Anda di halaman 1dari 6

Perbedaan perawatan gigi sulung dan gigi permanen Pada perawatan gigi anak tidak sama dengan perawatan

pada orang dewasa. Dimana perawatan gigi anak membutuhkan pendekatan ataupun keahliah khusus dalam hal : 1. Management Perilaku Anak Untuk dapat merawat gigi anak dengan sukses, dokter gigi perlu melihat pengaruh orang tua dan lingkungannya terhadap cara berfikir dan tingkah laku seorang anak. Pasien anak pada umumnya merupakan hasil perpaduan pengaruh disekitar rumah dan sikap orang tua anak. Dengan mengadakan pembicaraan dan pertanyaan pada orang tua serta pengamatan pada anak dapat dianalisa keadaan rumah tangga dan bentuk tingkah laku anak. A. ara Pendekatan Anak Pada Perawatan !igi 1" #omunikasi $erkomunikasi dengan anak merupakan kunci utama untuk penanggulangan prilaku anak. #omunikasi merupakan tu%uan dari teknik penanggulangan lainnya yang akan dibahas selan%utnya. Dokter gigi harus mampu berkomunikasi secara efektif dengan sebahagian anak yang berusia & tahun atau lebih. #ontak mata dengan anak perlu dilakukan disertai dengan sambutan hangat dan sikap bersahabat. 'etak keberhasilan dokter gigi dalam menanggulangi pasien anak adalah pada kemampuannya untuk berkomunikasi dengan mereka dan menanamkan kepercayaan pada diri anak tersebut. Untuk mengurangi rasa takut perlu dipakai bahasa kedua atau menghaluskan bahasa yang disebut cufemism () * U+U, ,-1," . #omunikasi yang efektif dengan anak merupakan prinsip terhadap teknik penanggulangan tingkah laku anak yang lain. #omunikasi dengan anak akan bertambah baik apabila dokter gigi mengetahui tingkah laku perkembangan psikologi anak. #omunikasi dengan anak dapat dilakukan dengan , cara () * U+U, ,-1,": a" #omunikasi eksplisit

Adalah komunikasi yang informasinya disampaikan secara .erbal. Dalam hal ini, dokter gigi %angan membuat pertanyaan yang memaksa anak untuk memilih %awaban ya atau tidak.

b" #omunikasi implisit Adalah informasi yang disampaikan secara non .erbal seperti : ekspresi wa%ah, tekanan suara, sentuhan tangan, ruang tunggu. Umumnya pasien anak/ anak yang merasa cemas, bentuk komunikasi non .erbal pada pasien anak/anak berhubungan dengan banyaknya pengalaman selama melakukan perawatan gigi anak akan meningkat komunikasi non .erbal () * U+U, ,-1,". a. ara Membuka #omunikasi

Abaikan segala ge%ala yang tidak koperatif yang mula/mula ditun%ukkan anak. Mulai dengan prosedur yang paling mudah dan cepat diker%akan dengan yang sulit. 0indarkan selalu hal yang membuat anak takut, mis : / alat 1 obat / kata/kata yang menakutkan. / Persiapan yang berlebihan, banyak bertanya hingga sempat menimbulkan rasa takut. b. 2eknik 2ell/+how/Do (2 + D" Addelston (1343" pertama sekali mencoba cara 2.+.D. untuk merawat gigi anak dan cara ini sangat sederhana dan cukup efektif. yang takut. 2ell : Anak diberitahu apa yang akan dilakukan pada dirinya dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh anak. ara ini baik untuk anak

+how : Menun%ukkan ob%ek sesuai dengan yang diterangkan sebelumnya tanpa menimbulkan rasa takut. Dalam hal ini dapat dipergunakan model gigi, menun%ukkan alat yang akan dipergunakan misalnya bur dan kalau perlu dipegang pasien. Do : Melakukan tindakan pada anak sesuai dengan yang dikatakan dan ditun%ukkan pada anak. Pada waktu melakukan 2+D harus sesuai dengan yang diceritakan atau ditun%ukkan, %adi %angan sampai anak merasa dibohongi.Pendekatan dengan cara 2+D dapat dilakukan bersama/sama dengan cara modeling. ara pendekatan dengan 2+D dapat diterapkan untuk semua %enis perawatan pada anak kecuali melakukan suntikan.

c. Penyangkalan rasa takut (Deny of 5ear" 6asa takut merupakan naluri pertama se%ak bayi lahir. Anak dapat menun%ukkan rasa takut pada perawatan gigi, rasa takut ini tidak boleh disangkal atau ditentang. #arena hal ini dapat menurunkan kepercayaan anak dalam kemampuannya mengatasi rasa takut dan menyebabkan tingkah lakunya kemudian hari cenderung negatif. Peranan dokter gigi disini memberi tahu anak bahwa rasa sakit tidak perlu ditakutkan, dokter gigi dapat menerangkan hal yang dapat mengurangi rasa takutnya sehingga tidak ada yang menge%utkan () * U+U, ,-1 d. Mengatur +uara ( ontrol of 7oice" +uatu metode yang efektif untuk mendapat perhatian anak dalam menciptakan komunikasi yaitu dengan pengaturan suara. Perubahan intonasi suara dari pelan sampai keras cukup efektif untuk mendapatkan perhatian dan mengingatkan si anak bahwa dokter gigi harus dipatuhi () * U+U, ,-1," e. Meminta Persetu%uan (Asking of Appro.al"

#omunikasi dengan anak dapat terganggu bila dokter gigi meminta persetu%uan anak untuk suatu perawatan gigi. #arena ada kecendrungan anak tidak setu%u dengan permintaan dokter gigi f. Penundaan perawatan #omunikasi yang berlebihan yang dilakukan anak yaitu dengan bertanya terus/menerus, meskipun sebenarnya anak tidak menginginkan %awaban adalah merupakan cara anak untuk menunda atau menghindari perawatan terutama pada waktu akan melakukan in%eksi. $. Modeling Anak mempunyai sifat ingin tahu, sifat meniru dan sifat bersaing. +ifat/sifat ini dapat dimanfaatkan dalam merawat gigi anak. Modeling adalah teknik yang menggunakan kemampuan anak untuk meniru anak lain dengan cara pengalaman yang sama dan telah berhasil. Metode ini dipakai terhadap anak yang cemas dan takut yang belum pernah dirawat giginya.

. Desensitisasi 8aitu suatu cara untuk mengurangi rasa takut atau cemas seorang anak dengan %alan memberikan rangsangan yang membuatnya taku1cemas sedikit demi sedikit rangsangan tersebut diberikan terus, sampai anak tidak takut atau cemas lagi. Merupakan salah satu teknik yang paling sering digunakan oleh psikolog dalam merawat pasien untuk mengatasi rasa takut. Desensitisasi diperkenalkan pertama sekali tahun 1393 oleh !ale dan Ayers sedangkan Machen dan :honson tahun 13;4 memperkenalkan Pre.enti.e Desensi<ation yang banyak digunakan pada kun%ungan pertama anak ke dokter gigi misalnya untuk tindakan profilaksis, perawatan dengan pemberian fluor atau menyikat gigi () * U+U, ,-1," .

D. 0ome (0and ).er Mouth =>cercise" 0)M= digunakan pada kasus yang selektif misalnya pada anak yang agresif, histeria pada kelompok umur & ? 9 tahun () * U+U, ,-1,". 2u%uan dari 0 ) M = : 1. Untuk mencegah respon menolak terhadap perawatan gigi. ,. Menyadarkan anak bahwa yang mencemaskan anak sebenarnya tidak begitu menakutkan seperti yang dibayangkan. &. Mendapatkan perhatian anak agar dia mendengar apa yang dikatakan dokter dan menerima perawatan () * U+U, ,-1," 2indakan ini dilakukan dengan syarat sebagai berikut : Usia anak & ? 9 tahun Anak dalam keadaan sehat Anak tidak dibawah pengaruh obat 2elah dicoba dengan cara lain tetapi tidak berhasil. @<in orang tua () * U+U, ,-1," =. +edasi Pada umumnya sedasi sangat efektif pada anak/anak yang benar/benar penakut tetapi mengerti pentingnya perawatan gigi dan mau ditolong. +edasi berarti menghilangkan rasa cemas. )leh karena itu penggunaan lokal anastesi wa%ar diperlukan, tetapi biasanya tidak menimbulkan masalah bila pasien sudah diberi penenang. *alaupun demikian, sedasi dengan menggunakan nitrous o>ide dapat menyebabkan analgesik terhadap sedasi, tetapi analgesik tidak selalu diperluka () * U+U, ,-1,". ,. Diagnosis yang tepat dan benar &. 6encana perawatan yang tepat

) *

U+U.

,-1,.

Pedodonsia

Dasar.

Diunduh

dari

http:11ocw.usu.ac.id1course1detail1pendidikan/dokter/gigi/s11911/P=D)D)A+@A/DA+A6.html pada tanggal -, Desember ,-1&.

Anda mungkin juga menyukai