Anda di halaman 1dari 17

BAB 2 KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

II.1 Kajian Pustaka II.1.1 Beban Kerja II.1.1.1 Pengertian Beban Kerja Menurut Menpan (Dhini Rama Dhania, 2010:16), pengertian beban kerja adalah sekumpulan atau sejumlah kegiatan yang harus diselesaikan oleh suatu unit organisasi atau pemegang jabatan dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan menurut Permendagri No. 12/2008, beban kerja adalah besaran pekerjaan yang harus dipikul oleh suatu jabatan atau unit organisasi dan merupakan hasil kali antara volume kerja dan norma waktu. Dengan demikian pengertian beban kerja adalah sebuah proses yang dilakukan oleh seseorang dalam menyelesaikan tugas-tugas suatu pekerjaan atau kelompok jabatan yang dilaksanakan dalam keadaan normal dalam suatu jangka waktu tertentu.

II.1.1.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Beban Kerja Faktor-faktor yang mempengaruhi beban kerja dalam penelitian Aminah Soleman (Jurnal Arika, 2011:85) adalah sebagai berikut : 1. Faktor eksternal: Beban yang berasal dari luar tubuh pekerja, seperti: Tugas (Task). Meliputi tugas bersifat fisik seperti, stasiun kerja, tata ruang tempat kerja, kondisi ruang kerja, kondisi lingkungan kerja, sikap kerja, cara angkut, beban yang diangkat. Sedangkan tugas yang

bersifat mental meliputi, tanggung jawab, kompleksitas pekerjaan, emosi pekerja dan sebagainya. Organisasi Kerja. Meliputi lamanya waktu kerja, waktu istirahat, shift kerja, sistem kerja dan sebagainya. Lingkungan Kerja. Lingkungan kerja ini dapat memberikan beban tambahan yang meliputi, lingkungan kerja fisik, lingkungan kerja kimiawi, lingkungan kerja biologis dan lingkungan kerja psikologis. 2. Faktor internal Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam tubuh akibat dari reaksi beban kerja eksternal yang berpotensi sebagai stresor, meliputi faktor somatis (jenis kelamin, umur, ukuran tubuh, status gizi, kondisi kesehatan, dan sebagainya), dan faktor psikis (motivasi, persepsi, kepercayaan, keinginan, kepuasan, dan sebagainya).

Dari faktor-faktor tersebut dapat diperoleh indikator-indikator dari variabel beban kerja sebagai berikut : 1. Faktor eksternal : a. Tugas-tugas yang bersifat fisik (sikap kerja) b. Tugas-tugas yang bersifat mental (tanggung jawab, kompleksitas pekerjaan, emosi pekerja dan sebagainya) c. Waktu kerja dan waktu istirahat dosen d. Kerja secara bergilir e. Pelimpahan tugas dan wewenang 2. Faktor internal : a. Faktor somatis (kondisi kesehatan)

b. Faktor

psikis

(motivasi,

persepsi,

kepercayaan,

keinginan

dan

sebagainya)

II.1.2 Lingkungan Kerja II.1.2.1 Pengertian Lingkungan Kerja Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan adalah lingkungan kerja. Lingkungan kerja yang menyenangkan menjadi kunci pendorong bagi para karyawan untuk menghasilkan kinerja yang optimal. Lingkungan kerja menurut Nitisemito, oleh penelitian Nasution dan Rodhiah dalam (Jurnal Manajemen, 2008:58) adalah segala sesuatu yang ada disekitar pekerja dan yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang di bebankan. Sementara itu, menurut Fieldman oleh penelitian Nasution dan Rodhiah dalam (Jurnal Manajemen, 2008:58) menjelaskan bahwa lingkungan kerja merupakan faktor-faktor diluar manusia baik fisik maupun non fisik dalam suatu organisasi yang pembentukannya terkait dengan kemampuan manusia. Berdasarkan definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja adalah sebuah hal yang berada disekitar pekerjaan yang dapat mempengaruhi karyawan dalam melaksanakan tugas, kondisi kerja, hubungan karyawan didalam perusahaan dan kinerja karyawan tersebut.

II.1.2.2 Faktor-Faktor yang mempengaruhi Lingkungan Kerja Menurut Sumamur dalam penelitian Nasution dan Rodhiah (Jurnal Manajemen, 2008:59), mengemukakan bahwa ada tiga faktor yang mempengaruhi lingkungan kerja, yaitu :

Fasilitas Kerja. Lingkungan yang kurang mendukung pelaksanaan kerja ikut menyebabkan kinerja yang kurang, seperti kurangnya alat kerja, ruang kerja yang pengap, ventilasi yang kurang serta prosedur yang tidak jelas.

Gaji dan tunjangan. Gaji yang tidak sesuai dengan harapan pekerjaan membuat pekerja setiap saat melirik ke lingkungan kerja yang lebih menjamin pencapaian harapan kerja.

Hubungan kerja. Kelompok kerja yang menampakkan loyalitas yang tinggi akan meningkatkan produktivitas kerja karena satu pekerjaan dengan pekerjaan yang lain akan saling mendukung pencapaian tujuan dan atau hasil.

Dari faktor-faktor tersebut dapat diperoleh indikator-indikator dari variabel lingkungan kerja sebagai berikut : 1. Indikator dari sub variabel fasilitas kerja : a. Kurangnya peralatan kerja dosen b. Kondisi ruang kerja dosen pengap c. Prosedur yang diberikan atasan tidak jelas 2. Indikator dari sub variabel gaji dan tunjangan : a. Pemberian gaji yang sesuai 3. Indikator dari sub variabel hubungan kerja : a. Loyalitas dalam sebuah kelompok kerja berjalan dengan baik

10

II.1.3 Kepuasan Kerja II.1.3.1 Pengertian Kepuasan Kerja Menurut hasil penelitian Rita Johan dalam Jurnal Pendidikan Penabur (2002:8) terdapat beberapa pengertian kepuasan kerja dari beberapa ahli, yaitu sebagai berikut : Menurut Cherington, kepuasan kerja pada dasarnya merujuk pada seberapa besar seorang pegawai menyukai pekerjaannya. Menurut Robbins, kepuasan kerja adalah sikap umum pekerja tentang pekerjaan yang dilakukannya, karena pada umumnya apabila orang membahas tentang sikap pegawai, yang dimaksud adalah kepuasan kerja. Menurut Wether dan Davis, pekerjaan merupakan bagian yang penting dalam kehidupan seseorang, sehingga kepuasan kerja juga mempengaruhi kehidupan seseorang. Oleh karena itu kepuasan kerja adalah bagian kepuasan hidup. Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja adalah sikap puas yang ditunjukkan oleh karyawan terhadap pekerjaannya karena mereka merasa bahwa apa yang telah mereka berikan kepada perusahaan sesuai dengan imbalan yang diterima.

II.1.3.2 Faktor-Faktor Penentu Kepuasan Kerja Hasil penelitian Willybordus Wully dalam Jurnal Arthavidya (2007:55) mengemukakan teori kepuasan Maslow, merancang hirarki limam kebutuhan dasar manusia, yaitu fisiologis, keselamatan, sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri.

11

Sumber: Jurnal Arthavidya (2007:55) Gambar 2.1 Teori Hierarki Kebutuhan Maslow

Menurut Noor Arifin dalam Jurnal Economia (2012:14-15), faktor-faktor penentu kepuasan kerja karyawan, yaitu sebagai berikut : 1. Pekerjaan itu sendiri Sejauh mana pekerjaan menyediakan kesempatan seseorang untuk belajar memperoleh tanggung jawab dalam suatu tugas tertentu dan tantangan untuk pekerjaan yang menarik. 2. Gaji / imbalan yang dirasakan adil Upah yang diperoleh seseorang sebanding dengan usaha yang dilakukan dan sama dengan upah yang diterima oleh orang lain dalam posisi kerja yang sama. 3. Kesempatan promosi Kesempatan seseorang untuk meraih atau dipromosikan ke jenjang yang lebih tinggi dalam organisasi atau perusahaan. 4. Pengawasan Kemampuan atasan untuk memberikan bantuan teknis dan dukungan terhadap pekerjaan yang menjadi tanggung jawab para bawahan.
12

5. Rekan kerja Sejauh mana rekan kerja secara teknis cakap dan secara sosial mendukung rekan kerja lainnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan menurut Lussier oleh penelitian Nasution dan Rodhiah dalam (Jurnal Manajemen, 2008:60) adalah sebagai berikut : The Work It Self. Faktor yang berasal dari pekerjaan itu sendiri, misalnya otonomi kerja/keterbatasan dalam mengerjakan berbagai keterampilan tugas dan kesempatan untuk mengemban suatu tanggung jawab. Pay. Merupakan suatu sumber penting dari kepuasan kerja dimana pembayaran finansial yang diterima seseorang, dirasakan adil oleh karyawan. Growth and Upword Mobility. Pertumbuhan dan penigkatan jabatan lebih tinggi akan mempengaruhi kepuasan kerja banyak orang tapi tidak semuanya. Supervision. Kemampuan supervisi dalam memberikan umpan balik atas kinerja karyawan dengan memberikan bantuan teknis serta mendorong perilaku kerja karyawan. Co-Workes. Merupakan kerja sama dan dukungan dari rekan kerja. Attitude Toward Work. Beberapa orang menilai pekerjaan menyenangkan dan menarik, beberapa orang puas dengan pekerjaan yang berbeda-beda sementara yang lain tidak puas dengan situasi pekerjaan yang beragam. Dari faktor-faktor tersebut dapat diperoleh indikator-indikator dari variabel kepuasan kerja menurut Lussier didalam (Jurnal Manajemen, 2008:60) adalah sebagai berikut : 1. Indikator dari sub variabel the work it self : a. Keterbatasan dalam mengerjakan tugas

13

b. Kesempatan untuk mengemban tanggung jawab 2. Indikator dari sub variabel pay : a. Gaji yang diterima dosen 3. Indikator dari sub variabel growth and upword mobility : a. Mendapat kesempatan untuk mengembangkan diri b. Memperoleh kesempatan untuk menerima kenaikan jabatan 4. Indikator dari sub variabel supervision : a. Kemampuan menyediakan bantuan teknis b. Kesempatan dalam memberikan dukungan 5. Indikator dari sub variabel co-workes: a. Kerjasama dan dukungan dari rekan kerja 6. Indikator dari sub variabel attitude toward work : a. Penilaian dosen terhadap pekerjaan

II.1.4 Kinerja II.1.4.1 Pengertian Kinerja Menurut Benardin dan Russell dalam penemuan Marliana Budhiningtias Winanti (Majalah Ilmiah UNIKOM, 2011:256) kinerja adalah pencatatan outcome yang dihasilkan pada fungsi atau aktivitas pekerjaan secara khusus selama periode waktu tertentu. Robbins dalam penemuan Anung Pramudyo (JBTI, 2010:4) menyatakan bahwa kinerja adalah ukuran mengenai apa yang dikerjakan dan apa yang tidak dikerjakan oleh karyawan. Kinerja dosen merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan proses belajar mengajar di perguruan tinggi. Prawirosentono dalam penemuan Anung Pramudyo (JBTI, 2010:4) mengatakan bahwa terdapat hubungan yang erat antara kinerja perseorangan dengan

14

kinerja perusahaan. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa apabila kinerja dosen baik, maka kinerja perguruan tinggi juga akan menjadi baik. Sedangkan menurut Wood et al dalam penemuan Marliana Budhiningtias Winanti (Majalah Ilmiah UNIKOM, 2011:256) kinerja merupakan suatu pengukuran ringkas dari kuantitas dan kualitas kontribusi tugas-tugas yang dilakukan oleh individuatau kelompok untuk kerja unit atau organisasi. Menurut Mangkunegara dalam Jurnal Optimal (2007:14), pengertian kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang di capai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Berdasarkan definisi diatas, penulis dapat menyipulkan bahwa kinerja merupakan sebuah pencapaian atau hasil kerja seorang karyawan sesuai dengan tugas, kemampuan, dan tanggung jawab yang dilakukan untuk mencapai sebuah tujuan.

II.1.4.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Amstrong dalam penemuan Marliana Budhiningtias Winanti (Majalah Ilmiah UNIKOM, 2011:256) mengemukakan tentang bagaimana mengelola kinerja dan bagaimana menempatkannya dalam praktek. Terdapat empat faktor pokok dalam kinerja, yaitu input, process, output, dan outcome. Input : Keterampilan, pengetahuan, dan keahlian dalam

membawa pekerjaan mereka. Hal ini menyangkut artibusi individual. Process : Bagaimana individu memiliki kepercayaan dalam

melaksanakan pekerjaan mereka. Hal ini menyangkut perilaku kemampuan yang dibawa dalam pekerjaan untuk mengisi tanggung jawab.

15

Output

Hasil terukur yang dicapai oleh individu sesuai dengan

tingkat kinerja yang dicapai dalam melaksanakan tugas-tugas mereka. Hal ini merupakan ukuran kinerja yang di capai seseorang. Outcomes : Dampak apa yang telah dicapai oleh kinerja individu

dari hasil tim mereka, departemen, unit dan organisasi. Menurut Bernardin dan Russel oleh Noor Arifin (Jurnal Economia, 2012:1314), ada lima kinerja karyawan secara individu, yaitu : Kualitas, artinya hasil kegiatan yang dilakukan mendekati sempurna, dalam arti menyesuaikan beberapa cara ideal dari penampilan kegiatan dalam memenuhi tujuan yang diharapkan dari suatu kegiatan. Kuantitas, yaitu jumlah atau target yang dihasilkan dan dinyatakan dalam istilah unit jumlah siklus aktivitas yang diselesaikan. Pengetahuan dan keterampilan, yaitu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh karyawan. Ketepatan waktu, yaitu aktivitas yang diselesaikan pada waktu awal yang diinginkan dilihat dari sudut koordinasi dari hasil output serta

memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain. Komunikasi, yaitu hubungan atau interaksi dengan sesama rekan kerja dalam organisasi. Dari faktor-faktor tersebut dapat diperoleh indikator-indikator dari variabel kinerja kerja dalam penelitian Marliana Budhiningtias Winanti (Majalah Ilmiah UNIKOM, 2011:256), sebagai berikut : 1. Indikator dari sub variabel input : a. Keterampilan yang dimiliki dosen b. Pengetahuan yang dimiliki dosen

16

c. Keahlian yang dimiliki dosen 2. Indikator dari sub variabel process : a. Kepercayaan dosen dalam melaksanakan pekerjaan 3. Indikator dari sub variabel output : a. Hasil kinerja dosen 4. Indikator sub variabel outcomes : a. Dampak kinerja dosen terhadap mahasiswa dan fakultas

II.2 Kajian Penelitian Terdahulu Hubungan Beban Kerja dengan Kepuasan Kerja Penelitian yang dilakukan oleh Zeytinoglu dan Denton (2007:43) terhadap pekerja di Ontario tentang hubungan beban kerja dan kepuasan kerja menunjukkan hasil yang berbeda pada analisis deskriptif dan regresi. Melalui analisis deskriptif didapatkan hasil bahwa secara umum para pekerja itu puas dengan pekerjaan mereka meski mereka merasa beban kerja mereka berat, tetapi dari hasil analisis regresi menunjukkan hubungan yang signifikan dengan korelasi negatif antara beban kerja dengan kepuasan kerja reponden. Semakin tinggi persepsi beban kerja responden maka semakin rendah tingkat kepuasan kerjanya. Hal ini sesuai dengan pernyataan Soehartati (2007) dalam Shcoker (2008:16) bahwa seseorang yang mempunyai beban kerja yang tinggi maka akan mempengaruhi kepuasan kerja.

Hubungan Lingkungan Kerja dengan Kepuasan Kerja Adanya pengaruh antara lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja telah

dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan oleh Diane Applebaum, Susan Fowler,

17

Nancy Fiedler, Omowunmi Osinubi, dan Mark Robson dengan judul The Impact of Environmental Factor on Nursing Stress, Job Satisfaction, and Turnover Intention. Menyatakan bahwa The purpose of this study was to investigate relationship between environmental factors of odor, noise, light, and color and perceived stress, job satisfaction.... dimana lingkungan kerja sangat berpengaruh terhadap kepuasan kerja seseorang, terbukti didalam jurnal tersebut mengatakan bahwa lingkungan kerja secara fisik maupun nonfisik mempunyai dampak positif dan negatif, dimana lingkungan kerja yang buruk akan mempengaruhi tingkat stress karyawan dalam pekerjaannya, begitu juga sebaliknya, apabila lingkungan kerja mendukung dan kondusif, maka karyawan akan merasa puas didalam pekerjaannya, dan tingkat stress dalam pekerjaan karyawanpun akan hilang dengan sendirinya, ini sebabnya lingkungan kerja tersebut mendukung, oleh sebab itu perusahaan harus menciptakan lingkungan kerja yang baik, sehingga tingkat turnover dalam lingkungan kerja karyawan dalam dapat diminimalisir. Hubungan antara kepuasan kerja terhadap kinerja juga telah dibuktikan oleh Gibson (2000:110) dalam bukunya Wibowo (2007:307), secara jelas

menggambarkan adanya hubungan timbal balik antara kinerja dan kepuasan kerja. Di satu sisi dikatakan kepuasan kerja menyebabkan peningkatan kinerja sehingga pekerja yang puas akan lebih produktif. Di sisi lain dapat pula terjadi kepuasan kerja disebabkan oleh adanya kinerja atau prestasi kerja sehingga pekerja yang lebih produktif akan mendapatkan kepuasan. Sementara itu Vecchio cenderung mengikuti pandangan bahwa kinerja secara tidak langsung menyebabkan kepuasan. Kinerja akan menerima reward baik intrinsik maupun ekstinsik. Kepuasan akan diperoleh melalui penilaian pekerja terhadap reward yang diterima. Apabila pekerja merasa bahwa pemberian penghargaan tersebut adil, akan membuat kepuasan kerja

18

meningkat. Namun, apabila terjadi sebaliknya akan menyebabkan ketidakpuasan kerja.

II.3 Kerangka Pemikiran Untuk memperjelas gambaran penelitian secara keseluruhan dan agar penelitian lebih terarah, maka dibuat kerangka pemikiran sebagai berikut:
Beban Kerja (X1): Faktor Internal Faktor Eksternal Lingkungan Kerja (X2): Fasilitas kerja Gaji dan tunjangan Hubungan kerja

Sumber : Aminah Soleman (2011)

Sumber : Nasution dan Rodhiah (2008)

Kepuasan Kerja (Y): Work it Self Pay Growth and Upword Mobility Supervision Co-Workes Attitude Toward Work

Sumber : Lussier (2008)

Kinerja Karyawan (Z): Input Process Output Outcomes

Sumber : Marliana Budhiningtias Winanti (2011) Sumber : Pengelolaan Penulis, 2012

Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran

19

Keterangan : Indikator dari Beban Kerja adalah sebagai berikut : 1. Indikator dari sub variabel Faktor Eksternal adalah sebagai berikut : a. Tingkat kesulitan pekerjaan. b. Waktu lembur. c. Dikejar waktu dalam menyelesaikan tugas. d. Tanggung jawab yang diberikan memberatkan. 2. Indikator dari sub variabel Faktor Internal adalah sebagai berikut : a. Mengerjakan pekerjaan yang tidak sesuai dengan keinginannya. b. Mengajar dengan kondisi pekerjaan yang kurang baik. c. Memiliki pandangan yang berbeda dengan orang lain. Indikator dari Lingkungan Kerja adalah sebagai berikut : 1. Indikator dari sub variabel Fasilitas Kerja : a. Peralatan kerja yang diberikan memadai. b. Kondisi ruangan kerja kurang mendukung. c. Prosedur atau instruksi kurang jelas. 2. Indikator dari sub variabel Gaji dan Tunjangan : a. Pemberian gaji yang sesuai. b. Pemberian tunjangan. 3. Indikator dari sub variabel Hubungan Kerja : a. Kerja sama antar karyawan. b. Hubungan dengan atasan. Setelah kedua variabel bebas tersebut diketahui indikatornya, maka akan dilihat apakah saling berhubungan satu sama lain. Variabel beban kerja dan variabel lingkungan kerja secara individual maupun simultan diasumsikan berhubungan

20

dengan kepuasan kerja karyawan, sehingga dapat dilihat indikator dari Kepuasan Kerja adalah sebagai berikut : 1. Indikator dari sub variabel The Work it Self : a. Kesempatan untuk mengemban tanggung jawab. b. Keterbatasan dalam mengerjakan tugas. 2. Indikator dari sub variabel Pay : a. Disesuaikan dengan beban pekerjaan. 3. Idikator dari sub variabel Growth and Upword Mobility : a. Mendapat kesempatan untuk mengembangkan diri. b. Memperoleh kesempatan untuk menerima kenaikan jabatan 4. Indikator dari sub variabel Supervision : a. Memberikan dukungan kepada mahasiswa. b. Memberikan bantuan teknis. 5. Indikator dari sub variabel Co-workes : a. Hubungan dengan rekan kerja. 6. Indikator dari sub variabel Attitude Toward Work : a. Menyikapi pekerjaan Setelah itu, ketiga variabel tersebut akan dicari apakah berhubungan dengan variabel kinerja kerja. Indikator dari kinerja kerja adalah sebagai berikut : 1. Indikator dari sub variabel Input : a. Kesesuaian keterampilan yang dimiliki dengan tugas yang diberikan. b. Penguasaan materi. c. Antusiasme pengajar dalam mengajar. 2. Indikator dari sub variabel Process : a. Cara penyampaian materi.

21

b. Penguasaan materi yang diajarkan. c. Pemberian motivasi dari dosen kepada mahasiswa untuk belajar. d. Dosen mampu menjadi teladan bagi mahasiswa. e. Keterbukaan dalam menerima kritik dan saran. 3. Indikator dari sub variabel Output : a. nilai mahasiswa. b. mahasiswa yang lulus. 4. dari sub variabel Outcomes : a. dosen dengan mahasiswa. b. mahasiswa terhadap dosen. Respon Hubungan Indikator Jumlah Rata-rata

II.4 Hipotesis Berdasarkan dari permasalahan yang telah diajukan dan tujuan penerlitian serta tinjauan pustaka, maka hipotesis yang akan diuji kebenarannya dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Hipotesis sesuai dengan Tujuan 1 (T-1) antara variabel X1 dan X2 dengan variabel Y: Ho : Variabel X1 dan X2 tidak berkontribusi secara signifikan terhadap variabel Y

22

Ha : Variabel X1 dan X2 berkontribusi secara signifikan terhadap variabel Y 2. Hipotesis sesuai dengan Tujuan 2 (T-2) antara variabel X1, X2 dan Y dengan variabel Z: Ho : Variabel X1, X2 dan Y tidak berkontribusi secara signifikan terhadap variabel Z Ha : Variabel X1, X2 dan Y berkontribusi secara signifikan terhadap variabel Z

23