Anda di halaman 1dari 11

Water Coning Sebagai Penyebab Produksi Air Berlebih

SAMPINGAN

Ditulis pada 24 April 20

Nilai ekonomis suatu sumur tergantung dari berapa laju minyak yang dapat diproduksi. Hal ini mendorong kita untuk berusaha mengurangi laju air saat produksi minyak berlangsung. Masing masing reservoir memiliki karakteristik tertentu, tak terkecuali WOR nya. !ebanyakan di lapangan memiliki WOR yang tidak nol persen. "ir ini minimal berasal dari dalam pori pori batuan reservoir yang terjebak saat migrasi hidrokarbon. !eberadaan air ini biasa dikenal dalam istilah saturasi air. Namun produksi air bisa berlebihan karena masalah kesalahan teknis dalam produksi, seperti apa yang terjadi pada kasus #ater coning. Dalam #ater coning, air membentuk pusaran di sekitar lubang sumur dan akhirnya membentuk semacam kerucut di dalam reservoir sekitar mulut sumur. Oleh karena itu namanya coning, artinya mengkerucut. !alau pada reservoir yang miring, bentuknya tidak lagi kerucut namun melengkung seperti gambar di ba#ah ini.

!enapa ini bisa terjadi$ Hal ini disebabkan pertama karena tekanan sumur yang terlalu rendah, kedua karena lokasi per%orasi yang deket dengan WO&, dan terakhir karena tidak ada permeability barrier dalam arah vertikal. 'agaimana dampak #ater coning$ (entunya produkti%itas menurun, li%ting cost menjadi tinggi karena air lebih berat daripada minyak, dan yang terakhir menurunnya e%isiensi recovery karena #ater cut melampaui batas keekonomisan. )ebenarnya #ater coning bukanlah hal yang patut dipermasalahkan selama minyak tetap diproduksikan dan tersedia %asilitas yang memadai untuk mengolah air.

Water coning tentunya bukanlah hal yang kita inginkan. *ntuk mencegah hal tersebut, ada beberapa langkah yang perlu kita lakukan. +ertama, jangan biarkan perbedaan tekanan reservoir dengan tekanan lubang sumur ,+- sebagai berikut P ! 0"4##$%& ' %o(h) dimana .# adalah )peci%ic /ravity air dan .o adalah speci%ic gravity minyak dengan hc adalah jarak antara #ater oil contact dengan lubang sumur. Dalam desain a#al, kita harus tempatkan lubang per%orasi jauh dari #ater oil contact. Hal ini dilakukan agar #ater coning tidak cepet terjadi. +ada dasarnya hc akan terus berkurang selama produksi berlangsung karena naiknya WO&. Namun kita terkendala untuk menentukan hc selama produksi. "khirnya rumus diatas kurang aplikati% diterapkan di lapangan. *ntuk mempermudah prediksi kita tentang #ater coning, kita gunakan parameter laju kritis. 0aju kritis merupakan laju maksimal produksi yang dapat menyebabkan terjadinya #ater coning. "plikasi parameter ini dijelaskan dengan rumus

dimana h adalah tebal 1ona minyak ,%t-, !o adalah permeabilitas e%ekti% minyak ,md-, lalu 23 adalah perbedaan densitas antara air dan minyak pada sistm air minyak atau perbedaan densitas minyak dan gas pada sistem minyak gas, 4 adalah viskositas minyak ,cp- dan ' adalah %ormation volume %actor ,bbl5)('-. 0alu bagaimana dengan 6dc$$$ Nah, banyak orang telah melakukan kajian tentang #ater coning ini. Mereka telah men%ormulasikan masing masing metode dimana perbedaan antar metoda itu terletak di 6dcnya. Metoda yang dimaksud adalah metode Meyer dan Harder, metode &haney et al, metode )chols, dan metode 'ourna1el dan 7eanson. Masih dalam rangka mengontrol #ater coning, parameter lain yang juga penting selain laju adalah #aktu tembus air. 8ang dimaksud dengan #aktu tembus air adalah kapan 1ona air akan sampai di per%orasi. Hal ini menjadi penting karena #alaupun laju sudah berada di ba#ah laju kritis, tetap saja lama kelamaan 1ona air akan naik dan sampai ke per%orasi.

Dalam perhitungan #aktu tembus air, ada beberapa metode yang dipakai yaitu metode sobocinski dan conelius, metode bourna1el dan jeanson, serta metode !uo dan Desbrisay +ada *etode Sobo)inski dan Cornelius, !ita membutuhkan suatu kurva breakthrough untuk mencari nilai #aktu tembus air. 0angkah pertama adalah mencari nilai dimensionless cone height yang disimbolkan dengan 9

dimana !h adalah permeabilitas hori1ontal, h adalah ketebalan 1ona minyak, hc adalah jarak WO& a#al sampai ke per%orasi. )emua satuan dinyatakan dalam satuan lapangan. langkah kedua adalah mencari nilai td dengan menyesuaikan nilai 9 pada kurva breakthrough. 0alu dari nilai td tadi, didapat nilai tbt atau #aktu tembus air dengan rumus

dimana :k adalah perbandingan permeabilitas hori1ontal dengan permeabilitas vertikal, M adalah perbandingan antara mobilitas air dengan mobilitas minyak, sedangkan ; bernilai <,= jika M>? dan bernilai <,@ jika MA? !alau dengan menggunakan metode bourna1el dan jeanson, caranya agak sedikit berbeda. !alau metode di atas menggunakan gra%ik untuk mencari td dari 9, maka di metode ini kita tidak perlu gra%ik. td bisa dicari le#at rumus

)etelah itu dengan menggunakan rumus tbt pada metode sebelumnya, kita dapat memasukkan nilai td untuk mencari tbt. Hanya yang perlu digaris ba#ahi adalah nilai ; nya adalah <,B

Peren)anaan Well Co*pletion +ntuk Pen)egahan ,er-adinya Water Coning .an Gas Coning
ABSTRAK Dalam proses produksi minyak seringkali didapati masalah water dan gas coning. Gejala water dan gas coning ini diindikasikan oleh breaktrough air dan gas yang terlalu dini. ater dan gas coning dapat terjadi karena produksi sumur berlebihan dan melewati kondisi aliran kristis! sehigga sejumlah air yang berada di a"ui#er dan gas yang berada di tudung gas ikut terproduksi dalam aliran #luida reser$oir. ater dan gas coning yang yang terjadi dapat memberikan pengaruh negati# terhadap perolehan minyak. %leh karena itu perlu dilakukan usaha pencegahan sejak awal proses produksi berlangsung! salah satunya adalah perencanaan well completion. Dengan perencanaan well completion yang tepat dapat memperlambat terjadinya coning! sehingga produksi minyak optimum dapat dipertahankan dan ultimate reco$ery akan menghasilkan keekonomian lapangan yang optimal.

A. &'(DA)*+*A( Setelah pemboran mencapai target pemboran! maka sumur disiapkan untuk dikomplesi. ell completion merupakan pekerjaan tahap akhir dari operasi pemboran! dimana pekerjaan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan suatu sumur pemboran menjadi sumur produksi. Adapun tujuan well completion adalah mengatur agar terjadi aliran #luida dari #ormasi produkti# ke lubang sumur sampai kepermukaan. Dan juga! untuk memperoleh laju optimum dan mengatasi e#ek setiap lapisan produkti# maka harus dilakukan pemilihan cara komplesi yang tepat serta ukuran peralatan yang sesuai untuk setiap sumur. ater dan gas coning merupakan masalah yang serius dalam produksi minyak dilapangan baik pada sumur horisontal dan sumur $ertikal. &roduksi minyak yang mengalami water dan gas coning dapat mengurangi produksi minyak. ,oning terjadi apabila air atau gas mengalir mendahului minyak dengan arah gerakan memotong bidang perlapisan batuan disekitarnya! karena permeabilitas $ertikal batuan yang cukup tinggi sehingga memungkinkan air atau gas bergerak cepat dan mendahului minyak sehingga mengakibatkan terjadinya water coning atau gas coning pada sumur produksi.

B. DASAR T'%R.. ell ,ompletion ell completion merupakan pekerjaan tahap akhir dari operasi pemboran! dimana pekerjaan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan suatu sumur pemboran menjadi sumur produksi. Adapun tujuan well completion adalah mengatur agar terjadi aliran #luida dari #ormasi produkti# ke lubang sumur sampai kepermukaan. Dan juga! untuk memperoleh laju optimum dan mengatasi e#ek setiap lapisan produkti# maka harus dilakukan pemilihan cara komplesi yang tepat serta ukuran peralatan yang sesuai untuk setiap sumur. /enis 0 jenis well completion dapat dibagi menjadi tiga! yaitu 1 a. 2ormation ,ompletion

2ormation completion dapat dilakukan secara open atau secara cased hole completion yang diper#orasi. *ntuk menanggulangi masalah terproduksikanya pasir sehubungan dengan kondisi #ormasi dapat digunakan screen liner! gra$el packing atau sand consolidation completion. .. %pen3hole completion 4etode open3hole completion hanya cocok digunakan untuk #ormasi yang kompak atau tidak mudah gugur. Bila laju produksi cukup besar maka produksi dilakukan melalui casing. &ada metode ini! casing dipasang hanya sampai sampai pada puncak #ormasi produkti# sehingga #ormasi produkti# tidak tertutup secara mekanis! dengan demikian aliran #luida reser$oir dapat langsung masuk ke dalam sumur tanpa halangan. 5. ,ased3hole completion 4etode cased3hole completion digunakan untuk #ormasi yang kurang kompak atau mudah gugur. &ada metoda ini casing produksi dipasang sampai dasar #ormasi produkti# dan disemen selanjutnya diper#orasi pada inter$al3inter$al yang diinginkan. b. Tubing ,ompletion Tubing completion secara umum dapat dibedakan menjadi tiga jenis yang didasarkan jumlah production string yang digunakan dalam satu sumur. /enis3jenis tersebut adalah 1 Single completion! ,ommingle completion dan 4ultiple completion. Single completion 4erupakan metode completion yang hanya menggunakan satu production string dimana sumurnya hanya memiliki satu lapisan atau 6ona produkti#. Berdasarkan kondisi reser$oir dan lapisan batuan produkti#nya! single completion dibedakan menjadi dua jenis! yaitu open hole completion dan per#orated completion. ,ommingle completion 4etode ini dilakukan untuk sumur yang memiliki lebih dari satu lapisan atau 6one produkti# diproduksikan melalui satu production string. /enis 0 jenis commingle completion antara lain 1 Single Tubing with Single &acker Single Tubing with Dual &acker Single Tubing Single &acker with '7tra Tubing Single Tubing with 4ultiple &acker 4ultiple completion 4erupakan metoda yang digunakan untuk sumur yang memiliki lebih dari satu 6ona atau lapisan produkti#! dimana tiap3tiap 6ona produkti# diproduksikan sendiri3sendiri secara terpisah sesuai dengan produkti$itas serta jarak masing3masing 6ona! sehingga dapat memaksimalkan perolehan minyak. /enis 0 jenis multiple completion antara lain 1 4ultiple &acker ,ompletion 4ultiple Tubingless ,ompletion

..

5.

a. b. c. d. 8.

a. b. c.

ellhead ,ompletion ellhead suatu istilah yang digunakan untuk menguraikan peralatan yang terpaut pada bagian atas dari rangkaian pipa didalam suatu sumur untuk menahan dan menopang rangkaian pipa. 4etode wellhead completion dibagi menjadi dua! yaitu 1 .. Single ,ompletion Berdasarkan jenis peralatannya dibagi menjadi dua! yaitu 1

a.

b.

5. a.

b.

Tubing )ead *ntuk Single ,ompletion Tubing head ditempatkan diatas casing head dan ber#ungsi untuk menggantungkan tubing dan memberikan suatu pack o## antara tubing string dan production string. ,hrismast3Tree *ntuk Single ,ompletion ,hirtmast3tree merupakan suatu susunan dari katup3katup 9$al$e: dan #itting yang ditempatkan diatas tubing head untuk mengatur serta mengalirkan #luida dari sumur. &ada umunya single completion menggunakan satu wing $al$e. Sedangkan peralatan christmast3 tree terdiri dari1 Tubing head adapter 4aster $al$e Tee atau cross ing $al$e ,hoke 2low3line $al$e 4ultiple ,ompletion Berdasarkan jenis peralatannya dibagi menjadi dua! yaitu 1 Tubing )ead *ntuk 4ultiple ,ompletion &ada perencanaan tubing head untuk multiple completion agak berbeda dalam pemilihan ukuran mangkuk tubing headnya 9tubing head bowl:! dimana harus disesuaikan dengan ukuran dan jumlah tubing yang digunakan untuk dual completion! dengan dual completion tubing hanger. ,hrismast3Tree *ntuk 4ultiple ,ompletion 4erupakan jenis christmas3tree yang digunakan pada sumur yang diproduksikan lebih dari satu tubing atau multiple completion ;double wing christmas3tree<. &emasangan christmas3 tree jenis multiple paralel string well head dengan semua #itting! berada pada #lange bagian atas tubing head. Sedangkan untuk christmas3tree yang digunakan sambungan jenis ulir! las dan #lange yang berdiri sendiri serta dengan kesatuan yang lengkap! dipakai untuk tubing dengan ukuran1 ..=>? .@? 5@? 5A=B? 8 atau > inchi. ater ,oning Dan Gas ,oning &ada umunya reser$oir hidrokarbon mempunyai tekanan yang selalu berubah dan cenderung untuk terus turun serta mempunyai permeabilitas yang tidak seragam.Dengan adanya drawdown pressure yang tinggi serta didukung adanya permeabilitas batuan yang tinggi maka akan mengakibatkan terjadinya coning. ,oning terjadi apabila air atau gas mengalir mendahului minyak dengan arah gerakan memotong bidang perlapisan batuan disekitarnya! karena permeabilitas $ertikal batuan yang cukup tinggi sehingga memungkinkan air atau gas bergerak cepat dan mendahului minyak sehingga mengakibatkan terjadinya water coning atau gas coning pada sumur produksi. Apabila sumur diselesaikan secara per#orasi kemudian diproduksikan maka tekanan disekitar lubang sumur akan turun sehingga gradien alir 9#lowing gradient: yang ditimbulkan cenderung untuk menurunkan bidang batas gas minyak dan menaikan bidang batas minyak air disekitar lubang bor sampai dicapai kondisi setimbang. &ada kondisi ini dua gradien yang berlawanan! yaitu gradien tekanan alir dan gradien hidrostatis 9gaya gra$itasi: menjadi seimbang. /ika laju produksi terlalu besar menyebabkan gradien alir yang tinggi disekitar lubang bor mengalahkan gaya gra$itasi! sehingga kerucut air dan gas menjadi tidak stabil dan memasuki sumur.

5.

&roduksi minyak yang mengalami water dan gas coning dapat mengurangi produksi minyak yang cukup berarti! sehingga perlu untuk meminimalkan atau paling tidak menunda atau mencegah terjadinya coning terlalu dini. Gejala water 0 gas coning dapat terjadi apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut 1 .. Tidak terdapat adanya lapisan impermeabel antara 6ona air dan 6ona #luida diatasnya sehingga memungkinkan air dapat mengalir ke dasar sumur. 5. Terjadi penurunan tekanan didasar sumur. 8. 4obilitas 9k=C: air ke dasar sumur lebih besar daripada mobilitas #luida di atasnya. >. /arak antara dasar sumur ke water le$el lebih kecil daripada radius pengurasan sumur 9re:. D. -nter$al per#orasi sumur berada di atas water le$el.

,. &'4BA)ASA( *ntuk reser$oir yang terdapat %, dan G%, metode yang dapat digunakan adalah metode per#orated casing completion! karena metode ini dapat mengontrol ikut terproduksinya air atau gas! yaitu dengan mengatur inter$al dan posisi per#orasi. Disamping itu per#orasi juga memberikan e#ek samping yang menguntungkan yaitu e#ek penembusan pelubangan ke dalam per#orasi produkti#. &erencanaan 2ormation ,ompletion )al3hal yang perlu direncanakan dalam &er#orated ,asing ,ompletion adalah 1 &erhitungan -nter$al dan &osisi &er#orasi &enentuan inter$al per#orasi dimaksudkan untuk mendapatkan suatu posisi dan panjang rangkaian per#orasi optimum yang memberikan laju produksi maksimum tanpa ikut terproduksinya air dan gas. &erhitungan Density &er#orasi Eang dimaksud dengan density per#orasi adalah jumlah lubang per#orasi per satuan panjang 9#t:. *ntuk mencegah terjadinya coning! #aktor utama yang harus dibatasi adalah laju produksi water awal dari sumur tersebut akan membandingkan laju produksi dari sumur yang diper#orasi 9Fp: terhadap produkti$itas sumur bila dikomplesi secara terbuka 9Fo:. &erhitungan Diameter &er#orasi &engaruh dari diameter lubang per#orasi akan berpengaruh pada harga kc=ku 9permeabilitas crush 6one=permeabilitas #ormasi: terhadap produkti$ity ratio. &erhitungan 2aktor Skin &er#orasi +aju aliran dari #ormasi ke dalam sumur pada per#orated casing completion! dipengaruhi oleh kerusakan 9damage: dan lubang per#orasi. Dalam hal ini keduanya dapat dikatakan sebagai skin yang sama secara kuantitati# dapat berharga positi# atau negati#. *ntuk selanjutnya masing3masing dinyatakan sebagai skin damage 9Sd: dan skin per#orasi 9Sp:. &erhitungan &ressure Drop &er#orasi Salah satu penyebab rendahnya producti$itas sumur pada per#orated completion adalah karena program pelubangan selubung 9per#orasi: yang tidak memadai. Apabila kondisi ini terjadi! akan berakibat timbulnya suatu hambatan terhadap aliran atau bertambahnya penurunan tekanan 9pressure drop: dalam #ormasi.

..

5.

8.

>.

D.

..

5.

..

5.

&erencanaan Tubing ,ompletion Dasar dari perencanaan tubing completion adalah $ertical #low per#ormance! karena menjadi dasar utama dalam penentuan ukuran tubing dan analisa kehilangan tekanan pada tubing. &enentuan *kuran Tubing &erhitungan diameter tubing pada dasarnya merupakan pemilihan ukuran 9diameter: tubing yang disesuaikan denagn laju aliran optimum sumur. Analisa Kehilangan Tekanan &ada Tubing &erhitungan kehilangan tekanan selama terjadi aliran melalui pipa $ertikal 9tubing:. Aliran minyak! air dan gas merupakan aliran turbulen. Kehilangan energi yang terjadi sepanjang aliran tersebut! dikorelasikan dengan pembilang daripada bilangan Reynold. &erencanaan ellhead ,ompletion )al penting dalam merencanakan well head completion adalah memilih well head yang sesuai dengan rentang tekanan dan menentukan diameter choke yang dibutuhkan disamping pula pemilihan 73mas tree yang akan digunakan. &erencanaan ellhead &erencanaan ukuran well head dipilih agar bagian dalamnya dapat memberikan lubang yang terbuka luas agar peralatan yang diturunkan ke bawah permukaan tidak merusak tubing head. Dalam perencanaan ukuran atau kekuatan dari casing head yang dipergunakan adalah bergantung dari ukuran casing yang dipakai dan harus mempunyai tekanan kerja minimal sama dengan tekanan #ormasinya. Dalam perencanaan dan kekuatan tubing head bergantung dari ukuran casing yang digunakan harus mempunyai tekanan kerja yang mampu menahan tekanan aliran #luida #ormasi. &erencanaan ,hristmast3Tree &erencanaan ,hristmast3tree sangat dipengaruhi oleh kondisi tekanan sumur! disamping pula oleh jumlah komplesi yang digunakan. Kondisi tekanan perlu diperhatikan karena 73mas tree dalam standart A&- diklasi#ikasikan berdasarkan kesanggupan dalam menahan tekanan kerja. ,hoke per#ormance merupakan bagian analisa ulah kerja sumur sembur alam pada kepala sumur yang meliputi kehilangan tekanan akibat penyempitan diameter pipa pada bagian tertentu 9sur#ace choke:. Selain dipasang pada peralatan kepala sumur! biasanya dipasang pula tubing pada tubing di dasar sumur 9subsur#ace choke:. Tujuan utama pemasangan choke adalah untuk mengatur laju produksi yang sesuai dengan perencanaan. &emilihan choke di lapangan minyak dilakukan sedemikian rupa hingga bagian tekanan down stream di dalam #low line tidak berdampak jelek terhadap tekanan kepala sumur dan kelakuan produksi sumur. Disamping perencanaan ukuran choke yang digunakan! maka masalah penting lainnya dalam choke per#ormance adalah adanya masalah penurunan tekanan atau pressure drop yang terjadi di choke. )al ini perlu diperhatikan karena menyangkut masalah aliran #luida yang akan menuju ke separator. *ntuk menentukan besarnya penurunan tekanan melalui choke 9sur#ace choke:! dilakukan dengan analisa nodal! dimana sur#ace choke ini merupakan nodee 9titik: solusinya.

D. K'S-4&*+A( .. *ntuk reser$oir yang terdapat %, dan G%, metode yang dapat digunakan adalah metode per#orated casing completion! karena metode ini dapat mengontrol ikut terproduksinya air atau gas 5. )al 0 hal yang perlu direncanakan pada per#orated casing completion! yaitu 1 &erhitungan inter$al dan posisi per#orasi &erhitungan density per#orasi &erhitungan diameter per#orasi &erhitungan #aktor skin per#orasi &erhitungan pressure drop per#orasi 8. Dasar dari perencanaan tubing completion adalah $ertical #low per#ormance! karena menjadi dasar utama dalam penentuan ukuran tubing dan analisa kehilangan tekanan pada tubing. >. 4erencanakan well head completion dengan memilih well head yang sesuai dengan rentang tekanan dan menentukan diameter choke yang dibutuhkan disamping pula pemilihan chrismast3tree yang akan digunakan.

WELL COMPLETION

Dalam operasi pemboran, #ell completion dilakukan pada tahap akhir. )etelah selesai melakukan pemboran, biasanya kita akan mengukur kondisi %ormasi sumur di ba#ah permukaan dengan #ireline logging atau dengan Drill )tem (est. "pabila sumur bernilai ekonomis, maka kita bias melanjutkan #ell completion. Namun bila tidak ekonomis, maka sumur akan ditutup atau diabaikan dengan plug ,bias juga dengan cement retainer-. 7enis jenis #ell completion adalahC

Open Hole Completion Open Hole completion merupakan jenis well completion dimana pemasangan casing hanya diatas zona produktif sehingga formasi produktif dibiarkan tetap terbuka tanpa casing kebawahnya. Sehingga formasi produktif secara terbuka diproduksikan ke permukaan. Keuntungan Open Hole Completion: !iaya murah dan sederahana "udah bila ingin dilakukan #ogging kembali "udah untuk memperdalam sumur $idak memerlukan biaya perforasi Kerugian Open Hole Completion: !iaya perawatan mahal %perlu sand clean up rutin& Sukar melakukan stimulasi pada zona yang berproduksi $idak dapat melakukan seleksi zona produksi !atuan pada formasi harus Consolidated

Cased Hole Completion

Source: http:''www.oil gas.state.co.us

Cased Hole Completion merupakan jenis completion yang menggunakan casing secara keseluruhan hingga menutupi zona formasi produktif lalu dilakukan perforasi untuk memproduksikannya. Keuntungan Cased Hole Completion: !isa melakukan multiple completion (ona produktif antar lapisan tidak saling berkomunikasi sehingga memudahkan perhitungan flowrate tiap lapisan #ebih teliti dalam penentuan kedalaman subsurface e)uipment. Karena wireline logging dilakukan sebelum produksi. Sangat baik untuk diterapkan pada formasi produktif sandstone. Kerugian Cased Hole Completion: *enambahan !iaya terhadap Casing+ Cementing , *erforasi Kerusakan formasi akibat perforasi bisa mengakibatkan terhambatnya aliran produksi dan menurunkan produkti-itas sumur. .fek cementing kurang baik dapat mengganggu stabilitas formasi /ell deepening akan menggunakan diameter yang lebih kecil.

#iner Completion #iner Completion merupakan jenis completion yang menggunakan casing yang digabungkan dengan liner pada zona formasi produktif. *enggunaan liner dikarenakan kedalaman formasi produktif dari casing tidak terlalu jauh %0 122 meter&. 3pabila pemasangan casing dimulai dari permukaan hingga kedalaman formasi yang dituju+ maka pemasangan #iner dimulai dari beberapa meter dari zona terbawah casing. Kegunaan #iner yang utama adalah menjaga stabilitas lubang bor di subsurface. #iner completion terbagi 4+ yaitu Screen #iner completion %penggunaan dengan liner pada umumnya& , Cemented *erforated #iner Completion %liner completion yang disemen dan dilakukan perforasi&. Keuntungan #iner Completion adalah mengurangi biaya casing. Keuntungan lainnya hampir sama dengan Cased hole completion. %by.35/&

Source: http:''www.-irtualsciencefair.org