Anda di halaman 1dari 8

Laporan Praktikum KI2221 Pemisahan dan Elektrometri Percobaan 8 KROMATOGRAFI GAS-CAIR

Nama NIM Kelompok Tanggal Percobaan Tanggal Pengumpulan Asisten, NIM

: Airlangga Diandra Putra : 10512038 : 4 : 18 Maret 2014 : 25 Maret 2014 : Rustianingsih, 20513066

LABORATORIUM KIMIA ANALITIK PROGRAM STUDI KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2014

Modul 8 Kromatografi Gas-Cair

I.

Tujuan Percobaan 1. Menentukan jumlah plat teoritis dari tiap puncak kromatogram. 2. Menentukan komposisi campuran aromatik yang diberikan.

II.

Teori Dasar Teknik kromatografi gas-cair digunakan untuk keperluan pemisahan, identifikasi dan kuantifikasi berbagai senawa. Teknik ini secara umum hanya dapat digunakan untuk senyawa-senawa yang mudah menguap atau dapat diuapkan, baik senyawa organik maupun anorganik. Pemisahan dapat terjadi akibat partisi dari komponen bersangkutan pada fasa gerak dan fasa diam yang terdapat pada kolom.

III.

Alat dan Bahan a. Bahan 1. Benzene 2. Xylene 3. Toluene 4. Campuran standar 6. Cuplikan campuran b. Alat 1. Kromatografi gas-cair 2. Syringe 3. Vial

IV.

Cara Kerja Diatur instrumen kromatografi untuk penentuan kromatogram, disuntikkan setiap senawa maupun campuran senyawa yang ada ke dalam instrumen kromatografi. Ditunggu sampai keluarnya kromatogram dan ditentukan jumlah pelat teoritis setiap senyawa maupun campuran senyawa, dan ditentukan juga komposisi campuran cuplikan.

V.

Data Pengamatan Carrier Gas Fasa diam Dimensi kolom Detektor Suhu injeksi Suhu detektor Suhu program awal Suhu program akhir : He(g) : Metilsilikon : 30 m x 0.053 mm : Thermal Conductivity Detector (TCD) : 160C : 165C : 60C : 140C

Kecepatan naik suhu : 8C / menit

Senyawa Benzene Toluene Xylene

tr (menit) 2.067 2.985 4.434

w (menit) 0.070 0.193 0.336

Luas Area 147123.0 183763.0 191179.0

Puncak ke 1 1 1

Standart (1:1:1)

1.989 2.820 4.277

0.045 0.102 0.247

18652.0 63219.0 104997.0

1 2 3

Cuplikan

1.971 2.765 4.310

0.043 0.096 0.260

15830.0 43737.0 132776.0

1 2 3

VI.

Pengolahan Data Penentuan jumlah pelat teoritis N N benzena N benzena = 16 x = 16 x = 13951 pelat

Dengan cara yang sama, diperoleh jumlah pelat teoritis tiap puncak kromatogram Puncak Kromatogram Senyawa Benzene Toluene Xylene Jumlah Pelat Teoritis 13951 3827 2786

Standart (1:1:1)

31258 12230 4797

Cuplikan

33617 13273 4397

Penentuan komposisi cuplikan Luas total kromatogram standar LT1 = LA1 + LB1 + LC1 LT1 = 18652.0 + 63219.0 + 104997.0 LT1 = 186868.0 Luas total kromatogram cuplikan LT2 = LA2 + LB2 + LC2 LT2 = 15830.0 + 43737.0 + 132776.0 LT2 = 192343.0 Komposisi

: :

: :

0.824 1.65 2

: 0.672 : 1.34 : 1

: 1.228 : 2.46 : 3

VII.

Kesimpulan 1. Jumlah pelat teoritis tiap puncak kromatogram Puncak Kromatogram Senyawa Benzene Toluene Xylene Jumlah Pelat Teoritis 13951 3827 2786

Standart (1:1:1)

31258 12230 4797

Cuplikan

33617 13273 4397

2. Komposisi cuplikan aromatik Benzene : Toluene : Xylene sebesar 2 : 1 : 3

VIII.

Daftar Pustaka www.sciencelab.com/msdsList.php, diakses 15/03/2014 16:10 WIB www.chem-is-try.org/materi_kimia, diakses 15/03/2014 16:50 WIB chemwikiucdavis.edu/Analytical_Chemistry/Instrumental_Analysis/Chromatography/ Gas_Chromatography, diakses 17/03/2014 23:13 teaching.shu.ac.uk/hwb/chemistry/tutorials/chrom/gaschrm.htm, diakses 17/03/2014 23:13