Anda di halaman 1dari 4

Pembahasan Percobaan kali ini memiliki tujuan untuk mengetahui efek obat antikonvulsi kepada hewan percobaan yang

diberi obat penginduksi striknin. Aktivitas yang diamati adalah waktu konvulsi pada mencit sampai waktu mencit tersebut mati. Pada percobaan kali ini obat penginduksi yang digunakan agar terjadi konvulsi yaitu striknin, sedangkan obat yang akan diuji efektivitas antikonvulsinya adalah diazepam. Konvulsi adalah gerakan tidak normal akibat kontraksi oto yang berlebihan dan tak terkendali yang diakibatkan oleh meningkatnya eksitabilitas sistem sarafnya sampai pada batas tertentu. Konvulsi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah induksi obat tertentu, seperti yang digunakan dalam percobaan kali ini yaitu striknin. Striknin termasuk dalam obat perangsang susunan saraf pusat. Striknin merupakan obat penginduksi terjadinya konvulsi yang paling kuat dengan sifat kejang yang khas. Striknin bekerja dengan cara mengadakan antagonis kompetitif terhadap transmitor penghambatan yaitu glisin di daerah penghambatan pasca sinaps. Striknin menyebabkan perangsangan pada semua bagian sistem saraf pusat. Konvulsi yang disebabkan oleh striknin berupa ekstensi tonik dari badan dan semua anggota gerak. Sifat khas kejang oleh striknin yaitu kontraksi ekstensor yang simetris yang diperkuat oleh rangsangan sensorik seperti pendengaran, penglihatan dan perabaan serta dapat terjadi pada hewan yang hanya mempunyai medula spinalis. bat antikonvulsi yang digunakan dalam percobaan kali ini adalah diazepam. !iazepam merupakan obat yang terbukti paling efektif dalam mengatasi konvulsi. !iazepam dapat melawan kejang tanpa menimbulkan potensiasi terhadap depresi post ictal seperti pada penggunaan barbiturat atau depresi non"selektif lain. !iazepam terutama digunakan sebagai terapi epilepsi. Parameter yang digunakan dalam percobaan ini adalah pengamatan waktu saat kejang pertama hingga waktu saat hewan percobaan yang digunakan mati. #ewan percobaan yang digunakan adalah mencit jantan yang mempunyai bobot kurang lebih $% gram. &ula"mula hewan dibagi menjadi tiga kelompok yang

terdiri dari mencit kontrol, mencit uji ' dan mencit uji '', kemudian masing" masing mencit ditimbang, untuk menyesuaikan dosis intraperitonial (i.p.) yang diberikan dengan berat badan mencit Setelah ditimbang, mencit kontrol disuntik dengan *a+l fisiologis ,"$ - secara intraperitonial . &encit uji ' disuntik dengan diazepam dosis ' secara intraperitonial sebanyak . &encit uji '' disuntik dengan diazepam dosis '' secara intraperitonial . Setelah pemberian obat tersebut, mencit didiamkan selama .% menit, dengan estimasi bahwa pada .% menit obat tersebut telah bekerja di dalam tubuh mencit. Pada mencit uji kontrol hanya digunakan *a+l fisiologis yang tidak memiliki efek antikonvulsi. &encit uji ' diberikan diazepam pada dosis yang lebih tinggi, sedangkan mencit uji '' diberikan diazepam pada dosis yang lebih rendah. bat diazepam ini diberikan untuk mengatasi konvulsi yang diinduksi striknin. Setelah .% menit waktu pendiaman, mencit segera diinduksi dengan striknin. Pada beberapa saat akan muncul konvulsi pertama dan dicatat waktu konvulsi pertama tersebut, dan dicatat pula waktu saat konvulsi pertama hingga waktu kematian mencit tersebut. /aktu konvulsi pertama setelah pemberian striknin disebut onset, sedangkan waktu dari saat konvulsi pertama sampai terjadinya kematian mencit disebut death time. 0erdasarkan perlakuan pemberian penginduksi dan antikonvulsi, seharusnya pada mencit kontrol yang memberikan aktivitas normal akan memberikan onset yang lebih cepat karena tidak diberikan obat antikonvulsi sehingga akan memberikan death time yang lebih cepat pula. Pada mencit uji '', seharusnya mencit uji '' akan memberikan onset yang jauh lebih lama daripada mencit kontrol sehingga mencit uji akan memberikan death time yang lebih lama, karena adanya obat antikonvulsi diazepam yang bekerja menghambat penginduksi striknin. !emikian pula pada mencit uji ', akan memberikan onset yang lebih lama daripada mencit uji '' dan mencit kontrol karena diberikan dosis diazepam yang lebih tinggi daripada mencit uji '', sehingga death time-nya akan lebih lama pula. 0erdasarkan pada data pengamatan yang dihasilkan, rata"rata onset yang dihasilkan oleh mencit kontrol yaitu 1,23 menit, pada mencit uji ' menghasilkan

rata"rata onset 4,12 menit sedangkan pada mencit uji '' menghasilkan rata"rata onset,.,3$ menit. !ata ini menunjukkan bahawa diazepam mempunyai efek penghambatan striknin. *amun, secara teoritis mencit uji '' harus mempunyai onset yang lebih cepat daripada mencit uji '. 5erdapat beberapa faktor yang mendorong penyimpangan tersebut. +ontohnya, kejang pada mencit tidak jelas sehingga sukar untuk menentukan masa onset dan menyebabkan masa onset yang dicatat lebih lama dari yang sebetulnya. 0erdasarkan tabel, rata"rata death time yang dihasilkan oleh mencit kontrol adalah$.,61 menit, pada mencit uji ' dihasilkan death time .$,6. menit sedangkan mencit uji '' menghasilkan death time .6.1% menit. 7ata"rata death time yang dihasilkan oleh mencit kontrol jauh lebih cepat daripada mencit uji ' dan mencit uji ''. #al ini menunjukkan bahwa terjadi efek striknin yang menimbulkan konvulsi yang jauh lebih cepat daripada mencit uji ' dan '' yang diberikan obat antikonvulsi. 7ata"rata death time yang lebih cepat tersebut menunjukkan waktu induksi striknin terhadap mencit yang normal. Pada mencit uji ', rata"rata death time yang dihasilkan lebih lama daripada rata"rata death time yang dihasilkan oleh mencit kontrol. #al ini terjadi karena adanya penghambatan striknin oleh diazepam yang menunjukkan aktivitas diazepam yang baik dalam menghambat striknin bila dibandingkan dengan mencit kontrol yang tidak diberikan obat antikonvulsi yang menghambat penginduksi striknin. Pada mencit uji '', rata"rata death time yang dihasilkan lebih lama daripada rata"rata death time yang dihasilkan oleh mencit kontrol dan mencit uji '. #al ini menunjukkan bahwa terjadi aktivitas penghambatan striknin oleh diazepam bila dibandingkan dengan mencit kontrol, namun bila dibandingkan dengan mencit uji ', mencit uji '' seharusnya mrmpunyai death time yang lebih cepat berbanding dengan mencit uji ' karena dosis '' adalah lebih rendah daripada dosis '. Penyimpangan ini mungkin disebabkan karena kesilapan semasa menjalani praktikum. 5ernyata pada percobaan ini, mencit uji kelompok ' tidak mati dalam masa praktikum dijalankan sehingga andaian dibuat bahawa mencit

tersebut mati selepas masa praktikum tamat. 5erdapat beberapa faktor yang menyebabkan kejadian ini, antaranya ialah dosis diazepam yang terlalu tinggi sehingga efek striknin dihambat. Selain itu,kejadian ini mungkin disebabkan pemberian striknin dengan dosis yang salah. Pada pemberian striknin, striknin harus dikocok dahulu supaya dosisnya homogen.