Anda di halaman 1dari 22

BAB II TINJAUAN TEORI PNEUMONIA A.

Definisi Pneumonia merupakan peradangan akut parenkim paruparu yang biasanya berasal dari suatu infeksi. (Price, 1995). Pneumonia adalah peradangan yang mengenai parenkim paru, distal dari bronkiolus terminalis yang mencakup

bronkiolus konsolidasi

respiratorius, aringan paru

alveoli, dan

serta

menimbulkan gangguan

menimbulkan

pertukaran gas setempat. (!ul, "##1) $ronkopneumonia pneumonia yang digunakan pola untuk menggambarkan berbercak,

mempunyai

penyebaran

teratur dalam satu atau lebih area terlokalisasi didalam bronki dan meluas ke parenkim paru yang berdekatan di sekitarnya. Pada bronkopneumonia ter adi konsolidasi area berbercak (%melt&er,"##1). B. Klasifikasi Pneumonia 'lasifikasi menurut !ul (ahlan ("##1) ) 1. $erdasarkan ciri radiologis dan ge ala klinis, dibagi atas ) a. Pneumonia tipikal, bercirikan tanda-tanda pneumonia lobaris dengan opasitas lobus atau lobularis. b. Pneumonia atipikal, ditandai gangguan respirasi

yang meningkat lambat dengan gambaran infiltrat paru bilateral yang difus.

". $erdasarkan faktor lingkungan a. Pneumonia komunitas b. Pneumonia nosokomial c. Pneumonia rekurens d. Pneumonia aspirasi e. Pneumonia pada gangguan imun f. Pneumonia hipostatik *. $erdasarkan sindrom klinis a. Pneumonia bakterial berupa ) pneumonia bakterial

tipe tipikal yang terutama mengenai parenkim paru dalam serta bentuk bronkopneumonia bakterial dan pneumonia lobar

pneumonia

tipe

campuran

atipikal

yaitu per alanan penyakit ringan dan konsolidasi paru.

arang disertai

b. Pneumonia non bakterial, dikenal pneumonia atipikal yang disebabkan +ycoplasma, ,hlamydia pneumoniae

atau -egionella. 'lasifikasi berdasarkan .eeves ("##1) ) 1. Community Acquired Pneunomia dimulai sebagai penyakit pernafasan umum dan bisa berkembang men adi pneumonia. Pneumonia umum. /ipe %treptococal pneumonia merupakan ini organisme menimpa penyebab kalangan

biasanya

anak-anak atau kalangan orang tua. ". Hospital Acquired Pneumonia dikenal sebagai pneumonia nosokomial. pseudomonas. 0rganisme 'libseilla seperti atau ini aeruginisa stapilococcus,

aureus

merupakan pneumonia. *. Lobar lokasi dan

bakteri

umum

penyebab

hospital

ac1uired

Bronkopneumonia infeksi. menurut

dikategorikan %ekarang organisme, ini

berdasarkan pneumonia hanya

anatomi

diklasifikasikan

bukan

menurut lokasi anatominya sa a. 2. Pneumonia viral, bakterial dan fungi dikategorikan

berdasarkan pada agen penyebabnya, kultur sensifitas dilakukan untuk mengidentifikasikan organisme perusak. C. Etiologi 1. $akteri Pneumonia bakteri biasanya didapatkan pada usia

lan ut. 0rganisme gram posifif seperti ) %teptococcus pneumonia, %. aerous, dan $akteri gram negatif streptococcus pyogenesis. 3aemophilus influen&a,

seperti

klebsiella pneumonia dan P. 4eruginosa. ". 5irus (isebabkan oleh virus influensa yang menyebar melalui transmisi droplet. ,ytomegalovirus dalam hal ini

dikenal sebagai penyebab utama pneumonia virus. *. 6amur 7nfeksi yang disebabkan menyebar spora melalui amur seperti histoplasmosis udara pada yang mengandung burung,

penghirupan ditemukan

dan

biasanya

kotoran

tanah serta kompos.

2. Proto&oa +enimbulkan ter adinya Pneumocystis carinii pneumonia (,P,). $iasanya men angkiti pasien yang mengalami

immunosupresi. (.eeves, "##1) (. Patofisiologi 8ursing Path9ays (terlampir) 1. +anifestasi 'linis a. 'esulitan dan sakit pada saat pernafasan 1) 8yeri pleuritik ") 8afas dangkal dan mendengkur *) /akipnea b. $unyi nafas di atas area yang menglami konsolidasi 1) +engecil, kemudian men adi hilang ") 'rekels, ronki, egofoni c. :erakan dada tidak simetris d. +enggigil dan demam *;,; , sampai 21,1,, delirium e. (iafoesis f. 4noreksia g. +alaise h. $atuk kental, produktif 1) %putum kuning kehi auan kemudian berubah men adi

kemerahan i. :elisah . %ianosis ") 4rea sirkumoral *) (asar kuku kebiruan

k. +asalah-masalah psikososial ) disorientasi, ansietas, takut mati ". Pemeriksaan Penun ang a. Pemeriksaan radiologis Pola radiologis dapat berupa pneumonia

alveolar dengan gambaran air bronchogram (airspace disease), misalnya oleh streptococcus disease) pneumonia< karena

bronchopneumonia

(segmental

oleh

staphylococcus, virus atau mikroplasma. $entuk lesi bisa berupa kavitas dengan airfluid level sugestif untuk infeksi anaerob, gram negatif atau amiloidosis. b. Pemeriksaan laboratorium -eukositosis bakteri, oleh lekosit umumnya normal=rendah menandai dapat atau infeksi disebabkan infeksi

infeksi

virus=mikoplasma

pada

yang berata sehingga tidak ter adi respon lekosit. -eukopeni menun ukkan adanya depresi imunitas. c. Pemeriksaan bakteriologis Pemeriksaan yang predominan pada sputum adalah yang disertai infeksi. d. Pemeriksaan khusus /iter antibodi dapat terhadap virus, legionela dan P+8 yang kemungkinan merupakan penyebab

mikoplasma

dilakukan.

8ilai

diagnostik

didapatkan bila titer tinggi atau ada kenaikan 2>.

4nalisa gas darah dilakukan untuk menilai tingkat hipoksia dan kebutuhan oksigen. *. Penatalaksanaan a. 4ntibiotik 4ntibiotik yang sering digunakan adalah penicillin :. +ediaksi efektif lainnya termasuk eritromisin, klindamisin dan sefalosporin generasi pertama. b. 'ortikosteroid 'ortikosteroid diberikan pada keadaan sepsis berat. c. 7notropik Pemberian dopamine obat inotropik seperti dobutamin bila atau

kadang-kadang

diperlukan

terdapat

komplikasi gangguan sirkulasi atau gagal gin al pre renal. d. /erapi oksigen /erapi mencapai oksigen Pa0" diberikan mm3g dengan atau tu uan untuk @

;#-1##

saturasi

95-9?

berdasarkan pemeriksaan analisa gas darah. e. 8ebuli&er 8ebuli&er digunakan untuk mengencerkan dahak yang kental. (apat disertai nebuli&er untuk pemberian

bronchodilator bila terdapat bronchospasme.

f. 5entilasi mekanis 7ndikasi intubasi dan pemasangan ventilator pada

pneumonia ) 1) 3ipoksemia persisten meskipun telah diberikan

oksigen 1## @ dengan menggunakan masker ") :agal nafas yang ditandai oleh peningkatan didapat

respiratory

distress,

dengan

atau

asidosis respiratorik. *) .espiratory arrest 2) .etensi sputum yang sulit diatasi secara konservatif

ASU AN KEPERA!ATAN PADA K"IEN DEN#AN PNEUMONIA 4. Pengka ian 1. 4ktivitas = istirahat :e ala ) kelemahan, kelelahan, insomnia

/anda ) -etargi, penurunan toleransi terhadap aktivitas ". %irkulasi :e ala ) ri9ayat gagal antung kronis

/anda ) takikardi, penampilan keperanan atau pucat *. 7ntegritas Ago :e ala ) banyak stressor, masalah finansial

2. +akanan = ,airan :e ala ri9ayat (+ /anda ) distensi abdomen, hiperaktif bunyi usus, kulit kering dengan turgor buruk, penampilan malnutrusi 5. 8eurosensori :e ala ) sakit kepala dengan frontal ) kehilangan nafsu makan, mual = muntah,

/anda ) perubahan mental ?. 8yeri = 'enyamanan :e ala ) sakit kepala nyeri dada meningkat dan

batuk myalgia, atralgia

B. Pernafasan :e ala ) ri9ayat PP0+, merokok sigaret, takipnea,

dispnea, pernafasan dangkal, penggunaan otot aksesori, pelebaran nasal /anda ) sputum < merah muda, berkarat atau purulen Perkusi < pekak diatas area yang konsolidasi, gesekan friksi pleural ) menurun atau tak ada di atas area yang

$unyi nafas

terlibat atau nafas $ronkial Cramitus ) taktil dan vokal meningkat dengan

konsolidasi Darna ) pucat atau sianosis bibir = kuku

;. 'eamanan :e ala /anda ) ri9ayat gangguan sistem imun, demam ) berkeringat, menggigil berulang, gemetar,

kemerahan, mungkin pada kasus rubeda = varisela $. (iagnosa kepera9atan dan intervensi 1. $ersihan alan nafas tidak efektif berhubungan dengan) trakeobronkial, pembentukan oedema,

7nflamasi

peningkatan produksi sputum 8yeri pleuritik Penurunan energi, kelemahan

berhubungan dengan ) Perubahan frekuensi kedalaman pernafasan $unyi nafas tak normal, penggunaan otot aksesori

(ispnea, sianosis $entuk efektif = tidak efektif dengan = tanpa

produksi sputum 'riteria 3asil ) +enun ukkan nafas +enun ukkan alan nafas paten dengan bunyi nafas perilaku mencapai kebersihan alan

bersih, tak ada dispnea atau sianosis 7ntervensi ) +andiri 'ali frekuensi = kedalaman pernafasan dan gerakan dada 4uskultasi aliran mengi) $antu pasien untuk batuk efektif dan nafas dalam Penghisapan sesuai indikasi $erikan cairan sedikitnya "5## ml=hari paru dan catat bunyi area penurunan tambahan = tak ada

udara

nafas

(krakles,

'olaborasi $antu menga9asi efek pengobatan nebuli&er dan

fisioterapi lain $erikan obat sesuai indikasi ) mukolitik,

ekspetoran, bronkodilator, analgesik $erikan cairan tambahan

49asi seri sinar E dada, :(4, nadi oksimetri $antu bronkoskopi=torakosintesis bila

diindikasikan ". 'erusakan pertukaran gas berhubungan dengan Perubahan inflamasi) :angguan kapasitas oksigen darah membran alveolar F kapiler (efek

(itandai dengan ) (ispnea, sianosis /akikandi :elisah = perubahan mental 3ipoksia

'riteria 3asil ) +enun ukkan perbaikan ventilasi dan oksigenasi

aringan dengan :(4 dalam rentang normal dan tak ada ge ala distress pernafasan $erpartisipasi oksigen 7ntervensi ) +andiri 'a i frekuensi, kedalaman dan kemudahan bernafas 0bservasi 9arna kulit, membran mukosa dan kuku 'a i status mental 49asi status antung = irama pada tindakan untuk memaksimalkan

49asi suhu tubuh, sesui indikasi.

$antu tindakan

kenyamanan untuk menurunkan demam dan menggigil Pertahankan istirahat tidur /inggikan kepala dan dorong sering mengubah posisi, nafas dalam dan batuk efektif 'a i tingkat ansietas. (orong menyatakan masalah = perasaan. 'olaborasi $erikan terapi oksigen dengan benar 49asi :(4

*. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan ) Proses inflamasi Penurunan complience paru 8yeri

(itandai dengan ) (ispnea, takipnea Penggunaan otot aksesori Perubahan kedalaman nafas :(4 abnormal

'riteria 3asil ) +enun ukkan pola pernafasan normal = efektif dengan :(4 dalam rentang normal 7ntervensi ) +andiri

'a i frekuensi, kedalaman pernafasan dan ekspansi dada

4uskultasi bunyi nafas /inggikan kepala dan bantu mengubah posisi 0bservasi pola batuk dan karakter sekret (orong = bantu pasien dalam nafas dalam dan latihan batuk efektif

'olaborasi $erikan 0ksigen tambahan 49asi :(4 ) proses infeksi

2. Peningkatan suhu tubuh berhubungan ditandai dengan (emam, penampilan kemerahan +enggigil, takikandi

'riteria 3asil ) Pasien tidak memperlihatkan tanda peningkatan suhu tubuh /idak menggigil 8adi normal

7ntervensi ) +andiri 0beservasi suhu tubuh (2 Pantau 9arna kulit -akukan tindakan pendinginan sesuai kebutuhan am)

'olaborasi $erikan obat sesuai indikasi ) antiseptik 49asi kultur darah dan kultur sputum, pantau

hasilnya setiap hari 5. .esiko tinggi penyebaran infeksi berhubungan dengan ) 'etidakadekuatan pertahanan utama /idak adekuat pertahanan sekunder (adanya infeksi, penekanan imun) (itandai dengan ) /idak dapat diterapkan tanda-tanda dan ge ala-

ge ala membuat diagnosa aktual 'riteria 3asil ) +encapai komplikasi +engidentifikasikan intervensi untuk mencegah = 9aktu perbaikan infeksi berulang tanpa

menurunkan resiko infeksi 7ntervensi ) +andiri Pantau //5 4n urkan klien memperhatikan pengeluaran sekret dan melaporkan perubahan 9arna umlah dan bau sekret

(orong teknik mencuci tangan dengan baik Gbah posisi dengan sering

$atasi pengun ung sesuai indikasi -akukan isolasi pencegahan sesuai individu (orong keseimbangan istirahat adekuat dengan

aktivitas sedang. 'olaborasi $erikan antimikrobal sesuai indikasi

?. 7ntoleran aktivitas berhubungan dengan 'etidakseimbangan oksigen 'elemahan, kelelahan antara suplai dan kebutuhan

ditandai dengan ) -aporan verbal kelemahan, kelelahan dan keletihan (ispnea, takipnea /akikandi Pucat = sianosis

'riteria 3asil ) +elaporkan terhadap = menun ukkan yang peningkatan diukur toleransi dengan tak

aktivitas

dapat

adanya dispnea, kelemahan berlebihan dan //5 dalam rentang normal 7ntervensi ) +andiri Avaluasi respon klien terhadap aktivitas $erikan lingkungan terang dan batasi pengun ung

6elaskan

pentingnya

istirahat

dalam

rencana

pengobatan dan perlunya keseimbangan aktivitas dan istirahat $antu pasien memilih posisi yang nyaman untuk

istirahat = tidur $antu aktivitas pera9atan diri yang diperlukan

B. 8yeri berhubungan dengan ) 7nflamasi parenkim paru .eaksi seluler terhadap sirkulasi toksin $atuk menetap

(itandai dengan ) 8yeri dada %akit kepala, nyeri sendi +elindungi area yang sakit Perilaku distraksi, gelisah

'riteria 3asil ) +enyebabkan nyeri hilang = terkontrol +enun ukkan rileks, istirahat = tidur dan

peningkatan aktivitas dengan cepat 7ntervensi ) +andiri /entukan karakteristik nyeri Pantau //5 4 arkan teknik relaksasi

4n urkan dan bantu pasien dalam teknik menekan dada selama episode batuk.

;. .esti nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ) Peningkatan kebutuhan metabolik sekunder terhadap

demam dan proses infeksi 4noreksia distensi abdomen

'riteria 3asil ) +enun ukkan peningkatan nafsu makan $erat badan stabil atau meningkat

7ntervensi ) +andiri 7ndentifikasi muntah $erikan 9adah tertutup untuk sputum dan buang faktor yang menimbulkan mual atau

sesering mungkin 4uskultasi bunyi usus $erikan makan porsi kecil dan sering Avaluasi status nutrisi tinggi kekurangan volume cairan berhubungan

9. .esiko dengan

Caktor resiko ) 'ehilangan cairan berlebihan (demam, berkeringan

banyak, hiperventilasi, muntah)

'riteria 3asil ) $alance cairan seimbang +embran mukosa lembab, turgor normal, pengisian

kapiler cepat 7ntervensi ) +andiri 'a i perubahan //5 'a i turgor kulit, kelembaban membran mukosa ,atat laporan mual = muntah Pantau masukan dan keluaran, catat 9arna, karakter urine 3itung keseimbangan cairan 4supan cairan minimal "5## = hari

'olaborasi $erikan obat sesuai indikasi < antipirotik,

antiametik $erikan cairan tambahan 75 sesuai keperluan pengetahuan mengenai kondisi dan kebutuhan

1#. 'urang

tindakan berhubungan dengan ) 'urang terpa an informasi 'urang mengingat 'esalahan interpretasi

(itandai dengan ) Permintaan informasi

Pernyataan kesalahan konsep 'esalahan mengulang

'riteria 3asil ) +enyatakan permahaman kondisi proses penyakit dan pengobatan +elakukan perubahan pola hidup

7ntervensi +andiri 'a i fungsi normal paru (iskusikan aspek ketidakmampuan dari penyakit,

lamanya penyembuhan dan harapan kesembuhan $erikan dalam bentuk tertulis dan verbal /ekankan pentingnya melan utkan batuk efektif /ekankan perlunya melan utkan terapi antibiotik

selama periode yang dian urkan.

(4C/4. PG%/4'4

(oenges, +arilynn.("###). Rencana Asuhan Keperawatan, Adisi *, 6akata ) A:,. -ackmanHs ("##?). Care Principle and Practise O !edical "ur#ical $ursin#, Philadelpia ) D$ %aunders ,ompany. 8ettina, %andra +.("##1).Pedoman Praktik Keperawatan. 6akarta ) A:, Price, %ylvia 4nderson. Pathophysiolo#y % Clinical Concepts O .eevers, &isease Processes' 4lih $ahasa Peter 4nugrah. Ad. ,harlene 6, et all ("###). Keperawatan !edikal 2. 6akarta ) A:,< "##2 Bedah, 6akarta ) %alemba +edica. %melt&er, %u&anne ,.("###). Buku A(ar Keperawatan !edikal Bedah, 5olume 7, 6akarta ) A:, !ul (ahlan.("###). )lmu Penyakit &alam. Adisi 77, 6akarta ) $alai Penerbit C'G7.

8ursing Path9ays

Jamur, bakteri, protozoa ,esti ter#adap pen.ebaran infeksi

Masuk alveoli %eningkatan su#u tubu#

Kongestif ( 4-12 jam !ksudat dan seruos masuk alveoli

(.eri pleuritik

"epatisasi mera# (4$ jam %aru-paru tampak mera# dan bergranula karena &'M dan leukosit 'M( mengisi alveoli

%enumpukan +airan dalam alveoli

"epatisasi kelabu ()-$ #ari %aru-paru tampak kelabu karena leukosit dan fibrin mengalami konsolidasi didalam alveoli

,esolusi --11 #ari

%M( 2erkeringat ,esti nutrisi Metabolisme kurang dari meningkat Mual, munta# kebutu#an tubu#

Konsolidasi jaringan paru *omplian+e paru menurun 0angguan pola nafas

0angguan pertukaran gas &upla. /2 1ntoleransi menurun aktivitas

,esti kekurangan volume +airan &putum kental

0angguan bersi#an jalan nafas