Anda di halaman 1dari 7

Nama : Faizal Reza NPM : 12212695 Kelas : 2 EA 20

Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahan Bakar Minyak merupakan komoditas yang sangat vital diIndonesia. BBM ini punya peran penting untuk menggerakkan perekonomian.BBM mengambil peran di hampir semua aktivitas ekonomi di Indonesia. Kebutuhan BBM membubung tinggi seiring pertumbuhan industri, transportasi, juga kenaikan jumlah kendaraan bermotor yang beredar. Bahkan pada tahun 2008 Indonesia keluar dari OPEC, organisasi eksportir minyak dunia karena Indonesia harus mengimpor minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang semakin meningkat. Pemerintah memberi subsidi untuk setiap liter BBM jenis Premium dan Solar yang beredar di pasaran. Karena memberi subsidi, pemerintah menanggung sebagian harga dari BBM yang beredar. Pada awalnya, memang tidak adamasalah. Keuangan pemerintah masih mampu membiayai subsidi BBM. Namun,harga minyak dunia juga terus berfluktuasi dan cenderung naik. Negara- negara diTimur Tengah, produsen utama minyak dunia, diguncang konflik dalam negeri.Revolusi dan konflik bersenjata dalam negeri sedang melanda negara- negara diTimur Tengah hingga mengganggu produksi minyak di negara- negara Timur Tengah. Ketegangan di Selat Hormuz antara Israel dan AS dengan Iran yang juga produsen minyak besar juga ikut memberi andil dalam kenaikan harga minyak dunia. Dengan harga minyak dunia yang terus naik sementara di sisi lain kebutuhan konsumsi BBM yang naik, keuangan pemerintah pun tidak mampuuntuk mencukupi kebutuhan subsidi BBM. Pemerintah pun mulai melakukan sejumlah program yang dinilai bisa menghemat penggunaan BBM subsidi. Padaawalnya, langkah yang diambil adalah program gerakan pembatasan BBM bersubsidi dengan beralih dari BBM bersubsidi ke BBM nonsubsidi (pertamax).Gerakan ini kurang berjalan dengan sukses, mengingat disparitas harga antaraBBM bersubsidi dan non subsidi yang tinggi. Di sisi lain, harga minyak dunia terus naik. hal ini membuat pemerintahharus mengambil kebijakan yang tidak populer di mata rakyat, yaitu denganmenaikkan harga BBM bersubsidi. Menurut pemerintah, kebijakan ini harusdiambil mengingat APBN sudah tidak mampu menanggung lebih banyak subsidiuntuk BBM. Pengurangan subsidi diikuti kenaikan harga BBM ini punya efek domino di dalam perekonomian Indonesia. Hampir semua sektor kehidupan danlapisan masyarakat pasti akan merasakan dampak itu, baik secara langsungmaupun tidak langsung.Oleh karena itu, di dalam karya tulis ini, kami tertarik untuk menggali bagaimana pengurangan subsidi BBM terhadap perekonomian Indonesia. Dampak itu bisa terdiri dari dampak positif ataupun juga dampak negatifnya. Selain itu,melalui karya tulis ini, kami juga mencoba menawarkan solusi terhadap polemik di seputar kenaikan harga BBM yang berdampak negatif bagi perekonomianIndonesia. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana kondisi perminyakan di Indonesia saat ini? 2. Apa dampak negatif dari pengurangan subsidi BBM? 3. Apa dampak positif dari pengurangan subsidi BBM?

Bab II Pembahasan

A. Kondisi di Indonesia Saat Ini Indonesia merupakan salah satu negara produsen minyak bumi. Sempatmenjadi anggota Organisasi Eksportir Minyak Dunia (OPEC), dan keluar padatahun 2008 karena Indonesia sudah menjadi importir minyak untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri yang terus meningkat dan tidak bisa diimbangi oleh produksi minyak bumi dalam negeri yang cenderung menurun. Tabel 1: Cadangan Minyak Indonesia (2204-2011) Tahun Terbukti 2004 4.3 2005 4.19 2006 4.37 2007 3.99 2008 3.75 2009 3.3 2010 4.23 2011 4.04 Sumber: Ditjen Migas (2011) Keterangan : Dalam miliar barel Potensial 4.31 4.44 4.56 4.41 4.47 3.7 3.53 3.69 Total 8.61 8.63 8.93 8.4 8.22 8. 7.76 7.73

Dari tabel Cadangan Minyak Indonesia di atas, bisa dilihat sebenarnya Indonesia punya cadangan minyak bumi yang besar. Jika melihat tabel di atas, sebenarnya dari cadangan minyak bumi yang dimiliki, Indonesia mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri. Namun, minyak bumi yang berhasil di eksploitasi dari cadangan yang ada itu tidak mencukupi kebutuhan dalam negeri, sehingga harus mengimpor dari luar negeri. Untuk mengeksploitasi minyak bumi sendiri, perlu investasi yang besar dan sumber daya yang besar pula. Sehingga dari sekian banyak cadangan minyak yang ada, produksi minyak yang bisa dihasilkan tidak sebanding dengan cadangan dan potensi yang ada.Kebutuhan konsumsi BBM meningkat seiring dengan naiknya jumlahkendaraan bermotor yang ada di Indonesia. Selain itu, meningkatnya konsumsi BBM juga dipicu oleh pertumbuhan industri di Indonesia. Seperti dilihat dari datadi bawah ini, data mengenai kepemilikan kendaraan bermotor yang terus tumbuh, terutama sepeda motor yang mencatat pertumbuhan paling signifikan, di tengah penurunan kepemilikan kendaraan bermotor jenis lain. Selain itu, sepeda motor adalah pengonsumsi Premium yang besar. Dengan naiknya populasi sepeda motor ini, otomatis juga meningkatkan konsumsi BBM jenis Premium yang notabene di subsidi oleh pemerintah.

Sementara itu, produksi minyak Indonesia cenderung turun. Bahkan, setelah tahun 2002, produksi di dalam negeri sudah tidak mampu mencukupi kebutuhan konsumsi dalam negeri. Produksi di periode setelah 2002 pun cenderung menurun. Bahkanindikasi penurunan produksi dalam negeri sudah terjadi sejak tahun 2000, meskisaat itu produksi minyak bumi masih mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.Sempat mengalami kenaikan jumlah produksi pada tahun 2008, tetapi tahun-tahun selanjutnya mengalami penurunan. Konsumsi yang terus naik tetapi tidak diimbangi dengan kenaikan produksi mengakibatkan pemerintah harus menutupi kekurangan itu denganmengimpor dari negara lain. Padahal, pada periode terdahulu, Indonesia dikenalsebagai salah satu pengekspor minyak mentah dunia. Oleh karena itu, pada 2008Indonesia keluar dari OPEC karena sudah menjadi pengimpor minyak. Dalamsetiap liter Premium, pemerintah memberi subsidi sebesar Rp 4000,00. Sehingga jika rencana kenaikan premium menjadi Rp 6000,00 jadi dilaksanakan, pemerintah masih menanggung subsidi sebesar Rp 2500,00 untuk setiap liter premium yang terjual. Secara keseluruhan, dari tahun 2005- 2011, impor BBM secar totalcenderung naik turun atau berfluktuasi. Impor BBM tertinggi tercatat pada tahun 2006 sebesar 26.502.000 kiloliter. Namun, impor BBM Bersubsidi (RON 88)secara konstan terus naik. hal ini menunjukkan bahwa pemakaian BBM jenis bersubsidi merupakan yang terbesar di antara BBM jenis yang lain sehingga harusdilakukan impor untuk mencukupinya. Dalam APBN 2012, pemerintah mematok harga minyak mentah sebesar $90 per barrel, namun pada kenyataannya, harga minyak mentah dunia sendiri di bulan Februari 2012 berkisar $ 122,17 per barrel. Sementara, untuk anggarannya, pemerintah menganggarkan Rp 123,6 Trilyun untuk subsidi BBM tahun 2012. Itu untuk asumsi harga minyak mentah per barrelnya $ 122,7. Namun padakenyataannya harga minyak mentah sendiri sudah mencapai $122,17 per barreldan diperkirakan akan terus meningkat. Mau tidak mau, pemerintah harus merevisi anggaran subsidi BBM itu dalam APBN Perubahan 2012. APBN-Perubahan 2012 pemerintah menganggarkan Rp 137,4 Trilyununtuk subsidi BBM. Di luar itu, pemerintah masih mencadangkan sebesar Rp 23Trilyun untuk cadangan apabila subsidi perlu di tambah. Sementara, Pertaminasendiri mematok kuota BBM bersubsidi sebesar 40 juta kiloliter untuk tahun2012. Namun, konsumsi untuk bulan Januari sampai Maret saja sudah mencapai10,7 juta kiloliter. Padahal, selama 3 bulan itu adalah bulan normal. Dalam artian,di 3 bulan awal itu tidak ada peristiwa yang mengakibatkan lonjakan konsumsi BBM seperti momen hari raya keagamaan atau momen libur nasional. Konsumsi BBM diperkirakan akan meningkat pada kuartal kedua dansemester ke dua, dimana pada bulan Agustus jatuh hari raya Lebaran yang tentu mengakibatkan lonjakan konsumsi BBM. Namun, patut dilihat juga bahwa hargaminyak dunia masih mingkin terus naik. Mengingat, konflik yang melandanegara- negara di Timur Tengah dan Teluk Arab sebagai penghasil utama minyak dunia diperkirakan masih akan terus berlangsung lama dan tentunya mengganggu produksi dan pasokan minyak mentah dunia. Perkiraan Pertamina, apabila kondisi konsumsi BBM dibiarkan tanpa ada tindakan untuk mengerem, kemungkinan konsumsi BBM di tahun 2012 akanmeningkat menjadi 47 juta kiloliter.

Bahkan, jika kondisi laju konsumsi BBM dibiarkan tanpa kendali, pada bulan Agustus 2012 persediaan BBM bersubsidi akan habis. Naiknya harga BBM, akan mengakibatkan biaya operasional bagi moda-moda transportasi dan kendaraan- kendaraan yang memakai BBM bersubsidi.Dengan demikan harus ada penyesuaian tarif untuk menghindari kerugian. Penyesuaian tarif ini berupa naiknya tarif angkutan umum atau juga naiknya biaya pengangkutan barang hasil produksi dan komoditas yang diperdagangkan. Dengannaiknya tarif, akan membuat harga dari komoditas itu naik, karena biaya untuk pengangkutan juga naik. Masyarakatlah yang sebenarnya menanggung penyesuaian tarif itu. Masyarakat harus membayar lebih untuk mendapatkan barang hasil produksi atau komoditas yang diperdagangkan. Masyarakat juga harus membayar lebih untuk moda transportasi umum yang mereka pakai. Jika pemerintah memutuskan tidak mengurangi subsidi BBM, maka konsumsi atas BBM tidak terkontrol. Pemerintah dan Pertamina harus menyediakan kuota BBM yang mencukupi agar tidak terjadi kelangkaan di pasaran. Padahal, dalam kenyataannya, harga minyak dunia tidak sesuai dengan asumsi yang dipakai pemerintah dalam menentukan anggaran untuk subsidi BBM dalam APBN 2012. Hal ini tentu membuat pemerintah harus menambah anggaran untuk subsidi BBM dalam APBN Perubahan 2012, seperti yang terjadi saat ini. B. Dampak Negatif Harga BBM yang naik akan menjadi pemacu dari kenaikan harga komoditas lain, mengingat peran vital BBM mulai dari proses produksi hingga pengangkutan. Dampak dari kenaikan harga BBM tidak hanya dirasakan oleh pemilik kendaraan bermotor saja. Masyarakat yang tidak memiliki kendaraan bermotor juga turut terdampak dengan adanya kenaikan BBM ini. Naiknya harga BBM, akan mengakibatkan biaya operasional bagi moda-moda transportasi dan kendaraan- kendaraan yang memakai BBM bersubsidi. Dengan demikian harus ada penyesuaian tarif untuk menghindari kerugian.Penyesuaian tarif ini berupa naiknya tarif angkutan umum atau juga naiknya biaya pengangkutan barang hasil produksi dan komoditas yang diperdagangkan. Dengan naiknya tarif, akan membuat harga dari komoditas itu naik, karena biaya untuk pengangkutan juga naik. Masyarakatlah yang sebenarnya menanggung penyesuaian tarif itu. Masyarakat harus membayar lebih untuk mendapatkan barang hasil produksi atau komoditas yang diperdagangkan. Masyarakat juga harus membayar lebih untuk moda transportasi umum yang mereka pakai. C. Dampak Positif Kebijakan pengurangan subsidi BBM akan punya dampak positif,disamping juga dampak negatif. Dampak positif yang pertama adalah penghematan terhadap keuangan pemerintah. Seperti dalam tabel Dampak Kebijakan Penaikan Harga BBM 2012, akan ada penghematan keuangan pemerintah. Dengan mengurangi subsidi, maka akan ada dana yang bisa dihemat dan dipergunakan mendanai program dan kebijakan lain yang lebih efektif dan berguna bagi masyarakat. Dana itu bisa dipakai untuk tambahan anggaran pendidikan, program pengentasan

kemiskinan, menciptakan lapangan kerja barudan pembangunan infrastruktur dan program- program lainnya yang lebih berguna bagi masyarakat ketimbang subsidi BBM yang jelas- jelas tidak banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat miskin. Dampak positif yang kedua adalah mengurangi defisit anggaran. Denganmelakukan pengurangan subsidi BBM, defisit anggaran akan turun menjadi Rp109,8 Triliun atau 2,23% dari Produk Domestik Bruto. Jika tidak melakukankebijakan untuk mengurangi subsidi BBM, defisit anggaran dapat melonjak menjadi Rp 299 Triliun atau 3,59% dari Produk Domestik Bruto. Defisit anggaran yang terlalu tinggi tentu tidak baik bagi keuangan suatu negara. Krisis di Eropa juga salah satunya dipicu oleh defisit anggaran yang terlalu tinggi. Dampak postif ketiga adalah kontrol terhadap konsumsi BBM. Denganadanya kenaikan harga BBM bersubsidi karena pengurangan subsidi, tentu akan membuat pemilik kendaraan bermotor akan lebih selektif dalam aktivitasnyauntuk menggunakan kendaraan bermotor karena harga dari BBM yang lebih mahal. Dampak positif keempat adalah penghematan terhadap pemakaian minyak bumi. Dampak positif kelima adalah pengembangan energi alternatif yang lebihmurah daripada BBM. Dampak positif keenam, adalah kelestarian lingkungan. Residu hasil pembakaran BBM yang dilepas ke udara punya potensi membahayakan bagi kesehatan manusia dalam jangka panjang dan terakumulasi dalam jumlah besar.Pengurangan subsidi BBM mencegah konsumsi BBM secara berlebihan. Dampak postitif ketujuh, mengurangi tindak kejahatan penyelundupan BBM. Dampak positif ke delapan, Pengurangan subsidi BBM menyebabkan harga BBM naik sehingga permintaan akan kendaraan bermotor (barang komplementer) menurun dan industri kendaraan bermotor akan mengalami penurunan.

Bab III Kesimpulan Pengurangan BBM Bersubsidi sudah seharusnya dilakukan pemerintah. Subsidi BBM sudah membebani keuangan dan berpotensi terus memberi beban yang lebih berat terhadap keuangan negara di masa- masa mendatang apabila pemerintah tidak mengambil keputusan untuk mengurangi subsidi BBM. Apalagi, subsidi BBM sekarang ini sudah tidak efektif dan tidak banyak dirasakan masyarakat yang tergolong miskin. Melihat dari kondisi perminyakan di Indonesia dan dunia, pengurangan subsidi BBM tepat dilakukan oleh pemerintah. Jika tidak dilakukan pengurangan subsidi BBM, keuangan pemerintah akan semakin terbebani oleh besaran anggaran untuk subsidi BBM yang terus naik karena harga minyak dunia yang cenderung naik. Ditinjau dari etika, keputusan untuk mengurangi subsidi BBM sudah tepat menurut prinsip etika di dunia bisnis dan perekonomian. Menurut prinsip utilitarianisme, pengurangan subsidi BBM sudah tepat karena member keuntungan yang paling besar bagi masyarakat. Menurut prinsip hak, walaupun pengurangan subsidi BBM mengurangi hak masyarakat Indonesia untuk menikmati subsidi BBM, tetapi pengurangan subsidi BBM juga memberi hak bagi masyarakat untuk mencapai kesejahteraan melalui program- program yang lebih tepat sasaran yang didanai dengan anggaran yang bisa dihemat karena pengurangan subsidi BBM.

Sumber : http://www.reforminer.com/media-coverage/tahun-2012/1196-antisipasi-dampak-penaikanharga-bbm http://prokum.esdm.go.id/Publikasi/Statistik/Statistik%20Minyak%20Bumi.pdf http://www.indonesiafinancetoday.com/read/13694/Pemerintah-Optimistis-Target-Inflasi-2012Tercapai-