Anda di halaman 1dari 20

Kumpulan Askep Kardiovaskuler Luke

Senin, 09 Januari 2012


ASKEP CAD ( CO O!A " A #E " D$SEASE %

KONSEP MEDIK
A. PENGERTIAN Penyakit arteri koroner adalah penyempitan atau penyumbatan arteri koroner, arteri yang menyalurkan darah ke otot jantung. Bila aliran darah melambat, jantung tak mendapat cukup oksigen dan zat nutrisi. Hal ini biasanya mengakibatkan nyeri dada yang disebut angina. Bila satu atau lebih dari arteri koroner tersumbat sama sekali, akibatnya adalah serangan jantung (kerusakan pada otot jantung). B. ETIOLOGI Penyakit arteri koroner bisa menyerang semua ras, tetapi angka kejadian paling tinggi ditemukan pada orang kulit putih. Tetapi ras sendiri tampaknya bukan merupakan bourgeois penting dalam gaya hidup seseorang. Secara spesi ik, aktor! aktor yang meningkatkan resiko terjadinya penyakit arteri koroner adalah " 1. Berusia lebih dari 45 tahun (bagi pria . Sangat penting bagi kaum pria mengetahui usia rentan terkena penyakit jantung koroner. Pria berusia lebih dari #$ tahun lebih banyak menderita serangan jantung ketimbang pria yang berusia jauh di ba%ah #$ tahun. !. Berusia lebih dari 55 tahun atau "engala"i "en#pause dini sebagai a$ibat #perasi (bagi %anita . &anita yang telah berhenti mengalami menstruasi (menopause) secara isiologis ataupun secara dini (pascaoperasi) lebih kerap terkena penyakit janting koroner apalagi ketika usia %anita itu telah menginjak usila (usia lanjut). &. Ri%a'at pen'a$it (antung dala" $eluarga. 'i%ayat penyakit jantung di dalam keluarga sering merupakan akibat dari pro il kolesterol yang tidak normal, dalam artian terdapat kebiasaan yang (buruk( dalam segi diet keluarga.

4. gula darah, namun karena kondisi komplikasi ke jantung mereka. 5.

)iabetes. )ebanyakan penderita diabetes meninggal bukanlah karena meningkatnya le*el

1 *er#$#$. +erokok telah disebut!sebut sebagai salah satu aktor risiko utama penyakit jantung koroner. )andungan nikotin di dalam rokok dapat merusak dinding (endotel) pembuluh darah sehingga mendukung terbentuknya timbunan lemak yang akhirnya terjadi sumbatan pembuluh darah. +. Te$anan darah tinggi (hipertensi . Tekanan darah yang tinggi dan menetap akan menimbulkan trauma langsung terhadap dinding pembuluh darah arteri koronaria, sehingga memudahkan terjadinya arterosklerosis koroner ( aktor koroner) yang merupakan penyebab penyakit arteri,jantung koroner. ,. -ege"u$an (#besitas . -besitas (kegemukan yang sangat) bisa merupakan mani estasi dari banyaknya lemak yang terkandung di dalam tubuh. Seseorang yang obesitas lebih menyimpan kecenderungan terbentuknya plak yang merupakan cikal bakal terjadinya penyakit jantung koroner. .. Ga'a hidup buru$. .aya hidup yang buruk terutama dalam hal jarangnya olahraga ringan yang rutin serta pola makan yang tidak dijaga akan mempercepat seseorang terkena pneyakit jantung koroner. /. tegang, dapat terjadi aritmia jantung yang membahayakan ji%a. 1. ANATO*I 2I0IOLOGI 2 /ndapan lemak (ateroma atau plak) terbentuk secara bertahap dan tersebar di percabangan besar dari kedua arteri koroner utama, yang mengelilingi jantung dan menyediakan darah bagi jantung. Proses pembentukan ateroma ini disebut aterosklerosis. 0teroma bisa menonjol ke dalam arteri dan menyebabkan arteri menjadi sempit. 0tress. Banyak penelitian yang sudah menunjukkan bah%a bila menghadapi situasi yang

1ika ateroma terus membesar, bagian dari ateroma bisa pecah dan masuk ke dalam aliran darah atau bisa terbentuk bekuan darah di permukaan ateroma tersebut. Supaya bisa berkontraksi dan memompa secara normal, otot jantung (miokardium) memerlukan pasokan darah yang kaya akan oksigen dari arteri koroner. 1ika penyumbatan arteri koroner semakin memburuk, bisa terjadi iskemi (berkurangnya pasokan darah) pada otot jantung, menyebabkan kerusakan jantung. Penyebab utama dari iskemi miokardial adalah penyakit arteri koroner. )omplikasi utama dari penyakit arteri koroner adalah angina dan serangan jantung (infark miokardial). ). PATO2I0IOLOGI 0terosklerosis dimulai ketika kolesterol berlemak tertimbun di intima arteri besar. Timbunan ini, dinamakan ateroma atau plak akan mengganggu absorbsi nutrient oleh sel!sel endotel yang menyusun lapisan dinding dalam pembuluh darah dan menyumbat aliran darah karena timbunan ini menonjol ke lumen pembuluh darah. 3 /ndotel pembuluh darah yang terkena akan mengalami nekrotik dan menjadi jaringan parut, selanjutnya lumen menjadi semakin sempit dan aliran darah terhambat. Pada lumen yang menyempit dan berdinding kasar, akan cenderung terjadi pembentukan bekuan darah. Hal ini menjelaskan bagaimana terjadinya koagulasi intra*askuler, diikuti oleh penyakit tromboemboli, yang merupakan komplikasi tersering aterosklerosis. Berbagai teori mengenai bagaimana lesi aterosklerosis terjadi telah diajukan,tetapi tidak satu pun yang terbukti secara meyakinkan. +ekanisme yang mungkin, adalah pembentukan thrombus pada permukaan plak dan penimbunan lipid terus menerus. Bila ibrosa pembungkus plak pecah, maka ebris lipid akan terhanyut dalam aliran darah dan menyumbat arteri dan kapiler di sebelah distal plak yang Struktur anatomi arteri koroner membuatnya rentan terhadap pecah. mekanisme

aterosklerosis. 0rteri tersebut terpilin dan berkelok!kelok saat memasuki jantung, menimbulkan kondisi yang rentan untuk terbentuknya ateroma. E. GA*BARAN -LINI0 0da beberapa gejala yang lebih spesi ik, antara lain" 1. N'eri. 1ika otot tidak mendapatkan cukup darah (suatu keadaan yang disebut iskemi), maka oksigen yang tidak memadai dan hasil metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. 0ngina merupakan perasaan sesak di dada atau perasaan dada diremas!remas, yang timbul jika otot jantung tidak mendapatkan darah yang cukup. 1enis dan beratnya nyeri atau ketidaknyamanan ini ber*ariasi pada setiap orang. Beberapa orang yang

mengalami kekurangan aliran darah bisa tidak merasakan nyeri sama sekali (suatu keadaan yang disebut silent ischemia). 2. 0esa$ napas merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru!paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner). 2. -elelahan atau $epenatan. 1ika jantung tidak e ekti memompa, maka aliran darah ke otot selama melakukan akti*itas akan berkurang, menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. .ejala ini seringkali bersi at ringan. 3ntuk mengatasinya, penderita biasanya mengurangi akti*itasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian dari penuaan. 4. Palpitasi ((antung berdebar3debar . 5. Pusing 4 pingsan. Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan. 2. 4 PE*ERI-0AAN )IGNO0TI1. E1G menunjukan" adanya ele*asi yang merupakan tanda dari iskemi, gelombang T in*ersi atau hilang yang merupakan tanda dari injuri, dan gelombang 4 yang mencerminkan adanya nekrosis. !. En5'" dan Is#en5'" Pada 6antung7 5P)!+B meningkat dalam #!67 jam, dan mencapai puncak pada 7# jam. Peningkatan S.-T dalam 8!67 jam dan mencapai puncak pada 28 jam. &. Ele$tr#lit7 ketidakseimbangan yang memungkinkan terjadinya penurunan konduksi jantung dan kontraktilitas jantung seperti hipo atau hiperkalemia. 4. 8h#le Bl##d 1ell7 leukositosis mungkin timbul pada keesokan hari setelah serangan. 5. Analisa Gas )arah7 +enunjukan terjadinya hipoksia atau proses penyakit paru yang kronis atau akut. +. -#lester#l atau Trigliseid7 mungkin mengalami peningkatan yang mengakibatkan terjadinya arteriosklerosis.

,. 1hest 93Ra'7 mungkin normal atau adanya cardiomegali, 5H9, atau aneurisma *entrikiler. .. E:h#:ardi#gra"7 +ungkin harus di lakukan guna menggambarkan ungsi atau kapasitas masing!masing ruang pada jantung. /. E;er:ise 0tress Test7 +enunjukan kemampuan jantung beradaptasi terhadap suatu stress, akti*itas. G. PENGOBATAN Pengobatan penyakit jantung koroner tergantung jangkauan penyakit dan gejala yang dialami pasien. 1. Perubahan Ga'a <idup. Pola makan sehat dan seimbang, dengan lebih banyak sayuran atau buah! buahan, penting untuk melindungi arteri jantung kita. +akanan yang kaya lemak, khususnya lemak jenuh, dapat mengakibatkan kadar kolesterol tinggi, yang merupakan komponen utama kumpulan yang berkontribusi terhadap penyempitan arteri jantung. 5
-lah raga teratur berperan penting untuk menjaga kesehatan jantung. -lah raga membantu kita untuk menjadi it dan membangun system sirkulasi yang kuat. :ni juga membantu kita menurunkan berat badan. -besitas biasanya tidak sehat, karena mengakibatkan insiden hipertensi, diabetes mellitus, dan tingkat lemak tinggi menjadi lebih tinggi, semua yang dapat merusak arteri jantung. !. Pengendalian 2a$t#r Resi$# =ta"a Pen'a$it 6antung -#r#ner. ;iabetes melitus, merokok, tingkat kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi adalah empat aktor utama yang mengakibatkan resiko penyakit jantung koroner lebih tinggi. Pengendalian keempat aktor resiko utama ini dengan baik melalui perubahan gaya hidup dan,atau obat!obatan dapat membantu menstabilkan progresi atherosklerosis, dan menurunkan resiko komplikasi seperti serangan jantung. &. Terapi *edis. Berbagai obat!obatan membantu pasien dengan penyakit arteri jantung. <ang paling umum diantaranya" a. Aspirin / Klopidogrel / Tiklopidin. -bat!obatan ini mengencerkan darah dan mengurangi kemungkinan gumpalan darah terbentuk pada ujung arteri jantung menyempit, maka dari itu mengurangi resiko serangan jantung. b. Beta-bloker (e.g. Atenolol, Bisoprolol, Karvedilol). -batan!obatan ini membantu untuk mengurangi detak jantung dan tekanan darah, sehingga menurunkan gejala angina juga melindungi jantung.

:. Nitrates (e.g. Isosorbide Dinitrate). -batan!obatan ini bekerja membuka arteri jantung, dan kemudian meningkatkan aliran darah ke otot jantung dan mengurangi gejala nyeri dada. Bentuk nitrat bereaksi cepat, .liseril Trinitrat, umumnya diberikan berupa tablet atau semprot di ba%ah lidah, biasa digunakan untuk penghilang nyeri dada secara cepat. d. Angiotensin-Converting En !"e In#ibitors (e.g. Enalapril, $erindopril) and Angiotensin %e&eptor Blo&kers (e.g. 'osartan, (alsartan). -batan!obatan ini memungkinkan aliran darah ke jantung lebih mudah, dan juga membantu menurunkan tekanan darah. e. )batan-obatan pen*r*n le"ak (seperti +eno,ibrat, -i"vastatin, Atorvastatin, %os*vastatin).

6
-batan!obatan ini menurunkan kadar kolesterol jahat (=ipoprotein ;ensitas!'endah), yang merupakan salah satu penyebab umum untuk penyakit jantung koroner dini atau lanjut. -bat!obatan tersebut merupakan andalan terapi penyakit jantung koroner. 4. Inter>ensi 6antung Per$utan. :ni adalah metode in*asi minimal untuk membuka arteri jantung yang menyempit. +elalui selubung plastik ditempatkan dalam arteri baik selangkang atau pergelangan, balon diantar ke segmen arteri jantung yang menyempit, dimana itu kemudian dikembangkan untuk membuka penyempitan. )emudian, tube jala kabel kecil (cincin) disebarkan untuk membantu menahan arteri terbuka. 5incin baik polos (logam sederhana) atau memiliki selubung obat (berlapis obat). +etode ini seringkali menyelamatkan ji%a pasien dengan serangan jantung akut. 3ntuk penyakit jantung koroner stabil penyebab nyeri dada, ini dapat meringankan gejala angina dengan sangat e ekti . 3mumnya, pasien dengan penyakit pembuluh darah single atau double mendapat keuntungan dari metode ini. ;engan penyakit pembuluh darah triple, atau keadaan ungsi jantung buruk, prosedur bedah dikenal dengan Bedah Bypass 0rteri 1antung sering merupakan alternati yang baik atau pilihan pengobatan yang lebih baik. .. Operasi. a. Beda# B!pass Arteri /ant*ng (CAB0). 50B. melibatkan penanaman arteri atau *ena lain dari dinding dada, lengan, atau kaki untuk membangun rute baru untuk aliran darah langsung ke otot jantung. :ni menyerupai membangun jalan tol parallel ke jalan yang kecil dan sempit. :ni adalah operasi yang aman, dengan rata!rata resiko kematian sekitar 7>. Pasien tanpa serangan jantung sebelumnya dan melakukan 50B. sebagai prosedur elekti , resiko dapat serendah 6 persen.

-perasi biasanya dilakukan melalui sayatan di tengah dada, ahli bedah memilih untuk melakukan prosedur dengan jantung masih berdetk, menggunakan alat khusus yang dapat menstabilkan porsi jantung yang dijahit. b. )perasi %obotik.

7
Sebagai tambahan, ?H5S juga mulai melakukan 50B. melalui program operasi robotic. Penggunaan instrument ini sekarang membolehkan operasi untuk dilakukan menggunakan sayatan kecil keyhole di dinding dada. +etode ini menghasilkan pemulihan lebih cepat, mengurangi nyeri, dan resiko in eksi luka lebih rendah. ?amun, ini sesuai untuk bypass hanya satu atau dua pembuluh darah. :. %evask*larisasi Trans"iokardia. 3ntuk pasien dengan pembuluh darah yang terlalu kecil untuk melakukan 50B., prosedur disebut 'e*askularisasi Transmiokardia juga tersedia di ?H5S. Pada prodesur ini, laser digunakan untuk membakar banyak lubang kecil pada otot jantung. Beberapa lubang ini berkembang ke pembuluh darah baru, dan ini membantu mengurangi angina.

KONSEP KEPERAWATAN
A. PENG-A6IAN 1. A$ti>itas dan Istirahat. )elemahan, kelelahan, ketidakmampuan untuk tidur (mungkin di dapatkan dan dispnea pada saat beristirahat atau pada saat berakti*itas). !. 0ir$ulasi. +empunyai ri%ayat :+0, penyakit jantung koroner, 5H9, tekanan darah tinggi, diabetes melitus. Tekanan darah mungkin normal atau meningkat, nadi mungkin normal atau terlambatnya capilary re ill time, disritmia. Suara jantung, suara jantung tambahan mungkin mencerminkan terjadinya kegagalan jantung, *entrikel kehilangan kontraktilitasnya. +urmur jika ada merupakan akibat dari insu isensi katub atau muskulus papilaris yang tidak ber ungsi. Heart rate mungkin meningkat atau menglami penurunan (tachy atau bradi cardia). :rama jantung mungkin ireguler atau juga normal. /dema" 1ugular *ena distension, odema anasarka, crackles mungkin juga timbul dengan gagal jantung. &arna kulit mungkin pucat baik di bibir dan di kuku. &. Bising usus mungkin meningkat atau juga normal. 4. dan perubahan berat badan. 5. Neur# 0ens#ri. ?yeri kepala yang hebat, 5hanges mentation. +. 9 -en'a"anan. Timbulnya nyeri dada yang tiba!tiba yang tidak hilang dengan beristirahat atau dengan nitrogliserin. =okasi nyeri dada bagian depan substerbnal yang mungkin menyebar sampai ke lengan, rahang dan %ajah. )arakteristik nyeri dapat di katakan sebagai rasa nyeri yang sangat yang pernah di alami. Sebagai akibat nyeri tersebut mungkin di dapatkan %ajah yang menyeringai, perubahan pustur tubuh, menangis, penurunan kontak mata, perubahan irama jantung, /5., tekanan darah, respirasi dan %arna kulit serta tingkat kesadaran. Nutrisi. +ual, kehilangan na su makan, penurunan turgor kulit, berkeringat banyak, muntah Eli"inasi.

,.

Respirasi. ;ispnea dengan atau tanpa akti*itas, batuk produkti , ri%ayat perokok dengan penyakit perna asan kronis. Pada pemeriksaan mungkin di dapatkan peningkatan respirasi, pucat atau cyanosis, suara na as crakcles atau %heezes atau juga *esikuler. Sputum jernih atau juga merah muda, pink tinged.

.. Intera$si s#sial. Stress, kesulitan dalam beradaptasi dengan stresor, emosi yang tak terkontrol. /. hipertensi, perokok. Pengetahuan. 'i%ayat di dalam keluarga ada yang menderita penyakit jantung, diabetes, stroke,

10 0 B. PEN?I*PANGAN -)*
3sia, 1enis )elamin, ;+, +erokok, ;iet Tinggi =emak Sirkulasi Terganggu 0rteriosklerosi s

'isiko :n eksi

1 1
.angguan Per usi 1aringan Peri er 'encana Pembedahan Post -p Sirkulasi Peri er Terganggu ?yeri 0kut,)ronik ;enyut ?adi Terganggu ?yeri,)ram -tot Penumpukan +etabolik @ 0sam =aktat Suplai -7 @ ?utrisi Terganggu /kstremitas,Peri er ?yeri 0kut =uka -perasi 0nsietas Prosedur Tindakan <ang )ompleks Pre -p )urang Pengetahuan )urang :n ormasi +odi ikasi .aya Hidup 'isiko )erusakan :ntegritas )ulit

1.

)IAGNO0A -EPERA8ATAN

6. .angguan per usi jaringan peri er b.d gangguan sirkulasi. 7. ?yeri b.d gangguan kemampuan pembuluh darah menyuplai oksigen ke jaringan dan terpotongnya sara akibat luka operasi. 2. 0nsietas b.d rencana pembedahan yang kompleks. #. 'isiko in eksi b.d adanya port de entry (luka operasi). $. 'isiko kerusakan integritas kulit b.d luka operasi. 8. )urang Pengetahuan tentang modi ikasi gaya hidup b.d kurang in ormasi.

1 2 ). REN1ANA -EPERA8ATAN D1 2 3 0angg*an per,*si 4aringan peri,er b.d gangg*an sirk*lasi. Setelah diberikan asuhan kepera%atan diharapkan klien menunjukan perbaikan per usi dengan kriteria hasil" adanya nadi peri er , sama, %arna kulit dan suhu normal, peningkatan perilaku yang meningkatkan per usi jaringan. :nter*ensi -bser*asi %arna kulit bagian yang &arna sakit. 'asional khas terjadi

kulit

pada

saat

sianosis, kulit dingin. Selama perubahan %arna, bagian yang sakit menjadi dingin kemudian berdenyut dan sensasi

kesemutan. 5atat penurunan nadi, perubahan Perubahan ini menunjukkan kemajuan tra ik kulit(tak ber%arna, atau proses kronis. mengkilat,tegang). =ihat dan kaji kulit untuk ulserasi, =esi dapat terjadi dari ukuran jarum peniti lesi, area gangren. sampai melibatkan seluruh ujung jari dan dapat mengakibatkan in eksi atau

kerusakan,kehilangan jaringan serius. ;orong nutrisi dan *itamin yang )eseimbangan diet yang baik meliputi tepat. Pantau tanda!tanda protein dan hidrasi adekuat, perlu untuk penyembuhan. kecukupan 3ntuk mengetahui tanda!tanda dini dari

per usi jaringan. gangguan per usi. ;orong pasien melakukan latihan 3ntuk melancarkan sirkulasi. jalan atau latihan ekstremitas bertahap.

1 3 D1 5 3 N!eri b.d gangg*an ke"a"p*an pe"b*l*# dara# "en!*plai

oksigen ke 4aringan dan terpotongn!a sara, akibat l*ka operasi. Setelah diberikan asuhan kepera%atan diharapkan nyeri pasien berkurang dengan kriteria hasil pasien menyatakan nyeri dada hilang atau terkontrol, pasien tidak tampak meringis, mendemonstrasikan teknik relaksasi. :nter*ensi karakteristik nyeri *erbal istirahat, dan irama 'asional melalui +asing!masing pasien respon

+onitor respon bisa

mempunyai *erbal dan

hemodinamik respon yang berbeda terhadap nyeri, perna asan, hemodinamik dapat mendeteksi adanya

(menangis, kesakitan, meringis, tidak perubahan

tekanan darah dan perubahan heat perubahan kenyamanan. rate). )aji adanya gambaran nyeri yang ?yeri merupakan perasaan subyekti dialami pasien meliputi" skala, yang dialami dan digambarkaan sendiri dengan gejala penyakit lain sehingga tempatnya, intensitas, durasi, kualitas oleh pasien dan harus dibandingkan dan penyebarannya. didapatkan data yang akurat. 5iptakan lingkungan yang nyaman, +embantu mengurangi rangsangan dari kurangi akti*itas, batasi pengunjung. luar yang dapat menambah ketenangan sehingga pasien dapat beristirahat dengan tenang dan daya kerja jantung 0jarkan teknik relaksasi tidak terlalu keras. dengan +embantu mengurangi rasa nyeri yang dialami pasien secara psikologis dimana dapat mengalihkan perhatian pasien sehingga tidak ter okus pada nyeri yang dialami.

menarik na as panjang.

:denti ikasi

atau

tingkatkan

posisi Bantal atau gulungan selimut berguna

nyaman menggunakan alat bantu bila untuk menurunkan tegangan otot atau perlu. meningkatkan kenyamanan. -bser*asi tanda!tanda *ital sebelum -bat jenis narkotik dapat menyebabkan dan sesudah pemberian obat narkotik. depresi perna asan dan hipotensi. 1 4 D1 6 3 Ansietas b.d ren&ana pe"beda#akan !ang ko"pleks. Setelah diberikan asuhan kepera%atan diharapkan kecemasan hilang atau berkurang dengan kriteria hasil pasien dapat mengenal perasaannya, dapat mengidenti ikasi penyebab atau aktor yang memengaruhinya, menyatakan cemas berkurang. :nter*ensi 'asional )aji dan pantau tanda ansietas yang 3ntuk mengetahui intensitas nyeri. terjadi. 1elaskan prosedur pembedahan secara 3ntuk mengurangi tingkat ansietas sederhana sesuai tingkat pemahaman pasien. ;iskusikan pasien. ;orong ketegangan dan dan harapan 3ntuk mendorong dan menambah semangat pasien. untuk +eyakinkan pasien bah%a peran untuk untuk pada dan kemampuan untuk sampai

keluarga

teman

menganggap pasien seperi sebelumnya. dan kerja tidak berubah. Beritahu pasien program medis yang +endorong pasien telah dibuat untuk menurunkan atau mengontrol membatasi serangan akan dating dan meningkatkan meningkatkan stabilitas jantung. program tes gejala, kepercayaan medis

mengintegrasikan )olaborasi pemberian

dalam persepsi diri. sedati*e, +ungkin diperlukan membantu pasien rileks

tranAuilizer, sesuai indikasi.

secara isik mampu untuk membuat strategi koping adekuat.

1 5 D1 7 3 %isiko in,eksi b.d adan!a port de entr! (l*ka operasi).

Setelah diberikan asuhan kepera%atan diharapkan tidak terjadi tanda!tanda in eksi, dengan kriteria hasil tidak ada kalor, dolor, rubor, tumor, ungsiolaesia, dan tt* dalam batas normal. :nter*ensi 'asional )aji dan pantau tanda!tanda in eksi. 3ntuk mengetahui perkembangan in eksi. 1elaskan hal!hal yang harus 3ntuk menghindari terjadinya in eksi lebih dihindari agar luka tidak in eksi . lanjut. 'a%at luka dengan teknik sepsis +encegah kontaminasi. dan asepsis. )olaborasi pemberian antibiotik. 3ntuk mencegah in eksi. Tunjukkan atau dorong teknik / ekti untuk menurunkan penyebaran mencuci tangan yang baik dan in eksi. benar.

1 6 D1 . 3 %isiko ker*sakan integritas k*lit b.d l*ka operasi.

Setelah diberikan asuhan kepera%atan diharapkan tidak terjadi kerusakan integritas kulit, dengan kriteri hasil " menunjukkan penyembuhan luka tepat %aktu :nter*ensi 'asional =ihat semua insisi. /*aluasi proses Penyembuhan mulai dengan segera, penyembuhan. )aji ulang harapan tetapi terhadap penyembuhan penyembuhan lengkap dengan memerlukan %aktu.

pasien Perhatikan atau laporkan pada dokter Tanda atau gejala yang menandakan " insisi yang tidak sembuhB kegagalan penyembuhan terjadinya pembukaan kembali insisi yang telah komplikasi yang memerlukan e*aluasi sembuh, adanya drainase, area lokal atau inter*ensi lanjut. yang bengkak dengan kemerahan, rasa nyeri meningkat dan panas pada sentuhan. Tingkatkan nutrisi dan masukkan +embantu cairan adekuat. jaringan energy jaringan untuk dan seluler mempertahankan kebutuhan

*olume sirkulasi yang baik untuk per usi memenuhi untuk memudahkan

proses regenerasi atau penyembuhan

1 7 D1 8 3 K*rang $engeta#*an tentang "odi,ikasi ga!a #id*p b.d k*rang in,or"asi. Setelah diberikan asuhan kepera%aan diharapkan pasien menyaakan pemahaman penyakinya, rencana pengobaan, tujuan pengobatan dan e ek samping pengobatan. )riteria hasil " pasien menyebutkan gejala yang memerlukan perhatian cepat mampu mengidenti ikasi perubahan pola hidup yang perlu. :nter*ensi 'asional Tetapkan dan nyatakan tekanan +emberikan dasar untuk pemahaman darah normal. 1elaskan tentang tentang peningkatan tekanan darah dan hipertensi dan e ek penyakitnya mengklari ikasi istilah medis yang sering di pada pembuluh darah, ginjal dan gunakan. mata ( pada organ tubuh lainnya ). Pemahaman tentang penyakitnya memungkinkan pasien untuk melanjutkan pengobatan meskipun ketika Bantu yang dapat pasien di ubah, masih sehat. dalam 9aktor! aktor resiko ini telah menunjukkan misal " arteriosklorosis.

mengidenti ikasi aktor! aktor resiko hubungan dalam menunjang timbulnya -besitas, merokok, pola hidup

monoton. 0tasi masalah dengan pasien untuk 9aktor! aktor resiko dapat meningkatkan mengidenti ikasi dapat dibuat cara untuk di mana proses penyakit atau memperburuk gejala. perubahan gaya hidup yang tepat ;engan mengubah pola prilaku yang mengurangi biasa atau memberikan rasa aman dapat sangat menyusahkan, dukungan, petunjuk dan empati dapat meningkatkan keberhasilan pasien dalam menyelesaikan masalah ini. 0njurkan pasien untuk memantau )eterlibatan respon akti*itas, laporkan pasien dalam memantau aktor! aktor di atas.

isiologi sendiri terhadap toleransi akti*itasnya sendiri penting untuk penurunan keamanan dan atau memodi ikasi akti*itas

toleransi terhadap akti*itas.

kehidupan sehari!hari.

1 8 E. E@AL=A0I /*aluasi dari diagnosa diatas antara lain " 6. Suplai darah arteri ke akstremitas meningkat (teraba hangat, %arna kemerahan,tidak pucat). 7. )lien mengatakan nyerinya berkurang, pasien tampak rileks, skala nyeri C. 2. 0nsietas pasien berkurang. #. Tidak terjadi tanda!tanda in eksi, seperti tidak ada kalor, dolor, rubor, tumor, ungsiolaesia, tt* dalam batas normal. $. Tidak terjadi kerusakan integritas kulit. 8. Pasien sudah dapat memahami tentang penyakitnya.

1 9 )A2TAR P=0TA-A ;oengoes, +arylin /. 7CCC. Rencana Asuhan Dan Dokumentasi Keperawatan . /disi 2. +uttaAin, 1akarta " /.5. 0ri . 7CCD. Asuhan Keperawatan Dengan Gangguan Sistem

Kardiofaskuler. %%%.singhealth.com.sg %%%.cardiaccenter.com.sg %%%.gizi.net. %%%.medicastore.com

1akatra " Salemba +edika

Diposkan oleh lukman ogi bone di 19.24 Kirimkan Ini le a! "mail#log$his%#erbagi ke $ i!!er#erbagi ke &a'ebook #idak ada komen&ar' Poskan Komen&ar (os!ing )ebih #aru (os!ing )ama #eranda )angganan* (oskan Komen!ar +,!om-

Pen(iku& Arsip )lo(

. 2012 +10o . /anuari +10

,0K"( 1,"23&I)I,

,0K"( ,4"2I, ,0"( ("5IK,5DI$I0 ,0K"( D"2,2 5"62,$IK ,0K"( 1I("5$"40I ,0K"( 7,D + 73534,58 ,5$"58 DI0",0" ,0K"( 71& + 7349"0$I: 1,"5$ &,I)65" ,0K"( I2,+in;ark miokard aku!,0K"( ,49I4, ("K$35I0

*en(enai Sa+a

lukman ogi bone nama lengkap 0a<a )ukmanul 1akim nama sapaan sa<a )ukman kegia!an sa<a sebagai (ela=ar dan sa<a kuliah di ,kper #ha<angkara 2akassar. Ke!ika kelak sa<a =adi pembi'ara sa<a ingin orang mendengarkan apa <ang sa<a bi'rakan ar!in<a sua!u kebenaran <ang sa<a bi'arakan namun !idak memerha!ikan siapa pembi'aran<a <ai!u sa<a sendiri. )iha! pro;il lengkapku $empla!e $ra>el. 9ambar !empla!e oleh ?a>iarnau. Diberda<akan oleh #logger.