Anda di halaman 1dari 6

AB

ij
B
j
A
i ij
v + + + =
Log Linear 2 Dimensi
Model log linear adalah suatu model untuk memperoleh model statistika yang menyatakan
hubungan antara variabel dengan data yang bersifat kualitatif. Dengan menggunakan pendekatan
log linear bisa diketahui model matematiknya secara pasti serta level atau kelas mana yang
cenderung menimbulkan adanya hubungan atau dependensi.

|
|
.
|

\
|
==
ij
ij
ij
e
n
n G ln 2
2


Dalam mendapatkan model Log Linier, dperlukan beberapa langkah sebagai berikut.
1. Mencari model jenuh
2. Mencari model Bebas A dan B
3. Mencari model kategori B sama
4. Mencari model ketegori A sama
5. Mencari model kategori i,j sama
6. Menentukan model yang terbaik

Untuk mendapatkan model log linier, maka diberikan contoh kasus yang didapatkan dari
Internet.
Tabel 1

Pendidikan

jenis kelamin D3 S1 Jumlah
pria 51459 12116 63575
wanita 54032 11256 65288

105491 23372 128863

Data pada table 1 adalah data yang menunjukkan jumlah karyawan pada perusahaan emas
DIGAFAL

1. Mencari Model Jenuh
Persamaan untuk model jenuh adalah sebagai berikut.


Dimana:
A
i
: kontribusi jenis kelamin
B
j
: kontribusi pendidikan
AB
ij
: interaksi (menunjukkan bebas tidaknya jenis kelamin dan pendidikan dalam
membentuk model

Langkah pertama adalah dengan mengoperasikan ln pada data yang terdapat pada table 1,
sehingga diperoleh data yangbaru pada table 2.
Table 2

Pendidikan

jenis kelamin D3 S1 Jumlah
pria 10.84854 9.402282 20.25082
wanita 10.89733 9.328657 20.22599

21.74587 18.73094 40.47681
Sehingga didapatkan:
A
i
=
10,848:9,402;10,897;9,328
4
= 4,67
B
j
=
10,848;9,402:10,897;9,32
4
= 0,755
AB
ij
=
10,845;9,402:(;10,897):9,328
4
= 0,03
= 10,11
Maka didapatkan model sebagai berikut.
ij
v = 10,11+4,67+0,755-0,03
Selanjutnya dilakukan pemodelan yang kedua yaitu mencari model bebas jenis kelamin dan
pendidikan.

2. Mencari model bebas A dan B
Model bebas A dan B ini mempunyai mentuk umum sebagai berikut.
B
j
A
i ij
v + + =
Dalam mencari model ini, maka ditentukan terlenih dahulu nilai harapan dari detiap sel
(i,j) dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut.
+ +
+ +
=
n
n n
e
j i
ij

Dimana,
n
ij
= Nilai Observasi/pengamatan baris ke-i kolom ke-j
e
ij
= Nilai Ekspektasi baris ke-i kolom ke-j
I = Banyak baris
J = Banyak kolom
Sehingga didapatkan seperti pada table 3 berikut.
Table 3

Pendidikan

jenis kelamin D3 S1 Jumlah
pria 52044.34 11530.66 63575
wanita 27375.13 11841.34 39216.47

79419.47 23372 102791.5
Dari table 3, semua data dilakukan pengoperasian ln, sehingga menjadi data yang ada
pada tabel4.




Table 4

Pendidikan
jenis
kelamin D3 S1 Jumlah
pria 10.85985 9.352764 20.21262
wanita 10.21739 9.379352 19.59674

21.07724 18.73212 39.80936
Dari table 4, maka diperoleh nilai-nilai sebagai berikut.
A
i
=
10,89:9,23;10,21;9,37
4
= 4,82
B
j
=
10,85;9,35:10,21;9,37
4
= 0,585
=
10,85:9,35:10,21:9,37
4
= 9,945
Dari nilai-nilai tersebut, maka dapat dirumuskan model sebagai berikut.
ij
v = 9,945+4,82+0,585
Setelah mendapatkan model, maka dihitung nilai G
2
dengan rumus sebagai berikut.

|
|
.
|

\
|
==
ij
ij
ij
e
n
n G ln 2
2

Yang kemudian didapatkan hasil dari G
2
sebesar 72371,77 dengan nilai table chi-sqarue
derajat bebas 4-3 dan alfa 0,05 sebesar 3,841.

3. Mencari model kategori B sama
Model ini mempunyai persamaan umum sebagai berikut.
A
i ij
v + =
Dalam mencari model ini pertama-tama data pada table 1 dihitung frekuensi harapannya
dengan rumus sebagai berikut.
E
11
= e
1.
bar
E
22
= e
2.
Bar
Sehingga diperoleh data pada table 5.
Table 5

Pendidikan

jenis
kelamin D3 S1 Jumlah
pria 31787.5 31787.5 63575
wanita 32644 64431.5 97075.5

64431.5 96219 160650.5
maka dari table 5 dilakukan operasi ln yang akan menghasilkan data seperti pada table 6.




Table 6

Pendidikan
jenis
kelamin D3 S1 Jumlah
pria 10.36683 10.36683 20.73366
wanita 10.39342 11.07336 21.46677

20.76024 21.44019 42.20043

Sehingga didapatkan nilai-nilai sebagai berikut.

A
i
=
10,36:10,36;10,39;11,07
4
= 5,35
= 10,54
Maka didapatkan model untuk kategori B sama sebagai berikut.
ij
v = 10,54 + 5,35
Kemudian dihitung nilai dari G
2
dengan rumusa yang sama sehingga menghasilkan nilai
sebesar 41382,37.

4. Mencari model kategori A sama
Model ini memilik persamaan sebagai berikut.
B
j ij
v + =
Dari model tersebut data pada table 1 dihitung nilai ekspektasinya dengan rumus sebagai
berikut.
E
11
= e
.1
bar
E
22
= e
.2
Bar
Sehingga data pada table 1 menjadi seperti berikut.
Table 7

Pendidikan
jenis
kelamin D3 S1 Jumlah
pria 52745.5 11686 64431.5
wanita 52745.5 11686 64431.5

105491 23372 128863
Maka dilakukan operasi ln sperti langkah sebelumnya, sehingga dihasilkan data yang
baru pada table 8.
Table 8

Pendidikan

jenis
kelamin D3 S1 Jumlah
pria 10.87323 9.366147 20.23938
wanita 10.87323 9.366147 20.23938

21.74647 18.73229 40.47876

Selanjutnya didapatkan nilai dari,
B
j
=
10,87(2);9,36(2)
4
= 0,755
= 10,115
Sehingga didapatkan model sebagai berikut.
ij
v = 10,115 + 0,755
Dengan nilai G
2
sebesar -38338,3.

5. Peluang kategori (i,j)
Pada peluang kategori ini memiliki persamaan umum untuk modelnya, yaitu sebagai
berikut.
=
ij
v
Dan data pada table 1 dihitung nilai ekspektasinya dengan rumus sebagai berikut.
E
i,j
= e.. bar
Sehingga didapatkan data yang baru pada table 9 berikut.
Table 9

Pendidikan
jenis
kelamin D3 S1 Jumlah
pria 32215.75 32215.75 64431.5
wanita 32215.75 32215.75 64431.5

64431.5 64431.5 128863
Selanjutnya data pada table 9 di ln-kan sehingga menjadi data baru yang tersaji dalam
table 10.
Table 10

Pendidikan
jenis
kelamin D3 S1 Jumlah
pria 10.38021 10.38021 20.76042
wanita 10.38021 10.38021 20.76042

20.76042 20.76042 41.52084
Dari table 10, maka didapatkan nilai,
= 10,38
Maka nilai G
2
adalah sebesar 56711,99.
6. Menentukan model terbaik
Dalam menentukan mana model terbaik diantara 5 model yang tersedia, maka dilakukan
perhitungan yang tertera pada table 11 berikut.







Table 11
model G^2 selisih
model jenuh 0

model Bebas A dan B 72371.8 72371.77
model kategori B sama 41382.4 -30989.4
model ketegori A sama -38338 -79720.7
model kategori i.j sama 56712 95050.29
Jadi model yang signifikan adalah model kategori i,j sama karena memiliki selisih nilai
G
2
yang paling besar.