# >isiko gangguan proses berpikir b.d perubahan neurologis oleh edema atau operasi eksisi dari otak atau tumor. 6GD# /lien dapat membuat keputusan dan proses informasi meningkat, menunjukkan dan mengidentifikasi kemarahan, mengendalikan perilaku sendiri, serta membuat pilihan yang tepat. $nter)ensi ". (eri kesempatan klien untuk mengungkapkan perhatiannya kepada orang yang tepat. >H# /oping peme%ahan masalah dimulai dari pengungkapan perhatian kepada seseorang. 2. Tawarkan pilihan yang masuk akal kepada klien. >H# /endali berpikir klien dapat ditingkatkan dengan menawarkan pilihan kepada klien. !ilihan yang diberikan harus aman dan dapat dilakukan oleh klien. +. (antu klien untuk mengenali alternati)e lain dan implikasi dari pilihan yang diberikan.

22

>H# 'embantu klien dalam mempertimbangkan pilihan dan meningkatkan kemampuan peme%ahan masalah. -. (eri informasi tentang status kesehatan klien kepada klien dan berikan kesempatan kepada klien untuk membuat keputusan untuk tindakan perawatan yang akan dilakukan. >H# /lien memiliki hak untuk mengetahui diagnose penyakitnya dan menjadi bagian dari keputusan perawatan. ;. $nformasikan kepada keluarga jika ada penyimpangan perilaku pada klien dan sebab akibatnya. 2jarkan juga bagaimana %aranya untuk merespon klien. >H# 'embantu keluarga memahami kondisi klien serta men%egah hal hal yang dapat menurunkan kondisi psikis klien. 9. 7unakan pendekatan yang bertahap untuk perilaku yang tidak pantas, tetapkan kontrak waktu bila diperlukan. >H# !endekatan se%ara bertahap membantu klien untuk mempelajari kembali %ara %ara berperilaku yang dapat diterima oleh orang lain. B. 4aga perilaku untuk tidak menghakimi klien. >H# !erawat menyadari bahwa perilaku menyimpang klien bukan karena disengaja namun diakibatkan oleh penyakit yang menyebabkan kehilangan kendali dan berpikir. D! -# 2ntisipasi duka b.d kehilangan potensial dari fungsi, kemampuan sebelumnya, atau hidup oleh kanker otak atau operasi. 6GD# /lien memiliki perkembangan dari kesedihannya yang ditandai dengan mengungkapkan perasaan, mempertahankan harapan, mengidentifikasi masalah dengan perubahan fungsi tubuh, men%ari bantuan untuk mengantisipasi masalah atau mengembangkan ren%ana realistis untuk masa depannya. $nter)ensi
23

". 2kui keadaan, namun tidak memaksa untuk menerimanya. >H# !enyangkalan diri merupakan mekanisme pertahanan yang kuat, klien akan dapat menerima kenyataan ketika mereka siap. 2. 4adwalkan waktu teratur untuk klien, keluarga klien danHatau pihak lainnya untuk tujuan eksklusif dalam mengungkapkan pikiran dan perasaan mereka. >H# 'endiskusikan perasaan dalam waktu dekat akan terasa sulit. *leh karena itu, adakan pendekatan se%ara teratur dan biarkan pasien atau keluarga mengungkapkan pikiran dan perasaannya ketika mereka siap. +. 4ika penyangkalan klien bermanfaat, dengarkan dan tanggapi pernyataan klien. >H# Tidak semua pasien dapat menerima penyakitnya, beberapa orang menunjukkan penyangkalan diri yang sangat dalam. -. Terima emosi dan bantu klien, keluarga klien, atau pihak lainnya untuk

mengklarifikasikan keadaan klien kepada mereka. >H# 'embantu klien, keluarga klien, atau pihak lainnya untuk menerima kondisi klien. ;. 'enilai persepsi tentang tujuan yang realistis dan masa depan. >H# !ersepsi yang tidak akurat tentang masa depan memperpendek atau mengulur peren%anaan. 9. 7ali daftar akti)itas klien yang masih belum ter%apai dan ingin dilanjutkan. >H# !eren%anaan masa depan dapat mengingatkan pasien akan tujuannya dan memberi semangat kepada klien.

12. DIS3A.ARGER %LANNING %ASIEN KRANIOTOMI

24

a. 4elaskan kepada keluarga, bahwa perubahan yang terjadi pada pasien bukan merupakan bentuk kelainan jiwa, tetapi adalah komplikasi dari benturan yang dialami pasien. b. 2njurkan pada keluarga, agar pada saat berbi%ara dengan pasien menggunakan metode Ikembali ke realitaJ %. 2njurkan pada keluarga agar tidak merubah posisiHletak barang barang yang ada di rumah khususnya kamar pasien. d. 2njurkan pada keluarga untuk membantu pasien dalam perawatan diri dan pemenuhan kebutuhan dasar.

4. Kra'iotomi

1. DEFENISI 0alah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi tumor otak adalah kraniotomi. /raniotomi adalah suatu tindakan membuka tulang kepala yang bertujuan men%apai otak untuk tindakan pembedahan definitif !ersiapan perawatan preoperasi pasien %raniotomy

!ertimbangkan penempatan perlengkapan dan peralatan dalam kaitannya mempertahankan sterilitas ruangan operasi

dengan

!astikan posisi kepala sesuai dengan meja operasi. 0iapkan bethadine untuk bagian yang akan diinsisi

(awa hasil ,T s%ans dan '>$

25

!astikani semua peralatan steril dan siap digunakan sebelum kedatangan pasien dalam ruangan

!astikan Asepto syringes terisi dan siap dipakai, kasa yang lembab dan Bone wax harus diletakkan dalam posisi yang mudah dijangkau dokter bedah

Hal yang dilakukan perawat pre pera!i krani t "i# $ua!a "akan 8 %a" pre pera!i $ua!a "inu" 4 %a" pre pera!i &er!i'kan bagian kepala yang akan diin!i!i $e"a!angan kateter urine ( lab ra!i dengan d kter untuk pe"berian bat diuretik dan agen! 'ip !" lar) "i!alnya *anit l) untuk "engurangi ukuran tak !e'ingga daera' yang akan di pera!i lebi' terpan%an $er'atikan peralatan tekanan !ekuen!ial atau !t cking antie"b li digunakan untuk "eningkatkan aliran balik +ena $encukuran !eluru' ra"but kepala) pencukuran 'aru! !a"pai dekat kulit kepala dan !e!uai dengan ara' tu"bu' ra"but $a!tikan pa!ien tidak "enggunakan cat pewarna kuku ,cute-)) agar terli'at warna u%ung %ari klien bila "engala"i cyan !i! *enga%arkan teknik pernapa!an dala" untuk "engata!i nyeri $a!tikan per!ete%uan tindakan beda' !uda' ditandatangani le' penanggung %awab pa!ien

2. %ROSED-R Tahap pertama pada prosedur Craniotomy adalah pembuatan bone flap yang sudah terpotong bisa terdapat jaringan otot atau jaringan lunak, dapat juga melalui insisi s%alp telebih dahulu kemudian menggunakan gergaji tulang se%ara horiContal.
26

Dokter bedah akan memberikan tanda di tempat insisi. 0etelah insisi dimulai Raney Scalp Clips di pakai untuk menjepit tepi kulit yg suda di insisi, membentuk lingkaran di sekeliling daerah yang akan di angkat. 0etelah peri%ranium diangkat dari %ranial agar dapat dibor. Dua atau lebih lubang bor di buat di %ranium dan menggunakan gergaji tulang untuk memisakan otak dengan %ranium. !erdarahan pada saat pembedahan dikontrol dengan menggunakan Bipolar forceps dan atau Bone Wax. *tak yang sedang dibedah akan diberikan kelembapan se%ara terus menerus dengan mengalirkan salin normal melalui Asepto syringe untuk men%egah kerusakan sel otak karena kekeringan. !engangkatan tumor pada otak tentu disesuaikan dengan letak, kedalaman, dan kondisi patologis tumor itu sendiri. 0emakin dalam tumor maka operasi yang dilakukan membutuhkan waktu lebih lama. /etika prosedur pembedahan selesai, luka bekas bedah di otak akan dialiri %airan salin.normal. Bone flap dikembalikan ke tempat sedia kala, setelah itu penjepit dilepaskan dan sangat penting untuk menghitung jumlah penjepit yang digunakan. Terakhir, luka insisi ditutup oleh dokter bedah. $engka%ian pre pera!i krani t "i# (a%i pengeta'uan pa!ien ter'adap pera!i krani t "i) bagai"ana keadaan pre dan pa!ca beda' (a%i tingkat kece"a!an pa!ien) "inta bantuan keluarga) dan kalau perlu pe"uka aga"a untuk "e"berikan !upp rt dan " ti+a!i untuk "elalui pera!i krani t "i (a%i bat- batan yang "e"pengaru'i ana!te!i atau yang "end r ng k "plika!ik "plika!i pa!ca beda' (a%i alergi ter'adap "edika!i dan ple!ter ,"icr p re)

27

%erta'5aa'
". (agaimana bisa pengingkatan T$/ berkomplikasi diabetes insipidusK (yanti) !eningkatan T$/ meningkatkan tekanan pada daerah hipofisis sehingga mengakibatkan perubahan fungsi dari hipofisis seperti hipofungsi dan hiperfungsi. 6ipofungsi inilah yang mengakibatkan defisiensi )asipresin sebagau hormone anti deuretik sehingga pasien mengalami diabetes insipidus yang terus menerus merasa haus dan mengeluarkan urine yang berlebihan.

2. (agaimana tumor otak dapat menekan hipofisisK (e)elyne) Tumor otak dapat menyebabkan peningkatan T$/ sehingga otak dan bagian bagian otak mendapatkan tekanan termasuk hipofisis karena T$/ terus meingkatan

+. (agaimana melihat tingkat keganasan dari tumor otakK (0r.=a)e) Tingkat keganasan dari tumor terlihat dari penyebaran sel sel tumor tersebut. 2pabila sel sel tumor tersebut menyebar melalui pembuluh darah dan saluran limfe dan mengin)asif sel sel pada organ lain maka kuman tersebut telah bermetastase dan merupakan tumor ganas (maligna)

-. /enapa memilih diagnose perubahan perfusi jaringan serebral dan apakah hanya kreatomi saja pengbatan terhadap tumor otakK (8ia)

28

/arena peningkatan T$/ merupakan masalah serius yang dapat menimbulkan komplikasi dan kematian sehingga harus dilakukan inter)ensi untuk menurunkan T$/ untuk mengembalikan perfusi jaringan serebral. Tidak hanya kreatomi yang dapat dilakukan untuk mengatasi tumor, tetapi terapi obat seperti kartikosteroid misalnya deksometason dan anti kejang# delantin dan analgesi%# a%etaminophen.

;. 2pakah ada penelitiaan yang membuktikan ras menyebabkan tumor otakK !enelitian yang membuktikan ras dapat menyebabkan tumor otak tetapi kami tidak menemukan penjelasan uag lebih lanjit tentang penelitian tersebut.

29